MAKALAH
SOSIOLOGI PENDIDIKAN
“Karakteristik Sosiologi Pendidikan”
Diajukan Untuk Memenuhi Mata Kuliah Sosiologi Pendidikan
DISUSUN OLEH :
Amalia Salsa Rabita ( 230101319 )
Mhd Maulana Ibrahim Nst ( 230101278 )
Muhri Alfadri ( 230101204)
Nurul Qhadizah ( 230101218 )
Siti Kholizah ( 230101234 )
Wulandari Lubis ( 230101249 )
Dosen Pengampu : San Putra, [Link]
INSTITUT SYEKH ABDUL HALIM HASAN BINJAI
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEMESTER II-B [Link]
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami kehadirat Allah SWT, karena telah melimpahkan
RahmatNya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini bisa
selesai pada waktunya. Terimakasih kami ucapkan yang telah berkontribusi
dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik
dan rapi.
Tidak lupa kami menyampaikan terimakasih kepada dosen pengampu yang telah
memberikan banyak bimbingan serta masukan yang bermanfaat dalam proses
penyusunan makalah ini.
Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para
pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang
bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.
Binjai, 28 Februari 2024
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................................................................
DAFTAR ISI.......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.........................................................................................................
B. Rumusan Masalah....................................................................................................
C. Tujuan......................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Sosiologi................................................................................................
B. Karekteristik Sosiologi.............................................................................................
C. Cabang-Cabang Sosiologi........................................................................................
BAB III PENUTUP
A. Keimpulan..............................................................................................................
B. Saran......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sosiologi merupakan studi mengenai masyarakat dalam suatu sistem
sosial. Manusia merupakan makhluk dinamis artinya tidak ada manusia yang tidak
melakukan perubahan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Perubahan sosial
merupakan perubahan kepada pola perilaku, hubungan sosial, lembaga dan
struktur sosial pada waktu tertentu. Hal itu terkait dengan adanya perubahan
kepada interaksi dalam masyarakat ketika mereka melakukan tindakan dalam
masyarakat itu sendiri.
Perubahan bukan semata-mata suatu kemajuan namun dapat pula berarti
kemunduran dari bidang-bidang kehidupan tertentu. Penemuan baru dibidang
teknologi yang terjadi di suatu tempat dengan cepat diketahui oleh masyarakat
lain yang berada jauh dari tempat tersebut. Perubahan yang berjalan secara
konstan terjadi karena memang terikat oleh waktu dan tempat. Akan tetapi karena
sifatnya yang berkaitan antara satu dengan yang lain, maka perubahan terlihat
berlangsung terus walau diselingi keadaan dimana masyarakat mengadakan
reorganisasi unsur-unsur yang terkena perubahan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian sosiologi?
2. Apa saja karakteristik sosiologi?
3. Apa saja cabang-cabang sosiologi?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian sosiologi
2. Untuk mempelajari karakteristik sosiologi
3. Untuk mengetahui cabang-cabang sosiologi
iv
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Sosiologi
Kata sosiologi berasal dari bahasa Latin, yaitu ”socius” dan ”logos”.
Socius artinya teman, dan logos artinya berbicara, mengajar, tau ilmu. August
Comte menyebut kajian tentang kehidupan sosial manusia dengan kata sosiologi.
Konsep dasar sosiologi terdapat dua pengertian dasar, yaitu sosiologi sebagai ilmu
pengetahuan dan sebagai metode.
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan berarti sosiologi merupakan kumpulan
pengetahuan mengenai kajian masyarakat dan kebudayaan yang di susun secara
sistematis dan logis. Sosiologi sebagai metode berarti sosiologi merupakan cara-
cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial dalam masyarakat dengan
prosedur dan dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (David,
1955: 3).
Karena manusia yang menjadi objek kajian sosiologi itu bersifat dinamis,
maka para pemikir dapat meninjaunya dari berbagai sudut pandang. Lahirlah
berbagai definisi tentang sosiologi. Peter L. Berger seperti dikutip oleh Paul B.
Horton mengatakan bahwa sosiologi itu ilmu yang mempelajari hubungan antara
individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan
kelompok.
