BAB I
SYARAT-SYARAT UMUM
1.1. Latar Belakang
Peranan infrastruktur pertanian dalam pembangunan pertanian semakin
strategis dan sangat berkaitan dengan upaya pencapaian sasaran program
ketahanan pangan nasional. Dukungan infrastruktur pertanian yang memadai
seperti jalan sangat dibutuhkan guna menunjang pembangunan pertanian yang
efisien. Dengan adanya jalan, pengangkutan sarana produksi pertanian hingga
hasil pertanian menjadi lebih mudah dan murah sehingga usaha pertanian
menjadi lebih efisien. Sebagai sarana infrastruktur dalam pengembangan
pertanian dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, pengembangan
agribisnis dan peningkatan kesejahteraan petani.
Dengan adanya Jalan Usaha Tani yang representatif, maka diharapkan
dapat meningkatkan sarana transportasi petani dari dan ke lahan pertanian.
Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melalui Bidang sarana dan prasarana
pada tahun 2019 akan melakukan usulan untuk kegiatan tersebut, namun
terkendala dalam proses penganggaran karena RAB dan Design yang belum
tersedia. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan penyusunan DED untuk kegiatan
pembangunan/peningkatan jalan usaha tani.
1.2. Penjelasan
1) Pemberi penjelasan untuk pekerjaan ini akan diadakan pada hari, tempat
danjam seperti yang telah tercantum dalam undangan.
2) Rekanan yang tidak menghadiri rapat penjelasan, tidak berhak
mengikutipelelangan pemborong.
3) Pertanyaan yang diajukan secara lisan atau tertulis dapat diajukan pada
rapatpenjelasan, rekanan yang tidak mengajukan pertanyaan dianggap
sudahdapat memahami secara jelas dan menyeluruh.
4) Pemberian penjelasan sampai saat memasukan penawaran penawaran
pelelangan, tidak diadakan penjelasan lagi.
5) Semua perubahan-perubahan atau penambahan hasil dari pembahasan
padasaat pemberian penjelasan akan dicantumkan dalam berita acara
penjelasanyang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan mengikat
dengan RKS.
1
2
1.3. Bestek Gambar-Gambar Dan Ukuran
a. Pada bestek terlampir gambar dan situasi dalam skala yang tercantum
dalam gambar.
b. Gambar-gambar pelaksana dan detail harus dibuat oleh Pelaksana yang
disyahkan oleh direksi dan menjadi milik direksi.
c. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yaitu setelah semua pekerjaan
selesai dan termasuk masa pemeliharaan dari proyek, pihak kedua harus
menyerahkan gambar yang sebenarnya (as building drawing).
d. Jika terdapat perbedaan antara gambar dan bestek, maka bestek
dankeputusan direksi mengikat.
e. Gambar penjelasan dan detail yang diperlukan pada setiap perkembangan
pekerjaan akan diusulkan oleh direksi.
1.4. Peraturan Teknis Pembangunan
1. Dalam melaksanakan pekerjaan, bila tidak ditentukan lain dalam rencana
kerja dan syarat-syarat (RKS) ini berlaku dan mengikat ketentuan-
ketentuan di bawah ini termasuk segala perubahan dan tambahan.
Instruksi Presiden R.I. No. 1 Tahun 1988 beserta lampirannya,
surat edaran Menko Ekuin dan Pengawasan Pembangunan nomor :
SE.6/[Link] /1988 beserta lampirannya.
Peraturan Umum Tentang Pelaksanaan di Indonesia atau AVI. 1941
Peraturan Beton Bertulang Indonesia SK. SNI T-15-1991-03.
Peraturan Cat Indonesia (PTI) 1961
Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja dan Departemen
Tenaga Kerja
Peraturan Muatan Indonesia ( PMI – 1970 )
Standar Industri Indonesia ( SII ) yang berlaku
Peraturan Kontruksi Kayu Indonesia ( PKKI )
Peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh Jawatan/Instansi
Pemerintah setempat, yang berkaitan dengan permasalahan
bangunan.
Dan lain-lain yang diperlukan.
2. Untuk pelaksanaan pekerjaan berlaku dan mengikat pula :
Gambar bestek yang dibuat oleh Konsultan Perencana dan telah
disyahkan oleh pemberi tugas.
3
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).
Jadwal Pelaksanaan (Tentative Time Schedule) yang sudah
disetujui Direksi.
1.5. Jangka dan Waktu Pelaksanaan
1. Pekerjaan harus diselesaikan dalam waktu hari kalender, terhitung sejak
dikeluarkan Surat Perintah Kerja.
2. Apabila pekerjaan tidak dapat diselesaikan sesuai dengan rencana
kerja dan atau menurut perkiraan Pemberi tugas bahwa pekerjaan
tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang dicantumkan
dalam kontrak, maka Pemberi tugas berhak memutuskan kontrak
secara sepihak.
1.6. Pengertian
Kecuali ditentukan lain, yang didefinisikan di bawah ini mempunyai arti sebagai
berikut :
1) Pemberi Tugas:
Berarti Pimpinan Proyek
2) Perencana :
Berarti perusahaan berbadan hukum yang ditunjuk oleh pemberi
tugas untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan serta bertugas
sebagai adviser berkala pada saat pelaksanaan pekerjaan dalam hal ini
CV. ANEUK TEKNIK.
3) Pengawas:
Berarti perusahaan berbadan hukum yang ditunjuk oleh pemberi
tugas untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan bertugas sebagai
adviser berkala pada saat melakukan pekerjaan.
4) Pelaksana:
Berarti perusahaan berbadan hukum yang telah mengikat dirinya
berdasarkan suatu kontrak perjanjian dengan Pemberi tugas untuk
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar-gambar dan persyaratan-
persyaratan sesuai yang tercantum dalam dokumen kontrak.
5) Kontrak:
4
Berarti perjanjian yang telah dicapai, yang diatur secara tertulis dalam
bentuk tertentu dan meliputi semua yang tergambar dan tersebut di
dalamnya.
6) Nilai Kontrak:
Berarti jumlah yang tersebut dalam kontrak, termasuk provit, pajak-pajak
dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam kontrak.
