Akuntabilitas Dana Desa di Girikerto
Akuntabilitas Dana Desa di Girikerto
PENDAHULUAN
Desa memiliki peran strategis untuk mendukung pemerintah daerah dalam sistem
pemerintahan saat ini dalam proses penyelenggaraan pemerintahan terutama pada bidang
pembangunan. Pelaksanaan otonomi yang diselenggarakan oleh desa didukung dengan
keberadaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kesuksesan pembangunan di
desa didukung dari sumber pendanaan yang berasal dari dana desa. Dana desa diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa. Dana desa bersumber dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang bertujuan untuk mewujudkan pembangunan
desa menjadi desa yang mandiri melalui program dan kegiatan yang memberdayakan
masyarakat desa.
Berdasarkan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 menjelaskan bahwa desa adalah kesatuan
masyarakat berlandaskan hukum yang memiliki batas wilayah yang mempunyai wewenang
mengurus dan mengatur urusan pemerintahan, hak asal-usul dan atau hak tradisional yang diakui
dan dihormati dalam sistem pemerintahan negara kesatuan Republik Indonesia serta kepentingan
masyarakat berdasarkan prakarsa masyarakat. Desa diharapkan dapat menjadi berkembang
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2810-0581 (online)
3680
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol.2, No.8, Juli 2023
menjadi wilayah yang mandiri, maju, dan demokratis dengan adanya otonomi yang diberikan
kepada pemerintah desa.
Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa tentunya membutuhkan suatu dana
untuk mewujudkan desa yang mandiri, maju dan demokratis. Pada masa pandemi peran
pemerintah yang perlu ditekankan adalah ketahanan ekonomi dan kesejahteraan mental, fisik dan
psiko sosial masyarakat melalui dana desa (Boro; Sapra; Lavison, Dalabona, Ariyaratne;
Samsudin, 2022) . Dana tersebut dituangkan dalam suatu anggaran yang diatur melalui dana desa
berdasarkan Peraturan Pemerintah No 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa. Dana desa bersumber
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditujukan bagi desa kemudian
ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota. Dana desa
diperuntukkan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan kemasyarakatan,
pemberdayaan masyarakat dan pelaksanaan pembangunan. Pengelolaan dana desa secara teknis
diatur dalam Peraturan Dalam Negeri Nomer 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan
Desa. Tahapan proses pengelolaan dana desa dimulai dari perencanaan, pelaksanaan,
penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban. Tata pemerintahan yang baik (good
governance) diperlukan pemerintah desa dalam mengelola dana desa. Salah satu pilar utama
good governance adalah akuntabilitas. Para pemangku kepentingan wajib memberikan informasi
yang dimiliki secara lebih cepat, tepat waktu, akurat dan tepat. Informasi tersebut termasuk
informasi mengenai keuangan (S, Barokah & FS Segarawasesa, 2023). Adanya dana desa yang
diturunkan langsung dari pusat langsung ke desa ini menjadi peluang untuk meningkatkan
pembangunan di desa, dimana dana desa merupakan bentuk keberpihakan pemerintah pada
pembangunan di desa (Safitri, TA & Fathah, RN, 2018).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Pramesti (2015), permasalahan yang terjadi
terkait pengelolaan dana desa antara lain : 1) Minimnya laporan pertanggungjawaban yang
memenuhi standar sehingga memunculkan rawannya manipulasi, 2) Pada aspek pengawasan
masih terdapat kelemahan antara lain : Rendahnya efektivitas pengawasan pengelolaan dana desa
oleh inspektorat daerah; Belum ada kejelasan lingkup evaluasi pengawasan yang dilakukan oleh
camat; Pengaduan masyarakat oleh semua daerah belum tersalurkan dan belum dikelola dengan
baik, 3) Pada aspek sumber daya manusia terdapat permasalahan yaitu rawannya tindakan
korupsi yang dilakukan oleh tenaga pendamping dengan memanfaatkan kelemahan aparat desa
dalam mengelola keuangan desa.
Kecurangan akuntansi merupakan tindakan kecurangan yang dilakukan oleh seseorang
individu ataupun kelompok untuk memperoleh keuntungan (MAS Pratama & FS Segarawasesa,
2023). Terdapat 110 kasus penyelewengan dana desa dan alokasi dana desa yang terjadi
sepanjang tahun 2016-2017 yang dirilis oleh Indonesian Corruption Watch yang pelakunya rata-
rata dilakukan oleh Kepala Desa atau Lurah. Bentuk korupsi yang dilakukan pemerintah di
antaranya adalah : penyalahgunaan anggaran, penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, laporan
fiktif, pemotongan anggaran, suap, dan mark-up anggaran.
