0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan18 halaman

Program UKM di Puskesmas 2024/2025

Dokumen ini adalah laporan pendahuluan mengenai Program Puskesmas (UKM) yang disusun oleh kelompok mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Puskesmas berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu, program UKM mencakup berbagai kegiatan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, dan upaya kesehatan ibu dan anak.

Diunggah oleh

ayanaamanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan18 halaman

Program UKM di Puskesmas 2024/2025

Dokumen ini adalah laporan pendahuluan mengenai Program Puskesmas (UKM) yang disusun oleh kelompok mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Puskesmas berfungsi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu, program UKM mencakup berbagai kegiatan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, dan upaya kesehatan ibu dan anak.

Diunggah oleh

ayanaamanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

PROGRAM PUSKESMAS (UKM)

Pembimbing Akademik : Hiryadi, [Link].,[Link]


Pembimbing Klinik : Hj. Marlina, [Link].,Ns

Disusun Oleh Kelompok 1 :


Ahmad Erwin Wahyudi, [Link] 2414901110002
Alif Arji , [Link] 2414901110005
Alya Hadiqatul Janah, [Link] 2414901110006
Amanda Cahaya Kencana, [Link] 2414901210080
Anesti Oktavia, [Link] 2414901110010
Annisa Rahmah, [Link] 2414901110012
Ayu Indah Lestari, [Link] 2414901110015
Finka Safitry, [Link] 2414901110020
Ma’ruf Affandi 2414901210108
Mona Maulida, [Link] 2414901210110
Yulida, [Link] 2414901210145

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI PROFESI KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIK 2024/2025
PROGRAM PUSKESMAS
UKM (UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT)

A. Definisi
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan
upaya Kesehatan Masyarakat dan upaya Kesehatan perorangan Tingkat
pertaman, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk
mencapai derajat Kesehatan Masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah
kerjanya. Puskesmas merupakan unit pelaksanaan teknis Kesehatan dibawah
supervise Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Secara umum, fasilitas
Kesehatan tersebut harus memberikan pelayanan preventif, promotif, kuratif
sampai dengan rehabilitatif baik melalui Upaya Kesehatan Perorangan (UKP)
ataupun Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) (Permenkes, 2014).

Puskesmas bertugas melaksanakan kebijakan Kesehatan untuk mencapai


tujuan Pembangunan Kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka
mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Dalam pelaksanaan tugas tersebut,
puskesmas menjalankan dua fungsi yaitu:
1. Penyelenggaraan UKM Tingkat pertama di wilayah kerjanya
Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) adalah setiap kegiatan untuk
memelihara dan meningkatkan Kesehatan serta mencegah dan
menanggulangi timbulnya masalah Kesehatan dengan sasaran keluarga,
kelompok dan Masyarakat.
2. Penyelenggaraan UKP Tingkat pertama di wilayah kerjanya
Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) adalah serangkaian kegiatan
pelayanan Kesehatan yang ditujukan untuk peningkatan, pencegahan,
penyembuhan penyakit, penggunaan penderita akibat penyakit dan
memulihkan kesehatan perseorangan (PERMENKES, 2014).
B. Kegiatan Program UKM
1. Pelayanan promosi kesehatan termasuk UKS
2. Pelayanan kesehatan lingkungan
3. Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM
4. Pelayanan gizi yang bersifat UKM
5. Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit
6. Pelayanan keperawatan kesehatan Masyarakat

C. Konsep UKS
1. Definisi/deskripsi
UKS adalah usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak
usia sekolah pada setiap jalur, jenis, dan jenjang pendidikan mulai TK
sampai SMA/SMK/MA (Tim pembina UKS,2010: 7).

Menurut Depkes RI (2011), UKS adalah upaya terpadu lintas program


dan lintas sector untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan
selanjutnya terbentuk perilaku hidup sehat dan bersih baik bagi peserta
didik, warga sekolah, maupun waga masyarakat yang dilakukan untuk
meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis, dan
jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak sampai sekolah
Menengah Atas/SekolahMenengah Kejuruan/Madrasah Aliyah.