7) Gambar-Gambar:
Berarti gambar-gambar yang tercantum dalam dokumen kontrak.
8) Jadwal Waktu:
Berarti waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak dan menjadi dasar
bagi pemberi tugas dalam menilai prestasi pekerjaan.
9) Disetujui:
Secara tertulis termasuk di dalamnya penegasan (confirmation) tertulis
dari persetujuan secara lisan yang mendahuluinya.
BAB II
SYARAT – SYARAT TEKNIS
2.1. Penjelasan Umum
1. Lingkup pekerjaan :
a) Nama pekerjaan : Pengerasan Dan Peningkatan Jalan
Usaha Tani Gampong Tumpok Lampoh
Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh
Besar
b) Lokasi pekerjaan : Kabupaten Aceh Besar
c) Volume pekerjaan : 1 Paket
2. Rencana Kerja
Dalam waktu selambat-lambatnya 7 hari dari saat perintah
kerja, Pelaksanaharus mengajukan sebuah rencana kerja tertulis,
sehubungan denganpelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan
dalam dokumen kontrak. Rencana kerja tertulis menjelaskan secara
terperinci urutan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan
tersebut termasuk hal-hal khusus bila diperlukan, persiapan
peralatan, pekerjaan sementara yang ada dan sejauh mana hal
tersebutmencakup lingkup dari pekerjaannya.
2.2. Tanggung Jawab Pelaksana
Sebelum pelaksanaan pekejaan, Pelaksana wajib memeriksa
kekuatan konstruksi yang akan dilaksanakan dan harus
mengkonsultasikan dengan Pejabat Pembuat Komitmen atau PPTK atau
Pengawas Lapangan. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat
kelalaian Pelaksana tidak melaksanakan pemeriksaan kekuatan
konstruksi menjadi tanggung jawab Pelaksana. Pada keadaan apapun,
dimana pekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan
Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan tidak berarti
membebaskan Pelaksana atas tanggung jawab atas pekerjaannya
sesuai dengan isi kontrak.
5
6
2.3. Tenaga Kerja
Tenaga-tenaga yang yang digunakan hendaknya dari tenaga-
tenaga yang ahli / terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan
dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan/
petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan.
2.4. Satuan Ukuran
Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini
yang digunakan dalam pekerjaan adalah standar meter dan Kilogram.
Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai
1000 kilogram.
2.5. Perintah Untuk Pelaksanaan
Bila Pelaksana tidak berada di tempat pekerjaan dimana Pejabat
Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan bermaksud untuk
memberikan petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh
Pelaksana atau oleh orang-orang yang ditunjuk untuk itu oleh
Pelaksana.
Orang-orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa
yang dipakai oleh Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas
Lapangan, atau Pelaksana akan menyediakan penterjemah khusus
untuk keperluan tersebut.
2.6. Laporan
a) Pelaksana diharuskan membuat bahan laporan berkala
kemajuan pekerjaan untuk setiap satu minggu kegiatan dengan
mengisi formulir evaluasi kemajuan pekerjaan sesuai dengan
petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas
Lapangan. Ringkasan laporan tersebut harus mencantumkan
keadaan cuaca, jumlah pengerahan tenaga kerja, tenaga
pengawas dan pelaksana, alat-alat yang dipergunakan, jumlah
pengiriman bahan-bahan bangunan ke lokasi pekerjaan,
7
kemajuan fisik dari pekerjaan yang telah selesai, masalah-
masalah yang timbul dilapangan serta pemecahannya, dan
rencana kerja minggu berikutnya.
b) Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh Pelaksana
pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi
c) Laporan lain seperti Laporan Harian dan lain-lain sesuai dengan
uraian dalam syarat-syarat umum kontrak.
2.7. Gambar-Gambar Dan Ukuran
1. Gambar-gambar yang diperlukan dalam melaksanakan
pekerjaan adalah:
a. Gambar yang termasuk dalam dokumen Perencanaan
b. Gambar perubahan yang disetujui Pejabat Pembuat
Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan.
c. Gambar lain yang disediakan dan disetujui Pejabat
Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan.
2. Kalkir asli dari gambar-gambar Kegiatan disimpan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan. Pelaksana
diberi 2 (dua) set cetak biru dari semua gambar-gambar tanpa
pungutan biaya. Permintaan Pelaksana akan tambahan cetak
biru dari gambar-gambar tersebut akan dikenakan biaya.
3. Pelaksana diharuskan menyimpan satu set cetak biru di kantor
lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan.
4. Gambar-gambar pelaksanaan (Shop drawing) dan detailnya
harus mendapat persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK,
Pengawas Lapangan sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan
Kegiatan.
5. Pada penyerahan akhir pekerjaan (Penyerahan Pertama dan
Terakhir) harus disertai Gambar hasil pelaksanaan “ (as built
drawings)”.
6. Semua ukuran dinyatakan dalam sistim matrik.
8
7. Kalau terdapat perbedaan dengan spesifikasi maka yang benar
dan berlaku adalah yang ditetapkan oleh Pejabat Pembuat
Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan.
2.8. Wilayah Kerja
a. Secara umum Pelaksana dilarang menimbun atau menempatkan
bahan-bahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum
tidak termasuk wilayah kerja Pelaksana kecuali ada
pertimbangan khusus dan persetujuan dari Pejabat Pembuat
Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan.
b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk
menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar
lokasi Kegiatan, maka bahan bangunan harus didatangkan dari
Gudang Pelaksana atau Leveransir setiap hari dengan jumlah
yang cukup untuk pekerjaan satu hari.
c. Dalam pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana harus berkoordinasi
dengan instansi yang terkait, apabila di dalam lokasi Kegiatan
terdapat jaringan pekerjaan yang tidak berhubungan dengan
kewenangan Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas
Lapangan ataupun Pelaksana pelaksana.
2.9. Bahan–Bahan Mutu Pekerjaan
a. Jenis dan mutu bahan yang dilaksanakan harus diutamakan
bahan-bahan produksi dalam negeri, sesuai dengan keputusan
bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Penertiban Aparatur
Negara Tgl. 23 Desember 1980, Keppres 16/1994 dan Keppres
No. 24/1995.
b. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap
jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan
yang tercantum dalam syarat-syarat kualitas bahan masing-
masing bagian pekerjaan. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk
bahan-bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Pejabat
Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan.
