0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan431 halaman

Laporan Evaluasi Diri Politeknik Sambas

Laporan Evaluasi Diri Politeknik Negeri Sambas tahun 2021 menyajikan analisis komprehensif mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman institusi dalam rangka penjaminan mutu dan akreditasi. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk profil institusi, kondisi eksternal, dan analisis SWOT, untuk merumuskan perencanaan berkelanjutan. Politeknik ini berkomitmen untuk menghasilkan lulusan berkualitas dengan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang terencana dan berfokus pada peningkatan kompetensi.

Diunggah oleh

Heni Aisyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan431 halaman

Laporan Evaluasi Diri Politeknik Sambas

Laporan Evaluasi Diri Politeknik Negeri Sambas tahun 2021 menyajikan analisis komprehensif mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman institusi dalam rangka penjaminan mutu dan akreditasi. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk profil institusi, kondisi eksternal, dan analisis SWOT, untuk merumuskan perencanaan berkelanjutan. Politeknik ini berkomitmen untuk menghasilkan lulusan berkualitas dengan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang terencana dan berfokus pada peningkatan kompetensi.

Diunggah oleh

Heni Aisyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

AKREDITASI PERGURUAN TINGGI

LAPORAN EVALUASI DIRI

POLITEKNIK NEGERI SAMBAS

KABUPATEN SAMBAS
TAHUN 2021
IDENTITAS PERGURUAN TINGGI

Institusi Perguruan Tinggi : Politeknik Negeri Sambas

Alamat : Jalan Raya Sejangkung-Sambas 79462

Nomor Telpon : (0562) 6303123

Nomor Faksimili :-

E-mail dan Website : info@[Link] dan [Link]

*)
Nomor SK Pendirian PT : Permendikbud No. 15 Tahun

2013 Tanggal SK Pendirian PT : 22 Februari 2013

Pejabat Penandatangan
SK Pendirian PT : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Tahun Pertama Kali


Menerima Mahasiswa : 2013

Peringkat Terbaru
Akreditasi Institusi :-

Nomor SK BAN-PT :-

Daftar Program Studi, Status Akreditasi dan Peringkat Terakreditasi


Status Nomor dan Tanggal
No. Program Program Studi dan
Peringka Tanggal SK **) Kadaluars
a
t
Akredita
si
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
3012/SK/BAN-
1 DIII Agrobisnis B PT/Akred/Dipl- 20-12-2021
III/XII/2016
7452/SK/BAN-
2 DIII Manajemen Informatika B PT/Akred/Dipl- 17-11-2025
III/XI/2020
7215/SK/BAN-
3 DIII Teknik Mesin B PT/ 10-11-2025
Akred/Dipl-
III/XI/2020
3074/SK/BAN-
4 DIV Teknik Multimedia C PT/Akred/Dipl- 13-11-2023
IV/XI/2018
7217/SK/BAN-
5 DIV Agroindustri Pangan C PTAkred/ST/X/20 10-11-2025
20
3379/SK/BAN-
6 DIV Agribisnis Perikanan dan Kelautan C PTAkred/ST/IX/ 4 –9-2024
20 19

i
2084/SK/ BAN-
7 DIV Teknik Mesin Pertanian C PT/ 25-06-2024
Akred/Dipl-
IV/VI/2019
2553/SK/BAN-
8 DIV Akuntansi Keuangan Perusahaan B PT/Akred/ST/ 23-7-2024
VII/2 019
4176/SK/BAN-
9 DIV Manajemen Bisnis Pariwisata B PT/Akred/ST/X/ 31 -10-2024
20 19

Catatan:
*) Lampirkan salinan Surat Keputusan Pendirian Perguruan Tinggi.
**) Lampirkan salinan Surat Keputusan Akreditasi Program Studi terakhir.

ii
IDENTITAS TIM PENYUSUN LAPORAN EVALUASI DIRI

iii
iv
v
KATA PENGANTAR

vi
RINGKASAN EKSEKUTIF

Evaluasi Diri merupakan sebuah langkah awal yang harus dilakukan oleh
institusi, untuk menetapkan program dan kebijakan untuk masa yang akan
datang. Evaluasi Diri yang baik dapat memberikan gambaran secara objektif
tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh
organisasi, sehingga dengan demikian dapat dirumuskan sebuah perencanaan
yang sistematis dan berkelanjutan untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan
kinerja organisasi. Evaluasi-Diri merupakan salah satu aspek penting dalam
keseluruhan daur akreditasi dengan berbagai peran dan kegunaannya, termasuk
penjaminan mutu (quality assurance). Keseluruhan daur penjaminan mutu
program studi/perguruan tinggi itu dilukiskan

dalam Bagan sebagai berikut:


Evaluasi, secara umum merupakan suatu proses pengumpulan serta
pemrosesan data dan informasi yang akan digunakan sebagai dasar
pengambilkan keputusan, pengelolaan dan pengembangan program
studi/perguruan tinggi. Merupakan upaya program studi/perguruan tinggi untuk
mengetahui gambaran mengenai kinerja dan keadaan dirinya melalui pengkajian
dan analisis yang dilakukan oleh program studi/perguruan tinggi sendiri
berkenaan dengan kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan, kendala, bahkan
ancaman. Pengkajian dan analisis itu dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan
pakar sejawat dari luar program studi/perguruan tinggi, sehingga evaluasi-diri
dapat dilaksanakan secara objektif. Evaluasi- diri dimaksudkan untuk hal-hal
berikut: 1). Penyusunan profil lembaga yang komprehensif dengan data
mutakhir, 2). Perencanaan dan perbaikan-diri secara berkelanjutan, 3).
Penjaminan mutu internal program studi/lembaga perguruan tinggi, 4).
Pemberian informasi mengenai program studi/perguruan tinggi kepada
vi
i
masyarakat dan pihak tertentu yang memerlukannya (stakeholders) dan 5).
Persiapan evaluasi eksternal (akreditasi). Adapun Hasil evaluasi-diri dapat
digunakan oleh program studi/perguruan tinggi untuk hal-hal berikut:
1). Membantu dalam identifikasi masalah, penilaian program dan pencapaian
sasaran, 2).

vi
i
Memperkuat budaya evaluasi kelembagaan (institusional evaluation) dan analisis-
diri, 3). Memperkenalkan staf baru kepada keseluruhan program studi/ perguruan
tinggi, 4). Memperkuat jiwa korsa dalam lembaga, memperkecil kesenjangan
antara tujuan pribadi dan tujuan lembaga dan mendorong keterbukaan, 5).
Menemukan kader baru bagi lembaga, 6). Mendorong program studi/perguruan
tinggi untuk meninjau kembali kebijakan yang telah usang, dan 7). Memberi
informasi tentang status program studi/perguruan tinggi dibandingkan dengan
program studi/perguruan tinggi lain.
Komponen Evaluasi Diri meliputi : 1). Kondisi Eksternal. 2). Profil Institusi,
mencakup: Sejarah Institusi; visi, misi, tujuan, strategi dan tata nilai; Organisasi
dan tata kerja; Mahasiswa dan lulusan; Dosen dan tenaga kependidikan;
Keuangan, sarana dan prasarana; Sistem pejaminan mutu dan Kinerja institusi.
3). Kriteria, mencakup: Visi, misi, tujuan dan strategi; Tata pamong, tata kelola
dan kerjasama; Mahasiswa; Sumberdaya manusia; Keuangan, sarana dan
prasarana; Pendidkan; Penelitian; Pengabdiab kepada masyarakat; Luaran dan
capaian tridarma. 4). Analisis dan Penetapan Program Pengembangan Institusi,
mencakup: Analisis capaiann kinerja; Analisis SWOT; Strategi pengembangan;
dan Program keberlaanjuitan. Visi merupakan cita-cita besar dan utama yang
ingin diraih. Misi merupakan jalan yang harus ditempuh untuk meraih visi.
Tujuan merupakan output/keluaran yang ingin di capai, sedangkan sasaran
merupakan outcome. Visi yang merupakan cita-cita besar dan utama dapat
dicapai jika didukung oleh 8 (delapan) komponen penting lainnya yaitu:
1) Tata Pamong, tata kelola dan kerjasama; 2) Mahasiswa; 3) Sumber Daya
Manusia; 4). Keuangan, sarana dan prasarana; 5) Pendidikan; 6) Penelitian; 7)
Pengabdian kepada masyarakat; 8) Luaran dan capaian tridarma.
Tata Pamong di Poltesa saat ini mengacu kepada Permendikbud No 15
Tahun 2013 tentang Pendirian. Struktur dan Tata Organisasi Politeknik Negeri
Sambas. Secara umum Tata Pamong dan sistem Pengelolaan telah berjalan
dengan baik. Kepemimpinan ini diharapkan dapat mendorong seluruh civitas
akademika Poltesa dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik,
mengacu kepada peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Dalam rangka
sistem penjaminan mutu, Poltesa telah memiliki SOP sebagai acuan di dalam
semua kegiatan untuk setiap unit/bagian yang ada di Poltesa. Disamping SOP,
khusus untuk penjaminan di dalam pelaksanaan akademik, Poltesa juga
menerapkan instrumen IKAD (Indeks Kinerja Akademik Dosen) yang dilaksanakan
setiap semester. Instrumen ini dapat mengukur kinerja dosen di dalam
melaksanakan tugasnya. Untuk kegiatan penelitian dan PKM juga dilaksanakan
Monev secara berkala dalam rangka penjaminan mutu.
Penerimaan Mahasiswa Baru yang diterapkan di Poltesa menggunakan tiga
jalur yaitu jalur PMDK, UMPTN – Nasional dan UMPTN - Mandiri. Dengan
penerapan ketiga jalur ini, maka input mahasiswa Poltesa sangat bervariasi, dari
yang rerata sampai dengan di atas rerata. Maksud dan tujuan dari ketiga jalur ini
adalah agar mahasiswa yang inputnya sudah baik dapat memberikan bias
kepada mahasiswa lainnya yang secara input biasa. Hal ini merupakan sebuah
tantangan bagi proses pembelajaran yang harus di terapkan. Dengan sistem
pembelajaran di Poltesa yang ketat dengan sistem paket, maka hal ini
mendorong mahasiswa untuk berjuang keras agar dapat menyelesaikan belajar

viii
di Poltesa. Dengan proses pembelajaran yang sedemiakan rupa, diharapkan
dihasilkan lulusan yang kompeten (output). Organisasi kemahasiswaan didukung
oleh manajemen dalam berbagai kegiatan dan dikoordinir oleh wakil direktur 3.
Kegiatan Intra dan Ekstra mahasiswa merupakan wahana dan sarana
pengembangan diri mahasiswa kearah perluasan wawasan dan peningkatan
kecendikiaan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan
Politeknik. Bentuk dan badan kelengkapan organisasi kemahasiswaan ditetapkan
berdasarkan kebutuhan yang

ix
pengaturannya tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Kedudukan/keberadaan organisasi mahasiswa terdiri dari tingkat
lembaga dan Jurusan. Organisasi mahasiswaan ditingkat lembaga terdiri dari
Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM). Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan bentuk
organisasi yang mewadahi minat, dan bakat mahasiswa seperti olahraga,
kesenian, kerohanian, pecinta alam, dan lain-lain. Kepengurusan organisasi
kemahasiswaan ditingkat lembaga bertanggung jawab kepada direktur melalui
Wakil Direktur III. Organisasi mahasiswaan ditingkat Jurusan terdiri dari
Himpunan Mahasiswa Jurusan (Himaja) dan organisasi dibawahnya yang dibentuk
berdasarkan kebutuhan yang bersifat penalaran. Kepengurusan organisasi
kemahasiswaan ditingkat Jurusan bertanggung jawab kepada Direktur melalui
Ketua Jurusan dan Wakil Direktur III. Kepengurusan organisasi mahasiswa dipilih
sepenuhnya oleh mahasiswa berdasarkan peraturan yang ada dan disahkan oleh
Direktur. Kompetensi lulusan Poltesa relatif cukup baik, hal ini terlihat dari
serapan lulusan Poltesa di dunia industri yang mencapai kisaran untuk waktu
tunggu di bawah 1 tahun mencapai 55%, dengan demikian serapan lulusan
sudah dikategorikan baik. IPK rerata mahasiswa secara keseluruhan 3,12 dan
sebanyak 93,06% mahasiswa dapat menyelasaikan studi tepat waktu.
Mengingat peran Sumber Daya Manusia (dosen dan tenaga pendidik) yang
begitu vital dan penggerak utama kehidupan perguruan tinggi maka rekrutmen
menjadi salah satu bagian terpenting dalam keseluruhan proses manajemen
sumber daya manusia di Politeknik Negeri Sambas. Rekrutmen dilaksanakan
mengacu pada perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang yang telah
tertuang pada Renstra, Bezetting dan HCDP di Politeknik Negeri Sambas.
Identifikasi kebutuhan dosen dilakukan dengan mendasarkan diri pada data rasio
dosen dan mahasiswa masing-masing program studi. Politeknik Negeri Sambas
berupaya mengimplementasikan sistem pengelolaan sumber daya manusia
berbasis performance based budgeting dan reformasi birokrasi. Sehingga seluruh
pengelolaan SDM mulai dari perencanaan, seleksi/perekrutan, penempatan,
pengembangan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan
memiliki prosesur mutu yang baku. Berbagai peraturan Direktur juga telah dibuat
sebagai legalisasi serta jaminan kualitas pengelolaan sumber dayamanusia
seperti peraturan Direktur tentang tata cara pengangkatan, mutasi dan
pemberhentian pejabat di Politeknik Negeri Sambas. Pengembangan SDM
berbasis kinerja terus diupayakan untuk memenuhi dinamika pekerjaan.
Pengembangan Dosen diwujudkan dalam bentuk pemberian tugas/ijin belajar.
Selain dosen, pengembangan tenaga kependidikan dilakukan melalui program
Diklat, Bimtek, Training, Pelatihan maupun studi banding. Program pelatihan
tersebut didasarkan pada kebutuhan dalam rangka peningkatan
kompetensi/ketrampilan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Misalnya Diklat
Fungsional Bendahara, Pelatihan Pengelolaan Arsip, Diklat Peningkatan
Kemampuan Teknis Pengelolaan Kepegawaian dan lainnya. Komitmen Direktur
untuk memfasilitasi pengembangan diri dan peningkatan kualitas baik bagi dosen
maupun tenaga kependidikan salah satunya melalui support dana tiap tahunnya.
Politeknik Negeri Sambas mempunyai dosen hingga tahun 2020 sebanyak
89 orang yang terdiri dari 85 orang dosen tetap dan 4 orang dosen tidak tetap.

x
Jumlah dosen dengan jabatan fungsional lektor sebanyak 35 orang, asisten ahli
31 orang. Dosen yang telah tersertifikasi (Serdos) berjumlah 51 orang. Rasio
dosen dan mahasiswa yang dimiliki Politeknik Negeri Sambas pada tahun 2020
yaitu 1:18 yaitu secara keseluruhan menunjukkan rasio yang ideal, yaitu kurang
dari 1:30 sebagai standar yang ditetapkan berdasarkan surat edaran
kemenristekdikti Nomor 4850/E.E2.3/KL/2015 tentang nisbah dosen/mahasiswa ≥
100 dan sanksi. Program pendidikan dan pelatihan mengacu pada standar
kompetensi sesuai dengan

xi
peraturan yang berlaku.
Politeknik Negeri Sambas sebagai Institusi Perguruan Tinggi Negeri
bertanggung jawab dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya
saing. Dalam mencapai target mutu lulusan, seluruh program studi telah
membuat standar kompetensi lulusan. Beberapa faktor yang dapat menjadi
indikator dan berpengaruh terhadap efektifitas dan nilai tambah institusi dalam
menghasilkan lulusan yang sesuai dengan standar kompetensi diantaranya
adalah; kualitas input mahasiswa, kualitas proses pembelajaran, kualitas tenaga
pengajar, dan kualitas sarana dan prasarana pendukung. Proses Penjaminan
Mutu Pembelajaran dilakukan melalui berbagai tahapan mulai perencanaan,
pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran
dimulai dengan penyusunan kurikulum, penyusunan silabus, penyusunan
RPS/RPP,Penyusunan Bahan ajar dan Kontrak perkuliahan.
Kurikulum program studi yang ada di Politeknik Negeri Sambas telah
mengakomodir kurikulum yang bermuatan nasional tanpa melupakan kearifan
lokal. Mengingat kondisi geografis Politeknik Negeri Sambas berada di wilayah
perbatasan dengan Malaysia, maka kurikulum yang dikembangkan juga
menyisipkan muatan-muatan internasional. Selain itu, dalam menunjang keahlian
dan daya saing lokal, nasional maupun internasional, maka diciptakan kursus-
kursus penunjang berupa kursus bahasa inggris, kursus komputer, dan kursus
las. Kegiatan-kegiatan lain berupa kegiatan yang diorganisir oleh mahasiswa
dalam bentuk unit kegiatan mahasiswa. Pembentukan kurikulum menghendaki
adanya penentuan standar kompetensi di masing-masing mata kuliah yang ada.
Penentuan standar kompetensi biasanya disesuaikan dengan standar kompetensi
lulusan dari suatu program studi. Standar kompetensi yang telah disusun
dijadikan acuan atau standar kompetensi atau keahlian yang harus dimiliki oleh
setiap mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah tersebut.
Panduan akademik Poltesa tahun 2018 menjelaskan bahwa pelaksanaan
perkuliahan dalam 1 (satu) semester adalah 16 (enam belas) kali pertemuan
terdiri dari 14 (empat belas) kali pertemuan tatap muka, praktik atau seminar
dan 2 (dua) pertemuan untuk penilaian (ujian tengah semester dan ujian akhir
semester). Panduan akademik Poltesa tahun 2018 juga menjelaskan bahwa
pengaturan waktu perkuliahan adalah sebagai berikut: 1). Mata kuliah teori atau
seminar, 1 sks terdiri atas 50 menit kegiatan tatap muka, 60 menit kegiatan
terstruktur, dan 60 menit kegiatan mandiri, 2). Mata kuliah praktikum dalam
kelas, laboratorium atau bengkel, 1 sks terdiri atas 170 menit, dan 3). Untuk
mata kuliah praktik lapangan, 1 sks terdiri atas kegiatan selama 4 sampai 8 jam
per minggu selama 1 semester. 1 sks kerja lapangan membutuhkan waktu
belajar di lapangan 1 x 16 x 4 jam atau 1 x 16 x 8 jam. Di dalam perkuliahan,
mahasiswa dituntut untuk aktif, dalam artian kehadiran minimal 75 % sebagai
syarat untuk mengikuti ujian akhir semester. Selain itu, mahasiwa juga dituntut
aktif dalam setiap kegiatan belajar mengajar yang, hal ini diterapkan pada
pemberian nilai lebih bagi mahasiswa aktif (berdiskusi, bertanya, menjawab
pertanyaan, dll) di dalam perkuliahan. Praktek Industri (Magang) dan Tugas Akhir
merupakan mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa dalam menyelesaikan
perkuliahan pada jenjang diploma 3 maupun diploma 4 di Politeknik Negeri
Sambas. Sebelum melakukan magang dan tugas akhir, mahasiswa harus

xii
mendaftar kepada panitia, kemudian panitia akan menentukan pembimbing.
Sistem Alokasi dana di Politeknik Negeri Sambas telah mengacu asas
akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi. Pengelolaan pendanaan Politeknik
Negeri Sambas juga menganut prinsip penganggaran partisipatif, yakni sistem
penganggaran yang melibatkan secara aktif semua jenjang manajemen, mulai
dari prodi, jurusan dan rektorat. Rencana Strategis Kementerian Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi, RIP, Renstra, Renja dan Statuta Poltesa menjadi acuan
utama. Renja ini menjadi rujukan dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran

xiii
Kementerian dan Lembaga (RKAKL) dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran (DIPA). Pada akhir tahun setiap program dievaluasi melalui dokumen
Sistem Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan Laporan
Keuangan dengan menggunakan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dan Sistem
Akuntansi Keuangan (SAK).
Perkembangan kemajuan teknologi secara tidak langsung berimplikasi pada
tuntutan pemenuhan sarana dan prasarana yang dapat memberikan daya
dukung tinggi terhadap pelaksanaan dan penyelenggaraan Tridharma.
Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pendukung
kegiatan admistrasi perkantoran, proses belajar mengajar, dan kegiatan
kemahasiswaan yang berkaitan dengan prasarana gedung, ruang kantor dan
ruang perkuliahan, ruang UPT dilakukan bersama-sama antara Prodi, Jurusan,
UPT dan BAUK. Dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan
prasarana Poltesa mengacu kepada: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 96/PMK.06/2007 tentang
Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan dan
Pemindahtanganan Barang Milik Negara.
Poltesa memiliki aset kampus seluas 100.126 m2, sebagian digunakan
untuk bangunan prodi, rektorat, perpustakaan, masjid, kantin, tempat parkir,
bengkel/laboratorium, lapangan olah raga dan UPT. Dalam rangka memanfaatkan
seluruh lahan kampus secara optimal, Poltesa telah memiliki Master Plan 2015
yang menjadi acuan dalam pengembangan Poltesa ke depan. Ketersediaan
sarana dan prasarana dalam konteks pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi
sangat penting karena tugas dan fungsi perguruan tinggi diantaranya adalah
penyelenggaraan pendidikan tinggi, Oleh karenanya, ketersediaan
saranaprasarana ini dijadikan salah satu prioritas program. Sekalipun masih
terdapat keterbatasan, sarana dan prasarana yang ada dioptimalkan
penggunaannya untuk menyokong proses pembelajaran.
Untuk Sistem Informasi, POLTESA sudah memiliki akses internet gratis untuk
mahasiswa, dosen dan pegawai menggunakan wifi maupun kabel pada masing-
masing prodi dan gedung-gedung unit. Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dan
Jaringan Alumni sudah terintegrasi dalam satu sistem komputerisasi melalui
website resmi POLTESA [Link] Berdasarkan besaran dan
jumlah penelitian yang dihimpun lembaga sudah terlaksana dapat dilihat dari
aspek kecukupan dan kewajaran dinilai cukup memadai mengingat Politeknik
Negeri Sambas masih dalam proses pengembangan. Penelitian yang dilakukan
sejalan dengan visi dan misi yang dirumuskan sehingga mampu
mengembangkan dan meningkatkan kualitas para dosen dan berguna bagi
masyarakat. Arah Pengembangan Penelitian dan Pelaksanaan penelitian
diupayakan untuk: 1). Penelitian sebagai proses belajar para dosen dan
mahasiswa, yakni dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
2). Terbentuknya komunitas peneliti secara intensif dan konsisten yang sesuai
dengan bidangnya, 3). Penelitian diarahkan kepada penelitian ilmu terapan yang
berdaya guna bagi masyarakat, pemerintah dan industry, dan 4). Peningkatan
jumlah kerja sama dibidang penelitian. Pusat penelitian Politeknik Negeri Sambas
memiliki tugas utama: 1). Penyelenggaraan berbagai kegiatan ilmiah penelitian

xiv
terapan yang berdaya guna bagi masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi, 2). Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait yang
berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan atau seni, 3). Mengupayakan
publikasi hasil penelitian dosen baik di tingkat lokal maupun nasional, 4).
Mengupayakan para dosen untuk mendapatkan hibah penelitian dari instansi
terkait, 5). Penerbitan jurnal Ilmiah, dan 6). Menyediakan pedoman berupa
standar penelitian dan pengembangan keilmuan sebagai acuan dalam rangka
menghasilkan penelitian yang bermutu. Kendala yang dihadapi: 1). Motifasi
dosen dalam hal penelitian masih perlu ditingkatkan, 2). Kompetensi dosen
dalam bidang penelitian masih perlu ditingkatkan seperti

xv
antara lain dalam hal pembuatan proposal, sehingga sulit berkompetisi untuk
memperoleh dana hibah penelitian baik dari Dikti, pemerintah daerah, industri
maupun institusi lainnya, 3). Kurangnya kegiatan dalam hal pembekalan
penelitian bagi para dosen, dan 4). Kurangnya dukungan dari instansi terkait
dalam pelaksanaan penelitian
Berdasarkan besaran dan jumlah pengabdian kepada masyarakat yang
dihimpun lembaga yang sudah terlaksana terlihat dari aspek kecukupan dan
kewajaran dinilai cukup memadai. Pengabdian kepada masyarakat yang
dilakukan sejalan dengan visi dan misi yang dirumuskan sehingga mampu
mengembangkan dan meningkatkan kualitas para dosen dan berguna bagi
masyarakat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat diarahkan dalam rangka
penerapan ilmu dan teknologi yang telah dikembangkan di Perguruan Tinggi,
khususnya dari hasil berbagai penelitian. Kegiatan ini dilakukan secara individual
maupun kelompok oleh civitas akademika Politeknik Negeri Sambas. Arah
pengembangan program pengabdian kepada masyarakat diorientasikan untuk
membantu memecahkan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat,
industri dan pemerintah dengan cara: 1). Membuat jaringan yang seluas-luasnya
dengan berbagai pihak sehingga terjalin koordinasi yang baik seperti dalam
penyusunan rencana program dan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada
masyarakat dengan berbagai pihak, 2). Membangkitkan minat, penghayatan dan
motivasi kepada para dosen dan mahasiswa dalam rangka membangun
masyarakat melalui program-program pengabdian kepada masyarakat, 3).
Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana dalam rangka
meningkatkan program pengabdian kepada masyarakat, 4). Mengembangkan
daerah binaan khusus bagi kegiatan pengabdian kepada masyarakat sehingga
kegiatan pelayanan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Dalam
pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Politeknik Negeri
Sambas secara umum kendala yang dihadapi disebabkan oleh dua faktor, yaitu:
1). Faktor internal, dimana keterlibatan dosen dalam pengabdian kepada
masyarakat masih terbatas disebabkan oleh konsentrasi terhadap pembelajaran,
dan 2). Faktor eksternal, dimana akses jaringan yang masih terbatas.
Keterbatasan ini meliputi dukungan dana dan kebijakan sehingga program
pengabdian kepada masyarakat belum bisa dilaksanakan secara optimal.

xvi
DAFTAR ISI
Halaman
IDENTITAS PERGURUAN TINGGI............................................................................ i
IDENTITAS TIM PENYUSUN LAPORAN EVALUASI DIRI....................................iii
KATA PENGANTAR...................................................................................................... vi
RINGKASAN EKSEKUTIF............................................................................................vii
BAB I. PENDAHULUAN
A. DASAR PENYUSUNAN......................................................................................1
B. TIM PENYUSUNAN DAN TANGGUNGJAWABNYA.....................................2
C. MEKANISME KERJA PENYUSUNAN EVALUASI DIRI................................3
BAB II. LAPORAN EVALUASI DIRI
A. KONDISI EKSTERNAL.......................................................................................4
B. PROFIL INSTITUSI.............................................................................................12
C. KRITERIA
1. Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi...........................................................15
2. Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama.....................................43
3. Mahasiswa..................................................................................................74
4. Sumber Daya Manusia............................................................................91
5. Keuangan, Sarana dan Prasarana...................................................109
6. Pendidikan................................................................................................136
7. Penelitian...................................................................................................155
8. Pengabdian kepada Masyarakat.......................................................169
9. Luaran dan Capaian Tridharma........................................................183
D. ANALISIS DAN PENETAPAN PROGRAM PENGEMBANGAN INSTITUSI
1. Analisis Capaian Kinerja.....................................................................212
2. Analisis SWOT atau Analisis Lain yang Relevan.......................216
3. Strategi Pengembangan.....................................................................235
4. Program Keberlanjutan.......................................................................239
BAB III. PENUTUP

xvi
i
BAB I
PENDAHULUAN

A. DASAR PENYUSUNAN
Berdasarkan Peraturan Menteri Kemenristek Dikti Nomor 32 Tahun 2016
tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi, tujuan akreditasi adalah
menentukan kelayakan dan mutu perguruan tinggi. Sejalan dengan tujuan
tersebut, dalam visi Politeknik Negeri Sambas adalah Menjadi Intitusi Pendidikan
Tinggi Vokasi Unggulan di Tingkat Nasional dan Global Pada Tahun 2034. Untuk menilai
visi tersebut maka diperlukan suatu penilaian yang terukur dan dipercaya.
Bentuk penilaian dalam perguruan tinggi adalah evaluasi diri. Evaluasi diri
digunakan untuk memahami dengan baik kesehatan organisasi (organization
health), termasuk mutu, dan kondisi institusi saat ini. Hasil tersebut untuk
digunakan sebagai landasan institusi menentukan kondisi dan mutu di masa
depan yang diinginkan atau dicita-citakan. Oleh karena itu, kemampuan untuk
melaksanakan evaluasi adalah suatu faktor penting untuk semua institusi
perguruan tinggi. Tanpa kemampuan untuk melakukan evaluasi, tidak akan ada
peningkatan kualitas yang dapat dicapai. Dari banyak evaluasi yang dilaksanakan
di lingkungan pendidikan tinggi, evaluasi diri dan evaluasi kesejawatan (peer
review) adalah model/skema evaluasi yang paling banyak diadopsi dan
direkomendasikan untuk dilaksanakan dalam mengevaluasi hasil proses
akademik, khususnya pendidikan.
Peraturan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 59 Tahun
2018 menyebutkan model evaluasi diri terdiri dari: penetapan tujuan yang jelas,
penetapan kebutuhan standar minimum yang harus dipenuhi, komponen
masukan, proses dan luaran serta capaian yang menjadi target evaluasi. Capaian
evaluasi memiliki indikator sebagai bentuk ukuran yang terukur. Bentuk indikator
tersebut adalah data atau fakta empiris yang dapat berupa data kualitatif
ataupun kuantitatif, yang menandai capaian dari perkembangan suatu institusi
atau programnya dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dalam model
evaluasi diri, indikator kinerja dapat digunakan untuk menggambarkan efisiensi,
produktivitas, efektivitas dan faktor-faktor yang dapat menunjukkan kesehatan
organisasi seperti: akuntabilitas, kemampuan inovatif dalam konteks menjaga
keberlangsungan institusi dan kualitas yang telah diraih, serta suasana akademis.
Indikator-indikator tersebut merupakan informasi yang digunakan dalam
pengembangan institusi di Politeknik Negeri Sambas.

B. TIM PENYUSUNAN DAN TANGGUNGJAWABNYA


Penyusunan laporan evaluasi diri Politeknik Negeri Sambas dikerjakan oleh
tim. Tim bekerja sesuai dengan arahan dan petunjuk penanggung jawab
kegiatan. Tim terdiri dari beberapa kelompok sesuai dengan kriteria. Berikut tim
penyusun dan tanggungjawabnya.
Berikut susunan tim dalam kegiatan akreditasi di Politeknik Negeri Sambas
berdasarkan SK Direktur Nomor 678.1/KP/2021 Tentang Perubahan SK Direktur
1
Tim Finalisasi Borang Akreditasi Pengukuran Tinggi (APT) Polliteknik Negeri
Sambas, yang terdiri dari pengarah utama, pengarah bidang, penanggungjawab,
ketua, sekretaris, dan anggota.

1
C. MEKANISME KERJA PENYUSUNAN EVALUASI DIRI

Untuk menyusun evaluasi diri institusi perguruan tinggi khususnya


Politeknik Negeri Sambas dilakukan beberapa kali rapat. Rapat tersebut bertujuan
pembentukan tim, penyusunan jadwal kerja tim, pembagian kerja, pengumpulan
dan analisis data, dan penulisan LED. Mekanisme kerja penyusunan evaluasi diri
secara lengkap dibuat pada jadwal kerja tim yang dijelaskan pada tabel berikut.

Jadwal Kerja Tim dalam Penyusunan Laporan Evaluasi Diri


Bulan
No Uraian Kegiatan Juni Juli Agst Sept Okt Nov Des
1 Pengumpulan data dan informasi
2 Verifikasi dan validasi data
3 Pengecekan konsistensi data
4 Analisis data
5 Identifikasi akar masalah
6 Penetapan strategi
pengembangan
jangka panjang
7 Submit LED

3
BAB II
LAPORAN EVALUASI DIRI

A. KONDISI EKSTERNAL
Persaingan pendidikan tinggi Indonesia di ranah global masih sangat
rendah. Hanya ada tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang masuk dalam 500
top dunia yaitu Universitas Indonesia (UI) di peringkat 277, kemudian Institut
Teknologi Bandung (ITB) berada diurutan 331, dan di peringkat 401 di tempati
oleh Universitas Gajah Mada (UGM). Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi, Mohamad Nasir menuturkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia
berjumlah 4.579, sedangkan di China 2.824 dengan 1,4 miliiar populasi
penduduk. Namun, mutu pendidikan di Indonesia masih rendah dibandingkan
China.
Meski demikian perkembangan Perguruan Tinggi di Indonesia memang
tergolong tumbuh secara signifikan dalam dasawarsa terakhir ini. Hal ini
menandakan bahwa kebutuhan akan pendidikan tinggi menjadi semakin
penting ditengah persaingan global serta dalam pembangunan masyarakat
dan bangsa. Sebagaimana diamanatkan juga dalam Undang-Undang Sistem
Pendidikan Nasional Tahun 2003 bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
ahklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa
dan negara.
Ditengah permasalahan pendidikan yang ada, baik dari tingkatan
pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi seperti efektivitas,
efesiensi serta standarisasi pengajaran, pemerintah terus mencari formulasi
dalam meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya dengan meningkatkan
anggaran pendidikan. Kendati demikian permasalahan pendidikan yang ada
sejatinya menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, kementerian terkait
serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan Indonesia harus berpacu
menyesuaikan laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi agar
kualitas pendidikan tetap terjaga dan bisa mencetak lulusan yang mampu
menjawab kebutuhan duinia usaha dan industri.
Disatu sisi perkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi
yang sangat pesat membawa inovasi baru dibidang pendidikan yang dikenal
dengan istilah disruptive Inovation. Seperti misalnya sekolah tanpa kelas yang
mampu dilakukan melalui Massive Online Open Course (MOOC). Perubahan
inovasi ini dapat menjadi sebuah kelebihan namun juga dapat menjadi
rintangan terhadap eksistensi lembaga pendidikan.
Keberadaan pendidikan tinggi telah memberikan kontribusi yang sangat
signifikan dalam kemajuan bangsa melalui Tri Darma Perguruan Tinggi yakni
penelitian, pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Selain
menghasilkan para lulusan SDM yang berkualitas pendidikan tinggi juga
banyak menghasilkan hasil riset dan penelitian sebagai solusi terhadap
4
permasalahan masyarakat dan bangsa. Oleh karenanya kebutuhan akan
pendidikan tinggi baik berupa Universitas, Sekolah Tinggi, Akademi maupun
Politeknik sebagai pendidikan vokasional sangat diperlukan dalam
membangun kemajauan bangsa.
Pendidikan Vokasional seperti Politeknik merupakan pendidikan yang
mengarahkan pada penguasaan keahlian tertentu. Pemerintah melalui
Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)
melakukan perubahan fundamental terhadap pendidikan vokasi melalui
program revitalisasi pendidikan tinggi vokasi. Progam ini untuk

5
meningkatkan relevansi pendidikan politeknik dengan kebutuhan industri
pengguna lulusannya.
Keberadaan pendidikan vokasi sangat dibutuhkan terutama pada
wilayah yang persaingan sumber daya manusia diwilayah perbatasan, oleh
karenanya pemerintah Kabupaten Sambas pada tahun 2007 menangkap
peluang untuk mendirikan Politeknik Sambas. Politeknik Negeri Sambas
merupakan salah satu perguruan tinggi yang terletak di ujung ekor kalimantan,
berbatasan langsung dengan Negara Malaysia tepatnya di Kabupaten Sambas.
Sebagai wilayah yang menjadi estalase negara atau wilayah yang merupakan
beranda terdepan Republik Indonesia, sejatinya harus menjadi perioritas dalam
hal pembangunan yang integratif dan berkelanjutan sehingga tidak terlihat
ketimpangan yang jauh berbeda dengan negara tetangga baik dari segi
kualitas pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya
manusianya sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat terutama diwilayah
perbatasan dapat meningkat dan setara dengan warga negara malaysia.
Apabila ketimpangan ini terlalu jauh berbeda dikhawatirkan dapat
mempangaruhi rasa nasionalisme masyarakat perbatasan. Apalagi Kabupaten
Sambas masuk dalam kategori Daerah 3 T yakni Terdepan, Terluar dan
Tertinggal.
“A nation that cannot control its borders is not a nation.” Begitu ungkapan
Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan untuk menggambarkan akan
pentingnya pengelolaan wilayah perbatasan, oleh karenanya diperlukan
kebijakan politik baik dari pusat maupun daerah dalam mengupayakan
mensejahterakan masyarakat perbatasan. Semenjak Pemerintahan Presiden
Sosilo Bambang Yudhoyono hingga Pemerintahan Joko widodo, Kabupaten
Sambas merasakan pembangunan yang pesat meskipun masih dirasakan
banyak catatan terutama terkait inprastruktur dan akses lapangan pekerjaan.
Pendirian politeknik sambas merupakan upaya dalam menghadapi
persoalan yang dihadapi sebagai dampak dari keberadaan wilayah terdepan
dari batas negara dengan malaysia, selain itu diharapkan dengan adanya
lembaga pendidikan tinggi vokasi di kabupaten sambas dapat mewujudkan
masyarakat perbatasan yang maju, mandiri, dan sejahtera dalam bingkai
Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pembangunan bidang pendidikan ini merupakan upaya dalam
menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Kondisi geografis ini jika
dikaitkan dalam konteks Ideologi, Politik, Sosial, Budaya, Ekonomi, Pertahanan
Keamanan (IPOLEKSUSBUDHANKAM) sangat strategis sekali bagi
kelangsungan dan keutuhan wilayah NKRI. Dengan demikian, keberadaan
Politeknik Negeri Sambas harus dapat mengambil peran penting melalui Tri
Dharma Perguruan Tinggi untuk ikut andil dalam konteks tersebut.
Sambas yang sejak dahulu dikenal dengan budaya pendidikannya,
diharapkan mampu mengulang kesuksesan dengan hadirnya perguruan tinggi
di Kabupaten Sambas. Sejak masa kesultanan, kepedulian terhadap
pendidikan sangat diutamakan, masa kejayaan Sultan Muhammad Syafiuddin
yang mengirim beberapa orang untuk menuntut ilmu seperti Muhammad
6
Basuni Imran ke Al-Azhar Mesir, yang dengan kecintaannya terhadap dunia
pendidikan mendirikan sekolah tarbiyah pertama di Sambas serta menjadi
pelita ditengah keterbatasan lembaga pendidikan bagi masyrakat dahulu.
Keberadaan kesultanan sambas ini, secara budaya dan kultural bahkan
sejarah silsilah kerajaan, menjadi keunggulan tersendiri bagi Politeknik Negeri
Sambas yang berada diwilayah perbatasan dengan malaysia. Terpisah
oleh batas negara namun

7
disatukan oleh adat budaya yang sama serta hubungan darah kerajaan
kesultanan sambas dengan negeri sarawak malaysia.
Sejara objektif kita memandang bahwa kualitas pendidikan tinggi di
Malaysia seperti di Politeknik Mukah Sarawak, Universitas Malaysia Serawak
lebih baik dari Politeknik Negeri Sambas, karena mereka didukung fasilitas
pendidikan yang cukup memadai, terlebih keberadaan perguruan tinggi
mereka sudah lama berdiri. Dengan adanya kesamaan dari segi kultural dan
budaya tersebut menjadikan hubungan antar perguruan tinggi yang berbeda
negara ini sangat erat sehingga sangat mudah bagi Politeknik Negeri Sambas
untuk bekerjasama demi memajukan pendidikan di Kabupaten sambas.
Apalagi dari segi jarak tempuh juga sangat dekat.
Posisi geografis Sambas yang terletak dibagian paling utara Kalimantan
Barat, sehingga berbatasan langsung dengan malaysia baik dari sebelah utara
dan timur, sedangkan bagian selatan berbatasan dengan bengkayang dan
barat dengan laut natuna. Kabupaten sambas juga memiliki pantai yang cukup
panjang, membentang dari kecamatan selakau sampai kecamatan paloh yakni
dengan panjang 198,76 Km. Sebagian masyarakat kabupaten sambas bekerja
sebagai petani dengan potensi luas lahan pertanian dan perkebunan yang
cukup luas, selain itu potensi-potensi yang ada di kabupaten sambas sangat
berkaitan erat dengan prodi-prodi yang ada di Politeknik Negeri Sambas.
Politeknik Negeri Sambas memiliki sembilan Program Studi yang
diharapkan mampu untuk menghasilkan lulusan yang bisa memanfaatkan
potensi-potensi yang ada di Sambas pada khusunya, seperti :
1. Prodi DIII Agrobisnis diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pertanian
dan perkebunan di Kabupaten Sambas yang memiliki luas lahan
perkebunan 167, 55 Ribu Hektar terdiri dari perkebunan karet, sawit, lada,
kelapa dan kopi.
2. Prodi DIII Teknik Mesin, diharapkan mampu untuk menjawab kebutuhan
industri formal yakni industri logam dan mesin dengan keahlian yang
dimilki berupa kemampuan mengoperasikan mesin-mesin perkakas
konvensional, pengelasan, perawatan dan perbaiakan mesin.
3. Prodi III Manajemen Informatika, dengan kemajuan arus teknologi,
informasi dan komunikasi kebutuhan akan tenaga IT sangat diperlukan
baik dari tatanan pemerintahan Desa, perusahaan negeri maupun swata.
Dengan dibekali keterampilan berupa design jaringan, merancang dan
membangun aplikasi deskop dan web serta pengoperasian komputer,
diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan tenaga IT tersebut
4. Prodi DIV Manajemen Bisnis Pariwisata. Sambas dengan potensi wisata
yang cukup besar baik berupa wisata alam maupun budaya diharapkan
mampu mengelola usaha rekreasi khususnya yang ada di Kabupaten
sambas dengan 95 objek wisata, potensi yang cukup besar bagi
perkembangan ekonomi masyarakat.
5. Prodi DIV Teknik Multimedia. Diera digitalisasi kemampuan Editing, Fhoto
dan pembuatan Video sangat dibutuhkan di dunia industri. Dengan
kemampuan design grafis, kreasi animasi, serta motion picture diharapkan
8
mampu mengisi kebutuhan dunia industri serta menghasilkan karya yang
bernilai ekonomis seperti film.
6. Prodi DIV Agroindustri Pangan. Kabupaten Sambas kaya akan tanaman
pangan yang dapat diolah menjadi produk makanan. Hasil pembangunan
di sektor pertanian, terutama pertanian tanaman pangan, manfaatnya
sudah dirasakan oleh sebagian

9
besar penduduk di Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sambas. Untuk
itu, produksi pangan baik beras maupun non beras perlu terus ditingkatkan
guna lebih memantapkan swasembada pangan. Di samping itu juga
ditujukan untuk memperbaiki mutu gizi masyarakat melalui
penganekaragaman jenis bahan makanan. Sub sektor tanaman bahan
makanan merupakan salah satu sub sektor pada sektor pertanian. Sub
sektor ini mencakup tanaman padi (padi sawah dan padi ladang), jagung,
ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai dan kacang hijau.
Dengan kemampuan secara teknis dan operasional mengatasi maslah
mutu pengembangan produk baik food dan non food, produktifitas dan
pengembangan produk agroindustri, diharapkan mampu mengoptimalkan
potensi hasil dari tanaman pangan tersebut.
7. Prodi DIV Teknik Mesin Pertanian. Dengan moderenisasi kegiatan pertanian
salahsatunya dengan menggunakan teknologi mesi baik dalam proses
penanaman hingga pasca panen, diharapkan lulusan dapatmenguasai
keterampilan manajerial dalam merancang bangun, memelihara dan
memperbaiki alat mesin pertanian.
8. Prodi DIV Akuntansi Keuangan Perusahaan. Keahlian dibidang akuntansi
merupakan kebutuhan bagi semua perusahaan baik perusahaan negeri
maupun swasta, karena dengan keahlian ini dapat menjadikan perusahan
mengontrol sistem keuangan yang baik, akuntabel dan transparan
sehingga dapat dipertanggung jawabkan. Diharapkan para lulusan ini
dapat memenuhi kebutuhan dunia swata dan pemerintah pada bidang
laporan akuntansi, pengauditan dan perpajakan.
9. Prodi DIV Agribisnis Perikanan Kelautan. Peranan Sub sektor perikanan
dewasa ini juga tidak kalah pentingnya di dalam menyediakan konsumsi
protein hewani, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan
pembangunan perekonomian di Kabupaten Sambas. Produksi perikanan di
Kabupaten Sambas mengalami peningkatan sekitar 7,50 persen, dari 48,04
ribu ton menjadi 51,64 ribu ton, yang terdiri dari 45,01 ribu ton produksi
perikanan laut, 5,83 ribu ton produksi budidaya ikan dan 0,79 ribu ton
produksi perikanan umum. Diharapkan dengan potensi tersebut dapat
dimaksimalkan dengan kemampuan pengelolaan usaha serta budidaya
perikanan yang dimiliki.
Tentu yang terutama dalam pendidikan pada program studi diatas
adalah diharpkan mahasiswa bisa menjadi wirausaha yang dapat menciptakan
lapangan kerja dengan skil atau keahlian yang dimiliki dari proses belajar di
Politeknik Negeri sambas dengan tidak lupa mengedepankan nilai-nilai moral
dan agama.
Dalam mendukung hal tersebut diatas tentu tidak bisa mengandalkan
potensi yang ada di interen kampus, melainkan juga pihak-pihak diluar
kampus, sehingga hubungan kerjasama dengan pihak luar harus ditingkatkan
baik pada instansi pemerintahan maupun swasta, nasional maupun
internasional. Hubungan kerjasama dengan pihak terkait bukan hanya dapat
menguatkan posisi secara kelembagaan namun juga mampu membuka
10
peluang-peluang rekrutmen lulusan yang dihasilkan oleh Politeknik Negeri
Sambas. selain itu juga dapat menjadikan sarana praktikum, bantuan tenaga
ahli dan lain sebagainya.
Eksisitensi Politeknik Negeri Sambas selaku pendidikan tinggi yang hadir
ditengah masyrakat, harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui
kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat baik secara institusi
maupun individu (Dosen maupun Mahasiswa). Keterbukaan Politeknik Negeri
Sambas agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar terutama pemerintah
Kabupaten sambas dapat dilihat salah satunya dari antusias

11
lembaga baik pemerintah maupun swasta yang ada di Kabupaten Sambas
desa melakukan kerjasama dengan Politeknik Negeri Sambas Selain itu melalui
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) yang ada di Politeknik
Negeri Sambas juga telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang
membantu mencarikan solusi terhadap sebuah persoalan, baik berupa
pelatihan, pendampingan, maupun penelitian.
Dalam hal manajemen kampus untuk mendukung proses
keberlangsungan belajar mengajar perlu didukung oleh tenaga pendidik dan
kependidikan yang profesional, agar jalannya roda organisasi kampus dapat
mencapai visi misi yang ditargetkan. Politeknik Negeri Sambas memiliki jumlah
tenaga pendidik sebanyak 86 orang yang semua tingkatan pendidikan S2 baik
dari lulusan luar negeri dan dalam negeri serta tenaga kependidikan sebanyak
86 orang dengan tingkat pendidikan SMA 23 orang, DIII 22 orang, dan S1 39
orang dan S2 sebanyak 2 orang, yang mampu bekerjasama dengan penuh
rasa kekeluargaan dan tanggung jawab. Dalam keberlangsungan roda
organisasi ini perlu pengawasan yang dilakukan oleh Pengawas Satuan Internal
serta Pusat Penjaminan Mutu dalam menjadikan Perguruan Tinggi yang
berkualitas dan terakreditasi.
Ketika kualitas dan mutu pendidikan Politeknik Negeri Sambas dinilai
baik, maka dengan sendirinya akan menjadi rujukan bagi siswa-siswa
menengah atas untuk melanjutkan jenjang pendidikan tinggi di Politeknik
Negeri Sambas. Jumlah Sekolah Menengah Atas yang ada di Kabupaten
Sambas sebanyak 27 Sekolah Negeri dan 6 sekolah swasta dengan jumlah
siswa sebanyak 10.407 Orang (BPS Kab. Sambas). Ini menandakan potensi
calon mahasiswa yang akan kuliah di Politeknik Negeri Sambas cukup besar,
belum termasuk wilayah kabupaten/kota lainnya. Disisi lain jumlah perguruan
tinggi di kabupaten Sambas hanya ada 4 Perguruan Tinggi yakni Politeknik
Negeri Sambas, Institut Agama Islam Sambas, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan,
dan Akademi Dakwah Sambas.
Adapun perkambangan minat siswa terhadap Politeknik Negeri Sambas
tergolong sangat baik, melebihi jumlah kuota yang disiapkan. Artinya antusias
masyrakat untuk kuliah di Politeknik Negeri sambas sangat tinggi. Hal ini
tampak dari grafik Perkembangan Pendaftaran Calon Mahasiswa berikut ini:

12
Perkembangan Calon Mahasiswa Baru
1200

1000

800

600

400

200

0
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Peminat Lulus Registrasi

Gambar 1. Perkembangan Calon Mahasiswa Baru

Kepercayaan masyarakat terhadap Politeknik Negeri Sambas dalam


menjadikan pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi harus
dijawab dengan kualitas layanan pendidikan yang optimal, meskipun berada
diwilayah perbatasan jauh dengan pusat pemerintahan. Selain itu dengan
posisi Politeknik Negeri Sambas di daerah diharapkan mampu mengangkat,
melestarikan khazanah budaya-budaya yang tidak bertentangan dengan nilai-
nilai agama, pancasila dan UUD 1945.
Penyelenggaraan pendidikan untuk dapat menyesuaikan dengan
keunggulan budaya dan karakteristik kedaerahan sangat memungkinkan.
Undang-Undang Pendidikan Tinggi No. 12 Tahun 2012 memberikan ruang
otonomi bagi manajemen perguruan tinggi sehingga pengelolaannya lebih
efisien, transparan dan akuntabel dalam rangka peningkatan kualitas dan
relevansi yang merupakan harapan pemerintah dan masyarakat kepada
perguruan tinggi agar lulusan yang dihasilkan mampu mandiri, memiliki
inisiatif untuk memberikan solusi yang berkembang di masyarakat, memiliki
kemampuan dan kompetensi yang sesuai dan dibutuhkan dunia usaha/institusi
pengguna lulusan, menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan
profesional yang dapat mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan,
teknologi dan/atau seni dan mengupayakan penggunaannya untuk
meningkatkan taraf kehidupan masyarakat serta memperkaya kebudayaan
nasional, memikul tugas dan tanggung jawab untuk pengembangan
sumberdaya manusia sesuai kebutuhan pembangunan, dengan mengingat
pula kedudukannya sebagai bagian dari masyarakat ilmiah yang bersifat
universal.
Politeknik Negeri Sambas terus berupaya melakukan pendidikan dengan
menyesuaikan kemajuan teknologi diantaranya menggunakan sistem E-

13
Learning dan Open Course Ware dalam proses belajar mengajarnya, apalagi
beberapa mahasiswa yang mengikuti program magang bersertifikat di BUMN
yang ditempatkan diluar kalbar, sehingga diperlukan metode seperti itu untuk
tetap berinteraksi antara dosen dan mahasiswa meskipun terpisah jarak, hal
ini untuk mempermudah layanan pendidikan kepada

14
mahasiswa tanpa mengurangi subtansi ilmu yang disampaikan. Dengan
inprastruktur dan sumber daya yang dimilki Politeknik Negeri Sambas mampu
bersaing dengan perguruan tinggi baik ditingkatan nasional maupun global
sebagaimana visi Politeknik Negeri Sambas yakni Menjadi Intitusi Pendidikan
Tinggi Vokasi Unggulan di Tingkat Nasional dan Global Pada Tahun 2034.
Sebagai Perguruan Tinggi yang relatif baru, dengan potensi yang dimiliki
baik dari internal kampus maupun kondisi wilayah kampus, maka dapat
diklasifikasi faktor-faktor peluang dan tantangan terhadap eksistensi Politeknik
Negeri Sambas.
a. Peluang
Beberapa faktor peluang yang harus menjadi pemicu untuk perkembangan
penyelenggaraan pendidikan politeknik adalah sebagai berikut :
1) Berada di kawasan perbatasan
2) Kebutuhan stakeholder akan kiprah Poltesa sangat besar
3) Otonomi Daerah (pengelolaan SDA dan pertumbuhan industri)
4) Kegiatan penelitian dan PKM berorientasi pasar dan industri
5) Jumlah lulusan tingkat menengah yang sangat besar
6) Kondisi kamtibmas relatif aman
7) Peluang Dana-dana bantuan (Hibah, donasi dll)
8) Dukungan pemerintah daerah dan pusat
9) Kebijakan pemerintah pusat ttg pendidikan politeknik menjadi prioritas
10) Berada diwilayah perbatasan yang memiliki karakteristik budaya yang sama
b. Tantangan
Faktor-faktor eksternal berupa tantangan yang harus dihadapi oleh
Politeknik Negeri Sambas antara lain.
1) Potensi masuknya dampak globalisasi sangat terbuka lebar
2) Paradigma masyarakat lebih memilih program S1
3) Pemahaman stake holder akan pendidikan politeknik mahal
4) Pengakuan masyarakat masih kurang terhadap lulusan Poltesa
5) Dunia Usaha dan Industri masih relatif kecil
6) Masih Kurang mengenal dan dikenal industri dikarenakan sebagai
Perguruan Tinggi baru

Dalam upaya menjawab peluang dan tantangan tersebut, maka


Politeknik Negeri sambas telah menetapkan rancangan strategis
sebagaimana tabel di bawah ini:

15
Tabel 1. Sasaran Strategis dan Indikator

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS (IKSS)

Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi


Jumlah Mahasiswa yang Berwirausaha
Meningkatnya Kualitas ProsentaseLulusan Bersertifikat Kompetensi
Pembelajaran dan Jumlah Prodi Terakreditasi Unggul
Kemahasiswaan Pendidikan Jumlah Mahasiswa Peraih Emas Tingkat Nasional dan Internasional
Tinggi Prosentase Lulusan yang Langsung Bekerja
Jumlah LPTK yang Meningkat Mutu Penyelenggaraan Pendidikan Akademik
Jumlah Calon Pendidik Mengikuti Pendidikan Profesi
Jumlah Perguruan Tinggi Masuk Top 500 dunia
Meningkatnya Kualitas
Jumlah Perguruan Tinggi Berakreditasi A
Kelembagaan Iptek dan
Jumlah Taman Sains dan Teknologi yg Dibangun
Dikti
Jumlah Pusat Unggulan Iptek
Jumlah Dosen Berkualifikasi S3
Meningkatnya Relevansi,
Jumlah SDM Dikti yang Meningkat Kompetensinya
Kualitas dan Kuantitas
Jumlah Pendidik Mengikuti Sertifikasi Dosen
Sumber Daya Iptek dan Dikti
Jumlah Sarpras Lemlitbang dan PTN yang Direvitalisasi
Jumlah HKI yang didaftarkan
Meningkatnya Relevansi dan Jumlah Publikasi internasional
Produktivitas Riset dan Jumlah Prototipe R & D
Pengembangan Jumlah Prototipe Laik Industri
Menguatnya Kapasitas Jumlah Inovasi Produk Hasil Litbang yang telah Diproduksi dan
Inovasi DimanfaatkanPengguna
Terwujudnya Tata Kelola Prosentase Efisiensi Perencanaan Anggaran
yang Baik Serta Kualitas Opini Penilaian Laporan Keuangan oleh BPK
Layanan dan Dukungan PenilaianTerhadap AKIP
yang Tinggi Indeks Kepuasan Pelayanan oleh Ombudsman

16
B. PROFIL
Tujuan pembangunan jangka panjang daerah tahun 2006-2026 adalah
mewujudkan masyarakat Kabupaten Sambas yang maju, mandiri dan sejahtera
dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD
1945. Sebagai ukuran tercapainya Sambas maju, mandiri dan sejahtera, maka
pembangunan daerah dalam 20 tahun mendatang diarahkan pada pencapaian
sasaran-sasaran pokok pembangunan, berkaitan dengan pembangunan bidang
pendidikan sasaran pokoknya adalah Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang
Berkualitas. Dalam rangka membantu Pemerintah daerah dalam mencapai
Prioritas utama pembangunan daerah kabupaten Sambas bidang pendidikan
yaitu untuk meningkatkan kualitas SDM melalui meningkatkan pelayanan
pendidikan yang bermutu dan terjangkau dengan strategi sebagai berikut:
🞄 Meningkatkan pelayanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan
pembangunan masa depan.
🞄 Meningkatkan pelayanan pendidikan yang disesuaikan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendorong perbaikan
kualitas hidup dan produktivitas penduduk usia produktif.
🞄 Mengembangkan budaya iptek melalui pengembangan budaya membaca
dan menulis, masyarakat pembelajar, masyarakat yang cerdas, kritis dan
kreatif, bersamaan dengan mengarahkan budaya konsumtif menuju budaya
produktif.
🞄 Mengembangkan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan untuk
menghasilkan teknologi yang dapat dimanfaatkan yang berpedoman pada
nilai agama, nilai budaya, nilai etika, kearifan lokal, serta memperhatikan
sumber daya dan kelestarian fungsi lingkungan hidup.
🞄 Mengembangkan kebanggaan kebangsaan, akhlak mulia, serta kemampuan
peserta didik untuk dapat hidup bersama dalam masyarakat.
Maka didirikanlah perguruan tinggi di Kabupaten Sambas yaitu
Politeknik Terpikat Sambas pada tahun 2008.
Pendirian Politeknik Sambas diawali dengan kegiatan studi Sikap
Masyarakat terhadap Rencana Pendirian Politeknik Sambas yang dilaksanakan
pada tahun 2005. Dilanjutkan dengan kegiatan Studi Kelayakan Pendirian
Politeknik Sambas pada tahun 2006. Pada tahun 2007, diajukan usul pendirian
Politeknik Sambas ke Dirjen Dikti oleh Tim Perintis Pendirian yang dibentuk
dengan SK Bupati Sambas No. 206/2007 tanggal 2 Juli 2007. Sejalan dengan
usulan tersebut, Dirjen Dikti membuka Program Hibah Batch 2 Pendirian
Politeknik di Indonesia. Setelah terpenuhi semua persyaratan pendirian
politeknik, tanggal 19 Desember 2007 dilakukan MoU antara Pemerintah
daerah Sambas dengan Dirjen Dikti tentang Pendirian Politeknik Negeri
Sambas. Kemudian dibentuk Yayasan Terpikat Sambas dengan Akta Pendirian
No. 05 tanggal 9 Februari 2008 yang nantinya akan menaungi Politeknik
Sambas. Selanjutnya Pemerintah daerah kabupaten Sambas menerbitkan
Perda No.08 Tahun 2008 tentang Pendirian Politeknik Sambas. Izin
Operasional Politeknik Terpikat Sambas diterbitkan pada tanggal 10 Juli tahun
2008 dengan SK Dirjen Dikti No: 110/D/O/2008. Pelaksanaan Perkuliah Perdana
17
diselenggarakan mulai tanggal 7 September 2008. Tempat perkuliahan masih
bertempat di SMA Negeri I Sambas.
Dengan berjalannya waktu, dalam rangka percepatan pengembangan
Politeknik Sambas ini, maka salah satu upaya yang harus dilakukan adalah
merubah status dari

18
swasta menjadi negeri. Adapun yang menjadi latar belakang penegerian ini
adalah sebagai berikut :
🞄 Politeknik Terpikat Sambas merupakan salah satu Politeknik dari 14
Politeknik milik Pemerintah daerah yang pendiriannya atas dukungan
penuh dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dukungan dan bantuan
yang diberikan meliputi;
1) Technical assistant perumusan studi kelayakan sampai keluarnya izin operasional,
2) Bantuan dana dari APBN (dengan komposisi 70 % RAPBN: 30 % APBD)
untuk pengembangan staf (di dalam dan luar negeri, degree dan non
degree program), pengadaan peralatan laboratorium, perpustakaan,
technical assistant untuk manajemen, dosen dll.
🞄 Kesenjangan tarap pendidikan dan keterampilan antara Indonesia dalam hal
ini penduduk Sambas dengan Malaysia akan menimbulkan efek psikologis
dan politis atau dapat dirangkum dalam konteks sistem HANKAMRATA
IPOLEKSOSBUD (Pertahanan keamanan semesta, ideologi, politik, ekonomi,
sosial dan budaya).

Adapun yang menjadi alasan dari usul penegerian ini adalah :


🞄 Perkembangan wilayah yang sangat cepat baik yang menuntut antisipasi
pengembangan pendidikan tinggi baik dari jenis program studi maupun
jenjang, hal ini menuntut investasi yang cukup besar melebihi kemampuan
daerah. Program studi yang layak untuk dibuka yang sesuai dengan
kebutuhan wilayah adalah Teknik Kimia, Teknik Pengelasan bawah Laut,
Teknik Sipil, Teknik Refrigasi, Teknik Listrik, Teknik Elektronika, Akuntansi,
Administrasi Bisnis, Usaha Perjalan Wisata, Manajemen Aset.
🞄 Luas wilayah Kabupaten Sambas 6395,70 km persegi dengan jumlah
penduduk 538.799 jiwa dengan jumlah SMA/MA sebanyak 34 sekolah
dengan jumlah siswa 7.521 dan jumlah SMK sebanyak 21 sekolah dengan
jumlah siswa sebanyak 4.310 siswa, memerlukan pendidikan lanjut,
mengingat keberadaan Politeknik terdekat adalah Politeknik Negeri
Pontianak dengan waktu tempuh perjalanan 5-6 jam perjalan darat
🞄 Dengan menjadi Politeknik negeri pemerintah pusat dapat
mengintergrasikan program pemerintah dalam pendidikan tinggi untuk
mengantisipasi dan menetralisir dampak negatif dan mengeksploitasi
dampak positif dari keberadaan geopolitik dan ekonomi sebagai bagian
terdepan dari batas dengan wilayah Malaysia.
🞄 Dapat berperan lebih optimal dalam menunjang Program Pemerataan dan
Perluasan Akses Pendidikan Nasional.

Atas dasar latar belakang dan alasan tersebut di atas, maka


diusulkanlah Naskah Akademik usul Penegerian Politeknik Terpikat Sambas.
Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi dan penilaian, maka pada
akhirnya Dirjen Dikti menyetujui perubahan status dari swasta menjadi negeri
melalui Permendikbud No: 15 Tahun 2013 dan diresmikan pada tanggal 9
Maret 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak. Mohammad Nuh
19
bertempat di Kampus Politeknik Negeri Sambas.

20
Poltesa mempunyai lambang/logo dengan simbol-simbol sebagai berikut:

Dasar persegi lima melambangkan dasar negara Pancasila yang


mencerminkan Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan
Keadilan.

Lingkaran, melambangkan kebulatan tekad untuk mencapai cita-cita


pemerintah kabupaten Sambas.

Sebuah Roda Mesin, merupakan icon yang selaras dengan pendidikan


kepoliteknikan dan melambangkan kerja keras yang terus menerus.

Dua ekor kuda laut berekor panjang, Bintang bersegi 13 dengan angka
9 ditengahnya sebagai simbol kebesaran Sambas yang diambil dari
lambang keraton Sambas, mengandung arti sebagai berikut:
(1) Dua ekor kuda laut berekor panjang melambangkan kekuatan
kerajaan Sambas diutamakan pada angkatan laut.
(2) Bintang bersegi 13 berarti rukun 13 dalam ibadah sholat 5
(lima) waktu.
(3) Angka 9 berarti bangunan keraton dibangun oleh sultan yang
kesembilan, yaitu Sultan Mulia Ibrahim Tsafiuddin.

Sebuah Buku Terbuka, melambangkan sumber ilmu pengetahuan dan


teknologi yang berguna untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tulisan Politeknik Negeri Sambas, menunjukkan nama dan domisili


Poltesa

21
C. KRITERIA

C.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi


1. Latar Belakang
Sejarah Pendirian Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) dimulai dari
tahun 2005 bekerjasama dengan LPKM Untan melalui kegiatan Studi Sikap
Masyarakat Terhadap Keberadaan Politeknik di Sambas dan pada tahun 2006
dilanjutkan dengan kegiatan Studi Kelayakan. Hasil dari survey penyusunan
Studi Kelayakan terhadap 199 responden di 4 (Empat) kecamatan yaitu
kecamatan Sambas, Teluk Keramat, Tebas dan Pemangkat serta pada 5
(Lima) SLTA utama di Kabupaten Sambas, menunjukkan bahwa 96% siswa
berminat Kuliah di Politeknik dan 98% orang tua siswa mendukung Pendirian
Politeknik di Sambas.
Pada tahun 2007 dibentuk tim pendirian politeknik sambas dengan
surat keputusan Bupati No. 206 tahun 2017 tanggal 2 juli 2007 yang bertugas
melanjutkan proses rintisan pendirian politeknik sambas dengan tugas pokok
untuk menyusun dan merumuskan segala bentuk serta arah kebijakan
kegiatan persiapan pendirian politeknik sambas serta mengkoordinasikan
kegiatan-kegiatan dan pengendalian pengawasan pelaksanaannya.
Dari serangkain kegiatan yang telah dilaksanakan, akhirnya pada
tanggal 08 Juli 2008 diterima Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 110/D/0/2008
tentang izin operasional yang berarti Politeknik Terpikat Sambas sudah resmi
untuk melaksanakan proses perkuliahan. Dalam perjalanannya selama 4
tahun 6 bulan Politeknik Terpikat Sambas secara kelembagaan berubah
status dari Perguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri
berdasarkan Permendikbud Nomor 15 tahun 2013 tentang Pendirian,
Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas yang kemudian
diresmikan secara langsung oleh Mendikbud, Bapak Prof. Dr. Ir. H.
Muhammad Nuh, DEA pada tanggal 09 Maret 2013 di Kampus Politeknik
Negeri Sambas.
Pendidirian Politeknik Negeri Sambas merupakan hasil perjuangan
dari para tokoh dan sesepuh kabupaten Sambas untuk memiliki Perguruan
Tinggi yang berkontribusi terhadap peningkatan sumber daya manusia di
Kalimantan Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Oleh
karena itu, Visi dan Misi yang diemban oleh Politeknik Negeri Sambas harus
tetap mencerminkan gagasan utama pendiriannya dan juga berkembang
seiring dengan tuntutan kemajuan zaman. Berdasarkan visi dan misi
Politeknik Negeri Sambas, tujuan dan strategi yang dilakukan Politeknik
Negeri Sambas harus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di
Kalimantan Barat, terutama dalam upaya menjadikan Kalimantan Barat
sebagai model pengembangan dan penerapan keilmuan untuk memberikan
kemaslahatan untuk masyarakat Kalimantan Barat, Indonesia, dan bahkan
dunia.
Politeknik Negeri Sambas memiliki peran positif dalam
pembangunan khususnya dalam memajukan pendidikan dan kualitas sumber

22
daya manusia di Kalimantan Barat. Kondisi tersebut menjadi dasar
dibutuhkannya rumusan visi dan misi yang tepat untuk menjadi acuan
pengembangan Politeknik Negeri Sambas sebagai suatu lembaga
penyelenggara pendidikan tinggi unggul. Pihak-pihak yang dilibatkan dalam
proses perumusan visi, misi, tujuan sasaran dan strategi diantaranya
perwakilan dosen, mahasiswa (BEM), alumni (Ketua KAM
Poltesa), stakeholder, tenaga

23
kependidikan/pengelola, dengan tujuan agar visi, misi, tujuan, sasaran dan
strategi Politeknik Negeri Sambas menjadi sangat jelas, sangat realistik,
sejalan dan terkait satu dengan yang lainnya serta memiliki impact terhadap
kebutuhan masyarakat.
Politeknik Negeri Sambas melakukan perumusan visi, misi, tujuan
dan strategi dengan melibatkan berbagai pihak baik internal maupun
eksternal. Pihak internal yang terlibat dalam perumusan visi, misi, tujuan dan
strategi lembaga diantaranya adalah jajaran pimpinan di lingkungan Poltesa
yang meliputi Direktur dan Wakil Direktur, jajaran Ketua Jurusan dan Kepala
Pusat sampai dengan Ketua Program Studi serta Ketua Unit. Sedangkan pihak
eksternal yang diundang dan terlibat dalam perumusan visi, misi, tujuan dan
strategi tersebut diantaranya Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas dalam
hal ini diwakili oleh dinas Pendidikan, Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah dan dinas Pemukiman Sarana Wilayah serta pihak industri yang
terkait seperti pihak perusaaan sawit, pengelola hotel, industri perikanan dan
pangan. Kegiatan ini ditujukan agar visi, misi, tujuan dan strategi menjadi
terarah, jelas, dan sejalan serta terkait satu dengan yang lainnya.
Yang menjadi dasar pertimbangan perumusan Visi, Misi, Tujuan dan
Sasaran Politeknik Negeri Sambas adalah sebagai berikut:
a. Potensi Geopolitik dan Ekonomi Kabupaten Sambas
 Secara geopolitik keberadaan Kabupaten Sambas berbatasan langsung
dengan negara tetangga. Sebelah Utara berbatasan dengan Serawak dan
Laut Natuna, Selatan dengan kabupaten Singkawang dan Bengkayang,
Barat dengan Laut Natuna dan sebelah timur dengan Kabupaten
Bengkayang dan Serawak. Sebelah barat berhadapan dengan Laut Natuna
dan laut Cina Selatan yang dilintasi kapal-kapal perdagangan yang menuju
Selat Malaka.
 Secara ekonomis, Kabupaten Sambas merupakan daerah yang akan
dikembangkan menjadi Border Development Centre sebagai kawasan bisnis
internasional Indonesia – Malaysia. Keadaan yang strategis ini menuntut
pengembangan sarana pendidikan tinggi yang siap untuk menyambut
perkembangan wilayah dengan memasok tenaga kerja yang kompeten siap
pakai/bekerja sesuai dengan tuntutan dunia kerja dan industri.
 Dampak Globalisasi
Kondisi globalisan dapat digambarkan sebagai berikut:
 Terjadi pergeseran penguasaan sektor riil dimana negara maju
cenderung meninggalkan sektor yang padat karya dan cenderung ke
sektor yang menggunakan highly skilled personnel.
 Terjadi pergeseran lokasi investasi untuk pengembangan sektor riil ke
arah lokasi dengan SDM berkualitas (mutu) dan lokasi yang lebih
ekonomis/strategis
Adapun dampak globalisasi secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
 Akses terhadap informasi dan pengetahuan sangat terbuka
 Tidak ada proteksi
 Terjadi mobilitas penduduk terutama tenaga kerja serta pakar lintas negara
24
 Kesenjangan/disparitas antar kelompok maupun antar negara makin lebar
 Persaingan makin terbuka dan kompetitif
Dalam era globalisasi kriteria Kompetensi SDM yang dibutuhkan berdasarkan
penelitian dari JICA (Japan International Cooperation Agency) adalah sebagai
berukut:
 3 most emphatic points at a recruitment

25
o Communication Skills 53.1 %
o Field Knowledge 38.1 %
o Flexibility for adopting new technology 37.0 %
 3 least emphatic points at a recruitment
o The name of institution which the candidate graduated from 59.1 %
o The name of company which the candidate worked before 38.1 %
o Major 37,0 %
b. Kompetensi Lulusan
Kompetensi lulusan Politeknik Negeri Sambas diharapkan dapat memenuhi
beberapa kebutuhan yaitu:
 Industrial Needs (Kebutuhan Pasar)
 Scientific Vision (Kebutuhan Generasi Masa Depan)
 Social Needs (Kebutuhan Sosial)
 Profesional Needs (Kebutuhan Profesi)
 Scientific Needs (Kebutuhan Bidang Ilmu)

Sasaran
Sasaran strategis Politeknik Negeri Sambas secara umum diarahkan untuk
meningkatkan daya saing dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat mengoptimalkan
pemanfaatan sumberdaya daerah yang potensial untuk melayani industri
dan masyarakat.
Pihak yang Terlibat
Pihak-pihak yang terlibat di dalam proses perumusan Visi, Misi, Tujuan dan
Sasaran Politeknik Negeri Sambas adalah Senat Politeknik Negeri Sambas
dengan mempertimbangkan data-data potensi Kabupaten Sambas dan
Provinsi Kalimantan Barat serta isu-isu strategis nasional serta masukan
dari Stakeholders diantaranya dunia industri (PT. Telkom Pontianak, United
Tractor Pontianak, PT. Bank Kalbar Kantor Pusat dan Cabang Sambas, PT.
Astra Tbk. Pontianak, PT. Asuransi Jiwas Raya, PT. Wira Daya Bangun
Persada Kumpai, P4S Alam Cemerlang Sejahtera Sungai Kunyit, Unit
Pembenihan Induk Tanaman Pangan dan Holtikultura (UPITPH), PT. Sumber
Jantin Sambas, PT. PLN Sambas, PT. Bank Syariah Mandiri Sambas dan
Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas).
Proses
Proses yang dilakukan dalam perumusan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
adalah melalui kegiatan Raker di internal Politeknik dengan melibatkan
seluruh unsur civitas akademika dan tenaga kependidikan sebagai bahan
masukan untuk pertimbangan Senat. Adapun tahapan-tahapan yang
dilaksanakan sebagai berikut:
a. Ekplorasi Masukan
 Dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas tentang Potensi Sumber
Daya Ekonomi Kabupaten Sambas. Input dari Pemda diperoleh dari
masukan-masukan berbagai pihak hasil diskusi antara Manajemen
Politeknik Negeri Sambas dengan Dinas-Dinas terkait yang ada di
26
lingkungan Pemkab Sambas, yang salah satunya dalam acara Focus
Discussion Group (FGD) tentang Komoditas Unggulan Kabupaten
Sambas dan Teknologi Tepat Guna. Data-data potensi daerah
Kabupaten Sambas diperoleh juga dari Buku Sambas Dalam Angka
Tahun 2021.

27
 Dari Dunia Usaha dan Industri (PT. Telkom Pontianak, United Tractor
Pontianak, PT. Bank Kalbar Kantor Pusat dan Cabang Sambas, PT. Astra
Tbk. Pontianak, PT. Asuransi Jiwas Raya, PT. Wira Daya Bangun Persada
Kumpai, P4S Alam Cemerlang Sejahtera Sungai Kunyit, Unit Pembenihan
Induk Tanaman Pangan dan Holtikultura (UPITPH), PT. Sumber Jantin
Sambas, PT. PLN Sambas, PT. Bank Syariah Mandiri Sambas). Tentang
Problema dan Peluang Pengembangan Industri di Kabupaten Sambas.
Masukan-masukan tersebut di peroleh dari hasil kegiatan Program
Praktik Industri Mahasiswa pada saat monitoring dan juga pada kegiatan
Kuliah Umum (Stadium General) untuk mahasiswa Politeknik Negeri
Sambas dengan nara sumber dari Dunia Usaha dan Industri.
 Civitas Akademik tentang Rencana Induk Pengembangan Politeknik
Negeri Sambas 2015-2034.
b. Penyusunan Draf Visi
Berdasarkan materi masukan dari berbagai sumber tersebut dan dengan
mempertimbangkan berbagai isu strategis baik lokal, nasional dan global
serta cita-cita Politeknik Negeri Sambas di masa yang akan datang, maka
dirumuskanlah beberapa draft alternatif Visi.
c. Penetapan
Penetapan Visi yang akan digunakan berdasarkan musyawarah mufakat
anggota Senat Politeknik Negeri Sambas, melalui diskusi yang panjang
terhadap beberapa draft alternatif visi yang telah disusun sebelumnya.
Setelah melalui pertimbangan yang matang, akhirnya melalui musyawarah
mufakat, seluruh anggota senat menyetujui dan menetapkan visi Politeknik
Negeri Sambas. Berdasarkan Visi yang telah ditetapkan, selanjutnya
dirumuskan Misi, Tujuan dan Sasaran Politeknik Negeri Sambas melalu
rapat kerja Senat Akademik. Dalam penetapan misi, tujuan dan sasaran
juga diupayakan melalui musyawarah mufakat seluruh anggota senat
akademik.
d. Hasil
Setelah melalui proses di atas, akhirnya ditetapkan Visi, Misi, Tujuan dan
Sasaran Politeknik Negeri Sambas tahun 2015 s/d 2034 yang dituangkan
dalam Berita Acara dan selanjutnya dikuatkan dengan Surat Keputusan
Senat Nomor: 01/Senat Akademik/2014 tanggal 4 Juli 2014 tentang Visi,
Misi, Tujuan dan Sasaran Politeknik Negeri Sambas.

2. Kebijakan
Kontribusi Politeknik Negeri Sambas yang tertuang dalam visi dan misi
selaras dengan pencapaian tujuan tersebut. Politeknik Negeri Sambas
sebagai perguruan tinggi negeri satu-satunya di Kabupaten Sambas terdiri
dari 3 Jurusan dan 9 Program Studi memiliki dimensi keilmuan yang
komprehensif sehingga dapat melakukan upaya-upaya untuk tercapainya visi
dan misi tersebut, baik dengan pendekatan mono, inter, multi, maupun
transdisiplin serta dengan mengembangkan kerja sama yang melibatkan
akademisi, pelaku bisnis, pemerintahan, masyarakat, dan media. Sasaran
28
utama Politeknik Negeri Sambas dalam jangka panjang sejalan dengan
revitalisasi tugas pokok, fungsi dan kewenangan Kementerian
(Kemenristekdikti/Kemendikbud Ristek) secara substansial strategi kebijakan
diarahkan untuk:

29
1. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK), lulusan bersertifikat
kompetensi, mahasiswa dan lulusan berkemampuan wirausaha, mahasiswa
mendapat medali emas kancah internasional, mutu LPTK, dan calon
pendidik yang mengikuti pendidikan profesi dosen;
2. Meningkatkan jumlah Perguruan Tinggi masuk dalam ranking 500 top dunia
dan Perguruan Tinggi berakreditasi A (unggul Pusat Unggulan Iptek dan
Science Technology Park (STP) atau Taman Sains dan Teknologi (TST) yang
dibangun dan mature;
3. Meningkatkan jumlah dosen berkualifikasi S3, jumlah pendidik mengikuti
sertifikasi dosen, jumlah sumber daya litbang (peneliti/ perekayasa) yang
berkualifikasi master dan doktor, jumlah SDM Dikti dan lembaga litbang
yang meningkat kompetensinya, dan revitalisasi sarpras Iptek dan Dikti;
4. Meningkatkan jumlah paten, publikasi internasional; dan prototipe hasil
litbang termasuk yang lain industri; dan
5. Meningkatkan jumlah produk inovasi yaitu produk hasil litbang yang telah
diproduksi dan dimanfaatkan oleh pengguna.

Kebijakan, program, dan kegiatan yang tertuang dalam Rencana Induk


Pengembangan (RIP) dan Rencana Strategis (Renstra) Poltesa dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a. Kebijakan
Politeknik Negeri Sambas menetapkan kebijakan umum sebagai berikut:
1. Meningkatkan Tata Kelola Pendidikan yang Berbasis pada Performance
Based Budgeting dan Reformasi Birokrasi untuk Meningkatkan
Akuntabilitas, Efisiensi, dan Efektivitas Manajemen Pelayanan Pendidikan.
2. Meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan tinggi untuk
menghasilkan SDM yang berkualitas dan kemampuan Iptek serta inovasi
untuk menghasilkan nilai tambah produk inovasi.

b. Program
Ada dua program utama yang menjadi fokus kegiatan pada Renstra tahap I yaitu:
1. Peningkatkan Tata Kelola Pendidikan Berbasis Performance Based Budgeting
dan Reformasi Birokrasi,
2. Peningkatkan Akses, Relevansi, dan Mutu Pendidikan Tinggi serta
Kemampuan Iptek dan Inovasi.
c. Kegiatan
Program reformasi birokrasi dengan delapan area perubahan menjadi
fokus kegiatan dalam rangka penguatan dan pengembangan lembaga
Politeknik Negeri Sambas. Ke delapan area tersebut adalah Manajemen
Perubahan, Penataan Peraturan- peraturan, Penataan dan Penguatan
Organisasi, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen SDM,
Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja dan Peningkatan
Mutu Layanan Publik. Tujuan dari masing-masing area tersebut tercantum
dalam gambar di bawah ini.

30
Gambar 2. Area Perubahan dan Tujuan Perubahan

31
Metode pelaksanaan dan cakupan dari reformasi birokrasi ini adalah
dilakukan secara preemtif, persuasive, preventif dan tindakan/sanksi
seperti pada gambar berikut ini.
Area Perubahan

Gambar 3. Area Perubahan, Metode Pelaksanaan dan


Cakupan Perubahan

Reformasi Birokrasi yang akan dilaksanakan di Politeknik Negeri


Sambas (Poltesa), dicanangkan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yaitu
dari tahun 2015-2019 dapat diselesaikan. Konsep reformasi birokrasi
Poltesa dari Tahun ke tahun dan di mulai dari mana, tertuang pada gambar
berikut ini.

32
Gambar 4. Konsep Reformasi Birokrasi Poltesa 2015-
2019

Peraturan-peraturan yang menaungi penyusunan Visi dan Misi


Politeknik Negeri Sambas adalah sebagai berikut:
a) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Lembaran negara RI Tahun 2003 Nomor 78, tambahan
lembaran negara RI Nomor 4301);
b) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
c) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);
d) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2013, tentang Pendirian,
Organisasi, dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas;
e) Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi
f) Peraturan Presiden RI Nomor 66 Tahun 2010 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan;
g) Peraturan Presiden RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2012 Nomor 24);
h) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 73 Tahun 2013
tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang
Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013
Nomor 831);
i) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2014
33
tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 788);

34
j) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 87 Tahun 2014
tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1290);
k) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1952);
l) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas.