Penyelenggaraan pemerintahan diwujudkan melalui pengelolaan anggaran desa yang akuntabel
dalam mengimplementasikan otonomi desa . Otonomi di desa memberikan wewenang kepada desa untuk
mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sekaligus menjadi tanggung jawab dan kewajiban desa.
Kendala umum yang terjadi di beberapa desa adalah keterbatasan dalam keuangan desa. Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah seringkali tidak berimbang antara penerimaan dan pengeluaran.
Ketidakseimbangan ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : 1) Sumber pendapatan desa masih
terbatas dan bergantung pada dana transfer, 2) Rendahnya kesejahteraan masyarakat desa, 3) Dana
operasional desa masih rendah untuk menjalankan pelayanan masyarakat, 4) Pengelolaan program
pembangunan desa masih dikelola oleh dinas terkait.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2810-0581 (online)
3681
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol.2, No.8, Juli 2023
Pemerintahan yang bersih dan tata kelola pemerintahan yang baik perlu diterapkan oleh
pemerintah desa. Penanggulangan praktik penyimpangan di pemerintahan desa adalah dengan
menerapkan sistem akuntabilitas publik yang baik. Akuntabilitas merupakan dasar bagi instansi
pemerintah untuk memperbaiki kinerja dan kualitas agar menjadi pemerintahan yang transparan dan
mengarah pada keperluan publik. Akuntabilitas menurut Mursyidi (2013) adalah
mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan
kepada entitas pelaporan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara periodik. Penerapan
akuntabilitas yang dilakukan oleh pemerintahan sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan
masyarakat terhadap pemerintah sehingga kredibilitas pemerintahan juga dapat diakui keberadaannya oleh
masyarakat.
Adanya pandemi covid-19 menyebabkan munculnya kebijakan-kebijakan baru yang mengantur
tentang keuangan, begitu juga dengan Dana Desa. Peraturan Bupati Sleman Nomor 19 Tahun 2020
Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Bupati Nomor 30 Tahun 2018 Tentang Dana Desa Pasal 20
yang menyatakan bahwa:
1. Pemerintah Daerah menyalurkan Dana Desa Kewenangan kepada Pemerintah Desa
sebanyak 3 (tiga) tahap dalam 1 (satu) tahun.
2. Penyaluran Dana desa kewenangan dalam 3 (tiga) tahap sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan sebagai berikut:
a. Tahap I disalurkan pada bulan Maret sebesar 40% (empat puluh persen);
b. Tahap II disalurkan pada bulan Juli sebesar 30% (tiga puluh persen); dan
c. Tahap III disalurkan pada bulan Oktober sebesar 30% (tiga puluh persen).
Pertumbuhan ekonomi, khusunya di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan
dibandingkan dengan periode sebelumnya (Retnaningdiah, D; Resmi, S; Kurniawati; Winarso, 2020)
Kalurahan Girikerto merupakan salah satu dari empat kalurahan yang ada di Kapanewon Turi Kabupaten
Sleman. Kalurahan Girikerto termasuk salah satu kalurahan maju di Kapanewon Turi. Kalurahan Girikerto
merupakan Kalurahan yang mendapatkan Dana Desa terbesar kedua di Kapanewon Turi Setelah
Kalurahan Wonokerto. Namun berdasarkan pengamatan, peneliti melihat pembangunan fisik di wilayah
Girikerto belum optimal dan belum terakomodir dengan baik. Beberapa infrastruktur pembangunan jalan
desa belum teraspal dengan baik dan beberapa bangunan belum selesai dan hampir mangkrak.
Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ismail, Kuncara (2016) menunjukkan bahwa masih
rendahnya pengetahuan dari Kepala Desa terkait pengelolaan keuangan desa berdasarkan Permendagri no
113 Tahun 2014. Penelitian yang dilakukan oleh Taufik (2014) menjelaskan bahwa terjadi perubahan pola
pertanggungjawaban dari akuntabilitas vertikal menjadi akuntabilitas horizontal. Penganggaran berubah
dari sistem tradisional menggunakan pendekatan inkremental dan line item ke sistem anggaran kinerja.
