Basic PHP Tutorial [Link]
net
Menyimpan File PHP
Script PHP yang dibuat harus disimpan dalam ekstensi .php. Apabila tidak, maka script
tidak akan bisa dijalankan dan hanya dianggap teks biasa saja. Dahulu script PHP dapat
juga disimpan dalam bentuk ekstensi .php3, namun hal ini berlaku untuk PHP versi 3.x
saja. Sejak rilis 4.x ke atas, ekstensi tersebut tidak digunakan lagi.
Dimanakah letak script PHP ini harus disimpan supaya bisa dijalankan? Script PHP yang
Anda buat harus diletakkan dalam root direktori dari web server. Apabila Anda
menggunakan AppServ, script PHP diletakkan dalam direktori C:\AppServ\www. Bisa
juga Anda mengubah letak root direktori web servernya ke tempat lain. Untuk
melakukan hal ini baca kembali Bab III.
Selanjutnya coba buat script PHP pertama Anda berikut ini:
<?php
echo "Hello World";
echo "Hello World";
echo "Hello World <br />";
echo "Hello World <br />";
?>
Tips :
Dalam membuat script PHP, sebaiknya text editor NOTEPAD++ supaya lebih mudah
mengetahui baris mana dalam kode PHP yang salah.
Simpan script PHP tersebut dengan nama [Link], dan letakkan ke dalam root direktori
web server. Perhatikan apa yang tampak ketika script di atas dibuka pada browser
(panggil script di atas dengan URL [Link] !
Sekarang kita akan lihat misalkan ada kesalahan perintah atau sintaks dalam kode PHP
nya. Misalkan ada perintah echo yang salah dalam penulisannya seperti pada script
berikut ini:
<?php
eho "Hello World";
echo "Hello World";
echo "Hello World <br />";
echo "Hello World <br />";
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 14