Panduan Kompetensi Keperawatan Gerontik
Panduan Kompetensi Keperawatan Gerontik
KEPERAWATAN GERONTIK
Penulis :
Team Keperawatan Gerontik
Siti Aisyah, S. Kep. Ns, [Link]
Musrifatul Uliyah, SST, [Link]
Dede Nasrulloh, S. Kep. Ns, [Link]
Editor :
Reliani, S. Kep. Ns, [Link]
Retno Sumara, S. Kep. Ns, [Link]
1
PANDUAN DAN PENCAPAIAN KOMPETENSI
KEPERAWATAN DASAR PROFESI (KDP)
Penulis : Siti Aisyah, S. Kep. Ns, [Link]
Musrifatul Uliyah, SST, [Link]
Dede Nasrulloh, S. Kep. Ns, [Link]
Editor : Reliani, S. Kep. Ns, [Link]
Retno Sumara, S. Kep. Ns, [Link]
2i9
BIODATA PRECEPTEE
Nama : .........................................................
NIM : ...............................................................
Alamat : ...............................................................
Surabaya, ..............................................
Phot
o 3X4
cm
3
SAMBUTAN DEKAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
4i9
Daftar Isi
Biodata Preceptee.........................................................................i
Sambutan Dekan...........................................................................iii
Daftar Isi.......................................................................................v
Visi Dan Misi Program Studi Pendidikan Profesi Nersv..............vi
Bab 1 :Pendahuluan......................................................................1
Bab 2: Kompetensi Umum Dan Kompetensi Pendukung
Profesi Ners.......................................................................3
Bab 3: Rencana Program Pembelajaran........................................6
Bab 4: Kompetensi Keperawatan Gerontik..................................9
Bab 5 : Pencapaian Kompetensi Keperawatan Gerontik..............42
Bab 7 : Matriks Profesi Keperawatan...........................................55
Bab 8 : Persyaratan Dan Peraturan Program Profesi Ners............104
Bab 9 : Panduan Doa....................................................................121
5
VISI DAN MISI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
Visi
Menjadi program studi ners yang mengedepankan nilai moralitas,
intelektualitas dan berjiwa enterpreuner dengan unggulan keperawatan
kritis pada skala nasional tahun 2023.
Misi
Misi dari Program Studi Ners FIK UMSurabaya adalah :
1. Menyelenggarakan pendidikan keperawatan dengan keunggulan
di bidang keperawatan kritis dan memiliki Jiwa entrepreneur.
2. Mengembangkan inovasi dan penerapan teknologi melalui
penelitian-penelitian dan pengabdian masyarakat dengan
unggulan keperawatan kritis.
3. Mewujudkan sivitas akademika yang memiliki penguatan
moralitas keagamaan berdasarkan nilai-nilai ke-Islaman.
6i9
BAB 1
PENDAHULUAN
1
keperaweatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universita Muhammadiyah
Surabaya.
1.2 TUJUAN
1.2.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan keperawatan
gerontik dan membuat laporan kegiatan secara baik dan benar.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu melaksanakan pengkajian pada lanjut usia
2. Mahasiswa mampu membuat diagnosis pada lanjut usia
3. Mahasiswa mampu membuat intervensi dan kegiatan yang sesuai
dengan pengkajian dan kompetensi yang diharapkan.
4. Mahasiswa mampu membuat dan menganalisis evaluasi hasil
tindakan yang telah dilakukan.
5. Mahasiswa mampu membuat laporan kegiatan pada praktik
keperawatan gerontik
2i9
BAB 2
KOMPETENSI UMUM DAN KOMPETENSI PENDUKUNG
PROFESI NERS
3
6) Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan
menghargai etnik, agama, atau factor lain dari setiap
klien yang unik.
7) Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam
pemenuhan kebutuhan kesehatan klien.
8) Mampu mendemonstrasikan keterampilan teknis
keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku
atau secara kreatif dan inovatif agar pelayanan yang
diberikan efisien dan efektif.
9) Mampu mengembangkan pola piker kritis, logis, dan etis
dalam mengembangkan asuhan keperawatan.
10) Mampu memberikan asuhan yang berkualitas secara
holistic, kontinu, dan konsisten.
11) Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk
mempertahankan hak klien agar dapat mengambil
keputusan untuk dirinya.
12) Mampu mengunakan prinsip-prinsip peningkatan kualitas
berkesinambungan dalam praktik.
13) Mampu mempertahankan lingkungan yang aman secara
konsisten melalui penggunaan strategi manajemen
kualitas dan manajemen resiko.
14) Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai
dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan.
15) Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan
dengan mempertahankan akuntabilitas asuhan
keperawatan yang diberikan.
16) Mampu mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif.
17) Mampu mengembangkan potensi diri untuk
meningkatkan kemampuan profesional.
18) Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi
keperawatan.
19) Mampu menggunakan hasil penelitian untuk diterapkan
dalam pemberian asuhan keperawatan.
4i9
20) Mampu bekerjasama dengan unsur terkait di masyarakat
dalam menerapkan asuhan keperawatan komunitas
21) Mampu mengembangkan program yang kreatif dan
inovatif di tatanan komunitas dalam aspek promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
22) Mampu melaksanakan terapi modalitas/komplementer
sesuai dengan kebutuhan klien.
23) Mengaplikasikan fungsi kepemimpinan dan manajemen
keperawatan.
24) Mampu merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana
ruangan keperawatan secara berkelompok.
25) Mampu mengorganisasikan manajemen ruangan
keperawatan secara berkelompok.
26) Mampu mencegah dan menyelesaikan konflik didalam
tim.
27) Mampu memberikan pengarahan keperawatan kepada
anggota timnya.
28) Mampu melakukan evaluasi terhadap anggota timnya.
29) Mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai
dengan kondisi ruangan.
Kompetensi Pendukung :
Kompetensi lulusan Pendidikan tahap Profesi Ners Universitas
Muhammadiyah Surabaya difokuskan pada kemampuan:
1. Melaksanakan asuhan keperawatan profesional di tatanan
klinik dan komunitas dengan memiliki keunggulan dalam
bidang pelayanan kedaruratan pada semua tatanan klinik dan
komunitas.
2. Melaksanakan asuhan keperawatan secara islami dengan
berfokus pada pedoman islami bagi warga muhammadiyah.
5
BAB 3
RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN
3.1 Deskripsi Mata Kuliah
Praktk profesi keperawatan gerontik merupakan program yang
menghantarkan mahasiswa dalam adaptasi profesi untuk menerima
pendelegasian kewenangan secara bertahap dalam melakukan asuhan
keperawatan profesional yang aman dan efektif, memberikan
pendidikan kesehatan, menjalankan fungsi advokasi pada klien lansia
dan keluarganya, membuat keputusan legal dan etik serta menggunakan
hasil penelitian terkini yang berkaiatan dengan keperawatan gerontik
Praktik profesi keperawatan gerontik berfokus pada klien usia
lanjut dengan masalah kesehatan yang bersifat aktual, risiko dan
potensial serta untuk meningkatkan kualitas hidup klien.
3.2 Kompetensi
Setelah mengikuti praktik kprofesi keperawatan gerontik mahasiswa
mampu:
1. Melakukan komunikasi yang efektif dalam pemberian asuhan
keperawatan pada klien usia lanjut.
2. Menggunakan ketrampilan interpersonal yang efektif dalam kerja
tim
3. Menggunakan teknologi dan informasi kesehatan secera efektif dan
bertanggung jawab
4. Menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah
klien usia lanjut:
a. Oksigenasi akibat COPD, Pneumonia hipostatik, dekompensasi
cordis, hipertensi
b. Eliminasi: BPH
c. Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit: Diare
d. Nutrisi: KEP
e. Keamanan Fisik dan mobilitas fisik: fraktur, arthritis
5. Menggunakan langkah-langkah pengambilan keputusan etis dan
legal
6i9
6. Mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan
kesehatan klien usia lanjut
7. Mendemostrasikan ketrampilan teknis keperawatan yang sesuai
dengan standar yang berlaku atau secara kreatif dan inovatif agar
pelayanan yang diberikan efisien dan efektif
8. Mengembangkan pola pikir kritis, logis dan etis dalam
mengembangkan asuhan keperawatan pada klien anak pada konteks
keluarga
9. Menjalankan fungsi advokasi pada klien lanjut usia
10. Memberikan asuhan yang berkualitas secara holistik, kontiyu dan
konsisten
11. Mempertahankan hak klien agar dapat mengambil keputusan untuk
dirinya
12. Mempertahankan lingkungan yang aman secara konsisten melalui
penggunaan strategi manajemen kualitas dan manajemen risiko
pada klien lanjut usia
13. Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang
berlaku dalam bidang kesehatan
14. Memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan
mempertahankan akuntabilitas asuhan keperawatan yang diberikan.
15. Mewujudkan lingkungan bekerja yang kondusif
16. Mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemmapuan
profesional
17. Berkontribusi dengan mengembangkan profesi keperawatan.
18. Menggunakan hasil penenlitian untuk diterapkan dalam pemberian
asuhan keperawatan.
7
5. Asuhan keperawatan lansia sesuai dengan masalah yang
ditemukan
Semua kegiatan tersebut diatas dibuat POA (Plann of Action)
untuk kemudian diaplikasikan ke seluruh lansia yang ada di
panti.
II. Pengelompokan Kegiatan
a. Kegiatan individu
Kegiatan individu dilaksanakan dengan memberikan asuhan
keperawatan geriatrik pada salah satu lansia yang telah
ditunjuk.
b. Kegiatan kelompok
Kegiatan kelompok dilaksanakan secara kelompok dengan
melakukan asuhan keperawatan gerontik pada kelompok lansia
di seluruh wisma dimulai tahap pengkajian hingga evaluasi.
8i9
BAB 4
KOMPETENSI KEPERAWATAN GERONTIK
A. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran klinik program profesi FIK
Universitas Muhammadiyah Surabaya meliputi observasi, problem
solving, ronde keperawatan, bed side teaching dan conference ( pre
conference dan post conference yang dipadukan dengan metode
lain) dengan cara sebagai berikut:
1. Sebelum mahasiswa melakukan observasi langsung ke klien,
mahasiswa harus melakukan pre conference dengan dibimbing
oleh pembimbing ruangan dan pembimbing akademik. Selama
pelaksanaan pre conference mahasiswa harus menyiapkan
laporan pendahuluan (pada setiap kasus yang diambil) yang
berisi:
a. Masalah kesehatan klien ( diagnosa medis, pegertian,
tanda dan gejala klinis, Webs of caution, data
penunjang/laboratorium, penatalaksanaan)
b. Pengkajian (data dasar klien)
9
c. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada klien
kelolaan minimal 3 diagnosa keperawatan beserta tujuan,
intervensi dan rasional.
2. Setelah pelaksanaan pre conference, mahasiswa dapat
langsung melaksanakan asuhan keperawatan pada klien.
Mahasiswa wajib mengisi lembar kompetensi yang sudah
disediakan dan ditandatangani oleh pembimbing klinik dan
pada akhir praktik diserahkan ke PJMK masing-masing mata
kuliah.
3. Setelah praktik langsung, mahasiswa harus melaksanakan post
conference yang dibimbing oleh pembimbing klinik dan
akademik yang membahas mengenai:
a. Implementasi keperawatan yang telah
dilakukan b Evaluasi dari tindakan keperawatan
c Permasalahan yang ditemukan dalam praktik
10
i9
B. Kompetensi Keperawatan Gerontik
UNIT
KOMPETENSI INDIKATOR PENILAIAN
KOMPETENSI
12
i9
Bimbingan Melakukan 1 2 3 4
ketrampilan bimbingan
dilakukan ketrampilan
dengan :
1. Mengidentifi
kasi
’kemampuan
berkarya
lansia. Jenis
ketrampilan
berkarya
ditentukan
sesuai
kemampuan.
2. Menyediakan
tempat serta
perlengkapan
ketrampilan.
3. Menjelaskan
dan
menddemonst
rasikan cara-
cara
mengerjakan
ketrampilan.
4. Memberikan
kesempatan
lansia untuk
berkarya.
5. Memberikan
penghargaan
kepada lansia
yang mampu
berkarya.
13
Bimbingan Melakukan 1 2 3 4
rohani bimbingan rohani
dilakukan dengan :
1. Melakukan
sholat
berjamaah.
2. Mengaji
bersama.
3. Menghapal
doa dan surat
pendek.
2. Melakukan 2.1.1 Gejala Megidentifikasi 1 2 3 4
Askep pada Inkontinensia gejala
Lansia dengan Inkontinensia:
Inkotinensia 1. Berkemih di
2.1 luar
Mengidentifik kesadaran,
asi lansia pada waktu
mengalami dan tempat
Inkontensia yang tidak
tepat.
2. Meras
terganggu
kebersihan
dan sosial.
14
i9
Data yang Mengidentifikasi 1 2 3 4
teridentifikasi data:
diklasifikasikan 1. Inkontinensia
stres.
2. inkontinensia
mendesak.
3. Inkontinensia
Reflek.
4. Inkontinensia
Fungsional.
5. Inkontinensia
Campuran.