Selain landasan peraturan-peraturan di atas, dipertimbangkan pula


masukan dan prakarsa Pemerintah, Pemuka Masyarakat Kabupaten
Sambas dan stakeholder lainnya (BUMN, BUMD, Industri dan institusi
pengguna lulusan) yang menginginkan adanya perguruan tinggi tempat
memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas untuk menjadi pemimpin
Indonesia di masa depan. Begitu juga berbagai masukan dari kalangan
internal seperti Para Pengelola Jurusan (ketua jurusan dan sekretaris
jurusan), Dosen (diwakili oleh Ketua Program Studi), Tenaga Kependidikan
(diwakili Pengelola BAUK dan BAAKPSI), Mahasiswa (diwakili oleh
Pengurus BEM dan DPM Poltesa) dan Alumni (diwakili oleh ketua KAM
Poltesa) dalam kesempatan diskusi formal maupun informal dijadikan
bahan pertimbangan bagi perumusan sasaran yang ditargetkan dalam
pembuatan Renstra.

Pernyataan Visi
Visi Politeknik Negeri Sambas adalah Menjadi Institusi Pendidikan Vokasi
Yang Unggul di Tingkat Nasional dan Internasional Pada Tahun 2034.

Pernyataan Misi
Misi Politeknik Negeri Sambas adalah:
a. mengembangkan Pendidikan Vokasi berkelanjutan melalui
peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi serta kerja sama
pendidikan;
b. menciptakan suasana akademik yang kondusif dalam rangka
menghasilkan lulusan yang berdaya saing nasional dan internasional;
dan
c. mengembangkan budaya mutu dan etos kerja berdasarkan prinsip tata
kelola yang baik (good corporate) menuju tercapainya standar
internasional.

Pernyataan Tujuan
Sebagaimana tercantum pada statuta, tujuan Politeknik Negeri Sambas adalah:
a. tercapainya peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran dalam
rangka pembentukan masyarakat pembelajar;
b. tercapainya penelitian yang dapat mengembangkan produktivitas,
ilmu pengetahuan dan teknologi serta pencapaian kekayaan intelektual;
35
c. tercapainya kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan
pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi
masyarakat;
d. tercapainya kerja sama pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas
tridharma perguruan tinggi menuju pembentukan pusat unggulan
(center of excellence);

36
e. tercapainya peningkatan mutu sumber daya manusia melalui program
pendidikan dan pelatihan yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan;
dan
f. tercapainya pengembangan budaya mutu dan etos kerja melalui
penerapan manajemen pendidikan berkualitas.

Pernyataan Sasaran
Adapun sasaran yang ingin dicapai Politeknik Negeri Sambas adalah:
a. Peningkatan kemampuan dalam perencanaan institusi (institutional
planning) berdasar data dan fakta yang akurat (evident-based decision
making).
b. Pengembangan sistem tatakelola internal perguruan tinggi.
c. Pengembangan sistem akuntansi dan manajemen keuangan perguruan
tinggi yang akuntabel dan transparan.
d. Pengembangan sistem manajemen sumber daya manusia.
e. Pengembangan sistem manajemen sarana dan prasarana.
f. Pengembangan sistem manajemen penyelenggaraan kegiatan akademik
g. Pengembangan sistem penjaminan mutu internal.
h. Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Visi dan misi Politeknik Negeri Sambas disosialisasikan secara
sistematis dan berkelanjutan kepada semua pemangku kepentingan dan
kepada pihak-pihak internal maupun eksternal. Sosialisasi dimaksudkan
agar visi, misi, tujuan serta sasaran institusi dapat dipahami dengan sangat
baik oleh stakeholder internal maupun eksternal. Sosialisasi dilakukan
melalui media cetak, elektronik, internet maupun media luar ruang.
Sosialisasi di tingkat institusi melalui media cetak diwujudkan dengan
memuat visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi program dalam rencan
strategis Politeknik Negeri Sambas. Buku ini setiap tahun dievaluasi dan
direvisi untuk kemudian dibagikan kepada seluruh jurusan, program studi
dan para pengelola unit serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan.
Sosialisasi melalui News Media (internet) dilakukan melalui website Poltesa
([Link] dan media sosial (Facebook, Twitter, Instagram,
dll.) yang dapat diakses oleh seluruh sivitas akademika dan pihak yang
berkepentingan. Media luar ruang yang juga digunakan dalam proses
sosialisasi adalah X-banner dan baligo serta papan publikasi yang tersebar
di area Kampus.
Visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi Politeknik Negeri Sambas
diturunkan ke dalam visi, misi, tujuan sasaran dan strategi di tingkat
jurusan, kemudian disosialisasikan kepada dosen, tenaga kependidikan,
mahasiswa, calon mahasiswa dan masyarakat. Sosialisasi dengan
menggunakan beragam cara tersebut dilakukan untuk menjamin efektivitas
dan efisiensi berbagai kegiatan yang merupakan implementasi dari
penjabaran visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi institusi. Kemudian untuk
mengetahui tingkat pemahaman sivitas akademika Politeknik Negeri
Sambas tentang visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi institusi, dapat
37
dilihat dari penyusunan, pelaksanaan dan evaluasi program sebagai
implementasi dari visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi Politeknik Negeri
Sambas antara lain:
a. Penyusunan dan penetapan SPMI tambahan visi dan misi
b. Survei kepuasan dari mahasiswa terhadap proses pembelajaran (IKAD);
c. Review pada saat rapat evaluasi rutin akhir semester;

38
d. Angket yang disebarkan kepada dosen dan tenaga kependidikan;
e. Instrumen untuk pengukuran tingkat pemahaman visi dan misi.
Sosialisasi penerapan Rencana Strategis Politeknik Negeri Sambas
dilakukan dengan berbagai cara baik secara formal kepada sivitas
akademika, tenaga kependidikan dan pengguna lulusan dan informal
kepada masyarakat. Pelaksanaannya secara tatap muka pada saat
pertemuan rutin (rakor dan raker) maupun lewat komunikasi tertulis dalam
bentuk edaran, kebijakan yang tertuang dalam bentuk buku dokumen
renstra serta menggunakan media online yaitu dimuatnya visi misi dan
tujuan Politeknik Negeri Sambas di alamat [Link]
Pimpinan Politeknik Negeri Sambas berperan dalam melakukan
sosialisasi agar visi, misi, tujuan, dan strategi tentang rencana strategis
dapat dijadikan sebagai pedoman, panduan serta rambu-rambu bagi semua
pemangku kepentingan internal baik oleh dosen, tenaga kependidikan,
mahasiswa, alumni maupun stakeholder di seluruh unit kerja dalam
menyusun rencana strategis dan rencana operasional (renop). Renop
Politeknik Negeri Sambas, demikian juga dengan renop unit pelaksana di
bawahnya harus disusun dan ditetapkan dengan mengacu ke Rencana
Strategis. Renop kemudian didokumentasikan sebagai acuan dalam
melaksanakan kegiatan.
Visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi Politeknik Negeri Sambas
dapat dipahami dengan sangat baik dan dijadikan landasan bagi
penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) institusi dan
unit kerja pelaksananya. Bagi pembuat renstra unit kerja diwajibkan
mengacu dan menyelaraskan kepada visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi
Politeknik Negeri Sambas. Rapat penyusunan program di tingkat jurusan
mengakomodir kebutuhan yang ada di tingkat Program Studi.
Visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi Poltesa ini kemudian
dijabarkan ke dalam renop dan dilengkapi dengan indikator kinerja serta
waktu pencapaian program- program kerja untuk keperluan evaluasi
keberhasilan pelaksanaannya. Dari sasaran yang direncanakan dalam
renstra Politeknik Negeri Sambas kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam
rencana kerja dan anggaran yang kemudian dievaluasi pelaksanaannya
setiap tahun melalui Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Instansi Pemerintah
(LAKIP) serta laporan tahunan Politeknik Negeri Sambas. Rencana anggaran
disusun dengan titik pangkal visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi yang
diterjemahkan dalam renop tahun anggaran dimaksud. Sesuai dengan
pedoman dan tata kelola yang ditetapkan oleh Departemen Keuangan RI
maka rencana anggaran atau yang biasa disebut dengan RKA-KL disusun
untuk satu semester sebelum tahun anggaran dimaksud, sehingga dapat
digabung dengan unit kerja yang lain sampai hirarki paling atas sehingga
menjadi APBN Pemerintah.
Pengelolaan Politeknik Negeri Sambas selalu diupayakan
berdasarkan nilai- nilai integritas yaitu kejujuran, keterbukaan, kebersamaan
dan mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Aspek kejujuran dan
39
keterbukaan serta kebersamaan di Politeknik Negeri Sambas tercermin dari
pengelolaan yang dilakukan dalam pelaksanaan berbagai program dan
kegiatan yang selalu mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh
Politeknik Negeri Sambas.
Politeknik Negeri Sambas secara intensif melibatkan pimpinan,
dosen dan tenaga kependidikan, alumni dan juga mengundang stakeholder
untuk mendapatkan umpan balik demi keterwujudan visi, keterlaksanaan
misi, ketercapaian tujuan melalui

40
strategi- strategi yang dikembangkan institusi. Kejujuran institusi
berdasarkan prinsip, dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan
pengajaran sesuai dengan peraturan akademik dan kurikulum, penelitian
serta pengabdian kepada masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut sangat
efektif untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika tentang
berbagai kebijakan dan kegiatan yang dilakukan untuk pencapaian visi, misi,
tujuan, sasaran dan strategi di Politeknik Negeri Sambas.
Berkaitan dengan upaya sosialisasi dan tingkat pemahaman civitas
akademika terkait Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Politeknik Negeri Sambas
dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Upaya sosialisasi Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Politeknik Negeri Sambas
terhadap seluruh sivitas akademika dilakukan melalui berbagai cara
diantaranya adalah: Program Sosialisasi:
Program Sosialisasi ini sasarannya adalah untuk seluruh civitas
akademika. Kegiatan yang dilakukan dengan berbagai cara yaitu:
 Untuk Mahasiswa Baru melalui kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru
dan Buku Pedoman Akademik.
 Untuk mahasiswa lainnya melalui sosialisasi secara langsung dalam
forum dialog dan penyampaian oleh dosen pada awal perkuliahan.
 Untuk Civitas Akademika, sosilisasi dilakukan pada saat pemaparan
program kerja dalam setiap rapat koordinasi rutin manajemen.
 Melalui Media Publikasi seperti poster/baliho/spanduk/brosur yang
ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis.
2. Tingkat Pemahaman Civitas Akademika
Dengan upaya-upaya tersebut di atas, dirasakan bahwa tingkat
pemahaman segenap civitas akademika terhadap Visi, Misi, Tujuan dan
Sasaran Institusi masih perlu ditingkatkan. Dalam upaya peningkatan
pemahaman terhadap Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Institusi tersebut
dilakukan upaya peningkatan kegiatan sosialisasi baik dari sisi kuantitas
maupun kualitas, salah satunya dengan membentuk Tim Manajemen
Perubahan sebagai tonggak awal untuk melakukan reformasi birokrasi di
lingkungan Politeknik Negeri Sambas.

3. Strategi Pencapaian Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran


Berdasarakan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Politeknik Negeri Sambas dituntut untuk lebih akuntabel,
transparan, berdaya saing tinggi, berkualitas dan efisien. Eksistensi Politeknik
dilihat dari jenis pendidikan merupakan pendidikan tinggi berbasis keahlian
dan keterampilan dan ditempatkan pada ranah pendidikan tinggi vokasi atau
Vocational Higher Education. Asas program pendidikan Diploma Politeknik
yang pada awalnya berbasis praktek dan produksi (Practical-Based Education)
untuk meningkatkan keterampilan teknik tinggi (Skill Intensive) berkembang
kompetensinya ke arah keahlian dan keterampilan penerapan teknologi
(Technological Intensive). Undang-undang Pendidikan Tinggi No: 12 Tahun
2012 memberikan ruang otonomi bagi manajemen perguruan tinggi sehingga
41
pengelolaannya lebih efisien, transparan dan akuntabel dalam rangka
Peningkatan kualitas dan relevansi yang merupakan harapan pemerintah dan
masyarakat kepada perguruan tinggi agar lulusan yang dihasilkan mampu
mandiri, memiliki inisiatif untuk

42
memberikan solusi yang berkembang di masyarakat, memiliki kemampuan
dan kompetensi yang sesuai dan dibutuhkan dunia usaha/institusi pengguna
lulusan, menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional
yang dapat mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi
dan/atau seni dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf
kehidupan masyarakat serta memperkaya kebudayaan nasional, memikul
tugas dan tanggung jawab untuk pengembangan sumberdaya manusia sesuai
kebutuhan pembangunan, dengan mengingat pula kedudukannya sebagai
bagian dari masyarakat ilmiah yang bersifat universal sesuai dengan strategi
kebijakan yang diberlaku di Politeknik Negeri Sambas.
Strategi kebijakan tersebut dioperasionalkan dengan 5 (lima) program
teknis, 1 (satu) program dukungan manajemen, dan 1 (satu) program
pengawasan yaitu:
1. Program Pembelajaran dan Kemahasiswaan;
2. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Iptek dan Dikti;
3. Program Peningkatan Kualitas Sumber Daya Iptek dan Dikti;
4. Program Penguatan Riset dan Pengembangan;
5. Program Penguatan Inovasi;
6. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya;
7. Program Penyelenggaraan Pengawasan dan Pemeriksaan Akuntabilitas.
Rencana Induk Pengembangan (RIP) Politeknik Negeri Sambas memiliki
sasaran strategis terutama untuk meningkatan daya saing dalam
menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya daerah yang potensial
untuk melayani industri dan masyarakat, yang diselenggarakan dalam
tahapan-tahapan sebagai berikut:

43
Gambar 5. Tahapan Pembangunan Politeknik Negeri Sambas

44
TAHAP I : Tahun 2015-2019 dengan Tema “Peningkatan Kapasitas Institusional”
Program Utama yang dilakukan adalah Peningkatan Tata
Kelola dan Peningkatan Mutu Tri Dharma dengan tujuan utama:
 Meningkatkan kemampuan dalam perencanaan institusi
(institutional planning) berdasar data dan fakta yang akurat (evident-
based decision making).
 Mengembangkan sistem tatakelola internal perguruan tinggi.
 Mengembangkan sistem akuntansi dan manajemen keuangan
perguruan tinggi yang akuntabel dan transparan.
 Mengembangkan sistem manajemen sumber daya manusia.
 Mengembangkan sistem manajemen sarana dan prasarana.
 Mengembangkan sistem manajemen penyelenggaraan kegiatan akademik
 Mengembangkan sistem penjaminan mutu internal.

TAHAP II : Tahun 2020-2024 dengan Tema “Peningkatan Efesiensi Internal”


Program Utama yang dilakukan adalah Peningkatan Mutu,
Akses dan Relevansi dengan tujuan utama:
 Mendorong peningkatan mutu dan relevansi program studi.
 Perluasan akses pada pendidikan tinggi khususnya bagi
masyarakat yang memiliki potensi akademik tinggi namun
mengalami hambatan ekonomi.
TAHAP III : Tahun 2025-2029 dengan Tema “Peningkatan Efesiensi Eksternal”
Program Utama yang dilakukan adalah Pengembangan Unggulan
Perguruan Tinggi Untuk Peningkatan Daya Saing Daerah Dan
Pembangunan Nasional dengan tujuan utama:
 Mendorong Pengembangan Unggulan dan Inovasi Perguruan
Tinggi di Bidang Penelitian dan Layanan Masyarakat
 Membantu Peningkatan Daya Saing Daerah Dan Pembangunan Daerah.
 Memberi Kontribusi Pada Peningkatan Mutu Pendidikan dan Pengajaran
TAHAP IV : Tahun 2030-2034 dengan Tema “Pengembangan Program Unggulan”
Program Utama yang dilakukan adalah Pengembangan Program
Unggulan Perguruan Tinggi untuk Daya Saing Global dengan tujuan
utama:
 Mendorong Pengembangan Program Unggulan Perguruan
Tinggi untuk Menaikkan Daya Saing Global.
 Mendorong Terwujudnya Kampus sebagai Center of Excellence
(Pusat Unggulan).

1. Strategi Pencapaian
1.1. Sasaran Program
a) Meningkatkan Tata Kelola Pendidikan yang Berbasis pada Performance
Based Budgeting dan Reformasi Birokrasi untuk Meningkatkan
Akuntabilitas, Efisiensi, dan Efektivitas Manajemen Pelayanan
Pendidikan.
Sasaran Program ini didukung Sasaran Strategis Terwujudnya Tata

45
Kelola yang Baik serta Kualitas Layanan dan Dukungan yang Tinggi.
Mekanisme kontrol ketercapaian dan tindakan perbaikan untuk
menjamin pelaksanaan tahap-tahap

46
pencapaian tujuan, dilakukan melalui fungsi manajemen masing-masing
unit. Untuk keberhasilan pelaksanaan misi dalam mencapai tujuan-
tujuan yang telah ditetapkan, maka Politeknik Negeri Sambas
membangun sistem dan prosedur penyelenggaraan manajemen yang
taat asas dimulai dari adanya suatu perencanaan yang benar-benar
matang. Perencanaan program dan kegiatan diarahkan untuk mencapai
visi, misi dan tujuan Politeknik Negeri Sambas dengan mengacu pada
Rencana Kinerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang disusun
berdasarkan dinamika tuntutan perubahan lingkungan baik lingkungan
internal maupuan eksternal Politeknik Negeri Sambas. Penyusunan RKAT
dilakukan pimpinan Poltesa dengan melibatkan seluruh unit di
lingkungan Politeknik Negeri Sambas yang kemudian disahkan oleh
Direktur Politeknik Negeri Sambas.
Kegiatan perencanaan yang merupakan titik awal keefektifan,
efisiensi dan keberhasilan, mutlak harus benar-benar matang,
terorganisasi dan terintegrasi. Semua langkah-langkah pengembangan
direncanakan bersama oleh unit kerja pelaksana di bawah koordinasi
Wakil Direktur Bidang Tata Kelola, Perencanaan dan Sistem Informasi
(WD II). Dalam pelaksanaan semua kegiatan yang telah direncanakan,
dilakukan monitoring dan evaluasi oleh WD II melalui “sistem informasi”
yang hasilnya dapat diakses secara terbuka. Dengan demikian unit-unit
pelaksana yang berkaitan dengan perencanaan, sistem informasi dan
pengawasan berada di bawah koordinasi WD II.
Sebagai instansi pemerintah, Politeknik Negeri Sambas dalam
menetapkan setiap kebijakan selalu mendasarkan pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku, termasuk dalam sistem dan
penyelenggaraan manajemennya. Rencana Strategis (Renstra)
dijabarkan ke dalam Rencana Operasional (Renop), demikian juga
dengan Renstra dan Renop unit kerja di bawahnya harus disusun dan
ditetapkan dengan mengacu kepada Renstra dan Renop Politeknik
Negeri Sambas.
b) Meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan tinggi untuk
menghasilkan SDM yang berkualitas dan kemampuan Iptek serta inovasi
untuk menghasilkan nilai tambah produk inovasi.
Sasaran Program ini didukung oleh Sasaran Strategis: 1).
Meningkatnya Kualitas Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pendidikan
Tinggi; 2). Meningkatnya Kualitas Kelembagaan Iptek dan Dikti; 3).
Meningkatnya Relevansi, Kualitas dan Kuantitas Kelembagaan Iptek dan
Dikti; 4). Meningkatnya Relevansi dan Produktivitas Riset dan
Pengembangan dan 5). Menguatnya Kapasitas Inovasi.

1.2. Mekanisme Kontrol Pencapaian VMTS


Pencapaian VMTS Politeknik Negeri Sambas menjadi salah satu
indikator penting dalam evaluasi pengelolaan kelembagaan.
Mekanisme pelaksanaannya berupa kegiatan monitoring dan evaluasi
47
ketercapaian VMTS yang menjadi tanggung jawab Pusat Penjaminan
Mutu (PPM) dengan berkoordinasi dengan Wakil Direktur 1. Pelaksanaan
monitoring dan evaluasi ini dilakukan setahun sekali. Adapun objek
yang dinilai adalah ketercapaian keseluruhan IKU dan IKT yang
terjabar dalam Rencana Induk Pengembangan dan Rencana Strategis
yang berlaku. Sedangkan mekanisme kontrol terhadap pemahaman
VMTS di Politeknik Negeri Sambas dilakukan oleh PPM dengan
prosedur sebagai berikut: (1) PPM

48
mengkoordinir pembuatan kuesioner pengukuran tingkat pemahaman
VMTS, (2) PPM menentukan pelaksanakan penyebaran kuesioner kepada
seluruh unit yang ada, (3) PPM melakukan rekap hasil penilaian, (4) PPM
melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk rencana tindak lanjut
berdasarkan hasil penilaian tingkat pemahaman VMTS.
Untuk memperkuat kedudukan visi dan misi di Poltesa maka
disusunlah standar tambahan visi dan misi dalam Sistem Penjaminan Mutu
Internal sesuai dengan Peraturan Direktur No. 02 Tahun 2018 tentang SPMI
Politeknik Negeri Sambas.
Dalam upaya penerapan visi dan misi, Poltesa menggunakan strategi antara lain:
1. Melakukan kajian yang komprehensif dan seksama dalam penyusunan
visi dan misi Institusi, Jurusan, Program Studi, dan Unit.
2. Menyelenggarakan sosialisasi visi dan misi dalam berbagai media
(website, pamlet, leafet, banner, spanduk, dll).
Beberapa Langkah strategi dalam usaha pencapaian visi dan misi
Politeknik Negeri Sambas adalah sebagai berikut:
1. Direktur menetapkan Standar Visi, Misi, dan Strategi Pencapaiannya.
2. Direktur menunjuk Wakil Direktur II untuk melaksanakan sosialisasi
Standar Visi, Misi, dan Strategi Pencapaiannya.
3. Direktur, Wakil Direktur, Kepala UPT, Ketua Jurusan, Koordinator Program
Studi dan kepala bagian sesuai kewenangan masing-masing
melaksanakan Standar Visi, Misi, dan Strategi Pencapaiannya.
4. Direktur melalui Pusat Penjaminan Mutu melakukan audit capaian
pelaksanaan Standar Visi, Misi dan Strategi Pencapaiannya.
5. Direktur melakukan koordinasi ke Wakil Direktur, Kepala UPT, Ketua
Jurusan, Koordinator Program Studi, dan kepala bagian mengevaluasi
tindak lanjut hasil audit melalui rapat tinjauan manajemen untuk
mengendalikan pencapaian Standar Visi, Misi, dan Strategi
Pencapaiannya.
6. Direktur melalui Pusat Penjaminan Mutu melakukan peningkatan mutu
dengan meningkatkan Standar Visi, Misi, dan Strategi Pencapaiannya,
khususnya untuk target indikator capaian yang sudah memenuhi.

4. Indikator Kinerja Utama


Visi Politeknik Negeri Sambas, adalah: “Menjadi Intitusi Pendidikan Tinggi
Vokasi Unggulan di Tingkat Nasional dan Internasional Pada Tahun 2034.”. Bidang
unggulan yang dimaksud pada visi tersebut sesuai dengan rencana jangka
panjang yang tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) Poltesa
tahun 2015-2034 adalah meliputi wibawa akademik, kondisi program studi,
keberhasilan program studi, suasana akademik dan kesehatan organisasi.
Indikator dari masing-masing unggulan tersebut seperti tertera pada tabel 1
berikut ini.

49
Tabel 2. Bidang Unggulan dan Indikator Utama

Bidang Unggulan Indikator Utama

Jumlah/ Persentase Dosen Bergelar S-2 dan S-3


Jumlah Penelitian Per Tahun
Jumlah Penelitian Per Tahun
Jumlah Dosen dan Alumni Penerima Penghargaan
Wibawa Nasional/
Akademik Internasional
Jumlah Alumni Pemegang Jabatan Penting Tingkat
Nasional/
Internasional
Sumbangan Pemikiran untuk Negara/ Internasional
Lama Studi Rerata (Mendekati Lama Studi
Terprogram
Makin Baik)
Program Studi Indeks Prestasi Rerata
Persentase Mahasiswa Lulus Sesuai Lama Studi
Terprogram
(> 80%)
Prestasi Lulusan Di Masyarakat
Jumlah Mahasiswa yang Mendaftar
Jumlah Dosen yang Mendaftar pada Rekrutmen
Jumlah Kunjungan Perguruan Tinggi/ Instansi
Keberhasilan Jumlah Kerjasama
Program Studi Jumlah Bantuan Dana
Kelengkapan Perpustakaan dan Sumber Belajar
Suasana Akademik yang Kondusif
Jumlah Bantuan Fasilitas
Jumlah Pengunjung Perpustakaan (Dosen Mahasiswa)
Jumlah Pemakaian Internet
Kehadiran Mahasiswa dalam Kuliah Studio/Praktikum
Kontak Dosen-mahasiswa Tak Terprogram
Suasana Forum Ilmiah Jurusan/Institusi/Nasional/Internasional
Akademik yang
Diselenggarakan Per Tahun
Jumlah Dosen Tamu
Kegiatan Asosiasi Mahasiswa/Pendidikan/Profesi di
dlm
Kampus
Berkembangnya Kebebasan Akademik
Terciptanya Suasana Akademik
Terciptanya Kerjasama Staf
Kesehatan
Semangat Kerja Keras Untuk Mencapai Unggulan
Organisasi Pemasaran Produk Intelektual
Akuntabilitas Keuangan dan Pemanfaatan Sumber

50
Daya
Kerjasama Eksternal

51
Politeknik Negeri Sambas menetapkan tonggak-tanggak capaian
(milestones), tujuan sebagai penjabaran atau pelaksanaan rencana strategis
yang disertai dengan mekanisme kontrol ketercapaiannya. Dalam RPJP
tahun 2005-2025 Pemerintah Republik Indonesia, telah menetapkan arah
pembangunan terkait bidang pendidikan dan kebudayaan yaitu: 1).
Mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia, bermoral, beretika,
berbudaya, dan beradab dan 2). Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing.
Dalam rangka melaksanakan agenda pembangunan RPJMN 2015-2019 dan
menjalankan amanah sesuai tugas dan fungsinya, maka pada Rencana
Strategis tahun 2015-2019, Kemenristekdikti menetapkan visi sebagai
berikut: “Terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek
dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa”. Pendidikan tinggi yang
bermutu dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang berpengetahuan,
terdidik, dan terampil, sedangkan kemampuan iptek dan inovasi dimaknai
oleh keahlian SDM dan lembaga litbang serta perguruan tinggi dalam
melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, dan penerapan iptek
yang ditunjang oleh pembangunan faktor input (kelembagaan, sumber
daya, dan jaringan). Sementara itu, makna daya saing bangsa adalah
kontribusi iptek dan pendidikan tinggi dalam perekonomian yang ditunjukkan
oleh keunggulan produk teknologi hasil litbang yang dihasilkan oleh
industri/perusahaan yang didukung oleh lembaga litbang (LPNK, LPK, Badan
Usaha, Perguruan Tinggi) dan tenaga terampil pendidikan tinggi.
Dalam rangka memecahkan permasalahan yang dihadapi seperti
yang dijelaskan pada bagian sebelumnya dalam rangka mewujudkan visi
dan melaksanakan misi Kemenristekdikti, maka tujuan strategis yang harus
dicapai adalah: “Meningkatnya relevansi, kuantitas dan kualitas sumber daya
manusia berpendidikan tinggi, serta kemampuan Iptek dan inovasi untuk
keunggulan daya saing bangsa”.
Peningkatan kualitas pendidikan tinggi, pembangunan kemampuan
Iptek dan inovasi, serta peningkatan kontribusi Iptek untuk mendukung
peningkatan daya saing nasional bukan lagi sebuah pilihan namun menjadi
sebuah keniscayaan. Arah kebijakan Kemenristekdikti adalah:
1. Meningkatkan tenaga terdidik dan terampil berpendidikan tinggi;
2. Meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan lembaga litbang;
3. Meningkatkan sumber daya litbang dan pendidikan tinggi yang
berkualitas; Meningkatkan produktivitas penelitian dan pengembangan;
dan
4. Meningkatkan inovasi bangsa.
Revitalisasi peran dan fungsi Kemenristekdikti adalah “merumuskan,
menetapkan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dalam
penyelenggaraan pendidikan tinggi dan penelitian, pengembangan serta
penerapan Iptek yang dilaksanakan oleh lemlitbang, Perguruan Tinggi, dan
badan usaha untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa
dengan berpedoman pada Undang-Undangan Pendidikan Tinggi dan
Undang-Undang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan
52
Iptek secara fokus dan konsisten, melalui pemberdayaan pembelajaran
dan kemahasiswaan, kelembagaan Iptek dan Dikti, sumber daya Iptek dan
Dikti, riset dan pengembangan, serta dengan penguatan inovasi guna
mewujudkan kesejahteraan kehidupan masyarakat dan peningkatan daya
saing bangsa Indonesia”.

53
Dalam usaha memperkuat Rencana Induk Pengembangan Poltesa
tahun 2015- 2034 maka Poltesa juga menyusun rencana jangka menengah
tahap 1 berupa Renstra tahun 2015-2019 yang kemudian
diimplementasikan dalam rencana jangka pendek berupa rencana
operasional tahunan dalam bentuk perjanjian kinerja Poltesa dengan
Menteri Ristekdikti. Adapun Indikator Kinerja Utama yang tertuang dalam
perjanjian kinerja Poltesa dapat dilihat dalam tabel 3 berikut:

Tabel 3. Indikator Kinerja Utama


Sasaran Indikator
No
Strategis Kinerja
1. Meningkatnya Jumlah Mahasiswa yang berwirausaha
Kualitas
Pembelajaran dan Persentase Lulusan Bersertifikat
Mahasiswa Kompetensi dan Profesi (%)
Pendidikan Tinggi Persentase Prodi Terakreditasi Minimal B (%)
Politeknik Negeri
Persentase Lulusan yang langsung bekerja sesuai
Sambas
bidangnya (%)
Jumlah Mahasiswa Berprestasi

Persentase Lulusan Tepat Waktu (%)

Rata-rata IPK Kelulusan


Persentase Mahasiswa Penerima
Beasiswa (%)
2. Meningkatnya
Akreditasi Institusi
kualitas
kelembagaan Iptek Rangking PT Nasional
dan Dikti
3 Meningkatnya Persentase Dosen bersertifikat Pendidik (%)
Relevansi, Kualitas
dan Kuantitas Rasio Dosen tetap terhadap Jumlah Dosen
Sumber daya IPTEK
dan DIKTI Rasio jumlah mahasiswa terhadap Dosen
Persentase tenaga kependidikan dengan sertifikat
kompetensi (%)
Persentase Dosen Berkualifikasi S2 (%)

Persentase Dosen Kuliah S3 (%)


4 Meningkatnya
relevansi dan Jumlah Publikasi Nasional (Judul)
Produktifitas Riset
dan Pengembangan
5 Jumlah Penelitian yang dimanfaatkan masyarakat
Menguatnya (Judul)
Kapasitas Inovasi
Jumlah Produk R&D

54
Dari tabel 3 di atas dapat dijabarkan bahwa terdapat lima sasaran
strategis yang harus dicapai Politeknik Negeri Sambas, kelima sasaran
strategis tersebut adalah meningkatnya kualitas pembelajaran dan
mahasiswa (jumlah mahasiswa yang berwirausaha, persentase lulusan
bersertifikat kompetensi dan profesi, persentase Prodi terakreditasi
minimal B, persentase lulusan yang langsung bekerja sesuai bidangnya,
jumlah mahasiswa berprestasi, rata-rata IPK kelulusan, persentase
mahasiswa penerima beasiswa), meningkatnya kualitas kelembagaan Iptek
dan Dikti (akreditasi institusi, rangking PT nasional), meningkatnya
relevansi, kualitas dan kuantitas sumber daya IPTEK dan DIKTI (persentase
dosen bersertifikat Pendidik, rasio dosen tetap terhadap Jumlah dosen,
persentase tenaga kependidikan dengan sertifikat kompetensi, persentase
dosen berkualifikasi S2, persentase dosen kuliah S3), meningkatnya
relevansi dan produktifitas riset dan pengembangan (jumlah publikasi
nasional), dan menguatnya kapasitas inovasi (jumlah penelitian yang
dimanfaatkan masyarakat, jumlah produk R&D).

5. Indikator Kinerja Tambahan


Visi Politeknik Negeri Sambas memberikan gambaran tentang masa
depan yang dicita-citakan untuk diwujudkan dalam kurun waktu yang tegas
dan jelas. Untuk mewujudkan visi tersebut, misi Politeknik Negeri Sambas
menyatakan secara spesifik mengenai apa yang ingin dicapai. Politeknik
Negeri Sambas memiliki tujuan dan sasaran dengan rumusan yang jelas,
spesifik, dapat diukur ketercapaiannya dalam kurun waktu yang
ditentukan, relevan dengan visi dan misinya.
Tujuan dan sasaran tersebut di atas direfleksikan dalam bentuk out-
comes (lulusan, hasil penelitian dan pelayanan masyarakat). Pernyataan-
pernyataan tersebut diketahui, dipahami dan menjadi milik bersama
seluruh komponen pengelola institusi, serta diwujudkan melalui strategi-
strategi dan kegiatan terjadwal di unit pengelola.
Politeknik Negeri Sambas memiliki posisi yang sangat strategis
dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal
ini sejalan dengan tujuan pendidikan tinggi yakni menyiapkan peserta didik
menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik
dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau
memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian.
Sumber daya manusia (SDM) di lingkungan perguruan tinggi yang terdiri
dari dosen dan tenaga penunjang mempunyai posisi yang sangat strategis,
karena memiliki pengaruh langsung terhadap proses belajar, mutu lulusan
dan pola keluaran yang kompetitif sebagai bagian indikator kinerja sebuah
perguruan tinggi. Indikator tambahan kriteria visi, misi, dan capaian yang
diberlakukan di Politeknik Negeri Sambas sesuai dengan dokumen SPMI
tambahan 016/PPM-SPMI/01/XII/2019 dapat dilihat pada tabel 4 berikut:

55
Tabel 4. Indikator Kinerja Tambahan Kriteria 1
No Standar Cakupan Sasaran / Satuan Periode Penetapan
Standar Indikator Capaian 2018 2019 2020
1 Visi, Misi, dan Visi dan Misi Tersedia visi,
Strategi misi dan tujuan
Pencapaianny setiap unit
a kerja
yang
Tersedia √ √ √
sangat
jelas
dan
realistis,
berorientasi
ke masa
depan dan
bermuatan
Inovatif, Mandiri
dan
Terkemuka
Tersedianya
instrumen
penilaian tingkat Tersedia √ √ √
pemahaman visi
dan misi
lembaga
Rencana Tersedia
Pengembang laporan hasil
an dan evaluasi
Tersedia √ √ √
Evaluasi capaian visi
Pencapaian dan sasaran
strategis
Poltesa
tahunan
(LAKIP)
Persentase
%
capaian kinerja 80 83 84
Capaian
program
studi
Tingkat
%
pemahaman
Pemaham 82 85 87
terhadap visi
an
dan
misi lembaga
Tersedia
Rencana
Strategis
periode 2015-
2019
lembaga dan Jumlah
8 10 14
unit kerja yang Dokume
56
memuat strategi n
dan program
dengan indikator
capaiannya
terukur dan
realistis:
- Lembaga
- Jurusan
Persentase
capaian %
77 80 83
Capaian
sasaran mutu
program studi

57
6. Evaluasi Capaian Kinerja
Politeknik Negeri Sambas telah menjalani tahap I akhir Rencana
Strategis. Dalam kurun waktu tersebut telah ditetapkan target masing-
masing bidang dengan fokus peningkatan kapasitas institusional.
Sejumlah tujuan strategis, sasaran strategis, dan program telah
didefinisikan dan akan diimplementasikan selama periode 2015-2019
demi pencapaian visi lembaga.
Politeknik Negeri Sambas berupaya mewujudkan program strategis
dalam usaha menghasilkan capaian kinerja utama dan tambahan untuk
mencapai visi dan misi lembaga. Evaluasi capaian kinerja dilakukan
dengan melibatkan Pusat Penjaminan Mutu. Evaluasi terhadap capaian
kinerja dilaksanakan berdasarkan Renstra dan Renop/Perjanjian Kinerja
Poltesa dalam rentang waktu tahun 2018-2020 (TS sampai dengan TS-2).
Capaian kinerja yang dievaluasi ini berdasarkan capaian kinerja pada
tahun 2019. Penghitungan Persentase nilai ketercapaian indikator kinerja
dilakukan dengan membandingkan antara target pencapaian indikator
kinerja dengan realisasi ketercapaian yang telah diperoleh. Berikut
ringkasan perkembangan capaian kinerja yang terjadi sampai tahun 2020.

Tabel 5. Capaian Indikator Kinerja Utama Politeknik Negeri Sambas Tahun 2018-2020
Sasaran Indikator 2018 2019 2020
No
Strategis Kinerja T R T R T R
1. Meningkatnya Jumlah Mahasiswa yang
20 15 20 25 35 55
Kualitas berwirausaha
Pembelajaran Persentase
dan Lulusan 35 8 20 26 30 32
Mahasiswa Bersertifikat
Pendidikan Kompetensi dan Profesi
Tinggi (%)
Politeknik Persentase Prodi
30 11 33 33 56 56
Negeri Terakreditasi Minimal B
(%)
Sambas
Persentase Lulusan yang
langsung bekerja sesuai 30 30 35 32 35 41
bidangnya (%)
Jumlah Mahasiswa
10 3 5 9 7 11
Berprestasi
Persentase Lulusan Tepat
90 97,20 97 100 97 99,24
Waktu (%)
Rata-rata IPK Kelulusan 3,2 3,34 3,34 3,33 3,34 3,44
Persentase
Mahasiswa 50 25 25 19,4 25 33,5
Penerima
Beasiswa (%)
2. Meningkatnya Baik
Akreditasi Institusi B - B - -
kualitas Sekali

58
kelembagaan
Rangking PT Nasional 800 860 850 850 850 992
Iptek dan Dikti
3 Meningkatnya Persentase Dosen
65 72 58 57,9 65 60
Relevansi, bersertifikat Pendidik (%)
Kualitas dan Rasio Dosen tetap
1:9 1:1.03 1:1,1 1:1,0 1:1,1 1:1,0
Kuantitas terhadap
9 4
Jumlah Dosen
Sumber daya Rasio jumlah mahasiswa
1:6 1:23 1:18 1:15 1:18 1:14
IPTEK dan DIKTI terhadap Dosen
Persentase tenaga
kependidikan dengan 15 20 25 19 25 5
sertifikat kompetensi
(%)
Persentase Dosen
100 100 100 100 100 100
Berkualifikasi S2 (%)
Persentase Dosen Kuliah
S3 - - - - 5 -
(%)
4 Meningkatnya
relevansi
Jumlah Publikasi Nasional
4 9 9 2 3 0
(Judul)
dan
Produktifitas
Riset
dan
Pengembangan
5 Jumlah Penelitian yang
Menguatn dimanfaatkan 3 5 1 2 1 1
ya masyarakat (Judul)
Kapasitas
Jumlah Produk R&D 2 2 1 0 1 1
Inovasi

Tabel 6. Capaian Kinerja Tambahan Kriteria 1


No Standar Cakupan Sasaran / Satuan Periode Penetapan
Standar Indikator 2018 2019 2020
Capaian T R T R T R
1 Visi, Visi Tersedia
Misi dan dan visi, misi
Strategi Misi dan
Pencap tujuan
ai setiap unit
annya
kerja
Tersedia √ √ √ √ √ √
yang
sangat jelas

dan
realistis,
berorientasi
ke

59
masa
depan

dan
bermuatan
Inovatif,
Mandiri

dan
Terkemuka
Pedoman
Visi, misi
dan tujuan
setiap unit
kerja/progr
Tersedia √ √ √ √ √ √
a m studi
dipahami
dengan
baik oleh
civitas
akademika
Rencana Tersedia Tersedia √ √ √ √ √ √

Pengemba laporan
ng an dan hasil
Evaluasi evaluasi
Pencapaia capaian
n visi dan
sasaran
strategis
Poltesa
tahunan
(LAKIP)
Tersedia
pedoman
monev
Tersedia √ √ √ √ √ √
capaian
visi dan
IKU Poltesa
Tingkat
pemahama %
n terhadap Pemaha 70 77 80 77 90 88
visi dan man
misi
lembaga

60
Tersedia
Rencana
Strategis
periode
2015-
2019
lembaga
dan unit
kerja yang Jumlah
8 5 10 8 14 14
memuat Dokume
strategi dan n
program
dengan
indikator
capaiannya
terukur dan
realistis:
- Lembaga
- Jurusan
Persentase
capaian
%
sasaran 77 75 80 81 83 82
Capaian
mutu
program
studi

Hasil penilaian IKU dan IKT di atas dianalisis untuk mengetahui


tingkat keberhasilan dan ketidakberhasilan ketercapaian indikator kinerja
yang kemudian dapat dianalisis akar masalah ketidakberhasilan, faktor
pendukung keberhasilan, faktor penghambat ketidakberhasilan, dan
menentukan rencana tindak lanjutnya.
Pada dasarnya yang menjadi hambatan paling banyak dalam penerapan visi,

61
misi, tujuan, dan strategi sasaran di Politeknik Negeri Sambas disebabkan
2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut
dapat dijelaskan dalam matrik analisis SWOT seperti tabel 7 berikut:

Tabel 7. Matrik Analisis SWOT Visi, Misi, Tujuan dan Capaian


IFAS Kekuatan (S): Kelemahan (W):
1. Pelibatan pihak 1. Implementasi dan
eksternal dalam komitmen SDM dalam
penyusunan VMTS pelaksanaan VMTS
2. Poltesa memiliki visi, masih belum optimal
misi dan tujuan yang 2. Kebijakan anggaran
EFAS sejalan dengan VMTS yang masih belum
Program Studi. mengacu pada
3. Semangat menerapkan pencapaian VMTS
prinsip good 3. Keterlambatan
management dalam penyesuaian
(akuntabel, transparan, aturan dan kebijakan
partisipatif) oleh dosen pusat yang berubah-
dan tendik yang tinggi. ubah.
Peluang (O): Strategi SO: Strategi WO:
1. Perguruan tinggi yang 1. Memaksimalkan 1. Meningkatkan
terletak di wilayah potensi internal pemahaman
perbatasan dengan melibatkan VMTS melalui
2. Evaluasi berkala VMTS pihak eksternal penguatan
serta 2. Memperkuat VMTS kapasistas SDM
dengan melakukan 2. Menjalin kemitraan
meningkatkan evaluasi dan dengan berbagai
pemahaman sosialisasi yang pihak untuk
VMTS berkelanjutan mencapai VMTS
institusi ke segenap 3. Melakukan 3. Penyesuaian
sivitas akademika. singkronisasi kebijakan yang
3. Menjalin kerjasama pemahaman VMTS dilakukan oleh
dan kemitraan dalam oleh sivitas akademika seluruh sivitas
usaha mencapai VMTS dan instansi pengguna akademika.
Poltesa dengan lulusan.
instansi pengguna
lulusan.
Ancaman (T): Strategi ST: Strategi WT:
1. Persaingan global 1. Memaksimalkan peran 1. Mengantisipasi dampak
antar lembaga serta pihak eksternal keterbatasan anggaran
dalam usaha terhadap persaingan
pendidikan tinggi. peningkatan mutu global dengan
2. Kondisi pandemik Poltesa.
Covid- 19 yang 2. Membangun kerjasama penguatan kapasitas
berkepanjangan. dengan instasi sejenis internal.
yang lebih maju baik 2. Mengintensifkan tata
nasional kelola manajemen

maupun internasional dengan melibatkan

62
guna para pihak terkait yang
meningkatkan mutu kompeten.
pengelolaan

dan pembelajaran.

63
7. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian VMTS dan Tindak Lanjut
Evaluasi ketercapaian VMTS dan tindak lanjut merupakan salah satu
upaya yang dilakukan seluruh civitas akademika sebagai ukuran yang
sistematis dan berkelanjutan untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan
sasaran Politeknik Negeri Sambas dalam kurun waktu tahun 2015-2034.
Selain untuk dilaksanakan sebagai proses perbaikan, ketercapaian
VMTS juga harus dilanjutkan dengan proses evaluasi oleh unit-unit terkait
di lingkungan Politeknik Negeri Sambas. Untuk itu pimpinan Politeknik
Negeri Sambas harus mampu mengerahkan semua potensi yang
dimilikinya untuk menjalankan VMTS ini, termasuk dalam hal penyediaan
dana baik yang berasal dari pemerintah, dari masyarakat dan sumber-
sumber lainnya. Pemahaman internal stakeholder Poltesa, terhadap
laporan capaian VMTS itu sendiri secara komprehensif merupakan faktor
lain yang sangat menentukan keberhasilan pengelolaan institusi
Politeknik Negeri Sambas.
Beberapa masalah dalam usaha pengembangan lembaga
diantaranya adalah keterbatasan sumber anggaran, keterlambatan dalam
penyesuaian kebijakan pusat yang berubah-ubah, persaingan global antar
lembaga pendidikan, memungkinkan bagi lembaga pendidikan terkemuka
mendirikan cabang, kurangnya sosialisasi lembaga kepada masyarakat
luar, dan dampak terjadinya pandemi covid-19.
Berdasarkan analisis capaian indikator kinerja utama lembaga
dapat dilihat bahwa langkah langkah yang dapat dilakukan kedepan
untuk pengembangan institusi Politeknik Negeri Sambas kedepan
diantaranya adalah institusi membentuk tim evaluasi kinerja institusi
yang akan berfungsi mendata dan mengevaluasi kinerja masing-masing
bagian/unit tiap semester guna memudahkan dokumentasi data kinerja
institusi. Selain itu institusi harus lebih intensif mendorong SDM internal
untuk meningkatkan karirnya, terutama peningkatan karir dosen pada
jabatan fungsional dengan jalan lebih intensif melaksanakan kegiatan-
kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Berdasarkan data capaian indikator utama dan tambahan yang
telah dibahas di atas, secara umum dapat disimpulkan bahwa
ketercapaian visi, misi, tujuan, dan sasaran sesuai dengan Rencana Induk
Pengembangan (RIP) tahun 2015-2034 dan Rencana Strategis (Renstra)
tahap 1 tahun 2015-2019/2020 Politeknik Negeri Sambas sudah sangat
baik. Sebagian besar indikator yang ditetapkan telah tercapai sesuai
target, bahkan beberapa diantaranya dapat melebihi target yang telah
ditetapkan. Evaluasi dan perbaikan di masa yang akan datang pastinya
sangat diperlukan guna memastikan terselenggaranya manajemen
institusi yang unggul dan berkelanjutan. Data laporan capaian sasaran
startegis Poltesa menunjukkan bahwa dari 19 indikator capaian, 13
indikator (68%) telah memenuhi pencapaian target yang telah ditetapkan
dan 6 indikator (32%) tidak / belum tercapai.
Hasil capaian sasaran strategis Politeknik Negeri Sambas tahun
64
2020 dapat dijabarkan seperti berikut:
1. Meningkatnya kualitas pembelajaran dan mahasiswa:
 jumlah mahasiswa yang berwirausaha, realisasi 55 dari target 35 (Tercapai),
 persentase lulusan bersertifikat kompetensi dan profesi, realisasi 32
dari target 30 (Tercapai),

65
 persentase Prodi terakreditasi minimal B, realisasi 56 % dari
target 56% (Tercapai),
 persentase lulusan yang langsung bekerja sesuai bidangnya,
realisasi 41 dari target 35 (Tercapai),
 jumlah mahasiswa berprestasi, realisasi 11 dari target 7 (Tercapai),
 persentase Lulusan Tepat Waktu (%), realisasi 99.24 dari target 97 (Tercapai)
 rata-rata IPK kelulusan, realisasi 3,44 dari target 3,34 (Tercapai),
 persentase mahasiswa penerima beasiswa, realisasi 33,5 dari
target 25 (Tercapai).

2. Meningkatnya kualitas kelembagaan Iptek dan Dikti:


akreditasi institusi, target B / Baik Sekali (Tidak Tercapai)

rangking PT nasional), realisasi 992 dari target 850 (Tidak Tercapai).

3. Meningkatnya relevansi, kualitas dan kuantitas sumber daya IPTEK dan DIKTI:
 persentase dosen bersertifikat Pendidik, realisasi 60 dari target
65 (Tidak Tercapai),
 rasio dosen tetap terhadap Jumlah dosen, realisasi 1:1,04 dari
target 1:1,1 (Tercapai),
 rasio jumlah mahasiswa terhadap dosen, realisasi 1:14 dari
target 1:18 (Tercapai)
 persentase tenaga kependidikan dengan sertifikat kompetensi,
realisasi 5 dari target 25 (Tidak Tercapai),
 persentase dosen berkualifikasi S2, realisasi 100 dari target 100 (Tercapai),
 persentase dosen kuliah S3, realisasi 0 dari target 5 (Tidak Tercapai),
4. Meningkatnya relevansi dan produktifitas riset dan pengembangan:
 jumlah publikasi nasional, realisasi 0 dari target 3 (Tidak Tercapai).
5. Menguatnya kapasitas inovasi:
 jumlah penelitian yang dimanfaatkan masyarakat, realisasi 1 dari
target 1 (Tercapai),
 jumlah produk R&D, realisasi 1 dari target 1 (Tercapai).

Rencana tindak lanjut dari lima sasaran strategis Politeknik Negeri


Sambas dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Meningkatnya kualitas pembelajaran dan mahasiswa:
 jumlah mahasiswa yang berwirausaha, dengan meningkatkan jiwa
entrepreneur melalui kegiatan inkubator bisnis.
 persentase lulusan bersertifikat kompetensi dan profesi, dengan
mempersiapkan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di masing-masing
Prodi dan membentuk Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSP-BNSP) di
institusi.
 persentase Prodi terakreditasi minimal B, dengan melakukan
kegiatan berbasis mutu seperti pelatihan SPMI dan AMI, serta
pendampingan tenaga ahli untuk tim akreditasi Prodi.
 persentase lulusan yang langsung bekerja sesuai bidangnya,
dilakukan dengan kegiatan carrier center dan bursa kerja.

66
 jumlah mahasiswa berprestasi, dengan mengikutsertakan
mahasiswa dalam kegiatan akademik dan non akademik di tingkat
nasional dan internasional.
 rata-rata IPK kelulusan, dengan meningkatkan mutu pembelajaran
melalui perbaikan metode pembelajaran.
 persentase mahasiswa penerima beasiswa), melakukan kerjasama
kepada pihak ekseternal dalam meningkatkan skema dan kuota
jumlah penerima beasiswa.
6. Meningkatnya kualitas kelembagaan Iptek dan Dikti:
 akreditasi institusi, dengan melakukan perbaikan nilai (status)
akreditasi Prodi, melakukan siklus PPEPP berkelanjutan, memperkuat
tata kelola bidang tridarma, dan pendampingan yang dilakukan oleh
tenaga ahli.
 rangking PT nasional), dengan meningktakan sosialisasi dan
publikasi Poltesa melalui website, media cetak dan elektronik.
7. Meningkatnya relevansi, kualitas dan kuantitas sumber daya IPTEK dan DIKTI:
 persentase dosen bersertifikat pendidik, dengan sosialisasi dan
pendampingan dosen yang belun tersertifikasi pendidik.
 rasio dosen tetap terhadap Jumlah dosen, melakukan rekrutmen
dosen tidak tetap secara selektif, sesuai kebutuhan dan mengacu
pada peta analisis jabatan.
 persentase tenaga kependidikan dengan sertifikat kompetensi,
dengan mengikutsertakan tenaga kependidikan dalam pelatihan dan
uji kompetensi.
 persentase dosen berkualifikasi S2, tidak ada lagi dosen yang
berkualifikasi S1 baik dosen tetap atau tidak tetap.
 persentase dosen kuliah S3), mulai tahun 2019 direncanakan dan
direalisasikan pada tahun 2021 dimana terdapat 3 dosen Poltesa
telah menjalani proses Pendidikan S-3.
8. Meningkatnya relevansi dan produktifitas riset dan pengembangan:
 jumlah publikasi nasional, dilakukan dengan memberikan stimulus
berupa reward bagi dosen yang mempublikasikan arikelnya di jurnal
nasional terakreditasi.
9. Menguatnya kapasitas inovasi:
 jumlah penelitian yang dimanfaatkan masyarakat, dengan
meningkatkan kemampuan dosen dalam penelitian yang berbasis
output dan outcome untuk kepentingan masyarakat.
 jumlah produk (R&D), dilakukan dengan mendorong dosen untuk
melakukan hilirisasi dan pengembangan produk hasil penelitian.

67
C.2 Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama
1. Latar Belakang
Tata pamong perguruan tinggi (good university governance/GUG)
merupakan sistem tata pamong yang disepakati bersama untuk memelihara
efektifitas peran semua unsur organisasi dalam pengembangan kebijakan,
pengambilan keputusan, dan penyelenggaraan Poltesa. Dalam rangka
mencapai visi Poltesa, tata pamong yang baik terlihat jelas pada penerapan
prinsip-prinsip kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, dan
adil.
Penyelenggaraan tata pamong dan sistem pengelolaan di Poltesa
berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang
Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi,
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas, dan
Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11 Tahun
2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas.
Pedoman tata pamong di atas membahas tentang struktur tata
pamong Poltesa yang mencakup organ pertimbangan dan pengawasan
akademik, pertimbangan non akademik, pengawasan non akademik dan
organ pengelola. Organ pengelola merupakan struktur pengatur aktif
dengan otonomi untuk menjamin integritas lembaga dan memenuhi
pertanggung jawaban dalam pengembangan kebijakan dan sumber daya,
sehingga konsisten dengan visi misi Poltesa.
Pengelolaan perguruan tinggi dilaksanakan melalui mekanisme sistem
penjaminan mutu pendidikan tinggi yang merupakan kegiatan sistemik
untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan
berkelanjutan. Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah kegiatan sistemik
penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara
otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan
pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaan
sistem penjaminan mutu, Poltesa mengacu dan berpedoman kepada
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi pada Bab
3 Penjaminan Mutu, dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan
Tinggi Nomor 62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Tinggi. Pelaksanaan sistem penjaminan mutu Poltesa di bawah kendali Pusat
Penjaminan Mutu (PPM).
Salah satu indikator perwujudan tata pamong dalam pencapaian visi
misi Poltesa adalah terjalinnya hubungan kerjasama yang baik dengan
mitra. Kerjasama yang dilakukan untuk mendapatkan berbagai manfaat
yang saling mendukung untuk kepentingan masing-masing dari kedua belah
pihak yang melakukan kerjasama yang saling memberi penguatan.
Kerjasama dengan mitra Poltesa berpedoman pada Peraturan Menteri Riset,
Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11 Tahun 2017 tentang Statuta
Politeknik Negeri Sambas Bab XI, Peraturan Menteri Pendidikan dan

68
Kebudayaan RI No. 14 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi,
dan Peraturan Direktur Nomor 04 Tahun 2018 tentang Sistem Kerjasama
Dan Pengembangan Kelembagaan. Dalam Pelaksanaannya pengelolaan
kerjasama dilakukan di bawah kendali Bagian Akademik, Kemahasiswaan,
Perencanaan, dan Sistem Informasi (BAKPSI).

69
2. Kebijakan
Kebijakan dan pedoman pengembangan sistem tata pamong, tata
kelola, dan kerjasama Politeknik Negeri Sambas berdasarkan pada:
1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas.
4. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas.
5. Peraturan Direktur Nomor 01 Tahun 2017 tentang Rencana Induk
Pengembangan Politeknik Negeri Sambas Tahun 2015-2034
6. Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2017 tentang Rencana Strategis
Politeknik Negeri Sambas Tahun 2015 – 2019
7. Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem Penjaminan
Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas
8. Peraturan Direktur Nomor 04 Tahun 2018 tentang Sistem
Kerjasama Dan Pengembangan Kelembagaan
9. Keputusan Direktur Nomor 165.F/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan Peta
Proses Bisnis Politeknik Negeri Sambas
[Link] Direktur Nomor 165.E/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan
Standar Operasional Prosedur Politeknik Negeri Sambas

3. Standar Perguruan Tinggi dan Strategi Pencapaian Standar


Dalam rangka meningkatkan tugas dan fungsi organisasi, maka
dilakukan penetapan standar utama tentang tata pamong, tata kelola dan
kerjasama yang mengacu kepada:
1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas.
2. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas.
3. Peraturan Direktur Nomor 01 Tahun 2017 tentang Rencana Induk
Pengembangan Politeknik Negeri Sambas Tahun 2015-2034
4. Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2017 tentang Rencana Strategis
Politeknik Negeri Sambas Tahun 2015 – 2019
5. Peraturan Direktur Nomor 04 Tahun 2018 tentang Sistem
Kerjasama Dan Pengembangan Kelembagaan
6. Keputusan Direktur Nomor 165.F/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan Peta
Proses Bisnis Politeknik Negeri Sambas
7. Keputusan Direktur Nomor 165.E/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan
Standar Operasional Prosedur Politeknik Negeri Sambas

Strategi pencapaian standar yang terkait dengan tata pamong, tata


kelola dan kerjasama di Poltesa dilaksanakan sesuai standar pengelolaan
penjaminan mutu internal (SPMI) Poltesa sebagai berikut:
70
1. Penetapan Standar: penetapan standar yang dikeluarkan disesuaikan
dengan Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas.
2. Pelaksanaan Standar: pelaksanaan standar berpanduan pada buku
pedoman dan SOP yang telah ditetapkan.
3. Evaluasi Standar: proses evaluasi standar dilakukan dengan sistem audit
mutu internal (AMI), monitoring dan evaluasi baik internal maupun
eksternal (BAN PT, Irjen, BPK) pelaksanaan standar dan realisasi.
4. Pengendalian Standar: Pengendalian terhadap standar dilakukan dengan
rapat pimpinan setiap tahun.
5. Peningkatan Standar: peningkatan standar dilakukan berdasarkan hasil
rapat manajemen kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan atas temuan-
temuan.

4. Indikator Kinerja Utama


a) Tata Pamong dan Tata Kelola
1) Ketersediaan dokumen formal sistem tata pamong dan tata kelola untuk
menyusun arah strategis sesuai dengan konteks institusi untuk menjamin
akuntabilitas, keberlanjutan dan transparansi, serta memitigasi potensi risiko,
termasuk dalam pengembangan organisasi.
Dalam penyusunan arah strategis institusi untuk menjamin
akuntabilitas, keberlanjutan dan transparansi, mitigasi potensi risiko dan
pengembangan organisasi maka tata pamong dan tata kelola Poltesa
berpedoman pada:
1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas.
2. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas.
3. Peraturan Direktur Nomor 01 Tahun 2017 tentang Rencana Induk
Pengembangan Politeknik Negeri Sambas Tahun 2015-2034
4. Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2017 tentang Rencana Strategis
Politeknik Negeri Sambas Tahun 2015 – 2019
5. Peraturan Direktur Nomor 04 Tahun 2018 tentang Sistem
Kerjasama Dan Pengembangan Kelembagaan
6. Keputusan Direktur Nomor 165.F/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan Peta
Proses Bisnis Politeknik Negeri Sambas
7. Keputusan Direktur Nomor 165.E/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan
Standar Operasional Prosedur Politeknik Negeri Sambas

Dalam penyusunan arah strategis Poltesa berupa Rencana Induk


Pengembangan (RIP) 2015 – 2034 dan Rencana Strategis (Renstra) 2015 –
2019 melibatkan dewan penyantun, senat dan organ pengelola. Dewan
penyantun terdiri dari stakeholders dari pemerintah, perusahaan dan
masyarakat. Penetapan dewan penyantun tercantum dalam Peraturan
Direktur Nomor 01 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara
71
Pemilihan Ketua, Sekretaris, dan Anggota Dewan Penyantun Politeknik
Negeri Sambas. Senat Poltesa ditetapkan melalui Peraturan Direktur Nomor

72
01 Tahun 2017 Tata Cara Pemilihan dan Pengangkatan Anggota Senat
Politeknik Negeri Sambas.
Dalam rangka menjamin akuntabilitas dan transparansi lembaga,
Poltesa melaksanakan rapat evaluasi kinerja tahunan yang diselenggarakan
di setiap akhir tahun. Dalam rapat evaluasi kinerja tahunan tersebut dibahas
kinerja unit yang ada di Poltesa, penyampaian hasil audit mutu internal dan
index kinerja akademik dosen, serta rencana kegiatan dan anggaran (RKA)
tahun berikutnya.

1) Ketersediaan dokumen formal struktur organisasi dan tata kerja institusi beserta
tugas pokok dan fungsinya.
Terdapat beberapa bukti sahih dalam penerapan Good University
Government/GUG. Personil serta fungsi dan tugas pokok dari semua unsur
yang terdapat dalam struktur organisasi mengacu pada Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pendirian,
Organisasi, dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas dan tercantum juga
dalam Statuta Poltesa. Berdasarkan Permendikbud tersebut, dibuat
Keputusan Direktur Nomor 010/KP/2018 tentang Tugas Organisasi dan Tata
Kerja Politeknik Negeri Sambas. Adapun struktur organisasi Poltesa seperti
yang terlihat pada gambar berikut ini.

Gambar 6. Struktur Organisasi Politeknik Negeri Sambas

Sedangkan tata kerja beserta tugas pokok dan fungsi masing-masing


73
unit Poltesa mengacu kepada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan
Pendidikan Tinggi Nomor 69 Tahun 2017 tentang Uraian Jabatan Di
Politeknik Negeri. Kemudian diperkuat dengan

74
Keputusan Direktur Nomor 15 tahun 2019 tentang Uraian Tugas Pelaksana
di Politeknik Negeri Sambas.

3) Ketersediaan bukti yang sahih terkait praktek baik perwujudan GUG mencakup 5
pilar, yaitu, kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab dan berkeadilan
Tata pamong adalah suatu sistem yang dapat menjadikan kepemimpinan,
sistem pengelolaan dan penjaminan mutu berjalan secara efektif di dalam
institusi. Perwujudan Good University Government/GUG di Politeknik Negeri
Sambas dibangun berdasarkan 5 pilar, yaitu, kredibilitas, transparansi,
akuntabilitas, tanggung jawab dan berkeadilan. Untuk menciptakan sistem
tata pamong yang memenuhi kriteria tersebut, maka pelaksanaan tata
pamong berpedoman pada aturan-aturan yang berlaku. Kelima kriteria
tersebut diuraikan sebagai berikut:
a. Kredibilitas
Kredibel memiliki arti mempunyai legitimasi dan dipercaya oleh
masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakehorlders). Kredibelitas
Poltesa dibuktikan dengan terselenggaranya kerjasama institusi ini
dengan beberapa perusahaan dan instansi pemerintah di regional
Kabupaten Sambas, nasional dan kerja sama luar negeri. Selain itu, hasil
studi pelacakan (tracer study) terhadap pengguna lulusan yang
dilaksanakan menunjukkan adanya kepuasaan penggunaan terhadap
kinerja lulusan dengan rata-rata penilaian Baik. Pengakuan dunia kerja
terhadap kinerja lulusan juga ditunjukkan dengan diterimanya lulusan di
berbagai instansi pemerintah dan swasta, baik di dalam maupun di luar
Kalimantan Barat, dengan masa tunggu yang relatif singkat.

b. Transparan
Transparan berarti mampu menyediakan informasi yang relevan
dan mudah dijangkau oleh para pemangku kepentingan. Transparansi
Poltesa ditunjukkan dengan adanya upaya-upaya penyampaian informasi
secara transparan, akurat dan relevan serta mudah diakses oleh para
pemangku kepentingan, baik itu informasi keuangan, kebijakan, maupun
kegiatan yang dilaksanakan. Transparansi informasi pengelolaan
keuangan tercermin dari proses penyusunan Rencana Kinerja Anggaran
Kementrian/Lembaga (RKA-KL) yang bersifat partisipatif atau kombinasi
top down-bottom up di Poltesa, kemudian diterjemahkan dan atau bahkan
dimodifikasi oleh unit terkait sesuai dengan kondisi dan kebutuhan unit
pelaksana. Masukan dari unit pelaksana yang disampaikan dalam rapat
pembahasan anggaran yang rutin dilakukan setiap tahun, dan masukan
dari tenaga pendidik dan kependidikan merupakan informasi penting
yang juga digunakan sebagai dasar membuat penyesuaian RKA-KL.
Transparansi informasi kebijakan dan pelaksanaan kegiatan
dilakukan dengan menyampaikan atau mendistribusikan informasi yang
relevan kepada seluruh dosen, mahasiswa, pengelola sub-unit dan
lembaga kemahasiswaaan, melalui berbagai media, seperti: surat
75
pemberitahuan, papan informasi dan audio visual yang ditempatkan di
beberapa tempat strategis di lingkungan kampus, website Poltesa, dan
buku pedoman. Beberapa buku pedoman yang selalu diperbaharui
secara periodik telah disediakan, seperti: Buku Pedoman Akademik,
Buku Pedoman

76
Penulisan dan Pengujian Tugas Akhir. Transparansi juga ditunjukkan
dalam hal penugasan dosen dalam mengampu mata kuliah di setiap
semester, dan juga dalam penugasan untuk aktivitas lain sebagai
penunjang Tridharma Perguruan Tinggi.
Transparansi berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 14 Tahun
2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Menteri Riset,
Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 75 Tahun 2016 tentang Layanan
Informasi Publik di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi. Sedangkan aturan-aturan tersebut diturunkan kembali
melalui Keputusan Direktur Nomor 02/KL/2019 tentang Daftar Informasi
Publik Politeknik Negeri Sambas.

c. Akuntabel
Akuntabilitas Poltesa ditunjukkan dengan menyampaikan laporan
pertanggungjawaban kinerja Institusi secara transparan dan wajar dalam
rapat jurusan dan unsur pimpinan. Sistem pelaporan mengikuti alur
pelaporan yang telah dibuat dan disepakati bersama, termasuk hal-hal
yang dilaporkan.
Pertanggungjawaban kinerja Institusi direalisasikan dengan
adanya kewajiban untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban
kinerja secara periodik kepada Pimpinan melalui Rapat Pimpinan
Politeknik Negeri Sambas. Evaluasi kinerja dosen dan tenaga
kependidikan Politeknik Negeri Sambas, yang mencakup prestasi kerja,
sikap kerja, dan kepemimpiann, dilaporkan kepada Pimpinan setiap
tahun dalam bentuk daftar Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Pengawasan
terhadap pelaksanaan proses pembelajaran dilakukan melalui pengisian
angket oleh mahasiswa, mengenai kinerja dosen dalam proses
perkuliahan, dalam hal mana, hasil rekapitulasi pengisian angket
tersebut diinformasikan kembali kepada dosen sebagai bentuk
pertanggungjawaban kinerja dosen dan menjadi bahan evaluasi untuk
dilakukan tindak lanjut upaya perbaikan. Penilaian Indek Kinerja
Akademik Dosen (IKAD) sesuai kedengan rangkaian Standar Operasional
Prosedur (SOP) Nomor: SOP/PPM/SPMI/006 tentang prosedur penetapan
Indek Kinerja Akademik Dosen (IKAD) serta Evaluasi dan Tindak Lanjut
Audit Mutu Akademik Internal (AMAI) secara normatif telah dituangkan
dalam SOP yang disusun oleh Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Politeknik
Negeri Sambas Nomor: SOP/PPM/AMAI/001 tentang Pelaksanaan Audit
Mutu Akademik Internal (AMAI), Nomor: SOP/PPM/AMAI/003 tentang
Tindak Lanjut Audit Mutu Akademik Internal (AMAI), Nomor:
SOP/PPM/AMAI/003 tentang Monitoring dan Evaluasi Audit Mutu Akademik
Internal (AMAI).

d. Bertanggungjawab
Perwujudan bertanggungjawab dalam sistem tata pamong Poltesa
ditandai dengan adanya respon yang tinggi dari pimpinan dalam

77
menegakkan semua aturan sesuai dengan struktur organisasi, uraian
tugas, etika, baik etika dosen, tendik, dan mahasiswa, serta fungsi dan
tanggungjawab, sebagaimana diatur dalam Buku Panduan Akademik.
Rasa tanggung jawab ini juga diimplementasikan dengan berusaha
sebaik mungkin untuk menghasilkan karya yang berguna bagi orang
banyak, hal ini diperlukan agar keberadaan Institusi ini dapat berguna
bagi masyarakat dan memberi kontribusi positif dalam kemajuan daerah.

78
Bentuk pertanggungjawaban Politeknik Negeri Sambas terhadap
masyarakat diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat
yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai evaluasi
pertanggungjawaban terhadap mahasiswa, dosen, dan pengguna
lulusan, dilaksanakan studi pelacakan (tracer study) yang di dalamnya
terdapat masukan terhadap kualitas dan proses pembelajaran di
Politeknik Negeri Sambas.

e. Adil
Keadilan diartikan sebagai perlakuan yang sama terdahap segenap civitas
akademika. Prinsip keadilan yang diterapkan Politeknik Negeri Sambas
diwujudkan dengan adanya sistem penghargaan dan sanksi, sistem
pengembangan sumber daya manusia, dan sistem pemilihan pimpinan
perguruan tinggi yang berlaku sama untuk segenap civitas akademika.
Dalam pengembangan SDM, seluruh dosen mendapat kesempatan yang
sama tanpa diskriminasi untuk mengikuti pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi atau untuk mengikuti kursus-kursus singkat yang bersifat
penyegaran pengetahuan sesuai mata kuliah yang diampu.
Terkait dengan pemilihan pimpinan perguruan tinggi, para dosen
juga mendapat peluang yang sama untuk dipilih, sepanjang memenuhi
peraturan atau ketentuan yang berlaku. Proses pemilihan diawali dengan
mengumumkan informasi kepada para dosen tentang berakhirnya masa
bakti pimpinan lama dan akan segera dilakukan seleksi pimpinan yang
baru bagi dosen yang memenuhi persyaratan. Sejauh mungkin pemilihan
pimpinan Institusi dilakukan berdasarkan azas mufakat musyawarah,
namun bila tidak memungkinkan maka dilakukan pemungutan suara
dengan tetap menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan kebersamaan.
Bentuk penerapan prinsip adil di Poltesa dengan dikeluarkannya
Keputusan Direktur Nomor 174/PL37/KP/2018 tentang Kode Etik Dosen,
Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas.
Peraturan DIrektur Nomor 02 Tahun 2020 tentang Prosedur Pemberian
Penghargaan di Politeknik Negeri Sambas. Keputusan Direktur Nomor
119.A/PL37/PJ/2018 tentang Pedoman Penghargaan dan Sanksi Dosen,
Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas.

b) Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau
lebih, baik organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah
kemampuan seorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin,
mempengaruhi fikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Efektivitas
kepemimpinan di Poltesa yang mencakup 3 aspek berikut:

1) Kepemimpinan Operasional
Kepemimpinan operasional Politeknik Negeri Sambas sudah
berjalan dengan efektif, di mana setiap unsur atau bidang menjalankan
79
tugas dan fungsi sesuai dengan ruang lingkup bidang pekerjaan. Selain
itu, kepemimpinan operasional juga tercermin dalam mengkoordinasikan
dan mengarahkan setiap kegiatan akademik dan non akademik,
menyampaikan permasalahan melalui rapat rutin yang dilakukan
minimal setiap semester menjelang perkuliahan dimulai.
Direktur bersama dengan Wakil Direktur Politeknik Negeri Sambas menyusun

80
program kerja tahunan dalam Rencana kegiatan dan Anggaran (RKA)
berdasarkan pada visi, misi dan tujuan institusi. Setiap kegiatan
direalisasikan melalui mekanisme pengajuan usulan yang harus
mendapat persetujuan dari pimpinan. Program kerja yang telah
dilaksanakan dipertanggungjawabkan kepada Direktur. Hasil
pelaksanaan program kerja tersebut kemudian dipakai pedoman untuk
melakukan evaluasi dalam pelaksanaan program kerja selanjutnya.

2) Kepemimpinan Organisasi
Pimpinan Politeknik Negeri Sambas memiliki karakteristik
kepemimpinan organisasi yang kuat dan profesional. Hal ini ditunjukkan
melalui kemampuannya menggerakkan dan mengarahkan semua unsur
untuk mewujudkan visi Institusi. Dalam menggerakkan dan mengarahkan
civitas akademika, pemimpin Institusi selalu mengikuti nilai, norma,
etika, dan budaya atau kebiasaaan-kebiasaan yang sudah disepakati
bersama.
Untuk mewujudkan visi, Pimpinan Politeknik Negeri Sambas
melakukan berbagai kegiatan yang mendukung, meliputi: (1)
pembaharuan kurikulum yang dilakukan secara teratur dalam setiap
empat tahun, 2) meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen melalui
pengembangan staf dan keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah, baik di
dalam maupun luar negeri, (3) melakukan studi pelacakan alumni secara
rutin, (4) merumuskan rencana strategis jangka panjang mengacu pada
Renstra, yang dirinci lagi dalam Rencana Operasional Tahunan (Renop),
dan (5) melakukan kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, dan
pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dengan lembaga di luar
Politeknik Negeri Sambas.
Kepemimpinan organisasi di PoliteknikNegeri Sambas terdiri dari
Direktur, Wadir I, Wadir II, Wadir III, Ketua Jurusan, Kepala PPM dan PPPM.
Unsur Pimpinan Politeknik menetapkan Susunan Bagan Organisasi dan
Tata Kerja. Selanjutnya masing-masing pemangku jabatan tersebut
diberi wewenang dan tusi sesuai dengan Job Spesification dan Job
Description. Agar tidak terjadi overlaping dalam koordinasi, pimpinan
menetapkan Jalur Komando dan Jalur Koordinasi antar unit Kerja yang
ada dilingkungan Politeknik.

3) Kepemimpinan Publik.
Pimpinan Politeknik Negeri Sambas juga memiliki karakteristik
yang kuat dalam kepemimpinan publik. Hal ini ditunjukkan dengan
kemampuan unsur pimpinan untuk menjalin kerjasama dengan berbagai
institusi/instansi lain. Pimpinan Politeknik Negeri Sambas sesuai dengan
kewenangan yang dimiliki ikut serta melakukan negosiasi kerjsama
dengan pihak luar dengan payung hukum kerjasama diawali dengan
penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antar Direktur
dengan pihak luar.
81
Kepemimpinan publik Institusi juga ditunjukkan dengan
dipercayanya beberapa unsur pimpinan maupun dosen menjadi tenaga
profesional pada berbagai institusi di luar Politeknik Negeri Sambas.
Melaksanakan program-program pengembangan kepada masyarakat
melalui penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

82
c) Pengelolaan
1) Ketersediaan bukti formal keberfungsian sistem pengelolaan fungsional dan
operasional perguruan tinggi yang meliputi perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), penempatan personil (staffing), pengarahan
(leading), dan pengawasan (controlling).
Sistem pengelolaan fungsional dan operasional Poltesa mencakup
perencanaan, pengorganisasian, penempatan personil, pengarahan, dan
pengawasan, penggunaan sumber daya pendidikan untuk tercapainya
efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi di
lingkup Institusi. Penerapan masing-masing fungsi diuraikan sebagai berikut.
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan yang dilakukan oleh Politeknik Negeri Sambas
mengacu pada visi, misi, tujuan, dan sasaran Institusi serta merupakan
penjabaran dari Renstra Politeknik Negeri Sambas. Perencanaan yang
dilakukan mencakup progam kerja pada bidang-bidang utama berikut,
yaitu: (1) pendidikan dan pengajaran, (2) penelitian, (3) pengabdian
kepada masyarakat, (4) kemahasiswaan dan alumni, (5) sumber daya
manusia, (6) keuangan, sarana dan prasarana, (7) organisasi dan
manajemen, (8) teknologi informasi dan komunikasi, (9) kerjasama.
Penyusunan program kerja Institusi dilakukan secara terpadu
dengan terlebih dahulu dilakukan evaluasi program kerja tahun
sebelumnya. Apabila ada program kerja yang belum terlaksana, maka
progam tersebut direncanakan kembali pada tahun berikutnya. Hasil
penyusunan program kerja unit kerja selanjutnya dikoordinasikan dengan
program kerja institusi, yang selanjutnya dibahas untuk mendapatkan
persetujuan. Program kerja yang sudah mendapatkan persetujuan
institusi merupakan program kerja yang siap untuk direalisasikan oleh
unit kerja.

b. Pengorganisasian (Organizing)
Pimpinan Institusi mengorganisasikan pelaksanaan tridharma
perguruan tinggi pada Poltesa. Pengorganisasi Poltesa berpedoman pada
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas.
Dalam mengorganisasikan kegiatan pendidikan pengajaran, Direktur
bersama dengan Wakil Direktur mengatur unit kerja yang ada untuk
melaksanakan tugas masing-masing. Dalam pengorganisasian kegiatan
perkuliahan ditunjuk unit-unit yang bersifat fungsional yang membantu
Institusi merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengawasi pelaksanaan
perkuliahan sesuai rumpum mata kuliah dengan berpedoman pada
Silabus, Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Kontrak Perkuliahan yang
sudah ditetapkan. Pengkoordinasian juga dilakukan dalam hal
penyusunan kurikulum yang dilengkapi dengan Silabus, Satuan Acara
Perkuliahan (SAP), dan Kontrak Perkuliahan.
Dalam upaya meningkatkan kegiatan dosen dalam bidang
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Institusi mengatur
83
kegiatan ini melalui penyelenggaraan kompetisi hibah penelitian yang
dimiliki Institusi dan mendorong dosen untuk mengikuti kompetisi untuk
memenangkan hibah kompetitif yang ada di Pusat Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Politeknik Negeri Sambas dan
skim-skim penelitian yang ada di Direktorat Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat Dirjen Dikti.

84
c. Penempatan personil (Staffing)
Dalam sistem Tata Pamong Politeknik Negeri Sambas, penempatan
personil menjadi tanggung jawab institusi. Dalam penempatan personil,
Poltesa berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja
Politeknik Negeri Sambas dan Keputusan Direktur Nomor 010/KP/2018
tentang Tugas Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas Tahun
2018. Dalam pelaksanaannya, setiap dosen yang ditugaskan untuk
mengajar di Poltesa harus mendapat persetujuan Direktur. Direktur dapat
memberikan masukan kepada jurusan dan prodi tentang arah
pengembangan staf yang diinginkan untuk keperluan pengembangan
Institusi ke depan, seperti terkait dengan kualifikasi akademik minimal
yang harus dimiliki oleh setiap dosen pengajar, pembimbing, dan penguji
sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

d. Pengarahan (Leading)
Pengarahan oleh pimpinan kepada semua unit yang ada dilakukan
melalui rapat-rapat yang diselenggarakan setiap semester, menyangkut
pelaksanaan tridharma perguruan tinggi pada Politeknik Negeri Sambas.
Selain melalui rapat pimpinan atau rapat jurusan, pengarahan juga
dilakukan secara langsung kepada dosen secara individu maupun
kelompok.

e. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan di Poltesa dilaksanakan oleh dua unit yaitu Pusat
Penjaminan Mutu (PPM) untuk pengawasan akadmik yang berpedoman
pada Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas, dan Satuan
Pengawasan Internal (SPI) untuk pengawasan non akademik yang
berpedoman pada Peraturan Direktur Nomor 09 Tahun 2018 tentang
Satuan Pengawas Internal. Sistem pengawasan di Poltesa dilaksanakan
melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pada Politeknik Negeri
Sambas dibedakan dalam dua aspek, yaitu aspek akademik dan aspek
non akademik, yang dalam prakteknya berjenjang mulai dari pengawasan
di tingkat Institusi, Jurusan sampai tingkat Prodi.
Untuk pengawasan aspek akademik secara keseluruhan,
pelaksanaannya dilakukan melalui audit mutu akademik internal (AMAI)
dari Pusat Penjaminan Mutu (PPM). Berdasarkan laporan audit internal
tersebut, Direktur dapat menentukan langkah-langkah yang diperlukan
untuk peningkatan mutu pendidikan pada Politeknik Negeri Sambas.
Sistem pengawasan dalam aspek keuangan dilakukan melalui
pelaksanaan audit internal oleh Satuan Pengendalian Internal (SPI)
Politeknik Negeri Sambas.

85
2) Ketersediaan dokumen formal dan pedoman pengelolaan mencakup aspek: a)
pendidikan, b) pengembangan suasana akademik dan otonomi keilmuan, c)
kemahasiswaan, d) penelitian, e) PkM, f) SDM, g) Keuangan, h) Sarana dan
Prasarana, i) Sistem Penjaminan Mutu, dan j) Kerjasama.

Adapun pedoman dan dokumen formal sistem pengelolaan Poltesa mencakup

86
aspek-aspek sebagai berikut:
a. Pendidikan
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Pasal 4
mengenai standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran,
standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar
pengelolaan pembelajaran dan standar pembiayaan pembelajaran.
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab III
Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi Bagian Kesatu
Pendidikan Pasal 8.
 Keputusan Direktur Nomor 331.i/LL/2018 tentang Buku Pedoman
Akademik Dan Kemahasiswaan Politeknik Negeri Sambas
b. Pengembangan Suasana Akademik dan Otonomi Keilmuan
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab III
Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi Bagian Kelima
Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik, dan Otonomi
Keilmuan Pasal 20.
 Peraturan Direktur Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kebebasan
Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik dan Otonomi Keilmuan di
Lingkungan Politeknik Negeri Sambas.

c. Kemahasiswaan
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab VIII
Mahasiswa dan Alumni Pasal 68.
 Peraturan Direktur Nomor 13 Tahun 2018 tentang Kemahasiswaan
Politeknik Negeri Sambas.

d. Penelitian
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab III
Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi Bagian Kedua
Penelitian Pasal 17.
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Pasal 48
mengenai standar hasil penelitian, standar isi penelitian, standar
proses penelitian, standar penilaian penelitian, standar peneliti,
standar sarana dan prasarana penelitian, pengelolaan penelitian dan
standar pendanaan dan pembiayaan penelitian.
 Panduan Penelitian Poltesa edisi V Tahun 2020.

