SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Dosen Koordinator :
Dosen Pembimbing :
Disusun Oleh :
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA BANDUNG
2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
Pokok Bahasan : Kegawatdaruratan
Sub Pokok Bahasan : Penceghan injury pada kecelakaan lalu lintas
Sasaran : Mahasiswa S1 Keperawatan
Hari,tanggal : kamis, 17 April 2025
Jam/ Waktu : 09.00
Tempat : RSUD Majalaya
A. Tujuan Intruksional Umum
Setelah diberikan pendidikan kesehatan pencegahan injury pada
kecelakaan lalu lintas, mahasiswa diharapkan dapat siap siaga bila terjadi
kecelakaan lalu lintas.
B. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan injury pada kecelakaan
diharapkan mahasiswa untuk :
a. Mengetahui pengertian kecelakaan lalu lintas
b. Mengetahui jenis kecelakaan lalu lintas
c. Mengetahui faktor yang mempengaruhi kecelakaan lalu lintas
d. Mengetahui dampak yang terjadi dalam kecelakaan lalu lintas
e. Mengetahui solusi yang diambil dalam kecelakaan lalu lintas
f. Mengetahui pencegahan kecelakaan lalu lintas
C. Pokok Bahasan
D. Metode Pendidikan Kesehatan
Ceramah
Diskusi dan tanya jawab
E. Media dan Alat Peraga
Power point (PPT)
F. Pengorganisasian kelompok
G. Proses Kegiatan Pendidikan Kesehatan
No. Tahap Kegiatan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. Pembukaan (5 menit) a. Moderator a. Menjawab salam
mengucapkan
Salam
b. Moderator b. Mendengar dan
memperkenalkan diri dan memperhatikan
anggota
c. Moderator menjelaskan
tentang topik penyuluhan c. Mendengar dan
d. Moderator membuat memperhatikan
kontrak waktu dan bahasa
e. Moderator menjelaskan d. Memperhatikan dan
tujuan penyuluhan setuju dengan
f. Moderator kesepakatan
mempersilahkan e. Mendengar dan
presenter untuk memperhatikan
menyampaikan materi f. Memperhatikan
2. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan
(20 menit)
a. Menggali pengetahuan a. Mengemukakan
audience tentang pendapat
kecelakaan lalu lintas
b. Menjelaskan tentang b. Memperhatikan
pengertian kecelakaan
lalu lintas
c. Menggali pengetahuan c. Mendengarkan dan
audience tentang memperhatikan
penyebab kecelakaan
lalu lintas d. Mendengarkan dan
d. Menjelaskan penyebab memperhatikan
kecelakaan lalu lintas e. Mengemukakan
e. Menggali pengetahuan pendapat
audience tentang
dampak dari kecelakaan f. Memperhatikan
lalu lintas dan mendengarkan
f. Menjelaskan tentang
dampak kecelakaan lalu g. Mengemukakan
lintas pendapat
g. Menggali pengetahuan
audience tentang h. Memperhatikan
pencegahan kecelakaan dan mendengarkan
lalu lintas
h. Menjelaskan tentang i. Mengemukakan
pencegahan kecelakaan pendapat
lalu lintas
i. Menggali pengetahuan j. Memperhatikan
audience tentang dan mendengarkan
penatalaksanaan
kecelakaan lalu lintas
j. Menjelaskan tentang
penatalaksanaan
kecelakaan lalu lintas
3. Penutup (5 menit) a. Memberikan a. Bertanya jika belum
kesempatan kepada memahami materi
peserta untuk
bertanya tentang
materi yang belum
dipahami
b. Mempersilahkan b. Mendengarkan dan
anggota untuk memperhatikan
menjawab
pertanyaan dari
peserta (jika ada)
c. Mengevaluasi materi c. Menjawab pertanyaan
yang telah diberikan
d. Menyimpulkan d. Mendengarkan dan
materi memperhatikan
e. Menutup dan e. Menjawab salam
mengucapkan salam
H. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Penyuluhan dan peserta dapat hadir sesuai dengan rencana
b. Diharapkan pengaturan alat dan tempat sesuai dengan perencanaan
c. Diharapkan waktu sesuai dengan perencanaan
d. Diharapkan tempat dan alat yang digunakan sesuai perencanaan
2. Evaluasi proses
a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan
b. Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
c. Peserta berperan aktif dalam jalannya diskusi
3. Evaluasi hasil
a. 70 % mahasiswa yang hadir mampu menyebutkan pengertian dari
kecelakaan lalu lintas
b. 70 % mahasiswa yang hadir mampu menyebutkan penyebab dari
kecelakaan lalu lintas
c. 70 % mahasiswa yang hadir mampu menyebutkan dampak dari
kecelakaan lalu lintas
d. 70 % mahasiswa yang hadir mampu menyebutkan pencegahan dari
kecelakaan lalu lintas
e. 70 % mahasiswa yang hadir mampu menyebutkan penanganan pertama
jika terjadi kecelakaan lalu lintas
I. Penutup
Demikian SAP kami buat, diharapkan dapat menjadi pedoman yang baik.