2.2 Melakukan 2.2.1 Posisi tidur Mengatur posisi : 1 2 3 4
Penatalaksana lansia diatur 1. Posisi duduk.
an lansia 2. Posisi tidur.
dengan 3. Posisi berdiri.
Inkontinensia 4. Posisi
(Kegel jongkok.
Exercise) Cara-cara kegle Menjelaskan : 1 2 3 4
exercise 1. Prosedur
dijelaskan keagle
exercise.
2. Mengajarkan
lansia untuk
mengkontrak
sikan dan
merlaksanaka
n otot-otot
vagina dan
rektum secara
bergantian.
Frekuensi
dilakukan 10
kali cepat dan
10 kali
lambat.
15
3. Melakukan 3.1.1 Tingkat Mengidentifikasi 1 2 3 4
Askep pada ADL lansia ADL
lansia dengan diidentifikas 1. Menggunaka
Imoblisasi. i n Indeks Katz
3.1 2. Kemampuan
Mengidentif mandi.
ikasi 3. Kemampuan
Tingkat BAK/BAB
kemandirian 4. Kemampuan
Lansia berpakaian
(ADL) dan berhias.
5. Kemampuan
pergi ke
kamar mandi.
6. Kemampuan
makan dan
minum.
7. Kemampuan
berpindah.
16
i9
Tingkat Adl Mengklasifikasika 1 2 3 4
Lansia n tingkat ADL:
diklasifikasi 1.A : mandiri 6
aktifitas.
2.B : mandiri 5
aktifitas.
3. C : mandiri
kecuali mandi dan
1
fungsi lain.
4. D : Mandiri
kecuali
mandi,
berpakaia
n, 1 fungsi
lain.
5. E : Mandiri
kevuali
mandi,
berpakaia
n,
BAB/BA
K.
6. F : Mandiri
kecuali
mandi,
berpakaia
n,
BAB/BA
K,
berpindah
dan 1
fungsi
lain.
7. G:
Tergantung 6
aktivitas.
17
3.2 Membantu 3.2.1 ADL lansia Membantu ADL 1 2 3 4
memenuh dibantu lansia :
i ADL 1. Membantu
Lansia lansia mandi
2. Membantu
lansia
BAB/BAK.
3. Membantu
lansia
berpakaian
dan berhias.
4. Membantu
lansia makan
dan minum.
5. Membantu
lansia
berpindah.
3.3 3.3.1 ROM Memberikan 1 2 3 4
Melakuka dilakukan latihan ROM:
n 1. Menyiapkan
pencegah posisi lansia.
an 2. Melakukan
komplikas ROM setiap
i persendian
Imobilisas secara pasif
i maupun aktif.
18
i9
3.3.2 Perawatan Melakukan 1 2 3 4
kulit perawatan kulit:
dilakukan 1. Membersihka
n kulit
menggunakan
pembersih
yang lembut
dan hindari
penggunaan
air panas.
2. Menggunaka
n pelembab
untuk kulit
kering.
3. Menggunaka
n underpad
yang
penyerapanny
a baik dan
permukaan
cepat kering.
19
3.3.3 Pengaturan Mengatur posisi 1 2 3 4
tempat tidur tidur lansia:
lansia 1. Mengatur
posisi lansia
minimal 2
jam sekali.
2. Mempertahan
kan alas tidur
bersih, kering
dan tidak
kusut.
3. Menggunaka
n kasur busa,
udara statis
dan air
mengurangi
tekanan atau
menggunakn
penyokong.
4. Melakukan 4.1.1 Lansia yang Mengidentifikasi 1 2 3 4
Askep pada mengalami sakaratul maut :
Lansia sakaratul 1. Perubahan
Sakaratul maut TTV.
Maut, diidentifikas 2. Tingkat
Kematian dan i kesadaran
Berduka (Loss berubah.
and Greiving) 3. Fungsi tubuh
4.1 menurun.
Mengidentif 4. Keadaan
ikasi lansia emosi.
mengalamm
i sakaratul
maut
20
i9
4.2 Memenuhi 4.2.1 Hiegene Membantu 1 2 3 4
kebutuhan lansia menjaga :
fisik lansia dipenuhi. 1. Kebersihan
yang kulit.
mengalami 2. Kebersihan
sakaratul rambut.
maut. 3. kKebersihan
rambut.
4. Kebersihan
mata.
4.2.2 Ras nyeri Mengontrol nyeri: 1 2 3 4
dikontrol 1. Mengajarkan
distraksi.
2. Memberikan
analgesik
perinfus atau
intramuskuler
.
4.2.3 Kesulitan Memberikan 1 2 3 4
bernafas pernapasan:
dibantu 1. Mengatur
posisi Head
Extension.
2. Memberikan
analgesik
perifus atau
perintramusk
uler.
21
4.2.4 Kesulitan Membantu 1 2 3 4
napas perubahan
dibantu sensori:
1. Sentuhan dan
pegangan
dieratkan.
2. Bicara
dengan jelas.
3. Pencahayann
ruangan
terang.
4.3 Memenuhi 4.3.1 Bimbingan Membantu 1 2 3 4
kebutuhan spiritual bimbingan
psikologis dilakukan spiritual:
1. Membimbing
lansia sesuai
dengan
agamanya.
2. Mendampingi
dan
memberikan
dukungan
psikologis.
4.4 4.4.1 Tanda-tanda Mengidentifikasi 1 2 3 4
Mengidentifik kematian tanda kematian :
asi kematian lansia 1. Pupil
lansia diidentifikas midriasis.
i 2. Tidak
menjawab
rangsang.
3. Tidak ada
tanda
pernapasan
atau gerakan.
22
i9
4. Hilangnya
semua refleks
dan kegiatan
otak yang
tampak jeals.
4.5 Melakukan 4.5.1 Melakukan 1 2 3 4
pemulasaraan Pemulasaraa perawatan
jenasah n jenasah jenasah:
dilakukan 1. Memandikan
jenasah
sesuai agama
dan
kepercayaann
ya.
2. Mengkafani/
menkremasi
jenasah
3. Mensholati
jenasah.
4. Memakamka
n jenasah
4.6 Melakukan 4.6 .1 lansia Mendampingi 1 2 3 4
pendampingan berduka lansia berduka:
lansia didampingai 1. Mengembang
berduka. . kan realitas
kehilangan.
2. Membantu
lansia
menerima
ekspresi atu
efek laten
berdukad.
3. Mendampingi
lansia
23
mengatur
aktivitas
sehari-hari
dan pasca
kehilangan.
4. memberikan
semangat dan
motivasi
untuk
membangun
hubungan/rel
asi baru
5. Memberikan 5.1.1 Jenis Mengidentifikasi 1 2 3 4
Herbal tananman tanaman obat
Remedias pada obat yang intuk lansia :
lansia dianjurkan 1. Pegagan
5.1 lansia 2. Tapak liman.
Mengidentif diidentifikas 3. Sambung
ikasi Jenis i nyawa.
tanaman 4. Sambiloto.
obat 5. Temulawak.
6. Brotowali.
7. Ciplukan.
8. Daun dewa.
9. Mengkudu.
24
i9
5.1.2 Efek Mengidentifikasi 1 2 3 4
farmakologi efek farmakologis
jenis tanamam obat:
tanaman 1. Menguraikan
obat efek
diidentifikas farmakologis
i tanaman obat.
2. Menguraikan
efek samping
tanaman obat.
5.2 Membuat 5.2.1 Bahan Memproses bahan 1 2 3 4
ramuan obat ramuan tanaman obat
tradisional. diproses sesuai aturan:
1. Merebus
2. Blenderjus
3. Mengeringka
n
5.3 Memberikan 5.3.1 Ramuan Memproses bahan 1 2 3 4
ramuan obat obat tanaman obat
tradisional sesuai dengan
diberikan aturan:
1. Indikasi
2. Tepat dosis.
3. Sesuai jadwal
pemberian.
25
berkurang,
dll)
6. Melakukan 6.1.1 Respons Mengidentifikasi 1 2 3 4
Askep pada fisik gangguan tidur :
Lansia dengan gangguan 1. Mata merah
Gangguan tidur 2. Wajah
Tidur diobservasi kusust, todak
6.1 segar
Mengidentif 3. Sering
ikasi lansia menguap.
mengalmi 4. Tidak
gangguan kosentrasi.
tidur
6.2 Menentukan 6.2.1 Intervensi Melakukan terapi 1 2 3 4
intervesi dilakukan sirep :
untuk 1. Ruangan
memenuhi dipersiapkan
kebutuhan 2. Mengatur
tidur lansia posisi lansia.
3. Melakukan
tes
sugestivisitas
4. Mealkukan
induksi.
5. Melakukan
Deepering.
6. Memberikan
Symbol.
7. Melakukan
terminasi.
8. Meniduran
lansia di
tempat tidur.
26
i9
6.2.2 Teknik Melakuakn teknik 1 2 3 4
meditasi meditasi:
dilakukan 1. Menyiapkan
lingkngan.
2. Menyiapkan
kondisi fisik
dan
psikologis
lansi.
3. Mengatur
posisi lansia.
4. Menyiapkan
media.
5. Mempusatka
n perhatian
lansia pada
salah satu
titik
27
7. 7.1.1 Pemanasan Melakukan 1 2 3 4
Mempertahank latihan fisik pemanasan:
an kebugaran dilakukan 1. Gerakkan
pada lansia lemaskan
7.1 Melakukan semua sendi
terapi fisik dan
pada lansia peregangan.
2. Durasi antara
5-10 menit
7.1.2 Latihan fiik Melakukan 1 2 3 4
dilakukan latihan inti:
1. Ayunkan
lengan
2. Kecepatan
disesuaikan
agar dapat
dibicarakan
dengan taman
latihan.
3. Awali sekitar
10 menit,
tingkatkan
bertahap
sampai 30
menit
4. Kecepatan
diturunkan
pada keadaan
terlalu panas,
lembab atau
dingin
28
i9
7.1.3 Pendinginan Melakukan 1 2 3 4
latihan fisik pendinginan:
dilakukan 1. Lambatkan
kecepatan
gerakan.
2. Lakukan
nafas dalam
8. Komunikasi Melakukan 1. Respect
efektif pd Lansia tahapan (menghargai
komunikasi Lanjut usia)
2. Empaty
(menempatka
n diri pd
situasi yg
dialami
lansia)
3. Audible
(dapat
didengar dan
dimengerti
dengan baik
oleh lansia)
4. Clarity
(kejelasan
pesan yang
disampaikan)
5. Humble
(sikap rendah
hati)
29
Ketrampilan 1. Berkomunikas
interpersonal yang i efektif
efektif perawat –
lansia
2. Berkomunikas
i efektif
perawat –
perawat
3. Berkomunikas
i efektif
perawat –
dokter
4. Berkomunikas
i efektif
perawat – tim
lain
30
i9
9. Menggunakan Masalah oksigenasi 1. Pengkajian
proses pada lansia dengan masalah
keperawatan COPD, Hipertensi, oksigenasi
dalam Dekompensasi 2. Menentukan
menyelesaikan Cordis, Pneumonia diagnosis
masalah klien hipostatik dengan
lanjut usia masalah
oksigenasi
3. Merencanaka
n klien
dengan
masalah
oksigenasi
4. Melakukan
tindakan pada
lansia dengan
masalah
oksigenasi
5. Melakukan
evaluasi
tindakan
dengan
masalah
oksigenasi
31
Masalah eliminasi 1. Pengkajian
pada klien lansia masalah
dengan BPH eliminasi
2. Menentukan
diagnosis
dengan
masalah
eliminasi
3. Merencanaka
n klien
dengan
masalah
eliminasi
4. Melakukan
tindakan pada
lansia dengan
masalah
eliminasi
5. Melakukan
evaluasi
tindakan
dengan
masalah
eliminasi
32
i9
Masalah 1. Pengkajian
pemenuhan masalah
kebutuhan cairan cairan dan
dan elektrolit pada elektrolit
klien lansia dengan 2. Menentukan
diare diagnosis
dengan
masalah
cairan dan
elektrolit
3. Merencanaka
n klien
dengan
masalah
cairan dan
elektrolit
4. Melakukan
tindakan pada
lansia dengan
masalah
elektrolit
5. Melakukan
evaluasi
tindakan
dengan
masalah
elektrolit
33
Masalah nutrisi 1. Pengkajian
pada klien lansia masalah
dengan KEP nutrisi
2. Menentukan
diagnosis
dengan
masalah
nutrisi
3. Merencanaka
n klien
dengan
masalah
nutrisi
4. Melakukan
tindakan pada
lansia dengan
masalah
nutrisi
6. Melakukan
evaluasi
tindakan
dengan
masalah
nutrisi
34
i9
Masalah keamanan 1. Pengkajian
dan mobilitas fisik masalah
pada klien lansia keamanan dan
dengan Fraktur dan mobilitas fisik
Artritis 2. Menentukan
diagnosis
dengan
masalah
keamanan dan
mobilitas fisik
3. Merencanaka
n klien
dengan
masalah
keamanan dan
mobilitas fisik
4. Melakukan
tindakan pada
lansia dengan
masalah
keamanan dan
mobilitas fisik
5. Melakukan
evaluasi
tindakan
dengan
masalah
keamanan dan
mobilitas fisik
35
10. Melakukan Melakukan tahapan 1. Identifikasi
Proses proses manajemen masalah
Manajemen 2. Melakukan
Pelayanan Panti analisis
masalah
3. Menentukan
masalah
utama
4.