9
c. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan
yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di
Indonesia. Standar peraturan yang berlaku adalah edisi yang
terakhir. Untuk bahan-bahan yang mutunya belum diatur dalam
peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis,
harus mendapat persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen,
PPTK, Pengawas Lapangan sebelum dipergunakan.
d. Untuk bahan yang mutunya yang masih berdasarkan standar
internasional, apabila diperlukan, Pejabat Pembuat Komitmen,
PPTK, Pengawas Lapangan dapat meminta Pelaksana untuk
menunjukkan sertifikat tes dari agen, distributor yang menjual
atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan.
e. Bahan-bahan bangunan atau tenaga kerja lokal/ setempat yang
memenuhi syarat teknis sesuai dengan peraturan yang ada
(RKS) dianjurkan untuk dipergunakan untuk dengan
mendapatkan ijin tertulis dari Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK,
Pengawas Lapangan.
f. Bila bahan-bahan bangunan yang memenuhi spesifikasi terdapat
beberapa/ bermacam-macam jenis merk diharuskan untuk
memakai jenis dan mutu bahan dipilih satu jenis.
g. Bahan-bahan bangunan yang telah ditetapkan jenisnya, apabila
bahan bangunan tersebut mempunyai beberapa macam mutu,
maka harus ditetapkan untuk dilaksanakan dipergunakan yang
mutu/ kwalitas kelas I (KW. I).
h. Bila Rekanan/ Pelaksana sudah menandatangani untuk
dilaksanakan jenis dan mutu bahan untuk pekerjaan atau bagian
pekerjaan tidak sesuai dengan yang ditetapkan, harus ditolak
atau dikeluarkan dari lokasi Kegiatan paling lambat 1 x 24 jam
setelah ditolak atas biaya/ tanggung jawab Pelaksana Pelaksana.
i. Contoh/sampel yang dikehendaki oleh Pejabat Pembuat
Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan, Pelaksana harus segera
menyediakan tanpa kelambatan atas biaya Pelaksana dan harus
sesuai dengan ketetapan (RKS).
10
j. Bila dalam uraian dalam syarat-syarat disebutkan nama
pabrik/produk dari suatu barang, maka ini hanya dimaksudkan
untuk menunjukkan kwalitas dan tipe dari barang-barang yang
dikehendaki Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas
Lapangan.
k. Pelaksana Pelaksana harus menawarkan harga-harga
barang/bahan tersebut sesuai RKS dan Berita Acara Rapat
Penjelasan Pekerjaan dan bahan yang ditawarkan dalam harga
satuan pekerjaan dan atau harga satuan bahan/upah adalah
mengikat.
l. Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim kel okasi Kegiatan,
Pelaksana harus menunjukkan contoh dari bahan bersangkutan
kepada Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan
untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis, mutu, berat,
kekuatan, dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut.
m. Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi Kegiatan ternyata
tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan, baik dalam hal
mutu, jenis, berat maupun kekuatannya, maka Pejabat Pembuat
Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan berwenang untuk
menolak bahan tersebut dan mengharuskan Pelaksana untuk
menyingkirkannya dan diganti dengan bahan-bahan yang sesuai
dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu.
n. Semua bahan yang disimpan di lokasi Kegiatan harus diletakkan
dan dilindungi sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi
kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat
mengakibatkan rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan
tersebut.
o. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Pelaksana dilarang
menyimpan bahan-bahan yang berbahaya seperti minyak,
cairan lainnya yang mudah terbakar, gas dan bahan kimia
sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan
lingkungan sekitarnyan dapat dijamin.
BAB III
PEKERJAAN PERSIAPAN
2.1. Umum
Pekerjaan Persiapan adalah suatu pekerjaan awal yang
merupakan suatu kesatuan pekerjaan yang tidak terpisahkan dari
pekerjaan utama yang diatur dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat
(RKS) dan Surat Perjanjian/ kontrak, yang meliputi:
a. Mobilisasi dan Demobilisasi peralatan kerja.
b. Pembuatan foto dokumentasi.
Pengambilan Foto Dokumentasi.
- Permulaan pekerjaan ( 0 % )
- Setiap Jenis/ Item Pekerjaan (proses dan finish )
- Setiap Pengajuan Pembayaran Angsuran
- Setelah masa pemeliharaan berakhir.
Foto harus berwarna ukuran postcard sebanyak masing-masing
3 (tiga) lembar. Disusun dalam album dan diberi keterangan.
Pelaksana/Rekanan harus menyediakan segala yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan yang baik, sempurna dan efisien dengan
urutan yang teratur, termasuk alat-alat pembantu yang dipergunakan
seperti Concrete Mixer (Beton Molen), Penggetar Beton (Vibrator),
Pompa Air, Pemadat (Compactor), alat pengangkat (Hoist) dan
sebagainya yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut.
Pekerjaan Pengukuran adalah suatu pekerjaan pemasangan
patok kayu meranti sebagai patokan/ pengukuran awal untuk
menetukan peil/ elevasi. Pembersihan lokasi awal, dilaksanakan untuk
memudahkan pekerjaan pengukuran dan pekerjaan lainnya.
[Link]
1. Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan
Mobilisasi yang dimaksud adalah mencakup hal-hal sebagai
berikut :
11
12
a) Transportasi peralatan konstruksi yang berdasarkan
daftar alat-alat konstruksi yang diajukan bersama
penawaran, dari tempat pembongkarannya ke lokasi
dimana alat itu akan digunakan untuk pelaksanaan
pekerjaan ini.
b) Dengan selalu disertai ijin Konsultan Pengawas,
Pelaksana / Pemborong dapat membuat berbagai
perubahan, pengurangan dan atau penambahan terhadap
alat-alat konstruksi dan instalasinya.
c) Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari sebelum kerja
Pelaksana / Pemborong harus menyerahkan program
mobilisasi kepada Konsultan Pengawas untuk disetujui.
