Laporan Evaluasi Diri Politeknik Sambas
Laporan Evaluasi Diri Politeknik Sambas
KABUPATEN SAMBAS
TAHUN 2021
IDENTITAS PERGURUAN TINGGI
Nomor Faksimili :-
*)
Nomor SK Pendirian PT : Permendikbud No. 15 Tahun
Pejabat Penandatangan
SK Pendirian PT : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Peringkat Terbaru
Akreditasi Institusi :-
Nomor SK BAN-PT :-
i
2084/SK/ BAN-
7 DIV Teknik Mesin Pertanian C PT/ 25-06-2024
Akred/Dipl-
IV/VI/2019
2553/SK/BAN-
8 DIV Akuntansi Keuangan Perusahaan B PT/Akred/ST/ 23-7-2024
VII/2 019
4176/SK/BAN-
9 DIV Manajemen Bisnis Pariwisata B PT/Akred/ST/X/ 31 -10-2024
20 19
Catatan:
*) Lampirkan salinan Surat Keputusan Pendirian Perguruan Tinggi.
**) Lampirkan salinan Surat Keputusan Akreditasi Program Studi terakhir.
ii
IDENTITAS TIM PENYUSUN LAPORAN EVALUASI DIRI
iii
iv
v
KATA PENGANTAR
vi
RINGKASAN EKSEKUTIF
Evaluasi Diri merupakan sebuah langkah awal yang harus dilakukan oleh
institusi, untuk menetapkan program dan kebijakan untuk masa yang akan
datang. Evaluasi Diri yang baik dapat memberikan gambaran secara objektif
tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh
organisasi, sehingga dengan demikian dapat dirumuskan sebuah perencanaan
yang sistematis dan berkelanjutan untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan
kinerja organisasi. Evaluasi-Diri merupakan salah satu aspek penting dalam
keseluruhan daur akreditasi dengan berbagai peran dan kegunaannya, termasuk
penjaminan mutu (quality assurance). Keseluruhan daur penjaminan mutu
program studi/perguruan tinggi itu dilukiskan
vi
i
Memperkuat budaya evaluasi kelembagaan (institusional evaluation) dan analisis-
diri, 3). Memperkenalkan staf baru kepada keseluruhan program studi/ perguruan
tinggi, 4). Memperkuat jiwa korsa dalam lembaga, memperkecil kesenjangan
antara tujuan pribadi dan tujuan lembaga dan mendorong keterbukaan, 5).
Menemukan kader baru bagi lembaga, 6). Mendorong program studi/perguruan
tinggi untuk meninjau kembali kebijakan yang telah usang, dan 7). Memberi
informasi tentang status program studi/perguruan tinggi dibandingkan dengan
program studi/perguruan tinggi lain.
Komponen Evaluasi Diri meliputi : 1). Kondisi Eksternal. 2). Profil Institusi,
mencakup: Sejarah Institusi; visi, misi, tujuan, strategi dan tata nilai; Organisasi
dan tata kerja; Mahasiswa dan lulusan; Dosen dan tenaga kependidikan;
Keuangan, sarana dan prasarana; Sistem pejaminan mutu dan Kinerja institusi.
3). Kriteria, mencakup: Visi, misi, tujuan dan strategi; Tata pamong, tata kelola
dan kerjasama; Mahasiswa; Sumberdaya manusia; Keuangan, sarana dan
prasarana; Pendidkan; Penelitian; Pengabdiab kepada masyarakat; Luaran dan
capaian tridarma. 4). Analisis dan Penetapan Program Pengembangan Institusi,
mencakup: Analisis capaiann kinerja; Analisis SWOT; Strategi pengembangan;
dan Program keberlaanjuitan. Visi merupakan cita-cita besar dan utama yang
ingin diraih. Misi merupakan jalan yang harus ditempuh untuk meraih visi.
Tujuan merupakan output/keluaran yang ingin di capai, sedangkan sasaran
merupakan outcome. Visi yang merupakan cita-cita besar dan utama dapat
dicapai jika didukung oleh 8 (delapan) komponen penting lainnya yaitu:
1) Tata Pamong, tata kelola dan kerjasama; 2) Mahasiswa; 3) Sumber Daya
Manusia; 4). Keuangan, sarana dan prasarana; 5) Pendidikan; 6) Penelitian; 7)
Pengabdian kepada masyarakat; 8) Luaran dan capaian tridarma.
Tata Pamong di Poltesa saat ini mengacu kepada Permendikbud No 15
Tahun 2013 tentang Pendirian. Struktur dan Tata Organisasi Politeknik Negeri
Sambas. Secara umum Tata Pamong dan sistem Pengelolaan telah berjalan
dengan baik. Kepemimpinan ini diharapkan dapat mendorong seluruh civitas
akademika Poltesa dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik,
mengacu kepada peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Dalam rangka
sistem penjaminan mutu, Poltesa telah memiliki SOP sebagai acuan di dalam
semua kegiatan untuk setiap unit/bagian yang ada di Poltesa. Disamping SOP,
khusus untuk penjaminan di dalam pelaksanaan akademik, Poltesa juga
menerapkan instrumen IKAD (Indeks Kinerja Akademik Dosen) yang dilaksanakan
setiap semester. Instrumen ini dapat mengukur kinerja dosen di dalam
melaksanakan tugasnya. Untuk kegiatan penelitian dan PKM juga dilaksanakan
Monev secara berkala dalam rangka penjaminan mutu.
Penerimaan Mahasiswa Baru yang diterapkan di Poltesa menggunakan tiga
jalur yaitu jalur PMDK, UMPTN – Nasional dan UMPTN - Mandiri. Dengan
penerapan ketiga jalur ini, maka input mahasiswa Poltesa sangat bervariasi, dari
yang rerata sampai dengan di atas rerata. Maksud dan tujuan dari ketiga jalur ini
adalah agar mahasiswa yang inputnya sudah baik dapat memberikan bias
kepada mahasiswa lainnya yang secara input biasa. Hal ini merupakan sebuah
tantangan bagi proses pembelajaran yang harus di terapkan. Dengan sistem
pembelajaran di Poltesa yang ketat dengan sistem paket, maka hal ini
mendorong mahasiswa untuk berjuang keras agar dapat menyelesaikan belajar
viii
di Poltesa. Dengan proses pembelajaran yang sedemiakan rupa, diharapkan
dihasilkan lulusan yang kompeten (output). Organisasi kemahasiswaan didukung
oleh manajemen dalam berbagai kegiatan dan dikoordinir oleh wakil direktur 3.
Kegiatan Intra dan Ekstra mahasiswa merupakan wahana dan sarana
pengembangan diri mahasiswa kearah perluasan wawasan dan peningkatan
kecendikiaan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan
Politeknik. Bentuk dan badan kelengkapan organisasi kemahasiswaan ditetapkan
berdasarkan kebutuhan yang
ix
pengaturannya tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Kedudukan/keberadaan organisasi mahasiswa terdiri dari tingkat
lembaga dan Jurusan. Organisasi mahasiswaan ditingkat lembaga terdiri dari
Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan bentuk
organisasi yang mewadahi minat, dan bakat mahasiswa seperti olahraga,
kesenian, kerohanian, pecinta alam, dan lain-lain. Kepengurusan organisasi
kemahasiswaan ditingkat lembaga bertanggung jawab kepada direktur melalui
Wakil Direktur III. Organisasi mahasiswaan ditingkat Jurusan terdiri dari
Himpunan Mahasiswa Jurusan (Himaja) dan organisasi dibawahnya yang dibentuk
berdasarkan kebutuhan yang bersifat penalaran. Kepengurusan organisasi
kemahasiswaan ditingkat Jurusan bertanggung jawab kepada Direktur melalui
Ketua Jurusan dan Wakil Direktur III. Kepengurusan organisasi mahasiswa dipilih
sepenuhnya oleh mahasiswa berdasarkan peraturan yang ada dan disahkan oleh
Direktur. Kompetensi lulusan Poltesa relatif cukup baik, hal ini terlihat dari
serapan lulusan Poltesa di dunia industri yang mencapai kisaran untuk waktu
tunggu di bawah 1 tahun mencapai 55%, dengan demikian serapan lulusan
sudah dikategorikan baik. IPK rerata mahasiswa secara keseluruhan 3,12 dan
sebanyak 93,06% mahasiswa dapat menyelasaikan studi tepat waktu.
Mengingat peran Sumber Daya Manusia (dosen dan tenaga pendidik) yang
begitu vital dan penggerak utama kehidupan perguruan tinggi maka rekrutmen
menjadi salah satu bagian terpenting dalam keseluruhan proses manajemen
sumber daya manusia di Politeknik Negeri Sambas. Rekrutmen dilaksanakan
mengacu pada perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang yang telah
tertuang pada Renstra, Bezetting dan HCDP di Politeknik Negeri Sambas.
Identifikasi kebutuhan dosen dilakukan dengan mendasarkan diri pada data rasio
dosen dan mahasiswa masing-masing program studi. Politeknik Negeri Sambas
berupaya mengimplementasikan sistem pengelolaan sumber daya manusia
berbasis performance based budgeting dan reformasi birokrasi. Sehingga seluruh
pengelolaan SDM mulai dari perencanaan, seleksi/perekrutan, penempatan,
pengembangan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan
memiliki prosesur mutu yang baku. Berbagai peraturan Direktur juga telah dibuat
sebagai legalisasi serta jaminan kualitas pengelolaan sumber dayamanusia
seperti peraturan Direktur tentang tata cara pengangkatan, mutasi dan
pemberhentian pejabat di Politeknik Negeri Sambas. Pengembangan SDM
berbasis kinerja terus diupayakan untuk memenuhi dinamika pekerjaan.
Pengembangan Dosen diwujudkan dalam bentuk pemberian tugas/ijin belajar.
Selain dosen, pengembangan tenaga kependidikan dilakukan melalui program
Diklat, Bimtek, Training, Pelatihan maupun studi banding. Program pelatihan
tersebut didasarkan pada kebutuhan dalam rangka peningkatan
kompetensi/ketrampilan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Misalnya Diklat
Fungsional Bendahara, Pelatihan Pengelolaan Arsip, Diklat Peningkatan
Kemampuan Teknis Pengelolaan Kepegawaian dan lainnya. Komitmen Direktur
untuk memfasilitasi pengembangan diri dan peningkatan kualitas baik bagi dosen
maupun tenaga kependidikan salah satunya melalui support dana tiap tahunnya.
Politeknik Negeri Sambas mempunyai dosen hingga tahun 2020 sebanyak
89 orang yang terdiri dari 85 orang dosen tetap dan 4 orang dosen tidak tetap.
x
Jumlah dosen dengan jabatan fungsional lektor sebanyak 35 orang, asisten ahli
31 orang. Dosen yang telah tersertifikasi (Serdos) berjumlah 51 orang. Rasio
dosen dan mahasiswa yang dimiliki Politeknik Negeri Sambas pada tahun 2020
yaitu 1:18 yaitu secara keseluruhan menunjukkan rasio yang ideal, yaitu kurang
dari 1:30 sebagai standar yang ditetapkan berdasarkan surat edaran
kemenristekdikti Nomor 4850/E.E2.3/KL/2015 tentang nisbah dosen/mahasiswa ≥
100 dan sanksi. Program pendidikan dan pelatihan mengacu pada standar
kompetensi sesuai dengan
xi
peraturan yang berlaku.
Politeknik Negeri Sambas sebagai Institusi Perguruan Tinggi Negeri
bertanggung jawab dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya
saing. Dalam mencapai target mutu lulusan, seluruh program studi telah
membuat standar kompetensi lulusan. Beberapa faktor yang dapat menjadi
indikator dan berpengaruh terhadap efektifitas dan nilai tambah institusi dalam
menghasilkan lulusan yang sesuai dengan standar kompetensi diantaranya
adalah; kualitas input mahasiswa, kualitas proses pembelajaran, kualitas tenaga
pengajar, dan kualitas sarana dan prasarana pendukung. Proses Penjaminan
Mutu Pembelajaran dilakukan melalui berbagai tahapan mulai perencanaan,
pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran
dimulai dengan penyusunan kurikulum, penyusunan silabus, penyusunan
RPS/RPP,Penyusunan Bahan ajar dan Kontrak perkuliahan.
Kurikulum program studi yang ada di Politeknik Negeri Sambas telah
mengakomodir kurikulum yang bermuatan nasional tanpa melupakan kearifan
lokal. Mengingat kondisi geografis Politeknik Negeri Sambas berada di wilayah
perbatasan dengan Malaysia, maka kurikulum yang dikembangkan juga
menyisipkan muatan-muatan internasional. Selain itu, dalam menunjang keahlian
dan daya saing lokal, nasional maupun internasional, maka diciptakan kursus-
kursus penunjang berupa kursus bahasa inggris, kursus komputer, dan kursus
las. Kegiatan-kegiatan lain berupa kegiatan yang diorganisir oleh mahasiswa
dalam bentuk unit kegiatan mahasiswa. Pembentukan kurikulum menghendaki
adanya penentuan standar kompetensi di masing-masing mata kuliah yang ada.
Penentuan standar kompetensi biasanya disesuaikan dengan standar kompetensi
lulusan dari suatu program studi. Standar kompetensi yang telah disusun
dijadikan acuan atau standar kompetensi atau keahlian yang harus dimiliki oleh
setiap mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah tersebut.
Panduan akademik Poltesa tahun 2018 menjelaskan bahwa pelaksanaan
perkuliahan dalam 1 (satu) semester adalah 16 (enam belas) kali pertemuan
terdiri dari 14 (empat belas) kali pertemuan tatap muka, praktik atau seminar
dan 2 (dua) pertemuan untuk penilaian (ujian tengah semester dan ujian akhir
semester). Panduan akademik Poltesa tahun 2018 juga menjelaskan bahwa
pengaturan waktu perkuliahan adalah sebagai berikut: 1). Mata kuliah teori atau
seminar, 1 sks terdiri atas 50 menit kegiatan tatap muka, 60 menit kegiatan
terstruktur, dan 60 menit kegiatan mandiri, 2). Mata kuliah praktikum dalam
kelas, laboratorium atau bengkel, 1 sks terdiri atas 170 menit, dan 3). Untuk
mata kuliah praktik lapangan, 1 sks terdiri atas kegiatan selama 4 sampai 8 jam
per minggu selama 1 semester. 1 sks kerja lapangan membutuhkan waktu
belajar di lapangan 1 x 16 x 4 jam atau 1 x 16 x 8 jam. Di dalam perkuliahan,
mahasiswa dituntut untuk aktif, dalam artian kehadiran minimal 75 % sebagai
syarat untuk mengikuti ujian akhir semester. Selain itu, mahasiwa juga dituntut
aktif dalam setiap kegiatan belajar mengajar yang, hal ini diterapkan pada
pemberian nilai lebih bagi mahasiswa aktif (berdiskusi, bertanya, menjawab
pertanyaan, dll) di dalam perkuliahan. Praktek Industri (Magang) dan Tugas Akhir
merupakan mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa dalam menyelesaikan
perkuliahan pada jenjang diploma 3 maupun diploma 4 di Politeknik Negeri
Sambas. Sebelum melakukan magang dan tugas akhir, mahasiswa harus
xii
mendaftar kepada panitia, kemudian panitia akan menentukan pembimbing.
Sistem Alokasi dana di Politeknik Negeri Sambas telah mengacu asas
akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi. Pengelolaan pendanaan Politeknik
Negeri Sambas juga menganut prinsip penganggaran partisipatif, yakni sistem
penganggaran yang melibatkan secara aktif semua jenjang manajemen, mulai
dari prodi, jurusan dan rektorat. Rencana Strategis Kementerian Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi, RIP, Renstra, Renja dan Statuta Poltesa menjadi acuan
utama. Renja ini menjadi rujukan dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran
xiii
Kementerian dan Lembaga (RKAKL) dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran (DIPA). Pada akhir tahun setiap program dievaluasi melalui dokumen
Sistem Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan Laporan
Keuangan dengan menggunakan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dan Sistem
Akuntansi Keuangan (SAK).
Perkembangan kemajuan teknologi secara tidak langsung berimplikasi pada
tuntutan pemenuhan sarana dan prasarana yang dapat memberikan daya
dukung tinggi terhadap pelaksanaan dan penyelenggaraan Tridharma.
Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendukung
kegiatan admistrasi perkantoran, proses belajar mengajar, dan kegiatan
kemahasiswaan yang berkaitan dengan prasarana gedung, ruang kantor dan
ruang perkuliahan, ruang UPT dilakukan bersama-sama antara Prodi, Jurusan,
UPT dan BAUK. Dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan
prasarana Poltesa mengacu kepada: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 96/PMK.06/2007 tentang
Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan dan
Pemindahtanganan Barang Milik Negara.
Poltesa memiliki aset kampus seluas 100.126 m2, sebagian digunakan
untuk bangunan prodi, rektorat, perpustakaan, masjid, kantin, tempat parkir,
bengkel/laboratorium, lapangan olah raga dan UPT. Dalam rangka memanfaatkan
seluruh lahan kampus secara optimal, Poltesa telah memiliki Master Plan 2015
yang menjadi acuan dalam pengembangan Poltesa ke depan. Ketersediaan
sarana dan prasarana dalam konteks pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi
sangat penting karena tugas dan fungsi perguruan tinggi diantaranya adalah
penyelenggaraan pendidikan tinggi, Oleh karenanya, ketersediaan
saranaprasarana ini dijadikan salah satu prioritas program. Sekalipun masih
terdapat keterbatasan, sarana dan prasarana yang ada dioptimalkan
penggunaannya untuk menyokong proses pembelajaran.
Untuk Sistem Informasi, POLTESA sudah memiliki akses internet gratis untuk
mahasiswa, dosen dan pegawai menggunakan wifi maupun kabel pada masing-
masing prodi dan gedung-gedung unit. Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dan
Jaringan Alumni sudah terintegrasi dalam satu sistem komputerisasi melalui
website resmi POLTESA [Link] Berdasarkan besaran dan
jumlah penelitian yang dihimpun lembaga sudah terlaksana dapat dilihat dari
aspek kecukupan dan kewajaran dinilai cukup memadai mengingat Politeknik
Negeri Sambas masih dalam proses pengembangan. Penelitian yang dilakukan
sejalan dengan visi dan misi yang dirumuskan sehingga mampu
mengembangkan dan meningkatkan kualitas para dosen dan berguna bagi
masyarakat. Arah Pengembangan Penelitian dan Pelaksanaan penelitian
diupayakan untuk: 1). Penelitian sebagai proses belajar para dosen dan
mahasiswa, yakni dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
2). Terbentuknya komunitas peneliti secara intensif dan konsisten yang sesuai
dengan bidangnya, 3). Penelitian diarahkan kepada penelitian ilmu terapan yang
berdaya guna bagi masyarakat, pemerintah dan industry, dan 4). Peningkatan
jumlah kerja sama dibidang penelitian. Pusat penelitian Politeknik Negeri Sambas
memiliki tugas utama: 1). Penyelenggaraan berbagai kegiatan ilmiah penelitian
xiv
terapan yang berdaya guna bagi masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi, 2). Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait yang
berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan atau seni, 3). Mengupayakan
publikasi hasil penelitian dosen baik di tingkat lokal maupun nasional, 4).
Mengupayakan para dosen untuk mendapatkan hibah penelitian dari instansi
terkait, 5). Penerbitan jurnal Ilmiah, dan 6). Menyediakan pedoman berupa
standar penelitian dan pengembangan keilmuan sebagai acuan dalam rangka
menghasilkan penelitian yang bermutu. Kendala yang dihadapi: 1). Motifasi
dosen dalam hal penelitian masih perlu ditingkatkan, 2). Kompetensi dosen
dalam bidang penelitian masih perlu ditingkatkan seperti
xv
antara lain dalam hal pembuatan proposal, sehingga sulit berkompetisi untuk
memperoleh dana hibah penelitian baik dari Dikti, pemerintah daerah, industri
maupun institusi lainnya, 3). Kurangnya kegiatan dalam hal pembekalan
penelitian bagi para dosen, dan 4). Kurangnya dukungan dari instansi terkait
dalam pelaksanaan penelitian
Berdasarkan besaran dan jumlah pengabdian kepada masyarakat yang
dihimpun lembaga yang sudah terlaksana terlihat dari aspek kecukupan dan
kewajaran dinilai cukup memadai. Pengabdian kepada masyarakat yang
dilakukan sejalan dengan visi dan misi yang dirumuskan sehingga mampu
mengembangkan dan meningkatkan kualitas para dosen dan berguna bagi
masyarakat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat diarahkan dalam rangka
penerapan ilmu dan teknologi yang telah dikembangkan di Perguruan Tinggi,
khususnya dari hasil berbagai penelitian. Kegiatan ini dilakukan secara individual
maupun kelompok oleh civitas akademika Politeknik Negeri Sambas. Arah
pengembangan program pengabdian kepada masyarakat diorientasikan untuk
membantu memecahkan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat,
industri dan pemerintah dengan cara: 1). Membuat jaringan yang seluas-luasnya
dengan berbagai pihak sehingga terjalin koordinasi yang baik seperti dalam
penyusunan rencana program dan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada
masyarakat dengan berbagai pihak, 2). Membangkitkan minat, penghayatan dan
motivasi kepada para dosen dan mahasiswa dalam rangka membangun
masyarakat melalui program-program pengabdian kepada masyarakat, 3).
Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana dalam rangka
meningkatkan program pengabdian kepada masyarakat, 4). Mengembangkan
daerah binaan khusus bagi kegiatan pengabdian kepada masyarakat sehingga
kegiatan pelayanan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Dalam
pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Politeknik Negeri
Sambas secara umum kendala yang dihadapi disebabkan oleh dua faktor, yaitu:
1). Faktor internal, dimana keterlibatan dosen dalam pengabdian kepada
masyarakat masih terbatas disebabkan oleh konsentrasi terhadap pembelajaran,
dan 2). Faktor eksternal, dimana akses jaringan yang masih terbatas.
Keterbatasan ini meliputi dukungan dana dan kebijakan sehingga program
pengabdian kepada masyarakat belum bisa dilaksanakan secara optimal.
xvi
DAFTAR ISI
Halaman
IDENTITAS PERGURUAN TINGGI............................................................................ i
IDENTITAS TIM PENYUSUN LAPORAN EVALUASI DIRI....................................iii
KATA PENGANTAR...................................................................................................... vi
RINGKASAN EKSEKUTIF............................................................................................vii
BAB I. PENDAHULUAN
A. DASAR PENYUSUNAN......................................................................................1
B. TIM PENYUSUNAN DAN TANGGUNGJAWABNYA.....................................2
C. MEKANISME KERJA PENYUSUNAN EVALUASI DIRI................................3
BAB II. LAPORAN EVALUASI DIRI
A. KONDISI EKSTERNAL.......................................................................................4
B. PROFIL INSTITUSI.............................................................................................12
C. KRITERIA
1. Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi...........................................................15
2. Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama.....................................43
3. Mahasiswa..................................................................................................74
4. Sumber Daya Manusia............................................................................91
5. Keuangan, Sarana dan Prasarana...................................................109
6. Pendidikan................................................................................................136
7. Penelitian...................................................................................................155
8. Pengabdian kepada Masyarakat.......................................................169
9. Luaran dan Capaian Tridharma........................................................183
D. ANALISIS DAN PENETAPAN PROGRAM PENGEMBANGAN INSTITUSI
1. Analisis Capaian Kinerja.....................................................................212
2. Analisis SWOT atau Analisis Lain yang Relevan.......................216
3. Strategi Pengembangan.....................................................................235
4. Program Keberlanjutan.......................................................................239
BAB III. PENUTUP
xvi
i
BAB I
PENDAHULUAN
A. DASAR PENYUSUNAN
Berdasarkan Peraturan Menteri Kemenristek Dikti Nomor 32 Tahun 2016
tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi, tujuan akreditasi adalah
menentukan kelayakan dan mutu perguruan tinggi. Sejalan dengan tujuan
tersebut, dalam visi Politeknik Negeri Sambas adalah Menjadi Intitusi Pendidikan
Tinggi Vokasi Unggulan di Tingkat Nasional dan Global Pada Tahun 2034. Untuk menilai
visi tersebut maka diperlukan suatu penilaian yang terukur dan dipercaya.
Bentuk penilaian dalam perguruan tinggi adalah evaluasi diri. Evaluasi diri
digunakan untuk memahami dengan baik kesehatan organisasi (organization
health), termasuk mutu, dan kondisi institusi saat ini. Hasil tersebut untuk
digunakan sebagai landasan institusi menentukan kondisi dan mutu di masa
depan yang diinginkan atau dicita-citakan. Oleh karena itu, kemampuan untuk
melaksanakan evaluasi adalah suatu faktor penting untuk semua institusi
perguruan tinggi. Tanpa kemampuan untuk melakukan evaluasi, tidak akan ada
peningkatan kualitas yang dapat dicapai. Dari banyak evaluasi yang dilaksanakan
di lingkungan pendidikan tinggi, evaluasi diri dan evaluasi kesejawatan (peer
review) adalah model/skema evaluasi yang paling banyak diadopsi dan
direkomendasikan untuk dilaksanakan dalam mengevaluasi hasil proses
akademik, khususnya pendidikan.
Peraturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 59 Tahun
2018 menyebutkan model evaluasi diri terdiri dari: penetapan tujuan yang jelas,
penetapan kebutuhan standar minimum yang harus dipenuhi, komponen
masukan, proses dan luaran serta capaian yang menjadi target evaluasi. Capaian
evaluasi memiliki indikator sebagai bentuk ukuran yang terukur. Bentuk indikator
tersebut adalah data atau fakta empiris yang dapat berupa data kualitatif
ataupun kuantitatif, yang menandai capaian dari perkembangan suatu institusi
atau programnya dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dalam model
evaluasi diri, indikator kinerja dapat digunakan untuk menggambarkan efisiensi,
produktivitas, efektivitas dan faktor-faktor yang dapat menunjukkan kesehatan
organisasi seperti: akuntabilitas, kemampuan inovatif dalam konteks menjaga
keberlangsungan institusi dan kualitas yang telah diraih, serta suasana akademis.
Indikator-indikator tersebut merupakan informasi yang digunakan dalam
pengembangan institusi di Politeknik Negeri Sambas.
1
C. MEKANISME KERJA PENYUSUNAN EVALUASI DIRI
3
BAB II
LAPORAN EVALUASI DIRI
A. KONDISI EKSTERNAL
Persaingan pendidikan tinggi Indonesia di ranah global masih sangat
rendah. Hanya ada tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang masuk dalam 500
top dunia yaitu Universitas Indonesia (UI) di peringkat 277, kemudian Institut
Teknologi Bandung (ITB) berada diurutan 331, dan di peringkat 401 di tempati
oleh Universitas Gajah Mada (UGM). Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi, Mohamad Nasir menuturkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia
berjumlah 4.579, sedangkan di China 2.824 dengan 1,4 miliiar populasi
penduduk. Namun, mutu pendidikan di Indonesia masih rendah dibandingkan
China.
Meski demikian perkembangan Perguruan Tinggi di Indonesia memang
tergolong tumbuh secara signifikan dalam dasawarsa terakhir ini. Hal ini
menandakan bahwa kebutuhan akan pendidikan tinggi menjadi semakin
penting ditengah persaingan global serta dalam pembangunan masyarakat
dan bangsa. Sebagaimana diamanatkan juga dalam Undang-Undang Sistem
Pendidikan Nasional Tahun 2003 bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
ahklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa
dan negara.
Ditengah permasalahan pendidikan yang ada, baik dari tingkatan
pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi seperti efektivitas,
efesiensi serta standarisasi pengajaran, pemerintah terus mencari formulasi
dalam meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya dengan meningkatkan
anggaran pendidikan. Kendati demikian permasalahan pendidikan yang ada
sejatinya menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, kementerian terkait
serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan Indonesia harus berpacu
menyesuaikan laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi agar
kualitas pendidikan tetap terjaga dan bisa mencetak lulusan yang mampu
menjawab kebutuhan duinia usaha dan industri.
Disatu sisi perkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi
yang sangat pesat membawa inovasi baru dibidang pendidikan yang dikenal
dengan istilah disruptive Inovation. Seperti misalnya sekolah tanpa kelas yang
mampu dilakukan melalui Massive Online Open Course (MOOC). Perubahan
inovasi ini dapat menjadi sebuah kelebihan namun juga dapat menjadi
rintangan terhadap eksistensi lembaga pendidikan.
Keberadaan pendidikan tinggi telah memberikan kontribusi yang sangat
signifikan dalam kemajuan bangsa melalui Tri Darma Perguruan Tinggi yakni
penelitian, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Selain
menghasilkan para lulusan SDM yang berkualitas pendidikan tinggi juga
banyak menghasilkan hasil riset dan penelitian sebagai solusi terhadap
4
permasalahan masyarakat dan bangsa. Oleh karenanya kebutuhan akan
pendidikan tinggi baik berupa Universitas, Sekolah Tinggi, Akademi maupun
Politeknik sebagai pendidikan vokasional sangat diperlukan dalam
membangun kemajauan bangsa.
Pendidikan Vokasional seperti Politeknik merupakan pendidikan yang
mengarahkan pada penguasaan keahlian tertentu. Pemerintah melalui
Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)
melakukan perubahan fundamental terhadap pendidikan vokasi melalui
program revitalisasi pendidikan tinggi vokasi. Progam ini untuk
5
meningkatkan relevansi pendidikan politeknik dengan kebutuhan industri
pengguna lulusannya.
Keberadaan pendidikan vokasi sangat dibutuhkan terutama pada
wilayah yang persaingan sumber daya manusia diwilayah perbatasan, oleh
karenanya pemerintah Kabupaten Sambas pada tahun 2007 menangkap
peluang untuk mendirikan Politeknik Sambas. Politeknik Negeri Sambas
merupakan salah satu perguruan tinggi yang terletak di ujung ekor kalimantan,
berbatasan langsung dengan Negara Malaysia tepatnya di Kabupaten Sambas.
Sebagai wilayah yang menjadi estalase negara atau wilayah yang merupakan
beranda terdepan Republik Indonesia, sejatinya harus menjadi perioritas dalam
hal pembangunan yang integratif dan berkelanjutan sehingga tidak terlihat
ketimpangan yang jauh berbeda dengan negara tetangga baik dari segi
kualitas pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya
manusianya sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat terutama diwilayah
perbatasan dapat meningkat dan setara dengan warga negara malaysia.
Apabila ketimpangan ini terlalu jauh berbeda dikhawatirkan dapat
mempangaruhi rasa nasionalisme masyarakat perbatasan. Apalagi Kabupaten
Sambas masuk dalam kategori Daerah 3 T yakni Terdepan, Terluar dan
Tertinggal.
“A nation that cannot control its borders is not a nation.” Begitu ungkapan
Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan untuk menggambarkan akan
pentingnya pengelolaan wilayah perbatasan, oleh karenanya diperlukan
kebijakan politik baik dari pusat maupun daerah dalam mengupayakan
mensejahterakan masyarakat perbatasan. Semenjak Pemerintahan Presiden
Sosilo Bambang Yudhoyono hingga Pemerintahan Joko widodo, Kabupaten
Sambas merasakan pembangunan yang pesat meskipun masih dirasakan
banyak catatan terutama terkait inprastruktur dan akses lapangan pekerjaan.
Pendirian politeknik sambas merupakan upaya dalam menghadapi
persoalan yang dihadapi sebagai dampak dari keberadaan wilayah terdepan
dari batas negara dengan malaysia, selain itu diharapkan dengan adanya
lembaga pendidikan tinggi vokasi di kabupaten sambas dapat mewujudkan
masyarakat perbatasan yang maju, mandiri, dan sejahtera dalam bingkai
Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pembangunan bidang pendidikan ini merupakan upaya dalam
menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Kondisi geografis ini jika
dikaitkan dalam konteks Ideologi, Politik, Sosial, Budaya, Ekonomi, Pertahanan
Keamanan (IPOLEKSUSBUDHANKAM) sangat strategis sekali bagi
kelangsungan dan keutuhan wilayah NKRI. Dengan demikian, keberadaan
Politeknik Negeri Sambas harus dapat mengambil peran penting melalui Tri
Dharma Perguruan Tinggi untuk ikut andil dalam konteks tersebut.
Sambas yang sejak dahulu dikenal dengan budaya pendidikannya,
diharapkan mampu mengulang kesuksesan dengan hadirnya perguruan tinggi
di Kabupaten Sambas. Sejak masa kesultanan, kepedulian terhadap
pendidikan sangat diutamakan, masa kejayaan Sultan Muhammad Syafiuddin
yang mengirim beberapa orang untuk menuntut ilmu seperti Muhammad
6
Basuni Imran ke Al-Azhar Mesir, yang dengan kecintaannya terhadap dunia
pendidikan mendirikan sekolah tarbiyah pertama di Sambas serta menjadi
pelita ditengah keterbatasan lembaga pendidikan bagi masyrakat dahulu.
Keberadaan kesultanan sambas ini, secara budaya dan kultural bahkan
sejarah silsilah kerajaan, menjadi keunggulan tersendiri bagi Politeknik Negeri
Sambas yang berada diwilayah perbatasan dengan malaysia. Terpisah
oleh batas negara namun
7
disatukan oleh adat budaya yang sama serta hubungan darah kerajaan
kesultanan sambas dengan negeri sarawak malaysia.
Sejara objektif kita memandang bahwa kualitas pendidikan tinggi di
Malaysia seperti di Politeknik Mukah Sarawak, Universitas Malaysia Serawak
lebih baik dari Politeknik Negeri Sambas, karena mereka didukung fasilitas
pendidikan yang cukup memadai, terlebih keberadaan perguruan tinggi
mereka sudah lama berdiri. Dengan adanya kesamaan dari segi kultural dan
budaya tersebut menjadikan hubungan antar perguruan tinggi yang berbeda
negara ini sangat erat sehingga sangat mudah bagi Politeknik Negeri Sambas
untuk bekerjasama demi memajukan pendidikan di Kabupaten sambas.
Apalagi dari segi jarak tempuh juga sangat dekat.
Posisi geografis Sambas yang terletak dibagian paling utara Kalimantan
Barat, sehingga berbatasan langsung dengan malaysia baik dari sebelah utara
dan timur, sedangkan bagian selatan berbatasan dengan bengkayang dan
barat dengan laut natuna. Kabupaten sambas juga memiliki pantai yang cukup
panjang, membentang dari kecamatan selakau sampai kecamatan paloh yakni
dengan panjang 198,76 Km. Sebagian masyarakat kabupaten sambas bekerja
sebagai petani dengan potensi luas lahan pertanian dan perkebunan yang
cukup luas, selain itu potensi-potensi yang ada di kabupaten sambas sangat
berkaitan erat dengan prodi-prodi yang ada di Politeknik Negeri Sambas.
Politeknik Negeri Sambas memiliki sembilan Program Studi yang
diharapkan mampu untuk menghasilkan lulusan yang bisa memanfaatkan
potensi-potensi yang ada di Sambas pada khusunya, seperti :
1. Prodi DIII Agrobisnis diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pertanian
dan perkebunan di Kabupaten Sambas yang memiliki luas lahan
perkebunan 167, 55 Ribu Hektar terdiri dari perkebunan karet, sawit, lada,
kelapa dan kopi.
2. Prodi DIII Teknik Mesin, diharapkan mampu untuk menjawab kebutuhan
industri formal yakni industri logam dan mesin dengan keahlian yang
dimilki berupa kemampuan mengoperasikan mesin-mesin perkakas
konvensional, pengelasan, perawatan dan perbaiakan mesin.
3. Prodi III Manajemen Informatika, dengan kemajuan arus teknologi,
informasi dan komunikasi kebutuhan akan tenaga IT sangat diperlukan
baik dari tatanan pemerintahan Desa, perusahaan negeri maupun swata.
Dengan dibekali keterampilan berupa design jaringan, merancang dan
membangun aplikasi deskop dan web serta pengoperasian komputer,
diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan tenaga IT tersebut
4. Prodi DIV Manajemen Bisnis Pariwisata. Sambas dengan potensi wisata
yang cukup besar baik berupa wisata alam maupun budaya diharapkan
mampu mengelola usaha rekreasi khususnya yang ada di Kabupaten
sambas dengan 95 objek wisata, potensi yang cukup besar bagi
perkembangan ekonomi masyarakat.
5. Prodi DIV Teknik Multimedia. Diera digitalisasi kemampuan Editing, Fhoto
dan pembuatan Video sangat dibutuhkan di dunia industri. Dengan
kemampuan design grafis, kreasi animasi, serta motion picture diharapkan
8
mampu mengisi kebutuhan dunia industri serta menghasilkan karya yang
bernilai ekonomis seperti film.
6. Prodi DIV Agroindustri Pangan. Kabupaten Sambas kaya akan tanaman
pangan yang dapat diolah menjadi produk makanan. Hasil pembangunan
di sektor pertanian, terutama pertanian tanaman pangan, manfaatnya
sudah dirasakan oleh sebagian
9
besar penduduk di Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sambas. Untuk
itu, produksi pangan baik beras maupun non beras perlu terus ditingkatkan
guna lebih memantapkan swasembada pangan. Di samping itu juga
ditujukan untuk memperbaiki mutu gizi masyarakat melalui
penganekaragaman jenis bahan makanan. Sub sektor tanaman bahan
makanan merupakan salah satu sub sektor pada sektor pertanian. Sub
sektor ini mencakup tanaman padi (padi sawah dan padi ladang), jagung,
ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai dan kacang hijau.
Dengan kemampuan secara teknis dan operasional mengatasi maslah
mutu pengembangan produk baik food dan non food, produktifitas dan
pengembangan produk agroindustri, diharapkan mampu mengoptimalkan
potensi hasil dari tanaman pangan tersebut.
7. Prodi DIV Teknik Mesin Pertanian. Dengan moderenisasi kegiatan pertanian
salahsatunya dengan menggunakan teknologi mesi baik dalam proses
penanaman hingga pasca panen, diharapkan lulusan dapatmenguasai
keterampilan manajerial dalam merancang bangun, memelihara dan
memperbaiki alat mesin pertanian.
8. Prodi DIV Akuntansi Keuangan Perusahaan. Keahlian dibidang akuntansi
merupakan kebutuhan bagi semua perusahaan baik perusahaan negeri
maupun swasta, karena dengan keahlian ini dapat menjadikan perusahan
mengontrol sistem keuangan yang baik, akuntabel dan transparan
sehingga dapat dipertanggung jawabkan. Diharapkan para lulusan ini
dapat memenuhi kebutuhan dunia swata dan pemerintah pada bidang
laporan akuntansi, pengauditan dan perpajakan.
9. Prodi DIV Agribisnis Perikanan Kelautan. Peranan Sub sektor perikanan
dewasa ini juga tidak kalah pentingnya di dalam menyediakan konsumsi
protein hewani, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan
pembangunan perekonomian di Kabupaten Sambas. Produksi perikanan di
Kabupaten Sambas mengalami peningkatan sekitar 7,50 persen, dari 48,04
ribu ton menjadi 51,64 ribu ton, yang terdiri dari 45,01 ribu ton produksi
perikanan laut, 5,83 ribu ton produksi budidaya ikan dan 0,79 ribu ton
produksi perikanan umum. Diharapkan dengan potensi tersebut dapat
dimaksimalkan dengan kemampuan pengelolaan usaha serta budidaya
perikanan yang dimiliki.
Tentu yang terutama dalam pendidikan pada program studi diatas
adalah diharpkan mahasiswa bisa menjadi wirausaha yang dapat menciptakan
lapangan kerja dengan skil atau keahlian yang dimiliki dari proses belajar di
Politeknik Negeri sambas dengan tidak lupa mengedepankan nilai-nilai moral
dan agama.
Dalam mendukung hal tersebut diatas tentu tidak bisa mengandalkan
potensi yang ada di interen kampus, melainkan juga pihak-pihak diluar
kampus, sehingga hubungan kerjasama dengan pihak luar harus ditingkatkan
baik pada instansi pemerintahan maupun swasta, nasional maupun
internasional. Hubungan kerjasama dengan pihak terkait bukan hanya dapat
menguatkan posisi secara kelembagaan namun juga mampu membuka
10
peluang-peluang rekrutmen lulusan yang dihasilkan oleh Politeknik Negeri
Sambas. selain itu juga dapat menjadikan sarana praktikum, bantuan tenaga
ahli dan lain sebagainya.
Eksisitensi Politeknik Negeri Sambas selaku pendidikan tinggi yang hadir
ditengah masyrakat, harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui
kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat baik secara institusi
maupun individu (Dosen maupun Mahasiswa). Keterbukaan Politeknik Negeri
Sambas agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar terutama pemerintah
Kabupaten sambas dapat dilihat salah satunya dari antusias
11
lembaga baik pemerintah maupun swasta yang ada di Kabupaten Sambas
desa melakukan kerjasama dengan Politeknik Negeri Sambas Selain itu melalui
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) yang ada di Politeknik
Negeri Sambas juga telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang
membantu mencarikan solusi terhadap sebuah persoalan, baik berupa
pelatihan, pendampingan, maupun penelitian.
Dalam hal manajemen kampus untuk mendukung proses
keberlangsungan belajar mengajar perlu didukung oleh tenaga pendidik dan
kependidikan yang profesional, agar jalannya roda organisasi kampus dapat
mencapai visi misi yang ditargetkan. Politeknik Negeri Sambas memiliki jumlah
tenaga pendidik sebanyak 86 orang yang semua tingkatan pendidikan S2 baik
dari lulusan luar negeri dan dalam negeri serta tenaga kependidikan sebanyak
86 orang dengan tingkat pendidikan SMA 23 orang, DIII 22 orang, dan S1 39
orang dan S2 sebanyak 2 orang, yang mampu bekerjasama dengan penuh
rasa kekeluargaan dan tanggung jawab. Dalam keberlangsungan roda
organisasi ini perlu pengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Satuan Internal
serta Pusat Penjaminan Mutu dalam menjadikan Perguruan Tinggi yang
berkualitas dan terakreditasi.
Ketika kualitas dan mutu pendidikan Politeknik Negeri Sambas dinilai
baik, maka dengan sendirinya akan menjadi rujukan bagi siswa-siswa
menengah atas untuk melanjutkan jenjang pendidikan tinggi di Politeknik
Negeri Sambas. Jumlah Sekolah Menengah Atas yang ada di Kabupaten
Sambas sebanyak 27 Sekolah Negeri dan 6 sekolah swasta dengan jumlah
siswa sebanyak 10.407 Orang (BPS Kab. Sambas). Ini menandakan potensi
calon mahasiswa yang akan kuliah di Politeknik Negeri Sambas cukup besar,
belum termasuk wilayah kabupaten/kota lainnya. Disisi lain jumlah perguruan
tinggi di kabupaten Sambas hanya ada 4 Perguruan Tinggi yakni Politeknik
Negeri Sambas, Institut Agama Islam Sambas, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan,
dan Akademi Dakwah Sambas.
Adapun perkambangan minat siswa terhadap Politeknik Negeri Sambas
tergolong sangat baik, melebihi jumlah kuota yang disiapkan. Artinya antusias
masyrakat untuk kuliah di Politeknik Negeri sambas sangat tinggi. Hal ini
tampak dari grafik Perkembangan Pendaftaran Calon Mahasiswa berikut ini:
12
Perkembangan Calon Mahasiswa Baru
1200
1000
800
600
400
200
0
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
13
Learning dan Open Course Ware dalam proses belajar mengajarnya, apalagi
beberapa mahasiswa yang mengikuti program magang bersertifikat di BUMN
yang ditempatkan diluar kalbar, sehingga diperlukan metode seperti itu untuk
tetap berinteraksi antara dosen dan mahasiswa meskipun terpisah jarak, hal
ini untuk mempermudah layanan pendidikan kepada
14
mahasiswa tanpa mengurangi subtansi ilmu yang disampaikan. Dengan
inprastruktur dan sumber daya yang dimilki Politeknik Negeri Sambas mampu
bersaing dengan perguruan tinggi baik ditingkatan nasional maupun global
sebagaimana visi Politeknik Negeri Sambas yakni Menjadi Intitusi Pendidikan
Tinggi Vokasi Unggulan di Tingkat Nasional dan Global Pada Tahun 2034.
Sebagai Perguruan Tinggi yang relatif baru, dengan potensi yang dimiliki
baik dari internal kampus maupun kondisi wilayah kampus, maka dapat
diklasifikasi faktor-faktor peluang dan tantangan terhadap eksistensi Politeknik
Negeri Sambas.
a. Peluang
Beberapa faktor peluang yang harus menjadi pemicu untuk perkembangan
penyelenggaraan pendidikan politeknik adalah sebagai berikut :
1) Berada di kawasan perbatasan
2) Kebutuhan stakeholder akan kiprah Poltesa sangat besar
3) Otonomi Daerah (pengelolaan SDA dan pertumbuhan industri)
4) Kegiatan penelitian dan PKM berorientasi pasar dan industri
5) Jumlah lulusan tingkat menengah yang sangat besar
6) Kondisi kamtibmas relatif aman
7) Peluang Dana-dana bantuan (Hibah, donasi dll)
8) Dukungan pemerintah daerah dan pusat
9) Kebijakan pemerintah pusat ttg pendidikan politeknik menjadi prioritas
10) Berada diwilayah perbatasan yang memiliki karakteristik budaya yang sama
b. Tantangan
Faktor-faktor eksternal berupa tantangan yang harus dihadapi oleh
Politeknik Negeri Sambas antara lain.
1) Potensi masuknya dampak globalisasi sangat terbuka lebar
2) Paradigma masyarakat lebih memilih program S1
3) Pemahaman stake holder akan pendidikan politeknik mahal
4) Pengakuan masyarakat masih kurang terhadap lulusan Poltesa
5) Dunia Usaha dan Industri masih relatif kecil
6) Masih Kurang mengenal dan dikenal industri dikarenakan sebagai
Perguruan Tinggi baru
15
Tabel 1. Sasaran Strategis dan Indikator
16
B. PROFIL
Tujuan pembangunan jangka panjang daerah tahun 2006-2026 adalah
mewujudkan masyarakat Kabupaten Sambas yang maju, mandiri dan sejahtera
dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD
1945. Sebagai ukuran tercapainya Sambas maju, mandiri dan sejahtera, maka
pembangunan daerah dalam 20 tahun mendatang diarahkan pada pencapaian
sasaran-sasaran pokok pembangunan, berkaitan dengan pembangunan bidang
pendidikan sasaran pokoknya adalah Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang
Berkualitas. Dalam rangka membantu Pemerintah daerah dalam mencapai
Prioritas utama pembangunan daerah kabupaten Sambas bidang pendidikan
yaitu untuk meningkatkan kualitas SDM melalui meningkatkan pelayanan
pendidikan yang bermutu dan terjangkau dengan strategi sebagai berikut:
🞄 Meningkatkan pelayanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan
pembangunan masa depan.
🞄 Meningkatkan pelayanan pendidikan yang disesuaikan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendorong perbaikan
kualitas hidup dan produktivitas penduduk usia produktif.
🞄 Mengembangkan budaya iptek melalui pengembangan budaya membaca
dan menulis, masyarakat pembelajar, masyarakat yang cerdas, kritis dan
kreatif, bersamaan dengan mengarahkan budaya konsumtif menuju budaya
produktif.
🞄 Mengembangkan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan untuk
menghasilkan teknologi yang dapat dimanfaatkan yang berpedoman pada
nilai agama, nilai budaya, nilai etika, kearifan lokal, serta memperhatikan
sumber daya dan kelestarian fungsi lingkungan hidup.
🞄 Mengembangkan kebanggaan kebangsaan, akhlak mulia, serta kemampuan
peserta didik untuk dapat hidup bersama dalam masyarakat.
Maka didirikanlah perguruan tinggi di Kabupaten Sambas yaitu
Politeknik Terpikat Sambas pada tahun 2008.
Pendirian Politeknik Sambas diawali dengan kegiatan studi Sikap
Masyarakat terhadap Rencana Pendirian Politeknik Sambas yang dilaksanakan
pada tahun 2005. Dilanjutkan dengan kegiatan Studi Kelayakan Pendirian
Politeknik Sambas pada tahun 2006. Pada tahun 2007, diajukan usul pendirian
Politeknik Sambas ke Dirjen Dikti oleh Tim Perintis Pendirian yang dibentuk
dengan SK Bupati Sambas No. 206/2007 tanggal 2 Juli 2007. Sejalan dengan
usulan tersebut, Dirjen Dikti membuka Program Hibah Batch 2 Pendirian
Politeknik di Indonesia. Setelah terpenuhi semua persyaratan pendirian
politeknik, tanggal 19 Desember 2007 dilakukan MoU antara Pemerintah
daerah Sambas dengan Dirjen Dikti tentang Pendirian Politeknik Negeri
Sambas. Kemudian dibentuk Yayasan Terpikat Sambas dengan Akta Pendirian
No. 05 tanggal 9 Februari 2008 yang nantinya akan menaungi Politeknik
Sambas. Selanjutnya Pemerintah daerah kabupaten Sambas menerbitkan
Perda No.08 Tahun 2008 tentang Pendirian Politeknik Sambas. Izin
Operasional Politeknik Terpikat Sambas diterbitkan pada tanggal 10 Juli tahun
2008 dengan SK Dirjen Dikti No: 110/D/O/2008. Pelaksanaan Perkuliah Perdana
17
diselenggarakan mulai tanggal 7 September 2008. Tempat perkuliahan masih
bertempat di SMA Negeri I Sambas.
