0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam

Dokumen ini adalah modul pendidikan agama Islam yang membahas pentingnya menuntut ilmu dan berbagi pengetahuan. Modul ini mencakup identitas, kompetensi dasar, dan materi pembelajaran yang berkaitan dengan kewajiban menuntut ilmu menurut ajaran Islam. Selain itu, terdapat penjelasan mengenai keutamaan orang yang menuntut ilmu dan petunjuk penggunaan modul untuk memudahkan pemahaman.

Diunggah oleh

amelisa rumbia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam

Dokumen ini adalah modul pendidikan agama Islam yang membahas pentingnya menuntut ilmu dan berbagi pengetahuan. Modul ini mencakup identitas, kompetensi dasar, dan materi pembelajaran yang berkaitan dengan kewajiban menuntut ilmu menurut ajaran Islam. Selain itu, terdapat penjelasan mengenai keutamaan orang yang menuntut ilmu dan petunjuk penggunaan modul untuk memudahkan pemahaman.

Diunggah oleh

amelisa rumbia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAFTAR ISI

PENYUSUN.....................................................................................................................................................2
DAFTAR ISI.................................................................................................................................................... 3
GLOSARIUM.................................................................................................................................................. 4
PETA KONSEP...............................................................................................................................................5
PENDAHULUAN........................................................................................................................................... 6
A. Identitas Modul.............................................................................................................. 6
B. Kompetensi Dasar..........................................................................................................6
C. Deskripsi Singkat Materi............................................................................................... 6
D. Petunjuk Penggunaan Modul......................................................................................... 6
E. Materi Pembelajaran...................................................................................................... 6
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1...............................................................................................................7
Malaikat selalu bersamaku.....................................................................................................................7
A. Tujuan Pembelajaran......................................................................................................7
B. Uraian Materi................................................................................................................. 7
C. Rangkuman.................................................................................................................. 10
D. Penilaian Autentik........................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................... 27
GLOSARIUM

Amal Jariyah perbuatan baik untuk kepentingan masyarakat (umum) yang


dilakukan terus-menerus dan tanpa pamrih; perbuatan sosial
Fardu ‘ain kewajiban yang dibenarkan kepada setiap individu, jika
dikerjakan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan mendapat
dosa.
Fardu kifāyah kewajiban yang dibebankan kepada kelompok, jika salah
seorang atau sebagian dari kelompok tersebut telah
mengerjakannya, maka orang yang tidak mengerjakan tidak
mendapat dosa, tetapi jika tidak ada seorang pun yang
mengerjakannya, maka seluruhnya terkena dosa.
Fitnah perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang
disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai
nama baik, merugikan kehormatan orang).
Jihad usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan;
usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dengan
mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga; perang suci
melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam
Kiamat hari kebangkitan sesudah mati (orang yang telah meninggal
dihidupkan kembali untuk diadili perbuatannya); hari akhir
zaman (dunia seisinya rusak binasa dan lenyap); berakhir; tidak
akan muncul lagi; celaka sekali; bencana besar; rusak binasa.
Mahram orang (perempuan, laki-laki) yang masih termasuk sanak
saudara dekat krn keturunan, sesusuan, atau hubungan
perkawinan sehingga tidak boleh menikah di antaranya.
Pakaian ihrām selembar kain putih yang tidak berjahit yang khusus dipakai
pada saat pelaksanaan ibadah haji atau umrah.
Rajam hukuman atau siksaan badan bagi pelanggar hukum agama
(misal orang berzina) dengan lemparan batu dan sebagainya
Sangkakala terompet (dari kulit kerang, dan sebagainya); terompet berkala
atau bunyian berkala.
Sedekah pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak
menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai
dengan kemampuan pemberi
Syahid saksi (dalam usaha menegakkan atau mempertahankan
kebenaran agama); orang yang mati karena membela agama.
PETA KONSEP
PENDAHULUAN
A. Identitas Modul
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti
Kelas : X
Alokasi Waktu : 4 x 45 Menit/2 kali pertemuan
Judul Modul : Nikmatnya mencari ilmu dan indahnya berbagi
pengetahuan
B. Kompetensi Dasar
KD. 3.7 : Menganalisis semangat menuntut ilmu, menerapkan, dan
menyampaikannya kepada sesama.
KD. 4.7 : Menyajikan kaitan antara kewajiban menuntut ilmu, dengan
kewajiban membela agama sesuai perintah Q.S. at-Taubah/9: 122
Adan Hadis terkait.
C. Profil Pelajar Pancasila