87
e. Pengabdian Kepada Masyarakat
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab III
Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi Bagian Ketiga
Pengabdian Kepada Masyarakat Pasal 18.

88
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Pasal 54
mengenai ruang lingkup standar nasional PKM, yakni harus memenuhi
standar sebagai berikut: standar hasil PKM, standar isi PKM, standar
proses PKM, standar penilaian PKM, standar pelaksana PKM, standar
sarana dan prasarana PKM, pengelolaan PKM dan standar pendanaan
dan pembiayaan PKM.
 Panduan PKM Poltesa edisi V Tahun 2020.

f. Sumber Daya Manusia


 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab VII Dosen
dan Tenaga Kependidikan Pasal 64.
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Pasal 26
mengenai Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan.
 Keputusan Direktur Nomor 173/PL37/KP2018 tentang Pedoman Sistem
Rekrutmen, Seleksi, Penempatan, Pengembangan, Retensi, dan
Pemberhentian Dosen dan Tenaga Kependidikan Non Pegawai Negeri
Sipil di Lingkungan Politeknik Negeri Sambas.

g. Keuangan
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab X
Pengelolaan Anggaran Pasal 74.
 Keputusan Direktur Nomor 256/KU/2019 tentang Pedoman Keuangan
Politeknik Negeri Sambas.

h. Sarana dan Prasarana


 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab IX
Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pasal 73.
 Peraturan Direktur Nomor 08 Tahun 2020 tentang Pendayagunaan
Sarana dan Prasarana Politeknik Negeri Sambas
 Keputusan Direktur Nomor 269/SP/2020 tentang Penamaan Gedung
dan Ruangan di Lingkungan Politeknik Negeri Sambas
 Keputusan Direktur Nomor 3.a/PL37/KU/2018 tentang
Pengurus/Penyimpanan Barang Milik Negara Politeknik Negeri Sambas

i. Sistem Penjaminan Mutu,


 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab XII Sistem
Penjaminan Mutu Internal Pasal 77.
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 62
Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

89
 Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas.
 Peraturan Direktur Nomor 09 Tahun 2018 tentang Satuan Pengawas Internal.

j. Kerjasama.
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab XI
Kerjasama Pasal 75.
 Peraturan Direktur Nomor 04 Tahun 2018 tentang Sistem
Kerjasama Dan Pengembangan Kelembagaan.
 Keputusan Direktur Nomor 165.F/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan
Peta Proses Bisnis Politeknik Negeri Sambas.
 Keputusan Direktur Nomor 165.E/PL37/PJ/2018 tentang Penetapan
Standar Operasional Prosedur Politeknik Negeri Sambas.

3) Ketersediaan bukti yang sahih tentang implementasi kebijakan dan pedoman


pengelolaan aspek: a) pendidikan, b) pengembangan suasana akademik dan otonomi
keilmuan, c) kemahasiswaan, d) penelitian, e) PkM, f) SDM, g) Keuangan, h) Sarana
dan Prasarana, i) Sistem Penjaminan Mutu, dan j) Kerjasama.
Implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek di
Politeknik Negeri Sambas sebagai berikut:
a. Pendidikan
Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek
Pendidikan tercantum dalam Laporan Audit Mutu Internal Akademik yang
mencakup evaluasi ketersediaan dokumen tentang kebijakan mutu
akademik, sasaran mutu akademik dan peraturan akademik. Dokumen
kebijakan mutu terdiri dari standar mutu akademik, manual mutu,
pedoman akademik. Dokumen sasaran mutu akademik berisi laporan
pengukuran (Key Performance Indicator) KPI. Sedangkan dokumen
peraturan akademik meliputi panduan akademik, instrumen
pembelajaran, peta kurikulum dan dokumen pendukung kegiatan
peninjauan kurikulum.

b. Pengembangan Suasana Akademik dan Otonomi Keilmuan


Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek
Pengembangan Suasana Akademik dan Otonomi Keilmuan dapat
tergambar pada Kebebasan akademik dilakukan melalui kegiatan
pembelajaran (Pendidikan), penelitian ilmiah, dan pengabdian kepada
masyarakat.
 Di bidang pembelajaran, dosen dijamin bebas untuk mengajar dan
menyebarkan ilmu pengetahuan, mahasiswa bebas untuk
mempelajari berbagai hal dengan tetap memperhatikan norma dan
kaidah keilmuan.
 Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dosen
dan mahasiswa dijamin kebebasan untuk melakukan proses-proses
penelitian dan pkm, publikasi ilmiah, presentasi hasil penelitian atau
90
pkm.

c. Kemahasiswaan
Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek
kemahasiswaan dapat dilihat dari buku bimbingan akademik, sertifikat
kegiatan ekstrakurikuler,

91
kegiatan pengembangan dan pembinaan softskill, beasiswa, bimbingan
konseling dan bimbingan karir.

d. Penelitian
Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek penelitian
dapat dilihat dari penyusunan pedoman, penyampaian pedoman,
penerimaan proposal, penentuan reviewer, seleksi proposal, monev
internal dan eksternal penelitian hingga pengumpulan laporan penelitian
tiap tahun yang tersimpan di Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat.

e. Pengabdian Kepada Masyarakat


Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek
pengabdian kepada masyarakat dapat dilihat dari penyusunan pedoman,
penyampaian pedoman, penerimaan proposal, penentuan reviewer,
seleksi proposal, monev internal dan eksternal PKM hingga pengumpulan
laporan PKM tiap tahun yang tersimpan di Pusat Penelitian dan
Pengabdian Kepada Masyarakat.

f. Sumber Daya Manusia


Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek sumber
daya manusia dapat dilihat dari pengelolaan sumber daya manusia.
Salah satu elemen penting dalam sumberdaya manusia di Poltesa adalah
dosen dan tendik. Tugas utama dosen dan tendik adalah terlaksananya
tridharma perguruan tinggi dengan baik. Pengelolaannya mencakup
ketersediaan dosen dan tendik, kualifikasi, penugasan, dan sebagainya.

g. Keuangan
Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek keuangan
dapat dilihat dari laporan keuangan tahunan.

h. Sarana dan Prasarana,


Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek sarana
dan prasarana dapat dilihat dari laporan asset barang milik negara
(BMN).

i. Sistem Penjaminan Mutu,


Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek sistem
penjaminan mutu dapat dilihat dari laporan audit mutu internal akademik
dari PPM dan laporan audit dari SPI.

j. Kerjasama.
Bukti implementasi kebijakan dan pedoman pengelolaan aspek
kerjasama dapat dilihat dari laporan berkala sistem informasi kerjasama
direktorat kelembagaan dirjen Pendidikan tinggi kemendikbud. Pelaporan
92
kerjasama mencakup mitra kerjasama, jenis dokumen kerjasama, dan
bentuk dokumen kerjasama.

93
4) Ketersediaan dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis (yang mencakup perencanaan finansial dan sumber
daya, pengelolaan dan pengendalian risiko, kepatuhan terhadap peraturan,
konflik kepentingan, pelaporan dan audit).
Perencanaan finansial dan sumber daya, pengelolaan dan
pengendalian risiko, kepatuhan terhadap peraturan, konflik kepentingan,
pelaporan dan audit di Politeknik Negeri Sambas dapat dijelaskan
sebagai berikut:
a. perencanaan finansial dan sumber daya
Dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis dalam perencanaan finansial dan
sumberdaya berpedoman kepada Peraturan Menteri Keuangan antara
lain:
 PMK Nomor 78/PMK.02/2019 tentang Standar Biaya Masukan Tahun
Anggaran 2020
 PMK Nomor 206/PMK.02/2018 tentang Tata Cara Revisi Anggaran
Tahun Anggaran 2019
 PMK Nomor 208/PMK.02/2019 tentang Petunjuk Penyusunan dan
Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian
Negara/Lembaga dan Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
b. pengelolaan dan pengendalian risiko
Dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis dalam pengelolaan dan pengendalian risiko
berpedoman kepada dokumen peta risiko (risk register) Politeknik Negeri
Sambas yang dibuat oleh Satuan Pengawas Internal.
c. kepatuhan terhadap peraturan
Dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis dalam kepatuhan terhadap peraturan
mengacu kepada Permenristekdikti Nomor 51 Tahun 2016 tentang
Pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
d. konflik kepentingan
Dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis dalam meminimalisir konflik kepentingan
berpedoman kepada skala kebutuhan prioritas Poltesa serta Peraturan
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 58 Tahun 2016
tentang Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
e. pelaporan dan audit
Dokumen formal dan bukti mekanisme persetujuan dan penetapan
terhadap rencana strategis dalam pelaporan dan audit yang dilakukan
secara berkala baik per bulan, dan per triwulan, dan tahunan pada
sistem informasi.

d) Sistem Penjaminan Mutu

94
1) Ketersediaan dokumen formal pengembangan sistem penjaminan mutu perguruan
tinggi.
Sistem penjaminan mutu pada Politeknik Negeri Sambas sudah
terbangun secara baik. Struktur organisasi pada Pusat Penjaminan Mutu
(PPM) di Politeknik Negeri Sambas sesuai dengan Permendikbud Nomor 15
Tahun 2013 dan Keputusan Direktur

95
Nomor 010/KP/2018 adalah sebagai berikut:

Kepala
Pusat
Penjaminan
Mutu (PPM)

DIvisi Divisi
Audit Mutu Akademik Sistem
Internal (AMAI) Penjaminan
Mutu Internal (SPMI)

Kelompok
Jabatan
Fungsional

Gambar 7. Struktur Pusat Penjaminan Mutu Poltesa

Sistem penjaminan mutu pada Politeknik Negeri Sambas mengikuti


mekanisme penjaminan mutu yang berlaku di Politeknik Negeri Sambas,
yang berpedoman kepada:
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas Bab XII Sistem
Penjaminan Mutu Internal Pasal 77.
 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 62
Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
 Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem Penjaminan
Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas.

2) Terbangunnya sistem penjaminan mutu internal yang fungsional yang paling tidak
termasuk:
a. Dokumen formal pembentukan unsur pelaksana penjaminan mutu internal di
perguruan tinggi.
Unit pelaksana sistem penjaminan mutu Politeknik Negeri
Sambas yang merujuk kepada:
 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi, dan Tata Kerja Politeknik Negeri
Sambas
 Keputusan Direktur Nomor 010/KP/2018 tentang Tugas Organisasi
dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas
 Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem
Penjaminan Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas.

96
b. Ketersedian dokumen mutu yang dapat mencakup: pernyataan komitmen mutu,
kebijakan mutu, standar mutu, manual mutu dan dokumen lain yang diperlukan.
Politeknik Negeri Sambas menerapkan implementasi penjaminan
mutu yang mengacu pada dokumen-dokumen mutu yang telah
ditetapkan, antara lain: pernyataan komitmen mutu, kebijakan mutu,
standar mutu, manual mutu dan dokumen lain yang diperlukan.
 Dokumen pernyataan komitmen mutu, tertuang dalam Statuta
Poltesa Bab IV Bagian Kesatu Pasal 23 tentang Visi Poltesa, yaitu
“menjadi institusi Pendidikan Vokasi yang unggul di tingkat nasional
dan internasional pada tahun 2034”.
 Dokumen kebijakan mutu, secara garis besar kebijakan mutu ini
menetapkan, mengatur dan menjamin terlaksananya sistem
penjaminan mutu di Poltesa.
 Dokumen standar mutu, terdiri dari dokumen standar mutu, manual
mutu, prosedur operasional standar untuk memahami ruang lingkup,
pedoman dan prosedur implementasi SPMI.
 Dokumen lain yaitu implementasi kebijakan ini tentang standar mutu
akademik, kompetensi dosen, kompetensi tenaga kependidikan,
suasana akademik, evaluasi pembiayaan, sarana dan prasarana dan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

c. Ketersediaan rencana implementasi penjaminan mutu yang mencakup: strategi,


kebijakan, pemberdayaan para pemangku kepentingan yang merupakan bagian
dari rencana jangka menengah maupun jangka panjang.
Rencana implementasi penjaminan mutu terdiri atas strategi,
kebijakan, pemberdayaan para pemangku kepentingan yang merupakan
bagian dari rencana jangka menengah atau jangka Panjang. Adapun
upaya atau strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan penjaminan
mutu, antara lain:
 Melaksanakan sosialisasi hasil penetapan sistem penjaminan mutu
kepada seluruh unsur di lingkungan Poltesa.
 Melibatkan alumni, organisasi, dunia usaha/dunia industry, instansi
pemerintah pengguna lulusan
 Menjaga serta meningkatkan komitmen Lembaga dan seluruh
unsur di lingkungan Poltesa terhadap pelaksanaan sistem
penjaminan mutu.
 Melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu.
 Meningkatkan standar hasil dari pelaksanaan evaluasi.

d. Bukti yang sahih terkait efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu yang


ditetapkan, dilaksanakan, dievaluasi, dikendalikan dan ditindak lanjuti untuk
perbaikan yang berkelanjutan (PPEPP).
Bukti efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu untuk perbaikan
yang berkelanjutan:
 Penetapan: penetapan standar mutu Poltesa berdasarkan Peraturan
Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem Penjaminan Mutu
97
Internal Politeknik Negeri Sambas. Pelaksanaan penetapan dimulai
dari pembentukan tim drafter, perumusan standar, dan pengesahan
standar. Standar mutu tersebut kemudian disosialisasikan kepada
civitas akademika.

98
 Pelaksanaan: pelaksanaan penjaminan mutu disesuaikan dengan SN
Dikti yang meliputi kegiatan akademik (Pendidikan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat) serta non akademik (keuangan,
sumber daya manusia, sarana dan prasarana) yang telah
diimplementasikan ke SN Dikti.
 Evaluasi: evaluasi pelaksanaan standar SPMI melalui kegiatan Audit
Mutu Internal yang dilakukan setiap 2 kali dalam setahun kecuali pada
masa pandemi. Audit dilakukan oleh ketua jurusan yang telah
mengikuti pelatihan auditor.
 Pengendalian: pengendalian dilakukan dalam rangka perbaikan atas temuan.
 Peningkatan: peningkatan dapat dilakukan secara kualitas dan
kuantitas. Secara kualitas apabila standar yang ditetapkan telah
dipenuhi oleh Lembaga sesuai SN DIkti, sehingga perlu dilakukan
pencapaian melebihi SN Dikti. Secara kuantitas dilakukan dengan
menambah judul standar.

e. Bukti sahih pelaksanaan monitoring dan evaluasi penjaminan mutu yang


terstruktur, ditindaklanjuti, dan berkelanjutan.
Bukti pelaksanaan monitoring dan evaluasi penjaminan mutu yang
terstruktur, ditindaklanjuti, dan berkelanjutan dilakukan dengan 1)
Penetapan dan penugasan auditor untuk melaksanakan monitoring dan
evaluasi pada unit tertentu berdasarkan Keputusan Direktur, 2) Auditor
melakukan audit dan laporan diserahkan ke PPM, 3) PPM menyampaikan
hasil temuan ke unit terkait untuk ditindaklanjuti dan dilakukan
perbaikan.

f. Bukti sahih sistem perekaman dan dokumentasi mutu, serta publikasi hasil
penjaminan mutu internal kepada para pemangku kepentingan.
Bukti sistem perekaman dan dokumentasi mutu serta publikasi
hasil penjaminan mutu internal kepada para pemangku kepentingan
disesuaikan dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Perekaman dan
dokumen, serta publikasi hasil penjaminan mutu dibuktikan dalam
bentuk laporan akhir audit mutu internal.

Bukti praktek baik pengembangan budaya mutu di Poltesa dapat


dilihat dari siklus laporan hasil audit mutu internal yang selalu dikeluarkan
setiap tahunnya. Siklus ini berkelanjutan sehingga terbentuk budaya mutu,
hal ini berdampak pada akreditasi terhadap 9 prodi (5 prodi akreditasi B,
dan 4 prodi akreditasi C). Dimana 5 tahun sebelumnya terdapat 1 prodi
terakreditasi B, 2 prodi terakreditasi C dan 6 prodi belum terakreditasi.

Hasil Sertifikasi/Akreditasi/Audit Eksternal. Bagian ini berisi hasil analisis data:


a. perolehan sertifikasi/ akreditasi eksternal oleh lembaga internasional atau
nasional bereputasi. (Tabel 1.a. LKPT).
Sampai tahun 2020, Politeknik Negeri Sambas masih belum

99
memililki sertifikat/akreditasi internasional.

b. perolehan akreditasi program studi oleh lembaga akreditasi internasional


bereputasi. (Tabel 1.a. LKPT).
Hingga tahun 2020, program studi-program studi Poltesa masih
belum memiliki sertifikat dari Lembaga akreditasi internasional.

100
c. Pelaksanaan dan hasil audit eksternal keuangan di perguruan tinggi. (Tabel
1.a. LKPT).
Selama periode 2018-2020, Poltesa telah melakukan audit
eksternal keuangan. Audit eksternal keuangan tersebut dilakukan oleh
Irjen Kemenristekdikti dan BPK.
 Pada tahun 2018 telah dilakukan audit oleh Inspektorat Jenderal
Kemenristekdikti. Audit yang dilakukan merupakan audit terhadap
pelaksanaan anggaran tahun 2017. Terdapat beberapa temuan yang
dilakukan oleh Irjen Kemenristekndikti, dan temuan telah
ditindaklanjuti seluruhnya. Temuan-temuan tersebut, antara lain:
1) Terdapat pertanggungjawaban perjadin kegiatan
penelitian/pengabdian yang tidak dilengkapi dengan bukti yang
lengkap atau tidak akuntabel.
2) Pembayaran serdos yang tidak sesuai dengan peraturan
perundangan- undangan yang berlaku.
3) Terdapat dosen yang tidak membuat/mengumpulkan BKD untuk
semester genap 2016, ganjil 2017 dan genap 2017.
4) Terdapat penyaluran dana penelitian dan pengabdian yang tidak
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
5) Terdapat pembayaran honorarium terhadap ketua dan anggota
untuk kegiatan penelitian dosen tahun 2017 yang tidak sesuai
dengan ketentuan yang berlaku
6) Terdapat pengangkatan tenaga PPPK (dosen dan tendik) sebanyak
74 orang belum dilengkapi dengan perjanjian kerja.
7) Terdapat 2 jabatan struktural (Kabag) yang belum di isi oleh pejabat
definitive.
8) Terdapat 106 orang pegawai yang tidak masuk kerja tanpa
keterangan yang sah dan belum di ambil tindakan sesuai PP
nomor 53 tahun 2021.
 Pada tahun 2019, juga dilakukan audit oleh Inspektorat Jenderal
Kemenristekdikti terhadap pelaksanaan anggaran tahun 2018.
Terdapat beberapa temuan yang teridentifikasi dan temuan telah
ditindaklanjuti seluruhnya. Temuan-temuan tahun 2019 tersebut,
antara lain:
1) Pengangkatan pejabat perbendaharaan (SK Direktur no.
001/KP/2018 tgl 3 jan 2018) tidak didasari pada Kepmenristekdikti
no. 28/M/KPT/2018 tanggal 19 januari 2018
2) Terdapat beberapa mata anggaran yang tidak sesuai terutama
akun anggaran yang menghasilkan akun persediaan. Hal tersebut
mengakibatkan laporan barang persediaan yang sudah dilaporkan
dalam simak BMN dan laporan keuangan tahun 2018 belum tersaji
secara memadai
3) Terdapat distribusi barang persediaan (ATK dan bahan praktikum)

101
pada jurusan dan prodi tidak dilengkapi dengan bukti surat
perintah mengeluarkan (SPMB) atau bukti surat tanda terima
pendistribusian barang persediaan
4) Terdapat mark up/permahalan harga pada pembuatan seragam
mahasiswa (almamater) melebihi harga wajar (Perhitungan harga
pasar di tambah keuntungan perusahaan dan PPN)

102
5) Terdapat pungutan lain selain UKT pada mahasiswa yang
dilakukan oleh UPT TIK
6) Terdapat belanja barang non operasional lainnya (kursus
mahasiswa) yang tidak didukung dengan bukti
pertanggungjawaban yang akuntabel.
7) Terdapat belanja barang non operasional (hibah pembuatan buku
ajar) yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
8) Proses pengadaan almamater mahasiswa tidak sesuai dengan
aturan pengadadaan langsung (Perpres no.16/2018) dan
mengakibatkan pembuatan almamater tersebut tidak memenuhi
syarat legalitas.
9) Terdapat barang persediaan yang didistribusikan tetapi tidak
dilengkapi dengan bukti tanda terima pendistribusian atau surat
perintah mengeluarkan barang (SPMB)
 Pada tahun 2020 telah dilakukan audit oleh BPK. Audit dilakukan
terhadap pelaksanaan anggaran tahun 2020. Temuan: pengelolaan,
penatausahaan dan penyajian asset tak berwujud pada
Kemenristekdikti belum tertib. Rekomendasi temuan: BPK
merekomendasikan Menteri untuk berkoordinasi dengan Mendikbud
menginstruksikan: a. Kuasa Pengguna BMN PTN terkait bersinergi
dengan SPI dalam pengendalian dan pengawasan sehingga
penatausahaan dan penyajian ATB sesuai dengan ketentuan. Temuan
sudah ditindaklanjuti sesuai rekomendasi.

Perolehan status terakreditasi seluruh program studi oleh BAN PT atau


Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). (Tabel 1.b. LKPT)
Sampai dengan tahun 2020, terdapat 12 program studi yang
berlangsung di Poltesa. Lima (5) prodi terakreditasi B dari BAN-PT dan
empat (4) prodi terakreditasi C dari BAN-PT. Adapun prodi-prodi tersebut
antara lain:
 5 prodi terakreditasi B terdiri dari:
i. Prodi D3 Agrobisnis
ii. Prodi D3 Teknik Mesin
iii. Prodi D3 Manajemen Informatika
iv. Prodi D4 Akuntansi Keuangan Perusahaan
v. Prodi D4 Manajemen Bisnis Pariwisata
 4 prodi terakreditasi C terdiri dari:
i. Prodi D4 Agribisnis Perikanan dan Kelautan
ii. Prodi D4 Teknik Mesin Pertanian
iii. Prodi D4 Teknik Multimedia
iv. Prodi D4 Agroindustri Pangan

103
Gambar 8. Jumlah Program Studi Terakreditasi Tahun
2020

e) Kerjasama
Pedoman Kerjasama Politeknik Negeri Sambas mengacu pada
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 14 Tahun 2014
tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi, Peraturan Direktur Nomor 04 Tahun
2018 tentang Sistem Kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan.

Dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuan strategis Politeknik


Negeri Sambas, pengembangan jejaring dan kemitraan dicantumkan dalam
dokumen perencanaan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
RI No. 14 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi, Peraturan
Direktur Nomor 04 Tahun 2018 tentang Sistem Kerjasama dan
Pengembangan Kelembagaan.

Perkembangan Kerjasama Poltesa dari tahun ke tahun mengalami


peningkatan dan pemusatan program menyesuaikan fungsi organisasi
sebagai pengembangan akademik dan visi misi Poltesa. Mitra kerjasama
Poltesa terdiri dari 5 kelompok, yaitu:
 Organisasi dalam negeri
Organisasi yang dimaksud seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
seperti Inkubator Bisnis Swabina Pontianak, Gemawan, Karang Taruna
Kab. Sambas, Gapemasda Kab. Sambas, Kelompok Toga.
 Dunia usaha dalam negeri
Dunia usaha/industri yang bermitra dengan Poltesa adalah PT. Bakti
Karya Mandiri, PT. Pundi Lahan Khatulistiwa, PT. Daya Kharisma Utama,
104
PT. Arony
 Institusi Pendidikan dalam negeri
Institusi Pendidikan dalam negeri yang sudah menjalin MoU antara lain: Politeknik

105
Negeri Pontianak, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Tanjungpura
Pontianak, Universitas Terbuka,
 Institusi pemerintahan dalam negeri
Institusi pemerintahan dalam negeri yang bermitra dengan Poltesa
adalah Pemerintah Daerah Kab. Sambas beserta jajaran SKPD Kab.
Sambas, Balai Riset dan Standarisasi Industri Pontianak,
 Institusi pemerintahan/pendidikan luar negeri
Institusi pemerintahan/Pendidikan luar negeri yang telah melakukan
kerjasama dengan Poltesa adalah Politeknik Negeri Mukah Malaysia, Rise
Neo Cooperative dari Jepang.

25 22
20

15 12
10 9
10 8
6 6 6 5
3 2 4 3 4 4 3
5 2 2
1 0 0 1 0 1 0
0
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS
Organisasi Dalam Negeri Dunia Usaha dalam Negeri Institusi Pendidikan DN

Institusi Pemerintahan DN Institusi Pemerintahan LN Linear (Organisasi Dalam Negeri)

Linear (Dunia Usaha dalam Negeri) Linear (Institusi Pendidikan DN) Linear (Institusi Pemerintahan DN)

Linear (Institusi Pemerintahan LN)

Gambar 9. Jumlah Kerjasama Poltesa Berdasarkan Jenis Mitra

Jenis dokumen yang dikeluarkan oleh Poltesa terdapat 3 jenis


dokumen kerjasama, yaitu:
 Memorandum of Understanding
Dari periode 2015-2020 terjadi peningkatan dokumen MoU dengan berbagai mitra.
 Memorandum of Agreement
MoA yang terdata hanya terjadi pada tahun 2018
 Implementation Agreement
Implementation Agreement atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) banyak
dilakukan pada tahun 2018 sedangakan menurun pada tahun-tahun
berikutnya dikarenakan pandemi.

106
40 37
35

30

25
20
20 17
15 12 12 11
9
10
6
5 3 3
0 0 1 0 0
0
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS
MoU MoA Implementation Agreement Linear (MoU) Linear (Implementation Agreement)

Gambar 10. Jumlah Kerjasama Poltesa Berdasarkan Jenis Dokumen

1) Ketersediaan bukti monitoring dan evaluasi pelaksanaan program kemitraan,


tingkat kepuasan mitra kerjasama yang diukur dengan instrument yang sahih serta
upaya perbaikan mutu jejaring dan kemitraan untuk menjamin ketercapaian visi,
misi dan tujuan strategis.
Bukti monev pelaksanaan program kemitraan dilakukan melalui
pengiriman kuesioner kepuasan mitra terhadap Poltesa. Selain itu terdapat
laporan kegiatan Kerjasama yang dikeluarkan setiap tahun.

2) Bukti sahih kerjasama tridharma yang dilengkapi dengan hasil analisis data terkait
manfaat kerjasama bagi perguruan tinggi (LKPT 1.c)
Kegiatan-kegiatan kerjasama dengan mitra, dilaksanakan dengan
tujuan untuk mencapai visi misi Poltesa terutama dalam meningkatkan
pengembangan tridharma. Berbagai manfaat yang didapat oleh Poltesa,
antara lain:
 Kerjasama dengan Pemda Kab. Sambas menghasilkan peningkatan
kapasistas dosen Poltesa dalam penelitian dan PKM yang berkaitan erat
dengan kebutuhan daerah.
 Kerjasama dengan Inkubator Bisnis Swabina Pontianak menghasilkan
dosen-dosen yang memiliki hard skills dan soft skills di bidang
kewirausahaan, sehingga nantinya dapat meningkatkan kemampuan
kewirausahaan mahasiswa dan alumni.

5. Indikator Kinerja Tambah


Poltesa telah menetapkan indikator kinerja tambahan pada kriteria
tata pamong, tata kelola, dan kerjasama, yaitu:
 Standar Kode Etik Dosen, Tenaga Kependidikand dan Mahasiswa
Dengan menetapkan Keputusan Direktur Nomor 174/PL37/KP/2018
tentang Kode Etik Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa
 Standar Rekrutmen Dosen
107
Dengan menetapkan Keputusan Direktur Nomor 173/PL37/KP/2018
tentang Pedoman Sistem Rekrutmen, Seleksi, Penempatan,
Pengembangan, Retensi dan

108
Pemberhentian Dosen dan Tenaga Kependidikan Non Pegawai Negeri
Sipil di Lingkungan Politeknik Negeri Sambas.
 Standar Teknis Kerjasama
Dengan menetapkan Keputusan Direktur Nomor 10.a/PL37/KP/2020
tentang Petunjuk Teknis Kerjasama Politeknik Negeri Sambas dengan
Perguruan Tinggi, Dunia Usaha dan Pihak Lain.
 Standar Kebersihan, Keindahan, Ketertiban dan Keamanan
Dengan menetapkan Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor
: 01 Tahun 2019 tentang Pedoman Standar Kebersihan, Keindahan,
Ketertiban, dan Keamanan (4K) di Lingkungan Politeknik Negeri Sambas.

6. Evaluasi Capaian Kinerja


Evaluasi kinerja sistem tata pamong, tata kelola dan kerjasama
Poltesa dilakukan menggunakan analisis matriks Strenghts, Weaknesses,
Opportunities dan Threats (SWOT). SWOT merupakan salah satu alat analisis
yang dapat menggambarkan secara jelas keadaan yang dihadapi oleh
organisasi. Analisis SWOT dapat digunakan untuk mengidentifikasi
berbagai faktor yang secara sistematis untuk merumuskan strategi.
Rumusan strategi tersebut didasarkan pada logika untuk memaksimalkan
kekuatan yang dimiliki dan peluang yang ada, serta secara bersamaan
mampu meminimalkan kelemahan dan ancaman yang timbul yang berasal
dari internal maupun eksternal. Analisis SWOT, diawali dengan melakukan
analisis lingkungan, baik lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
Lingkungan eksternal adalah segala kekuatan yang ada di luar
organisasi, pengaruh organisasi tidak terlihat sama sekali. Lingkungan
eksternal sangat mempengaruhi kinerja organisasi. Lingkungan internal
adalah hasil analisis dari nilai atau identifikasi segala faktor yang
mempengaruhi kinerja organisasi. Kumpulan sumberdaya, kapasitas dan
kompetensi yang dimiliki organisasi, sehingga mampu memanfaatkan
peluang dengan cara efektif dan secara bersama mampu mengatasi
ancaman.
Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis strategi dengan
analisis SWOT, yaitu analisis kekuatan-kelemahan (Strenghts-Weaknesses)
dan peluang- ancaman (Opportunities-Threats). Matriks SWOT akan
menghasilkan empat tipe strategi yaitu; (a) strategi Strenghts-Opportunities,
(b) strategi Strenghts-Threats, (c) strategi Weaknesses-Opportunities dan (d)
strategi Weaknesses-Threats.
a) Analisis Faktor Internal
Untuk faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam terdiri
dari dua poin yaitu kekuatan dan kelemahan. Keduanya akan
berdampak lebih baik dalam sebuah penelitian ketika kekuatan lebih
besar dibandingkan kelemahan. Dengan demikian kekuatan internal
yang maksimum jelas akan memberikan hasil yang lebih baik. Adapun
bagian bagian dari faktor internal itu sendiri ialah:
1. Sumber daya yang dimiliki
109
2. Keuangan atau finansial
3. Kelebihan atau kelemahan internal organisasi
4. Pengalaman-pengalaman organisasi sebelumnya (baik yang berhasil
maupun yang gagal)

110
Faktor Internal tata pamong, tata kelola dan kerjasama Poltesa:
 Kekuatan (Strengths/S)
a. Status perguruan tinggi negeri
b. Keuangan, sarana dan prasarana memadai
c. SDM tersedia
d. Memiliki kerjasama dengan mitra
 Kelemahan (Weaknesses/W)
a. Institusi belum terakreditasi
b. Sarana prasarana belum terstandar
c. Kurangnya Kompetensi SDM
d. Kerjasama antar unit masih lemah
e. Persepsi layanan berbeda

b) Analisis Faktor Eksternal


Faktor eksternal merupakan faktor dari luar entitas, di mana
faktor ini tidak secara langsung terlibat pada apa yang sedang diteliti
dan terdiri dari 2 poin yaitu ancaman dan peluang. Adanya peluang
serta ancaman ini tentu saja akan memberikan data yang harus
dimasukkan untuk menghasilkan strategi untuk menghadapinya.
Beberapa poin yang termasuk pada faktor eksternal ialah:
1. Peraturan pemerintah
2. Letak geografis
3. Budaya, sosial politik
4. Sumber pendanaan
5. Perkembangan teknologi
Faktor Eksternal tata pamong, tata kelola dan kerjasama Poltesa:
 Peluang (Opportunities/O)
a. Kebijakan pemerintah yang mendukung
b. Kesempatan besar kerjasama dengan stakeholders
c. Perkembangan Iptek
d. Posisi di wilayah perbatasan
 Ancaman (Threads/T)
a. Perubahan Kebijakan yang cepat
b. Kebutuhan industri yang semakin komplek

c) Analisis SWOT
Penyusunan strategi pada matriks SWOT dilakukan setelah
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal keadaan Poltesa saat ini,
lingkup strategi yang diterapkan tanpa mengubah arah strategi yang
telah ditetapkan. Berdasarkan hasil identifikasi factor internal dan
eksternal, disusunlah matriks SWOT yang menghasilkan empat tipe
strategi yang dapat dilakukan, yaitu strategi S-O, W-O, S-T, dan W-T.
Hasil analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.

111
Tabel 8. Matriks SWOT
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
Faktor
Intern [Link] perguruan 1. Institusi belum
al tinggi negeri terakreditasi
[Link], 2. Sarana prasarana
Sarana prasarana belum terstandar
Faktor memadai 3. Kurangnya Kompetensi
Eksternal [Link] tersedia SDM
[Link] 4. Kerjasama antar unit
kerjasama masih lemah
dengan mitra 5. Persepsi layanan berbeda
Peluang (O) Strategi S-O Strategi W-O

1. Kebijakan [Link] program d. Penguatan


pemerintah yang koordinasi internal tridarma Poltesa
mendukung b. Penguatan
2. Kesempatan program
besar kerjasama kerjasama
dengan
stakeholders
3. Perkembangan
Iptek
4. Posisi di
wilayah Strategi S-T Strategi W-T
perbatasan
Ancaman (T) [Link] kapasitas e. Penyamaan persepsi
VMTS SDM
1. Perubahan
Kebijakan yang
cepat
2. Kebutuhan
industri yang
semakin komplek

Alternatif strategi terapan yang muncul dari matriks SWOT terdiri


dari 5 jenis alternatif strategi, yaitu:
a. Internasionalisasi program tridharma
b. Penguatan program kerjasama
c. Peningkatan kapasitas SDM
d. Penguatan koordinasi internal
e. Penyamaan persepsi VMTS

Evaluasi kinerja Sistem tata pamong, tata kelola dan kerjasama


Poltesa menunjukkan arah yang baik yang dapat dibuktikan dengan
dokumen-dokumen sistem tata pamong dan tata kelola dalam bentuk
kebijakan-kebijakan, peraturan dan keputusan direktur. Organisasi dan tata
kerja Poltesa telah memiliki struktur yang dilengkapi dengan tugas pokok
dan fungsi yang dijalan oleh masing-masing unsur secara konsisten dan
berkelanjutan.
Prestasi-prestasi yang ditorehkan dalam beberapa tahun terakhir
menunjukkan bahwa kepemimpinan di Poltesa berjalan dengan sangat baik.
112
Pemimpin selalu memotivasi untuk menemukan inovasi-inovasi baru dalam
peningkatan tata pamong dan tata kelola yang efektif dan efisien.
Sistem penjaminan mutu berjalan dengan baik yang dibuktikan
dengan hasil dari akreditasi dan reakreditasi. Hingga akhir tahun 2020,
Poltesa telah menghasilkan 5 prodi berakreditasi B dan 4 prodi berakreditasi
C dari BAN PT.

113
7. Penjaminan Mutu Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama
Poltesa memiliki beberapa pedoman utama sistem penjaminan
mutu tata pamong, tata kelola dan kerjasama, yaitu:
1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2013
tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas.
4. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 11
Tahun 2017 tentang Statuta Politeknik Negeri Sambas.
5. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
6. Permenristekdikti Nomor 50 Tahun 2018
7. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 62
Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 14 Tahun 2014
tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi,
9. Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2018 tentang Sistem Penjaminan
Mutu Internal Politeknik Negeri Sambas.
[Link] Direktur Nomor 04 Tahun 2018 tentang Sistem
Kerjasama Dan Pengembangan Kelembagaan.

Penetapan standar tata pamong, tata kelola dan kerjasama Poltesa


berdasarkan statuta. Dalam Permenristekdikti No. 11 tahun 2017 Pasal 77
menyatakan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan
proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan secara
konsisten dan berkelanjutan.
Pelaksanaan standar mengacu pada dokumen standar tata pamong,
tata kelola dan kerjasama. Dari beberapa pedoman utama tersebut di atas,
maka Poltesa menetapkan beberapa Prosedur Operasional Standar (Standard
Operational Procedure/SOP). Poltesa telah menerbitkan 117 SOP yang terbagi
ke setiap unsur yang ada di Poltesa. Bagian Akademik, Kemahasiswaan,
Perencanaan dan Sistem Informasi memiliki 28 SOP, Bagian Umum dan
Keuangan memiliki 13 SOP, SPI memiliki 4 SOP, PPM memiliki 12 SOP, PPPM
memiliki 10 SOP, Jurusan dan Prodi memiliki 31 SOP, UPT TIK memiliki 4 SOP,
UPT PP memiliki 6 SOP, UPT Bahasa memiliki 3 SOP, UPT Perpustakaan
memiliki 6 SOP.
Evaluasi utama sistem penjaminan mutu menjadi tanggung jawab
Pusat Penjaminan Mutu (PPM) dan Satuan Pengawas Internal (SPI). PPM
bertanggung jawab dalam pengawasan bidang akademik dan SPI
bertanggung jawab dalam bidang non akademik yang berkoordinasi dengan
masing-masing unit terkait. Bukti fisik yang dikumpulkan berupa; rapat
pimpinan yang dilakukan setiap akhir tahun.
Pengendalian terhadap semua dokumen standar dilakukan oleh PPM
114
dan SPI Poltesa yang berkoordinasi dengan unit-unit terkait.
Peningkatan standar tata pamong, tata kelola, dan kerjasama Poltesa
terus dikembangkan sesuai dengan hasil evaluasi dan pengendalian yang
dilakukan oleh PPM

115
dan SPI Poltesa. Untuk meningkatkan kualitas SDM Poltesa dilakukan
dengan beberapa upaya, antara lain: 1) mendorong setiap unit bekerja
sesuai tupoksi; 2) Dosen dan tendik selalu memperkaya diri dengan
perubahan peraturan yang selalu meningkat setiap tahunnya demi tercapai
VMTS Poltesa; 3) meningkatkan kerjasama yang baik antara sesama unit di
internal Poltesa maupun ke ekternal Poltesa.

8. Kepuasan Pengguna
1) menggunakan instrumen kepuasan yang sahih, andal, mudah digunakan.
Instrument pengukuran kepuasan terhadap layanan institusi
disesuaikan dengan segmen kelompok tujuan. Survey kepuasan dilakukan
secara online kepada mahasiswa, dosen, tendik, alumni dan pengguna
alumni terkait layanan manajemen. Pengumpulan data dilakukan pada akhir
tahun. Data yang diperoleh akan ditabulasi dengan tabulasi sederhana.
Nilai rata-rata jawaban responden pada ketegori di kelompokkan
menjadi lima kategori yaitu sangat tidak memuaskan, tidak memuaskan,
Rata-rata, memuaskan, sangat memuaskan. Tanggapan responden atas
setiap pertanyaan diukur dengan menggunakan skala likert, dengan kriteria
sebagai berikut:

Tabel 9. Matriks Penialaian Kepuasan Pengguna


Nilai Nilai Nilai Interval Kinerja Mutu
Persepsi Interval IKM Konversi IKM Pelayanan Pelayanan
Sangat
1 1.00 – 1.80 20 – 36 E
Tidak
Memuaska
n
Tidak
2 1.81 – 2.60 37 – 52 D
Memuaska
n
3 2.61 – 3.40 53 – 68 C Rata-Rata
4 3.41 – 4.20 69 – 84 B Memuaskan
Sangat
5 4.21 – 5.00 85 – 100 A
Memuaska
n

2) dilaksanakan secara berkala, serta datanya terekam secara komprehensif.


Pengukuran kepuasan dilakukan secara berkala setiap tahun. Bukti
dari pengukuran kepuasan yang dapat dilihat dari laporan hasil survey
kepuasan yang diterbitkan setiap tahun.

3) dianalisis dengan metode yang tepat serta bermanfaat untuk pengambilan


keputusan.
Data-data kuisioner hasil survey yang telah diisi dan dikumpulkan
dilakukan analisis. Analisis yang dipakai menggunakan metode penelitian

116
yang berlaku umum. Metode yang digunakan adalah metode statistik
deskriptif.

4) tingkat kepuasan dan umpan balik ditindaklanjuti untuk perbaikan dan peningkatan
mutu luaran secara berkala dan tersistem.

117
Data pengukuran kepuasan yang telah dianalisis, dibuatkan laporan.
Laporan tersebut kemudian disampaikan kepada unit kerja yang terkait
untuk dijadikan bahan pertimbangan-pertimbangan perbaikan layanan ke
depan.

5) Review terhadap pelaksanaan pengukuran kepuasan para pemangku kepentingan.


Data-data kuisioner hasil survey yang telah diisi dan dikumpulkan
dilakukan analisis. Analisis yang dipakai menggunakan metode penelitian
yang berlaku umum. Metode yang digunakan adalah metode statistik
deskriptif. Hasil kepuasan pengguna
terhadap layanan manajemen pada Politeknik Negeri Sambas disajikan sebagai
berikut:
5,00

4,50

4,00

3,58 3,58 3,68 3,63 3,70 3,58 3,63


3,50 3,45
3,43 3,33 3,35
3,00

2,50

2,00

1,50

1,00

Gambar 11. Hasil Penilaian Kepuasan pengguna terhadap layanan manajemen

Tabel 10. Hasil Penialaian Kepuasan Pengguna


Mutu
No. Bidang Layanan Indeks Kriteria
Pelayanan
1. Kemudahan prosedur pelayanan 3,58 B Memuaskan
2. Kesesuaian syarat dengan jenis 3,43 B Memuaskan
layanan
3. Kedisiplinan SDM 3,33 C Rata-rata
4. Tanggung jawab SDM 3,58 B Memuaskan
5. Kemampuan SDM 3,35 C Rata-rata
6. Kecepatan pelayanan 3,68 B Memuaskan

118
7 Kesopanan dan Keramahan SDM 3,63 B Memuaskan
8 Kesesuaian biaya 3,70 B Memuaskan
9 Ketepatan jadwal pelayanan 3,58 B Memuaskan
10 Kenyamanan di unit pelayanan 3,63 B Memuaskan
11 Kecukupan sarana dan prasarana 3,45 B Memuaskan

Berdasarkan hasil analisa data menunjukkan bahwa hanya terdapat 2


indikator pengukuran/bidang pelayanan yang membutuhkan upaya
perbaikan dan tindak lanjut yaitu layanan kesiplinan SDM dan Kemampuan
SDM. Dengan nilai masing-masing 3,33 dan 3,35 yang masuk pada kriteria C
(Rata-rata). Sedangkan indicator/bidang layanan lainnya telah mampu
memberi kepuasan kepada pengguna.

6) hasilnya dipublikasikan dan mudah diakses oleh para pemangku kepentingan.


Laporan hasil survey yang telah dilakukan pembahasan di tingkat
pimpinan dan telah disampaikan ke unit-unit terkait.

9. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar Tata Pamong, Tata Kelola dan
Kerjasama Serta Tindak Lanjut
Berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan
bahwa capaian kinerja tata pamong, tata kelola dan kerjasama Poltesa
dapat dibuktikan dengan adanya dokumen-dokumen laporan ketercapaian
standar tata pamong, tata kelola dan kerjasama Poltesa. Dokumen-
dokumen tersebut dimulai dari dokumen Penetapan, Pelaksanaan,
Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan (PPEPP).
Pemosisian hasil evaluasi ketercapaian standar mutu tata pamong,
tata kelola, dan kerjasama telah mencapai kriteria Baik dalam hal
peningkatan mutu tata pamong, tata kelola dan kerjasama. Evaluasi
kinerja Sistem tata pamong, tata kelola dan kerjasama Poltesa
menunjukkan arah yang baik yang dapat dibuktikan dengan dokumen-
dokumen sistem tata pamong dan tata kelola dalam bentuk kebijakan-
kebijakan, peraturan dan keputusan direktur. Organisasi dan tata kerja
Poltesa telah memiliki struktur yang dilengkapi dengan tugas pokok dan
fungsi yang dijalan oleh masing-masing unsur secara konsisten dan
berkelanjutan.
Prestasi-prestasi yang ditorehkan dalam beberapa tahun terakhir
menunjukkan bahwa kepemimpinan di Poltesa berjalan dengan sangat
baik. Pemimpin selalu memotivasi untuk menemukan inovasi-inovasi baru
dalam peningkatan tata pamong dan tata kelola yang efektif dan efisien.
Sistem penjaminan mutu berjalan dengan baik yang dibuktikan dengan
hasil dari akreditasi dan reakreditasi. Hingga akhir tahun 2020, Poltesa
telah menghasilkan 5 prodi berakreditasi B dan 4 prodi berakreditasi C dari

119
BAN PT.
Masalah standar yang belum tercapai adalah: 1) Kemampuan SDM
dalam melaksanakan tata pamong, tata kelola dan kerjasama, 2)
Kemampuan SDM dalam melaksanakan SPMI, 3) Koordinasi antar unit yang
masih kurang kuat, 4) Kerjasama dengan pemangku kepentingan, dunia
usaha/dunia industry masih perlu penguatan.
Akar masalah standar yang belum tercapai adalah: 1) Institusi belum
terakreditasi, 2) Sarana prasarana belum terstandar, 3) Kurangnya
Kompetensi SDM,
4) Kerjasama antar unit masih lemah, 5) Persepsi layanan berbeda

120
Rencana perbaikan dan pengembangan standar mutu adalah: 1)
Melakukan sosialisasi secara rutin dan terencana tentang penyamaan
persepsi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Poltesa sehingga VMTS ini akan
semakin tertanam ke dalam benak dosen, tendik, mahasiswa, dan
masyarakat, 2) Internasionalisasi program tridarma Poltesa, 3) Penguatan
koordinasi internal, 4) Peningkatan kapasitas SDM, 5) Penguatan program
kerjasama

121
C.3 Mahasiswa
1. Latar Belakang
Sebagai salah satu komponen terpenting dalam keberadaan suatu
perguruan tinggi, mahasiswa haruslah mendapatkan pelayanan yang
berkualitas sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memenuhi
standar yang telah ditetapkan. Politeknik Negeri Sambas sebagai Perguruan
Tinggi Negeri selama ini telah memberikan berbagai layanan yang baik
untuk mahasiswa. Upaya-upaya yang dilakukan untuk menginkatkan
kualitas mahasiswa dimulai dari kualitas input mahasiswa dengan
melakukan seleksi terhadap calon mahasiswa baru, hingga membekali
mahasiswa yang telah diterima di Politeknik Negeri Sambas dengan
berbagai keahlian yang diperlukan yang nantinya akan bermanfaat bagi
mahasiswa tersebut, diantaranya pengembangan nalar, minat dan bakat;
pengembangan soft skill; bimbingan karir dan kewirausahaan, selain itu juga
disediakan layanan kesejahteraan mahasiswa yang meliputi layanan
beasiswa dan layanan kesehatan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6


Tahun 2020 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada
Perguruan Tinggi Negeri, penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi
prinsip adil, akuntabel, fleksibel, efesien, dan transparan dengan
memperhatikan potensi calon mahasiswa.

Proses penerimaan mahasiswa baru pada Politeknik Negeri Sambas


mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan secara bersama oleh Forum
Direktur Politeknik Negeri se Indonesia (FDPNI). Proses seleksi dilakukan
dengan 3 (tiga) jalur yaitu melalui Jalur Seleksi Nasional Masuk Politeknik
Negeri (SNMPN), Jalur Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN) dan
Jalur Seleksi Mandiri. Berdasarkan data pada penerimaan mahasiswa baru
Politeknik Negeri Sambas, daya tarik peminat terhadap Politeknik Negeri
Sambas dalam beberapa tahun pengamatan mengalami peningkatan.
Kualitas input yang masuk ke Politeknik Negeri Sambas cukup baik hal ini
dapat dilihat dari tidak semua pendaftar dapat diterima di Politeknik Negeri
Sambas.

Berbagai upaya peningkatan layanan mahasiswa telah diberikan oleh


Politeknik Negeri Sambas, diantaranya: 1) Layanan penalaran sesuai dengan
bidang keilmuan program studi, serta pengembangan softskill bagi
mahasiswa; 2) Layanan pengembangan minat dan bakat mahasiswa dalam
bentuk organisasi kemahasiswaan, serta UKM; 3) Layanan Kesejahteraan
mahasiswa yang meliputi layanan bimbingan dan konseling bidang
akademik dan non-akademik; layanan beasiswa dan bantuan keringanan
UKT; dan layanan kesehatan; 4) layanan mahasiswa bidang karir dan
kewirausahaan.

122
2. Kebijakan
Kebijakan dalam sistem dan seleksi mahasiswa baru Politeknik Negeri
Sambas mengacu pada:
1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun
2020 Tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada
Perguruan Tinggi Negeri;

123
2) Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 01 Tahun 2019
Tentang Prosedur, Tata Cara dan Persyaratan Penerimaan
Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Sambas;
3) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
148/KM/2020 Tentang Buku Panduan Penerimaan Mahasiswa Baru
Politeknik Negeri Sambas Tahun Akademik 2020/2021;
4) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
131/LL/2020 Tentang Penetapan Daya Tampung Mahasiswa Baru
Tahun Akademik 2020/2021 Politeknik Negeri Sambas.

Sistem rekrutmen mahasiswa baru pada Politeknik Negeri Sambas


mengikuti standar yang ditetapkan secara bersama oleh Forum
Direktur Politeknik se- Indonesia (FDPNI), penerimaan mahasiswa baru
pada Poltesa terbagi dalam 3 jalur, yaitu:
a) Jalur SNMPN (Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri)
Jalur SNMPN diperuntukan bagi siswa SMA/SMK/Sederajat kelas XII
yang memiliki prestasi baik di bidang akademik ataupun non
akademik tanpa harus mengikuti ujian masuk. Seleksi pada jalur ini
dilakukan melalui rekomendasi oleh sekolah dengan memperhatikan
prestasi akademik dan non akademik siswa selama menempuh
pendidikan hingga kelas XII pada SMA/SMK/Sederajat, proses
pendaftaran pada jalur ini dilakukan oleh sekolah dan siswa hanya
perlu melengkapi data pada sistem yang telah disediakan.
Penentuan peringkat peserta pada jalur ini sepenuhnya berdasarkan
paramater yang telah ditatapkan pada Forum Direktur Politeknik
Negeri se-Indonesia). Penetapan kelulusan peserta pada jalur ini
berdasarkan urutan peringkat peserta dan daya tampung program
studi pada jalur SNMPN.
b) Jalur SBMPN (Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri)
Jalur SBMPN diperuntukan bagi lulusan SMA/SMK/Sederajat dengan
mengikuti ujian tulis. Soal-soal yang digunakan pada seleksi jalur
SBMPN ditetapkan oleh Forum Direktur Politeknik Negeri se-
Indonesia (FDPNI). Kelulusan pada jalur seleksi ini berdasarkan
pemeringkatan hasil tes tulis, yang disesuaikan dengan daya
tampung program studi untuk jalur SBMPN. Dalam beberapa tahun
ini Politeknik Negeri Sambas, telah mengimplementasikan sistem
ujian berbasis komputer untuk jalur SBMPN.
c) Jalur Seleksi Mandiri
Selain jalur SNMPN dan SBMPN Politeknik Negeri Sambas juga
melakukan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi
mandiri, dengan proses seleksi melalui ujian tulis berbasis komputer
dan menggunakan soal-soal yang berasal dari kompilasi soal SBMPN
dalam berberapa tahun sebelumnya. Perbedaan antara SBMPN dan
Seleksi jalur mandiri dimana pada jalur Mandiri Jadwal
pelaksanaannya ditetapkan oleh Politeknik Negeri Sambas,
124
sedangkan pada jalur SNMPN dan SBMPN jadwal pelaksanaannya
ditetapkan oleh Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia
(FDPNI). Mekanisme penetapan kelulusan pada jalur mandiri yakni
berdasarkan peringkat skor hasil test yang dilakukan oleh peserta.

125
Diantara kebiajakan Politeknik Negeri Sambas terkait dengan layanan
kemahasiswaan diantaranya:
1) Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor: 13 Tahun
2018 Tentang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Sambas;
2) Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor: 06 Tahun 2018
Tata cara pengusulan perubahan UKT di Lingkungan Politeknik
Negeri Sambas;
3) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
446/PL37/KM2020 tentang Buku Pedoman Akademik dan
Kemahasiswaan Politeknik Negeri Sambas Tahun Akademik
2020/2021;
4) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
451/KM/2020 Tentang Pelantikan Pembina Organisasi
Kemahasiswaan KBM POLTESA Periode 2020/2021;
5) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
440/KM/2020 Tentang Dosen Pembimbing Program Kewirausahaan
Mahasiswa Vokasi Tahun 2020;
6) Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor:
125.a/KP/2019 Tentang Pendirian Inkubator Bisnis Swabina Tech’s.

3. Standar Perguruan Tinggi dan Strategi Pencapaian Standar


Standar yang digunakan oleh Politeknik Negeri Sambas untuk mencapai
standar mahasiswa yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

Tabel 11. Standar Politeknik Negeri Sambas


Standar Politeknik Mekanisme kontrol
Strategi pencapaian standar Sumber daya
Negeri Sambas pencapaian
Poltesa wajib  Penetapan peraturan  Anggaran  Evaluasi
memiliki kebijakan direktur terkait  Pegawai terhadap
dan pedoman yang pedoman, persyaratan bidang pedoman,
dilengkapi dengan dan prosedur Akademik dan persyaratan
prosedur penerimaan kemahasiswa dan prosedur
rekrutmen serta mahasiswa baru an penerimaan
persyaratan yang manasiswa
mampu baru
mengidentifikasi
kemampuan
potensi calon
mahasiswa baru
dalam menjalankan
proses pendidikan
dan mencapai
capaian
pembelajaran yang
telah ditetapkan
Poltesa wajib  Penetapan peraturan  Anggaran  Evaluasi

126
memastikan direktur tentang  Pegawai terhadap
dokumen seleksi Pedoman penerimaan bidang pedoman
dan penerimaan mahasiswa baru Akademik dan penerimaan
mahasiswa baru kemahasiswa mahasiswa
yang an baru
memuat tentang
perencanaan,
pelaksanaan,
pemantauan,
pelaporan dan
pertanggunjawaban
proses penerimaan
mahasiswa baru
Poltesa melalui  Menunjuk penugasan  Anggaran  Evaluasi
panitia penerimaan khusus pada  Pegawai pelaksaan
mahasiswa baru kepanitiaan bidang tugas panitia
(PMB) wajib penerimaan Akademik dan penerimaan
memastikan mahasiswa baru kemahasiswa mahasiswa
ketersediaan daftar untuk melakukan an baru
calon mahasiswa pendataan informasi
yang mendaftar pendaftar
yang berisikan
informasi nomor
pendaftaran, nama
pendaftaran nomor
induk
kependudukan, asal
sekolah dan pilihan
program studi
pendaftar
Poltesa melalui  Menunjuk penugasan  Anggaran  Evaluasi
panitia PMB wajib kepada anggota  Pegawai pelaksaan
memastikan daftar panitia PMB untuk bidang tugas panitia
calon mahasiswa mendata dan Akademik dan penerimaan
baru menetapkan peserta kemahasiswa mahasiswa baru
yang mengikuti yang an
seleksi mengikuti seleksi
Poltesa melalui  Menugaskan kepada  Anggaran  Evaluasi
panitia PMB wajib anggota PMB untuk  Pegawai pelaksaan
memastikan daftar mendata peserta PMB bidang tugas panitia
calon mahasiswa yang lulus seleksi Akademik dan penerimaan
baru yang lulus melalui keputusan kemahasiswa mahasiswa
seleksi melalui direktur an baru
keputusan
Direktur

127
Poltesa melalui  Menugaskan kepada  Anggaran  Evaluasi
panitia PMB wajib anggota PMB untuk  Pegawai pelaksaan
memastikan daftar mendata peserta PMB bidang tugas panitia
mahasiswa baru yang lulus seleksi Akademik dan penerimaan
yang melakukan melalui keputusan kemahasiswa mahasiswa
pendaftaran ulang direktur an baru
yang ditetapkan
melalui keputusan
Direktur
Poltesa wajib  Mendorong  Anggaran  Evaluasi
memastikan peningkatan jumlah  Civitas pelaksaan
peningkatan daya pendaftar dengan Akademik tugas panitia
saing dalam proses memperluas a penerimaan
penerimaan jangkauan sosialisasi mahasiswa
PMB baru

mahasiswa baru
Poltesa  Mendorong kegiatan  Anggaran  Evaluasi
berkewajiban mahasiswa bidang  Dosen kegiatan
memastikan penalaran dan mahasiswa
tersedianya pengembangan bidang
layanan mahasiswa softskill penalaran
bidang penalaran dan
yang sesuai dengan pengembang
bidang keilmuan an softskill
program studi serta
pengembangan soft
skill mahasiswa
Poltesa  Mendorong kegiatan  Anggaran  Evaluasi
berkewajiban mahasiswa layanan  Dosen dan kegiatan
memastikan bidang minat dan tenaga mahasiswa
tersedianya layanan bakat kependidik dibidang minat
mahasiswa bidang an dan bakat
minat dan bakat
dalam bentuk
organisasi
mahasiswa serta
kelompok kegiatan
mahasiswa lainnya

128
Poltesa  Mendorong  Anggaran  Melakukan
berkewajiban kerjasama dengan  SDM evaluasi
memastikan instansi terkait bidang kerjasama
tersedianya penyediaan sdm kerjasama dengan
layanan bidang psikologi. instansi;
mahasiswa bidang  Mendorong  Melakukan
kesejahteraan terbentuknya unit evaluasi
mahasiswa yang khusus layanan kinerja unit
meliputi layanan bimbingan konseling layanan
bimbingan dan mahasiswa
konseling bidang
bimbingan
konseling
Poltesa  Menyedian portal  Anggaran  Melakukan
berkewajiban beasiswa bagi evaluasi
memfasilitasi dan mahasiswa, sehingga terhadap
menyediakan mempermudah proses layanan
layanan beasiswa penyampaian mahasiswa
dan keringanan informasi dan seleksi bidang
UKT bagi beasiswa dan bantuan beasiswa
mahasiswa keringanan UKT
berdasarkan
prestasi akademik
dan non-
akademik
Poltesa  Mengadakan  Anggaran  Melakukan
berkewajiban kerjasama dengan  Tenaga evaluasi
menyediakan dan instansi terkait dalam Kependidik terkait
memfasilitasi rangka penyediaan an layanan
layanan kesehatan SDM bidang kesehatan
kesehatan
 Membentuk unit
layanan
bidang kesehatan
Poltesa  Melakukan kerjasama  Anggaran  Melakukan
berkewajiban dengan industri dalam  Tenaga evaluasi
memastikan upaya penyerapan Kependidik kerjasama
tersedianya tenaga an
layanan

mahasiswa bidang kerja.  Dosen dengan industri


karir dan  Meningkatkan  Melakukan
bimbingan kompetensi lulusan evaluasi
kewirausahaan sesuai kebutuhan pelaksanaan
industri kegiatan
 Menyediakan wadah kewirausaha
bagi mahasiswa untuk an
menumbuhkembangk mahasiswa
an
129
minat bidang wirausaha

4. Indikator Kinerja Utama


a) Kualitas Input Mahasiswa
Berdasarkan laporan dari Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru
Politeknik Negeri Sambas dalam 5 (lima) tahun terakhir, statistik
penerimaan mahasiswa baru Politeknik Negeri Sambas disajikan
pada gambar berikut:

1037
980
913 925
799 769
653
576 558 585 555
513 536 531
450 456 480 456
423 423

TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS

Daya Tampung Pendaftar Lulus Seleksi Mahasiswa Baru

Gambar 12. Statistik Penerimaan Mahasiswa Baru

Berdasarkan pengamatan dalam 5 (lima) tahun terakhir jumlah


pendaftar atau peminat pada Politeknik Negeri Sambas mengalami
fluktuasi, jumlah pendaftar tertinggi dalam pengamatan terjadi pada
TS-4 hal ini dikarenakan pada tahun tersebut POLTESA pertama kali
membuka layanan penerimaan mahasiswa baru secara daring, selain
juga memfasilitasi pendaftaran yang datang langsung ke panitia
penerimaan mahasiswa baru di kampus, secara rata-rata jumlah
peminat di POLTESA sebanyak 900an. Bertambahnya daya tampung
POLTESA di tahun TS-1 dan TS dikarenakan bertambahnya sarana
berupa gedung perkuliahan, dalam penetapan daya tampung
POLTESA memperhatikan ketersediaan sarana berupa gedung
perkuliahan dan juga ketersediaan SDM dosen sebagai pengajar.
Rata-rata pertumbuhan mahasiswa baru sebesar 14,57%.

Rasio pendaftar terhadap jumlah pendaftar yang lulus seleksi dalam lima
tahun

130
proses penerimaan mahasiswa baru di POLTESA disajikan pada
gambar berikut:

Pendaftar:Lulus
2,50
2,02
2,00
1,66
1,59
1,50
1,22 1,27

1,00

0,50

0,00
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS

Gambar 13. Rasio Pendaftar Terhadap Jumlah Pendaftar yang Lulus

Rasio pendaftar terhadap jumlah peserta yang lulus pada proses


seleksi mahasiswa baru di POLTESA mengalami penurunan dari 2,02
pada TS-4 menjadi 1,27 pada TS, secara rata-rata dalam 5 tahun
rasio pendaftar terhadap peserta yang lulus seleksi sebesar 1,55.

Persentase jumlah mahasiswa yang mendaftar ulang terhadap jumlah


pendaftar yang lulus seleksi pada penerimaan mahasiswa baru di
POLTESA disajikan pada gambar berikut:

Peserta lulus yang mendaftar ulang


85,00
82,46 81,72
82,08
80,00

75,00
73,44
70,00
69,05

65,00

60,00
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS

Gambar 14. Jumlah Mahasiswa yang Mendaftar Ulang

Rata-rata persentase calon mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi


untuk melakukan pendaftaran ulang pada Politeknik Negeri Sambas
sebesar 77,75%. Penurunan terjadi pada TS-3, dimana penyebab
penurunan ini adalah ketidaktahuan peserta yang dinyatakan
131
lulus terkait jadwal pelaksanaan

132
pendaftaran ulang, sedangkan penurunan pada TS disebabkan
kondisi pandemi covid-19 yang mengakibatkan kemampuan
ekonomi peserta yang lulus terpengaruh sedangkan jumlah beasiswa
KIP yang tersedia terbatas.

Hingga saat ini Politeknik Negeri Sambas masih belum menerima


mahasiswa asing.

b) Layanan Mahasiswa
1) Penalaran, termasuk softskills.
Sebagai bentuk upaya Poltesa memberikan layanan kepada
mahasiswa bidang penalaran adalah dengan pembentukan
himpunan mahasiswa jurusan sebagai pengayom kegiatan
bidang mahasiswa bidang penalaran yang sesuai dengan
kompetensi program studi mahasiswa, melalui Surat Keputusan
Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 451/KM/2020 Tentang
Pelantikan Pembina Organisasi Kemahasiswaan KBM POLTESA
Periode 2020/2021. Dalam pelaksanaanya, kegiatan penalaran
mahasiswa dikoordinasikan melalui himpunan mahasiswa
jurusan dengan berkoordinasi dengan ketua jurusan dalam
pelaksanaan kegiatannya dan kepada BEM dalam hal
pertanggung jawaban kegiatan. Bentuk pembinaan yang
dilakukan Poltesa dalam layanan mahasiswa bidang penalaran
adalah dengan melibatkan dosen dalam kegiatan penalaran
yang dilakukan mahasiswa; dalam upaya peningkatan dan
pengembangan, dilakukan kegiatan mahasiswa dalam bidang
penalaran seperti dengan mengadakan kompetisi bidang prodi
bagi mahasiswa, yang hasil dari kompetisi tersebut diikutkan
dalam kegiatan serupa di tingkat nasional.

Sebagai upaya pengembangan softskills Politeknik Negeri


Sambas setiap tahunnya mengadakan Kuliah Umum bagi
mahasiswa baru sebagai bagian dari kegiatan PKKMB dengan
mengundang narasumber dari luar Politeknik Negeri Sambas.
Selain itu, POLTESA memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk mengembangkan softskill dengan memberikan
kesempatan bagi mahasiswa mengikuti kegiatan-kegiatan
seperti kegiatan PERMATA (Pertukaran Mahasiswa Tahan Air),
mengikutsertakan mahasiswa POLTESA pada kegiatan seminar
di tingkat Daerah dan juga tingkat Nasional. Diatara
keterlibatan mahasiswa POLTESA pada kegiatan kategori
pengembangan softskill diantaranya:

Tabel 12. Kegiatan Softskill Mahasiswa


Tahun Kegiatan Tempat Perwakilan

133
Seminar Nasional Univ. Tengku
2018 Temu 1 Mahasiswa
Umar, Aceh.
BEM NUSANTARA
MUNAS Forum
Politeknik
Komunikasi
2018 Negeri 2 Mahasiswa
Mahasiswa
Pangkep,
Politeknik Se-
Sulawesi
Indonesia
Selatan
XVIV
Lembaga Dakwah Universitas
2018 1 Mahasiswa
Kampus Summit Indonesia
MUNAS Forum
Komunikasi Politeknik
2019 1 Mahasiswa
Mahasiswa Negeri
Politeknik Se- Sriwijaya
Indonesia
XVX

2) Minat dan bakat, termasuk pengembangan kegiatan mahasiswa


dan UKM.
Upaya pembinaan, peningkatan dan pengembangan minat
bakat mahasiswa dilakukan Poltesa dilakukan dengan
membentuk UKM di bidang olahraga, seni, ataupun lainnya
melalui Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas
Nomor 451/KM/2020 Tentang Pelantikan Pembina Organisasi
Kemahasiswaan KBM POLTESA Periode 2020/2021, dalam
pelaksanaannya proses pembinaan layanan minat dan bakat
mahasiswa melibatkan dosen dan tenaga kependidikan yang
mempunyai minat dan bakat yang sama.
3) Kesejahteraan, meliputi bimbingan konseling, beasiswa,
layanan kesehatan.
Upaya poltesa dalam pembinaan, pengembangan dan
peningkatan layanan mahasiswa bidang kesejahteraan bidang
konseling dilakukan dengan memfasilitasi mahasiswa untuk
melakukan konseling terkait permasalahannya kepada pegawai
bidang kemahasiswaan yang ditunjuk, upaya peningkatan
layanan mahasiswa bidang konseling dilakukan dengan
membentuk tim dosen yang bertugas sebagai dosen konseling,
dengan sebelumnya membekali dosen tersebut dengan
sebelumnya memberikan pembekalan dasar pengetahuan
konseling. Upaya Poltesa dalam meningkatkan layanan bigang
konseling adalah dengan membentuk unit khusus layanan
konseling.

Pembinaan, pengembangan dan peningkatan layanan


mahasiswa terkait beasiswa dilakukan POLTESA selain dengan
memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan mahasiswa, juga
134
dilakukan dengan memberikan bantuan berupa keringanan UKT
bagi mahasiswa. Jumlah mahasiswa POLTESA yang menerima
bantuan pembiayaan melalui skema beasiswa Bidikmisi/KIP
sebanyak 35,42% dari total mahasiswa. Selain melalui
Beasaiswa usaha POLTESA dalam memberikan layanan
kesejahteraan mahasiswa adalah melalui memberikan
kesempatan mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk
mendapatkan keringanan pembiayaan perkuliahan dengan
mengusulkan perubahan UKT. Jumlah mahasiswa yang
mendapatkan bantuan keringanan pembiayaan perkuliahan
sebesar 13,98%.

Layanan mahasiswa bidang kesehatan yang diselenggarakan di


POLTESA hingga saat ini masih berupa layanan dasar melalui
penyediaan ruang kesehatan yang dilengkapi dengan
perlengkapan dan

135
sarana dasar, seperti kasur, tabung oksigen dan obat-obatan
generik. Pembentukan unit layanan khusus bidang kesehatan di
POLTESA masih menunggu kerjasama dengan pihak terkait,
terutama untuk penyediaan tenaga kesehatan.

4) Karir dan bimbingan kewirausahaan.


Dalam layanan karir dan bimbingan kewirausahaan, upaya
pembinaan, peningkatan dan pengembangan yang dilakukan
Poltesa selain dengan membentuk POLTESA CAREER CENTRE
(PCC) melalui Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri
Sambas Nomor 081/KM/2017 sebagai wadah bagi alumni,
industri dan Poltesa memberikan informasi kesempatan kerja.

Dalam upaya menumbuhkembangkan serta pendampingan


pengusaha pemula berbasis teknologi di lingkingan Politeknik
Negeri Sambas POLTESA mendirikan Inkubator Bisnis Swabina
Tech’s melalui Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri
Sambas Nomor: 125.a/KP/2019 Tentang Pendirian Inkubator
Bisnis Swabina Tech’s.

Selain itu, dalam surat keputusan penetapan kurikulum untuk


semua program studi di Poltesa terdapat mata kuliah
kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib.

Proses pembinaan kewirausahaan mahasiswa Politeknik Negeri


Sambas diantaranya dengan menunjuk dosen sebagai
pembimbing program kewirausahaan mahasiswa vokasi tahun
2020 melalui Surat Keputusan Direktur Politeknik Negeri
Sambas Nomor 440/KM/2020 Tentang Dosen Pembimbing
Program Kewirausahaan Mahasiswa Vokasi Tahun 2020.

5. Indikator Tambahan
Beberapa indikator yang dianggap perlu ditambahkan pada bidang
kemahasiswaan diantaranya:
1) Bebas buta huruf Al-Quran bagi mahasiswa beragama islam,
sebagai upaya peningkatan layanan kemahasiswaan bidang
soft skill;
2) Kemampuan berbahasa inggris melalui Kursus bahasa inggris
bagi mahasiswa yang diselenggarakan oleh UPT Bahasa
sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan bidang penalaran;
3) Kemampuan menggunakan komputer melalui Kursus
komputer yang diadakan oleh UPT TIK sebagai upaya
peningkatan kualitas mahasiswa bidang penalaran.

6. Evaluasi Capaian Kinerja


136
Capaian kinerja mahasiswa Politeknik Negeri Sambas pada proses
penerimaan mahasiswa baru dideskripsikan berdasarkan kriteria
jumlah pendaftar pada

137
penerimaan mahasiswa baru, proporsi jalur penerimaan dan sebaran
asal daerah mahasiswa baru.

Perkembangan jumlah pendaftar pada Politeknik Negeri Sambas,


peserta yang lulus seleksi dan jumlah yang melakukan daftar ulang
pada rangkaian penerimaan mahasiswa baru Politeknik Negeri Sambas
mengalami fluktuasi. Jumlah pendaftar yang melakukan pendaftaran
pada tahun 2016 sebanyak 1037 dengan jumlah pendaftar yang
dinyatakan lulus seleksi sebanyak 513 dan yang melakukan
pendaftaran ulang sebanyak 423; pada tahun 2017 sebanyak 913 orang
mendaftar, yang dinyatakan lulus seleksi 576 orang dan yang
melakukan pendaftaran ulang sebanyak 423 mahasiswa baru; pada
tahun 2018 sebanyak 905 pendaftar pada proses penerimaan
mahasiswa baru, dengan jumlah peserta yang lulus seleksi sebanyak
558 dan yang melakukan pendaftara ulang sebanyak 456; pada tahun
2019 jumlah pendaftar sebanyak 799 dengan jumlah peserta yang lulus
seleksi sebanyak 653 dan sebanyak 536 mahasiswa baru yang
melakukan pendaftaran ulang; pada tahun 2020 jumlah pendaftar
sebanyak 980 orang dengan jumlah yang lulus seleksi sebanyak 769
dan yang melakukan pendaftaran ulang sebagai mahasiswa baru
sebanyak 531.

900 85,00
81,72 769
800 82,46 82,08
700 653 80,00
576 558
600 536 531
513
75,00
500 73,44 456
423
400 423
70,00
300 69,05

200 65,00
100
0 60,00
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS

Lulus Seleksi Mahasiswa Baru


Prosentase melakukan registrasi Linear (Lulus Seleksi)
Linear (Mahasiswa Baru)

Gambar 13. Jumlah Calon Mahasiswa Lulus Seleksi

Berdasarkan laporan pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru yang


dilaporkan tim penerimaan mahasiswa baru, kecenderungan calon
mahasiswa yang lulus seleksi meningkat dengan rata-rata pertumbuhan

138
tahunan sebesar 11%, terjadi penurunan jumlah mahasiswa yang lulus
seleksi pada TS-2 (2018) dimana jumlah yang lulus seleksi berkurang
16 orang dibanding tahun sebelumnya atau penurunan 3,12%.

139
Pertumbuhan mahasiswa baru POLTESA cenderung mengalami
kenaikan, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 6,1%, penurunan
mahasiswa baru pada TS terhadap TS-1 disebabkan kondisi pandemi
yang secara tidak langsung mengakibatkan kemampuan calon
mahasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi berkurang.

Persentase calon mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi melakukan


pendaftaran ulang kecenderungannya berada pada 80%, namun terjadi
penurunan pada TS-3 (2017) dan pada TS (2020), penurunan pada TS-3
disebabkan kendala pada calon mahasiswa yang tidak mengetahu
jadwal pendaftaran ulang, karena pada tahun tesebut informasi
disampaikan melalui media internet, sedangkan pada TS lebih
dikarenakan kondisi pandemi covid-19 yang mempengaruhi kondisi
ekonomi calon mahasiswa dan para calon mahasiswa yang lulus seleksi
tersebut mengharapkan mendapatkan beasiswa KIP yang jumlahnya
terbatas.

350

300
292
250
252
200
243
150 174 181 165 160 166
151
100 122
98 102 102 93
50 68
0
TS-4 TS-3 TS-2 TS-1 TS

SNMPN SBMPN Mandiri


Linear (SNMPN) Linear (SBMPN) Linear (Mandiri)

Gambar 14. Jalur Penerimaan Mahasiswa

Berdasarkan jalur seleksi, jumlah mahasiswa baru yang diterima melalui


jalur undangan (SNMPN) mengalami pertumbuhan dengan rata-rata
pertumbuhan tahuna sebesar 39,3%, pada jalur seleksi nasional
(SBMPN) rata-rata pertumbuhan mahasiswa baru sebesar 5,07% dan
pada jalur mandiri rata-rata tahunan mahasiswa baru mengalami
penurunan 6,37%. Penurunan mahasiswa baru pada jalur mandiri
dikarenakan kebijakan Poltesa untuk mengisi formasi penerimaan
mahasiswa baru dengan meminimalisir pada jalur mandiri.

Terkait layanan mahasiswa bidang penalaran termasuk softskill, poltesa


telah memfasilitasi kegiatan mahasiswa bidang penalaran termasuk
140
softskill, diantaranya adalah dengan menunjuk dosen pembina bagi
mahasiswa ataupun kelompok mahasiswa yang mengikuti kompetisi
bidang penalaran.

141
Terkait layanan mahasiswa bidang minat dan bakat upaya pembinaan
yang dilakukan POLTESA dengan menunjuk dosen atau tenaga
kependidikan untuk membimbing kegiatan minat dan bakat mahasiswa.

Dalam upaya peningkatan kesejehateraan mahasiswa terkait beasiswa,


selain pemberian beasiswa yang bersumber dari Kementerian, upaya
POLTESA adalah dengan memberikan keringanan UKT bagi mahasiswa
yang kurang mampu; terkait layanan bimbingan dan konseling, upaya
POLTESA diantaranya dengan membentuk tim bimbingan dan konseling
dengan konselor berasal dari dosen dan tenaga kependidikan yang
ditunjuk oleh Direktur melalui Surat Keputusan Direktur, selain itu
diupayakan adanya unit layanan khusus bidang bimbingan dan
konseling dengan melibatkan psikolog; dalam layanan kesehatan
mahasiswa, saat ini POLTESA telah menyediakan layanan dasar
kesehatan untuk mahasiswa berupa perlengkapan UKS disetiap jurusan
dan menyediakan ruangan kesehatan dengan fasilitas dasar, upaya
kedepan yang akan dilakukan POLTESA adalah dengan membentuk unit
layanan khusus bidang kesehatan dengan melibatkan tenaga
kesehatan dari pihak yang terkait.

Dalam layanan mahasiswa bidang bimbingan karir dan kewirausahaan


diantaranya dengan membentuk PCC (Poltesa Career Center), sebagai
wadah penyedia informasi bagi alumni terkait kesempatan kerja, selain
itu mahasiswa yang telah dinyatakan lulus, sebelum wisuda diberikan
pembekalan karir; terkait kewirausahaan, POLTESA melalui kurikulum
semua program studi meberikan mata kuliah kewirausahaan bagi
mahasiswa, selain itu POLTESA mewajibkan mahasiswa terlibat dalam
kegiatan kewirausahaan baik yang berupa kompetisi maupun eksibisi,
upaya pendampingan mahasisa oleh dosen dalam kompetisi
kewirausahaan mahasiswa selalu dilakukan POLTESA.

Tabel 13. Analisa SWOT Dalam Layanan Mahasiswa


Kekuatan (S) Kelemahan (W)
Faktor
Internal [Link] sebagai perguruan 1. Asal mahasiswa baru masih
tinggi negeri didominasi dari kab. Sambas
[Link] bantuan beasiswa 2. Upaya penjaringan mahasiswa
lebih besar dibanding PTS baru belum optimal menjangkau
[Link] kebijakan daerah dari luar kab. Sambas
Faktor dalam memberikan 3. Kualitas sumber daya manusia
Eksternal pemotongan UKT yang belum mumpuni
[Link] sumber daya 4. Layanan mahasiswa bidang
manusia yang banyak kesehatan dan bimbingan
konseling belum optimal
5. Keterbatasan sumberdaya
dalam layanan mahasiswa bidang
kesehatan
dan bimbingan konseling

142
Peluang (O) Strategi S-O Strategi W-O

1. Sebagai kampus di 1. Mendorong kerjasama luar 1. Memperluas dan memperbanyak


perbatasan, adanya negeri bidang layanan sosialisasi POLTESA, baik berupa
peluang kerjasama luar mahasiswa, dibidang kegiatan penerimaan mahasiswa baru
negeri dibidang layanan penalaran,
mahasiswa pengembangan softskill,
2. Dukugan tenaga pendidik beasiswa, karir dan ataupun segala prestasi dosen dan
dan kependidikan terhadap kewirausahaan mahasiswa
kegiatan kemahasiswan 2. Meningkatkan kualitas 2. Melakukan kerjasma dengan dinas
kegiatan lembaga kesehatan dalam upaya penyediaan
kemahasiswaan (HMJ) tenaga kesehatan untuk
mendukung layanan mahasiswa
bidang kesehatan
3. Melakukan kerjasama dengan
dinas pemuda dan olahraga atau
dinas terkait sebagai upaya
mendapatkan dukungan
penyediaan prsikolog sebagai
layanan
mahasiswa bidang konseling
Ancaman (T) Strategi S-T Strategi W-T

1. Persaingan 1. Melakukan promosi [Link] promosi dan daya


rekrutmen mahasiswa terkait keunggulan tarik program studi
semakin tinggi POLTESA serta prosepek [Link] daya tampung
2. Tuntutan kualitas kerja masing-masing serta sarana dan prasarana
lulusan yang semakin program studi pendukung kegiatan
tinggi 2. Meningkatkan kemahasiswaan
3. Rendahnya angka kualitas dan [Link] partisipasi
partisipasi kasar (APK) kompetensi dosen stakeholder pada perguruan
perguruan tinggi 3. Meningkatkan tinggi
kompetensi lulusan
4. Meningkatkan bantuan
Beasiswa dan pengurangan
UKT

7. Penjamin Mutu Mahasiswa


Implementasi sistem penjaminan mutu terhadap standar
kemahasiswaan pada Politeknik Negeri Sambas telah ditetapkan
melalui peraturan dan keputusan Direktur. Dalam pelaksanaannya
siklus PPEPP standar kemahasiswaan telah dilaksanakan seluruhnya.
Pada tahapan penetapan telah dilaksanakan melalui peraturan dan
keputusan Direktur Politeknik Negeri Sambas tentang kemahasiswaan,
sedangkan pada tahapan pelaksanaan telah terlaksananya semua
standar mahasiswa yang telah ditetapkan. Pada tehapan evaluasi telah
dilakukan evaluasi setiap tahun oleh Pusat Penjaminan Mutu, sebagai
tindak lanjut dari tahapan evaluasi, telah dilakukan pengendalian
terhadap pelaksanaan standar yang telah ditetapkan. Pada tahapan
Peningkatan telah dilakukan pembaharuan standar SPMI Tambahan
oleh Pusat Penjaminan Mutu sebagai hasil evaluasi dan pengendalian
terhadap standar mahasiswa.
143
8. Kepuasan Pengguna
Kepuasan pengguna layanan kemahasiswaan di Politeknik Negeri
Sambas dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada
mahasiswa terkait layanan kemahasiswaan. Pengumpulan data
dilakukan pada akhir semester genap. Tanggapan responden atas
setiap pertanyaan diukur dengan menggunakan skala likert, dengan
kriteria sebagai berikut:

Tanggapan Skor
Sangat Baik 4
Baik 3
Cukup 2
Sangat Kurang 1

144
Data yang diperoleh akan ditabulasi untuk dihitung indeks kepuasan
mahasiswa dengan rumusan:

𝐼𝐾𝑀 = ∑ n ∗
𝑆𝑖
N
Dengan Si = Skor item masing-masing pertanyaan; n = Skor dan N
= jumlah responden. Predikat masing-masing skor IKM disajikan pada
tabel berikut:

IKM Predikat
>=3.25 Sangat Baik (Sangat Puas)
2.50 – 3.24 Baik (Puas)
1.75 – 2.49 Cukup
1.00 – 1.74 Kurang Baik (Tidak Puas)

Hasil kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan pada


Politeknik Negeri Sambas disajikan sebagai berikut:

Tabel 14. Hasil Kepuasan Mahasiswa Terhadap Layanan Kemahasiswaan


No. Bidang Layanan Indeks Kriteria Tindak Lanjut
1. Minat dan Bakat 3,195 Baik  Mendorong mahasiswa
untuk terus aktif
dalam kegiatan baik
bidang penalaran
maupun bidang
lainnya;
 Mengadakan
kompetisi tingkat
Poltesa untuk
menjaring
mahasiswa yang
akan menjadi
perwakilan di
tingkat
nasional;
2. Konseling 3,078 Baik  Meningkatkan
kualitas
pembimbingan
konseling dengan
menyediakan
psikolog;
 Mendorong
terbentuknya
UPT bimbingan
145
konseling.
3. Kewirausahaan 3.094 Baik  Mendorong
mahasiswa untuk
aktif dalam
kewirausahaan
dengan mengadakan
bazar pada akhir
semester sebagai
bentuk projek dari
mata kuliah;
 Meningkatkan
pembimbingan dari
dosen
di bidang
kewirausahaan dengan
melibatkan mahasiswa
pada program
kewirausaahaan dosen.
4. Soft skill 3,197 Baik  Mendorong iklim
kepemimpinan
pada mahasiswa
melalui kegiatan;
 Melakukan pelatihan
public speaking bagi
mahasiswa.
5. Kesehatan 2,516 Baik  Mendorong
terbentuknya mini
klinik di Poltesa dan
menyediakan tenaga
kesehatan (dokter
umum);
 Melengkapi peralatan
kesehatan minimal di
lingkungan kampus.
6. Beasiswa 3,162 Baik  Mengembangkan
sistem berbasis IT
untuk pendaftaran
beasiswa;
 Meningkatkan
sosialisasi
beasiswa kepada
mahasiswa.

9. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar Mahasiswa serta Tindak


Lanjut
146
Pertumbuhan jumlah pendaftar dan pertumbuhan jumlah mahasiswa
aktif pada Politeknik Negeri Sambas relatif meningkat dalam setiap
tahunnya, belum ada mahasiswa asing yang diterima di Politeknik
Negeri Sambas. Layanan mahasiswa seperti bimbingan konseling;
penalaran, minat dan bakat; kesejahteraan mahasiswa; dan layanan
kewirausahaan telah berjalan dengan baik, namun masih memerlukan
peningkatan untuk meningkatkan kepuasan terhadap kepuasan
mahasiswa. Beberapa strategi yang perlu dilakukan Politeknik Negeri
Sambas dalam meningkatkan kualitas input mahasiswa baru serta
layanan kemahasiswaan diantaranya sebagai berikut:
1) Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai
penerimaan mahasiswa baru Politeknik Negeri Sambas;
2) Memanfaatkan sosial media sebagai media dalam melakukan promosi;
3) Mengadakan perlombaan baik di bidang akademik maupun non
akademik bagi siswa SLTA sebagai upaya memperkenalkan
Politeknik Negeri Sambas;
4) Menjalin kerjasama dengan berbagi pihak terkait dalam upaya
meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa;
5) Menjalin kerjasama dengan pihak terkait dalam upaya memberikan

147
pelayanan kesehatan kepada mahasiswa;
6) Melakukan kerjasama dengan pihak terkait dalam upaya
penyediaan layanan kesejahteraan mahasiswa yang meliputi
beasiswa dan penyediaan asrama bagi mahasiswa;
7) Mendorong hasil kuliah kewirausahaan yang dilaksanakan oleh
mahasiswa menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat;
8) Meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kewirausahaan, dan
9) Meningkatkan standar kompetensi lulusan.

148
C.4 Sumber Daya Manusia
1 Latar Belakang
Pengelolaan perguruan tinggi yang baik sangat erat kaitannya
dengan ketersediaan sumber daya manusia yang baik. Dalam suatu
perguruan tinggi, topik pembicaraan tentang sumber daya manusia akan
mengarah pada 2 (dua) komponen yaitu dosen dan tenaga kependidikan.
Setiap komponen harus memainkan peran yang diembannya dengan baik.
Sinergi yang kondusif dari kedua komponen ini diperlukan untuk mencapai
tujuan yang diinginkan yaitu pengelolaan perguruan tinggi yang unggul.
Dosen berperan sebagi pilar utama dalam memastikan berlangsungnya
transfer ilmu pengetahuan dalam mimbar akademik yang dilakukan. Di sisi
lain, tenaga kependidikan baik itu teknisi, laboran, pustakawan maupun
tenaga administrasi merupakan pilar pendukung yang tidak dapat
diabaikan begitu saja peranannya.
Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) sebagai lembaga Pendidikan
Tinggi di bawah Kemendikbud berkewajiban untuk memastikan bahwa
pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukannya telah benar
dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, dalam proses
penerimaan pegawai yang dilakukan oleh Poltesa selalu mengacu pada
Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai
Negeri Sipil, yang menyatakan bahwa proses pengadaan CPNS dimulai dari
perencanaan kebutuhan pegawai, pengumuman, pendaftaran, seleksi
administratif, seleksi kompetensi dasar, seleksi kompetensi bidang,
penetapan NIP sampai dengan pengangkatan sebagai CPNS. Adapun
mekanisme penetapan Standar Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan
oleh Poltesa mengacu pada Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan
Tinggi (SNPT).
Pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) tersebut disebutkan
bahwa Dosen program diploma tiga dan program diploma empat harus
berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister atau magister
terapan yang relevan dengan program studi, dan dapat menggunakan
dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program studi dan
berkualifikasi paling rendah setara dengan jenjang 8 (delapan) KKNI).
Tenaga kependidikan memiliki kualifikasi akademik paling rendah lulusan
program diploma 3 (tiga) yang dinyatakan dengan ijazah sesuai dengan
kualifikasi tugas pokok dan fungsinya terkecuali untuk tenaga administrasi.
Tenaga Administrasi memiliki kualifikasi akademik paling rendah SMA atau
sederajat. Kompetensi dosen maupun tenaga kependidikan yang diperlukan
didapatkan dari kajian terhadap kebutuhan dosen maupun tenaga
kependidikan yang dilakukan oleh setiap Program Studi yang ada di
Politeknik Negeri Sambas dengan memperhatikan kurikulum yang dimiliki.
Mengacu pada Pedoman Penyusunan dan Evaluasi Beban Kerja Dosen
(BKD) Tahun 2019. Beban Kerja dosen adalah melaksanakan tridarma
perguruan tinggi paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan
149
paling banyak 16 (enam belas) sks pada setiap semester sesuai dengan
kualifikasi akademik yang dimilikinya. Berdasarkan beban kerja dosen
tersebut, Politeknik Negeri Sambas menetapkan proporsi kecukupan dosen
dengan nilai rasio perbandingan dosen terhadap mahasiswa adalah 1:18.
Poltesa memandang perlu untuk memberikan perhatian lebih pada
Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Hal ini dapat dilihat pada salah satu butir tujuan

150
pada Rencana Stategis (Renstra) Politeknik Negeri Sambas tahun 2015-
2019, yaitu Terselenggaranya Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia
Melalui Program Pendidikan dan Pelatihan yang Terencana, Sistematis dan
Berkelanjutan. Dilanjutkan dengan Renstra 2020-2024 yang menekankan
pada SDM yang profesional.

2. Kebijakan

Politeknik Negeri Sambas dalam penetapan standar kualifikasi, kompetensi,


beban kerja, proporsi serta pengelolaan SDM (dosen dan tendik) mengacu pada
beberapa kebijakan, antara lain:
1) Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Guru dan Dosen,
terutama pada pasal 46 ayat 1 dan 2 tentang standar kualifikasi dosen.
2) Permendikbud Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Pendirian, Organisasi, dan
Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas.
3) SK Direktur Poltesa Nomor 170/PL37/KP/2018 Tentang Pedoman
Penyusunan dan Evaluasi Beban Kerja Dosen (BKD), disebutkan pada bab
2, tugas utama seorang dosen mencakup: tugas melakukan pendidikan;
tugas melakukan penelitian; tugas melakukan pengabdian kepada
masyarakat; dan tugas melakukan kegiatan penunjang tridharma
perguruan tinggi.
Pengelolaan SDM yang mencakup Perencanaan, rekruitmen, seleksi,
penempatan, pemberhentian, dan pensiun telah ditetapkan untuk memenuhi
kebutuhan pendidikan, penelitian dan PKM disesuaikan dengan analisis jabatan
dan analisis beban kerja yang tertuang di dalam Permen PANRB Nomor 1
Tahun 2020 Tentang Pedoman Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja.
Sistem manajemen Sumber daya manusia di Poltesa juga berpedoman pada:
1) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara
2) Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai
Negeri Sipil.
3) Proses rekrutmen dosen dan tendik PNS juga berpedoman kepada
PermenpanRB Nomor 20 Tahun 2017, PermenpanRB Nomor 36 dan
61 Tahun2 018, serta
PermenpanRB Nomor 23 dan 24 Tahun 2019.
4) SK Direktur Nomor 173/PL37/KP/2018 Tentang Pedoman Sistem
Rekruitmen, Seleksi, Penempatan, Pengembangan, Retensi, dan
Pemberhentian Dosen dan Tenaga Kependidikan Non PNS.
Pengelolaan SDM mencakup Kriteria perencanaan, rekrutmen, seleksi, penempatan,
pengembangan, retensi, pemberhentian, dan pensiun ditetapkan serta di
komunikasikan secara transparan keseluruh pemangku kepentingan baik
melalui surat resmi, media massa maupun melalui laman web Poltesa
([Link]).
Kegiatan mencakup studi lanjut, seminar, konferensi, workshop, simposium
dan lain-lain. Poltesa memberikan kesempatan seluas-luasnya pada dosen
maupun tenaga kependidikan untuk studi lanjut sesuai amanat:
151
1. Permen RistekDikti Nomor 11 Tahun2017 Tentang Statuta Politeknik
Negeri Sambas.
2. Peraturan Direktur Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Rencana
Pengembangan Jangka Panjang, Jangka Menengah dan Rencana
Operasional Poltesa.
Dosen dan tenaga kependidikan juga diberi kesempatan untuk mengikuti seminar,

152
konferensi, workshop baik yang diadakan oleh poltesa itu sendiri maupun dari
luar poltesa, baik sebagai peserta, pemateri, maupun narasumber. Kegiatan-
kegiatan ini selalu dikomunikasikan lewat Whatsapp group.
Skema pemberian penghargaan (reward), pengakuan, mentoring yang
diimplementasikan untuk memotivasi dan mendukung pelaksanaan tridharma
dibijaki dengan beberapa peraturan direktur, antara lain:
1) Peraturan Direktur Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan
Kegiatan Penelitian Poltesa
2) Peraturan Direktur Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Pengabdian Kepada
Masyarakat Poltesa.
3) Peraturan Direktur Nomor 02 Tahun 2020 Tentang Prosedur Pemberian
Penghargaan kepada Seseorang, Kelompok, dan/atau Lembaga yang Telah
Berjasa Terhadap Pendidikan atau prestasi di Bidang Akademik dan/atau
Non Akademik.
4) SK Direktur Nomor 119.a/PL37/PJ/2018 Tentang Pedoman Penghargaan dan
Sanksi Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa Poltesa.

3. Standar Perguruan Tinggi dan Strategi Pencapaian Standar


Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 44
Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) memberikan
panduan kepada Pendidikan Tinggi untuk menetapkan Standar Perguruan
Tinggi yang harus dipenuhinya. Mengacu pada hal tersebut, Poltesa melalu
Peraturan Direktur Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Sistem Penjaminan Mutu
Internal (SPMI), Poltesa menetapkan Standar Sumber Daya Manusia sebagai
berikut:
1) Dosen wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik,
sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk
menyelenggarakan pendidikan dalam rangka pemenuhan capaian
pembelajaran lulusan.
2) Kualifikasi akademik yang dimaksud merupakan tingkat pendidikan paling
rendah yang harus dipenuhi oleh seorang dosen dan dibuktikan dengan
ijazah.
3) Kompetensi pendidik sebagaimana dinyatakan dengan sertifikat pendidik,
dan/atau sertifikat profesi.
4) Dosen program diploma tiga dan program diploma empat harus
berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister atau magister
terapan yang relevan dengan program studi, dan dapat menggunakan
dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program studi dan
berkualifikasi paling rendah setara dengan jenjang 8 (delapan) KKNI).
5) Dosen program sarjana harus berkualifikasi akademik paling rendah
lulusan magister atau magister terapan yang relevan dengan program
studi, dan dapat menggunakan dosen bersertifikat profesi yang relevan
dengan program studi dan berkualifikasi paling rendah setara dengan
jenjang 8 (delapan) KKNI)
6) Dosen program profesi harus berkualifikasi akademik paling rendah
153
lulusan magister atau magister terapan yang relevan dengan program
studi dan berpengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun, serta dapat
menggunakan dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program
studi, yang berpengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun, dan
berkualifikasi paling rendah setara dengan jenjang 8 (delapan) KKNI).

154
7) Dosen program magister dan program magister terapan harus
berkualifikasi akademik lulusan doktor atau doktor terapan yang relevan
dengan program studi, dan dapat menggunakan dosen bersertifikat
profesi yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi setara
dengan jenjang 9 (delapan) KKNI).
8) Dosen program spesialis satu dan spesialis dua harus berkualifikasi
lulusan spesialis dua, lulusan doktor atau lulusan doktor terapan yang
relevan dengan program studi dan berpengalaman kerja paling sedikit 2
(dua) tahun.
9) Beban kerja dosen paling sedikit 40 jam per minggu.
10) Beban kerja pada kegiatan pokok dosen paling sedikit setara dengan
mengelola 12 sks beban belajar mahasiswa, bagi dosen yang tidak
mendapatkan tugas tambahan antara lain berupa menjabat struktural.
11) Beban kerja dosen dalam membimbing penelitian terstuktur dalam
rangka penyusunan skripsi/tugas akhir, tesis, disertasi, atau karya
desain/seni/bentuk lain yang setara paling banyak 10 mahasiswa.
12) Tenaga kependidikan memiliki kualifikasi akademik paling rendah lulusan
program diploma 3 (tiga) yang dinyatakan dengan ijazah sesuai dengan
kualifikasi tugas pokok dan fungsinya.
13) Tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik paling rendah SMA atau
sederajat.
14) Tenaga kependidikan yang memerlukan keahlian khusus wajib memiliki
sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang tugas dan keahliannya.

Strategi Pencapaian standar Sumber Daya Manusia di Politeknik Negeri


Sambas tertuang pada Rencana Induk Pengembangan (RIP) Politeknik Negeri
Sambas 2015-2034 yang kemudian direalisasikan pada Rencana Strategis
(Renstra) Politeknik Negeri Sambas 2015-2019 dilanjutkan dengan Renstra
2020-2024. Langkah-langkah untuk mencapai Standar Dosen dan Tendik
dimuat pada Peraturan Direktur Nomor 2 Tahun 2018, Tentang SPMI Poltesa,
sebagai berikut:
1) Direktur menetapkan standar dosen dan tenaga kependidikan.
2) Direktur melalui ketua Pusat Penjamin Mutu melaksanakan sosialisasi
standar dosen dan tenaga kependidikan.
3) Direktur mendorong dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi
dosen untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor melalui
program beasiswa internal maupun eksternal dengan memberikan
insentif bagi dosen yang melanjutkan studi.
4) Direktur mendorong dan memfasilitasi tenaga kependidikan untuk
meningkatkan kompetensinya.
5) Wakil Direktur bidang Umum dan Keuangan melalui Bagian Umum dan
Keuangan membuat cetak biru pembinaan karir dosen dan tenaga
kependidikan dalam jangka panjang.
6) Kepala Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan pelatihan
secara berkala bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk
meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan.
155
4 Indikator Kinerja Utama

a) Profil Dosen
1) Kecukupan Dosen Perguruan Tinggi (Tabel 3.a.1 LKPT)

SNPT Dikti mewajibkan Jumlah dosen tetap pada perguruan tinggi


paling sedikit 60% (enam puluh persen) dari jumlah seluruh dosen.
Politeknik Negeri Sambas pada tahun 2020 memiliki 85 dosen tetap dan 4
dosen tidak tetap. dengan jumlah dosen tetap sebanyak 85 (delapan
puluh lima) orang atau sekitar 95% (sembilan puluh lima persen) dengan
tingkat pendidikan 100% berjenjang S2, angka ini memperlihatkan bahwa
Politeknik Negeri Sambas telah melampaui syarat minimal jumlah dosen
tetap sebagaimana yang dimaksud dalam SNPT Dikti. Poltesa terdiri dari 3
Jurusan dan 9 Program studi. Perbandingan jumlah dosen terhadap
Jurusan sesuai dengan gambar 15. Untuk rasio jumlah dosen terhadap
program studi adalah 9,4.

Sumber : Tabel 3.a.1 LKPT


Gambar 16. Perbandingan Jumlah dosen Berdasarkan Jurusan

Jurusan Agribisnis terdiri dari 4 Program Studi dengan jumlah


dosen 43 orang sehingga rat-rata jumlah dosen per prodi untuk jurusan
Agribisnis adalah 10,75. Untuk Jurusan Teknik Mesin terdiri dari 2 Program
Studi dengan jumlah dosen 14 orang sehingga jumlah dosen per prodinya
adalah 12 orang, sedangkan untuk Jurusan Manajemen Informatika terdiri
dari 3 Program Studi dengan jumlah dosen sebanyak 26 orang, sehingga
jumlah dosen per program studinya 8,67.

2) Jabatan Akademik Dosen (Tabel 3.a.2 LKPT)

Sebagian besar dosen Poltesa yakni 41% memiliki jabatan


akademik Lektor, diikuti 37% Asisten Ahli, 21% Tenaga Pendidik, 1%
Lektor Kepala dan 0% untuk Jabatan Akademik Guru besar seperti pada
gambar di bawah ini.
156
Sumber: Tabel 3.a.2 LKPT
Gambar 17. Sebaran Dosen Poltesa Berdasarkan Jabatan Akademik

Tidak adanya Guru Besar dan minimnya Lektor Kepala dikarenakan


Poltesa merupakan Perguruan Tinggi yang relatif masih baru.

3) Sertifikasi Dosen (Pendidik Profesional/Profesi/Industri/Kompetensi)


(Tabel 3.a.3 LKPT)

Kewajiban dosen untuk mengikuti sertifikasi pendidik merupakan


amanat UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sampai
dengan Tahun 2020, jumlah dosen yang mempunyai sertifikat
Profesional di Poltesa berjumlah 51 dosen dari 85 dosen tetap Poltesa,
artinya 60% dosen poltesa sudah bersertifikat.

Sumber : Tabel 3.a.3 LKPT


Gambar 18. Perbandingan Dosen Tetap Poltesa yang Bersertifikat
157
Kurangnya dosen poltesa yang bersertifikat dikarenakan periode
2018 dan 2019, Poltesa mendapat tambahan dosen baru dari rekruitmen
CPNS sebanyak 37 dosen, yang sampai dengan tahun pengajuan
akreditasi (Tahun 2020) masih belum memenuhi syarat untuk
mengajukan Sertifikasi Dosen .

4) Dosen Tidak Tetap (Tabel 3.a.4 LKPT)


Untuk melengkapi kebutuhan dosen pengampu mata kuliah
terutama Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Poltesa merekrut dosen tidak
tetap. Dosen tidak tetap berdasarkan gelar dapat dilihat pada gambar 18.
Dari gambar dapat dilihat jumlah dosen tidak tetap Poltesa berjumlah 4
orang, terdiri dari 1 orang dosen bergelar Doktor pengampu mata kuliah
Agama Islam, 1 orang bergelar Magister juga mengampu mata kuliah
Agama Islam. Adanya dosen dari profesi sebanyak 2 orang dikarenakan
ikatan kerjasama dengan pihak hotel, yakni Hotel Kini dan Hotel Kapuas
Palace Pontianak, masing-masing Satu orang. Mata kuliah yang diampu
oleh dosen profesi diberikan saat mahasiswa melakukan Praktek Industri
di Hotel.

Sumber : Tabel 3.a.4 LKPT


Gambar 19. Jumlah Dosen Tidak Tetap Poltesa Berdasarkan Gelar

5) Beban Kerja Dosen (Tabel 3.b LKPT)


Beban kerja dosen dihitung berdasarkan rasio antara jumlah
dosen dengan jumlah mahasiswa sesuai pada gambar dibawah ini.

158
Sumber : Tabel 3.b LKPT
Gambar 20. Beban Kerja Dosen Berdasarkan Rasio antara Jumlah Dosen
dengan Jumlah Total Mahasiswa dan Jumlah Mahasiswa
TA

Gambar diatas memperlihatkan bahwa rasio jumlah dosen tetap


terhadap jumlah mahasiswa tugas akhir adalah 1 : 4,1. Nilai tersebut
masih dalam tahap kewajaran sebagaimana ketentuan SNPT DIkti yaitu
maksimal 10 mahasiswa. Sementara itu, rasio jumlah dosen tetap
terhadap jumlah mahasiswa di Politeknik Negeri Sambas adalah 1 : 18.

b) Kinerja Dosen
1) Produktivitas Penelitian dan PKM (Tabel 3.c.1 dan Tabel 3.c.2 LKPT)
Penelitian yang dilakukan oleh dosen Politeknik Negeri Sambas
pada 3 tahun terakhir yang bersumber dana dari PT sendiri relatif
stagnan, sedangkan yang bersumber dari lembaga dalam negeri diluar PT
menurun, sama halnya dengan Penelitian yang bersumber dari dana luar
negeri dalam tiga tahun terakhir nihil. Salah satu penyebab penurunan
kinerja Penelitian di tahun 2019 dan tahun 2020 adalah wabah pandemi
covid 19 yang melanda dunia termasuk Indonesia. Kinerja penelitian
dosen poltesa tiga tahun terakhir dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

159
Sumber : Tabel 3.c.1 LKPT
Gambar 21. Sebaran Pembiayaan Kinerja Penelitian Dosen Poltesa

Dari gambar di atas dapat ditarik kesimpulan secara keseluruhan rasio


penelitian dosen bersumber dana dari PT sendiri adalah 1 : 0,86
sedangkan jumlah penelitian tigam tahun terakhir bersumber dari dana
dalam negeri diluar PT adalah 1 : 0,11 sementara pembiayaan penelitian
yang bersumber dari luar negeri masih nihil.

Sumber : Tabel 3.c.2 LKPT


Gambar. 22. Sebaran Pembiayaan Kinerja PKM Dosen Poltesa

Sama halnya dengan kinerja dosen dibidang penelitian, dibidang


PKM secara keseluruhan dalam tiga tahun terakhir juga mengalami
penurunan dikarenakan penyebab yang sama. Akumulasi PKM dalam 3

160
tahun terakhir sesuai gambar 22 yang bersumber dari dan PT sendiri
terhadap dosen tetap Poltesa adalah

161
1 : 0,80, sedangkan yang bersumber dana dalam negeri diluar PT adalah
1 : 0,13. Sementara yang bersumber dari dana luar negeri juga masih
nihil.

2) Rekognisi Dosen (Tabel 3.d LKPT)


Pada tahun 2019 terdapat 10 (sepuluh) orang dosen Politeknik
Negeri Sambas dengan disiplin ilmunya masing-masing menjadi dosen
tamu di Politeknik Mukah Sarawak Malaysia. Hal ini merupakan tindak
lanjut kerjasama Internasional yang dilakukan oleh Poltesa dan Politeknik
Mukah Sarawak. Sedangkan pada tahun 2020 ada satu morang dosen
Poltesa yang menjadi editor pada Jurnal Nasional terakreditasi.
Pengakuan atas prestasi dosen Poltesa dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.

Sumber : Tabel 3.d LKPT


Gambar 23. Pengakuan Atas Prestasi Dosen Poltesa

c) Tenaga Kependidikan
Berdasarkan gambar 24, jumlah seluruh tenaga kependidikan Poltesa
berjumlah 86 orang, terdiri dari 2 orang tenaga perpustakaan dengan tingkat
pendidikan S1, 12 orang laboran berpendidikan S1 dan D3, 4 orang teknisi
berpendidikan S1 dan D3, 49 orang tenaga andministrasi berpendidikan S2,
S1, D3 dan SLTA, 12 orang pramu kantor berpendidikan SLTA dan 7 orang
Satpam berpendidikan SLTA. Jumlah ini lebih dari cukup, mengingat jumlah
dosen tetap Poltesa yang 85 orang dan jumlah mahasiswa yang dilayani
adalah 1510 mahasiswa. Berdasarkan tingkat pendidikan seperti terlihat
pada gambar C.4.4.c.2, jumlah tenaga kependidikan yang berpendidikan
Magister (S2) sebanyak 2 orang, Sarjana (S1/D4) sebanyak 39 orang,
Diploma 3 (D3) sebanyak 22 orang dan SLTA sebanyak 23 orang.

162
Gambar 24. Tenaga Kependidikan Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Gambar 25. Tenaga Kependidikan Berdasarkan Tingkat Pendidikan

SNPT Dikti mensyaratkan kualifikasi diploma 3 (D3) untuk tenaga


kependidikan laboran, pustakawan dan teknisi dan SMA untuk tenaga
kependidikan. Berdasarkan data yang diperlihatkan di atas, Poltesa telah
memenuhi bahkan melampaui SNPT Dikti.
Kompetensi tenaga kependidikan di Poltesa untuk laboran, teknisi dan
pustakawan telah memenuhi unsur kesesuaian. Kompetensi tenaga
administrasi di Poltesa telah terpenuhi dengan kelengkapan sertifikat
pendukungnya.
Dalam Pelaksanaan rutinitas pekerjaannya, tenaga kependidikan
Poltesa telah didukung Teknologi Informasi, yaitu Aplikasi SimakBMN untuk
administrasi aset milik negara, aplikasi Saiba untuk administrasi keuangan,

163
aplikasi RKAKL untuk perencanaan anggran, aplikasi GPP untuk pengusulan
pembayaran gaji pegawai, aplikasi SAS untuk pembuatan SPM, LPJ penerimaan
dan pengeluaran, Aplikasi persediaan untuk pencatatan

164
barang persediaan, Aplikasi Simantap untuk pencataan aset tanah pemerintah,
aplikasi Simpeg untuk pendataan pegawai dan Siman untuk pencatatan
RKBMN, Wasdal, evaluasi BMN dan inventaris BMN. Aplikasi Siakad untuk
Administrasi Pembelajaran. Kelengkapan dan kecukupan tenaga Kependidikan
di Poltesa dengan kualifikasi, kompetensi dengan ditunjang pemanfaatan
Teknologi Informasi sangat mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi
dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang terus
berkembang mengacu pada mutu yang telah ditetapkan secara efektif dan
edfisien

5. Indikator Kinerja Tambahan


Dalam rangka meningkatkan etos kerja dosen dan tenaga
kependidikan di lingkungan Poltesa, Direktur melalui surat edaran Nomor
0122/PL37/KL/2018 menghimbau seluruh dosen, tenaga kependidikan dan
mahasiswa Poltesa yang beragama islam untuk sholat berjamaah di Mesjid
kampus. Diharapkan dengan gerakan sholat berjamaah di kampus waktu
zuhur dan Ashar dapat meningkatkan etos kerja; yakni :
1) Bekerja dengan tulus dan penuh syukur
2) Kebanggan terhadap profesi
3) Amanah dan bertanggungjawab dalam bekerja
4) Teliti dalam bekerja
5) Menghindari perlakuan curang
6) Disiplin dalam bekerja
7) Bersikap lapang dada, menerima kritik dan saran.
Indikator kinerja tambahan berupa shalat berjamaah untuk
meningkatkan etos kerja dapat diukur, dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk
perbaikan berkelanjutan.

6. Evaluasi Capaian Kinerja


Evaluasi capaian kinerja SDM Poltesa dianalisis dengan menggunakan
metode SWOT, dengan metode ini identifikasi foktor pendukung keberhasilan
standar merupakan identifikasi Kekuatan (S) dan Peluang (O) sedangkan
faktor penghambat ketercapaian standar SDM merupakan identifikasi akar
masalah berupa faktor Kelemahan (W) dan Ancaman (T). Kekuatan (S) dan
kelemahan (W) merupakan faktor dari dalam (internal) SDM Poltesa
sedangkan Peluang (O) dan Ancaman (T) merupakan faktor dari luar
(eksternal). Berdasarkan kajian yang mendalam tentang kondisi internal dan
eksternal SDM Poltesa melalui analisa SWOT, maka diperoleh kesimpulan
tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki SDM
Poltesa yang mana kesemua faktor tersebut memberikan situasi strategis
untuk pengembangan SDM Poltesa ke depannya. Adapun faktor-faktor
internal dan eksternal tersebut seperti diuraikan di bawah ini:

1. Faktor Internal
a) Kekuatan (S)
165
1) Poltesa memiliki sumber daya dosen yang cukup dan masih muda.
2) Dosen Poltesa yang mempunyai sertifikat pendidik profesional
sudah mencapai 60%

166
3) Rasio dosen dan mahasiswa cukup memadai, yakni 1:18
4) Adanya tenaga kependidikan yang memadai dari segi jumlah,
pendidikan, keahlian dan pengalaman sehingga memberikan
layanan akademik dan non akademik yang relatif memadai.

b) Kelemahan (W)
1) Belum adanya dosen Poltesa yang berpendidikan S3
2) Jabatan akademik dosen poltesa masih di dominasi lektor dan
asisten ahli sedangkan guru besar belum ada dan lektor kepala
baru satu orang
3) Produktivitas penelitian dan PKM dosen Poltesa masih sangat
rendah, terutama pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri
diluar PT dan pembiayaan dari lembaga luar negeri
4) Rekognisi dosen masih rendah

2. Faktor Eksternal
a) Peluang (O)
1) Lokasi Poltesa yang terletak di daerah perbatasan dengan Malaysia
2) Tawaran program beasiswa dari berbagai pihak terutama
dikti untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3.
3) Banyak kesempatan untuk mengikuti kegiatan ilmiah b a i k

nasional maupun internasional.


4) Banyak lembaga yang dapat diajak bekerjasama untuk melakukan
pelatihan dan kegiatan lain dalam pengembangan sumberdaya
manusia.

b) Ancaman (T)
1) Persaingan dengan PT lain
2) Pandemi covid- 19

Dari hasil identifikasi kemudian dibuat Matrik SWOT untuk


menyusun strategi SO, WO, ST dan WT dengan konsep memaksimalkan
faktor Kekuatan dan Peluang yang dimiliki dan secara paralel
meminimalkan faktor Kelemahan dan Ancaman. Dari hasil Matrik SWOT
ini maka melahirkan konsep strategi yang harus dilakukan oleh Poltesa.
Matrik SWOT Poltesa seperti tertuang pada tabel di bawah ini.

Tabel 15. SWOT SDM Poltesa

KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)

EKSTERNAL Poltesa Belum


INTERNAL
memiliki adanya
sumber daya dosen
Poltesa
167
dosen yang yang
cukup dan berpendidikan S3
masih
muda.
Dosen Poltesa Jabatan
yang akademik
mempunyai dosen poltesa
sertifikat masih di
pendidik dominasi lektor
profesional dan asisten ahli
sudah sedangkan guru
mencapai 60% besar belum
ada dan lektor
kepala baru
satu
orang
Rasio dosen Rekognasi
dan mahasiswa dosen masih
cukup rendah
memadai,
yakni 1:18
Adanya tenaga Produktivitas
kependidikan penelitian dan
yang memadai PKM dosen
dari segi Poltesa masih
jumlah, sangat rendah,
pendidikan, terutama
keahlian dan pembiayaan
pengalaman yang
sehingga bersumber dari
memberikan dalam negeri
layanan diluar PT dan
akademik dan pembiayaan
non akademik dari lembaga
yang relatif luar negeri
memadai
PELUANG (O) S-O W-O
Meningkatkan
kerjasama
Lokasi Poltesa yang terletak di daerah internasioanal
perbatasan dengan Malaysia dengan
Malaysia
dalam
penelitian
dan PKM
Tawaran program beasiswa dari berbagai pihak Pendidikan
terutama dikti untuk melanjutkan pendidikan lanjut untuk
ke S3 dosen ke
jenjang S3

168
Banyak kesempatan untuk mengikuti Memperbanya
kegiatan ilmiah baik nasional maupun k keikutsertaan
internasional dalam
kegiatan
ilmiah baik
nasional
maupun
internasional
Banyaklembagayangdapatdiajakbekerjasamaunt
ukm elakukanpelatihandankegiatanlaindalam Pelatihan
pengembangansumberdayamanusia bersertifikat
untuk
meningkatkan
kompetensi
tenaga
kependidikan
ANCAMAN (T) S-T W-T

Meningkatk
an
Persaingan dengan PT lain Pendanaan
penelitian
dan PKM
dari diva
Poltesa
Meningkatk
an layanan
Pandemi covid- 19 akademik
dan non
akademik
secara daring

Dari hasil analisis SWOT tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Poltesa untuk
meningkatkan capaian kinerja SDM adalah:
1) Meningkatkan kerjasama internasional dengan Malaysia dalam
penelitian dan PKM
2) Pendidikan lanjut untuk dosen ke jenjang S3
3) Memperbanyak keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah baik nasional
maupun internasional
4) Pelatihan bersertifikat untuk meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan
5) Meningkatkan Pendanaan penelitian dan PKM dari diva Poltesa
6) Meningkatkan layanan akademik dan non akademik secara daring

7. Penjaminan Mutu SDM


Standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Poltesa ditetapkan
melalui Peraturan Direktur Nomor 2 tahun 2018 atas pertimbangan Senat.
Standar dosen yang ditetapkan meliputi kualifikasi akademik minimal S2,
kompetensi pendidikan berupa sertifikat pendidik profesional, beban kerja
dosen minimal 12 sks dan maksimal 16 sks, rekrutmen dosendilakukan
secara transparan, jujur dan adil sesuai pedoman. Standar tenaga
kependidikan yang ditetapkan yakni: kualifikasi akademik sesuai

169
penempatan, kompetensi tenaga kependidikan sesuai peta jabatan,
rekrutmen tenaga kependidikan sesuai pedoman, beban kerja tenaga
kependidikan sesuai pedoman beban kerja.
Pelaksanaan standar mengacu pada : 1) dokumen standar dosen dan
tenaga kependidikan; 2) kokumen kebijakan, manual standar dan formulir
yang berkaitan dengan dosen dan tenaga [Link] terhadap
pelaksanaan standar dosen dan tenaga kependidikan dilaksanakan oleh
bagian kepegawaian Poltesa. Bukti fisik yang dikumpulkan berupa; daftar
dosen dan tenaga kependidikan dengan kualifikasi akademiknya; daftar
kinerja dosen yang meliputi pengajaran, penelitian dan PKM; dokumentasi
rekruitmen dosen dan tenaga kependidikan berupa daftar calon, ujian
seleksi dan hasil seleksi. Pengendalian terhadap semua dokumen standar
dilakukan oleh Pusat Penjaminan Mutu Poltesa dengan berkoordinasi
dengan bagian kepegawaian.
Peningkatan standar SDM poltesa terus dikembangkan sesuai dengan
hasil evaluasi dan pengendalian yang dilakukan oleh Pusat Penjaminan
Mutu Poltesa. Untuk meningkatkan kualitas SDM Poltesa dilakukan
dengan beberapa upaya, antara lain: 1) mendorong dosen dan tenaga
kependidikan untuk meningkatkan jenjang

170
pendidikan; 2) meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga
kependidikan melalui pelatihan bersertifikat; 3) memberikan
penghargaan bagi SDM yang berprestasi.

8. Kepuasan Pengguna
Tingkat kepuasan dosen dan tenaga kependidikan terhadap layanan
pengelolaan dan pengembangan SDM Poltesa diukur dengan
menggunakan instrumen berupa quisioner. Distribusi kuesioner
dilakukan dengan cara pengisian langsung pada form yang disediakan
secara online pada [Link] Instrumen pengambilan data atau
kuesioner penilaian berisi deskripsi mengenai pengukuran kepuasan
dosen dan tenaga kependidikan terhadap layanan pengelolaan dan
pengembangan SDM yang meliputi : 1) kepuasan terhadap
pengembangan kompetensi melalui peningkatan jenjang pendidikan; 2)
kepuasan terhadap pengembangan kompetensi dengan mengikuti
kursus/magang/pelatihan; 3) kepuasan terhadap pengembangan
kompetensi melalui kemudahan untuk mengikuti seminar/workshop; 4)
kepuasan bekerja sesuai dengan tupoksi; 5) Kepuasan dalam memperoleh
kesempatan untuk peningkatan jenjang karier; 6) kepuasan terhadap
keteladanan kepemimpinan; 7) kepuasan terhadap konsistensi
penegakan peraturan dan kebijakan yang berlaku di Poltesa; 8) kepuasan
terhadap suasana kerja yang kondusif; 9) kepuasaan terhadap
penghargaan prestasi akademik dan non akademik;
10) kepuasaan terhadap keamanan dan keselamatan kerja; 11) kepuasan
terhadap beban kerja; 12) kepuasan terhadap sistem informasi dan
komunikasi yang efektif;
13) kepuasan terhadap informasi tentang kegiatan penelitian dan PKM
(Khusus dosen); 14) kepuasan terhadap penilaian proposal penelitian dan
PKM (khusus dosen); 15) kepuasaan terhadap pemerataan penelitian dan
PKM sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi dosen (khusus dosen); 16)
kepuasaan terhadap pelayanan untuk melakukan penelitian dan PKM.
Pelaksanaan survey kepuasan dosen dan tenaga kependidikan
terhadap layananan pengelolaan dan pengembangan SDM di Poltesa
dilakukan tiap akhir tahun, tepatnya pada bulan Desember. Dosen
dan tenaga kependidikan Poltesa melalui WhatsApp group diminta
untuk mengisi quisioner secara daring dengan mengakses
[Link] Data hasil quisioner direkam secara otomatis oleh
sistem sedangkan data yang telah dianalisis dan dideskripsikan di
rekam oleh Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Poltesa.
Analisis data menggunakan metode statistik deskriptif.
Tanggapan responden atas setiap pertanyaan diukur dengan
menggunakan skala Likert dengan kriteria sebagai berikut :
Tanggapan Skor

171
Sangat Puas 4
Puas 3
Tidak Puas 2
Sangat Tidak Puas 1
Data yang diperoleh selanjutnya di tabulasi sesuai dengan pilihan jawaban

172
responden dan dilanjutkan dengan perhitungan Indeks Kepuasan
Responden (IKR) melalui perhitungan rata-rata skor jawaban responden
per item pertanyaan dengan rumus :
⅀ 𝑆𝑖
IKR =
𝑛
Dimana, IKR = Indeks Kepuasan Responden
⅀Si = Jumlah Skor per item
pertanyaan n = Jumlah responden
IKR Tingkat Kepuasan
≥ 3,25 Sangat Puas
2,50 – 3,24 Puas
1,75 – 2,49 Tidak Puas
1,00 – 1,74 Sangat Tidak Puas

Hasil pengukuran kepuasan dosen dan tenaga kependidikan hasil


survey yang dilakukan pada tahun 2020 dengan jumlah responden yang
mengisi quisioner 102 orang, terdiri dari 85 dosen dan 17 tenaga
kependidikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel 16. Tingkat Kepuasan Dosen dan Tenaga Kependidikan Terhadap Layanan
Pengelolaan dan Pengembangan SDM Poltesa
No Komponen yang di nilai Tingkat Kepuasan SDM IKR TK
Poltesa (%)
SP P TP STP
1 Kepuasan terhadap pengembangan 20,59 56,86 13,73 8,82 2,89 Puas
kompetensi melalui peningkatan jenjang
pendidikan
Kepuasan terhadap pengembangan 23,53 49,02 19,61 7,84 2,88 Puas
kompetensi dengan mengikuti
kursus/magang/pelatihan
3 Kepuasan terhadap pengembangan 27,45 52,94 13,73 5,88 3,02 Puas
kompetensi melalui kemudahan untuk
mengikuti
seminar/workshop
4 Kepuasan bekerja sesuai dengan tupoksi 23,53 60,78 13,73 1,96 3,06 Puas
5 Kepuasan dalam memperoleh kesempatan 26,47 51,96 15,69 5,88 2,99 Puas
untuk peningkatan jenjang karier
6 Kepuasan terhadap keteladanan 29,41 54,90 13,73 1,96 3,12 Puas
kepemimpinan
7 Kepuasan terhadap konsistensi penegakan 19,61 49,02 20,59 10,78 2,77 Puas
peraturan dan kebijakan yang berlaku di
Poltesa
8 Kepuasan terhadap suasana kerja yang 31,37 50,00 14,71 3,92 3,09 Puas
kondusif
9 Kepuasaan terhadap penghargaan 13,73 50,00 26,47 9,80 2,69 Puas
prestasi akademik dan non akademik
10 Kepuasaan terhadap keamanan dan 27,45 57,84 11,76 2,94 3,10 Puas
keselamatan kerja
11 Kepuasan terhadap beban kerja 17,65 70,59 7,84 3,92 3,02 Puas
12 Kepuasan terhadap sistem informasi dan 23,53 57,84 16,67 1,96 3,02 Puas
komunikasi yang efektif
13 Kepuasan terhadap informasi tentang kegiatan 19,54 60,92 13,79 5,75 2,94 Puas
penelitian dan PKM (Khusus dosen)
14 Kepuasan terhadap penilaian proposal 16,09 58,62 16,09 9,20 2,82 Puas

173
penelitian dan PKM (khusus dosen)
15 Kepuasaan terhadap pemerataan penelitian 17,24 55,17 19,54 8,05 2,82 Puas
dan PKM sesuai dengan kualifikasi dan
kompetensi
dosen (khusus dosen)
16 Kepuasaan terhadap pelayanan untuk 22,99 57,47 13,79 5,75 2,97 Puas
melakukan
penelitian dan PKM (khusus dosen)
RATA – RATA 22,51 55,87 15,72 5,90 2,95 Puas
Catatan : SP = sangat puas, P = puas, TP = tidak puas, STP = sangat tidak puas, IKR = indeks kepuasan
responden, TK = tingkat kepuasan

Dari hasil pengukuran tingkat kepuasan dosen dan tenaga kependidikan


terhadap layanan pengelolaan dan pengembangan SDM Poltesa diperoleh
hasil rata-rata 22,51% responden menyatakan sangat puas, 55,87%
responden menyatakan puas, 15,72% responden menyatakan tidak puas dan
5,90% menyatakan sangat tidak puas. Nilai rata- rata indek kepuasan
responden (IKR) 2,95 yang berarti secara keseluruhan responden menyatakan
puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh manajemen SDM Poltesa.
Pengukuran kepuasan dosen dan tenaga kependidikan ini dilaksanakan
secara konsisten tiap tahun di bulan Desember. Hasil pengukuran ini
ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem melalui beberapa peraturan
direktur, surat keputusan direktur surat edaran direktur dan perjanjian kinerja
direktur yang menyangkut pengelolaan dan pengembangan SDM Poltesa.

9. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar SDM serta Tindak Lanjut


Pemosisian hasil evaluasi ketercapaian standar sebagai berikut : 1)
kecukupan
dosen rata-rata 9,4 dosen per prodi, 95% dosen tetap, 100% berpendidikan
S2; 2) dosen Poltesa yakni 41% memiliki jabatan akademik Lektor, diikuti 37%
Asisten Ahli, 21% Tenaga Pendidik, 1% Lektor Kepala dan 0% untuk Jabatan
Akademik Guru besar; 3) sertifikasi dosen tetap poltesa 60% sudah memiliki
sertifikat pendidik profesional; 4) dosen tidak tetap poltesa hanya 5%; 5)
beban kerja dosen 18 mahasiswa per dosen dan 4 mahasiswa tugas akhir per
dosen; 6) produktivitas penelitian yang bersumber dana mandiri 1 : 0,86,
bersumber dari dalam negeri di luar PT 1 : 0,11 dan yang bersumber dari
pembiayaan luar negeri masih nol; 7) produktivitas PKM yang bersumber
dana mandiri 1: 0,80, dana dalam negeri di luar PT 1 : 1,13 dan yang
bersumber dari luar negeri masih nol; 8) kecukupan tenaga kependidikan
lebih dari cukup karena 50 % dari jumlah pegawai Poltesa adalah tenaga
kependidikan terdiri dari 2 orang tenaga perpustakaan, 12 orang laboran, 4
orang teknisi, 49 orang tenaga administrasi, 12 orang pramukantor dan 7
orang satpam.
Masalah dan akar masalah sesuai hasil analisis SWOT adalah: 1)
belum adanya dosen Poltesa yang berpendidikan S3, 2) jabatan akademik
dosen poltesa masih di dominasi lektor dan asisten ahli sedangkan guru besar
belum ada dan lektor kepala baru satu orang, 3) produktivitas penelitian dan
PKM dosen Poltesa masih sangat rendah, terutama pembiayaan yang

174
bersumber dari dalam negeri diluar PT dan pembiayaan dari lembaga luar
negeri, 4) rekognasi dosen masih rendah.
Rencana perbaikan dan pengembangan merupakan tindak lanjut dari
hasil evaluasi dan pengendalian dengan mendorong dan memberikan
kumudahan bagi dosen untuk memperoleh beasiswa untuk meningkatkan
pendidikan, memberikan peluang bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk
meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan uji kompetensi, serta
merangsang kinerja dosen dan tenaga kependidikan dengan memberikan
reward bagi dosen maupun tenaga pendidikan yang berprestasi.

175
C.5 Keuangan, Sarana dan Prasarana
1. Latar Belakang
a. Latar Belakang penetapan Pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana
Pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana yang baik akan
meningkatkan kinerja Politeknik Negeri Sambas. Dalam mengelola
keuangan, sarana dan prasarana agar pelaksanaannya dapat berjalan
efektif diperlukan perencanaan yang disusun sesuai ketentuan yang
ditetapkan. Penyusunan perencanaan yang baik harus melibatkan peran
serta dan partisipasi semua unit yang ada di Poltesa. Unit-unit merasa
aspirasinya di hargai, bertanggungjawab dan konsekuen melaksanakan
program kegiatan yang telah disusunnya.
Pengelolaan keuangan yang baik yaitu penetapan, perencanaan,
implementasi, pelaporan, audit, dan perbaikan pengelolaan keuangan
dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi akan menjadi pendorong
percepatan kemajuan tridharma di Politeknik Negeri Sambas. Penetapan
regulasi Pengelolaan sarana dan prasarana mencakup; sistem
perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, pemeliharaan dan
pemutakhiran, inventarisasi, dan penghapusan aset yang dilakukan
secara baik, termasuk fasilitas teknologi informasi, sehingga efektif
mendukung kegiatan penyelenggaraan akademik di Politeknik Negeri
Sambas. System yang sudah terbangun dengan baik akan memberikan
daya dukung yang tinggi dalam mewujudkan visi Politeknik Negeri
Sambas yaitu Menjadi Intitusi Pendidikan Tinggi Vokasi Unggulan di Tingkat
Nasional dan Global Pada Tahun 2034.

b. Tujuan penetapan regulasi Pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana


Tujuan penetapan Pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana
adalah dapat pengembangkan system pengelolaan keuangan, sarana dan
prasarana sehingga meningkatkan mutu layanan kepada mahasiswa,
menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan kondusif, dapat
memaksimalkan potensi mahasiswa baik akademik maupun non
akademik, dapat menyiapkan mutu lulusan yang update sesuai
permintaan stakeholder.

c. Rasional Penetapan regulasi pengelolaan Keuangan, Sarana, dan


Prasarana Rasional penetapan regulasi pengelolaan Keuangan, Sarana,
dan Prasarana bertujuan untuk menunjang capaian Politeknik Negeri
Sambas unggul ditingkat
Nasional dan global tahun 2034.

d. Mekanisme penetapan regulasi pengelolaan Keuangan, Sarana, dan


Prasarana
Mekanisme penetapan regulasi pengelolaan Keuangan, Sarana, dan
Prasarana adalah sebagai berikut:
1) Renstra Politeknik Negeri Sambas menjadi titik tolak dan tujuan
176
akhir, mulai dari merancang hingga menetapkan regulasi,
2) Kumpulkan dan pelajari isi semua peraturan perundang-
undangan yang relevan dengan aspek kegiatan yang hendak
dibuatkan regulasinya,
3) Evaluasi diri dengan menerapkan SWOT analysis,

177
4) Laksanakan studi pelacakan atau survei tentang aspek yang
hendak dibuatkan regulasinya, terhadap pemangku kepentingan
internal dan/atau eksternal,
5) Lakukan analisis hasil dari langkah no. 2 hingga 4 dengan
mengujinya terhadap Renstra Politeknik Negeri Sambas,
6) Rumuskan draf awal regulasi,
7) Lakukan uji publik atau sosialisasi draf standar dengan
mengundang pemangku kepentingan internal dan/atau eksternal
untuk mendapatkan saran,
8) Rumuskan kembali pernyataan regulasi dengan memerhatikan
hasil dari no. 7,
9) Lakukan pengeditan dan verifikasi pernyataan regulasi untuk
memastikan tidak ada kesalahan gramatikal atau kesalahan
penulisan,
10) Sahkan dan berlakukan regulasi melalui penetapan dalam bentuk
keputusan direktur.
Sistem keuangan di Politeknik Negeri Sambas telah mengacu asas
akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi. Pengelolaan keuangan Politeknik
Negeri Sambas juga menganut prinsip penganggaran partisipatif, yakni
sistem penganggaran yang melibatkan secara aktif semua jenjang
manajemen, mulai dari prodi, jurusan, pusat, unit pelaksana teknis dan
bagian. Rencana Strategis Kementerian Riset, Teknologi Dan Pendidikan
Tinggi, RIP Poltesa, Renstra Poltesa, Renja Poltesa dan Perjanjian Kinerja (PK)
Direktur menjadi acuan utama dalam membuat program dan kegiatan.
Renja Poltesa dan Perjanjian Kinerja (PK) Direktur menjadi rujukan dalam
penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL)
yang terbitkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Dalam pelaksanaan kegiatan bagian keuangan montoring dan evaluasi
secara online yang dilakukan tiap sebulan, triwulan dan semesteran.
Sedangkan laporan keuangan dilakukan secara offline dan online triwulan
dan semesteran. Setiap tahun dilakukan audit laporan keuangan dan BMN
baik oleh internal (SPI) maupun oleh Eksternal (ITJEN, BPKP, BPK). Hasil audit
ditindaklanjuti untuk perbaikan dan peningkatan kinerja pengelolaan
keuangan dan BMN. Sistem perencanaan Barang milik Negara jangka
panjang sudah tersedia dalam masterplan (DED) Poltesa baik berupa
bangunan, jalan lingkungan kampus maupun peralatan dan alat pendukung
lainnya. Sehingga dalam penganggaran akan lebih mudah didanai karena
sudah direncanakan dengan baik.
Dalam perencanaan BMN dan IT sama halnya dengan perencanaan
anggaran juga mengacu pada RIP, renstra, dan renja poltesa yang
melibatkan secara aktif semua unit dipoltesa. Standar BMN dan IT tentunya
mengacu pada pemenuhan kebutuhan dasar untuk medukung pembelajaran
sesuai dengan Permenristekdikti nomor 44 tahun 2015 tentang Standar
Nasional Perguruan Tinggi (SNPT). Pengajuan pemenuhan kebutuhan BMN
dan IT ini diusulkan secara online menggunakan sistem E-Planing dan
178
SIMAN. BMN tentunya tidak terlepas dari pemeliharaan secara berkala yang
pembiayaanya bersumber dari dana DIPA poltesa (Pemeliharaan ringan,
sedang, berat) dan APBN serta sumber dana hibah lainnya yang sifat
pemeliharaanya berat.
Pelaporan dilakukan setiap satu bulan sekali yaitu rekon SPJ dan rekon
setoran PBNP, rekon pajak, menggunakan aplikasi SIMONEV dan SAIBA
tiap triwulan dan

179
semesteran dan sekali Pada akhir tahun setiap program dievaluasi melalui
dokumen Sistem Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP
offline/LAKIN online) dan Laporan Keuangan dengan menggunakan Sistem
Akuntansi Instansi (SAI) dan Sistem Akuntansi Keuangan (SAK). (setiap bulan
dalam evaluasi kinerja keuangan melakukan rekon baik itu rekon SPJ, rekon
SAIBA, rekon BMN dan rekon PNBP)
Perkembangan kemajuan teknologi secara tidak langsung berimplikasi
pada tuntutan pemenuhan sarana dan prasarana yang dapat memberikan
daya dukung tinggi terhadap pelaksanaan dan penyelenggaraan Tridharma.
Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana
pendukung kegiatan admistrasi perkantoran, proses belajar mengajar, dan
kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan prasarana gedung, ruang
kantor dan ruang perkuliahan, ruang UPT dilakukan bersama- sama antara
Prodi, Jurusan, UPT dan BAUK. Dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan
pemeliharaan sarana dan prasarana Poltesa mengacu kepada: Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan
Barang Milik Negara/Daerah dan Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan danPemindahtanganan Barang
Milik Negara.
Poltesa memiliki Tanah seluas 100.126 m2, sebagian digunakan untuk
bangunan prodi, rektorat, perpustakaan, masjid, kantin, tempat parkir,
bengkel/laboratorium, lapangan olah raga dan UPT. Dalam rangka
memanfaatkan seluruh lahan kampus secara optimal, Poltesa telah memiliki
Master Plan yang dibuat tahun 2015 yang menjadi acuan dalam pengembangan
Poltesa ke depan. Ketersediaan sarana dan prasarana dalam konteks
pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sangat penting karena tugas dan
fungsi perguruan tinggi diantaranya adalah penyelenggaraan pendidikan
tinggi, Oleh karenanya, ketersediaan saranap rasarana ini dijadikan salah
satu prioritas program. Sekalipun masih terdapat keterbatasan anggaran
dalam pemenuhan sarpras, sarana dan prasarana yang ada dapat
dioptimalkan penggunaannya untuk menyokong proses pembelajaran.
Untuk Sistem Informasi, POLTESA sudah memiliki akses internet gratis
untuk mahasiswa, dosen dan pegawai menggunakan wifi maupun kabel LAN
pada masing- masing prodi dan gedung-gedung unit. Sistem Informasi
Akademik (SIAKAD) dan Jaringan Alumni sudah terintegrasi dalam satu
sistem komputerisasi melalui website resmi POLTESA
[Link]

2. Kebijakan
a. Kebijakan dalam pengelolaan keuangan dipoltesa mengacu pada
peraturan yang berlaku, dimulai dari sumber-sumber keuangan,
perencanaan, pengalokasian, pertanggungjawaban dan pelaporan, audit
serta monitoring dan evaluasi.
 Sumber-Sumber Keuangan
180
Pendapatan yang dapat dialokasikan sebagai sumber Keuangan pada
Politeknik Negeri Sambas adalah 1). Pendapatan Negara Bukan Pajak
(PNBP) yang bersumber dari pembayaran UKT mahasiswa (SPP
mahasiswa), bagi hasil kerjasama institusi, unit bisnis. 2). Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berupa Rupiah murni (RM)
dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). 3). Hibah dari
Pemda (APBD) dan Hibah dari perusahaan dan masyarakat.

181
Kebijakan yang digunakan dalam penentuan sumber-sumber
keuangan di Politeknik Negeri Sambas sebagai berikut :
 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 69 Tahun 2020
Tentang Tata Cara Penetapan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara
Bukan Pajak (PNBP)
 Permenristekdikti Nomor 12 Tahun 2019 tentang BOPTN.

 Perencanaan dan pengalokasian anggaran


Dalam penentuan PNBP setiap tahunnya Politeknik Negeri Sambas
membuat Target PNBP (TRPNBP) terdiri dari pendapatan uang pendidikan
(UKT mahasiswa) dan pendapatan pendidikan lainnya (unit bisnis dan
kerjasama institusi). Penyusunan TRPNBP ini berdasarkan realisasi
penerimaan sebelumnya dan rencana penerimaan tahun yang akan
datang. Sebelum disahkan menjadi alokasi pendapatan, TRPNBP yang
dibuat ditelaah oleh bagian perencanaan dikti dan Direktorat Jenderal
Anggaran Kementerian Keuangan. Setelah divalidasi, Target penerimaan
ini di input pada aplikasi TRPNBP yang sudah disediakan oleh Direktorat
Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan sehingga menjadi alokasi PNBP
pada tahun yang akan datang.
Perencanaan Anggaran secara keseluruhan tertuang pada RKAKL yang
meliputi sumber anggaran RM, BOPTN dan PNBP. Perencanan anggaran
diambil berdasarkan realisasi tahun sebelumnya. Usulan program yang
diinput pada RKAKL merupakan usulan unit berdasarkan pagu yang sudah
ditetapkan oleh direktur.
Kebijakan yang digunakan dalam merencanakan dan mengalokasikan
anggaran di Politeknik Negeri Sambas sebagai berikut:
 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2013
Tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja
Negara.
 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008
Tentang Pendanaan Pendidikan pasal 9 yaitu sumber dana yang
digunakan untuk pendidikan bersumber dari APBN, APBD, hibah
dalam negeri, Hibah Luar Negeri, dan sumber lain yang syah.
 PMK No. 142/PMK.02/2018 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas PMK
Nomor 94/PMK.02/2017 tentang Petunjuk Penyusunan dan
Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian
Negara/Lembaga dan Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran
 PMK No: 37/PMK.02/2018 Tahun 2018 Tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49/PMK.02/2017 Tentang
Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2018 dan PMK No.
32/PMK.02/2018 Tahun 2018 Tentang Standar Biaya Masukan Tahun
Anggaran 2019 yaitu standar kebijakan pengeluaran belanja

182
berdasarkan pada prinsip hemat dan efektif. Poltesa menerapkan
standar biaya masukan dalam penganggaran dan realisasi belanja.
 Keputusan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik
Indonesia Nomor 140/M/Kpt/2019 Tentang Formula Alokasi Dan
Penggunaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri
Nonpenelitian.

183
 Pertanggungjawaban dan Pelaporan Keuangan
Pelaksanaan kegiatan di Polteknik Negeri Sambas berdasarkan alokasi
yang tersedia pada DIPA dan POK. Setiap unit dalam pelaksanaan
anggaran menyampaikan pertanggungjawaban masing-masing sesuai
aturan yang berlaku.
Kebijakan yang digunakan dalam Pertanggungjawaban dan
Pelaporan anggaran di Politeknik Negeri Sambas sebagai berikut :
 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.
 Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan.
 PMK No. 11/PMK.02/2018 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Revisi
Anggaran Tahun Anggaran 2018 dan PMK No. 206/PMK.02/2018
Tahun 2018 Tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran
2019.
 Pengelolaan keuangan oleh Bendahara mengacu pada Permenkeu
dalam PMK Nomor:73/PMK.05/2008 tentang Tatacara
Penatausahaandan penyusunan LPJ Bendahara.
 Pengelolaan keuangan juga mengikuti tatacara yang ditetapkan
Menteri Keuangan dalam PMK 190/PMK.05/2012 tentang Tatacara
Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan APBN.
 PMK 178/PMK.05/2018 Tentang Perubahan PMK Nomor
190/PMK.05/2012 Tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka
Pelaksanaan APBN (penggunaan Kartu Kredit Pemerintah)
 Kebijakan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan mengacu
pada Permenkeu nomor:222/PMK.05/2016 tentang Pedoman
Penyusunan dan Penyampaian laporan Keuangan Kementerian /
Lembaga.
 Edaran Dirjen Anggaran Nomor S-430/AG/2019 menyangkut
Percepatan Penyerapan Anggaran TA 2019.
 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.05/2013 tentang
Bagan Akun Standar.
 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2017 tentang Perubahan
Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/Daerah;
 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.07/2005 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.07/2005
tentang Tata Cara Pengajuan Usul, Penelitian, dan Penetapan
Penghapusan Piutang Perusahaan Negaa/Daerah dan Piutang
Negara/Daerah
 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 240/PMK.06/2016 tentang
Pengurusan Piutang Negara
 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 69/PMK.06/2014 tentang
Penentuan Kualitas Piutang dan Pembentukan Penyisihan Piutang
184
Tidak Tertagih pada Kemnenterian Negara/Lembaga dan Bendahara
Umum Negara.
 Pedoman laporan keuangan berdasarkan SAP di lingkungan
Kemendikbud tahun 2017.

185
 Audit dan monitoring serta evaluasi keuangan
Audit kinerja keuangan dilakukan oleh SPI dan inspentorat dikti dan BPKP.
SPI melakukan audit keuangan setiap triwulan. Inspektorat dikti melakukan
audit setahun sekali dan BPKP melakukan audit keuangan jika ada
permintaan bantuan dari kementerian atau pihak satker.
Hasil temuan audit disampaikan ke direktur dan segera ditindaklanjuti.
Direktur menyampaikan ke unit-unit untuk menindaklanjuti hasil temuan
sehingga menjadi evaluasi keuangan untuk tahun yang akan datang.
Kebijakan yang digunakan dalam Audit dan monitoring serta evaluasi
keuangan di Politeknik Negeri Sambas sebagai berikut:
 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008
Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah
 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 47
Tahun 2011 Tentang Satuan Pengawasan Intern Di Lingkungan
Kementerian Pendidikan Nasional.
 PMK No. 214/PMK.02/2017 Tahun 2017 Tentang Pengukuran dan
Evaluasi Kinerja Anggaran Atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan
Anggaran Kementerian Negara/Lembaga
 Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 66 Tahun 2015 Tentang Manajemen Risiko Di Lingkungan
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
 Statuta Politeknik Negeri Sambas yang menyebutkan legalitas
keberadaaan SPI di Poltesa.
 Peraturan Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Dan
Kebudayaan Nomor: 3205/F.F1/Hk/2019 Tentang Pedoman Teknis
Pengawasan Bagi Satuan Pengawasan Intern
Dilingkungankementerianpendidikandan Kebudayaan.

b. Kebijakan Umum Pengelolaan sarana prasana (BMN) dipoltesa


mengacu pada peraturan yang berlaku yaitu:
a. Pengelolaan pengadaan aset BMN mengikuti Peraturan perundangan
yang berlaku yaitu Perpres 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang
dan Jasa beserta aturan perubaannya.
b. Permenristekdikti nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional
Perguruan Tinggi (SNPT) pada bagian ke tujuh standar sarana dan
prasarana pembelajaran.
c. Kebijakan Pengelolaan Aset mengikuti PP Nomor 6 tahun 2006 beserta
perubahannya, terakhir dg PP Nomor 27 tahun 2014 tentang
Pengelolaan BMN mulai dari perencanaan, pengadaan sampai dengan
penatausahaan dan Pengendaliannya.
d. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 87 /Pmk.06/2016
Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 246/Pmk.06/2014 Tentang Tata Cara Pelaksanaan
Penggunaan Barang Milik Negara.
e. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 181

186
/Pmk.06/2016 Tentang Penatausahaan Barang Milik Negara

187
f. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
111/Pmk.06/2017 Tentang Penilaian Barang Milik Negara
g. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
111/Pmk.06/2016 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemindahtanganan
Barang Milik Negara
h. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 78/Pmk.06/2014
Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan Barang Milik Negara
i. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 83/Pmk.06/2016
Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan Dan Penghapusan Barang
Milik Negara
j. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 52/Pmk.06/2016
Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244 / Pmk.
06/20 12 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan Dan Pengendalian
Barang Milik Negara

3. Standar Perguruan Tinggi dan Strategi Pencapaian Standar


Peraturan pemerintah maupun peraturan kementerian tentang pengelolaan
keuangan dan aset negara menjadi dasar Poltesa dalam penetapan standar
pengelolaan keuangan dan aset agar sistem keuangan di Politeknik Negeri
Sambas sehingga menjadi akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi.
Penetapan standar dituangkan dalam peraturan direktur dan surat keputusan
direktur sebagai berikut:
a. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 06 Tahun 2018
Tentang Tatacara Pengusulan Pembayaran Pelaksanaan Kegiatan dan
Anggaran di Lingkungan Politeknik Negeri Sambas Tahun Anggaran 2018
(berisi tentang PA/KPA mengangkat satu atau PPK utk setiap DIPA PA/KPA,
menganggkat Pejabat Penangda tangan SPM (PPSPM). PPK tidak boleh
merangkap PPSPM, PPK berwewenang melakukan tindakan yang
membebani anggaran, Merinci Tugas dan fungsi PPK dan PPSPM,
bendahara, Bendahara wajib melakukan pengujian terhadap bukti tagihan,
Bendahara bertanggungjawab secara pribadi atas uang dan surat berharga
yang di kelolanya, Berisi syarat-syarat perjanjian/kontrak, Mekanisme
Pengajuan tagihan baik dari UP/GUP/TUP maupun berbentuk tagihan LS,
mekanisme pengusulan pembayaran kegiatan).
b. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 07 Tahun 2018
Tentang Tatacara Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran di
Lingkungan Politeknik Negeri Sambas Tahun Anggaran 2018 (berisi tentang
Penyusunan dan pembahasan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA)
dengan memperhatikan prinsip akuntabilitas, transparasi dan partisipasi
serta usulan dan pembahasan harus melibatkan seluruh potensi dan
sumberdaya yang dimiliki unit dipoltesa, Jadwal penyusunan RKAKL,
Panduan Penyusunan RKAKL, Format KAK/TOR dan RAB, dokumen
pendukung lainnya)
c. Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 03 tahun 2018 tentang cara
menghitung target PNBP dan penetapan anggaran dimasing-masing unit

188
berdasarkan proporsi pendapatan PNBP tiap prodi (berisikan tentang cara
penghitungan PNBP tiap prodi, sumber-sumber PNBP dan Penentapan
anggaran dimasing-masing prodi)
d. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 16 Tahun 2018
Tentang Pedoman Akuntansi Dan Pengelolaan Piutang Di Lingkungan
Politeknik Negeri Sambas Tahun Anggaran 2018 (pelaksanaan
pengelolaan, pencatatan dan penyajian piutang yang wajar dalam Laporan
Keuangan; dan penyelenggaraan Standar Akuntansi Pemerintah

189
(SAP) yang menghasilkan informasi piutang yang wajar, klasifikasi piutang,
tatacara penangihan dan penghapusan piutang).
e. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor : 05 Tahun 2018
Tentang Tatacara Pengelolaan Keuangan dan Aset di Lingkungan Politeknik
Negeri Sambas Tahun Anggaran 2018 (pengelolaan administrasi keuangan
dan aset menggunakan sistem/aplikasi baik Offline maupun online.
Pengelolaan administrasi keuangan berupa Sistem Akuntansi Instansi
Berbasis Akrual (SAIBA) dan adminsitrasi aset mempergunakan perangkat
aplikasi Kementerian Keuangan mulai dari aplikasi Persediaan dan aplikasi
Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi BMN (SIMAK- BMN.
Penggunaan aplikasi/sistem dalam membuat laporan dan monev
merupakan standar yang ditetapkan dalam pengelolaan keuangan dan
aset. Adapun aplikasi yang digunakan adalah sistem informasi manajemen
aset negara (SIMAN) pada siman terdapat menu revaluasi, wasdal, RKBMN
dan rekonsiliasi yang digunakan untuk Monev dan pelaporan online, Sistem
Informasi Manajemen Pendataan Tanah Pemerintah (SIMANTAP).
Pengelolaan Aset/BMN dari perencanaan, pengadaan, pemanfaatan,
pemeliharaan, dan penghapusan).
f. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 17 Tahun 2018
Tentang Tatacara Pengusulan Perubahan UKT di Lingkungan Politeknik
Negeri Sambas Tahun Anggaran 2018 (berisi tentang persyaratan
mahasiswa dalam mengajukan perubahan UKT dan kategori UKT)
g. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas Nomor 08 Tahun 2018
Tentang Tatacara Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Dan Anggaran Di
Lingkungan Politeknik Negeri Sambas Tahun Anggaran 2018 (berisi tentang
format laporan kegiatan)
h. Surat Keputusan direktur Nomor 152/KU/2015 tentang penetapan Biaya
Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal di Poltesa tahun 2015 (berisi
tentang UKT yang diterapkan pada prodi dilingkungan poltesa)
i. Surat Keputusan direktur Nomor 008/KU/2017, Nomor 095/KU/2018, Nomor
125/KU/2019 tentang satuan biaya kusus di Poltesa (berisi tentang satuan
biaya kusus yang belum tertuang dalam satuan biaya masukan yang
digunakan dipoltesa selama 1 tahun)
j. Surat Keputusan direktur Nomor 705/KP/2019 tentang Penanggungjawab
program dan kegiatan pada petunjuk Operasional Kegiatan (POK) di
Poltesa.

Penetapan standar dalam perdir dan SK direktur, tentunya wajib


dilaksanakan untuk mencapai pengelolaan keuangan dan aset di Politeknik
Negeri Sambas menjadi akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi. Adapun
strategi pencapaian standar keuangan yang ditetapkan sebagai berikut:
a. Peningkatan skill SDM dalam mengelola keuangan dan aset dengan cara
mengikuti pelatihan-pelatihan tentang pengelolaan keuangan dan aset.
b. update aturan tentang keuangan dan aset
c. update aplikasi/sistem keuangan dan aset.
190
d. Memonitoring dan mengevaluasi 12 Indikator Penilaian Kinerja Pelaksana
Anggaran (IKPA) yaitu:
1) Meminimkan Revisi DIPA,

191
2) Disiplin dalam melaksanakan kegiatan dan pencairan dananya, dan
menjadikan RPD pada Halaman III DIPA sebagai plafon pencairan dana
bulanan secara internal pada Satker sehingga deviasi [Link] dipa kecil,
3) Pertanggungjawaban UP tepat waktu,
4) Disiplin dalam Penyampaian LPJ dilakukan dengan menu upload pada
Aplikasi SPRINT,
5) Disiplin, tertib, dan tepat waktu dalam penyampaian data kontrak
sebelum 5 hari kerja setelah ditanda tangani,
6) Disiplin, tertib, dan tepat waktu dalam penyelesaian tagihan kontraktual
(LS Non- Belanja Pegawai) paling lambat dalam 17 hari kerja setelah
BAST ditanda- tangani sudah diajukan SPM-nya ke KPPN. Selain itu, agar
teliti, lengkap, dan akurat dalam pengisian uraian pada SPM terutama
untuk tanggal dan nomor BAST/BAPP.
7) Senantiasa memperhatikan progres penyerapan anggaran secara
proporsional dari pagu DIPA efektif dan tidak menumpuk pencairan
anggaran pada akhir tahun.
8) Teliti dalam memproses dokumen pembayaran dalam SPM terutama
kebenaran dan keakuratan nama dan nomor rekening bank Pihak
Ketiga/ penerima pembayaran. Semakin SP2D retur akan semakin baik.
9) Disiplin, tertib, dan tepat waktu dalam penyampaian Renkas (RPD
Harian) untuk transaksi pencairan dana dalam kategori besar (> Rp 1
Miliar).
10) Teliti dalam memproses dokumen pembayaran dalam SPM
terutama kebenaran dan keakuratan data supplier yang telah
dicocokkan dengan data yang ada pada OM SPAN maupun data
identitas supplier yang terkonfirmasi dengan pihak bank agar SPM yang
diajukan tidak tertolak oleh KPPN.
11) Segera menyelesaikan pagu minus dengan mempersiapkan revisi
anggaran untuk menutup pagu minus
12) Senantiasa memantau progres penyelesaian kegiatan sesuai
rencana, menetapkan mitigasi risiko penyelesaian pekerjaan dan
pembayaran, dan menghitung prognosis belanja agar dapat dieksekusi
tepat waktu untuk menghindari penumpukkan pencairan anggaran
pada akhir tahun. (supaya tidak terjadi dispensasi SPM)
e. Mensosilasialisasikan setiap standar kebijakan yang telah ditetapkan
kepada unit pelaksana kegiatan.
f. Monitoring dan evaluasi kinerja keuangan dan aset perbulan, triwulan dan
semesteran.
g. Audit kinerja keuangan dan aset dilakukan minimal pertriwulan oleh TIM SPI.
h. Tindaklanjut hasil audit maksimal 1 bulan setelah hasil audit
diberikan, dalam pelaksanaan tindaklanjut dimonitoring oleh SPI.

4. Indikator Kinerja Utama


a) Keuangan
a.1. Kecukupan Keuangan
192
Sumber keuangan yang diperoleh Politeknik Negeri Sambas terdiri dari
APBN dan APBD/Hibah (sesuai dengan tabel 4.a pada LKPT). APBN terdiri
dari PNBP (SPP mahasiswa, pendapatan lainnya (sewa dan hasil kerjasama)
dan Rupiah Murni. Rupiah Murni digunakan untuk Operiasonal Manajemen
diperuntukan gaji dan tunjangan PNS dan operasional rutin serta BOPTN
yang digunakan untuk Penambahan Bahan

193
Praktikum/Kuliah, kekurangan Biaya Pemeliharaan Aset PTN, Pengadaan
Bahan Pustaka, Penjaminan Mutu, Pelaksanaan Kegiatan Kemahasiswaan,
Pembiayaan Langganan Daya dan Jasa, serta Sewa, Pengembangan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran, Honor Dosen dan
Tenaga Kependidikan Nonpegawai Negeri Sipil, Pengadaan Sarana dan
Prasarana maksimal 20% dari total nilai BOPTN, dan pelaksanaan kegiatan
Satuan Pengawas Internal. Sedangkan APBD atau Hibah yang diperoleh dari
Hibah kerjasama dengan Pemda maupun pihak lainnya yang sifatnya tidak
mengikat dapat digunakan secara fleksibel sesuai kesepakatan antara
kedua belah pihak serta skala perioritas.
Dilihat dari gambar 25, persentase PNBP dari total anggaran selama 3
tahun terakhir adalah 13,97%. hal ini dikarenakan sebagian besar PNBP
hanya bersumber pada SPP mahasiswa dan penetapan kategori UKT masih
pada kategori IV kebawah, belum ada hasil produksi dan kerjasama.
Penetapan Kategori melihat pada kemampuan ekonomi orangtua mahasiswa
yang rata-rata tingkat perekonomiannya menengah kebawah. Dalam kurun
waktu 3 tahun poltesa masih sangat tergantung pada sumber anggaran
APBN yaitu sebesar 84,71%, hal ini dipengaruhi oleh PNBP poltesa yang
relative rendah serta tidak ada sumber lain yang bisa diandalkan. Hibah dari
pemda juga tidak menjadi sumber yang pasti setiap tahun, pada 3 tahun
terakhir hanya tahun 2018 yang mendapatkan hibah dari pemda yaitu
sebesar 0,3% dari total anggaran. Alokasi anggaran dan perolehan anggaran
untuk penelitian dan PKM juga masih sangat kecil dengan rata-rata 1,02%
dari rata-rata total anggaran dalam kurun 3 tahun.

Total perolehan dana tahun 2018 sd 2020


[Link] 100,00%
[Link] 84,71% 80,00%
[Link]
60,00%
[Link]
40,00%
[Link]
[Link] 20,00%
13,97%
- 0,30% 1,02% 0,00%
spp mahasiswa kementerian Hibah pemda dana penelitian Total
& PKM simlitab

jumlah Persentase

Gambar 26. Perolehan Dana Tahun 2018 sd 2020

Berdasarkan gambar 26, terjadi penurunan PNBP di tahun 2020, hal ini
disebabkan adanya wabah covid-19 yang sangat berpengaruh pada
perekonomian masyarakat sehingga orang tua mahasiswa juga tidak bisa
membayar spp tepat waktu dan bahkan banyak mahasiswa yang
194
mengusulkan penurunan UKT.

195
Perolehan Spp Mahasiswa tahun 2018 sd 2020
[Link] 120,00%
[Link]
100,00%
100%
[Link]
80,00%
[Link]
[Link] 60,00%
[Link]
43,21% 40,00%
[Link] 30,26% 26,53%
20,00%
[Link]
0 0,00%
2018 2019 2020
Jumlah Dana (Rupiah) Jumlah
(Rupiah)

SPP persentase

Gambar 27. Perolehan Dana Dari SPP Mahasiswa

Berdasarkan gambar 27, pengunaan dana 3 tahun terakhir sebesar


50,65% digunakan untuk operasional pembelajaran maupun operasional
pendukung pembelajaran dikarenakan beban gaji non PNS masih tertumpu
pada anggaran yang bersumber dari RM maupun PNBP, 38,64% digunakan
untuk prasarana yaitu pembangunan gedung kulaih terpadu 2,
pembangunan sarana olahraga dan kolam praktikum prodi perikanan.
6,54% digunakan untuk investasi sarana yaitu pengadaan computer,
peralatan praktikum prodi dan meubeler sebagai penunjang proses
pembelajaran. 1,75% digunakan untuk investasi SDM yaitu pelatihan dalam
meningkatan kompetensi dosen maupun tendik yang diharapkan dapat
meningkatkan kinerja masing-masing. sedangkan penggunaan dana untuk
penelitian dan PKM masih sangat kecil yaitu tidak sampai 1% dari total
anggaran.

Berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan


Tinggi Republik Indonesia Nomor 140/M/KPT/2019 Tentang Formula Alokasi
Dan Penggunaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri
Nonpenelitian, Sasaran program BOPTN adalah PTN di lingkungan
Kemenristekdikti yang tidak berstatus badan hukum.
Dasar yang digunakan untuk mengalokasikan BOPTN Nonpenelitian pada
perguruan tinggi:
a) biaya pendidikan yang dibutuhkan untuk mahasiswa program diploma
dan program sarjana;
b) jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang bersumber dari
mahasiswa program diploma dan program sarjana;
c) kinerja perguruan tinggi;

196
d) jumlah mahasiswa program diploma dan program sarjana;
e) realisasi anggaran dan/atau alokasi BOPTN di tahun sebelumnya; dan

197
f) afirmasi.
Alokasi total BOPTN diperoleh dengan menghitung besaran kebutuhan
biaya kuliah dikurangi pendapatan/penerimaan perguruan tinggi (uang
pendidikan) sebagai alokasi dasar, kemudian ditambah dengan
insentif/disinsentif, dan afirmasi sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

Total Penggunaan Dana tahun 2018 sd 2020


[Link] 120,00%
[Link] 100,00%
100,00%
[Link] 80,00%

[Link] 60,00%
50,65%
[Link] 38,64% 40,00%

[Link] 20,00%

- 0,77%0,63% 6,54% 0,40%0,62% 0,00%


1,75%

Jumlah persentase
(Rupiah)

Gambar 28. Total Penggunaan Dana Tahun 2018 sd 2020

Berdasarkan gambar 28, UKT dan BKT dibawah ini, rata-rata


perhitungan besaran kebutuhan biaya kuliah 9 prodi sebesar Rp.
8.655.000/Smt – Rp. 15.050.000/smt (rata- rata SPP yang dibayar
mahasiswa 9 prodi) seharusnya BOPTN yang diterima sebesar Rp.
7.155.000 – 13.050.000/smt per mahasiswa. Namun kenyataanya realisasi
BOPTN tidak seperti yang di ilustrasikan kepmenristekdikti Nomor
140/M/KPT/2019, sehingga kecukupan anggaran masih sangat kurang
untuk mendukung pemenuhan standar minimal layanan pembelajaran
sesuai dengan SNPT. PNBP yang diperoleh hanya bersumber dari SPP
mahasiswa sedangkan hasil produksi belum bisa dimaksimalkan
dikarenakan keterbatasan sarana dan prasrana produksi. Poltesa dalam
pembangunan gedung dan pengadaan peralatan berharap penuh pada
APBN dan hibah dalam dan luar negeri, tidakbisa mengharapkan PNBP
yang relatif masih sangat terbatas pada pemenuhan operasional rutin.

