Mengenal Komponen dan Cara Kerja AC
Mobil
Komponen dan Cara Kerja AC Mobil
Jika dijabarkan secara menyeluruh, setidaknya ada lebih dari 10 komponen yang ada pada
AC mobil. Seluruh komponen ini memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam membuat kabin
menjadi sejuk hingga dingin.
Kompresor AC
Komponen pertama yang cukup vital pada AC mobil adalah kompresor. Tugasnya memompa
freon agar bisa bersirkulasi ke seluruh komponen AC yang ada di mobil.
Sejatinya kompresor memberikan tekanan pada freon agar molekul yang ada di dalam freon
bisa menjadi lebih padat dan rapat.
Freon sendiri merupakan cairan yang akan berubah menjadi gas ketika ditekan oleh
kompresor.
Lantas, bagaimana cara kerja kompresor?
Kompresor AC
Kompresor bekerja digerakkan oleh fanbelt yang berputar dari pulley mesin. Ketika berputar,
maka akan ada poros yang terhubung ke pelat dengan beberapa buah nok.
Nok ini, ketika menyentuh piston akan bergerak ke bagian depan sehingga menekan freon ke
luar dengan tekanan tinggi.
Saat nok terlepas dari piston, maka akan kembali bergerak ke belakang karena ada pegas
yang bertugas mengembalikan. Hal ini membuat freon yang ditekan dari selang low
pressure akan masuk ke dalam piston.
Ketika suhu di dalam kabin sudah dingin, kompresor secara otomatis akan memutus tekanan
dan menyala lagi ketika suhu mulai kurang dingin.
Idealnya kompresor yang sehat akan bekerja mati dan menyala sesuai dengan sensor. Jika
kompresor menyala terus-menerus, maka ada yang tidak beres dengan sistem AC mobil.
Selang Low Pressure
Selanjutnya ada selang low pressure yang bertugas mengirimkan freon bertekanan rendah
dari evaporator untuk kembali ke kompresor.
Selang AC
Diameter selang ini kecil dengan warna khas hitam dan tahan bocor, karena hanya
mengalirkan freon dengan tekanan yang rendah.
Selang High Pressure
Selang lain yang ada di komponen AC mobil adalah high pressure. Selang high
pressure berfungsi mengirimkan freon cair dengan tekanan yang sangat tinggi.
Bentuknya kecil dan anti bocor, umumnya selang high pressure ini punya ukuran diameter
lebih kecil ketimbang selang low pressure.
Kondensor
Selain kompresor ada kondensor yang tugasnya mirip seperti radiator pada mobil, yaitu untuk
melepaskan panas ke udara bebas.
Panas yang dimaksud berasal dari dalam freon yang harus dikeluarkan semaksimal mungkin.
Biasanya kondensor dipasang di bagian depan atau samping radiator pada mobil.
Kondensor
Kondensor memiliki komponen bernama core, berbentuk sirip dengan sifat konduktor. Udara
panas yang ada pada freon akan dipindahkan ke bagian sirip-sirip ini.
Agar lebih maksimal, kondensor dibantu dengan komponen bernama cooling fan agar suhu
lebih cepat dingin.
Cooling Fan atau Extra Fan
Agar kerja kondensor bisa lebih maksimal, maka dibantu dengan cooling fan. Cooling fan
punya 2 tugas sekaligus, mendinginkan radiator dan mendinginkan kondensor yang ada di
dekat radiator.
Ketika AC dinyalakan, maka kipas akan memberikan hembusan udara yang melewati
kondensor sehingga suhu freon yang ada di dalam kondensor akan menjadi lebih dingin.
Radiator mobil
Jika cooling fan atau extra fan mati, maka komponen AC tidak akan bekerja maksimal. Suhu
yang dihasilkan juga tak bisa dingin.
Tabung Dryer
Ini merupakan komponen tambahan, cara kerjanya mirip seperti filter udara. Namun
sebenarnya fungsi utama dryer adalah mengeringkan cairan freon dari uap air.
Biasanya komponen ini berupa tabung dengan lubang kaca untuk melihat kondisi bagian
dalam dryer.
Tabung Dryer
Di bagian dalam dryer terdapat butiran pasir silika yang bisa mengikat uap air saat terbawa
aliran pada Freon.
Katup Ekspansi
Expansion valve atau katup ekspansi juga menjadi salah satu komponen penting yang ada di
dalam AC mobil.
Fungsinya cukup untuk mengubah freon yang cair menjadi gas untuk disemburkan ke dalam
kabin. Cara kerjanya mirip dengan spray atau parfum.
Katup Ekspansi
Cairan freon yang ada di dalam katup punya tekanan yang sangat tinggi akibat ditekan oleh
kompresor.
Ketika freon keluar ke ruang yang tekanannya lebih rendah dengan kecepatan yang tinggi,
maka akan membuat suhu menjadi dingin.
Proses spray inilah yang digunakan supaya freon semakin dingin sebelum dimasukkan ke
dalam evaporator.
Evaporator
Setelah dispray, freon tersebut akan masuk ke dalam evaporator yang fungsi utamanya
mendinginkan udara yang akan didistribusikan ke dalam kabin.