Dengan berjalannya waktu, dalam rangka percepatan pengembangan
Politeknik Sambas ini, maka salah satu upaya yang harus dilakukan adalah
merubah status dari
18
swasta menjadi negeri. Adapun yang menjadi latar belakang penegerian ini
adalah sebagai berikut :
🞄 Politeknik Terpikat Sambas merupakan salah satu Politeknik dari 14
Politeknik milik Pemerintah daerah yang pendiriannya atas dukungan
penuh dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dukungan dan bantuan
yang diberikan meliputi;
1) Technical assistant perumusan studi kelayakan sampai keluarnya izin operasional,
2) Bantuan dana dari APBN (dengan komposisi 70 % RAPBN: 30 % APBD)
untuk pengembangan staf (di dalam dan luar negeri, degree dan non
degree program), pengadaan peralatan laboratorium, perpustakaan,
technical assistant untuk manajemen, dosen dll.
🞄 Kesenjangan tarap pendidikan dan keterampilan antara Indonesia dalam hal
ini penduduk Sambas dengan Malaysia akan menimbulkan efek psikologis
dan politis atau dapat dirangkum dalam konteks sistem HANKAMRATA
IPOLEKSOSBUD (Pertahanan keamanan semesta, ideologi, politik, ekonomi,
sosial dan budaya).
20
Poltesa mempunyai lambang/logo dengan simbol-simbol sebagai berikut:
Dua ekor kuda laut berekor panjang, Bintang bersegi 13 dengan angka
9 ditengahnya sebagai simbol kebesaran Sambas yang diambil dari
lambang keraton Sambas, mengandung arti sebagai berikut:
(1) Dua ekor kuda laut berekor panjang melambangkan kekuatan
kerajaan Sambas diutamakan pada angkatan laut.
(2) Bintang bersegi 13 berarti rukun 13 dalam ibadah sholat 5
(lima) waktu.
(3) Angka 9 berarti bangunan keraton dibangun oleh sultan yang
kesembilan, yaitu Sultan Mulia Ibrahim Tsafiuddin.
21
C. KRITERIA
22
daya manusia di Kalimantan Barat. Kondisi tersebut menjadi dasar
dibutuhkannya rumusan visi dan misi yang tepat untuk menjadi acuan
pengembangan Politeknik Negeri Sambas sebagai suatu lembaga
penyelenggara pendidikan tinggi unggul. Pihak-pihak yang dilibatkan dalam
proses perumusan visi, misi, tujuan sasaran dan strategi diantaranya
perwakilan dosen, mahasiswa (BEM), alumni (Ketua KAM
Poltesa), stakeholder, tenaga
23
kependidikan/pengelola, dengan tujuan agar visi, misi, tujuan, sasaran dan
strategi Politeknik Negeri Sambas menjadi sangat jelas, sangat realistik,
sejalan dan terkait satu dengan yang lainnya serta memiliki impact terhadap
kebutuhan masyarakat.
Politeknik Negeri Sambas melakukan perumusan visi, misi, tujuan
dan strategi dengan melibatkan berbagai pihak baik internal maupun
eksternal. Pihak internal yang terlibat dalam perumusan visi, misi, tujuan dan
strategi lembaga diantaranya adalah jajaran pimpinan di lingkungan Poltesa
yang meliputi Direktur dan Wakil Direktur, jajaran Ketua Jurusan dan Kepala
Pusat sampai dengan Ketua Program Studi serta Ketua Unit. Sedangkan pihak
eksternal yang diundang dan terlibat dalam perumusan visi, misi, tujuan dan
strategi tersebut diantaranya Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas dalam
hal ini diwakili oleh dinas Pendidikan, Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah dan dinas Pemukiman Sarana Wilayah serta pihak industri yang
terkait seperti pihak perusaaan sawit, pengelola hotel, industri perikanan dan
pangan. Kegiatan ini ditujukan agar visi, misi, tujuan dan strategi menjadi
terarah, jelas, dan sejalan serta terkait satu dengan yang lainnya.
Yang menjadi dasar pertimbangan perumusan Visi, Misi, Tujuan dan
Sasaran Politeknik Negeri Sambas adalah sebagai berikut:
a. Potensi Geopolitik dan Ekonomi Kabupaten Sambas
Secara geopolitik keberadaan Kabupaten Sambas berbatasan langsung
dengan negara tetangga. Sebelah Utara berbatasan dengan Serawak dan
Laut Natuna, Selatan dengan kabupaten Singkawang dan Bengkayang,
Barat dengan Laut Natuna dan sebelah timur dengan Kabupaten
Bengkayang dan Serawak. Sebelah barat berhadapan dengan Laut Natuna
dan laut Cina Selatan yang dilintasi kapal-kapal perdagangan yang menuju
Selat Malaka.
Secara ekonomis, Kabupaten Sambas merupakan daerah yang akan
dikembangkan menjadi Border Development Centre sebagai kawasan bisnis
internasional Indonesia – Malaysia. Keadaan yang strategis ini menuntut
pengembangan sarana pendidikan tinggi yang siap untuk menyambut
perkembangan wilayah dengan memasok tenaga kerja yang kompeten siap
pakai/bekerja sesuai dengan tuntutan dunia kerja dan industri.
Dampak Globalisasi
Kondisi globalisan dapat digambarkan sebagai berikut:
Terjadi pergeseran penguasaan sektor riil dimana negara maju
cenderung meninggalkan sektor yang padat karya dan cenderung ke
sektor yang menggunakan highly skilled personnel.
Terjadi pergeseran lokasi investasi untuk pengembangan sektor riil ke
arah lokasi dengan SDM berkualitas (mutu) dan lokasi yang lebih
ekonomis/strategis
Adapun dampak globalisasi secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
Akses terhadap informasi dan pengetahuan sangat terbuka
Tidak ada proteksi
Terjadi mobilitas penduduk terutama tenaga kerja serta pakar lintas negara
24
Kesenjangan/disparitas antar kelompok maupun antar negara makin lebar
Persaingan makin terbuka dan kompetitif
Dalam era globalisasi kriteria Kompetensi SDM yang dibutuhkan berdasarkan
penelitian dari JICA (Japan International Cooperation Agency) adalah sebagai
berukut:
3 most emphatic points at a recruitment
25
o Communication Skills 53.1 %
o Field Knowledge 38.1 %
o Flexibility for adopting new technology 37.0 %
3 least emphatic points at a recruitment
o The name of institution which the candidate graduated from 59.1 %
o The name of company which the candidate worked before 38.1 %
o Major 37,0 %
b. Kompetensi Lulusan
Kompetensi lulusan Politeknik Negeri Sambas diharapkan dapat memenuhi
beberapa kebutuhan yaitu:
Industrial Needs (Kebutuhan Pasar)
Scientific Vision (Kebutuhan Generasi Masa Depan)
Social Needs (Kebutuhan Sosial)
Profesional Needs (Kebutuhan Profesi)
Scientific Needs (Kebutuhan Bidang Ilmu)
Sasaran
Sasaran strategis Politeknik Negeri Sambas secara umum diarahkan untuk
meningkatkan daya saing dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mengoptimalkan
pemanfaatan sumberdaya daerah yang potensial untuk melayani industri
dan masyarakat.
Pihak yang Terlibat
Pihak-pihak yang terlibat di dalam proses perumusan Visi, Misi, Tujuan dan
Sasaran Politeknik Negeri Sambas adalah Senat Politeknik Negeri Sambas
dengan mempertimbangkan data-data potensi Kabupaten Sambas dan
Provinsi Kalimantan Barat serta isu-isu strategis nasional serta masukan
dari Stakeholders diantaranya dunia industri (PT. Telkom Pontianak, United
Tractor Pontianak, PT. Bank Kalbar Kantor Pusat dan Cabang Sambas, PT.
Astra Tbk. Pontianak, PT. Asuransi Jiwas Raya, PT. Wira Daya Bangun
Persada Kumpai, P4S Alam Cemerlang Sejahtera Sungai Kunyit, Unit
Pembenihan Induk Tanaman Pangan dan Holtikultura (UPITPH), PT. Sumber
Jantin Sambas, PT. PLN Sambas, PT. Bank Syariah Mandiri Sambas dan
Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas).
Proses
Proses yang dilakukan dalam perumusan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
adalah melalui kegiatan Raker di internal Politeknik dengan melibatkan
seluruh unsur civitas akademika dan tenaga kependidikan sebagai bahan
masukan untuk pertimbangan Senat. Adapun tahapan-tahapan yang
dilaksanakan sebagai berikut:
a. Ekplorasi Masukan
Dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas tentang Potensi Sumber
Daya Ekonomi Kabupaten Sambas. Input dari Pemda diperoleh dari
masukan-masukan berbagai pihak hasil diskusi antara Manajemen
Politeknik Negeri Sambas dengan Dinas-Dinas terkait yang ada di
26
lingkungan Pemkab Sambas, yang salah satunya dalam acara Focus
Discussion Group (FGD) tentang Komoditas Unggulan Kabupaten
Sambas dan Teknologi Tepat Guna. Data-data potensi daerah
Kabupaten Sambas diperoleh juga dari Buku Sambas Dalam Angka
Tahun 2021.
27
Dari Dunia Usaha dan Industri (PT. Telkom Pontianak, United Tractor
Pontianak, PT. Bank Kalbar Kantor Pusat dan Cabang Sambas, PT. Astra
Tbk. Pontianak, PT. Asuransi Jiwas Raya, PT. Wira Daya Bangun Persada
Kumpai, P4S Alam Cemerlang Sejahtera Sungai Kunyit, Unit Pembenihan
Induk Tanaman Pangan dan Holtikultura (UPITPH), PT. Sumber Jantin
Sambas, PT. PLN Sambas, PT. Bank Syariah Mandiri Sambas). Tentang
Problema dan Peluang Pengembangan Industri di Kabupaten Sambas.
Masukan-masukan tersebut di peroleh dari hasil kegiatan Program
Praktik Industri Mahasiswa pada saat monitoring dan juga pada kegiatan
Kuliah Umum (Stadium General) untuk mahasiswa Politeknik Negeri
Sambas dengan nara sumber dari Dunia Usaha dan Industri.
Civitas Akademik tentang Rencana Induk Pengembangan Politeknik
Negeri Sambas 2015-2034.
b. Penyusunan Draf Visi
Berdasarkan materi masukan dari berbagai sumber tersebut dan dengan
mempertimbangkan berbagai isu strategis baik lokal, nasional dan global
serta cita-cita Politeknik Negeri Sambas di masa yang akan datang, maka
dirumuskanlah beberapa draft alternatif Visi.
c. Penetapan
Penetapan Visi yang akan digunakan berdasarkan musyawarah mufakat
anggota Senat Politeknik Negeri Sambas, melalui diskusi yang panjang
terhadap beberapa draft alternatif visi yang telah disusun sebelumnya.
Setelah melalui pertimbangan yang matang, akhirnya melalui musyawarah
mufakat, seluruh anggota senat menyetujui dan menetapkan visi Politeknik
Negeri Sambas. Berdasarkan Visi yang telah ditetapkan, selanjutnya
dirumuskan Misi, Tujuan dan Sasaran Politeknik Negeri Sambas melalu
rapat kerja Senat Akademik. Dalam penetapan misi, tujuan dan sasaran
juga diupayakan melalui musyawarah mufakat seluruh anggota senat
akademik.
d. Hasil
Setelah melalui proses di atas, akhirnya ditetapkan Visi, Misi, Tujuan dan
Sasaran Politeknik Negeri Sambas tahun 2015 s/d 2034 yang dituangkan
dalam Berita Acara dan selanjutnya dikuatkan dengan Surat Keputusan
Senat Nomor: 01/Senat Akademik/2014 tanggal 4 Juli 2014 tentang Visi,
Misi, Tujuan dan Sasaran Politeknik Negeri Sambas.
2. Kebijakan
Kontribusi Politeknik Negeri Sambas yang tertuang dalam visi dan misi
selaras dengan pencapaian tujuan tersebut. Politeknik Negeri Sambas
sebagai perguruan tinggi negeri satu-satunya di Kabupaten Sambas terdiri
dari 3 Jurusan dan 9 Program Studi memiliki dimensi keilmuan yang
komprehensif sehingga dapat melakukan upaya-upaya untuk tercapainya visi
dan misi tersebut, baik dengan pendekatan mono, inter, multi, maupun
transdisiplin serta dengan mengembangkan kerja sama yang melibatkan
akademisi, pelaku bisnis, pemerintahan, masyarakat, dan media. Sasaran
28
utama Politeknik Negeri Sambas dalam jangka panjang sejalan dengan
revitalisasi tugas pokok, fungsi dan kewenangan Kementerian
(Kemenristekdikti/Kemendikbud Ristek) secara substansial strategi kebijakan
diarahkan untuk:
29
1. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK), lulusan bersertifikat
kompetensi, mahasiswa dan lulusan berkemampuan wirausaha, mahasiswa
mendapat medali emas kancah internasional, mutu LPTK, dan calon
pendidik yang mengikuti pendidikan profesi dosen;
2. Meningkatkan jumlah Perguruan Tinggi masuk dalam ranking 500 top dunia
dan Perguruan Tinggi berakreditasi A (unggul Pusat Unggulan Iptek dan
Science Technology Park (STP) atau Taman Sains dan Teknologi (TST) yang
dibangun dan mature;
3. Meningkatkan jumlah dosen berkualifikasi S3, jumlah pendidik mengikuti
sertifikasi dosen, jumlah sumber daya litbang (peneliti/ perekayasa) yang
berkualifikasi master dan doktor, jumlah SDM Dikti dan lembaga litbang
yang meningkat kompetensinya, dan revitalisasi sarpras Iptek dan Dikti;
4. Meningkatkan jumlah paten, publikasi internasional; dan prototipe hasil
litbang termasuk yang lain industri; dan
5. Meningkatkan jumlah produk inovasi yaitu produk hasil litbang yang telah
diproduksi dan dimanfaatkan oleh pengguna.
b. Program
Ada dua program utama yang menjadi fokus kegiatan pada Renstra tahap I yaitu:
1. Peningkatkan Tata Kelola Pendidikan Berbasis Performance Based Budgeting
dan Reformasi Birokrasi,
2. Peningkatkan Akses, Relevansi, dan Mutu Pendidikan Tinggi serta
Kemampuan Iptek dan Inovasi.
c. Kegiatan
Program reformasi birokrasi dengan delapan area perubahan menjadi
fokus kegiatan dalam rangka penguatan dan pengembangan lembaga
Politeknik Negeri Sambas. Ke delapan area tersebut adalah Manajemen
Perubahan, Penataan Peraturan- peraturan, Penataan dan Penguatan
Organisasi, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen SDM,
Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja dan Peningkatan
Mutu Layanan Publik. Tujuan dari masing-masing area tersebut tercantum
dalam gambar di bawah ini.
30
Gambar 2. Area Perubahan dan Tujuan Perubahan
31
Metode pelaksanaan dan cakupan dari reformasi birokrasi ini adalah
dilakukan secara preemtif, persuasive, preventif dan tindakan/sanksi
seperti pada gambar berikut ini.
Area Perubahan
32
Gambar 4. Konsep Reformasi Birokrasi Poltesa 2015-
2019
34
j) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 87 Tahun 2014
tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1290);
k) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1952);
l) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas.
Pernyataan Visi
Visi Politeknik Negeri Sambas adalah Menjadi Institusi Pendidikan Vokasi
Yang Unggul di Tingkat Nasional dan Internasional Pada Tahun 2034.
Pernyataan Misi
Misi Politeknik Negeri Sambas adalah:
a. mengembangkan Pendidikan Vokasi berkelanjutan melalui
peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi serta kerja sama
pendidikan;
b. menciptakan suasana akademik yang kondusif dalam rangka
menghasilkan lulusan yang berdaya saing nasional dan internasional;
dan
c. mengembangkan budaya mutu dan etos kerja berdasarkan prinsip tata
kelola yang baik (good corporate) menuju tercapainya standar
internasional.
Pernyataan Tujuan
Sebagaimana tercantum pada statuta, tujuan Politeknik Negeri Sambas adalah:
a. tercapainya peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran dalam
rangka pembentukan masyarakat pembelajar;
b. tercapainya penelitian yang dapat mengembangkan produktivitas,
ilmu pengetahuan dan teknologi serta pencapaian kekayaan intelektual;
35
c. tercapainya kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan
pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi
masyarakat;
d. tercapainya kerja sama pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas
tridharma perguruan tinggi menuju pembentukan pusat unggulan
(center of excellence);
36
e. tercapainya peningkatan mutu sumber daya manusia melalui program
pendidikan dan pelatihan yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan;
dan
f. tercapainya pengembangan budaya mutu dan etos kerja melalui
penerapan manajemen pendidikan berkualitas.
Pernyataan Sasaran
Adapun sasaran yang ingin dicapai Politeknik Negeri Sambas adalah:
a. Peningkatan kemampuan dalam perencanaan institusi (institutional
planning) berdasar data dan fakta yang akurat (evident-based decision
making).
b. Pengembangan sistem tatakelola internal perguruan tinggi.
c. Pengembangan sistem akuntansi dan manajemen keuangan perguruan
tinggi yang akuntabel dan transparan.
d. Pengembangan sistem manajemen sumber daya manusia.
e. Pengembangan sistem manajemen sarana dan prasarana.
f. Pengembangan sistem manajemen penyelenggaraan kegiatan akademik
g. Pengembangan sistem penjaminan mutu internal.
h. Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Visi dan misi Politeknik Negeri Sambas disosialisasikan secara
sistematis dan berkelanjutan kepada semua pemangku kepentingan dan
kepada pihak-pihak internal maupun eksternal. Sosialisasi dimaksudkan
agar visi, misi, tujuan serta sasaran institusi dapat dipahami dengan sangat
baik oleh stakeholder internal maupun eksternal. Sosialisasi dilakukan
melalui media cetak, elektronik, internet maupun media luar ruang.
Sosialisasi di tingkat institusi melalui media cetak diwujudkan dengan
memuat visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi program dalam rencan
strategis Politeknik Negeri Sambas. Buku ini setiap tahun dievaluasi dan
direvisi untuk kemudian dibagikan kepada seluruh jurusan, program studi
dan para pengelola unit serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan.
Sosialisasi melalui News Media (internet) dilakukan melalui website Poltesa
([Link] dan media sosial (Facebook, Twitter, Instagram,
dll.) yang dapat diakses oleh seluruh sivitas akademika dan pihak yang
berkepentingan. Media luar ruang yang juga digunakan dalam proses
sosialisasi adalah X-banner dan baligo serta papan publikasi yang tersebar
di area Kampus.
Visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi Politeknik Negeri Sambas
diturunkan ke dalam visi, misi, tujuan sasaran dan strategi di tingkat
jurusan, kemudian disosialisasikan kepada dosen, tenaga kependidikan,
mahasiswa, calon mahasiswa dan masyarakat. Sosialisasi dengan
menggunakan beragam cara tersebut dilakukan untuk menjamin efektivitas
dan efisiensi berbagai kegiatan yang merupakan implementasi dari
penjabaran visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi institusi. Kemudian untuk
mengetahui tingkat pemahaman sivitas akademika Politeknik Negeri
Sambas tentang visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi institusi, dapat
37
dilihat dari penyusunan, pelaksanaan dan evaluasi program sebagai
implementasi dari visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi Politeknik Negeri
Sambas antara lain:
a. Penyusunan dan penetapan SPMI tambahan visi dan misi
b. Survei kepuasan dari mahasiswa terhadap proses pembelajaran (IKAD);
c. Review pada saat rapat evaluasi rutin akhir semester;
38
d. Angket yang disebarkan kepada dosen dan tenaga kependidikan;
e. Instrumen untuk pengukuran tingkat pemahaman visi dan misi.
Sosialisasi penerapan Rencana Strategis Politeknik Negeri Sambas
dilakukan dengan berbagai cara baik secara formal kepada sivitas
akademika, tenaga kependidikan dan pengguna lulusan dan informal
kepada masyarakat. Pelaksanaannya secara tatap muka pada saat
pertemuan rutin (rakor dan raker) maupun lewat komunikasi tertulis dalam
bentuk edaran, kebijakan yang tertuang dalam bentuk buku dokumen
renstra serta menggunakan media online yaitu dimuatnya visi misi dan
tujuan Politeknik Negeri Sambas di alamat [Link]
Pimpinan Politeknik Negeri Sambas berperan dalam melakukan
sosialisasi agar visi, misi, tujuan, dan strategi tentang rencana strategis
dapat dijadikan sebagai pedoman, panduan serta rambu-rambu bagi semua
pemangku kepentingan internal baik oleh dosen, tenaga kependidikan,
mahasiswa, alumni maupun stakeholder di seluruh unit kerja dalam
menyusun rencana strategis dan rencana operasional (renop). Renop
Politeknik Negeri Sambas, demikian juga dengan renop unit pelaksana di
bawahnya harus disusun dan ditetapkan dengan mengacu ke Rencana
Strategis. Renop kemudian didokumentasikan sebagai acuan dalam
melaksanakan kegiatan.
Visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi Politeknik Negeri Sambas
dapat dipahami dengan sangat baik dan dijadikan landasan bagi
penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) institusi dan
unit kerja pelaksananya. Bagi pembuat renstra unit kerja diwajibkan
mengacu dan menyelaraskan kepada visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi
Politeknik Negeri Sambas. Rapat penyusunan program di tingkat jurusan
mengakomodir kebutuhan yang ada di tingkat Program Studi.
Visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi Poltesa ini kemudian
dijabarkan ke dalam renop dan dilengkapi dengan indikator kinerja serta
waktu pencapaian program- program kerja untuk keperluan evaluasi
keberhasilan pelaksanaannya. Dari sasaran yang direncanakan dalam
renstra Politeknik Negeri Sambas kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam
rencana kerja dan anggaran yang kemudian dievaluasi pelaksanaannya
setiap tahun melalui Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) serta laporan tahunan Politeknik Negeri Sambas. Rencana anggaran
disusun dengan titik pangkal visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi yang
diterjemahkan dalam renop tahun anggaran dimaksud. Sesuai dengan
pedoman dan tata kelola yang ditetapkan oleh Departemen Keuangan RI
maka rencana anggaran atau yang biasa disebut dengan RKA-KL disusun
untuk satu semester sebelum tahun anggaran dimaksud, sehingga dapat
digabung dengan unit kerja yang lain sampai hirarki paling atas sehingga
menjadi APBN Pemerintah.
Pengelolaan Politeknik Negeri Sambas selalu diupayakan
berdasarkan nilai- nilai integritas yaitu kejujuran, keterbukaan, kebersamaan
dan mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Aspek kejujuran dan
39
keterbukaan serta kebersamaan di Politeknik Negeri Sambas tercermin dari
pengelolaan yang dilakukan dalam pelaksanaan berbagai program dan
kegiatan yang selalu mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh
Politeknik Negeri Sambas.
Politeknik Negeri Sambas secara intensif melibatkan pimpinan,
dosen dan tenaga kependidikan, alumni dan juga mengundang stakeholder
untuk mendapatkan umpan balik demi keterwujudan visi, keterlaksanaan
misi, ketercapaian tujuan melalui
40
strategi- strategi yang dikembangkan institusi. Kejujuran institusi
berdasarkan prinsip, dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan
pengajaran sesuai dengan peraturan akademik dan kurikulum, penelitian
serta pengabdian kepada masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut sangat
efektif untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika tentang
berbagai kebijakan dan kegiatan yang dilakukan untuk pencapaian visi, misi,
tujuan, sasaran dan strategi di Politeknik Negeri Sambas.
Berkaitan dengan upaya sosialisasi dan tingkat pemahaman civitas
akademika terkait Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Politeknik Negeri Sambas
dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Upaya sosialisasi Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Politeknik Negeri Sambas
terhadap seluruh sivitas akademika dilakukan melalui berbagai cara
diantaranya adalah: Program Sosialisasi:
Program Sosialisasi ini sasarannya adalah untuk seluruh civitas
akademika. Kegiatan yang dilakukan dengan berbagai cara yaitu:
Untuk Mahasiswa Baru melalui kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru
dan Buku Pedoman Akademik.
Untuk mahasiswa lainnya melalui sosialisasi secara langsung dalam
forum dialog dan penyampaian oleh dosen pada awal perkuliahan.
Untuk Civitas Akademika, sosilisasi dilakukan pada saat pemaparan
program kerja dalam setiap rapat koordinasi rutin manajemen.
Melalui Media Publikasi seperti poster/baliho/spanduk/brosur yang
ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis.
2. Tingkat Pemahaman Civitas Akademika
Dengan upaya-upaya tersebut di atas, dirasakan bahwa tingkat
pemahaman segenap civitas akademika terhadap Visi, Misi, Tujuan dan
Sasaran Institusi masih perlu ditingkatkan. Dalam upaya peningkatan
pemahaman terhadap Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Institusi tersebut
dilakukan upaya peningkatan kegiatan sosialisasi baik dari sisi kuantitas
maupun kualitas, salah satunya dengan membentuk Tim Manajemen
Perubahan sebagai tonggak awal untuk melakukan reformasi birokrasi di
lingkungan Politeknik Negeri Sambas.
42
memberikan solusi yang berkembang di masyarakat, memiliki kemampuan
dan kompetensi yang sesuai dan dibutuhkan dunia usaha/institusi pengguna
lulusan, menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional
yang dapat mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi
dan/atau seni dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf
kehidupan masyarakat serta memperkaya kebudayaan nasional, memikul
tugas dan tanggung jawab untuk pengembangan sumberdaya manusia sesuai
kebutuhan pembangunan, dengan mengingat pula kedudukannya sebagai
bagian dari masyarakat ilmiah yang bersifat universal sesuai dengan strategi
kebijakan yang diberlaku di Politeknik Negeri Sambas.
Strategi kebijakan tersebut dioperasionalkan dengan 5 (lima) program
teknis, 1 (satu) program dukungan manajemen, dan 1 (satu) program
pengawasan yaitu:
1. Program Pembelajaran dan Kemahasiswaan;
2. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Iptek dan Dikti;
3. Program Peningkatan Kualitas Sumber Daya Iptek dan Dikti;
4. Program Penguatan Riset dan Pengembangan;
5. Program Penguatan Inovasi;
6. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya;
7. Program Penyelenggaraan Pengawasan dan Pemeriksaan Akuntabilitas.
Rencana Induk Pengembangan (RIP) Politeknik Negeri Sambas memiliki
sasaran strategis terutama untuk meningkatan daya saing dalam
menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya daerah yang potensial
untuk melayani industri dan masyarakat, yang diselenggarakan dalam
tahapan-tahapan sebagai berikut:
43
Gambar 5. Tahapan Pembangunan Politeknik Negeri Sambas
44
TAHAP I : Tahun 2015-2019 dengan Tema “Peningkatan Kapasitas Institusional”
Program Utama yang dilakukan adalah Peningkatan Tata
Kelola dan Peningkatan Mutu Tri Dharma dengan tujuan utama:
Meningkatkan kemampuan dalam perencanaan institusi
(institutional planning) berdasar data dan fakta yang akurat (evident-
based decision making).
Mengembangkan sistem tatakelola internal perguruan tinggi.
Mengembangkan sistem akuntansi dan manajemen keuangan
perguruan tinggi yang akuntabel dan transparan.
Mengembangkan sistem manajemen sumber daya manusia.
Mengembangkan sistem manajemen sarana dan prasarana.
Mengembangkan sistem manajemen penyelenggaraan kegiatan akademik
Mengembangkan sistem penjaminan mutu internal.
1. Strategi Pencapaian
1.1. Sasaran Program
a) Meningkatkan Tata Kelola Pendidikan yang Berbasis pada Performance
Based Budgeting dan Reformasi Birokrasi untuk Meningkatkan
Akuntabilitas, Efisiensi, dan Efektivitas Manajemen Pelayanan
Pendidikan.
Sasaran Program ini didukung Sasaran Strategis Terwujudnya Tata
45
Kelola yang Baik serta Kualitas Layanan dan Dukungan yang Tinggi.
Mekanisme kontrol ketercapaian dan tindakan perbaikan untuk
menjamin pelaksanaan tahap-tahap
46
pencapaian tujuan, dilakukan melalui fungsi manajemen masing-masing
unit. Untuk keberhasilan pelaksanaan misi dalam mencapai tujuan-
tujuan yang telah ditetapkan, maka Politeknik Negeri Sambas
membangun sistem dan prosedur penyelenggaraan manajemen yang
taat asas dimulai dari adanya suatu perencanaan yang benar-benar
matang. Perencanaan program dan kegiatan diarahkan untuk mencapai
visi, misi dan tujuan Politeknik Negeri Sambas dengan mengacu pada
Rencana Kinerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang disusun
berdasarkan dinamika tuntutan perubahan lingkungan baik lingkungan
internal maupuan eksternal Politeknik Negeri Sambas. Penyusunan RKAT
dilakukan pimpinan Poltesa dengan melibatkan seluruh unit di
lingkungan Politeknik Negeri Sambas yang kemudian disahkan oleh
Direktur Politeknik Negeri Sambas.
Kegiatan perencanaan yang merupakan titik awal keefektifan,
efisiensi dan keberhasilan, mutlak harus benar-benar matang,
terorganisasi dan terintegrasi. Semua langkah-langkah pengembangan
direncanakan bersama oleh unit kerja pelaksana di bawah koordinasi
Wakil Direktur Bidang Tata Kelola, Perencanaan dan Sistem Informasi
(WD II). Dalam pelaksanaan semua kegiatan yang telah direncanakan,
dilakukan monitoring dan evaluasi oleh WD II melalui “sistem informasi”
yang hasilnya dapat diakses secara terbuka. Dengan demikian unit-unit
pelaksana yang berkaitan dengan perencanaan, sistem informasi dan
pengawasan berada di bawah koordinasi WD II.
Sebagai instansi pemerintah, Politeknik Negeri Sambas dalam
menetapkan setiap kebijakan selalu mendasarkan pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku, termasuk dalam sistem dan
penyelenggaraan manajemennya. Rencana Strategis (Renstra)
dijabarkan ke dalam Rencana Operasional (Renop), demikian juga
dengan Renstra dan Renop unit kerja di bawahnya harus disusun dan
ditetapkan dengan mengacu kepada Renstra dan Renop Politeknik
Negeri Sambas.
b) Meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan tinggi untuk
menghasilkan SDM yang berkualitas dan kemampuan Iptek serta inovasi
untuk menghasilkan nilai tambah produk inovasi.
Sasaran Program ini didukung oleh Sasaran Strategis: 1).
Meningkatnya Kualitas Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pendidikan
Tinggi; 2). Meningkatnya Kualitas Kelembagaan Iptek dan Dikti; 3).
Meningkatnya Relevansi, Kualitas dan Kuantitas Kelembagaan Iptek dan
Dikti; 4). Meningkatnya Relevansi dan Produktivitas Riset dan
Pengembangan dan 5). Menguatnya Kapasitas Inovasi.
48
mengkoordinir pembuatan kuesioner pengukuran tingkat pemahaman
VMTS, (2) PPM menentukan pelaksanakan penyebaran kuesioner kepada
seluruh unit yang ada, (3) PPM melakukan rekap hasil penilaian, (4) PPM
melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk rencana tindak lanjut
berdasarkan hasil penilaian tingkat pemahaman VMTS.
Untuk memperkuat kedudukan visi dan misi di Poltesa maka
disusunlah standar tambahan visi dan misi dalam Sistem Penjaminan Mutu
Internal sesuai dengan Peraturan Direktur No. 02 Tahun 2018 tentang SPMI
Politeknik Negeri Sambas.
Dalam upaya penerapan visi dan misi, Poltesa menggunakan strategi antara lain:
1. Melakukan kajian yang komprehensif dan seksama dalam penyusunan
visi dan misi Institusi, Jurusan, Program Studi, dan Unit.
2. Menyelenggarakan sosialisasi visi dan misi dalam berbagai media
(website, pamlet, leafet, banner, spanduk, dll).
Beberapa Langkah strategi dalam usaha pencapaian visi dan misi
Politeknik Negeri Sambas adalah sebagai berikut:
1. Direktur menetapkan Standar Visi, Misi, dan Strategi Pencapaiannya.
2. Direktur menunjuk Wakil Direktur II untuk melaksanakan sosialisasi
Standar Visi, Misi, dan Strategi Pencapaiannya.
3. Direktur, Wakil Direktur, Kepala UPT, Ketua Jurusan, Koordinator Program
Studi dan kepala bagian sesuai kewenangan masing-masing
melaksanakan Standar Visi, Misi, dan Strategi Pencapaiannya.
4. Direktur melalui Pusat Penjaminan Mutu melakukan audit capaian
pelaksanaan Standar Visi, Misi dan Strategi Pencapaiannya.
5. Direktur melakukan koordinasi ke Wakil Direktur, Kepala UPT, Ketua
Jurusan, Koordinator Program Studi, dan kepala bagian mengevaluasi
tindak lanjut hasil audit melalui rapat tinjauan manajemen untuk
mengendalikan pencapaian Standar Visi, Misi, dan Strategi
Pencapaiannya.
6. Direktur melalui Pusat Penjaminan Mutu melakukan peningkatan mutu
dengan meningkatkan Standar Visi, Misi, dan Strategi Pencapaiannya,
khususnya untuk target indikator capaian yang sudah memenuhi.
49
Tabel 2. Bidang Unggulan dan Indikator Utama
50
Daya
Kerjasama Eksternal
51
Politeknik Negeri Sambas menetapkan tonggak-tanggak capaian
(milestones), tujuan sebagai penjabaran atau pelaksanaan rencana strategis
yang disertai dengan mekanisme kontrol ketercapaiannya. Dalam RPJP
tahun 2005-2025 Pemerintah Republik Indonesia, telah menetapkan arah
pembangunan terkait bidang pendidikan dan kebudayaan yaitu: 1).
Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, bermoral, beretika,
berbudaya, dan beradab dan 2). Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing.
Dalam rangka melaksanakan agenda pembangunan RPJMN 2015-2019 dan
menjalankan amanah sesuai tugas dan fungsinya, maka pada Rencana
Strategis tahun 2015-2019, Kemenristekdikti menetapkan visi sebagai
berikut: “Terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek
dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa”. Pendidikan tinggi yang
bermutu dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang berpengetahuan,
terdidik, dan terampil, sedangkan kemampuan iptek dan inovasi dimaknai
oleh keahlian SDM dan lembaga litbang serta perguruan tinggi dalam
melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, dan penerapan iptek
yang ditunjang oleh pembangunan faktor input (kelembagaan, sumber
daya, dan jaringan). Sementara itu, makna daya saing bangsa adalah
kontribusi iptek dan pendidikan tinggi dalam perekonomian yang ditunjukkan
oleh keunggulan produk teknologi hasil litbang yang dihasilkan oleh
industri/perusahaan yang didukung oleh lembaga litbang (LPNK, LPK, Badan
Usaha, Perguruan Tinggi) dan tenaga terampil pendidikan tinggi.
Dalam rangka memecahkan permasalahan yang dihadapi seperti
yang dijelaskan pada bagian sebelumnya dalam rangka mewujudkan visi
dan melaksanakan misi Kemenristekdikti, maka tujuan strategis yang harus
dicapai adalah: “Meningkatnya relevansi, kuantitas dan kualitas sumber daya
manusia berpendidikan tinggi, serta kemampuan Iptek dan inovasi untuk
keunggulan daya saing bangsa”.
Peningkatan kualitas pendidikan tinggi, pembangunan kemampuan
Iptek dan inovasi, serta peningkatan kontribusi Iptek untuk mendukung
peningkatan daya saing nasional bukan lagi sebuah pilihan namun menjadi
sebuah keniscayaan. Arah kebijakan Kemenristekdikti adalah:
1. Meningkatkan tenaga terdidik dan terampil berpendidikan tinggi;
2. Meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan lembaga litbang;
3. Meningkatkan sumber daya litbang dan pendidikan tinggi yang
berkualitas; Meningkatkan produktivitas penelitian dan pengembangan;
dan
4. Meningkatkan inovasi bangsa.
Revitalisasi peran dan fungsi Kemenristekdikti adalah “merumuskan,
menetapkan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dalam
penyelenggaraan pendidikan tinggi dan penelitian, pengembangan serta
penerapan Iptek yang dilaksanakan oleh lemlitbang, Perguruan Tinggi, dan
badan usaha untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa
dengan berpedoman pada Undang-Undangan Pendidikan Tinggi dan
Undang-Undang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan
52
Iptek secara fokus dan konsisten, melalui pemberdayaan pembelajaran
dan kemahasiswaan, kelembagaan Iptek dan Dikti, sumber daya Iptek dan
Dikti, riset dan pengembangan, serta dengan penguatan inovasi guna
mewujudkan kesejahteraan kehidupan masyarakat dan peningkatan daya
saing bangsa Indonesia”.
53
Dalam usaha memperkuat Rencana Induk Pengembangan Poltesa
tahun 2015- 2034 maka Poltesa juga menyusun rencana jangka menengah
tahap 1 berupa Renstra tahun 2015-2019 yang kemudian
diimplementasikan dalam rencana jangka pendek berupa rencana
operasional tahunan dalam bentuk perjanjian kinerja Poltesa dengan
Menteri Ristekdikti. Adapun Indikator Kinerja Utama yang tertuang dalam
perjanjian kinerja Poltesa dapat dilihat dalam tabel 3 berikut:
54
Dari tabel 3 di atas dapat dijabarkan bahwa terdapat lima sasaran
strategis yang harus dicapai Politeknik Negeri Sambas, kelima sasaran
strategis tersebut adalah meningkatnya kualitas pembelajaran dan
mahasiswa (jumlah mahasiswa yang berwirausaha, persentase lulusan
bersertifikat kompetensi dan profesi, persentase Prodi terakreditasi
minimal B, persentase lulusan yang langsung bekerja sesuai bidangnya,
jumlah mahasiswa berprestasi, rata-rata IPK kelulusan, persentase
mahasiswa penerima beasiswa), meningkatnya kualitas kelembagaan Iptek
dan Dikti (akreditasi institusi, rangking PT nasional), meningkatnya
relevansi, kualitas dan kuantitas sumber daya IPTEK dan DIKTI (persentase
dosen bersertifikat Pendidik, rasio dosen tetap terhadap Jumlah dosen,
persentase tenaga kependidikan dengan sertifikat kompetensi, persentase
dosen berkualifikasi S2, persentase dosen kuliah S3), meningkatnya
relevansi dan produktifitas riset dan pengembangan (jumlah publikasi
nasional), dan menguatnya kapasitas inovasi (jumlah penelitian yang
dimanfaatkan masyarakat, jumlah produk R&D).
55
Tabel 4. Indikator Kinerja Tambahan Kriteria 1
No Standar Cakupan Sasaran / Satuan Periode Penetapan
Standar Indikator Capaian 2018 2019 2020
1 Visi, Misi, dan Visi dan Misi Tersedia visi,
Strategi misi dan tujuan
Pencapaianny setiap unit
a kerja
yang
Tersedia √ √ √
sangat
jelas
dan
realistis,
berorientasi
ke masa
depan dan
bermuatan
Inovatif, Mandiri
dan
Terkemuka
Tersedianya
instrumen
penilaian tingkat Tersedia √ √ √
pemahaman visi
dan misi
lembaga
Rencana Tersedia
Pengembang laporan hasil
an dan evaluasi
Tersedia √ √ √
Evaluasi capaian visi
Pencapaian dan sasaran
strategis
Poltesa
tahunan
(LAKIP)
Persentase
%
capaian kinerja 80 83 84
Capaian
program
studi
Tingkat
%
pemahaman
Pemaham 82 85 87
terhadap visi
an
dan
misi lembaga
Tersedia
Rencana
Strategis
periode 2015-
2019
lembaga dan Jumlah
8 10 14
unit kerja yang Dokume
56
memuat strategi n
dan program
dengan indikator
capaiannya
terukur dan
realistis:
- Lembaga
- Jurusan
Persentase
capaian %
77 80 83
Capaian
sasaran mutu
program studi
57
6. Evaluasi Capaian Kinerja
Politeknik Negeri Sambas telah menjalani tahap I akhir Rencana
Strategis. Dalam kurun waktu tersebut telah ditetapkan target masing-
masing bidang dengan fokus peningkatan kapasitas institusional.
Sejumlah tujuan strategis, sasaran strategis, dan program telah
didefinisikan dan akan diimplementasikan selama periode 2015-2019
demi pencapaian visi lembaga.
Politeknik Negeri Sambas berupaya mewujudkan program strategis
dalam usaha menghasilkan capaian kinerja utama dan tambahan untuk
mencapai visi dan misi lembaga. Evaluasi capaian kinerja dilakukan
dengan melibatkan Pusat Penjaminan Mutu. Evaluasi terhadap capaian
kinerja dilaksanakan berdasarkan Renstra dan Renop/Perjanjian Kinerja
Poltesa dalam rentang waktu tahun 2018-2020 (TS sampai dengan TS-2).
Capaian kinerja yang dievaluasi ini berdasarkan capaian kinerja pada
tahun 2019. Penghitungan Persentase nilai ketercapaian indikator kinerja
dilakukan dengan membandingkan antara target pencapaian indikator
kinerja dengan realisasi ketercapaian yang telah diperoleh. Berikut
ringkasan perkembangan capaian kinerja yang terjadi sampai tahun 2020.
Tabel 5. Capaian Indikator Kinerja Utama Politeknik Negeri Sambas Tahun 2018-2020
Sasaran Indikator 2018 2019 2020
No
Strategis Kinerja T R T R T R
1. Meningkatnya Jumlah Mahasiswa yang
20 15 20 25 35 55
Kualitas berwirausaha
Pembelajaran Persentase
dan Lulusan 35 8 20 26 30 32
Mahasiswa Bersertifikat
Pendidikan Kompetensi dan Profesi
Tinggi (%)
Politeknik Persentase Prodi
30 11 33 33 56 56
Negeri Terakreditasi Minimal B
(%)
Sambas
Persentase Lulusan yang
langsung bekerja sesuai 30 30 35 32 35 41
bidangnya (%)
Jumlah Mahasiswa
10 3 5 9 7 11
Berprestasi
Persentase Lulusan Tepat
90 97,20 97 100 97 99,24
Waktu (%)
Rata-rata IPK Kelulusan 3,2 3,34 3,34 3,33 3,34 3,44
Persentase
Mahasiswa 50 25 25 19,4 25 33,5
Penerima
Beasiswa (%)
2. Meningkatnya Baik
Akreditasi Institusi B - B - -
kualitas Sekali
58
kelembagaan
Rangking PT Nasional 800 860 850 850 850 992
Iptek dan Dikti
3 Meningkatnya Persentase Dosen
65 72 58 57,9 65 60
Relevansi, bersertifikat Pendidik (%)
Kualitas dan Rasio Dosen tetap
1:9 1:1.03 1:1,1 1:1,0 1:1,1 1:1,0
Kuantitas terhadap
9 4
Jumlah Dosen
Sumber daya Rasio jumlah mahasiswa
1:6 1:23 1:18 1:15 1:18 1:14
IPTEK dan DIKTI terhadap Dosen
Persentase tenaga
kependidikan dengan 15 20 25 19 25 5
sertifikat kompetensi
(%)
Persentase Dosen
100 100 100 100 100 100
Berkualifikasi S2 (%)
Persentase Dosen Kuliah
S3 - - - - 5 -
(%)
4 Meningkatnya
relevansi
Jumlah Publikasi Nasional
4 9 9 2 3 0
(Judul)
dan
Produktifitas
Riset
dan
Pengembangan
5 Jumlah Penelitian yang
Menguatn dimanfaatkan 3 5 1 2 1 1
ya masyarakat (Judul)
Kapasitas
Jumlah Produk R&D 2 2 1 0 1 1
Inovasi
dan
realistis,
berorientasi
ke
59
masa
depan
dan
bermuatan
Inovatif,
Mandiri
dan
Terkemuka
Pedoman
Visi, misi
dan tujuan
setiap unit
kerja/progr
Tersedia √ √ √ √ √ √
a m studi
dipahami
dengan
baik oleh
civitas
akademika
Rencana Tersedia Tersedia √ √ √ √ √ √
Pengemba laporan
ng an dan hasil
Evaluasi evaluasi
Pencapaia capaian
n visi dan
sasaran
strategis
Poltesa
tahunan
(LAKIP)
Tersedia
pedoman
monev
Tersedia √ √ √ √ √ √
capaian
visi dan
IKU Poltesa
Tingkat
pemahama %
n terhadap Pemaha 70 77 80 77 90 88
visi dan man
misi
lembaga
60
Tersedia
Rencana
Strategis
periode
2015-
2019
lembaga
dan unit
kerja yang Jumlah
8 5 10 8 14 14
memuat Dokume
strategi dan n
program
dengan
indikator
capaiannya
terukur dan
realistis:
- Lembaga
- Jurusan
Persentase
capaian
%
sasaran 77 75 80 81 83 82
Capaian
mutu
program
studi
61
misi, tujuan, dan strategi sasaran di Politeknik Negeri Sambas disebabkan
2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut
dapat dijelaskan dalam matrik analisis SWOT seperti tabel 7 berikut:
62
guna para pihak terkait yang
meningkatkan mutu kompeten.
pengelolaan
dan pembelajaran.
63
7. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian VMTS dan Tindak Lanjut
Evaluasi ketercapaian VMTS dan tindak lanjut merupakan salah satu
upaya yang dilakukan seluruh civitas akademika sebagai ukuran yang
sistematis dan berkelanjutan untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan
sasaran Politeknik Negeri Sambas dalam kurun waktu tahun 2015-2034.
Selain untuk dilaksanakan sebagai proses perbaikan, ketercapaian
VMTS juga harus dilanjutkan dengan proses evaluasi oleh unit-unit terkait
di lingkungan Politeknik Negeri Sambas. Untuk itu pimpinan Politeknik
Negeri Sambas harus mampu mengerahkan semua potensi yang
dimilikinya untuk menjalankan VMTS ini, termasuk dalam hal penyediaan
dana baik yang berasal dari pemerintah, dari masyarakat dan sumber-
sumber lainnya. Pemahaman internal stakeholder Poltesa, terhadap
laporan capaian VMTS itu sendiri secara komprehensif merupakan faktor
lain yang sangat menentukan keberhasilan pengelolaan institusi
Politeknik Negeri Sambas.
Beberapa masalah dalam usaha pengembangan lembaga
diantaranya adalah keterbatasan sumber anggaran, keterlambatan dalam
penyesuaian kebijakan pusat yang berubah-ubah, persaingan global antar
lembaga pendidikan, memungkinkan bagi lembaga pendidikan terkemuka
mendirikan cabang, kurangnya sosialisasi lembaga kepada masyarakat
luar, dan dampak terjadinya pandemi covid-19.
Berdasarkan analisis capaian indikator kinerja utama lembaga
dapat dilihat bahwa langkah langkah yang dapat dilakukan kedepan
untuk pengembangan institusi Politeknik Negeri Sambas kedepan
diantaranya adalah institusi membentuk tim evaluasi kinerja institusi
yang akan berfungsi mendata dan mengevaluasi kinerja masing-masing
bagian/unit tiap semester guna memudahkan dokumentasi data kinerja
institusi. Selain itu institusi harus lebih intensif mendorong SDM internal
untuk meningkatkan karirnya, terutama peningkatan karir dosen pada
jabatan fungsional dengan jalan lebih intensif melaksanakan kegiatan-
kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Berdasarkan data capaian indikator utama dan tambahan yang
telah dibahas di atas, secara umum dapat disimpulkan bahwa
ketercapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran sesuai dengan Rencana Induk
Pengembangan (RIP) tahun 2015-2034 dan Rencana Strategis (Renstra)
tahap 1 tahun 2015-2019/2020 Politeknik Negeri Sambas sudah sangat
baik. Sebagian besar indikator yang ditetapkan telah tercapai sesuai
target, bahkan beberapa diantaranya dapat melebihi target yang telah
ditetapkan. Evaluasi dan perbaikan di masa yang akan datang pastinya
sangat diperlukan guna memastikan terselenggaranya manajemen
institusi yang unggul dan berkelanjutan. Data laporan capaian sasaran
startegis Poltesa menunjukkan bahwa dari 19 indikator capaian, 13
indikator (68%) telah memenuhi pencapaian target yang telah ditetapkan
dan 6 indikator (32%) tidak / belum tercapai.
Hasil capaian sasaran strategis Politeknik Negeri Sambas tahun
64
2020 dapat dijabarkan seperti berikut:
1. Meningkatnya kualitas pembelajaran dan mahasiswa:
jumlah mahasiswa yang berwirausaha, realisasi 55 dari target 35 (Tercapai),
persentase lulusan bersertifikat kompetensi dan profesi, realisasi 32
dari target 30 (Tercapai),
65
persentase Prodi terakreditasi minimal B, realisasi 56 % dari
target 56% (Tercapai),
persentase lulusan yang langsung bekerja sesuai bidangnya,
realisasi 41 dari target 35 (Tercapai),
jumlah mahasiswa berprestasi, realisasi 11 dari target 7 (Tercapai),
persentase Lulusan Tepat Waktu (%), realisasi 99.24 dari target 97 (Tercapai)
rata-rata IPK kelulusan, realisasi 3,44 dari target 3,34 (Tercapai),
persentase mahasiswa penerima beasiswa, realisasi 33,5 dari
target 25 (Tercapai).
66
jumlah mahasiswa berprestasi, dengan mengikutsertakan
mahasiswa dalam kegiatan akademik dan non akademik di tingkat
nasional dan internasional.
rata-rata IPK kelulusan, dengan meningkatkan mutu pembelajaran
melalui perbaikan metode pembelajaran.
persentase mahasiswa penerima beasiswa), melakukan kerjasama
kepada pihak ekseternal dalam meningkatkan skema dan kuota
jumlah penerima beasiswa.