Merencanaka
n intervensi
dan strategi
pelayanan
panti
5. Melaksanakan
tindakan
6. Evaluasi hasil
36
i9
11. Menggunakan 1. Otonomi:
langkah-langkah memberikan
etis dlm otonomi pada
pengambilan lansia untuk
keputusan menentukan
pilihan
2. Beneficence/
Nonmaleficen
ce:
memberikan
kebaikan dan
tidak
merugikan
terhadap
tindakan yang
dilakukan
pada lansia
3. Keadilan :
memperlakuk
an semua
pasien lanjut
usia secara
adil
4. Melakukan
dokumentasi
dan pencataan
terhadap
tindakan yang
dilakukan
pada lanjut
usia
5. Melakukan
catatan
persetujuan
tindakan
37
12. Asuhan peka Menghargai 1. Menghargai
budaya etnik etnis pasien
Menghargai lansia dalam
budaya melakukan
Menghargai tindakan
agama 2. Menghargai
budaya
pasien lansia
dalam
melakukan
tindakan
3. Menghargai
agama pasien
lansia dalam
melakukan
tindakan
13. Kolaborasi 1. Kolaborasi
dalam dengan tim
pemenuhan kesehatan
kesehatan lanjut lain
usia 2. Kolaborasi
dengan pihak
panti
3. Kolaborasi
dengan sektor
lain yang
terkait
38
i9
14. Mengembangka Mengkaji 1. Menganalisis
n hasil permasalahan masalah untuk
penelitian untuk diterapkan kemungkinan
hasil penelitian diterapkannya
Menentukan hasil
langkah-langkah penelitian
penelitian 2. Menentukan
metodologi
penelitian
yang tepat
3. Mengambil
data penelitian
4. Menentukan
uji terhadap
hasil
penelitian
5. Menerapkan
hasil
penelitian
39
Pada setiap target capaian pembelajaran atau penampilan, dapat
menggunakan rentang skala penilaian sebagai berikut.
40
i9
terampil
Tidak dapat bantuan verbal dan
menunjukkan perilaku fisik terus menerus
yang diharapkan
Kurangnya kesadaran
akan perilaku yang
sesuai dengan konteks
X 0 Tidak menampilkan
perilaku sesuai yang
diharapkan
41
i9
4
4
BAB 6
PENCAPAIAN KOMPETENSI KEPERAWATAN GERONTIK
JENIS KOMPETENSI Target KETERANGAN
1 2 3
NO
Tgl/ Kema Tgl/TT Kemam Tgl/ Kema
TT mp p TT mp
I Melakukan Askep lansia dengan
Demensia
1. Melakukan Pengkajian
a. Mengidentifikasi Gejala Gangguan
psikososial:
Riwayat psikososial
Depresi back
SPMSQ (Short Portable Mental
1
Quesioner)
b. Menganalisis Data
Mengelompokkan data ke dalam
tingkat :
1. Tidak ada gangguan
2. Gangguan ringan.
4
3. Gangguan sedang
4. Gangguan berat
2. Menentukan intervensi khusus untuk
lansia
Melakukan bimbingan rekreatif dengan :
Menyiapkan acara (quis,
puzzle, reminisance, drama, 1
humor)
Menyediakan alat dan tempat.
Melibatkan lnasia dalam kegiatan.
Membuat lansia merasa
senang mengikuti kegiatan.
3 Melakukan bimbingan sosial dengan:
Menentukan materi sesuai masalah
yang terjadi di lingkungan lansia. 1
Memberikan penyuluhan.
Melakukan kerja bakti bersama.
4 Melakukan bimbingan ketrampilan
dengan :
Mengidentifikasi ’kemampuan 2
berkarya lansia. Jenis
ketrampilan
berkarya ditentukan sesuai
i9
4
4
kemampuan.
Menyediakan tempat serta
perlengkapan ketrampilan.
Menjelaskan dan
menddemonstrasikan cara-cara
mengerjakan ketrampilan.
Memberikan kesempatan
lansia untuk berkarya.
Memberikan penghargaan kepada
lansia yang mampu berkarya.
5 Melakukan bimbingan rohani dengan :
Melakukan sholat berjamaah.
1
Mengaji bersama.
Menghapal doa dan surat pendek.
II Melakukan Askep pada Lansia dengan
Inkotinensia
2 Mengidentifikasi data:
Inkontinensia stres.
inkontinensia mendesak.
Inkontinensia Reflek. 1
Inkontinensia Fungsional.
Inkontinensia Campuran.
3 Mengatur posisi :
Posisi duduk.
Posisi tidur.
1
Posisi berdiri.
Posisi jongkok.
4 Menjelaskan :
Prosedur keagle exercise.
Mengajarkan lansia untuk
2
mengkontraksikan dan
merilekskan otot-otot vagina dan
rektum secara
bergantian
i9
4
4
9 Membantu menjaga :
i. Kebersihan kulit.
i. Kebersihan rambut.
2
i. Kebersihan rambut.
v. Kebersihan mata.
10 Mengontrol nyeri:
1. Mengajarkan distraksi.
2. Memberikan analgesik perinfus atau 2
intramuskuler.
11 Memberikan pernapasan:
1. Mengatur posisi Head Extension.
1
2. Memberikan analgesik perinfus
atau perintramuskuler.
12 Membantu perubahan sensori: 1
i9
5
4
6. Brotowali.
7. Ciplukan.
8. Daun dewa.
9. Mengkudu.
18 Mengidentifikasi efek farmakologis
tanamam obat:
1. Menguraikan efek
1
farmakologis tanaman obat.
2. Menguraikan efek samping tanaman
obat.
19 Memproses bahan tanaman obat sesuai
aturan:
1. Merebus 1
2. Blenderjus
3. Mengeringkan
20 Memproses bahan tanaman obat sesuai
dengan aturan:
1. Indikasi 1
2. Tepat dosis.
3. Sesuai jadwal pemberian.
5
21 Mengobservasi respon fisik:
1. Keadaan fisik
2
2. Keluhan berkurang (nyeri
berkurang, pusing berkurang, dll)
22 Mengidentifikasi gangguan tidur :
1. Mata merah
2. Wajah kusust, todak segar
3. Sering menguap. 2
4. Tidak kosentrasi.
Nama : ..........................................................................
NIM : ..........................................................................
Tempat praktek : ..........................................................................
Kasus : ...........................................................................
Hari Komponen Penilaian
Nilai
Perceptor tanggal
Akhir
1 2 3 4 5
Perceptor
Klinik
Perceptor
Akademik
Keterangan :
1. Aspek Teoritis dan Kasus
Ketepatan pengertian kasus yang diambil, kemampuan pembuatan
patobiologi / perjalanan penyakit, / webs of caution secara
sistematik, ketepatan penatalaksanaan kasus dan komplikasi
2. Aspek Teoritis Keperawatan
Ketepatan dalam penentuan diagnose keperawatan, kemampuan
pembuatan tujuan dan criteria hasil, ketepatan dalam rencana
tindakan, kemampuan merasional rencana tindakan
3. Tanya Jawab
Ketepatan menjawab. Kemempuan mengemukakan argument dan
sikap mahasiswa selama tanya jawab
4. Laporan Tertulis
Ketepatan dalam penulisan, sesuai kaidah penulisan, penggunaan
referensi terbaru / relevansi
Nilai Akhir: ∑ Nilai 1+2+3+4 =
4
55
Penilaian diberikan dalam angka 0-100 sebagai acuan dapat dipakai
pedoman sebagai berikut :
A AB B BC C D E
≥ 80 70 – 79 66 - 69 60 - 65 55 - 59 40 – 54 <39
NILAI BATAS LULUS UNTUK PROGRAM PROFESI ADALAH
B
Surabaya, ……………………
Preseptor Klinik Preseptor Akademik
(…………………………) (…………………………)
56
i9
FORM PENILAIAN
POST CONFERENCE
Nama : ..........................................................................
NIM : ..........................................................................
Tempat praktek : ..........................................................................
Kasus : ...........................................................................
Hari Komponen Penilaian Nilai Akhir
Perceptor tanggal
1 2 3 4 5 6
Perceptor
Klinik
Perceptor
Akademik
Keterangan :
1. Aspek Teoritis Kasus
Ketepatan pengertian kasus yang diambil, kemampuan pembuatan
[Link] penyakit/webs of caution secara sistematik,
ketepatan penatalaksanaan kasus dan komplikasi
2. Pengkajian
Pengumpulan data (ketepatan data, kelengkapan data, relevan dan
nyata), analisa data, perumusan diagnose keperawatan
3. Perencanaan
Prioritas masalah, tujuan dan criteria hasil, rencana tindakan,
rasional
4. Implementasi
Prioritas tindakan, ketepatan tindakan/prosedur keperawatan,
menciptakan lingkungan terapeutik, pendidikan keperawatan,
interaksi klien, perilaku dan penampilan professional, advokasi,
kolaborasi, menilai respon klien kembali, dokumentasi keperawatan
5. Evaluasi
57
Kesesuaian criteria keberhasilan, penilaian secara obyektif,
pengamatan perubahan, pengambilan keputusan
6. Tanya Jawab
Ketepatan menjawab, kemempuan mengemukakan argument, sikap
mahasiswa selama Tanya jawab
Nilai Akhir: ∑ Nilai 1+2+3+4+5+6 =
6
Penilaian diberikan dalam angka 0-100 sebagai acuan dapat dipakai
pedoman sebagai berikut :
A AB B BC C D E
≥ 80 70 – 79 66 - 69 60 - 65 55 - 59 40 – 54 <39
NILAI BATAS LULUS UNTUK PROGRAM PROFESI ADALAH
B
Surabaya, ……………………
(……………………) (…………………………)
58
i9
FORM PENILAIAN
Bedside Teaching-Tutorial
Nama : ..........................................................................
NIM : ..........................................................................
Tempat praktek : ..........................................................................
Materi/Diangnose ........................................................................... :
Hari Komponen Penilaian
Nilai
Perceptor tanggal 1 2 3 4 5 6 7
Akhir
Perceptor
Klinik
Perceptor
Akademik
Keterangan :
1. Ketrampilan komunikasi terapeutik
2. Ketrampilan pemeriksaan fisik
3. Prefesionalisme
4. Kemampuan pengumpulan dan interpretasi data
5. Ketrampilan pengambilan keputusan Klinis/intervensi
keperawatan
6. Organisasi/efisiensi proses bedside teaching dan presentasi
7. Ketrampilan tehnis managemen keperawatan secara keseluruhan.
Surabaya,
(…………………) (…………………….)
60
i9
Form Penilaian Case Analysis
Nama :
Nama Pasien :
NIM :
Jenis Kelamin :
Bagian :
Umur :
Preceptor :
Alamat :
Decision
Making:
Nursing
Diagnosis:
Nursing
Care Plan:
Format Penilaian Kegiatan Terstruktur
Direct Observed Procedural Skills (DOPS)
Nama : ..........................................................................
NIM : ..........................................................................
Tempat praktek : ..........................................................................
Jenis Ketrampilan : ............................................................................
Komponen Penilaian Preceptor Klinik Preceptor Nilai
Akademik akhir
1 2 3 4 U 1 2 3 4 U
/ /
C C
1. Mendemonstrasikan
pemahaman tentang
indikasi, anatomi yang
relevan dan prosedur tehnik
a. Menjelaskan indikasi,
tujuan prosedur,
komplikasi,
kontraindikasi prosedur
kepada preceptor
b. Menjelaskan anatomi
dan atau fisiologi yang
relevan kepada preceptor
c. Menjelaskan jalannya
prosedur kepada
preceptor
2. Mendapatkan inform
consent
a. Menjelaskan prosedur
yang akan dilakukan
kepada klien
b. Mendapatkan
62
i9
persetujuan tindakan dari
pasien dan atau
keluarganya
3. Mendemonstrasikan
persiapan prosedur yang
sesuai
a. Menyiapkan sesuai
kebutuhan
b. Menyiapkan bahan habis
pakai sesuai kebutuhan
c. Memposisikan pasien
d. Menjaga privacy pasien
e. Melibatkan anggota
keluarga
4. Melakukan prosedur
tindakan keperawatan
madiri/kolabratif untuk
memberikan rasa nyaman
kepada klien* ( critical
point)
5. Kemampuan tehnik
a. Melakukan tindakan
secara berurutan
b. Melakuakan tindakan
secara efektif
c. Menggunakan waktu
secara efisien
6. Tehnik aseptic
a. Mencuci tangan dengan
benar
b. Menggunakan sarung
tangan (steril/bersih)
dengan benar
c. Menjaga kesterilan alat
7. Mencari bantuan saat
diperlukan
63
8. Manajemen sesudah
prosedur
a. Menjelaskan pada pasien
apa yang harus
dilakukan setelah
tindakan
b. Memonitor hasil
tindakan
c. Membereskan dan
merapikan alat dengan
memperhatikan
Universal Precaution
d. Mencuci tangan
e. Mendokumentasikan
tindakan
9. Kemampuan komunikasi
terapeutik
a. Memberikan kesempatan
pada pasien untuk
klarifikasi atau bertanya
dan menjawab pertanyan
yang diutarakan klien
b. Berbicara dengan ramah
c. Menghindari istilah yang
tidak dimengerti klien
d. Mengeksplor pasien (
memberikan pertanyaan
terbuka)
10. Mempertimbangkan
kondisi
pasien/profesionalisme
a. Respek
b. Membangun empati
c. Percaya kepada
pasien
d. Sadar akan
64
i9
keterbatasan
pasien/klien
e. Memodifikasi alat
saat diperlukan
(kreatifitas
mahasiswa)
11. Kemampuan secara
umum dalam
menjalankan prosedur
dengan
mepertimbangkan
patients safety dari tahap
pre interaksi hingga
terminasi
Jumlah skor
Skor maksimal
Nilai = jumlah skor/skor
maksimal x 100
1= 2=melakuakan 3= 4= U/C=
melakukan 26-50% dari melakukan melakukan unable to
kurang sub komponen 51-75% lebih dari comment/
dari 25% dari sub 75% dari not
dari sub komponen sub obeserved
komponen komponen
Surabaya,
Preceptor Klinik Preceptor Akademik
(…………………) (…….…………….)