B. Karakteristik Sosiologi
Menurut Harry M. Johnson seperti dikutip oleh Soerjono Soekanto,
karakteristik keilmuan sosiologi itu sebagai berikut.
1) Sosiologi bersifat empiris, artinya sosiologi itu mendasarkan diri pada
observasi dan penalaran, bukan atas dasar wahyu atau hasil spekulasi.
2) Sosiologi bersifat teoretis, artinya sosiologi berusaha memberi ikhtisar
(summary) yang menunjukkan hubungan pernyataan atau proposisi-
proposisi secara logis.
v
3) Sosiologi bersifat kumulatif, artinya teori-teori sosiologi dibangun atas
dasar teori yang sudah ada. Teori-teori baru yang lebih benar dan lebih
luas, pada dasarnya merupakan penyempurnaan teoriteori yang sudah
ada.
4) Sosiologi nonetis, artinya sosiologi bukan ajaran tentang tata susila.
Para sosiolog tidak membicarakan apakah suatu tingkah laku sosial itu
baik atau buruk. Tugas seorang sosiologi adalah mengungkap atau
menerangkan tindakan sosial sebagai fakta sosial.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi mengungkapkan
mengenai beberapa sifat hakikat sosiologi sebagai berikut.
1) Sosiologi adalah suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu
pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian.
2) Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normative, akan tetapi
merupakan disiplin yang kategoris. Artinya sosiologi membatasi pada
apa yang terjadi dewasa ini, bukan mengenai apa yang terjadi dan
seharusnya terjadi.
3) Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science) dan
bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan yang terpakai (applied
science).
4) Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan
merupakan ilmu pengetahuan yang konkret. Artinya, bahwa yang
diperhatikan adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat
tetapi bukan wujudnya yang konkret.
5) Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan
pola-pola umum. Artinya, sosiologi meneliti dan mencari apa yang
menjadi prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi antar umat
manusia dan juga perihal sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur
masyarakat manusia.
6) Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional.
Artinya, bahwa hal ini berkaitan denngansoal metode sosiologi yang
digunakan.
vi
7) Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan
merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi
mempelajari gejala umum yang ada dalam setiap interaksi antar
manusia.
Sementara sumber lain yang sudah banyak diketahui, ilmu, sosiologi
memiliki sifat hakikat atau karakteristik sosiologi :
1) Merupakan ilmu sosial, bukan ilmu kealaman ataupun humaniora.
(Abu Huraerah, 2011: 5).
2) Bersifat empirik-kategorik, bukan normatif atau etik; artinya sosiologi
berbicara apa adanya tentang fakta sosial secara analitis, bukan
mempersoalkan baik-buruknya fakta social tersebut. Bandingkan
dengan pendidikan agama atau pendidikan moral.
3) Merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat umum, artinya bertujuan
untuk menghasilkan pengertian dan pola-pola umum dari interaksi
antar-manusia dalam masyarakat, dan juga tentang sifat hakikat,
bentuk, isi dan struktur masyarakat.
4) Merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science), bukan ilmu
pengetahuan terapan (applied science).
5) Merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak atau bersifat teoritis.
Dalam hal ini sosiologi selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari
hasil-hasil observasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka dari
unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk
menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga menjadi teori.
Berdasarkan sifat dari sosiologi di atas, dapat disimpulkan bahwa sosiologi
memiliki karakteristik sebagai berikut :
1) Sosiologi bersifat empiris. Sosiologi didasarkan pada pengamatan dan
penalaran. Pengamatan berarti susunan yang berhubungan dengan
pancaindera manusia, yang dialaminya dalam kehidupan social.
Sedangkan penalaran berarti semua yang berhubungan dengan akal budi
manusia atau yang bersifat rasional. Sifat empiris ini sering
dihubungkan dengan sifat ilmu yang dapat diuji dengan fakta.
vii
2) Sosiologi bersifat teorits. Yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi
dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut
merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan
bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
3) Sosiologi bersifat komulatif. Yaitu disusun atas dasar teori-teori yang
sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-
teori yang lama. (Bungin, 2006: 8).