6. Meningkatnya kualitas kelembagaan Iptek dan Dikti:
akreditasi institusi, dengan melakukan perbaikan nilai (status)
akreditasi Prodi, melakukan siklus PPEPP berkelanjutan, memperkuat
tata kelola bidang tridarma, dan pendampingan yang dilakukan oleh
tenaga ahli.
rangking PT nasional), dengan meningktakan sosialisasi dan
publikasi Poltesa melalui website, media cetak dan elektronik.
7. Meningkatnya relevansi, kualitas dan kuantitas sumber daya IPTEK dan DIKTI:
persentase dosen bersertifikat pendidik, dengan sosialisasi dan
pendampingan dosen yang belun tersertifikasi pendidik.
rasio dosen tetap terhadap Jumlah dosen, melakukan rekrutmen
dosen tidak tetap secara selektif, sesuai kebutuhan dan mengacu
pada peta analisis jabatan.
persentase tenaga kependidikan dengan sertifikat kompetensi,
dengan mengikutsertakan tenaga kependidikan dalam pelatihan dan
uji kompetensi.
persentase dosen berkualifikasi S2, tidak ada lagi dosen yang
berkualifikasi S1 baik dosen tetap atau tidak tetap.
persentase dosen kuliah S3), mulai tahun 2019 direncanakan dan
direalisasikan pada tahun 2021 dimana terdapat 3 dosen Poltesa
telah menjalani proses Pendidikan S-3.
8. Meningkatnya relevansi dan produktifitas riset dan pengembangan:
jumlah publikasi nasional, dilakukan dengan memberikan stimulus
berupa reward bagi dosen yang mempublikasikan arikelnya di jurnal
nasional terakreditasi.
9. Menguatnya kapasitas inovasi:
jumlah penelitian yang dimanfaatkan masyarakat, dengan
meningkatkan kemampuan dosen dalam penelitian yang berbasis
output dan outcome untuk kepentingan masyarakat.
jumlah produk (R&D), dilakukan dengan mendorong dosen untuk
melakukan hilirisasi dan pengembangan produk hasil penelitian.
67
C.2 Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama
1. Latar Belakang
Tata pamong perguruan tinggi (good university governance/GUG)
merupakan sistem tata pamong yang disepakati bersama untuk memelihara
efektifitas peran semua unsur organisasi dalam pengembangan kebijakan,
pengambilan keputusan, dan penyelenggaraan Poltesa. Dalam rangka
mencapai visi Poltesa, tata pamong yang baik terlihat jelas pada penerapan
prinsip-prinsip kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, dan
adil.
Penyelenggaraan tata pamong dan sistem pengelolaan di Poltesa
berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang
Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi,
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas, dan
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11 Tahun
2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas.
Pedoman tata pamong di atas membahas tentang struktur tata
pamong Poltesa yang mencakup organ pertimbangan dan pengawasan
akademik, pertimbangan non akademik, pengawasan non akademik dan
organ pengelola. Organ pengelola merupakan struktur pengatur aktif
dengan otonomi untuk menjamin integritas lembaga dan memenuhi
pertanggung jawaban dalam pengembangan kebijakan dan sumber daya,
sehingga konsisten dengan visi misi Poltesa.
Pengelolaan perguruan tinggi dilaksanakan melalui mekanisme sistem
penjaminan mutu pendidikan tinggi yang merupakan kegiatan sistemik
untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan
berkelanjutan. Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah kegiatan sistemik
penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara
otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan
pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaan
sistem penjaminan mutu, Poltesa mengacu dan berpedoman kepada
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi pada Bab
3 Penjaminan Mutu, dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan
Tinggi Nomor 62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Tinggi. Pelaksanaan sistem penjaminan mutu Poltesa di bawah kendali Pusat
Penjaminan Mutu (PPM).
Salah satu indikator perwujudan tata pamong dalam pencapaian visi
misi Poltesa adalah terjalinnya hubungan kerjasama yang baik dengan
mitra. Kerjasama yang dilakukan untuk mendapatkan berbagai manfaat
yang saling mendukung untuk kepentingan masing-masing dari kedua belah
pihak yang melakukan kerjasama yang saling memberi penguatan.
Kerjasama dengan mitra Poltesa berpedoman pada Peraturan Menteri Riset,
Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11 Tahun 2017 tentang Statuta
Politeknik Negeri Sambas Bab XI, Peraturan Menteri Pendidikan dan
68
Kebudayaan RI No. 14 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi,
dan Peraturan Direktur Nomor 04 Tahun 2018 tentang Sistem Kerjasama
Dan Pengembangan Kelembagaan. Dalam Pelaksanaannya pengelolaan
kerjasama dilakukan di bawah kendali Bagian Akademik, Kemahasiswaan,
Perencanaan, dan Sistem Informasi (BAKPSI).
69
2. Kebijakan
Kebijakan dan pedoman pengembangan sistem tata pamong, tata
kelola, dan kerjasama Politeknik Negeri Sambas berdasarkan pada:
1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas.
4. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas.
5. Peraturan Direktur Nomor 01 Tahun 2017 tentang Rencana Induk
Pengembangan Politeknik Negeri Sambas Tahun 2015-2034
6. Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2017 tentang Rencana Strategis
Politeknik Negeri Sambas Tahun 2015 – 2019
7. Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem Penjaminan
Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas
8. Peraturan Direktur Nomor 04 Tahun 2018 tentang Sistem
Kerjasama Dan Pengembangan Kelembagaan
9. Keputusan Direktur Nomor 165.F/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan Peta
Proses Bisnis Politeknik Negeri Sambas
[Link] Direktur Nomor 165.E/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan
Standar Operasional Prosedur Politeknik Negeri Sambas
72
01 Tahun 2017 Tata Cara Pemilihan dan Pengangkatan Anggota Senat
Politeknik Negeri Sambas.
Dalam rangka menjamin akuntabilitas dan transparansi lembaga,
Poltesa melaksanakan rapat evaluasi kinerja tahunan yang diselenggarakan
di setiap akhir tahun. Dalam rapat evaluasi kinerja tahunan tersebut dibahas
kinerja unit yang ada di Poltesa, penyampaian hasil audit mutu internal dan
index kinerja akademik dosen, serta rencana kegiatan dan anggaran (RKA)
tahun berikutnya.
1) Ketersediaan dokumen formal struktur organisasi dan tata kerja institusi beserta
tugas pokok dan fungsinya.
Terdapat beberapa bukti sahih dalam penerapan Good University
Government/GUG. Personil serta fungsi dan tugas pokok dari semua unsur
yang terdapat dalam struktur organisasi mengacu pada Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pendirian,
Organisasi, dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas dan tercantum juga
dalam Statuta Poltesa. Berdasarkan Permendikbud tersebut, dibuat
Keputusan Direktur Nomor 010/KP/2018 tentang Tugas Organisasi dan Tata
Kerja Politeknik Negeri Sambas. Adapun struktur organisasi Poltesa seperti
yang terlihat pada gambar berikut ini.
74
Keputusan Direktur Nomor 15 tahun 2019 tentang Uraian Tugas Pelaksana
di Politeknik Negeri Sambas.
3) Ketersediaan bukti yang sahih terkait praktek baik perwujudan GUG mencakup 5
pilar, yaitu, kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab dan berkeadilan
Tata pamong adalah suatu sistem yang dapat menjadikan kepemimpinan,
sistem pengelolaan dan penjaminan mutu berjalan secara efektif di dalam
institusi. Perwujudan Good University Government/GUG di Politeknik Negeri
Sambas dibangun berdasarkan 5 pilar, yaitu, kredibilitas, transparansi,
akuntabilitas, tanggung jawab dan berkeadilan. Untuk menciptakan sistem
tata pamong yang memenuhi kriteria tersebut, maka pelaksanaan tata
pamong berpedoman pada aturan-aturan yang berlaku. Kelima kriteria
tersebut diuraikan sebagai berikut:
a. Kredibilitas
Kredibel memiliki arti mempunyai legitimasi dan dipercaya oleh
masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakehorlders). Kredibelitas
Poltesa dibuktikan dengan terselenggaranya kerjasama institusi ini
dengan beberapa perusahaan dan instansi pemerintah di regional
Kabupaten Sambas, nasional dan kerja sama luar negeri. Selain itu, hasil
studi pelacakan (tracer study) terhadap pengguna lulusan yang
dilaksanakan menunjukkan adanya kepuasaan penggunaan terhadap
kinerja lulusan dengan rata-rata penilaian Baik. Pengakuan dunia kerja
terhadap kinerja lulusan juga ditunjukkan dengan diterimanya lulusan di
berbagai instansi pemerintah dan swasta, baik di dalam maupun di luar
Kalimantan Barat, dengan masa tunggu yang relatif singkat.
b. Transparan
Transparan berarti mampu menyediakan informasi yang relevan
dan mudah dijangkau oleh para pemangku kepentingan. Transparansi
Poltesa ditunjukkan dengan adanya upaya-upaya penyampaian informasi
secara transparan, akurat dan relevan serta mudah diakses oleh para
pemangku kepentingan, baik itu informasi keuangan, kebijakan, maupun
kegiatan yang dilaksanakan. Transparansi informasi pengelolaan
keuangan tercermin dari proses penyusunan Rencana Kinerja Anggaran
Kementrian/Lembaga (RKA-KL) yang bersifat partisipatif atau kombinasi
top down-bottom up di Poltesa, kemudian diterjemahkan dan atau bahkan
dimodifikasi oleh unit terkait sesuai dengan kondisi dan kebutuhan unit
pelaksana. Masukan dari unit pelaksana yang disampaikan dalam rapat
pembahasan anggaran yang rutin dilakukan setiap tahun, dan masukan
dari tenaga pendidik dan kependidikan merupakan informasi penting
yang juga digunakan sebagai dasar membuat penyesuaian RKA-KL.
Transparansi informasi kebijakan dan pelaksanaan kegiatan
dilakukan dengan menyampaikan atau mendistribusikan informasi yang
relevan kepada seluruh dosen, mahasiswa, pengelola sub-unit dan
lembaga kemahasiswaaan, melalui berbagai media, seperti: surat
75
pemberitahuan, papan informasi dan audio visual yang ditempatkan di
beberapa tempat strategis di lingkungan kampus, website Poltesa, dan
buku pedoman. Beberapa buku pedoman yang selalu diperbaharui
secara periodik telah disediakan, seperti: Buku Pedoman Akademik,
Buku Pedoman
76
Penulisan dan Pengujian Tugas Akhir. Transparansi juga ditunjukkan
dalam hal penugasan dosen dalam mengampu mata kuliah di setiap
semester, dan juga dalam penugasan untuk aktivitas lain sebagai
penunjang Tridharma Perguruan Tinggi.
Transparansi berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 14 Tahun
2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Menteri Riset,
Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 75 Tahun 2016 tentang Layanan
Informasi Publik di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi. Sedangkan aturan-aturan tersebut diturunkan kembali
melalui Keputusan Direktur Nomor 02/KL/2019 tentang Daftar Informasi
Publik Politeknik Negeri Sambas.
c. Akuntabel
Akuntabilitas Poltesa ditunjukkan dengan menyampaikan laporan
pertanggungjawaban kinerja Institusi secara transparan dan wajar dalam
rapat jurusan dan unsur pimpinan. Sistem pelaporan mengikuti alur
pelaporan yang telah dibuat dan disepakati bersama, termasuk hal-hal
yang dilaporkan.
Pertanggungjawaban kinerja Institusi direalisasikan dengan
adanya kewajiban untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban
kinerja secara periodik kepada Pimpinan melalui Rapat Pimpinan
Politeknik Negeri Sambas. Evaluasi kinerja dosen dan tenaga
kependidikan Politeknik Negeri Sambas, yang mencakup prestasi kerja,
sikap kerja, dan kepemimpiann, dilaporkan kepada Pimpinan setiap
tahun dalam bentuk daftar Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Pengawasan
terhadap pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan melalui pengisian
angket oleh mahasiswa, mengenai kinerja dosen dalam proses
perkuliahan, dalam hal mana, hasil rekapitulasi pengisian angket
tersebut diinformasikan kembali kepada dosen sebagai bentuk
pertanggungjawaban kinerja dosen dan menjadi bahan evaluasi untuk
dilakukan tindak lanjut upaya perbaikan. Penilaian Indek Kinerja
Akademik Dosen (IKAD) sesuai kedengan rangkaian Standar Operasional
Prosedur (SOP) Nomor: SOP/PPM/SPMI/006 tentang prosedur penetapan
Indek Kinerja Akademik Dosen (IKAD) serta Evaluasi dan Tindak Lanjut
Audit Mutu Akademik Internal (AMAI) secara normatif telah dituangkan
dalam SOP yang disusun oleh Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Politeknik
Negeri Sambas Nomor: SOP/PPM/AMAI/001 tentang Pelaksanaan Audit
Mutu Akademik Internal (AMAI), Nomor: SOP/PPM/AMAI/003 tentang
Tindak Lanjut Audit Mutu Akademik Internal (AMAI), Nomor:
SOP/PPM/AMAI/003 tentang Monitoring dan Evaluasi Audit Mutu Akademik
Internal (AMAI).
d. Bertanggungjawab
Perwujudan bertanggungjawab dalam sistem tata pamong Poltesa
ditandai dengan adanya respon yang tinggi dari pimpinan dalam
77
menegakkan semua aturan sesuai dengan struktur organisasi, uraian
tugas, etika, baik etika dosen, tendik, dan mahasiswa, serta fungsi dan
tanggungjawab, sebagaimana diatur dalam Buku Panduan Akademik.
Rasa tanggung jawab ini juga diimplementasikan dengan berusaha
sebaik mungkin untuk menghasilkan karya yang berguna bagi orang
banyak, hal ini diperlukan agar keberadaan Institusi ini dapat berguna
bagi masyarakat dan memberi kontribusi positif dalam kemajuan daerah.
78
Bentuk pertanggungjawaban Politeknik Negeri Sambas terhadap
masyarakat diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat
yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai evaluasi
pertanggungjawaban terhadap mahasiswa, dosen, dan pengguna
lulusan, dilaksanakan studi pelacakan (tracer study) yang di dalamnya
terdapat masukan terhadap kualitas dan proses pembelajaran di
Politeknik Negeri Sambas.
e. Adil
Keadilan diartikan sebagai perlakuan yang sama terdahap segenap civitas
akademika. Prinsip keadilan yang diterapkan Politeknik Negeri Sambas
diwujudkan dengan adanya sistem penghargaan dan sanksi, sistem
pengembangan sumber daya manusia, dan sistem pemilihan pimpinan
perguruan tinggi yang berlaku sama untuk segenap civitas akademika.
Dalam pengembangan SDM, seluruh dosen mendapat kesempatan yang
sama tanpa diskriminasi untuk mengikuti pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi atau untuk mengikuti kursus-kursus singkat yang bersifat
penyegaran pengetahuan sesuai mata kuliah yang diampu.
Terkait dengan pemilihan pimpinan perguruan tinggi, para dosen
juga mendapat peluang yang sama untuk dipilih, sepanjang memenuhi
peraturan atau ketentuan yang berlaku. Proses pemilihan diawali dengan
mengumumkan informasi kepada para dosen tentang berakhirnya masa
bakti pimpinan lama dan akan segera dilakukan seleksi pimpinan yang
baru bagi dosen yang memenuhi persyaratan. Sejauh mungkin pemilihan
pimpinan Institusi dilakukan berdasarkan azas mufakat musyawarah,
namun bila tidak memungkinkan maka dilakukan pemungutan suara
dengan tetap menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan kebersamaan.
Bentuk penerapan prinsip adil di Poltesa dengan dikeluarkannya
Keputusan Direktur Nomor 174/PL37/KP/2018 tentang Kode Etik Dosen,
Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas.
Peraturan DIrektur Nomor 02 Tahun 2020 tentang Prosedur Pemberian
Penghargaan di Politeknik Negeri Sambas. Keputusan Direktur Nomor
119.A/PL37/PJ/2018 tentang Pedoman Penghargaan dan Sanksi Dosen,
Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas.
b) Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau
lebih, baik organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah
kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin,
mempengaruhi fikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Efektivitas
kepemimpinan di Poltesa yang mencakup 3 aspek berikut:
1) Kepemimpinan Operasional
Kepemimpinan operasional Politeknik Negeri Sambas sudah
berjalan dengan efektif, di mana setiap unsur atau bidang menjalankan
79
tugas dan fungsi sesuai dengan ruang lingkup bidang pekerjaan. Selain
itu, kepemimpinan operasional juga tercermin dalam mengkoordinasikan
dan mengarahkan setiap kegiatan akademik dan non akademik,
menyampaikan permasalahan melalui rapat rutin yang dilakukan
minimal setiap semester menjelang perkuliahan dimulai.
Direktur bersama dengan Wakil Direktur Politeknik Negeri Sambas menyusun
80
program kerja tahunan dalam Rencana kegiatan dan Anggaran (RKA)
berdasarkan pada visi, misi dan tujuan institusi. Setiap kegiatan
direalisasikan melalui mekanisme pengajuan usulan yang harus
mendapat persetujuan dari pimpinan. Program kerja yang telah
dilaksanakan dipertanggungjawabkan kepada Direktur. Hasil
pelaksanaan program kerja tersebut kemudian dipakai pedoman untuk
melakukan evaluasi dalam pelaksanaan program kerja selanjutnya.
2) Kepemimpinan Organisasi
Pimpinan Politeknik Negeri Sambas memiliki karakteristik
kepemimpinan organisasi yang kuat dan profesional. Hal ini ditunjukkan
melalui kemampuannya menggerakkan dan mengarahkan semua unsur
untuk mewujudkan visi Institusi. Dalam menggerakkan dan mengarahkan
civitas akademika, pemimpin Institusi selalu mengikuti nilai, norma,
etika, dan budaya atau kebiasaaan-kebiasaan yang sudah disepakati
bersama.
Untuk mewujudkan visi, Pimpinan Politeknik Negeri Sambas
melakukan berbagai kegiatan yang mendukung, meliputi: (1)
pembaharuan kurikulum yang dilakukan secara teratur dalam setiap
empat tahun, 2) meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen melalui
pengembangan staf dan keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah, baik di
dalam maupun luar negeri, (3) melakukan studi pelacakan alumni secara
rutin, (4) merumuskan rencana strategis jangka panjang mengacu pada
Renstra, yang dirinci lagi dalam Rencana Operasional Tahunan (Renop),
dan (5) melakukan kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan
pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dengan lembaga di luar
Politeknik Negeri Sambas.
Kepemimpinan organisasi di PoliteknikNegeri Sambas terdiri dari
Direktur, Wadir I, Wadir II, Wadir III, Ketua Jurusan, Kepala PPM dan PPPM.
Unsur Pimpinan Politeknik menetapkan Susunan Bagan Organisasi dan
Tata Kerja. Selanjutnya masing-masing pemangku jabatan tersebut
diberi wewenang dan tusi sesuai dengan Job Spesification dan Job
Description. Agar tidak terjadi overlaping dalam koordinasi, pimpinan
menetapkan Jalur Komando dan Jalur Koordinasi antar unit Kerja yang
ada dilingkungan Politeknik.
3) Kepemimpinan Publik.
Pimpinan Politeknik Negeri Sambas juga memiliki karakteristik
yang kuat dalam kepemimpinan publik. Hal ini ditunjukkan dengan
kemampuan unsur pimpinan untuk menjalin kerjasama dengan berbagai
institusi/instansi lain. Pimpinan Politeknik Negeri Sambas sesuai dengan
kewenangan yang dimiliki ikut serta melakukan negosiasi kerjsama
dengan pihak luar dengan payung hukum kerjasama diawali dengan
penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antar Direktur
dengan pihak luar.
81
Kepemimpinan publik Institusi juga ditunjukkan dengan
dipercayanya beberapa unsur pimpinan maupun dosen menjadi tenaga
profesional pada berbagai institusi di luar Politeknik Negeri Sambas.
Melaksanakan program-program pengembangan kepada masyarakat
melalui penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
82
c) Pengelolaan
1) Ketersediaan bukti formal keberfungsian sistem pengelolaan fungsional dan
operasional perguruan tinggi yang meliputi perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), penempatan personil (staffing), pengarahan
(leading), dan pengawasan (controlling).
Sistem pengelolaan fungsional dan operasional Poltesa mencakup
perencanaan, pengorganisasian, penempatan personil, pengarahan, dan
pengawasan, penggunaan sumber daya pendidikan untuk tercapainya
efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi di
lingkup Institusi. Penerapan masing-masing fungsi diuraikan sebagai berikut.
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan yang dilakukan oleh Politeknik Negeri Sambas
mengacu pada visi, misi, tujuan, dan sasaran Institusi serta merupakan
penjabaran dari Renstra Politeknik Negeri Sambas. Perencanaan yang
dilakukan mencakup progam kerja pada bidang-bidang utama berikut,
yaitu: (1) pendidikan dan pengajaran, (2) penelitian, (3) pengabdian
kepada masyarakat, (4) kemahasiswaan dan alumni, (5) sumber daya
manusia, (6) keuangan, sarana dan prasarana, (7) organisasi dan
manajemen, (8) teknologi informasi dan komunikasi, (9) kerjasama.
Penyusunan program kerja Institusi dilakukan secara terpadu
dengan terlebih dahulu dilakukan evaluasi program kerja tahun
sebelumnya. Apabila ada program kerja yang belum terlaksana, maka
progam tersebut direncanakan kembali pada tahun berikutnya. Hasil
penyusunan program kerja unit kerja selanjutnya dikoordinasikan dengan
program kerja institusi, yang selanjutnya dibahas untuk mendapatkan
persetujuan. Program kerja yang sudah mendapatkan persetujuan
institusi merupakan program kerja yang siap untuk direalisasikan oleh
unit kerja.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Pimpinan Institusi mengorganisasikan pelaksanaan tridharma
perguruan tinggi pada Poltesa. Pengorganisasi Poltesa berpedoman pada
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas.
Dalam mengorganisasikan kegiatan pendidikan pengajaran, Direktur
bersama dengan Wakil Direktur mengatur unit kerja yang ada untuk
melaksanakan tugas masing-masing. Dalam pengorganisasian kegiatan
perkuliahan ditunjuk unit-unit yang bersifat fungsional yang membantu
Institusi merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengawasi pelaksanaan
perkuliahan sesuai rumpum mata kuliah dengan berpedoman pada
Silabus, Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Kontrak Perkuliahan yang
sudah ditetapkan. Pengkoordinasian juga dilakukan dalam hal
penyusunan kurikulum yang dilengkapi dengan Silabus, Satuan Acara
Perkuliahan (SAP), dan Kontrak Perkuliahan.
Dalam upaya meningkatkan kegiatan dosen dalam bidang
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Institusi mengatur
83
kegiatan ini melalui penyelenggaraan kompetisi hibah penelitian yang
dimiliki Institusi dan mendorong dosen untuk mengikuti kompetisi untuk
memenangkan hibah kompetitif yang ada di Pusat Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Politeknik Negeri Sambas dan
skim-skim penelitian yang ada di Direktorat Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat Dirjen Dikti.
84
c. Penempatan personil (Staffing)
Dalam sistem Tata Pamong Politeknik Negeri Sambas, penempatan
personil menjadi tanggung jawab institusi. Dalam penempatan personil,
Poltesa berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja
Politeknik Negeri Sambas dan Keputusan Direktur Nomor 010/KP/2018
tentang Tugas Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas Tahun
2018. Dalam pelaksanaannya, setiap dosen yang ditugaskan untuk
mengajar di Poltesa harus mendapat persetujuan Direktur. Direktur dapat
memberikan masukan kepada jurusan dan prodi tentang arah
pengembangan staf yang diinginkan untuk keperluan pengembangan
Institusi ke depan, seperti terkait dengan kualifikasi akademik minimal
yang harus dimiliki oleh setiap dosen pengajar, pembimbing, dan penguji
sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
d. Pengarahan (Leading)
Pengarahan oleh pimpinan kepada semua unit yang ada dilakukan
melalui rapat-rapat yang diselenggarakan setiap semester, menyangkut
pelaksanaan tridharma perguruan tinggi pada Politeknik Negeri Sambas.
Selain melalui rapat pimpinan atau rapat jurusan, pengarahan juga
dilakukan secara langsung kepada dosen secara individu maupun
kelompok.
e. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan di Poltesa dilaksanakan oleh dua unit yaitu Pusat
Penjaminan Mutu (PPM) untuk pengawasan akadmik yang berpedoman
pada Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas, dan Satuan
Pengawasan Internal (SPI) untuk pengawasan non akademik yang
berpedoman pada Peraturan Direktur Nomor 09 Tahun 2018 tentang
Satuan Pengawas Internal. Sistem pengawasan di Poltesa dilaksanakan
melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pada Politeknik Negeri
Sambas dibedakan dalam dua aspek, yaitu aspek akademik dan aspek
non akademik, yang dalam prakteknya berjenjang mulai dari pengawasan
di tingkat Institusi, Jurusan sampai tingkat Prodi.
Untuk pengawasan aspek akademik secara keseluruhan,
pelaksanaannya dilakukan melalui audit mutu akademik internal (AMAI)
dari Pusat Penjaminan Mutu (PPM). Berdasarkan laporan audit internal
tersebut, Direktur dapat menentukan langkah-langkah yang diperlukan
untuk peningkatan mutu pendidikan pada Politeknik Negeri Sambas.
Sistem pengawasan dalam aspek keuangan dilakukan melalui
pelaksanaan audit internal oleh Satuan Pengendalian Internal (SPI)
Politeknik Negeri Sambas.
85
2) Ketersediaan dokumen formal dan pedoman pengelolaan mencakup aspek: a)
pendidikan, b) pengembangan suasana akademik dan otonomi keilmuan, c)
kemahasiswaan, d) penelitian, e) PkM, f) SDM, g) Keuangan, h) Sarana dan
Prasarana, i) Sistem Penjaminan Mutu, dan j) Kerjasama.
86
aspek-aspek sebagai berikut:
a. Pendidikan
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Pasal 4
mengenai standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran,
standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar
pengelolaan pembelajaran dan standar pembiayaan pembelajaran.
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab III
Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi Bagian Kesatu
Pendidikan Pasal 8.
Keputusan Direktur Nomor 331.i/LL/2018 tentang Buku Pedoman
Akademik Dan Kemahasiswaan Politeknik Negeri Sambas
b. Pengembangan Suasana Akademik dan Otonomi Keilmuan
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab III
Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi Bagian Kelima
Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik, dan Otonomi
Keilmuan Pasal 20.
Peraturan Direktur Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kebebasan
Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik dan Otonomi Keilmuan di
Lingkungan Politeknik Negeri Sambas.
c. Kemahasiswaan
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab VIII
Mahasiswa dan Alumni Pasal 68.
Peraturan Direktur Nomor 13 Tahun 2018 tentang Kemahasiswaan
Politeknik Negeri Sambas.
d. Penelitian
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab III
Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi Bagian Kedua
Penelitian Pasal 17.
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Pasal 48
mengenai standar hasil penelitian, standar isi penelitian, standar
proses penelitian, standar penilaian penelitian, standar peneliti,
standar sarana dan prasarana penelitian, pengelolaan penelitian dan
standar pendanaan dan pembiayaan penelitian.
Panduan Penelitian Poltesa edisi V Tahun 2020.
87
e. Pengabdian Kepada Masyarakat
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab III
Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi Bagian Ketiga
Pengabdian Kepada Masyarakat Pasal 18.
88
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Pasal 54
mengenai ruang lingkup standar nasional PKM, yakni harus memenuhi
standar sebagai berikut: standar hasil PKM, standar isi PKM, standar
proses PKM, standar penilaian PKM, standar pelaksana PKM, standar
sarana dan prasarana PKM, pengelolaan PKM dan standar pendanaan
dan pembiayaan PKM.
Panduan PKM Poltesa edisi V Tahun 2020.
g. Keuangan
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab X
Pengelolaan Anggaran Pasal 74.
Keputusan Direktur Nomor 256/KU/2019 tentang Pedoman Keuangan
Politeknik Negeri Sambas.
89
Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas.
Peraturan Direktur Nomor 09 Tahun 2018 tentang Satuan Pengawas Internal.
j. Kerjasama.
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab XI
Kerjasama Pasal 75.
Peraturan Direktur Nomor 04 Tahun 2018 tentang Sistem
Kerjasama Dan Pengembangan Kelembagaan.
Keputusan Direktur Nomor 165.F/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan
Peta Proses Bisnis Politeknik Negeri Sambas.
Keputusan Direktur Nomor 165.E/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan
Standar Operasional Prosedur Politeknik Negeri Sambas.
c. Kemahasiswaan
Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek
kemahasiswaan dapat dilihat dari buku bimbingan akademik, sertifikat
kegiatan ekstrakurikuler,
91
kegiatan pengembangan dan pembinaan softskill, beasiswa, bimbingan
konseling dan bimbingan karir.
d. Penelitian
Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek penelitian
dapat dilihat dari penyusunan pedoman, penyampaian pedoman,
penerimaan proposal, penentuan reviewer, seleksi proposal, monev
internal dan eksternal penelitian hingga pengumpulan laporan penelitian
tiap tahun yang tersimpan di Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat.
g. Keuangan
Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek keuangan
dapat dilihat dari laporan keuangan tahunan.
j. Kerjasama.
Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek
kerjasama dapat dilihat dari laporan berkala sistem informasi kerjasama
direktorat kelembagaan dirjen Pendidikan tinggi kemendikbud. Pelaporan
92
kerjasama mencakup mitra kerjasama, jenis dokumen kerjasama, dan
bentuk dokumen kerjasama.
93
4) Ketersediaan dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis (yang mencakup perencanaan finansial dan sumber
daya, pengelolaan dan pengendalian risiko, kepatuhan terhadap peraturan,
konflik kepentingan, pelaporan dan audit).
Perencanaan finansial dan sumber daya, pengelolaan dan
pengendalian risiko, kepatuhan terhadap peraturan, konflik kepentingan,
pelaporan dan audit di Politeknik Negeri Sambas dapat dijelaskan
sebagai berikut:
a. perencanaan finansial dan sumber daya
Dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis dalam perencanaan finansial dan
sumberdaya berpedoman kepada Peraturan Menteri Keuangan antara
lain:
PMK Nomor 78/PMK.02/2019 tentang Standar Biaya Masukan Tahun
Anggaran 2020
PMK Nomor 206/PMK.02/2018 tentang Tata Cara Revisi Anggaran
Tahun Anggaran 2019
PMK Nomor 208/PMK.02/2019 tentang Petunjuk Penyusunan dan
Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian
Negara/Lembaga dan Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
b. pengelolaan dan pengendalian risiko
Dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis dalam pengelolaan dan pengendalian risiko
berpedoman kepada dokumen peta risiko (risk register) Politeknik Negeri
Sambas yang dibuat oleh Satuan Pengawas Internal.
c. kepatuhan terhadap peraturan
Dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis dalam kepatuhan terhadap peraturan
mengacu kepada Permenristekdikti Nomor 51 Tahun 2016 tentang
Pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
d. konflik kepentingan
Dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis dalam meminimalisir konflik kepentingan
berpedoman kepada skala kebutuhan prioritas Poltesa serta Peraturan
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 58 Tahun 2016
tentang Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
e. pelaporan dan audit
Dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis dalam pelaporan dan audit yang dilakukan
secara berkala baik per bulan, dan per triwulan, dan tahunan pada
sistem informasi.
94
1) Ketersediaan dokumen formal pengembangan sistem penjaminan mutu perguruan
tinggi.
Sistem penjaminan mutu pada Politeknik Negeri Sambas sudah
terbangun secara baik. Struktur organisasi pada Pusat Penjaminan Mutu
(PPM) di Politeknik Negeri Sambas sesuai dengan Permendikbud Nomor 15
Tahun 2013 dan Keputusan Direktur
95
Nomor 010/KP/2018 adalah sebagai berikut:
Kepala
Pusat
Penjaminan
Mutu (PPM)
DIvisi Divisi
Audit Mutu Akademik Sistem
Internal (AMAI) Penjaminan
Mutu Internal (SPMI)
Kelompok
Jabatan
Fungsional
2) Terbangunnya sistem penjaminan mutu internal yang fungsional yang paling tidak
termasuk:
a. Dokumen formal pembentukan unsur pelaksana penjaminan mutu internal di
perguruan tinggi.
Unit pelaksana sistem penjaminan mutu Politeknik Negeri
Sambas yang merujuk kepada:
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi, dan Tata Kerja Politeknik Negeri
Sambas
Keputusan Direktur Nomor 010/KP/2018 tentang Tugas Organisasi
dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas
Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas.
96
b. Ketersedian dokumen mutu yang dapat mencakup: pernyataan komitmen mutu,
kebijakan mutu, standar mutu, manual mutu dan dokumen lain yang diperlukan.
Politeknik Negeri Sambas menerapkan implementasi penjaminan
mutu yang mengacu pada dokumen-dokumen mutu yang telah
ditetapkan, antara lain: pernyataan komitmen mutu, kebijakan mutu,
standar mutu, manual mutu dan dokumen lain yang diperlukan.
Dokumen pernyataan komitmen mutu, tertuang dalam Statuta
Poltesa Bab IV Bagian Kesatu Pasal 23 tentang Visi Poltesa, yaitu
“menjadi institusi Pendidikan Vokasi yang unggul di tingkat nasional
dan internasional pada tahun 2034”.
Dokumen kebijakan mutu, secara garis besar kebijakan mutu ini
menetapkan, mengatur dan menjamin terlaksananya sistem
penjaminan mutu di Poltesa.
Dokumen standar mutu, terdiri dari dokumen standar mutu, manual
mutu, prosedur operasional standar untuk memahami ruang lingkup,
pedoman dan prosedur implementasi SPMI.
Dokumen lain yaitu implementasi kebijakan ini tentang standar mutu
akademik, kompetensi dosen, kompetensi tenaga kependidikan,
suasana akademik, evaluasi pembiayaan, sarana dan prasarana dan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
98
Pelaksanaan: pelaksanaan penjaminan mutu disesuaikan dengan SN
Dikti yang meliputi kegiatan akademik (Pendidikan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat) serta non akademik (keuangan,
sumber daya manusia, sarana dan prasarana) yang telah
diimplementasikan ke SN Dikti.
Evaluasi: evaluasi pelaksanaan standar SPMI melalui kegiatan Audit
Mutu Internal yang dilakukan setiap 2 kali dalam setahun kecuali pada
masa pandemi. Audit dilakukan oleh ketua jurusan yang telah
mengikuti pelatihan auditor.
Pengendalian: pengendalian dilakukan dalam rangka perbaikan atas temuan.
Peningkatan: peningkatan dapat dilakukan secara kualitas dan
kuantitas. Secara kualitas apabila standar yang ditetapkan telah
dipenuhi oleh Lembaga sesuai SN DIkti, sehingga perlu dilakukan
pencapaian melebihi SN Dikti. Secara kuantitas dilakukan dengan
menambah judul standar.
f. Bukti sahih sistem perekaman dan dokumentasi mutu, serta publikasi hasil
penjaminan mutu internal kepada para pemangku kepentingan.
Bukti sistem perekaman dan dokumentasi mutu serta publikasi
hasil penjaminan mutu internal kepada para pemangku kepentingan
disesuaikan dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Perekaman dan
dokumen, serta publikasi hasil penjaminan mutu dibuktikan dalam
bentuk laporan akhir audit mutu internal.
99
memililki sertifikat/akreditasi internasional.
100
c. Pelaksanaan dan hasil audit eksternal keuangan di perguruan tinggi. (Tabel
1.a. LKPT).
Selama periode 2018-2020, Poltesa telah melakukan audit
eksternal keuangan. Audit eksternal keuangan tersebut dilakukan oleh
Irjen Kemenristekdikti dan BPK.
Pada tahun 2018 telah dilakukan audit oleh Inspektorat Jenderal
Kemenristekdikti. Audit yang dilakukan merupakan audit terhadap
pelaksanaan anggaran tahun 2017. Terdapat beberapa temuan yang
dilakukan oleh Irjen Kemenristekndikti, dan temuan telah
ditindaklanjuti seluruhnya. Temuan-temuan tersebut, antara lain:
1) Terdapat pertanggungjawaban perjadin kegiatan
penelitian/pengabdian yang tidak dilengkapi dengan bukti yang
lengkap atau tidak akuntabel.
2) Pembayaran serdos yang tidak sesuai dengan peraturan
perundangan- undangan yang berlaku.
3) Terdapat dosen yang tidak membuat/mengumpulkan BKD untuk
semester genap 2016, ganjil 2017 dan genap 2017.
4) Terdapat penyaluran dana penelitian dan pengabdian yang tidak
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
5) Terdapat pembayaran honorarium terhadap ketua dan anggota
untuk kegiatan penelitian dosen tahun 2017 yang tidak sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
6) Terdapat pengangkatan tenaga PPPK (dosen dan tendik) sebanyak
74 orang belum dilengkapi dengan perjanjian kerja.
7) Terdapat 2 jabatan struktural (Kabag) yang belum di isi oleh pejabat
definitive.
8) Terdapat 106 orang pegawai yang tidak masuk kerja tanpa
keterangan yang sah dan belum di ambil tindakan sesuai PP
nomor 53 tahun 2021.
Pada tahun 2019, juga dilakukan audit oleh Inspektorat Jenderal
Kemenristekdikti terhadap pelaksanaan anggaran tahun 2018.
Terdapat beberapa temuan yang teridentifikasi dan temuan telah
ditindaklanjuti seluruhnya. Temuan-temuan tahun 2019 tersebut,
antara lain:
1) Pengangkatan pejabat perbendaharaan (SK Direktur no.
001/KP/2018 tgl 3 jan 2018) tidak didasari pada Kepmenristekdikti
no. 28/M/KPT/2018 tanggal 19 januari 2018
2) Terdapat beberapa mata anggaran yang tidak sesuai terutama
akun anggaran yang menghasilkan akun persediaan. Hal tersebut
mengakibatkan laporan barang persediaan yang sudah dilaporkan
dalam simak BMN dan laporan keuangan tahun 2018 belum tersaji
secara memadai
3) Terdapat distribusi barang persediaan (ATK dan bahan praktikum)
101
pada jurusan dan prodi tidak dilengkapi dengan bukti surat
perintah mengeluarkan (SPMB) atau bukti surat tanda terima
pendistribusian barang persediaan
4) Terdapat mark up/permahalan harga pada pembuatan seragam
mahasiswa (almamater) melebihi harga wajar (Perhitungan harga
pasar di tambah keuntungan perusahaan dan PPN)
102
5) Terdapat pungutan lain selain UKT pada mahasiswa yang
dilakukan oleh UPT TIK
6) Terdapat belanja barang non operasional lainnya (kursus
mahasiswa) yang tidak didukung dengan bukti
pertanggungjawaban yang akuntabel.
7) Terdapat belanja barang non operasional (hibah pembuatan buku
ajar) yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8) Proses pengadaan almamater mahasiswa tidak sesuai dengan
aturan pengadadaan langsung (Perpres no.16/2018) dan
mengakibatkan pembuatan almamater tersebut tidak memenuhi
syarat legalitas.
9) Terdapat barang persediaan yang didistribusikan tetapi tidak
dilengkapi dengan bukti tanda terima pendistribusian atau surat
perintah mengeluarkan barang (SPMB)
Pada tahun 2020 telah dilakukan audit oleh BPK. Audit dilakukan
terhadap pelaksanaan anggaran tahun 2020. Temuan: pengelolaan,
penatausahaan dan penyajian asset tak berwujud pada
Kemenristekdikti belum tertib. Rekomendasi temuan: BPK
merekomendasikan Menteri untuk berkoordinasi dengan Mendikbud
menginstruksikan: a. Kuasa Pengguna BMN PTN terkait bersinergi
dengan SPI dalam pengendalian dan pengawasan sehingga
penatausahaan dan penyajian ATB sesuai dengan ketentuan. Temuan
sudah ditindaklanjuti sesuai rekomendasi.
103
Gambar 8. Jumlah Program Studi Terakreditasi Tahun
2020
e) Kerjasama
Pedoman Kerjasama Politeknik Negeri Sambas mengacu pada
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 14 Tahun 2014
tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi, Peraturan Direktur Nomor 04 Tahun
2018 tentang Sistem Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan.
105
Negeri Pontianak, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Tanjungpura
Pontianak, Universitas Terbuka,
Institusi pemerintahan dalam negeri
Institusi pemerintahan dalam negeri yang bermitra dengan Poltesa
adalah Pemerintah Daerah Kab. Sambas beserta jajaran SKPD Kab.
Sambas, Balai Riset dan Standarisasi Industri Pontianak,
Institusi pemerintahan/pendidikan luar negeri
Institusi pemerintahan/Pendidikan luar negeri yang telah melakukan
kerjasama dengan Poltesa adalah Politeknik Negeri Mukah Malaysia, Rise
Neo Cooperative dari Jepang.
25 22
20
15 12
10 9
10 8
6 6 6 5
3 2 4 3 4 4 3
5 2 2
1 0 0 1 0 1 0
0
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS
Organisasi Dalam Negeri Dunia Usaha dalam Negeri Institusi Pendidikan DN
Linear (Dunia Usaha dalam Negeri) Linear (Institusi Pendidikan DN) Linear (Institusi Pemerintahan DN)
106
40 37
35
30
25
20
20 17
15 12 12 11
9
10
6
5 3 3
0 0 1 0 0
0
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS
MoU MoA Implementation Agreement Linear (MoU) Linear (Implementation Agreement)
2) Bukti sahih kerjasama tridharma yang dilengkapi dengan hasil analisis data terkait
manfaat kerjasama bagi perguruan tinggi (LKPT 1.c)
Kegiatan-kegiatan kerjasama dengan mitra, dilaksanakan dengan
tujuan untuk mencapai visi misi Poltesa terutama dalam meningkatkan
pengembangan tridharma. Berbagai manfaat yang didapat oleh Poltesa,
antara lain:
Kerjasama dengan Pemda Kab. Sambas menghasilkan peningkatan
kapasistas dosen Poltesa dalam penelitian dan PKM yang berkaitan erat
dengan kebutuhan daerah.
Kerjasama dengan Inkubator Bisnis Swabina Pontianak menghasilkan
dosen-dosen yang memiliki hard skills dan soft skills di bidang
kewirausahaan, sehingga nantinya dapat meningkatkan kemampuan
kewirausahaan mahasiswa dan alumni.
108
Pemberhentian Dosen dan Tenaga Kependidikan Non Pegawai Negeri
Sipil di Lingkungan Politeknik Negeri Sambas.
Standar Teknis Kerjasama
Dengan menetapkan Keputusan Direktur Nomor 10.a/PL37/KP/2020
tentang Petunjuk Teknis Kerjasama Politeknik Negeri Sambas dengan
Perguruan Tinggi, Dunia Usaha dan Pihak Lain.
Standar Kebersihan, Keindahan, Ketertiban dan Keamanan
Dengan menetapkan Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor
: 01 Tahun 2019 tentang Pedoman Standar Kebersihan, Keindahan,
Ketertiban, dan Keamanan (4K) di Lingkungan Politeknik Negeri Sambas.
110
Faktor Internal tata pamong, tata kelola dan kerjasama Poltesa:
Kekuatan (Strengths/S)
a. Status perguruan tinggi negeri
b. Keuangan, sarana dan prasarana memadai
c. SDM tersedia
d. Memiliki kerjasama dengan mitra
Kelemahan (Weaknesses/W)
a. Institusi belum terakreditasi
b. Sarana prasarana belum terstandar
c. Kurangnya Kompetensi SDM
d. Kerjasama antar unit masih lemah
e. Persepsi layanan berbeda
c) Analisis SWOT
Penyusunan strategi pada matriks SWOT dilakukan setelah
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal keadaan Poltesa saat ini,
lingkup strategi yang diterapkan tanpa mengubah arah strategi yang
telah ditetapkan. Berdasarkan hasil identifikasi factor internal dan
eksternal, disusunlah matriks SWOT yang menghasilkan empat tipe
strategi yang dapat dilakukan, yaitu strategi S-O, W-O, S-T, dan W-T.
Hasil analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.
111
Tabel 8. Matriks SWOT
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
Faktor
Intern [Link] perguruan 1. Institusi belum
al tinggi negeri terakreditasi
[Link], 2. Sarana prasarana
Sarana prasarana belum terstandar
Faktor memadai 3. Kurangnya Kompetensi
Eksternal [Link] tersedia SDM
[Link] 4. Kerjasama antar unit
kerjasama masih lemah
dengan mitra 5. Persepsi layanan berbeda
Peluang (O) Strategi S-O Strategi W-O
113
7. Penjaminan Mutu Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama
Poltesa memiliki beberapa pedoman utama sistem penjaminan
mutu tata pamong, tata kelola dan kerjasama, yaitu:
1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas.
4. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas.
5. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
6. Permenristekdikti Nomor 50 Tahun 2018
7. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 62
Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 14 Tahun 2014
tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi,
9. Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem Penjaminan
Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas.
[Link] Direktur Nomor 04 Tahun 2018 tentang Sistem
Kerjasama Dan Pengembangan Kelembagaan.
115
dan SPI Poltesa. Untuk meningkatkan kualitas SDM Poltesa dilakukan
dengan beberapa upaya, antara lain: 1) mendorong setiap unit bekerja
sesuai tupoksi; 2) Dosen dan tendik selalu memperkaya diri dengan
perubahan peraturan yang selalu meningkat setiap tahunnya demi tercapai
VMTS Poltesa; 3) meningkatkan kerjasama yang baik antara sesama unit di
internal Poltesa maupun ke ekternal Poltesa.
8. Kepuasan Pengguna
1) menggunakan instrumen kepuasan yang sahih, andal, mudah digunakan.
Instrument pengukuran kepuasan terhadap layanan institusi
disesuaikan dengan segmen kelompok tujuan. Survey kepuasan dilakukan
secara online kepada mahasiswa, dosen, tendik, alumni dan pengguna
alumni terkait layanan manajemen. Pengumpulan data dilakukan pada akhir
tahun. Data yang diperoleh akan ditabulasi dengan tabulasi sederhana.
Nilai rata-rata jawaban responden pada ketegori di kelompokkan
menjadi lima kategori yaitu sangat tidak memuaskan, tidak memuaskan,
Rata-rata, memuaskan, sangat memuaskan. Tanggapan responden atas
setiap pertanyaan diukur dengan menggunakan skala likert, dengan kriteria
sebagai berikut:
116
yang berlaku umum. Metode yang digunakan adalah metode statistik
deskriptif.
4) tingkat kepuasan dan umpan balik ditindaklanjuti untuk perbaikan dan peningkatan
mutu luaran secara berkala dan tersistem.
117
Data pengukuran kepuasan yang telah dianalisis, dibuatkan laporan.
Laporan tersebut kemudian disampaikan kepada unit kerja yang terkait
untuk dijadikan bahan pertimbangan-pertimbangan perbaikan layanan ke
depan.
4,50
4,00
2,50
2,00
1,50
1,00
118
7 Kesopanan dan Keramahan SDM 3,63 B Memuaskan
8 Kesesuaian biaya 3,70 B Memuaskan
9 Ketepatan jadwal pelayanan 3,58 B Memuaskan
10 Kenyamanan di unit pelayanan 3,63 B Memuaskan
11 Kecukupan sarana dan prasarana 3,45 B Memuaskan
9. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar Tata Pamong, Tata Kelola dan
Kerjasama Serta Tindak Lanjut
Berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan
bahwa capaian kinerja tata pamong, tata kelola dan kerjasama Poltesa
dapat dibuktikan dengan adanya dokumen-dokumen laporan ketercapaian
standar tata pamong, tata kelola dan kerjasama Poltesa. Dokumen-
dokumen tersebut dimulai dari dokumen Penetapan, Pelaksanaan,
Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan (PPEPP).
Pemosisian hasil evaluasi ketercapaian standar mutu tata pamong,
tata kelola, dan kerjasama telah mencapai kriteria Baik dalam hal
peningkatan mutu tata pamong, tata kelola dan kerjasama. Evaluasi
kinerja Sistem tata pamong, tata kelola dan kerjasama Poltesa
menunjukkan arah yang baik yang dapat dibuktikan dengan dokumen-
dokumen sistem tata pamong dan tata kelola dalam bentuk kebijakan-
kebijakan, peraturan dan keputusan direktur. Organisasi dan tata kerja
Poltesa telah memiliki struktur yang dilengkapi dengan tugas pokok dan
fungsi yang dijalan oleh masing-masing unsur secara konsisten dan
berkelanjutan.
Prestasi-prestasi yang ditorehkan dalam beberapa tahun terakhir
menunjukkan bahwa kepemimpinan di Poltesa berjalan dengan sangat
baik. Pemimpin selalu memotivasi untuk menemukan inovasi-inovasi baru
dalam peningkatan tata pamong dan tata kelola yang efektif dan efisien.
Sistem penjaminan mutu berjalan dengan baik yang dibuktikan dengan
hasil dari akreditasi dan reakreditasi. Hingga akhir tahun 2020, Poltesa
telah menghasilkan 5 prodi berakreditasi B dan 4 prodi berakreditasi C dari
119
BAN PT.
Masalah standar yang belum tercapai adalah: 1) Kemampuan SDM
dalam melaksanakan tata pamong, tata kelola dan kerjasama, 2)
Kemampuan SDM dalam melaksanakan SPMI, 3) Koordinasi antar unit yang
masih kurang kuat, 4) Kerjasama dengan pemangku kepentingan, dunia
usaha/dunia industry masih perlu penguatan.
