UI Design Documentation
My Skill
·
6 min read
·
Jul 31, 2023
User Interface Design Series from UI-UX Research & Design Path [Link]
Halo! Pada topik kali ini kita akan mempelajari tentang dokumentasi dalam UI
Design. Di dunia pengembangan software dan desain produk, menciptakan user
interface yang mudah digunakan dan menarik secara visual sangatlah penting
untuk keberhasilan produk. UI Design bukan hanya soal estetika, tetapi juga
memiliki peran krusial dalam meningkatkan pengalaman dan kepuasan user.
Namun, di balik setiap desain interface yang menakjubkan terdapat dokumentasi
UI Design yang terstruktur dengan baik, yang berfungsi sebagai dasar bagi seluruh
proses desain. Maka dari itu, pada topik kali ini kita akan mengulas lebih dalam
apa itu dokumentasi, komponen utama dokumentasi pada UI Design, cara
handoff dokumentasi kepada developer, hingga membuat UI Design Portfolio.
Apa itu Dokumentasi UI Design?
Dokumentasi UI Design adalah kumpulan petunjuk dan instruksi komprehensif
yang mengkomunikasikan elemen-elemen desain, interaksi, dan komponen
user interface dari sebuah produk digital. Dokumentasi ini berfungsi sebagai
titik referensi bagi para desainer, developer, dan stakeholders lain yang terlibat
dalam project tersebut, sehingga dapat menyatukan pemahaman mengenai prinsip
desain produk.
Contoh Dokumentasi UI Design. Sumber: UI Prep.
Tujuan dari dokumentasi UI Design:
1. Konsistensi. Konsistensi menjadi kunci bagi pengalaman user yang intuitif.
Dokumentasi UI Design menciptakan bahasa desain yang seragam,
memastikan bahwa semua elemen UI seperti tombol, ikon, tipografi, warna,
dan tata letak, konsisten di seluruh produk.
2. Kolaborasi dan Komunikasi. Dokumentasi UI Design berfungsi sebagai
jembatan antara desainer, developer, product manager, dan stakeholders lain
dalam mendorong lingkungan yang kolaboratif. Hal ini juga membantu
menyelaraskan pemahaman semua tim tentang visi desain, serta mengurangi
kemungkinan terjadi kesalahpahaman dan konflik.
3. Efisiensi Waktu dan Sumber Daya. Tanpa dokumentasi yang tepat, UI
Designer mungkin harus membuat elemen desain berulang kali, sehingga
menyia-nyiakan waktu dan sumber daya. Dengan adanya dokumentasi, UI
Designer dapat menggunakan kembali komponen dan pola yang sudah ada,
serta menyederhanakan proses desain.
Kompenen Dokumentasi UI Design
Pada umumnya terdapat enam komponen utama yang terdapat dalam dokumentasi
UI Design, yaitu:
1. Panduan Merek: Menentukan identitas visual merek, termasuk penggunaan
logo, palet warna, tipografi, dan panduan gambar.
2. Komponen UI: Mendeskripsikan berbagai elemen UI dan spesifikasinya,
seperti tombol, bilah navigasi, bidang formulir, dan ikon.
3. Panduan Layout: Menguraikan sistem grid, aturan jarak, dan panduan
desain responsif untuk menjaga konsistensi di berbagai ukuran layar dan
perangkat.
4. Interaksi dan Animasi: Memberikan detail mengenai bagaimana elemen
UI merespons interaksi user, seperti klik tombol, transisi, dan animasi.
5. Panduan Aksesibilitas: Memastikan desain inklusif dan dapat diakses oleh
semua user, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
6. Prinsip Desain: Merumuskan prinsip-prinsip desain inti yang mengatur
pengalaman pengguna dan estetika visual produk.
Handoff Dokumentasi kepada Developer
Ketika UI Designer telah selesai melakukan desain interface, langkah berikutnya
dalam pengembangan produk adalah melakukan handoff dokumentasi desain
interface kepada tim developer. Handoff adalah fase di mana developer akan
mulai mengimplementasi design yang dibuat oleh UI Designer. Handoff
merupakan momen krusial dalam kolaborasi antara tim desain dan tim developer,
di mana informasi desain harus disampaikan dengan jelas dan lengkap agar
implementasi berjalan lancar dan sesuai dengan visi desain awal. Berikut adalah
beberapa langkah penting untuk melakukan handoff dokumentasi UI design kepada
developer dengan sukses.
Persiapkan Dokumentasi yang Komprehensif
Sebelum melakukan handoff, pastikan dokumentasi desain UI telah disiapkan
dengan baik dan komprehensif. Buat cover template pada dokumentasi yang
memberikan informasi seputar gambar utama, status, platform, nama project, dan
PIC. Selain itu, dokumentasi juga harus mencakup semua aspek desain, termasuk
gambar-gambar visual, spesifikasi teknis, dan interaksi pada interface. Gunakan
format yang mudah dipahami oleh tim developer, seperti PDF, prototipe interaktif,
atau menggunakan tools kolaborasi desain yang memungkinkan developer untuk
mengakses dan menyelidiki detail-desain dengan mudah.
Berikan Konteks dan Alasan
Selain memberikan gambar dan spesifikasi, sampaikan juga konteks di balik desain
dan alasan di balik keputusan desain tertentu. Jelaskan tujuan desain, target
audiens, dan masalah yang ingin dipecahkan melalui desain tersebut. Alasan ini
membantu developer memahami konteks produk dan mengapa desain dibuat
seperti itu, sehingga mereka dapat lebih baik dalam memahami kepentingan desain
yang ada.