Melihat fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti akuntabilitas pengelolaan dana desa
yang dilakukan oleh pemerintahan desa Girikerto. Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi
permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana akuntabilitas pengelolaan Dana Desa yang ada
di Desa Girikerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman? 2) Bagaimana tahapan pengelolaan Dana Desa di
Desa Girikerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman di masa pandemi dan kendalanya di Desa Girikerto?
LANDASAN TEORI
Dana Desa
Dana desa merupakan dana yang berasal dari APBN yang ditujukan bagi Desa yang ditransfer melalui
APBD Kabupaten/kota dipergunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan
kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomer 43 Tahun 2014
bab I pasal 1 angka 8. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terbit
setiap tahun sebelum tahun anggaran berikutnya berjalan mengatur prioritas penggunaan Dana Desa.
Pemerintah Pusat mengalokasikan dana desa sebagai bentuk kewajiban melalui APBN kemudian
ditransfer ke Rekening Kas Desa (RKD) melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sebagai
penyimpanan sementara Dana Desa.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2810-0581 (online)
3682
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol.2, No.8, Juli 2023
Prioritas Dana Desa Tahun 2020 menurut Permendesa Nomor 11 Tahun 2019 bab II pasal 5 ayat 1 dan 2
bahwa prioritas dana desa adalah untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Program dan kegiatan dalam prioritas penggunaan
Dana desa wajib memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat berupa
1. Peningkatan pelayanan publik
2. Peningkatan kesejahteraan masyarakat
3. Penanggulangan kemiskinan
4. Peningkatan kualitas hidup
Dengan adanya dana desa yang diberikan pemerintah pusat yang semakin besar setiap tahunnya maka
desa dituntut untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM yang ada di desa selain digunakan
untuk pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur. Pada dasarnya tujuan dan manfaat dari adanya
dana desa adalah untuk kesejahteraan masyarakat baik di bidang ekonomi maupun pembangunan.
Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban agent sebagai pemegang amanah untuk memberikan laporan dan
menyajikan pertanggungjawaban berupa pengungkapan segala bentuk aktivitas dan kegiatan yang menjadi
amanah agent kepada pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki kewenangan dan hak untuk
meminta pertanggungjawaban tersebut (Mardiasmo, 2018). Dalam lingkup pemerintahan, akuntabilitas
sangat penting terutama akuntabilitas finansial. Akuntabilitas finansial merupakan suatu bentuk
pertanggungjawaban yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintah ketika menggunakan dana publik secara
ekonomis, efektif dan efisien, terhindar dari pemborosan, korupsi dan kebocoran (Mahmudi, 2007).
Akuntabilitas finansial menekan pada anggaran dan jumlah finansial. Pengelolaan keuangan publik akan
menjadi perhatian masyarakat, oleh karena itu akuntabilitas finansial menjadi penting. Akuntabilitas
menjadi bentuk kewajiban bagi lembaga pemerintah dalam membuat laporan yang berisi
pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan sebagai wujud kinerja finansial organisasi kepada
pihak eksternal. Hasil kinerja pemerintah desa diakui oleh masyarakat ketika akuntabilitas finansial
dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah desa.
Sesuai Permendagri Nomor 113 tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa
beberapa indikator yang dilakukan untuk pengukuran dalam penelitian ini yakni:
Tabel 1. Indikator Tahap Perencanaan
No. Indikator Perencanaan
2. Bendahara Desa wajib melakukan pencatatan setiap penerimaan dan pengeluaran serta melakukan tutup buku
setiap akhir bulan secara tertib.
4. Laporan Pertanggungjawaban disampaikan setiap bulan kepada Kepala Desa dan paling lambat tanggal 10
bulan berikutnya.
1. Kepala Desa menyampaikan laporan realisasi pelaksanaan APBDesa kepada Bupati/ Walikota berupa laporan semester
pertama dan laporan semester akhir tahun.
4. Laporan semester akhir tahun disampaikan paling lambat pada akhir bulan Januari tahun berikutnya.
1. Kepala Desa menyampaikan laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa kepada Bupati/Walikota setiap
akhir tahun anggaran.
2. Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa terdiri dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
Media akuntabilitas yang memadai dapat berbentuk laporan yang dapat mengekspresikan
pencapaian tujuan melalui pengelolaan sumber daya suatu organisasi, karena pencapaian tujuan
merupakan salah satu ukuran kinerja individu maupun unit organisasi. Tujuan tersebut dapat
dilihat dalam rencana strategik organisasi, rencana kinerja, dan program kerja tahunan, dengan
tetap berpegang pada Rencana Jangka Panjang dan Menengah (RPJM) dan Rencana Kerja
Pemerintah (RKP).