Akar masalah standar yang belum tercapai adalah: 1) Institusi belum
terakreditasi, 2) Sarana prasarana belum terstandar, 3) Kurangnya
Kompetensi SDM,
4) Kerjasama antar unit masih lemah, 5) Persepsi layanan berbeda
120
Rencana perbaikan dan pengembangan standar mutu adalah: 1)
Melakukan sosialisasi secara rutin dan terencana tentang penyamaan
persepsi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Poltesa sehingga VMTS ini akan
semakin tertanam ke dalam benak dosen, tendik, mahasiswa, dan
masyarakat, 2) Internasionalisasi program tridarma Poltesa, 3) Penguatan
koordinasi internal, 4) Peningkatan kapasitas SDM, 5) Penguatan program
kerjasama
121
C.3 Mahasiswa
1. Latar Belakang
Sebagai salah satu komponen terpenting dalam keberadaan suatu
perguruan tinggi, mahasiswa haruslah mendapatkan pelayanan yang
berkualitas sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memenuhi
standar yang telah ditetapkan. Politeknik Negeri Sambas sebagai Perguruan
Tinggi Negeri selama ini telah memberikan berbagai layanan yang baik
untuk mahasiswa. Upaya-upaya yang dilakukan untuk menginkatkan
kualitas mahasiswa dimulai dari kualitas input mahasiswa dengan
melakukan seleksi terhadap calon mahasiswa baru, hingga membekali
mahasiswa yang telah diterima di Politeknik Negeri Sambas dengan
berbagai keahlian yang diperlukan yang nantinya akan bermanfaat bagi
mahasiswa tersebut, diantaranya pengembangan nalar, minat dan bakat;
pengembangan soft skill; bimbingan karir dan kewirausahaan, selain itu juga
disediakan layanan kesejahteraan mahasiswa yang meliputi layanan
beasiswa dan layanan kesehatan.
122
2. Kebijakan
Kebijakan dalam sistem dan seleksi mahasiswa baru Politeknik Negeri
Sambas mengacu pada:
1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun
2020 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada
Perguruan Tinggi Negeri;
123
2) Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 01 Tahun 2019
Tentang Prosedur, Tata Cara dan Persyaratan Penerimaan
Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Sambas;
3) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
148/KM/2020 Tentang Buku Panduan Penerimaan Mahasiswa Baru
Politeknik Negeri Sambas Tahun Akademik 2020/2021;
4) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
131/LL/2020 Tentang Penetapan Daya Tampung Mahasiswa Baru
Tahun Akademik 2020/2021 Politeknik Negeri Sambas.
125
Diantara kebiajakan Politeknik Negeri Sambas terkait dengan layanan
kemahasiswaan diantaranya:
1) Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor: 13 Tahun
2018 Tentang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Sambas;
2) Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor: 06 Tahun 2018
Tata cara pengusulan perubahan UKT di Lingkungan Politeknik
Negeri Sambas;
3) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
446/PL37/KM2020 tentang Buku Pedoman Akademik dan
Kemahasiswaan Politeknik Negeri Sambas Tahun Akademik
2020/2021;
4) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
451/KM/2020 Tentang Pelantikan Pembina Organisasi
Kemahasiswaan KBM POLTESA Periode 2020/2021;
5) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
440/KM/2020 Tentang Dosen Pembimbing Program Kewirausahaan
Mahasiswa Vokasi Tahun 2020;
6) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
125.a/KP/2019 Tentang Pendirian Inkubator Bisnis Swabina Tech’s.
126
memastikan direktur tentang Pegawai terhadap
dokumen seleksi Pedoman penerimaan bidang pedoman
dan penerimaan mahasiswa baru Akademik dan penerimaan
mahasiswa baru kemahasiswa mahasiswa
yang an baru
memuat tentang
perencanaan,
pelaksanaan,
pemantauan,
pelaporan dan
pertanggunjawaban
proses penerimaan
mahasiswa baru
Poltesa melalui Menunjuk penugasan Anggaran Evaluasi
panitia penerimaan khusus pada Pegawai pelaksaan
mahasiswa baru kepanitiaan bidang tugas panitia
(PMB) wajib penerimaan Akademik dan penerimaan
memastikan mahasiswa baru kemahasiswa mahasiswa
ketersediaan daftar untuk melakukan an baru
calon mahasiswa pendataan informasi
yang mendaftar pendaftar
yang berisikan
informasi nomor
pendaftaran, nama
pendaftaran nomor
induk
kependudukan, asal
sekolah dan pilihan
program studi
pendaftar
Poltesa melalui Menunjuk penugasan Anggaran Evaluasi
panitia PMB wajib kepada anggota Pegawai pelaksaan
memastikan daftar panitia PMB untuk bidang tugas panitia
calon mahasiswa mendata dan Akademik dan penerimaan
baru menetapkan peserta kemahasiswa mahasiswa baru
yang mengikuti yang an
seleksi mengikuti seleksi
Poltesa melalui Menugaskan kepada Anggaran Evaluasi
panitia PMB wajib anggota PMB untuk Pegawai pelaksaan
memastikan daftar mendata peserta PMB bidang tugas panitia
calon mahasiswa yang lulus seleksi Akademik dan penerimaan
baru yang lulus melalui keputusan kemahasiswa mahasiswa
seleksi melalui direktur an baru
keputusan
Direktur
127
Poltesa melalui Menugaskan kepada Anggaran Evaluasi
panitia PMB wajib anggota PMB untuk Pegawai pelaksaan
memastikan daftar mendata peserta PMB bidang tugas panitia
mahasiswa baru yang lulus seleksi Akademik dan penerimaan
yang melakukan melalui keputusan kemahasiswa mahasiswa
pendaftaran ulang direktur an baru
yang ditetapkan
melalui keputusan
Direktur
Poltesa wajib Mendorong Anggaran Evaluasi
memastikan peningkatan jumlah Civitas pelaksaan
peningkatan daya pendaftar dengan Akademik tugas panitia
saing dalam proses memperluas a penerimaan
penerimaan jangkauan sosialisasi mahasiswa
PMB baru
mahasiswa baru
Poltesa Mendorong kegiatan Anggaran Evaluasi
berkewajiban mahasiswa bidang Dosen kegiatan
memastikan penalaran dan mahasiswa
tersedianya pengembangan bidang
layanan mahasiswa softskill penalaran
bidang penalaran dan
yang sesuai dengan pengembang
bidang keilmuan an softskill
program studi serta
pengembangan soft
skill mahasiswa
Poltesa Mendorong kegiatan Anggaran Evaluasi
berkewajiban mahasiswa layanan Dosen dan kegiatan
memastikan bidang minat dan tenaga mahasiswa
tersedianya layanan bakat kependidik dibidang minat
mahasiswa bidang an dan bakat
minat dan bakat
dalam bentuk
organisasi
mahasiswa serta
kelompok kegiatan
mahasiswa lainnya
128
Poltesa Mendorong Anggaran Melakukan
berkewajiban kerjasama dengan SDM evaluasi
memastikan instansi terkait bidang kerjasama
tersedianya penyediaan sdm kerjasama dengan
layanan bidang psikologi. instansi;
mahasiswa bidang Mendorong Melakukan
kesejahteraan terbentuknya unit evaluasi
mahasiswa yang khusus layanan kinerja unit
meliputi layanan bimbingan konseling layanan
bimbingan dan mahasiswa
konseling bidang
bimbingan
konseling
Poltesa Menyedian portal Anggaran Melakukan
berkewajiban beasiswa bagi evaluasi
memfasilitasi dan mahasiswa, sehingga terhadap
menyediakan mempermudah proses layanan
layanan beasiswa penyampaian mahasiswa
dan keringanan informasi dan seleksi bidang
UKT bagi beasiswa dan bantuan beasiswa
mahasiswa keringanan UKT
berdasarkan
prestasi akademik
dan non-
akademik
Poltesa Mengadakan Anggaran Melakukan
berkewajiban kerjasama dengan Tenaga evaluasi
menyediakan dan instansi terkait dalam Kependidik terkait
memfasilitasi rangka penyediaan an layanan
layanan kesehatan SDM bidang kesehatan
kesehatan
Membentuk unit
layanan
bidang kesehatan
Poltesa Melakukan kerjasama Anggaran Melakukan
berkewajiban dengan industri dalam Tenaga evaluasi
memastikan upaya penyerapan Kependidik kerjasama
tersedianya tenaga an
layanan
1037
980
913 925
799 769
653
576 558 585 555
513 536 531
450 456 480 456
423 423
Rasio pendaftar terhadap jumlah pendaftar yang lulus seleksi dalam lima
tahun
130
proses penerimaan mahasiswa baru di POLTESA disajikan pada
gambar berikut:
Pendaftar:Lulus
2,50
2,02
2,00
1,66
1,59
1,50
1,22 1,27
1,00
0,50
0,00
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS
75,00
73,44
70,00
69,05
65,00
60,00
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS
132
pendaftaran ulang, sedangkan penurunan pada TS disebabkan
kondisi pandemi covid-19 yang mengakibatkan kemampuan
ekonomi peserta yang lulus terpengaruh sedangkan jumlah beasiswa
KIP yang tersedia terbatas.
b) Layanan Mahasiswa
1) Penalaran, termasuk softskills.
Sebagai bentuk upaya Poltesa memberikan layanan kepada
mahasiswa bidang penalaran adalah dengan pembentukan
himpunan mahasiswa jurusan sebagai pengayom kegiatan
bidang mahasiswa bidang penalaran yang sesuai dengan
kompetensi program studi mahasiswa, melalui Surat Keputusan
Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 451/KM/2020 Tentang
Pelantikan Pembina Organisasi Kemahasiswaan KBM POLTESA
Periode 2020/2021. Dalam pelaksanaanya, kegiatan penalaran
mahasiswa dikoordinasikan melalui himpunan mahasiswa
jurusan dengan berkoordinasi dengan ketua jurusan dalam
pelaksanaan kegiatannya dan kepada BEM dalam hal
pertanggung jawaban kegiatan. Bentuk pembinaan yang
dilakukan Poltesa dalam layanan mahasiswa bidang penalaran
adalah dengan melibatkan dosen dalam kegiatan penalaran
yang dilakukan mahasiswa; dalam upaya peningkatan dan
pengembangan, dilakukan kegiatan mahasiswa dalam bidang
penalaran seperti dengan mengadakan kompetisi bidang prodi
bagi mahasiswa, yang hasil dari kompetisi tersebut diikutkan
dalam kegiatan serupa di tingkat nasional.
133
Seminar Nasional Univ. Tengku
2018 Temu 1 Mahasiswa
Umar, Aceh.
BEM NUSANTARA
MUNAS Forum
Politeknik
Komunikasi
2018 Negeri 2 Mahasiswa
Mahasiswa
Pangkep,
Politeknik Se-
Sulawesi
Indonesia
Selatan
XVIV
Lembaga Dakwah Universitas
2018 1 Mahasiswa
Kampus Summit Indonesia
MUNAS Forum
Komunikasi Politeknik
2019 1 Mahasiswa
Mahasiswa Negeri
Politeknik Se- Sriwijaya
Indonesia
XVX
135
sarana dasar, seperti kasur, tabung oksigen dan obat-obatan
generik. Pembentukan unit layanan khusus bidang kesehatan di
POLTESA masih menunggu kerjasama dengan pihak terkait,
terutama untuk penyediaan tenaga kesehatan.
5. Indikator Tambahan
Beberapa indikator yang dianggap perlu ditambahkan pada bidang
kemahasiswaan diantaranya:
1) Bebas buta huruf Al-Quran bagi mahasiswa beragama islam,
sebagai upaya peningkatan layanan kemahasiswaan bidang
soft skill;
2) Kemampuan berbahasa inggris melalui Kursus bahasa inggris
bagi mahasiswa yang diselenggarakan oleh UPT Bahasa
sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan bidang penalaran;
3) Kemampuan menggunakan komputer melalui Kursus
komputer yang diadakan oleh UPT TIK sebagai upaya
peningkatan kualitas mahasiswa bidang penalaran.
137
penerimaan mahasiswa baru, proporsi jalur penerimaan dan sebaran
asal daerah mahasiswa baru.
900 85,00
81,72 769
800 82,46 82,08
700 653 80,00
576 558
600 536 531
513
75,00
500 73,44 456
423
400 423
70,00
300 69,05
200 65,00
100
0 60,00
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS
138
tahunan sebesar 11%, terjadi penurunan jumlah mahasiswa yang lulus
seleksi pada TS-2 (2018) dimana jumlah yang lulus seleksi berkurang
16 orang dibanding tahun sebelumnya atau penurunan 3,12%.
139
Pertumbuhan mahasiswa baru POLTESA cenderung mengalami
kenaikan, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 6,1%, penurunan
mahasiswa baru pada TS terhadap TS-1 disebabkan kondisi pandemi
yang secara tidak langsung mengakibatkan kemampuan calon
mahasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi berkurang.
350
300
292
250
252
200
243
150 174 181 165 160 166
151
100 122
98 102 102 93
50 68
0
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS
141
Terkait layanan mahasiswa bidang minat dan bakat upaya pembinaan
yang dilakukan POLTESA dengan menunjuk dosen atau tenaga
kependidikan untuk membimbing kegiatan minat dan bakat mahasiswa.
142
Peluang (O) Strategi S-O Strategi W-O
Tanggapan Skor
Sangat Baik 4
Baik 3
Cukup 2
Sangat Kurang 1
144
Data yang diperoleh akan ditabulasi untuk dihitung indeks kepuasan
mahasiswa dengan rumusan:
𝐼𝐾𝑀 = ∑ n ∗
𝑆𝑖
N
Dengan Si = Skor item masing-masing pertanyaan; n = Skor dan N
= jumlah responden. Predikat masing-masing skor IKM disajikan pada
tabel berikut:
IKM Predikat
>=3.25 Sangat Baik (Sangat Puas)
2.50 – 3.24 Baik (Puas)
1.75 – 2.49 Cukup
1.00 – 1.74 Kurang Baik (Tidak Puas)
147
pelayanan kesehatan kepada mahasiswa;
6) Melakukan kerjasama dengan pihak terkait dalam upaya
penyediaan layanan kesejahteraan mahasiswa yang meliputi
beasiswa dan penyediaan asrama bagi mahasiswa;
7) Mendorong hasil kuliah kewirausahaan yang dilaksanakan oleh
mahasiswa menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat;
8) Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kewirausahaan, dan
9) Meningkatkan standar kompetensi lulusan.
148
C.4 Sumber Daya Manusia
1 Latar Belakang
Pengelolaan perguruan tinggi yang baik sangat erat kaitannya
dengan ketersediaan sumber daya manusia yang baik. Dalam suatu
perguruan tinggi, topik pembicaraan tentang sumber daya manusia akan
mengarah pada 2 (dua) komponen yaitu dosen dan tenaga kependidikan.
Setiap komponen harus memainkan peran yang diembannya dengan baik.
Sinergi yang kondusif dari kedua komponen ini diperlukan untuk mencapai
tujuan yang diinginkan yaitu pengelolaan perguruan tinggi yang unggul.
Dosen berperan sebagi pilar utama dalam memastikan berlangsungnya
transfer ilmu pengetahuan dalam mimbar akademik yang dilakukan. Di sisi
lain, tenaga kependidikan baik itu teknisi, laboran, pustakawan maupun
tenaga administrasi merupakan pilar pendukung yang tidak dapat
diabaikan begitu saja peranannya.
Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) sebagai lembaga Pendidikan
Tinggi di bawah Kemendikbud berkewajiban untuk memastikan bahwa
pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukannya telah benar
dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, dalam proses
penerimaan pegawai yang dilakukan oleh Poltesa selalu mengacu pada
Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai
Negeri Sipil, yang menyatakan bahwa proses pengadaan CPNS dimulai dari
perencanaan kebutuhan pegawai, pengumuman, pendaftaran, seleksi
administratif, seleksi kompetensi dasar, seleksi kompetensi bidang,
penetapan NIP sampai dengan pengangkatan sebagai CPNS. Adapun
mekanisme penetapan Standar Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan
oleh Poltesa mengacu pada Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan
Tinggi (SNPT).
Pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) tersebut disebutkan
bahwa Dosen program diploma tiga dan program diploma empat harus
berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister atau magister
terapan yang relevan dengan program studi, dan dapat menggunakan
dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program studi dan
berkualifikasi paling rendah setara dengan jenjang 8 (delapan) KKNI).
Tenaga kependidikan memiliki kualifikasi akademik paling rendah lulusan
program diploma 3 (tiga) yang dinyatakan dengan ijazah sesuai dengan
kualifikasi tugas pokok dan fungsinya terkecuali untuk tenaga administrasi.
Tenaga Administrasi memiliki kualifikasi akademik paling rendah SMA atau
sederajat. Kompetensi dosen maupun tenaga kependidikan yang diperlukan
didapatkan dari kajian terhadap kebutuhan dosen maupun tenaga
kependidikan yang dilakukan oleh setiap Program Studi yang ada di
Politeknik Negeri Sambas dengan memperhatikan kurikulum yang dimiliki.
Mengacu pada Pedoman Penyusunan dan Evaluasi Beban Kerja Dosen
(BKD) Tahun 2019. Beban Kerja dosen adalah melaksanakan tridarma
perguruan tinggi paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan
149
paling banyak 16 (enam belas) sks pada setiap semester sesuai dengan
kualifikasi akademik yang dimilikinya. Berdasarkan beban kerja dosen
tersebut, Politeknik Negeri Sambas menetapkan proporsi kecukupan dosen
dengan nilai rasio perbandingan dosen terhadap mahasiswa adalah 1:18.
Poltesa memandang perlu untuk memberikan perhatian lebih pada
Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Hal ini dapat dilihat pada salah satu butir tujuan
150
pada Rencana Stategis (Renstra) Politeknik Negeri Sambas tahun 2015-
2019, yaitu Terselenggaranya Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia
Melalui Program Pendidikan dan Pelatihan yang Terencana, Sistematis dan
Berkelanjutan. Dilanjutkan dengan Renstra 2020-2024 yang menekankan
pada SDM yang profesional.
2. Kebijakan
152
konferensi, workshop baik yang diadakan oleh poltesa itu sendiri maupun dari
luar poltesa, baik sebagai peserta, pemateri, maupun narasumber. Kegiatan-
kegiatan ini selalu dikomunikasikan lewat Whatsapp group.
Skema pemberian penghargaan (reward), pengakuan, mentoring yang
diimplementasikan untuk memotivasi dan mendukung pelaksanaan tridharma
dibijaki dengan beberapa peraturan direktur, antara lain:
1) Peraturan Direktur Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan
Kegiatan Penelitian Poltesa
2) Peraturan Direktur Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pengabdian Kepada
Masyarakat Poltesa.
3) Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2020 Tentang Prosedur Pemberian
Penghargaan kepada Seseorang, Kelompok, dan/atau Lembaga yang Telah
Berjasa Terhadap Pendidikan atau prestasi di Bidang Akademik dan/atau
Non Akademik.
4) SK Direktur Nomor 119.a/PL37/PJ/2018 Tentang Pedoman Penghargaan dan
Sanksi Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa Poltesa.
154
7) Dosen program magister dan program magister terapan harus
berkualifikasi akademik lulusan doktor atau doktor terapan yang relevan
dengan program studi, dan dapat menggunakan dosen bersertifikat
profesi yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi setara
dengan jenjang 9 (delapan) KKNI).
8) Dosen program spesialis satu dan spesialis dua harus berkualifikasi
lulusan spesialis dua, lulusan doktor atau lulusan doktor terapan yang
relevan dengan program studi dan berpengalaman kerja paling sedikit 2
(dua) tahun.
9) Beban kerja dosen paling sedikit 40 jam per minggu.
10) Beban kerja pada kegiatan pokok dosen paling sedikit setara dengan
mengelola 12 sks beban belajar mahasiswa, bagi dosen yang tidak
mendapatkan tugas tambahan antara lain berupa menjabat struktural.
11) Beban kerja dosen dalam membimbing penelitian terstuktur dalam
rangka penyusunan skripsi/tugas akhir, tesis, disertasi, atau karya
desain/seni/bentuk lain yang setara paling banyak 10 mahasiswa.
12) Tenaga kependidikan memiliki kualifikasi akademik paling rendah lulusan
program diploma 3 (tiga) yang dinyatakan dengan ijazah sesuai dengan
kualifikasi tugas pokok dan fungsinya.
13) Tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik paling rendah SMA atau
sederajat.
14) Tenaga kependidikan yang memerlukan keahlian khusus wajib memiliki
sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang tugas dan keahliannya.
a) Profil Dosen
1) Kecukupan Dosen Perguruan Tinggi (Tabel 3.a.1 LKPT)
158
Sumber : Tabel 3.b LKPT
Gambar 20. Beban Kerja Dosen Berdasarkan Rasio antara Jumlah Dosen
dengan Jumlah Total Mahasiswa dan Jumlah Mahasiswa
TA
b) Kinerja Dosen
1) Produktivitas Penelitian dan PKM (Tabel 3.c.1 dan Tabel 3.c.2 LKPT)
Penelitian yang dilakukan oleh dosen Politeknik Negeri Sambas
pada 3 tahun terakhir yang bersumber dana dari PT sendiri relatif
stagnan, sedangkan yang bersumber dari lembaga dalam negeri diluar PT
menurun, sama halnya dengan Penelitian yang bersumber dari dana luar
negeri dalam tiga tahun terakhir nihil. Salah satu penyebab penurunan
kinerja Penelitian di tahun 2019 dan tahun 2020 adalah wabah pandemi
covid 19 yang melanda dunia termasuk Indonesia. Kinerja penelitian
dosen poltesa tiga tahun terakhir dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
159
Sumber : Tabel 3.c.1 LKPT
Gambar 21. Sebaran Pembiayaan Kinerja Penelitian Dosen Poltesa
160
tahun terakhir sesuai gambar 22 yang bersumber dari dan PT sendiri
terhadap dosen tetap Poltesa adalah
161
1 : 0,80, sedangkan yang bersumber dana dalam negeri diluar PT adalah
1 : 0,13. Sementara yang bersumber dari dana luar negeri juga masih
nihil.
c) Tenaga Kependidikan
Berdasarkan gambar 24, jumlah seluruh tenaga kependidikan Poltesa
berjumlah 86 orang, terdiri dari 2 orang tenaga perpustakaan dengan tingkat
pendidikan S1, 12 orang laboran berpendidikan S1 dan D3, 4 orang teknisi
berpendidikan S1 dan D3, 49 orang tenaga andministrasi berpendidikan S2,
S1, D3 dan SLTA, 12 orang pramu kantor berpendidikan SLTA dan 7 orang
Satpam berpendidikan SLTA. Jumlah ini lebih dari cukup, mengingat jumlah
dosen tetap Poltesa yang 85 orang dan jumlah mahasiswa yang dilayani
adalah 1510 mahasiswa. Berdasarkan tingkat pendidikan seperti terlihat
pada gambar C.4.4.c.2, jumlah tenaga kependidikan yang berpendidikan
Magister (S2) sebanyak 2 orang, Sarjana (S1/D4) sebanyak 39 orang,
Diploma 3 (D3) sebanyak 22 orang dan SLTA sebanyak 23 orang.
162
Gambar 24. Tenaga Kependidikan Berdasarkan Jenis Pekerjaan
163
aplikasi RKAKL untuk perencanaan anggran, aplikasi GPP untuk pengusulan
pembayaran gaji pegawai, aplikasi SAS untuk pembuatan SPM, LPJ penerimaan
dan pengeluaran, Aplikasi persediaan untuk pencatatan
164
barang persediaan, Aplikasi Simantap untuk pencataan aset tanah pemerintah,
aplikasi Simpeg untuk pendataan pegawai dan Siman untuk pencatatan
RKBMN, Wasdal, evaluasi BMN dan inventaris BMN. Aplikasi Siakad untuk
Administrasi Pembelajaran. Kelengkapan dan kecukupan tenaga Kependidikan
di Poltesa dengan kualifikasi, kompetensi dengan ditunjang pemanfaatan
Teknologi Informasi sangat mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi
dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang terus
berkembang mengacu pada mutu yang telah ditetapkan secara efektif dan
edfisien
1. Faktor Internal
a) Kekuatan (S)
165
1) Poltesa memiliki sumber daya dosen yang cukup dan masih muda.
2) Dosen Poltesa yang mempunyai sertifikat pendidik profesional
sudah mencapai 60%
166
3) Rasio dosen dan mahasiswa cukup memadai, yakni 1:18
4) Adanya tenaga kependidikan yang memadai dari segi jumlah,
pendidikan, keahlian dan pengalaman sehingga memberikan
layanan akademik dan non akademik yang relatif memadai.
b) Kelemahan (W)
1) Belum adanya dosen Poltesa yang berpendidikan S3
2) Jabatan akademik dosen poltesa masih di dominasi lektor dan
asisten ahli sedangkan guru besar belum ada dan lektor kepala
baru satu orang
3) Produktivitas penelitian dan PKM dosen Poltesa masih sangat
rendah, terutama pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri
diluar PT dan pembiayaan dari lembaga luar negeri
4) Rekognisi dosen masih rendah
2. Faktor Eksternal
a) Peluang (O)
1) Lokasi Poltesa yang terletak di daerah perbatasan dengan Malaysia
2) Tawaran program beasiswa dari berbagai pihak terutama
dikti untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3.
3) Banyak kesempatan untuk mengikuti kegiatan ilmiah b a i k
b) Ancaman (T)
1) Persaingan dengan PT lain
2) Pandemi covid- 19
168
Banyak kesempatan untuk mengikuti Memperbanya
kegiatan ilmiah baik nasional maupun k keikutsertaan
internasional dalam
kegiatan
ilmiah baik
nasional
maupun
internasional
Banyaklembagayangdapatdiajakbekerjasamaunt
ukm elakukanpelatihandankegiatanlaindalam Pelatihan
pengembangansumberdayamanusia bersertifikat
untuk
meningkatkan
kompetensi
tenaga
kependidikan
ANCAMAN (T) S-T W-T
Meningkatk
an
Persaingan dengan PT lain Pendanaan
penelitian
dan PKM
dari diva
Poltesa
Meningkatk
an layanan
Pandemi covid- 19 akademik
dan non
akademik
secara daring
Dari hasil analisis SWOT tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Poltesa untuk
meningkatkan capaian kinerja SDM adalah:
1) Meningkatkan kerjasama internasional dengan Malaysia dalam
penelitian dan PKM
2) Pendidikan lanjut untuk dosen ke jenjang S3
3) Memperbanyak keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah baik nasional
maupun internasional
4) Pelatihan bersertifikat untuk meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan
5) Meningkatkan Pendanaan penelitian dan PKM dari diva Poltesa
6) Meningkatkan layanan akademik dan non akademik secara daring
169
penempatan, kompetensi tenaga kependidikan sesuai peta jabatan,
rekrutmen tenaga kependidikan sesuai pedoman, beban kerja tenaga
kependidikan sesuai pedoman beban kerja.
Pelaksanaan standar mengacu pada : 1) dokumen standar dosen dan
tenaga kependidikan; 2) kokumen kebijakan, manual standar dan formulir
yang berkaitan dengan dosen dan tenaga [Link] terhadap
pelaksanaan standar dosen dan tenaga kependidikan dilaksanakan oleh
bagian kepegawaian Poltesa. Bukti fisik yang dikumpulkan berupa; daftar
dosen dan tenaga kependidikan dengan kualifikasi akademiknya; daftar
kinerja dosen yang meliputi pengajaran, penelitian dan PKM; dokumentasi
rekruitmen dosen dan tenaga kependidikan berupa daftar calon, ujian
seleksi dan hasil seleksi. Pengendalian terhadap semua dokumen standar
dilakukan oleh Pusat Penjaminan Mutu Poltesa dengan berkoordinasi
dengan bagian kepegawaian.
Peningkatan standar SDM poltesa terus dikembangkan sesuai dengan
hasil evaluasi dan pengendalian yang dilakukan oleh Pusat Penjaminan
Mutu Poltesa. Untuk meningkatkan kualitas SDM Poltesa dilakukan
dengan beberapa upaya, antara lain: 1) mendorong dosen dan tenaga
kependidikan untuk meningkatkan jenjang
170
pendidikan; 2) meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga
kependidikan melalui pelatihan bersertifikat; 3) memberikan
penghargaan bagi SDM yang berprestasi.
8. Kepuasan Pengguna
Tingkat kepuasan dosen dan tenaga kependidikan terhadap layanan
pengelolaan dan pengembangan SDM Poltesa diukur dengan
menggunakan instrumen berupa quisioner. Distribusi kuesioner
dilakukan dengan cara pengisian langsung pada form yang disediakan
secara online pada [Link] Instrumen pengambilan data atau
kuesioner penilaian berisi deskripsi mengenai pengukuran kepuasan
dosen dan tenaga kependidikan terhadap layanan pengelolaan dan
pengembangan SDM yang meliputi : 1) kepuasan terhadap
pengembangan kompetensi melalui peningkatan jenjang pendidikan; 2)
kepuasan terhadap pengembangan kompetensi dengan mengikuti
kursus/magang/pelatihan; 3) kepuasan terhadap pengembangan
kompetensi melalui kemudahan untuk mengikuti seminar/workshop; 4)
kepuasan bekerja sesuai dengan tupoksi; 5) Kepuasan dalam memperoleh
kesempatan untuk peningkatan jenjang karier; 6) kepuasan terhadap
keteladanan kepemimpinan; 7) kepuasan terhadap konsistensi
penegakan peraturan dan kebijakan yang berlaku di Poltesa; 8) kepuasan
terhadap suasana kerja yang kondusif; 9) kepuasaan terhadap
penghargaan prestasi akademik dan non akademik;
10) kepuasaan terhadap keamanan dan keselamatan kerja; 11) kepuasan
terhadap beban kerja; 12) kepuasan terhadap sistem informasi dan
komunikasi yang efektif;
13) kepuasan terhadap informasi tentang kegiatan penelitian dan PKM
(Khusus dosen); 14) kepuasan terhadap penilaian proposal penelitian dan
PKM (khusus dosen); 15) kepuasaan terhadap pemerataan penelitian dan
PKM sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi dosen (khusus dosen); 16)
kepuasaan terhadap pelayanan untuk melakukan penelitian dan PKM.
Pelaksanaan survey kepuasan dosen dan tenaga kependidikan
terhadap layananan pengelolaan dan pengembangan SDM di Poltesa
dilakukan tiap akhir tahun, tepatnya pada bulan Desember. Dosen
dan tenaga kependidikan Poltesa melalui WhatsApp group diminta
untuk mengisi quisioner secara daring dengan mengakses
[Link] Data hasil quisioner direkam secara otomatis oleh
sistem sedangkan data yang telah dianalisis dan dideskripsikan di
rekam oleh Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Poltesa.
Analisis data menggunakan metode statistik deskriptif.
Tanggapan responden atas setiap pertanyaan diukur dengan
menggunakan skala Likert dengan kriteria sebagai berikut :
Tanggapan Skor
171
Sangat Puas 4
Puas 3
Tidak Puas 2
Sangat Tidak Puas 1
Data yang diperoleh selanjutnya di tabulasi sesuai dengan pilihan jawaban
172
responden dan dilanjutkan dengan perhitungan Indeks Kepuasan
Responden (IKR) melalui perhitungan rata-rata skor jawaban responden
per item pertanyaan dengan rumus :
⅀ 𝑆𝑖
IKR =
𝑛
Dimana, IKR = Indeks Kepuasan Responden
⅀Si = Jumlah Skor per item
pertanyaan n = Jumlah responden
IKR Tingkat Kepuasan
≥ 3,25 Sangat Puas
2,50 – 3,24 Puas
1,75 – 2,49 Tidak Puas
1,00 – 1,74 Sangat Tidak Puas
173
penelitian dan PKM (khusus dosen)
15 Kepuasaan terhadap pemerataan penelitian 17,24 55,17 19,54 8,05 2,82 Puas
dan PKM sesuai dengan kualifikasi dan
kompetensi
dosen (khusus dosen)
16 Kepuasaan terhadap pelayanan untuk 22,99 57,47 13,79 5,75 2,97 Puas
melakukan
penelitian dan PKM (khusus dosen)
RATA – RATA 22,51 55,87 15,72 5,90 2,95 Puas
Catatan : SP = sangat puas, P = puas, TP = tidak puas, STP = sangat tidak puas, IKR = indeks kepuasan
responden, TK = tingkat kepuasan
174
bersumber dari dalam negeri diluar PT dan pembiayaan dari lembaga luar
negeri, 4) rekognasi dosen masih rendah.
Rencana perbaikan dan pengembangan merupakan tindak lanjut dari
hasil evaluasi dan pengendalian dengan mendorong dan memberikan
kumudahan bagi dosen untuk memperoleh beasiswa untuk meningkatkan
pendidikan, memberikan peluang bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk
meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan uji kompetensi, serta
merangsang kinerja dosen dan tenaga kependidikan dengan memberikan
reward bagi dosen maupun tenaga pendidikan yang berprestasi.
175
C.5 Keuangan, Sarana dan Prasarana
1. Latar Belakang
a. Latar Belakang penetapan Pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana
Pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana yang baik akan
meningkatkan kinerja Politeknik Negeri Sambas. Dalam mengelola
keuangan, sarana dan prasarana agar pelaksanaannya dapat berjalan
efektif diperlukan perencanaan yang disusun sesuai ketentuan yang
ditetapkan. Penyusunan perencanaan yang baik harus melibatkan peran
serta dan partisipasi semua unit yang ada di Poltesa. Unit-unit merasa
aspirasinya di hargai, bertanggungjawab dan konsekuen melaksanakan
program kegiatan yang telah disusunnya.
Pengelolaan keuangan yang baik yaitu penetapan, perencanaan,
implementasi, pelaporan, audit, dan perbaikan pengelolaan keuangan
dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi akan menjadi pendorong
percepatan kemajuan tridharma di Politeknik Negeri Sambas. Penetapan
regulasi Pengelolaan sarana dan prasarana mencakup; sistem
perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, pemeliharaan dan
pemutakhiran, inventarisasi, dan penghapusan aset yang dilakukan
secara baik, termasuk fasilitas teknologi informasi, sehingga efektif
mendukung kegiatan penyelenggaraan akademik di Politeknik Negeri
Sambas. System yang sudah terbangun dengan baik akan memberikan
daya dukung yang tinggi dalam mewujudkan visi Politeknik Negeri
Sambas yaitu Menjadi Intitusi Pendidikan Tinggi Vokasi Unggulan di Tingkat
Nasional dan Global Pada Tahun 2034.
177
4) Laksanakan studi pelacakan atau survei tentang aspek yang
hendak dibuatkan regulasinya, terhadap pemangku kepentingan
internal dan/atau eksternal,
5) Lakukan analisis hasil dari langkah no. 2 hingga 4 dengan
mengujinya terhadap Renstra Politeknik Negeri Sambas,
6) Rumuskan draf awal regulasi,
7) Lakukan uji publik atau sosialisasi draf standar dengan
mengundang pemangku kepentingan internal dan/atau eksternal
untuk mendapatkan saran,
8) Rumuskan kembali pernyataan regulasi dengan memerhatikan
hasil dari no. 7,
9) Lakukan pengeditan dan verifikasi pernyataan regulasi untuk
memastikan tidak ada kesalahan gramatikal atau kesalahan
penulisan,
10) Sahkan dan berlakukan regulasi melalui penetapan dalam bentuk
keputusan direktur.
Sistem keuangan di Politeknik Negeri Sambas telah mengacu asas
akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi. Pengelolaan keuangan Politeknik
Negeri Sambas juga menganut prinsip penganggaran partisipatif, yakni
sistem penganggaran yang melibatkan secara aktif semua jenjang
manajemen, mulai dari prodi, jurusan, pusat, unit pelaksana teknis dan
bagian. Rencana Strategis Kementerian Riset, Teknologi Dan Pendidikan
Tinggi, RIP Poltesa, Renstra Poltesa, Renja Poltesa dan Perjanjian Kinerja (PK)
Direktur menjadi acuan utama dalam membuat program dan kegiatan.
Renja Poltesa dan Perjanjian Kinerja (PK) Direktur menjadi rujukan dalam
penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL)
yang terbitkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Dalam pelaksanaan kegiatan bagian keuangan montoring dan evaluasi
secara online yang dilakukan tiap sebulan, triwulan dan semesteran.
Sedangkan laporan keuangan dilakukan secara offline dan online triwulan
dan semesteran. Setiap tahun dilakukan audit laporan keuangan dan BMN
baik oleh internal (SPI) maupun oleh Eksternal (ITJEN, BPKP, BPK). Hasil audit
ditindaklanjuti untuk perbaikan dan peningkatan kinerja pengelolaan
keuangan dan BMN. Sistem perencanaan Barang milik Negara jangka
panjang sudah tersedia dalam masterplan (DED) Poltesa baik berupa
bangunan, jalan lingkungan kampus maupun peralatan dan alat pendukung
lainnya. Sehingga dalam penganggaran akan lebih mudah didanai karena
sudah direncanakan dengan baik.
Dalam perencanaan BMN dan IT sama halnya dengan perencanaan
anggaran juga mengacu pada RIP, renstra, dan renja poltesa yang
melibatkan secara aktif semua unit dipoltesa. Standar BMN dan IT tentunya
mengacu pada pemenuhan kebutuhan dasar untuk medukung pembelajaran
sesuai dengan Permenristekdikti nomor 44 tahun 2015 tentang Standar
Nasional Perguruan Tinggi (SNPT). Pengajuan pemenuhan kebutuhan BMN
dan IT ini diusulkan secara online menggunakan sistem E-Planing dan
178
SIMAN. BMN tentunya tidak terlepas dari pemeliharaan secara berkala yang
pembiayaanya bersumber dari dana DIPA poltesa (Pemeliharaan ringan,
sedang, berat) dan APBN serta sumber dana hibah lainnya yang sifat
pemeliharaanya berat.
Pelaporan dilakukan setiap satu bulan sekali yaitu rekon SPJ dan rekon
setoran PBNP, rekon pajak, menggunakan aplikasi SIMONEV dan SAIBA
tiap triwulan dan
179
semesteran dan sekali Pada akhir tahun setiap program dievaluasi melalui
dokumen Sistem Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP
offline/LAKIN online) dan Laporan Keuangan dengan menggunakan Sistem
Akuntansi Instansi (SAI) dan Sistem Akuntansi Keuangan (SAK). (setiap bulan
dalam evaluasi kinerja keuangan melakukan rekon baik itu rekon SPJ, rekon
SAIBA, rekon BMN dan rekon PNBP)
Perkembangan kemajuan teknologi secara tidak langsung berimplikasi
pada tuntutan pemenuhan sarana dan prasarana yang dapat memberikan
daya dukung tinggi terhadap pelaksanaan dan penyelenggaraan Tridharma.
Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana
pendukung kegiatan admistrasi perkantoran, proses belajar mengajar, dan
kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan prasarana gedung, ruang
kantor dan ruang perkuliahan, ruang UPT dilakukan bersama- sama antara
Prodi, Jurusan, UPT dan BAUK. Dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan
pemeliharaan sarana dan prasarana Poltesa mengacu kepada: Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah dan Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan danPemindahtanganan Barang
Milik Negara.
Poltesa memiliki Tanah seluas 100.126 m2, sebagian digunakan untuk
bangunan prodi, rektorat, perpustakaan, masjid, kantin, tempat parkir,
bengkel/laboratorium, lapangan olah raga dan UPT. Dalam rangka
memanfaatkan seluruh lahan kampus secara optimal, Poltesa telah memiliki
Master Plan yang dibuat tahun 2015 yang menjadi acuan dalam pengembangan
Poltesa ke depan. Ketersediaan sarana dan prasarana dalam konteks
pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sangat penting karena tugas dan
fungsi perguruan tinggi diantaranya adalah penyelenggaraan pendidikan
tinggi, Oleh karenanya, ketersediaan saranap rasarana ini dijadikan salah
satu prioritas program. Sekalipun masih terdapat keterbatasan anggaran
dalam pemenuhan sarpras, sarana dan prasarana yang ada dapat
dioptimalkan penggunaannya untuk menyokong proses pembelajaran.
Untuk Sistem Informasi, POLTESA sudah memiliki akses internet gratis
untuk mahasiswa, dosen dan pegawai menggunakan wifi maupun kabel LAN
pada masing- masing prodi dan gedung-gedung unit. Sistem Informasi
Akademik (SIAKAD) dan Jaringan Alumni sudah terintegrasi dalam satu
sistem komputerisasi melalui website resmi POLTESA
[Link]
2. Kebijakan
a. Kebijakan dalam pengelolaan keuangan dipoltesa mengacu pada
peraturan yang berlaku, dimulai dari sumber-sumber keuangan,
perencanaan, pengalokasian, pertanggungjawaban dan pelaporan, audit
serta monitoring dan evaluasi.
Sumber-Sumber Keuangan
180
Pendapatan yang dapat dialokasikan sebagai sumber Keuangan pada
Politeknik Negeri Sambas adalah 1). Pendapatan Negara Bukan Pajak
(PNBP) yang bersumber dari pembayaran UKT mahasiswa (SPP
mahasiswa), bagi hasil kerjasama institusi, unit bisnis. 2). Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berupa Rupiah murni (RM)
dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). 3). Hibah dari
Pemda (APBD) dan Hibah dari perusahaan dan masyarakat.
181
Kebijakan yang digunakan dalam penentuan sumber-sumber
keuangan di Politeknik Negeri Sambas sebagai berikut :
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 69 Tahun 2020
Tentang Tata Cara Penetapan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara
Bukan Pajak (PNBP)
Permenristekdikti Nomor 12 Tahun 2019 tentang BOPTN.
182
berdasarkan pada prinsip hemat dan efektif. Poltesa menerapkan
standar biaya masukan dalam penganggaran dan realisasi belanja.
Keputusan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik
Indonesia Nomor 140/M/Kpt/2019 Tentang Formula Alokasi Dan
Penggunaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri
Nonpenelitian.
183
Pertanggungjawaban dan Pelaporan Keuangan
Pelaksanaan kegiatan di Polteknik Negeri Sambas berdasarkan alokasi
yang tersedia pada DIPA dan POK. Setiap unit dalam pelaksanaan
anggaran menyampaikan pertanggungjawaban masing-masing sesuai
aturan yang berlaku.
Kebijakan yang digunakan dalam Pertanggungjawaban dan
Pelaporan anggaran di Politeknik Negeri Sambas sebagai berikut :
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan.
PMK No. 11/PMK.02/2018 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Revisi
Anggaran Tahun Anggaran 2018 dan PMK No. 206/PMK.02/2018
Tahun 2018 Tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran
2019.
Pengelolaan keuangan oleh Bendahara mengacu pada Permenkeu
dalam PMK Nomor:73/PMK.05/2008 tentang Tatacara
Penatausahaandan penyusunan LPJ Bendahara.
Pengelolaan keuangan juga mengikuti tatacara yang ditetapkan
Menteri Keuangan dalam PMK 190/PMK.05/2012 tentang Tatacara
Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan APBN.
PMK 178/PMK.05/2018 Tentang Perubahan PMK Nomor
190/PMK.05/2012 Tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka
Pelaksanaan APBN (penggunaan Kartu Kredit Pemerintah)
Kebijakan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan mengacu
pada Permenkeu nomor:222/PMK.05/2016 tentang Pedoman
Penyusunan dan Penyampaian laporan Keuangan Kementerian /
Lembaga.
Edaran Dirjen Anggaran Nomor S-430/AG/2019 menyangkut
Percepatan Penyerapan Anggaran TA 2019.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.05/2013 tentang
Bagan Akun Standar.
Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2017 tentang Perubahan
Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/Daerah;
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.07/2005 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.07/2005
tentang Tata Cara Pengajuan Usul, Penelitian, dan Penetapan
Penghapusan Piutang Perusahaan Negaa/Daerah dan Piutang
Negara/Daerah
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 240/PMK.06/2016 tentang
Pengurusan Piutang Negara
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 69/PMK.06/2014 tentang
Penentuan Kualitas Piutang dan Pembentukan Penyisihan Piutang
184
Tidak Tertagih pada Kemnenterian Negara/Lembaga dan Bendahara
Umum Negara.
Pedoman laporan keuangan berdasarkan SAP di lingkungan
Kemendikbud tahun 2017.
185
Audit dan monitoring serta evaluasi keuangan
Audit kinerja keuangan dilakukan oleh SPI dan inspentorat dikti dan BPKP.
SPI melakukan audit keuangan setiap triwulan. Inspektorat dikti melakukan
audit setahun sekali dan BPKP melakukan audit keuangan jika ada
permintaan bantuan dari kementerian atau pihak satker.
Hasil temuan audit disampaikan ke direktur dan segera ditindaklanjuti.
Direktur menyampaikan ke unit-unit untuk menindaklanjuti hasil temuan
sehingga menjadi evaluasi keuangan untuk tahun yang akan datang.
Kebijakan yang digunakan dalam Audit dan monitoring serta evaluasi
keuangan di Politeknik Negeri Sambas sebagai berikut:
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008
Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 47
Tahun 2011 Tentang Satuan Pengawasan Intern Di Lingkungan
Kementerian Pendidikan Nasional.
PMK No. 214/PMK.02/2017 Tahun 2017 Tentang Pengukuran dan
Evaluasi Kinerja Anggaran Atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan
Anggaran Kementerian Negara/Lembaga
Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 66 Tahun 2015 Tentang Manajemen Risiko Di Lingkungan
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
Statuta Politeknik Negeri Sambas yang menyebutkan legalitas
keberadaaan SPI di Poltesa.
Peraturan Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Dan
Kebudayaan Nomor: 3205/F.F1/Hk/2019 Tentang Pedoman Teknis
Pengawasan Bagi Satuan Pengawasan Intern
Dilingkungankementerianpendidikandan Kebudayaan.
186
/Pmk.06/2016 Tentang Penatausahaan Barang Milik Negara
187
f. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
111/Pmk.06/2017 Tentang Penilaian Barang Milik Negara
g. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
111/Pmk.06/2016 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemindahtanganan
Barang Milik Negara
h. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 78/Pmk.06/2014
Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan Barang Milik Negara
i. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 83/Pmk.06/2016
Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan Dan Penghapusan Barang
Milik Negara
j. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 52/Pmk.06/2016
Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244 / Pmk.
06/20 12 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian
Barang Milik Negara
188
berdasarkan proporsi pendapatan PNBP tiap prodi (berisikan tentang cara
penghitungan PNBP tiap prodi, sumber-sumber PNBP dan Penentapan
anggaran dimasing-masing prodi)
d. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 16 Tahun 2018
Tentang Pedoman Akuntansi Dan Pengelolaan Piutang Di Lingkungan
Politeknik Negeri Sambas Tahun Anggaran 2018 (pelaksanaan
pengelolaan, pencatatan dan penyajian piutang yang wajar dalam Laporan
Keuangan; dan penyelenggaraan Standar Akuntansi Pemerintah
189
(SAP) yang menghasilkan informasi piutang yang wajar, klasifikasi piutang,
tatacara penangihan dan penghapusan piutang).
e. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor : 05 Tahun 2018
Tentang Tatacara Pengelolaan Keuangan dan Aset di Lingkungan Politeknik
Negeri Sambas Tahun Anggaran 2018 (pengelolaan administrasi keuangan
dan aset menggunakan sistem/aplikasi baik Offline maupun online.
Pengelolaan administrasi keuangan berupa Sistem Akuntansi Instansi
Berbasis Akrual (SAIBA) dan adminsitrasi aset mempergunakan perangkat
aplikasi Kementerian Keuangan mulai dari aplikasi Persediaan dan aplikasi
Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi BMN (SIMAK- BMN.
Penggunaan aplikasi/sistem dalam membuat laporan dan monev
merupakan standar yang ditetapkan dalam pengelolaan keuangan dan
aset. Adapun aplikasi yang digunakan adalah sistem informasi manajemen
aset negara (SIMAN) pada siman terdapat menu revaluasi, wasdal, RKBMN
dan rekonsiliasi yang digunakan untuk Monev dan pelaporan online, Sistem
Informasi Manajemen Pendataan Tanah Pemerintah (SIMANTAP).
Pengelolaan Aset/BMN dari perencanaan, pengadaan, pemanfaatan,
pemeliharaan, dan penghapusan).
f. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 17 Tahun 2018
Tentang Tatacara Pengusulan Perubahan UKT di Lingkungan Politeknik
Negeri Sambas Tahun Anggaran 2018 (berisi tentang persyaratan
mahasiswa dalam mengajukan perubahan UKT dan kategori UKT)
g. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 08 Tahun 2018
Tentang Tatacara Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Dan Anggaran Di
Lingkungan Politeknik Negeri Sambas Tahun Anggaran 2018 (berisi tentang
format laporan kegiatan)
h. Surat Keputusan direktur Nomor 152/KU/2015 tentang penetapan Biaya
Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal di Poltesa tahun 2015 (berisi
tentang UKT yang diterapkan pada prodi dilingkungan poltesa)
i. Surat Keputusan direktur Nomor 008/KU/2017, Nomor 095/KU/2018, Nomor
125/KU/2019 tentang satuan biaya kusus di Poltesa (berisi tentang satuan
biaya kusus yang belum tertuang dalam satuan biaya masukan yang
digunakan dipoltesa selama 1 tahun)
j. Surat Keputusan direktur Nomor 705/KP/2019 tentang Penanggungjawab
program dan kegiatan pada petunjuk Operasional Kegiatan (POK) di
Poltesa.