2. Pengukuran/Pemasangan Profil
Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu dilakukan
pengukuran ulang untuk mendapatkan mutual check nol dan
perubahan desain atau Volume pekerjaan sesuai dengan kondisi
lapangan. Hasil pengukuran ulang ini akan dihitung volume
pekerjaan yang akan dituangkan dalam MC-0.
a) Pemborong harus membersihkan dan membenahi
lapangan untuk tempat kerja, penumpukan bahan-bahan
yang akan digunakan, lokasi bagunanuntuk direksi keet.
b) Untuk melaksanakan pekerjaan pengukuran, pemborong
harus menyediakan instrumen atau pesawat ukur dan
peralatan pembantu lainnya dilokasi pekerjaan dalam
kondisi baik serta dapat dipakai.
c) Pekerjaan pengukuran yaitu mengadakan pengukuran
dilapangan dengandilaksanakan oleh tenaga
berpengalaman dibidangnya.
d) Hasil pengukuran dilapangan harus dapat dikaitkan
dengan patok yangtetap telah ada sesuai dengan
petunjuk tugas dan berdasarkan patok-patoktersebut.
Pemborong harus membuat patok-patok pembantu
13
untukketinggian dan ketinggiannya selama pekerjaan
berlangsung.
e) Ukuran-ukuran dinyatakan dalam matrik kecuali
dinyatakan lain olehpemberi tugas.
3. Papan Nama Proyek
Paralel dengan pekerjaan pembuatan kantor lapangan,
dikerjakan pembuatan plank proyek. Plank proyek dibuat sesuai
dengan ukuran standar pekerjaan umum dari bahan papan kayu
sebagai plank dan balok kayu untuk tegak plank dan dicat serta
ditulis informasi proyek.
4. Cetak batu Prasasti
Prasasti kegiatan juga memuat informasi mengenai
Instansi Pemberi Kerja, Nama Kegiatan, Nomor Kegiatan, Lokasi
Kegiatan, Wilayah, Waktu Pelaksanaan, Volume dan Biaya
Pekerjaan, Nama dan Alamat Penyedia Jasa, Penanggung Jawab
dani nformasi lain mengenai proyek tersebut. Pemasangan
Papan Nama Proyek dimaksudkan agar masyarakat mengetahui
tentang pekerjaan yang sedang dilaksanakan tersebut.
5. Administrasi dan Dokumentasi
Administrasi dilaksanakan sebelum dan sesudah
pelaksanaan yang meliputi perjanjian, chek list, ijin pasang,
laporan harian, mingguan dan bulanan, mutual chek dan time
shedule, untuk dokumentasi foto-foto pelaksanaan dari kondisi
lapangan 0 % (sebelum di mulai pelaksanaan), dan 50 % (saat
dalam pelaksanaan dan 100% (pekerjaan setelah selesai
dilaksanakan). foto dokumentasi akan dibuat rangka sesuai
permintaan dari pengguna jasa.
2.2. Gambar-Gambar Yang Harus Dipersiapkan Oleh
Pelaksana
[Link]
14
Pelaksanaan pengukuran awal oleh Pelaksana yang
dilaksanakan sejak diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja dari Pejabat
Pembuat Komitmen, dimaksud untuk mendapatkan gambaran kondisi
lapangan sesungguhnya dibandingkan dengan gambar yang diterima
oleh Pelaksana dari Pejabat Pembuat Komitmen.
Data dan hasil pengukuran awal oleh Pelaksana yang telah
disyahkan dan disetujui oleh Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK,
Pengawas Lapangan pekerjaan tersebut, akan menjadi acuan dasar
pembuatan gambar-gambar selama waktu pelaksanaan sampai selesai
pekerjaan.
Gambar-gambar hasil pengukuran awal tersebut di atas, akan
merupakan dasar pokok kesepakatan bersama antara Pelaksana dan
Pejabat Pembuat Komitmen untuk menghitung volume dari masing-
masing jenis pekerjaan yang harus dan telah dilaksanakan oleh
Pelaksana, serta yang harus dibayar oleh Pejabat Pembuat Komitmen.
Semua gambar-gambar yang dipersiapkan oleh Pelaksana, harus
bisa memberikan secara jelas hal-hal yang berkaitan dengan rencana
pelaksanaan pekerjaan yang meliputi antara lain.
Bentuk tiap jenis bangunan jalan yang akan dikerjakan
Elevasi muka tanah asli dan masing-masing pekerjaan
Dimensi bangunan jalan sebagai pelengkap.
Jenis serta komposisi material yang dipergunakan
Rencana garis galian pondasi jalan/jembatan
Hal-hal lain sesuai petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK,
Pengawas Lapangan pekerjaan
Adapaun gambar-gambar yang dipersiapkan oleh Pelaksana meliputi
antara lain:
“ Shop Drawing ”.
“As Built Drawing”.
Semua gambar-gambar tersebut di atas, baru bisa dipakai
sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan dan acuan dasar perhitungan
volume pekerjaan sesungguhnya, apabila sudah mendapat persetujuan
15
dan disyahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas
Lapangan.
2.2.2.“Shop Drawing”
Apabila pada konstruksi bangunan yang akan dikerjakan, ada
unit bangunan yang harus dikerjakan pembuatannya di luar areal
Kegiatan, dan karena sifat kekhususannya harus dan terpaksa
dikerjakan oleh Sub-Pelaksana, maka sebelumnya Sub- Pelaksanayang
bersangkutan diharuskan membuat dan menyerahkan gambar rencana
bentuk unit bangunan tersebut, lengkap dengan perhitungan
konstruksinya.
“ Shop Drawing” yang disiapkan oleh Sub-Pelaksana tersebut,
harus diserahkan pada Pejabat Pembuat Komitmen, diperiksa,
dikoreksi apabila perlu, dan untuk selanjutnya disyahkan oleh Pemilik
Kegiatan.
Gambar Unit bangunan atau “ Shop Drawing” tersebut harus
secara lengkap memuat:
Bentuk unit bangunan serta dimensinya.
Material yang akan dipakai serta spesifikasinya.
List Komponen unit bangunan yang memuat:
a) Panjang lebar, tebal komponen unit bangunan
b) Berat persatuan komponen unit bangunan
c) Jumlah komponen unit bangunan dan lain-lain
Gambar dan list pekerjaan pembuatan dan pemasangan
tulangan konstruksi termasuk dalam kategori “Shop Drawing”.