METODE PENELITIAN
Metode penelitian menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini
adalah Desa Girikerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. . Pemilihan lokasi ini dengan
pertimbangan karena tingkat akuntabilitas pengelolaan Dana Desa yang dilaksanakan oleh
pengelola Dana Desa di wilayah tersebut perlu ditingkatkan guna mendukung terwujudnya Good
Governance. Jenis Data dalam penelitian ini yaitu Data primer yang mana merupakan data yang
diperoleh dari sumber data berupa hasil wawancara kepada pihak-pihak Desa Girikerto yang
berkompeten seperti kepala desa, sekretaris desa dan bendahara desa, pihak LPMD yang akan
diwakili oleh ketua dan anggota yang kompeten dalam pengelolaan dana desa serta masyarakat
umum. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari pengumpulan
data. Data sekunder diperoleh dengan cara membaca, mempelajari dan memahami melalui media
lain yang bersumber dari literatur, buku-buku serta dokumen-dokumen (Sugiyono, 2019). Dalam
penelitian ini data sekunder diperoleh dengan melalui pengumpulan dokumen-dokumen dan arsip
bagian pemerintahan berupa Laporan Keuangan Desa yang diperoleh dari bendahara Desa
Girikerto maupun data yang diperoleh dari website [Link]. Teknik yang digunakan
untuk pengumpulan data penelitian berupa wawancara ini dilakukan terhadap pihak-pihak yang
menjadi narasumber yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Bendahara. Selain itu wawancara
juga dilakukan kepada tokoh masyarakat untuk melakukan konfirmasi supaya diperoleh data
akurat yang kemungkinan tidak terdapat dalam dokumen-dokumen. Penelitian kualitatif yang
menggunakan pendekatan fenomenologis
12. Penyusunan Dokumen, Perencanaan Tata Ruang Desa Rp3.030.000 Rp3.030.000 100%
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2810-0581 (online)
3686
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol.2, No.8, Juli 2023
25. Lain-lain Sub. Bidang Koperasi dan UMKM Rp16.390.000 Rp16.390.000 100%
warga masyarakat serta pemegang kepentingan desa perlu terlibat dalam proses
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan sampai pada tahap evaluasi kegiatan yang
telah dilaksanakan. Keikutsertaan masyarakat juga diperlukan dalam mengidentifikasi
masalah pembangunan dan proses perencanaan program pembangunan desa. Sehingga,
terjalin koordinasi antara pihak perangkat desa dengan masyarakat untuk mewujudkan
sebuah kawasan pedesaan yang harmonis (Supratna, 2000).
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan
Keuangan Desa menyatakan bahwa kepala desa wajib menyampaikan laporan
realisasi APBDes secara tertulis termasuk dana desa kepada masyarakat melalui
media informasi yang mudah diakses oleh masyarakat, seperti papan pengumuman.
Tugas warga masyarakat yaitu melakukan kontrol dan ikut serta secara aktif pada
pertemuan musyawarah desa yang dilangsungkan oleh Badan Permusyawaratan Desa
(BPD). Berdasarkan pemaparan sekretaris dan bendahara desa Girikerto dalam
wawancara yang dilakukan bahwa informasi pengelolaan dana desa sudah terpasang
pada spanduk yang ditempel di depan kantor desa yang mudah di akses dan juga
memasang banner di setiap dusun-dusun yang dikelola dengan menggunakan dana
desa dimana spanduk kecil tersebut berisi rincian jumlah dana desa yang digunakan
untuk pembangunan, namun jika ada informasi yang kurang jelas bisa datang ke
kantor desa aparatur desa akan menjelaskan. Hal ini diungkapkan melalui pernyataan
Sekretaris desa Girikerto yaitu bapak Krisna Cahyana.