65
Form Penilaian
Seminar Kasus
66
i9
3. Tanya jawab
Ketepatan menjawab, kemampuan mengemukakan
argument, sikap mahasiswa selama Tanya jawab
Penilaian:
Sesuai sistem atau standar penilaian pendidikan klinik PSIK
FIK UM Surabaya yaitu:
A ≥ 80 ; AB: 70-79 ; B: 66-69 ; BC: 60-65 ; C: 55-59 ; D: 40-
54 ; E < 49
Surabaya,
(………………….) (…………………..)
PRESENTASI JURNAL
2 Preceptor
Akademik
68
i9
6
4. Kemampuan mengkolerasikan isi jurnal dengan seting klinik/komunitas berdasarkan evidence based
nursing
5. Orgnisasi/efisiensi dalam proses penyampaian resume jurnal
6. Performance mahasiswa : attitude, sistematik, dan skill komunikasi
an (10)
8. Kesimpula
n (10)
mbuat
mendasi untuk
7
mpaikan kepada
wat diklinik
oun komunitas
Kemampuan Menguasai isi Mengusai isi Mengusai isi Mengusai isi Mengusai isi Mengusai Tidak
penguasaan jurnal secara jurnal yang jurnal yang jurnal yang jurnal yang isi jurnal meng
pengetahuan lengkap (>90%) dipresentasika dipresentasikan dipresentasika dipresentasikan yang uasai
selama meliputi : n dengan dengan n dengan dengan dipresentas isi
presentasi 1. Latar menjelaskan menjelaskan 60- menjelaskan menjelaskan 20- ikan jurnal
belakang 80-90% dari 79% dari isi 40-59% dari 39% dari isi dengan
(10) isi jurnal jurnal isi jurnal jurnal menjelaska
2. Tujuan (10) n <20%
3. Metodologi dari isi
penelitian jurnal
(30)
4. Hasil
penelitian
(20)
5. Pembahasa
n (20)
i9
7
4
6. Kesimpula
n (10)
Kemampuan Resume critical Resume Resume critical Resume Resume critical Resume Tidak
melakukan Critical critical Critical critical Critical critical mem
analisa appracial Critical appracial Critical appracial Critical prese
jurnal dipresentasikan appracial dipresentasikan appracial dipresentasikan appracial ntasik
berdasarkan secra lengkap dipresentasika tidak lengkap, dipresentasika tidak lengkap, dipresentas an
critical (>90%) n tidak hanya n tidak hanya ikan <20% resum
appraisal mencakup : lengkap, mempresentasik lengkap, mempresentasik dari aspek e
1. Judul (10) hanya an 4 diantara 6 hanya an 2 diantara 6 keseluruha kasus
2. Penulis mempresentasi komponen, atau mempresentasi komponen, atau n
(10) kan 5 diantara sekitar 60-79% kan 3 diantara sekitar 20-39%
3. Bidang 6 komponen, dari aspek 6 komponen, dari aspek
ilmu (10) atau sekitar keseluruhan atau sekitar keseluruhan
4. Metodologi 80-90% dari 40-59% dari
penelitian aspek aspek
(30) keseluruhan keseluruhan
5. Hasil
penelitian
(20)
6. Daftar
7
Organisa Presentasi Presentasi Presentasi Presentasi Presentasi resume Presentasi Presentas
si/efisien resume resume resume resume jurnal jurnal resume jurnal i resume
si dalam jurnal jurnal jurnal disampaikan disampaikan disampaikan jurnal
proses disampaikan disampaika disampaika secara : secara : secara : disampai
penyamp secara : n secara : n secara : 1. Kurang 1. Kurang 1. Kurang kan
aian 1. Terstru 1. Terstur 1. Tidak Tersturuktur Tersturuktur Tersturukt secara :
resume ktur/sist uktur terstur 2. Kurang jelas 2. Tidak jelas ur 1. Tidak
jurnal ematis 2. Kurang uktur 3. Kurang 3. Kurang 2. Tidak jelas terstu
(20) jelas 2. Tidak Efektif Efektif 3. Tidak ruktu
2. Jelas/m 3. Efektif jelas 4. Benar 4. Salah Efektif r
udah 4. Kurang 3. Tidak 4. Salah 2. Tidak
dipaha benar Efektif jelas
mi (30) 4. Tidak 3. Tidak
3. Efektif benar Efekt
dan if
efisien: 4. Salah
waktu,
media
(20)
4. Benar
(30)
i9
7
4
Hari/Tanggal :
Tempat Praktik :
Keterangan:
1. Persiapan
Kemampuan mempersiapakan SAP (kesesuaian struktur penulisan
SAP, isi materi sesuai judul PKRS, keaktifan konsul SAP pada
pembimbing), kemampuan mempersiapkan sarana dan prasarana
audience dan tempat, kemampuan mempersiapkan lingkungan
pasien
2. Penyajian
Kemampuan melaksanakan teknik komunikasi terapeutik,
kemampuan mengemukakan penyuluhan sesuai dengan materi yang
ditentukan, kemampuan teknik penyajian secara keseluruhan,
sesuai waktu, kelancaran dan kejelasan dalam penyajian
3. Tanya Jawab
Ketepatan menjawab pertanyaan audience, kemempuan
mengemukakan argument, sikap mahasiswa selama tanya jawab,
aktif dalam kegiatan penyuluhan
Nilai Akhir = ∑ Nilai 1+2+3 =
3
Penilaian diberikan dalam angka 0-100 sebagai acuan dapat dipakai
pedoman sebagai berikut :
77
A AB B BC C D E
≥ 80 70 – 79 66 - 69 60 - 65 55 - 59 40 – 54 <39
NILAI BATAS LULUS UNTUK PROGRAM PROFESI ADALAH
B
Surabaya,
(……………………….)
(……………………….)
78
i9
yang akurat dan adekuat
79
c. Kemampuan untuk memberikan
respon yang sesuai terhadap reaksi
verbal maupun non verbal
2 Ketrampilan pemeriksaan fisik
a. Efisiensi
b. Kelogisan
c. Kesesuaian pemeriksaan dengan
masalah kesehatan yang ada
d. Kemamapuan memberikan
penjelasan kepada pasien
e. Kesopanan
3 Profesionalisme klinis / intervensi
keperawatan
a. Menunjukan sikap hormat
b. Kesensitifan terhadap
penyakit atau penderitaan
klien
c. Empati
d. Membangun sikap percaya
e. Kepercayaan diri
f. Perilaku yang menunjukan
nilai nilai etik
g. Kemampuan melihat
kerangka kerja yang legal di
tempat itu
h. Kemampuan melihat keterbatasan
4 Kemampuan membuat intervensi
keperawatan
a. Kemampuan membuat diagnose
kperawatan yang tepat
b. Membuat prioritas yang
sesuai kondisi klien
c. Kemampuan membuat
criteria tindakan
d. Membuat perencanaan yang
susuai
5 Kemampuan memberikan konsultasi
80
i9
atau pendidikan kesehatan
a. Kemampuan memberikan
pendidikan kesehatan sesuai
sengan kebutuhan klien
b. Kemampuan mengevaluasi
pemahaman klien
c. Kemampuan menggunakan media
yang sesuai
6 Organisasi dan efisiensi
a. Struktur dan keruntutan tindakan
b. Keefektifan waktu dan tindakan
c. Keefektifan alat
d. Keefektifan tempat
7 Kompetensi klinis Keperawatan
secara umum
a. Kemampuan mendemonstrasikan
kemampuan putusan klinis yang
memuaskan
b. Kemampuan mensietas
c. Kemampuan merawat
d. Efektivitas
e. Efisiensi
f. Penggunanaa alat yang sesuai
g. Keseimbangan antara manfaat
dan resiko
h. Kesadaran atas keterbatasan diri
SKOR TOTAL
NILAI = skor total
x100
Komponen yang di nilai x 4
Keterangan:
0= tidak 1= 2= 3= 4=
dilakukan melakukan melakukan melakukan melakukan
kurang dari 26%-50% 51%-75% lebih 75%
81
25% dari dari sub dari sub dari sub
sub komponen komponen komponen
komponen
Surabaya,
(………………………….) (………………………….)
82
i9
FINAL EXAM
(Nilai Total Akhir)
Surabaya,
(………………………….) (………………………….)
83
LAPORAN KEGIATAN MAHASISWA
(ADL)
Nama Mahasiswa : Dinas/shift :
NIM : RS :
Ruangan :
83
LAPORAN KEGIATAN MAHASISWA
(ADL)
Nama Mahasiswa : Dinas/shift :
NIM : RS :
Ruangan :
84
i9
LAPORAN KEGIATAN MAHASISWA
(ADL)
Nama Mahasiswa : Dinas/shift :
NIM : RS :
Ruangan :
85
LAPORAN KEGIATAN MAHASISWA
(ADL)
Nama Mahasiswa : Dinas/shift :
NIM : RS :
Ruangan :
86
i9
Nama Mahasiswa : Dinas/shift :
NIM : RS :
Ruangan :
87
Nama Mahasiswa : Dinas/shift :
NIM : RS :
Ruangan :
88
i9
LAPORAN KEGIATAN MAHASISWA
(ADL)
Nama Mahasiswa : Dinas/shift :
NIM : RS :
Ruangan :
90
i9
LAPORAN KEGIATAN MAHASISWA
(ADL)
Nama Mahasiswa : Dinas/shift :
NIM : RS :
Ruangan :
92
i9 1
LAPORAN KEGIATAN MAHASISWA
(ADL)
Nama Mahasiswa : Dinas/shift :
NIM : RS :
Ruangan :
94
i9
LAPORAN KEGIATAN MAHASISWA
(ADL)
Nama Mahasiswa : Dinas/shift :
NIM : RS :
Ruangan :
117
96
i9
CATATAN KEHADIRAN
PUKUL TANDA
TANGGAL RUANG/RS DATANG PULANG TANGAN
CI
CATATAN KEHADIRAN
PUKUL TANDA
TANGGAL RUANG/RS DATANG PULANG TANGAN
CI
98
i9
Daftar Pustaka
BAB 7
MATRIKS PROFESI KEPERAWATAN
GANCHART KEGIATAN PENDIDIKAN NERS KEPERAWATAN GERONTIK
NO KEGIATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
1 Pembukaan
2 Pengkajian
masalah
3 Desiminasi awal
Pemaparan
hasil pengkajian
Menentukan
rencana
kegiatan
1
4 Intervensi
kegiatan dan
asuhan
keperawatan pd
lansia
5 Desiminasi
akhir
Evaluasi
kegiatan
Ujian
6 Perbaikan
Laporan
7 Penutupan
BAB 7
PERSYARATAN DAN PERATURAN PROGRAM PROFESI NERS
i9
diharuskan menambah jam praktik sesuai dengan banyaknya
waktu yang tertinggaldari jadwal yang telah ditentukan.
9. Preceptee yang tidak hadir pada kegiatan profesi wajib melaporkan
secara lisan atau tertulis terlebih dahulu kepada pembimbing
pendidikan kemudian kepada pembimbing klinik rumah sakit/
lapangan.
10. Ketidakhadiran dengan alasan sakit harus disertai dengan surat
keterangan sakit dari dokter dan diserahkan kepada pembimbing
pendidikan atau pembimbing klinik rumah sakit/lapangan.
11. Preceptee yang tidak mengikuti praktik dengan alasan ijin/sakit,
harus mendapat ijin dari pembimbing. Yang bersangkutan
diwajibkan mengganti praktik sejumlah hari yang ditinggalkan.
12. Ketidakhadiran tanpa sepengetahuan pembimbing diwajibkan
mengganti sebanyak 2x hari praktik yang ditinggalkan.
13. Preceptee yang tidak mengikuti praktik lebih dari 2 hari dengan
alasan apapun dan tanpa pemberitahuan kepada pembimbing
klinik/ rumah sakit wajib mengulang pada praktik pada ruangan
tersebut.
14. Preceptee yang tidak mengikuti praktik selama lebih dari 5 hari
dengan alasan apapun pada satu bagian/departemen tertentu
kecuali sakit dan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan,
dinyatakan gugur pada bagian departemen tersebut.