Mandiri, Bernalar Kritis, Berkebhinekaan Global dan Beriman, Bertakwa kepada Tuhan
YME, dan Berakhlak Mulia
D. Deskripsi Singkat Materi
Modul ini menuntun kalian untuk mempermudah dalam Menganalisis semangat
menuntut ilmu, menerapkan, dan menyampaikannya kepada sesama.
Agar ananda dapat Menyajikan kaitan antara kewajiban menuntut ilmu, dengan
kewajiban membela agama sesuai perintah Q.S. at-Taubah/9: 122 dan Hadis
terkait, maka akan dipelajari terlebih dahulu mengenai makna kewajiban menuntut ilmu,
dasar hukum menuntut ilmu, keutamaan ketumaan menuntut ilmu, kandungan ayat Q.S.
at-Taubah/9: 122, hukum tajwid Q.S. at-Taubah/9: 122, serta hadist hadist
mengenai semangat menuntut ilmu.

Petunjuk Penggunaan Modul


Untuk mempermudah dan membantu kalian dalam mempelajari dan memahami isi
modul, berikut ini diberikan beberapa petunjuk, yaitu sebagai berikut:
1. Bacalah modul ini secara keseluruhan, pada modul ini terdapat 2 kegiatan
pembelajaran.
2. Upayakan kalian benar-benar memahaminya dengan cara berdiskusi dengan teman
sejawat maupun melalui pemahaman kalian sendiri.
3. Kerjakan penugasan mandiri, latihan soal dan evaluasi yang tersedia dengan
sungguh-sungguh. Jika kalian serius dan jujur, maka kalian akan dapat mengetahui
sampai dimana pencapaian kompetensi dan memudahkan juga dalam belajar.
4. Setelah mempelajari modul ini kalian akan mempunyai pemahaman yang lebih
terperinci tentang makna kewajiban menuntut ilmu, dasar hukum menuntut ilmu,
keutamaan ketumaan menuntut ilmu, kandungan ayat Q.S. at-Taubah/9: 122,
hukum tajwid Q.S. at-Taubah/9: 122, serta hadist hadist mengenai semangat
menuntut ilmu.
5. Selanjutnya diharapkan kalian dapat menjaga semangat menuntut ilmu sebagai
cerminan aktifitas Q.S. at-Taubah/9: 122
E. Materi Pembelajaran
Modul ini terbagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat tujuan
pembelajaran, uraian materi, rangkuman, penugasan mandiri, latihan soal, dan evaluasi.
Berikut materi-materi pada setiap kegiatan pembelajaran:
K-1 : makna kewajiban menuntut ilmu, dasar hukum menuntut ilmu, keutamaan ketumaan
menuntut ilmu, kandungan ayat Q.S. at-Taubah/9: 122,
K: hukum tajwid Q.S. at-Taubah/9: 122, serta hadist mengenai semangat menuntut
ilmu
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
NIKMATNYA MENCARI ILMU DAN BERBAGI PENGETAHUAN

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini diharapkan kalian mampu memahami makna
menuntut ilmu dan keutamaannya.