“Untuk informasi tentang pengelolaan dana desa kita sudah memasang
spanduk Mba di depan kantor desa maupun di setiap dusun-dusun. Hal
tersebut kami lakukan agar masyarakat juga dapat melihat dana yang
dikelola oleh pemerintah desa Girikerto seperti itu Mba...” (Krisna
Cahyana pukul 12:15 WIB Kamis, 24 Maret 2022 di Kantor Desa
Girikerto)
Hal yang sama juga disampaikan oleh Bendahara Desa Girikerto Ibu Emy Rahayu,
sebagai berikut:
“Oh, untuk informasi dana desa yang dikelola itu masyarakat bisa melihat
langsung Mba.. Di depan kantor itu kan ada, nah masyarakat bisa melihat
informasinya disana.. Dan ada juga yang dipasang di tiap-tiap dusun gitu
mba untuk lebih memudahkan lagi..” (Emy Rahayu pukul 13:05 WIB Senin,
28 Maret 2022 di Kantor Desa Girikerto)
Tahap Perencanaan
Menurut Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 pasal 35 menyatakan bahwa,
penatausahaan dilakukan oleh Bendahara Desa yang wajib melakukan pencatatan
setiap pemasukan dan pengeluaran kas serta melakukan tutup buku setiap akhir bulan
secara tertib. Semua hasil pencatatan dilaporkan melalui Laporan
Pertanggungjawaban kepada kepala Desa selaku pemangku kepentingan tertinggi.
Laporan Pertanggungjawaban paling lambat disampaikan pada tanggal 10 (sepuluh)
bulan berikutnya. Penatausahaan Desa Girikerto secara teknis telah mengikuti
pedoman yang ada pada Permendagri Nomor 113 Tahun 2014. Hal tersebut terlihat
dengan adanya Peraturan Desa Mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
(APBDes) yang telah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa
(BPD). Penatausahaan yang dilakukan oleh desa Girikerto melalui pencatatan oleh
bendahara desa meliputi Buku Kas Umum dan Buku Bank guna membantu
pencatatannya.
Dalam penatausahaan pengelolaan dana desa Desa Girikerto sesuai dengan hasil
wawancara yang dilakukan di Kantor Desa Girikerto yang bernama Dwi Rahmad
(Kaur Danarta) pada hari Rabu pukul 10:15 WIB tanggal 9 Februari 2022
mengungkapkan bahwa:
“Jadi, berkaitan dengan penatausahaan yang ada Desa Girikerto ini
sendiri sudah mengacu sesuai dengan Permendagri No. 113 itu tadi Mba..
Mulai dari pencatatannya sampai dengan pelaporannya..” (Dwi Rahmad
pukul 10:15 WIB Rabu, 9 Februari 2022 di Kantor Desa Girikerto)
Dari hasil wawancara bersama Bapak Dwi Rahmad (Kaur Danarta Desa Girikerto).
Peneliti menyimpulkan bahwa penatausahaan yang dilakukan di Desa Girikerto telah
sesuai dengan Indikator Akuntabilitas Penatausahaan Menurut Permendagri No. 113
Tahun 2014 yaitu (1) Penatausahaan di Desa Girikerto dilakukan oleh Bendahara
Desa, (2) Setiap Pemasukan dan Pengeluaran Kas, Bendahara selalu mencatat dan
melakukan tutup buku tiap bulan secara tertib, (3) Laporan Pertanggungjawaban
setiap bulan disampaikan melalui laporan pertanggungjawaban bulanan oleh
Bendahara Desa, (4) Bendahara menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban setiap
bulan kepada Kepala Desa.
Tabel 5. Tahap Perencanaan
Tahap Indikator Perencanaan Menurut Perencanaan di Lapangan Keterangan
Permendagri No. 113 Tahun 2014
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2810-0581 (online)
3689
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol.2, No.8, Juli 2023
Perencanaan Penatausahaan dilakukan oleh Berdasarkan hasil yang peneliti temukan di lapangan, bahwa Sudah terpenuhi.
Bendahara Desa. di Desa Girikerto untuk penatausahaan telah dilakukan oleh
Bendahara desa yang mana bendahara tersebut merupakan
staf urusan keuangan dan memiliki tugas untuk membantu
Sekretaris Desa.
Bendahara Desa wajib melakukan Bendahara Desa melakukan pencatatan baik dari penerimaan Sudah terpenuhi.
pencatatan setiap penerimaan dan dan pengeluaran kas. Bendahara juga melakukan tutup buku
pengeluaran serta melakukan tutup buku setiap akhir bulan karena kaitannya dengan pembayaran
setiap akhir bulan secara tertib. pajak.
Bendahara Desa wajib Dari hasil wawancara yang dilakukan, bendahara tidak hanya Sudah terpenuhi.
mempertanggungjawabkan uang melalui melakukan pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas
laporan pertanggungjawaban. melainkan juga mempertanggungjawabkan uang dengan
membuat LPJ.