15. Setiap preceptee yang mengganti hari praktik harus membawa
surat pengantar dari bagian profesi PSIK FIK Universitas
Muhammadiyah dan bila tidak membawa surat pengantar
dianggap tidak mengganti.
7.2.2. Seragam
1. Kegiatan Profesi di Rumah Sakit
a. Dinas pagi : Seragam yang dikenakan adalah atas dan
bawah putih sesuai dengan ketentuan pendidikan, tanda
pengenal, skort lengkap dengan logo dan bet Program Studi
S1 Keperawatan FIK UNMUH Surabaya, sepatu hitam
tertutup, hak maksimal 3 cm dan tidak bersuara.
b. Dinas Sore : Seragam yang dikenakan adalah atas coklat
muda dan bawah coklat tua sesuai ketentuan pendidikan,
tanda pengenal, logo dan bet Program Studi S1
Keperawatan FIK UNMUH Surabaya, sepatu hitam
tertutup, hak maksimal 3 cm dan tidak bersuara.
c. Selama praktik preceptee tidak diperkenankan memakai
perhiasan dalam bentuk apapun.
d. Rambut Rapi.
2. Praktik lapangan
Atas kemeja putih dan bawah rok/celana panjang hitam, tanda
pengenal dan jas almamater, sepatu tertutup, tidak bersuara.
4. Preceptee yang tidak memenuhi ketentuan diatas tidak
diperkenankan mengikuti praktik dan dinyatak tidak hadir
7.3. Peralatan Klinik
1. Setiap preceptee wajib membawa perlengkapan klinik yang
menunjang pelaksanaan praktik, meliputi : stetoskop, tensimeter,
termometer, jam, penlight, reflek hammer, gunting, pinset
anatomi, pinset chirrugis, meteran kain, masker, gunting kuku.
2. Preceptee yang tidak membawa perlengkapan klinik pada saat
praktik dengan seijin pembimbing pendidikan atau pembimbing
klinik diberikan waktu untuk mengambil perlengkapan klinik yang
diperlukan
3. Waktu yang dipergunakan untuk mengambil alat praktik, wajib
diganti dengan menambahkan pada akhir jam praktik.
7.4. Pelaksanaan Program Profesi
1. Preceptee wajib mengikuti kegiatan orientasi ruangan
2. Preceptee yang tidak membawa laporan pendahuluan pada pre
conference atau laporan tidak lengkap atau tidak sesuai dengan
topik yang telah ditentukan , tidak diperkenankan mengikuti
praktik dan dinyatakan tidak hadir.
3. Preceptee yang tidak mengikuti pre conference dan post
conference dinyatakan tidak hadir
4. Laporan kasus harus dibawa setiap hari
5. Preceptee yang tidak membawa laporan asuhan keperawatan pada
saat post conference atau laporan tidak lengkap dengan ketentuan
yang berlaku dinyatakan tidak hadir.
6. Jika dalam 2 hari preceptee belum mendapatkan kasus sesuai
dengan yang telah ditentukan, maka denagn sepengetahuan
i9
pembimbing pendidikan dan klinik preceptee di haruskan
mengganti kasus dan mengikuti pre conference susulan.
7. Bedside teaching – Tutorial individu dilaksanakan mulai dari
minggu pertama sampai ke tujuh. Pelaksanaannya menyesuaikan
dengan preceptorship klinik.
8. DOPS dilaksanakan bedahan mulai dari minggu pertama sampai
minggu ke tujuh. Setiap preceptee wajib melakukan DOPS 10 kali
dengan minimal 2 kali DOPS tiap ruamgan.
9. Setiap preceptee wajib melakukan satu kali presentasi kasus dan
satu kali presentasi jurnal yang sudah dikonsulkan kepada
preceptor klinik yang dilaksanakan antara minggu pertama sampai
ke tujuh.
10. Setiap preceptee wajib melakukan pada minggu ke dua tiap
ruangan.
11. Minicex dilaksanakan pada minggu terakhir gerbong setelah
preceptee menyelasikan kewajibannya.
7.5. Ujian
1. Preceptee dinyatakan berhak mengikuti ujian setelah memenuhi
ketentuan kehadiran 100 % di masing – masing bagian.
2. Ujian klinik / lapangan dilakukan pada minggu akhir
pelaksanaan kegiatan profesi di setiap bagian / departemen.
3. Kasus yang akan diujikan ditentukan pada hari pelaksanaaan
ujian.
4. Penguji sekurang – kurangnya terdiri dari 2 ( dua ) orang yang
terdiri dari: 1 ( satu ) orang dari pendidikan dan 1 ( satu 0 orang
dari tempat praktik atau tempat ujian dilaksanakan.
5. Ketentuan ujian disesuaikan dengan ketentuan dari masing –
masuing bagian.
6. Preceptee yang dinyatakan tidak lulus ujian diberikan
kesempatan untuk memperbaiki / mengulang ujian pada hari
berikutnya atau sesuai dengan kesepakatan dengan penguji.
7. Preceptee yang tidak mengikuti ujian dengan alasan: sakit/ijin
dan disertai dengan surat keterangan yang dapat
ditanggungjawabkan, diberikan kesempatan untuk mengikuti
ujian susulan pada bagian yang bersangkutan.
8. Hal – hal yang menyangkut ujian susulan atau ujian perbaikan,
sepenuhnya menjadi kewenangan PJMA yang bersangkutan,
penmguji pendidikan dan penguji dari tempat praktik.
7.6 Referensi
1. Selama program profesi preceptee wajib membawa buku
panduan profesi dan atau buku panduan kompetensi.
2. Selama praktik preceptee diwajibkan membawa literatur sesuai
dengan topik kasus yang diambil.
3. Preceptee yang tidak membawa literatur yang sesuai dengan
topik kasus yang diambil dengan seijin pembimbing pendidikan
atau pembimbing klinik / lapangan diberikan waktu untuk
membawa literatur yang sesuai.
4. Waktu yang digunakan untuk mengambil literatur, wajibdiganti
dan ditambahkan pada akhir jam praktik.
BAB 8
HAK PASIEN DAN KELUARGA
A. PENDAHULUAN
Hak pasien sebenarnya merupakan hak asasi yang bersumber
dari hak dasar individual dalam bidang kesehatan, The Right of Self
Determation. Hak merupakan kewenangan seseorang untuk
mendapakan sesuatu, dalam hal ini hak pasien dan keluarga dalam
memperoleh layanan kesehatan di rumah sakit harus di indahkan.
Ruang Lingkup Hak Pasien dan Keluarga meliputi :
1. Pemberian Informasi
Setiap pasien yang di rawat di RSIJPK mempunyai hak
mendapatkan informasi baik bersifat umum, informasi medis dan
hak istimewa sesuai dengan undang-undang RI No 44 Tahun
2009 tentang Rumah Sakit.
Informasi umum seperti pasien di informasikan tentang
hak dan kewajiban, peraturan berkunjung dan menunggu,
persetujuan tata tertib.
Informasi khusus tentang perkembangan kondisi pasien
dan rencana tindakan dalam rangka menegakan diagnosa.
Pasien juga mempunyai hak istimewa yaitu berhak
merahasiakan identitas pasien seperti memasang diagnosa
106
i9
maupun, hasil penunjang maupun penyakitnya kepada keluarga
maupun pihak ketiga.
2. Perlindungan hak pasien dan keluarga terhadap kebutuhan
privasi
Hak atas informasi pasien adalah suatu hak yang dimiliki
oleh pasien tentang semua fakta dan keadaan pasien yang telah
disampaikan dan diketahui dokter atau tenaga kesehatan lainnya
termasuk perawat atas dasar kepercayaan. Informasi tentang
pasien tersebut dituangkan dalam sebuah berkas yang disebut
dengan Rekam Medik Kesehatan. Dengan demikian pemilik
rahasia kedokteran dan isi rekam medik kesehatan adalah pasien,
sedangkan dokter dan perawat mempunyai kewajiban untuk
merahasiakan isi rekam medis tersebut terhadap pihak-pihak lain
selain pasien.
Petugas kesehatan harus dapat dipercaya bahwa akan
menyimpan semua rahasia pasien serta tidak akan
mengungkapkan rahasia itu kepada siapapun juga tanpa
persetujuan pasien kecuali atas perintah Undang-Undang. Hak
atas rahasia informasi ini bertujuan untuk melindungi hak dasar
manusia
3. Perlindungan terhadap harta milik pasien
Rumah sakit bertanggung jawab terhadap barang-barang
milik pasien dalam keadaan emergensi, pasien akan di lakukan
tindakan medik, dan mereka yang tidak mampu mengambil
keputusan mengenai barang miliknya. Selain hal tersebut
perlindungan terhadap barang-barang milik pasien rawat inap
dilakukan oleh pasien dan atau keluarga pasien itu sendiri.
Petugas keamanan akan segera mengamankan barang-
barang milik pasien dalam keadaan emergensi dan mereka yang
tidak mampu mengambil keputusan mengenai barang miliknya.
Rumah sakit menetapkan peraturan dalam Tatatertib
rawat inap bahwa perlidungan barang-barang milik pasien rawat
inap yaitu harus dilakukan oleh pasien dan atau keluarga pasien
itu sendiri.
4. Perlindungan terhadap kekerasan fisik
Rumah sakit bertanggung jawab melindungi pasien dari
kekerasan fisik oleh pengunjung, pasien lain dan staf rumah
sakit. Tanggung jawab ini di berikan terhadap pasien rawat inap
karena tindak kekerasan sebelumnya. Rumah sakit berupaya
mencegah kekerasan melalui prosedur investigasi pada setiap
orang yang mengunjungi pasien yang bersangkutan,
memonitoring dan secara cepat bereaksi terhadap mereka yang
berada dalam bahaya kekerasan.
5. Hak memperoleh Second Opinion
Dalam memberikan layanan kesehatan terhadap pasien
rawat inap, pada kondisi pasien merasa tidak puas atas pelayanan
kesehatan atau pendapat dokter yang merawatnya, dalam hal ini
pasien berhak mendapatkan second opinion.
Pasien berhak untuk memilih dokter dan meminta second
opinion (pendapat dari dokter ahli lain). Sudah menjadi hak
pasien untuk mendapatkan second opinion. Yang dimaksud
dengan second opinion disini adalah pasien menginginkan
pandangan dokter lain terhadap masalah kesehatan yang
dihadapi pasien dengan meminta pindah penanggung jawab
dokter atas perawatannya atau meminta pindah rawat inap di
rumah sakit lain.
108
i9
Keputusan menolak resusitasi serta melanjutkan atau
menolak pengobatan bantuan hidup dasar merupakan keputusan
paling sulit yang dihadapi pasien, keluarga ataupun rumah sakit.
Keputusan akan tindakan medis, termasuk resusitasi, adalah hak
ekslusif pasien. Penderita atau wali hukumnya harus diberitahu
sebelum kondisi pasien berpotensi menjadi terminal. Harus
dibuat persetujuan anggota keluarga bila di inginkan oleh pasien
atau bila pasien tidak kompeten.
Sebaliknya pasien atau keluarga dapat menolak resusitasi
atau bagian dari resusitasi. Bila pasien dalam keadaan ekstrim
yang membutuhkan tindakan darurat, tindakan segera dilakukan
sesuai indikasi. Bila pasien kompeten atau keluarga menolak
tindakan, semua usaha dibatalkan. Bila dilakukan tindakan disaat
tidak ada keluarga, usahakan menghubungi keluarga saat itu
juga. Persetujuan tindakan medik (informed consent) dapat di
nyatakan secara tertulis atau lisan, termasuk dg menggunakan
bahasa tubuh. Setiap tindakan medik yang mempunyai resiko
tinggi mensyaratkan persetujuan tertulis.
Dalam kondisi dimana pasien tidak mampu memberikan
persetujuan dan tdk memiliki pendamping, maka dengan tujuan
untuk penyelamatan hidup ( life saving) atau mencegah
kecacatan pasien yg berada dalam keadaan gawat darurat,
tindakan medik dapat di lakukan tanpa persetujuan pasien.
Dalam hal tindakan medik yang menyangkut kesehatan
reproduksi, persetujuan harus di berikan oleh pasangannya.
Dalam hal tindak medik yang menyangkut kepentingan publik
(misal : imunisasi massa dalam penanggulangan wabah), tidak di
perlukan persetujuan.
8. Hak pelayanan kerohanian pasien
Rumah sakit mempunyai proses untuk berespon terhadap
permintaan pasien dan keluarganya untuk pelayanan rohaniwan
atau sejenisnya berkenaan dengan agama dan kepercayaan
pasien. Baik pasien muslim maupun non muslim. Pelayanan
dilaksanakan dengan penuh perhatian dan menghormati nilai-
nilai pribadi dan kepercayaan pasien dengan tetap menghargai
kepercayaan pihak lain.