Pelaksana wajib membuat copy “Shop Drawing” sebanyak
minimum 5 (lima) copy, dengan distribusi dua Copy untuk PPTK, dan
Pengawas Lapangan, satu copy dipasang di barak kerja, satu copy
untuk arsip Pelaksana dan satu copy serta gambar aslinya harus
diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen.
16
Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “Shop
Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy,
sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Pelaksana, serta
sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga
satuan pekerjaan.
2.2.3. “As Built Drawing”
Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai gambar
pelaksanaan, berikut pekerjaan tambah atau kurang berdasarkan
“Variasi Order” yang diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen, dan
Pelaksana telah melakukan pengukuran ulang akhir pekerjaan, maka
Pelaksana diwajibkan membuat gambar purna bangun atau “As Built
Drawing”.
Gambar purna bangun atau “As Built Drawing” tersebut, harus
lengkap berisi antara lain:
Garis elevasi muka tanah yang sekarang ada.
Dimensi dan masing-masing bangunan yang telah dikerjakan.
Elevasi posisi dan kedudukan masing-masing bangunan yang
telah dikerjakan.
Jenis material dan komposisi yang telah dipergunakan.
Gambar purna bangun yang telah selesai tersebut harus
diserahkan Pelaksana kepada PPTK, Pengawas Lapangan pekerjaqan
untuk diperiksa dan disetujui, selanjutnya diserahkan kepada Pejabat
Pembuat Komitmen guna mendapatkan pengesahan dari Pejabat
Pembuat Komitmen.
Perhitungan volume akhir dari pekerjaan yang telah
dilaksanakan oleh Pelaksana atau yang “mutual check” volume
pekerjaan 100%, semua mengacu dan didasarkan pada gambar purna
bangun yang telah disyahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen, dan
17
merupakan volume akhir yang akan dibayar oleh Pejabat Pembuat
Komitmen kepada Pelaksana.
Pelaksana wajib membuat copy “As Built Drawing” sebanyak 5
(lima) copy, dengan distribusi dua Copy untuk Pejabat Pembuat
Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan pekerjaan dan Pengawas, 3
(tiga) copy serta gambar aslinya harus diserahkan kepada Pejabat
Pembuat Komitmen, termasuk data dan perhitungan hasil pengukuran
akhir sebagai pendukungnya.
Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “As Built
Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy,
sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Pelaksana, serta
sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga
satuan pada analisa harga satuan pekerjaan.
As Built Drawing harus sudah diserahkan dan disetujui oleh
Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan selambatnya-
lambatnya bersamaan dengan Berita Acara Penyerahan I.
[Link] Kegiatan
Pelaksana wajib menyediakan dan membuat kelengkapan
administrasi lapangan berupa buku tamu, buku laporan bahan,
material, alat dan pekerja, catatan harian cuaca dan lain-lain yang
diperlukan untuk kelengkapan administrasi. Pelaksana wajib membuat
harian, laporan mingguan dan laporan bulanan lengkap dengan data
penunjangnya dan foto dokumentasi sebagaimana tercantum dalam
Rencana Kerja dan Syarat-syarat Kegiatan.
Sebelum memulai aktifitas Pelaksana diwajibkan untuk
membuat jadwal atau schedule, rencana kerja, metode kerja,
kebutuhan material, Kebutuhan sumberdaya daan peralatan dan harus
mendapat persetujuan dari pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen,
PPTK, Pengawas Lapangan.
[Link] Dokumentasi
18
Sejak awal akan mulai melaksanakan pekerjaan, selama masa
pelaksanaan pekerjaan dan pada akibat pelaksanaan pekerjaan,
Pelaksana diwajibkan membuat dokumentasi kegiatan pelaksanaan
pekerjaan yang diwujudkan dalam bentuk photo dokumentasi.
Photo dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan tersebut,
harus bisa memberikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh
mengenai kegiatan pelaksanaan pekerjaan sejak dari awal sampai
akhir pelaksanaan pekerjaan, sehingga secara kronologi bisa
merupakan satu gambaran tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan
tersebut.
Photo dokumentasi dilaksanakan pengambilannya dari tiga titik
tetap yang berbeda atau secara garis kegiatan pelaksanaan seluruh
pekerjaan.
Photo dokumentasi tersebut, pelaksanaan pengambilnya
dilakukan pada kondisi tahap kegiatan pelaksanaan Pekerjaan:
Saat awal sebelum mulai kegiatan pelaksanaan pekerjaan 0%.
Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50%
Saat selesai pelaksanaan pekerjaan atau prestasi 100%.
Photo dokumentasi tersebut, selanjutnya harus dicetak ukuran
kartu pos, masing-masing 5 (lima), dengan distribusi 1(satu) Copy
dipasang dibarak kerja dan 4 (empat) copy lainnya ditata rapi pada
album photo kemudian diserahkan kepada Pejabat Pembuat
Komitmen.
Pada saat pengambilan photo dokumentasi akhir pelaksanaan
pekerjaan, disamping cetakan ukuran kartu pos sebanyak 4 (empat)
copy, sedangkan pengambilan photo dokumentasinya dari 1 (satu) titik
lain yang berbeda lokasi, dan akan ditentukan oleh Pejabat Pembuat
Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan pekerjaan.
Disamping photo dokumentasi utama tersebut, atas permintaan
Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan pekerjaan
Pelaksana bisa melaksanakan pengambilan photo dokumentasi
kegiatan pelaksanaan pekerjaan lainnya yang dianggap berguna dan
mempunyai nilai penting untuk didokumentasikan.
19
Pada saat penyerahan photo dokumentasi, Pelaksana juga harus
menyerahkan negatif film, ditata menurut ukuran photo dokumentasi
yang diserahkan.
Semua biaya yang timbul akibat pembuatan photo dokumentasi
tersebut sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab Pelaksana,
serta harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga
satuan pekerjaan.