Usaha kesehatan sekolah adalah salah satu wahana untuk


meningkatkankemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta
didik sedini mungkin,selanjutnya di sebutkan UKS harus sudah mendapat
tempat dan perhatian yang baikdi dalam lingkungan pendidikan. Secara
garis besar UKS dapat dikelompokan dalamtiga bidang atau di sebut
dengan 3 program UKS atau yang dikenal sebagai TriasUKS yaitu:
Meskipun demikian bukan berarti mengabaikan pelaksanaan selanjutnya
di sekolah.
Dapat disimpulkan bahwa yang di maksud dengan UKS adalah usaha
kesehatan sekolah yang di dalam lingkungan sekolah maupun yang di
sekitar lingkungan sekolah, yang sasaranya adalah peserta didik beserta
masyarakat sekolah yang lainya yang bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan hidup sehat peserta didik sehingga peserta didik dapat
belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis serta optimal, menjadi
sumber daya manusia yang berkualitas.

2. Trias UKS
Secara garis besar UKS dapat dikelompokan dalam tiga bidang atau di
sebut dengan 3 program UKS atau yang dikenal sebagai Trias UKS yaitu:
a. Pendidikan kesehatan,
merupakan bagian dari keseluruhan upaya kesehatan (promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif) yang menitikberatkan pada upaya
untuk meningkatkan perilaku hidup sehat. Secara konsep: penkes
merupakan upaya mempengaruhi/mengajak orang lain (individu,
keompok, masyarakat) agar berperilaku hidup sehat. Secara
operasional: penkes adalah semua kegiatan untuk memberikan/
meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek masyarakat dalam
memelihara dan meingkatkan kesehatannya.
b. Pemeliharaan atau pelayanan kesehatan
Ini juga merupakan tingkat efisiensi fungsional dan / atau
metabolisme organisme, sering implisit manusia.
c. Kehidupan lingkungan yang sehat.
Lingkungan fisik, missal : menjaga kebersihan kelas dan halaman
sekolah, memperhatiakn pengaturan pencahayaan ( ventilasi )
ruangan, pengaturan jarak, tempat duduk, dan papan tulis, dll.
Lingkungan mental dan sosial, antara lain : menciptakan suasana
hubungan kekeluargaan yang akarab dan erat antara sesama warga
sekolah
3. Tujuan UKS
Tujuan UKS secara umum adalah untuk meningkatkan kemampuan
hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin serta
menciptakan lingkungan sekolah yang sehat sehingga memungkinkan
pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis dan optimal
dalam rangka pembentukan manusia indonesia yang berkualitas.