9. Menanggapi keluhan.
Dalam memberikan layanan kesehatan yang baik bagi
seluruh pasien yang berkunjung ke Rumah Sakit Islam Jakarta
Pondok Kopi, misalnya pada kondisi pasien merasa tidak puas
atas pelayanan kesehatan yang di berikan, rumah sakit
memberikan sarana untuk menanggapi keluhan tersebut melalui
bagian Pelayanan Pelanggan. Dalam pelakasanaan pelayanan
pelanggan Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi senantiasa
mengacu pada kebijakan pemerintah yang digunakan sebagai
dasar pelayanan di rumah sakit. Untuk pengelolaan keluhan
pelanggan di atur tersendiri oleh unit pemasaran Rumah Sakit
Islam Jakarta Pondok Kopi.
10. Persetujuan tindakan kedokteran
Pasien mempunyai hak atas informasi tentang
kesehatannya ( the right to information), dan oleh karenanya
dokter wajib memberikan informasi dengan bahasa yang di
pahami oleh pasien atau penterjemahnya, kecuali bila informasi
tersebut dapat membahayakan kesehatan pasien.
Informasi yang berkaitan dengan tindakan medik yg akan
di lakukan meliputi : diagnosis medik, tatacara tindakan medik,
tujuan tindakan medik, alternatif tindakan medik lain, risiko
tindakan medik, komplikasi yg mungkin terjadi serta prognosis
terhadap tindakan yang di lakukan.
Setelah pasien atau keluarga mendapatkan informasi yang
selengkap-lengkapnya dari dokter, keluarga dapat mengambil
keputusan untuk dilakukan tindakan medik sesuai dengan
kebutuhan pasien dengan membuat pernyataan tertulis di lembar
persetujuan.
B. Batasan Operasional
1. Admission
Adalah tempat pendaftaran rawat inap
2. Hak
Kekuasaan / kewenangan yang dimiliki oleh seseorang atau suatu
badan hukum untuk mendapatkan atau memutuskan untuk
berbuat sesuatu.
3. Kewajiban
i9
Sesuatu yang harus diperbuat atau yang harus dilakukan oleh
seseorang atau suatu badan hukum
4. Pasien
Penerima jasa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Islam Jakarta
Pondok kopi, baik dalam keadaan sehat maupun sakit.
5. Dokter
Tenaga medis yang memberikan pelayanan kesehatan di Rumah
Sakit Islam Jakarta Pondok kopi, mencakup dokter dan dokter
gigi.
6. Perawat
Seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam
maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
7. Rumah Sakit
Sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan
pelayanan kesehatan serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan
tenaga kesehatan dan penelitian
Hak Pasien : Hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien
C. Landasan Hukum
1. Undang-undang Republik Indonesia No. 29 tahun 2004 tentang
Praktik Kedokteran
2. Undang-undang Republik Indonesia No. 44 tahun 2009 tentang
Rumah Sakit
3. Undang-undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan
4. Peraturan Pemerintah No.10 tahun 1966 tentang Wajib Simpan
Rahasia Kedokteran.
D. Tata Laksana Pelayanan
1. Informasi mengenai Hak pasien dan keluarga akan di sampaikan
oleh petugas admission pada saat pelanggan mendaftar di
pendaftaran rawat inap.
2. Informasi tersebut disampaikan dalam bentuk tertulis pada
formulir hak dan kewajiban pasien rawat inap Rumah Sakit Islam
Jakarta Pondok Kopi.
3. Ditayangkan pada display TV Media Rumah Sakit Islam Jakarta
Pondok Kopi bagi pasien rawat jalan.
4. Apabila pasien tidak dapat memahami bahasa Indonesia Rumah
Sakit menyediakan penerjemah.
i9
komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan
yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan
11. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan
dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya
12. Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis
13. Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya
selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya
14. Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam
perawatan di rumah sakit
15. Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan rumah sakit
terhadap dirinya
16. Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama
dan kepercayaan yang dianutnya
17. Menggugat dan/atau menuntut rumah sakit apabila rumah sakit diduga
memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara
perdata ataupun pidana
18. Mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar
pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
B. Kewajiban Pasien meliputi :
1. Mematuhi aturan yang berlaku di rumah sakit.
2. Mematuhi semua instruksi dokter dan perawat dalam pengobatannya.
3. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang di terima di rumah sakit
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah
kesehatannya kepada tenaga kesehatan di rumah sakit.
5. Mematuhi kesepakatan dengan rumah sakit.
114
i9
7. Dokter wajib memberikan informasi yang adekuat tentang
perlunya tindakan medik yang bersangkutan serta resiko yang
dapat di timbulkannya.
8. Dokter wajib membuat rekam medis yang baik secara lengkap dan
berkesinambungan berkaitan dengan keadaan pasien.
9. Dokter wajib terus menerus menambah ilmu pengetahuan dan
mengikuti perkembangan ilmu kedokteran/kedokteran gigi.
10. Dokter wajib memenuhi hal-hal yang telah disepakati/perjanjian
yang telah dibuatnya.
11. Dokter wajib bekerja sama dengan profesi dan pihak lain yang
terkait secara timbal balik dalam memberikan pelayanan kepada
pasien.
12. Dokter wajib mengadakan perjanjian tertulis dengan pihak rumah
sakit.
116
i9
8. Rumah Sakit berhak untuk mendapatkan insentif pajak bagi rumah
sakit publik dan rumah sakit yang ditetapkan sebagai rumah sakit
pendidikan.
118
i9
BAB 9
PANDUAN DOA
No Nama Doa
1 Doa memohon ال ّل ُه َّم ِ إنِّ ْ ي َأ ْ سَألُ َ ك ِ ع ْل ًما َ نا فِ عًا َ و ِر ْز ًقا َ وا ِ س ً عا
ilmu, rizki, dan ُك ِ ّل َدا ٍء َ و َ س َق ٍم ( َر َواه ُ َو ِ شفَا ًء ِ م ْ ن
kesehatan )ال َّ ط ْب َرانِ ْ ي
120
i9
lebih baik bagiku.” (HR Bukhari)
6 Doa bagi orang اللّ ُه َّم ا ْ غ ِف ْر ِ ل ْ ي َ وا ْر َ ح ْم ِن ْ ي
yang sakit parah َوأَ ْل ِح ْقِن ْ ي ِ ب َر ِف يْ ِع ْاألَ ْ ع َلى
dan punya
harapan sembuh Allahummagh fir lii warhamnii wa alhiqni birafii’il
a’laa
i9
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya, Ya
Allah berilah pahala kepadaku di dalam menempuh
musibahku dan berilah aku ganti yang lebih baik dari
ini.” (HR Muslim)
12 Doa akan ِب ْ س ِما ِ هلل ال َّر ْ حم ِ ن ال َّر ِح ْي ِم
minum obat
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha
Pengasih lagi Penyayang.” (HR Tirmidzi)
13 Doa selesai د ِ ّ ِِل ا َّل ِذ ْ ي َ ك َفا نَ ا َ وَأ ْر َوا نَ ا َ غ ْي َر َ م ْك ِف
ُ ا ْل َ ح ْم
minum obat ْ ْ
)ي َ و َل َ م كُف ْو ٍر ( َر َواهُ ا لبُ َ خا ِري ٍ ّ
122
i9
wahai penghuni kubur dari golongan orang-orang
mukmin dan orang-orang muslim, dan Insya Allah
kami akan menyusul kalian. Kami mohon kepada Allah
keselamatan bagi kami dan bagi kalian.” (HR Muslim)
AYAT-AYAT TEMATIK KESEHATAN UNTUK PERAWAT
124
i9
ه َوٱلَّ ِذي ي
Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana
dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Al
'Imran:6)
ن, ع ۡد در جَ ۡم خ ۡي ُر ۡٱ ل َب ُ ؤهُ عن أُ ْو َّ نَّٱلَّ ِذي َ ن ءا َمنُواْ و َ ع
َٰن ˜
َٰلَ ِئ
ِملُواْ ٱل ص
ۡم ج ِّب ِه ۡم٧ ِر َّي ِة
˜َزا ِل
ت ح َك ت
َ
َُي خ ر َّبهۥ َذ ِل َم ۡن ۡ ا
َر رض َ ي ٱ َّ ِل ضو ُه ع ن
ِل ك
ِش ا ع ۡن ُه ۡم و
126
i9
ª ت ِت َها ٱ ۡألَۡ ن َٰ َه ُر ت م َخ ِل َها˜ َأ َب ٗد ۡ ري
ا في ۡح ن ِدي َ ن َ ج ِ ٨
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di
sisi Tuhan mereka ialah surga ´Adn yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah
ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang
demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada
Tuhannya (Al Bayyinah:7-8)
2 Sehat dan Manusia sakit Allah yang Q.S Asy Syuaraa 26:80
sakit dalam menyembuhkan
Islam
Allah mengabulkan Q.S Al Baqoroh 2:186
permohonan hamba
م
dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (Ash
Shu'ara"80)
126
i9
Penyakit sebagai ujian keimanan
˜يََأ ُّي َهاٱلَّ ِذي َ ن ءا َمنُواْ ٱ ۡ ستَ ِعينُواْ ِ بٱلص ۡب ِر وٱلصلَ َٰو ِا ة ِ إ َّ ن ٱ َّ َِل م
َع ٱل َّ ص ِب ِري َ ن ٣٥١
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat
sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang
sabar (Al Baqarah153)
128
i9
Dapat menyimpan Q.S Al Anfal 8:27
Perlunya berobat pada ahlinya
ۡسلُ ˜واْ أَ ۡه َ ل ۡم ل تَ ۡعلَ ُمو و َما˜ َأ ۡر س من َق ۡب ِل َ جا ٗل ُّنو ِح
٣٤ َن ٱل ِّذ ۡك ِر ِ إن ُنت َّ
مªۡ لنَا َك ِ إ ل ˜ي ِإلَ ۡي ِه
ر
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki
yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada
orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui
(An Nahl:43)
130
i9
dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin
membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang bersih (At Tawbah:108)
Menghormati pasien
ر, ۞ َولََق ۡد َّر ۡمنَا َ ب ِن و َ ح ي ۡٱ ل َب وٱۡ ل َب و َر َز ّ ط ت ضۡ ل ع ك ِثي
َوف َٰ َن ل ۡق َٰ َن م ِّ ر ۡح ِر ˜ي ءاَد َم َمۡ ل َٰ َن
ُه َٰى ِّي ن َ ُهم ك ُه ۡم
ٱل
ۡم
َب
٠٧ ّم َّم ۡن خلَ ۡق نَ ا َت ۡف ضي ٗل
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami
angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki
dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan
yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan
(Al Isra:70)
132
i9
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang
terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah
syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata
bagimu (Al Baqarah:168)
134
i9
أُ ِح َّ ل َلكُ ۡم
٦٩ وٱتَ ّقُوْاٱل َّل َهٱلَّ ِذ ي ِ إل ش ُرو َ ن
ۡي ِه ت
ۡح
Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang
berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi
orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu
(menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram.
Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya-lah kamu akan
dikumpulkan (Al Ma’idah:96)
Keharaman makan darah, bangkai, dan daging babi
م َ ي ۡ ط َ ع ُم م ۡيتَ ةً أَ ۡو َد ٗما م,طا ِ ع َد ِ في ما˜ أُ و ِح َ ي ِإل
ُ ُقل ˜ل أَ ِج
َ
ۡسفُو ً حا أ ۡو ه ِإ َّ ˜ل َأن َي ُ كو َ ن
ُ ˜ۥ َّي م َ ح َّر ًما
َ
عل َٰ ى
د َ فإ, ِل ِ ب ِا ۦه فَ َم ِ ن َ عا ِ َّ َغ ۡي ِر ٱ ر َفِإنَّ ۥه ۡ س َأ ۡو ِ ف, َل ۡح َم خن ِزي
َّ
ٱضط َّر غ ۡي َر َ با غ ل ل ن ر َّب َ ك
, ج ۡسقًا أُ ِه َّ ل٥٤١ َغفُو ر َّ ر ِحي م
و ر
Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan
kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak
memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang
mengalir atau daging babi -- karena sesungguhnya semua itu kotor -
- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.
Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak
menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka
sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
(Al An'am:145)
136
i9
˜
ُأن ِز َ ل م َ ع ˜هۥُ أُ ْو َٰلَ ِئ َ ك ُ م ۡٱ ل ُم ۡف ِل ُ حو
٧٥١ َن
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang
(namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang
ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma
´ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan
menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan
bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-
beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-
orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan
mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al
Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung (Al A'raf:157)
138
i9
ُه ۡم وٱ ۡألَ ۡغ َٰلَ َّلتِي كانَ ۡ ت علَ ۡي ِه ۡام َفٱ َّل ِذي َ ن ءا َمنُوْا ِ هۦ وع َّز ُروه ُ ص َر
ونَص ُروهُ وٱَت ّ َبعُوْاٱلنُّو َرٱلَّ ِذي
˜
ُأن ِز َ ل م َ ع ˜هۥُ أُ ْو َٰلَ ِئ َ ك ُ م ۡٱ ل ُم ۡف ِل
٧٥١ ُحو َ ن
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang
(namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang
ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma
´ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan
menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan
bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-
beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-
orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan
mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al
Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung (Al A'raf:157)
عن ت ۡام و َل ˜ل أَن َٰ َج ˜يََأ ُّي َهاٱلَّ ِذي َ ن ءا َمنُوْا ل َت ۡأ ُ كلُ ˜وْا أَ ۡم َٰ َولَكُم َب ۡي َن ُ كم ِبٱۡ ل
َراض ّمن َتكُو َ ن َّ َرة َٰ َب ِ ط ِ ل
ُك
َ َّ َت ۡ ُ قتلُ ˜وْا َ أنُف َ س ُ ك ۡام ِإ َّ ن ٱ
ُ ِل كا َ ن
ك ۡم ر ِحي ٗما
٩٢
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan
harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan
perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.
Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah
adalah Maha Penyayang kepadamu (An Nisa’:29)
140
i9
ِن و َ كا َ ن ٱلª ٱلش َٰ َي ِ طي
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya,
kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan
janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara
syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya (Al
Isra’:26-27)
FORMAT LAPORAN
B. Laporan Kelompok
1. Judul / Cover (Asuhan Keperawatan Kelompok Pada
Lansia Dengan Masalah...)
2. Lembar Pengesahan
3. Kata Pengantar
4. Daftar Isi
5. Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
1.3.2 Tujuan Khusus
1.4 Manfaat Kegiatan
142
i9
6. Bab II Tinjauan Pustaka
2.2 Konsep Panti
2.3 Konsep Lansia
7. Bab Metode Penelitian
4.1 Populasi
4.2 Sampel
4.3 Tempat dan Waktu
4.4 Instrumen
4.5 Rencana Analisa Data
4.5.1 Pengkajian
I. Gambaran Umum Panti
II. Data Khusus
4.5.2 Analisa Data
4.5.3 Perencanaan
4.5.4 Pelaksanaan
4.5.5 Evaluasi
8. Bab V Asuhan Keperawatan Kelompok
5.1 Pengkajian (lihat form pengkajian)
5.2 Analisa Data
Tanggal Data Masalah Kemungkinan
Keperawatan Penyebab
5.5 Evaluasi
Diagnosa 1
Tgl Subject Object Assesment Planning
9. Bab VI Penutup
6.1 Simpulan
6.2 Saran
10. Bab VII Daftar Pustaka
11. Lampiran
144
i9
Sistem Penilaian Praktek Keperawatan Gerontik
FORMAT PENILAIAN UJIAN PROFESI (KLINIK)
KEPERAWATAN
Nama Mahasiswa : ………………………………………………….
Tanggal Ujian : ………………………………………………….
Tempat Ujian : ………………………………………………….
Nama Penilai : ………………………………………………….
Kasus :
SKOR NILAI
No ASPEK YANG DINILAI BOBOT (Bobot x
1 2 3 4
Skor)
I. PROSES
A. KEPERAWATAN
PENGKAJIAN:
1. Ketepatan data
2. Kelengkapan data
3. Relevansi dan nyata
4. Analisa dan sintesa
5. Perumusan diagnosa
keperawatan
B. PERENCANAAN:
1. Prioritas masalah
2. Tujuan
3. Kriteria keberhasilan
4. Rencana tindakan dan
rasional
C. IMPLEMENTASI
1. Prosedur keperawatan
2. Menciptakan
lingkungan terapeutik
3. Pendidikan
keperawatan
4. Kolaborasi
5. Interaksi klien
6. Perilaku dan penilaian
professional
7. Advokasi
8. Ketepatan pelaksanaan
tindakan
9. Menilai respon klien
kembali
10. Dokumentasi
keperawatan
D. EVALUASI
1. Kesesuaian kriteria
keberhasilan
2. Penilaian secara
obyektif
3. Pengamatan perubahan
4. Pengambilan keputusan
II. RESPONSI:
1. Pengetahuan gangguan
system
2. Rencana keperawatan
3. Tindakan keperawatan
4. Prosedur
5. Pendidikan
keperawatan
6. Kolaborasi
7. Studi obat
8. Proses keperawatan
146
i9
(…………………………)
FORMAT PENILAIAN DESIMINASI
A. PENYAJIAN (BOBOT : 3)
ASPEK YANG NILAI
NO
DINILAI 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4
1. Sesuai waktu
2. Kemampuan
mengemukakan intisari
kasus
3. Kelancaran dan
kejelasan dalam
penyajian
4. Penampilan yang diuji
JUMLAH = jumlah nilai x Bobot (3)
Jumlah aspek (4)
Surabaya,
Penguji/Pembimbing
(…………………………..)
NIP.
148
i9
FORMAT PENILAIAN LAPORAN PENDAHULUAN
Nama Peserta Didik : ……………………………………
Tempat / tgl Praktik : ……………………………………
Bobot : 5%
I. ASPEK TEORITIS KASUS
NO ASPEK YANG DINILAI SKORE 1-4 KET.
1. Ketepatanpengertian kasus yang
diambil
2. Kemampuan pembuatan
patobiologi/perjalanan penyakit
secara sistematik
3. Ketepatan penatalaksanaan
kasus dan komplikasi
Jumlah = jumlah nilai x Bobot (4)
Jumlah aspek (3)
Surabaya,………………………
Penguji/Pembimbing
( ………………………… )
NIP.
150
i9
Format Penilaian Implementasi (Kegiatan) di Panti
Hari/ Tanggal :
Tempat Praktik :
Nama Kegiatan :
NO ASPEK PENILAIAN SKORE (1-4) KET
1 Kesesuaian antara
kegiatan dan rencana
yang disusun
2 Kemampuan kelompok
dalam membagi tugas
para anggota
3 Kemampuan dalam
berkomunikasi pada lanjut
usia
4 Keaktifan dan sikap
mahasiswa dalam kegiatan
TOTAL
Nilai = Jumlah nilai x 100
16
Surabaya,…………
Penguji/Pembimbing
(…………………… )
NIP.
NILAI AKHIR KELOMPOK:
1. Nilai desiminasi awal
2. Nilai desiminasi akhir
3. Nilai kegiatan
NILAI AKHIR INDIVIDU:
1. Nilai ujian
2. Nilai laporan pendahuluan dan kasus
3. Nilai Aktifitas dalam kegiatan: Nilai akhir kelompok (70%)
+
A. DATA BIOGRAFI
Nama :
Alamat :
Umur :
Jenis Kelamin
(1) Laki – laki (2) Perempuan
Umur
(1) Middle (2) Elderly
(3) Old (4) Very Old
Status
(1) Menikah (2) Tidak menikah
(3) Janda (4) Duda
Agama
(1) Islam (2) Protestan
(3) Hindu (4) Duda
Suku
(1) Jawa (2) Madura
(3) Lain-lain, sebutkan............................
152
i9
Tingkat Pendidikan
(1) Tidak tamat SD (2) Tamat SD
(3) SMP (4) SMU (5) PT
(6) Buta huruf
Lama tinggal di panti
(1) < 1 tahun (2) 1-3 tahun (3) > 3 tahun
Sumber pendapatan
(1) Ada, jelaskan.............................................................
(2) Tidak, jelaskan..........................................................
Keterangan :
B. RIWAYAT REKREASI
Hobi Minat :
Keanggotaan Organisasi :
Liburan Perjalanan :
C. RIWAYAT KESEHATAN
Keluhan yang dirasakan saat ini :
(1) Nyeri dada (2) Pusing (3) Batuk
(4) Panas (5) Sesak (6) Diare
(7) Gatal (8) Jantung berdebar
(9) Nyeri sendi (10) Penglihatan kabur
Apa keluhan yang paling sering dirasakan dalam tiga bulan terakhir :
(1) Nyeri dada
(2) Pusing
(3) Batuk
(4) Panas
(5) Sesak
(6) Diare
(7) Gatal
(8) Jantung berdebar
(9) Nyeri sendi
(10) Penglihatan kabur
154
i9
Keluhan :Ya / Tidak
Jika Ya, Jelaskan :
Mata
Konjungtiva : anemis /
tidak Sklera : ikterik /tidak
Starbismus : ya / tidak
Penglihatan : kabur / tidak
Penggunaan kacamata : ya
/tidak Peradangan: ya / tidak
Riwayat katarak : ya / tidak
Keluhan : ya / tidak
Jika Ya, Jelaskan :
Hidung
Bentuk :simetris / tidak
Peradangan : ya / tidak
Penciuman : terganggu /
tidak Jika Ya, Jelaskan :
Telinga
Kebersihan : bersih / tidak
Peradangan : ya / tidak
Pendengaran : terganggu /
tidak Jika Ya, Jelaskan :
156
i9
Keluhan Lain : ya / tidak
Jika Ya, Jelaskan :
Leher
Pembesaran kelenjar tiroid : ya / tidak
Kaku kuduk : ya / tidak
Dada
Bentuk dada : normal chest / barrel chest / pigeon chest /
lainnya
Retraksi : ya / tidak
Wheezing : ya /
tidak Rhonchi : ya / tidak
Suara jantung tambahan : ada / tidak
Abdomen
Bentuk : Distend / flat / lainnya
Nyeri tekan : ya / tidak
Kembung : ya / tidak
Bising usus : ada / tidak, frekuensi : kali/menit
Massa : ya / tidak, regio
Genetalia
Kebersihan : baik/tidak
Haemoroid : ya/tidak
Hernia : ya/tidak
Ekstremitas
Kekuatan otot : Skala (1-5)
Kekuatan otot:
0 : Lumpuh
1 : Ada kontraksi
2 : Melawan grafitasi
3 : Melawan grafitasi tapi tidak ada tahanan
4 : Melawan grafitasi dengan tahanan sedikit
5 : Melawan grafitasi dengan kekuatan
penuh Postur tubuh : skoliosis/lordosis/tegap
(normal) Rentang gerak : maksimal/terbatas
Deformitas :ya/tidak, jelaskan ...................................
Tremor : ya/tidak
Edema kaki : ya/tidak, pitting edema/tidak
Penggunaan alat bantu : ya/tidak, jenis.............................
REFLEKS Kanan Kiri
Biceps
Triceps
Knee
Achiles
Keterangan:
Refleks (+) : normal
Refleks (-) : menurun/meningkat
Integumen
Kebersihan : baik/tidak
Warna : pucat / tidak
Kelembaban : kering/lembab
Gangguan pd kulit : ya/tidak, jelaskan.............................
PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
Hubungan dengan orang lain dalam wisma:
(1) Tidak dikenal
(2) Sebatas kenal
(3) Mampu berinteraksi
(4) Mampu kerjasama
158
i9
(3) Mampu berinteraksi
(4) Mampu kerjasama
Stabilitas emosi :
(1) Labil
(2) Stabil
(3) Iritabel
(4) Datar
Jelaskan:...........................................................................
Makanan tambahan:
(1) Dihabiskan
(2) Tidak dihabiskan
(3) Kadang – kadang dihabiskan
Jenis minuman :
(1) Air putih (2) Teh (3) Kopi
(4) Susu (5) Lainnya.....
160
i9
Gangguan tidur berupa:
(1) Insomnia
(2) Sering terbangun
(3) Sulit mengawali
(4) Tidak ada gangguan
Pola BAK
Frekwensi BAK
(1) 1-3 kali sehari
(2) 4-6 kali sehari
(3) > 6 kali sehari
Warna urine
(1) Kuning jernih
(2) Putih Jernih
(3) Kuning keruh
Gangguan BAK
(1) Inkontinensia urine
(2) Retensi urin
(3) Lainnya........
Pola Aktifitas
Kegiatan produktif lansia yang sering dilakukan:
(1) Membantu kegiatan dapur
(2) Berkebun
(3) Pekerjaan rumah tangga
(4) Ketrampilan tangan
162
i9
Menggunakan pasta gigi
(1) Ya
(2) Tidak
DATA PENUNJANG
1. Laboratorium:………………………………………….
2. Radiologi : …………………………………………..
3. EKG : …………………………………………..
4. USG : ………………………………………….
5. CT – Scan : ………………………………………….
[Link]-Obatan: ………………………………………….
INDEKS KATZ
(Indeks Kemandirian Pada Aktivitas Kehidupan Sehari-hari)
=======================================
A. Nama Klien : ……………………….
Tanggal :…………………........
Jenis Kelamin : L / P Umur : ……tahun
TB / BB: Cm / Kg
Agama : ……………. Suku :...............................Gol
Darah :
Tahun Pendidikan : …………SD,...........................SLTP,
………..SLTA,...............PT
Alamat : …………………………………………..
Sko Kriteria
re
Kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar
A kecil, berpakaian dan mandi.
Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali
B satu dari fungsi tersebut.
Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali
C mandi dan satu fungsi tambahan.
Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali
D mandi, berpakaian dan satu fungsi tambahan.
Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali
E mandi, berpakaian, kekamar kecil dan satu fungsi tambahan.
Kemandirian dalam semua aktivitas hidup sehari-hari, kecuali
F mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah dan satu fungsi
tambahan.
155
32
i9
Menggunakan SPMSQ (Short Portable Mental Status Quesioner)
Ajukan beberapa pertanyaan pada daftar dibawah ini:
NO PERTANYAAN JAWABAN BENAR SALAH
1 Tanggal berapa hari ini ?
2 Hari apa sekarang ?
3 Apa nama tempat ini ?
4 Dimana alamat anda ?
5 Berapa umur anda ?
6 Kapan anda lahir ?
7 Siapa presiden Indonesia ?
8 Siapa presiden
Indonesia sebelumnya
?