Bandung,
Menyetujui, Pemberi Pendidikan Kesehatan
Pembimbing
.
MATERI PENYULUHAN
PENCEGAHAN INJURY PADA KECELAKAAN LALU LINTAS
A. Konsep Evakuasi Dan Transport Klien Gawat Darurat.
Istilah evakuasi dapat diartikan luas atau sempit, istilah evakuasi korban
diartikan sebagai upaya memindahkan korban ke pusat pelayanan kesehatan atau
tempat rujukan lainnya agar korban mendapatkan perawatan dan pengobatan
lebih lanjut. Evakuasi korban merupakan kegiatan memindahkan korban dari
lokasi kejadian menuju ke tempat aman, sehinggga akhirnya korban
mendapatkan perawatan dan pengobatan lebih lanjut. (Ramsi,et al ,2014).
Upaya ini dalam situasi dan keadaan tertentu sangat penting, misalnya
saat evakuasi korban gawat darurat, ketika korban harus mendapatkan perawatan
dan pengobatan di rumah sakit sehingga evakuasi korban harus dilakukan
nsecara cepat dan dan waspada serta diusahakan tidak memperburuk keadaaan
korban atau menambah cedera baru. (Ramsi,et al ,2014).
B. Jenis Kecelakaan Lalu Lintas
Menurut Dimaio Vincent dan Dominick (1998), kecelakaan kendaraan
bermotor dibagi menjadi 4 kategori yaitu :
1. Front impact crashes
Jenis kecelakaan ini sering terjadi ketika seorang pengumudi lengah dan
berbicara ketika mengendarai kendaraan. Kecelakaan ini terjadi ketika dua
kendaraan bertubrukan dari depan atau sebuah kendaraan menabrak suatu
objek. Luka yang sering terjadi yaitu pada bagian lutut pengendara yang
terbentur dash board atau bagian depan kendaraan, dada terbentur pada stang
kemudi, dan kepala terbentur kaca depan.
2. Side impact crash
Tabrakan ini biasanya terjadi di persimpangan jalan ketika sebuah
kendaraan menabrak sisi dari kendaraan lain. Korban yang terkena adalah
orang yang berada disisi mobil yang tertabrak. Jarang terjadi luka pada
penumpang yang berada pada sisi lain bagian mobil yang tertabrak.
3. Rollovers
Tabrakan yang sampai terguling seringnya memberi dampak kematian
dari pada tabrakan yang lainnya. Ketika mobil terguling dan penumpangnya
masih berada didalam mobilnya itu bisa resiko kematian, hal ini dikarenakan
bisa terjadi mobil meledak ataupun mobil tersebut rusak berat dan bisa
menyebabkan penumpangnya terjepit ataupun tertindih benda-benda yang
ada di dalam mobil.
4. Rear Impact Crashes
Kecelakaan bagian belakang umumnya adalah kecelakaan yang kurang
berbahaya. Hal ini dikarenakan penumpang yang ada di dalam mobil
terlindungi oleh bagian belakang mobil yang digunakan untuk menyimpan
barang (bagasi). Kecelakaan ini biasanya terjadi karena kendaraan tersebur
mengurangi kecepatan. Secara tiba-tiba. Dampaknya pada penumpang sering
menyebabakan whiplash syndrome (sindrom salah urat pada leher karena
kepala tersentak).