BAB IV
PEKERJAAN JALAN
2.3. Umum
Pekerjaan Jalan yang harus dilaksanakan pada lokasi tersebut di atas
meliputi:
1) Pengupasan/Pembersihan Damija
2) Timbunan Pilihan Material Jalan (Sirtu)
2.4. Pengupasan/Pembersihan Damija
Pengupasan/ pembersihan damija adalah pembentukan badan
jalan pada jalan yang mempunyai ketidak rataan pada bidan
permukaan jalan.
Pekerjaan penyiapan badan jalan mencakup penyiapan dan
penggarukan badan jalan.
Pengajuan reguest pekerjaan oleh pelaksana lapangan kepada direksi
teknis (pengawas lapangan) untuk pelaksanaan pekerjaan penyiapan
badan jalan :
Sebelum pelaksanaan pekerjaan, pelaksana mengajukan reguest
pekerjaan sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk
disetujui oleh direksi lapangan sesuai dengan informasi request seperti
volume pekerjaan dan sketas gambar pekerjaan.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan dicek kondisi alat berat yang akan
digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.
1) Mobilisasi alat
Alat yang akan dimobilasi pada pekerjaan penyiapan badan
jalan ini adalah :
a. Motor grader
2) Pelaksanaan pekerjaan
20
21
Setelah reguest pekerjaan disetujui, dilaksanakan pekerjaan
dengan tahap pelaksanaan sebagai berikut :
Operator mengoperasikan Motor grader, melakukan
pemotongan dan pembentukan badan jalan dimulai dari
awal pekerjaan. Motor Grader bergerak mulai dari tepi
badan jalan dan membentuk ke tengah badan jalan setiap
50 m.
Selama proses pekerjaan pembentukan badan jalan,
pekerja membantu dalam pembersihan dan perapian hasil
pekerjaan ke dua alat tersebut.
Proses pekerjaan ini terus berlansung sampai volume
pekerjaan terpenuhi
3) Persetujuan oleh direksi setelah pekerjaan ini selesai untuk
pelaksanaan pekerjaan selanjutnya.
2.5. Timbunan Sirtu
Timbunan Sirtumerupakan akhir dari pekerjaan timbunan ini.
Pekerjaan ini harus mencapai kepadatan optimum.
1) Sirtu yang diambil dari quarry atau lokasi galian dibawa ke lokasi
menggunakan dump truck, ditumpahkan dilokasi tempat
timbunan yang telah disiapkan
2) Jarak tumpukan diatur sedemikian , sehingga jika dihampar
dengan ketebalan sesuai gambar kerja permukaan dapat
tertimbun
3) Tumpahan tanah dari dump truck dihampar/diratakan dengan
motor grader untuk mencapai ketebalan sesuia gambar kerja
4) Lapisan pertama sebaiknya melebihi lebar kaki timbunan kurang
lebih 50cm kiri dan kanan.
5) Setelah kadar air dinilai cukup, langsung dipadatkan dengan
tandem roller sesuai lintasan pemadatan percobaan yang telah
dilakukan
6) Bidang pemadatan harus over lapping kurang lebih 15 cm.
22
7) Timbunan dan pemadata dilakukan lapis perlapis
BAB V
PEKERJAAN SALURAN
5.1. Umum
Pekerjaan Saluran yang harus dilaksanakan pada lokasi tersebut di
atas meliputi:
1) Pemasangan buis Ø 40 cm (tanpa tulangan)
5.2. Pemasangan buis Ø 40 cm (tanpa tulangan)
1. Gorong-gorong dibuat pada saluran yang melintasi jalan.
Gorong-gorong terbuat dari buis beton bulat dengan ukuran
diameter 40 cm sesuai dengan yang ada pada garnbar
perencanaan.
2. Pada hubungan ini sambungan harus benar-benar rapat,
sehingga tidak bisa merembes ke jalan.
23
BAB VI
PEKERJAAN DINDING PENAHAN (TALUD)
5.3. Umum
Pekerjaan Dinding Penahan (TALUD) yang harus dilaksanakan pada
lokasi tersebut di atas meliputi:
1) Galian Tanah
2) Pas. Batu Gunung/Kali 1 : 4
3) Plesteran 1 : 4 tebal 10 mm (topi)
4) Urugan Pasir
5) Pipa Drainase Ø 1"
5.4. Galian tanah pondasi
Galian biasa adalah galian pada pekerjaan talud akan dikerjakan
sesuai dengan gambar rencana. Galian Tanah mencakup semua galian
yang bukan galian batu, galian untuk kontruksi atau galian
[Link] pelaksanan galian biasa ini adalah dengan tahap-
tahap pekerjaan sebagai berikut:
1. Pengajuan reguest pekerjaan oleh pelaksana lapangan kepada
direksi teknis (pengawas lapangan) untuk pelaksanaan
pekerjaan.
2. Pelaksanaan pekerjaan .
Setelah reguest pekerjaan disetujui, dilaksanakan pekerjaan ini
oleh pekerja dan mandor dengan tahap pelaksanaan sebagai
beriku :
Metoda pelaksanaan pekerjaan galian tanah ini dikerjakan oleh
buruh menggunakan cangkul dan peralatan bantu lainnya
dengan tahap-tahap pekerjaan sebagai berikut :
peraltan yang dibutuhkan seperti cangkul, dll
Pelaksana membuat request ke direksi teknis untuk
pelakasanaan pekerjaan.
24
25
pekerja menggali tanah sesuai gambar kerja atau
petunjuk direksi pengawas
Hasil galian lansung dibuang ke samping.
Pekerja membantu merapikan hasil galian.
5.5. Pas. Batu Gunung/ Kali
Pasangan batu digunakan untuk [Link] pelaksanaan
pekerjaan ini dikerjakan menggunakan dengan tenaga manusia dan
alat bantu dengan tahap-tahap pekerjaan sebagai berikut:
1. Pelaksanana membuat request pekerjaan pasang batu sehari
sebelum pelaksanaan pekerjaan kepada direksi untuk disetujui.
2. Pekerja menyiapkan bahan batu dan pasir pasang dan semen
dipasang oleh tukang batu dan alat pencanpur pengadukan,
3. Disaat yang sama pekerja menyiapkan bahan semen, pasir dan
batu kali untuk pelaksanaan pemasangan batu.
4. Pekerja membersihkan batu dari kotoran – kotoran dengan air,
dan pekerja lainnya menyiapkan adukan pasir semen dan
sejumlah air untuk bahan perekat batu .