191
2) Disiplin dalam melaksanakan kegiatan dan pencairan dananya, dan
menjadikan RPD pada Halaman III DIPA sebagai plafon pencairan dana
bulanan secara internal pada Satker sehingga deviasi [Link] dipa kecil,
3) Pertanggungjawaban UP tepat waktu,
4) Disiplin dalam Penyampaian LPJ dilakukan dengan menu upload pada
Aplikasi SPRINT,
5) Disiplin, tertib, dan tepat waktu dalam penyampaian data kontrak
sebelum 5 hari kerja setelah ditanda tangani,
6) Disiplin, tertib, dan tepat waktu dalam penyelesaian tagihan kontraktual
(LS Non- Belanja Pegawai) paling lambat dalam 17 hari kerja setelah
BAST ditanda- tangani sudah diajukan SPM-nya ke KPPN. Selain itu, agar
teliti, lengkap, dan akurat dalam pengisian uraian pada SPM terutama
untuk tanggal dan nomor BAST/BAPP.
7) Senantiasa memperhatikan progres penyerapan anggaran secara
proporsional dari pagu DIPA efektif dan tidak menumpuk pencairan
anggaran pada akhir tahun.
8) Teliti dalam memproses dokumen pembayaran dalam SPM terutama
kebenaran dan keakuratan nama dan nomor rekening bank Pihak
Ketiga/ penerima pembayaran. Semakin SP2D retur akan semakin baik.
9) Disiplin, tertib, dan tepat waktu dalam penyampaian Renkas (RPD
Harian) untuk transaksi pencairan dana dalam kategori besar (> Rp 1
Miliar).
10) Teliti dalam memproses dokumen pembayaran dalam SPM
terutama kebenaran dan keakuratan data supplier yang telah
dicocokkan dengan data yang ada pada OM SPAN maupun data
identitas supplier yang terkonfirmasi dengan pihak bank agar SPM yang
diajukan tidak tertolak oleh KPPN.
11) Segera menyelesaikan pagu minus dengan mempersiapkan revisi
anggaran untuk menutup pagu minus
12) Senantiasa memantau progres penyelesaian kegiatan sesuai
rencana, menetapkan mitigasi risiko penyelesaian pekerjaan dan
pembayaran, dan menghitung prognosis belanja agar dapat dieksekusi
tepat waktu untuk menghindari penumpukkan pencairan anggaran
pada akhir tahun. (supaya tidak terjadi dispensasi SPM)
e. Mensosilasialisasikan setiap standar kebijakan yang telah ditetapkan
kepada unit pelaksana kegiatan.
f. Monitoring dan evaluasi kinerja keuangan dan aset perbulan, triwulan dan
semesteran.
g. Audit kinerja keuangan dan aset dilakukan minimal pertriwulan oleh TIM SPI.
h. Tindaklanjut hasil audit maksimal 1 bulan setelah hasil audit
diberikan, dalam pelaksanaan tindaklanjut dimonitoring oleh SPI.
193
Praktikum/Kuliah, kekurangan Biaya Pemeliharaan Aset PTN, Pengadaan
Bahan Pustaka, Penjaminan Mutu, Pelaksanaan Kegiatan Kemahasiswaan,
Pembiayaan Langganan Daya dan Jasa, serta Sewa, Pengembangan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran, Honor Dosen dan
Tenaga Kependidikan Nonpegawai Negeri Sipil, Pengadaan Sarana dan
Prasarana maksimal 20% dari total nilai BOPTN, dan pelaksanaan kegiatan
Satuan Pengawas Internal. Sedangkan APBD atau Hibah yang diperoleh dari
Hibah kerjasama dengan Pemda maupun pihak lainnya yang sifatnya tidak
mengikat dapat digunakan secara fleksibel sesuai kesepakatan antara
kedua belah pihak serta skala perioritas.
Dilihat dari gambar 25, persentase PNBP dari total anggaran selama 3
tahun terakhir adalah 13,97%. hal ini dikarenakan sebagian besar PNBP
hanya bersumber pada SPP mahasiswa dan penetapan kategori UKT masih
pada kategori IV kebawah, belum ada hasil produksi dan kerjasama.
Penetapan Kategori melihat pada kemampuan ekonomi orangtua mahasiswa
yang rata-rata tingkat perekonomiannya menengah kebawah. Dalam kurun
waktu 3 tahun poltesa masih sangat tergantung pada sumber anggaran
APBN yaitu sebesar 84,71%, hal ini dipengaruhi oleh PNBP poltesa yang
relative rendah serta tidak ada sumber lain yang bisa diandalkan. Hibah dari
pemda juga tidak menjadi sumber yang pasti setiap tahun, pada 3 tahun
terakhir hanya tahun 2018 yang mendapatkan hibah dari pemda yaitu
sebesar 0,3% dari total anggaran. Alokasi anggaran dan perolehan anggaran
untuk penelitian dan PKM juga masih sangat kecil dengan rata-rata 1,02%
dari rata-rata total anggaran dalam kurun 3 tahun.
jumlah Persentase
Berdasarkan gambar 26, terjadi penurunan PNBP di tahun 2020, hal ini
disebabkan adanya wabah covid-19 yang sangat berpengaruh pada
perekonomian masyarakat sehingga orang tua mahasiswa juga tidak bisa
membayar spp tepat waktu dan bahkan banyak mahasiswa yang
194
mengusulkan penurunan UKT.
195
Perolehan Spp Mahasiswa tahun 2018 sd 2020
[Link] 120,00%
[Link]
100,00%
100%
[Link]
80,00%
[Link]
[Link] 60,00%
[Link]
43,21% 40,00%
[Link] 30,26% 26,53%
20,00%
[Link]
0 0,00%
2018 2019 2020
Jumlah Dana (Rupiah) Jumlah
(Rupiah)
SPP persentase
196
d) jumlah mahasiswa program diploma dan program sarjana;
e) realisasi anggaran dan/atau alokasi BOPTN di tahun sebelumnya; dan
197
f) afirmasi.
Alokasi total BOPTN diperoleh dengan menghitung besaran kebutuhan
biaya kuliah dikurangi pendapatan/penerimaan perguruan tinggi (uang
pendidikan) sebagai alokasi dasar, kemudian ditambah dengan
insentif/disinsentif, dan afirmasi sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
[Link] 60,00%
50,65%
[Link] 38,64% 40,00%
[Link] 20,00%
Jumlah persentase
(Rupiah)
198
Tabel 17. BKT dan UKT Politeknik Negeri Sambas tahun 2019
b) Sarana
1) Kecukupan, Aksesibilitas, dan Mutu Sarana
Sarana yang tersedia di Politeknik Negeri Sambas adalah sarana yang
menunjangan pendidikan dan perkantoran, berupa: peralatan pembelajaran,
peralatan perkantoran, media pembelejaran, sarana olahraga, sarana minat
dan bakat, bahan habis pakai praktikum. Untuk memperlancar proses belajar
mengajar di setiap ruang kelas, telah disediakan perangkat pembelajaran
berupa Infocus, White Board, AC dan lain-lain. Politeknik Negeri Sambas
menerapkan pola kuliah terintegrasi melalui penyediaan ruang kelas yang
berada satu lokasi yang dapat digunakan oleh semua Prodi.
Jumlah, jenis, dan spesifikasi sarana juga ditetapkan berdasarkan rasio
penggunaan sarana, dengan tujuan untuk menjamin terselenggaranya proses
belajar mengajar dan pelayanan administrasi akademik yang baik di Politeknik
Negeri Sambas. Berdasarkan bagan 4.b kekurangan sarana di Politeknik Negeri
Sambas terpenuhi tiap tahun nya, dengan adanya penambahan sarana
199
pembejalaran. Hal ini merupakan target yang harus dipenuhi agar tercapainya
standar pelayanan minimum SN Dikti. Selain untuk memenuhi
200
standar pelayanan minimum, pengadaan computer juga untuk peremajaan,
sehingga mahasiswa menggunakan pc yang selalu update hardware dan
software.
3500 3221
3000 2677
2512
2500
2000
1500
1000 510
399 414
500 68 90 91 89 89 89
0
PC ac infocus Kursi kuliah
sarana
201
perumusan, koordinasi, sinkronisasi pelaksanaan kebijakan,
pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang riset dan Abdimas
[Link]
202
Sinta (Science and Technology Indeks) merupakan portal yang berisi
tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang
meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal
dan kinerja institusi Iptek.
SISTER merupakan singkatan dari Sistem Informasi Sumber Daya
Terintegrasi, yang mana SISTER ini adalah program dari
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atau yang biasa
kita kenal dengan Kemenristekdikti yang diluncurkan melalui
Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti.
SAIBA Aplikasi Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Aktual merupakan
salah satu aplikasi keuangan negara yang digunakan oleh satuan
kerja untuk keperluan proses bisnis pencatatan transaksi anggaran
dan pembayaran satuan kerja yang kemudian akan digunakan
sebagai dokumen rekonsiliasi di tahun anggaran berjalan.
SIMAN (Sistem Informasi Manajemen Aset Negara) merupakan
aplikasi serbaguna pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) mulai
dari perencanaan, pengelolaan, penatausahaan, pemeliharaan dan
penghapusannya.
SAIBA Aplikasi Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Aktual merupakan
salah satu aplikasi keuangan negara yang digunakan oleh satuan
kerja untuk keperluan proses bisnis pencatatan transaksi anggaran
dan pembayaran satuan kerja yang kemudian akan digunakan
sebagai dokumen rekonsiliasi di tahun anggaran berjalan.
Forlap adalah adalah informasi yang berasal dari Pangkalan Data
Pendidikan Tinggi (PDDikti) yang merupakan kumpulan data
perguruan tinggi secara nasional yang dikelola Pusat Data dan
Informasi Iptek Dikti: [Link]
SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) adalah dalah
aplikasi yang digunakan sebagai sarana bagi satker dalam
mendukung implementasi SPAN untuk melakukan pengelolaan
keuangan yang meliputi tahapan perencanaan hingga
pertanggungjawaban anggaran.
SIAKUNLAP (sistem informasi akuntabilitas dan pelaporan) adalah
aplikasi yang membantu satuan kerja melakukan Evaluasi mandiri
untuk penilaian kinerja.
PKTS (pusat karir dan tracer study) adalah aplikasi untuk melacak
alumni secara integratif: [Link]
siAkad cloud aplikasi yang digunakan oleh Dosen, Tendik dan
mahasiswa untuk mendukung kegiatan akademik.
MOLK adalah Monitoring Laporan Keuangan Kemdikbud
Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI), adalah sistem billing yang
dikelola oleh DJA untuk memfasilitasi pembayaran/penyetoran PNBP
dan penerimaan non anggaran
Aplikasi Standar Biaya Keluaran (SBK) merupakan software aplikasi
komputer yang dibuat sebagai sarana alat bantu bagi Kementerian
203
Negara/Lembaga untuk menghasilkan Standar Biaya Keluaran (SBK)
yang baik, sesuai dengan Petunjuk Penyusunan Standar Biaya
Keluaran (SBK) dan dapat diintegrasikan dalam Aplikasi Rencana
Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL)
204
Aplikasi TPNBP adalah suatu aplikasi untuk merekam data Target
Penerimaan Negara Bukan Pajak pada setiap Kementerian/Lembaga.
SPAN adalah sistem aplikasi yang ada di lingkungan Kemenkeu dan
untuk mendukung otomatisasi sistem dari pengguna anggaran yang
ada di setiap Kementerian Negara/Lembaga
Satu DJA merupakan sebuah sistem yang mengintegrasikan seluruh
sistem informasi dan sistem aplikasi yang dihasilkan oleh DJA,
sehingga diharapkan pegawai DJA dan stakeholder DJA hanya perlu
mengakses satu sistem aplikasi untuk menyelesaikan seluruh proses
bisnis penganggaran.
b) mengelola dan menyebarkan ilmu pengetahuan. (Misal:
SIMPT, SIM Perpustakaan, Database, dan Sistem Informasi
PBM).
Dalam mengelola dan menyebarkan ilmu pengetahuan,
Politeknik Negeri Sambas mengembangkan web dan aplikasi
sebagai berikut:
Website Politeknik Negeri Sambas, berisikan informasi kegiatan
yang selalu di update: [Link]
System jurnal online: [Link]
Pembelajaran online: [Link]
Penelusuran Alumni: [Link]
Sistem informasi yang ada di Politeknik Negeri Sambas saat ini sudah
sangat maksimal dimanfaatkan oleh dosen, tendik maupun mahasiswa.
Seluruh sistem informasi yang ada mampu meningkatkan kualitas dan
kuantitas capaian output dalam berbagai bidang. Sebagai contoh;
website Politeknik Negeri Sambas turut meningkatkan transparansi
informasi setiap saat dan bisa diakses dari manapun. Setiap aplikasi
terus diupdate secara berkala mengikuti perkembangan dan kebutuhan
serta menyesuaikan dengan regulasi baru.
205
7 Tempat Parkir Mahasiswa 166 Parkir
8 Tempat Parkir Karyawan 148 Parkir
9 Pendopo 48 Pendopo
10 Gudang Teknik Mesin 55 Ruang kantor
11 Kantin 160 Kantin
12 Gedung Perpustakaan 350 perpustakaan
13 Pos Satpam 1 20 pos satpam
14 Pos Satpam 2 6 pos satpam
15 Lapangan Volly 475 lapangan olahraga outdoor
ruang administrasi (P3M dan
16 Gedung UPT 244 UPT PP)
17 Gedung Bengkel Saprotan 465 Bengkel
18 Gedung Kuliah Akuntansi 354 Ruang kelas (4 Kelas)
Ruang kelas (4 kelas) dan
19 Gedung Agribisnis 1.224 ruang
administrasi
20 Mushola 55 tempat ibadah
Gedung Kuliah+kantor Ruang kelas (3 kelas) dan
21 Akuntansi 524 ruang
administrasi
22 Rumah Genset 34 rumah genset
23 Gedung kuliah terpadu 1 2.728 Ruang kelas (20 Kelas)
24 gedung lab terpadu 2.636 Laboratorium (10 kelas)
25 Gedung kuliah terpadu 2 2.728 Ruang kelas (20 Kelas)
25 Lapangan Futsal 800 Prasarana olah raga outdoor
26 Green House 160 laboratorium
27 Tanah 100.12 Lahan diatas bangunan
6
206
a. Indikator Kinerja Keuangan.
Penerimaan PNBP dari tahun 2018 sd 2019 mengalami peningkatan
sebesar 43% (LKPT 4a) hal ini disebabkan oleh ditetapkanya tariff dan jenis
PNBP mahasiswa di politeknik negeri sambas dengan sk direktur nomor:
185/KU/2018, sehingga legalitas tarif yang dipungut kepada mahasiswa
jelas dan langsung distor ke kas negara. Dengan adanya penetapan tariff
ini sangat berkolerasi terhadap peningkatan penerimaan PNBP pada tahun
2019.
207
b. Indikator Kinerja Sarana Prasarana.
Selain sarana dan prasarana utama yang diwajibkan oleh SN Dikti, Poltesa
juga terus berupaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran antara
lain melalui pemanfaatan lahan kosong yang digunakan sarana praktikum
bidang pertanian dan perkebunan bagi mahasiswa yang dikelola oleh prodi
agribisnis.
Kampus hijau dan hemat energi merupakan standar yang akan digunakan
dalam pembangunan sarana dan prasarana politeknik negeri sambas ke
depan sesusai dengan DED dan master Plan yang telah dibuat tahun 2015.
Gedung Kuliah terpadu dibangun dengan memegang konsep Green
Building, penerangan yang berbasis listrik diusahakan digunakan
seminimal mungkin, seperti penggunaan dinding menggunakan kaca untuk
penerangan sehingga menghemat penggunaan energy listrik.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa politeknik negeri
sambas berusaha menyediakan fasilitas sarana prasana baik menggunakan
dana internal maupun dana eksternal melalui pendekatan pada
stakeholder (pihak eksternal). Tahun 2020 politeknik negeri sambas
mendapatkan hibah bis dari kemeneterian perhubungan dan pembangunan
rusunawa dari kementerian PUPR. Keberadaan bis sangat memberikan
dampak yang luar biasa terhadap proses pembejalaran diluar kampus.
Mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya saat melakukan studi banding,
kunjungan lapangan dan berbagai kegiatan luar kampus lain nya.
209
dapat meningkatkan PNBP
6). Tingkat kecukupan sarana prasana dalam memenuhi standar
minimal SN dikti sudah terpenuhi.
7). Poltesa sudah memiliki Master Plan dan DED untuk
pengembangan sarana prasana.
b) Kelemahan (W)
1) Penurunan penerimaan SPP mahasiswa (UKT) tahun 2020
2) Penggelolaan unit bisnis belum optimal
3) Adanya kebijakan yang berubah-rubah dengan merotasi/mutasi sdm,
mengakibatkan kinerja pengelolaan keuangaan dan sarpras menjadi
lebih lambat, karena harus belajar dari awal.
4) Tingginya piutang mahasiswa, sehingga pendapatan PNBP rendah
5) Ada beberapa prodi yang sangat rendah peminatnya.
Mengakibatkan PNBP prodi tertentu juga rendah.
6) Kerjasama institusi dalam bidang penelitian masih sangat rendah,
sehingga tidak bisa meningkatkan PNBP.
7) Dosen mendapatkan hibah Penelitian dan PKM masih sangat rendah
2. Faktor Eksternal
a) Peluang (O)
1). Pimpinan yang mempunyai hubungan baik dengan pihak eksternal,
sehingga lebih mudah untuk mendapatkan dana-dana hibah dari
eksternal.
2). Poltesa masih berstatus satker sehingga berpeluang tinggi dalam
mendapatkan pembiayaan SBSN untuk pembangunan sarana dan
prasarana.
3). Poltesa berada didaerah perbatasan sehingga bisa memperoleh
afirmasi beasiswa bidikmisi/KIP lebih banyak dari tahun
sebelumnya.
b) Ancaman (T)
1). Rata-rata perekonomian orangtua mahasiswa menengah kebawah
sehingga untuk menaikan tariff UKT akan berdampak pada
mahasiswa putus kuliah.
2). Pentransferan Beasiswa bidikmisi/KIP dari kementerian selalu
diakhir tahun sehingga anggaran tidak terserap secara maksimal.
3). Bersaing dengan PTN/PTS lain dalam mendapatkan sumber
pembiayaan eksternal.
4). Wabah Covid menyebabkan tingkat perekonomian masyarakat
semakin menurun, menyebabkan tingginya piutang mahasiswa
tahun 2020.
Dari hasil identifikasi diatas kemudian dibuat Matrik SWOT untuk menyusun
strategi SO, WO, ST dan WT dengan konsep memaksimalkan faktor
Kekuatan dan Peluang yang dimiliki dan secara paralel meminimalkan faktor
Kelemahan dan Ancaman. Dari hasil Matrik SWOT ini maka melahirkan
konsep Strategi yang harus dilakukan oleh Poltesa. Matrik SWOT Poltesa
seperti tertuang pada Tabel di bawah ini.
210
Tabel 19. SWOT Capaian Kinerja
KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)
1) Mempunyai aturan / 1) Penurunan penerimaan
pedoman yang jelas SPP mahasiswa (UKT)
dalam pengelolaan tahun 2020
keuangan dan sarpras. 2) Penggelolaan unit bisnis
2) Pengelolaan keuangan belum optimal
dan sarpras berbasis 3) Adanya kebijakan yang
aplikasi / system. berubah-rubah
3) Skill SDM dalam dengan
pengelolaan keuangan merotasi/mutasi sdm,
dan sarpras selalu mengakibatkan kinerja
update. pengelolaan keuangaan
4) 4Legalitas tarif dan dan sarpras menjadi
jenis Pungutan lebih lambat, karena
harus belajar dari awal.
kepada 4) Tingginya piutang
mahasiswa mahasiswa,
211
sehingga lebih mudah yang berlaku.
untuk mendapatkan 2) Memanfaatkan aplikasi dengan
dana-dana hibah dari pengelolaan keuangan memanfaatkan
eksternal. dan sarpras, sehingga daerah
2) Poltesa masih kinerja keuangan dan perbatasan
berstatus satker sarpras tinggi.
3) Memanfaatkan DED dan sehingga mendapatkan
sehingga berpeluang master plan sarpras beasiswa lebih banyak
tinggi dalam yang sudah dibuat dari tahun sebelumnya
mendapatkan tahun 2015 dalam untuk
pembiayaan SBSN pengusulan sarana mengurangi piutang dan
untuk prasarana baik tawaran mendapatkan
pembangunan sarana program beasiswa bagi prodi
dan prasarana. yang kurang
3) Poltesa berada peminatnya.
didaerah
perbatasan sehingga bisa
memperoleh afirmasi pembiayaan APBN 3) Memanfaatkan hubungan
beasiswa bidikmisi/KIP maupun hibah luar baik pimpinan dengan
lebih banyak dari negeri. pihak eksternal
tahun sebelumnya.
untuk
mendapatkan
hibah
sarpras,
kerjasama penelitian
dan beasiswa
mahasiswa.
ANCAMAN (T) Strategi S ><T Strategi WT
1) Rata-rata perekonomian 1) Penguatan bidang 1) Membuat
orangtua kerjasama
kebijakan beasiswa atau
mahasiswa dalam mengupayakan penurunan UKT bagi
menengah income bagi Poltesa mahasiswa yang
terdampak wabah covid.
kebawah sehingga
untuk menaikan tariff
UKT akan berdampak
pada mahasiswa putus
kuliah.
2) Pentransferan Beasiswa
bidikmisi/KIP
pembiayaan eksternal.
4) Wabah Covid
menyebabkan tingkat
perekonomian
masyarakat
semakin
menurun, menyebabkan
tingginya
piutang
mahasiswa tahun 2020.
Dari hasil analisis SWOT tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Poltesa
untuk meningkatkan capaian kinerja keuangan dan sarpras adalah:
1. Membuat pedoman dalam pengelolaan unit bisnis sehingga unit
bisnis dapat maksimal meningkatkan PNBP.
2. Membuat usulan afirmasi beasiswa dengan memanfaatkan daerah
perbatasan sehingga mendapatkan beasiswa lebih banyak dari
tahun sebelumnya untuk mengurangi piutang dan tawaran
mendapatkan beasiswa bagi prodi yang kurang peminatnya.
3. Memanfaatkan hubungan baik pimpinan dengan pihak eksternal
untuk mendapatkan hibah sarpras, kerjasama penelitian dan
beasiswa mahasiswa.
4. Menaikan UKT bagi prodi yang banyak peminatnya dan
memaksimalkan pemungutan tarif dan jenis PNBP sesuai aturan
yang berlaku.
5. Memanfaatkan aplikasi pengelolaan keuangan dan sarpras,
sehingga kinerja keuangan dan sarpras tinggi.
213
6. Membuat kebijakan beasiswa atau penurunan UKT bagi mahasiswa
yang terdampak wabah covid.
7. Memanfaatkan DED dan master plan sarpras yang sudah dibuat
tahun 2015 dalam pengusulan sarana prasarana baik program
pembiayaan APBN maupun hibah luar negeri.
8. Penguatan bidang kerjasama dalam mengupayakan income bagi Poltesa.
214
Penetapan biaya pendidikan dilakukan dengan suatu mekanisme yang
ditetapkan oleh direktur dan melibatkan pihak-pihak terkait, serta sesuai
dengan aturan berlaku. 3). Selalu melibatkan SPI dan P2M dalam
Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja sebagai unit
pengendali dan monitoring. 4). bidang administrasi umum dan keuangan
lebih intens melakukan monitoring dan evaluasi pendanaan internal
215
untuk pemanfaatan dana yang lebih efektif, transparan, dan memenuhi
aturan keuangan yang berlaku. 5). Satuan Pengawas Internal (SPI)
melakukan audit internal laporan keuangan sebagai laporan bagi
pemangku kepentingan, serta acuan tindak lanjutnya dipoltesa. 6).
Bidang umum harus melakukan pengelolaan sarpras umum yang ada
dilingkungan poltesa setiap tahun. 7). Bidang Umum harus melakukan
proses evaluasi, monitoring, dan tindak lanjut terhadap keberlanjutan
mutu sarana dan prasarana umum setiap tahun. 8). Pemeliharaan
sarpras umum harus dilakukan oleh semua unit.
8. Kepuasan Pengguna
Pengukuran tingkat kepuasan pengguna layanan pengelolaan keuangan
dan sarpras menggunakan instrument berupa quisioner. Distribusi
kuesioner dilakukan dengan cara pengisian langsung pada googleform
yang disediakan secara online pada link tingkat kepuasan kepagawai
terhadap layanan : [Link] dan link tingkat
kepuasan pengguna terhadap layanan :
[Link] Instrumen pengambilan data pada
kuesioner penilaian berisi deskripsi mengenai pengukuran :
1). ketepatan waktu pembayaran gaji bulanan, 2). ketepatan waktu
pembayaran biaya perjalanan dinas, 3). layanan pembayaran lainnya
diluar gaji bulanan dan perjalanan dinas, 4). ketersediaan sarana
prasarana yang ada dipoltesa, 5). layanan perawatan dan perbaikan
sarana prasarana, 6). proses pengusulan anggaran dan sarana
prasarana, 7). perencanaan anggaran dan sarana prasarana, 8).
ketersediaan alokasi anggaran pada unit, 9). terhadap transaparansi
anggaran, 10). Ketersediaan layanan internet, 11). penetapan Uang
Kuliah Tunggal (UKT), 12). pelayananan dan informasi tentang
pengusulan penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT), 13). pelayanan
keamanan dan kenyamanan, 14). layanan keuangan dan sarana
prasarana umum. Pelaksanaan survey kepuasan pegawai dan
pengguna terhadap layananan pengelolaan keuangan dan sarana
prasarana umum di Poltesa dilakukan tiap akhir tahun, tepatnya pada
bulan Desember. Pegawai dan mahasiswa
melalui WhatsApp group diminta untuk mengisi quisioner secara
daring dengan mengakses link [Link]
link tingkat kepuasan kepagawai terhadap layanan, dan
[Link] link tingkat kepuasan pengguna
terhadap layanan.. Data hasil quisioner direkam secara otomatis oleh
sistem sedangkan data yang telah dianalisis dan dideskripsikan di
rekam oleh Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Poltesa.
Analisis data menggunakan metode statistik deskriptif. Tanggapan
responden atas setiap pertanyaan diukur dengan menggunakan skala
Likert dengan kriteria sebagai berikut:
Tanggapan Skor
216
Sangat Puas 4
Cukup Puas 3
Kurang Puas 2
Tidak Puas 1
217
Data yang diperoleh selanjutnya di tabulasi sesuai dengan pilihan
jawaban responden dan dilanjutkan dengan perhitungan Indeks Kepuasan
Responden (IKR) melalui perhitungan rata-rata skor jawaban responden
per item pertanyaan dengan rumus :
⅀ 𝑆𝑖
IKR =
𝑛
Dimana, IKR = Indeks Kepuasan Responden
⅀Si = Jumlah Skor per item
pertanyaan n = Jumlah responden
IKR Tingkat Kepuasan
≥ 3,25 Sangat Puas
2,50 – 3,24 Cukup Puas
1,75 – 2,49 Kurang Puas
1,00 – 1,74 Tidak Puas
Tabel 20. Tingkat kepuasan pegawai dan pengguna terhadap layananan pengelolaan
keuangan dan sarana prasarana umum di Poltesa
Tingkat Kepuasan SDM Poltesa
IKR TK
No Komponen yang di nilai (%)
SP CP KP TP
kepuasan terhadap ketepatan waktu Sangat
1 pembayaran 73,50% 26,50% 0,00% 0,00% 3,74 Puas
gaji bulanan
kepuasan terhadap ketepatan waktu Sangat
2 pembayaran 42,00% 48,10% 7,40% 2,50% 3,30 Puas
biaya perjalanan dinas
kepuasan terhadap layanan pembayaran cuku
3 lainnya diluar gaji bulanan dan perjalanan 34,90% 49,40% 13,30% 2,40% 3,17 p
dinas puas
kepuasan terhadap ketersediaan sarana cukup
4 yang 35,40% 42,85% 17,70% 4,05% 3,10 puas
ada dipoltesa
kepuasan terhadap ketersediaan prasarana cukup
5 yang 27,90% 50,95% 17,90% 3,25% 3,04 puas
ada dipoltesa
kepuasan terhadap layanan perawatan dan cukup
6 perbaikan sarana prasarana 23,00% 55,75% 18,50% 2,75% 2,99 puas
kepuasan terhadap proses pengusulan cukup
7 anggaran 24,40% 58,50% 13,40% 3,70% 3,04 puas
dan sarana prasarana
kepuasan terhadap perencanaan anggaran cukup
8 dan 24,40% 57,30% 15,90% 2,40% 3,04 puas
sarana prasarana
218
kepuasan terhadap ketersediaan alokasi cukup
9 anggaran pada unit 26,80% 57,30% 11,00% 4,90% 3,06 puas
cukup
10 kepuasan terhadap transaparansi anggaran 25,60% 54,90% 9,80% 9,70% 2,96 puas
kepuasan terhadap Ketersediaan layanan cukup
11 internet 32,95% 43,15% 18,10% 5,80% 3,03 puas
12 kepuasan terhadap penetapan Uang Kuliah 29,70% 58,10% 9,00% 3,20% 3,14 cukup
Tunggal (UKT) puas
kepuasan terhadap pelayananan dan
informasi cuku
13 tentang pengusulan penurunan Uang Kuliah 38,00% 48,90% 8,60% 4,50% 3,20 p
Tunggal (UKT) puas
kepuasan terhadap pelayanan keamanan cukup
14 dan 37,80% 52,30% 6,30% 3,60% 3,24 puas
kenyamanan
kepuasan terhadap layanan keuangan dan cukup
15 sarana prasarana umum. 27,60% 61,40% 9,45% 1,55% 3,15 puas
cukup
Rata-rata 33,60% 51,03% 11,76% 3,62% 3,146 puas
Catatan : SP = sangat puas, CP = cukup puas, KP= kurang puas, TP = tidak puas, IKR = indeks
kepuasan responden, TK = tingkat kepuasan
220
hanya bisa mengakomodir pengadaan sarana yang sifatnya peremajaan
secara bertahap.
Rencana perbaikan dan pengembangan merupakan tindak lanjut dari hasil
evaluasi, untuk melakukan perbaikan poltesa harus membuat pedoman
dalam pengelolaan unit bisnis sehingga unit bisnis dapat maksimal
meningkatkan PNBP. Membuat usulan afirmasi beasiswa dengan
memanfaatkan daerah perbatasan sehingga mendapatkan beasiswa lebih
banyak dari tahun sebelumnya untuk mengurangi piutang dan tawaran
mendapatkan beasiswa bagi prodi yang kurang peminatnya. Memanfaatkan
hubungan baik pimpinan dengan pihak eksternal dan meningkatkan kinerja
untuk mendapatkan hibah sarpras, kerjasama penelitian dan beasiswa
mahasiswa. Menaikan UKT bagi prodi yang banyak peminatnya dan
memaksimalkan pemungutan tarif dan jenis PNBP sesuai aturan yang
berlaku. Memanfaatkan aplikasi pengelolaan keuangan dan sarpras,
sehingga kinerja keuangan dan sarpras meningkat. Membuat kebijakan
beasiswa atau penurunan UKT bagi mahasiswa yang terdampak wabah
covid. Memanfaatkan DED sarpras dalam pengusulan sarana prasarana baik
program pembiayaan APBN maupun hibah luar negeri.
Rencana pengembangan sarana prasarana dipoltesa sudah tertuang dalam
master plan dan DED yang di buat tahun 2015, adapun daftar bangunan
yang sudah ada perencanaan dan peralatan yang sudah di input dalam E-
Sarpras sebagai pengusulan penganggaran, dapat dilihat pada tabel berikut.
221
13 Pengadaan Peralatan Jurusan Teknik Mesin [Link] Belum realisasi
14 Pengadaan Meubelair [Link] Belum realisasi
Pengadaan Peralatan Pendidikan dan Peralatan
Pendukung Pembelajaran untuk Jurusan
15 Teknologi Informasi, Jurusan Ekonomi Bisnis, [Link]
Jurusan Teknologi Pertanian, Jurusan
Agrobisnis dan Jurusan Teknik Belum realisasi
Mesin
16 GEDUNG DIREKTORAT [Link] KDP perencanaan
17 Asrama & Kantin (PUTRA) [Link] KDP perencanaan
18 Sarana Olah Raga Indoor [Link] KDP perencanaan
19 Lap Olah Raga Out door (Lap Sepak Bola) [Link] KDP perencanaan
INFRASTRUKTUR (TAHAP 2) Jalan lingkungan
20 [Link] KDP perencanaan
Kampus
DED TAHUN 2015 [Link].000
222
C.6 Pendidikan
1. Latar Belakang
Penerapan Pendidikan di Poltesa mencakup kurikulum dan pembelajaran
yang ditetapkan berdasarkan Permenristekdikti nomor 44 tahun 2015 tentang
Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Penetapan kurikulum pada program studi
disesuaikan dengan VMST Poltesa. Visi Poltesa adalah “menjadi institusi
pendidikan vokasi yang unggul di tingkat nasional dan internasional”.
Kurikulum pendidikan di Poltesa disusun berdasarkan Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kurikulum KKNI dirancang berdasarkan
profil lulusan dengan tingkatan jenjang kualifikasi. Profil lulusan kemudian
dijabarkan menjadi capaian pembelajaran lulusan seperti sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Pelaksanaan pembelajaran menggunakan berbagai strategi yang dapat
mendorong mahasiswa untuk berpikir secara kritis, memiliki daya untuk
mengembangkan kreasi dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya yang
dimiliki oleh Poltesa. Pelaksanaan sistem pembelajaran memiliki mekanisme
dari mulai proses monitoring, evaluasi, dan perbaikan proses yang terjadwal
dalam kegiatan perkuliahan (kehadiran dosen dan mahasiswa), penyusunan
materi perkuliahan, serta penilaian hasil belajar.
Proses pembelajaran juga mengintegrasikan penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen. Integerasi kegiatan
penelitian dengan proses pembelajaran sudah dimuat pada dokumen
Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Poltesa.
Suasana akademik sangat mendukung keberhasilan pelaksanaan proses
pembelajaran. Suasana akademik yang kondusif dapat dilakukan dengan
menyediakan sarana dan prasarana yang cukup sehingga proses pembelajaran
dapat berlangsung dalam sebuah suasana yang mendukung dosen-mahasiswa
beraktifitas di kampus. Proses tersebut akan melibatkan semua sumber daya
pendidikan (dosen, fasilitas/sarana- prasarana, laboratorium, perpustakaan,
organisasi-manajemen, dan kurikulum) yang mampu memberikan dukungan
untuk kelancaran proses pembelajaran.
Kebebasan akademik yang berlaku di POLTESA adalah kebebasan yang
dimiliki oleh anggota sivitas akademika untuk melaksanakan kegiatan yang
berhubungan dengan pendidikan/pembelajaran, pengembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan kesenian secara bertanggung jawab dan mandiri
berdasarkan otonomi keilmuan. Kebebasan akademik di POLTESA dijamin
pelaksanaan dan keberlangsungannya dengan diterbitkannya Peraturan
Direktur No. 4 Tahun 2020 Tentang Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar
Akademik dan Otonomi Keilmuan di Lingkungan POLTESA.
Lulusan yang dihasilkan Poltesa diharapkan memiliki keterampilan berupa
hard skill dan soft skill sesuai kebutuhan pengguna. Kebutuhan keterampilan
tersebut dapat digunakan ketika lulusan berwirausaha dan atau bekerja pada
instansi dan perusahaan. Keterampilan tersebut diperoleh melalui kegiatan
selama pendidikan di Poltesa.
223
2. Kebijakan
POLTESA memiliki dokumen formal kebijakan dan panduan pendidikan
yang menjadi rujukan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran.
Adapun kebijakan tersebut diantaranya :
224
1. Permendikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 73 Tahun 2013
Tentang penerapan KKNI pada Pendidikan Tinggi
3. Peraturan Direktur Nomor 2 Tahun 2018 Tentang SPMI Poltesa
4. Peraturan Direktur Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kebebasan Akademik,
Kebebasan Mimbar Akademik dan Otonomi Keilmuan di Lingkungan
Poltesa
5. Peraturan Direktur Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Kegiatan Penilaian dan Hasil Belajar
6. Peraturan Direktur Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Kegiatan Akademik
225
4. Indikator Kinerja Utama
a) Kurikulum
1) Ketersediaan kebijakan pengembangan kurikulum yang mempertimbangkan
keterkaitan dengan visi dan misi (mandat) perguruan tinggi, pengembangan ilmu
pengetahuan dan kebutuhan para pemangku kepentingan.
226
POLTESA memiliki kebijakan pengembangan kurikulum yang
dituangkan dalam standar pendidikan yang di dalamnya memiliki
indikator pengembangan kurikulum. Dokumen ini menjadi rujukan
program studi dalam mengembangkan kurikulum yang senantiasa
mempertimbangkan keterkaitan visi dan misi (mandat) politeknik.
Kerangka Dasar Kurikulum tersebut ditetapkan untuk mendorong
terciptanya visi POLTESA yaitu institusi vokasi unggul.
Agroindustri Pangan
Teknik Mesin
Agrobisnis
0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 140,00
228
Beberapa sarana penunjang pembelajaran yang telah ada diantaranya
bengkel, laboratorium dan perpustakaan. Selain itu beberapa prodi
telah membangun instalasi hidroponik, bengkel seni dan bangunan
pemijahan ikan. Laboratorium dan bengkel akan memudahkan dosen
dan mahasiswa melakukan kegiatan pembelajaran dan penelitian.
Serta perpustakaan mendukung kegiatan pembelajaran untuk
memperkaya wawasan akan ilmu.
229
dan pembiayaan pembelajaran.
230
setiap prodi sebagai berikut :
pedoman tertulis
tentang rumusan,
sosialisasi, pemenuhan
dan penelahaan profil
lulusan
pada semua program
studi
2. Tersedianya buku Tersedia
panduan
Profil
akademik yang terbaharui
lulusa
3. Tersedianya panduan Tersedia
n
peningkatan
kompetensi lulusan
4. Tersedianya dokumen Tersedia
profil lulusan pada
semua
program studi
5. Pelaksanaan sosialisasi Terlaksana
profil lulusan
semua program
studi
6. Terpenuhinya profil %
lulusan 33% 33% 33% 60% 60%
pada semua program
studi
7. Terlaksananya kegiatan Terlaksana
monitoring dan evaluasi
profil lulusan pada
semua
program studi
231
sebesar 76% (2019) dan 79% (2020).
Sedangkan diploma III sebesar 72% (2018), 61% (2019) dan 62%
(2020). Dari data tersebut program pendidikan sarjana terapan
memiliki kesesuaian lebih baik dibanding diploma III. Berikut gambara
kesesuaian lulusan dengan bidangnya digambarkan pada grafik
berikut:
232
Prosentase Kesesuaian Lulusan dengan
Pekerjaan
2020
2019
2018
233
Mekanisme penetapan kurikulum dimulai dari tingkat program studi.
Koordinator Program Studi membentuk Tim Kurikulum Prodi.
Penyusunan dan pengembangan kurikulum prodi tersebut
melibatkan dosen, tendik, pengguna lulusan dan
234
stakeholder. Setelah kurikulum dibentuk dan selesai dibuat, dokumen
kurikulum disampaikan ke Senat Poltesa melalui pengantar Jurusan.
Selanjutnya Senat Poltesa menyetujui dengan melewati beberapa
pertimbangan dan masukan dari anggota Senat. Selanjutnya dokumen
kurikulum disahkan melalui SK Direktur. Kemudian disampaikan ke
Wakil Direktur Bidang Akademik, Penjaminan Mutu dan Jurusan.
Tabel 23. Standar Evaluasi Isi Pembelajaran dan Pengendalian Standar Isi
Cakupan Sasaran/Indikator Satuan Periode Penerapan
standar Capaian 2015 2016 2017 2018 2019
Evaluasi 1. Terlaksananya
standar evaluasi
isi tingkat
% Prodi
pembelajara kedalaman
yang 100 100 100 100 100
n dan
melaksanak
keluasan
an evaluasi
materi
pembelajaran
bersifat
kumulatif
dan/atau
integratif dan
dilaksanakan
minimal
satu
tahun sekali.
1. Terlaksananya
proses
pengendalian
dengan
cara memeriksa
235
Pengendalian % Prodi yang
standar isi dan melaksanakan - - 100 100 100
pembelajaran mempelajari pengendalian
catatan
hasil
evaluasi
yang dilakukan
pada tahap
sebelumnya,
serta
mempelajari
penyebab
terjadinya
penyimpangan
dari isi standar
isi
pembelajaran.
b) Pembelajaran
1) Ketersediaan bukti yang sahih tentang penerapan sistem penugasan dosen berdasarkan
kebutuhan, kualifikasi, keahlian dan pengalaman.
Poltesa dalam penerapan penugasan dosen berdasarkan usulan dari prodi.
Mekanisme penugasan berasal dari prodi, kemudian usulan tersebut
disampaikan ke jurusan selanjutnya mengetahui Kajur untuk selanjutnya
diusulkan dan ditetapkan oleh direktur. Semua mekanisme tersebut sudah
mempertimbangkan kebutuhan, kualifikasi keahlian dan pengalaman pada
bimbingn akademik, praktik industri (PI) dan tugas akhir (TA). Namun
penerapan tersebut belum memiliki pedoman. Sehingga bukti sahih masih
berupa SK Direktur.
2) Ketersediaan bukti yang sahih tentang penetapan strategi, metode dan media
pembelajaran serta penilaian pembelajaran.
Penetapan strategi, metode, dan media pembelajaran dilakukan oleh
Poltesa yang tertuang dalam SPMI Pendidikan. Implementasinya
diserahkan kepada masing- masing program studi.
Poltesa menetapkan metode pembelajaran digunakan sesuai SN-Dikti
pasal (14) adalah sebagai berikut: Diskusi kelompok; Simulasi; Studi
236
kasus; Pembelajaran kolaboratif; Pembelajaran kooperatif; Pembelajaran
berbasis proyek Pembelajaran berbasis masalah; Metode pembelajaran
lain yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian
pembelajaran lulusan. Berikut ini standar SPMI berupa strategi, metode
dan media pembelajaran yang dilakukan Poltesa yang tertuang pada
standar dan indikatornya.
Tabel 24. Standar dan Indikator Tentang Penetapan Strategi, Metode dan Media
Pembelajaran
Capaian Sasaran/indikator Periode penerapan
Satuan
standar capaian 2015 2016 2017 2018 2019
Mekanisme Tersedianya Tersedia
dan dokumen
penjaminan
mutu, evaluasi
dan pelaporan
pembelajaran
Tersosialisasinya
dokumen
pedoman
perencanaan,
pelaksanaan, Tersedia
pengendalian,
pemantauan,
penjaminan
mutu, evaluasi
dan
pelaporan
Terpenuhi
pelaksanaan
pengelolaan
pembelajaran % Prodi 100 100 100
yang ideal
dengan suasana
akademik
dan budaya mutu
yang baik.
Tersedianya
dokumen
kurikulum dan Tersedia
rencana
pembelajaran
semester (RPS)
setiap mata kuliah.
Terselenggaranya
monitoring dan
evaluasi secara Terlaksana
berkala terhadap
pelaksanaan
pembelajaran.
237
Tersedianya
laporan hasil
program
pembelajaran
secara periodik
sebagai sumber Tersedia
data dan
informasi dalam
pengambilan
keputusan
perbaikan dan
pengembangan
mutu
pembelajaran
238
rata tugas praktikum 60% dan ujian praktikum 30%. Sedangkan untuk
mata kuliah campuran komposisi nilai terdiri dari keaktifan 10%, tugas
terstruktur 10%, tugas praktik (30%) ujian tengah semester (UTS) 20% dan
ujian akhir semester (UAS) 30%. Setelah diakumulasikan akan diperoleh
nilai total yang menggambarkan nilai akhir. Jika nilai akhir di atas 80,
maka mahasiswa tersebut diberikan Nilai ”A”, jika nilai akhir antara 70
dampai dengan 79,99 diberikan nilai B, jika nilai akhir antara 60 -69,99
diberikan nilai C, jika nilai akhir antara 50 – 59,99 diberikan nilai D. Jika
nilai dibawah 49,99 maka diberikan nilai E. Secara lengkap penilaian
tersebut dapat dilihat dalam Buku Panduan Akademik dan
Kemahasiswaan.
3) Ketersediaan bukti yang sahih tentang implementasi sistem monitoring dan evaluasi
pelaksanaan dan mutu proses pembelajaran.
Sistem monitoring dan evaluasi mutu proses pembelajaran dilaksanakan
oleh pimpinan dan lembaga penjaminan mutu. Pusat Penjaminan Mutu
(P2M) dalam pelaksanaannya dibantu oleh auitor internal melaksanakan audit mutu
internal ke masing-masing program studi. Hasil dari audit mutu ini
didokumentasikan oleh lembaga tersebut untuk mengetahui kemampuan
setiap program studi dalam melaksanakan standar mutu.
4) Analis data tentang pembelajaran dalam bentuk praktikum, praktik dan praktik lapangan
yang diselenggarakan untuk pembentukan kompetensi mahasiswa program studi
(Tabel 2.c LKPT). Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari perguruan tinggi
vokasi.
200
150
100
50
0
240
c) Integrasi kegiatan penelitian dan PkM dalam pembelajaran
1) Ketersediaan dokumen formal kebijakan dan pedoman untuk mengintegrasikan
kegiatan penelitian dan PkM ke dalam pembelajaran
Integrasi penelitian dan PkM dosen ke dalam pembelajaran tertuang
dalam Pedoman Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Pedoman tersebut diterbitkan oleh P3M Poltesa setiap tahunnya. Pada
pedoman tersebut disebutkan bahwa luaran penelitian dan PkM wajib
melibatkan mahasiswa. Selain itu luarannya dapat berupa bahan
pembelajaran dalam proses pendidikan.
3) Ketersedian bukti yang sahih SPMI melakukan monitoring dan evaluasi integrasi
penelitian dan PkM terhadap pembelajaran.
Dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat selalu
dilakukan penilaian. Penilaian dilakukan mulai dari monitoring dan evaluasi
kegiatan. hal tersebut sesuai dengan SPMI Penelitian dan PkM Nomor
013/PPM-SPMI/05/12/2017. Namun dalam SPMI tersebut belum menuliskan
evaluasi integrasi penelitian dan PkM terhadap Pembelajaran.
d) Suasana akademik
1) Ketersediaan dokumen formal kebijakan suasana akademik yang mencakup:
kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.
Poltesa menjunjung tinggi kebebasan akademik, kebebasan mimbar
akademik, dan otonomi keilmuan dilakukan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang- undangan, dan dilandasi oleh etika dan
norma/kaidah keilmuan. Hal ini tertera dalam Peraturan Direktur No. 4
Tahun 2020 Tentang Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar
Akademik dan Otonomi Keilmuan di Lingkungan Poltesa. Kebebasan
mimbar akademik adalah kewenangan yang dimiliki dosen yang memiliki
otoritas dan wibawa ilmiah untuk menyatakan secara terbuka dan
bertanggungjawab mengenai sesuatu yang berkenaan dengan rumpun
ilmu dan cabang ilmunya.
241
2) Ketersediaan bukti sahih tentang terbangunnya suasana akademik yang kondusif dan
dapat berupa:
a. Keterlaksanaan interaksi akademik antar sivitas akademika dalam kegiatan
pendidikan, penelitian dan PkM baik pada skala lokal/nasional/ internasional,
242
Civitas akademika Poltesa membangun interaksi strategis dengan
berbagai unsur perguruan tinggi. Beberapa kegiatan yang
diselenggarakan Poltesa dengan menghadirkan perguruan tinggi lain
dalam mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi.
244
6. Evaluasi Capaian Kinerja
Berisi deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau ketidakberhasilan pencapaian
standar yang telah ditetapkan. Capaian kinerja harus diukur dengan metoda yang tepat,
245
dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi. Analisis terhadap capaian kinerja harus
mencakup identifikasi akar masalah, faktor pendukung keberhasilan dan faktor
penghambat ketercapaian standar, dan deskripsi singkat tindak lanjut yang akan
dilakukan institusi.
247
yang mengacu kepada KKNI, dan rencana pembelajaran semester
(RPS) yang mengacu ke SN-DIKTI peraturan-peraturan, isu-isu terkini
meliputi pendidikan karakter dan program pendidikan yang
dilaksanakan belum memiliki panduan/pedoman teknis.
3. Implementasi kurikulum yang mencakup perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, dan peninjauan kurikulum yang mempertimbangkan
umpan balik dari para pemangku kepentingan, pencapaian isu-isu
strategis untuk menjamin kesesuaian dan kemutakhirannya belum
dilaksanakan secara keberlanjutan.
4. Belum memiliki pedoman yang komprehensif dan rinci tentang
penerapan sistem penugasan dosen berdasarkan kebutuhan,
kualifikasi, keahlian dan pengalaman dalam proses pembelajaran .
5. Belum memiliki dokumen formal kebijakan dan pedoman yang
komprehensif dan rinci untuk mengintegrasikan kegiatan penelitian
dan PkM ke dalam pembelajaran.
6. Belum memiliki pedoman pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan
peningkatan kualitas secara berkelanjutan terintegrasi kegiatan
penelitian dan PkM ke dalam pembelajaran.
8. Kepuasan Pengguna
a) Deskripsi sistem untuk mengukur kepuasan pengguna proses pendidikan (terutama
mahasiswa), termasuk kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan,
perekaman, dan analisis datanya.