198
Tabel 17. BKT dan UKT Politeknik Negeri Sambas tahun 2019

Sumber : Lampiran kemenristekdikti nomor 194/M/KPT/2019

Untuk meningkatkan PNBP yang ada, perlu kebijakan pimpinan mereview


kembali dalam penentuan penetapan kategori UKT yang digunakan. Misalnya
menaikan kategori UKT pada Prodi yang banyak peminatnya sehingga PNBP
dapat meningkat. Selain itu bidang kerjasama dapat melakukan ekspansi
(memperbanyak MoU kerjasama penelitian dengan perusahaan dan pemda,
proposal hibah dalam dan luar negeri) dan menghidupkan unit bisnis sebagai
sumber pendanaan sehingga PNBP dan sumber anggaran lainnya dapat
ditingkatkan.

b) Sarana
1) Kecukupan, Aksesibilitas, dan Mutu Sarana
Sarana yang tersedia di Politeknik Negeri Sambas adalah sarana yang
menunjangan pendidikan dan perkantoran, berupa: peralatan pembelajaran,
peralatan perkantoran, media pembelejaran, sarana olahraga, sarana minat
dan bakat, bahan habis pakai praktikum. Untuk memperlancar proses belajar
mengajar di setiap ruang kelas, telah disediakan perangkat pembelajaran
berupa Infocus, White Board, AC dan lain-lain. Politeknik Negeri Sambas
menerapkan pola kuliah terintegrasi melalui penyediaan ruang kelas yang
berada satu lokasi yang dapat digunakan oleh semua Prodi.
Jumlah, jenis, dan spesifikasi sarana juga ditetapkan berdasarkan rasio
penggunaan sarana, dengan tujuan untuk menjamin terselenggaranya proses
belajar mengajar dan pelayanan administrasi akademik yang baik di Politeknik
Negeri Sambas. Berdasarkan bagan 4.b kekurangan sarana di Politeknik Negeri
Sambas terpenuhi tiap tahun nya, dengan adanya penambahan sarana

199
pembejalaran. Hal ini merupakan target yang harus dipenuhi agar tercapainya
standar pelayanan minimum SN Dikti. Selain untuk memenuhi

200
standar pelayanan minimum, pengadaan computer juga untuk peremajaan,
sehingga mahasiswa menggunakan pc yang selalu update hardware dan
software.

Perkembangan sarana utama tahun 2018 sd 2020

3500 3221

3000 2677
2512
2500
2000

1500
1000 510
399 414
500 68 90 91 89 89 89
0
PC ac infocus Kursi kuliah
sarana

2018 2019 2020

Gambar 29. Perkembangan Sarana Utama

Sedangkan ketersediaan sarana bagi yang berkebutuhan khusus di


Politeknik Negeri Sambas adanya Lift dan Ram sebagai pengganti tangga.
Sarana tersebut dapat membantu disabilitas agar mudah mengakses ke
lantai atas, namun baru 1 gedung yang memiliki fasilitas lift dan beberapa
gedung sudah memiliki Ram sebagai pengganti tangga bagi yang
berkebutuhan khusus. Sedangkan sarana lain masih dalam tahap
perencanaan yang secara bertahap akan dipenuhi sesuai ketersediaan
anggaran.

2) Kecukupan, Aksesibilitas dan Mutu Sistem informasi


Ketersediaan sistem TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk:
a) mengumpulkan data yang akurat, dapat dipertanggung jawabkan dan
terjaga kerahasiaanya.
Ketersediaan sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di
Politeknik Negeri Sambas dalam hal pengumpulan dan penyimpanan
data serta publikasi ke masyarakat dilakukan melalui berbagai media
antara lain:
 Media publikasi penelitian dan pengabdian dosen di Politeknik Negeri
Sambas dalam bentuk jurnal online: [Link]
 Simlitabmas (Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat) bertujuan mendukung pelaksanaan penyiapan

201
perumusan, koordinasi, sinkronisasi pelaksanaan kebijakan,
pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang riset dan Abdimas
[Link]

202
 Sinta (Science and Technology Indeks) merupakan portal yang berisi
tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang
meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal
dan kinerja institusi Iptek.
 SISTER merupakan singkatan dari Sistem Informasi Sumber Daya
Terintegrasi, yang mana SISTER ini adalah program dari
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atau yang biasa
kita kenal dengan Kemenristekdikti yang diluncurkan melalui
Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti.
 SAIBA Aplikasi Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Aktual merupakan
salah satu aplikasi keuangan negara yang digunakan oleh satuan
kerja untuk keperluan proses bisnis pencatatan transaksi anggaran
dan pembayaran satuan kerja yang kemudian akan digunakan
sebagai dokumen rekonsiliasi di tahun anggaran berjalan.
 SIMAN (Sistem Informasi Manajemen Aset Negara) merupakan
aplikasi serbaguna pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) mulai
dari perencanaan, pengelolaan, penatausahaan, pemeliharaan dan
penghapusannya.
 SAIBA Aplikasi Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Aktual merupakan
salah satu aplikasi keuangan negara yang digunakan oleh satuan
kerja untuk keperluan proses bisnis pencatatan transaksi anggaran
dan pembayaran satuan kerja yang kemudian akan digunakan
sebagai dokumen rekonsiliasi di tahun anggaran berjalan.
 Forlap adalah adalah informasi yang berasal dari Pangkalan Data
Pendidikan Tinggi (PDDikti) yang merupakan kumpulan data
perguruan tinggi secara nasional yang dikelola Pusat Data dan
Informasi Iptek Dikti: [Link]
 SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) adalah dalah
aplikasi yang digunakan sebagai sarana bagi satker dalam
mendukung implementasi SPAN untuk melakukan pengelolaan
keuangan yang meliputi tahapan perencanaan hingga
pertanggungjawaban anggaran.
 SIAKUNLAP (sistem informasi akuntabilitas dan pelaporan) adalah
aplikasi yang membantu satuan kerja melakukan Evaluasi mandiri
untuk penilaian kinerja.
 PKTS (pusat karir dan tracer study) adalah aplikasi untuk melacak
alumni secara integratif: [Link]
 siAkad cloud aplikasi yang digunakan oleh Dosen, Tendik dan
mahasiswa untuk mendukung kegiatan akademik.
 MOLK adalah Monitoring Laporan Keuangan Kemdikbud
 Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI), adalah sistem billing yang
dikelola oleh DJA untuk memfasilitasi pembayaran/penyetoran PNBP
dan penerimaan non anggaran
 Aplikasi Standar Biaya Keluaran (SBK) merupakan software aplikasi
komputer yang dibuat sebagai sarana alat bantu bagi Kementerian
203
Negara/Lembaga untuk menghasilkan Standar Biaya Keluaran (SBK)
yang baik, sesuai dengan Petunjuk Penyusunan Standar Biaya
Keluaran (SBK) dan dapat diintegrasikan dalam Aplikasi Rencana
Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL)

204
 Aplikasi TPNBP adalah suatu aplikasi untuk merekam data Target
Penerimaan Negara Bukan Pajak pada setiap Kementerian/Lembaga.
 SPAN adalah sistem aplikasi yang ada di lingkungan Kemenkeu dan
untuk mendukung otomatisasi sistem dari pengguna anggaran yang
ada di setiap Kementerian Negara/Lembaga
 Satu DJA merupakan sebuah sistem yang mengintegrasikan seluruh
sistem informasi dan sistem aplikasi yang dihasilkan oleh DJA,
sehingga diharapkan pegawai DJA dan stakeholder DJA hanya perlu
mengakses satu sistem aplikasi untuk menyelesaikan seluruh proses
bisnis penganggaran.
b) mengelola dan menyebarkan ilmu pengetahuan. (Misal:
SIMPT, SIM Perpustakaan, Database, dan Sistem Informasi
PBM).
Dalam mengelola dan menyebarkan ilmu pengetahuan,
Politeknik Negeri Sambas mengembangkan web dan aplikasi
sebagai berikut:
 Website Politeknik Negeri Sambas, berisikan informasi kegiatan
yang selalu di update: [Link]
 System jurnal online: [Link]
 Pembelajaran online: [Link]
 Penelusuran Alumni: [Link]
Sistem informasi yang ada di Politeknik Negeri Sambas saat ini sudah
sangat maksimal dimanfaatkan oleh dosen, tendik maupun mahasiswa.
Seluruh sistem informasi yang ada mampu meningkatkan kualitas dan
kuantitas capaian output dalam berbagai bidang. Sebagai contoh;
website Politeknik Negeri Sambas turut meningkatkan transparansi
informasi setiap saat dan bisa diakses dari manapun. Setiap aplikasi
terus diupdate secara berkala mengikuti perkembangan dan kebutuhan
serta menyesuaikan dengan regulasi baru.

c) Kecukupan, Aksesibilitas, dan Mutu Prasarana.


Prasarana yang ada di Politeknik Negeri Sambas sesuai dengan
pencatatan yang ada di SIMAK-BMN sebagai berikut:

Tabel 18. Ketersediaan Prasarana di Politeknik Negei Sambas


No Nama Gedung Luas/M Keterangan
1 Gedung Direktorat 1.612 Perkantoran/ruang
administrasi
2 Gedung Teknik Mesin 494 Ruang kelas (4 Kelas)
Gedung Lab Agro Industri
3 Pangan 305 Laboratorium
4 Gedung Bengkel Kerja 125 Bengkel
Bangku
5 Gedung Bengkel Otomotif 152 Bengkel
6 Gedung Bengkel Pekakas 215 Bengkel

205
7 Tempat Parkir Mahasiswa 166 Parkir
8 Tempat Parkir Karyawan 148 Parkir
9 Pendopo 48 Pendopo
10 Gudang Teknik Mesin 55 Ruang kantor
11 Kantin 160 Kantin
12 Gedung Perpustakaan 350 perpustakaan
13 Pos Satpam 1 20 pos satpam
14 Pos Satpam 2 6 pos satpam
15 Lapangan Volly 475 lapangan olahraga outdoor
ruang administrasi (P3M dan
16 Gedung UPT 244 UPT PP)
17 Gedung Bengkel Saprotan 465 Bengkel
18 Gedung Kuliah Akuntansi 354 Ruang kelas (4 Kelas)
Ruang kelas (4 kelas) dan
19 Gedung Agribisnis 1.224 ruang
administrasi
20 Mushola 55 tempat ibadah
Gedung Kuliah+kantor Ruang kelas (3 kelas) dan
21 Akuntansi 524 ruang
administrasi
22 Rumah Genset 34 rumah genset
23 Gedung kuliah terpadu 1 2.728 Ruang kelas (20 Kelas)
24 gedung lab terpadu 2.636 Laboratorium (10 kelas)
25 Gedung kuliah terpadu 2 2.728 Ruang kelas (20 Kelas)
25 Lapangan Futsal 800 Prasarana olah raga outdoor
26 Green House 160 laboratorium
27 Tanah 100.12 Lahan diatas bangunan
6

Dilihat dari tabel 18, bengkel dan laboratorium beserta peralatanya


masih terbatas, terutama ketersediaan komputer yang mayoritas
masih menggunakan pengadaan computer sebelum poltesa
dinegerikan, walaupun setiap tahun dilakukan pengadaan computer
baru namun dengan anggaran yang terbatas tidak mencukupi untuk
peremajaan semua computer yang ada. sedangkan Kebutuhan Ruang
kelas 9 prodi sudah terpenuhi yaitu 65 kelas yang tersedia dengan
memfungsikan ruang laboratorium dan ruang lainnya. Ketersediaan
lahan di Politeknik Negeri Sambas sudah dianggap cukup untuk
memehuni standar minimum SN dikti, lahan sudah bersertifikat atas
nama Pemerintah Republik Indonesia cq. Kementerian Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi dengan nomor sertifikat hak pakai No. 06/2017.
Sampai saat ini penyediaan prasana untuk yang berkebutuhan kusus
sudah tersedia RAM pada beberapa gedung sebagai pengganti tangga.

5. Indikator Kinerja Tambahan

206
a. Indikator Kinerja Keuangan.
Penerimaan PNBP dari tahun 2018 sd 2019 mengalami peningkatan
sebesar 43% (LKPT 4a) hal ini disebabkan oleh ditetapkanya tariff dan jenis
PNBP mahasiswa di politeknik negeri sambas dengan sk direktur nomor:
185/KU/2018, sehingga legalitas tarif yang dipungut kepada mahasiswa
jelas dan langsung distor ke kas negara. Dengan adanya penetapan tariff
ini sangat berkolerasi terhadap peningkatan penerimaan PNBP pada tahun
2019.

207
b. Indikator Kinerja Sarana Prasarana.
Selain sarana dan prasarana utama yang diwajibkan oleh SN Dikti, Poltesa
juga terus berupaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran antara
lain melalui pemanfaatan lahan kosong yang digunakan sarana praktikum
bidang pertanian dan perkebunan bagi mahasiswa yang dikelola oleh prodi
agribisnis.
Kampus hijau dan hemat energi merupakan standar yang akan digunakan
dalam pembangunan sarana dan prasarana politeknik negeri sambas ke
depan sesusai dengan DED dan master Plan yang telah dibuat tahun 2015.
Gedung Kuliah terpadu dibangun dengan memegang konsep Green
Building, penerangan yang berbasis listrik diusahakan digunakan
seminimal mungkin, seperti penggunaan dinding menggunakan kaca untuk
penerangan sehingga menghemat penggunaan energy listrik.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa politeknik negeri
sambas berusaha menyediakan fasilitas sarana prasana baik menggunakan
dana internal maupun dana eksternal melalui pendekatan pada
stakeholder (pihak eksternal). Tahun 2020 politeknik negeri sambas
mendapatkan hibah bis dari kemeneterian perhubungan dan pembangunan
rusunawa dari kementerian PUPR. Keberadaan bis sangat memberikan
dampak yang luar biasa terhadap proses pembejalaran diluar kampus.
Mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya saat melakukan studi banding,
kunjungan lapangan dan berbagai kegiatan luar kampus lain nya.

6. Evaluasi Capaian Kinerja


Evaluasi capaian kinerja keuangan, sarana dan prasarana politeknik negeri
sambas dianalisis dengan menggunakan metode SWOT, dengan metode ini
identifikasi faktor pendukung keberhasilan standar merupakan identifikasi
Kekuatan (S) dan Peluang
(O) sedangkan faktor penghambat ketercapaian standar keuangan, sarana
dan prasarana merupakan identifikasi akar masalah berupa faktor
Kelemahan (W) dan Ancaman (T). Kekuatan (S) dan kelemahan (W)
merupakan faktor dari dalam (internal) keuangan, sarana dan prasarana
Poltesa sedangkan Peluang (O) dan Ancaman (T) merupakan faktor dari
luar (eksternal). Berdasarkan kajian yang mendalam tentang kondisi
internal dan eksternal keuangan, sarana dan prasarana Poltesa melalui
analisa SWOT, maka diperoleh kesimpulan tentang kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman yang dimiliki keuangan, sarana dan prasarana
Poltesa yang mana kesemua faktor tersebut memberikan situasi strategis
untuk pengembangan keuangan, sarana dan prasarana Poltesa ke
depannya. Adapun faktor-faktor internal dan eksternal tersebut seperti
diuraikan di bawah ini:
1. Faktor Internal
a) Kekuatan (S)
1). Mempunyai aturan/pedoman yang jelas dalam pengelolaan
208
keuangan dan sarpras.
2). Pengelolaan keuangan dan sarpras berbasis aplikasi / system.
3). Skill SDM dalam pengelolaan keuangan dan sarpras selalu update.
4). Legalitas tarif dan jenis Pungutan kepada mahasiswa dapat
meningkatkan PNBP.
5).Beberapa prodi yang tinggi peminatnya, bisa ditingkatkan tariff UKTnya sehingga

209
dapat meningkatkan PNBP
6). Tingkat kecukupan sarana prasana dalam memenuhi standar
minimal SN dikti sudah terpenuhi.
7). Poltesa sudah memiliki Master Plan dan DED untuk
pengembangan sarana prasana.
b) Kelemahan (W)
1) Penurunan penerimaan SPP mahasiswa (UKT) tahun 2020
2) Penggelolaan unit bisnis belum optimal
3) Adanya kebijakan yang berubah-rubah dengan merotasi/mutasi sdm,
mengakibatkan kinerja pengelolaan keuangaan dan sarpras menjadi
lebih lambat, karena harus belajar dari awal.
4) Tingginya piutang mahasiswa, sehingga pendapatan PNBP rendah
5) Ada beberapa prodi yang sangat rendah peminatnya.
Mengakibatkan PNBP prodi tertentu juga rendah.
6) Kerjasama institusi dalam bidang penelitian masih sangat rendah,
sehingga tidak bisa meningkatkan PNBP.
7) Dosen mendapatkan hibah Penelitian dan PKM masih sangat rendah
2. Faktor Eksternal
a) Peluang (O)
1). Pimpinan yang mempunyai hubungan baik dengan pihak eksternal,
sehingga lebih mudah untuk mendapatkan dana-dana hibah dari
eksternal.
2). Poltesa masih berstatus satker sehingga berpeluang tinggi dalam
mendapatkan pembiayaan SBSN untuk pembangunan sarana dan
prasarana.
3). Poltesa berada didaerah perbatasan sehingga bisa memperoleh
afirmasi beasiswa bidikmisi/KIP lebih banyak dari tahun
sebelumnya.
b) Ancaman (T)
1). Rata-rata perekonomian orangtua mahasiswa menengah kebawah
sehingga untuk menaikan tariff UKT akan berdampak pada
mahasiswa putus kuliah.
2). Pentransferan Beasiswa bidikmisi/KIP dari kementerian selalu
diakhir tahun sehingga anggaran tidak terserap secara maksimal.
3). Bersaing dengan PTN/PTS lain dalam mendapatkan sumber
pembiayaan eksternal.
4). Wabah Covid menyebabkan tingkat perekonomian masyarakat
semakin menurun, menyebabkan tingginya piutang mahasiswa
tahun 2020.
Dari hasil identifikasi diatas kemudian dibuat Matrik SWOT untuk menyusun
strategi SO, WO, ST dan WT dengan konsep memaksimalkan faktor
Kekuatan dan Peluang yang dimiliki dan secara paralel meminimalkan faktor
Kelemahan dan Ancaman. Dari hasil Matrik SWOT ini maka melahirkan
konsep Strategi yang harus dilakukan oleh Poltesa. Matrik SWOT Poltesa
seperti tertuang pada Tabel di bawah ini.
210
Tabel 19. SWOT Capaian Kinerja
KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)
1) Mempunyai aturan / 1) Penurunan penerimaan
pedoman yang jelas SPP mahasiswa (UKT)
dalam pengelolaan tahun 2020
keuangan dan sarpras. 2) Penggelolaan unit bisnis
2) Pengelolaan keuangan belum optimal
dan sarpras berbasis 3) Adanya kebijakan yang
aplikasi / system. berubah-rubah
3) Skill SDM dalam dengan
pengelolaan keuangan merotasi/mutasi sdm,
dan sarpras selalu mengakibatkan kinerja
update. pengelolaan keuangaan
4) 4Legalitas tarif dan dan sarpras menjadi
jenis Pungutan lebih lambat, karena
harus belajar dari awal.
kepada 4) Tingginya piutang
mahasiswa mahasiswa,

dapat meningkatkan sehingga pendapatan


PNBP. PNBP rendah
5) Beberapa prodi yang 5) Ada beberapa prodi
tinggi peminatnya, yang sangat rendah
bisa peminatnya.
ditingkatkan tariff Mengakibatkan PNBP
UKTnya sehingga prodi tertentu juga
rendah.
dapat meningkatkan 6) Kerjasama institusi
PNBP dalam bidang penelitian
6) 6Tingkat masih sangat rendah,
sehingga tidak bisa
kecukupan sarana meningkatkan PNBP.
prasana dalam 7) Dosen mendapatkan
memenuhi standar hibah Penelitian dan
minimal SN dikti sudah PKM masih
terpenuhi. sangat rendah
7) Poltesa sudah memiliki
Master Plan dan DED
untuk pengembangan
sarana prasana.
PELUANG (O) Strategi S >< O Strategi W >< O
1) Pimpinan 1) Menaikan UKT bagi prodi 1) Membuat pedoman
yang banyak dalam pengelolaan unit
yang mempunyai peminatnya dan bisnis sehingga unit
hubungan baik dengan bisnis dapat maksimal
pihak eksternal, memaksimalkan meningkatkan PNBP.
bisa pemungutan tarif dan 2) Membuat usulan
dimanfaatkan jenis PNBP sesuai aturan afirmasi beasiswa

211
sehingga lebih mudah yang berlaku.
untuk mendapatkan 2) Memanfaatkan aplikasi dengan
dana-dana hibah dari pengelolaan keuangan memanfaatkan
eksternal. dan sarpras, sehingga daerah
2) Poltesa masih kinerja keuangan dan perbatasan
berstatus satker sarpras tinggi.
3) Memanfaatkan DED dan sehingga mendapatkan
sehingga berpeluang master plan sarpras beasiswa lebih banyak
tinggi dalam yang sudah dibuat dari tahun sebelumnya
mendapatkan tahun 2015 dalam untuk
pembiayaan SBSN pengusulan sarana mengurangi piutang dan
untuk prasarana baik tawaran mendapatkan
pembangunan sarana program beasiswa bagi prodi
dan prasarana. yang kurang
3) Poltesa berada peminatnya.
didaerah
perbatasan sehingga bisa
memperoleh afirmasi pembiayaan APBN 3) Memanfaatkan hubungan
beasiswa bidikmisi/KIP maupun hibah luar baik pimpinan dengan
lebih banyak dari negeri. pihak eksternal
tahun sebelumnya.
untuk
mendapatkan
hibah
sarpras,

kerjasama penelitian
dan beasiswa
mahasiswa.
ANCAMAN (T) Strategi S ><T Strategi WT
1) Rata-rata perekonomian 1) Penguatan bidang 1) Membuat
orangtua kerjasama
kebijakan beasiswa atau
mahasiswa dalam mengupayakan penurunan UKT bagi
menengah income bagi Poltesa mahasiswa yang
terdampak wabah covid.
kebawah sehingga
untuk menaikan tariff
UKT akan berdampak
pada mahasiswa putus
kuliah.
2) Pentransferan Beasiswa
bidikmisi/KIP

dari kementerian selalu


diakhir tahun sehingga
anggaran tidak terserap
secara maksimal.
3) Bersaing dengan
212
PTN/PTS lain dalam
mendapatkan sumber

pembiayaan eksternal.
4) Wabah Covid
menyebabkan tingkat

perekonomian
masyarakat
semakin
menurun, menyebabkan
tingginya
piutang
mahasiswa tahun 2020.

Dari hasil analisis SWOT tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Poltesa
untuk meningkatkan capaian kinerja keuangan dan sarpras adalah:
1. Membuat pedoman dalam pengelolaan unit bisnis sehingga unit
bisnis dapat maksimal meningkatkan PNBP.
2. Membuat usulan afirmasi beasiswa dengan memanfaatkan daerah
perbatasan sehingga mendapatkan beasiswa lebih banyak dari
tahun sebelumnya untuk mengurangi piutang dan tawaran
mendapatkan beasiswa bagi prodi yang kurang peminatnya.
3. Memanfaatkan hubungan baik pimpinan dengan pihak eksternal
untuk mendapatkan hibah sarpras, kerjasama penelitian dan
beasiswa mahasiswa.
4. Menaikan UKT bagi prodi yang banyak peminatnya dan
memaksimalkan pemungutan tarif dan jenis PNBP sesuai aturan
yang berlaku.
5. Memanfaatkan aplikasi pengelolaan keuangan dan sarpras,
sehingga kinerja keuangan dan sarpras tinggi.

213
6. Membuat kebijakan beasiswa atau penurunan UKT bagi mahasiswa
yang terdampak wabah covid.
7. Memanfaatkan DED dan master plan sarpras yang sudah dibuat
tahun 2015 dalam pengusulan sarana prasarana baik program
pembiayaan APBN maupun hibah luar negeri.
8. Penguatan bidang kerjasama dalam mengupayakan income bagi Poltesa.

7. Penjaminan Mutu Keuangan, Sarana dan Prasarana.


Standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Poltesa ditetapkan
melalui Peraturan Direktur Nomor 2 tahun 2018 atas pertimbangan
Senat. Standar pengelolaan keuangan yang ditetapkan meliputi pedoman
pengelolaan keuangan, laporan pengelolaan keuangan setiap tahun
anggaran, Mekanisme penetapan biaya pendidikan, Kebijakan UKT bagi
mahasiswa berpotensi akademik tapi kurang mampu ekonomi, Monev
pendanaan Internal, Audit Internal Laporan Keuangan. Standar sarana
dan prasarana umum, yang ditetapkan meliputi tempat ibadah yang
nyaman, kantin yang ideal dengan luas 20 M 2, tempat parkir yang luas
dan nyaman, setiap gedung terinstalasi listrik dengan daya 20 VA/m2
luas lantai bangunan ditambah dengan genset. Instalasi yang digunakan
harus sesuai dengan peraturan umum instalasi listrik (PUIL), ruang
konseling dan kesehatan yang ideal dan nyaman, sarana gedung olah
raga serbaguna seluas 500 m2 untuk kegiatan olah raga basket, senam,
bulu tangkis, bola volley, dan kegiatan olah raga lainnya, taman dan
tempat rekreasi minimal 10% dari luas lahan, laporan monitoring
evaluasi dan tindak lanjut.
Pelaksanaan standar mengacu pada : 1). Dokumen kebijakan, 2). Manual standar,
3). SOP Sarpras, 4). SOP keuangan, 5). Pedoman Keuangan, 6). Renstra
dan RIP. Evaluasi terhadap pelaksanaan standar pengelolaan keuangan
dan sarana prasarana umum dilaksanakan oleh bidang umum dan
keuangan dipoltesa. Bukti fisik yang dikumpulkan berupa laporan
pertangjawaban pelaksanaan kegiatan, daftar pembayaran Spp
Mahasiswa, daftar sarana prasarana umum, hasil audit keuangan,
panduan pengelolaan keuangan dan sarpras. Pengendalian terhadap
semua dokumen standar dilakukan oleh Pusat Penjaminan Mutu Poltesa
dengan berkoordinasi dengan bagian umum dan keuangan.
Peningkatan standar pengelolaan keuangan dan sarpras poltesa terus
dikembangkan sesuai dengan hasil evaluasi dan pengendalian yang
dilakukan oleh Pusat Penjaminan Mutu Poltesa. Untuk meningkatkan
kualitas pengelolaan keuangan dan sarpras Poltesa dilakukan dengan
beberapa upaya, antara lain : 1). Dalam pelaksanaan dan pelaporan
keuangan selalu berpedoman pada panduan Pengelolaan Keuangan
meliputi perencanaan, penerimaan, pengalokasian, pelaporan, audit,
monitoring dan evaluasi, serta pertanggungjawaban penggunaan dana
kepada pemangku kepentingan melalui mekanisme yang transparan dan
akuntabel yang diperbaharui sesuai peraturan keuangan negara. 2).

214
Penetapan biaya pendidikan dilakukan dengan suatu mekanisme yang
ditetapkan oleh direktur dan melibatkan pihak-pihak terkait, serta sesuai
dengan aturan berlaku. 3). Selalu melibatkan SPI dan P2M dalam
Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja sebagai unit
pengendali dan monitoring. 4). bidang administrasi umum dan keuangan
lebih intens melakukan monitoring dan evaluasi pendanaan internal

215
untuk pemanfaatan dana yang lebih efektif, transparan, dan memenuhi
aturan keuangan yang berlaku. 5). Satuan Pengawas Internal (SPI)
melakukan audit internal laporan keuangan sebagai laporan bagi
pemangku kepentingan, serta acuan tindak lanjutnya dipoltesa. 6).
Bidang umum harus melakukan pengelolaan sarpras umum yang ada
dilingkungan poltesa setiap tahun. 7). Bidang Umum harus melakukan
proses evaluasi, monitoring, dan tindak lanjut terhadap keberlanjutan
mutu sarana dan prasarana umum setiap tahun. 8). Pemeliharaan
sarpras umum harus dilakukan oleh semua unit.

8. Kepuasan Pengguna
Pengukuran tingkat kepuasan pengguna layanan pengelolaan keuangan
dan sarpras menggunakan instrument berupa quisioner. Distribusi
kuesioner dilakukan dengan cara pengisian langsung pada googleform
yang disediakan secara online pada link tingkat kepuasan kepagawai
terhadap layanan : [Link] dan link tingkat
kepuasan pengguna terhadap layanan :
[Link] Instrumen pengambilan data pada
kuesioner penilaian berisi deskripsi mengenai pengukuran :
1). ketepatan waktu pembayaran gaji bulanan, 2). ketepatan waktu
pembayaran biaya perjalanan dinas, 3). layanan pembayaran lainnya
diluar gaji bulanan dan perjalanan dinas, 4). ketersediaan sarana
prasarana yang ada dipoltesa, 5). layanan perawatan dan perbaikan
sarana prasarana, 6). proses pengusulan anggaran dan sarana
prasarana, 7). perencanaan anggaran dan sarana prasarana, 8).
ketersediaan alokasi anggaran pada unit, 9). terhadap transaparansi
anggaran, 10). Ketersediaan layanan internet, 11). penetapan Uang
Kuliah Tunggal (UKT), 12). pelayananan dan informasi tentang
pengusulan penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT), 13). pelayanan
keamanan dan kenyamanan, 14). layanan keuangan dan sarana
prasarana umum. Pelaksanaan survey kepuasan pegawai dan
pengguna terhadap layananan pengelolaan keuangan dan sarana
prasarana umum di Poltesa dilakukan tiap akhir tahun, tepatnya pada
bulan Desember. Pegawai dan mahasiswa
melalui WhatsApp group diminta untuk mengisi quisioner secara
daring dengan mengakses link [Link]
link tingkat kepuasan kepagawai terhadap layanan, dan
[Link] link tingkat kepuasan pengguna
terhadap layanan.. Data hasil quisioner direkam secara otomatis oleh
sistem sedangkan data yang telah dianalisis dan dideskripsikan di
rekam oleh Pusat Penjaminan Mutu (PPM) Poltesa.
Analisis data menggunakan metode statistik deskriptif. Tanggapan
responden atas setiap pertanyaan diukur dengan menggunakan skala
Likert dengan kriteria sebagai berikut:
Tanggapan Skor
216
Sangat Puas 4
Cukup Puas 3
Kurang Puas 2
Tidak Puas 1

217
Data yang diperoleh selanjutnya di tabulasi sesuai dengan pilihan
jawaban responden dan dilanjutkan dengan perhitungan Indeks Kepuasan
Responden (IKR) melalui perhitungan rata-rata skor jawaban responden
per item pertanyaan dengan rumus :
⅀ 𝑆𝑖
IKR =
𝑛
Dimana, IKR = Indeks Kepuasan Responden
⅀Si = Jumlah Skor per item
pertanyaan n = Jumlah responden
IKR Tingkat Kepuasan
≥ 3,25 Sangat Puas
2,50 – 3,24 Cukup Puas
1,75 – 2,49 Kurang Puas
1,00 – 1,74 Tidak Puas

Hasil pengukuran kepuasan pegawai dan pengguna, hasil survey yang


dilakukan pada tahun 2020 dengan jumlah responden yang mengisi
quisioner 310 orang, terdiri dari 85 pegawai dan 225
mahasiswa/pengguna dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 20. Tingkat kepuasan pegawai dan pengguna terhadap layananan pengelolaan
keuangan dan sarana prasarana umum di Poltesa
Tingkat Kepuasan SDM Poltesa
IKR TK
No Komponen yang di nilai (%)
SP CP KP TP
kepuasan terhadap ketepatan waktu Sangat
1 pembayaran 73,50% 26,50% 0,00% 0,00% 3,74 Puas
gaji bulanan
kepuasan terhadap ketepatan waktu Sangat
2 pembayaran 42,00% 48,10% 7,40% 2,50% 3,30 Puas
biaya perjalanan dinas
kepuasan terhadap layanan pembayaran cuku
3 lainnya diluar gaji bulanan dan perjalanan 34,90% 49,40% 13,30% 2,40% 3,17 p
dinas puas
kepuasan terhadap ketersediaan sarana cukup
4 yang 35,40% 42,85% 17,70% 4,05% 3,10 puas
ada dipoltesa
kepuasan terhadap ketersediaan prasarana cukup
5 yang 27,90% 50,95% 17,90% 3,25% 3,04 puas
ada dipoltesa
kepuasan terhadap layanan perawatan dan cukup
6 perbaikan sarana prasarana 23,00% 55,75% 18,50% 2,75% 2,99 puas
kepuasan terhadap proses pengusulan cukup
7 anggaran 24,40% 58,50% 13,40% 3,70% 3,04 puas
dan sarana prasarana
kepuasan terhadap perencanaan anggaran cukup
8 dan 24,40% 57,30% 15,90% 2,40% 3,04 puas
sarana prasarana

218
kepuasan terhadap ketersediaan alokasi cukup
9 anggaran pada unit 26,80% 57,30% 11,00% 4,90% 3,06 puas
cukup
10 kepuasan terhadap transaparansi anggaran 25,60% 54,90% 9,80% 9,70% 2,96 puas
kepuasan terhadap Ketersediaan layanan cukup
11 internet 32,95% 43,15% 18,10% 5,80% 3,03 puas
12 kepuasan terhadap penetapan Uang Kuliah 29,70% 58,10% 9,00% 3,20% 3,14 cukup
Tunggal (UKT) puas
kepuasan terhadap pelayananan dan
informasi cuku
13 tentang pengusulan penurunan Uang Kuliah 38,00% 48,90% 8,60% 4,50% 3,20 p
Tunggal (UKT) puas
kepuasan terhadap pelayanan keamanan cukup
14 dan 37,80% 52,30% 6,30% 3,60% 3,24 puas
kenyamanan
kepuasan terhadap layanan keuangan dan cukup
15 sarana prasarana umum. 27,60% 61,40% 9,45% 1,55% 3,15 puas
cukup
Rata-rata 33,60% 51,03% 11,76% 3,62% 3,146 puas
Catatan : SP = sangat puas, CP = cukup puas, KP= kurang puas, TP = tidak puas, IKR = indeks
kepuasan responden, TK = tingkat kepuasan

Dari hasil pengukuran tingkat kepuasan pegawai dan pengguna


(mahasiswa/alumni) terhadap layanan pengelolaan keuangan dan sarana
prasarana di Poltesa diperoleh hasil rata-rata 33,60% responden
menyatakan sangat puas, 51,03% responden menyatakan cukup puas,
11,76% responden menyatakan kurang puas dan 3,62% menyatakan tidak
puas. Nilai rata-rata indek kepuasan responden (IKR) 3,146 yang berarti
secara keseluruhan responden menyatakan cukup puas terhadap
pelayanan yang diberikan oleh manajemen bidang Keuangan dan sarana
parsana di Poltesa. Pengukuran kepuasan pengguna (pegawai
mahasiswa/alumni) ini dilaksanakan secara konsisten tiap tahun di bulan
Desember. Hasil pengukuran ini ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem
melalui beberapa peraturan direktur, surat keputusan direktur, surat
edaran direktur, renstra dan master plan sarpras yang menyangkut
pengelolaan keuangan dan sarana prasarana di Poltesa.

9. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar Keuangan, Sarana dan


Prasarana serta Tindak Lanjut
Pemosisian hasil evaluasi ketercapaian standar sebagai berikut : 1).
Mempunyai aturan/pedoman yang jelas dalam pengelolaan keuangan dan
sarpras, 2). Pengelolaan keuangan dan sarpras berbasis aplikasi / system,
sehingga kinerja pengelolaan keuangan dan sarpras lebih baik, 3). Legalitas
tarif dan jenis Pungutan kepada mahasiswa sudah ditetapkan dalam
peraturan pemerintah dan diturunkan pada sk direktur nomor: 185/KU/2018
4). Tingkat kecukupan sarana prasana dalam memenuhi standar minimal SN
dikti sudah terpenuhi. 5) Poltesa sudah memiliki Master Plan dan DED untuk
pengembangan sarana prasana.
Masalah dan akar masalah sesuai hasil analisis SWOT adalah: 1) Terjadi
219
Penurunan penerimaan SPP mahasiswa (UKT) tahun 2020 akibat wabah
covid, 2) Penggelolaan unit bisnis belum optimal, sehingga belum dapat
menghasilkan PNBP. 3) Tingginya piutang mahasiswa, sehingga pendapatan
PNBP rendah, 4) Ada beberapa prodi yang sangat rendah peminatnya.
Mengakibatkan PNBP prodi tertentu juga rendah, 5) Kerjasama institusi
dalam bidang penelitian masih sangat rendah, sehingga tidak bisa
meningkatkan PNBP. 6) Alokasi anggaran internal untuk penelitian dan PKM
masih sangat rendah sehingga kinerja Penelitian dan PKM juga rendah. 7).
Pengadaan sarana prasana masih mengandalkan anggaran yang bersumber
dari APBN yang tidak setiap tahun bisa diperoleh, sedangkan anggaran yang
sumber dari PNBP masih sangat kecil

220
hanya bisa mengakomodir pengadaan sarana yang sifatnya peremajaan
secara bertahap.
Rencana perbaikan dan pengembangan merupakan tindak lanjut dari hasil
evaluasi, untuk melakukan perbaikan poltesa harus membuat pedoman
dalam pengelolaan unit bisnis sehingga unit bisnis dapat maksimal
meningkatkan PNBP. Membuat usulan afirmasi beasiswa dengan
memanfaatkan daerah perbatasan sehingga mendapatkan beasiswa lebih
banyak dari tahun sebelumnya untuk mengurangi piutang dan tawaran
mendapatkan beasiswa bagi prodi yang kurang peminatnya. Memanfaatkan
hubungan baik pimpinan dengan pihak eksternal dan meningkatkan kinerja
untuk mendapatkan hibah sarpras, kerjasama penelitian dan beasiswa
mahasiswa. Menaikan UKT bagi prodi yang banyak peminatnya dan
memaksimalkan pemungutan tarif dan jenis PNBP sesuai aturan yang
berlaku. Memanfaatkan aplikasi pengelolaan keuangan dan sarpras,
sehingga kinerja keuangan dan sarpras meningkat. Membuat kebijakan
beasiswa atau penurunan UKT bagi mahasiswa yang terdampak wabah
covid. Memanfaatkan DED sarpras dalam pengusulan sarana prasarana baik
program pembiayaan APBN maupun hibah luar negeri.
Rencana pengembangan sarana prasarana dipoltesa sudah tertuang dalam
master plan dan DED yang di buat tahun 2015, adapun daftar bangunan
yang sudah ada perencanaan dan peralatan yang sudah di input dalam E-
Sarpras sebagai pengusulan penganggaran, dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 21. Rencana Pengembangan Sarana Prasarana pada Percepatan Pembangunan


Poltesa
Biaya yang
No Nama Gedung Keterangan
dibutuhkan
1 GEDUNG LAB TERPADU 2 (1 GDG) [Link] KDP perencanaan
2 AUDITORIUM (KAP 2000 Org) [Link] KDP perencanaan
3 INFRASTRUKTUR (TAHAP 1) [Link] KDP perencanaan
4 Bengkel Kerja Bangku dan Plat [Link] KDP perencanaan
5 Bengkel Produksi [Link] KDP perencanaan
6 Bengkel Pengolahan Tepung [Link] KDP perencanaan
7 Bengkel Saprotan [Link] KDP perencanaan
8 Bengkel Pengolahan Cairan Konsentrasi Air [Link] KDP perencanaan
9 Bengkel Pengolahan Padat [Link] KDP perencanaan
10 Bengkel Pengolahan Cairan Konsentrasi [Link] KDP perencanaan
Minyak
Peralatan Jurusan Teknologi Informasi dan
11 Ekonomi [Link] Belum realisasi
Bisnis
12 Peralatan Jurusan Agrobisnis dan Teknologi [Link] Belum realisasi
Pertanian

221
13 Pengadaan Peralatan Jurusan Teknik Mesin [Link] Belum realisasi
14 Pengadaan Meubelair [Link] Belum realisasi
Pengadaan Peralatan Pendidikan dan Peralatan
Pendukung Pembelajaran untuk Jurusan
15 Teknologi Informasi, Jurusan Ekonomi Bisnis, [Link]
Jurusan Teknologi Pertanian, Jurusan
Agrobisnis dan Jurusan Teknik Belum realisasi
Mesin
16 GEDUNG DIREKTORAT [Link] KDP perencanaan
17 Asrama & Kantin (PUTRA) [Link] KDP perencanaan
18 Sarana Olah Raga Indoor [Link] KDP perencanaan
19 Lap Olah Raga Out door (Lap Sepak Bola) [Link] KDP perencanaan
INFRASTRUKTUR (TAHAP 2) Jalan lingkungan
20 [Link] KDP perencanaan
Kampus
DED TAHUN 2015 [Link].000

Penginputan rencana pengembangan pada aplikasi E-sarpras yang telah


disediakan kementerian, diharapkan setiap tahun mendapatkan anggaran
APBN, SBSN, hibah dalam negeri maupun Hibah Luar Negeri sehingga
dapat mempercepat pembangunan sarana prasarana di poltesa, sesuai
dengan Renstra dan RIP Poltesa.

222
C.6 Pendidikan
1. Latar Belakang
Penerapan Pendidikan di Poltesa mencakup kurikulum dan pembelajaran
yang ditetapkan berdasarkan Permenristekdikti nomor 44 tahun 2015 tentang
Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Penetapan kurikulum pada program studi
disesuaikan dengan VMST Poltesa. Visi Poltesa adalah “menjadi institusi
pendidikan vokasi yang unggul di tingkat nasional dan internasional”.
Kurikulum pendidikan di Poltesa disusun berdasarkan Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kurikulum KKNI dirancang berdasarkan
profil lulusan dengan tingkatan jenjang kualifikasi. Profil lulusan kemudian
dijabarkan menjadi capaian pembelajaran lulusan seperti sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
Pelaksanaan pembelajaran menggunakan berbagai strategi yang dapat
mendorong mahasiswa untuk berpikir secara kritis, memiliki daya untuk
mengembangkan kreasi dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya yang
dimiliki oleh Poltesa. Pelaksanaan sistem pembelajaran memiliki mekanisme
dari mulai proses monitoring, evaluasi, dan perbaikan proses yang terjadwal
dalam kegiatan perkuliahan (kehadiran dosen dan mahasiswa), penyusunan
materi perkuliahan, serta penilaian hasil belajar.
Proses pembelajaran juga mengintegrasikan penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen. Integerasi kegiatan
penelitian dengan proses pembelajaran sudah dimuat pada dokumen
Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Poltesa.
Suasana akademik sangat mendukung keberhasilan pelaksanaan proses
pembelajaran. Suasana akademik yang kondusif dapat dilakukan dengan
menyediakan sarana dan prasarana yang cukup sehingga proses pembelajaran
dapat berlangsung dalam sebuah suasana yang mendukung dosen-mahasiswa
beraktifitas di kampus. Proses tersebut akan melibatkan semua sumber daya
pendidikan (dosen, fasilitas/sarana- prasarana, laboratorium, perpustakaan,
organisasi-manajemen, dan kurikulum) yang mampu memberikan dukungan
untuk kelancaran proses pembelajaran.
Kebebasan akademik yang berlaku di POLTESA adalah kebebasan yang
dimiliki oleh anggota sivitas akademika untuk melaksanakan kegiatan yang
berhubungan dengan pendidikan/pembelajaran, pengembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan kesenian secara bertanggung jawab dan mandiri
berdasarkan otonomi keilmuan. Kebebasan akademik di POLTESA dijamin
pelaksanaan dan keberlangsungannya dengan diterbitkannya Peraturan
Direktur No. 4 Tahun 2020 Tentang Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar
Akademik dan Otonomi Keilmuan di Lingkungan POLTESA.
Lulusan yang dihasilkan Poltesa diharapkan memiliki keterampilan berupa
hard skill dan soft skill sesuai kebutuhan pengguna. Kebutuhan keterampilan
tersebut dapat digunakan ketika lulusan berwirausaha dan atau bekerja pada
instansi dan perusahaan. Keterampilan tersebut diperoleh melalui kegiatan
selama pendidikan di Poltesa.

223
2. Kebijakan
POLTESA memiliki dokumen formal kebijakan dan panduan pendidikan
yang menjadi rujukan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran.
Adapun kebijakan tersebut diantaranya :

224
1. Permendikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 73 Tahun 2013
Tentang penerapan KKNI pada Pendidikan Tinggi
3. Peraturan Direktur Nomor 2 Tahun 2018 Tentang SPMI Poltesa
4. Peraturan Direktur Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kebebasan Akademik,
Kebebasan Mimbar Akademik dan Otonomi Keilmuan di Lingkungan
Poltesa
5. Peraturan Direktur Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Kegiatan Penilaian dan Hasil Belajar
6. Peraturan Direktur Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Kegiatan Akademik

3. Standar Perguruan Tinggi dan Strategi Pencapaian Standar


Direktur Politeknik Negeri Sambas menetapkan standar pendidikan di
Politeknik Negeri Sambas berupa standar isi maupun standar proses
sesuai dengan SN-Dikti. Melalui SPMI Poltesa/PPM-SPMI/017/2019 yang
menjadi rujukan penyusunan, pengembangan, dan pelaksanaan
kurikulum di tingkat program studi tentang Kerangka Dasar Kurikulum.
Dokumen tersebut menjelaskan tujuan pendidikan di Poltesa, di dalamnya
mengatur tentang pengembangan kurikulum yang dapat dilakukan oleh
program studi.

Selain itu, Direktur Poltesa menerbitkan buku panduan akademik Buku


panduan akademik dan Kemahasiswaan ini menjadi rujukan
penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di lingkup Poltesa yang
memuat mekanisme penyelenggaraan pendidikan, bimbingan akademik,
serta evaluasi pembelajaran. Bagian Akademik, Kemahasiswaan,
Perencanaan, serta Program Studi merupakan unsur yang melaksanakan,
mengevaluasi, dan mengendalikan panduan akademik tersebut.

Untuk mendukung percepatan pencapaian tridharma, Poltesa melalui Pusat


Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) menerbitkan Pedoman
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pedoman ini diterbitkan untuk
merencanakan, pelaksanaan, evaluasi dan peningkatan kegiatan penelitian
dan PkM.

Strategi pencapaian standar pendidikan dilakukan melalui perjanjian kerja


antara Direktur Kajur dan Koordinator Prodi setiap tahunnya. Pelaksanaan
standar tersebut secara teknis dilakukan oleh program studi dengan
orientasi mutu yang ditetapkan, dievaluasi, dan dikendalikan oleh Pusat
Penjaminan Mutu. Sedangkan audit dan monev terhadap pelaksanaan
standar pendidikan tersebut dilakukan oleh Pusat Penjaminan Mutu dan
auditor. Hasil dari evaluasi pencapaian tersebut dilaporkan ke direktur.
Kemudian direktur menyelenggarakan hasil kinerja setiap tahun melalui
rapat.

225
4. Indikator Kinerja Utama
a) Kurikulum
1) Ketersediaan kebijakan pengembangan kurikulum yang mempertimbangkan
keterkaitan dengan visi dan misi (mandat) perguruan tinggi, pengembangan ilmu
pengetahuan dan kebutuhan para pemangku kepentingan.

226
POLTESA memiliki kebijakan pengembangan kurikulum yang
dituangkan dalam standar pendidikan yang di dalamnya memiliki
indikator pengembangan kurikulum. Dokumen ini menjadi rujukan
program studi dalam mengembangkan kurikulum yang senantiasa
mempertimbangkan keterkaitan visi dan misi (mandat) politeknik.
Kerangka Dasar Kurikulum tersebut ditetapkan untuk mendorong
terciptanya visi POLTESA yaitu institusi vokasi unggul.

Untuk mendukung visi POLTESA menjadi institusi unggul maka pada


penyusunan kurikulum tiap prodi menggunakan proporsi 40% mata
kuliah teori dan 60% mata kuliah praktik. tahun 2015 dibuka Prodi
Akuntansi Keuangan Perusahaan. Menyusul tahun 2016, lima prodi baru
dibuka yaitu, Prodi Agroindustri Pangan, Angribisnis Perikanan, Teknik
Mesin Pertanian, Teknik Multimedia dan Manajemen Bisnis Pariwisata.

Sebaran Prosentase Mata Kuliah

Teknik Mesin Pertanian

Agroindustri Pangan

Akuntansi Keuangan Perusahaan

Teknik Mesin

Agrobisnis
0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 140,00

Mata Kuliah Teori Mata Kuliah Praktik

Sumber: Kurikulum 9 Prodi di Lingkungan POLTESA


Gambar 30. Perbandingan Prosentase Mata Kuliah Teori dan Praktik

Berdasarkan gambar, bahwa setiap prodi di lingkungan Poltesa


memiliki perbandingan mata kuliah teori dan praktik yang berbeda.
Sebagian besar prosentase mata kuliah praktik lebih besar dari pada
teori. Hal ini untuk mendukung capaian visi misi Poltesa yang telah
ditetapkan. Pada sisi yang lain, dukungan kurikulum prodi pada mata
kuliah dimasukkan beberapa materi lokal seperti hasil kajian dari
masing-masing dosen sesuai disiplin ilmu yang dikaitkan dengan
keterampilan pada mata kuliah teori dan praktik.

Misi Poltesa bertujuan mengembangkan bidang keilmuan, penelitian


dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk mencapai pendidikan, maka
227
pemenuhan sarana dan prasarana menjadi kontribusi nyata dalam
mencerdaskan kehidupan bangsa telah dilaksanakan dan akan diteruskan.

228
Beberapa sarana penunjang pembelajaran yang telah ada diantaranya
bengkel, laboratorium dan perpustakaan. Selain itu beberapa prodi
telah membangun instalasi hidroponik, bengkel seni dan bangunan
pemijahan ikan. Laboratorium dan bengkel akan memudahkan dosen
dan mahasiswa melakukan kegiatan pembelajaran dan penelitian.
Serta perpustakaan mendukung kegiatan pembelajaran untuk
memperkaya wawasan akan ilmu.

Kurikulum yang disusun Poltesa melibatkan stakeholder terkait seperti


pemerintah daerah, perusahaan dan lembaga swadaya masyarakat
lainnya. Penyusunan kurikulum tersebut bertujuan mendapatkan
masukan. Beberapa masukan dari stakholder diantaranya sikap dan
keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki lulusan dalam
menciptakan atau memperoleh pekerjaan.

Beberapa workshop tentang pengembangan kurikulum melalui


program PMDPA telah dilaksanakan oleh Poltesa, diantaranya adalah
yang diselengarakan 2019 dengan menghadirkan pendamping dosen
sesuai kompetensinya yang berasal dari Politeknik Negeri Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, setiap prodi di Poltesa dibimbing dalam
menyusun kurikulum sesuai KKNI dan sesuai dengan kebutuhan dunia
kerja. Luaran dari workshop ini adalah kurikulum yang sesuai dengan
tuntutan stakeholder. Kurikulum yang dihasilkan juga telah ditetapkan
dan digunakan pada masing-masing prodi di Poltesa.
Masukan dan saran dari stakeholder dan pakar sangat diperlukan
dalam penyusunan kurikulum. Dengan kurikulum yang disusun dengan
melibatkan pakar dan pemangku kepentingan seperti stakeholder ini
akan membantu Poltesa dalam mempersiapkan lulusan yang dapat
diterima dengan pasar kerja.

2) Ketersediaan pedoman pengembangan kurikulum yang memuat:


a. Profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, struktur kurikulum dan rencana
pembelajaran semester (RPS) yang mengacu kepada KKNI dan peraturan-
peraturan terkini, dan kepekaan terhadap isu-isu terkini (seperti pendidikan karakter,
SDGs, NAPZA, dan pendidikan anti korupsi) sesuai dengan program pendidikan
yang dilaksanakan

Poltesa memiliki Kerangka Dasar Kurikulum pada standar pendidikan


yang telah ditetapkan menjadi dasar pengembangan kurikulum di
tingkat program studi. Pengembangan Kurikulum padaProgram Studi
berdasarkanstandarpendidikantersebutdapat merumuskan kompetensi
lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, penialaian
pembelajaran, dosen dan tendik, sarpras, pengelolaan pembelajaran

229
dan pembiayaan pembelajaran.

Beberapa indikator kurikulum tentang pengembangan kurikulum yang


mempertimbangkan keterikatan visi, misi Poltesa tertuang dalam
dokumen SPMI Pendidikan tentang rumusan capaian pembelajaran yang
menjadi kerangka kurikulum

230
setiap prodi sebagai berikut :

Tabel 22. Standar Kurikulum Pada SPMI Pendidikan


Cakupan Periode penerapan
Sasaran/Indikator capaian Satuan
standar 2015 2016 2017 2018 2019
1. Tersedianya Tersedia

pedoman tertulis     
tentang rumusan,
sosialisasi, pemenuhan
dan penelahaan profil
lulusan
pada semua program
studi
2. Tersedianya buku Tersedia
    
panduan
Profil
akademik yang terbaharui
lulusa
3. Tersedianya panduan Tersedia
n
peningkatan     

kompetensi lulusan
4. Tersedianya dokumen Tersedia
profil lulusan pada     
semua
program studi
5. Pelaksanaan sosialisasi Terlaksana
profil lulusan     
semua program
studi
6. Terpenuhinya profil %
lulusan 33% 33% 33% 60% 60%
pada semua program
studi
7. Terlaksananya kegiatan Terlaksana
monitoring dan evaluasi
    
profil lulusan pada
semua
program studi

Dari tabel di atas standar tentang profil lulusan memiliki indikator


sesuai yang telah tertulis. Sebagian besar indikator telah terlaksana
pada masing-masing program studi. Sedangkan masih ada beberapa
indikator yang belum tercapai karena perlu evaluasi yang
berkelanjutan di setiap prodi.

Lulusan Poltesa diharapkan dapat bekerja sesuai bidangnya atau


sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing program studi. Program
pendidikan sarjana terapan memiliki kesesuaian dengan ilmu rata-rata

231
sebesar 76% (2019) dan 79% (2020).
Sedangkan diploma III sebesar 72% (2018), 61% (2019) dan 62%
(2020). Dari data tersebut program pendidikan sarjana terapan
memiliki kesesuaian lebih baik dibanding diploma III. Berikut gambara
kesesuaian lulusan dengan bidangnya digambarkan pada grafik
berikut:

232
Prosentase Kesesuaian Lulusan dengan
Pekerjaan

2020

2019

2018

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%

Diploma Tiga Diploma Empat/ Sarjana Terapan

Gambar 31. Sebaran Kesesuaian Lulusan dengan Bidang Ilmu

Untuk mendukung pencapaian VMTS, Poltesa melakukan


pengembangan mata kuliah dan kegiatan kemahasiswaan. Pada
pengembangan mata kuliah, Poltesa mengembangkan mata kuliah
kewirausahaan yang keberadaanya wajib di setiap prodi. Mata kuliah
kewirausahaan diampu oleh kelompok dosen yang memiliki kualifikasi
di bidangnya. Pelaksanaan mata kuliah kewirausahaan dilaksanakan
serentak dengan menggabungkan seluruh mahasiswa, kemudian
dikelompokkan sesuai minat dan dibimbing oleh dosen masing-masing
di bidangnya.

Poltesa mengembangkan program kegiatan untuk mahasiswa untuk


mendukung pencapaian VMTS yaitu Pendikar dan Gerakan
Pemberantasan Buta Huruf Al- Quran. Pendikar merupakan akronim
dari Pendidikan Karakter, kegiatan mahasiswa untuk mahasiswa baru.
Kegiatan ini berisikan materi tentang kepemimpinan, bela negara dan
etika. Kegiatan pemberantasan buta huruf Al- Quran juga kegiatan
untuk mahasiswa khususnya mahasiswa muslim di Poltesa. Kegiatan
ini bertujuan agar lulusan Poltesa memiliki karakter khususnya
memiliki kemampuan membaca Al-Quran.

Selain itu Poltesa juga memiliki program TOIEC, yaitu program


penguasaan bahasa inggris. Program ini berupa pelatihan dan tes.
Hasil dari program ini merupakan penguasaan mahasiswa dalam
berbahasa inggris. Program TOIEC ditujukan untuk mendukung VMTS
Poltesa sebagai pendidikan vokasi yang unggul.

b. Mekanisme penetapan (legalitas) kurikulum.

233
Mekanisme penetapan kurikulum dimulai dari tingkat program studi.
Koordinator Program Studi membentuk Tim Kurikulum Prodi.
Penyusunan dan pengembangan kurikulum prodi tersebut
melibatkan dosen, tendik, pengguna lulusan dan

234
stakeholder. Setelah kurikulum dibentuk dan selesai dibuat, dokumen
kurikulum disampaikan ke Senat Poltesa melalui pengantar Jurusan.
Selanjutnya Senat Poltesa menyetujui dengan melewati beberapa
pertimbangan dan masukan dari anggota Senat. Selanjutnya dokumen
kurikulum disahkan melalui SK Direktur. Kemudian disampaikan ke
Wakil Direktur Bidang Akademik, Penjaminan Mutu dan Jurusan.

3) Ketersediaan pedoman pelaksanaan kurikulum yang mencakup pemantauan dan


peninjauan kurikulum yang mempertimbangkan umpan balik dari para pemangku
kepentingan, pencapaian isu-isu strategis untuk menjamin kesesuaian dan
kemutakhirannya.
Pemantauan dan peninjauan kurikulum di lingkup Poltesa dilaksanakan
melalui prodi dengan evaluasi standar isi pembelajaran dan pengendalian
standar isi. Cakupan standar tersebut memiliki indikator yaitu tingkat
kedalaman dan keluasan materi pembelajaran dan terlaksananya proses
pengendalian dengan cara memeriksa dan mempelajari catatan hasil
evaluasi. Sedangkan peninjauan kurikulum dengan pedoman belum
tersedia. Berikut ini disajikan evaluasi standar isi pembelajaran yang
merupakan bagian dari kurikulum.

Tabel 23. Standar Evaluasi Isi Pembelajaran dan Pengendalian Standar Isi
Cakupan Sasaran/Indikator Satuan Periode Penerapan
standar Capaian 2015 2016 2017 2018 2019
Evaluasi 1. Terlaksananya
standar evaluasi

isi tingkat
% Prodi
pembelajara kedalaman
yang 100 100 100 100 100
n dan
melaksanak
keluasan
an evaluasi

materi
pembelajaran
bersifat
kumulatif
dan/atau
integratif dan
dilaksanakan
minimal
satu
tahun sekali.
1. Terlaksananya
proses
pengendalian
dengan
cara memeriksa

235
Pengendalian % Prodi yang
standar isi dan melaksanakan - - 100 100 100
pembelajaran mempelajari pengendalian
catatan

hasil
evaluasi
yang dilakukan

pada tahap
sebelumnya,
serta
mempelajari
penyebab
terjadinya
penyimpangan
dari isi standar
isi
pembelajaran.

Berdasarkan tabel di atas, pelaksanaan kurikulum yang dilaksanakan di


Poltesa dengan indikator standar evaluasi isi pembelajaran dan
pengendalian isi sebagian besar sudah terlaksana berdasarkan indikator.
Indikator berupa evaluasi tingkat kedalaman dan keluasan materi
pembelajaran serta pengendalian dengan cara memeriksa dan mempelajari
catatan hasil evaluasi.

b) Pembelajaran
1) Ketersediaan bukti yang sahih tentang penerapan sistem penugasan dosen berdasarkan
kebutuhan, kualifikasi, keahlian dan pengalaman.
Poltesa dalam penerapan penugasan dosen berdasarkan usulan dari prodi.
Mekanisme penugasan berasal dari prodi, kemudian usulan tersebut
disampaikan ke jurusan selanjutnya mengetahui Kajur untuk selanjutnya
diusulkan dan ditetapkan oleh direktur. Semua mekanisme tersebut sudah
mempertimbangkan kebutuhan, kualifikasi keahlian dan pengalaman pada
bimbingn akademik, praktik industri (PI) dan tugas akhir (TA). Namun
penerapan tersebut belum memiliki pedoman. Sehingga bukti sahih masih
berupa SK Direktur.

2) Ketersediaan bukti yang sahih tentang penetapan strategi, metode dan media
pembelajaran serta penilaian pembelajaran.
Penetapan strategi, metode, dan media pembelajaran dilakukan oleh
Poltesa yang tertuang dalam SPMI Pendidikan. Implementasinya
diserahkan kepada masing- masing program studi.
Poltesa menetapkan metode pembelajaran digunakan sesuai SN-Dikti
pasal (14) adalah sebagai berikut: Diskusi kelompok; Simulasi; Studi
236
kasus; Pembelajaran kolaboratif; Pembelajaran kooperatif; Pembelajaran
berbasis proyek Pembelajaran berbasis masalah; Metode pembelajaran
lain yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian
pembelajaran lulusan. Berikut ini standar SPMI berupa strategi, metode
dan media pembelajaran yang dilakukan Poltesa yang tertuang pada
standar dan indikatornya.
Tabel 24. Standar dan Indikator Tentang Penetapan Strategi, Metode dan Media
Pembelajaran
Capaian Sasaran/indikator Periode penerapan
Satuan
standar capaian 2015 2016 2017 2018 2019
Mekanisme Tersedianya Tersedia
dan dokumen
penjaminan
mutu, evaluasi

dan pelaporan
pembelajaran
Tersosialisasinya
dokumen
pedoman
perencanaan,
pelaksanaan, Tersedia   
pengendalian,
pemantauan,
penjaminan
mutu, evaluasi
dan
pelaporan
Terpenuhi
pelaksanaan
pengelolaan
pembelajaran % Prodi 100 100 100
yang ideal
dengan suasana
akademik
dan budaya mutu
yang baik.
Tersedianya
dokumen
kurikulum dan Tersedia     
rencana
pembelajaran
semester (RPS)
setiap mata kuliah.
Terselenggaranya
monitoring dan
evaluasi secara Terlaksana     
berkala terhadap
pelaksanaan
pembelajaran.

237
Tersedianya
laporan hasil
program
pembelajaran
secara periodik
sebagai sumber Tersedia     
data dan
informasi dalam
pengambilan
keputusan
perbaikan dan
pengembangan
mutu
pembelajaran

Media pembelajaran segala alat yang digunakan untuk untuk membantu


menyampaikan materi pelajaran dalam proses belajar mengajar. Media
pembelajaran yang dapat digunakan seperti: Visual; Audio; Kinestetik.
Selain itu, Poltesa menyiapkan teknologi pendukung pembelajaran,
seperti LCD Proyektor.
Penilaian akhir pembelajaran menggunakan format huruf yang
merupakan konversi dari nilai angka. Untuk mata kuliah teori komposisi
nilai terdiri dari kehadiran 10%, tugas terstruktur 20%, ujian tengah
semester (UTS) 30%, ujian akhir semester (UAS) 40%. Untuk mata kuliah
praktikum komposisi nilai terdiri dari kehadiran 10%, nilai rata-

238
rata tugas praktikum 60% dan ujian praktikum 30%. Sedangkan untuk
mata kuliah campuran komposisi nilai terdiri dari keaktifan 10%, tugas
terstruktur 10%, tugas praktik (30%) ujian tengah semester (UTS) 20% dan
ujian akhir semester (UAS) 30%. Setelah diakumulasikan akan diperoleh
nilai total yang menggambarkan nilai akhir. Jika nilai akhir di atas 80,
maka mahasiswa tersebut diberikan Nilai ”A”, jika nilai akhir antara 70
dampai dengan 79,99 diberikan nilai B, jika nilai akhir antara 60 -69,99
diberikan nilai C, jika nilai akhir antara 50 – 59,99 diberikan nilai D. Jika
nilai dibawah 49,99 maka diberikan nilai E. Secara lengkap penilaian
tersebut dapat dilihat dalam Buku Panduan Akademik dan
Kemahasiswaan.

3) Ketersediaan bukti yang sahih tentang implementasi sistem monitoring dan evaluasi
pelaksanaan dan mutu proses pembelajaran.
Sistem monitoring dan evaluasi mutu proses pembelajaran dilaksanakan
oleh pimpinan dan lembaga penjaminan mutu. Pusat Penjaminan Mutu
(P2M) dalam pelaksanaannya dibantu oleh auitor internal melaksanakan audit mutu
internal ke masing-masing program studi. Hasil dari audit mutu ini
didokumentasikan oleh lembaga tersebut untuk mengetahui kemampuan
setiap program studi dalam melaksanakan standar mutu.

4) Analis data tentang pembelajaran dalam bentuk praktikum, praktik dan praktik lapangan
yang diselenggarakan untuk pembentukan kompetensi mahasiswa program studi
(Tabel 2.c LKPT). Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari perguruan tinggi
vokasi.

SEBARAN SKS MATA KULIAH TEORI,PRAKTIKUM,


PRAKTIK DAN PKL

Teori Praktikum Praktik PKL

200
150
100
50
0

Gambar 32. Perbandingan SKS Mata Kuliah Masing-masing Prodi

Gambar di atas menunjukkan bahwa sebaran sks mata kuliah teori,


praktikum, praktik dan PKL masing-masing prodi di Poltesa hampir seragam.
Artinya perbandingan mata kuliah teori jika dihitung rata-rata 46 sks. Mata
239
kuliah praktikum rata-rata 39 sks, mata kuliah praktik rata-rata 33 sks dan
mata kuliah PKL rata-rata 18 sks. Jika dijumlahkan prosentase perbandingan
mata kuliah teori dengan praktik/praktikum dan PKL 40:60.

240
c) Integrasi kegiatan penelitian dan PkM dalam pembelajaran
1) Ketersediaan dokumen formal kebijakan dan pedoman untuk mengintegrasikan
kegiatan penelitian dan PkM ke dalam pembelajaran
Integrasi penelitian dan PkM dosen ke dalam pembelajaran tertuang
dalam Pedoman Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Pedoman tersebut diterbitkan oleh P3M Poltesa setiap tahunnya. Pada
pedoman tersebut disebutkan bahwa luaran penelitian dan PkM wajib
melibatkan mahasiswa. Selain itu luarannya dapat berupa bahan
pembelajaran dalam proses pendidikan.

2) Ketersediaan bukti yang sahih tentang pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan


peningkatan kualitas secara berkelanjutan integrasi kegiatan penelitian dan PkM ke
dalam pembelajaran.
Pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian integrasi tridharma dilakukan
oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Bukti sahih
dari aspek ini dapat dilihat dalam laporan evaluasi pelaksanaan
penelitian dan PkM. Audit dan Monev khususnya yang fokus pada jumlah
mahasiswa yang terlibat dalam penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat, penggunaan luaran peneltiian dan PkM dalam pembelajaran
baik itu berupa bahan ajar, dan jurnal.

3) Ketersedian bukti yang sahih SPMI melakukan monitoring dan evaluasi integrasi
penelitian dan PkM terhadap pembelajaran.
Dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat selalu
dilakukan penilaian. Penilaian dilakukan mulai dari monitoring dan evaluasi
kegiatan. hal tersebut sesuai dengan SPMI Penelitian dan PkM Nomor
013/PPM-SPMI/05/12/2017. Namun dalam SPMI tersebut belum menuliskan
evaluasi integrasi penelitian dan PkM terhadap Pembelajaran.

d) Suasana akademik
1) Ketersediaan dokumen formal kebijakan suasana akademik yang mencakup:
kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.
Poltesa menjunjung tinggi kebebasan akademik, kebebasan mimbar
akademik, dan otonomi keilmuan dilakukan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang- undangan, dan dilandasi oleh etika dan
norma/kaidah keilmuan. Hal ini tertera dalam Peraturan Direktur No. 4
Tahun 2020 Tentang Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar
Akademik dan Otonomi Keilmuan di Lingkungan Poltesa. Kebebasan
mimbar akademik adalah kewenangan yang dimiliki dosen yang memiliki
otoritas dan wibawa ilmiah untuk menyatakan secara terbuka dan
bertanggungjawab mengenai sesuatu yang berkenaan dengan rumpun
ilmu dan cabang ilmunya.

241
2) Ketersediaan bukti sahih tentang terbangunnya suasana akademik yang kondusif dan
dapat berupa:
a. Keterlaksanaan interaksi akademik antar sivitas akademika dalam kegiatan
pendidikan, penelitian dan PkM baik pada skala lokal/nasional/ internasional,

242
Civitas akademika Poltesa membangun interaksi strategis dengan
berbagai unsur perguruan tinggi. Beberapa kegiatan yang
diselenggarakan Poltesa dengan menghadirkan perguruan tinggi lain
dalam mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi.

Berikut ini beberapa aktivitas berkaitan dengan hal tersebut:


o Poltesa selenggarakan Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (SEHATI ABDIMAS) yang diikuti oleh dosen dari
Poltesa dan beberapa perguruan tinggi lain seperti STKIP Singkawang,
POLITAP, IAIS Sambas dan Institut Sains dan Teknologi Nasional.
Kegiatan ini dilaksanakan bulan November tahun 2019 di Kota
Singkawang. Pada kegiatan seminar ini menyajikan hasil penelitian
dosen Poltesa dan beberapa dosen peserta seminar. Hadir sebagai
Keynot Speach Dr. Suryono, [Link]., M. Si. dari Universitas Diponegoro,
Semarang. [Link]
o Kesepakatan kerjasama antara Pemda Sambas dan Poltesa untuk
memanfaatkan hasil penelitian dosen dilaksanakan pada tanggal 21
Desember 2020. Kerjasama ini merupakan komitmen Poltesa dan
Pemda Sambas dalam memanfaatkan beberapa penelitian dosen
yang strategis. Beberapa bidang strategis diantaranya adalah
perikanan, pangan, perkebunan pariwisata dan TI. Dalam hal ini
Poltesa melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
memfasilitasi Pemda Sambas untuk memprioritaskan kegiatan
pembangunan yang memanfaatkan hasil penelitian dosen. Beberapa
tenaga dosen yang telah digunakan dalam membantu Pemda Sambas
diantaranya adalah dosen dari Jurusan Manajemen Informatika.
[Link]

b. Keterlaksanaan program/kegiatan non akademik yang melibatkan seluruh warga


kampus yang didukung oleh ketersediaan sarana, prasarana, dan dana yang
memadai.
Kegiatan non akademik yang melibatkan warga kampus diantaranya:
o Porseni se-Indonesia yang diselenggarakan di Politeknik Negeri
Jakarta Tahun 2018. Ajang multi even olahraga ini diikuti oleh
politeknik negeri dan swasta. Pada kegiatan ini Poltesa meraih
prestasi pada cabang olahraga pencak silat dengan mendapat juara 3
putra (Aan Andeska) dan juara 3 atletik 200 m putra (Danil).
o Pada kegiatan Pekan Olahraga Provinsi Tahun 2018, POLTESA meraih
prestasi pada cabang gulat grego dengan meraih juara 2 putra (Iqbal).
Kegiatan ini diselenggarakan di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.
o Kegiatan Seleksi Tingkat Daerah Badan Pembina Olahraga Mahasiswa
(BAPOMI) wilayah Kalimantan Barat, Poltesa meraih prestasi juara 1
Panjat Dinding Putra (Enggi), Juara 1 Panjat Dinding Putri (Rusmita)
dan Juara 2 Gulat Putra (Iqbal). Selain itu POLTESA meraih Best Player
Futsal pada cabang olahraga futsal.
243
3) Ketersediaan bukti yang sahih tentang langkah-langkah strategis yang dilakukan untuk
meningkatkan suasana akademik.
Suasana akademik di Poltesa tertuang dalam Peraturan Direktur No.4 Tahun
2020 Tentang Kebebasan Akademik, Kebebasan Mimbar Akademik dan
Otonomi Keilmuan di Lingkungan Poltesa. Implementasinya melalui buku
pedoman akademik dan kemahasiswaan. Didalamnya telah diatur langkah-
langkah strategis agar lingkungan di POLTESA dapat membangun suasana
akademik. Beberapa diantaranya melalui tata tertib perkuliahan, bimbingan
konseling, hak dan kewajiban mahasiswa, pelayanan akademik seperti
perpustakaan, olah raga sampai keagamaan.
Pelaksanaan kebebasan akademik dilakukan oleh sivitas akademika
melalui pembelajaran (pendidikan), penelitian ilmiah, dan pengabdian pada
masyarakat guna mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni
dan olah raga dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan etika
untuk kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia.

5. Indikator Kinerja Tambahan


Indikator kinerja tambahan adalah indikator proses pendidikan lain berdasarkan standar
yang ditetapkan oleh perguruan tinggi untuk melampaui SN DIKTI. Data indikator kinerja
tambahan yang sahih harus diukur, dimonitor, dikaji dan dianalisis untuk perbaikan
berkelanjutan.

Indikator kinerja tambahan menjadi evaluasi pimpinan, adalah:


a. Jumlah pertemuan pembelajaran dalam satu semester di Poltesa adalah
18 kali pertemuan, termasuk di dalamnya UTS dan UAS. Jumlah
pertemuan ini dilakukan untuk menambah jam pembelajaran baik pada
mata kuliah teori dan mata kuliah praktik dan praktikum. Pelaksanaan
jumlah pertemuan 18 kali dalam satu semester mulai dilakukan pada
semester ganjil tahun akademik 2019. Evaluasi dilakukan pimpinan
karena selama pertemuan pembelajaran 16 kali pertemuan waktunya
kurang, karena kurikulum vokasi Poltesa menekankan mata kuliah
praktik/praktikum yang lebih besar.
b. Pelaksanaan pembelajaran dalam bentuk praktik/praktikum yang
dilaksanakan di laboratorium dan bengkel di Poltesa telah memiliki
SOP.
c. Pada bulan September 2020, Poltesa telah merintis pembentukan
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Rintisan ini juga sudah mulai berjalan
dan sampai tahap pembentukan tim asesor setiap kompetensi di
masing-masing Program Studi.
d. Pembentukan inkubator bisnis di lingkungan Poltesa, yang bertujuan
membangun jiwa kewirausahaan, baik untuk mahasiswa dan dosen.
Kebijakan ini tertuang dalam SK Direktur No. 125.a/KT/2019 Tentang
Pendirian Inkubator Bisnis Swabina Teach’s.

244
6. Evaluasi Capaian Kinerja
Berisi deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau ketidakberhasilan pencapaian
standar yang telah ditetapkan. Capaian kinerja harus diukur dengan metoda yang tepat,

245
dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi. Analisis terhadap capaian kinerja harus
mencakup identifikasi akar masalah, faktor pendukung keberhasilan dan faktor
penghambat ketercapaian standar, dan deskripsi singkat tindak lanjut yang akan
dilakukan institusi.

a. Evaluasi Capaian Kinerja Pendidikan


Agar kinerja pendidikan terlaksana sesuai dengan perencanaan, maka
penjaminan mutu dalam hal ini P2M (Pusat Penjaminan Mutu) bersama-
sama jurusan dan prodi mengawal pelaksanaan proses pembelajaran.
Melalui standar yang ditetapkan berupa standar pendidikan yang telah
dijalankan dengan standar isi, proses dan pembelajaran. Untuk
menjalankan standar pendidikan tersebut Poltesa memiliki Peraturan
Direktur Nomor 02 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal. Melalui
peraturan tersebut kegiatan yang telah dilakukan setiap tahunnya
selalu dievaluasi melalui rapat evaluasi kinerja yang dilaksanakan satu
tahun sekali.
Implementasi penelitian dan PkM dalam pembelajaran tertuang dalam
pedoman pelaksanaan penelitian dan PkM. Pelaksanaan kegiatan
penelitian dan PkM yang dilaksankan oleh dosen dengan melibatkan
mahasiswa. Hasil kegiatan penelitian dan PkM dipublikasi pada jurnal
terakreditasi. Implementasi hasil penelitian dan PkM dalam
pembelajaran berupa materi belum diimplementasikan seluruhnya. Hal
ini dikarenakan belum ada pedoman dan juknis tentang integrasi
penelitian dan PkM dalam pembelajaran
Suasana akademik di lingkungan Poltesa berlangsung kondusif.
Beberapa kegiatan akademik dan non akademik terlaksana dalam
lingkungan kampus. kegiatan inkubator bisnis, praktik/praktikum serta
kegiatan olah raga mahasiswa yang tergabung dalam UKIMORA.

b. Faktor-faktor Penghambat Ketercapaian Standar


Masih terdapat beberapa penghambat padakinerja pendidikan,faktor penghambat
diantanya masih belum ada pedoman dari beberapa standar pendidikan.
Diantaranya pedoman tentang integrasi penelitian dan PkM dalam pembelajaran.
Hal ini sangat penting untuk pengembangan pembelajaran yang berdasarkan hasil
penelitian dan PkM untuk mahasiswa. Selain itu kinerja pendidikan perlu
ditingkatkan, mengingat masih ada beberapa kinerja yang belum tercapai
khususnya pembelajaran karena disebabkan belum ada pedoman tentang
penerapan sistem penugasan dosen berdasarkan kebutuhan, kualifikasi,
keahlian dan pengalaman. Beberapa faktor penghambat tersebut
disebabkan masih kurangnya evaluasi yang berkelanjutan sehingga
belum meningkat untuk meningkatkan usaha perbaikan kinerja.
Dengan membandingkan standar yang telah ditetapkan dengan
capaian yang dihasilkan maka dapat diambil kesimpulan bahwa
capaian kinerja pendidikan belum berjalan dengan baik. Kesimpulan ini
246
didukung POLTESA:
1. Kebijakan pengembangan kurikulum dengan keterkaitan dengan visi
dan misi perguruan tinggi dan pengembangan ilmu belum memiliki
turunan seperti dukungan peraturan direktur atau SK direktur untuk
pengembangan kurikulum dengan keterkaitan visi dan misi.
2. Pengembangan kurikulum yang memuat profil lulusan, capaian pembelajaran

247
yang mengacu kepada KKNI, dan rencana pembelajaran semester
(RPS) yang mengacu ke SN-DIKTI peraturan-peraturan, isu-isu terkini
meliputi pendidikan karakter dan program pendidikan yang
dilaksanakan belum memiliki panduan/pedoman teknis.
3. Implementasi kurikulum yang mencakup perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, dan peninjauan kurikulum yang mempertimbangkan
umpan balik dari para pemangku kepentingan, pencapaian isu-isu
strategis untuk menjamin kesesuaian dan kemutakhirannya belum
dilaksanakan secara keberlanjutan.
4. Belum memiliki pedoman yang komprehensif dan rinci tentang
penerapan sistem penugasan dosen berdasarkan kebutuhan,
kualifikasi, keahlian dan pengalaman dalam proses pembelajaran .
5. Belum memiliki dokumen formal kebijakan dan pedoman yang
komprehensif dan rinci untuk mengintegrasikan kegiatan penelitian
dan PkM ke dalam pembelajaran.
6. Belum memiliki pedoman pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan
peningkatan kualitas secara berkelanjutan terintegrasi kegiatan
penelitian dan PkM ke dalam pembelajaran.

7. Penjaminan Mutu Proses Pendidikan


Berisi deskripsi dan bukti yang sahih sistem penjaminan mutu proses pendidikan yang
ditetapkan, dilaksanakan, hasilnya dievaluasi dan dikendalikan serta dilakukan upaya
peningkatan sesuai dengan siklus PPEPP.

POLTESA telah menetapkan standar mutu seperti dalam Standar SPMI


POLTESA. Standar pendidikan tersebut meliputi standar mutu
kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, dan
penilaian pembelajaran.

Implementasi SPMI adalah sebagai berikut:


a. Membentuk dan menetapkan unit kerja yang bertanggung
jawab untuk menerapkan SPMI dan memonitor
penerapannya.
b. Menyusun dan menetapkan standar mutu serta prosedur penjaminan mutu.
c. Menerapkan semua prosedur untuk mencapai standar mutu.
d. Mendokumentasikan semua, prosedur, dan standar mutu.

8. Kepuasan Pengguna
a) Deskripsi sistem untuk mengukur kepuasan pengguna proses pendidikan (terutama
mahasiswa), termasuk kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan,
perekaman, dan analisis datanya.
Pengukuran kepuasan mahasiswa sebagai pengguna proses pendidikan
di dengan mengunakan 5 indikator. Indikator tersebut adalah reliability
(keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (kepastian),
248
empathy (empati) dan tangibles (kecukupan, aksesbilitas, kualitas sarana
dan prasarana).

249
Proses pelaksanaaan menggunakan metode survey, dengan melibatkan
seluruh mahasiswa yang diambil secara acak. Pengambilan data
menggunakan kuisioner tertulis dengan jawaban pilihan tertutup
dengan analisis likert. Hasil survey kepuasan setiap pertanyaan dengan
menggunakan likert dengan kriteria sebagai berikut:

Kriteria Tanggapan Skor


Sangat Baik (SB) 4
Baik (B) 3
Tidak Baik (TB) 2
Sangat Tidak Baik (STB) 1

Data yang diperoleh akan ditabulasi untuk dihitung indeks kepuasan


mahasiswa dengan rumus:
∑ 𝑛∗𝑆𝑖
IK= 𝑁
Dengan Si = skor item masing-masing pertanyaan, n = skor dan N =
jumlah responden predikat masing-masing indeks kepuasan (IK) disajikan
pada tabel berikut:

Indeks Kepuasan (IK) Predikat


>=3.85 Sangat Baik (SB)
2.90 – 3.84 Baik (B)
1.95 – 2.89 Tidak Baik (TB)
1.00 – 1.94 Sangat Tidak Baik
(STB)

Hasil kepuasan mahasiswa terhadap proses pendidikan pada


Politeknik Negeri Sambas disajikan sebagai berikut:
Tabel 25. Tabel Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pembelajaran
No Indikator Kepuasan Indeks Kriteria Tindak Lanjut
1 Aspek Reliability 3,27 Baik 1. Mendorong dosen dan tendik
untuk memberikan pelayanan
yang lebih baik (meningkat)
2. Menyelenggarakan pelatihan,
workshop untuk dosen dan
tendik dalam meningkatkan
kualifikasi kompetensi

250
2 Aspek Responsiveness 3,31 Baik 1. Memberikan sosialisasi kepada
mahasiswa tentang kegiatan
atau jasa yang
diselenggarakan oleh Poltesa
2. Menyelenggarakan

bimtek kepada tendik


3 Aspek Assurance 3,30 Baik 1. Menyelenggarakan sosialisasi
kepada dosen dan tendik
tentang jasa yang dapat
diberikan kepada mahasiswa
2. Sosialisasi SOP kepada dosen
dan tendik setiap kegiatan
atau jasa kepada mahasiswa
4 Aspek Empathy 3,37 Baik 1. Sosialisasi yang masif tentang
pentingnya mahasiswa
sebagai pelanggan utama
kepada dosen dan tendik
2. Studi banding ke perguruan
tinggi untuk mempelajari jasa
tau pelayanan kepada
mahasiswa
5 3,25 Baik 1. Membuat fasilitas di dalam
Aspek Tangibles
kampus untuk mahasiswa agar
mendukung suasana akademis
2. Membuat program kegiatan
untuk mahasiswa

dengan memanfaatkan
fasilitas yang telah ada,
dengan feedback masukkan
yang baik untuk perbaikan

b) Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan mahasiswa yang
dilaksanakan secara konsisten, dan ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem.