Secara khusus tujuan usaha kesehatan sekolah adalah untuk memupuk


kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat kesehatan pesertadidik
yang mencakup memiliki pengetahuan, sikap, dan ketrampilan untuk
melaksanakan prinsip hidup sehat, serta berpartisipasi aktif di dalam
usaha peningkatan kesehatan. Sehat fisik, mental, sosial maupun
lingkungan, serta memilikidaya hayat dan daya tangkal terhadap
pengaruh buruk, penyalahgunaan narkoba, alkohol dan kebiasaan
merokok serta hal-hal yang berkaitan dengan masalah pornografi dan
masalah sosial lainnya.
Jadi tujuan UKS yaitu untuk meningkatkan derajat Kesehatan dan
kemampuan hidup sehat peserta disik agar dapat menciptakan lingkungan
yang sehat, sehingga memiliki pengetahuan, sikap dan
keterampilamuntuk melaksanakan prinsip hidup sehat, baik fisik, mental,
maupun sosial serta memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap
pengaruh buruk, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya.
4. Sasaran UKS
Sasaran UKS adalah pendidikan formal dan non-formal pada setiap jalur
dan jenis pendidikan mulai dari tingkat pra sekolah sampai SMA
termasuk perguruan agama beserta lingkungannya.
Sasaran pembinaan UKS: peserta didik, pembina teknis (guru dan
petugas kesehatan), pembina non teknis (pengelola pendidikan dan
karyawan sekolah, sarana dan prasarana Pendidikan Kesehatan dan
pelayanan kesehatan, lingkungan
(lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat).
5. Peran UKS
Peranan UKS adalah sebagai salah satu modal dasar pembangunan
nasional adalah sumber daya manusia yang berkualitas yaitu manusia
Indonesia yang sehat fisik, mental, dan sosial serta memiliki
produktivitas yang optimal dengan pemelihaaan dan peningkatan
kesehatan secara terus menerus yang dimulai sejak dalam kandungan,
balita, usia sekolah sampai usia lanjut.
6. Sarana dan prasarana
Djonet Soetanto (1982:122) dalam skripsi Restu Prihatiningsih (2011:29)
meliputi:
a. ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau klinik sekolah,
b. alat-alat pemeriksaan yang diperoleh,
c. alat-alat PPPK,
d. obat-obatan sehari-hari yang diperlukan. Berdasarkan
kelengkapannya dibagi menjadi :
1) Sarana dan prasarana sederhana
- Tempat tidur
- Timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, snelle chart
- Kotak P3K dan obat-obatan (betadin, oralit, parasetamol)
- Lemari obat, poster-poster, struktur organisasi, jadwal piket,
tempat cuci tangan, wastafel, data angka kesakitan murid.
- Melakukan trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang
pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan.
2) Sarana dan prasarana lengkap
- Tempat tidur
- Timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, snelle chart
- Kotak P3K dan obat-obatan (betadin, oralit, parasetamol)
- Lemari obat, poster-poster, struktur organisasi, jadwal piket,
tempat cuci tangan, wastafel, data angka kesakitan murid.
- Melakukan trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang
pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan.
- Memiliki kader Triwisada/KKR sebanyak 6-9% dari jumlah
siswa
3) Sarana dan prasaran ideal
- Tempat tidur
- Timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, snelle chart
- Kotak P3K dan obat-obatan (betadin, oralit, parasetamol)
- Lemari obat, poster-poster, struktur organisasi, jadwal piket,
tempat cuci tangan, wastafel, data angka kesakitan murid.
- Peralatan gigi, unit gigi
- Contoh-contoh model organ tubuh
- Melakukan trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang
pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan.
- Memiliki kader Triwisada/KKR sebanyak 6-9% dari jumlah
siswa.
7. Organisasi UKS
Struktur organisasi UKS mengikuti struktur organisasi
Departemen Kesehatan RI yaitu:
a. Tingkat Pusat
Sub Direktorat Kesehatan Sekolah dan Olahraga, Direktorat
Kesehatan Masyarakat terdiri dari beberapa seksi yaitu : seksi
kesehatan anak sekolah dan mahasiswa, seksi kesehatan anak-
anak luar biasa, seksi olahraga kesehatan, seksi pengembangan
metode. Fungsi dan tanggung jawabnya : membuat program
kerja melakukan koordinasi, melakukan bimbingan dan
pengawasan pelaksanaan UKS di seluruh Indonesia,
mengusahakan bantuan teknis dan materiil, bersama-sama
dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyusun
kurikulum tentang kesehatan pada umumnya dan UKS pada
khususnya, menyelenggarakan lokakarya, seminar, rapat kerja
diskusi penataran dan lain-lain.