Pantau Implementasi
Setelah handoff dilakukan, pantau proses implementasi desain secara cermat.
Berikan feedback kepada developer jika ada masalah atau perubahan yang perlu
dihadapi. Pastikan bahwa desain diimplementasikan dengan akurat dan sesuai
dengan tujuan awal. Jika ada perubahan signifikan yang dibutuhkan,
komunikasikan dengan jelas dan diskusikan bersama tim developer mengenai
implikasinya.
Dokumentasikan Perubahan dan Revisi
Jika terjadi perubahan atau revisi desain setelah proses handoff, pastikan untuk
mencatatnya dengan jelas dan memperbaharui dokumentasi yang ada. Jangan
biarkan dokumentasi menjadi tidak selaras dengan implementasi terbaru.
Memperbarui dokumentasi akan membantu tim developer mengikuti perubahan
desain dan memahami versi terbaru dari produk.
Membuat Portofolio UI Design
Portofolio yang menarik dan profesional sangatlah penting dimiliki bagi seorang
UI Designer untuk menunjukkan kemampuan kreatif dan teknis kepada calon klien
atau recruiter. Portofolio adalah wadah untuk menampilkan dan menceritakan
desain terbaik yang telah kita buat.
Contoh Portfolio UI Design. Sumber: Justinmind
Panduan membuat portofolio dalam UI Design dapat kita pelajari pada langkah-
langkah berikut:
1. Pilih Project Terbaik. Pertama, pilih project terbaik dan paling menonjol
yang pernah kita buat. Fokuskan pada karya yang mewakili berbagai
keterampilan dan gaya desain kita. Pilih project yang memiliki hasil akhir
yang sukses dan menceritakan kisah yang menarik tentang proses desain
tersebut. Pastikan bahwa setiap project menunjukkan berbagai aspek desain
UI, seperti layout, warna, tipografi, ikon, dan interaksi.
2. Susun Portfolio dengan Layout yang Teratur. Buat layout portofolio yang
teratur dan mudah dinavigasi. Pertimbangkan untuk mengelompokkan
project-project serupa secara bersama-sama atau mengaturnya secara
kronologis. Pastikan setiap project memiliki deskripsi singkat yang
menjelaskan tujuan, konteks, peran, dan hasil akhir. Gunakan judul yang
jelas untuk setiap project dan tambahkan link tautan yang mengarahkan ke
project sebenarnya jika portofolio kita berbasis online.
3. Tampilkan Gambar Berkualitas Tinggi. Pastikan gambar yang kita
tampilkan dalam portofolio beresolusi tinggi dan dengan kualitas terbaik.
Gambar yang jelas dan tajam akan menampilkan desain dengan lebih baik.
Jika mungkin, sertakan juga cuplikan interaksi atau animasi jika project kita
mencakup elemen tersebut. Potong gambar dengan cermat sehingga
menampilkan desain dengan tepat dan meminimalisir elemen-elemen yang
tidak relevan.
4. Buat Storytelling yang Menarik. Tambahkan narasi yang menarik untuk
setiap project dalam portofolio. Ceritakan tentang tantangan yang kita
hadapi, solusi yang ditemukan, dan hasil yang dicapai. Jelaskan bagaimana
kita mengatasi permasalahan desain dan alasan di balik keputusan desain.
Narasi ini memberikan konteks lebih dalam tentang desain yang kita buat
serta membantu audiens memahami proses kreatif di balik desain tersebut.
5. Tampilkan Skill dalam Penggunaan Tools. Jika kita menggunakan tools
tertentu seperti Sketch, Figma, Adobe XD, atau lainnya, tunjukkan
kemampuan kita dalam menggunakannya. Sertakan beberapa tangkapan
layar dari proses desain dan tunjukkan bagaimana kita memanfaatkan fitur-
fitur kunci dari tools tersebut. Ini akan menunjukkan kepada calon klien atau
recruiter bahwa kita memiliki keahlian teknis yang kuat dan dapat bekerja
secara efisien dengan tools desain yang umum digunakan.
6. Mintakan Feedback dari Profesional. Setelah portofolio selesai dibuat,
kirim link tautan ke profesional atau tanyakan pendapat user. Hal ini akan
membantu kita dalam menangkap ketidakkonsistenan dalam gaya atau
desain, kesalahan tata bahasa, atau kekurangan lain pada portofolio kita.
7. Update Portolio secara Berkala. Terakhir, kita harus terus memperbarui
portofolio secara berkala untuk mencerminkan project terbaru dan
keterampilan yang diperoleh. Portofolio yang selalu diperbarui menunjukkan
bahwa kita aktif dalam industri dan terus berkembang sebagai UI Designer.
Yeay! Demikian materi pada topik kali ini tentang UI Design Documentation.
Setelah mempelajari materi ini, kita telah memahami apa itu dokumentasi dalam
UI Design, proses handoff dokumentasi UI Design, hingga langkah-langkah
membuat portofolio yang baik. Sebagai seorang UI Designer yang terus
berkembang, sejatinya kita perlu untuk menciptakan dokumentasi desain UI yang
komperhensif sehingga produk yang diimplementasikan dapat meningkatkan
pengalaman user serta keuntungan bisnis juga meningkat. Selain itu, penting juga
bagi UI Designer membuat portofolio desain yang menarik, agar mampu memikat
calon klien dan recruiter, sehingga mampu membuka pintu menuju kesempatan
yang menyenangkan dalam dunia desain UI. Selamat mendesain