Hasil pengukuran kepuasan mahasiswa yang telah dilaksanakan dan


memiliki hasil dilaporkan kepada pimpinan. Laporan dibuat dalam
bentuk tertulis. Bentuk laporan berupa laporan kegiatan, yang
dilaporakan setiap akhir tahun. Hasil survei penilaian kepuasan
mahasiswa berisi tentang indikator yang telah dinilai ditingkatkan.

9. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar Pendidikan serta Tindak Lanjut


Berisi ringkasan dari: pemosisian, masalah dan akar masalah, serta rencana perbaikan
dan pengembangan pendidikan.
251
Pemosisian masalah, akar masalah dilakukan dengan menggunakan analisis
SWOT. Analisis ini memaparkan kekuatan, kelemahan, peluang dan
tantangan khususnya di bidang pendidikan. Berikut ini analisis SWOT bidang
pendidikan.

252
Tabel 26. Analisis SWOT Kinerja Pendidikan

KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)

Rasio dosen dan Standar turunan dari


mahasiswa 1:18 standar pendidikan belum
ada

Rasio mata kuliah teori Prestasi akademik


dan praktik sudah 40:60 masih rendah

Sarana berupa Kepuasan proses


laboratorium, bengkel dan pendidikan masih rendah
gedung/kelas kuliah
memadai
EKSTERNAL
INTERNAL
Sertikom untuk Mahasiswa
Jumlah lembaga yang Masih rendah
bekerjasama dengan
Poltesa meningkat

Waktu tunggu masih Sertikom untuk Mahasiswa


panjang dan kesesuaian Masih rendah
bidang masih rendah

PPEPP belum
berkelanjutan di tingkat
prodi

PELUANG (O) S-O W-O


Dosen dapat Membuat turunan standar
mengkolaborasi metode dengan memperhatikan
Kebijakan merdeka
pembelajaran baik di tujuan Poltesa
belajar
dalam maupun di luar
kampus
Integrasi pendidikan Integrasi penelitian, PkM
dengan industri Evaluasi materi dalam pembelajaran
isi
pembelajaran dengan
bahan kajian yang
berbasis industri
Kebutuhan tenaga Pemanfaatan sarpras Kerjasama dengan industri
kerja terampil, untuk kegiatan tambahan dengan melibatkan peran
kreatif dan inovatif di luar praktik/praktikum mahasiswa sesuai dengan
253
mahasiswa berupa kompetensinya
aktifitas akademik
dengan materi hard skill
dan sof skill (penelitian
dan PkM)
Pilihan teknologi Kerjasama bersama mitra Pemanfaatan iptek dalam
dan ilmu dengan pemanfaatan implementasi PPEPP
pengetahuan yang iptek untuk meningkatkan
beragam peran dan

pemberdayaan
masyarakat
ANCAMAN (T) S-T W-T
Menerapkan SCL dalam Membuat turunan
Perkembangan metode pembelajaran pendidikan dengan
ilmu dan teknologi menyesuaikan tujuan
Poltesa

dengan
memanfaatkan iptek
Industri Melibatkan pihak industri Kerjasama bersama
dalam menyusun industri dengan menyusun
kurang respons kurikulum kurikulum berbasis
kebutuhan industri
terhadap
kerjasama
penelitian
Persaingan Kerjasama antar Studi banding atau belajar
perguruan tinggi perguruan tinggi dengan dengan PT tentang PPEPP
pada tingkat lokal, memanfaatkan sarpras dalam penjaminan mutu
melalui penelitian atau
regional, nasional yang lain
dan
internasional
Bekerjasama
Penggunaan
kecerdasan buatan dengan
di segala bidang perusahaan/institusi yang
mampu mengembangkan
sofware untuk membantu
meningkatkan kinerja
di
Poltesa

254
C.7 Penelitian
1. Latar Belakang
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012
Tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan
Tinggi (SN Dikti) yang merupakan perubahan dari Permenristekdikti Nomor
44 Tahun 2015. Sehingga berdasarkan SN Dikti tersebut Politeknik Negeri
Sambas menetapkan Standar Mutu Pelaksanaan Penelitian Politeknik
Negeri Sambas yang dituangkan berdasarkan Peraturan Direktur Nomor 2
tahun 2018 tentang SPMI Politeknik negeri Sambas. Dalam Peraturan
Direktur ini memuat delapan standar mutu penelitian yang meliputi
Standar hasil penelitian, Standar Isi Penelitian, Standar Proses Penelitian,
Standar Penilaian Penelitian, Standar Peneliti, Standar Sarana dan
Prasarana Penelitian, Standar Pengelolaan Penelitian, Standar Pendanaan
dan Pembiayaan Penelitian.

Standar Penelitian Poltesa ditetapkan mengikuti langkah-langkah


penetapan SPMI yang ada di Poltesa. dimulai dengan penetapan Statuta,
penyusunan Resta, pembahsan Standar-standar di Penelitian, analisia
standar-standar berdasrkan Visi dan Misi, perumusan draf awal standar,
sosialisasi, dan perumuskan kembali pernyataan standar, verifikasi dan
validari pernyataan yang ada distanda dan, pengesahan dan penetapa
standar dan berlakukan Standar.

Untuk memenuhi standar penelitian yang telah ditetapkan maka Poltesa


menyusun dokumen Perencanaan untuk pencapaian target sesuai standar
penelitian yang dituangkan dalam bentuk Rencana Startegis Penelitian
(Renstra Penelitian), yang difokuskan pada penelitian unggulan Politeknik
yaitu bidang Pertanian. Fokus produk penelitian juga dituangkan dalam
road map penelitian dalam mewujudkan visi dan misi Poltesa. Sesuai
dengan Program studi yang tersedia, Poltesa menetapkan 5 fokus
penelitian yang meliputi bidang pangan-pertanian, bidang energi baru dan
terbarukan, bidang teknologi informasi dan komunikasi, bidang sosial
humaniora yang menjadi lingkup penelitian di poltesa.

Dalam pelaksanaan teknis Penelitian, Poltesa menetapkan Pedoman


pelaksanaan penelitian yang di terbitkan setiap tahunnya. Dokumen ini
memuat teknis pelaksanaan penelitian secara umum berserta instrumen
yang harus dipenuhi peneliti dalam pelaksanaan kegiatan penelitian.

Pelaksanaan dan pelaporan penelitian yang dilaksanakan pada setiap


tahunnya dikelompokkan berdasarkan sumber dana yang diterima oleh
dosen peneliti, yaitu: Sumber dana dari Direktorat Riset dan Pengabdian
Masyarakat Direktorat (DRPM), Jenderal Penguatan Riset dan
Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan
255
Sumber dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Politeknik
Negeri Sambas, Hibah Internal yang diperuntukkan untuk dosen tetap
Poltesa. Pelaporan penelitian dilaksanakan pada setiap tahunnya baik
secara internal maupun secara eksternal. Secara internal pelaporan
dilaksanakan dengan membuat laporan tahunan yang disusun oleh tim
P3M rapat kerja tahunan, hasil laporan tahunan

256
ini juga dipaparkan pada agenda rapat kerja tahunan Poltesa. Secara
eksternal pelaporan kinerja penelitian tahunan dilaporkan ke Direktorat
Riset dan Pengabdian Masyarakat melalui aplikasi
[Link] dan Direktorat Sistem Inovasi
Kemenristekdikti menggunakan aplikasi [Link].

2. Kebijakan
Dokumen Formal Kebijakan terkait penelitian di Politeknik Negeri Sambas
tertuang dalam:
a. Statuta Politeknik Negeri Sambas sesuai peraturan Menteri Riset,
Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 11 tahun 2017 Pasal 17 yang
didalamnya memuat tentang kebijakan umum Penelitian.
b. Peraturan Direktur Politeknik Negeri Sambas No. 02 tahun 2018 tentang
Sistem Penjaminan Mutu Internal yang didalamnya memuat tentang
SMPI Penelitian yang ada di Poltesa
c. Renstra Penelitian yang ditetapkan dengan SK Direktur dan berlaku
selama lima tahun. Renstra penelitian Poltesa disusun merujuk pada
Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045 dan diselaraskan
dengan visi misi Poltesa disektor pertanian.
d. Pelaksanaan penelitian yang dilakukan di poltesa mengikuti pedoman
sesuai dengan sumber dana penelitian yang dilakukan. Untuk penelitian
yang bersumber dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat
Direktorat (DRPM), Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, maka akan
berpedoman pada buku pedoman penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat yang diterbitkan oleh DRPM Kemenristekdikti. Pelaksanaan
Penelitian dengan sumber dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP) Poltesa, Hibah Internal yang diperuntukkan untuk dosen tetap
Poltesa yang dalam pelaksanaannya berpedoman pada buku penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan oleh P3M Poltesa,
dan Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Mandiri yang
dilaksanakan oleh dosen peneliti dengan ketentuan yang tertuang
dalam buku Pedoman Penelitian Mandiri.
e. Sistem pelaporan kinerja penelitian berpedoman pada buku Panduan
Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi yang diterbitkan oleh
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbud,
sedangkan untuk pelaporan secara internal berpedoman pada Peraturan
Direktur Poltesa.
f. Pelaksanaan Penelitian yang dilakukan di Poltesa mengikuti Pedoman
Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat yang diterbitkan setiap
tahunnya.

3. Standar Perguruan Tinggi dan Strategi Pencapaian Standar


Standar Perguruan Tinggi khususnya Standar Penelitian yang ditetapkan
di Poltesa merujuk pada Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang
Standar Nasional Pendidikan tentang penelitian dan Peraturan Direktur
257
Politeknik Negeri Sambas No. 02 tahun 2018 tentang Sistem Penjaminan
Mutu Internal Poltesa yang di dalam terdapat Standar Mutu Internal
Penelitan Poltesa dan diimplemetasikan dalam buku panduan penelitian
dan pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh P3M Poltesa dan
pelaksanaannya mengikuti prosedur yang telah ditetapkan pada SOP
Penelitian Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat.
Standar penelitian yang

258
ditetapkan meliputi Standar perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan
penelitian, yang memenuhi dan/atau melampaui Standar Nasional
Pendidikan Tinggi.

Mekanisme penetapan dan pencapaian standar penelitian ditetapkan


untuk mencapai dan melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi,
POLTESA didukung dengan 85 Dosen Tetap dengan kualifikasi secara
keseluruhan bergelar Master. Poltesa dilengkapi dengan laboratorium baik
dilevel PT maupun program studi, juga menfasilitasi dosen peneliti
dengan menyediakan fasilitas penunjang yaitu (1) Bengkel/workshop, (2)
Pusat Hak Kekayaan Intelektual, (3) Pusat Kewirausahaan dan Inkubator
Bisnis Teknologi dan (4) Pengelola Jurnal Ilmiah dengan 3 Jurnal Nasional,
serta juga didukung dengan kelompok-kelompok Peneliti yang berada di
tingkat Jurusan dan program studi yaitu bidang pangan-pertanian, bidang
energi baru dan terbarukan, bidang teknologi informasi dan komunikasi,
bidang sosial humaniora. Dukungan sumber pendanaan penelitian rata-
rata tiga tahun terakhir mencapai Rp. 7.000.000,- setiap penelitian.
Mekanisme kontrol pencapaian dilakukan monitoring dan evaluasi oleh
tim Penjaminan mutu, Tim tersebut akan melakukan monitoring dan
evaluasi terhadap Kinerja pengelola penelitian.

4. Indikator Kinerja Utama


a) Ketersediaan dokumen formal Rencana Strategis Penelitian yang memuat landasan
pengembangan, peta jalan, sasaran program strategis dan indikator kinerja, serta
pelaksanaan rencana strategis.

Renstra Penelitian POLTESA disusun mengacu pada kebijakan Rencana


Induk Pengembangan (RIP), Renstra Poltesa, dan Keputusan Senat Poltesa
tentang Penelitian, dengan memperhatikan tantangan nasional
sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-
2045, sebagai acuan secara bertahap terhadap pengembangan jangka
panjang Poltesa menjadi Perguruan Tinggi Vokasi yang unggul di tingkat
regional, nasional dan internasional melalui peran strategis terhadap
pengembangan daerah.
Peta Jalan Penelitian Poltesa disusun merujuk pada RIRN 2017-2045 dan
visi misi POLTESA yang tertuang dalam Renstra Poltesa, dan disesuaikan
dengan ketersediaan Sumber Daya yang ada di Poltesa, dan berfokus
pada 5 fokus riset bidang pangan-pertanian, bidang energi baru dan
terbarukan, bidang teknologi informasi dan komunikasi, bidang sosial
humaniora. road map penelitian poltesa ditunjukkan pada Gambar 32.

259
2024
Penguatan
2023 komersialisasi
Peningkatan penelitan Produk dan HKI
Riset Kerjasama DUDI Paten
2022 penguatan Hilirisasi
Riset
Penguatan Riset Terapan
Berkelanjutan dan Output
Penelitian nasional dan
2021 Internation
Penguatan Riset
Terapan dan Produk
Inovasi

2020
Optimalisasi dan sinkronisasi
Program penelitian
Peningkatan Pendanaan

Gambar 33. Roadmap Penelitian Politeknik Negeri


Sambas

Indikator kinerja penelitian yang tertuang dalam Renstra Penelitian


berjumlah 20 indikator kinerja, dalam pelaksanaanya target indikator
tersebut menjadi acuan dan sasaran kinerja tahunan P3m, monitoring dan
evaluasi dilakukan tiap tahunnya untuk mengukur tingkat keberhasilan
capaian target yang telah ditentukan dalam Renstra Penelitian.
Pelaksanaan rencana strategis diruangkan dalam penjanjian kinerja P3M
tiap tahunnya dan diimplementasikan dalam rencana kerja tahunan.

b) Ketersediaan pedoman penelitian dan bukti sosialisasinya.


Program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang
bersumber dari dana DRPM Kemenristekditi mengikuti pedoman penelitian
dan pengabdian masyarakat yang dikeluarkan oleh DRPM, sedangkan
penelitian dan pengabdian masyarakat yang bersumber dari dana PNBP
dan Internal mengkuti Pedoman penelitian dan pengabdian masyarakat
Internal yang dikeluarkan oleh P3M. Keseluruhan pedoman disosialisasikan
ketika terjadi perubahan pada pedoman tersebut Oleh ketua P3M dan TIM
kepada seluruh dosen pada kegiatan sosialisasi internal tentang panduan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. sosialisasi juga
dilaksanakan dengan meng-unggah buku pedoman tersebut di website
[Link] dan [Link]
Pedoman penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sumber
dana hibah internal dan mandiri disosialisasikan setiap tahunnya,
dilakukan sebelum pernerimaan usulan proposal hibah internal, maka
sosialisasi dilaksanakan dengan mengundang dosen peneliti Potesa. Buku
Pedoman tersebut juga diperbarui sesuai sesuai dengan masukkan dan
260
saran yang diterima dari P3M dari dosen peneliti Poltesa, setiap ada
perubahan edisi dan revisi maka buku pedoman dicetak dalam bentuk
hardcopy dan dikirmkan ke unsur Direkut, Jurusan dan Prodi, serta
Perpustakaan Poltesa.

261
Sosialisasi juga dilakukan dengan meng-unggah buku pedoman tersebut di laman
[Link]

5
4,5
4,525
4
3,5 3,85
3,55 3,65
3,475
3
2,5
2
1,5
1
0,5
0
Bagaimana menurutBagaimana menurut Bagaimana Bagaimana Bagaimana
Saudara terkait pendapat saudara pendapat saudara pendapat saudara pendapat saudara
kejelasan pedoman terkait prosedur mengenai mengenai output mengenai prosedur
penelitian dan pengajuan usulan penjadwalan dan kegiatan penelitian monitoring dan
pengabdian? penelitian dan pelaksanaan dan pengabdian pelaporan dalam
pengabdian yang kegiatan dalam dalam panduan panduan penelitian
tercantum dalam panduan penelitian penelitian dan dan pengabdian?
pedoman penelitian dan pengabdian? pengabdian?
dan pengabdian?

Gambar 34. Grafik Pemahaman dosen terhadap


Pedoman

Pengukuran terhadap pemahaman dosen terhadap panduan penelitian


dan pengabdian yang diterbikan oleh P3M yaitu total nilai rata-rata
tertimbang dikalikan dengan Nilai Dasar (20) sehingga diperoleh hasil
akhir dari skor indeks kepuasan adalah sebesar 78,43.
Merujuk kepada besaran indeks pada tabel Nilai persepsi terhadap
kejelasan dokumen berada pada Nilai Interval IKM 68 - 84. Hal ini
menunjukkan bahwa Nilai Persepsi berada pada kategori 4 yang secara
kualitatif bahwa kejelasan dokumen panduan penelitian dan
pengabdian oleh P3M Politeknik Negeri Sambas menurut persepsi,
perasaan, pengetahuan, pengamatan, dan pengalaman pengguna
adalah Memuaskan/Setuju.

c) Bukti yang sahih tentang pelaksanaan proses penelitian mencakup tata cara
penilaian dan review, legalitas pengangkatan reviewer, bukti tertulis hasil penilaian
usul penelitian, legalitas penugasan peneliti/kerjasama peneliti, berita acara hasil
monitoring dan evaluasi, serta dokumentasi output penelitian.

1) Tata cara penilaian dan review usulan penelitian


Pelaksanaan Penelitian dilakukan mengkuti pedoman pelaksanaan
penelitian serta mengikuti Prosedur opersaional standar (SOP)

262
pelaksanaan penelitian. Terdapat 13 SOP yang diterbitkan terkait
Penelitian antara lain Penjaminan Mutu dan SDM, Rekruitmen Penilai
Internal, Desk Evaluasi Proposal, Penetapan

263
Pemenang, Kontrak Penelitian, Monitoring dan Evaluasi (Monev)
Internal, Seminar Hasil Penelitian Internal, Pelaporan Hasil Penelitian,
Tindak Lanjut Hasil Penelitian, Kegiatan Pelatihan, Sistem
Penghargaan (Reward), Penanganan Plagiarisme dan Pergantian
Ketua/Anggota Pelaksana Penelitian.
Proses seleksi proposal penelitian dilaksanakan dengan desk
evaluation secara adminstratif, jika peneliti dinyatakan lolos
dilanjutkan kegiatan penilaian oleh reviewer internal. Proposal yang
memiliki nilai yang baik akan diumumkan oleh LPPM untuk layak
melanjutkan penelitian.

2) Legalitas Pengangkatan Reviewer


Tata cara rekrutment reviewer internal, diawali dengan pengusulan
pengajuan menjadi reviewer oleh dosen yang merupakan rekomendasi
dari ketua jurusan dan ditetapkan oleh Direktur Poltesa melalui SK
Direktur tentang penetapan Reviewer Penelitian dan Pengabdian
Kepada Masyarakat. Reviewer yang diangkat adalah reviewer yang
memiliki kriteria sesuai dengan persyaratan menjadi reviewer internal.
Reviewer bertugas menilai pengusulan proposal penelitian agar layak
melanjutkan penelitian.

Desk Evaluasi, penetapan pemenang, dilakukan oleh reviewer dengan


berpedoman pada panduan yang berlaku, untuk penelitian yang
sumber dananya berasal dari DRPM maka proses tata penilaian dan
review dilaksanakan oleh reviewer DRPM Kemenristekdikti. Sedangkan
untuk tata penilaian dan review proposal yang sumber dananya berasal
dari Hibah Internal Poltesa, maka tahapan penilaian dan review
proposal dilaksanakan mengikuti SOP Review Proposal tentang standar
evaluasi dokumen yang digunakan sebagaimana terlampir pada
lampiran Panduan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Edisi Poltesa
pada tahun berjalan.

Untuk Dosen reviewer penelitian ditetapkan dengan SK Direktur


POLTESA setelah melalui beberapa tahapan, mulai dari tahapan
pengajuan menjadi reviewer, tahapan seleksi reviewer proses seleksi
mengikuti prosedur yang telah ditetapkan pada SOP tentang Rekutmen
Reviewer Internal, sedangkan syarat- syarat menjadi reviewer internal
tertuang pada panduan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
Poltesa edisi V.
Bukti tertulis hasil penilaian proposal penelitian oleh reviewer
diarsipkan di P3M, hasil perangkingan judul penelitian yang dinyatakan
lulus ditetapkan dengan SK Direktur. SK Direktur penetapan judul
penelitian hibah internal, dan surat penugasan pelaksanaan penelitian
sesuai judul dan dana yang disetujui. Informasi terkait pemenang hibah
penelitian dikirimkan secara tertulis ke Jurusan dan juga di unggah di
laman [Link] penugasan peneliti ditetapkan dalam
264
bentuk kontrak penelitian yang ditandatangani oleh ketua P3M dan
ketua pelaksana penelitian, dan jika penelitian dilakukan diluar kampus
maka dosen peneliti akan diberikan surat tugas penelitian. Untuk
memastikan pelaksanaan penelitian, dilakukan Monitoring dan evaluasi
oleh P3M yang dilaksanakan oleh reviewer internal Poltesa terhadap
laporan kemajuan dan laporan akhir penelitian. Selain itu juga
dilakukan monitoring ouput pelaksanaan penelitian. Beberapa

265
output penelitian antara lain publikasi dalam forum seminar internal
yang diselenggarakan oleh Poltesa, hasil monitoring dan evaluasi dari
reviewer internal dituangkan dalam berita acara. Output luaran
penelitian dosen peneliti diinput ke aplikasi online
[Link] dan aplikasi [Link]

d) Dokumentasi pelaporan penelitian oleh pengelola penelitian kepada pimpinan


perguruan tinggi dan mitra/pemberi dana.

Pengelola Penelitian melaporkan kinerja semua kegiatan penelitian dan


ouput penelitiian yang dilakukan dosen pada laporan tahunan tersebut di
serahkan ke Direktur, laporan tersebut terlebih dahulu dibahas dan
dirumuskan pada rapat kerja tahunan lembaga, indikator capaian
Untuk sumber dana dari Kementrian, Pengelola Penelitian melaoprkan
kinerja tahunan P3M diinput ke dan laporan kinerja tahunan ke
[Link] Sistem pelaporan ke
Kemenristekdikti mengikuti Panduan Penilaian Kinerja Penelitian
Perguruan Tinggi. Hasil pelaksanaan Penelitian setiap tahunnya di
dokumentasi dalam pelaporan penelitian oleh P3M kepada pimpinan
perguruan tinggi

e) Keberadaan kelompok riset dan laboratorium riset yang fungsional.


Keberadaan kelompok peneliti yang ada di politeknik Negeri Sambas
mencakup kelompok-kelompok riset yang berada di Jurusan dan Program
Studi. Sesuai dengan 5 fokus penelitian yang meliputi bidang pangan-
pertanian, bidang energi baru dan terbarukan, bidang teknologi informasi
dan komunikasi, bidang sosial humaniora Topic-topik riset secara lengkap
akan disajikan pada roadmap penelitian pada level program studi.

266
Gambar 35. Kelompok Peneliti dan bidang penelitian di

Poltesa Untuk efektivitas penelitian, Poltesa didukung dengan 7

Laboratorium riset

yaitu

267
Laboratorium Agroindustri Pangan, Laboratorium teknik Mesin,
Laboratorium Komputer, Laboratorium Audio Visual, Laboratorium Hidro
Teknik, Laboratorium Geodesi, Laboratorium Gambar Teknik dan Desain,
Laboratorium Konversi Energi, Laboratorium Komputer Terpadu,
Laboratorium Biologi Perikanan, Laboratorium Bioteknologi Hasil Perairan,
Laboratorium Digital Akuntansi, Laboratorium Agribisnis, Laboratorium
Teknologi Hasil Pertanian.

5. Indikator Kinerja Tambahan


Indikator kinerja tambahan Poltesa dalam upaya mendukung telaksananya
proses penelitian adalah (1) Pengelolaan dan Penerbitan Jurnal Ilmiah
Penelitian, (2) Penyelenggaraan Forum Ilmiah dan (3) Pendirian Unit Bisnis
hasil penelitian, (3) pengelolaan HKI hasil penelitian
a. Standar pengelolaan dan penerbitan Jurnal Ilmiah, Standar
pengelolaan jurnal ilmiah merujuk pada sistem akreditasi jurnal
ilmiah yang tertuang dalam buku pedoman akreditasi jurnal ilmiah
(arjuna) dan dapat diakses pada laman [Link].
standar pengelolaan jurnal poltesa mengikuti SOP pengelolaan
jurnal Poltesa. Semua Jurnal ilmiah lingkup Poltesa dikelola oleh
Pusat Pengelola Jurnal Ilmiah, pelaksanaan sistem penerbitan dan
akreditasi jurnal program studi dievaluasi setiap tahunnya.
b. Standar Penyelenggaraan Forum Ilmiah, Forum ilmiah yang
dilaksanakan rutin setiap tahunnya dievaluasi, dalam
penyelenggara forum ilmiah berpedoman pada buku Panduan
Pelaksanaan Forum Ilmiah Poltesa. Dalam kurun waktu tiga tahun
terakhir forum ilmiah yang telah dilaksanakan adalah Seminar
Internasional: Techon yang berkolaborasi dengan politeknik Mukah
Malaysia, dan Seminar Nasional Sehati abdimas.
c. Standar Pendirian Unit Hilirisasi Bisnis Riset, pendirian unit Hilirisasi
bisnis riset merujuk pada buku Panduan Inkubasi Bisnis Teknologi
2017 yang diterbitkan oleh Kemenristekdikti dan juga tertuang
dalam buku Standar Mutu Inkubasi bisnis, yang terdiri dari Standar
Layanan Inkubasi, Standar Seleksi, dan Standar Monitoring dan
Evaluasi. Dan tahun 2019, dari hasil seleksi monitoring dan evaluasi
telah berdiri Pusat Inovasi, Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis
Teknologi Poltesa, dengan nama IBST Poltesa.

6. Evaluasi Capaian Kinerja


Analisis keberhasilan pencapaian standar penelitian yang telah ditetapkan
dilakukan dengan cara pengukuran kinerja yang tepat dan terukur.
Pendekatan dilakukan dengan cara membandingkan standar yang telah
ditetapkan dengan capaian yang teralisasi. Berdasarkan hasil evaluasi
yang dilakukan tiap tahunnya dan tertuang dalam buku laporan kinerja dan
merupakan hasil evaluasi tahunan P3M. Pendekatan dalam mengevaluasi
capaian kinerja penelitian di Poltesa yang dikelola oleh P3M bisa ditinjau
dari dua kriteria yaitu kinerja jumlah penelitian yang dibiayai dan kinerja
268
kapasitas peneliti. Pembahasan kedua kriteria kinerja sebagaimana pada
bagian berikut ini.

269
a) Kinerja jumlah penelitian yang didanai

Penilaian kinerja penelitian dari sisi jumlah relatif stabil setiap


tahunnya. Poltesa terus berupaya melakukan pembinaan secara
berkesinambungan dan berkala melalui P3M. Peluang untuk
mendapatkan jumlah pendanaan penelitian yang jauh lebih banyak
sangat besar. Hal ini disebabkan kapasitas peneliti belum merata dan
perlu ditingkatkan sehingga kemampuan daya saingnya bisa lebih baik.
Dari sisi kepangkatan fungsional dan jenjang pendidikan Dosen peneliti
Poltesa juga masih perlu ditingkatkan. Dari total 86 orang Dosen
peneliti yang ada, masih punya jenjang kepangkatan Asisten Ahli 30
orang, Lektor 56 orang. Hal ini berimplikasi terhadap terbatasnya akses
Dosen peneliti untuk mendapatkan hibah penelitian terutama sekali
yang langsung didanai Dikti.

Gambaran kondisi inilah yang menjadi kelemahan yang perlu segera


diperbaiki secara berkesinambungan dan berkelanjutan di Poltesa.
Kinerja Penelitian Poltesa berdasarkan jumlah penelitian yang didanai
sebagaimana disajikan pada gambar berikut ini.

30
25
20
15
10
5
0
TS-2 TS-1 TS

penelitian dana Perguruan tinggi atau mandiri


Penelitian Dana Lembaga dalam negeri (diluar PT)

Gambar 36. Kinerja Penelitian dari Segi Jumlah Proposal yang Berhasil Didanai

Berdasarkan gambar, jumlah proposal yang didanai mengalami


penurunan, dari 31 proposal di tahun 2018 menjadi 25 di tahun 2020,
penurunan ini terjadi karena jumlah penelitian yang bersumber dari
hibah kompetisi nasional berkurang, ini disebabkan oleh keterbatasan
skema penelitian yang bisa diikuti oleh dosen Poltesa yang hanya
dimungkinkan untuk mengikuti 2 skim penelitian yaitu penelitian Dosen
Pemula dan Penelitian Kerjasama Perguruan Tinggi.

b) Kinerja kapasitas peneliti.


Kinerja kapasitas peneliti bisa ditinjau dari segi kemampuan peneliti dalam
mencapai standar mutu penilaian kelayakan proposal yang ditulis.

Kelayakan proposal ini dilihat dari aspek nilai perolehan rata-rata yang
270
selama ini berhasil didapatkan dosen peneliti. Nilai perolehan rata-rata
kelayakan proposal ini merupakan bagian dari serangakaian standar
mutu peniliaian yang dilaksanakan oleh P3M melalui reviewer yang
ditetapkan dengan standar Nasional. Nilai rata-

271
aspek ini bisa dilihat kemampuan atau kapasitas dosen peneliti dalam
mengakses hibah penelitian.

Sebagai gambaran pada tahun 2018 ada 31 dosen peneliti


mengusulkan proposal penelitian dan 51 judul proposal diusulkan
dosen peneliti pada tahun 2019 dengan sebaran skor penilaian
ditunjukkan pada Gambar 73.

Analisa terhadap capaian kinerja yang dilakukan dalam hal penelitian


dilakukan analisa menggunakan Analisa SWOT, seperti yang
diperlihatkan pada Tabel 7.1.

Tabel 27. Analisis SWOT Kinerja Penelitian


KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)
Komitmen dan minat Belum ada dosen
dosen sangat tinggi peneliti yang
dalam berpendidikan s3
kegiatan penelitian
Peningkatan kuantitas Kemampuan dosen
dan berkualitas dalam menyusun
dengan disiplin ilmu proposal hibah
yang bervariasi kompetisi nasional
masih rendah
Komitmen Kegiatan-kegiatan
IINTERNAL
penganggaran penelitian yang masih
penelitian dari institusi belum konsisten dan
EKSTERNAL berkelanjutan
dalam pengangaran di
DIPA
Sarana dan Manajemen
Prasarana Pengelolaan penelitian
Laboratorium yang masih belum
optimal
Pendukung
Penelitian yang cukup
memadai
Kemitraan dalam Jumlah pendaan
pelaksanaan penelitian dan
penelitian kemitraan yang masih
dengan instansi terbatas
swasta
dan pemerintah
PELUANG (O) S-O W-O
Peningkatan kapasitas Peningkatan kapasitas
Jumlah skim dan jenis Sumber Daya Sumberdaya Peneliti
hibah peneliti
penelitian yang ditawarkan dalam Penelitian dan dalam Penelitian
oleh kementrian peningkatan dana
penelitian Internal
Tuntutan kewajiban Peningkatan Peningkatan
produktifitas
272
produktifitas
pelaksanaan penelitian peneliti dalam peneliti dalam
pencapaian
dosen untuk melengkapi output dan pencapaian output dan
outcome
kepangkatan dan BKD penelitian outcome penelitian
Komitmen pemerintah Peningkatan
daerah untuk kerjasama dan
memberdayakan peneliti relevansi hasil
Poltesa Peningkatan kapasitas penelitian terhadap
tata kelola penelitian kebutuhan
industri/masyarakat
ANCAMAN (T) S-T W–T
Tingkat persaingan untuk Peningkatan kapasitas Peningkatan
memperoleh dana Sumber Daya produktifitas, output,
penelitian kompetisional peneliti dalam dan outcome
sangat ketat Penelitian dan penelitian
peningkatan dana
penelitian Internal
Kurangnya tingkat Peningkatan
kepercayaan Peningkatan kapasitas kapasitas
stakeholder terhadap Sumberdaya Peneliti Sumberdaya
peneliti dan dalam Penelitian Peneliti dalam
penelitian dari dosen Penelitian
poltesa
Tuntutan pelaporan
keuangan yang sangat
rumit

Berdasarkan matriks SWOT pada tabel 26, maka program


pengembangan penelitian P3M adalah sebagai berikut:
a. Peningkatan kapasitas Sumber Daya peneliti dalam Penelitian
dan peningkatan dana penelitian Internal
b. Peningkatan produktifitas peneliti dalam pencapaian output dan
outcome penelitian
c. Peningkatan kapasitas tata kelola dalam penelitian
d. Peningkatan relevansi output penelitian dan kontoribus penelitian
terhadap kebutuhan industri/masyarakat

7. Penjaminan Mutu Proses Penelitian


Penjaminan mutu proses penelitian yang dilakukan di Poltesa mengikuti
siklus PPEPP yang merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor
3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti)
yang merupakan perubahan dari Permenristekdikti Nomor 44 Tahun
2015.
a) Penetapan standar penelitian, Standar Nasional Dikti ini menjadi dasar
Poltesa menetapkan Standar Mutu Internal Poltesa yang dituangkan
dalam Peraturan Direktur Nomor 2 tahun 2018 yang didalamnya
273
memuat Standar mutu internal penelitian dimana Poltesa memiliki
delapan standar mutu penelitian yaitu, (1) Standar hasil penelitian, (2)
Standar Isi Penelitian, (3) Standar Proses Penelitian,
(4) Standar Penilaian Penelitian, (5) Standar Peneliti, (6) Standar
Sarana dan Prasarana Penelitian, (7) Standar Pengelolaan Penelitian,
(8) Standar Pengelolaan Penelitian.
b) Untuk mewujudkan standar ini, pelaksanaan penelitian mengikuti
panduan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang
diterbitkan oleh Kemenristekdikti dan panduan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat Poltesa, buku panduan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat secara Mandiri.
c) Evaluasi Pelaksanaan Penelitian dilakukan evaluasi secara eksternal
dan internal. Evaluasi internal atas pelaksanaan Penelitian dilaporkan
melalui laporan kinerja tahunan ke
[Link] Sistem pelaporan ke
Kemenristekdikti mengikuti Panduan Penilaian Kinerja Penelitian
Perguruan Tinggi. Evaluasi internal atas pelaksanaan panduan dan
SOP Penelitian dilakukan setiap tahunnya oleh auditor internal.
Evaluasi secara

274
internal P3M melakukan survey indeks layanan pada setiap layanan
yang diberikan kepada dosen peneliti menggunakan kuisioner.
d) Hasil temuan audit dan evaluasi pelaksanaan standar mutu penelitian,
dibahas pada rapat internal P3M dan raker tahunan Poltesa, sehingga
temuan-temuan audit diperbaiki dan ditingkapkan pada tahun
berikutnya dengan program kerja tahunan P3M.

8. Kepuasan Pengguna

a) Deskripsi sistem untuk mengukur kepuasan pengguna proses penelitian (peneliti


dan mitra), termasuk kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan,
perekaman, dan analisis datanya.

1) Instrumen yang digunakan


Untuk mengukur Kepuasan pengguna terhadap proses penelitian,
P3M mempersiapkan sistem pengukuran kepuasan pengguna.
Kepuasan ini ditinjau dari dua kategori yaitu kepuasan peneliti dan
mitra. Peneliti dalam hal ini merupakan Dosen Poltesa yang
melaksanakan kegiatan penelitian dan merupakan pengguna
layanan kegiatan penelitian yang disediakan oleh P3M Poltesa.
Analisis kepuasan pengguna dilakukan secara berkala setiap tahun.
Pengukuran dlakukan dengan menggunakan skala likert dari rentang
1 s.d 5. Setiap pernyataan yang diajukan direspon berupa komponen
realita yang dirasakan oleh pengguna.

2) Pelaksanaan Survei
Perekeman kuesioner kepuasan pengguna dilakukan secara online
melalui google form secara berkala dengan mengisi survey di link
[Link] Pengisian Setiap setahun sekali setelah
berakhir masa akhir penelitian di bulan November – Desember.
Alur kerja pelaksanaan survei kepuasan pengguna dimulai dari Pusat
Penjaminan Mutu mempersiapkan instrumen Survei dan pengguna
memberikan penilaian survei kepuasan terhadap layanan P3M
bagian Penelitian, hasil penilaian survei kepuasan terhadap layanan
dilakuan proses analisis data dan pembuatan laporan hasil penilaian
survei kepuasan Penelitian. Hasil laporan survei penilaian kepuasan
diserahkan kepada Direktur dan dilakukan evaluasi serta penetapan
rencana tindak lanjut terhadap hasil survei penilaian kepuasan
terhadap layanan Penelitian.

3) Analisa data hasil Survei


Respon para dosen di download dan analisa dengan menggunakan
metode tabulasi sederhana. Nilai rata-rata jawaban responden pada
ketegori di kelompokkan menjadi lima kategori yaitu sangat tidak
memuaskan/sangat tidak setuju, tidak memuaskan/tidak setuju,
Rata-rata/netral, Memuaskan/setuju, sangat memuaskan/sangat
setuju. Semua komponen pengukuran kepuasan dosen berupa
275
Indikator pengukuran kepuasan juga disajikan dalam bentuk diagram
cartesius ditunjukkan pada grafik berikut.

276
5
4,5
4 4,525
3,5
3 3,85 3,7253,6753,753,6753,7253,45 3,45 3,95 3,85 3,65
2,5 3,4753,55 3,65 3,453,3753,575
2 2,9
1,5
1
0,5
0

Gambar 37. Grafik indeks kepuasan pengguna jasa layanan penelitian P3M

Indeks Kepuasan pengguna terhadap Layanan dan Proses


Pelaksanaan penelitian Poltesa, yaitu total nilai rata-rata tertimbang
dikalikan dengan Nilai Dasar (20) sehingga diperoleh hasil akhir dari
skor indeks kepuasan adalah sebesar 72,894.
Merujuk kepada besaran indeks pada tabel Nilai persepsi, interval
IKM, Konversi IKM, Mutu Layanan, dan Kinerja Pelayanan, maka
Indeks Kepuasan tersebut berada pada Nilai Interval IKM 68 - 84. Hal
ini menunjukkan bahwa Nilai Persepsi berada pada kategori 4 yang
secara kualitatif bahwa Layanan dan Proses Pelaksanaan Penelitian
yang dilaksanakan oleh P3M Politeknik Negeri Sambas menurut
persepsi, perasaan, pengetahuan, pengamatan, dan pengalaman
pengguna adalah Memuaskan/Setuju.
Hasil analisis kuantitatif, jika dicroschek dengan ke basis response
secara mentah pun ditemukan korelasi yang kuat. Pada gambar
ditampilkan Response responden terhadap kesesuaian layanan
penelitian dengan kebutuhan pengguna, dominan 47,5%
mengatakan pelayanan Penelitian Memuaskan/Setuju. Artinya tingkat
relevansi antara penelitian dengan pengguna tinggi.

50

40 47,5

30

20 25

10 15
2,5 10
0
Sangat tidak Tidak Rata-rata/Netral Memuaskan/ Sangat
memuaskan/ memuaskan/tidak Setuju memuaskan/
sangat tidak setuju setuju Sangat Setuju

277
Gambar 38. Grafik Kepuasan Pengguna Pelayan Penelitian Poltesa

278
Berdasarkan hasil analisa data menunjukkan bahwa hanya terdapat 1
indikator pengukuran yang membutuhkan upaya perbaikan dan
tindak lanjut yaitu layanan nilai pagudana yang dicantumkan di
dalam kontrak sesuai dengan beban kerja yang diberikan kepada
mitra P3M memiliki indeks terendah yaitu 2,9 (Sangat tidak
memuaskan/ sangat tidak setuju) memperlihatkan ketidak sesuain
antara pagu dana anggaran dengan beban yang diberikan. Sedangkan
indikator lainnya poltesa telah mampu memberi kepuasan kepada
para dosen yang sesuai dengan ekspektasinya maupun di atas
ekspektasi para dosen.

9. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar Penelitian serta Tindak


Lanjut

Berdasarkan uraian ketercapaian standar penelitian maka P3M telah


mencapai kriteria sangat baik dalam hal peningkatan kinerja dari aspek
kualifikasi dosen peneliti, ketersediaan anggaran penelitian, variasi
skema penelitian, peningkatan perlu dilakukan pada kinerja sarana dan
prasarana. Hal ini bertujuan agar tahapan pencapaian kinerja penelitian
yang telah disepakati dalam road map penelitian bisa direalisasikan
sesuai dengan target yang telah direncanakan. Merujuk kepada road
map penelitian, maka fokus penelitian di Poltesa dari berbagai kelompok
bidang ilmu mengarah kepada Penelitian Unggulan Poltesa yaitu
Pertanian. Hal ini secara langsung memberikan gambaran kepada
Poltesa dalam memposisikan diri dalam kompetisi bidang penelitian
dengan perguruan tinggi lain. Sehubungan dengan peningkatan
kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketersedian dana dan variasi
skema riset akan di tingkatkan melalui penelitian yang bermuara kepada
Penelitian Unggulan Poltesa.

Peningkatan Sumber Daya Penelitian multak dilakukan Poltesa, baik


peningkatan Kapasitas Peneliti dalam penelitian terkait dengan
kualifikasi jenjang pendidikan dan kepangkatan. Peningkatan Kapasitas
dosen peneliti dalam hal pengusulan Hibah Penelitian Kompetisi
Nasional, serta peningkatan penggaran Dana Penelitian Internal. Selai
itu juga dilakukan peningkatan dengan pengadaan sarana dan prasarana
penunjang seperti laboratorium dan peralatannya. Peningkatan tata
kelola penelitian yang dilakukan oleh P3M dalam menerapkan
Instrumen-instrumen penelitian yang melebihi standar SN Dikti akan
diwujudkan seiring dengan peningkatan kapasitas SDM dan kelengkapan
sarana prasarana.

Langkah-langkah perbaikan secara berkelanjutan lebih lanjut selain dari


paparan diatas adalah melalui rencana kerja yang tetap berkelanjutan
sesuai dengan renstra dalam mewujudkan visi misi poltesa berdasarkan
279
produk unggulan Pertanian.

280
C.8 Pengabdian kepada Masyarakat
1. Latar Belakang
Standar pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Sambas
ditetapkan sesuai yang tertuang dalam Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020
tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) yang merupakan
perubahan dari Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015. SN Dikti
tersebut menjadi acuan Poltesa dalam menetapkan Standar Mutu
Pengabdian Masyarakat sesuai Peraturan Direktur No.2 tahun 2018
tentang SPMI Politeknik Negeri Sambas, dimana Poltesa memiliki
delapan standar mutu pengabdian kepada masyarakat yaitu, (1) Standar
Hasil Pengadbian kepada Masyarakat, (2) Standar Isi Pengabdian kepada
Masyarakat, (3) Standar Proses Pengabdian kepada Masyarakat, (4)
Standar penilaian Pengabdian kepada Masyarakat, (5) Standar
Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat, (6) Standar sarana dan
prasarana Pengabdian kepada Masyarakat, (7) Standar Pengelolaan
Pengabdian kepada Masyarakat, (8) Standar Pendanaan dan
Pengelolaan Pengabdian kepada Masyarakat.
Pengabdian masyarakat merupakan salah satu pilar tri dharma
perguruan tinggi selain pendidikan dan pengajaran serta penelitian.
Pengelolaan pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan oleh pusat penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat (P3M). Standar Pengabdian kepada
masyarakat Poltesa direncanakan sesuai dengan dokumen Rencana
Strategis (Renstra ) PKM yang diharapkan mampu memberikan solusi
bagi masalah-masalah yang muncul di masyarakat. Rencana Strategis
Pengabdian pada Masyarakat (Renstra PPM) Politeknik Negeri Sambas
tahun 2016-2020.
Rasional penetapan standar pengabdian di poltesa bertujuan
untuk menunjang tercapainya institusi yang unggul di bidang vokasional
pada tahun 2034 sesuai dengan renstra Poltesa tahun 2015-2019 dan
renstra Poltesa tahun 2020- 2024.
Pelaksanaan Pengabdian masyarakat diarahkan dalam rangka
penerapan teknologi yang telah dikembangkan di Poltesa, khususnya
dari hasil penelitian. Pelaporan PKM yang dilaksanakan pada setiap
tahun dibagi menjadi beberapa tahapan sesuai dengan sumber dana
dosen yaitu:
a. Sumber dana dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat
(DRPM) Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian
Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
b. Sumber dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Politeknik
Negeri Sambas, Hibah Internal yang diperuntukkan untuk dosen tetap
Politeknik Negeri Sambas.
c. Sumber dana dari dosen pengabdi, Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat Mandiri yang dilaksanakan oleh dosen dengan sumber
281
dana dari dana pribadi dosen pengabdi.
d. Sumber dana dari pihak-pihak terkait dan tidak mengikat. Pengabdian
Insidental dilaksanakan atas dasar permintaan/kebutuhan dari
masyarakat atau atas dasar rencana/inisiatif sendiri dari dosen
pengabdi dan merupakan responsif sesuai

282
dengan kondisi dan kebutuhan wilayah serta tidak terikat waktu pelaksanaan.

Kegiatan pelaporan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan


pada setiap tahunnya baik secara internal maupun secara eksternal.
Secara internal pelaporan dilaksanakan dengan membuat laporan
tahunan, hasil laporan tahunan ini juga dilaporkan kepada Direktur
Politeknik Negeri Sambas. Secara eksternal pelaporan kinerja
pengabdian tahunan dilaporkan ke Direktorat Riset dan Pengabdian
Masyarakat melalui aplikasi [Link]/kinerja dan
Direktorat Sistem Inovasi Kemenristekdikti menggunakan aplikasi
[Link].

2. Kebijakan
a. Perencanaan
Arah pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di
lingkungan Politeknik Negeri Sambas mengacu kepada rencana
strategis pengabdian kepada masyarakat tahun 2016 – 2020.
Dokumen ini disusun berdasarkan beberapa hal yaitu (1) rencana
strategis politeknik negeri sambas tahun 2015 – 2019. (2) Politeknik
Negeri Sambas mempunyai tantangan dan tanggung jawab yang lebih
besar karena berada di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). (3)
Politeknik Negeri Sambas memiliki sumber daya intelektual yang
majemuk sehingga harus dikelola menyesuaikan agar mampu
menyelesaikan problematika yang dihadapi masyarakat. Dokumen ini
juga memuat peran Pusat penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat (P3M) sebagai fasilitator dan koordinator yang memiliki
peran dalam melakukan pengelolaan pengabdian kepada masyarakat
(PKM) melalui; (1) pengelolaan proposal untuk skema pendanaan
internal dan eksternal maupun pendanaan mandiri, (2) penetapan
pemenang, (3) pelaksanaan monitoring dan evaluasi, (4) pengelolaan
keuangan baik pencairan dana maupun pelaporan.

b. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dibagi
menjadi beberapa skema pendanaan yaitu (1) pendanaan internal dari
DIPA POLTESA (2) pendanaan eksternal (3) pendanaan mandiri. Untuk
PKM dengan pendanaan internal POLTESA. Pelaksaaan kegiatan
mengikuti mekanisme yang sudah ditetapkan oleh P3M yang tertuang
dalam dokumen panduan pelaksanaan kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat politeknik negeri sambas dan standar
operasional prosedur (SOP). Tahapan kegiatan dimulai dengan
menentukan reviewer oleh P3M melalui mekanisme penunjukan atau
pembukaan pendaftaran. Tahap selanjutnya yaitu melakukan seleksi
proposal oleh reviewer dilanjutkan dengan pengumuman penetapan
pemenang. Kemudian akan dilakukan penandatangan kontrak antara
283
lembaga dan pelaksanaa kegiatan. Monev internal dilakukan dalam
waktu yang telah ditentukan pada periode pelaksanaan kegiatan untuk
memantau perkembangan kegiatan PKM yang dilakukan. Seminal hasil
PKM akan dilakukan pada akhir periode PKM untuk mempublikasikan
hasil PKM yang telah dilakukan. Semua tahapan tersebut dilakukan
mengacu pada standar operasional prosedur yang telah dibuat.
Panduan pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat

284
Politeknik Negeri Sambas berisi tentang panduan administratif yang
membahas tentang konten PKM, luaran, laporan keuangan, format
penulisan serta administasi lainnya.
Untuk skema pendanaan eksternal, kegiatan PKM mengacu pada
aturan pada lembaga yang bersangkutan. Seperti pada skema
pendanaan simlitabmas, pelaksanaan kegiatan mengacu pada panduan
pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di
perguruan tinggi oleh Direktorat Riset dan pengabdian kepada
masyarakat ristekdikti.

c. Pelaporan
Sistem pelaporan kinerja pengabdian kepada masyarakat
berpedoman pada panduan Penilaian Kinerja Pengabdian kepada
Masyarakat Perguruan Tinggi yang diterbitkan oleh Direktorat Penelitian
dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbud.
Pelaporan pengabdian kepada Masyarakat yang dana
pengabdian bersumber dari Direktorat Riset dan Pengabdian
Masyarakat Direktorat (DRPM), Jenderal Penguatan Riset dan
Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,
maka akan berpedoman pada buku pedoman penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat edisi XII yang diterbitkan oleh DRPM
Kemenristekdikti.
Untuk pelaporan kegiatan PKM internal dilakukan sebanyak 2 kali
yaitu laporan kemajuan dan laporan keuangan 70% pada tahap
pertama serta laporan akhir dan laporan keuangan 100% pada tahap
kedua. Bentuk laporan yang dibuat mengacu kepada panduan
pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
Politeknik Negeri Sambas dan panduan laporan pertanggungjawaban
keuangan penelitian dan pengabdian pada masyarakat Politeknik
Negeri Sambas.

3. Standar Perguruan Tinggi dan Strategi Pencapaian Standar


Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat berperan
sebagai fasilitator dan koordinator berbagai kegiatan Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat pada lingkup Politeknik Negeri Sambas.
Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat mempunyai
peran dalam melakukan pengelolaan pengabdian kepada masyarakat
yang dilakukan melalui: (1) pengelolaan proposal baik untuk
pemerolehan dana dari pihak eksternal maupun dari internal, (2)
penetapan pemenang dana hibah pengabdian kepada masyarakat, (3)
pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan PKM, dan
keterlaksanaan pengabdian, dan (4) pengelolaan keuangan baik
mekanisme pencairan maupun pelaporan.
Rencana strategis pengabdian kepada masyarakat yang dikelola
oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M)
285
Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) mengacu pada visi untuk menjadikan
P3M sebagai center of excelent bagi dosen dalam menghadapi tantangan
ke depan sehingga menjadikan institusi Pendidikan Tinggi Vokasi yang
Unggul pada tahun 2034. Sesuai dengan visi tersebut, maka program
yang disusun akan membangun kesadaran dan komitmen

286
dosen dalam melaksanakan pengabdian, menjadikan Poltesa sebagai
center of excelent, dan menciptakan luaran yang unggul dan professional
melalui program pengabdian kepada masyarakat. Untuk menjaga
kualitas dan kuantitas program pengabdian masyarakat di Poltesa, maka
setiap proses mengacu pada standar nasional pengabdian kepada
masyarakat yang ditetapkan kementerian yang membidangi pendidikan
tinggi. Standar pengabdian masyarakat yang menjadi acuan adalah
standar hasil, isi, proses, penilaian, pelaksana, sarana dan prasarana,
pengelolaan, serta pendanaan dan pembiayaan pengabdian kepada
masyarakat.

4. Indikator Kinerja Utama


a. Ketersediaan dokumen formal Renstra PKM yang memuat landasan
pengembangan, peta jalan, sasaran program strategis dan indikator
kinerja, serta pelaksanaan Renstra PKM.

Dokumen formal Renstra PKM yang memuat landasan pengembangan,


peta jalan, sasaran program strategis dan indikator kinerja, serta
pelaksanaan Renstra PKM, pedoman PKM, dan bukti sosialisasinya, bukti
yang sahih tentang pelaksanaan proses PKM mencakup tata cara
penilaian review, legalitas pengangkatan reviewer, bukti tertulis hasil
penilaian usul PKM, legalitas penugasan pengabdi/kerjasama PKM, berita
acara hasil monev, serta dokumentasi luaran PKM. Dokumentasi
pelaporan PKM oleh pengelola PKM kepada pimpinan PT dan
mitra/pemberi dana.
2026-2030

2030-2035
Pengabdian Penguatan tata Peningkatan Pengabdian
2016-2020

2021-2025

kepada kelola P3M kualitas dan daya kepada


masyarakat yang saing Nasional masyarakat yang
berorientasi berorientasi
kepada pengembangan
peningkatan produk inovasi
kualitas
kelembagaan
usaha berskala
mikro

Gambar 39. Roadmap Pengabdian masyarakat Poltesa

287
Sasaran program strategis pengabdian masyarakat Politeknik Negeri
Sambas sesuai dengan Renstra Pengabdian kepada Masyarakat tahun
2016-2020 yaitu (1) Terselenggara pemanfaatan produk, teknologi dan
seni yang bermanfaat bagi masyarakat, (2) Terselenggaranya tata kelola
P3m bidang pengabdian, (3) Adanya publikasi hasil-hasil pengabdian
kepada masyarakat baik berupa Haki, TTG maupun

288
jurnal pengabdian, (4) Tersedianya data informasi yang dapat
dimanfaatkan civitas akadeka Poltesa.
Indikator kinerja PkM berupa publikasi ilmiah PkM, sebagai
pemakalah dalam seminar, sebagai pembicara, Teknologi Tepat Guna
(TTG), buku ajar (ISBN), laporan PkM, angka partisipasi dosen dalam
kegiatan PkM baik lokal dan nasional. Pelaksanaan kegiatan pengabdian
terbagi menjadi beberapa pola berdasarkan sumber pembiayaan
kegiatan pengabdian. Beberapa sumber pembiayaan antara lain Sumber
pembiayaan yang berasal dari Hibah Dikti, sumber pembiayaan yang
bersal dari Internal Perguruan Tinggi (baik berupa BOPTN maupun
PNBP), maupun sumber pembiayaan lain yang berasal dari eksternal
perguruan tinggi. Dari masing- masing sumber pembiayaan tersebut,
memiliki pola pelaksanaan yang berbeda-
beda.

b. Ketersediaan pedoman PkM dan bukti sosialisasinya.


Politeknik Negeri Sambas melalui P3M setiap tahunnya menerbitkan
Pedoman PKM secara berkala. Pedoman ini disusun oleh Tim Penyusun
Pedoman PKM yang ditetapkan melalui SK Direktur. Pedoman PKM
adalah panduan yang sangat penting dalam menunjang pelaksanaan
PKM sesuai dengan target yang diharapkan. Panduan tersebut memuat
mekanisme dan sistematika pengusulan PKM. Mekanisme pengusulan
PKM memuat sasaran pelaksanaan, kelompok (Mitra), dan luaran yang
diharapkan. Sistematika pengusulan PKM memuat tata laksana PKM dan
pelaporan PKM meliputi format penulisan dan lampiran-lampiran yang
diperlukan. Politeknik Negeri Sambas telah menerbitkan Panduan PKM
Poltesa sejak edisi I Tahun 2016 sampai edisi V Tahun 2020 untuk
kalangan sendiri. Sebelum pendaftaran proposal PKM maka dilakukan
sosialisasi dengan mengundang seluruh dosen Poltesa sebagai calon
pelaksana PKM Internal Poltesa. Panduan ini juga diuploud dan dapat
diakses di website [Link].

c. Bukti yang sahih tentang pelaksanaan proses PKM mencakup tata cara
penilaian dan review, legalitas pengangkatan reviewer, bukti tertulis
hasil penilaian usul PKM, legalitas penugasaan pengabdi/kerjasama PKM,
berita acara hasil monitoring dan evaluasi, serta dokumentasi luaran
PKM.

Tahapan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh dosen-


dosen di lingkungan Politeknik Negeri Sambas sesuai dengan SOP PKM
yaitu dimulai dengan tahap penetapan Tim Reviewer PKM; dilanjutkan
dengan tahap penilaian proposal oleh reviewer, tahap penetapan
pemenang, tahap penugasan, tahap monitoring dan evaluasi, tahap
seminar akhir.

289
1) Tata cara penilaian dan review
P3M Poltesa membuka penerimaan proposal PKM Internal Poltesa
setiap tahun secara berkala. Dalam rangka meningkatkan kualitas
pelaksanaan PKM Poltesa, maka P3M Poltesa melakukan penilaian
terhadap usulan PKM yang masuk. Usulan proposal PKM yang masuk
harus mengikuti Panduan PKM Edisi V Tahun 2020 yang telah
disosialisasikan sebelumnya. Usulan yang masuk

290
kemudian dinilai oleh Tim Reviewer Internal Poltesa. Satu judul usulan
PKM dinilai oleh 2 orang reviewer. Usulan PKM dipaparkan oleh calon
pelaksana PKM dihadapan Reviewer. Reviewer menuliskan hasil review
ke dalam Form Penilaian Desk Evalusi PKM Poltesa. Hasil penilaian
disampaikan kepada Kepala P3M dan diajukan ke Direktur untuk
selanjutnya ditetapkan sebagai Pemenang Hibah Poltesa.

2) Legalitas pengangkatan reviewer


Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik
Negeri Sambas membuka kesempatan bagi para dosen Politeknik
Negeri Sambas untuk mengusulkan diri sebagai Calon Reviewer dengan
mengirimkan Surat Lamaran Calon Reviewer kepada Kepala Pusat
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri
Sambas, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Penetapan Tim Reviewer berdasarkan hasil penilaian melalui
Form Penilaian Calon Reviewer Internal Poltesa. Calon Tim Reviewer
yang memenuhi penialain ditetapkan sebagai Tim Reviewer Internal
Poltesa melalui SK Direktur Pengangkatan Reviewer berdasarkan
Usulan Calon Reviewer yang memasukkan lamaran ke P3M Poltesa.
Calon Reviewer yang memenuhi persyaratan dan ketentuan yang
berlaku berdasarkan penilaian pada Form Penilaian Calon Reviewer
Internal Poltesa ditetapkan sebagai Reviewer Internal Poltesa Tahun
2020 dengan Surat Keputusan Direktur.

1) Bukti tertulis hasil penilaian usul PKM


Hasil penilaian usulan PKM dari Reviewer dituliskan ke dalam Form
Penilaian Desk Evaluasi PKM dan ditandatangani sebagai bukti yang
sah dan tidak dapat diganggu gugat untuk ditetapkan sebagai
pemenang hibah Dana DIPA Poltesa yang setiap tahun secara berkala
dilakukan.

2) Legalitas penugasan pengabdi/ kerjasama PKM


Bukti tertulis hasil penilaian proposal PKM diarsipkan di P3M. Hasil
perengkingan yang dinyatakan lulus oleh reviewer P3M dan ditetapkan
dengan surat keputusan Direktur. SK penetapan judul pengabdian
masyarakat yang lulus sebagai informasi dikirimkan secara tertulis
diserahkan ke koordinator program studi yang ada di Politeknik Negeri
Sambas. Legalitas penugasan Pengabdian Masyarakat dengan
melakukan kontrak yang telah ditandatangani oleh kepala P3m dan
ketua pelaksana PKM, dan jika pelaksanaan kegiatan di luar Poltesa
akan diberikan surat tugas PKM.

3) Berita acara hasil monitoring dan evaluasi


P3M memiliki kewajiban penilaian terhadap proses pelaksanaan PKM
yang telah dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun. Berita acara hasil
291
monitoring dan evaluasi kegiatan PKM tercatat dan diarsipkan oleh P3M
Poltesa.

292
4) Dokumentasi luaran PkM
Luaran PKM telah didokumentasikan secara berkala setiap tahun oleh
P3M Poltesa berupa artikel pengabdian masyarakat, buku dan prosiding
dari hasil PKM. Luaran tersebut dapat diaplikasikan untuk mengatasi
permasalahan masyarakat. Pelaksanaan PKM telah dilaksanakan
dokumentasi dan pelaporan kepada pimpinan.

c. Dokumentasi pelaporan PKM oleh pengelola PKM kepada pimpinan


perguruan tinggi dan mitra/pemberi dana.
Pelaporan PKM terdiri dari Usulan Proposal, Revisi Proposal, Laporan
Kemajuan, Laporan Keuangan 70%, Laporan Akhir, Laporan Keuangan
100%. Dokumen tersebut dikumpulkan ke P3M, tercatat pada daftar
pengumpulan laporan dan bukti penerimaan laporan. Laporan
tersebut dikumpulkan sesuai batas waktu yang telah ditentukan.
Setiap akhir tahun anggaran P3M Poltesa menyampaikan laporan
secara tertulis yang diserahkan kepada Direktur Poltesa sebagai
capaian kinerja tahunan P3M.

d. Kelompok Pelaksana PKM


Kelompok pelaksana Pkm terdiri dari tiga kelompok (klaster) ilmu
yang ada di Politeknik Negeri Sambas, yaitu kelompok Sains dan
Teknologi, kelompok Agrokomplek, dan kelompok Sosial Humaniora.
Kelompok Sains dan Teknologi merupakan kelompok dosen/peneliti
yang ada di Jurusan Teknik Mesin, Teknologi Pertanian, dan Teknologi
Informatika. Kelompok Agrokomplek adalah dosen/peneliti di program
studi Agrobisnis, program studi agroindustri pangan dan agrobisnis
perikanan. Untuk kelompok Sosial dan Humaniora adalah
dosen/peneliti yang berada pada program studi manajemen
pariwisata dan program studi akuntansi.

5. Indikator Kinerja Tambahan.


Indikator kinerja tambahan dalam bidang PKM di Poltesa yaitu
penyelenggaraan Seminar hasil penelitian dan pengabdian (Sehati
Abdimas) setiap tahunnya, workshop pengabdian kepada masyarakat,
Jurnal Pengabdian (Dipamas). Berikut ini dapat dilihat pada gambar 39
dan gambar 40 bukti kegiatan publikasi pengabdian dan dapat diakses
melalui [Link]

293
Gambar 40. Bukti kegiatan Sehati Abdimas

Gambar 41. Bukti kegiatan Jurnal Dipamas

6. Evaluasi Capaian Kinerja


Pencapaian standar pengabdian yang telah ditetapkan melalui analisis
keberhasilan dengan cara pengukuran kinerja yang tepat dan terukur.
Pendekatan dilakukan dengan cara membandingkan standar yang telah
ditetapkan dengan standar yang telah terealisasi dengan baik. Standar
yang telah ditetapkan mengacu pada delapan Standar Nasional
pendidikan tinggi bidang pengabdian sebagai berikut:

294
i. Standar Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
ii. Standar isi pengabdian kepada masyarakat
iii. Standar proses pengabdian kepada masyarakat
iv. Standar penilaian pengabdian kepada masyarakat
v. Standar pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat
vi. Standar sarana dan prasarana pengabdian kepada masyarakat
vii. Standar pengelolaan pengabdian kepada masyarakat
viii. Standar pendanaan dan pengelolaan pengabdian kepada masyarakat

Evaluasi capaian kinerja yang dilakukan secara deskripsi diawali dengan


melakukan identifikasi atas faktor-faktor yang menjadi indikator
penilaian seperti:

 Akar masalah: Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan diketahui bahwa


dari sekian sasaran kinerja ditemukan sasaran kinerja yaitu:
1) Jumlah publikasi hasil pengabdian masyarakat masih kurang
2) Hasil Pengabdian dosen masih belum mengarah ke produk unggulan
3) Sarana dan prasarana belum memadai untuk memenuhi kegiatan pengabdian

 Faktor Pendukung: proses evaluasi juga menemukan beberapa sasaran


kinerja yang mampu membantu tingginya capaian kinerja secara
keseluruhan. Sasaran kinerja yang menjadi tingginya capaian kinerja
adalah:
1) Semua Dosen Poltesa sudah magister dengan rumpun dan bidang
ilmu yang beragam
2) Minat dosen dalam melakukan PKM cukup tinggi
3) Tersedianya sentra Haki Poltesa yang dikelola oleh P3M
4) Banyaknya hibah dengan skim nasional yang bisa diikuti Poltesa

 Faktor Penghambat :
Evaluasi yang dilakukan menemukan beberapa hal yang berpotensi
menghambat capaian pengabdian. Perihal yang menghambat yaitu:
1) Pengabdian masyarakat lebih dikembangkan dari hulu ke hilir
dengan meningkatnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
2) Dana dampingan dari pihak luar diperlukan, namun bersifat
kompetitif secara Nasional
3) Respons dari masyarakat atau mitra masih lambat terkait kerjasama pengabdian
4) Masih kurangnya publikasi pada jurnal pengabdian

Pemosisian masalah, akar masalah dilakukan dengan menggunakan


analisis SWOT. Analisis ini memaparkan kekuatan, kelemahan, peluang
dan tantangan khususnya di bidang pengabdian. Berikut ini analisis
SWOT bidang pengabdian.

295
Tabel 28. Analisis SWOT Kinerja Pengabdian

KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)

Sumber daya dosen di Belum mengarah pada


Poltesa mempunyai produk unggulan
kompetensi dengan rumpun
ilmu yang beragam
EKSTERNAL
INTERNAL Minat Dosen sangat tinggi Sarana dan prasarana kurang
dalam pengabdian memadai
masyarakat
Masih kurangnya jumlah
Keberadaan sentra Haki yang publikasi hasil pengabdian
menfasilitasi
kegiatan
pengabdian dosen
PELUANG (O) S–O W–O
Meningkatkan kompetensi Memanfaatkan peluang hibah
Kompetensi hibah dengan memaksimalkan kompetensi nasional oleh
nasional dapat diikuti peluang hibah nasional dosen yang mengarah pada
oleh semua dosen produk unggulan

Meningkatnya Memenuhi permintaan Memenuhi permintaan


permintaan pemerintah desa dalam pemerintah desa dalam
pemerintahan desa kegiatan pelatihan dan kegiatan pelatihan dan
untuk pelatihan pendampingan yang pendampingan dengan
dan pendampingan dilakukan oleh dosen poltesa melengkapi sarana dan
produk prasarana pendukung PKM
unggulan desa
Produk hasil Menjadikan produk hasil Meningkatkan hasil
pengabdian pengabdian menjadi Haki pengabdian dengan
berpotensi yang dilakukan di sentra memanfaatkan kegiatan
memperoleh haki Haki Poltesa yang berpotensi
dan TTG memperoleh Haki dan TTG
ANCAMAN (T) S–T W–T
Tingkat keberlanjutan Memanfaatkan sumber daya Melakukan pelatihan tentang
hasil pengabdian yang dosen yang kompeten untuk produk unggulan dan
didesiminasi ke melakukan keberlanjutan diseminasi hasil PKM
masyarakat hasil
masih rendah PKM yang didesiminasi ke
masyarakat
Memaksimalkan sumber Melengkapi sarana dan
Program daya dosen yang kompeten prasarana PKM dalam
pengabdian skim untuk mendapatkan program menunjang program
nasional lebih skim nasional pengabdian skim nasional
kompetitif yang lebih kompetitif
Memaksimalkan sumber Membuat aturan dosen
Aturan yang tidak daya dosen yang kompeten melakukan publikasi hasil
memperbolehkan untuk melakukan kegiatan pengabdian
honor PKM mandiri
pelaksanaan PKM

296
7. Penjaminan Mutu PKM
Sistem penjaminan mutu kegiatan PKM di Politeknik Negeri
Sambas mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN
Dikti) yang merupakan perubahan Permenristekdikti Nomor 44 Tahun
2015. Standar mutu pengabdian Poltesa yang ada di Peraturan Direktur
nomor 2 tahun 2018 tentang SPMI Politeknik Negeri Sambas. Berikut ini
dapat dilihat pada tabel 28 PPEP pengabdian masyarakat.

Tabel 29. PPEP Pengabdian kepada Masyarakat


Penetapan Pelaksanaan Evaluasi Pengendalian Peningkatan
keberlanjutan
Standar Kegiatan Bukti Fisik

Standar Penetapan [Link] Evalua Ketua P3M Kebermanfaata


hasil standar Direktur si pada secara n hasil
PKM standar aktif pengabdian
hasil PKM NO.2 PKM memonitor akan
dan tahun 2018 dilakukan seluruh sangat
pelaksanaan Tentang SPMI oleh P3M kegiatan berdampak
PKM Poltesa pengabdian kepada
[Link] Dokumen agar kinerja P3M
laporan sebagai yang akan
kegiatan PKM bukti dengan dirasakan
Standar Penetapan 1. Peraturan standar dirasakan
Isi PKM standar Direktur fisik ditetapkan oleh
proses PKM berupa masyarakat,
NO.2 hasil pkm dimana hal
dan tahun 2018 ini
pelaksanaan tentang SPMI akan
PKM Poltesa sangat
2. Dokumen mendukung
laporan keberlangsung
PKM an Perguruan
Tinggi
Standa Penetapan 1. Peraturan
r standar Direktur
proses proses PKM
PKM No.2
dan tahun 2018
Pelaksanaan tentang SPMI
PKM Poltesa
2. Dokumen
usulan PKM
3. Dokumen
laporan
pelaksanaan
PKM
Standar Penetapan 1. Peraturan
pelaksana standar Direktur
PKM pelaksana
PKM No.2
tahun 2018
297
dan tentang SPMI
pelaksanaan Poltesa
PKM 2. Daftar

dosen (beserta
kualifikasi
akademiknya)
3. Daftar

nama kegiatan
PKM
dan jumlah
personil

yang terlibat

8. Kepuasan Pengguna
a. Deskripsikan sistem untuk mengukur kepuasan pengguna proses PKM
(pengabdi dan mitra), termasuk kejelasan instrumen yang digunakan,
pelaksanaan, perekaman dan analisis data.

Kepuasan pengguna proses pengabdian terbagi menjadi dua kategori


yaitu pelaksana pengabdian dan mitra atau masyarakat. Pengukuran
dilakukan dengan menggunakan skala likert dengan rentang 1 s.d 5.
Setiap pernyataan yang diajukan terdiri dari dua komponen yaitu
komponen ekspektasi dan komponen realita yang dirasakan.
Pengisian kuisioner dilakukan setiap akhir tahun bulan November-
Desember secara berkala setiap akhir pelaksanaan PKM. Perekaman
kuisioner dilakukan secara online melalui google form secara berkala
dengan mengisi survey di link [Link]
Survei kepuasan pengguna layanan dengan beberapa tahapan yaitu
Pusat penjaminan mutu mempersiapkan instrumen survei dan
disebarkan kepada pengguna (mitra). Selanjutnya pengguna
memberikan penilaiain hasil survei kepuasan terhadap layanan P3M
bagian pengabdian. Hasil penilaian survei kepuasan terhadap layanan
dilakukan proses analisis data dan pembuatan laporan hasil penilaian
survei kepuasan PKM. Hasil Laporan survei ini diserahkan kepada
Direktur dan dilakukan evalusai terhadap hasil survei penilaian
kepuasan terhadap layanan PKM.
Respon para dosen di downloud dan dianalisa respon para dosen di
download dan analisa dengan menggunakan metode statistika
importance performance analysis dan statistic deskriptif. Nilai rata-rata
jawaban responden pada ketegori ekspektasi dan realita di
kelompokkan menjadi lima kategori yaitu sangat tidak memuaskan,
tidak memuaskan, netral, memuaskan dan sangat memuaskan. Semua
komponen pengukuran kepuasan dosen dari aspek ekspektasi berada
pada ketagori sangat tinggi, sedangkan komponen realita berada pada
ketagori tinggi.
298
Indeks Kepuasan pengguna terhadap Layanan dan Proses Pelaksanaan
pengabdian Poltesa, yaitu total nilai rata-rata tertimbang dikalikan
dengan Nilai Dasar (20) sehingga diperoleh hasil akhir dari skor indeks
kepuasan adalah sebesar 81,39. Merujuk kepada besaran indeks pada
tabel Nilai persepsi, interval IKM, Konversi IKM, Mutu Layanan, dan
Kinerja Pelayanan, maka Indeks Kepuasan tersebut berada pada Nilai
Interval IKM 69-84. Hal ini menunjukkan bahwa Nilai Persepsi berada
pada kategori 4 yang secara kualitatif bahwa Layanan dan Proses
Pelaksanaan Pengabdian yang dilaksanakan oleh P3M Politeknik Negeri
Sambas menurut persepsi, perasaan, pengetahuan, pengamatan, dan
pengalaman pengguna adalah Baik.

299
Hasil analisis kuantitatif, jika dicroschek dengan ke basis response
secara mentah pun ditemukan korelasi yang kuat. Pada gambar 41
ditampilkan beberapa nomor dari data mentah response stakeholders.
Response responden terhadap kesesuaian layanan penelitian dengan
kebutuhan pengguna, 43,48% mengatakan pelayanan Pengabdian
Memuaskan/Setuju. Artinya tingkat relevansi antara pengabdian
dengan pengguna tinggi.

50,00
45,00
40,00 43,48
35,00
34,78
30,00
25,00
20,00
17,39
15,00
10,00
5,00 4,35
0,00 0,00

Gambar 42. Grafik Kepuasan Pengguna Layanan Pengabdian Kepada


Masyarakat Poltesa

b. Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan


pengabdi dan mitra yang dilaksanakan secara konsisten, dan
ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem.

Berdasarkan uraian ketercapaian standar pengabdian maka P3M


Poltesa telah mencapai kriteria Memuaskan dalam hal kinerja dari
aspek kualifikasi dosen pengabdi, kerjasama mitra, ketersediaan
anggaran pengabdi, peningkatan perlu dilakukan pada kinerja sarana
dan prasarana, serta keberlanjutan kegiatan PKM oleh mitra. Dalam
hal ini, bertujuan agar tahapan pencapaian kinerja pengabdian yang
telah disepakati dalam road map pengabdian bisa direalisasikan
sesuai target yang telah direncanakan.

300
9. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar PkM serta Tindak Lanjut
Poltesa merupakan kampus PTNB (Perguruan Tinggi Negeri Binaan)
kategori klaster binaan. Permasalahan yang terdapat pada dosen Poltesa
mengenai kegiatan PKM adalah masih rendahnya jumlah aplikasi Iptek
di masyarakat dari hasil penelitian. Luaran PKM dosen selama ini
masih pada tahap publikasi media massa dan sebagian jurnal
pengabdian. Selain itu, lima tahun terakhir, jumlah dosen yang
mengusulkan proposal PKM di simlitabmas sudah banyak, namun jumlah
proposal yag didanai sangat sedikit. Sehingga dirasa perlu upaya
peningkatan pemahaman dosen dalam menyusun atau membuat
proposal PKM agar didanai melalui kegiatan bimbingan teknis atau
pelatihan. P3M terus berusaha untuk melakukan
pembenahan disegala bidang dalam hal peningkatan pengabdian
masyarakat. Beberapa rencana perbaikan dan pengembangan
PKM adalah dengan mengundang pemateri atau
narasumber dari perguruan tinggi yang lain untuk memberikan
motivasi, tata cara menulis proposal PKM berkualitas dan mampu
bersaing secara Nasional. Selain itu, P3M melakukan peningkatan
kuantitas dan kualitas PKM.

301
C9. Luaran dan Capaian Tridharma
1. Indikator Kinerja Utama
Pada peningkatan Mutu Tri Dharma, Politeknik Negeri Sambas telah
melaksanakan dua konsep Strategis Kebijakan yaitu: 1). Peningkatan
Kualitas Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi; 2).
Peningkatan Kualitas Kelembagaan Iptek dan Dikti; 3). Peningkatan
Relevansi, Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Iptek dan Dikti; 4).
Peningkatan Relevansi dan Produktivitas Riset dan Pengembangan; 5).
Penguatan Kapasitas Inovasi dan 6). Penguatan Tata Kelola serta
Layanan dan Dukungan. Sasaran Strategis (SS) dan Indikator Kinerja
Sasaran Strategis (IKSS) untuk masing-masing kegiatan tersebut adalah
sebagai berikut;
1) Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Pendidikan Tinggi.
Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis
untuk kegiatan Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Pendidikan Tinggi adalah sebagai berikut:

Tabel 30. Sasaran Staregis dan Indikator Kualitas Pembelajaran dan


Kemahasiswaan

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS (IKSS)

Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi


Jumlah Mahasiswa yang Berwirausaha
Meningkatnya Kualitas ProsentaseLulusan Bersertifikat Kompetensi
Pembelajaran dan Jumlah Prodi Terakreditasi Unggul
Kemahasiswaan Pendidikan Jumlah Mahasiswa Peraih Emas Tingkat Nasional dan Internasional
Tinggi Prosentase Lulusan yang Langsung Bekerja
Jumlah LPTK yang Meningkat Mutu Penyelenggaraan Pendidikan Akademik
Jumlah Calon Pendidik Mengikuti Pendidikan Profesi

Dalam usaha mencapai Indikator Kinerja Utama seperti


tersebut di atas, maka Politeknik Negeri Sambas telah melakukan
tindakan: 1). Penyediaan layanan kelembagaan yang dikelola oleh
Bagian Umum dan Keuangan, layanan kerjasama yang dikelola oleh
Kelompok Kerja (Pokja) Kerjasama Poltesa, 2). Penyediaan layanan
pembelajaran yang dilakukan oleh Prodi dan jurusan, layanan
kompetensi mahasiswa dengan pembentukan LSP Poltesa yang
dimulai pada tahun 2020, dan 3). Layanan Tri Dharma PT yang
dilakukan di setiap unit pelaksana akademik di Poltesa berupa
302
peningkatan mutu (akreditasi) Prodi dari sebelum tahun 2018 hanya
satu Prodi yang terakreditasi B menjadi

303
lima pada tahun 2020, serta pelaksanaan penelitian dan PKM
berbasis inovasi dan produk unggulan yang setiap tahunnya
mengalami peningkatan dari sisi kualitas dan kuantitasnya.

2) Peningkatan Kualitas Kelembagaan Iptek dan Dikti


Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis untuk
Peningkatan Kualitas Kelembagaan Iptek dan Dikti adalah sebagai
berikut:

Tabel 31. Sasaran Strategis dan Indikator Peningkatan Kualitas Kelembagaan


SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS (IKSS)
Jumlah Perguruan Tinggi Masuk Top 500 dunia
Meningkatnya Kualitas
Jumlah Perguruan Tinggi Berakreditasi A
Kelembagaan Iptek
Jumlah Taman Sains dan Teknologi yg Dibangun
dan Dikti
Jumlah Pusat Unggulan Iptek

Indikator Kinerja Utama seperti tersebut di atas dicapai Poltesa


melalui aksi yang telah dilakukan berupa : 1) Penyediaan Dosen dan
Tenaga Kependidikan Bermutu dengan mengikutsertakannya dalam
pelatihan dan pengembangan kompetensi, 2) Pengembangan Penelitian
dan Pengabdian Pada Masyarakat berbasis inovasi, 3) Pengembangan
Mutu Pendidikan Politeknik berdasarkan SN Dikti dan instrumen akreditasi
BAN-PT, 4). Pengembangan Relevansi dan Efesiensi Pendidikan Tinggi
melalui tata kelola organisasi melalui pelaksanaan reformasi birokrasi
yang dimulai pada tahun 2017, dan 5). Peningkatan Sarana dan
Prasarana Pendidikan yang dilaksanakan melalui skema pendanaan dana
internal (DIPA) dan BOPTN yang setiap tahun dilaksanakan.