B. Uraian Materi
1. Memahami Makna Menuntut Ilmu dan Keutamaannya
a) Kewajiban Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu dalam pandangan Islam bukan hanya ajakan saja, akan
tetapi telah menjadi suatu kewajiban bagi setiap umat Islam. Di dalam Alquran
dan hadis telah banyak membahas mengenai menuntut ilmu, yakni tentang
pentingnya dalam menguasai ilmu dan segala hal yang mengarah pada
kewajiban menuntut ilmu. Salah satu ciri yang dapat menbedakan agama
Islam dengan agama lain ialah penekanan terhadap ilmu. Alquran dan Hadis
menghibau umat Islam untuk mencari ilmu. Dalam pandangan Islam, ilmu
merupakan keistimewaan yang dapat menjadikan manusia lebih unggul dari
pada makhluk yang lainnya untuk menjalankan kekhalifahan. Dalam Alquran
dan Hadis disebutkan secara berulang-ulang bahwasannya kedudukan umat
Islam yang berilmu memiliki kedudukan yang tinggi.1
Imam al-Ghazali berpendapat bahwasannya ilmu merupakan salah
satu kewajiban bagi manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan, tua
maupun muda, dewasa maupun anak-anak menurut cara yang sesuai dengan
keadaan, bakat dan kemampuan. Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi
setiap muslim maupun muslimah, tanpa membedakan gender. Dalilnya
terdapat di dalam Alquran maupun Hadis Nabi Saw.
Pentingnya menuntut ilmu menurut Hamka yang dikutip dari karangan
Susanto yang berjudul Pemikiran Pendidikan Islam bukan hanya sekedar agar
manusia dapat memperoleh kehidupan yang baik, namun dengan ilmu
pengetahuan manusia dapat mengenal Tuhannya, memperbaiki akhlaknya dan
selalu berusaha untuk mencari ridho Allah. Dengan pendidikan yang demikian,
manusia akan mendapat ketentraman.
b) Hukum Menuntut Ilmu
Kewajiban menuntut ilmu telah diterangkan dalam Al-Quran dan
Hadits. Belajar merupakan sebuah kewajiban bagi setiap manusia, karena
dengan belajar manusia bisa meningkatkan kemampuan dirinya. Dengan
belajar, manusia juga dapat mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak ia
ketahui. Selanjutnya, kita khususnya sebagai umat muslim haruslah lebih
memperhatikan lagi dalam hal belajar, karena di dalam agama Islam sudah
dijelaskan keutamaan bagi para penuntut ilmu.
Q.S. Al-Mujadalah ayat 11:
۟ ۟ ۟ ٓ
‫ح ٱهَّلل ُ لَ ُك ْم ۖ َوِإ َذا قِي َل‬ ِ ِ‫ٰيََأيُّهَا ٱلَّ ِذينَ َءا َمنُ ٓوا ِإ َذا قِي َل لَ ُك ْم تَفَ َّسحُوا فِى ْٱل َم ٰ َجل‬
ِ ‫س فَٱ ْف َسحُوا يَ ْف َس‬
۟ ُ‫وا ِمن ُك ْم َوٱلَّ ِذينَ ُأوت‬
ٍ ‫وا ْٱل ِع ْل َم َد َر ٰ َج‬
َ‫ت ۚ َوٱهَّلل ُ بِ َما تَ ْع َملُون‬ ۟ ُ‫وا يَرْ فَع ٱهَّلل ُ ٱلَّ ِذينَ َءامن‬
۟ ‫وا فَٱن ُش ُز‬
۟ ‫ٱن ُش ُز‬
َ ِ
1
Wikhdatun Khasanah, Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam, Jurnal Riset Agama, Volume 1,
[Link] 2021
‫َخبِي ٌر‬
Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:
"Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan
memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka
berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Q.S. Al-Alaq ayat 1-5:
َ ُّ‫) ا ْق َرْأ َو َرب‬٢(‫ق‬
‫) الَّ ِذي‬٣(‫ك اَأْل ْك َر ُم‬ َ َ‫) َخل‬١(َ‫ك الَّ ِذي َخلَق‬
ٍ َ‫ق اِإْل ن َسانَ ِم ْن َعل‬ َ ِّ‫ا ْق َرْأ بِاس ِْم َرب‬
٥(‫) عَلَّ َم اِإْل ن َسانَ َما لَ ْم يَ ْعلَ ْم‬٤(‫)عَلَّ َم بِ ْالقَلَ ِم‬
Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha
Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar
kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Hadist Riwayat Ibnu Majah