Laporan Pertanggungjawaban LPJ yang dibuat oleh Bendahara tersebut selalu disampaikan Sudah terpenuhi.
disampaikan setiap bulan kepada Kepala kepada Kepala Desa paling lambat tanggal 10 bulan
Desa dan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya melalui Kepala Urusan Keuangan.
berikutnya.
Tahap Pelaporan
Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 pasal 37 menyatakan, Kepala Desa menyampaikan
Laporan realisasi pelaksanaan kepada Bupati/Walikota berupa Laporan Semester Pertama berupa
laporan realisasi APBDesa yang disampaikan paling lambat bulan Juli tahun berjalan, dan
Laporan Semester Akhir tahun yang disampaikan paling lambat bulan Januari tahun berikutnya.
Pelaporan pengelolaan Dana Desa secara teknis diatur dalam Permendagri Nomor 113 Tahun
2014 pasal 37 dimana Kepala Desa menyampaikan Laporan realisasi APBDesa kepada
Bupati/Walikota berupa, laporan semester pertama dan laporan semester akhir. Laporan realisasi
semester pertama APBDesa paling lambat disampaikan pada akhir bulan Juli tahun berjalan dan,
sementara laporan semester akhir tahun paling lambat disampaikan bulan Januari tahun
berikutnya.
Dalam pelaporan pengelolaan Dana Desa Desa Girikerto sesuai dengan hasil
wawancara yang dilakukan di Kantor Kepala Desa Girikerto yang bernama Dwi
Rahmad (Kaur Danarta) pada hari Rabu pukul 10:23 WIB tanggal 9 Februari 2022
mengungkapkan bahwa:
“Oh, kalau untuk laporan realisasi anggaran itu sendiri untuk semester
satu sudah dilaporkan oleh Kepala Desa ke Bupati melalui Camat pada
bulan Juli tahun lalu, gitu Mba.. Tapi, untuk tanggalnya lupa e.. Yang
pasti dari Pak Lurah sudah melaporkannya di bulan Juli itu.. Sedangkan
untuk yang Laporan Realisasi untuk semester dua juga sudah dilaporkan
oleh Pak Lurah ke Bupati melalui Camat pada bulan Januari seperti itu e
Mbaa..”. (Dwi Rahmad pukul 10:35 WIB Rabu, 9 Februari 2022 di Kantor
Desa Girikerto)
Tabel 6 Tahap Pelaporan
Tahap Indikator Pelaporan Menurut Pelaporan di Lapangan Keterangan
Permendagri No. 113 Tahun 2014
Pelaporan Laporan semester pertama dan Menurut hasil wawancara dengan Kepala Urusan keuangan Sudah
laporan semester akhir tahun Kantor Desa Girikerto bahwa Laporan semester baik itu terpenuhi.
dilaporkan oleh Kepala Desa kepada Laporan semester pertama sampai dengan semester akhir
Bupati melalui Camat. tahun dilaporkan oleh Kepala Desa kepada Bupati melalui
Camat.
Laporan Realisasi semester pertama Laporan yang diserahkan merupakan Laporan Realisasi Sudah
berupa APBDesa. APBDesa di semester pertama. terpenuhi.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2810-0581 (online)
3690
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol.2, No.8, Juli 2023
Laporan semester pertama Kepala Desa menyerahkan laporan semester pertama kepada Sudah
dilaporkan oleh Kepala Desa kepada Bupati melalui Camat di bulan Juli. terpenuhi.
Bupati melalui camat pada bulan
Juli.
Laporan semester akhir tahun Kemudian, untuk laporan semester akhir juga sudah Sudah
dilaporkan oleh Kepala Desa kepada dilaporkan oleh Kepala Desa kepada Bupati melalui Camat. terpenuhi.
Bupati melalui Camat pada bulan
Desember.
Dari hasil wawancara bersama Bapak Dwi Rahmad (Kaur Danarta Desa Girikerto),
Peneliti menyimpulkan bahwa sudah sesuai dengan Indikator Akuntabilitas Pelaporan
Menurut Permendagri No. 113 Tahun 2014 yaitu (1) Laporan semester pertama dan
laporan semester akhir tahun dilaporkan oleh Kepala Desa kepada Bupati melalui
Camat, (2) Laporan Realisasi semester pertama berupa APBDesa, (3) Laporan
semester pertama dilaporkan oleh Kepala Desa kepada Bupati melalui camat pada
bulan Juli, (4) Laporan semester akhir tahun dilaporkan oleh Kepala Desa kepada
Bupati melalui Camat pada bulan Desember.