3) Peningkatan Relevansi, Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Iptek


dan Dikti Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis
untuk Peningkatan Relevansi, Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya
Iptek dan Dikti adalah sebagai berikut:

Tabel 32. Sasaran Strategis dan Indikator Peningkatan Relevansi, Kualitas dan
Kuantitas Sumber Daya
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS (IKSS)
Jumlah Dosen Berkualifikasi S3
Meningkatnya Relevansi,
Jumlah SDM Dikti yang Meningkat Kompetensinya
Kualitas dan Kuantitas
Jumlah Pendidik Mengikuti Sertifikasi Dosen
Sumber Daya Iptek dan Dikti
Jumlah Sarpras Lemlitbang dan PTN yang Direvitalisasi

304
Pada program relevansi, kualitas dan kuantitas sumber daya Poltesa,
penguatan kapasitas dan kapabilitas SDM Poltesa dilakukan dengan
mendorong dosen untuk melanjutkan studi S3, peningkatan jumlah dosen
dan tenaga kependidikan yang tersertifikasi. Selain itu, juga dilakukan
peningkatan sarana dan prasarana pendukung pendidikan yang
berorientasi untuk mendukung sarana pembelajaran bagi program studi
baru. Pada Tahun 2015 telah keluar izin operasional 6 (enam) Program
Studi Baru jenjang Diploma IV yaitu Manajemen Bisnis Pariwisata,
Agribisnis Perikanan dan Kelautan, Agroindustri Pangan, Akuntansi
Keuangan Perusahaan, Teknik Mesin Pertanisan dan Teknik Multimedia.
Kedepannya yaitu pada tahun 2021 - 2024, ditargetkan telah membuka
program studi baru lagi sebanyak 6 (enam) program studi yaitu:
Teknologi Rekayasa Elektrical Mekanik, Teknologi Pengolahan Hasil
Perikanan, Pengelolaan Agribisnis Perkebunan, Arsitektur Bangunan dan
Gedung, English For Business and Profesional Communication dan
Akuntansi Sektor Publik, sehingga Politeknik Negeri Sambas memiliki 5
(lima) Jurusan yaitu Jurusan Agribisnis, Manajemen Informatika, Teknik
Mesin, Arsitektur dan Pariwisata, dan Jurusan Akuntasi yang menaungi 15
(lima belas) Program Studi. Oleh karena itu untuk mewujudkan
pengembangan Program Studi dan Jurusan, diperlukan kesiapan sarana
dan prasarana yang memadai. Dengan demikian telah dibuat Program
Peningkatan Sarana dan Sarana Pendidikan Politeknik Negeri Sambas
Tahun 2021- 2024.
4) Peningkatan Relevansi dan Produktivitas Riset dan Pengembangan
Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis untuk
Peningkatan Relevansi dan Produktivitas Riset dan Pengembangan adalah
sebagai berikut:

Tabel 33. Sasaran Strategis dan indikator Peningkatan Relevansi dan


Produktivitas Riset dan Pengembangan
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS (IKSS)
Jumlah HKI yang didaftarkan
Meningkatnya Relevansi dan Jumlah Publikasi internasional
Produktivitas Riset dan Jumlah Prototipe R & D
Pengembangan Jumlah Prototipe Laik Industri

Usaha yang telah dilakukan Politeknik Negeri Sambas dalam mencapai


sasaran strategis di atas adalah dengan mendorong dosen di lingkungan
Poltesa agar luaran penelitian dan PKM yang dilakukan dapat menghasilkan
HKI, publikasi internasional, prototipe R & D dan laik industri. Politeknik
Negeri Sambas juga telah menetapkan besaran reward bagi dosen yang
telah menghasilkan produk luaran sebagaimana di atas yang terakomodir
dalam RKA Poltesa sejak tahun 2018 sampai dengan sekarang.
305
5) Penguatan Kapasitas Inovasi
Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis untuk
Penguatan Kapasitas Inovasi adalah sebagai berikut:

306
Tabel 34. Sasaran Strategis dan indikator Penguatan Kapasitas Inovasi
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS (IKSS)
Menguatnya Kapasitas Jumlah Inovasi Produk Hasil Litbang yang telah Diproduksi dan
Inovasi DimanfaatkanPengguna

Beberapa produk inovasi dosen Poltesa pada rentang tahun 2018 – 2020
telah dimanfaatkan oleh masyarakat, diantaranya produk teknologi tepat
guna pengupas kulit pinang, pencabut bulu unggas, pemupukan praktis,
olah tanah sederhana, dan aplikasi pendukung kinerja perkantoran.
6) Penguatan Tata Kelola yang Baik serta Kualitas Layanan dan Dukungan
Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis untuk
Penguatan Tata Kelola yang Baik serta Layanan dan Dukungan sebagai
berikut:

Tabel 35. Sasaran Strategis dan indikator Penguatan Tata Kelola yang Baik serta
Layanan dan Dukungan
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SASARAN STRATEGIS (IKSS)
Terwujudnya Tata Kelola Prosentase Efisiensi Perencanaan Anggaran
yang Baik Serta Kualitas Opini Penilaian Laporan Keuangan oleh BPK
Layanan dan Dukungan PenilaianTerhadap AKIP
yang Tinggi Indeks Kepuasan Pelayanan oleh Ombudsman

Sejak tahun 2017 Politeknik Negeri Sambas telah berupaya untuk


melakukan perencanaan anggaran berbasis renstra dan Perjanjian Kinerja
(PK). Dalam usaha mendukung program tersebut maka setiap tahunnya
Poltesa membentuk tim Rencana Anggaran yang ditetapkan melalui SK
Direktur. Selain itu, Poltesa juga telah berupaya melakukan pengelolaan
keuangan dengan mengedepankan prinsip good governance (akuntabel,
transparan, partisipatif) dimana ini bertujuan untuk mewujudkan tata kelola
organisasi dan keuangan yang baik.
Berdasarkan gambaran Indikator Kinerja Utama di atas, secara spesifik
capaian bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat
(PKM) di Politeknik Negeri Sambas dapat dijelaskan sebagai berikut:
a). Pendidikan
1) Capaian Pembelajaran yang diukur Melalui Indeks Prestasi
Kumulatif IPK

307
Jumlah Lulusan 2018- Rata-rata IPK Lulusan
2020 2018-2020
500 3,60
3,40
21 114 129 134 200 148 3,40 3,47
3,20 3,40 3,38
0 3,30 3,20
2018 2019 2020 3,00
2018 2019 2020
Diploma Empat/ Sarjana Terapan
Diploma Tiga Diploma Empat/ Sarjana Terapan Diploma Tiga

Gambar 43. Jumlah dan Rata-Rata IPK Lulusan

Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat bahwa lulusan untuk


Diploma 3 (D3) lebih banyak dari lulusan Diploma 4 (D4). Hal ini
dikarenakan Program D3 telah ada sejak pertama kali Poltesa berdiri pada
tahun 2008. Dapat dilihat pula jumlah mahasiswa semakin bertambah
dari tahun 2018 – 2020. Hal ini menandakan bahwa minat masyarakat
terhadap hadirnya Poltesa semakin tinggi, sehingga mereka menaruh
kepercayaan untuk menyekolahkan anak mereka di Poltesa.
Pada grafik tersebut juga dapat dilihat bahwa jumlah lulusan terus
meningkat dari tahun ke tahun seiring meningkatnya jumlah mahasiswa
Poltesa. Untuk nilai rata- rata IPK lulusan baik D3 maupun D4 sudah cukup
baik serta memuaskan dan telah berada di atas IPK 3,00. Apabila
diperhatikan pada data tahun 2018, untuk tahun TS- 2 terdapat lulusan
D4 sebanyak 21 orang dengan rata-rata nilai IPK 3,30 dan berada pada
standar nilai sangat memuaskan. Sedangkan untuk lulusan D3 pada tahun
TS- 2 sebanyak 114 orang dengan jumlah rata-rata IPK 3,40 dan berada
pada standar nilai sangat memuaskan.
Di sisi lain, peningkatan lulusan untuk D4 terlihat pada tahun TS-1
mengalami peningkatan sebanyak 86 persen dengan rata-rata IPK 3,40
dan untuk D3 pada tahun TS-1 dengan jumlah lulusan sebesar 54,1
persen dan IPK 3,20. Selanjutnya untuk tahun TS D4 mengalami
peningkatan lulusan sebesar 60,8 persen lulusan dengan IPK 3,50 dan D3
pada tahun TS lulusan mengalami peningkatan walau tidak sebanyak
tahun sebelumnya dengan IPK 3,30. Berdasarkan grafik tersebut setiap
tahunnya jumlah lulusan semakin meningkat. Seiring berjalannya waktu,
mutu pendidikan terus ditingkatkan agar berada pada tingkatan yang
jauh lebih baik lagi.

308
2) Pengakuan Kompetensi Lulusan melalui Sertifikasi Kompetensi/ Profesi/
Industri

Gambar 44. Jumlah Sertifikat Kompetensi

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa jumlah mahasiswa


yang memiliki sertifikat kompetensi masih cukup rendah, dan ini
dialami semua program studi. Untuk sertifikat kompetensi yang ada
hanya sertifikasi dari Program Studi Teknik Mesin Pertanian D4 pada
tahun TS-1 sebanyak 31 orang yakni sertifikasi Auto-CAD, serta
sertifikasi dari Program Studi Teknik Mesin D3 yakni sertifikasi AC
sebanyak 10 Orang, untuk tahun TS-1 hanya terdapat 13 persen dari
jumlah lulusan pada tahun tersebut yang memiliki sertifikat
kompetensi.

3) Prestasi Akademik Mahasiswa dan Prestasi Non-Akademik


Mahasiswa

a. Prestasi Akademik

Tabel 36. Prestasi Akademik dan Non Akademik


Waktu Prestasi
Tingkat Tingkat Tingkat
No Nama Kegiatan Penyeleng yang
Provinsi Nasional Internasional
garaan dicapai
Olimpiade 2018 Peserta
1 - √ -
Akuntansi
Vokasi

309
National 2018 Peserta
Polytecni
2 - √ -
c English
Competition
Olimpiade 2019 peserta
3 - √ -
Akuntansi
Vokasi
National 2019 Runner
Polytecni up 1
4. - √ -
c English Story
Competition Telling
Writting

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang baru berkembang, Poltesa


belum banyak mengikuti perlombaan akademik dan non akadamik, hanya
kompetisi/perlombaan yang rutin diselenggarakan setiap tahun saja.
Walaupun demikian, untuk tahap pemula ada beberapa perlombaan telah
di ikuti oleh Poltesa, antara lain kompetisi akademik tahun 2018 dan tahun
2019, Poltesa mengikuti kegiatan Olimpiade Akuntansi Nasional dan
Nasional Polytechnic English Competition. Untuk tahun 2018, Poltesa belum
berhasil mendapatkan prestasi apapun, baru hanya sampai pada level
peserta saja. Akan tetapi, pada tahun berikutnya (2019) Poltesa meraih
runner up 1 untuk kompetisi Nasional Polytechnic English Competition.
Dengan didukung perkembangan jumlah mahasiswa yang semakin
meningkat, maka Poltesa mengambil langkah-langkah dengan membuat
kegiatan ekstrakurikuler dengan menghadirkan pelatih yang kompeten,
baik dari dalam lingkungan Poltesa maupun luar Poltesa. Selain itu juga,
Poltesa menyediakan wadah berkumpul mahasiswa dalam bentuk
Himpunan Mahasiswa sebagai upaya menampung bakat- bakat mahasiswa
Poltesa. Dalam hal ini Himpunan mahasiswa yang gemar mengasah bahasa
Inggrisnya termuat pada kegiatan English Speaking Club (ESC) sehingga
setiap tahunnya dapat mengikuti kegiatan National Politechinc English
Competition. Bersama kegiatan ini juga, Poltesa dapat mengikuti ajang
kompetisi pariwisata Indonesia kategori Speech Contest yang sama-sama
membutuhkan keahlian dalam berbahasa asing terutama bahasa Inggris.
Sedangkan Untuk bidang akuntansi mewadahi mahasiswanya dalam
kegiatan accounting study club. Demikianlah langkah-langkah yang sejauh ini
dilakukan Poltesa dalam menyiapkan dan meningkatkan luaran berupa
prestasi akademik mahasiswa.

b. Prestasi Non Akademik


Prestasi non-akademik di Politeknik Negeri Sambas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 37. Prestasi Non Akademik Mahasiswa Poltesa


No Nama Kegiatan Waktu Tingkat Tingkat Tingkat Prestasi yang
Penyelenggaraan Provinsi Nasional Internasional Dicapai

310
1 Porseni Juara 3 Pencak Silat
Politeknik 2018 √ Putra dan Juara 3
se- Atletik 200 m Putra
Indonesia
2 Pekan Juara 2 Gulat Gaya
Olahraga 2018 √
Grego
Provinsi
3 Seleksi Juara 1 Panjat
Tingkat Dinding Putra,
Daerah Juara 1 Panjat
2019 √
Badan Dinding Putri,
Pembina Juara 2 Gulat Putra
Olahraga dan Finalis Best
Mahasiswa Player Futsal
(BAPOMI)

311
Selanjutnya untuk prestasi non akademik, mahasiswa Poltesa telah
mengikuti beberapa ajang pertandingan non akademik baik di tingkat regional
maupun nasional. Dalam hal ini mahasiswa Poltesa unggul dan meraih prestasi di
beberapa cabang olahraga maupun seni seperti; panjat dinding, gulat,
badminton, atletik dan pencak silat. Dalam rangka meningkatkan kualitas pada
prestasi mahasiswa di bidang non akademik maka Poltesa mengambil beberapa
langkah sebagai berikut:
1. Rekrutmen calon mahasiswa berpestasi di bidang olahraga maupun seni
yang sudah dididik sejak di SMU.
2. Di Poltesa di lakukan pelatihan sesuai program olahraga yang ada di Poltesa.
3. Pemberian reward seperti pemberian beasiswa.
4. Pemberhentian beasiswa bagi mahasiswa yang berkomitmen terhadap
bakat dan minatnya.

4) Efektivitas dan Produktivitas Pendidikan


a. Masa Studi

Jumlah Lulusan 2018- Rata-rata Masa Studi


2020 Lulusan 2018-2020
250 5,00
4,00
200 4,00 4,00 4,02
3,00
200
150 2,00 3,01 3,00 3,01
100 2020; 148 1,00
134
2018; 114
50 0,00
21 2019;
2018 2019 2020
0
2018 2019 2020 Diploma Empat/ Sarjana Terapan
Diploma Tiga
Diploma Empat/ Sarjana Terapan Diploma Tiga

Gambar 45. Grafik Jumlah dan Rata-rata Lulusan

Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata masa studi lulusan
untuk program Diploma Empat (D4) yaitu 4 tahun dengan jumlah lulusan yang
masih sedikit yaitu 21 lulusan, sedangkan untuk program studi Diploma tiga (D3)
rata-rata 3 tahun. Hal ini menandakan bahwa semangat para mahasiswa untuk
lulus tepat waktu sangat tinggi.

312
b. Rasio Lulusan Tepat Waktu

RASIO KELULUSAN TEPAT WAKTU DAN RASIO KEB ERHASILAN


STUDI PADA PROGRAM DIPLOMA EMPAT/ SARJANA TERAPAN

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

337
306
291
251
246
241
225
221

217
211
200

195
195
181
151
140
132
132
22
22
22
21

5
2
1

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Gambar 46. Grafik Jumlah Lulusan Tepat Waktu

Rasio kelulusan tepat waktu dan rasio keberhasilan


studi pada program
Diploma Tiga

2016 2017 2018 2019 2020


200
171166
147142 15815 150
15014 139 4 145
150 129
2

100

50
2 1
0
2016 2017 2018 2019 2020

Gambar 47. Grafik Rasio Lulusan Tepat Waktu Pada Prodi Diploma Tiga

313
1) Daya Saing Lulusan

Banyaknya Lulusan Dalam Banyaknya Lulusan yang


3 memberikan Jawaban
300 Tahun 150

200 100

100 50

0 0
1 2 3 1 2 3

Diploma Empat/ Sarjana Terapan Diploma Tiga Diploma Empat/ Sarjana Terapan Diploma Tiga

Gambar 48. Grafik Daya Saing Lulusan

Berdasarkan diagram di atas, untuk tahun 2018 terdapat sebanyak 76


lulusan dari 110 lulusan program D3 yang memberikan jawaban.
Kemudian untuk tahun 2019, terdapat 120 lulusan dari 173 lulusan
program D3 yang memberikan jawaban. Sedangkan untuk tahun 2020,
terdapat 102 lulusan dari 147 lulusan D3 yang memberikan jawaban.
Data yang memberikan jawaban mengalami kenaikan seiring dengan
meningkatnya jumlah lulusan.

2) Masa Tunggu Lulusan


Indikator untuk melihat daya saing lulusan pada dunia kerja dapat
dilihat dari masa tunggu lulusan. Hal ini menunjukkan tingkat kompetitif
lulusan dengan perguruan tinggi lainnya. Data mahasiswa melihat trend
masa tunggu lulusan Poltesa setelah dilakukan tracer study. Daya saing
lulusan dapat dilakukan dengan mengukur lamanya masa tunggu bagi
alumni untuk memperoleh pekerjaan yang linier dengan disiplin ilmu yang
dimiliki mahasiswa. Kemampuan daya saing lulusan bisa diukur dengan
menggunakan lamanya waktu menunggu bagi alumni dalam
mendapatkan pekerjaan dan kesesuaian bidang kerja dengan disiplin
ilmu. Namun sebelum melihat waktu tunggu lulusan dalam
mendapatkan pekerjaan pertama dan bidang kerjanya, berikut ini grafik
perbandingan jumlah lulusan dengan yang memberikan jawaban pada
saat dilakukan penelusuran (tracer study).

314
Rata-rata Masa Tunggu Lulusan
4,5
4
4,2
3,5
3,7
3 3,5
3,2 3,1
2,5 2,8
2
1,5
1
0,5
0
Diploma Empat/ Sarjana Terapan Diploma Tiga

2018 2019 2019

Sumber: Tabel 5.d.1 LKPT


Gambar 49. Grafik Rata-rata Masa Tunggu Lulusan

Berdasarkaan grafik di atas menunjukkan bahwa pada pada tahun TS-


2 rata-rata masa tunggu lulusan adalah 3,7 bulan untuk D3 dan tahun
2019 masa tunggu menjadi lebih lama pada tahun TS-1 untuk D3 yakni 4,2
bulan dan menurun kembali ditahun TS menjadi 3,5 bulan. Sedangkan
Untuk D4 Tahun TS-2 selama 3,2 bulan TS-1 selama 2,8 bulan dan pada
tahun TS yaitu 3,1 bulan. Masa tunggu lulus dengan kesesuaian kerja di
lihat dari dua faktor yakni faktor internal seperti mutu pendidikan dan
eksternal terkait kepercayaan masyarakat pada Poltesa. Mutu pendidikan
itu didukung oleh SDM atau dosen yang berkualitas, sarana prasarana
yang memadai. Kemudian untuk faktor eksternal adalah berupa
kepercayaan masyarakat terhadap Poltesa terutama pada saat penegerian
Poltesa.

3) Kesesuaian Bidang Kerja


Kesesuaian lulusan dengan bidang kerja ditunjukan dengan
presentasi data yang relatif baik dan dapat dilihat pada grafik berikut:

315
Persentase Kesesuaian Bidang Kerja
90%
80%
70% 76% 79%
72%
60%
61% 63%
50%
53%
40%
30%
20%
10%
0%
2018 2019 2020

Diploma Empat/ Sarjana Terapan Diploma Tiga

Sumber: Tabel 5.d.2 LKPT


Gambar 50. Grafik Persentase Kesesuaian Bidang Kerja

Berdasarkan Grafik di atas terlihat bahwa kesesuaian bidang kerja


lulusan relatif berubah-ubah. Pada tahun TS-2 untuk program D3
sebanyak 72 persen data ini dapat dikatakan sangat besar dan TS-1
sebesar 61 persen dan tahun TS 63 persen. Sedangkan Untuk D4 tahun
TS-2 sebesar 53 Persen TS-1 76 persen dan Tahun TS- 79 persen artinya
D4 lebih bekerja sesuai lulusan jika dibandingkan D3 hal ini dapat
dikatakan bahwa masyarakat mulai menaruh kepercayaan yang cukup
tinggi dengan alumni Poltesa. Mengingat jumlah lulusan semakin
meningkat sehingga pekerjaan yang dipilihpun beragam. Walaupun data
ini belum maksimal dengan harapan lulusan dapat lebih banyak
berkontribusi terhadap kesesuaian kerja ke depan.

6. Kinerja Lulusan
6.1 Banyaknya Lulusan Yang Dinilai oleh Pengguna
Grafik Banyaknya Lulusan yang dinilai oleh Pengguna
200
172
150
134
105

21 11 20 36 15 37 10

2018 2019 2020 2018 2019 2020


Banyaknya Lulusan Banyaknya Lulusan yang Dinilai oleh Pengguna

Sumber: Tabel LKPT 5.e.1

316
Gambar 51. Grafik Banyaknya Lulusan yang Dinilai Pengguna

317
Berdasarkan data tracer study, untuk program D4 pada tahun TS-2
jumlah lulusan yang dinilai oleh pengguna hanya 11 lulusan dari 21
lulusan, sedangkan pada tahun TS-1 hanya 36 lulusan dari 134 lulusan dan
pada tahun TS hanya 37 lulusan dari 200 lulusan. Di sisi lain, untuk
program D3 pada TS-2 jumlah lulusan yang dinilai oleh pengguna
sebanyak 20 lulusan dari 172 lulusan, kemudian untuk TS-1 hanya 15
lulusan dari 150 lulusan, serta pada TS hanya 10 lulusan dari 105 lulusan.
Lulusan yang mengisi data melalui Web terlihat sangat rendah
antusiasnya, ditambah pula saat pengisian ada item yang memasukan NIM
mahasiswa akan tetapi mahasiswa sudah lupa sehingga sangat sedikit
yang mau memberikan jawaban. Walaupun demikian Poltesa tidak hanya
mentracer alumni melalui web, namun dengan berbagai cara baik online
maupun offline.
a. Kepuasan Pengguna Lulusan

DIAGRAM KEPUASAN PENGGUNA LULU


SAN
Sangat Baik Baik Cukup Kurang
100% 64% 57% 64% 71% 57%
50% 50%
36% 29% 21% 212%9% 29% 21% 21%
50% 29% 7% 14% 14%
14%
0%

Sumber: LKPT Tabel 5.e.2


Gambar 52. Grafik Kepuasan Pengguna Lulusan

Berdasarkan grafik di atas dapat dikatakan bahwa respon pengguna lulusan


bersifat positif terlihat pada hasil penilaian kepuasan pengguna lulusan
menunjukan 36% pengguna menilai lulusan POLTESA memiliki etika sangat baik,
serta 64% baik. Secara keahlian pada bidang ilmu 29% sangat baik, 50% baik,
serta 21% cukup. Kemampuan berbahasa asing 21% sangat baik, 29% baik, dan
50% cukup. Dalam penggunaan teknologi informasi 29% sangat baik, 57% baik
dan 14% cukup. Kemampuan dalam berkomunikasi 29% sangat baik, 64 baik,
dan 7% cukup. Dalam hal Kerjasama 14% sangat baik, 71% baik dan 14% cukup.
Pengembangan diri 21% Sangat baik, 57% baik dan 21% cukup. Dari hasil
penaliaian keseluruhan para pengguna menilai bahwa lulusan poltesa sebesar
25% lulusan rata-rata mempunyai kinerja sangat baik, 60% rata-rata memiliki
kinerja baik dan 18% cukup baik. Secara kemampuan mahasiwa paling tinggi
hingga 71 persen namun sangat kurang pada penguasaan bahasa asing. Hal ini
menunjukan bahwa, para pengguna telah puas menggunakan lulusan Poltesa.

318
b) Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

1) Publikasi Ilmiah
Publikasi ilmiah yang dilakukan oleh dosen Poltesa terus ditingkatkan dari waktu

319
ke waktu. Berbagai penelitian untuk mempertajam kemampuan meneliti
juga untuk menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan. Beberapa jurnal
menjadi sasaran dosen dalam melakukan publikasi dari nasional, nasional
terkreditasi hingga internasional. Berikut ini disajikan produktivitas
penelitian dosen dalam berbagai bidang publiser sebagai berikut:

Grafik Publikasi Ilmiah


50
45
40 47
35
30 38
25
20
15 24 24 23
21 21
10 18 16
5 1 1 7 3 9 2 3
0

2018 2019 2020

Sumber: Tabel 5.f. LKPT


Gambar 53. Grafik Publikasi Ilmiah

Berdasarkan tampilan grafik publikasi dosen di atas, pada jurnal


ilmiah mengalami kenaikan dari TS-2 sampai dengan TS-1, akan tetapi
mengalami penurunan pada tahun TS, total publikasi dalam 3 tahun (2018-
2020) berjumlah 64 jurnal. Kenaikan publikasi jurnal terjadi pada jurnal
terakreditasi, sedangkan jurnal nasional tidak terakreditasi mengalami
penurunan, hal ini terjadi karena kesadaran dosen untuk melakukan
publiksi pada jurnal terkareditasi lebih tinggi yang didorong oleh penilaian
angka kredit yang lebih tinggi dan dorongan pemberian insentif pada
setiap jenis publikasi. Sedangkan pada masa TS dosen memfokuskan pada
jurnal nasional terakreditasi di luar PT yang memiliki masa terbit yang
berbeda-beda. Secara keseluruhan jumlah publikasi dosen mengalami
peningkatan. Hal ini dipengaruhi oleh karena kesadaran dosen dalam
melakukan publikasi yang dapat digunakan untuk mengurus kepangkatan
atau jabatan fungsional dosen.
Pada sisi yang lain, Poltesa juga melakukan perekrutan tenaga
dosen setiap tahun. Dengan demikian sangat logis jika publikasi karya
ilmiah dosen juga terus meningkat. Bukan hanya itu, pimpinan Poltesa
telah mengambil kebijakan serius dengan memberikan bantuan/insentif
dalam publikasi ilmiah dosen baik di tingkat nasional maupun
internasional. Untuk Publikasi ilmiah pada kegiatan Seminar baik seminar

320
yang diadakan oleh Poltesa, seminar Nasional konsorsium Politeknik se-
Indonesia, Seminar Internasional dilakukan pada tahun 2019 sebanyak 3
kali.

321
2) Produk/Jasa yang Diadopsi oleh Industri/Masyarakat
Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari perguruan tinggi
vokasi. Dosen Poltesa telah menghasilkan beberapa Produk/jasa yang
diadopsi olej Indiustri maupun masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan
beberapa produk yang dimanfaatkan oleh UMKM. Data berikut ini
menyajikan jumlah produk/jasa dosen Poltesa sebagai berikut:
Tabel 38. Produk/Jasa Dosen Poltesa
No Nama Produk/Jasa Tahun
1 Alat tenun semi mekanis 2018
2 Alat penggulung benang 2018
3 Kotak kemasan untuk kain songket Sambas 2018
4 Vacum Agarwood Destilator 2018
5 Chipper agarwood 2018
6 Alat Perangkap tikus pertanian 2019
7 Mesin Perontok Padi 2019
6 Alat Pengupas Pinang 2020
Sumber Tabel LKPT 5.g

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa luaran hasil penelitian


maupun PKM tidak hanya berupa jurnal akan tetapi adapula yang berupa
produk yang dihasilkan dosen Poltesa yang kemudian produk tersebut
diadopsi oleh masyarakat hingga kini dari tahun TS-2 terlihat lebih banyak
karya Dosen jika dibanding tahun 2019 yang menurun 100 persen. Akan
tetapi pada tahun TS sudah mulai tampak kembali. Banyaknya produk
yang dimanfaatkan oleh masyarakat yakni ada sekitar 6 produk untuk
deskripsi produk lebih rinci dapat dilihat pada tabel LKPT 5.g.
Langkah selanjutnya dalam upaya peningkatan produk yang
dihasilkan oleh poltesa tidak hanya bagi peneliti atau pembuat PKM saja
namun juga harus lebih inovatif dalam membuat produk yang dapat
menyelesaikan persoalan masyarakat sehingga produk tersebut juga dapat
dimanfaatkan lebih lanjut. Sejauh ini hanya sebatas penggunaaan produk
yang diadopsi oleh masyarakat namun kedepannya akan bekerjasama
dengan pihak industri agar produk atau jasa lainnya dapat diadopsi
misalnya dengan beberapa perusahaan atau industri UMKM. Strateginya
adalah dengan meningkatkan jalinan kerjasama yang baik dengan
beberapa pihak terutama industri.

4. Luaran Lainnya
Hasil luaran dari penelitian dan PKM yang dihasilkan oleh dosen selama 3
tahun terakhir dapat dilihat dalam tabel berikut:
a. HKI: a) Hak Cipta, b) Desain Produk Industri, c) Perlindungan Varietas
Tanaman (Sertifikat Perlindungan Varietas Tanaman, Sertifikat
Pelepasan Varietas, Sertifikat Pendaftaran Varietas), d) Desain Tata
Letak Sirkuit Terpadu.

322
Tabel 39. Luaran Penelitian dan PkM Dosen Poltesa
No Hak Cipta Tahun Keterangan
1. Hak Cipta 2020 Formulasi Pembuatan Pestisida
Alami
Berbahan Baku Kulit Jeruk Siam
(Citrus
Nobilis Microcarpa
2. Hak Cipta 2020 Pola Makan, Ketahanan Pangan,
Tingkat Stres, Penerapan jaga Jarak
dan PHBS oleh Mahasiswa pada
Masa Pandemi
COVID 19 di Indonesia
Sumber Tabel 5.h LKPT

Sebelum tahun 2019 dosen hanya fokus pada output penelitian


berupa pemakalah, prosiding, dan jurnal. Akan tetapi sejak tahun 2019 akhir
adanya upaya peningkatan output dibidang penelitian dan PKM untuk dosen
dengan mulai fokus pada Hak Cipta (Haki) kemudian dosen yang memiliki
Haki diberikan insentif sesuai peraturan direktur tentang pemberian insentif
output penelitian. Poltesa sudah mulai menerbitkan haki pada tahun 2020
yakni sebanyak dua buah mengingat bahwa Poltesa baru membentuk Haki
pada tahun 2019 dalam upaya memudahkan dosen dalam menerbitkan
Hakinya. Selain Haki ada pula luaran dosen Poltesa berupa buku ber ISBN
yang dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 40. Luaran Penelitian dan PkM Berupa Buku


No Luaran Penelitian dan PKM Tahun Keterangaan
Buku Ber-ISBN, Book Chapter
ISBN: 978-623-209-742-1
1 Pengantar Tenun Songket Sambas 2019 Penerbit: Deepublish

2 Konsep Dasar Dan Aplikasi 2019 ISBN: 978-623-227-075-6


Mekanika Fluida Bidang Teknik Penerbit: Uwais Inspirasi
Mesin Indonesia
Jumlah halaman: 151

Sumber Tabel 5.h.4 Buku Ber-ISBN, Book Chapter

Salah satu luaran tambahan yang dihasilkan dosen Poltesa adalah


penulisan buku yang ber ISBN. Sejauh ini ada 2 buah buku yang diterbitkan
oleh dosen poltesa pada tahun TS-1. Pada tahun TS Sudah diterbitkan SK
direktur tentang pemberian insentif tentang penerbitan buku dengan tujuan
jumlah penerbitan buku oleh dosen semakin meningkat. Selain itu, langkah
selanjutnya adalah dengan memberikan pelatihan pembuatan buku bagi
para dosen yang berISBN. Kemudian selalu memberikan informasi melalui
web P3M terkait penerbit yang bersedia untuk melakukan pencetakan buku.
323
Selalu menginformasikankan terkait pembuatan buku yang difasilitasi untuk
merangsang dosen dalam pembuatan buku.

2. Indikator Kinerja Tambahan


Kinerja tambahan pada luaran yang dimiliki oleh Poltesa dapat dirinci sebagai
berikut:
a) Bidang Pendidikan
a) Sertifikat Bahasa Asing; Kewajiban TOEIC bagi mahasiswa; dalam upaya

324
peningkatan bahasa asing Poltesa membuat kebijakan kewajiban bagi
mahasiswa poltesa harus lulus TOEIC dengan skor 405 Sesuai SK
Direktur No. 121.a/PL 37/ PJ/2018 tentang kebijakan mutu dan SK
Direktur No. 122.a/PL37/KP/2018 tentang sasaran mutu
b) Kewajiban Bebas buta huruf Al-Quran/ Baca tulis Al-Quran; kewajiban
bisa baca tulis Qur’an bagi mahasiswa muslim ini bersifat wajib di
Poltesa sesuai dengan Sesuai SK Direktur No. 121.a/PL 37/ PJ/2018
tentang kebijakan mutu.

b) Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat


1) Jurnal
Sebagian mahasiswa sudah melakukan publikasi dengan
menyusun jurnal dari hasil penelitian Skripsi. Proses bimbingan
skripsi tidak berhenti pada saat mahasiswa melaksanakan sidang
skripsi dan uji turnitin saja,tetapi berlanjut sampai dengan
menghasilkan artikel yang dipublikasikan pada jurnal. Hal ini
memang belum banyak, akan tetapi sudah dirintis dan sudah
dipersiapkan jurnal ber-ISSN khusus untuk publikasi hasil penelitian
Skripsi mahasiswa. Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata
memiliki jurnal Bispar, Program Studi Agrobisnis Perikanan Kelautan
memiliki jurnal Nekton, dan Program Studi Agrobisnis memiliki
jurnal Patani. Sedangkan jurnal PKM di lingkungan poltesa memiliki
jurnal Dipamas.
Publikasi hasil penelitian dan PKM dosen di lingkungan Poltesa
dilakukan di berbagai media publikasi jurnal nasional baik yang
terakreditasi maupun jurnal yang hanya ber-ISSN. Pada tahun 2019,
jumlah dosen yang mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal
nasional terakreditasi sebanyak 5 judul, sedangkan pada tahun 2020
sebanyak 7 judul.
2) Standar penyelenggaraan seminar
Kegiatan seminar dilakukan setiap setahun sekali sebelumnya
seminar Sehati Abdimas yang digelar P3M Poltesa hanya seminar
lokal namun pada tahun TS sudah miningkatkan level seminar ini
pada taraf nasional.
3) Standar pengelola publikasi jurnal
Pengelolaan jurnal sudah aada dua yakni jurnal Patani dan Jurnal
Dipamas, yang sudah mengarah pada standar seperti telah ber ISSN,
DOI untuk tahap selanjutkan akan ditingkatkan ke arah akreditasi.
4)Standarisasi hilirisasi hasil penelitian.
Kegiatan ini dalam upaya pengunaan hasil produk Penelitian
maupun PKM yang dapat dikomersilkan, untuk saat ini baru
dikomersilakan bekerjasama dengan Incubator Bisnis Swabina Tech
(IBST).

325
3. Evaluasi Capaian Kinerja
Evaluasi capaian kinerja yang dilakukan secara deskripsi
diawali dengan melakukan identifikasi atas faktor-faktor yang menjadi
indikator penilaian seperti:

Akar Masalah: Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan diketahui


bahwa dari sekian sasara kinerja ditemukan tiga sasaran kinerja
yang tidak tercapai, yaitu:

326
1) Prestasi Akademik, akar masalahnya pada kurang terintegrasinya
antara mahasiswa dan tenaga pengajar.
2) Prestasi non Akademik, akar masalahnya pada kemampuan
bahasa asing yang tidak dikuasai oleh mayoritas dosen dan
mahasiswa.
3) Sertifikasi kompetensi masih rendah, akar masalahnya tempat uji
kompetensi sangat jauh;

Faktor Pendukung: Proses evaluasi juga menemukan beberapa


sasaran kinerja yang mampu mendongkrak tingginya capaian kinerja
secara keseluruhan. Adapun sasaran kinerja yang menjadi
pendukung tingginya capaian kinerja antara lain:

1) Memiliki mahasiswa yang dapat memenuhi ekspektasi nilai IPK yang baik;
2) Daya saing lulusan yang cukup baik;
3) Masa Tunggu Lulusan relative pendek;
4) Memiliki Tenaga Pengajar yang mampu berkarya baik secara karya
tulis ilmiah, penelitian, PKM maupun menciptakan produk;
5) Terdapat Program Studi di Poltesa yang merupakan satu-satunya
Program Studi di Kalimantan Barat.

Faktor Penghambat: Evaluasi yang dilakukan menemukan beberapa hal


yang berpotensi menghambat capaian pembelajaran. Penghambat ini
bagi sebagian mahasiswa dan dosen tidak menjadi penghambat,
namun pada beberapa yang lain bisa menjadi penghambat capaian
kinerja sehingga bisa berpotensi pada kegagalan capaian kinerja itu
sendiri. Perihal yang menjadi penghambat adalah:
1. Proses pembelajaran belum maksimal seperti isi materi, kajian belum
berbasis industri artinya di kurikulum sebagian belum melibatkan
stakeholder sesuai kebutuhan industri.
2. Kemampuan bahasa asing yang masih rendah baik dosen dan
mahasiswa masih belum menyeluruh dalam penerapkan SLC
walaupun UPT bahasa tersedia
3. Belum terintegrasi antara penelitian, PKM dan Pembelajaran.
4. Terjadinya Pandemi Covid-19 yang membuat terbatasnya aktivitas dan
proses belajar mengajar.

Untuk lebih memudahkan evaluasi terhadap akar permasalahan yang


ada, maka digunakan analisis SWOT guna menemukan alternatif strategi
sebagai upaya tindak lanjut yang dapat dilakukan Poltesa, yaitu sebagai
berikut:

Tabel 41. SWOT Akar Permasalahan

327
KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)
EKSTERNAL
INTERNAL
1. Memiliki mahasiswa 1. Sertifikat Kompetensi
yang
dapat memenuhi mahasiswa masih rendah
ekspektasi nilai IPK jika dibandingkan dengan
yang baik jumlah mahasiswa secara
keseluruhan
2. Daya saing lulusan yang 2. Prestasi akademik relative
cukup baik rendah dan masih berada di
tingkat nasional
3. Masa Tunggu Lulusan 3. kemampuan Bahasa asing
relatif pendek baik dosen dan mahasiswa
masih rendah
4. Memiliki Tenaga
Pengajar yang mampu
berkarya baik secara
karya tulis ilmiah,
penelitian, PKM maupun
menciptakan produk
PELUANG (O) S-O W-O
1. Sering 1. Mengikuti berbagai 1. Melakukan persiapan yang
diadakannya ajang kompetisi dan matang dan terintegrasi
kompetisi maupun perlombaan untuk antara tenaga pengajar
perlombaan untuk mengekspose dan mahasiswa dalam
diikuti oleh kemampuan dan hasil mengikuti ajang kompetisi
mahasiswa baik di karya agar dikenal luas dan perlombaan baik di
tingkat Nasional di tingkat Lokal, tingkat Nasional maupun
maupun Nasional maupun Internasional dengan
Internasional Internasional didukung pelatih dari luar
2. Terdapat Program 2. Meningkatkan yang ahli dibidangnya.
Studi di Poltesa pemanfaatan era 2. Mengutus mahasiswa
yang merupakan digital/internet dalam untuk mengikuti Tes Uji
satu- satunya melakukan Kompetensi yang
Program Studi di pembelajaran maupun diselenggarakan oleh
Kalimantan Barat menciptakan suatu BNSP
3. Kesempatan karya penemuan serta 3. Mendirikan Lembaga
berkarya di era membuat karya tulis Sertifikasi Profesi di Poltesa
digital semakin ilmiah, jurnal hasil untuk memenuhi
terbuka luas penelitian maupun kebutuhan akan sertifikat
PKM kompetensi lulusan
3. Meningkatkan kualitas 4. Mengoptimalkan UPT
hasil lulusan Program Bahasa dalam
Studi yang merupakan meningkatkan penguasaan
satu- satunya di Kalbar Bahasa asing khususnya
328
untuk berkarya di dunia Bahasa Inggris dan Bahasa
kerja pada Bidang Jepang
Industri
tersebut.
ANCAMAN (T) S-T W-T
1. persaingan kerja 1. Meningkatkan 1. Meningkatkan
semakin sinergitas antara penguasaan Bahasa
meningkat dan Tenaga Pengajar dan asing dengan
kebutuhan akan Mahasiswa untuk menggunakan media
SDM yang siap pakai berkreasi di dunia digital digital/internet maupun
aplikasi

semakin tinggi dengan pembelajaran Bahasa asing


2. Persaingan kerja di memanfaatkan fitur- yang ada
era digital fitur dan aplikasi yang 2. Senantiasa berkoordinasi
membutuhkan sudah disediakan. dengan stake holder dalam
kemampuan 2. Meningkatkan rangka memenuhi tuntutan
khusus pembelajaran dengan dunia kerja
2. Pandemic covid -19 memanfaatkan sarana
prasarana digital guna
memenuhi tuntutan
dunia
kerja di era new normal.

Berdasarkan hasil analisis SWOT terhadap capaian evaluasi tersebut,


maka ditemukan beberapa alternatif strategi yang dapat diambil sebagai
upaya tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh Poltesa antara lain:
1. Mengikuti berbagai ajang kompetisi dan perlombaan untuk mengekspose
kemampuan dan hasil karya agar dikenal luas di tingkat Lokal, Nasional
maupun Internasional
2. Meningkatkan pemanfaatan era digital/internet dalam melakukan
pembelajaran maupun menciptakan suatu karya penemuan serta
membuat karya tulis ilmiah, jurnal hasil penelitian maupun PKM
3. Meningkatkan kualitas hasil lulusan Program Studi yang merupakan satu-
satunya di Kalbar untuk berkarya di dunia kerja pada Bidang Industri
tersebut.
4. Melakukan persiapan yang matang dan terintegrasi antara tenaga
pengajar dan mahasiswa dalam mengikuti ajang kompetisi dan
perlombaan baik di tingkat Nasional maupun Internasional dengan
didukung pelatih dari luar yang ahli dibidangnya.
5. Mengutus mahasiswa untuk mengikuti Tes Uji Kompetensi yang
diselenggarakan oleh BNSP
6. Mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi di Poltesa untuk memenuhi
kebutuhan akan sertifikat kompetensi lulusan
7. Mengoptimalkan UPT Bahasa dalam meningkatkan penguasaan
Bahasa asing khususnya Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang
329
8. Meningkatkan sinergitas antara Tenaga Pengajar dan Mahasiswa untuk
berkreasi di dunia digital dengan memanfaatkan fitur-fitur dan aplikasi
yang sudah disediakan.
9. Meningkatkan pembelajaran dengan memanfaatkan sarana prasarana
digital guna memenuhi tuntutan dunia kerja di era new normal.
[Link] penguasaan Bahasa asing dengan menggunakan media
digital/internet maupun aplikasi pembelajaran Bahasa asing yang ada
[Link] berkoordinasi dengan stake holder dalam rangka memenuhi
tuntutan dunia kerja.

Tindak lanjut dari akar masalah dan hambatan dalam pencapaian kinerja
tadi sudah ditindaklanjuti dengan melakukan kerjasama dengan pihak
industri dengan menekankan pada Link and Match dunia industri. Untuk
bahasa asing dapat mengoptimalkan UPT bahasa, kemudian penyiapan
pedoman kebijakan terkait pembelajaran, penelitian dan PKM secara
intergrasi

330
4. Penjaminan Mutu Luaran
4.1) Penjaminan Mutu pada Luaran Pendidikan
Kebijakan mutu di Politeknik Negeri Sambas didasarkan pada komitmen
untuk menghasilkan luaran pendidikan yang bermutu sesuai dengan SPMI bidang
Pendidikan (standar kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran,
penilaian pembelajaran, dosen dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana
pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, dan pembiayaan pembelajaran).
Keberhasilan jangka panjang institusi menuntut komitmen menyeluruh tentang
standar kinerja dan produktivitas yang tinggi, kerjasama yang efektif, kesediaan
untuk menyerap gagasan-gagasan baru serta keinginan untuk belajar secara
berkelanjutan.
Dalam rangka penjaminan mutu bidang Pendidikan, Politeknik Negeri
Sambas melaksanakan proses belajar mengajar dalam rangka menyediakan
sumber daya manusia di bidang vokasi yang bisa diterima oleh pengguna dengan
menjamin mutu lulusan sesuai persyaratan, dengan cara berupaya menjalankan
sistem penjaminan mutu secara terus menerus dan peningkatan mutu secara
bertahap serta dilakukan oleh semua unit di Poltesa.
Kebijakan mutu ini dikomunikasikan, dipahami oleh semua pihak dan diacu
untuk menentukan kebijakan mutu tiap unit kerja yang terlibat langsung ataupun
tidak langsung dalam proses layanan pendidikan di Poltesa. Sebagai perguruan
tinggi vokasi yang menyelenggarakan proses belajar bermutu yang berbasiskan
teknologi terapan, untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, bermoral dan
berjiwausaha serta berdaya saing melalui kebijakan di bidang Pendidikan : 1)
penyelenggaraan pendidikan meliputi sistem perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, evaluasi, dan perbaikan secara kontinyu, 2) peningkatan mutu
jurusan dan program studi dilakukan secara komprehensif, dan 3) peningkatan
mutu civitas akademika dengan membangun karakter profesional.

a. Penetapan
Perencanaan sistem penjaminan mutu pembelajaran dimulai dari
penetapan dokumen Visi dan Misi Poltesa. Dalam usaha mencapai visi dan misi
tersebut, disusun dokumen Rencana Strategis, Program Kerja, Pedoman
akademik, Manual Mutu (Nomor dokumen 120.a/PL37/PJ/2018), kebijakan mutu
(Nomor dokumen 121.a/PL37/PJ/2018) dan Sasaran Mutu (Nomor dokumen
122.a/PL37/PJ/2018 ), SPMI (Peraturan Direktur No. 2 Tahun 2018) dan dokumen
pendukung lainnya. Standar Mutu disusun berdasarkan Standar Nasional
Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti No. 44 tahun 2015) dan standar dari Badan
Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan maksud untuk
mempermudah persiapan Poltesa dalam menghadapi akreditasi Institusi.
b. Pelaksanaan
Poltesa melaksanakan proses dan pengembangan sistem pembelajaran
dengan mengacu pada dokumen mutu pembelajaran. Kegiatan pembelajaran
terkait pelaksanaan perkuliahan yang didukung oleh perencanaan studi dan
kurikulum, penilaian dan tindak lanjut pengajaran, kegiatan layanan pendukung,
alokasi sumber daya pembelajaran, dan prosedur peningkatan mutu pemelajaran
331
untuk mencapai yang diinginkan. Poltesa mengintegrasikan kurikulum Program
Studi sehingga mencapai kompetensi lulusan dan learning out comes sesuai profil
yang ditetapkan.

332
c. Evaluasi
Pelaksanaan proses pembelajaran di Poltesa rutin dievaluasi setiap akhir
semester yang dilakukan di masing-masing program studi dan di akhir tahun
dilakukan rapat evaluasi capain kinerja institusi. Selain itu juga dilakukan
penilaian Indeks kinerja Akademik Dosen (IKAD) yang dilakukan setiap semester
dan audit mutu internal program studi yang dilakukan setiap akhir tahun.
Evaluasi juga dilakukan untuk mengukur hasil rancangan dan pengembangan
kurikulum sesuai dengan persyaratan atau standar yang diacu (profil lulusan,
kompetensi lulusan, sertifikasi kompetensi lulusan, dll).

d. Pengendalian
Lingkungan pendidikan Poltesa mempertimbangkan perkembangan IPTEK
dan kebutuhan masyarakat. Target dan realisasi capaian mutu pengajaran
mempertimbangkan arahan tinjauan rancangan dan pengembangan tri dharma
perguruan tinggi secara periodik dan menghasilkan perbaikan. Tindakan
pengendalian diidentifikasi, didokumentasikan, disahkan, dikomunikasikan
kepada pihak-pihak terkait, dan didokumentasikan secara berkelanjutan.
Poltesa sebagai penyelenggara pendidikan vokasi dengan layanan
pendukungnya menyediakan informasi layanan tri dharma perguruan tinggi
melalui alamat website [Link]. Poltesa juga memiliki mekanisme rutin
untuk memantau daya saing lulusan (melalui tracer study).

e. Peningkatan Keberlanjutan
Politeknik Negeri Sambas melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap
efektivitas sistem penjaminan mutu tridarma perguruan tinggi melalui
penggunaan kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisis data, tindakan
korektif dan pencegahan serta rapat evaluasi kinerja pembelajaran. Tindakan
korektif dan pencegahan dilakukan untuk mengurangi kemungkinan
ketidaksesuaian dan mencegah ketidaksesuaian terulang kembali. Tindakan
korektif dan pencegahan harus sesuai dengan penyebab ketidaksesuaian dan
akar penyebab masalah yang ditemukan.
Unit kerja meningkatkan keefektifan sistem manajemen mutu secara
berkesinambungan dengan mendorong personil untuk mengidentifikasi dan
menerapkan usaha peningkatan sesuai dengan ruang lingkup kerjanya. Metode
yang sesuai digunakan untuk mengidentifikasi peningkatan potensial yang
didasarkan atas analisis data. Proses perbaikan proses pembelajaran juga
mencakup tindakan yang diambil dalam penyelesaian keluhan, saran dan
komentar pelanggan (dosen, mahasiswa dan pihak terkait). Tindakan perbaikan
untuk peningkatan capaian tridarma direkam secara berkelanjutan mengacu
pada dokumen manual mutu Poltesa sesuai SK Direktur no. 120.a/PL37/PJ/2018.

4.2) Penjaminan Mutu pada Luaran Penelitian dan PKM


Penentuan persyaratan terkait kegiatan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat di Poltesa ditentukan berdasarkan track record, roadmap dan payung
penelitian, kepakaran, kebutuhan pengembangan IPTEK sesuai Program Studi,
333
permasalahan di masyarakat, rencana strategis nasional/internasional pemberi
dana (Dikti, Ristek, PT dan standar mutu penelitian dan PKM). Persyaratan terkait
layanan tersebut juga mencakup persyaratan yang ditetapkan oleh Poltesa atau
pemberi dana dalam administrasi dan pengelolaan penelitian dan

334
pengabdian kepada masyarakat.

a. Penetapan
Perencanaan sistem penjaminan mutu penelitian dan PKM di Politeknik
Negeri Sambas mengacu pada dokumen standar nasional Pendidikan tinggi
(Permenristekdikti No. 44 tahun 2015), Rencana Strategis, Program Kerja,
pedoman peneltian, pedoman PKM, Manual Mutu (Nomor dokumen
120.a/PL37/PJ/2018), kebijakan mutu (Nomor dokumen 121.a/PL37/PJ/2018) dan
Sasaran Mutu (Nomor dokumen 122.a/PL37/PJ/2018 ), SPMI (Peraturan Direktur
No. 2 Tahun 2018) dan dokumen pendukung lainnya. Standar Mutu disusun
berdasarkan standar dari Badan Akreditasi Nasional perguruan Tinggi (BAN-PT)
dengan maksud untuk mempermudah persiapan Poltesa dalam menghadapi
akreditasi.

b. Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan
Poltesa dilakukan dengan menerapkan inovasi IPTEK berupa pengembangan
metode pembelajaran dan aplikasi layanan pembelajaran berupa Si Akad sevima
yang digunakan sejak tahun 2020, studi banding praktik baik (good practices) dan
konsultasi ke perguruang tinggi lain dan industri, meningkatkan kompetensi
civitas akademika dan menghasilkan output berupa publikasi ilmiah, buku ajar,
HAKI, paket teknologi atau inovasi IPTEK yang digunakan masyarakat. Proses
Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dikendalikan meliputi penilaian
kebutuhan; rancangan, pengembangan dan penyampaian informasi terkait
prosedur pelaksanaan penelitian dan PKM.

c. Evaluasi
Evaluasi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus
meninjau rancangan dan pengembangan telah mengarah pada pencapaian target
Rencana Strategis Poltesa dan road map penelitian dan PKM. Poltesa menentukan
metode yang diperlukan dan digunakan untuk melakukan pengukuran kinerja
sistem manajemen mutu dalam organisasi yang dijalankan oleh Pusat Penelitian
dan PKM (P3M). Evaluasi pelaksanaan penelitian dan PKM di Poltesa mencakup
evaluasi pelaksanaan kegiatan dan justifikasi anggaran. Evaluasi kegiatan
mencakup kuantitas dan kualitas luaran penelitian dan PKM. Sedangkan evaluasi
anggaran mencakup kesesuaian besaran anggaran terhadap bobot luaran
penelitian dan PKM. Yang menjadi variabel terikat dalam evaluasi ini adalah
kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan dapat dipantau melalui kuisioner
tervalidasi yang secara rutin disampaikan kepada pelanggan (dosen, mahasiswa,
dan masyarakat).

d. Pengendalian
Direktur Poltesa melalui Pusat Penelitian dan PKM merencanakan,
mengarahkan, dan mengendalikan penelitian dan PKM sesuai dengan peta
penelitian dan PKM (road map) yang melibatkan multi disiplin ilmu serta
335
mensinergikan penelitian-penelitian dan PKM di Poltesa agar terjadi relevansi dan
kesinambungan dari waktu ke waktu. Perencanaan kegiatan Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian
kepada masyarakat, jurusan, pusat studi dan laboratorium terkait road map,
payung penelitian dan PKM berdasar pada kompetensi dan track record civitas
akademika. Atas dasar dinamika masyarakat yang selalu berkembang, roadmap
dalam penelitian dapat

336
di-update setiap kurun waktu tertentu agar output penelitian memenuhi kebutuhan stakeholder
dan selalu relevan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

e. Peningkatan Keberlanjutan
Hasil evaluasi kinerja penelitian dan PKM dilakukan untuk mengurangi
kemungkinan ketidaksesuaian dan mencegah ketidaksesuaian terulang
kembali. Tindakan korektif dan pencegahan harus sesuai dengan penyebab
ketidaksesuaian dan akar penyebab masalah yang ditemukan. Hasil evaluasi
menjadi umpan balik dalam upaya meningkatkan luaran bidang penelitian
dan PKM juga menunjukkan bukti nyata kinerja dari Pusat Penelitian dan PKM.
Usaha peningkatan bidang penelitian dan PKM yang telah dilakukan oleh
Poltesa berupa peningkatan skema penelitian dan PKM yang didukung oleh
sumberdaya anggaran.
Luaran dari Kegiatan hasil Belajar Mahasiswa, penelitian dan PKM sesuai
dengan PPEPP dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 42. Luaran dari Kegiatan hasil Belajar Mahasiswa, penelitian dan PKM
sesuai dengan PPEPP
Pelaksanaan Peningkatan
No Penetapan Evaluasi Pengendalian
Bukti Fisik Kegiatan Keberlanjutan
1. Standar 1. SK Penetapan Penilaian Jurusan Umpan balik
Penilaian Direktur No. Standar pembelajar melakukan pengguna
Hasil 331.I/LL/201 penilaian an pengendalian dan hasil
Belajar 8 hasil didokument dengan cara, dari
Mahasisw tentang buku belajar a sikan oleh membandingka workshop
a pedoman mahasiswa Jurusan n antara kurikulum
akademik dan setiap dengan pelaksanaan menjadi
kemahasiswaa semester bentuk dengan umpan balik
n Politeknik dan dokumen penetapan, dan mutu
Negeri Sambas pelaksanaa yaitu daftar menampung pendidikan
Bab tentang n nya pada nilai masukan dari di Program
penilaian hasil Program mahasiswa pengguna Studi
belajar Studi yang dan dengan cara
mahasiswa ada di komponen pemutkahiran
setiap Poltesa penilaianny kurikulum,
semester a. menambah
mata kuliah
2. Daftar nilai yang
akhir semester dibutuhkan
beserta oleh pengguna
komponen pasar,
penilaiannya penambahan
untuk setiap mata kuliah
mata kuliah berbasis industri.
setiap
mahasiswa
2. Standar 1. Surat Penetapan Evaluasi Ketua P3M Produk
Hasil Keputusan standar pada beserta penelitian
337
Penelitian Direktur penelitian standar devisi memiliki
tentang dan penelitian Penelitian trend yang
standar hasil pelaksanaa dilakukan dan PKM positif
penelitian n oleh Pusat secara dengan
penelitian Penelitian periodik bimbingan
2. Dokumen dan PkM memotivasi, P3M dosen
hasil mensupport,
penelitian (P3M) mengevaluasi lebih
dosen Poltesa. penelitian dan produktif,
Program Studi Dokumen publikasi ilmiah sehingga
sebagai dosen agar kualitas
3. Dokumen bukti fisik sesuai dengan penelitian
hasil berupa target yang semakin
penelitian hasil ditetapkan. meningkat
mahasiswa penelitian yang akan
Program dosen dan berkontribusi
Studi mahasiswa. besar
terhadap
kualitas
Perguruan
Tinggi dan
luaran
berupa
Jurnal baik
Nasional
maupun
Internasional
3. Standar Surat Penetapan Evaluasi Ketua P3M Kebermanfa
Hasil Keputusan standar pada beserta Devisi at an hasil
PKM Poltesa hasil PKM standar Pengabdian pengabdian
tentang dan PKMdilakuk Kepada akan sangat
standar hasil pelaksanaa a n oleh Masyarakat berdampak
PKM Dokumen n PKM ketua Pusat secara aktif kepada
laporan Penetian memonitor kinerja P3M
kegiatan PKM dan PKM seluruh yang akan
Dokumen kegiatan dirasakan
sebagai pengabdian oleh
bukti fisik agar sesuai masyarakat,
berupa dengan dimana hal
hasil standar yang ini akan
penelitian ditetapkan sangat
dosen dan mendukung
mahasiswa keberlangsu
ng a n hidup
Perguruan
Tinggi serta
hasil PKM
dapat
dimuat pada
Jurnal Baik
338
Nasional
maupun
internasional

2. Kepuasan Pengguna
Berdasarkan output dari pembelajaran yang ada di Poltesa,
kepuasan pengguna dapat diketahui dari hasil kuisioner yang telah
disebar pada pengguna lulusan Poltesa.

339
2.1. Deskripsi Sistem untuk Mengukur Kepuasan Pengguna Proses Pengajaran
a. Perekaman
Kuisioner kepuasan pengguna lulusan dilakukan melaui
penginputan data oleh pengguna lulusan melalui sistem yang
ada di [Link]. setiap pengguna lulusan yang terdata
diberikan username dan pasword untuk masuk ke aplikasi dan
memberikan tanggapan terhadap kualitas lulusan Politeknik
Negeri Sambas. Username dan pasword diberikan melalui
pengiriman surat permohonan mengisi data kepuasaan
pengguna lulusan Politeknik Negeri Sambas. Analisis Data:
analisis ini dilakukan dengan metode sederhana yakni dengan
meformulasikan data excel dari isian pengguna lulusan dan
disajikan dalam bentuk diagram.

b. Ketersediaan bukti
Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran
kepuasan pengguna yangdilaksanakan secara konsisten, dan
ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem. Bukti sahih
pengukuran kepuasan pengguna dapat dilihat pada sistem
aplikasi Kepuasan Pengguna yang telah dilakukan selama
beberapa tahun terakhir ini.

Hasil pengukuran kepuasan pengguna lulusan dapat dilihat pada grafik di bawah
ini:

Data Survey Kepuasan Pengguna Lulusan

Pengembangan diri

Kerjasama

Kemampuan berkomunikasi

Penggunaan teknologi informasi

Kemampuan berbahasa asing

Keahlian pada bidang ilmu (kompetensi…

Etika

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80%

Cukup Baik Sangat Baik

Sumber: Analisis data survei kepuasan pengguna (2021)


Gambar 54. Survey Kepuasan Pengguna

2.2 Deskripsi Sistem untuk Mengukur Kepuasan Pengguna Proses


Penelitian Dan PKM (Peneliti dan PKM dengan mitra)
340
Kepuasan pengguna dari Penelitian dan PKM juga telah
dilakukan berdasarkan survei yang telah dilakukan.
4) Instrumen yang Digunakan
Untuk mengukur Kepuasan pengguna terhadap proses penelitian, P3M

341
mempersiapkan sistem pengukuran kepuasan pengguna.
Kepuasan ini ditinjau dari beberapa kategori. Penelitian dan PKM
dalam hal ini merupakan Dosen Poltesa yang melaksanakan
kegiatan penelitian dan PKM dapat dinilai oleh mitra. Analisis
kepuasan pengguna dilakukan secara berkala setiap tahun.

5) Pelaksanaan Survei
Perekeman kuesioner kepuasan pengguna dilakukan secara
Offline melalui kegiatan yang telah dosen lakukan secara berkala
dengan mengisi survey Pengisian Setiap setahun sekali setelah
berakhir masa akhir penelitian di bulan November – Desember.
Dilakukan secara offline mengingat mitra banyak yang masih
kurang terkait jangkauan internet bahkan beberapa desa belum
memiliki listrik.
Alur kerja pelaksanaan survei kepuasan pengguna dimulai dari
Pusat Penjaminan Mutu mempersiapkan instrumen survei dan
pengguna memberikan penilaian survei kepuasan terhadap
layanan P3M bagian Penelitian dan PKM, hasil penilaian survei
kepuasan terhadap kegiatan yang telah dilakuan proses analisis
data dan pembuatan laporan hasil penilaian survei kepuasan
Penelitian. Hasil laporan survei penilaian kepuasan diserahkan
kepada Direktur dan dilakukan evaluasi serta penetapan rencana
tindak lanjut terhadap hasil survei penilaian kepuasan terhadap
layanan Penelitian.

6) Analisa data hasil Survei


Respon responden pada ketegori di kelompokkan menjadi
beberapa kategori yaitu: Etika, Kompetensi, Kemampuan
berbahasa asing, Kemampuan menggunakan teknologi
informasi, Kemampuan berkomunikasi, Kemampuan
bekerjasama dalam tim, Kemampuan pengembangan diri,
Kesesuaian Penelitian maupun PKM dengan mitra, Koordinasi
dengan Mitra, Kedisiplinan pada saat melakukan penelitian
dan PKM, Kemampuan menghadapi tantangan.
Berikut data hasil survei kepuasan pengguna terkait Penelitian dan PKM:

342
Data Survey Kepuasan Pengguna Penelitian dan
PKM

Pengembangan diri
Kerjasama
Kemampuan berkomunikasi
Penggunaan teknologi informasi
1234567 Kemampuan berbahasa asing
Keahlian pada bidang ilmu (kompetensi…
Etika

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80%

Hasil Penilaian Hasil Penilaian Hasil Penilaian Hasil Penilaian


(%) Kurang Kurang (%) Cukup Cukup (%) Baik Baik (%) Sangat Baik Sangat Baik

Gambar 55. Kepuasan Pengguna Penelitian dan PkM

6. Kesimpulan Hasil Evaluasi Ketercapaian Standar Luaran dan Capaian


Tridharmaserta Tindak Lanjut

Pemosisian:
Berdasarkan data yang sudah analisis capaian kinerja luaran
pendidikan, penelitian dan pengabdian Poltesa ada pada posisi BAIK.
Akan tetapi baik tersebut masih dalam kategori lemah karena masih
ada beberapa indikator yang belum tercapai.

Masalah dan akar masalah:


1). Apabila dicermati lebih jauh, semestinya Prestasi Akademik
mahasiswa Poltesa bisa lebih ditingkatkan lagi dengan mendapatkan
hasil prestasi di tingkat Nasional. Akar masalahnya pada kurang
terintegrasinya antara mahasiswa dan tenaga pengajar.
2). Terkaitprestasi non akademik mahasiswa poltesa. Akar
masalahnya adalah kemampuan mahasiswa dalam berbahasa
asing masih sangat rendah, sehingga tidak banyak yang mampu
berkompetisi pada level internasional.
3). Sertifikasi kompetensi masih rendah, akar masalahnya tempat uji
kompetensi sangat jauh.

Rencana Perbaikan:
1) Untuk memperbaiki dan mencapai prestasi akademik di level
nasional akan dilakukan persiapan yang matang dan terintegrasi
antara tenaga pengajar dan mahasiswa dalam mengikuti ajang
kompetisi dan perlombaan baik di tingkat Nasional maupun
Internasional dengan didukung pelatih dari luar yang ahli

343
dibidangnya.
2) Dalam hal perbaikan pencapaian prestasi non akademik, Poltesa melakukan

344
optimalisasi UPT Bahasa dalam meningkatkan penguasaan Bahasa
asing khususnya Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.
3) Sedangkan dalam rangka meningkatkan sertifikasi kompetensi,
maka Poltesa mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di Poltesa
untuk memenuhi kebutuhan akan sertifikat kompetensi lulusan pada
akhir tahun 2020.

345
D. ANALISIS DAN PENETAPAN PROGRAM PENGEMBANGAN INSTITUSI
1. Analisis Capaian Kinerja
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang
Pendidikan Tinggi menetapkan POLTESA sebagai perguruan tinggi
penyelenggara pendidikan vokasi, yang menyiapkan mahasiswa untuk
pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana
terapan, dan dapat dikembangkan oleh Pemerintah sampai program
magister terapan dan program doktor terapan. Terbitnya Peraturan
Pemerintah Nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan
Tinggi dan Pengelolaan Perguruan tinggi mengatur dua hal penting, yaitu
penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pola pengelolaan sebagai institusi
perguruan tinggi, yang mengkokohkan peran dan tanggung jawab Poltesa
sebagai perguruan tinggi vokasi.
POLTESA menjadi Perguruan Tinggi Negeri berdasarkan
Permendikbud Nomor 15 tahun 2013 tentang Pendirian, Organisasi dan
Tata Kerja Politeknik Negeri Sambas yang kemudian diresmikan secara
langsung oleh Mendikbud, Bapak Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nuh, DEA pada
tanggal 09 Maret 2013 di Kampus Politeknik Negeri Sambas.
Penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan tinggi memberikan peluang
dan tantangan bagi Poltesa untuk mempersiapkan struktur dan
kelembagaannya.
Berdasarakan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Politeknik Negeri Sambas dituntut untuk lebih
akuntabel, transparan, berdaya saing tinggi, berkualitas dan efisien.
Eksistensi Politeknik dilihat dari jenis pendidikan merupakan pendidikan
tinggi berbasis keahlian dan keterampilan dan ditempatkan pada ranah
pendidikan tinggi vokasi atau Vocational Higher Education. Asas program
pendidikan Diploma Politeknik yang pada awalnya berbasis praktek dan
produksi (Practical-Based Education) untuk meningkatkan keterampilan
teknik tinggi (Skill Intensive) berkembang kompetensinya ke arah keahlian
dan keterampilan penerapan teknologi (Technological Intensive).
Undang-undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012
memberikan ruang otonomi bagi manajemen perguruan tinggi sehingga
pengelolaannya lebih efisien, transparan dan akuntabel dalam rangka
Peningkatan kualitas dan relevansi yang merupakan harapan pemerintah
dan masyarakat kepada perguruan tinggi agar lulusan yang dihasilkan
mampu mandiri, memiliki inisiatif untuk memberikan solusi yang
berkembang di masyarakat, memiliki kemampuan dan kompetensi yang
sesuai dan dibutuhkan dunia usaha/institusi pengguna lulusan, menjadi
anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional yang dapat
mengembangkan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau
seni dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf
kehidupan masyarakat serta memperkaya kebudayaan nasional, memikul
tugas dan tanggung jawab untuk pengembangan sumberdaya manusia
sesuai kebutuhan pembangunan, dengan mengingat pula kedudukannya
346
sebagai bagian dari masyarakat ilmiah yang bersifat universal.
Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) berupaya mewujudkan program
strategis dalam usaha pencapaian visi dan misi lembaga. Ringkasan
perkembangan capaian kinerja yang terjadi sampai tahun 2020 dapat
dilihat pada table berikut.

347
Tabel 43. Capaian Indikator Kinerja Utama Politeknik Negeri Sambas Tahun 2018-2020
Sasaran Indikator 2018 2019 2020
No
Strategis Kinerja T R T R T R
1. Meningkatny Jumlah Mahasiswa yang 20 15 20 25 35 55
a Kualitas berwirausaha
Pembelajara Persentase Lulusan Bersertifikat
n dan 35 8 20 26 30 32
Kompetensi dan Profesi (%)
Mahasiswa Persentase Prodi Terakreditasi
Pendidikan 30 11 33 33 56 56
Minimal B (%)
Tinggi Persentase Lulusan yang langsung
Politeknik 30 30 35 32 35 41
bekerja sesuai bidangnya (%)
Negeri Jumlah Mahasiswa Berprestasi 10 3 5 9 7 11
Sambas
Persentase Lulusan Tepat Waktu 90 97,20 97 100 97 99,24
(%)
Rata-rata IPK Kelulusan 3,2 3,34 3,34 3,33 3,34 3,44
Persentase Mahasiswa Penerima
50 25 25 19,4 25 33,5
Beasiswa (%)
2. Meningkatnya Baik
Akreditasi Institusi B - B - -
kualitas Sekali
kelembagaan
Iptek dan Dikti Rangking PT Nasional 800 860 850 850 850 992
3 Meningkatny Persentase Dosen bersertifikat
65 72 58 57,9 65 60
a Pendidik (%)
Relevansi, Rasio Dosen tetap terhadap Jumlah
1:9 1:1.03 1:1,1 1:1,09 1:1,1 1:1,04
Kualitas Dosen
dan Rasio jumlah mahasiswa terhadap
1:6 1 : 23 1:18 1 : 15 1 : 18 1 : 14
Kuantitas Dosen
Sumber Persentase tenaga kependidikan
daya IPTEK 15 20 25 19 25 5
dengan sertifikat kompetensi (%)
dan DIKTI Persentase Dosen Berkualifikasi
100 100 100 100 100 100
S2 (%)
Persentase Dosen Kuliah S3 (%) - - - - 5 -
4 Meningkatny
a relevansi
dan Jumlah Publikasi Nasional (Judul) 4 9 9 2 3 0
Produktifita
s Riset dan
Pengembanga
n
5 Menguatnya
Jumlah Penelitian yang
Kapasitas 3 5 1 2 1 1
dimanfaatkan masyarakat (Judul)
Inovasi
Jumlah Produk R&D 2 2 1 0 1 1

Beberapa analisa yang dapat diakukan kepada beberapa kriteria di


atas, antara lain sebagai berikut:
Kriteria pertama yaitu visi, misi, tujuan dan sasaran (VMTS). Pada
saat ini kualitas pembelajaran dan mahasiswa tercapai dengan baik yaitu
terjadi peningkatan capaian dari standar yang telah ditetapkan. Namun
terdapat beberapa sasaran strategis yang belum tercapai seperti 1)
Kualitas kelembagaan yaitu belum terakreditasnya institusi Poltesa. 2)

348
Kurangnya relevansi antara kualitas dan kuantitas sumber daya manusia
yaitu belum tercapainya persentase dosen yang bersertifikasi, kurangnya
persentase tenaga pendidik yang bersertifikasi dan belum adanya dosen
yang berkualifikasi S3. 3) Kurangnya kapasitas inovasi yaitu rendahnya
penelitian yang

349
dimanfaatkan masyarakat. VMTS telah dipublikasikan melalui media offline
maupun online, seperti pada penggunaan banner dan website Poltesa.
Kriteria kedua yaitu tata pamong, tata kelola dan kerjasama. Poltesa
telah memiliki sistem pengolaan tata pamong, tata kelola dan kerjasama.
Sistem ini telah didukung oleh dokumen yang formal, yang mengatur
beberapa aspek yang meliputi seperti fungsi manajemen unit, prosedur
pelayanan kegiatan pendidikan, kebijakan terkait tata pamong, pengelolaan
administrasi pendidikan, pengelolaan sarana dan prasarana dan pedoman
etika dosen, tenaga pendidik dan mahasiswa. Akar permasalahan yang
terjadi adalah 1) Institusi belum terakreditasi, 2) Kompetensi SDM yang
belum merata dan 3) Sarana dan prasaran yang dimiliki belum terstandar
Kriteria ketiga yaitu kemahasiswaan. Pada saat ini rasio jumlah
pendaftar dan jumlah pendaftar yang lulus berkisar pada angka 1. Hal ini
karena sebagian besar pendaftar mahasiswa baru adalah berasal dari
wilayah sekitar Kabupaten Sambas. Sementara untuk rasio antara jumlah
calon mahasiswa baru dengan jumlah calon mahasiswa yang lulus seleksi
adalah sebesar antara 70 % hingga 80 %. Poltesa menyediakan beberapa
bentuk pelayanan terhadap minat dan bakat mahasiswa. Pelayanan
tersebut meliputi 1) Pelayanan terhadap peningkatan minat dan bakat
mahasiswa. Bentuk pelayanan ini meliputi tersedianya berbagai Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM). 2) Pengingkatan kesejahteraan mahasiswa
berupa pelayanan kesehatan, beasiswa mahasiswa berupa keringanan UKT
bagi mahasiswa dan KIP, dan layanan bimbingan konseling. 3) Karir dan
bimbingan kewirausahaan. Poltesa telah telah menyiapkan Poltesa Career
Centre (PCC) dalam menangani karir dan Inkubator Bisnis Swabina Tech’s
dalam menangani bidang kewirausahaan. Akar permasalahan yang
terdapat pada kriteria ini meliputi 1) Belum adanya layanan konseling dan
kesehatan bagi para mahasiswa, dan 2) Sistem promosi yang belum
optimal sehingga mahasiswa baru masih didominasi dari Kabupaten
Sambas
Kriteria keempat adalah sumber daya manusia. Hingga tahun 2020,
Poltesa memiliki dosen memiliki 85 dosen tetap dan 4 dosen tidak tetap
dengan jumlah dosen tetap sebanyak 85 (delapan puluh lima) orang atau
sekitar 95% (sembilan puluh lima persen) dengan tingkat pendidikan 100%
berjenjang S2. Komposisi jabatan akademik dosen Poltesa yakni 41%
memiliki jabatan akademik Lektor, diikuti 37% Asisten Ahli, 21% Tenaga
Pendidik, dan 1% Lektor Kepala. Sementara jumlah seluruh tenaga
kependidikan Poltesa berjumlah 86 orang, terdiri dari 2 orang tenaga
perpustakaan dengan tingkat pendidikan S1, 12 orang laboran
berpendidikan S1 dan D3, 4 orang teknisi berpendidikan S1 dan D3, 49
orang tenaga andministrasi berpendidikan S2, S1, D3 dan SLTA, 12 orang
pramu kantor berpendidikan SLTA dan 7 orang Satpam berpendidikan SLTA.
Permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya dosen yang bergelar
Doktor dan masih sedikitnya jabatan akademik dosen dengan gelar Lektor
Kepala.
350
Kriteria kelima adalah sarana dan prasarana. Sumber keuangan yang
diperoleh Politeknik Negeri Sambas terdiri dari 1). Pendapatan Negara
Bukan Pajak (PNBP) yang bersumber dari pembayaran UKT mahasiswa (SPP
mahasiswa). 2). Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang
berupa Rupiah murni (RM) dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi
Negeri (BOPTN). 3). Hibah dari Pemda (APBD). Dalam penggunaannya,
Poltesa telah memiliki pedoman pengelolaan dan aplikasi untuk

351
laporan penggunaannya. Sebagian besar penerimaan masih berasal dari
APBN. Terdapat beberapa akar permasalahan yang terjadai yaitu 1)
Pandemi yang melanda pada tahun 201 hingga 2020 menyebabkan
terjadinya penurunan terhadap penerimaan dari SPP mahasiswa. 2) Belum
adanya dana yang diperoleh dari dalam internal Poltesa karena unit bisnis
yang ada belum optimal sehingga belum dapat menghasilkan PNBP.
3) Tingginya piutang mahasiswa, sehingga pendapatan PNBP rendah,
Kriteria keenam adalah pendidikan. Poltesa mempunyai kebijakan
dalam pengembangan kurikulum dengan memperhatikan 3 aspek yaitu 1)
Aspek penyesuaian sumber daya mahasiswa yang disesuaikan kebutuhan
industri dan masyarakat, 2) Aspek persiapan mahasiswa dalam bidang
kewirausahaan, 3) Aspek perkembangan tren teknologi yang ada dan
dimasa depan. Selain itu dalam hal pengembangan karaktek mahasiswa
Poltesa melakukan kegiatan Gerakan Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran
melalui UKM Mahasiswa dan pembekalan kemampuan bahasa asing yaitu
Bahasa Inggris melalui UPT Bahasa. Kelemahan yang masih dimiliki adalah
1) Sertifikasi kompetensi mahasiswa yang masih rendah, 2) Standar
turunan dari standar pendidikan belum ada, dan 3) Prestasi akademik
masih rendah
Kriteria ke tujuh yaitu penelitian. Pelaksanaan dan pelaporan
penelitian yang dilaksanakan setiap tahunnya pada Poltesa
dikelompokkan berdasarkan sumber dana yang diterima oleh dosen
peneliti, yaitu: Sumber dana dari Direktorat Riset dan Pengabdian
Masyarakat Direktorat (DRPM), dan Sumber dana dari Penerimaan
Negara Bukan Pajak (PNBP) Politeknik Negeri Sambas yang berupa dana
Hibah Internal. Dana ini yang diperuntukkan untuk dosen tetap Poltesa.
Namum demikian ada terdapat beberapa permasalahan yang dihadapai
yaitu 1) masih belum adanya penelitian dosen yang masuk dalam jurnal
penetilian internasional dan jurnal penelitian internasional bereputasi.
2) Belum adanya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa paten maupun
hak cipta atau desain produk industri. 3) Belum adanya penelitian hasil
kerjasama dengan lembaga penelitian luar negeri.
Kriteria ke delapan yaitu pengabdian pada masyarakat. Kegiatan
pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan setiap tahunnya dimana
sumber dananya berasal dari (1) pendanaan internal dari DIPA POLTESA
(2) pendanaan eksternal (3) pendanaan mandiri. Pelaporan kegiatan ini
didasarkan pada buku pedoman penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat edisi XII yang diterbitkan oleh DRPM Kemenristekdikti.
Terdapat beberapa akar permasalahan yang terjadi yaitu 1) Masih
rendahnya jumlah aplikasi Iptek di masyarakat dari hasil penelitian dan
2) Masih sedikitnya jumlah proposal yang didanai oleh Simlitabmas.
Kriteria yang terakhir yaitu luaran dan capaian tridharma. Dari hasil
analisa yang telah dibuat dapat dikatakan bahwa capaian kinerja dibidang
luaran dan tridharma cukup baik yaitu 1) IPK rata-rata mahasiswa yang
meningkat, 2) Rata-rata masa studi yang lebih baik 3) Daya saing lulusan
352
yang cukup baik dan 4) Masa Tunggu Lulusan relative pendek. Namun
masih terdapat beebrapa permasalahan yaitu 1) Sertifikat Kompetensi
mahasiswa masih rendah jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa
secara keseluruhan, 2) Prestasi akademik relative rendah dan masih berada
di tingkat nasional dan 3) Kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki oleh
para mahasiswa

353
2. Analisis SWOT atau Analisis lain yang Relevan
Analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (Trengths,
Weaknesses, Opportunities, Threats/SWOT) merupakan salah satu alat analisis
yang dapat menggambarkan secara jelas keadaan yang dihadapi oleh
organisasi. Analisis SWOT dapat digunakan untuk mengidentifikasi
berbagai faktor yang secara sistematis untuk merumuskan strategi.
Rumusan strategi tersebut didasarkan pada logika untuk memaksimalkan
kekuatan yang dimiliki dan peluang yang ada, serta secara bersamaan
mampu meminimalkan kelemahan dan ancaman yang timbul yang berasal
dari internal maupun eksternal. Analisis SWOT, diawali dengan melakukan
analisis lingkungan, baik lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
Lingkungan eksternal adalah segala kekuatan yang ada di luar
organisasi, pengaruh organisasi tidak terlihat sama sekali. Lingkungan
eksternal sangat mempengaruhi kinerja organisasi. Lingkungan internal
adalah hasil analisis dari nilai atau identifikasi segala faktor yang
mempengaruhi kinerja organisasi. Kumpulan sumberdaya, kapasitas dan
kompetensi yang dimiliki organisasi, sehingga mampu memanfaatkan
peluang dengan cara efektif dan secara bersama mampu mengatasi
ancaman. Berikut adalah komponen analisis lingkungan faktor internal dan
eksternal Poltesa.
Komponen pertama adalah visi, misi, tujuan, dan sasaran Poltesa. Visi
Poltesa merupakan rumusan ideal tentang cita-cita masa depan Poltesa.
Kondisi masa depan yang ingin diraih atau dicapai oleh Poltesa adalah
menjadi institusi Pendidikan Vokasi yang unggul di tingkat nasional dan
internasional pada tahun 2034, yang selanjutnya dijabarkan ke dalam
misinya yaitu : a) mengembangkan Pendidikan Vokasi berkelanjutan
melalui peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi serta kerja sama
pendidikan; b) menciptakan suasana akademik yang kondusif dalam
rangka menghasilkan lulusan yang berdaya saing nasional dan
internasional; dan c) mengembangkan budaya mutu dan etos kerja
berdasarkan prinsip tata kelola yang baik (good corporate) menuju
tercapainya standar internasional.
Sebagai tindak lanjut dan penjabaran dari visi dan misi Poltesa, maka
ditetapkanlah tujuan sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan visi dan
misi tersebut. Tujuan Poltesa adalah sebagai berikut : a. tercapainya
peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran dalam rangka pembentukan
masyarakat pembelajar; b. tercapainya penelitian yang dapat
mengembangkan produktivitas, ilmu pengetahuan dan teknologi serta
pencapaian kekayaan intelektual; c. tercapainya kegiatan pengabdian
pada masyarakat dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang bermanfaat bagi masyarakat; d. tercapainya kerja sama pendidikan
dalam rangka peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi menuju
pembentukan pusat unggulan (center of excellence); e. tercapainya
peningkatan mutu sumber daya manusia melalui program pendidikan dan
pelatihan yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan; dan
354
f. tercapainya pengembangan budaya mutu dan etos kerja melalui
penerapan manajemen pendidikan berkualitas.
Tujuan Poltesa yang telah ditetapkan tersebut dalam rangka
mencapai Sasaran Utama Poltesa dalam jangka panjang yang sejalan
dengan Strategi Objektif Nasional yaitu: 1). Kemerataan Akses pendidikan
Tinggi Bermutu dan Berkesetaraan Gender,
2). Peningkatan Mutu, Relevansi dan Berdaya Saing Internasional, dan 3). Penguatan