‫ْض ٌة َع َلى ُك ِّل مُسْ ل ٍِم‬


َ ‫َط َلبُ ْالع ِْل ِم َف ِري‬
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari
sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam
Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913).
c) Keutamaan Orang yang Menuntut Ilmu
Orang-orang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya diberikan
keutamaan oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya dengan derajat yang tinggi di sisi
Allah Swt. Di antara keutamaan-keutamaan orang yang menuntut ilmu dan
yang mengajarkannya adalah sebagai berikut.
1) Diberikan derajat yang tinggi di sisi Allah Swt.
“Dan Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa
derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S.
al- Mujadillah/58:11)
2) Diberikan pahala yang besar di hari kiamat nanti
Dari Anas bin Malik ra. Rasulullah saw. bersabda, “Penuntut
ilmu adalah penuntut rahmat, dan penuntut ilmu adalah pilar Islam
dan akan diberikan pahalanya bersama para nabi.” (H.R.
ad-Dailami)
3) Merupakan sedekah yang paling utama
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sedekah
yang paling utama adalah jika seorang muslim mempelajari ilmu
dan mengajarkannya kepada saudaranya sesama muslim.” (H.R.
Ibnu Majah)
4) Lebih utama daripada seorang ahli ibadah
Dari Ali bin Abi Talib ra. Rasulullah saw. bersabda, “Seorang
alim yang dapat mengambil manfaat dari ilmunya, lebih baik dari
seribu orang ahli ibadah.” (H.R. ad-Dailami)
5) Lebih utama dari śalat seribu raka’at
Dari Abu Żarr, Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Aba ªarr,
kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah telah baik bagimu
daripada śalat (sunnah) seratus rakaat, dan pergi mengajarkan
satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih
baik daripada śalat seribu rakaat.” (H.R. Ibnu Majah)
6) Diberikan pahala seperti pahala orang yang sedang berjihad di
jalan Allah
Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah saw. bersabda, “Bepergian ketika
pagi dan sore guna menuntut ilmu adalah lebih utama daripada
berjihad fi sabilillah.” (H.R. ad-Dailami)
7) Dinaungi oleh malaikat pembawa rahmat dan dimudahkan menuju
surga
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah
sekumpulan orang yang berkumpul di suatu rumah dari
rumah-rumah (masjid) Allah ‘Azza wa Jalla, mereka mempelajari
kitab Allah dan mengkaji di antara mereka, melainkan malaikat
mengelilingi dan menyelubungi mereka dengan rahmat, dan Allah
menyebut mereka di antara orang-orang yang ada di sisi-Nya. Dan
tidaklah seorang meniti suatu jalan untuk menuntut ilmu
melainkan Allah memudahkan jalan baginya menuju surga.” (H.R.
Muslim dan Ahmad)
Perilaku yang mencerminkan sikap memahami Q.S. at-Taubah/9:122, di
antaranya tergambar dalam aktivitas-aktivitas sebagai berikut.
1. Jadilah orang yang berilmu (pandai), sehingga dengan ilmu yang dimiliki
seorang muslim dapat mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada orang-
orang yang ada di sekitarnya. Dengan demikian kebodohan yang ada di
lingkungannya dapat terkikis habis dan berubah menjadi masyarakat yang
beradab dan memiliki wawasan yang luas.
2. Jika tidak dapat menjadi orang pandai yang mengajarkan ilmunya kepada
umat manusia, jadilah sebagai orang yang mau belajar dari lingkungan
sekitar dan dari orang-orang pandai.
3. Jika tidak dapat menjadi orang yang belajar, jadilah sebagai orang yang mau
mendengarkan ilmu pengetahuan. Setidaknya jika kita mau mendengarkan
ilmu pengetahun kita dapat mengambil hikmah dari materi yang kita dengar.
4. Jika menjadi pendengar juga masih tidak dapat, maka jadilah sebagai orang
yang menyukai ilmu pengetahun, di antaranya dengan cara membantu dan
memuliakan orang-orang yang berilmu, memfasilitasi aktivitas keilmuan
seperti menyediakan tempat untuk pelaksanaan pengajian dan lain-lain.
5. Janganlah menjadi orang yang kelima, yaitu yang tidak berilmu, tidak belajar,
tidak mau mendengar, dan tidak menyukai ilmu. Jika di antara kita memilih
yang kelima ini akan menjadi orang yang celaka

