0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan1 halaman

Pengaruh Ekstrak Kunyit pada Lesi Mencit

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh ekstrak kunyit (Curcuma longa L.) terhadap lesi ulkus traumatikus pada mencit jantan (Mus musculus L.). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kunyit 100% meningkatkan penyembuhan lesi ulkus traumatikus dan jumlah makrofag pada mencit. Kesimpulan ini menunjukkan potensi ekstrak kunyit dalam terapi penyembuhan luka.

Diunggah oleh

wayan danzo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan1 halaman

Pengaruh Ekstrak Kunyit pada Lesi Mencit

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh ekstrak kunyit (Curcuma longa L.) terhadap lesi ulkus traumatikus pada mencit jantan (Mus musculus L.). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kunyit 100% meningkatkan penyembuhan lesi ulkus traumatikus dan jumlah makrofag pada mencit. Kesimpulan ini menunjukkan potensi ekstrak kunyit dalam terapi penyembuhan luka.

Diunggah oleh

wayan danzo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH EKSTRAK KUNYIT

(Curcuma longa L.) TERHADAP LESI


ULKUS TRAUMATIKUS PADA MENCIT JANTAN
(Mus muskulus L.)
Putu Kresna Satrya Wibawa1*, Ni Nyoman Gemini Sari2, I Gusti Ngurah Putra Dermawan2
1Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati
2Divisi Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati
*email: kresnasatrya88@[Link]

PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa
Indonesia, kesehatan ini juga termasuk kesehatan gigi dan mulut yang merupakan salah satu organ pencernaan
yang berperan penting dalam proses pencernaan, sehingga penting untuk dipelihara dan dijaga kesehatannya.
Sehat adalah satu keadaan dimana tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan, tetapi juga adanya
keseimbangan antara fungsi fisik,mental, dan sosial (WHO, 2024).
METODE PENELITIAN
Sampel. Rancangan Penelitian
Sampel penelitian terdiri atas tiga Penelitian dilakukan secara in vivo, serta desai penelitian
kelompok penelitian yang dibedakan Post Test-Only Control Group yang menggunakan sampel
berdasarkan konsentrasi ekstrak penelitian tikus putih jantan galur Swiss Webster (Mus musculus L.)
kunyit, yaituekstrak kunyit berusia 8 sampai 12 minggu dengan berat 20 hingga 50 gram.
50% (kelompok I), ekstrak Ekstrak
kunyit 100% (kelompok II), Kunyit Perlakuan Mencit.
dan aquadest (kontrol). 100%
Mencit diadaptasi selama 7 hari sebelum pengujian dilakukan,
kemudian dilakukan keseragaman kondisi saat 12 jam sebelum
diuji dengan pemberian pellet B-2 dan minum air. Selanjutnya
Ekstrak mencit dilakukan tindakan dengan pembuatan radang sayatan
Kunyit
pada mukosa bukal mencit dan jaringan dirusak dengan
50% hidrogen peroksida 30%. Kemudian, mencit diberikan ekstrak
kunyit 50%, 100% dan aquadest sebagai kontrol negatif sesuai
kelompok yang telah ditentukan dengan cara dioleskan tiga kali
dalam satu hari selama dua menit.
HASIL PENELITIAN
Ekstrak kunyit dibuat dengan serbuk simplisia rimpang kunyit yang dikeringkan di bawah sinar matahri dan
dimaserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kunyit yang dihasilkan memiliki warna cokelat-orange,
aroma khas kunyit, dan konsistensi kental seperti yang ditunjukkan pada Gambar.
Sampel mencit putih galur Swiss Webster jantan yang telah diadaptasi selama 7 hari di dalam kandang bersih
dengan ukuran 50 cm x 40 cm x 40 cm, ruang temperatur 20°C, makanan pellet B-2 dan minuman aquadest
diberikan perlakuan dan diukur lesi ulkus traumatikus yang hasilnya ditunjukkan pada Tabel :

Tabel Rata-rata Lesi Ulkus Traumatikus pada Mencit Jantan

Berdasarkan Tabel, nilai rata-rata lesi ulkus traumatikus sampel mencit jantan pada kelompok kontrol lebih
rendah dibandingkan kelompok perlakuan dengan nilai rata-rata lesi ulkus traumatikus secara berurutan kontrol,
ekstrak 50%, dan ekstrak 100% adalah 0,33; 0,40; dan 1,80.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian, maka dapat disimpulkan bahawa ekstrak kunyit (Curcuma
longa L.) terbukti mempengaruhi penyembuhan lesi ulkus traumatikus pada mencit jantan (Mus musculus L.). Ekstrak
kunyit 100% terbukti mempengaruhi jumlah makrofag yang terus mengalami peningkatan pada lesi ulkus traumatikus
mencit jantan.

DAFTAR PUSTAKA
● Arisonya, S., Wibosono, G., Aditya, G., (2014). Efektivitas Ekstrak Kunyit
(Curcuma domestica) terhadap Jumlah Sel Makrofag dan Diameter pada Elsi
Ulkus Traumatikus pada Tikus Jantan (Rattus novergiccus).
● Jurnal B-Dent, 1(2): 118-125. Astuti, K. E. W., & Handajani, S. R., (2018).
Efektivitas Anti Inflamasi Formulasi Kunyit (Curcuma longa ), Daun Binahong
(Anredera cordofolia), dan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata)
terhadap Luka Sayat Pada Kelinci. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan.
● Hariyati, N., et al., (2022). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta:
Kementerian Kesehatan. Kristiana, H., (2008). Gambaran Dara Mencit (Mus
musculus albinus) yang Diberi Salep Ekstrak Etanol dan Fraksi Hexan
Rimpang Kunyit (Curcuma longa Linn.) Pada Proses Penyembuhan Luka.
Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.
● Kusbiantoro, D ., & Purwaningrum, Y., (2018). Pemanfaatan Kandungan
Metabolit Pada Tanaman Kunyit Dalam Mendukung Peningkatan Pendapatan
Masyarakat. Jurnal Kultivasi, 17(1).
● Violeta, B.V., & Hartomo, B.T., (2020). Tatalaksana Perawatan Ulkus
Traumatik Pada Pasien Oklusi Traumatik: Lapotan Kasus. Jurnal e-
GiGi, 8(2).

Anda mungkin juga menyukai