Tahap Pertanggungjawaban
Disebutkan dalam Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 pasal 38 bahwa, Kepala
Desa menyampaikan kepada Bupati/Walikota melalui Camat setiap akhir tahun
anggaran yang berupa laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa
yang terdiri dari pendapatan, belanja dan pembiayaan yang sudah ditetapkan dalam
peraturan desa yang dilampiri dengan beberapa berkas diantaranya sebagai berikut:
a) Format laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa tahun
anggaran berkenaan.
b) Format laporan kekayaan milik desa pada akhir bulan desember tahun
anggaran berkenaan.
c) Format laporan program pemerintah dan pemerintah daerah yang masuk ke
desa.
Dalam pertanggungjawaban pengelolaan dana desa Desa Girikerto sesuai dengan
hasil wawancara yang dilakukan di Kantor Kepala Desa Girikerto yang bernama Dwi
Rahmad (Kaur Danarta) pada hari Rabu pukul 10:27 WIB tanggal 9 Februari 2022
mengungkapkan bahwa:
“Untuk laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan telah disampaikan
kepada Bupati setiap akhir tahun lebih tepatnya. Iya, untuk apa yang laporannya itu
sendiri terdiri dari yang tadi Mba sampaikan ada pendapatan, belanja dan juga
pembiayaan seperti itu mungkin Mbaa..”. (Dwi Rahmad pukul 10:27 WIB Rabu, 9
Februari 2022 di Kantor Desa Girikerto)
Dari hasil wawancara bersama Bapak Dwi Rahmad (Kaur Danarta Desa Girikerto),
Peneliti menyimpulkan bahwa sudah sesuai dengan Indikator Akuntabilitas
Pertanggungjawaban Menurut Permendagri No. 113 Tahun 2014 yaitu (1) Kepala
Desa Girikerto telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban realisasi
pelaksanaan APBDesa kepada Bupati setiap akhir tahun anggaran, (2) Laporan
pertanggungjawaban Realisasi pelaksanaan APBDesa terdiri dari pendapatan, belanja,
dan pembiayaan, (3) Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa
ditetapkan dengan Peraturan Desa.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2810-0581 (online)
3691
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol.2, No.8, Juli 2023
Pertanggungjawaban Kepala Desa Girikerto telah Di Desa Girikerto sendiri, Kepala Desa Sudah terpenuhi.
menyampaikan laporan telah menyampaikan Laporan
pertanggungjawaban realisasi Pertanggungjawaban Realisasi
pelaksanaan APBDesa kepada Bupati Pelaksanaan APBDesa kepada Bupati
setiap akhir tahun anggaran. pada akhir tahun 2021 atau lebih
tepatnya pada akhir tahun Anggaran.
KESIMPULAN
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penerapan
akuntabilitas dan partisipasi masyarakat di Desa Girikerto adalah sebagai berikut :
Penerapan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa di desa Girikerto telah sesuai dan sudah
akuntabel, yang mana telah memenuhi prinsip-prinsip Akuntabilitas hal ini dibuktikan dengan
semua indikator yang ada di Undang-Undang Nomor 113 Tahun 2014 dari tahap perencanaan,
tahap pelaporan sampai dengan tahap pertanggungjawaban sudah terpenuhi semuanya. Sehingga,
membuktikan bahwa pengelolaan dana desa di Desa Girikerto itu telah Akuntabel.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan tentang Akuntabilitas dan Partisipasi Masyarakat
dalam Pengelolaan Keuangan Dana Desa di Desa Girikerto, maka penulis dapat memberikan
beberapa saran yang terkait dengan penelitian ini.
1. Bagi Pemerintah Desa, perbaikan secara berkelanjutan merupakan fokus dari
pengelolaan dana desa dengan selalu mematuhi peraturan perundang-undangan
terbaru, agar pemerintah desa dapat mengelola anggaran dana desa dengan baik
terutama dalam pengeluaran dana desa.