5. Tukang batu menyusun pasangan batu dan disela antar
pasangan batu diberi spesi semen dan pasir yang terlah diaduk
oleh pekerja.
6. Pemasangan pondasi batu dikerjakan sesuai dengan volume
pekerjaan dan gambar rencana.
7. Pekerja membersihkan bahan-bahan yang tidak terpakai dan
membuang ke lokasi yang telah ditentukan.
5.6. Plesteran 1 : 4 tebal 10 mm (topi)
1. Sebelum pekerjaan plesteran dilaksanakan, maka terlebih
dahulu kami lakukan pembersihan permukaan yang akan
diplester dari kotoran-kotoran yang melekat, bila kotorannya
26
masih juga masih melekat, maka kami gunakan sikat baja untuk
membersihkannya.
2. Permukaan yang telah bersih tersebut disiram dengan air
kemudian baru dilakukan pelaksanaannya.
3. Komposisi campuran plesteran yang kami gunakan adalah 1 : 4
(semen : pasir) dengan ketebalan 10 mm.
4. Setelah pekerjaan plesteran selesai kami kerjakan dengan baik,
maka dilakukan asistensi dengan pengawas dan Direksi
terhadap hasil pelaksanaannya
5.7. Urugan Pasir
1. Urugan pasir harus dilaksanakan dibawah pasangan batu
setebal 3 cm padat.
2. Lapisan pasir urug harus ditimbun/ dipadatkan dengan diairi,
pasir urug bersih dari akar-akar dan kotoran.
5.8. Pipa Drainase + Ijuk (terpasang)
Pekerjaan drain hole disini adalah diperuntukkan sebagai
buangan air tanah yang tertahan oleh struktur. Untuk memberi jalan
pengaliran untuk air tersebut, maka dibuatkanlah pipa drain hole.
Bagian ujung pipa yang masuk ke dalam tanah diberi lapisan ijuk untuk
mencegah masuknya tanah ke dalam pipa. Jika tanah masuk kedalam
pipa, maka akan terjadi pemanpatan dan pipa hole drain tidak dapat
berfungsi sebagaimana mestinya. Pipa-pipa yang dibawa ke lapangan
adalah yang sudah berupa potongan-potongan pendek sesuai dengan
ukuran kebutuhan, pekerjaan pemotongan ini sebelumnya telah
terlebih dahulu dilakukan di workhsop kontraktor.
Pekerjaan pipa drain hole ini akan dilakukan simultan dengan
pekerjaan pasangan batu. Sebelum pasangan batu dilaksanakan, pipa
telah ditempatkan pada posisinya.
BAB VII
PEKERJAAN PLAT BETON
5.9. Umum
Pekerjaan Plat Beton yang harus dilaksanakan pada lokasi tersebut di
atas meliputi:
1) Galian tanah pondasi
2) Pasir Urug
3) Pasangan Batu Gunung 1 : 4
4) Plesteran 1 : 4 tebal 10 mm
5) Beton Cor (Lantai Saluran)
6) Beton Cor Plat Lantai t = 20 cm
7) Pembesian Plat Lantai
8) Bekisting Plat Beton
5.10. Galian tanah pondasi
Galian biasa adalah galian pada pekerjaan plat beton akan
dikerjakan sesuai dengan gambar rencana. Galian Tanah mencakup
semua galian yang bukan galian batu, galian untuk kontruksi atau
galian [Link] pelaksanan galian biasa ini adalah dengan
tahap-tahap pekerjaan sebagai berikut:
Pengajuan reguest pekerjaan oleh pelaksana lapangan kepada
direksi teknis (pengawas lapangan) untuk pelaksanaan
pekerjaan.
Pelaksanaan pekerjaan .
Setelah reguest pekerjaan disetujui, dilaksanakan pekerjaan ini
oleh pekerja dan mandor dengan tahap pelaksanaan sebagai
berikut :
Metoda pelaksanaan pekerjaan galian tanah ini dikerjakan oleh
buruh menggunakan cangkul dan peralatan bantu lainnya
dengan tahap-tahap pekerjaan sebagai berikut :
a) peralatan yang dibutuhkan seperti cangkul, dll
27
28
b) Pelaksana membuat request ke direksi teknis untuk
pelakasanaan pekerjaan.
c) pekerja menggali tanah sesuai gambar kerja atau
petunjuk direksi pengawas
d) Hasil galian lansung dibuang ke samping.
e) Pekerja membantu merapikan hasil galian.
5.11. Urugan Pasir Bawah Lantai
1) Urugan pasir harus dilaksanakan dibawah pasangan
pondasi setebal 3 cm padat.
2) Lapisan pasir urug harus ditimbun/ dipadatkan dengan
diairi, pasir urug bersih dari akar-akar dan kotoran.
5.12. Pasangan Batu Gunung 1 : 4
Pasangan batu dikerjakan sebelum pekerjaan pemasangan plat
[Link] batu digunakan untuk bangunan pelngkap jalan
seperti dinding penahan tanah dan pondasi plat [Link]
pelaksanaan pekerjaan ini dikerjakan menggunakan dengan tenaga
manusia dan alat bantu dengan tahap-tahap pekerjaan sebagai
berikut:
Pelaksanana membuat request pekerjaan pasang batu sehari
sebelum pelaksanaan pekerjaan kepada direksi untuk disetujui.
Pekerja menyiapkan bahan batu dan pasir pasang dan semen
dipasang oleh tukang batu dan alat pencanpur pengadukan,
Disaat yang sama pekerja menyiapkan bahan semen, pasir dan
batu kali untuk pelaksanaan pemasangan batu.
Pekerja membersihkan batu dari kotoran – kotoran dengan air,
dan pekerja lainnya menyiapkan adukan pasir semen dan
sejumlah air untuk bahan perekat batu .
Tukang batu menyusun pasangan batu dan disela antar
pasangan batu diberi spesi semen dan pasir yang terlah diaduk
oleh pekerja.
29
Pemasangan pondasi batu dikerjakan sesuai dengan volume
pekerjaan dan gambar rencana.