b. Tingkat Provinsi
Fungsi dan tanggung jawabnya adalah sebagai koordinator
pelaksana UKS di tingkat provinsi yang meliputi : membuat
rencana program kerja, membuat bimbingan teknis, melakukan
koordinasi dan pengawasan, menerima laporan kegiatan dari
tingkat Kabupaten/ kota melaporkan kegiatan ke tingkat pusat,
memberi bantuan materi dan keuangan ke daerah dan lain-lain
usaha yang dianggap perlu.
c. Tingkat Kota/Kabupaten
Penanggung jawab UKS pada Dinas Kesehatan Kabupaten/
Kota. Fungsi dan tanggung jawabnya meliputi : membuat
rencana kerja harian, melakukan koordinasi kegiatan-kegiatan
kesehatan yang ditujukan kepada anak didik dan masyarakat
sekolah, melakukan pengawasan pelaksanaan UKS di sekolah,
melaporkan kegiatan ditingkat provinsi, menyelenggarakan
kursus-kursus kesehatan, kursus UKS bagi guru, murid, dan
petugas kesehatan setempat, memupuk kerjasama yang ada
hubungannya dengan pelaksanaan UKS.
d. Tingkat puskesmas
Pusat kesehatan masyarakat adalah suatu usaha unit organisasi
kesehatan yang langsung memberi pelayanan kepada
masyarakat secara menyeluruh dan terintregasi di wilayah kerja
tertentu dalam bentuk usaha kesehatan.
e. Tingkat sekolah
Keanggotaan tim pelaksanaan UKS di sekolah ditetapkan oleh
kepala sekolah dan keanggotaannya terdiri dari unsur
pemerintahan desa/kelurahan, kepala sekolah, guru, pamong
belajar, organisasi siswa intra sekolah, puskesmas, orang tua
murid, serta unsur lain yang relevan.
8. Ruang lingkup program UKS
Ruang lingkup UKS adalah ruang lingkup yang tercermin dalam Tiga
Program Pokok Usaha Kesehatan Sekolah ( TRIAS UKS ), yaitu sebagai
berikut:
a. Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan
- Meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan untuk
senantiasa berperilaku hidup sehat
- Penanaman perilaku/kebiasaan hidup sehat dan daya tangkal
terhadap pengaruh buruk dari luar.
- Pelatihan dan penanaman pola hidup sehat agar dapat
diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan di sekolah :
- pelayanan kesehatan; termasuk Pelayanan Kesehatan Peduli
Remaja ( PKPR);
- pemeriksaan penjaringan kesehatan peserta didik;
- pemeriksaan berkala;
- pengobatan ringan dan P3K maupun P3P;
- pencegahan penyakit ( imunisasi; PSN; PHBS; Pendidikan
Kecakapan Hidup Sehat atau Life Skills Education );
- penyuluhan kesehatan dan konseling;
- Usaha Kesehatan Gigi Sekolah ( UKGS );
- pencatatan dan pelaporan tentang keadaan penyakit dan status
gizi dan hal lainnya yang berhubungan dengan pelayanan
kesehatan;
- rujukan kesehatan ke Puskesmas;
- pengukuran tingkat kesegaran jasmani.
c. Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat, baik fisik,
mental, sosial maupun lingkungan :
- Pelaksanaan 7K ( kebersihan, keindahan, kenyamanan,
ketertiban, keamanan, kerindangan , kekeluargaan ).
- Pembinaan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan terasuk
bebas asap rokok.
- Pembinaan kerjasama antar masyarakat sekolah ( guru, murid,
pegawai sekolah, orang tua murid dan masyarakat sekitar ).

D. Pelayanan KIA-KB
Upaya kesehatan ibu dan anak (KIA) meliputi pelayanan dan pemeliharaan
bagi ibu hamil, ibu melahirkan, ibu dalam masa nifas, ibu dengan komplikasi
kebidanan, pelayanan keluarga berencana, ibu menyusui, bayi dan anak
balita, serta anak sekolah. Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan
ibu dan anak bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam membangun
sistem kesiagaan dalam mengatasi situasi darurat yang berkaitan dengan
kehamilan dan persalinan dari aspek non-klinis.