C. Faktor yang mempengaruhi kecelakaan lalu lintas
Ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya kecelakaan, pertama adalah
faktor manusia, kedua adalah faktor kendaraan dan yang terakhir adalah faktor
jalan. Kombinasi dari ketiga faktor itu bisa saja terjadi, antara manusia dengan
kendaraan misalnya berjalan melebihi batas kecepatan yang ditetapkan
kemudian ban pecah yang mengakibatkan kendaraan mengalami kecelakaan.
Disamping itu masih ada faktor lingkungan, cuaca yang juga bisa berkontribusi
terhadap kecelakaan (Anonim, 2010).
1. Faktor Manusia
Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan,
hampir semua kejadian kecelakaan di lakukan dengan melanggar rambu-
rambu lalu lintas. Pelanggaran terjadi karena ketidak sadaran manusia dalam
pelanggaran lalu lintas atau juga manusia tidak mengetahui arti dari rambu-
rambu lalu lintas tersebut.
2. Faktor Kendaraan
Kondisi kendaraan yang akan di jadikan sebagai alat transportasi kita juga
harus di perhatikan, apakah kendaraan memang sudah siap dikendarai atau
belum di jalan raya. Bahkan masih ada yang perlu di perbaiki. Faktor
kendaraan yang sering terjadi yaitu ban pecah, rem blong, bensin habis
bahkan ada mesin yang kurang, yang mengakibatkan kecelakaan pada diri
kita.
3. Faktor Jalan
Faktor jalan terkait dengan jarak pandang kita, banyak jalanan yang
rusak,bergelombang yang sangat berbahaya bagi pegendara sepeda motor.
Jalan bergelombang banyak juga mengakibatkan ketidak stabilan dan
keseimbangan dalam mengendara, sehingga pengendara akan sulit
mengendalikan kendaraannya yang mengakibatkan bisa menabrak
pengendara lainnya.
4. Faktor Cuaca
Faktor cuaca juga bisa menjadi dampak yang buruk, terutama pada musim
[Link] saat hujan deras masih mengedarai kendaraan pasti perasaan
kita tidak enak dan tidak karuan. Saat hujan deras bahkan berangin
hendaknya kita berhenti dahulu sampai hujannya reda. Bisa terjadi
kecelakaan dengan pohon tumbang dan lawan arah karena jalanan tidak jelas
dari jarak pandang kita.
D. Hal-hal yang harus diperhatikan bagaimana posisi korban pada saat diberi
tindakan (Wartatmo,et al,2017)
1. Korban duduk Pada kecelakaan lalu lintas sering terjadi pada korban
yang masih berada di dalam kendaraan. Sebelum melakukan evakuasi
korban, penolong harus menentukan apakah penolong dalam keadaan
stabil atau tidak stabil, apakah perlu evakuasi segera.
2. Korban berbaring Pada saat kejadian kecelakaan sehari-hari mungkin
didapatkan korban pada posisi berbaring, tetapi mungkin dalam posisi
terlentang atau mungkin juga dalam posisi tertutup. Pada saat melakukan
pemindahan perhatikan adakah kemungkinan cedera pada tulang
belakang atau tidak. Bila terdapat fraktur tulang atau dicurigai adanya
fraktur lakukan immobilisasi dahulu sebelum pengangkatan pasien.
3. Korban yang menggunakan helmet Pada kecelakaan lalu lintas terutama
pasien dengan kendaraan roda dua yang menggunakan helm. Bila dalam
keadaan tidak sadar dan menggunakan helm, maka helm harus dibuka
terlebih dahulu. Helm dengan bagian muka terbuka mungkin tidak ada
masalah untuk membukanya, tetapi jenis helm yang tertutup seluruhnya,
perlu cara khusus untuk membukanya. Pada saat membuka harus
ditentukan adakah kemungkinan/dugaan fraktur pada tulang leher,
lakukan immobilisasi kepala pada saat membuka helm kemudian pasang
collar splint pada saat melakukan prosedur pemeriksaan lain.