Pengukuran kepuasan mahasiswa sebagai pengguna proses pendidikan
di dengan mengunakan 5 indikator. Indikator tersebut adalah reliability
(keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (kepastian),
248
empathy (empati) dan tangibles (kecukupan, aksesbilitas, kualitas sarana
dan prasarana).
249
Proses pelaksanaaan menggunakan metode survey, dengan melibatkan
seluruh mahasiswa yang diambil secara acak. Pengambilan data
menggunakan kuisioner tertulis dengan jawaban pilihan tertutup
dengan analisis likert. Hasil survey kepuasan setiap pertanyaan dengan
menggunakan likert dengan kriteria sebagai berikut:
250
2 Aspek Responsiveness 3,31 Baik 1. Memberikan sosialisasi kepada
mahasiswa tentang kegiatan
atau jasa yang
diselenggarakan oleh Poltesa
2. Menyelenggarakan
dengan memanfaatkan
fasilitas yang telah ada,
dengan feedback masukkan
yang baik untuk perbaikan
b) Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan mahasiswa yang
dilaksanakan secara konsisten, dan ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem.
252
Tabel 26. Analisis SWOT Kinerja Pendidikan
PPEPP belum
berkelanjutan di tingkat
prodi
pemberdayaan
masyarakat
ANCAMAN (T) S-T W-T
Menerapkan SCL dalam Membuat turunan
Perkembangan metode pembelajaran pendidikan dengan
ilmu dan teknologi menyesuaikan tujuan
Poltesa
dengan
memanfaatkan iptek
Industri Melibatkan pihak industri Kerjasama bersama
dalam menyusun industri dengan menyusun
kurang respons kurikulum kurikulum berbasis
kebutuhan industri
terhadap
kerjasama
penelitian
Persaingan Kerjasama antar Studi banding atau belajar
perguruan tinggi perguruan tinggi dengan dengan PT tentang PPEPP
pada tingkat lokal, memanfaatkan sarpras dalam penjaminan mutu
melalui penelitian atau
regional, nasional yang lain
dan
internasional
Bekerjasama
Penggunaan
kecerdasan buatan dengan
di segala bidang perusahaan/institusi yang
mampu mengembangkan
sofware untuk membantu
meningkatkan kinerja
di
Poltesa
254
C.7 Penelitian
1. Latar Belakang
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012
Tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan
Tinggi (SN Dikti) yang merupakan perubahan dari Permenristekdikti Nomor
44 Tahun 2015. Sehingga berdasarkan SN Dikti tersebut Politeknik Negeri
Sambas menetapkan Standar Mutu Pelaksanaan Penelitian Politeknik
Negeri Sambas yang dituangkan berdasarkan Peraturan Direktur Nomor 2
tahun 2018 tentang SPMI Politeknik negeri Sambas. Dalam Peraturan
Direktur ini memuat delapan standar mutu penelitian yang meliputi
Standar hasil penelitian, Standar Isi Penelitian, Standar Proses Penelitian,
Standar Penilaian Penelitian, Standar Peneliti, Standar Sarana dan
Prasarana Penelitian, Standar Pengelolaan Penelitian, Standar Pendanaan
dan Pembiayaan Penelitian.
256
ini juga dipaparkan pada agenda rapat kerja tahunan Poltesa. Secara
eksternal pelaporan kinerja penelitian tahunan dilaporkan ke Direktorat
Riset dan Pengabdian Masyarakat melalui aplikasi
[Link] dan Direktorat Sistem Inovasi
Kemenristekdikti menggunakan aplikasi [Link].
2. Kebijakan
Dokumen Formal Kebijakan terkait penelitian di Politeknik Negeri Sambas
tertuang dalam:
a. Statuta Politeknik Negeri Sambas sesuai peraturan Menteri Riset,
Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 11 tahun 2017 Pasal 17 yang
didalamnya memuat tentang kebijakan umum Penelitian.
b. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas No. 02 tahun 2018 tentang
Sistem Penjaminan Mutu Internal yang didalamnya memuat tentang
SMPI Penelitian yang ada di Poltesa
c. Renstra Penelitian yang ditetapkan dengan SK Direktur dan berlaku
selama lima tahun. Renstra penelitian Poltesa disusun merujuk pada
Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045 dan diselaraskan
dengan visi misi Poltesa disektor pertanian.
d. Pelaksanaan penelitian yang dilakukan di poltesa mengikuti pedoman
sesuai dengan sumber dana penelitian yang dilakukan. Untuk penelitian
yang bersumber dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat
Direktorat (DRPM), Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, maka akan
berpedoman pada buku pedoman penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat yang diterbitkan oleh DRPM Kemenristekdikti. Pelaksanaan
Penelitian dengan sumber dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP) Poltesa, Hibah Internal yang diperuntukkan untuk dosen tetap
Poltesa yang dalam pelaksanaannya berpedoman pada buku penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan oleh P3M Poltesa,
dan Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Mandiri yang
dilaksanakan oleh dosen peneliti dengan ketentuan yang tertuang
dalam buku Pedoman Penelitian Mandiri.
e. Sistem pelaporan kinerja penelitian berpedoman pada buku Panduan
Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi yang diterbitkan oleh
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbud,
sedangkan untuk pelaporan secara internal berpedoman pada Peraturan
Direktur Poltesa.
f. Pelaksanaan Penelitian yang dilakukan di Poltesa mengikuti Pedoman
Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat yang diterbitkan setiap
tahunnya.
258
ditetapkan meliputi Standar perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan
penelitian, yang memenuhi dan/atau melampaui Standar Nasional
Pendidikan Tinggi.
259
2024
Penguatan
2023 komersialisasi
Peningkatan penelitan Produk dan HKI
Riset Kerjasama DUDI Paten
2022 penguatan Hilirisasi
Riset
Penguatan Riset Terapan
Berkelanjutan dan Output
Penelitian nasional dan
2021 Internation
Penguatan Riset
Terapan dan Produk
Inovasi
2020
Optimalisasi dan sinkronisasi
Program penelitian
Peningkatan Pendanaan
261
Sosialisasi juga dilakukan dengan meng-unggah buku pedoman tersebut di laman
[Link]
5
4,5
4,525
4
3,5 3,85
3,55 3,65
3,475
3
2,5
2
1,5
1
0,5
0
Bagaimana menurutBagaimana menurut Bagaimana Bagaimana Bagaimana
Saudara terkait pendapat saudara pendapat saudara pendapat saudara pendapat saudara
kejelasan pedoman terkait prosedur mengenai mengenai output mengenai prosedur
penelitian dan pengajuan usulan penjadwalan dan kegiatan penelitian monitoring dan
pengabdian? penelitian dan pelaksanaan dan pengabdian pelaporan dalam
pengabdian yang kegiatan dalam dalam panduan panduan penelitian
tercantum dalam panduan penelitian penelitian dan dan pengabdian?
pedoman penelitian dan pengabdian? pengabdian?
dan pengabdian?
c) Bukti yang sahih tentang pelaksanaan proses penelitian mencakup tata cara
penilaian dan review, legalitas pengangkatan reviewer, bukti tertulis hasil penilaian
usul penelitian, legalitas penugasan peneliti/kerjasama peneliti, berita acara hasil
monitoring dan evaluasi, serta dokumentasi output penelitian.
262
pelaksanaan penelitian. Terdapat 13 SOP yang diterbitkan terkait
Penelitian antara lain Penjaminan Mutu dan SDM, Rekruitmen Penilai
Internal, Desk Evaluasi Proposal, Penetapan
263
Pemenang, Kontrak Penelitian, Monitoring dan Evaluasi (Monev)
Internal, Seminar Hasil Penelitian Internal, Pelaporan Hasil Penelitian,
Tindak Lanjut Hasil Penelitian, Kegiatan Pelatihan, Sistem
Penghargaan (Reward), Penanganan Plagiarisme dan Pergantian
Ketua/Anggota Pelaksana Penelitian.
Proses seleksi proposal penelitian dilaksanakan dengan desk
evaluation secara adminstratif, jika peneliti dinyatakan lolos
dilanjutkan kegiatan penilaian oleh reviewer internal. Proposal yang
memiliki nilai yang baik akan diumumkan oleh LPPM untuk layak
melanjutkan penelitian.
265
output penelitian antara lain publikasi dalam forum seminar internal
yang diselenggarakan oleh Poltesa, hasil monitoring dan evaluasi dari
reviewer internal dituangkan dalam berita acara. Output luaran
penelitian dosen peneliti diinput ke aplikasi online
[Link] dan aplikasi [Link]
266
Gambar 35. Kelompok Peneliti dan bidang penelitian di
Laboratorium riset
yaitu
267
Laboratorium Agroindustri Pangan, Laboratorium teknik Mesin,
Laboratorium Komputer, Laboratorium Audio Visual, Laboratorium Hidro
Teknik, Laboratorium Geodesi, Laboratorium Gambar Teknik dan Desain,
Laboratorium Konversi Energi, Laboratorium Komputer Terpadu,
Laboratorium Biologi Perikanan, Laboratorium Bioteknologi Hasil Perairan,
Laboratorium Digital Akuntansi, Laboratorium Agribisnis, Laboratorium
Teknologi Hasil Pertanian.
269
a) Kinerja jumlah penelitian yang didanai
30
25
20
15
10
5
0
TS-2 TS-1 TS
Gambar 36. Kinerja Penelitian dari Segi Jumlah Proposal yang Berhasil Didanai
Kelayakan proposal ini dilihat dari aspek nilai perolehan rata-rata yang
270
selama ini berhasil didapatkan dosen peneliti. Nilai perolehan rata-rata
kelayakan proposal ini merupakan bagian dari serangakaian standar
mutu peniliaian yang dilaksanakan oleh P3M melalui reviewer yang
ditetapkan dengan standar Nasional. Nilai rata-
271
aspek ini bisa dilihat kemampuan atau kapasitas dosen peneliti dalam
mengakses hibah penelitian.
274
internal P3M melakukan survey indeks layanan pada setiap layanan
yang diberikan kepada dosen peneliti menggunakan kuisioner.
d) Hasil temuan audit dan evaluasi pelaksanaan standar mutu penelitian,
dibahas pada rapat internal P3M dan raker tahunan Poltesa, sehingga
temuan-temuan audit diperbaiki dan ditingkapkan pada tahun
berikutnya dengan program kerja tahunan P3M.
8. Kepuasan Pengguna
2) Pelaksanaan Survei
Perekeman kuesioner kepuasan pengguna dilakukan secara online
melalui google form secara berkala dengan mengisi survey di link
[Link] Pengisian Setiap setahun sekali setelah
berakhir masa akhir penelitian di bulan November – Desember.
Alur kerja pelaksanaan survei kepuasan pengguna dimulai dari Pusat
Penjaminan Mutu mempersiapkan instrumen Survei dan pengguna
memberikan penilaian survei kepuasan terhadap layanan P3M
bagian Penelitian, hasil penilaian survei kepuasan terhadap layanan
dilakuan proses analisis data dan pembuatan laporan hasil penilaian
survei kepuasan Penelitian. Hasil laporan survei penilaian kepuasan
diserahkan kepada Direktur dan dilakukan evaluasi serta penetapan
rencana tindak lanjut terhadap hasil survei penilaian kepuasan
terhadap layanan Penelitian.
276
5
4,5
4 4,525
3,5
3 3,85 3,7253,6753,753,6753,7253,45 3,45 3,95 3,85 3,65
2,5 3,4753,55 3,65 3,453,3753,575
2 2,9
1,5
1
0,5
0
Gambar 37. Grafik indeks kepuasan pengguna jasa layanan penelitian P3M
50
40 47,5
30
20 25
10 15
2,5 10
0
Sangat tidak Tidak Rata-rata/Netral Memuaskan/ Sangat
memuaskan/ memuaskan/tidak Setuju memuaskan/
sangat tidak setuju setuju Sangat Setuju
277
Gambar 38. Grafik Kepuasan Pengguna Pelayan Penelitian Poltesa
278
Berdasarkan hasil analisa data menunjukkan bahwa hanya terdapat 1
indikator pengukuran yang membutuhkan upaya perbaikan dan
tindak lanjut yaitu layanan nilai pagudana yang dicantumkan di
dalam kontrak sesuai dengan beban kerja yang diberikan kepada
mitra P3M memiliki indeks terendah yaitu 2,9 (Sangat tidak
memuaskan/ sangat tidak setuju) memperlihatkan ketidak sesuain
antara pagu dana anggaran dengan beban yang diberikan. Sedangkan
indikator lainnya poltesa telah mampu memberi kepuasan kepada
para dosen yang sesuai dengan ekspektasinya maupun di atas
ekspektasi para dosen.
280
C.8 Pengabdian kepada Masyarakat
1. Latar Belakang
Standar pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Sambas
ditetapkan sesuai yang tertuang dalam Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020
tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) yang merupakan
perubahan dari Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015. SN Dikti
tersebut menjadi acuan Poltesa dalam menetapkan Standar Mutu
Pengabdian Masyarakat sesuai Peraturan Direktur No.2 tahun 2018
tentang SPMI Politeknik Negeri Sambas, dimana Poltesa memiliki
delapan standar mutu pengabdian kepada masyarakat yaitu, (1) Standar
Hasil Pengadbian kepada Masyarakat, (2) Standar Isi Pengabdian kepada
Masyarakat, (3) Standar Proses Pengabdian kepada Masyarakat, (4)
Standar penilaian Pengabdian kepada Masyarakat, (5) Standar
Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat, (6) Standar sarana dan
prasarana Pengabdian kepada Masyarakat, (7) Standar Pengelolaan
Pengabdian kepada Masyarakat, (8) Standar Pendanaan dan
Pengelolaan Pengabdian kepada Masyarakat.
Pengabdian masyarakat merupakan salah satu pilar tri dharma
perguruan tinggi selain pendidikan dan pengajaran serta penelitian.
Pengelolaan pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan oleh pusat penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat (P3M). Standar Pengabdian kepada
masyarakat Poltesa direncanakan sesuai dengan dokumen Rencana
Strategis (Renstra ) PKM yang diharapkan mampu memberikan solusi
bagi masalah-masalah yang muncul di masyarakat. Rencana Strategis
Pengabdian pada Masyarakat (Renstra PPM) Politeknik Negeri Sambas
tahun 2016-2020.
Rasional penetapan standar pengabdian di poltesa bertujuan
untuk menunjang tercapainya institusi yang unggul di bidang vokasional
pada tahun 2034 sesuai dengan renstra Poltesa tahun 2015-2019 dan
renstra Poltesa tahun 2020- 2024.
Pelaksanaan Pengabdian masyarakat diarahkan dalam rangka
penerapan teknologi yang telah dikembangkan di Poltesa, khususnya
dari hasil penelitian. Pelaporan PKM yang dilaksanakan pada setiap
tahun dibagi menjadi beberapa tahapan sesuai dengan sumber dana
dosen yaitu:
a. Sumber dana dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat
(DRPM) Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian
Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
b. Sumber dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Politeknik
Negeri Sambas, Hibah Internal yang diperuntukkan untuk dosen tetap
Politeknik Negeri Sambas.
c. Sumber dana dari dosen pengabdi, Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat Mandiri yang dilaksanakan oleh dosen dengan sumber
281
dana dari dana pribadi dosen pengabdi.
d. Sumber dana dari pihak-pihak terkait dan tidak mengikat. Pengabdian
Insidental dilaksanakan atas dasar permintaan/kebutuhan dari
masyarakat atau atas dasar rencana/inisiatif sendiri dari dosen
pengabdi dan merupakan responsif sesuai
282
dengan kondisi dan kebutuhan wilayah serta tidak terikat waktu pelaksanaan.
2. Kebijakan
a. Perencanaan
Arah pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di
lingkungan Politeknik Negeri Sambas mengacu kepada rencana
strategis pengabdian kepada masyarakat tahun 2016 – 2020.
Dokumen ini disusun berdasarkan beberapa hal yaitu (1) rencana
strategis politeknik negeri sambas tahun 2015 – 2019. (2) Politeknik
Negeri Sambas mempunyai tantangan dan tanggung jawab yang lebih
besar karena berada di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). (3)
Politeknik Negeri Sambas memiliki sumber daya intelektual yang
majemuk sehingga harus dikelola menyesuaikan agar mampu
menyelesaikan problematika yang dihadapi masyarakat. Dokumen ini
juga memuat peran Pusat penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat (P3M) sebagai fasilitator dan koordinator yang memiliki
peran dalam melakukan pengelolaan pengabdian kepada masyarakat
(PKM) melalui; (1) pengelolaan proposal untuk skema pendanaan
internal dan eksternal maupun pendanaan mandiri, (2) penetapan
pemenang, (3) pelaksanaan monitoring dan evaluasi, (4) pengelolaan
keuangan baik pencairan dana maupun pelaporan.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dibagi
menjadi beberapa skema pendanaan yaitu (1) pendanaan internal dari
DIPA POLTESA (2) pendanaan eksternal (3) pendanaan mandiri. Untuk
PKM dengan pendanaan internal POLTESA. Pelaksaaan kegiatan
mengikuti mekanisme yang sudah ditetapkan oleh P3M yang tertuang
dalam dokumen panduan pelaksanaan kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat politeknik negeri sambas dan standar
operasional prosedur (SOP). Tahapan kegiatan dimulai dengan
menentukan reviewer oleh P3M melalui mekanisme penunjukan atau
pembukaan pendaftaran. Tahap selanjutnya yaitu melakukan seleksi
proposal oleh reviewer dilanjutkan dengan pengumuman penetapan
pemenang. Kemudian akan dilakukan penandatangan kontrak antara
283
lembaga dan pelaksanaa kegiatan. Monev internal dilakukan dalam
waktu yang telah ditentukan pada periode pelaksanaan kegiatan untuk
memantau perkembangan kegiatan PKM yang dilakukan. Seminal hasil
PKM akan dilakukan pada akhir periode PKM untuk mempublikasikan
hasil PKM yang telah dilakukan. Semua tahapan tersebut dilakukan
mengacu pada standar operasional prosedur yang telah dibuat.
Panduan pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat
284
Politeknik Negeri Sambas berisi tentang panduan administratif yang
membahas tentang konten PKM, luaran, laporan keuangan, format
penulisan serta administasi lainnya.
Untuk skema pendanaan eksternal, kegiatan PKM mengacu pada
aturan pada lembaga yang bersangkutan. Seperti pada skema
pendanaan simlitabmas, pelaksanaan kegiatan mengacu pada panduan
pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di
perguruan tinggi oleh Direktorat Riset dan pengabdian kepada
masyarakat ristekdikti.
c. Pelaporan
Sistem pelaporan kinerja pengabdian kepada masyarakat
berpedoman pada panduan Penilaian Kinerja Pengabdian kepada
Masyarakat Perguruan Tinggi yang diterbitkan oleh Direktorat Penelitian
dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbud.
Pelaporan pengabdian kepada Masyarakat yang dana
pengabdian bersumber dari Direktorat Riset dan Pengabdian
Masyarakat Direktorat (DRPM), Jenderal Penguatan Riset dan
Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,
maka akan berpedoman pada buku pedoman penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat edisi XII yang diterbitkan oleh DRPM
Kemenristekdikti.
Untuk pelaporan kegiatan PKM internal dilakukan sebanyak 2 kali
yaitu laporan kemajuan dan laporan keuangan 70% pada tahap
pertama serta laporan akhir dan laporan keuangan 100% pada tahap
kedua. Bentuk laporan yang dibuat mengacu kepada panduan
pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
Politeknik Negeri Sambas dan panduan laporan pertanggungjawaban
keuangan penelitian dan pengabdian pada masyarakat Politeknik
Negeri Sambas.
286
dosen dalam melaksanakan pengabdian, menjadikan Poltesa sebagai
center of excelent, dan menciptakan luaran yang unggul dan professional
melalui program pengabdian kepada masyarakat. Untuk menjaga
kualitas dan kuantitas program pengabdian masyarakat di Poltesa, maka
setiap proses mengacu pada standar nasional pengabdian kepada
masyarakat yang ditetapkan kementerian yang membidangi pendidikan
tinggi. Standar pengabdian masyarakat yang menjadi acuan adalah
standar hasil, isi, proses, penilaian, pelaksana, sarana dan prasarana,
pengelolaan, serta pendanaan dan pembiayaan pengabdian kepada
masyarakat.
2030-2035
Pengabdian Penguatan tata Peningkatan Pengabdian
2016-2020
2021-2025
287
Sasaran program strategis pengabdian masyarakat Politeknik Negeri
Sambas sesuai dengan Renstra Pengabdian kepada Masyarakat tahun
2016-2020 yaitu (1) Terselenggara pemanfaatan produk, teknologi dan
seni yang bermanfaat bagi masyarakat, (2) Terselenggaranya tata kelola
P3m bidang pengabdian, (3) Adanya publikasi hasil-hasil pengabdian
kepada masyarakat baik berupa Haki, TTG maupun
288
jurnal pengabdian, (4) Tersedianya data informasi yang dapat
dimanfaatkan civitas akadeka Poltesa.
Indikator kinerja PkM berupa publikasi ilmiah PkM, sebagai
pemakalah dalam seminar, sebagai pembicara, Teknologi Tepat Guna
(TTG), buku ajar (ISBN), laporan PkM, angka partisipasi dosen dalam
kegiatan PkM baik lokal dan nasional. Pelaksanaan kegiatan pengabdian
terbagi menjadi beberapa pola berdasarkan sumber pembiayaan
kegiatan pengabdian. Beberapa sumber pembiayaan antara lain Sumber
pembiayaan yang berasal dari Hibah Dikti, sumber pembiayaan yang
bersal dari Internal Perguruan Tinggi (baik berupa BOPTN maupun
PNBP), maupun sumber pembiayaan lain yang berasal dari eksternal
perguruan tinggi. Dari masing- masing sumber pembiayaan tersebut,
memiliki pola pelaksanaan yang berbeda-
beda.
c. Bukti yang sahih tentang pelaksanaan proses PKM mencakup tata cara
penilaian dan review, legalitas pengangkatan reviewer, bukti tertulis
hasil penilaian usul PKM, legalitas penugasaan pengabdi/kerjasama PKM,
berita acara hasil monitoring dan evaluasi, serta dokumentasi luaran
PKM.
289
1) Tata cara penilaian dan review
P3M Poltesa membuka penerimaan proposal PKM Internal Poltesa
setiap tahun secara berkala. Dalam rangka meningkatkan kualitas
pelaksanaan PKM Poltesa, maka P3M Poltesa melakukan penilaian
terhadap usulan PKM yang masuk. Usulan proposal PKM yang masuk
harus mengikuti Panduan PKM Edisi V Tahun 2020 yang telah
disosialisasikan sebelumnya. Usulan yang masuk
290
kemudian dinilai oleh Tim Reviewer Internal Poltesa. Satu judul usulan
PKM dinilai oleh 2 orang reviewer. Usulan PKM dipaparkan oleh calon
pelaksana PKM dihadapan Reviewer. Reviewer menuliskan hasil review
ke dalam Form Penilaian Desk Evalusi PKM Poltesa. Hasil penilaian
disampaikan kepada Kepala P3M dan diajukan ke Direktur untuk
selanjutnya ditetapkan sebagai Pemenang Hibah Poltesa.
292
4) Dokumentasi luaran PkM
Luaran PKM telah didokumentasikan secara berkala setiap tahun oleh
P3M Poltesa berupa artikel pengabdian masyarakat, buku dan prosiding
dari hasil PKM. Luaran tersebut dapat diaplikasikan untuk mengatasi
permasalahan masyarakat. Pelaksanaan PKM telah dilaksanakan
dokumentasi dan pelaporan kepada pimpinan.
293
Gambar 40. Bukti kegiatan Sehati Abdimas
294
i. Standar Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
ii. Standar isi pengabdian kepada masyarakat
iii. Standar proses pengabdian kepada masyarakat
iv. Standar penilaian pengabdian kepada masyarakat
v. Standar pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat
vi. Standar sarana dan prasarana pengabdian kepada masyarakat
vii. Standar pengelolaan pengabdian kepada masyarakat
viii. Standar pendanaan dan pengelolaan pengabdian kepada masyarakat
Faktor Penghambat :
Evaluasi yang dilakukan menemukan beberapa hal yang berpotensi
menghambat capaian pengabdian. Perihal yang menghambat yaitu:
1) Pengabdian masyarakat lebih dikembangkan dari hulu ke hilir
dengan meningkatnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
2) Dana dampingan dari pihak luar diperlukan, namun bersifat
kompetitif secara Nasional
3) Respons dari masyarakat atau mitra masih lambat terkait kerjasama pengabdian
4) Masih kurangnya publikasi pada jurnal pengabdian
295
Tabel 28. Analisis SWOT Kinerja Pengabdian
296
7. Penjaminan Mutu PKM
Sistem penjaminan mutu kegiatan PKM di Politeknik Negeri
Sambas mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN
Dikti) yang merupakan perubahan Permenristekdikti Nomor 44 Tahun
2015. Standar mutu pengabdian Poltesa yang ada di Peraturan Direktur
nomor 2 tahun 2018 tentang SPMI Politeknik Negeri Sambas. Berikut ini
dapat dilihat pada tabel 28 PPEP pengabdian masyarakat.
dosen (beserta
kualifikasi
akademiknya)
3. Daftar
nama kegiatan
PKM
dan jumlah
personil
yang terlibat
8. Kepuasan Pengguna
a. Deskripsikan sistem untuk mengukur kepuasan pengguna proses PKM
(pengabdi dan mitra), termasuk kejelasan instrumen yang digunakan,
pelaksanaan, perekaman dan analisis data.
299
Hasil analisis kuantitatif, jika dicroschek dengan ke basis response
secara mentah pun ditemukan korelasi yang kuat. Pada gambar 41
ditampilkan beberapa nomor dari data mentah response stakeholders.
Response responden terhadap kesesuaian layanan penelitian dengan
kebutuhan pengguna, 43,48% mengatakan pelayanan Pengabdian
Memuaskan/Setuju. Artinya tingkat relevansi antara pengabdian
dengan pengguna tinggi.
50,00
45,00
40,00 43,48
35,00
34,78
30,00
25,00
20,00
17,39
15,00
10,00
5,00 4,35
0,00 0,00
300
9. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar PkM serta Tindak Lanjut
Poltesa merupakan kampus PTNB (Perguruan Tinggi Negeri Binaan)
kategori klaster binaan. Permasalahan yang terdapat pada dosen Poltesa
mengenai kegiatan PKM adalah masih rendahnya jumlah aplikasi Iptek
di masyarakat dari hasil penelitian. Luaran PKM dosen selama ini
masih pada tahap publikasi media massa dan sebagian jurnal
pengabdian. Selain itu, lima tahun terakhir, jumlah dosen yang
mengusulkan proposal PKM di simlitabmas sudah banyak, namun jumlah
proposal yag didanai sangat sedikit. Sehingga dirasa perlu upaya
peningkatan pemahaman dosen dalam menyusun atau membuat
proposal PKM agar didanai melalui kegiatan bimbingan teknis atau
pelatihan. P3M terus berusaha untuk melakukan
pembenahan disegala bidang dalam hal peningkatan pengabdian
masyarakat. Beberapa rencana perbaikan dan pengembangan
PKM adalah dengan mengundang pemateri atau
narasumber dari perguruan tinggi yang lain untuk memberikan
motivasi, tata cara menulis proposal PKM berkualitas dan mampu
bersaing secara Nasional. Selain itu, P3M melakukan peningkatan
kuantitas dan kualitas PKM.
301
C9. Luaran dan Capaian Tridharma
1. Indikator Kinerja Utama
Pada peningkatan Mutu Tri Dharma, Politeknik Negeri Sambas telah
melaksanakan dua konsep Strategis Kebijakan yaitu: 1). Peningkatan
Kualitas Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi; 2).
Peningkatan Kualitas Kelembagaan Iptek dan Dikti; 3). Peningkatan
Relevansi, Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Iptek dan Dikti; 4).
Peningkatan Relevansi dan Produktivitas Riset dan Pengembangan; 5).
Penguatan Kapasitas Inovasi dan 6). Penguatan Tata Kelola serta
Layanan dan Dukungan. Sasaran Strategis (SS) dan Indikator Kinerja
Sasaran Strategis (IKSS) untuk masing-masing kegiatan tersebut adalah
sebagai berikut;
1) Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Pendidikan Tinggi.
Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis
untuk kegiatan Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Pendidikan Tinggi adalah sebagai berikut:
303
lima pada tahun 2020, serta pelaksanaan penelitian dan PKM
berbasis inovasi dan produk unggulan yang setiap tahunnya
mengalami peningkatan dari sisi kualitas dan kuantitasnya.
Tabel 32. Sasaran Strategis dan Indikator Peningkatan Relevansi, Kualitas dan
Kuantitas Sumber Daya
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS (IKSS)
Jumlah Dosen Berkualifikasi S3
Meningkatnya Relevansi,
Jumlah SDM Dikti yang Meningkat Kompetensinya
Kualitas dan Kuantitas
Jumlah Pendidik Mengikuti Sertifikasi Dosen
Sumber Daya Iptek dan Dikti
Jumlah Sarpras Lemlitbang dan PTN yang Direvitalisasi
304
Pada program relevansi, kualitas dan kuantitas sumber daya Poltesa,
penguatan kapasitas dan kapabilitas SDM Poltesa dilakukan dengan
mendorong dosen untuk melanjutkan studi S3, peningkatan jumlah dosen
dan tenaga kependidikan yang tersertifikasi. Selain itu, juga dilakukan
peningkatan sarana dan prasarana pendukung pendidikan yang
berorientasi untuk mendukung sarana pembelajaran bagi program studi
baru. Pada Tahun 2015 telah keluar izin operasional 6 (enam) Program
Studi Baru jenjang Diploma IV yaitu Manajemen Bisnis Pariwisata,
Agribisnis Perikanan dan Kelautan, Agroindustri Pangan, Akuntansi
Keuangan Perusahaan, Teknik Mesin Pertanisan dan Teknik Multimedia.
Kedepannya yaitu pada tahun 2021 - 2024, ditargetkan telah membuka
program studi baru lagi sebanyak 6 (enam) program studi yaitu:
Teknologi Rekayasa Elektrical Mekanik, Teknologi Pengolahan Hasil
Perikanan, Pengelolaan Agribisnis Perkebunan, Arsitektur Bangunan dan
Gedung, English For Business and Profesional Communication dan
Akuntansi Sektor Publik, sehingga Politeknik Negeri Sambas memiliki 5
(lima) Jurusan yaitu Jurusan Agribisnis, Manajemen Informatika, Teknik
Mesin, Arsitektur dan Pariwisata, dan Jurusan Akuntasi yang menaungi 15
(lima belas) Program Studi. Oleh karena itu untuk mewujudkan
pengembangan Program Studi dan Jurusan, diperlukan kesiapan sarana
dan prasarana yang memadai. Dengan demikian telah dibuat Program
Peningkatan Sarana dan Sarana Pendidikan Politeknik Negeri Sambas
Tahun 2021- 2024.
4) Peningkatan Relevansi dan Produktivitas Riset dan Pengembangan
Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis untuk
Peningkatan Relevansi dan Produktivitas Riset dan Pengembangan adalah
sebagai berikut:
306
Tabel 34. Sasaran Strategis dan indikator Penguatan Kapasitas Inovasi
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS (IKSS)
Menguatnya Kapasitas Jumlah Inovasi Produk Hasil Litbang yang telah Diproduksi dan
Inovasi DimanfaatkanPengguna
Beberapa produk inovasi dosen Poltesa pada rentang tahun 2018 – 2020
telah dimanfaatkan oleh masyarakat, diantaranya produk teknologi tepat
guna pengupas kulit pinang, pencabut bulu unggas, pemupukan praktis,
olah tanah sederhana, dan aplikasi pendukung kinerja perkantoran.
6) Penguatan Tata Kelola yang Baik serta Kualitas Layanan dan Dukungan
Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis untuk
Penguatan Tata Kelola yang Baik serta Layanan dan Dukungan sebagai
berikut:
Tabel 35. Sasaran Strategis dan indikator Penguatan Tata Kelola yang Baik serta
Layanan dan Dukungan
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS (IKSS)
Terwujudnya Tata Kelola Prosentase Efisiensi Perencanaan Anggaran
yang Baik Serta Kualitas Opini Penilaian Laporan Keuangan oleh BPK
Layanan dan Dukungan PenilaianTerhadap AKIP
yang Tinggi Indeks Kepuasan Pelayanan oleh Ombudsman
307
Jumlah Lulusan 2018- Rata-rata IPK Lulusan
2020 2018-2020
500 3,60
3,40
21 114 129 134 200 148 3,40 3,47
3,20 3,40 3,38
0 3,30 3,20
2018 2019 2020 3,00
2018 2019 2020
Diploma Empat/ Sarjana Terapan
Diploma Tiga Diploma Empat/ Sarjana Terapan Diploma Tiga
308
2) Pengakuan Kompetensi Lulusan melalui Sertifikasi Kompetensi/ Profesi/
Industri
a. Prestasi Akademik
309
National 2018 Peserta
Polytecni
2 - √ -
c English
Competition
Olimpiade 2019 peserta
3 - √ -
Akuntansi
Vokasi
National 2019 Runner
Polytecni up 1
4. - √ -
c English Story
Competition Telling
Writting
310
1 Porseni Juara 3 Pencak Silat
Politeknik 2018 √ Putra dan Juara 3
se- Atletik 200 m Putra
Indonesia
2 Pekan Juara 2 Gulat Gaya
Olahraga 2018 √
Grego
Provinsi
3 Seleksi Juara 1 Panjat
Tingkat Dinding Putra,
Daerah Juara 1 Panjat
2019 √
Badan Dinding Putri,
Pembina Juara 2 Gulat Putra
Olahraga dan Finalis Best
Mahasiswa Player Futsal
(BAPOMI)
311
Selanjutnya untuk prestasi non akademik, mahasiswa Poltesa telah
mengikuti beberapa ajang pertandingan non akademik baik di tingkat regional
maupun nasional. Dalam hal ini mahasiswa Poltesa unggul dan meraih prestasi di
beberapa cabang olahraga maupun seni seperti; panjat dinding, gulat,
badminton, atletik dan pencak silat. Dalam rangka meningkatkan kualitas pada
prestasi mahasiswa di bidang non akademik maka Poltesa mengambil beberapa
langkah sebagai berikut:
1. Rekrutmen calon mahasiswa berpestasi di bidang olahraga maupun seni
yang sudah dididik sejak di SMU.
2. Di Poltesa di lakukan pelatihan sesuai program olahraga yang ada di Poltesa.
3. Pemberian reward seperti pemberian beasiswa.
4. Pemberhentian beasiswa bagi mahasiswa yang berkomitmen terhadap
bakat dan minatnya.
Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata masa studi lulusan
untuk program Diploma Empat (D4) yaitu 4 tahun dengan jumlah lulusan yang
masih sedikit yaitu 21 lulusan, sedangkan untuk program studi Diploma tiga (D3)
rata-rata 3 tahun. Hal ini menandakan bahwa semangat para mahasiswa untuk
lulus tepat waktu sangat tinggi.
312
b. Rasio Lulusan Tepat Waktu
337
306
291
251
246
241
225
221
217
211
200
195
195
181
151
140
132
132
22
22
22
21
5
2
1
100
50
2 1
0
2016 2017 2018 2019 2020
Gambar 47. Grafik Rasio Lulusan Tepat Waktu Pada Prodi Diploma Tiga
313
1) Daya Saing Lulusan
200 100
100 50
0 0
1 2 3 1 2 3
Diploma Empat/ Sarjana Terapan Diploma Tiga Diploma Empat/ Sarjana Terapan Diploma Tiga
314
Rata-rata Masa Tunggu Lulusan
4,5
4
4,2
3,5
3,7
3 3,5
3,2 3,1
2,5 2,8
2
1,5
1
0,5
0
Diploma Empat/ Sarjana Terapan Diploma Tiga
315
Persentase Kesesuaian Bidang Kerja
90%
80%
70% 76% 79%
72%
60%
61% 63%
50%
53%
40%
30%
20%
10%
0%
2018 2019 2020
6. Kinerja Lulusan
6.1 Banyaknya Lulusan Yang Dinilai oleh Pengguna
Grafik Banyaknya Lulusan yang dinilai oleh Pengguna
200
172
150
134
105
21 11 20 36 15 37 10
316
Gambar 51. Grafik Banyaknya Lulusan yang Dinilai Pengguna
317
Berdasarkan data tracer study, untuk program D4 pada tahun TS-2
jumlah lulusan yang dinilai oleh pengguna hanya 11 lulusan dari 21
lulusan, sedangkan pada tahun TS-1 hanya 36 lulusan dari 134 lulusan dan
pada tahun TS hanya 37 lulusan dari 200 lulusan. Di sisi lain, untuk
program D3 pada TS-2 jumlah lulusan yang dinilai oleh pengguna
sebanyak 20 lulusan dari 172 lulusan, kemudian untuk TS-1 hanya 15
lulusan dari 150 lulusan, serta pada TS hanya 10 lulusan dari 105 lulusan.
Lulusan yang mengisi data melalui Web terlihat sangat rendah
antusiasnya, ditambah pula saat pengisian ada item yang memasukan NIM
mahasiswa akan tetapi mahasiswa sudah lupa sehingga sangat sedikit
yang mau memberikan jawaban. Walaupun demikian Poltesa tidak hanya
mentracer alumni melalui web, namun dengan berbagai cara baik online
maupun offline.
a. Kepuasan Pengguna Lulusan
318
b) Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
1) Publikasi Ilmiah
Publikasi ilmiah yang dilakukan oleh dosen Poltesa terus ditingkatkan dari waktu
319
ke waktu. Berbagai penelitian untuk mempertajam kemampuan meneliti
juga untuk menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan. Beberapa jurnal
menjadi sasaran dosen dalam melakukan publikasi dari nasional, nasional
terkreditasi hingga internasional. Berikut ini disajikan produktivitas
penelitian dosen dalam berbagai bidang publiser sebagai berikut:
320
yang diadakan oleh Poltesa, seminar Nasional konsorsium Politeknik se-
Indonesia, Seminar Internasional dilakukan pada tahun 2019 sebanyak 3
kali.
321
2) Produk/Jasa yang Diadopsi oleh Industri/Masyarakat
Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari perguruan tinggi
vokasi. Dosen Poltesa telah menghasilkan beberapa Produk/jasa yang
diadopsi olej Indiustri maupun masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan
beberapa produk yang dimanfaatkan oleh UMKM. Data berikut ini
menyajikan jumlah produk/jasa dosen Poltesa sebagai berikut:
Tabel 38. Produk/Jasa Dosen Poltesa
No Nama Produk/Jasa Tahun
1 Alat tenun semi mekanis 2018
2 Alat penggulung benang 2018
3 Kotak kemasan untuk kain songket Sambas 2018
4 Vacum Agarwood Destilator 2018
5 Chipper agarwood 2018
6 Alat Perangkap tikus pertanian 2019
7 Mesin Perontok Padi 2019
6 Alat Pengupas Pinang 2020
Sumber Tabel LKPT 5.g
4. Luaran Lainnya
Hasil luaran dari penelitian dan PKM yang dihasilkan oleh dosen selama 3
tahun terakhir dapat dilihat dalam tabel berikut:
a. HKI: a) Hak Cipta, b) Desain Produk Industri, c) Perlindungan Varietas
Tanaman (Sertifikat Perlindungan Varietas Tanaman, Sertifikat
Pelepasan Varietas, Sertifikat Pendaftaran Varietas), d) Desain Tata
Letak Sirkuit Terpadu.
322
Tabel 39. Luaran Penelitian dan PkM Dosen Poltesa
No Hak Cipta Tahun Keterangan
1. Hak Cipta 2020 Formulasi Pembuatan Pestisida
Alami
Berbahan Baku Kulit Jeruk Siam
(Citrus
Nobilis Microcarpa
2. Hak Cipta 2020 Pola Makan, Ketahanan Pangan,
Tingkat Stres, Penerapan jaga Jarak
dan PHBS oleh Mahasiswa pada
Masa Pandemi
COVID 19 di Indonesia
Sumber Tabel 5.h LKPT
324
peningkatan bahasa asing Poltesa membuat kebijakan kewajiban bagi
mahasiswa poltesa harus lulus TOEIC dengan skor 405 Sesuai SK
Direktur No. 121.a/PL 37/ PJ/2018 tentang kebijakan mutu dan SK
Direktur No. 122.a/PL37/KP/2018 tentang sasaran mutu
b) Kewajiban Bebas buta huruf Al-Quran/ Baca tulis Al-Quran; kewajiban
bisa baca tulis Qur’an bagi mahasiswa muslim ini bersifat wajib di
Poltesa sesuai dengan Sesuai SK Direktur No. 121.a/PL 37/ PJ/2018
tentang kebijakan mutu.
325
3. Evaluasi Capaian Kinerja
Evaluasi capaian kinerja yang dilakukan secara deskripsi
diawali dengan melakukan identifikasi atas faktor-faktor yang menjadi
indikator penilaian seperti:
326
1) Prestasi Akademik, akar masalahnya pada kurang terintegrasinya
antara mahasiswa dan tenaga pengajar.
2) Prestasi non Akademik, akar masalahnya pada kemampuan
bahasa asing yang tidak dikuasai oleh mayoritas dosen dan
mahasiswa.
3) Sertifikasi kompetensi masih rendah, akar masalahnya tempat uji
kompetensi sangat jauh;
1) Memiliki mahasiswa yang dapat memenuhi ekspektasi nilai IPK yang baik;
2) Daya saing lulusan yang cukup baik;
3) Masa Tunggu Lulusan relative pendek;
4) Memiliki Tenaga Pengajar yang mampu berkarya baik secara karya
tulis ilmiah, penelitian, PKM maupun menciptakan produk;
5) Terdapat Program Studi di Poltesa yang merupakan satu-satunya
Program Studi di Kalimantan Barat.
327
KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)
EKSTERNAL
INTERNAL
1. Memiliki mahasiswa 1. Sertifikat Kompetensi
yang
dapat memenuhi mahasiswa masih rendah
ekspektasi nilai IPK jika dibandingkan dengan
yang baik jumlah mahasiswa secara
keseluruhan
2. Daya saing lulusan yang 2. Prestasi akademik relative
cukup baik rendah dan masih berada di
tingkat nasional
3. Masa Tunggu Lulusan 3. kemampuan Bahasa asing
relatif pendek baik dosen dan mahasiswa
masih rendah
4. Memiliki Tenaga
Pengajar yang mampu
berkarya baik secara
karya tulis ilmiah,
penelitian, PKM maupun
menciptakan produk
PELUANG (O) S-O W-O
1. Sering 1. Mengikuti berbagai 1. Melakukan persiapan yang
diadakannya ajang kompetisi dan matang dan terintegrasi
kompetisi maupun perlombaan untuk antara tenaga pengajar
perlombaan untuk mengekspose dan mahasiswa dalam
diikuti oleh kemampuan dan hasil mengikuti ajang kompetisi
mahasiswa baik di karya agar dikenal luas dan perlombaan baik di
tingkat Nasional di tingkat Lokal, tingkat Nasional maupun
maupun Nasional maupun Internasional dengan
Internasional Internasional didukung pelatih dari luar
2. Terdapat Program 2. Meningkatkan yang ahli dibidangnya.
Studi di Poltesa pemanfaatan era 2. Mengutus mahasiswa
yang merupakan digital/internet dalam untuk mengikuti Tes Uji
satu- satunya melakukan Kompetensi yang
Program Studi di pembelajaran maupun diselenggarakan oleh
Kalimantan Barat menciptakan suatu BNSP
3. Kesempatan karya penemuan serta 3. Mendirikan Lembaga
berkarya di era membuat karya tulis Sertifikasi Profesi di Poltesa
digital semakin ilmiah, jurnal hasil untuk memenuhi
terbuka luas penelitian maupun kebutuhan akan sertifikat
PKM kompetensi lulusan
3. Meningkatkan kualitas 4. Mengoptimalkan UPT
hasil lulusan Program Bahasa dalam
Studi yang merupakan meningkatkan penguasaan
satu- satunya di Kalbar Bahasa asing khususnya
328
untuk berkarya di dunia Bahasa Inggris dan Bahasa
kerja pada Bidang Jepang
Industri
tersebut.
ANCAMAN (T) S-T W-T
1. persaingan kerja 1. Meningkatkan 1. Meningkatkan
semakin sinergitas antara penguasaan Bahasa
meningkat dan Tenaga Pengajar dan asing dengan
kebutuhan akan Mahasiswa untuk menggunakan media
SDM yang siap pakai berkreasi di dunia digital digital/internet maupun
aplikasi
Tindak lanjut dari akar masalah dan hambatan dalam pencapaian kinerja
tadi sudah ditindaklanjuti dengan melakukan kerjasama dengan pihak
industri dengan menekankan pada Link and Match dunia industri. Untuk
bahasa asing dapat mengoptimalkan UPT bahasa, kemudian penyiapan
pedoman kebijakan terkait pembelajaran, penelitian dan PKM secara
intergrasi
330
4. Penjaminan Mutu Luaran
4.1) Penjaminan Mutu pada Luaran Pendidikan
Kebijakan mutu di Politeknik Negeri Sambas didasarkan pada komitmen
untuk menghasilkan luaran pendidikan yang bermutu sesuai dengan SPMI bidang
Pendidikan (standar kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran,
penilaian pembelajaran, dosen dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana
pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, dan pembiayaan pembelajaran).
Keberhasilan jangka panjang institusi menuntut komitmen menyeluruh tentang
standar kinerja dan produktivitas yang tinggi, kerjasama yang efektif, kesediaan
untuk menyerap gagasan-gagasan baru serta keinginan untuk belajar secara
berkelanjutan.
Dalam rangka penjaminan mutu bidang Pendidikan, Politeknik Negeri
Sambas melaksanakan proses belajar mengajar dalam rangka menyediakan
sumber daya manusia di bidang vokasi yang bisa diterima oleh pengguna dengan
menjamin mutu lulusan sesuai persyaratan, dengan cara berupaya menjalankan
sistem penjaminan mutu secara terus menerus dan peningkatan mutu secara
bertahap serta dilakukan oleh semua unit di Poltesa.
Kebijakan mutu ini dikomunikasikan, dipahami oleh semua pihak dan diacu
untuk menentukan kebijakan mutu tiap unit kerja yang terlibat langsung ataupun
tidak langsung dalam proses layanan pendidikan di Poltesa. Sebagai perguruan
tinggi vokasi yang menyelenggarakan proses belajar bermutu yang berbasiskan
teknologi terapan, untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, bermoral dan
berjiwausaha serta berdaya saing melalui kebijakan di bidang Pendidikan : 1)
penyelenggaraan pendidikan meliputi sistem perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, evaluasi, dan perbaikan secara kontinyu, 2) peningkatan mutu
jurusan dan program studi dilakukan secara komprehensif, dan 3) peningkatan
mutu civitas akademika dengan membangun karakter profesional.
a. Penetapan
Perencanaan sistem penjaminan mutu pembelajaran dimulai dari
penetapan dokumen Visi dan Misi Poltesa. Dalam usaha mencapai visi dan misi
tersebut, disusun dokumen Rencana Strategis, Program Kerja, Pedoman
akademik, Manual Mutu (Nomor dokumen 120.a/PL37/PJ/2018), kebijakan mutu
(Nomor dokumen 121.a/PL37/PJ/2018) dan Sasaran Mutu (Nomor dokumen
122.a/PL37/PJ/2018 ), SPMI (Peraturan Direktur No. 2 Tahun 2018) dan dokumen
pendukung lainnya. Standar Mutu disusun berdasarkan Standar Nasional
Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti No. 44 tahun 2015) dan standar dari Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan maksud untuk
mempermudah persiapan Poltesa dalam menghadapi akreditasi Institusi.
b. Pelaksanaan
Poltesa melaksanakan proses dan pengembangan sistem pembelajaran
dengan mengacu pada dokumen mutu pembelajaran. Kegiatan pembelajaran
terkait pelaksanaan perkuliahan yang didukung oleh perencanaan studi dan
kurikulum, penilaian dan tindak lanjut pengajaran, kegiatan layanan pendukung,
alokasi sumber daya pembelajaran, dan prosedur peningkatan mutu pemelajaran
331
untuk mencapai yang diinginkan. Poltesa mengintegrasikan kurikulum Program
Studi sehingga mencapai kompetensi lulusan dan learning out comes sesuai profil
yang ditetapkan.
332
c. Evaluasi
Pelaksanaan proses pembelajaran di Poltesa rutin dievaluasi setiap akhir
semester yang dilakukan di masing-masing program studi dan di akhir tahun
dilakukan rapat evaluasi capain kinerja institusi. Selain itu juga dilakukan
penilaian Indeks kinerja Akademik Dosen (IKAD) yang dilakukan setiap semester
dan audit mutu internal program studi yang dilakukan setiap akhir tahun.
Evaluasi juga dilakukan untuk mengukur hasil rancangan dan pengembangan
kurikulum sesuai dengan persyaratan atau standar yang diacu (profil lulusan,
kompetensi lulusan, sertifikasi kompetensi lulusan, dll).
d. Pengendalian
Lingkungan pendidikan Poltesa mempertimbangkan perkembangan IPTEK
dan kebutuhan masyarakat. Target dan realisasi capaian mutu pengajaran
mempertimbangkan arahan tinjauan rancangan dan pengembangan tri dharma
perguruan tinggi secara periodik dan menghasilkan perbaikan. Tindakan
pengendalian diidentifikasi, didokumentasikan, disahkan, dikomunikasikan
kepada pihak-pihak terkait, dan didokumentasikan secara berkelanjutan.