RANGKUMAN :
Q.S. at-Taubah/9:122 berisi perintah jihad itu tidak hanya dipahami dengan
mengangkat senjata, tetapi memperdalam ilmu pengetahuan dan
menyebarluaskannya juga termasuk ke dalam jihad.
1. Fungsi ilmu adalah untuk mencerdaskan umat.
2. Tidak dibenarkan menuntut ilmu pengetahuan hanya untuk mengejar pangkat
dan kedudukan atau keuntungan pribadi saja, apalagi untuk menggunakan ilmu
pengetahuan sebagai kebanggaan dan kesombongan diri.
3. Pentingnya memperdalam ilmu pengetahuan, mengamalkannya dengan baik,
dan menyebarluaskannya.
4. Ayat di atas menjadi acuan kita yang berhubungan dengan kewajiban belajar
dan mengajar. Terdapat beberapa sumber yang tentunya harus kita kaji lebih
dalam lagi, karena dari sekian kitab-kitab tafsir yang sudah ada ternyata
berbeda dalam penafsirannya. Namun pada pokoknya adalah hal-hal berikut.
a. Kewajiban manusia untuk belajar dan mengajar agama.
b. Ayat ini memberi anjuran tegas kepada umat Islam agar ada sebagian dari
umat Islam yang memperdalam agama.
c. Pentingnya mencari ilmu juga mengamalkan ilmu.
d. Pentingnya memperdalam ilmu dan menyebarluaskan informasi yang benar.
Ia tidak kurang penting dari upaya mempertahankan wilayah.
e. Hendaklah jihad itu dibagi kepada jihad bersenjata, jihad memperdalam
ilmu pengetahuan, dan pengertian tentang agama.
f. Antara jihad berperang dan jihad memperdalam ilmu agama keduanya penting serta
keduanya saling mengisi

INSTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK


Lembar Penilaian Diri
a. Penilaian diri setelah peserta didik belajar Nikmatnya mencari ilmu dan Indahnya berbagi
pengetahuan
Penilaian Diri
Topik:......................
Nama: ................
Kelas: ...................
Setelah mempelajari materi nikmatnya mencari ilmu dan indahnya berbagi pengetahuan,
Anda dapat melakukan penilaian diri dengan memberikan tanda checklist () yang sesuai
dengan dorongan hati dalam menanggapi pernyataan-pernyataan berikut!

Kebiasaan
Tidak
No. Pernyataan Selalu Sering Jarang
Pernah
Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
1. Saat berkeinginan untuk terus
belajar.
2. Saya belajar setiap hari di rumah.
3. Saya aktif di organisasi yang ada
di sekolah.
4. Saya senang jika belajar dengan
teman sekelas.
5. Saya membaca al-Qur’ān di
rumah.
6. Saya mengerjakan Pekerjaan
Rumah.
7. Saya menghormati semua guru .
8. Saat berjumpa teman, saya
menyapa dengan ramah.
9. Saya bertanya kepada teman
tentang pelajaran yang belum
dipahami.
10. Saya mengaji di rumah.
Nilai akhir = Jumlah skor yang diperoleh peserta didik× 100
skor tertinggi 4
Keterangan:
• Jika peserta didik menjawab sangat setuju, maka skor 4.
• Jika peserta didik menjawab setuju, maka skor 3.
• Jika peserta didik menjawab ragu-ragu, maka skor 2.
• Jika peserta didik menjawab tidak setuju, maka skor 1

a. Observasi pada saat diskusi kelas (Penilaian Sikap)