E. Cara pemindahan yang harus dilakukan secara berhati-hati untuk
mencegah cedera. Secara umum (Wartatmo,et al,2017)
1. Ketika menjangkau
a. Jaga punggung tetap dalam posisi lurus/ terkunci.
b. Hindari berputar ketika menjangkau
c. Hindari menjangkau lebih dari 15-20 inchi di depan tubuh anda.
d. Hindari menjangkau yang berkepanjangan ketika diperlukan
usaha yang besar
2. Ketika mendorong atau menarik
a. Lebih baik mendorong daripada tarik, jika memungkinkan.
b. Jaga punggung tetap lurus/terkunci.
c. Jaga garis tarikan melalui pusat tubuh anda dengan menekuk
lutut.
d. Jaga beban dekat dengan tubuh anda.
e. Jika beban dibawah pinggang, dorong atau tarik dari posisi
berlutut.
f. Hindari mendorong atau menarik melebihi kepala.
g. Jaga lutut anda tertekuk dengan lengan dekat pada sisi anda.
F. Dampak Yang Terjadi Pada Kecelakaan Lalu Lintas
1. Meningkatnya korban kecelakaan
Dari faktor – faktor tersebut sudah di ketahui bahwa kecelakaan lalu
lintas bisa menyebabkan semakin meningkatnya korban kecelakaan.
2. Ketidaknyamanaan
Dari itu semua masyarakat sekitar merasa tidak nyaman dengan adanya
kecelakaan lalu lintas. Bahkan juga bisa menyebabkan trauma yang berat
bagi yang melihat kecelakaan tersebut. Anak – anak kecil yang ingin
belajar naik kendaraan jadi bimbang dan ragu.
3. Mengganggu jalannya lalu lintas
Kecelakaan lalu lintas hampir setiap hari terjadi, dengan kejadian
tersebut bisa membuat jalanan macet total, bahkan juga bisa
mengakibatkan kecelakaan juga. Jalan tidak jadi lancar malah macet.
Selain macet juga pengguna jalan yang lain jadi resah gelisah
melihatnya. Dari peristiwa itu bisa mengganggu pengguna jalan yang
lain.
G. Solusi pada kecelakaan lalu lintas
1. Peningkatan Fasilitas Transportasi Umum
2. Penyuluhan Ketertiban Dalam Lalu Lintas
3. Terjunnya Polisi Lalu Lintas
H. Pencegahan pada kecelakaan lalu lintas
Pencegahan dapat dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan ataupun
dampak dari kecelakaan,diantaranya yaitu :
1) Penggunaan seat belt (sabuk pengaman)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada setiap kecelakaan terbukti dengan
digunakannya sabuk pengaman dapat mengurangi resiko kematian sebanyak
2/3 dan mengurangi resiko luka atau cedera yang serius.
2) Maintenance (pemeliharaan)
Rancangan dan pemeliharaan kendaraan yang baik, misalnya rem yang baik
dan suspensi yang dapat dikendalikan dalam keadaaan darurat sehingga akan
lebih siap untuk menghindari tabrakan.
3) Desain Jalan
Trotoar lebar cocok untuk lalulintas pejalan kaki diharapkan :
Penyeberangan pejalan kaki dekat dengan garis yang memungkinkan
pejalan kaki untuk menyeberang jalan dengan aman.
Rute pejalan kaki dipisahkan dan jalur jauh dari jalan raya utama.
Gundukan yang dapat mengurangi kecepatan.
Kecepatan rendah batas yang ketat diberlakukan, kemungkinan oleh
kamera.
4) Peraturan Pengguna Jalan
Keamanan dapat ditingkatkan dengan metode yang mendorong perilaku
aman, atau mengurangi kemungkinan kesalahan driver atau pengendara.
Beberapa di antaranya:
Wajib pelatihan dan perizinan bagi pengendara.
Pembatasan mengemudi sambil mabuk atau terganggu oleh obat-obatan.
Pembatasan penggunaan telepon selular sewaktu beraktivitas.
Asuransi wajib untuk memberikan kompensasi korban.
Pembatasan jam pengemudi kendaraan komersial.
Penegakan hukum lalulintas, termasuk kamera menjalankan lampu
merah.
Sebuah “jam malam” yang dikenakan pada pembalap muda untuk
mencegah mereka mengemudi di malam hari.
Seorang supervisor berpengalaman untuk pendamping pengemudi yang
kurang berpengalaman.
Pembatasan kendaraan (misalnya membatasi akses ke kendaraan
‘kinerja tinggi’)
DAFTAR PUSTAKA