Secara prinsip kerja mirip dengan kondensor, mengirimkan freon bersuhu dingin ke
bagian core yang terdapat sirip konduktor mirip yang ada di kondensor.
Evaporator yang sudah kotor
Suhu dingin ini akan dikirim merata ke semua bagian sirip core, sehingga ketika udara
dihembuskan melewati sirip yang ada di evaporator ini suhunya akan menjadi berkurang.
Udara dingin inilah yang bisa kita nikmati dari hembusan yang berasal dari kisi-kisi AC mobil.
Blower AC
Komponen lain adalah blower AC yang cara kerjanya menghembuskan udara dingin agar
melewati evaporator. Blower inilah yang menghembuskan udara dingin dari kisi-kisi AC.
Ketika kenop AC dinyalakan, maka blower akan berputar sehingga udara bisa melewati kisi-
kisi AC.
Blower
Umumnya blower ini berbentuk bulat mirip seperti kandang hamster dengan dipenuhi kisi-kisi
di dalam bulatan tersebut.
Freon
Freon merupakan gas bersuhu normal yang dingin. Freon punya suhu hampir 0 derajat
celcius dengan ketahanan panas yang sangat baik.
Freon yang digunakan untuk mobil berbeda-beda. Untuk mengetahui perbedaannya, pihak
pembuat freon telah menyematkan kode tertentu.
Biasanya kode freon terdapat di bagian dekat kompresor AC memakai stiker penanda.
Freon
Beberapa jenis freon di antaranya ada R12, R22, hydrocarbon dan R134a yang kini lumrah
dipakai mobil keluaran terbaru.
Freon jenis R134a dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak merusak lapisan ozon.
Perawatan AC Mobil
Setelah mengetahui komponen dan cara kerja AC , tidak ada salahnya mengetahui juga cara
perawatan AC yang benar.
Banyak orang mengabaikan perawatan AC, sehingga fitur ini bisa cepat rusak dan hembusan
udara menjadi tidak dingin.
Mematikan AC dengan Benar
Banyak pemilik mobil langsung mematikan mesin ketika AC masih menyala. Jika dilakukan
secara terus-menerus bisa merusak komponen AC.
AC mobil
Usahakan ketika ingin mematikan mesin mobil matikan AC terlebih dahulu. Setelah AC mati,
beri jeda sekira 1 menit baru Carmudian bisa mematikan mesin.
Ketika mematikan mesin saat AC masih menyala bisa membuat kompresor berhenti
mendadak. Lama kelamaan kompresor dan alternator bisa rusak.
Makanya sangat penting mematikan AC terlebih dahulu sebelum mematikan mesin.
Begitupun sebaliknya ketika menyalakan mesin, jangan langsung menyalakan AC.
Biarkan mesin menyala sekira 1 menit baru bisa menyalakan AC. Tujuannya agar beban kerja
mesin dan alternator tidak terlalu besar.
Rajin Mengecek dan Membersihkan AC
Penting juga untuk mengecek kondisi komponen AC setidaknya 1 tahun sekali, terutama pada
mobil yang usianya sudah lebih dari 5 tahun.
Ada beberapa komponen yang wajib dibersihkan secara berkala seperti filter AC dalam kabin,
pengecekan freon, atau pembersihan kondensor.
Jika ingin melakukan sendiri bisa membersihkan kondensor ketika sedang mencuci mobil.
Tujuannya, untuk menyingkirkan debu atau kotoran yang menempel.
Menyalakan AC dengan Benar
Kesalahan yang kerap ditemui saat menyalakan AC mobil adalah langsung memposisikan AC
pada fan tertinggi ketika mobil diparkir di bawah terik matahari.
Cara tersebut bisa merusak AC, sebaiknya buang dulu udara panas di dalam kabin dengan
cara membuka seluruh kaca agar ada perputaran udara dan posisikan knop AC maksimal di
angka 2.
Suhu kabin yang sangat panas bisa membuat AC mobil bekerja ekstra keras untuk
mendinginkan kabin.
Tidak Merokok dan Membuka Kaca
Sering merokok dalam mobil sambil membuka kaca jendela, tapi AC tetap dibiarkan menyala
merupakan kebiasaan yang bisa merusak AC.
Ketika merokok tetapi AC tetap dinyalakan dan kaca dibuka, kinerja kompresor akan menjadi
berat untuk mendinginkan suhu dalam kabin. Dalam jangka panjang akan merusak
kompresor AC.
Kebiasaan merokok saat berkendara menyebabkan kabin mobil menjadi bau dan bercak-bercak
di plafon
Asap rokok yang terjebak di kabin bersama debu yang masuk dari luar mobil bisa membuat
filter AC menjadi cepat kotor. Akhirnya pendinginan dalam kabin kurang maksimal, kabin pun
menjadi bau.
Setelah mengetahui komponen yang ada serta cara kerja AC mobil, setidaknya kemudian bisa
lebih paham jika sebenarnya kerja AC cukup berat ketika sedang menyala.
Akan lebih baik jika kita sebagai pemilik mobil bisa merawat AC agar bisa awet.