N Kelompok ............
Aspek yang dinilai
o A B C D E F G H I
1 Aktif mendengar
2 Aktif bertanya
3 Mengemukakan pendapat
4 Mengendalikan diri
5 Menghargai orang lain
6 Bekerja sama dengan orang lain
7 Berbagi pengetahuan yang dimiliki
8 Pengelolaan waktu

Petunjuk pengisian : Skor maksimum tiap aspek 4


Rentang jumlah skor: Kriteria Penilaian
28 – 32 Nilai: A(amat baik) 1: 1-2 aspek diberi skor 1
20 – 27 Nilai: B (baik) 2: 3-4 aspek diberi skor 2
12 – 19 Nilai: C (cukup) 3: 5-6 aspek diberi skor 3
b. Penilaian hasil diskusi
Peserta didik berdiskusi tentang menganalisis makna dan contoh semangat menuntut ilmu,
menerapkan dan menyampaikannya kepada sesama sebagai implementasi pemahaman
kandungan Q.S. at-Taubah (9): 122 dan hadits terkait.
⮚ Topik :
⮚ Tanggal :
⮚ Jumlah Siswa : orang

Sesuai kaidah Kerapihan Jumlah hukum


Jumlah
No Nama Siswa penulisan penulisan tajwid Nilai
skors
1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.

Aspek dan rubrik penilaian:


1) Sesuai Kaidah Penulisan
a) Jika peserta didik dapat menulis sesuai dengan kaidah penulisan, skor 100.
b) Jika peserta didik dapat menulis sesuai dengan kaidah penulisan tetapi kurang baik, skor
85
c) Jika peserta didik menulis tidak sesuai dengan kaidah penulisan skor 75
2) Kerapian Penulisan
a) Jika peserta didik dapat menulis sangat rapi, skor 100.
b) Jika peserta didik dapat menulis rapi, skor 85.
c) Jika peserta didik dapat menulis kurang rapi, skor 75
3) Jumlah Hukum Tajwid
a) Apabila Peserta didik dapat menemukan 4 hukum bacaan, skor 100.
b) Apabila Peserta didik dapat menemukan 3 hukum bacaan, skor 75.
c) Apabila Peserta didik dapat menemukan 2 hukum bacaan, skor 50.
d) Apabila Peserta didik dapat menemukan 1 hukum bacaan, skor 25.
e) Apabila Peserta didik dapat tidak menemukan hukum bacaan skor 0.
Jumlah skor maksimal = 100Kejelasan dan ke dalaman informasi

a. Penilaian “Membaca dengan Tartil”


❖ Untuk memberikan penilaian terhadap kemampuan membaca al- Qur’ān, carilah teman
sekelasmu. Kemudian, mintalah temanmu untuk memberikan penilaian dengan
memberikan tanda checklist () pada kolom di bawah ini dengan jujur. Lakukan secara
bergantian.
Q.S. at-Taubah (9): 122

Rubrik Pengamatannya sebagai berikut:


Aspek
Tindak
Nama Peserta yang Jumlah Ketuntasan
No Nilai Lanjut
Didik dinilai Skor
1 2 3 4 T TT R P
1
2
Dst
Aspek yang dinilai : 1. Kelancaran Skor 25 → 100
2. Artinya Skor 25 → 100
3. Isi Skor 25 → 100
4. Dan lain-lain Skor dikembangkan
Skor maksimal…. 100
Rubrik penilaiannya adalah:
1. Tajwĩd
a. Jika peserta didik dapat menyebutkan hukum bacaan lebih dari 5,
skor 100.
b. Jika peserta didik dapat menyebutkan 4 hukum bacaan, skor 75.
c. Jika peserta didik dapat menyebutkan 3 hukum bacaan, skor 50.
d. Jika peserta didik dapat menyebutkan 2 hukum bacaan, skor 25.
2. Kelancaran
a. Jika peserta didik dapat membaca Q.S. at-Taubah (9): 122 dengan lancar dan tartil,
skor 100.
b. Jika peserta didik dapat membaca, Q.S. at-Taubah (9): 122 dengan lancar tetapi
kurang tartil, skor 75.
c. Jika peserta didik dapat membaca Q.S. at-Taubah (9): 122 tartil tetapi kurang
lancar, skor 50.
d. Jika peserta didik tidak dapat membaca Q.S. at-Taubah (9): 122 kurang lancar dan
kurang tartil skor 25.
3. Arti
a. Jika peserta didik dapat mengartikan Q.S. at-Taubah (9): 122 dengan benar dan
sempurna, skor 100.
b. Jika peserta didik dapat mengartikan Q.S. at-Taubah (9): 122 dengan benar tetapi
kurang sempurna, skor 75.
c. Jika peserta didik dapat mengartikan Q.S. at-Taubah (9): 122 tetapi tidak benar,
skor 50.
d. Jika peserta didik tidak dapat mengartikan Q.S. at-Taubah (9): 122, skor 25
4. Isi
a. Jika peserta didik dapat menjelaskan isi Q.S. at-Taubah (9): 122 dengan benar dan
sempurna, skor 100
b. Jika peserta didik dapat menjelaskan isi Q.S. at-Taubah (9): 122 dengan benar
tetapi kurang sempurna, skor 75.
c. Jika peserta didik dapat menjelaskan isi Q.S. at-Taubah (9): 122 tidak benar skor
50.
d. Jika peserta didik tidak dapat menjelaskan isi Q.S. at-Taubah (9): 122 skor 25.
b. Penilaian pengetahuan setelah peserta didik belajar Nikmatnya mencari ilmu dan
Indahnya berbagi pengetahuan
❖ Soal Uraian
1) Setiap muslim diperintahkan untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya. Bagaimana
cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?
2) Apa yang akan kamu lakukan jika ingin kuliah, tetapi ekonomi orang tua tidak
memungkinkan?
3) Jelaskan kandungan Q.S. at-Taubah/9:122 !
4) Jelaskan keutamaan orang yang menyebarkan ilmu !
5) Jelaskan kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia !
Nilai maksimal pada setiap nomor soal uraian adalah 4, jumlah nilai maksimal 4 × 5
(soal) = 20.
Rubrik Penilaian
Skor
No. Soal Rubrik penilaian Maks

1. • Jika peserta didik dapat menjawab 4 macam 4


jawaban, maka peserta didik memperoleh nilai 4.
• Jika peserta didik dapat menjawab 3 macam
jawaban, maka skor 3.
• Jika peserta didik dapat menjawab 2 macam
jawaban, skor 2.
• Jika peserta didik menjawab 1 macam jawaban, skor 1.

2. • Jika peserta didik dapat menjawab 4 macam 4


jawaban, skor 4.
• Jika peserta didik dapat menjawab 3 macam
jawaban, skor 3.
• Jika peserta didik dapat menjawab 2 macam
jawaban, skor 2.
• Jika peserta didik menjawab 1 macam jawaban,
skor 1.
3. • Jika peserta didik dapat menjawab 4 macam 4
jawaban, skor 4.
• Jika peserta didik dapat menjawab 3 macam
jawaban, skor 3.
• Jika peserta didik dapat menjawab 2 macam
jawaban, skor 2.
• Jika peserta didik menjawab 1 macam jawaban,
• skor 1.
4. • Jika peserta didik dapat menjawab 4 macam 4
jawaban, skor 4.
• Jika peserta didik dapat menjawab 3 macam
jawaban, maka skor 3.
• Jika peserta didik dapat menjawab 2 macam
jawaban, skor 2.
• Jika peserta didik menjawab 1 macam jawaban,
1. skor 1.
5. • Jika peserta didik dapat menjawab 4 macam 4
jawaban, skori 4.
• Jika peserta didik dapat menjawab 3 macam
jawaban, skor 3.
• Jika peserta didik dapat menjawab 2 macam
jawaban, skor 2.
• Jika peserta didik menjawab 1 macam jawaban,
1. skor 1.

Jumlah skor 20

Nilai: Jumlah nilai yang diperoleh peserta didik (PG dan Essay)  100
Jumlah nilai maksimal

Anda mungkin juga menyukai