Pelayanan KIA – KB adalah Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, termasuk


pelayanan Keluarga Berencana, yang meliputi pelayanan promotif, preventif,
kuratif, dan rehabilitatif. Yang termasuk pelayanan KIA-KB ini misalnya
pemeriksaan kehamilan (ANC), nifas, pengobatan bayi dan balita, imunisasi,
DDTK, kesehatan reproduksi remaja termasuk calon pengantin, pelayanan
KB pil, kondom, suntik, IUD, dan implan.

Program ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak,
mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui program KB dan
menghindarkan masyarakat dari kesakitan dan kecacatan, baik alat, system,
fungsi proses reproduksi sehingga memungkinkan setiap hidup produktif
secara biologis, sosial dan ekonomis.
Tujuan Program Kesehatan Ibu dan Anak
Tujuan program kesehatan ibu dan anak dibagi menjadi dua bagian, di
antaranya sebagai berikut.
1. Tujuan umum
Tujuan umum program kesehatan ibu dan anak adalah mencapai
kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang
optimal bagi ibu dan keluarganya. Mempercepat pencapaian target
pembangunan kesehatan Indonesia, yaitu Indonesia Sehat 2010. Selain
itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan
anak guna menjamin proses tumbuh kembang yang optimal, yang menjadi
landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya.
2. Tujuan khusus
Tujuan khusus program kesehatan ibu dan anak adalah sebagai berikut.
a. Peningkatan kemampuan ibu dalam mengelola kesehatan diri dan
keluarganya dengan menggunakan teknologi yang sesuai, seperti Desa
Wisma, Posyandu, dan sejenisnya.
b. Peningkatan usaha pembinaan kesehatan anak balita dan prasekolah di
lingkungan keluarga, Desa Wisma, Posyandu, Karang Balita, dan TK.
c. Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan bagi bayi, anak balita, ibu
hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan ibu menyusui.
d. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin,
ibu nifas, ibu menyusui, bayi, dan anak balita.
e. Peningkatan kemampuan dan partisipasi masyarakat, keluarga, serta
seluruh anggota keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan ibu,
balita, dan anak prasekolah terutama dengan meningkatkan peran ibu
dalam keluarga.
Prinsip Pengelolaan Program Kesehatan Ibu dan Anak
Prinsip pengelolaan program kesehatan ibu dan anak adalah untuk
meningkatkan jangkauan serta mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak secara
efektif serta efisien. Program kesehatan ibu dan anak difokuskan pada
kegiatan utama sebagai berikut:
1. Meningkatkan pelayanan antenatal di semua fasilitas pelayanan dengan
mutu yang baik dan jangkauan yang luas.
2. Meningkatkan pertolongan persalinan dengan peningkatan peran tenaga
profesional secara bertahap.
3. Meningkatkan deteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil, baik oleh tenaga
kesehatan maupun oleh kader dan dukun bayi di masyarakat, serta
menangani dan memantau risiko tersebut secara berkelanjutan.
Peningkatan pelayanan neonatal (bayi yang berusia kurang dari satu
bulan) dengan mutu yang baik dan jangkauan yang luas.

Kegiatan dalam Program Kesehatan Ibu dan Anak


Ada beberapa kegiatan dalam program kesehatan ibu dan anak, antara lain sebagai
berikut:
1. Pemeliharaan kesehatan bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak balita, dan
anak prasekolah.
2. Deteksi dini faktor risiko pada ibu hamil.
3. Pemantauan tumbuh kembang anak balita.
4. Pemberian imunisasi Tetanus Toxoid dua kali pada ibu hamil serta imunisasi
BCG, DPT 3 kali, Polio 3 kali, dan campak 1 kali pada bayi.
5. Penyuluhan kesehatan yang mencakup berbagai aspek untuk mencapai tujuan
program kesehatan ibu dan anak.
6. Pengobatan penyakit ringan bagi ibu, bayi, anak balita, dan anak prasekolah.
7. Kunjungan rumah untuk menemukan ibu dan anak yang membutuhkan
pemeliharaan, serta bayi yang dilahirkan oleh dukun selama periode neonatal
(0—30 hari).
8. Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak, dukun bayi, dan
kader kesehatan.