9 Siapa nama ibu anda ?
10 Kurang 3 dari 20 dan tetap
perguruan 3 dari setiap angka
baru, secara menurun ?
JUMLAH
Interpretasi:
Salah 0 – 3 : Fungsi intelektual utuh
Salah 4 – 5 : Fungsi intelektual kerusakan ringan
Salah 6 – 8 : Fungsi intelektual kerusakan sedang
Salah 9 – 10 : Fungsi intelektual kerusakan berat
PENGKAJIAN KEMAMPUAN ASPEK KOGNITIF
Menggunakan MMSE (Mini Mental Status Exam)
No Aspek Nilai Nilai Kriteria
Kognitif Maks Klien
1 Orientasi 5 Menyebutkan dengan benar :
Tahun :
Musim :
Tanggal :
Hari :
Bulan :
156
i9
2 Orientasi 5 Dimana sekarang kita berada ?
Negara :
Propinsi :
Kabupaten / Kota :
Panti :
Wisma :
3 Registrasi 3 Sebutkan 3 nama objek (misal :
kursi, meja, kertas), kemudian
ditanyakan kepada klien,
menjawab :
1. Kursi
2. Meja
3. Kertas
4 Perhatian 5 Meminta klien berhitung mulai
dan dari 100 kemudian kurang 7
kalkulasi sampai 5 tingkat.
Jawaban :
1. 93
2. 86
3. 79
4. 72
5. 65
5 Mengingat 3 Minta klien untuk mengulangi
ketiga objek pada point ke-2 (tiap
poin nilai 1)
6 Bahasa 9 Menanyakan pada klien tentang
benda (sambil menunjukkan
benda tersebut) (point 2)
1
2
Minta klien untuk mengulang kata
berikut (point 3):
(tidak ada jika, dan, atau tetapi)
Minta klien untuk mengikuti
perintah berikut yang terdiri 3
langkah.
Ambil kertas ditangan anda, lipat
dua dan taruh dilantai.(point 3)
1.
2.
3.
Perintahkan pada klien untuk hal
berikut ” Tutup mata anda” (bila
aktifitas sesuai nilai 1 point)
TOTAL NILAI 30
Interpretasi hasil :
24 – 30 : Tidak ada gangguan kognitif
18 – 23 : Gangguan kognitif sedang
0 – 17 : Gangguan kognitif berat
158
i9
Tahun Pendidikan : …………SD,...........................SLTP,
………..SLTA,...............PT
Alamat : …………………………………………..
Skore Uraian
A. Kesedihan
3 Saya sangat sedih /tidak bahagia dimana saya takdapat
menghadapinya.
2 Saya galau / sedih sepanjang waktu dan saya tidak dapat keluar
darinya.
1 Saya merasa sedih atau galau.
0 Saya tidak merasa sedih.
B. Pesimisme
3 Saya merasa bahwa masa depan adalah sia-sia dan sesuatu tidak
dapat membaik.
2 Saya merasa tidak mempunyai apa-apa untuk memandang
kedepan.
1 Saya merasa berkecil hati mengenai masa depan.
0 Saya tidak begitu pesimis atau kecil hati tentang masa depan.
C. Rasa Kegagalan
3 Saya merasa benar-benar gagal sebagai sebagai orang
tua.(suami/istri)
2 Bila melihat kehidupan kebelakang, semua yang dapat saya lihat
hanya kegagalan.
1 Saya merasa telah gagal melebihi orang pada umumnya.
0 Saya tidak merasa gagal.
D. Ketidak Puasan
3 Saya tidak puas dengan segalanya.
2 Saya tidak lagi mendapatkan kepuasan dari apapun.
1 Saya tidak menyukai cara yang saya gunakan.
0 Saya tidak merasa tidak puas.
E. Rasa Bersalah
3 Saya merasa seolah-olah sangat buruk atau tak berharga.
2 Saya merasa sangat bersalah.
1 Saya merasa buruk / tak berharga sebagai bagian dari waktu
yang baik.
0 Saya tidak merasa benar-benar bersalah.
F. Tidak Menyukai Diri Sendiri
3 Saya benci diri saya sendiri.
2 Saya muak dengan diri saya sendiri.
1 Saya tidak suka dengan diri saya sendiri.
0 Saya tidak merasa kecewa dengan diri sendiri.
G. Membahayakan Diri Sendiri
3 Saya akan membunuh diri saya sendiri jika saya mempunyai
kesempatan.
2 Saya mempunyai rencana pasti tentang tujuan bunuh diri.
1 Saya merasa lebih baik mati.
0 Saya tidak mempunyai pikiran-pikiran mengenai
membahayakan diri sendiri.
H. Menarik Diri dari Sosial
3 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan
tidak perduli pada mereka semuanya.
2 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan
mempunyai sedikit perasaan pada mereka.
1 Saya kurang berminat pada orang lain dari pada sebelumnya.
0 Saya tidak kehilangan minat pada orang lain
I. Keragu-raguan
3 Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali.
2 Saya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat keputusan.
1 Saya berusaha mengambil keputusan.
0 Saya membuat keputusan yang baik.
i9
J. Perubahan Gambaran Diri
3 Saya merasa bahwa saya jelek atau tampak menjijikkan.
2 Saya merasa bahwa aada perubahan-perubahan yang permanen
dalam penampilan saya dan ini membuat saya tak menarik.
1 Saya khawatir bahwa saya tampak tua atau tak menarik.
0 Saya tidak merasa bahwa saya tampak lebih buruk dari pada
sebelumnya.
K. Kesulitan Kerja
3 Saya tidak melakukan pekerjaan sama sekali.
2 Saya telah mendorong diri saya sendiri dengan keras untuk
melakukan sesuatu.
1 Saya memerlukan upaya tambahan untuk mulai melakukan
sesuatu.
0 Saya dapat bekerja kira-kira sebaik sebelumnya.
L. Keletihan
3 Saya sangat lelah untuk melakukan sesuatu.
2 Saya merasa lelah untuk melakukan sesuatu.
1 Saya merasa lelah dari yang biasanya.
0 Saya tidak merasa lebih lelah dari biasanya.
M. Anoreksia
3 Saya tidak lagi mempunyai napsu makan sama sekali.
2 Napsu makan saya sangat memburuk sekarang.
1 Napsu makan saya tidak sebaik sebelumnya.
0 Napsu makan saya tidak buruk dari yang biasanya.
Penilaian
0–4 Depresi tidak ada atau minimal.
5–7 Depresi ringan
8 – 15 Depresi sedang.
16 + Depresi berat.
Dari Beck AT, Beck RW : Screening depresed patients in family practice
(1972)
ANALISA DATA
Data Interprestasi Masalah
Sign / ( Etologi ) ( Problem )
No Symptom )
1 2 3 4
i9
PRIORITAS MASALAH
1. …………………………………………………………
2. ………………………………………………………….
3. ………………………………………………………….
4. …………………………………………………………..
PROSES KEPERAWATAN
Dx. Kep. I : ………………………………………………
Tujuan :
Kriteria :
INTERVENSI RASIONAL
B. Misi :
………………………………………………………………
………………………………………………………………
………………………………………………………………
………………………………………………………………
…………
C. Motto :
………………………………………………………………
………………………………………………………………
………………………………
………………………………………………………………
…………………………………………
i9
IV. TUJUAN PANTI
A. TujuanUmum:
………………………………………………………………
………………………………………....................................
................................................
………………………………………………………………
………………………………………………………………
………………………………
B. Tujuan Khusus : 1.
……………………………………………...
2.……………………………………………...
3.……………………………………………..
4.……………………………………………...
5.……………………………………………...
6.……………………………………………...
7.……………………………………………
i9
1
4
V. STRUKTUR ORGANISASI
Ketua
Sekretariatan
B. Jenis Kelamin
(1) Laki – laki (2) Perempuan
C. Umur
(1) Middle (2) Elderly
(3) Old (4) Very Old
D. Status
(1) Menikah(2) Tidak menikah
(3) Janda (4) Duda
E. Agama
(1) Islam (2) Protestan
(3) Hindu (4) Budha
F. Suku
(1) Jawa (2) Madura
(3) Lain-Lain sebutkan............................
G. Tingkat Pendidikan
(1) Tidak tamat SD
(2) Tamat SD
(3) SMP
(4) SMU
(5) PT
(6) Buta huruf
i9
A. Lintas Program
B. Lintas Sektoral
X. DISTRIBUSI PENDANAAN
A. Swadana
B. Donatur
C. Dinas Sosial
XI. DATA KESEHATAN PER TAHUN
A. Jumlah Kematian :
B. Jumlah Kesakitan :
C. Urutan (5) Lima Penyakit terbanyak pada Usia Lanjut :
1. ………………………………………
2. ………………………………………
3. ………………………………………
Apa keluhan yang paling sering dirasakan dalam tiga bulan terakhir :
(1) Nyeri dada
(2) Pusing
(3) Batuk
(4) Panas
(5) Sesak
(6) Diare
(7) Gatal
(8) Jantung berdebar
(9) Nyeri sendi
(10) Penglihatan kabur
PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
i9
Hubungan dengan orang lain dalam wisma:
(1) Tidak dikenal
(2) Sebatas kenal
(3) Mampu berinteraksi
(4) Mampu kerjasama
Hubungan dengan orang lain diluar wisma didalam panti:
(1) Tidak dikenal
(2) Sebatas kenal
(3) Mampu berinteraksi
(4) Mampu kerjasama
Makanan tambahan:
(1) Dihabiskan
(2) Tidak dihabiskan
(3) Kadang – kadang dihabiskan
Jenis minuman :
(1) Air putih (2) Teh (3) Kopi (4) Susu (5) Lainnya.....
172
i9
Pola Kebiasaan Tidur
Jumlah waktu tidur
(1) < 4 jam
(2) 4 – 6 jam
(3) 6 Jam
Gangguan BAB
(1) Inkontinensia alvi
(2) Konstipasi
(3) Diare
(4) Tidak ada
Pola BAK
Frekwensi BAK
(1) 1-3 kali sehari
(2) 4-6 kali sehari
(3) 6 kali sehari
Warna urine
(1) Kuning jernih
(2) Putih Jernih
(3) Kuning keruh
Gangguan BAK
(1) Inkontinensia urine
(2) Retensi urin
(3) Lainnya........
Pola Aktifitas
Kegiatan produktif lansia yang sering dilakukan:
(1) Membantu kegiatan dapur
(2) Berkebun
(3) Pekerjaan rumah tangga
(4) Ketrampilan tangan
174
i9
(2) Tida
k Sikat
gigi
(1) 1 kali sehari
(2) 2 kali sehari
(3) Tidak pernah, alasan.....................
PROSES KEPERAWATAN
Rencana Keperawatan Implementasi Evaluasi
No Diagnose Tujuan / Intervensi Rasional
Keperawatan Kriteria
1 2 3 4 5 6 7
JADWAL KEPERAWATAN GERONTIK
GERONTIK (2 SKS = 2
MINNGU)
Tanggal GRIYA W
KELOMPOK
KELOMPOK I KELOMPOK 2 KELOMPOK 3 KELOMPOK 4
5
ANATASYA NAZULA NUR SAIDAHTUL ACH TAUFIK ADITYA
1 IRMA 1 MAWARDA 1 MAIFUROH 1 AINUL YAQIN 1 RIZKI
SURYANI PRATAMA
AMINATUL HIMATUL WINDA SULASTRI
2 2 2 2 2 A
ZUBAIDAH MAULIDIA MALIEK HASANAH RAMDA YANTI NINGSIH
VIKA MA'RIFATIN INSANI I'IN MASFIYAH
3 RAMADHANA 3 3 3 ZINATUL 3 MINDA
FITRIYANI WIDAD SEPTIYANA
HERLINDA CITRA AYU LAILATUL APRILIA RIZKY DEWI ANA
4 4 4 4 4
ASTORIA MAGHFIROH ANAS MASLAHAH YUSLIANA
RIFMA ISHLAH FIRDA ANI B GEVI
5 YUNIAR M.W 5 5 MARDATILA 5 SISWANTO 5 ARININGTIY
FITRI ANNISA PUTRI AS
1
RABIYATUL
6
AWALIYAH
KELOMPOK
KELOMPOK 6 KELOMPOK 7 KELOMPOK 8 KELOMPOK 9
10
ACHMAD AFIF MUHAMMAD AHMAD RIZAL TRI
1 1 1 1 1
JULIAN HAFIT RIZALDY ACHMAD K AZMI NAFI' HUMAIDI SUSANTO
VIANDIKA LUTHFIDATUL LAILATUR
2 DAMARA 2 MUIDATUL 2 2 FIRDAUS 2 ROHEMAH
A ZAHRAH HASANAH FAISAL
NAFHAN MOH. RIDWAN RIZKA MAR MUHAMMAD KHAULAH
SYAFI'I HELMI ANGGRAENI FAIRUS NILLAH
3 3 3 3 3
SHALEH RAHMADHA
NI
TEGUH ARDHY IGO DESY RIZQI INDAH ADI
4 4 4 4 4
B PRAYOGO SANGGAR PRATAMA MAMONTO LESTARI PRASTYO
5 SITI JUHAR 5 RENI APRILIANI 5 ANSORI 5 SOFATUL ULA 5