Pekerja membersihkan bahan-bahan yang tidak terpakai dan
membuang ke lokasi yang telah ditentukan.
5.13. Plesteran 1 : 4 tebal 10 mm
Sebelum pekerjaan plesteran dilaksanakan, maka terlebih
dahulu kami lakukan pembersihan permukaan yang akan
diplester dari kotoran-kotoran yang melekat, bila kotorannya
masih juga masih melekat, maka kami gunakan sikat baja untuk
membersihkannya.
Permukaan yang telah bersih tersebut disiram dengan air
kemudian baru dilakukan pelaksanaannya.
Komposisi campuran plesteran yang kami gunakan adalah 1 : 4
(semen : pasir) dengan ketebalan 10 mm.
Setelah pekerjaan plesteran selesai kami kerjakan dengan baik,
maka dilakukan asistensi dengan pengawas dan Direksi
terhadap hasil pelaksanaannya
5.14. Cor Lantai Beton
Metoda pelaksanaan pekerjaan cor beton ini adalah dengan
menggunakan alat tenaga manusia dibantu dengan alat pengadukan
mollen dan alat bantu lainnya dengan tahap-tahap pekerjaan sebagai
berikut :
Reguest pekerjaan yang diajukan pelaksana untuk
pekerjaan beton k-175 cyclop dan pemeriksaaan kualitas
bahan dan alat yang digunakan untuk disetujui oleh
direksi lapangan.
Penyiapan bahan dan alat
Bahan beton K-225 terdiri dari semen, pasir dan kerikil,
batu belah, alat pencampur beton ( molen dan vibrator)
telah berada di lokasi pekerjaan dan telah disetujui oleh
direksi lapangan.
30
Pengadukan dan pengecoran beton
Bahan pembentuk beton, pasir, batu split dan semen
dengan air telah disiapkan diaduk menggunakan alat
pencampur beton (Mollen) sesuai dengan perbandingan
adukan komposisi campuran beton. Selanjutnya adukan
dihamparkan pada bangunan yang menggunakan beton
cyclop.
5.15. Beton Cor Plat Lantai t = 20 cm
Beton K-225 digunakan untuk bangunan plat dan kontruksi
bangunan pelengkap yang menggunakan mutu beton K-225.
Pekerjaan ini dikerjakan setelah pekerjaan pasangan batu pondasi plat
telah selesai dikerjakan, bekisting dan besi penulangan telah
terpasang pada pekerjaan yang akan menggunakan beton K-225 serta
pekerjaan sebelumnya diterima oleh direksi teknik.
1) Pengajuan reguest pekerjaan oleh pelaksana lapangan kepada
direksi teknis (pengawas lapangan) untuk pelaksanaan
pekerjaan.
2) Mobilisasi bahan – bahan, tenaga dan alat.
Alat dan bahan yang akan dimobilisai adalah sebagai berikut :
1) Concrete Mixer
2) Concret Vibrator
3) Semen
4) Pasir
5) Agregat Kasar
6) Kayu Perancah
7) Paku
5.15.1. Pelaksanaan pekerjaan .
1) Pemasangan mal/bekistng
Metoda pelaksanaan pekerjaan ini adalah dengan
menggunakan tenaga manusia dibantu dengan alat bantu
dengan tahap-tahap pekerjaan sebagai berikut :
31
Bahan – bahan yang dibutuhkan untuk pemasangan mal
cor beton ini telah dimobilisasi ke lapangan .
Tukang membuat dan memotong papan serta merakit
untuk dijadikan cetakan beton bekisting.
Tukang memasang bekisting pada temapt pembuatan
plat duiker.
Untuk pemasangan bekisitng lantai plat dipasang kayu
perancah sebagai penyanga.
Seterusnya tukang memasang dan membongkar mal
sesuai dengan segmen cor beton yang akan dikerjakan.
2) Pengecoran beton
Metoda pelaksanaan pekerjaan cor beton ini adalah dengan
menggunakan alat Pencampur beton dan tenaga manusia dan
alat bantu lainnya dengan tahap-tahap pekerjaan sebagai
berikut :
Reguest pekerjaan yang diajukan pelaksana untuk
pekerjaan beton k-225 dan pemeriksaaan kualitas bahan
dan alat yang digunakan untuk disetujui oleh direksi
lapangan.
Penyiapan bahan dan alat
Bahan beton K-225 terdiri dari semen, pasir dan batu split,
alat pencampur beton ( mollem dan vibrator) telah berada
di lokasi pekerjaan dan telah disetujui oleh direksi
lapangan.
Pengadukan dan pengecoran beton
Bahan pembentuk beton, pasir, batu split dan semen
dengan air telah disiapkan diaduk menggunakan alat
pencampur beton ( Mollen) sesuai dengan perbandingan
adukan komposisi campuran beton. Selanjutnya adukan
dihamparkan pada bekisitng yang telah ditempatkan dan
digetarkan/ ditumbuk dengan alat penumbuk / penggetar
beton.
32
Pembongkaran bekisitng beton dan penyiram beton yang
telah mengeras.
Beton yang yang telah mengeras kurang lebih 14 hari,
dilakukan pembongkaran bekisting/Mall dan penyiraman
beton dengan air.
Persetujuan oleh direksi setelah pekerjaan ini selesai untuk
pelaksanaan pekerjaan selanjutnya.
5.16. Penulangan Besi Beton Polos
Pekerjaan ini adalah pembesian plat beton sesuai gambar kerja.
Metode pelaksanaan pekerjaan:
Pengadaan besi untuk beton diatas.
Besi beton didatangkan dari leveransr ke lokasi pekerjaan sesuai
dengan jenis besi beton yang digunakan dan volume yang akan
dikerjakan.
Pemotongan dan pembengkokan besi oleh tukang besi
Besi – besi diatas di potoga dan dibengkokkan sesuai dengan
gamabr pembesian yang telah diajukan pelakasan ke pengawas
lapangan.
Perakitan
Perakitan besi oleh tukang besi sesuai dengan gambar
pembesian
Pemasangan dan penempatan besi beton.
Dibuat/ Diajukan :
Konsultan Perencana
CV. ANEUK TEKNIK
USULUDDIN ARIMELALA, ST
Direktur