Program kesehatan ibu dan anak melibatkan berbagai kegiatan yang dirancang
untuk memastikan kesehatan serta kesejahteraan ibu dan anak. Berikut adalah
beberapa kegiatan utama dalam program KIA.
1. Pemeriksaan kehamilan rutin (antenatal care). Melakukan pemeriksaan
kesehatan ibu hamil secara rutin untuk memantau perkembangan kehamilan,
mendeteksi dini komplikasi, dan memberikan edukasi kesehatan.
2. Persalinan aman. Menyediakan layanan persalinan yang aman dan berkualitas,
termasuk ketersediaan tenaga medis terlatih, fasilitas persalinan yang
memadai, serta penanganan komplikasi persalinan
3. Pelayanan pascapersalinan (postnatal care). Memberikan perawatan kesehatan
kepada ibu dan bayi baru lahir, termasuk pemantauan kesehatan ibu, menyusui
eksklusif, dan imunisasi bayi.
4. Imunisasi anak. Melaksanakan program imunisasi untuk melindungi anak-
anak dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti
campak, polio, dan hepatitis.
5. Pemberian ASI eksklusif dan penyuluhan gizi. Mendorong pemberian ASI
eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi serta memberikan
penyuluhan tentang gizi seimbang bagi ibu dan anak.
6. Pemeriksaan dan pemantauan tumbuh kembang anak. Melakukan pemeriksaan
rutin untuk memantau tumbuh kembang anak, mendeteksi dini masalah
kesehatan dan perkembangan, serta memberikan intervensi yang diperlukan.
7. Pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Mengadakan pelatihan
bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan keterampilan serta pengetahuan
mereka dalam memberikan layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas.
8. Edukasi dan penyuluhan kesehatan. Menyediakan pendidikan dan penyuluhan
kepada ibu, keluarga, serta komunitas mengenai kesehatan ibu dan anak,
termasuk perawatan kehamilan, persalinan, pascapersalinan, serta perawatan
anak.
9. Penyediaan dan distribusi suplemen gizi. Memberikan suplemen gizi seperti
zat besi dan asam folat kepada ibu hamil dan menyusui, serta suplemen
vitamin A dan zinc untuk anak-anak.
10. Layanan keluarga berencana. Menyediakan layanan keluarga berencana untuk
membantu pasangan dalam merencanakan kehamilan dan mengatur jarak
kelahiran
11. Kampanye kesadaran dan promosi kesehatan. Mengadakan kampanye untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan
anak, serta mempromosikan praktik-praktik kesehatan yang baik.
12. Penyediaan layanan kesehatan reproduksi. Menyediakan layanan kesehatan
reproduksi yang komprehensif, termasuk penanganan infeksi menular seksual
dan pelayanan kesehatan reproduksi remaja.
13. Pemantauan dan evaluasi program. Melakukan pemantauan serta evaluasi
terhadap kegiatan program kesehatan ibu dan anak untuk memastikan
efektivitas serta efisiensi program dan mengidentifikasi area yang perlu
diperbaiki.
Dengan melaksanakan berbagai kegiatan ini, program kesehatan ibu dan anak
bertujuan untuk meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan ibu dan anak,
mengurangi angka kematian ibu dan anak, serta memastikan bahwa setiap ibu dan
anak memiliki akses ke layanan kesehatan yang mereka butuhkan.