Poltesa sebagai penyelenggara pendidikan vokasi dengan layanan
pendukungnya menyediakan informasi layanan tri dharma perguruan tinggi
melalui alamat website [Link]. Poltesa juga memiliki mekanisme rutin
untuk memantau daya saing lulusan (melalui tracer study).
e. Peningkatan Keberlanjutan
Politeknik Negeri Sambas melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap
efektivitas sistem penjaminan mutu tridarma perguruan tinggi melalui
penggunaan kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisis data, tindakan
korektif dan pencegahan serta rapat evaluasi kinerja pembelajaran. Tindakan
korektif dan pencegahan dilakukan untuk mengurangi kemungkinan
ketidaksesuaian dan mencegah ketidaksesuaian terulang kembali. Tindakan
korektif dan pencegahan harus sesuai dengan penyebab ketidaksesuaian dan
akar penyebab masalah yang ditemukan.
Unit kerja meningkatkan keefektifan sistem manajemen mutu secara
berkesinambungan dengan mendorong personil untuk mengidentifikasi dan
menerapkan usaha peningkatan sesuai dengan ruang lingkup kerjanya. Metode
yang sesuai digunakan untuk mengidentifikasi peningkatan potensial yang
didasarkan atas analisis data. Proses perbaikan proses pembelajaran juga
mencakup tindakan yang diambil dalam penyelesaian keluhan, saran dan
komentar pelanggan (dosen, mahasiswa dan pihak terkait). Tindakan perbaikan
untuk peningkatan capaian tridarma direkam secara berkelanjutan mengacu
pada dokumen manual mutu Poltesa sesuai SK Direktur no. 120.a/PL37/PJ/2018.
334
pengabdian kepada masyarakat.
a. Penetapan
Perencanaan sistem penjaminan mutu penelitian dan PKM di Politeknik
Negeri Sambas mengacu pada dokumen standar nasional Pendidikan tinggi
(Permenristekdikti No. 44 tahun 2015), Rencana Strategis, Program Kerja,
pedoman peneltian, pedoman PKM, Manual Mutu (Nomor dokumen
120.a/PL37/PJ/2018), kebijakan mutu (Nomor dokumen 121.a/PL37/PJ/2018) dan
Sasaran Mutu (Nomor dokumen 122.a/PL37/PJ/2018 ), SPMI (Peraturan Direktur
No. 2 Tahun 2018) dan dokumen pendukung lainnya. Standar Mutu disusun
berdasarkan standar dari Badan Akreditasi Nasional perguruan Tinggi (BAN-PT)
dengan maksud untuk mempermudah persiapan Poltesa dalam menghadapi
akreditasi.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan
Poltesa dilakukan dengan menerapkan inovasi IPTEK berupa pengembangan
metode pembelajaran dan aplikasi layanan pembelajaran berupa Si Akad sevima
yang digunakan sejak tahun 2020, studi banding praktik baik (good practices) dan
konsultasi ke perguruang tinggi lain dan industri, meningkatkan kompetensi
civitas akademika dan menghasilkan output berupa publikasi ilmiah, buku ajar,
HAKI, paket teknologi atau inovasi IPTEK yang digunakan masyarakat. Proses
Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dikendalikan meliputi penilaian
kebutuhan; rancangan, pengembangan dan penyampaian informasi terkait
prosedur pelaksanaan penelitian dan PKM.
c. Evaluasi
Evaluasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus
meninjau rancangan dan pengembangan telah mengarah pada pencapaian target
Rencana Strategis Poltesa dan road map penelitian dan PKM. Poltesa menentukan
metode yang diperlukan dan digunakan untuk melakukan pengukuran kinerja
sistem manajemen mutu dalam organisasi yang dijalankan oleh Pusat Penelitian
dan PKM (P3M). Evaluasi pelaksanaan penelitian dan PKM di Poltesa mencakup
evaluasi pelaksanaan kegiatan dan justifikasi anggaran. Evaluasi kegiatan
mencakup kuantitas dan kualitas luaran penelitian dan PKM. Sedangkan evaluasi
anggaran mencakup kesesuaian besaran anggaran terhadap bobot luaran
penelitian dan PKM. Yang menjadi variabel terikat dalam evaluasi ini adalah
kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan dapat dipantau melalui kuisioner
tervalidasi yang secara rutin disampaikan kepada pelanggan (dosen, mahasiswa,
dan masyarakat).
d. Pengendalian
Direktur Poltesa melalui Pusat Penelitian dan PKM merencanakan,
mengarahkan, dan mengendalikan penelitian dan PKM sesuai dengan peta
penelitian dan PKM (road map) yang melibatkan multi disiplin ilmu serta
335
mensinergikan penelitian-penelitian dan PKM di Poltesa agar terjadi relevansi dan
kesinambungan dari waktu ke waktu. Perencanaan kegiatan Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian
kepada masyarakat, jurusan, pusat studi dan laboratorium terkait road map,
payung penelitian dan PKM berdasar pada kompetensi dan track record civitas
akademika. Atas dasar dinamika masyarakat yang selalu berkembang, roadmap
dalam penelitian dapat
336
di-update setiap kurun waktu tertentu agar output penelitian memenuhi kebutuhan stakeholder
dan selalu relevan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
e. Peningkatan Keberlanjutan
Hasil evaluasi kinerja penelitian dan PKM dilakukan untuk mengurangi
kemungkinan ketidaksesuaian dan mencegah ketidaksesuaian terulang
kembali. Tindakan korektif dan pencegahan harus sesuai dengan penyebab
ketidaksesuaian dan akar penyebab masalah yang ditemukan. Hasil evaluasi
menjadi umpan balik dalam upaya meningkatkan luaran bidang penelitian
dan PKM juga menunjukkan bukti nyata kinerja dari Pusat Penelitian dan PKM.
Usaha peningkatan bidang penelitian dan PKM yang telah dilakukan oleh
Poltesa berupa peningkatan skema penelitian dan PKM yang didukung oleh
sumberdaya anggaran.
Luaran dari Kegiatan hasil Belajar Mahasiswa, penelitian dan PKM sesuai
dengan PPEPP dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 42. Luaran dari Kegiatan hasil Belajar Mahasiswa, penelitian dan PKM
sesuai dengan PPEPP
Pelaksanaan Peningkatan
No Penetapan Evaluasi Pengendalian
Bukti Fisik Kegiatan Keberlanjutan
1. Standar 1. SK Penetapan Penilaian Jurusan Umpan balik
Penilaian Direktur No. Standar pembelajar melakukan pengguna
Hasil 331.I/LL/201 penilaian an pengendalian dan hasil
Belajar 8 hasil didokument dengan cara, dari
Mahasisw tentang buku belajar a sikan oleh membandingka workshop
a pedoman mahasiswa Jurusan n antara kurikulum
akademik dan setiap dengan pelaksanaan menjadi
kemahasiswaa semester bentuk dengan umpan balik
n Politeknik dan dokumen penetapan, dan mutu
Negeri Sambas pelaksanaa yaitu daftar menampung pendidikan
Bab tentang n nya pada nilai masukan dari di Program
penilaian hasil Program mahasiswa pengguna Studi
belajar Studi yang dan dengan cara
mahasiswa ada di komponen pemutkahiran
setiap Poltesa penilaianny kurikulum,
semester a. menambah
mata kuliah
2. Daftar nilai yang
akhir semester dibutuhkan
beserta oleh pengguna
komponen pasar,
penilaiannya penambahan
untuk setiap mata kuliah
mata kuliah berbasis industri.
setiap
mahasiswa
2. Standar 1. Surat Penetapan Evaluasi Ketua P3M Produk
Hasil Keputusan standar pada beserta penelitian
337
Penelitian Direktur penelitian standar devisi memiliki
tentang dan penelitian Penelitian trend yang
standar hasil pelaksanaa dilakukan dan PKM positif
penelitian n oleh Pusat secara dengan
penelitian Penelitian periodik bimbingan
2. Dokumen dan PkM memotivasi, P3M dosen
hasil mensupport,
penelitian (P3M) mengevaluasi lebih
dosen Poltesa. penelitian dan produktif,
Program Studi Dokumen publikasi ilmiah sehingga
sebagai dosen agar kualitas
3. Dokumen bukti fisik sesuai dengan penelitian
hasil berupa target yang semakin
penelitian hasil ditetapkan. meningkat
mahasiswa penelitian yang akan
Program dosen dan berkontribusi
Studi mahasiswa. besar
terhadap
kualitas
Perguruan
Tinggi dan
luaran
berupa
Jurnal baik
Nasional
maupun
Internasional
3. Standar Surat Penetapan Evaluasi Ketua P3M Kebermanfa
Hasil Keputusan standar pada beserta Devisi at an hasil
PKM Poltesa hasil PKM standar Pengabdian pengabdian
tentang dan PKMdilakuk Kepada akan sangat
standar hasil pelaksanaa a n oleh Masyarakat berdampak
PKM Dokumen n PKM ketua Pusat secara aktif kepada
laporan Penetian memonitor kinerja P3M
kegiatan PKM dan PKM seluruh yang akan
Dokumen kegiatan dirasakan
sebagai pengabdian oleh
bukti fisik agar sesuai masyarakat,
berupa dengan dimana hal
hasil standar yang ini akan
penelitian ditetapkan sangat
dosen dan mendukung
mahasiswa keberlangsu
ng a n hidup
Perguruan
Tinggi serta
hasil PKM
dapat
dimuat pada
Jurnal Baik
338
Nasional
maupun
internasional
2. Kepuasan Pengguna
Berdasarkan output dari pembelajaran yang ada di Poltesa,
kepuasan pengguna dapat diketahui dari hasil kuisioner yang telah
disebar pada pengguna lulusan Poltesa.
339
2.1. Deskripsi Sistem untuk Mengukur Kepuasan Pengguna Proses Pengajaran
a. Perekaman
Kuisioner kepuasan pengguna lulusan dilakukan melaui
penginputan data oleh pengguna lulusan melalui sistem yang
ada di [Link]. setiap pengguna lulusan yang terdata
diberikan username dan pasword untuk masuk ke aplikasi dan
memberikan tanggapan terhadap kualitas lulusan Politeknik
Negeri Sambas. Username dan pasword diberikan melalui
pengiriman surat permohonan mengisi data kepuasaan
pengguna lulusan Politeknik Negeri Sambas. Analisis Data:
analisis ini dilakukan dengan metode sederhana yakni dengan
meformulasikan data excel dari isian pengguna lulusan dan
disajikan dalam bentuk diagram.
b. Ketersediaan bukti
Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran
kepuasan pengguna yangdilaksanakan secara konsisten, dan
ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem. Bukti sahih
pengukuran kepuasan pengguna dapat dilihat pada sistem
aplikasi Kepuasan Pengguna yang telah dilakukan selama
beberapa tahun terakhir ini.
Hasil pengukuran kepuasan pengguna lulusan dapat dilihat pada grafik di bawah
ini:
Pengembangan diri
Kerjasama
Kemampuan berkomunikasi
Etika
341
mempersiapkan sistem pengukuran kepuasan pengguna.
Kepuasan ini ditinjau dari beberapa kategori. Penelitian dan PKM
dalam hal ini merupakan Dosen Poltesa yang melaksanakan
kegiatan penelitian dan PKM dapat dinilai oleh mitra. Analisis
kepuasan pengguna dilakukan secara berkala setiap tahun.
5) Pelaksanaan Survei
Perekeman kuesioner kepuasan pengguna dilakukan secara
Offline melalui kegiatan yang telah dosen lakukan secara berkala
dengan mengisi survey Pengisian Setiap setahun sekali setelah
berakhir masa akhir penelitian di bulan November – Desember.
Dilakukan secara offline mengingat mitra banyak yang masih
kurang terkait jangkauan internet bahkan beberapa desa belum
memiliki listrik.
Alur kerja pelaksanaan survei kepuasan pengguna dimulai dari
Pusat Penjaminan Mutu mempersiapkan instrumen survei dan
pengguna memberikan penilaian survei kepuasan terhadap
layanan P3M bagian Penelitian dan PKM, hasil penilaian survei
kepuasan terhadap kegiatan yang telah dilakuan proses analisis
data dan pembuatan laporan hasil penilaian survei kepuasan
Penelitian. Hasil laporan survei penilaian kepuasan diserahkan
kepada Direktur dan dilakukan evaluasi serta penetapan rencana
tindak lanjut terhadap hasil survei penilaian kepuasan terhadap
layanan Penelitian.
342
Data Survey Kepuasan Pengguna Penelitian dan
PKM
Pengembangan diri
Kerjasama
Kemampuan berkomunikasi
Penggunaan teknologi informasi
1234567 Kemampuan berbahasa asing
Keahlian pada bidang ilmu (kompetensi…
Etika
Pemosisian:
Berdasarkan data yang sudah analisis capaian kinerja luaran
pendidikan, penelitian dan pengabdian Poltesa ada pada posisi BAIK.
Akan tetapi baik tersebut masih dalam kategori lemah karena masih
ada beberapa indikator yang belum tercapai.
Rencana Perbaikan:
1) Untuk memperbaiki dan mencapai prestasi akademik di level
nasional akan dilakukan persiapan yang matang dan terintegrasi
antara tenaga pengajar dan mahasiswa dalam mengikuti ajang
kompetisi dan perlombaan baik di tingkat Nasional maupun
Internasional dengan didukung pelatih dari luar yang ahli
343
dibidangnya.
2) Dalam hal perbaikan pencapaian prestasi non akademik, Poltesa melakukan
344
optimalisasi UPT Bahasa dalam meningkatkan penguasaan Bahasa
asing khususnya Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.
3) Sedangkan dalam rangka meningkatkan sertifikasi kompetensi,
maka Poltesa mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di Poltesa
untuk memenuhi kebutuhan akan sertifikat kompetensi lulusan pada
akhir tahun 2020.
345
D. ANALISIS DAN PENETAPAN PROGRAM PENGEMBANGAN INSTITUSI
1. Analisis Capaian Kinerja
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang
Pendidikan Tinggi menetapkan POLTESA sebagai perguruan tinggi
penyelenggara pendidikan vokasi, yang menyiapkan mahasiswa untuk
pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana
terapan, dan dapat dikembangkan oleh Pemerintah sampai program
magister terapan dan program doktor terapan. Terbitnya Peraturan
Pemerintah Nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan
Tinggi dan Pengelolaan Perguruan tinggi mengatur dua hal penting, yaitu
penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pola pengelolaan sebagai institusi
perguruan tinggi, yang mengkokohkan peran dan tanggung jawab Poltesa
sebagai perguruan tinggi vokasi.
POLTESA menjadi Perguruan Tinggi Negeri berdasarkan
Permendikbud Nomor 15 tahun 2013 tentang Pendirian, Organisasi dan
Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas yang kemudian diresmikan secara
langsung oleh Mendikbud, Bapak Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nuh, DEA pada
tanggal 09 Maret 2013 di Kampus Politeknik Negeri Sambas.
Penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan tinggi memberikan peluang
dan tantangan bagi Poltesa untuk mempersiapkan struktur dan
kelembagaannya.
Berdasarakan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Politeknik Negeri Sambas dituntut untuk lebih
akuntabel, transparan, berdaya saing tinggi, berkualitas dan efisien.
Eksistensi Politeknik dilihat dari jenis pendidikan merupakan pendidikan
tinggi berbasis keahlian dan keterampilan dan ditempatkan pada ranah
pendidikan tinggi vokasi atau Vocational Higher Education. Asas program
pendidikan Diploma Politeknik yang pada awalnya berbasis praktek dan
produksi (Practical-Based Education) untuk meningkatkan keterampilan
teknik tinggi (Skill Intensive) berkembang kompetensinya ke arah keahlian
dan keterampilan penerapan teknologi (Technological Intensive).
Undang-undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012
memberikan ruang otonomi bagi manajemen perguruan tinggi sehingga
pengelolaannya lebih efisien, transparan dan akuntabel dalam rangka
Peningkatan kualitas dan relevansi yang merupakan harapan pemerintah
dan masyarakat kepada perguruan tinggi agar lulusan yang dihasilkan
mampu mandiri, memiliki inisiatif untuk memberikan solusi yang
berkembang di masyarakat, memiliki kemampuan dan kompetensi yang
sesuai dan dibutuhkan dunia usaha/institusi pengguna lulusan, menjadi
anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional yang dapat
mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau
seni dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf
kehidupan masyarakat serta memperkaya kebudayaan nasional, memikul
tugas dan tanggung jawab untuk pengembangan sumberdaya manusia
sesuai kebutuhan pembangunan, dengan mengingat pula kedudukannya
346
sebagai bagian dari masyarakat ilmiah yang bersifat universal.
Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) berupaya mewujudkan program
strategis dalam usaha pencapaian visi dan misi lembaga. Ringkasan
perkembangan capaian kinerja yang terjadi sampai tahun 2020 dapat
dilihat pada table berikut.
347
Tabel 43. Capaian Indikator Kinerja Utama Politeknik Negeri Sambas Tahun 2018-2020
Sasaran Indikator 2018 2019 2020
No
Strategis Kinerja T R T R T R
1. Meningkatny Jumlah Mahasiswa yang 20 15 20 25 35 55
a Kualitas berwirausaha
Pembelajara Persentase Lulusan Bersertifikat
n dan 35 8 20 26 30 32
Kompetensi dan Profesi (%)
Mahasiswa Persentase Prodi Terakreditasi
Pendidikan 30 11 33 33 56 56
Minimal B (%)
Tinggi Persentase Lulusan yang langsung
Politeknik 30 30 35 32 35 41
bekerja sesuai bidangnya (%)
Negeri Jumlah Mahasiswa Berprestasi 10 3 5 9 7 11
Sambas
Persentase Lulusan Tepat Waktu 90 97,20 97 100 97 99,24
(%)
Rata-rata IPK Kelulusan 3,2 3,34 3,34 3,33 3,34 3,44
Persentase Mahasiswa Penerima
50 25 25 19,4 25 33,5
Beasiswa (%)
2. Meningkatnya Baik
Akreditasi Institusi B - B - -
kualitas Sekali
kelembagaan
Iptek dan Dikti Rangking PT Nasional 800 860 850 850 850 992
3 Meningkatny Persentase Dosen bersertifikat
65 72 58 57,9 65 60
a Pendidik (%)
Relevansi, Rasio Dosen tetap terhadap Jumlah
1:9 1:1.03 1:1,1 1:1,09 1:1,1 1:1,04
Kualitas Dosen
dan Rasio jumlah mahasiswa terhadap
1:6 1 : 23 1:18 1 : 15 1 : 18 1 : 14
Kuantitas Dosen
Sumber Persentase tenaga kependidikan
daya IPTEK 15 20 25 19 25 5
dengan sertifikat kompetensi (%)
dan DIKTI Persentase Dosen Berkualifikasi
100 100 100 100 100 100
S2 (%)
Persentase Dosen Kuliah S3 (%) - - - - 5 -
4 Meningkatny
a relevansi
dan Jumlah Publikasi Nasional (Judul) 4 9 9 2 3 0
Produktifita
s Riset dan
Pengembanga
n
5 Menguatnya
Jumlah Penelitian yang
Kapasitas 3 5 1 2 1 1
dimanfaatkan masyarakat (Judul)
Inovasi
Jumlah Produk R&D 2 2 1 0 1 1
348
Kurangnya relevansi antara kualitas dan kuantitas sumber daya manusia
yaitu belum tercapainya persentase dosen yang bersertifikasi, kurangnya
persentase tenaga pendidik yang bersertifikasi dan belum adanya dosen
yang berkualifikasi S3. 3) Kurangnya kapasitas inovasi yaitu rendahnya
penelitian yang
349
dimanfaatkan masyarakat. VMTS telah dipublikasikan melalui media offline
maupun online, seperti pada penggunaan banner dan website Poltesa.
Kriteria kedua yaitu tata pamong, tata kelola dan kerjasama. Poltesa
telah memiliki sistem pengolaan tata pamong, tata kelola dan kerjasama.
Sistem ini telah didukung oleh dokumen yang formal, yang mengatur
beberapa aspek yang meliputi seperti fungsi manajemen unit, prosedur
pelayanan kegiatan pendidikan, kebijakan terkait tata pamong, pengelolaan
administrasi pendidikan, pengelolaan sarana dan prasarana dan pedoman
etika dosen, tenaga pendidik dan mahasiswa. Akar permasalahan yang
terjadi adalah 1) Institusi belum terakreditasi, 2) Kompetensi SDM yang
belum merata dan 3) Sarana dan prasaran yang dimiliki belum terstandar
Kriteria ketiga yaitu kemahasiswaan. Pada saat ini rasio jumlah
pendaftar dan jumlah pendaftar yang lulus berkisar pada angka 1. Hal ini
karena sebagian besar pendaftar mahasiswa baru adalah berasal dari
wilayah sekitar Kabupaten Sambas. Sementara untuk rasio antara jumlah
calon mahasiswa baru dengan jumlah calon mahasiswa yang lulus seleksi
adalah sebesar antara 70 % hingga 80 %. Poltesa menyediakan beberapa
bentuk pelayanan terhadap minat dan bakat mahasiswa. Pelayanan
tersebut meliputi 1) Pelayanan terhadap peningkatan minat dan bakat
mahasiswa. Bentuk pelayanan ini meliputi tersedianya berbagai Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM). 2) Pengingkatan kesejahteraan mahasiswa
berupa pelayanan kesehatan, beasiswa mahasiswa berupa keringanan UKT
bagi mahasiswa dan KIP, dan layanan bimbingan konseling. 3) Karir dan
bimbingan kewirausahaan. Poltesa telah telah menyiapkan Poltesa Career
Centre (PCC) dalam menangani karir dan Inkubator Bisnis Swabina Tech’s
dalam menangani bidang kewirausahaan. Akar permasalahan yang
terdapat pada kriteria ini meliputi 1) Belum adanya layanan konseling dan
kesehatan bagi para mahasiswa, dan 2) Sistem promosi yang belum
optimal sehingga mahasiswa baru masih didominasi dari Kabupaten
Sambas
Kriteria keempat adalah sumber daya manusia. Hingga tahun 2020,
Poltesa memiliki dosen memiliki 85 dosen tetap dan 4 dosen tidak tetap
dengan jumlah dosen tetap sebanyak 85 (delapan puluh lima) orang atau
sekitar 95% (sembilan puluh lima persen) dengan tingkat pendidikan 100%
berjenjang S2. Komposisi jabatan akademik dosen Poltesa yakni 41%
memiliki jabatan akademik Lektor, diikuti 37% Asisten Ahli, 21% Tenaga
Pendidik, dan 1% Lektor Kepala. Sementara jumlah seluruh tenaga
kependidikan Poltesa berjumlah 86 orang, terdiri dari 2 orang tenaga
perpustakaan dengan tingkat pendidikan S1, 12 orang laboran
berpendidikan S1 dan D3, 4 orang teknisi berpendidikan S1 dan D3, 49
orang tenaga andministrasi berpendidikan S2, S1, D3 dan SLTA, 12 orang
pramu kantor berpendidikan SLTA dan 7 orang Satpam berpendidikan SLTA.
Permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya dosen yang bergelar
Doktor dan masih sedikitnya jabatan akademik dosen dengan gelar Lektor
Kepala.
350
Kriteria kelima adalah sarana dan prasarana. Sumber keuangan yang
diperoleh Politeknik Negeri Sambas terdiri dari 1). Pendapatan Negara
Bukan Pajak (PNBP) yang bersumber dari pembayaran UKT mahasiswa (SPP
mahasiswa). 2). Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang
berupa Rupiah murni (RM) dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi
Negeri (BOPTN). 3). Hibah dari Pemda (APBD). Dalam penggunaannya,
Poltesa telah memiliki pedoman pengelolaan dan aplikasi untuk
351
laporan penggunaannya. Sebagian besar penerimaan masih berasal dari
APBN. Terdapat beberapa akar permasalahan yang terjadai yaitu 1)
Pandemi yang melanda pada tahun 201 hingga 2020 menyebabkan
terjadinya penurunan terhadap penerimaan dari SPP mahasiswa. 2) Belum
adanya dana yang diperoleh dari dalam internal Poltesa karena unit bisnis
yang ada belum optimal sehingga belum dapat menghasilkan PNBP.
3) Tingginya piutang mahasiswa, sehingga pendapatan PNBP rendah,
Kriteria keenam adalah pendidikan. Poltesa mempunyai kebijakan
dalam pengembangan kurikulum dengan memperhatikan 3 aspek yaitu 1)
Aspek penyesuaian sumber daya mahasiswa yang disesuaikan kebutuhan
industri dan masyarakat, 2) Aspek persiapan mahasiswa dalam bidang
kewirausahaan, 3) Aspek perkembangan tren teknologi yang ada dan
dimasa depan. Selain itu dalam hal pengembangan karaktek mahasiswa
Poltesa melakukan kegiatan Gerakan Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran
melalui UKM Mahasiswa dan pembekalan kemampuan bahasa asing yaitu
Bahasa Inggris melalui UPT Bahasa. Kelemahan yang masih dimiliki adalah
1) Sertifikasi kompetensi mahasiswa yang masih rendah, 2) Standar
turunan dari standar pendidikan belum ada, dan 3) Prestasi akademik
masih rendah
Kriteria ke tujuh yaitu penelitian. Pelaksanaan dan pelaporan
penelitian yang dilaksanakan setiap tahunnya pada Poltesa
dikelompokkan berdasarkan sumber dana yang diterima oleh dosen
peneliti, yaitu: Sumber dana dari Direktorat Riset dan Pengabdian
Masyarakat Direktorat (DRPM), dan Sumber dana dari Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP) Politeknik Negeri Sambas yang berupa dana
Hibah Internal. Dana ini yang diperuntukkan untuk dosen tetap Poltesa.
Namum demikian ada terdapat beberapa permasalahan yang dihadapai
yaitu 1) masih belum adanya penelitian dosen yang masuk dalam jurnal
penetilian internasional dan jurnal penelitian internasional bereputasi.
2) Belum adanya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa paten maupun
hak cipta atau desain produk industri. 3) Belum adanya penelitian hasil
kerjasama dengan lembaga penelitian luar negeri.
Kriteria ke delapan yaitu pengabdian pada masyarakat. Kegiatan
pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan setiap tahunnya dimana
sumber dananya berasal dari (1) pendanaan internal dari DIPA POLTESA
(2) pendanaan eksternal (3) pendanaan mandiri. Pelaporan kegiatan ini
didasarkan pada buku pedoman penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat edisi XII yang diterbitkan oleh DRPM Kemenristekdikti.
Terdapat beberapa akar permasalahan yang terjadi yaitu 1) Masih
rendahnya jumlah aplikasi Iptek di masyarakat dari hasil penelitian dan
2) Masih sedikitnya jumlah proposal yang didanai oleh Simlitabmas.
Kriteria yang terakhir yaitu luaran dan capaian tridharma. Dari hasil
analisa yang telah dibuat dapat dikatakan bahwa capaian kinerja dibidang
luaran dan tridharma cukup baik yaitu 1) IPK rata-rata mahasiswa yang
meningkat, 2) Rata-rata masa studi yang lebih baik 3) Daya saing lulusan
352
yang cukup baik dan 4) Masa Tunggu Lulusan relative pendek. Namun
masih terdapat beebrapa permasalahan yaitu 1) Sertifikat Kompetensi
mahasiswa masih rendah jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa
secara keseluruhan, 2) Prestasi akademik relative rendah dan masih berada
di tingkat nasional dan 3) Kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki oleh
para mahasiswa
353
2. Analisis SWOT atau Analisis lain yang Relevan
Analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (Trengths,
Weaknesses, Opportunities, Threats/SWOT) merupakan salah satu alat analisis
yang dapat menggambarkan secara jelas keadaan yang dihadapi oleh
organisasi. Analisis SWOT dapat digunakan untuk mengidentifikasi
berbagai faktor yang secara sistematis untuk merumuskan strategi.
Rumusan strategi tersebut didasarkan pada logika untuk memaksimalkan
kekuatan yang dimiliki dan peluang yang ada, serta secara bersamaan
mampu meminimalkan kelemahan dan ancaman yang timbul yang berasal
dari internal maupun eksternal. Analisis SWOT, diawali dengan melakukan
analisis lingkungan, baik lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
Lingkungan eksternal adalah segala kekuatan yang ada di luar
organisasi, pengaruh organisasi tidak terlihat sama sekali. Lingkungan
eksternal sangat mempengaruhi kinerja organisasi. Lingkungan internal
adalah hasil analisis dari nilai atau identifikasi segala faktor yang
mempengaruhi kinerja organisasi. Kumpulan sumberdaya, kapasitas dan
kompetensi yang dimiliki organisasi, sehingga mampu memanfaatkan
peluang dengan cara efektif dan secara bersama mampu mengatasi
ancaman. Berikut adalah komponen analisis lingkungan faktor internal dan
eksternal Poltesa.
Komponen pertama adalah visi, misi, tujuan, dan sasaran Poltesa. Visi
Poltesa merupakan rumusan ideal tentang cita-cita masa depan Poltesa.
Kondisi masa depan yang ingin diraih atau dicapai oleh Poltesa adalah
menjadi institusi Pendidikan Vokasi yang unggul di tingkat nasional dan
internasional pada tahun 2034, yang selanjutnya dijabarkan ke dalam
misinya yaitu : a) mengembangkan Pendidikan Vokasi berkelanjutan
melalui peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi serta kerja sama
pendidikan; b) menciptakan suasana akademik yang kondusif dalam
rangka menghasilkan lulusan yang berdaya saing nasional dan
internasional; dan c) mengembangkan budaya mutu dan etos kerja
berdasarkan prinsip tata kelola yang baik (good corporate) menuju
tercapainya standar internasional.
Sebagai tindak lanjut dan penjabaran dari visi dan misi Poltesa, maka
ditetapkanlah tujuan sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan visi dan
misi tersebut. Tujuan Poltesa adalah sebagai berikut : a. tercapainya
peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran dalam rangka pembentukan
masyarakat pembelajar; b. tercapainya penelitian yang dapat
mengembangkan produktivitas, ilmu pengetahuan dan teknologi serta
pencapaian kekayaan intelektual; c. tercapainya kegiatan pengabdian
pada masyarakat dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang bermanfaat bagi masyarakat; d. tercapainya kerja sama pendidikan
dalam rangka peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi menuju
pembentukan pusat unggulan (center of excellence); e. tercapainya
peningkatan mutu sumber daya manusia melalui program pendidikan dan
pelatihan yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan; dan
354
f. tercapainya pengembangan budaya mutu dan etos kerja melalui
penerapan manajemen pendidikan berkualitas.
Tujuan Poltesa yang telah ditetapkan tersebut dalam rangka
mencapai Sasaran Utama Poltesa dalam jangka panjang yang sejalan
dengan Strategi Objektif Nasional yaitu: 1). Kemerataan Akses pendidikan
Tinggi Bermutu dan Berkesetaraan Gender,
2). Peningkatan Mutu, Relevansi dan Berdaya Saing Internasional, dan 3). Penguatan
355
Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik.
Jika ditinjau dari analisis hubungan atau keterkaitan antara visi, misi,
tujuan dan sasaran, jelas sekali satu sama lain saling terikat dan saling
berhubungan erat. Antara visi, misi, tujuan dan sasaran merupakan format
yang utuh yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Visi merupakan cita-
cita besar dan utama yang ingin diraih. Misi merupakan jalan yang harus
ditempuh untuk meraih visi. Tujuan merupakan output/keluaran yang ingin
di capai, sedangkan sasaran merupakan outcome.
Dalam menciptakan Visi yang merupakan cita-cita besar dan utama
dapat dicapai jika didukung stakeholders. Adanya keterlibatan pihak
eksternal dalam penyusunan VMTS menjadi salah satu sumber kekuatan
Poltesa. Di sisi lain keterlambatan implementasi terhadap VMTS yang telah
dicetuskan sejak 2017 dalam Statuta menjadi kelemahan.
Komponen yang kedua adalah Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem
Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu yang baik. Tata Pamong sangat
menentukan jalur komando dan jalur koordinasi dan tugas pokok dan
fungsi masing-masing peran yang ada di Poltesa. Gaya kepemimpinan juga
sangat menentukan berjalannya Tata Pamong tersebut. Masalah yang
sangat mendasar bagi sebuah Perguruan Tinggi baru adalah kualitas
kinerja yang masih sangat rendah. Kualitas kinerja dipengaruhi oleh
sistem manajemen yang diterapkan, gaya kepemimpinan dan kepuasan
kerja. Manajemen perguruan tinggi ditentukan oleh dimensi fungsi atau
makna perguruan tinggi. Perguruan tinggi adalah suatu satuan pendidikan
penyelenggara pendidikan tinggi. Tujuan pendidikan tinggi ialah
penguasaaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penggunaan ilmu
pengetahuan dan teknologi bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan
masyarakat.
Fungsi manajemen sangat tergantung dari pemimpin. Kepemimpinan
sangat menentukan berjalan tidaknya fungsi manajemen. Kepemimpinan
adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk
pencapaian tujuan. Bentuk pengaruh tersebut dapat secara formal seperti
tingkat manajerial pada suatu organisasi. Kepemimpinan adalah
perpaduan yang kompleks antara tanggung jawab dan akuntabilitas. Untuk
memimpin dengan efektif, diperlukan kemampuan memproses sejumlah
informasi dengan cepat dan menangani tugas secara bersamaan. Dalam
kepemimpinan terdapat hubungan antar manusia, yaitu hubungan
mempengaruhi (dari pemimpin) dan hubungan kepatuhan-ketaatan para
pengikut/bawahan karena dipengaruhi oleh kewibawaan pemimpin. Agar
kepemimpinan dapat menjadi pendorong agar Tata Pamong berjalan
dengan baik, maka harus didukung oleh Sistem Penjaminan Mutu. Sistem
Penjaminan Mutu dapat berfungsi sebagai kontrol dan alat ukur, agar
semua program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik
dan mencapai tujuannya.
Tata Pamong di Poltesa saat ini mengacu kepada Permendikbud No
15 Tahun 2013 tentang Pendirian. Struktur dan Tata Organisasi Politeknik
356
Negeri Sambas. Secara umum Tata Pamong dan sistem Pengelolaan telah
berjalan dengan baik. Pola kepemimpinan yang diterapakan dalam masa
transisi dari swasta ke negeri adalah paduan dari gaya kepemimpinan
transformasional dan transaksional. Gaya kepemimpinan ini diharapkan
dapat mendorong seluruh civitas akademika Poltesa dapat menjalankan
tugas pokok dan fungsinya dengan baik, mengacu kepada
357
peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Sistem penjaminan mutu,
belum maksimal dapat diterapkan karena masih dalam kondisi transisi
Diana belum semua unit/bagian terpenuhi secara ideal dari sisi SDM baik
dari sisi kuantitas maupun kualitas. Dalam rangka sistem penjaminan
mutu, Poltesa telah memiliki SOP sebagai acuan di dalam semua kegiatan
untuk setiap unit/bagian yang ada di Poltesa. Disamping SOP, khusus
untuk penjaminan di dalam pelaksanaan akademik, Poltesa juga
menerapkan instrumen IKAD (Instrumen Kinerja Administrasi Dosen) yang
dilaksanakan setiap semester. Instrumen ini dapat mengukur kinerja dosen
di dalam melaksanakan tugasnya. Untuk kegiatan penelitian dan PKM juga
dilaksanakan Monev secara berkala dalam rangka penjaminan mutu.
Dari sisi perkembangan kerjasama, Poltesa dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan dan pemusatan program menyesuaikan fungsi
organisasi sebagai pengembangan akademik dan visi misi Poltesa. Mitra
kerjasama Poltesa terdiri dari 5 kelompok, yaitu: 1) Organisasi dalam
negeri: Organisasi yang dimaksud seperti Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM) seperti Inkubator Bisnis Swabina Pontianak, Gemawan, Karang
Taruna Kab. Sambas, Gapemasda Kab. Sambas, Kelompok Toga;
2) Dunia usaha dalam negeri: Dunia usaha/industri yang bermitra dengan
Poltesa adalah PT. Bakti Karya Mandiri, PT. Pundi Lahan Khatulistiwa, PT.
Daya Kharisma Utama, PT. Arony; 3) Institusi Pendidikan dalam negeri:
Institusi Pendidikan dalam negeri yang sudah menjalin MoU antara lain:
Politeknik Negeri Pontianak, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas
Tanjungpura Pontianak, Universitas Terbuka; 4) Institusi pemerintahan
dalam negeri: Institusi pemerintahan dalam negeri yang bermitra dengan
Poltesa adalah Pemerintah Daerah Kab. Sambas beserta jajaran SKPD Kab.
Sambas, Balai Riset dan Standarisasi Industri Pontianak; 5) Institusi
pemerintahan/pendidikan luar negeri: Institusi pemerintahan/Pendidikan
luar negeri yang telah melakukan kerjasama dengan Poltesa adalah
Politeknik Negeri Mukah Malaysia, Rise Neo Cooperative dari Jepang.
Oleh sebab itu, status perguruan tinggi negeri, OTK sesuai dengan
permendikbud No 15 Tahun 2013, tersedianya Dokumen SPMI, dan Poltesa
memiliki kerjasama dengan mitra menjadi tambahan kekuatan Poltesa.
Sedangkan belum terakreditasinya Institusi, implementasi OTK yang belum
ideal, pelaksanaan siklus SPMI belum optimal dilakukan, dan kerjasama
dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri masih sedikit menjadi factor
kelemahan.
Faktor lainnya yang mendukung tercapainya dari visi Poltesa adalah
kondisi mahasiswa. Untuk menjadi institusi pendidikan tinggi vokasi
unggulan, maka keberadaan mahasiswa menjadi sangat vital. Berbicara
mahasiswa dimulai dari input, proses, output dan outcome. Input mahasiswa
juga sangat berpengaruh terhadap kinerja institusi. Input yang baik dapat
memberikan peluang baik bagi peningkatan kinerja institusi. Akan tetapi
keberhasilan institusi pendidikan sebenarnya terletak pada proses.
Bagaimana proses yang baik dapat mencetak input yang biasa menjadi
output yang kompeten. Penerimaan Mahasiswa Baru yang diterapkan di
Poltesa menggunakan dua jalur yaitu jalur PMDK dan jalur UMPN. Dengan
358
penerapan kedua jalur ini, maka input mahasiswa Poltesa sangat
bervariasi, dari yang rerata sampai dengan di atas rerata. Maksud dan
tujuan dari kedua jalur ini adalah agar mahasiswa yang inputnya sudah
baik dapat memberikan bias kepada mahasiswa lainnya yang secara input
biasa. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi proses pembelajaran
yang harus di terapkan. Dengan sistem pembelajaran di Poltesa yang
ketat dengan
359
sistem paket, maka hal ini mendorong mahasiswa untuk berjuang keras
agar dapat menyelesaikan belajar di Poltesa. Dengan proses pembelajaran
yang sedemiakan rupa, diharapkan dihasilkan lulusan yang kompeten
(output). Lulusan yang kompeten yang sudah kembali ke masyarakat, akan
memberikan dampak positif berupa kontribusi nyata di masyarakat
sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup dan
kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Hal ini dapat meningkatkan daya
saing bangsa.
Peminat masuk ke Poltesa dari tahun ke tahun meningkat secara
signifikan. Poltesa telah melaksanakan amanat UU, dengan
memprioritaskan pemberian kuota 10% untuk calon mahasiswa baru yang
berasal dari kecamatan Sajingan Besar dan kecamatan Paloh. Untuk
mendukung kebijakan tersebut, skema yang dilakukan Poltesa untuk
memotivasi calon mahasiswa baru dari daerah terdepan, terluar, terpencil
dan tertinggal tersebut antara lain dengan memberikan beasiswa bidik
misi (KIP), beasiswa PEMDA yang menjalin kerjasama dengan Poltesa.
Pada komponen ini, yang menjadi kekuatan adalah pemberian
proporsi beasiswa dari Poltesa untuk mahasiswa sangat besar, terhitung
hampir 50% beasiswa yang diberikan ke setiap angkatan. Sedangkan
kelemahannya yaitu input kualitas dan kuantitas mahasiswa masih
tergolong rendah.
Sejak awal berdiri dalam status swasta di bawah yayasan Terpikat
Terigas hingga sekarang setelah penegerian, dalam penerimaan calon
mahasiswa baru, Poltesa tidak memandang diskriminasi dari segi SARA
(suku, agama, antar golongan), jender, status sosial dan politik. Semua
pendaftar yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sesuai
dengan prodi yang dipilih diperlakukan sama, tidak ada sama sekali
ketentuan yang diskriminatif. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan umum
yang tercantum dalam Buku Panduan Penerimaan Mahasiswa Baru Poltesa.
pada dasarnya Poltesa memberikan kesempatan yang sama kepada
seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan atas dasar apapun yang
terkait dengan SARA (suku, agama, antar golongan), jender, status sosial
dan politik dari calon mahasiswa dan keluarganya. Perwujudannya dapat
dilihat dari penentuan persyaratan pendaftaran maupun skoring dan
perankingan untuk penentuan kelulusan hasil seleksi penerimaan
mahasiswa baru. Intinya selama calon mahasiswa baru tersebut memenuhi
persyaratan akademik, maka calon mahasiswa tersebut akan diterima di
Poltesa.
Sumber Daya Manusia Poltesa sangat menentukan tercapainya visi
Poltesa. Sumber daya manusia merupakan sumber daya paling penting
untuk dapat memenangkan persaingan, karena merupakan tulang
punggung dari seluruh sistem yang dirancang, metode yang diterapkan,
dan teknologi yang digunakan. Oleh karena itu, vital untuk
mengembangkan sumber daya ini melalui proses rekrutmen yang
kompetitif, pelatihan yang sistematis, peningkatan kepuasan pegawai,
360
peningkatan pendidikan pegawai, dan pemberdayaan pegawai.
Dalam rangka pelaksanaan keseluruhan kegiatan di Poltesa, perlu
ditunjang dengan berbagai kekuatan sumber daya, salah satunya adalah
tenaga dosen dan tenaga penunjang lainnya. Program pengembangan staf
bagi tenaga pengajar maupun tenaga penunjang diharapkan merupakan
sebuah investasi sumber daya manusia. Kegiatan program pengembangan
yang dapat dilakukan berupa kegiatan workshop, in house training, dan
seminar, sedangkan kegiatan staf development berupa tugas
361
belajar dan program magang. Dalam rangka menjaga keberlangsungan
sebuah perguruan tinggi perlu pendekatan model manajemen sumber
daya manusia yang tepat dalam mengelola terutama dalam
pengembangan dosen dan pegawai. Hal ini didasarkan atas alasan bahwa
keberhasilan Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kualitas lulusannya
terletak pada proses belajar mengajar, dan salah satu instrumen stratejik
dalam proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi adalah
ketersediaannya tenaga dosen yang berkualitas dan profesional
dibidangnya serta dukungan kinerja pegawai yang optimal. Peranan
pimpinan dan lingkungan serta kondisi kerja yang memberikan kepuasan
kerja pada dosen merupakan faktor-faktor yang memberikan kontribusi
bagi peningkatan kinerja dosen.
Mengingat peran Sumber Daya Manusia (dosen dan tenaga pendidik)
yang begitu vital dan penggerak utama kehidupan perguruan tinggi maka
rekrutmen menjadi salah satu bagian terpenting dalam keseluruhan proses
manajemen sumber daya manusia di Politeknik Negeri Sambas. Identifikasi
kebutuhan dosen dilakukan dengan mendasarkan diri pada data rasio
dosen dan mahasiswa masing-masing program studi. Politeknik Negeri
Sambas berupaya mengimplementasikan sistem pengelolaan sumber daya
manusia berbasis performance-based budgeting dan reformasi birokrasi.
Pengembangan SDM berbasis kinerja terus diupayakan untuk memenuhi
dinamika pekerjaan. Pengembangan Dosen diwujudkan dalam bentuk
pemberian tugas/ijin belajar. Selain dosen, pengembangan tenaga
kependidikan dilakukan melalui program Pendidikan dan pelatihan (diklat),
bimbingan teknis (bimtek), pelatihan maupun studi banding. Program
pelatihan tersebut didasarkan pada kebutuhan dalam rangka peningkatan
kompetensi/ketrampilan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Misalnya
Diklat Fungsional Bendahara, Pelatihan Pengelolaan Arsip, Diklat
Peningkatan Kemampuan Teknis Pengelolaan Kepegawaian dan lainnya.
Komitmen Direktur untuk memfasilitasi pengembangan diri dan
peningkatan kualitas baik bagi dosen maupun tenaga kependidikan salah
satunya melalui support dana tiap tahunnya.
Politeknik Negeri Sambas mempunyai dosen hingga tahun 2020
sebanyak 86 orang dengan kualifikasi S2=86 orang (100%). Rasio dosen
dan mahasiswa yang dimiliki Politeknik Negeri Sambas yaitu 1:18 secara
keseluruhan menunjukkan rasio yang ideal, yaitu kurang dari 1:30. Tenaga
kependidikan yang dimiliki Politeknik Negeri Sambas sebanyak 85 orang.
Dalam rangka meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga
kependidikan antara lain dilakukan melalui program pendidikan dan
pelatihan sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan dan kebutuhan
unit kerja masing- masing. Program pendidikan dan pelatihan mengacu
pada standar kompetensi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dalam memberikan layanan
melalui beberapa program berikut:
1. Program pengelolaan SDM sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalisme;
362
2. Fasilitasi peningkatan kompetensi fungsional tenaga kependidikan;
3. Fasilitasi studi lanjut tenaga kependidikan.
Kekuatan pada komponen ini yaitu sumber daya manusia Poltesa
masih muda dan potensial. Sedangkan kelemahannya yaitu kompetensi-
kompetensi yang diharapkan dari sumber daya manusia Poltesa masih
belum merata.
363
Sistem Alokasi dana di Politeknik Negeri Sambas telah mengacu asas
akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi. Pengelolaan pendanaan
Politeknik Negeri Sambas juga menganut prinsip penganggaran
partisipatif, yakni sistem penganggaran yang melibatkan secara aktif
semua jenjang manajemen, mulai dari prodi, jurusan dan rektorat.
Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian, RIP, Renstra, dan Statuta,
Renja/PK Poltesa disusun setiap tahun. Renja/PK ini menjadi rujukan dalam
penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL)
dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Pada akhir
tahun setiap program dievaluasi melalui dokumen Sistem Laporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan Laporan Keuangan
dengan menggunakan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dan Sistem
Akuntansi Keuangan (SAK).
Poltesa memiliki aset kampus seluas 100.126 m2, sebagian
digunakan untuk bangunan prodi, rektorat, perpustakaan, masjid, kantin,
tempat parkir, bengkel/laboratorium dan UPT. Dalam rangka
memanfaatkan seluruh lahan kampus secara optimal, Poltesa telah
memiliki Master Plan 2015 yang menjadi acuan dalam pengembangan
Poltesa5tahun ke depan. Ketersediaan sarana dan prasarana dalam
konteks pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sangat penting karena
tugas dan fungsi perguruan tinggi diantaranya adalah penyelenggaraan
pendidikan tinggi, Oleh karenanya, ketersediaan saranaprasarana ini
dijadikan salah satu prioritas program. Sekalipun masih terdapat
keterbatasan, sarana dan prasarana yang ada dioptimalkan
penggunaannya untuk menyokong proses pembelajaran.
Perkembangan kemajuan teknologi secara tidak langsung
berimplikasi pada tuntutan pemenuhan sarana dan prasarana yang dapat
memberikan daya dukung tinggi terhadap pelaksanaan dan
penyelenggaraan Tridharma. Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan
sarana dan prasarana pendukung kegiatan admistrasi perkantoran, proses
belajar mengajar, dan kegiatankemahasiswaan yang berkaitan dengan
prasarana gedung, ruang kantor dan ruangperkuliahan, ruang UPT
dilakukan bersama-sama antara Prodi, Jurusan, UPT dan BAUK. Dalam
pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana
Poltesa mengacu kepada: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
6 Tahun 2006 tentangPengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 96/PMK.06/2007
tentangTata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan
dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara.
