- Pria sedang melukis
- (Play music) Wanita datang dengan menari
- Pria melihat wanita yang datang dan mulai memperhatikan wanita tersebut
- Pria pun tergoda dan menghampiri wanita untuk menari berasama
- Pria dan wanita pun hendak berciuman
- Si Pria sadar dan menampar si wanita
- Wanita pun tertawa “Apa semua ini salah ku?”
- Mereka mulai bertarung
- Pria kalah
Kau tak lebih baik dari pada kami, kau biarkan selalu mentari terbit dari timur dan lenyap
dibarat, ngekau biarkan bumi ini tetap berputar tanpa pernah berusaha menghentikannya, dan
sekarang semua yang terjadi adalah salah ku.
(memeragakan memakan buah)
Aku jadi teringat kenikmatan yang dibayar kontan waktu itu
(merasakan kembali pertama kali memiliki hasrat dan hawa nafsu)
Kenikmatan yang memang berujung kebebasan menentukan jalan kebahagiaan, sambil berjalan
kita berpegangan tangan dan hanya focus untuk tertawa. Hingaa akhirnya…
(mejadi karakter cowo)
Ini semua salah mu, kau tinggal diam dan melayani ku, apa yang kurang jelas?!!
(Menangis)
Aku memang hadirkan dari Sebagian dirimu, tapi apa aku ada memang untuk melayani mu?
Kenapa aku harus ada selalu dibelakangmu? Karena takdir? Hakikat? Omong kosonggg,
Tapi masa lalu biarlah berlalu kini aku lah yang menentukan mimpi ku sendiri
(memakai makota/topi)