355
Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Publik.
Jika ditinjau dari analisis hubungan atau keterkaitan antara visi, misi,
tujuan dan sasaran, jelas sekali satu sama lain saling terikat dan saling
berhubungan erat. Antara visi, misi, tujuan dan sasaran merupakan format
yang utuh yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Visi merupakan cita-
cita besar dan utama yang ingin diraih. Misi merupakan jalan yang harus
ditempuh untuk meraih visi. Tujuan merupakan output/keluaran yang ingin
di capai, sedangkan sasaran merupakan outcome.
Dalam menciptakan Visi yang merupakan cita-cita besar dan utama
dapat dicapai jika didukung stakeholders. Adanya keterlibatan pihak
eksternal dalam penyusunan VMTS menjadi salah satu sumber kekuatan
Poltesa. Di sisi lain keterlambatan implementasi terhadap VMTS yang telah
dicetuskan sejak 2017 dalam Statuta menjadi kelemahan.
Komponen yang kedua adalah Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem
Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu yang baik. Tata Pamong sangat
menentukan jalur komando dan jalur koordinasi dan tugas pokok dan
fungsi masing-masing peran yang ada di Poltesa. Gaya kepemimpinan juga
sangat menentukan berjalannya Tata Pamong tersebut. Masalah yang
sangat mendasar bagi sebuah Perguruan Tinggi baru adalah kualitas
kinerja yang masih sangat rendah. Kualitas kinerja dipengaruhi oleh
sistem manajemen yang diterapkan, gaya kepemimpinan dan kepuasan
kerja. Manajemen perguruan tinggi ditentukan oleh dimensi fungsi atau
makna perguruan tinggi. Perguruan tinggi adalah suatu satuan pendidikan
penyelenggara pendidikan tinggi. Tujuan pendidikan tinggi ialah
penguasaaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penggunaan ilmu
pengetahuan dan teknologi bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan
masyarakat.
Fungsi manajemen sangat tergantung dari pemimpin. Kepemimpinan
sangat menentukan berjalan tidaknya fungsi manajemen. Kepemimpinan
adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk
pencapaian tujuan. Bentuk pengaruh tersebut dapat secara formal seperti
tingkat manajerial pada suatu organisasi. Kepemimpinan adalah
perpaduan yang kompleks antara tanggung jawab dan akuntabilitas. Untuk
memimpin dengan efektif, diperlukan kemampuan memproses sejumlah
informasi dengan cepat dan menangani tugas secara bersamaan. Dalam
kepemimpinan terdapat hubungan antar manusia, yaitu hubungan
mempengaruhi (dari pemimpin) dan hubungan kepatuhan-ketaatan para
pengikut/bawahan karena dipengaruhi oleh kewibawaan pemimpin. Agar
kepemimpinan dapat menjadi pendorong agar Tata Pamong berjalan
dengan baik, maka harus didukung oleh Sistem Penjaminan Mutu. Sistem
Penjaminan Mutu dapat berfungsi sebagai kontrol dan alat ukur, agar
semua program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik
dan mencapai tujuannya.
Tata Pamong di Poltesa saat ini mengacu kepada Permendikbud No
15 Tahun 2013 tentang Pendirian. Struktur dan Tata Organisasi Politeknik
356
Negeri Sambas. Secara umum Tata Pamong dan sistem Pengelolaan telah
berjalan dengan baik. Pola kepemimpinan yang diterapakan dalam masa
transisi dari swasta ke negeri adalah paduan dari gaya kepemimpinan
transformasional dan transaksional. Gaya kepemimpinan ini diharapkan
dapat mendorong seluruh civitas akademika Poltesa dapat menjalankan
tugas pokok dan fungsinya dengan baik, mengacu kepada

357
peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Sistem penjaminan mutu,
belum maksimal dapat diterapkan karena masih dalam kondisi transisi
Diana belum semua unit/bagian terpenuhi secara ideal dari sisi SDM baik
dari sisi kuantitas maupun kualitas. Dalam rangka sistem penjaminan
mutu, Poltesa telah memiliki SOP sebagai acuan di dalam semua kegiatan
untuk setiap unit/bagian yang ada di Poltesa. Disamping SOP, khusus
untuk penjaminan di dalam pelaksanaan akademik, Poltesa juga
menerapkan instrumen IKAD (Instrumen Kinerja Administrasi Dosen) yang
dilaksanakan setiap semester. Instrumen ini dapat mengukur kinerja dosen
di dalam melaksanakan tugasnya. Untuk kegiatan penelitian dan PKM juga
dilaksanakan Monev secara berkala dalam rangka penjaminan mutu.
Dari sisi perkembangan kerjasama, Poltesa dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan dan pemusatan program menyesuaikan fungsi
organisasi sebagai pengembangan akademik dan visi misi Poltesa. Mitra
kerjasama Poltesa terdiri dari 5 kelompok, yaitu: 1) Organisasi dalam
negeri: Organisasi yang dimaksud seperti Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM) seperti Inkubator Bisnis Swabina Pontianak, Gemawan, Karang
Taruna Kab. Sambas, Gapemasda Kab. Sambas, Kelompok Toga;
2) Dunia usaha dalam negeri: Dunia usaha/industri yang bermitra dengan
Poltesa adalah PT. Bakti Karya Mandiri, PT. Pundi Lahan Khatulistiwa, PT.
Daya Kharisma Utama, PT. Arony; 3) Institusi Pendidikan dalam negeri:
Institusi Pendidikan dalam negeri yang sudah menjalin MoU antara lain:
Politeknik Negeri Pontianak, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas
Tanjungpura Pontianak, Universitas Terbuka; 4) Institusi pemerintahan
dalam negeri: Institusi pemerintahan dalam negeri yang bermitra dengan
Poltesa adalah Pemerintah Daerah Kab. Sambas beserta jajaran SKPD Kab.
Sambas, Balai Riset dan Standarisasi Industri Pontianak; 5) Institusi
pemerintahan/pendidikan luar negeri: Institusi pemerintahan/Pendidikan
luar negeri yang telah melakukan kerjasama dengan Poltesa adalah
Politeknik Negeri Mukah Malaysia, Rise Neo Cooperative dari Jepang.
Oleh sebab itu, status perguruan tinggi negeri, OTK sesuai dengan
permendikbud No 15 Tahun 2013, tersedianya Dokumen SPMI, dan Poltesa
memiliki kerjasama dengan mitra menjadi tambahan kekuatan Poltesa.
Sedangkan belum terakreditasinya Institusi, implementasi OTK yang belum
ideal, pelaksanaan siklus SPMI belum optimal dilakukan, dan kerjasama
dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri masih sedikit menjadi factor
kelemahan.
Faktor lainnya yang mendukung tercapainya dari visi Poltesa adalah
kondisi mahasiswa. Untuk menjadi institusi pendidikan tinggi vokasi
unggulan, maka keberadaan mahasiswa menjadi sangat vital. Berbicara
mahasiswa dimulai dari input, proses, output dan outcome. Input mahasiswa
juga sangat berpengaruh terhadap kinerja institusi. Input yang baik dapat
memberikan peluang baik bagi peningkatan kinerja institusi. Akan tetapi
keberhasilan institusi pendidikan sebenarnya terletak pada proses.
Bagaimana proses yang baik dapat mencetak input yang biasa menjadi
output yang kompeten. Penerimaan Mahasiswa Baru yang diterapkan di
Poltesa menggunakan dua jalur yaitu jalur PMDK dan jalur UMPN. Dengan

358
penerapan kedua jalur ini, maka input mahasiswa Poltesa sangat
bervariasi, dari yang rerata sampai dengan di atas rerata. Maksud dan
tujuan dari kedua jalur ini adalah agar mahasiswa yang inputnya sudah
baik dapat memberikan bias kepada mahasiswa lainnya yang secara input
biasa. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi proses pembelajaran
yang harus di terapkan. Dengan sistem pembelajaran di Poltesa yang
ketat dengan

359
sistem paket, maka hal ini mendorong mahasiswa untuk berjuang keras
agar dapat menyelesaikan belajar di Poltesa. Dengan proses pembelajaran
yang sedemiakan rupa, diharapkan dihasilkan lulusan yang kompeten
(output). Lulusan yang kompeten yang sudah kembali ke masyarakat, akan
memberikan dampak positif berupa kontribusi nyata di masyarakat
sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup dan
kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Hal ini dapat meningkatkan daya
saing bangsa.
Peminat masuk ke Poltesa dari tahun ke tahun meningkat secara
signifikan. Poltesa telah melaksanakan amanat UU, dengan
memprioritaskan pemberian kuota 10% untuk calon mahasiswa baru yang
berasal dari kecamatan Sajingan Besar dan kecamatan Paloh. Untuk
mendukung kebijakan tersebut, skema yang dilakukan Poltesa untuk
memotivasi calon mahasiswa baru dari daerah terdepan, terluar, terpencil
dan tertinggal tersebut antara lain dengan memberikan beasiswa bidik
misi (KIP), beasiswa PEMDA yang menjalin kerjasama dengan Poltesa.
Pada komponen ini, yang menjadi kekuatan adalah pemberian
proporsi beasiswa dari Poltesa untuk mahasiswa sangat besar, terhitung
hampir 50% beasiswa yang diberikan ke setiap angkatan. Sedangkan
kelemahannya yaitu input kualitas dan kuantitas mahasiswa masih
tergolong rendah.
Sejak awal berdiri dalam status swasta di bawah yayasan Terpikat
Terigas hingga sekarang setelah penegerian, dalam penerimaan calon
mahasiswa baru, Poltesa tidak memandang diskriminasi dari segi SARA
(suku, agama, antar golongan), jender, status sosial dan politik. Semua
pendaftar yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sesuai
dengan prodi yang dipilih diperlakukan sama, tidak ada sama sekali
ketentuan yang diskriminatif. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan umum
yang tercantum dalam Buku Panduan Penerimaan Mahasiswa Baru Poltesa.
pada dasarnya Poltesa memberikan kesempatan yang sama kepada
seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan atas dasar apapun yang
terkait dengan SARA (suku, agama, antar golongan), jender, status sosial
dan politik dari calon mahasiswa dan keluarganya. Perwujudannya dapat
dilihat dari penentuan persyaratan pendaftaran maupun skoring dan
perankingan untuk penentuan kelulusan hasil seleksi penerimaan
mahasiswa baru. Intinya selama calon mahasiswa baru tersebut memenuhi
persyaratan akademik, maka calon mahasiswa tersebut akan diterima di
Poltesa.
Sumber Daya Manusia Poltesa sangat menentukan tercapainya visi
Poltesa. Sumber daya manusia merupakan sumber daya paling penting
untuk dapat memenangkan persaingan, karena merupakan tulang
punggung dari seluruh sistem yang dirancang, metode yang diterapkan,
dan teknologi yang digunakan. Oleh karena itu, vital untuk
mengembangkan sumber daya ini melalui proses rekrutmen yang
kompetitif, pelatihan yang sistematis, peningkatan kepuasan pegawai,
360
peningkatan pendidikan pegawai, dan pemberdayaan pegawai.
Dalam rangka pelaksanaan keseluruhan kegiatan di Poltesa, perlu
ditunjang dengan berbagai kekuatan sumber daya, salah satunya adalah
tenaga dosen dan tenaga penunjang lainnya. Program pengembangan staf
bagi tenaga pengajar maupun tenaga penunjang diharapkan merupakan
sebuah investasi sumber daya manusia. Kegiatan program pengembangan
yang dapat dilakukan berupa kegiatan workshop, in house training, dan
seminar, sedangkan kegiatan staf development berupa tugas

361
belajar dan program magang. Dalam rangka menjaga keberlangsungan
sebuah perguruan tinggi perlu pendekatan model manajemen sumber
daya manusia yang tepat dalam mengelola terutama dalam
pengembangan dosen dan pegawai. Hal ini didasarkan atas alasan bahwa
keberhasilan Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kualitas lulusannya
terletak pada proses belajar mengajar, dan salah satu instrumen stratejik
dalam proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi adalah
ketersediaannya tenaga dosen yang berkualitas dan profesional
dibidangnya serta dukungan kinerja pegawai yang optimal. Peranan
pimpinan dan lingkungan serta kondisi kerja yang memberikan kepuasan
kerja pada dosen merupakan faktor-faktor yang memberikan kontribusi
bagi peningkatan kinerja dosen.
Mengingat peran Sumber Daya Manusia (dosen dan tenaga pendidik)
yang begitu vital dan penggerak utama kehidupan perguruan tinggi maka
rekrutmen menjadi salah satu bagian terpenting dalam keseluruhan proses
manajemen sumber daya manusia di Politeknik Negeri Sambas. Identifikasi
kebutuhan dosen dilakukan dengan mendasarkan diri pada data rasio
dosen dan mahasiswa masing-masing program studi. Politeknik Negeri
Sambas berupaya mengimplementasikan sistem pengelolaan sumber daya
manusia berbasis performance-based budgeting dan reformasi birokrasi.
Pengembangan SDM berbasis kinerja terus diupayakan untuk memenuhi
dinamika pekerjaan. Pengembangan Dosen diwujudkan dalam bentuk
pemberian tugas/ijin belajar. Selain dosen, pengembangan tenaga
kependidikan dilakukan melalui program Pendidikan dan pelatihan (diklat),
bimbingan teknis (bimtek), pelatihan maupun studi banding. Program
pelatihan tersebut didasarkan pada kebutuhan dalam rangka peningkatan
kompetensi/ketrampilan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Misalnya
Diklat Fungsional Bendahara, Pelatihan Pengelolaan Arsip, Diklat
Peningkatan Kemampuan Teknis Pengelolaan Kepegawaian dan lainnya.
Komitmen Direktur untuk memfasilitasi pengembangan diri dan
peningkatan kualitas baik bagi dosen maupun tenaga kependidikan salah
satunya melalui support dana tiap tahunnya.
Politeknik Negeri Sambas mempunyai dosen hingga tahun 2020
sebanyak 86 orang dengan kualifikasi S2=86 orang (100%). Rasio dosen
dan mahasiswa yang dimiliki Politeknik Negeri Sambas yaitu 1:18 secara
keseluruhan menunjukkan rasio yang ideal, yaitu kurang dari 1:30. Tenaga
kependidikan yang dimiliki Politeknik Negeri Sambas sebanyak 85 orang.
Dalam rangka meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga
kependidikan antara lain dilakukan melalui program pendidikan dan
pelatihan sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan dan kebutuhan
unit kerja masing- masing. Program pendidikan dan pelatihan mengacu
pada standar kompetensi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dalam memberikan layanan
melalui beberapa program berikut:
1. Program pengelolaan SDM sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalisme;
362
2. Fasilitasi peningkatan kompetensi fungsional tenaga kependidikan;
3. Fasilitasi studi lanjut tenaga kependidikan.
Kekuatan pada komponen ini yaitu sumber daya manusia Poltesa
masih muda dan potensial. Sedangkan kelemahannya yaitu kompetensi-
kompetensi yang diharapkan dari sumber daya manusia Poltesa masih
belum merata.

363
Sistem Alokasi dana di Politeknik Negeri Sambas telah mengacu asas
akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi. Pengelolaan pendanaan
Politeknik Negeri Sambas juga menganut prinsip penganggaran
partisipatif, yakni sistem penganggaran yang melibatkan secara aktif
semua jenjang manajemen, mulai dari prodi, jurusan dan rektorat.
Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian, RIP, Renstra, dan Statuta,
Renja/PK Poltesa disusun setiap tahun. Renja/PK ini menjadi rujukan dalam
penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL)
dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Pada akhir
tahun setiap program dievaluasi melalui dokumen Sistem Laporan
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan Laporan Keuangan
dengan menggunakan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dan Sistem
Akuntansi Keuangan (SAK).
Poltesa memiliki aset kampus seluas 100.126 m2, sebagian
digunakan untuk bangunan prodi, rektorat, perpustakaan, masjid, kantin,
tempat parkir, bengkel/laboratorium dan UPT. Dalam rangka
memanfaatkan seluruh lahan kampus secara optimal, Poltesa telah
memiliki Master Plan 2015 yang menjadi acuan dalam pengembangan
Poltesa5tahun ke depan. Ketersediaan sarana dan prasarana dalam
konteks pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sangat penting karena
tugas dan fungsi perguruan tinggi diantaranya adalah penyelenggaraan
pendidikan tinggi, Oleh karenanya, ketersediaan saranaprasarana ini
dijadikan salah satu prioritas program. Sekalipun masih terdapat
keterbatasan, sarana dan prasarana yang ada dioptimalkan
penggunaannya untuk menyokong proses pembelajaran.
Perkembangan kemajuan teknologi secara tidak langsung
berimplikasi pada tuntutan pemenuhan sarana dan prasarana yang dapat
memberikan daya dukung tinggi terhadap pelaksanaan dan
penyelenggaraan Tridharma. Pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan
sarana dan prasarana pendukung kegiatan admistrasi perkantoran, proses
belajar mengajar, dan kegiatankemahasiswaan yang berkaitan dengan
prasarana gedung, ruang kantor dan ruangperkuliahan, ruang UPT
dilakukan bersama-sama antara Prodi, Jurusan, UPT dan BAUK. Dalam
pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan sarana dan prasarana
Poltesa mengacu kepada: Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
6 Tahun 2006 tentangPengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 96/PMK.06/2007
tentangTata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan
dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara.
Untuk Sistem Informasi, POLTESA sudah memiliki akses internet gratis
untuk mahasiswa, dosen dan pegawai menggunakan wifi maupun kabel
pada masing- masing prodi dan gedung-gedung unit. Sistem Informasi
Akademik (SIAKAD) dan Jaringan Alumni sudah terintegrasi dalam satu
sistem komputerisasi melalui website resmi POLTESA
[Link] Seiring bertambahnya mahasiswa dan program
364
studi baru di POLTESA membuat jamak unit-unit yang menjadi sumber
informasi formal POLTESA sehingga dalam produksi dan distribusi
informasi menjadi tidak konsisten, kontradiktif satu sama lain. Hal ini yang
mendukung POLTESA untuk mengiplementasikan sebuah sistem yang
terkomputasi. Pada akhir tahun 2019 SIAKAD POLTESA terimplementasi
dimana sistem ini dapat mengakomodasi informasi pembelajaran dari tiap-
tiap prodi yaitu [Link]
Pada komponen ini, sumberdaya keuangan yang memadai, dan sarana

365
prasarana yang tersedia menjadi kekuatan. Sedangkan kelemahan
terdapat pada lemahnya pengelolaan keuangan, dan sarana prasarana
belum terstandar.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi,
bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaian yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
Kurikulum yang digunakan saat ini di Poltesa adalah Kurikulum Pendidikan
Tinggi (KPT) atau dikenal juga dengan kurikulum 2012. Dalam KPT ada 8
(delapan) komponen utama yaitu Profil Lulusan, Kompetensi Lulusan,
Bahan Kajian, Kedalaman dan Keluasan Kajian, Distribusi ke dalam Mata
Kuliah, Struktur Kurikulum, Rancangan Pembelajaran dan Metode
Pembelajaran. Ciri utama pada KPT adalah : 1). Mengutamakan kesertaan
capaian pembelajaran (mutu), 2). Terdiri dari sikap dan tata nilai,
penguasaan keilmuan, kemampuan kerja, kewenangan dan tanggung
jawab, 3). Perumusan capaian pembelajaran minimal tercantum dalam
SNPT, dan 4). Hasil kesepakatan prodi sejenis. Kurikulum dapat berperan
sebagai: 1) Sumber kebijakanmanajemen pendidikan tinggi untuk
menentukan arah penyelenggaraan pendidikannya;(2) Filosofi yang akan
mewarnai terbentuknya masyarakat dan iklim akademik; (3) Patron atau
pola pembelajaran, yang mencerminkan bahan kajian, cara penyampaian
dan penilaian pembelajaran; (4) Atmosfer atau iklim yang terbentuk dari
hasil interaksi manajerial PT dalam mencapai tujuan pembelajarannya; (5)
Rujukan kualitas dari proses penjaminan mutu; serta (6) ukuran
keberhasilan PT dalam menghasilkan lulusan yang bermanfaat bagi
masyarakat. Dari penjelasan ini, nampak bahwa kurikulum tidak hanya
berarti sebagai satu dokumen saja, namun merupakan suatu rangkaian
proses yang sangat krusial dalam pendidikan.
Kehidupan di abad XXI memerlukan perubahan paradigma pendidikan
tinggi yang bersifat mendasar. UNESCO (1998) menjelaskan bahwa untuk
melaksanakan perubahan besar di pendidikan tinggi tersebut, dipakai dua
basis landasan, berupa empat pilar pendidikan: (i) learning to know, (ii)
learning to do yang bermakna pada penguasaan kompetensi dari pada
penguasaan ketrampilan menurut klasifikasi ISCE (International Standard
Classification of Education) dan ISCO (International Standard Classification of
Occupation), dematerialisasi pekerjaan dan kemampuan berperan untuk
menanggapi bangkitnya sektor layanan jasa, dan bekerja di kegiatan
ekonomi informal, (iii) learning to live together (with others), dan (iv) learning to
be, serta; belajar sepanjang hayat (learning throughout life). Empat pilar
pendidikan tersebut sebenarnya merupakan satu kesatuan utuh.
Pengelompokan pilar hanya mencirikan pengutamaan substansi materi
dan proses pembelajaran. Hal ini berarti bahwa kompetensi sebagai ciri
utama dari penguasaan learning to do dari suatu materi pembelajaran tidak
dapat dipisahkan dengan elemen kompetensi yang terkandung dalam
learning to know, learning to live together, dan learning to be dari materi yang
bersangkutan atau materi‐ materi pembelajaran lainnya. Oleh karenanya,
366
pemisahan antara materi pembelajaran atas hard skill dan soft skill dalam satu
kurikulum tidak berlaku lagi. Makna arti hard skill dan soft skill diakomodasi
dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan dimensi proses kognitif,
afektif, dan psikomotor.
Dalam melaksanakan proses pembelajaran yang baik, masih ada
beberapa dosen yang kurang pemahamannya atau dosen kurang perduli
terhadap capaian pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, serta
cara penilaian yang tepat. Ada

367
anggapan bahwa dengan tatap muka sekali dalam satu minggu telah
melakukan pembelajaran sesuai dengan tuntutan aturan yang ada. Hal ini
dikarenakan pemahaman ukuran pembelajaran yang baik adalah jumlah
tatap muka di kelas. Disamping itu, sistem penjaminan mutu pendidikan
sering tidak berfungsi dengan baik, seperti sistem pendukung terkait
dengan tata kelola sumber daya manusia, sarana prasarana dan
lingkungan pembelajaran, sistem pelayanan, monitoring dan evaluasi serta
tindak lanjut dari hasil evaluasi. Sering yang menjadi alasan tidak
berkembangnya sistem pembelajaran dengan baik adalah kurangnya
pendanaan. Walaupun pendanaan merupakan bagian dari perencanaan
yang krusial dalam mendirikan atau mengembangkan program studi,
namun nilai‐nilai dalam pembelajaran semestinya tetap menjadi prioritas.
Di sisi lain, tidak sedikit perguruan tinggi yang telah menerapkan sistem
penjaminan mutu pendidikan dengan baik, mampu mengembangkan nilai‐
nilai internalnya untuk memenuhi kebutuhan stakeholders yang dinamis.
Perguruan tinggi seperti ini dengan mudah mendapatkan pengakuan dari
masyarakat lokal sekitarnya, nasional dan bahkan internasional. Sistem
pembelajaran merupakan bagian penting untuk mampu menghasilkan
lulusan yang berdaya saing tinggi. Sistem pembelajaran yang baik mampu
memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk membuka
potensi dirinya dalam menginternalisasikan knowledge, skills dan attitudes
serta pengalaman belajar sebelumnya.
Dengan dikeluarkannya Permendikbud No. 49 Tahun 2014 tentang
Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Program Studi dituntut untuk
menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kualifikasi KKNI. Demikian pula
sistem penjaminan mutu pendidikannya mesti mampu mengendalikan
proses pendidikan dengan baik merujuk pada level kualifikasi KKNI. Selain
itu materi pembelajaran umumnya disusun tidak mengikuti taksonomi
dimensi pengetahuan yang akan dicapai dan dimensi proses kognitif
urutan serta cara penyampaiannya. Oleh karenanya, proses pembelajaran
yang banyak dipraktekkan sekarang ini sebagian besar berbentuk
penyampaian secara tatap muka (lecturing), atau penyampaian secara
searah (dari dosen kepada mahasiswa). Pada saat mengikuti kuliah atau
mendengarkan ceramah, mahasiswa akan kesulitan untuk mengikuti atau
menangkap makna esensi materi pembelajaran, sehingga kegiatannya
sebatas membuat catatan yang kebenarannya diragukan. Disamping itu
ada kecenderungan lain yaitu mahasiswa saat ini kurang mampu
menyimak. Hal ini terjadi sebagai akibat dari ketergantungan pada bahan
tayang dan fotocopy bahan tayang dari dosen. Mahasiswa kurang terbiasa
dengan mencatat dengan menggunakan model “mind mapping” atau model
“taking notes” lainnya. Mereka merasa tenteram karena bahan tayang dalam
bentuk power point dapat diperoleh dari dosennya. Kebiasaan semacam ini
perlu diubah, karena mahasiswa menjadi pasif. Pola proses pembelajaran
dosen aktif dengan mahasiswa pasif ini efektifitasnya rendah, dan tidak
dapat menumbuhkembangkan proses partisipasi aktif dalam
368
pembelajaran. Keadaan ini terjadi sebagai akibat elemen‐elemen
terbentuknya proses partisipasi yang berupa,
(i) dorongan untuk memperoleh harapan (effort), (ii) kemampuan mengikuti
proses pembelajaran, dan (iii) peluang untuk mengungkapkan materi
pembelajaran yang diperolehnya di dunia nyata/masyarakat tidak ada atau
sangat terbatas. Intensitas pembelajaran mahasiswa umumnya meningkat
(tetapi tetap tidak efektif), terjadi pada

369
saat‐saat akhir mendekati ujian. Itupun terlihat dari rajinnya mereka
mengumpulkan bahan untuk ujian. Akibatnya mutu materi dan proses
pembelajaran sangat sulit untuk diases. Dosen menjadi pusat peran dalam
pencapaian hasil pembelajaran dan seakan‐ akan menjadi satu‐satunya
sumber ilmu.
Perubahan pendekatan dalam pembelajaran dari TCL menjadi SCL
adalah perubahan paradigma, yaitu perubahan dalam cara memandang
beberapa hal dalam pembelajaran, yakni; a) pengetahuan , dari
pengetahuan yang dipandang sebagai sesuatu yang sudah jadi yang
tinggal ditransfer dari dosen ke mahasiswa, menjadi pengetahuan
dipandang sebagai hasil konstruksi atau hasil transformasi oleh
pembelajar, b) belajar, belajar adalah menerima pengetahuan (pasif‐
reseptif) menjadi belajar adalah mencari dan mengkonstruksi
pengetahuan, aktif dan spesifik caranya,
c) pembelajaran, dosen menyampaikan pengetahuan atau mengajar
(ceramah dan kuliah) menjadi dosen berpartisipasi bersama mahasiswa
membentuk pengetahuan.
Dengan paradigma ini maka tiga prinsip yang harus ada dalam
pembelajaran SCL adalah (a) memandang pengetahuan sebagai satu hal
yang belum lengkap, (b) memandang proses belajar sebagai proses untuk
merekonstruksi dan mencari pengetahuan yang akan dipelajari; serta (c)
memandang proses pembelajaran bukan sebagai proses pengajaran
(teaching) yang dapat dilakukan secara klasikal, dan bukan merupakan
suatu proses untuk menjalankan sebuah instruksi baku yang telah
dirancang. Proses pembelajaran adalah proses dimana dosen menyediakan
berbagai macam strategi dan metode pembelajaran dan paham akan
pendekatan pembelajaran mahasiswanya untuk dapat mengembangkan
potensi yang dimilikinya. Ciri metode pembelajaran SCL sesuai unsurnya
dapat dirici sebagai berikut: dosen, berperan sebagai fasilitator dan
motivator; mahasiswa, harus menunjukkan kinerja, yang bersifat kreatif
yang mengintergrasikan kemampuan kognitif, psikomotorik dan afeksi
secara utuh; proses interaksinya, menitikberatkan pada “method of inquiry
and discovery”; sumber belajarnya, bersifat multi demensi, artinya bisa
didapat dari mana saja; dan lingkungan belajarnya, harus terancang dan
kontekstual.
Proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler wajib dilakukan
secara sistematis dan terstruktur melalui berbagai mata kuliah dengan
beban belajar yang terukur dan menggunakan metode pembelajaran yang
efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah. Metode pembelajaran yang

Small Group Discussion; (2) Role‐Play & Simulation; (3) Case Study; (4) Discovery
dapat dipilih untuk pelaksanaan pembelajaran mata kuliah antara lain: (1)

Learning (DL); (5) Self‐Directed Learning (SDL); (6) Cooperative Learning (CL); (7)
Collaborative Learning (CbL); (8)Contextual Instruction (CI); (9) Project Based
Learning (PjBL); dan (10) Problem Based Learning and Inquiry (PBL). Selain
kesepuluh model tersebut, masih banyak model pembelajaran lain yang
370
belum dapat disebutkan satu persatu, bahkan setiap pendidik/dosen dapat
pula mengembangkan model pembelajarannya sendiri.
Politeknik Negeri Sambas sebagai Institusi Perguruan Tinggi Negeri
bertanggung jawab dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan
berdaya saing. Dalam mencapai target mutu lulusan, seluruh program
studi telah membuat standar kompetensi lulusan. Beberapa faktor yang
dapat menjadi indikator dan berpengaruh terhadap efektifitas dan nilai
tambah institusi dalam menghasilkan lulusan yang sesuai dengan standar
kompetensi diantaranya adalah; kualitas input mahasiswa, kualitas

371
proses pembelajaran, kualitas tenaga pengajar, dan kualitas sarana dan
prasarana pendukung. Proses Penjaminan Mutu Pembelajaran dilakukan
melalui berbagai tahapan mulai perencanaan, pelaksanaan,monitoring dan
evaluasi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dimulai dengan
penyusunan kurikulum, penyusunan silabus, penyusunan
RPS/SAP,Penyusunan Bahan ajar dan Kontrak perkuliahan.
Kurikulum program studi yang ada di Politeknik Negeri Sambas telah
mengakomodir kurikulum yang bermuatan nasional tanpa melupakan
kearifan lokal. Mengingat kondisi geografis Politeknik Negeri Sambas
berada di wilayah perbatasan dengan Malaysia, maka kurikulum yang
dikembangkan juga menyisipkan muatan- muatan internasional. Selain itu,
dalam menunjang keahlian dan daya saing lokal, nasional maupun
internasional, maka diciptakan kursus-kursus penunjang berupa kursus
bahasa inggris, kursus komputer, dan kursus las. Kegiatan-kegiatan lain
berupa kegiatan yang diorganisir oleh mahasiswa dalam bentuk unit
kegiatan mahasiswa. Pembentukan kurikulum menghendaki adanya
penentuan standar kompetensi di masing-masing mata kuliah yang ada.
Penentuan standar kompetensi biasanya disesuaikan dengan standar
kompetensi lulusan dari suatu program studi. Standar kompetensi yang
telah disusun dijadikan acuan atau standar kompetensi atau keahlian yang
harus dimiliki oleh setiap mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah
tersebut. Kurikulum yang berlaku di Poltesa sudah relevan dengan
perkembangan jaman, namun kurikulum tersebut masih belum dilengkapi
dengan perangkat pendukung kurikulum yang memadai.
Berdasarkan besaran dan jumlah penelitian yang dihimpun lembaga
sudah terlaksana dapat dilihat dari aspek kecukupan dan kewajaran dinilai
cukup memadai mengingat Politeknik Negeri Sambas masih dalam proses
pengembangan. Penelitian yang dilakukan sejalan dengan visi dan misi
yang dirumuskan sehingga mampu mengembangkan dan meningkatkan
kualitas para dosen dan berguna bagi masyarakat. Arah Pengembangan
Penelitian dan Pelaksanaan penelitian diupayakan untuk: 1). Penelitian
sebagai proses belajar para dosen dan mahasiswa, yakni dalam rangka
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, 2). Terbentuknya
komunitas peneliti secara intensif dan konsisten yang sesuai dengan
bidangnya, 3). Penelitian diarahkan kepada penelitian ilmu terapan yang
berdaya guna bagi masyarakat, pemerintah dan industry, dan 4).
Peningkatan jumlah kerja sama dibidang penelitian. Pusat Penelitian dan
Pengabdian Pada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Sambas memiliki
tugas utama :1). Penyelenggaraan berbagai kegiatan ilmiah penelitian
terapan yang berdaya guna bagi masyarakat dan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi,
2). Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait yang berhubungan
dengan ilmu pengetahuan dan atau seni, 3). Mengupayakan publikasi hasil
penelitian dosen baik di tingkat lokal maupun nasional, 4). Mengupayakan
para dosen untuk mendapatkan hibah penelitian dari instansi terkait, 5).
372
Penerbitan jurnal Ilmiah, dan 6). Menyediakan pedoman berupa standar
penelitian dan pengembangan keilmuan sebagai acuan dalam rangka
menghasilkan penelitian yang bermutu. Kendala yang dihadapi :1).
Motifasi dosen dalam hal penelitian masih perlu ditingkatkan, 2).
Kompetensi dosen dalam bidang penelitian masih perlu ditingkatkan
seperti antara lain dalam hal pembuatan proposal, sehingga sulit
berkompetisi untuk memperoleh dana dana hibah penelitian baik dari
Dikti, Kopertis, pemerintah daerah, industri maupun

373
institusi lainnya, 3). Kurangnya kegiatan dalam hal pembekalan penelitian
bagi para dosen, dan 4). Kurangnya dukungan dari instansi terkait dalam
pelaksanaan penelitian. Berdasarkan besaran dan jumlah pengabdian
kepada masyarakat yang dihimpun lembaga yang sudah terlaksana
terlihat dari aspek kecukupan dan kewajaran dinilai cukup memadai.
Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan sejalan dengan visi dan
misi yang dirumuskan sehingga mampu mengembangkan dan
meningkatkan kualitas para dosen dan berguna bagi masyarakat.
Pelaksanaan pengabdian masyarakat diarahkan dalam rangka penerapan
ilmu dan teknologi yang telah dikembangkan di Perguruan Tinggi,
khususnya dari hasil berbagai penelitian. Kegiatan ini dilakukan secara
individual maupun kelompok oleh civitas akademika Politeknik Negeri
Sambas. Arah pengembangan program pengabdian kepada
masyarakat diorientasikan untuk membantu memecahkan berbagai
permasalahan yang ada di masyarakat, industri dan pemerintah dengan
cara: 1). Membuat jaringan yang seluas-luasnya dengan berbagai pihak
sehingga terjalin koordinasi yang baik seperti dalam penyusunan rencana
program dan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
dengan berbagai pihak, 2). Membangkitkan minat, penghayatan dan
motivasi kepada para dosen dan mahasiswa dalam rangka
membangun masyarakat melalui program-program
pengabdian kepada masyarakat, 3).
Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan
prasarana dalam rangka meningkatkan
program pengabdian kepada masyarakat, 4). Mengembangkan daerah
binaan khusus bagi kegiatan pengabdian kepada masyarakat sehingga
kegiatan pelayanan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
Dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Politeknik
Negeri Sambas secara umum kendala yang dihadapi disebabkan oleh dua
faktor, yaitu: 1). Faktor internal, dimana keterlibatan dosen dalam
pengabdian kepada masyarakat masih terbatas disebabkan oleh
konsentrasi terhadap pembelajaran, dan 2). Faktor eksternal, dimana
akses jaringan yang masih terbatas. Keterbatasan ini meliputi dukungan
dana dan kebijakan sehingga program pengabdian kepada masyarakat
belum bisa dilaksanakan secara
optimal.
Berdasarkan perkembangan peneliltian dan pengabdian kepada
masyakarat Politeknik Negeri Sambas beberapa tahun terakhir dapat
dilihat bahwa Minat dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian
kepada mayarakat sangat tinggi. Namun luaran (output) dari penelitian
dan pengabdian masyarakat masih sangat rendah.
Politeknik Negeri Sambas berada di Kabupaten Sambas Provinsi
Kalimantan Barat yang termasuk katagori daerah 3T (Terdepan, Terluar,
Tertinggal). Secara geografis kabupaten Sambas berbatasan langsung
dengan Negara Malaysia. Sebelah Utara berbatasan dengan Serawak
374
(Malaysia) dan Laut Natuna, sebelah Selatan berbatasan dengan kota
Singkawang dan kabupaten Bengkayang, sebelah Barat berbatasan
dengan Laut Natuna dan sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten
Bengkayang dan Serawak (Malaysia). Sebelah Barat berhadapan dengan
Laut Natuna dan Laut Cina Selatan yang dilintasi kapal-kapal perdagangan
yang menuju Selat Malaka. Kondisi geografis ini jika dikaitkan dalam
konteks IPOLEKSOSBUDHANKAM sangat strategis sekali bagi
kelangsungan dan keutuhan wilayah NKRI. Dengan demikian, keberadaan
Politeknik Negeri Sambas harus dapat mengambil peran penting melalui
Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk ikut andil dalam konteks tersebut.

375
Melihat kondisi tersebut, Politeknik Negeri Sambas memiliki Posisi
yang sangat strategis di wilayah perbatasan dengan Malaysia, yang mana
ini merupakan peluang yang baik. Namun ancaman datang dari Persaingan
dengan PT lain yang juga berada tidak jauh dari daerah perbatasan namun
sudah lama dan merupakan perguruan tinggi besar.
Kebijakan pemerintah yaitu untuk memperkuat kemampuan
sumberdaya manusia dan IPTEK, perlu dipertimbangkan sebagai rujukan
strategis untuk perubahan orientasi dan posisi pendidikan politeknik.
Tuntutan skilled dan knowledge worker baik secara nasional maupun
international perlu diadaptasikan dalam sistem dan proses pembelajaran,
demikian pula pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi
sangat krusial. Di lain pihak, dalam konteks penelitian (inovasi) dan
pengabdian pada masyarakat (alih pengetahuan dan solusi menyeluruh),
tuntutan stakeholders cenderung meningkat, baik dari tingkat kesulitannya,
jenis, kualitas dan jumlah pelayanannya. Oleh karena itu, saat ini
Pendidikan vokasi khsususnya Politeknik mendapat perhatian khusus
dalam pengembangan Pendidikan ke depan. Hal ini menjadikan Kebijakan
pemerintah mendukung PT vokasi kuat menjadi peluang besar bagi
Poltesa. Namun di sisi lain minat calon mahasiswa masuk ke Poltesa dari
Pendidikan vokasi setingkat SMK juga rendah.
Politeknik Negeri Sambas dan stakeholders memiliki banyak ruang
untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan, khususnya dalam
bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Poltesa dan beberapa stakeholders adalah mitra strategis yang telah
bertahun-tahun melakukan kerjasama. Banyak hal telah dilakukan untuk
meningkatkan hubungan kerjasama, antara lain dengan mengadakan
pembahasan VMTS, kurikulum, magang yang melibatkan semua
pemangku kepentingan. Hal yang penting untuk digaris bawahi adalah
mengenai kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama. Pentingnya
kolaborasi antara Poltesa dengan instansi pemerintah, organisasi, dunia
usaha, dunia industri dalam upaya membuka akses kerjasama dan
meningkatkan produktivitas dan kinerja lembaga. Poltesa bahkan
berinisiatif mendirikan Kelompok kerja (Pokja) Kerjasama berfungsi untuk
menjembatani Poltesa dan mitra. Saat ini, tersedia potensi dan
kesempatan besar bagi poltesa untuk melaksanakan kemitraan dengan
stakholders. Namun, di sisi lain kebutuhan DUDI semakin komplek yang
belum tentu dapat dipenuhi oleh Poltesa. Setiap tahun Politeknik Negeri
Sambas, selalu melakukan rekrutmen terhadap lulusan SMA sederajat.
Tingginya jumlah lulusan SMA sederajat di Kabupaten Sambas,
Bengkayang dan Kota Singkawang setiap tahun merupakan peluang besar
yang dapat menjadi sumber-sumber input calon mahasiswa ke
Politeknik Negeri Sambas. perguruan tinggi-perguruan tinggi ternama,
yang besar dan sudah lama di daerah Kalimantan Barat menjadi
ancaman tersendiri dalam hal perekrutan calon
mahasiswa.
376
Dengan meningkatnya pendanaan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat baik untuk pendanaan nasional maupun dari Poltesa sendiri,
semakin memperbesar peluang para peneliti/pengabdi untuk mendapatkan
kegiatan penelitian dan atau pengabdian kepada masyarakat dari berbagai
sumber pendanaan. Hal ini dilakukan demi meningkatkan peran Poltesa
dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi. Oleh karena itu,
bagi para peneliti/pengabdi yang telah memperoleh

377
kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui dana
nasional tetap diperkenankan untuk memperoleh kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat melalui dana Poltesa. Luaran dalam
bentuk publikasi terutama jurnal, baik berupa prosiding ataupun jurnal
terindeks, masih menjadi prioritas utama disamping prototipe/purwarupa
dan HKI, meskipun dalam kondisi sekarang tingkat publikasi masih rendah.
Oleh karena itu dengan semakin banyak usulan penelitian dan pengabdian
masyarakat yang didanai, diharapkan semakin meningkatkan publikasi
Poltesa, baik dari segi kualitas maupun kuantitas dalam rangka
mensukseskan Visi Poltesa Unggul. Pada komponen ini, Peneliti/pengabdi
memiliki peluang besar mendapatkan Alokasi dana Penelitian dan PKM dari
luar. Namun di sisi lain Persyaratan Penelitian dan PKM tersebut semakin
berat.
Seiring pengembangan pendidikan vokasi, pemerintah terus
melakukan langkah- langkah strategis, utamanya menggiatkan kerja sama
satuan pendidikan vokasi yang melibatkan dunia usaha dan industri
(DUDI). Upaya kerja sama ini perlu terus dilakukan untuk mengembangkan
sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan kompeten sesuai dengan
perkembangan zaman. Peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui
peningkatan kompetensi bagi instruktur/dosen, tenaga kependidikan dan
peserta didik, penyediaan instruktur/dosen tamu dari DUDI di satuan
pendidikan vokasi, pengembangan dan pemanfaatan sarana dan
prasarana, fasilitasi pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi
instruktur/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik, fasilitasi
pelaksanaan praktik kerja lapangan dan/atau magang, dan fasilitasi
rekrutmen lulusan pendidikan vokasi, serta fasilitasi pemberian beasiswa.
Dengan terbuka lebarnya akses Kesempatan peningkatan pendidikan dan
pelatihan yang semakin luas menjadi peluang yang sangat baik bagi
pengembanga Poltesa. Namun di sisi lain, dengan adanya wabah pandemi
yang berlangsung, menjadi ancaman tersendiri untuk pelaksanaand
kegiatan Pendidikan dan pelatihan tersebut.
Berdasarkan hasil dari analis antar komponen seperti tersebut di atas,
dengan melakukan resume terhadap faktor-faktor dominan yang
berpengaruh signifikan dari masing-masing komponen berdasarkan
deskripsi SWOT setiap komponen, maka dilakukan analisis SWOT. Tabel
Analisi SWOT secara keseluruhan seperti tertera pada tabel di bawah ini.

378
Tabel 44. Faktor Internal

Kekuatan (Strenghts) Kelemahan (Weaknesses)


Keterlibatan pihak eksternal W1 Implementasi VMTS lambat
S1 dalam penyusunan VMTS

S2 Status perguruan tinggi negeri W2 Institusi belum terakreditasi


OTK sesuai Permendikbud no 15 W3 Implementasi OTK belum ideal
S3 Thn 2013

S4 Dokumen SPMI tersedia W4 Siklus SPMI belum optimal

S5 Memiliki kerjasama dengan mitra W5 Kerjasama DUDI masih rendah

S6 Proporsi beasiswa besar Input kualitas dan kuantitas


W6 calon mahasiswa rendah

S7 SDM muda dan potensial W7 Kompetensi SDM belum merata

S8 Sumberdaya Keuangan memadai W8 Pengelolaan keuangan lemah

S9 Sarana prasarana tersedia W9 Sarana prasarana belum terstandar


Perangkat pendukung kurikulum
S10 Kurikulum sudah relevan W10
belum
memadai
Minat dosen tinggi dalam penelitian W11 Luaran penelitian dan PKM rendah
S11 dan PKM

Tabel 45. Faktor Eksternal

Peluang (Opportunities) Ancaman (Threats)


Posisi strategis di wilayah perbatasan Persaingan dengan PT lain yang
O1 dengan Malaysia T1
sudah
besar
Kebijakan pemerintah mendukung PT T2 Minat calon mahasiswa dari SMK
O2 vokasi kuat
rendah
Kesempatan besar kerjasama dengan Kebutuhan industri yang semakin
O3 stakeholders T3 komplek

O4 Iptek semakin berkembang Tuntutan kualitas lulusan menguasai


T4 iptek tinggi
Jumlah lulusan SMA sederajat semakin T5 Persaingan rekrutmen mahasiswa
O5 tinggi
tinggi
Alokasi dana Penelitian dan PKM Persyaratan Penelitian dan PKM
O6 dari luar semakin besar T6 semakin berat
Kesempatan peningkatan T7 Wabah Pandemi
O7 pendidikan dan pelatihan
semakin luas

379
Setelah teridentifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman.
Kemudian melakukan Analisis Matriks IFE (Internal Faktor Evaluation Matrix)
dan Analisis Matriks EFE (External Faktor Evaluation Matrix) untuk
mendapatkan skor dari hasil pembobotan dan rating.

Tabel 46. Analisis Matriks IFE


Faktor Internal Bobot Rating Skor

Strengths
S1 Keterlibatan pihak eksternal dalam penyusunan 0,052 2,8 0,146
VMTS
S2 Status perguruan tinggi negeri 0,052 4,0 0,209
S3 OTK sesuai Permendikbud no 15 Thn 2013 0,046 2,6 0,120
S4 Dokumen SPMI tersedia 0,046 3,4 0,156
S5 Memiliki kerjasama dengan mitra 0,044 2,2 0,097
S6 Proporsi beasiswa besar 0,047 2,8 0,132
S7 SDM muda dan potensial 0,047 2,4 0,113
S8 Sumberdaya Keuangan memadai 0,047 2,6 0,122
S9 Sarana prasarana tersedia 0,047 2,6 0,123
S10 Kurikulum sudah relevan 0,047 2,6 0,123
S11 Minat dosen tinggi dalam penelitian dan PKM 0,046 2,2 0,102
Sub Total 0,5 1,442
Weaknesses
W1 Implementasi VMTS lambat 0,040 2,600 0,104
W2 Institusi belum terakreditasi 0,047 3,400 0,158
W3 Implementasi OTK belum ideal 0,042 2,600 0,108
W4 Siklus SPMI belum optimal 0,044 2,800 0,123
W5 Kerjasama DUDI masih rendah 0,043 2,800 0,120
W6 Input kualitas dan kuantitas calon mahasiswa 0,042 2,600 0,110
rendah
W7 Kompetensi SDM belum merata 0,048 2,800 0,135
W8 Pengelolaan keuangan lemah 0,042 2,800 0,116
W9 Sarana prasarana belum terstandar 0,042 2,400 0,100
W10 Perangkat pendukung kurikulum belum memadai 0,043 3,000 0,130
W11 Luaran penelitian dan PKM rendah 0,045 2,800 0,126
Sub Total 0,5 1,333

380
Tabel 47. Analisis Matriks EFE

Faktor Ekternal Bobot Rating Skor

Opportunities
O1 Posisi strategis di wilayah perbatasan dengan Malaysia 0,079 3,6 0,284
O2 Kebijakan pemerintah mendukung PT vokasi kuat 0,076 3,6 0,272
O3 Kesempatan besar kerjasama dengan stakeholders 0,075 3,0 0,225
O4 Iptek semakin berkembang 0,071 3,2 0,226
O5 Jumlah lulusan SMA sederajat semakin tinggi 0,063 2,4 0,151
O6 Alokasi dana Penelitian dan PKM dari luar semakin besar 0,079 2,8 0,221
O7 Kesempatan peningkatan pendidikan dan pelatihan semakin 0,069 2,6 0,178
luas
Sub Total 0,5 1,559

Threats
T1 Persaingan dengan PT lain yang sudah besar 0,069 2,4 0,166
T2 Minat calon mahasiswa dari SMK rendah 0,065 2,2 0,144
T3 Kebutuhan industri yang semakin komplek 0,069 2,4 0,164
T4 Tuntutan kualitas lulusan menguasai iptek tinggi 0,071 3,0 0,214
T5 Persaingan rekrutmen mahasiswa tinggi 0,065 2,4 0,157
T6 Persyaratan Penelitian dan PKM semakin berat 0,067 2,2 0,148
T7 Wabah Pandemi 0,082 2,0 0,164
Sub Total 0,5 1,157

Setelah memberikan bobot dan rating pada faktor-faktor internal


dan eksternal. Langkah selanjutnya adalah melakukan melakukan
perumusan strategi-strategi alternatif dengan analisis SWOT, yaitu analisis
kekuatan-kelemahan (Strenghts- Weaknesses) dan peluang-ancaman
(Opportunities-Threats). Matriks SWOT akan menghasilkan empat macam
strategi-strategi alternative, yaitu; a) strategi Strenghts- Opportunities (SO), b)
strategi Strenghts-Threats (ST), c) strategi Weaknesses- Opportunities (WO), dan
d) strategi Weaknesses-Threats (WT). Adapun perumusan strategi-strategi
alternatif adalah sebagai berikut:

381
Tabel 48. Matriks SWOT
Kekuatan (S) Kelemahan (W)
Faktor
Internal 5. Keterlibatan pihak eksternal 6. Implementasi VMTS lambat
dalam penyusunan VMTS 7. Institusi belum terakreditasi
6. Status perguruan tinggi negeri 8. Implementasi OTK belum ideal
7. OTK sesuai Permendikbud No 15 9. Siklus SPMI belum optimal
Thn 2013 10. Kerjasama DUDI masih rendah
8. Dokumen SPMI tersedia 11. Input kualitas dan kuantitas
9. Memiliki kerjasama dengan calon mahasiswa rendah
mitra 12. Kompetensi SDM belum merata
[Link] beasiswa besar 13. Pengelolaan keuangan lemah
[Link] muda dan potensial 14. Sarana prasarana belum
[Link] Keuangan terstandar
memadai 15. Perangkat pendukung
[Link] prasarana tersedia kurikulum belum memadai
Faktor [Link] sudah relevan 16. Luaran penelitian dan PKM
Eksternal [Link] dosen tinggi dalam rendah
penelitian dan PKM
Peluang (O)
Strategi S-O Strategi W-O
3. Posisi strategis di
wilayah perbatasan 1. Sosialisasi VMTS ke pihak 1. Sosialisasi VMTS ke pihak
dengan Malaysia internal dan eksternal internal Poltesa
4. Kebijakan pemerintah Poltesa 2. Penguatan koordinasi
mendukung PT vokasi kuat 2. Penguatan Tata Pamong internal
5. Kesempatan besar dan Tata Kelola 3. Menyelesaikan akreditasi
kerjasama dengan 3. Penguatan program institusi
stakeholders kerjasama 4. Peningkatan Program
6. Perkembangan Iptek 4. Peningkatan Kerjasama dengan DUDI
7. Jumlah lulusan SMA Pemerataan dan Perluasan 5. Meningkatkan
sederajat semakin tinggi Kesempatan Belajar jumlah calon
8. Alokasi dana Penelitian 5. Peningkatan Kompetensi mahasiswa
dan PKM dari luar semakin SDM 6. Peningkatan kapasitas SDM
besar 6. Optimalisasi sistem 7. Penguatan pengelolaan
9. Kesempatan keuangan, sarana dan keuangan dan sarpras
peningkatan pendidikan dan prasarana 8. Penguatan kelengkapan
pelatihan semakin luas 7. Peningkatan Kurikulum Berbasis Industri
Ancaman (T) kualitas proses 9. Peningkatan Kualitas
pembelajaran dan Produktivitas Penelitian
4. Persaingan dengan PT 8. Peningkatan produktivitas dan PKM
lain yang sudah besar Penelitian dan PKM
5. Minat calon mahasiswa 9. Peningkatan
dari SMK rendah Kualitas Luaran Strategi W-T
6. Kebutuhan industri yang Penelitian dan PKM
semakin komplek 1. Penyamaan persepsi VMTS
7. Tuntutan Strategi S-T 2. Penataan publikasi dan
kualitas lulusan promosi
menguasai iptek 1. Penguatan daya saing 3. Peningkatan Akuntabilitas
tinggi Poltesa 4. Peningkatan dan
8. Persaingan rekrutmen 2. Penguatan koordinasi Penataan Sistem Informasi
mahasiswa tinggi internal 5. Peningkatan Kerjasama
9. Persyaratan Penelitian 3. Menyelesaikan akreditasi Terinstitusi
dan PKM semakin berat institusi 6. Peningkatan kapasitas SDM
10. Wabah Pandemi 4. Peningkatan 7. Penguatan pengelolaan
Kerjasama menyesuaikan keuangan dan sarpras
kebutuhan DUDI 8. Penguatan kelengkapan
382
5. Manajemen perekrutan yang kurikulum
baik 9. Penguatan Program-
6. Peningkatan kapasitas SDM program penelitian dan
7. Penguatan pengelolaan PKM
keuangan sarpras
8. Pemanfaatan iptek
pada Proses Pembelajaran
9. Peningkatan Kualitas
dan Produktivitas Penelitian
dan PKM

383
Setelah identifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal, maka
didapat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, kemudian
disusunlah Matrik SWOT dalam rangka memaksimalkan Kekuatan (S)
dan Peluang (O) serta sejalan dengan itu meminimalkan Kelemahan (W)
dan Ancaman (T). Disusun empat rumusan strategi-strategi alternatif
yaitu strategi SO, strategi WO, strategi ST dan strategi WT.
Strategi Memaksimalkan Kekuatan dan Peluang (Strategi SO)
adalah: 1). Sosialisasi VMTS ke pihak internal dan eksternal Poltesa; 2)
Penguatan Tata Pamong dan Tata Kelola; 3) Penguatan program
kerjasama; 4) Peningkatan Pemerataan dan Perluasan Kesempatan
Belajar; 5) Peningkatan Kompetensi SDM;
6) Optimalisasi sistem keuangan, sarana dan prasarana; 7) Peningkatan
kualitas proses pembelajaran; 8) Peningkatan produktivitas Penelitian
dan PKM; 9) Peningkatan Kualitas Luaran Penelitian dan PKM.
Strategi Meminimalkan Kelamahan dan Memaksimalkan Peluang
(Strategi WO) adalah: 1). Sosialisasi VMTS ke pihak internal Poltesa; 2)
Penguatan koordinasi internal; 3) Menyelesaikan akreditasi institusi; 4)
Peningkatan Program Kerjasama dengan DUDI; 5) Meningkatkan jumlah
calon mahasiswa; 6) Peningkatan kapasitas SDM; 7) Penguatan
pengelolaan keuangan dan sarpras; 8) Penguatan kelengkapan
Kurikulum Berbasis Industri; 9) Peningkatan Kualitas dan Produktivitas
Penelitian dan PKM
Strategi memaksimalkan kekuatan sekaligus meminimalkan
ancaman (Strategi ST) terdiri dari: 1). Penguatan daya saing Poltesa; 2)
Penguatan koordinasi internal; 3) Menyelesaikan akreditasi institusi; 4)
Peningkatan Kerjasama menyesuaikan kebutuhan DUDI; 5) Manajemen
perekrutan yang baik; 6) Peningkatan kapasitas SDM; 7) Penguatan
pengelolaan keuangan sarpras; 8) Pemanfaatan iptek pada Proses
Pembelajaran; 9) Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Penelitian dan
PKM
Strategi meminimalkan kelemahan dan ancaman terdiri dari
program-program sebagai berikut: 1). Penyamaan persepsi VMTS; 2)
Penataan publikasi dan promosi; 3) Peningkatan Akuntabilitas; 4)
Peningkatan dan Penataan Sistem Informasi; 5) Peningkatan Kerjasama
Terinstitusi; 6) Peningkatan kapasitas SDM;
7) Penguatan pengelolaan keuangan dan sarpras; 8) Penguatan
kelengkapan kurikulum; 9) Penguatan Program-program penelitian dan
PKM.
Penentuan posisi kuadran dilakukan setelah proses perhitungan
untuk bobot indikator IFE dan EFE dilakukan, langkah selanjutnya
merumuskan alternative strategi dalam bentuk penentuan posisi
kuadran dalam diagram analisis SWOT. Penentuan koordinat dalam
diagram analisis SWOT berfungsi untuk menentukan posisi strategi
institusi, apakah terletak di kuadran I, II, III, atau IV. Hal ini berfungsi
untuk mengidentifikasi apakah strategi institusi bersifat agresif,
384
diversifikasi, turn- around, atau difensif. Hasil dari analisis SWOT
tersebut dan jika ditampilkan dalam Kuadran SWOT kondisi Poltesa saat
ini dapat dihitung nilai total skor dari masing- masing faktor yang dapat
dirinci sebagai berikut, Kekuatan (Strengths) 1,442; Kelemahan
(Weaknesses) 1,333; Peluang (Opportunities) 1,559; dan Ancaman (Threats)
1,157. Maka diketahui nilai Strengths di atas nilai Weaknesses dengan
selisih 0,109 dan nilai Opportunities di atas nilai Threats dengan selisih
0,402. dan

385
jika ditampilkan dalam Kuadran SWOT kondisi Poltesa saat ini seperti
tertera di bawah ini:

Y
1.6

1.559

1.4

1.3

1.2

1.1

1.0

0.9

0.8

0.7

0.6

0.5

0.402

0.3

0.2

0.1

X
-1.4 -1.333 -1.2 -1.1 -1.0 -0.9 -0.8 -0.7 -0.6 -0.5 -0.4 -0.3 -0.2 -0.1 0 0.109 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1.1 1.2 1.3 -1.442 1.5

-0.1

-0.2

-0.3

-0.4

-0.5

-0.6

-0.7

-0.8

-0.9

-1.0

-1.1
-1.157

-1.2

Gambar 56. Kuadran SWOT Poltesa

Berdasarkan gambar diagram di atas, dapat diketahui posisi Poltesa


saat ini berada pada Kuadran I, Posisi ini menandakan sebuah organisasi
yang kuat dan berpeluang untuk terus berkembang. Rekomendasi Strategi
yang dapat diambil adalah Progresif, artinya organisasi (Poltesa) dalam
kondisi baik sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan
ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara
maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa Poltesa memiliki kekuatan internal
yang dapat dimanfaatkan untuk merebut peluang yang ada sehingga
dapat meningkatkan kinerja institusi dalam bidang Pendidikan vokasi.
Posisi pada kuadran I merupakan situasi yang menguntungkan. Institusi
mempunyai kekuatan yang besar sehingga dapat memanfatkan peluang
yang banyak. Strategi yang sebaiknya diterapkan dalam kondisi ini adalah
mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. Artinya Poltesa

386
sebaiknya menerapkan alternative strategi SO, yaitu memadukan kekuatan
dengan peluang yang dimiliki Poltesa.

387
3. Strategi pengembangan
Kemampuan institusi dalam menetapkan prioritas pengembangan sesuai
dengan kapasitas, kebutuhan, dan rencana strategi pengembangan
institusi secara keseluruhan.
Dalam mengejar visi dan misi politeknik dilihat dari kondisi saat ini
pada kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman dari
eksternal, maka dirumuskanlah strategi-strategi pengembangan Politeknik
Negeri Sambas. Strategi- strategi yang dirumuskan untuk menentukan
prioritas pengembangan sesuai dengan kapasitas, kebutuhan, dan rencana
strategi pengembangan institusi secara keseluruhan. Poltesa telah
menetapkan cara pencapaian visi misi dengan menyusun strategi jangka
panjang selama 20 (dua puluh) tahun dan strategi jangka pendek per
periode 5 (lima) tahun sekali.
Strategi Jangka Panjang merupakan program kerja selama 20 (dua
puluh) tahun ke depan. Program kerja ini disebut Rencana Induk
Pengembangan (RIP) Politeknik Negeri Sambas 2015-2034. RIP memiliki
sasaran strategis terutama untuk meningkatan daya saing dalam
menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya daerah
yang potensial untuk melayani industri dan masyarakat, yang
diselenggarakan dalam tahapan-tahapan sebagai berikut:

Gambar 57. Tahapan Pembanguan Poltesa 2015-2034

388
TAHAP I : Tahun 2015-2019 dengan Tema “Peningkatan Kapasitas Institusional”
Program Utama yang dilakukan adalah Peningkatan Tata
Kelola dan Peningkatan Mutu Tri Dharma dengan tujuan utama:
 Meningkatkan kemampuan dalam perencanaan institusi
(institutional planning) berdasar data dan fakta yang akurat (evident-
based decision making).
 Mengembangkan sistem tatakelola internal perguruan tinggi.
 Mengembangkan sistem akuntansi dan manajemen keuangan
perguruan tinggi yang akuntabel dan transparan.
 Mengembangkan sistem manajemen sumber daya manusia.
 Mengembangkan sistem manajemen sarana dan prasarana.
 Mengembangkan sistem manajemen penyelenggaraan kegiatan akademik
 Mengembangkan sistem penjaminan mutu internal.

TAHAP II : Tahun 2020-2024 dengan Tema “Peningkatan Efesiensi Internal”


Program Utama yang dilakukan adalah Peningkatan Mutu, Akses dan
Relevansi dengan tujuan utama:
 Mendorong peningkatan mutu dan relevansi program studi.
 Perluasan akses pada pendidikan tinggi khususnya bagi
masyarakat yang memiliki potensi akademik tinggi namun
mengalami hambatan ekonomi.

TAHAP III : Tahun 2025-2029 dengan Tema “Peningkatan Efesiensi Eksternal”


Program Utama yang dilakukan adalah Pengembangan Unggulan
Perguruan Tinggi Untuk Peningkatan Daya Saing Daerah Dan
Pembangunan Nasional dengan tujuan utama:
 Mendorong Pengembangan Unggulan dan Inovasi Perguruan
Tinggi di Bidang Penelitian dan Layanan Masyarakat
 Membantu Peningkatan Daya Saing Daerah Dan Pembangunan Daerah.
 Memberi Kontribusi Pada Peningkatan Mutu Pendidikan dan Pengajaran

TAHAP IV : Tahun 2030-2034 dengan Tema “Pengembangan Program Unggulan”


Program Utama yang dilakukan adalah Pengembangan Program
Unggulan Perguruan Tinggi untuk Daya Saing Global dengan tujuan
utama:
 Mendorong Pengembangan Program Unggulan Perguruan Tinggi
untuk Menaikkan Daya Saing Global.
 Mendorong Terwujudnya Kampus sebagai Center of Excellence
(Pusat Unggulan)

Berdasarkan analisis SWOT dan hasil penentuan kuadran serta


penjelasan tentang Tahapan Pembangunan Politeknik Negeri Sambas.
Dapat Strategi yang sebaiknya diterapkan dalam kondisi ini adalah
mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. Artinya Poltesa sebaiknya
menerapkan alternative strategi SO, yaitu memadukan kekuatan dengan
389
peluang yang dimiliki Poltesa. Adapun strategi SO adalah sebagai berikut:

390
1. Sosialisasi VMTS ke pihak internal dan eksternal
Melakukan sosialiasi VMTS ke pihak internal dan eksternal untuk
memperkuat pemahaman civitas academica dan stakeholders terhadap
VMTS Poltesa. Pemahaman yang tinggi dari civitas academica sangat
diharapkan tertanam dalam implementasi dan pencapaian VMTS
Poltesa.
2. Penguatan Tata Pamong dan Tata Kelola
Penguatan tata pamong dan tata kelola mengedepankan perbaikan
manajemen dari sisi perencanaan, organisir, pelaksanaan dan control.
Pelaksanaan kegiatan berdasarkan SOP yang telah ditetapkan. Mengacu
pada siklus SPMI PPEPP.
3. Penguatan program kerjasama
Mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas kerjasama dengan DUDI,
baik dalam negeri dan luar negeri. Meningkatkan implementasi
kerjasama dengan masyarakat.
4. Peningkatan Pemerataan dan Perluasan Kesempatan Belajar
Memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk
melanjutkan ke Pendidikan yang lebih tinggi di Politeknik Negeri
Sambas, melalui pembukaan kelas kerjasama, kelas prestasi di bidang
minat dan bakat, pengakuan RPL.
5. Peningkatan Kompetensi SDM
Mendorong peningkatan kompetensi dosen dan tendik melalui
bimbingan teknis, pelatihan, sertifikasi, studi banding, kesempatan
lanjut studi.
6. Optimalisasi sistem keuangan, sarana dan prasarana
Mempersiapkan sistem perencanaan keuangan, sarana dan prasarana
yang terstruktur, matang yang mengacu pada rencana induk
pengembangan Politeknik Negeri Sambas. Mendorong pemanfaatan
sarana dan prasarana yang dimiliki secara optimal dalam mendukung
kompetensi mahasiswa yang akan dibentuk.
7. Peningkatan kualitas proses pembelajaran
Menyusun kurikulum yang relevan dan berkualitas sesuai kebutuhan
industri yang melibatkan DUDI dan stakeholders terkait. Mewujudkan
metode pembelajaran yang berbasis pada proyek nyata.
8. Peningkatan produktivitas Penelitian dan PKM
Meningkatkan keterlibatan peneliti/pengabdi dalam forum-forum ilmiah
baik tingkat nasional maupun internasional. Meningkatkan kompetensi
peneliti/pengabdi dengan memaksimalkan peluang mendapatkan hibah
nasional dan internasional.
9. Peningkatan Kualitas Luaran Penelitian dan PKM
Peningkatan insentif bagi peneliti/pengabdi yang mempublikasikan hasil
penelitian dan atau pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional
maupun internasional bereputasi.

Tahap terakhir dari perumusan strategis adalah pengambilan


391
keputusan. Strategi tersebut yang akan digunakan untuk pengembangan
Poltesa. Alat yang digunakan pada tahap ini adalah matriks perencanaan
strategis kuantitatif atau Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Untuk
mengembangkan matriks QSP langkah- langkahnya adalah sebagai berikut:
a) Mendaftarkan peluang atau ancaman eksternal dan kekuatan atau
kelemahan internal pada kolom kiri matriks QSP;

392
b) Memberikan bobot untuk setiap faktor eksternal dan internal. Bobot
yang sama dengan yang dipakai dalam matriks IFE dan EFE;
c) Memeriksa tahap kedua (pemaduan) matriks dan mengidentifikasi
strategi alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk
diimplementasikan;
d) Menetapkan nilai daya tarik (Attractive Score/AS) yang menunjukkan daya
tarik relatif setiap strategi dalam alternatif set tertentu; Nilai AS berada
diantara 1 sampai
4. Nilai “1” memberikan deskripsi bahwa variabel tersebut, “not atractive”,
untuk nilai “2” berarti variabel tersebut, “some what atractive”, 3 berarti
variabel tersebut “reasonably atractive”, dan nilai “4” Berarti “highly
atractive”.
e) Menghitung total nilai daya tarik dengan mengalikan bobot dengan nilai daya
tarik;
f) Menghitung jumlah total nilai daya tarik. Jumlah ini mengungkapkan
strategi mana yang paling menarik dalam setiap strategi. Semakin tinggi
nilai menunjukkan strategi tersebut semakin menarik, serta begitu juga
sebaliknya.
Penentuan prioritas strategi ditentukan berdasarkan hasil analisis
evaluasi faktor internal dan evaluasi faktor eksternal adalah sebagai
berikut:

0,900 0,828
0,821 Sosialisasi VMTS ke pihak internal dan
0,769 0,779 0,798 0,783 0,801 eksternal
0,800 0,753
0,683 Penguatan Tata Pamong dan Tata
0,700 Kelola

0,600 Penguatan program kerjasama

0,500
Peningkatan Pemerataan dan
Perluasan Kesempatan Belajar
0,400
Peningkatan Kompetensi SDM
0,300

0,200 Optimalisasi sistem keuangan, sarana


dan prasarana
0,100 Peningkatan kualitas proses
pembelajaran
0,000

Gambar 58. Tahapan Pembanguan Poltesa 2015-2034

393
4. Program Keberlanjutan
Program keberlanjutan Poltesa dilakukan terus menerus dilakukan
sesuai dengan kebutuhan / keperluan dan skala prioritas. Adapun tujuan
dari strategi (strategy goals) tersebut diuraikan ke dalam enam fokus
pengembangan yang akan dilakukan oleh Poltesa yang berdasarkan pada
strategi SO pada bidang sebagai berikut:
1. Kelembagaan dan kerjasama
2. Mahasiswa dan alumni
3. Sumber daya manusia
4. Keuangan, sarana dan prasarana
5. Pendidikan
6. Penelitian dan pengabdian masyarakat
Adapun penjelasan dari program pengembangan tersebut di atas
adalah sebagai berikut yaitu:
1. Kelembagaan dan kerjasama
a. Peningkatan kerjasama luar negeri dalam rangka memperkuat visi,
misi, tujuan dan sasaran pada Poltesa Letak Kabupaten Sambas
yang terletak diperbatan Indonesia - Malaysia memungkinkan untuk
dilakukannya kerjasama antar perguruan tinggi. Kerjasama ini dapat
dalam bentuk pengajaran, penelitian maupun pengabdian dalam
masyarakat. Dengan kerjasama ini, selain dapat meningkatkan
hubungan yang baik anta negara juga dapat menjadi ajang
pertukaran informasi teknologi, metode pengajaran dan sarapa
prasaran dalam pendidikan.
b. Memanfaatkan dukungan pemerintah dengan semaksimal mungkin
yaitu dengan mengikuti program yang ditawarkan oleh pemerintah
khususnya Direktorat Pendidikan Vokasi Saat ini bantuan dana
dalam bidang pendidikan yang digelontorkan oleh pemerintah
semakin besara dari tahun ke tahunnya. Bantuan dana tersebut
dapat berupa pelatihan para dosen dan tenaga kependidikan,
maupun bantuan sarana dan prasaran yang menunjang proses
pembelajaran. Bantuan ini diberikan dalam bentuk hibah bersaing
antar perguruan tinggi. Partisipasi yang aktif dalam menulis proposal
diharapkan dapat meningkatkan peluang dalam mendapatkan
bantuan dari pemerintah tersebut.

2. Mahasiswa dan alumni


a. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para mahasiswa yang
disesuaikan dengan perkembangan Iptek perkembangan iptek dari
hari ke hari semakin berkembang adalah sebuah kewajiban bagi
perguruan tinggi sebagai lembaga penyelenggara pendidikan untuk
menstranferkan iptek kepada para mahasiswanya. Materi ajar yang
disampaikan haruslah sesuai dengan perkembangan iptek yang ada
sehingga kompetensi mahasiswa yang dimiliki sesuai dengan apa
yang dihiarapkan oleh masyarakat dan industri.
394
b. Meningkatkan jumlah peminat mahasiswa baru di Poltesa dengan
memanfaatkan proporsi beasiswa yang besar. Salah satu dukungan
dalam bidang pendidikan adalah dengan diberikannya beasiswa bagi
para mahasiswa yang tergolong dalam keluarga kurang mampu.
Beasiswa ini disebut dengan

395
beasiswa KIP atau Kartu Indonesia Pintar. Poltesa yang merupakan
perguruan tinggi yang terletak dibatas negera Indonesia - Malaysia
diuntungkan dalam hal ini, yaitu alokasi beasiswa yang diberikan
lumayan besar. Dengan memanfaatkan isu beasiswa ini dan
penggunaan manajemen perekrutan yang baik serta massive
diharapkan dapat meningkatkan jumlah peminat calon mahasiswa
baru yang ingin bergabung bersama Poltesa.
c. Memanfaatkan hubungan kerjasama dengan mitra/stakeholder dalam
rangka meningkatkan jumlah serapan alumni Hubungan yang baik
dengan industri/stakeholder harus dapat dimanfaatkan dengan
sebaik mungkin. Tujuannya adalah agar dapat meningkatkan serapan
para alumni. Program yang dapat dimanfaatkan adalah dengan
melalui pelaksanaan magang industri pada perusahan yang
bersangkutan.

3. Sumber daya manusia


a. Pendidikan lanjut untuk dosen ke jenjang S3 Peningkatan kompotensi
tenaga pengajar yang dimiliki oleh dosen adalah sesuai hal yang
wajib harus dipenuhi oleh perguruan tinggi. Salah satu caranya
adalah dengan mengirimkan sebagian dosen untuk studi lanjut S3.
Harapannya adalah agar tingkat keilmuan dosen- dosen tersebut
dapat meningkat.
b. Pelatihan bersertifikat untuk meningkatkan kompetensi tenaga
kependidikan Selain dosen, para tenaga pendidikan juga harus
ditingkatkan kompetensinya. Tujuannya adalah agar dapat
meningkatkan kualitas dalam pelayanan. Bentuk pelatihan yang
dapat diberikan adalah seperti pelatihan bersertifikat pada lembaga-
lembaga pelatihan yang kredibel. Bidang kompetensi yang didapat
adalah disesuaikan dengan tupoksi yang dimiliki.

4. Keuangan, sarana dan prasarana


a. Pemanfaatan sarpras untuk kegiatan tambahan di luar
praktik/praktikum mahasiswa berupa aktifitas akademik dengan
materi hard skill dan soft skill (penelitian dan PkM) sarana dan
prasarana pendidikan adalah merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari proses pembelajaran di sebuah perguruan tinggi.
Adalah sebuah keharusan dimana sarana dan prasarana yang dimiliki
harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam membentuk
kompetensi mahasiswa yang dibutuhkan. Pemanfaatannya tidak
hanya pada saat berlangsungnya proses perkuliahan, namun dapat
juga digunakan diluar jam perkuliahan yaitu disaat berlangsungnya
kegiatan ekstra kokulikuler.
b. Meningkatkan serapan secara maksimal pada bidang keuangan
Anggaran keuangan yang telah diberikan kepada Poltesa harus
digunakan untuk mendukung kegiatan yang telah direncanakan
396
sebelumnya. Serapan yang maksimal pada bidang keuangan
merupakan gambaran sebuah manajemen perguruan tinggi yang
baik. Untuk itu segenap karyawan baik itu dosen maupun tenaga
kependidikan harus bekerja sama satu dengan lainnya dalam
mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan dengan sebaik
mungkin.
c. Peningkatan fasilitas pendidikan secara kontinyu Dalam
menyeimbangi perkembangan iptek yang ada, sebuah perguruan
tinggi harus berusaha untuk

397
mengupgrade fasilitas laboratorium dan bengkel yang dimiliki.
Tujuannya adalah agar kompetensi yang dimiliki oleh para
mahasiswa tidak ketinggalan terhadap perkembangan iptek yang
ada.
5. Pendidikan
a. Meningkatkan layanan akademik dan non akademik secara daring
b. Mewujudkan kurikulum yang link and match dengan industri
c. Meningkatkan peran serta mahasiswa didalam penelitian
d. Mewujudkan metode pembelajaran yang sesuai dengan proyek
nyata (project base learning)
6. Penelitian dan pengabdian masyarakat
a. Meningkatkan kompetensi dengan memaksimalkan peluang hibah nasional
b. Memenuhi permintaan pemerintah desa dalam kegiatan
pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh dosen
poltesa
c. Memperbanyak keikutsertaan dalam kegiatan ilmiah baik
nasional maupun internasional
d. Menjadikan produk hasil pengabdian menjadi Haki yang dilakukan
di sentra Haki Poltesa
e. Kerjasama bersama mitra dengan pemanfaatan iptek untuk
meningkatkan peran dan pemberdayaan masyarakat

398
BAB III
PENUTUP

Evaluasi diri adalah sebuah kegiatan mengidentifikasi keadaan diri sendiri


berdasarkan data maupun fakta yang ada, baik itu kekuatan (strengths),
kelemahan (weaknesses) dalam bentuk kondisi internal/profil institusi, kemudian
mengidentifikasi peluang/ kesempatan (opportunities), dan ancaman (threats)
dalam bentuk kondisi eksternal institusi. Evaluasi diri merupakan satu kesatuan
dari kegiatan Akreditasi Perguruan Tinggi yang dibuat oleh Tim Pelaksana yang
telah ditetapkan oleh Direktur Politeknik Negeri Sambas (POLTESA).
POLTESA merupakan Politeknik Negeri Kedua di Kalimantan Barat setelah
Politeknik Negeri Pontianak yang berdiri sejak tahun 2013 sesuai dengan Surat
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 15 Tahun 2013 Tanggal
22 Februari 2013.
Visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi pencapaian POLTESA telah
ditetapkan dalam Statuta, Rencana Strategis (Renstra) dan rencana kineja
tahunan serta bagian yang tidak terpisahkan dari rencana strategis Kementerian
Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Kesinambungan visi, misi, tujuan dan
sasaran yang telah tercantum dalam Rencana Induk Pengembangan POLTESA
tahun 2015-2034 telahpun diimplementasikan Tahapan pembangunan POLTESA
Tahap 1 dan Tahap 2 dalam Renstra 2015-2019 dan Renstra 2020- 2024 yang
menekankan kepada Peningkatan Kapasitas Institusional, dan Peningkatan
Efisiensi Internal.

399
LAMPIRAN
T. Digitally signed by
T. Basaruddin
Basarud ou= BAN-PT,
o=
di n Kemristekdikti
Date: 2020.11.18 08:10:
58 WIB

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi


berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 7452/SK/BAN-PT/Akred/Dipl-III/XI/2020, menyatakan
bahwa Program Studi Manajemen Informatika, Pada Program Diploma-III Politeknik Negeri
Sambas, Kabupaten
Sambas
memenuhi syarat peringkat

Akreditasi B
Sertifikat akreditasi program studi ini berlaku
sejak tanggal 17 - November - 2020 sampai dengan 17 - November - 2025

Jakarta, 17 - November - 2020


T. Digitally signed by
T. Basaruddin
Basarud ou= BAN-PT,
o=
di n Kemristekdikti
Date: 2020.11.11 08:07:
53 WIB

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi


berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 7215/SK/BAN-PT/Akred/Dipl-III/XI/2020, menyatakan
bahwa Program Studi Teknik Mesin, Pada Program Diploma-III Politeknik Negeri Sambas,
Kabupaten Sambas
memenuhi syarat peringkat

Akreditasi B
Sertifikat akreditasi program studi ini berlaku
sejak tanggal 10 - November - 2020 sampai dengan 10 - November - 2025

Jakarta, 10 - November - 2020


T. Digitally signed by
T. BASARUDDIN

BASARUD ou= Dewan Eksekutif, o=


Badan Akreditasi Nasional
Perguruan Tinggi (BAN-PT)
DIN Date: 2018.11.14
08:08:26 WIB

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi


berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 3074/SK/BAN-PT/Akred/Dipl-IV/XI/2018, menyatakan bahwa
Program Studi Teknik Multimedia, Pada Program Diploma-IV Politeknik Negeri Sambas, Kabupaten Sambas
Terakreditasi dengan peringkat

Terakreditasi C
Sertifikat akreditasi ini berlaku 5 (lima) tahun
sejak tanggal 13 - November - 2018 sampai dengan 13 - November - 2023

Jakarta, 13 - November - 2018


T. Digitally signed by
T. Basaruddin
Basarud ou= BAN-PT,
o=
di n Kemristekdikti
Date: 2020.11.11 08:05:
25 WIB

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi


berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 7217/SK/BAN-PT/Akred/ST/XI/2020, menyatakan bahwa
Program Studi Agroindustri Pangan, Pada Program Sarjana Terapan Politeknik Negeri Sambas,
Kabupaten Sambas
memenuhi syarat peringkat

Akreditasi C
Sertifikat akreditasi program studi ini berlaku
sejak tanggal 10 - November - 2020 sampai dengan 10 - November - 2025

Jakarta, 10 - November - 2020


T. Digitally signed by
T. Basaruddin
Basarud ou= BAN-PT,
o=
di n Kemristekdikti
Date: 2019.09.05 08:09:
41 WIB

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi


berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 3379/SK/BAN-PT/Akred/ST/IX/2019, menyatakan bahwa
Program Studi Agribisnis Perikanan dan Kelautan, Pada Program Sarjana Terapan Politeknik Negeri Sambas,
Kabupaten Sambas
Terakreditasi dengan peringkat

Terakreditasi C
Sertifikat akreditasi perguruan tinggi ini berlaku
sejak tanggal 4 - September - 2019 sampai dengan 4 - September - 2024
Jakarta, 4 - September - 2019
T. Digitally signed by
T. Basaruddin
Basarud ou= BAN-PT,
o=
di n Kemristekdikti
Date: 2019.06.26 08:08:
39 WIB

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi


berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 2084/SK/BAN-PT/Akred/Dipl-IV/VI/2019, menyatakan bahwa
Program Studi Teknik Mesin Pertanian, Pada Program Diploma-IV Politeknik Negeri Sambas, Kabupaten
Sambas
Terakreditasi dengan peringkat

Terakreditasi C
Sertifikat akreditasi ini berlaku 5 (lima) tahun
sejak tanggal 25 - Juni - 2019 sampai dengan 25 - Juni - 2024
Jakarta, 25 - Juni - 2019
T. Digitally signed by
T. Basaruddin
Basarud ou= BAN-PT,
o=
di n Kemristekdikti
Date: 2019.07.24 08:11:
52 WIB

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi


berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 2553/SK/BAN-PT/Akred/ST/VII/2019, menyatakan bahwa
Program Studi Akuntansi Keuangan Perusahaan, Pada Program Sarjana Terapan Politeknik Negeri Sambas,
Kabupaten Sambas
Terakreditasi dengan peringkat

Terakreditasi B
Sertifikat akreditasi ini berlaku 5 (lima) tahun
sejak tanggal 23 - Juli - 2019 sampai dengan 23 - Juli - 2024
Jakarta, 23 - Juli - 2019
T. Digitally signed by
T. Basaruddin
Basarud ou= BAN-PT,
o=
di n Kemristekdikti
Date: 2019.11.01 08:05:
34 WIB

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi


berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 4176/SK/BAN-PT/Akred/ST/X/2019, menyatakan bahwa
Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, Pada Program Sarjana Terapan Politeknik Negeri Sambas,
Kabupaten Sambas
Terakreditasi dengan peringkat

Terakreditasi B
Sertifikat akreditasi perguruan tinggi ini berlaku
sejak tanggal 31 - Oktober - 2019 sampai dengan 31 - Oktober - 2024
Jakarta, 31 - Oktober - 2019

Anda mungkin juga menyukai