E. Pelayanan Gizi di Puskesmas


Pelayanan gizi di Puskesmas adalah kegiatan pelayanan gizi mulai dari Upaya
promotive, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilakukan di wilayah
kerja Puskesmas. Pelayanan gizi di Puskesmas dilaksanakan di dalam gedung
dan di luar gedung.
1. Pelayanan gizi dalam Gedung
a. Pengkajian gizi (pengukuran antropometri, pemeriksaan klinis, data
riwayat gizi, hasil pemeriksaan laboratorium)
b. Penentuan diagnosa gizi
c. Intervensi gizi (penentuan jenis diet,
d. Monitoring dan evaluasi gizi, konseling Gizi, penyelenggaraan
makanan
2. Pelayanan gizi luar Gedung
a. Edukasi gizi / Pendidikan gizi
b. Konseling ASI Ekslusif
c. Konseling gizi melalui Pos Pembinaan Terpadu penyakit Tidak
Menular (Posbindu PTM)
d. Pengelolaan Pemantauan Pertumbuhan di Posyandu
e. Pengelolaan pemberian Kapsul Vitamin A
f. Pemberian Tablet Tambah Darah untk ibu hamil dan nifas
g. Edukasi pencegahan anemia pada remaja putri dan WUS
h. Pengelolaan pemberian MP-ASI dan PMT-Pemulihan
i. Surveilens gizi
j. Pembinaan gizi di isntitusi (pembinaan gizi di Sekolah, perbaikan
gizi di panti, rumah tahanan, kantin restoran, dll)
k. Kerjasama lintas sektor dan lintas program

F. Pelayanan Kesehatan Lingkungan


Kesehatan lingkungan sebagai salah satu upaya kesehatan ditujukan untuk
mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi,
maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya, sebagaimana tercantum dalam Pasal 162 Undang-
Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ketentuan mengenai
penyelenggaraan kesehatan lingkungan selanjutnya diatur dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, yang
pengaturannya ditujukan dalam rangka terwujudnya kualitas lingkungan yang
sehat tersebut melalui upaya pencegahan penyakit dan/atau gangguan
kesehatan dari faktor risiko kesehatan lingkungan di permukiman, tempat
kerja, tempat rekreasi serta tempat dan fasilitas umum (Permenkes No. 13
Tahun 2015).
Kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan Puskesmas dilaksanakan di dalam
gedung dan luar gedung Puskesmas, meliputi: (Permenkes No. 13 Tahun
2015).
1. Konseling
2. Inspeksi Kesehatan Lingkungan
3. Intervensi/tindakan kesehatan lingkungan
Intervensi Kesehatan Lingkungan adalah tindakan penyehatan,
pengamanan, dan pengendalian untuk mewujudkan kualitas lingkungan
yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun sosial, yang dapat
berupa: (Permenkes No. 13 Tahun 2015).
a. Komunikasi, informasi, dan edukasi, serta penggerakan/pemberdayaan
masyarakat;
b. Perbaikan dan pembangunan sarana;
c. Pengembangan teknologi tepat guna;
d. Rekayasa lingkungan.

Kegiatan Kesehatan lingkungan luar gedung adalah sebagai berikut :


1. Pengendalian Vektor
a. Pengendalian Vektor DBD
b. Pengendalian Vektor malaria
c. Pengendalian Vektor filariasis
d. Pengendalian Lalat (tindakan-tindakan yang menyehatkan
lingkungan, pembasmian larva lalat, pembasmian lalat dewasa)
e. Pengendalian penyakit rabies
2. Pemeriksaan tempat umum
3. Pemeriksaan sanitasi
- Pembuangan sampah
- Kualitas air bersih
- Pembuangan air hujan dan air kotor (air limbah)

4. Pemeriksaan Tempat Pengolahan Makanan (TPM)


Bangunan, ventilasi, pencahayaan, tempat cuci tangan, ruangan
pengolahan makanan, tempat pencucian peralatan dan bahan
makanan, air bersih, jamban, kamar mandi, tempat sampah, dll
5. Pemeriksaan air limbah
6. Pos UKK
Banjarmasin, 09 April 2025

Preseptor Akademik, Preseptor Klinik,

(Hiryadi, Ns.,[Link].,[Link]) (Hj. Marlina, [Link].,Ns)

Anda mungkin juga menyukai