2. Bagi Para Perangkat Desa dapat memanfaatkan media lainnya untuk
mempublikasikan pengelolaan dana desa agar masyarakat dan siapapun yang
membutuhkan informasi dapat dengan mudah mengakses laporan keuangan. Oleh
karena itu, peneliti melakukan cross check data dengan melihat fakta yang ada dari
informan yang berbeda.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2810-0581 (online)
3692
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol.2, No.8, Juli 2023
PENGAKUAN
Terima Kasih kepada Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang telah mendukung proses penelitian
ini dan Pemerintah Desa Girikerto, yang telah membantu proses pengambilan data penelitian.
DAFTAR REFERENSI
Boro, E., Sapra, T., de Lavison, J. F., Dalabona, C., Ariyaratne, V., & Samsudin, A. (2022). The
role and impact of faith-based organisations in the management of and response to
COVID- 19 in low-resource settings: Policy & practice note. Religion and Development,
1(1), 132–145. [Link]
Retnaningdiah, D.; Resmi, S.; Kurniawati, I.; Winarso, B.S. Incorporating Intellectual Property
Rights and E-Commerce: Supply Chain Strategy to Strengthen the Competitiveness of
SMEs. Int. J. Supply Chain. Manag. 2020, 9, 649–655.
Safitri, TA; Fathah, RN. 2018. Pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam Mewujudkan Good
Governance. Jurnal Litbang Sukowati, Vol 2 (1). 89-105.
S, Barokah; FS Segarawasesa. (2023). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Internet
Financial Reporting (Studi pada RSUD di Pulau Jawa Periode 2019-2020). Jurnal
Tambora, Vol 7(1). 282-290.
Wulandari, E; M Rifandi. (2023). Implementation of Environmental Accounting to Waste
Management Cost Of PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. International Conference
On Accounting And Finance. Vol 1. 40-45.
Kuncara, Widodo, Ismail (2016). Sistem Akuntansi Pengelolaan Dana Desa. Jurnal Ekonomi dan
Bisnis . Vol 19 No 2. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana
Mahmudi. 2016. Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Edisi Ketiga, Yogyakarta:
UPP STIM YKPN.
NN, Ningsih & Hafni, DA. (2021). Analisis Pelaksanaan Kewajiban Atas Pajak Penghasilan
Pasal 21 Pada Rumah Sakit X di Klaten -Jawa Tengah. Review of Applied Accounting
Research, Vol 1 (2). 84-92
Fathah, RN. (2017). Analisis Rasio Keuangan untuk Penilaian Kinerja pada Pemerintah Daerah
Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal EBBANK, Vol 8(1). 33-48.
Hartati, Sandra, & Fathah, RN. (2022). Implementasi Pengelolaan Alokasi Dana Desa pada
Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Akuntansi dan Governance, Vol 2(2), 119-129.
M, Rifandi. (2018). Pengaruh Teknologi Informasi dan Pengawasan Keuangan Terhadap Nilai
Informasi Laporan Keuangan Terhadap Nilai Informasi Laporan Keuangan Pemerintah
Daerah. Jurnal Relasi, Vol 14(2). 48-61.
AD, Nindiasari; AL Widodo; AM Lumaku, (2023). The Use of Porter’s CSR Strategy for
Hospital Sustainability. Jurnal Riset dan Aplikasi, Akuntansi dan Manajemen, Vol 6 (2).
157-174.
BF Maulina & FS Segarawasesa. (2023). Analisis Akuntabilitas, Efektivitas dan Transparansi
Laporan Keuangan Lazismu Depok dalam Perspektif PSAK 109. 6th Proceeding of
National Conference on Accounting &Finance, Vol 5. 200-206.
Mursyidi. 2013. Akuntansi Pemerintahan di Indonesia. Bandung: Refika Aditama.
Pramesti, Sisi (2015). KPK Temukan 14 Potensi Masalah Pengelolaan Dana Desa.
[Link]
pengelolaan-dana-desa Di Akses 31 Oktober 2021
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2810-0581 (online)
3693
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol.2, No.8, Juli 2023
Risya, Umami and Nurodin, Idang (2017) Pengaruh Transparansi Dan Akuntabilitas Terhadap
Pengelolaan Keuangan Desa. Jurnal Ilmiah Ilmu Ekonomi (Jurnal Akuntansi, Pajak dan
Manajemen), 6 (11). pp. 74-80. ISSN 2088-696
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Jakarta: Alfabeta.
Taufik, Taufeni. 2014, Pengelolaan Keuangan Desa. Repository Jurusan Akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas Riau
Undang-Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa
Permendagri No 113 Tahun 2014
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
ISSN : 2810-0581 (online)