Untuk Sistem Informasi, POLTESA sudah memiliki akses internet gratis
untuk mahasiswa, dosen dan pegawai menggunakan wifi maupun kabel
pada masing- masing prodi dan gedung-gedung unit. Sistem Informasi
Akademik (SIAKAD) dan Jaringan Alumni sudah terintegrasi dalam satu
sistem komputerisasi melalui website resmi POLTESA
[Link] Seiring bertambahnya mahasiswa dan program
364
studi baru di POLTESA membuat jamak unit-unit yang menjadi sumber
informasi formal POLTESA sehingga dalam produksi dan distribusi
informasi menjadi tidak konsisten, kontradiktif satu sama lain. Hal ini yang
mendukung POLTESA untuk mengiplementasikan sebuah sistem yang
terkomputasi. Pada akhir tahun 2019 SIAKAD POLTESA terimplementasi
dimana sistem ini dapat mengakomodasi informasi pembelajaran dari tiap-
tiap prodi yaitu [Link]
Pada komponen ini, sumberdaya keuangan yang memadai, dan sarana
365
prasarana yang tersedia menjadi kekuatan. Sedangkan kelemahan
terdapat pada lemahnya pengelolaan keuangan, dan sarana prasarana
belum terstandar.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi,
bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaian yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
Kurikulum yang digunakan saat ini di Poltesa adalah Kurikulum Pendidikan
Tinggi (KPT) atau dikenal juga dengan kurikulum 2012. Dalam KPT ada 8
(delapan) komponen utama yaitu Profil Lulusan, Kompetensi Lulusan,
Bahan Kajian, Kedalaman dan Keluasan Kajian, Distribusi ke dalam Mata
Kuliah, Struktur Kurikulum, Rancangan Pembelajaran dan Metode
Pembelajaran. Ciri utama pada KPT adalah : 1). Mengutamakan kesertaan
capaian pembelajaran (mutu), 2). Terdiri dari sikap dan tata nilai,
penguasaan keilmuan, kemampuan kerja, kewenangan dan tanggung
jawab, 3). Perumusan capaian pembelajaran minimal tercantum dalam
SNPT, dan 4). Hasil kesepakatan prodi sejenis. Kurikulum dapat berperan
sebagai: 1) Sumber kebijakanmanajemen pendidikan tinggi untuk
menentukan arah penyelenggaraan pendidikannya;(2) Filosofi yang akan
mewarnai terbentuknya masyarakat dan iklim akademik; (3) Patron atau
pola pembelajaran, yang mencerminkan bahan kajian, cara penyampaian
dan penilaian pembelajaran; (4) Atmosfer atau iklim yang terbentuk dari
hasil interaksi manajerial PT dalam mencapai tujuan pembelajarannya; (5)
Rujukan kualitas dari proses penjaminan mutu; serta (6) ukuran
keberhasilan PT dalam menghasilkan lulusan yang bermanfaat bagi
masyarakat. Dari penjelasan ini, nampak bahwa kurikulum tidak hanya
berarti sebagai satu dokumen saja, namun merupakan suatu rangkaian
proses yang sangat krusial dalam pendidikan.
Kehidupan di abad XXI memerlukan perubahan paradigma pendidikan
tinggi yang bersifat mendasar. UNESCO (1998) menjelaskan bahwa untuk
melaksanakan perubahan besar di pendidikan tinggi tersebut, dipakai dua
basis landasan, berupa empat pilar pendidikan: (i) learning to know, (ii)
learning to do yang bermakna pada penguasaan kompetensi dari pada
penguasaan ketrampilan menurut klasifikasi ISCE (International Standard
Classification of Education) dan ISCO (International Standard Classification of
Occupation), dematerialisasi pekerjaan dan kemampuan berperan untuk
menanggapi bangkitnya sektor layanan jasa, dan bekerja di kegiatan
ekonomi informal, (iii) learning to live together (with others), dan (iv) learning to
be, serta; belajar sepanjang hayat (learning throughout life). Empat pilar
pendidikan tersebut sebenarnya merupakan satu kesatuan utuh.
Pengelompokan pilar hanya mencirikan pengutamaan substansi materi
dan proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa kompetensi sebagai ciri
utama dari penguasaan learning to do dari suatu materi pembelajaran tidak
dapat dipisahkan dengan elemen kompetensi yang terkandung dalam
learning to know, learning to live together, dan learning to be dari materi yang
bersangkutan atau materi‐ materi pembelajaran lainnya. Oleh karenanya,
366
pemisahan antara materi pembelajaran atas hard skill dan soft skill dalam satu
kurikulum tidak berlaku lagi. Makna arti hard skill dan soft skill diakomodasi
dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan dimensi proses kognitif,
afektif, dan psikomotor.
Dalam melaksanakan proses pembelajaran yang baik, masih ada
beberapa dosen yang kurang pemahamannya atau dosen kurang perduli
terhadap capaian pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, serta
cara penilaian yang tepat. Ada
367
anggapan bahwa dengan tatap muka sekali dalam satu minggu telah
melakukan pembelajaran sesuai dengan tuntutan aturan yang ada. Hal ini
dikarenakan pemahaman ukuran pembelajaran yang baik adalah jumlah
tatap muka di kelas. Disamping itu, sistem penjaminan mutu pendidikan
sering tidak berfungsi dengan baik, seperti sistem pendukung terkait
dengan tata kelola sumber daya manusia, sarana prasarana dan
lingkungan pembelajaran, sistem pelayanan, monitoring dan evaluasi serta
tindak lanjut dari hasil evaluasi. Sering yang menjadi alasan tidak
berkembangnya sistem pembelajaran dengan baik adalah kurangnya
pendanaan. Walaupun pendanaan merupakan bagian dari perencanaan
yang krusial dalam mendirikan atau mengembangkan program studi,
namun nilai‐nilai dalam pembelajaran semestinya tetap menjadi prioritas.
Di sisi lain, tidak sedikit perguruan tinggi yang telah menerapkan sistem
penjaminan mutu pendidikan dengan baik, mampu mengembangkan nilai‐
nilai internalnya untuk memenuhi kebutuhan stakeholders yang dinamis.
Perguruan tinggi seperti ini dengan mudah mendapatkan pengakuan dari
masyarakat lokal sekitarnya, nasional dan bahkan internasional. Sistem
pembelajaran merupakan bagian penting untuk mampu menghasilkan
lulusan yang berdaya saing tinggi. Sistem pembelajaran yang baik mampu
memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk membuka
potensi dirinya dalam menginternalisasikan knowledge, skills dan attitudes
serta pengalaman belajar sebelumnya.
Dengan dikeluarkannya Permendikbud No. 49 Tahun 2014 tentang
Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Program Studi dituntut untuk
menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kualifikasi KKNI. Demikian pula
sistem penjaminan mutu pendidikannya mesti mampu mengendalikan
proses pendidikan dengan baik merujuk pada level kualifikasi KKNI. Selain
itu materi pembelajaran umumnya disusun tidak mengikuti taksonomi
dimensi pengetahuan yang akan dicapai dan dimensi proses kognitif
urutan serta cara penyampaiannya. Oleh karenanya, proses pembelajaran
yang banyak dipraktekkan sekarang ini sebagian besar berbentuk
penyampaian secara tatap muka (lecturing), atau penyampaian secara
searah (dari dosen kepada mahasiswa). Pada saat mengikuti kuliah atau
mendengarkan ceramah, mahasiswa akan kesulitan untuk mengikuti atau
menangkap makna esensi materi pembelajaran, sehingga kegiatannya
sebatas membuat catatan yang kebenarannya diragukan. Disamping itu
ada kecenderungan lain yaitu mahasiswa saat ini kurang mampu
menyimak. Hal ini terjadi sebagai akibat dari ketergantungan pada bahan
tayang dan fotocopy bahan tayang dari dosen. Mahasiswa kurang terbiasa
dengan mencatat dengan menggunakan model “mind mapping” atau model
“taking notes” lainnya. Mereka merasa tenteram karena bahan tayang dalam
bentuk power point dapat diperoleh dari dosennya. Kebiasaan semacam ini
perlu diubah, karena mahasiswa menjadi pasif. Pola proses pembelajaran
dosen aktif dengan mahasiswa pasif ini efektifitasnya rendah, dan tidak
dapat menumbuhkembangkan proses partisipasi aktif dalam
368
pembelajaran. Keadaan ini terjadi sebagai akibat elemen‐elemen
terbentuknya proses partisipasi yang berupa,
(i) dorongan untuk memperoleh harapan (effort), (ii) kemampuan mengikuti
proses pembelajaran, dan (iii) peluang untuk mengungkapkan materi
pembelajaran yang diperolehnya di dunia nyata/masyarakat tidak ada atau
sangat terbatas. Intensitas pembelajaran mahasiswa umumnya meningkat
(tetapi tetap tidak efektif), terjadi pada
369
saat‐saat akhir mendekati ujian. Itupun terlihat dari rajinnya mereka
mengumpulkan bahan untuk ujian. Akibatnya mutu materi dan proses
pembelajaran sangat sulit untuk diases. Dosen menjadi pusat peran dalam
pencapaian hasil pembelajaran dan seakan‐ akan menjadi satu‐satunya
sumber ilmu.
Perubahan pendekatan dalam pembelajaran dari TCL menjadi SCL
adalah perubahan paradigma, yaitu perubahan dalam cara memandang
beberapa hal dalam pembelajaran, yakni; a) pengetahuan , dari
pengetahuan yang dipandang sebagai sesuatu yang sudah jadi yang
tinggal ditransfer dari dosen ke mahasiswa, menjadi pengetahuan
dipandang sebagai hasil konstruksi atau hasil transformasi oleh
pembelajar, b) belajar, belajar adalah menerima pengetahuan (pasif‐
reseptif) menjadi belajar adalah mencari dan mengkonstruksi
pengetahuan, aktif dan spesifik caranya,
c) pembelajaran, dosen menyampaikan pengetahuan atau mengajar
(ceramah dan kuliah) menjadi dosen berpartisipasi bersama mahasiswa
membentuk pengetahuan.
Dengan paradigma ini maka tiga prinsip yang harus ada dalam
pembelajaran SCL adalah (a) memandang pengetahuan sebagai satu hal
yang belum lengkap, (b) memandang proses belajar sebagai proses untuk
merekonstruksi dan mencari pengetahuan yang akan dipelajari; serta (c)
memandang proses pembelajaran bukan sebagai proses pengajaran
(teaching) yang dapat dilakukan secara klasikal, dan bukan merupakan
suatu proses untuk menjalankan sebuah instruksi baku yang telah
dirancang. Proses pembelajaran adalah proses dimana dosen menyediakan
berbagai macam strategi dan metode pembelajaran dan paham akan
pendekatan pembelajaran mahasiswanya untuk dapat mengembangkan
potensi yang dimilikinya. Ciri metode pembelajaran SCL sesuai unsurnya
dapat dirici sebagai berikut: dosen, berperan sebagai fasilitator dan
motivator; mahasiswa, harus menunjukkan kinerja, yang bersifat kreatif
yang mengintergrasikan kemampuan kognitif, psikomotorik dan afeksi
secara utuh; proses interaksinya, menitikberatkan pada “method of inquiry
and discovery”; sumber belajarnya, bersifat multi demensi, artinya bisa
didapat dari mana saja; dan lingkungan belajarnya, harus terancang dan
kontekstual.
Proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler wajib dilakukan
secara sistematis dan terstruktur melalui berbagai mata kuliah dengan
beban belajar yang terukur dan menggunakan metode pembelajaran yang
efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah. Metode pembelajaran yang
Small Group Discussion; (2) Role‐Play & Simulation; (3) Case Study; (4) Discovery
dapat dipilih untuk pelaksanaan pembelajaran mata kuliah antara lain: (1)
Learning (DL); (5) Self‐Directed Learning (SDL); (6) Cooperative Learning (CL); (7)
Collaborative Learning (CbL); (8)Contextual Instruction (CI); (9) Project Based
Learning (PjBL); dan (10) Problem Based Learning and Inquiry (PBL). Selain
kesepuluh model tersebut, masih banyak model pembelajaran lain yang
370
belum dapat disebutkan satu persatu, bahkan setiap pendidik/dosen dapat
pula mengembangkan model pembelajarannya sendiri.
Politeknik Negeri Sambas sebagai Institusi Perguruan Tinggi Negeri
bertanggung jawab dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan
berdaya saing. Dalam mencapai target mutu lulusan, seluruh program
studi telah membuat standar kompetensi lulusan. Beberapa faktor yang
dapat menjadi indikator dan berpengaruh terhadap efektifitas dan nilai
tambah institusi dalam menghasilkan lulusan yang sesuai dengan standar
kompetensi diantaranya adalah; kualitas input mahasiswa, kualitas
371
proses pembelajaran, kualitas tenaga pengajar, dan kualitas sarana dan
prasarana pendukung. Proses Penjaminan Mutu Pembelajaran dilakukan
melalui berbagai tahapan mulai perencanaan, pelaksanaan,monitoring dan
evaluasi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dimulai dengan
penyusunan kurikulum, penyusunan silabus, penyusunan
RPS/SAP,Penyusunan Bahan ajar dan Kontrak perkuliahan.
Kurikulum program studi yang ada di Politeknik Negeri Sambas telah
mengakomodir kurikulum yang bermuatan nasional tanpa melupakan
kearifan lokal. Mengingat kondisi geografis Politeknik Negeri Sambas
berada di wilayah perbatasan dengan Malaysia, maka kurikulum yang
dikembangkan juga menyisipkan muatan- muatan internasional. Selain itu,
dalam menunjang keahlian dan daya saing lokal, nasional maupun
internasional, maka diciptakan kursus-kursus penunjang berupa kursus
bahasa inggris, kursus komputer, dan kursus las. Kegiatan-kegiatan lain
berupa kegiatan yang diorganisir oleh mahasiswa dalam bentuk unit
kegiatan mahasiswa. Pembentukan kurikulum menghendaki adanya
penentuan standar kompetensi di masing-masing mata kuliah yang ada.
Penentuan standar kompetensi biasanya disesuaikan dengan standar
kompetensi lulusan dari suatu program studi. Standar kompetensi yang
telah disusun dijadikan acuan atau standar kompetensi atau keahlian yang
harus dimiliki oleh setiap mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah
tersebut. Kurikulum yang berlaku di Poltesa sudah relevan dengan
perkembangan jaman, namun kurikulum tersebut masih belum dilengkapi
dengan perangkat pendukung kurikulum yang memadai.
Berdasarkan besaran dan jumlah penelitian yang dihimpun lembaga
sudah terlaksana dapat dilihat dari aspek kecukupan dan kewajaran dinilai
cukup memadai mengingat Politeknik Negeri Sambas masih dalam proses
pengembangan. Penelitian yang dilakukan sejalan dengan visi dan misi
yang dirumuskan sehingga mampu mengembangkan dan meningkatkan
kualitas para dosen dan berguna bagi masyarakat. Arah Pengembangan
Penelitian dan Pelaksanaan penelitian diupayakan untuk: 1). Penelitian
sebagai proses belajar para dosen dan mahasiswa, yakni dalam rangka
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, 2). Terbentuknya
komunitas peneliti secara intensif dan konsisten yang sesuai dengan
bidangnya, 3). Penelitian diarahkan kepada penelitian ilmu terapan yang
berdaya guna bagi masyarakat, pemerintah dan industry, dan 4).
Peningkatan jumlah kerja sama dibidang penelitian. Pusat Penelitian dan
Pengabdian Pada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Sambas memiliki
tugas utama :1). Penyelenggaraan berbagai kegiatan ilmiah penelitian
terapan yang berdaya guna bagi masyarakat dan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi,
2). Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait yang berhubungan
dengan ilmu pengetahuan dan atau seni, 3). Mengupayakan publikasi hasil
penelitian dosen baik di tingkat lokal maupun nasional, 4). Mengupayakan
para dosen untuk mendapatkan hibah penelitian dari instansi terkait, 5).
372
Penerbitan jurnal Ilmiah, dan 6). Menyediakan pedoman berupa standar
penelitian dan pengembangan keilmuan sebagai acuan dalam rangka
menghasilkan penelitian yang bermutu. Kendala yang dihadapi :1).
Motifasi dosen dalam hal penelitian masih perlu ditingkatkan, 2).
Kompetensi dosen dalam bidang penelitian masih perlu ditingkatkan
seperti antara lain dalam hal pembuatan proposal, sehingga sulit
berkompetisi untuk memperoleh dana dana hibah penelitian baik dari
Dikti, Kopertis, pemerintah daerah, industri maupun
373
institusi lainnya, 3). Kurangnya kegiatan dalam hal pembekalan penelitian
bagi para dosen, dan 4). Kurangnya dukungan dari instansi terkait dalam
pelaksanaan penelitian. Berdasarkan besaran dan jumlah pengabdian
kepada masyarakat yang dihimpun lembaga yang sudah terlaksana
terlihat dari aspek kecukupan dan kewajaran dinilai cukup memadai.
Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan sejalan dengan visi dan
misi yang dirumuskan sehingga mampu mengembangkan dan
meningkatkan kualitas para dosen dan berguna bagi masyarakat.
Pelaksanaan pengabdian masyarakat diarahkan dalam rangka penerapan
ilmu dan teknologi yang telah dikembangkan di Perguruan Tinggi,
khususnya dari hasil berbagai penelitian. Kegiatan ini dilakukan secara
individual maupun kelompok oleh civitas akademika Politeknik Negeri
Sambas. Arah pengembangan program pengabdian kepada
masyarakat diorientasikan untuk membantu memecahkan berbagai
permasalahan yang ada di masyarakat, industri dan pemerintah dengan
cara: 1). Membuat jaringan yang seluas-luasnya dengan berbagai pihak
sehingga terjalin koordinasi yang baik seperti dalam penyusunan rencana
program dan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
dengan berbagai pihak, 2). Membangkitkan minat, penghayatan dan
motivasi kepada para dosen dan mahasiswa dalam rangka
membangun masyarakat melalui program-program
pengabdian kepada masyarakat, 3).
Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan
prasarana dalam rangka meningkatkan
program pengabdian kepada masyarakat, 4). Mengembangkan daerah
binaan khusus bagi kegiatan pengabdian kepada masyarakat sehingga
kegiatan pelayanan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
Dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Politeknik
Negeri Sambas secara umum kendala yang dihadapi disebabkan oleh dua
faktor, yaitu: 1). Faktor internal, dimana keterlibatan dosen dalam
pengabdian kepada masyarakat masih terbatas disebabkan oleh
konsentrasi terhadap pembelajaran, dan 2). Faktor eksternal, dimana
akses jaringan yang masih terbatas. Keterbatasan ini meliputi dukungan
dana dan kebijakan sehingga program pengabdian kepada masyarakat
belum bisa dilaksanakan secara
optimal.
Berdasarkan perkembangan peneliltian dan pengabdian kepada
masyakarat Politeknik Negeri Sambas beberapa tahun terakhir dapat
dilihat bahwa Minat dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian
kepada mayarakat sangat tinggi. Namun luaran (output) dari penelitian
dan pengabdian masyarakat masih sangat rendah.
Politeknik Negeri Sambas berada di Kabupaten Sambas Provinsi
Kalimantan Barat yang termasuk katagori daerah 3T (Terdepan, Terluar,
Tertinggal). Secara geografis kabupaten Sambas berbatasan langsung
dengan Negara Malaysia. Sebelah Utara berbatasan dengan Serawak
374
(Malaysia) dan Laut Natuna, sebelah Selatan berbatasan dengan kota
Singkawang dan kabupaten Bengkayang, sebelah Barat berbatasan
dengan Laut Natuna dan sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten
Bengkayang dan Serawak (Malaysia). Sebelah Barat berhadapan dengan
Laut Natuna dan Laut Cina Selatan yang dilintasi kapal-kapal perdagangan
yang menuju Selat Malaka. Kondisi geografis ini jika dikaitkan dalam
konteks IPOLEKSOSBUDHANKAM sangat strategis sekali bagi
kelangsungan dan keutuhan wilayah NKRI. Dengan demikian, keberadaan
Politeknik Negeri Sambas harus dapat mengambil peran penting melalui
Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk ikut andil dalam konteks tersebut.
375
Melihat kondisi tersebut, Politeknik Negeri Sambas memiliki Posisi
yang sangat strategis di wilayah perbatasan dengan Malaysia, yang mana
ini merupakan peluang yang baik. Namun ancaman datang dari Persaingan
dengan PT lain yang juga berada tidak jauh dari daerah perbatasan namun
sudah lama dan merupakan perguruan tinggi besar.
Kebijakan pemerintah yaitu untuk memperkuat kemampuan
sumberdaya manusia dan IPTEK, perlu dipertimbangkan sebagai rujukan
strategis untuk perubahan orientasi dan posisi pendidikan politeknik.
Tuntutan skilled dan knowledge worker baik secara nasional maupun
international perlu diadaptasikan dalam sistem dan proses pembelajaran,
demikian pula pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi
sangat krusial. Di lain pihak, dalam konteks penelitian (inovasi) dan
pengabdian pada masyarakat (alih pengetahuan dan solusi menyeluruh),
tuntutan stakeholders cenderung meningkat, baik dari tingkat kesulitannya,
jenis, kualitas dan jumlah pelayanannya. Oleh karena itu, saat ini
Pendidikan vokasi khsususnya Politeknik mendapat perhatian khusus
dalam pengembangan Pendidikan ke depan. Hal ini menjadikan Kebijakan
pemerintah mendukung PT vokasi kuat menjadi peluang besar bagi
Poltesa. Namun di sisi lain minat calon mahasiswa masuk ke Poltesa dari
Pendidikan vokasi setingkat SMK juga rendah.
Politeknik Negeri Sambas dan stakeholders memiliki banyak ruang
untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan, khususnya dalam
bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Poltesa dan beberapa stakeholders adalah mitra strategis yang telah
bertahun-tahun melakukan kerjasama. Banyak hal telah dilakukan untuk
meningkatkan hubungan kerjasama, antara lain dengan mengadakan
pembahasan VMTS, kurikulum, magang yang melibatkan semua
pemangku kepentingan. Hal yang penting untuk digaris bawahi adalah
mengenai kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama. Pentingnya
kolaborasi antara Poltesa dengan instansi pemerintah, organisasi, dunia
usaha, dunia industri dalam upaya membuka akses kerjasama dan
meningkatkan produktivitas dan kinerja lembaga. Poltesa bahkan
berinisiatif mendirikan Kelompok kerja (Pokja) Kerjasama berfungsi untuk
menjembatani Poltesa dan mitra. Saat ini, tersedia potensi dan
kesempatan besar bagi poltesa untuk melaksanakan kemitraan dengan
stakholders. Namun, di sisi lain kebutuhan DUDI semakin komplek yang
belum tentu dapat dipenuhi oleh Poltesa. Setiap tahun Politeknik Negeri
Sambas, selalu melakukan rekrutmen terhadap lulusan SMA sederajat.
Tingginya jumlah lulusan SMA sederajat di Kabupaten Sambas,
Bengkayang dan Kota Singkawang setiap tahun merupakan peluang besar
yang dapat menjadi sumber-sumber input calon mahasiswa ke
Politeknik Negeri Sambas. perguruan tinggi-perguruan tinggi ternama,
yang besar dan sudah lama di daerah Kalimantan Barat menjadi
ancaman tersendiri dalam hal perekrutan calon
mahasiswa.
376
Dengan meningkatnya pendanaan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat baik untuk pendanaan nasional maupun dari Poltesa sendiri,
semakin memperbesar peluang para peneliti/pengabdi untuk mendapatkan
kegiatan penelitian dan atau pengabdian kepada masyarakat dari berbagai
sumber pendanaan. Hal ini dilakukan demi meningkatkan peran Poltesa
dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi. Oleh karena itu,
bagi para peneliti/pengabdi yang telah memperoleh
377
kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui dana
nasional tetap diperkenankan untuk memperoleh kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat melalui dana Poltesa. Luaran dalam
bentuk publikasi terutama jurnal, baik berupa prosiding ataupun jurnal
terindeks, masih menjadi prioritas utama disamping prototipe/purwarupa
dan HKI, meskipun dalam kondisi sekarang tingkat publikasi masih rendah.
Oleh karena itu dengan semakin banyak usulan penelitian dan pengabdian
masyarakat yang didanai, diharapkan semakin meningkatkan publikasi
Poltesa, baik dari segi kualitas maupun kuantitas dalam rangka
mensukseskan Visi Poltesa Unggul. Pada komponen ini, Peneliti/pengabdi
memiliki peluang besar mendapatkan Alokasi dana Penelitian dan PKM dari
luar. Namun di sisi lain Persyaratan Penelitian dan PKM tersebut semakin
berat.
Seiring pengembangan pendidikan vokasi, pemerintah terus
melakukan langkah- langkah strategis, utamanya menggiatkan kerja sama
satuan pendidikan vokasi yang melibatkan dunia usaha dan industri
(DUDI). Upaya kerja sama ini perlu terus dilakukan untuk mengembangkan
sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan kompeten sesuai dengan
perkembangan zaman. Peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui
peningkatan kompetensi bagi instruktur/dosen, tenaga kependidikan dan
peserta didik, penyediaan instruktur/dosen tamu dari DUDI di satuan
pendidikan vokasi, pengembangan dan pemanfaatan sarana dan
prasarana, fasilitasi pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi
instruktur/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik, fasilitasi
pelaksanaan praktik kerja lapangan dan/atau magang, dan fasilitasi
rekrutmen lulusan pendidikan vokasi, serta fasilitasi pemberian beasiswa.
Dengan terbuka lebarnya akses Kesempatan peningkatan pendidikan dan
pelatihan yang semakin luas menjadi peluang yang sangat baik bagi
pengembanga Poltesa. Namun di sisi lain, dengan adanya wabah pandemi
yang berlangsung, menjadi ancaman tersendiri untuk pelaksanaand
kegiatan Pendidikan dan pelatihan tersebut.
Berdasarkan hasil dari analis antar komponen seperti tersebut di atas,
dengan melakukan resume terhadap faktor-faktor dominan yang
berpengaruh signifikan dari masing-masing komponen berdasarkan
deskripsi SWOT setiap komponen, maka dilakukan analisis SWOT. Tabel
Analisi SWOT secara keseluruhan seperti tertera pada tabel di bawah ini.
378
Tabel 44. Faktor Internal
379
Setelah teridentifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman.
Kemudian melakukan Analisis Matriks IFE (Internal Faktor Evaluation Matrix)
dan Analisis Matriks EFE (External Faktor Evaluation Matrix) untuk
mendapatkan skor dari hasil pembobotan dan rating.
Strengths
S1 Keterlibatan pihak eksternal dalam penyusunan 0,052 2,8 0,146
VMTS
S2 Status perguruan tinggi negeri 0,052 4,0 0,209
S3 OTK sesuai Permendikbud no 15 Thn 2013 0,046 2,6 0,120
S4 Dokumen SPMI tersedia 0,046 3,4 0,156
S5 Memiliki kerjasama dengan mitra 0,044 2,2 0,097
S6 Proporsi beasiswa besar 0,047 2,8 0,132
S7 SDM muda dan potensial 0,047 2,4 0,113
S8 Sumberdaya Keuangan memadai 0,047 2,6 0,122
S9 Sarana prasarana tersedia 0,047 2,6 0,123
S10 Kurikulum sudah relevan 0,047 2,6 0,123
S11 Minat dosen tinggi dalam penelitian dan PKM 0,046 2,2 0,102
Sub Total 0,5 1,442
Weaknesses
W1 Implementasi VMTS lambat 0,040 2,600 0,104
W2 Institusi belum terakreditasi 0,047 3,400 0,158
W3 Implementasi OTK belum ideal 0,042 2,600 0,108
W4 Siklus SPMI belum optimal 0,044 2,800 0,123
W5 Kerjasama DUDI masih rendah 0,043 2,800 0,120
W6 Input kualitas dan kuantitas calon mahasiswa 0,042 2,600 0,110
rendah
W7 Kompetensi SDM belum merata 0,048 2,800 0,135
W8 Pengelolaan keuangan lemah 0,042 2,800 0,116
W9 Sarana prasarana belum terstandar 0,042 2,400 0,100
W10 Perangkat pendukung kurikulum belum memadai 0,043 3,000 0,130
W11 Luaran penelitian dan PKM rendah 0,045 2,800 0,126
Sub Total 0,5 1,333
380
Tabel 47. Analisis Matriks EFE
Opportunities
O1 Posisi strategis di wilayah perbatasan dengan Malaysia 0,079 3,6 0,284
O2 Kebijakan pemerintah mendukung PT vokasi kuat 0,076 3,6 0,272
O3 Kesempatan besar kerjasama dengan stakeholders 0,075 3,0 0,225
O4 Iptek semakin berkembang 0,071 3,2 0,226
O5 Jumlah lulusan SMA sederajat semakin tinggi 0,063 2,4 0,151
O6 Alokasi dana Penelitian dan PKM dari luar semakin besar 0,079 2,8 0,221
O7 Kesempatan peningkatan pendidikan dan pelatihan semakin 0,069 2,6 0,178
luas
Sub Total 0,5 1,559
Threats
T1 Persaingan dengan PT lain yang sudah besar 0,069 2,4 0,166
T2 Minat calon mahasiswa dari SMK rendah 0,065 2,2 0,144
T3 Kebutuhan industri yang semakin komplek 0,069 2,4 0,164
T4 Tuntutan kualitas lulusan menguasai iptek tinggi 0,071 3,0 0,214
T5 Persaingan rekrutmen mahasiswa tinggi 0,065 2,4 0,157
T6 Persyaratan Penelitian dan PKM semakin berat 0,067 2,2 0,148
T7 Wabah Pandemi 0,082 2,0 0,164
Sub Total 0,5 1,157
381
Tabel 48. Matriks SWOT
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
Faktor
Internal 5. Keterlibatan pihak eksternal 6. Implementasi VMTS lambat
dalam penyusunan VMTS 7. Institusi belum terakreditasi
6. Status perguruan tinggi negeri 8. Implementasi OTK belum ideal
7. OTK sesuai Permendikbud No 15 9. Siklus SPMI belum optimal
Thn 2013 10. Kerjasama DUDI masih rendah
8. Dokumen SPMI tersedia 11. Input kualitas dan kuantitas
9. Memiliki kerjasama dengan calon mahasiswa rendah
mitra 12. Kompetensi SDM belum merata
[Link] beasiswa besar 13. Pengelolaan keuangan lemah
[Link] muda dan potensial 14. Sarana prasarana belum
[Link] Keuangan terstandar
memadai 15. Perangkat pendukung
[Link] prasarana tersedia kurikulum belum memadai
Faktor [Link] sudah relevan 16. Luaran penelitian dan PKM
Eksternal [Link] dosen tinggi dalam rendah
penelitian dan PKM
Peluang (O)
Strategi S-O Strategi W-O
3. Posisi strategis di
wilayah perbatasan 1. Sosialisasi VMTS ke pihak 1. Sosialisasi VMTS ke pihak
dengan Malaysia internal dan eksternal internal Poltesa
4. Kebijakan pemerintah Poltesa 2. Penguatan koordinasi
mendukung PT vokasi kuat 2. Penguatan Tata Pamong internal
5. Kesempatan besar dan Tata Kelola 3. Menyelesaikan akreditasi
kerjasama dengan 3. Penguatan program institusi
stakeholders kerjasama 4. Peningkatan Program
6. Perkembangan Iptek 4. Peningkatan Kerjasama dengan DUDI
7. Jumlah lulusan SMA Pemerataan dan Perluasan 5. Meningkatkan
sederajat semakin tinggi Kesempatan Belajar jumlah calon
8. Alokasi dana Penelitian 5. Peningkatan Kompetensi mahasiswa
dan PKM dari luar semakin SDM 6. Peningkatan kapasitas SDM
besar 6. Optimalisasi sistem 7. Penguatan pengelolaan
9. Kesempatan keuangan, sarana dan keuangan dan sarpras
peningkatan pendidikan dan prasarana 8. Penguatan kelengkapan
pelatihan semakin luas 7. Peningkatan Kurikulum Berbasis Industri
Ancaman (T) kualitas proses 9. Peningkatan Kualitas
pembelajaran dan Produktivitas Penelitian
4. Persaingan dengan PT 8. Peningkatan produktivitas dan PKM
lain yang sudah besar Penelitian dan PKM
5. Minat calon mahasiswa 9. Peningkatan
dari SMK rendah Kualitas Luaran Strategi W-T
6. Kebutuhan industri yang Penelitian dan PKM
semakin komplek 1. Penyamaan persepsi VMTS
7. Tuntutan Strategi S-T 2. Penataan publikasi dan
kualitas lulusan promosi
menguasai iptek 1. Penguatan daya saing 3. Peningkatan Akuntabilitas
tinggi Poltesa 4. Peningkatan dan
8. Persaingan rekrutmen 2. Penguatan koordinasi Penataan Sistem Informasi
mahasiswa tinggi internal 5. Peningkatan Kerjasama
9. Persyaratan Penelitian 3. Menyelesaikan akreditasi Terinstitusi
dan PKM semakin berat institusi 6. Peningkatan kapasitas SDM
10. Wabah Pandemi 4. Peningkatan 7. Penguatan pengelolaan
Kerjasama menyesuaikan keuangan dan sarpras
kebutuhan DUDI 8. Penguatan kelengkapan
382
5. Manajemen perekrutan yang kurikulum
baik 9. Penguatan Program-
6. Peningkatan kapasitas SDM program penelitian dan
7. Penguatan pengelolaan PKM
keuangan sarpras
8. Pemanfaatan iptek
pada Proses Pembelajaran
9. Peningkatan Kualitas
dan Produktivitas Penelitian
dan PKM
383
Setelah identifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal, maka
didapat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, kemudian
disusunlah Matrik SWOT dalam rangka memaksimalkan Kekuatan (S)
dan Peluang (O) serta sejalan dengan itu meminimalkan Kelemahan (W)
dan Ancaman (T). Disusun empat rumusan strategi-strategi alternatif
yaitu strategi SO, strategi WO, strategi ST dan strategi WT.
Strategi Memaksimalkan Kekuatan dan Peluang (Strategi SO)
adalah: 1). Sosialisasi VMTS ke pihak internal dan eksternal Poltesa; 2)
Penguatan Tata Pamong dan Tata Kelola; 3) Penguatan program
kerjasama; 4) Peningkatan Pemerataan dan Perluasan Kesempatan
Belajar; 5) Peningkatan Kompetensi SDM;
6) Optimalisasi sistem keuangan, sarana dan prasarana; 7) Peningkatan
kualitas proses pembelajaran; 8) Peningkatan produktivitas Penelitian
dan PKM; 9) Peningkatan Kualitas Luaran Penelitian dan PKM.
Strategi Meminimalkan Kelamahan dan Memaksimalkan Peluang
(Strategi WO) adalah: 1). Sosialisasi VMTS ke pihak internal Poltesa; 2)
Penguatan koordinasi internal; 3) Menyelesaikan akreditasi institusi; 4)
Peningkatan Program Kerjasama dengan DUDI; 5) Meningkatkan jumlah
calon mahasiswa; 6) Peningkatan kapasitas SDM; 7) Penguatan
pengelolaan keuangan dan sarpras; 8) Penguatan kelengkapan
Kurikulum Berbasis Industri; 9) Peningkatan Kualitas dan Produktivitas
Penelitian dan PKM
Strategi memaksimalkan kekuatan sekaligus meminimalkan
ancaman (Strategi ST) terdiri dari: 1). Penguatan daya saing Poltesa; 2)
Penguatan koordinasi internal; 3) Menyelesaikan akreditasi institusi; 4)
Peningkatan Kerjasama menyesuaikan kebutuhan DUDI; 5) Manajemen
perekrutan yang baik; 6) Peningkatan kapasitas SDM; 7) Penguatan
pengelolaan keuangan sarpras; 8) Pemanfaatan iptek pada Proses
Pembelajaran; 9) Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Penelitian dan
PKM
Strategi meminimalkan kelemahan dan ancaman terdiri dari
program-program sebagai berikut: 1). Penyamaan persepsi VMTS; 2)
Penataan publikasi dan promosi; 3) Peningkatan Akuntabilitas; 4)
Peningkatan dan Penataan Sistem Informasi; 5) Peningkatan Kerjasama
Terinstitusi; 6) Peningkatan kapasitas SDM;
7) Penguatan pengelolaan keuangan dan sarpras; 8) Penguatan
kelengkapan kurikulum; 9) Penguatan Program-program penelitian dan
PKM.
Penentuan posisi kuadran dilakukan setelah proses perhitungan
untuk bobot indikator IFE dan EFE dilakukan, langkah selanjutnya
merumuskan alternative strategi dalam bentuk penentuan posisi
kuadran dalam diagram analisis SWOT. Penentuan koordinat dalam
diagram analisis SWOT berfungsi untuk menentukan posisi strategi
institusi, apakah terletak di kuadran I, II, III, atau IV. Hal ini berfungsi
untuk mengidentifikasi apakah strategi institusi bersifat agresif,
384
diversifikasi, turn- around, atau difensif. Hasil dari analisis SWOT
tersebut dan jika ditampilkan dalam Kuadran SWOT kondisi Poltesa saat
ini dapat dihitung nilai total skor dari masing- masing faktor yang dapat
dirinci sebagai berikut, Kekuatan (Strengths) 1,442; Kelemahan
(Weaknesses) 1,333; Peluang (Opportunities) 1,559; dan Ancaman (Threats)
1,157. Maka diketahui nilai Strengths di atas nilai Weaknesses dengan
selisih 0,109 dan nilai Opportunities di atas nilai Threats dengan selisih
0,402. dan
385
jika ditampilkan dalam Kuadran SWOT kondisi Poltesa saat ini seperti
tertera di bawah ini:
Y
1.6
1.559
1.4
1.3
1.2
1.1
1.0
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
0.402
0.3
0.2
0.1
X
-1.4 -1.333 -1.2 -1.1 -1.0 -0.9 -0.8 -0.7 -0.6 -0.5 -0.4 -0.3 -0.2 -0.1 0 0.109 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1.1 1.2 1.3 -1.442 1.5
-0.1
-0.2
-0.3
-0.4
-0.5
-0.6
-0.7
-0.8
-0.9
-1.0
-1.1
-1.157
-1.2
386
sebaiknya menerapkan alternative strategi SO, yaitu memadukan kekuatan
dengan peluang yang dimiliki Poltesa.
387
3. Strategi pengembangan
Kemampuan institusi dalam menetapkan prioritas pengembangan sesuai
dengan kapasitas, kebutuhan, dan rencana strategi pengembangan
institusi secara keseluruhan.
Dalam mengejar visi dan misi politeknik dilihat dari kondisi saat ini
pada kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman dari
eksternal, maka dirumuskanlah strategi-strategi pengembangan Politeknik
Negeri Sambas. Strategi- strategi yang dirumuskan untuk menentukan
prioritas pengembangan sesuai dengan kapasitas, kebutuhan, dan rencana
strategi pengembangan institusi secara keseluruhan. Poltesa telah
menetapkan cara pencapaian visi misi dengan menyusun strategi jangka
panjang selama 20 (dua puluh) tahun dan strategi jangka pendek per
periode 5 (lima) tahun sekali.
Strategi Jangka Panjang merupakan program kerja selama 20 (dua
puluh) tahun ke depan. Program kerja ini disebut Rencana Induk
Pengembangan (RIP) Politeknik Negeri Sambas 2015-2034. RIP memiliki
sasaran strategis terutama untuk meningkatan daya saing dalam
menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya daerah
yang potensial untuk melayani industri dan masyarakat, yang
diselenggarakan dalam tahapan-tahapan sebagai berikut:
388
TAHAP I : Tahun 2015-2019 dengan Tema “Peningkatan Kapasitas Institusional”
Program Utama yang dilakukan adalah Peningkatan Tata
Kelola dan Peningkatan Mutu Tri Dharma dengan tujuan utama:
Meningkatkan kemampuan dalam perencanaan institusi
(institutional planning) berdasar data dan fakta yang akurat (evident-
based decision making).
Mengembangkan sistem tatakelola internal perguruan tinggi.
Mengembangkan sistem akuntansi dan manajemen keuangan
perguruan tinggi yang akuntabel dan transparan.
Mengembangkan sistem manajemen sumber daya manusia.
Mengembangkan sistem manajemen sarana dan prasarana.
Mengembangkan sistem manajemen penyelenggaraan kegiatan akademik
Mengembangkan sistem penjaminan mutu internal.
390
1. Sosialisasi VMTS ke pihak internal dan eksternal
Melakukan sosialiasi VMTS ke pihak internal dan eksternal untuk
memperkuat pemahaman civitas academica dan stakeholders terhadap
VMTS Poltesa. Pemahaman yang tinggi dari civitas academica sangat
diharapkan tertanam dalam implementasi dan pencapaian VMTS
Poltesa.
2. Penguatan Tata Pamong dan Tata Kelola
Penguatan tata pamong dan tata kelola mengedepankan perbaikan
manajemen dari sisi perencanaan, organisir, pelaksanaan dan control.
Pelaksanaan kegiatan berdasarkan SOP yang telah ditetapkan. Mengacu
pada siklus SPMI PPEPP.
3. Penguatan program kerjasama
Mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas kerjasama dengan DUDI,
baik dalam negeri dan luar negeri. Meningkatkan implementasi
kerjasama dengan masyarakat.
4. Peningkatan Pemerataan dan Perluasan Kesempatan Belajar
Memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk
melanjutkan ke Pendidikan yang lebih tinggi di Politeknik Negeri
Sambas, melalui pembukaan kelas kerjasama, kelas prestasi di bidang
minat dan bakat, pengakuan RPL.
5. Peningkatan Kompetensi SDM
Mendorong peningkatan kompetensi dosen dan tendik melalui
bimbingan teknis, pelatihan, sertifikasi, studi banding, kesempatan
lanjut studi.
6. Optimalisasi sistem keuangan, sarana dan prasarana
Mempersiapkan sistem perencanaan keuangan, sarana dan prasarana
yang terstruktur, matang yang mengacu pada rencana induk
pengembangan Politeknik Negeri Sambas. Mendorong pemanfaatan
sarana dan prasarana yang dimiliki secara optimal dalam mendukung
kompetensi mahasiswa yang akan dibentuk.
7. Peningkatan kualitas proses pembelajaran
Menyusun kurikulum yang relevan dan berkualitas sesuai kebutuhan
industri yang melibatkan DUDI dan stakeholders terkait. Mewujudkan
metode pembelajaran yang berbasis pada proyek nyata.
8. Peningkatan produktivitas Penelitian dan PKM
Meningkatkan keterlibatan peneliti/pengabdi dalam forum-forum ilmiah
baik tingkat nasional maupun internasional. Meningkatkan kompetensi
peneliti/pengabdi dengan memaksimalkan peluang mendapatkan hibah
nasional dan internasional.
9. Peningkatan Kualitas Luaran Penelitian dan PKM
Peningkatan insentif bagi peneliti/pengabdi yang mempublikasikan hasil
penelitian dan atau pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional
maupun internasional bereputasi.
392
b) Memberikan bobot untuk setiap faktor eksternal dan internal. Bobot
yang sama dengan yang dipakai dalam matriks IFE dan EFE;
c) Memeriksa tahap kedua (pemaduan) matriks dan mengidentifikasi
strategi alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk
diimplementasikan;
d) Menetapkan nilai daya tarik (Attractive Score/AS) yang menunjukkan daya
tarik relatif setiap strategi dalam alternatif set tertentu; Nilai AS berada
diantara 1 sampai
4. Nilai “1” memberikan deskripsi bahwa variabel tersebut, “not atractive”,
untuk nilai “2” berarti variabel tersebut, “some what atractive”, 3 berarti
variabel tersebut “reasonably atractive”, dan nilai “4” Berarti “highly
atractive”.
e) Menghitung total nilai daya tarik dengan mengalikan bobot dengan nilai daya
tarik;
f) Menghitung jumlah total nilai daya tarik. Jumlah ini mengungkapkan
strategi mana yang paling menarik dalam setiap strategi. Semakin tinggi
nilai menunjukkan strategi tersebut semakin menarik, serta begitu juga
sebaliknya.
Penentuan prioritas strategi ditentukan berdasarkan hasil analisis
evaluasi faktor internal dan evaluasi faktor eksternal adalah sebagai
berikut:
0,900 0,828
0,821 Sosialisasi VMTS ke pihak internal dan
0,769 0,779 0,798 0,783 0,801 eksternal
0,800 0,753
0,683 Penguatan Tata Pamong dan Tata
0,700 Kelola
0,500
Peningkatan Pemerataan dan
Perluasan Kesempatan Belajar
0,400
Peningkatan Kompetensi SDM
0,300
393
4. Program Keberlanjutan
Program keberlanjutan Poltesa dilakukan terus menerus dilakukan
sesuai dengan kebutuhan / keperluan dan skala prioritas. Adapun tujuan
dari strategi (strategy goals) tersebut diuraikan ke dalam enam fokus
pengembangan yang akan dilakukan oleh Poltesa yang berdasarkan pada
strategi SO pada bidang sebagai berikut:
1. Kelembagaan dan kerjasama
2. Mahasiswa dan alumni
3. Sumber daya manusia
4. Keuangan, sarana dan prasarana
5. Pendidikan
6. Penelitian dan pengabdian masyarakat
Adapun penjelasan dari program pengembangan tersebut di atas
adalah sebagai berikut yaitu:
1. Kelembagaan dan kerjasama
a. Peningkatan kerjasama luar negeri dalam rangka memperkuat visi,
misi, tujuan dan sasaran pada Poltesa Letak Kabupaten Sambas
yang terletak diperbatan Indonesia - Malaysia memungkinkan untuk
dilakukannya kerjasama antar perguruan tinggi. Kerjasama ini dapat
dalam bentuk pengajaran, penelitian maupun pengabdian dalam
masyarakat. Dengan kerjasama ini, selain dapat meningkatkan
hubungan yang baik anta negara juga dapat menjadi ajang
pertukaran informasi teknologi, metode pengajaran dan sarapa
prasaran dalam pendidikan.
b. Memanfaatkan dukungan pemerintah dengan semaksimal mungkin
yaitu dengan mengikuti program yang ditawarkan oleh pemerintah
khususnya Direktorat Pendidikan Vokasi Saat ini bantuan dana
dalam bidang pendidikan yang digelontorkan oleh pemerintah
semakin besara dari tahun ke tahunnya. Bantuan dana tersebut
dapat berupa pelatihan para dosen dan tenaga kependidikan,
maupun bantuan sarana dan prasaran yang menunjang proses
pembelajaran. Bantuan ini diberikan dalam bentuk hibah bersaing
antar perguruan tinggi. Partisipasi yang aktif dalam menulis proposal
diharapkan dapat meningkatkan peluang dalam mendapatkan
bantuan dari pemerintah tersebut.
395
beasiswa KIP atau Kartu Indonesia Pintar. Poltesa yang merupakan
perguruan tinggi yang terletak dibatas negera Indonesia - Malaysia
diuntungkan dalam hal ini, yaitu alokasi beasiswa yang diberikan
lumayan besar. Dengan memanfaatkan isu beasiswa ini dan
penggunaan manajemen perekrutan yang baik serta massive
diharapkan dapat meningkatkan jumlah peminat calon mahasiswa
baru yang ingin bergabung bersama Poltesa.
c. Memanfaatkan hubungan kerjasama dengan mitra/stakeholder dalam
rangka meningkatkan jumlah serapan alumni Hubungan yang baik
dengan industri/stakeholder harus dapat dimanfaatkan dengan
sebaik mungkin. Tujuannya adalah agar dapat meningkatkan serapan
para alumni. Program yang dapat dimanfaatkan adalah dengan
melalui pelaksanaan magang industri pada perusahan yang
bersangkutan.
397
mengupgrade fasilitas laboratorium dan bengkel yang dimiliki.
Tujuannya adalah agar kompetensi yang dimiliki oleh para
mahasiswa tidak ketinggalan terhadap perkembangan iptek yang
ada.
5. Pendidikan
a. Meningkatkan layanan akademik dan non akademik secara daring
b. Mewujudkan kurikulum yang link and match dengan industri
c. Meningkatkan peran serta mahasiswa didalam penelitian
d. Mewujudkan metode pembelajaran yang sesuai dengan proyek
nyata (project base learning)
6. Penelitian dan pengabdian masyarakat
a. Meningkatkan kompetensi dengan memaksimalkan peluang hibah nasional
b. Memenuhi permintaan pemerintah desa dalam kegiatan
pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh dosen
poltesa
c. Memperbanyak keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah baik
nasional maupun internasional
d. Menjadikan produk hasil pengabdian menjadi Haki yang dilakukan
di sentra Haki Poltesa
e. Kerjasama bersama mitra dengan pemanfaatan iptek untuk
meningkatkan peran dan pemberdayaan masyarakat
398
BAB III
PENUTUP
399
LAMPIRAN
T. Digitally signed by
T. Basaruddin
Basarud ou= BAN-PT,
o=
di n Kemristekdikti
Date: 2020.11.18 08:10:
58 WIB
Akreditasi B
Sertifikat akreditasi program studi ini berlaku
sejak tanggal 17 - November - 2020 sampai dengan 17 - November - 2025
Akreditasi B
Sertifikat akreditasi program studi ini berlaku
sejak tanggal 10 - November - 2020 sampai dengan 10 - November - 2025
Terakreditasi C
Sertifikat akreditasi ini berlaku 5 (lima) tahun
sejak tanggal 13 - November - 2018 sampai dengan 13 - November - 2023
Akreditasi C
Sertifikat akreditasi program studi ini berlaku
sejak tanggal 10 - November - 2020 sampai dengan 10 - November - 2025
Terakreditasi C
Sertifikat akreditasi perguruan tinggi ini berlaku
sejak tanggal 4 - September - 2019 sampai dengan 4 - September - 2024
Jakarta, 4 - September - 2019
T. Digitally signed by
T. Basaruddin
Basarud ou= BAN-PT,
o=
di n Kemristekdikti
Date: 2019.06.26 08:08:
39 WIB
Terakreditasi C
Sertifikat akreditasi ini berlaku 5 (lima) tahun
sejak tanggal 25 - Juni - 2019 sampai dengan 25 - Juni - 2024
Jakarta, 25 - Juni - 2019
T. Digitally signed by
T. Basaruddin
Basarud ou= BAN-PT,
o=
di n Kemristekdikti
Date: 2019.07.24 08:11:
52 WIB
Terakreditasi B
Sertifikat akreditasi ini berlaku 5 (lima) tahun
sejak tanggal 23 - Juli - 2019 sampai dengan 23 - Juli - 2024
Jakarta, 23 - Juli - 2019
T. Digitally signed by
T. Basaruddin
Basarud ou= BAN-PT,
o=
di n Kemristekdikti
Date: 2019.11.01 08:05:
34 WIB
Terakreditasi B
Sertifikat akreditasi perguruan tinggi ini berlaku
sejak tanggal 31 - Oktober - 2019 sampai dengan 31 - Oktober - 2024
Jakarta, 31 - Oktober - 2019