4) Sosiologi bersifat nonetis. Yaitu pembahasan suatu masalah tidak
mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih
bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
C. Cabang-Cabang Sosiologi
Sosiologi dipandang sangat penting dan efektif dalam mencari,
menemukan, dan menjelaskan gejala-gejala sosial yang ada dalam masyarakat.
Muncullah cabang-cabang sosiologi yang lahir dari proses saling mengisi
antara sosiologi dengan ilmu-ilmu lain. Beberapa cabang sosiologi antara lain
sebagai berikut.
1) Sosiologi politik dan istilah sosiologi politik berasal dari dua kata,
yaitu sosiologi dan politik. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari
masyarakat, kelompok-kelompok sosial, dan tingkah laku individu baik
individual maupun kolektif dalam konteks sosial. Politik atau ilmu
politik adalah ilmu yang mempelajari kekuasaan sebagai konsep inti.
2) Sosiologi hukum. Sosiologi hukum adalah ilmu yang mempelajari
hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala sosial lainnya
secara empiris analitis. Sociology af the law – Menjadikan hukum
sebagai alat pusat penelitian secara sosiologis yakni sama halnya
bagaimana sosiologi meneliti suatu kelompok kecil lainnya.
3) Sosiologi pendidikan. Sosiologi pendidikan adalah studi mengenai
bagaimana institusi publik dan pengalaman individu memengaruhi
pendidikan dan hasilnya. Studi ini lebih mempelajari sistem sekolah
umum di masyarakat industri modern, termasuk perluasan pendidikan
tinggi, lanjut, dewasa, dan berkelanjutan.
viii
4) Sosiologi agama. Sosiologi agama adalah ilmu yang membahas tentang
hubungan antara berbagai kesatuan masyarakat, perbedaan atau
masyarakat secara utuh dengan berbagai system agama, tingkat dan
jenis spesialisasi berbagai peranan agama dalam berbagai masyarakat
dan system keagamaan yang berbeda.
5) Sosiologi keluarga. Sosiologi keluarga adalah ilmu yang mengkaji
tentang realitas sosiologis dari interaksi, pola, bentuk dan perubahan
dalam lembaga keluarga, juga pengaruh perubahan/pergeseran
masyarakat terhadap keluarga dan berpengaruh sistem dalam keluarga
terhadap masyarakat secara umum.
6) Sosiologi kesenian. Sosiologi kesenian adalah cabang sosiologi yang
membahas hubungan gejala – gejala kemasyarakatan dengan seni.
7) Sosiologi ekonomi. Sosiologi ekonomi adalah cabang sosiologi yang
membahas hubungan gejala-gejala kemasyarakatan dengan ekonomi.
ix
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kata sosiologi berasal dari bahasa Latin, yaitu ”socius” dan ”logos”.
Socius artinya teman, dan logos artinya berbicara, mengajar, atau ilmu. Jadi,
secara etimologis sosiologi berarti ilmu tentang teman. Konsep dasar sosiologi
terdapat dua pengertian dasar, yaitu sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan
sebagai metode. Karakteristik keilmuan sosiologi secara singkat sosiologi bersifat
empiris, teoritis, dan kumulatif. Terakhir, cabang-cabang sosiologi meliputi
sosiologi hukum, pendidikan, keluarga, dan yang lain-lain.
B. Saran
Setelah penyusun membuat makalah ini, penyusun menjadi tahu tentang
karakteristik sosiologi Pendidikan. Sosiologi pendidikan sangatlah penting
kususnya bagi kalangan pendidik karena di era pendidikan saat ini banyak kasus
terjadi di karenakan kurangnya pemahaman lebih dalam dari para pendidik
tentang sosiologi pendidikan. Saran kami adalah agar sosiologi pendidikan dapat
di terapkan dengan baik oleh para pendidik agar pendidikan di Indonesia dapat
menjadi lebih maju.
x
DAFTAR PUSTAKA
Berry, David. 1995. Pokok-pokok Pikiran dalam Sosiologi. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Bungin, B. 2006. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Group.
Huraerah, Abu. 2011. Pengorganisasian dan pengembangan Masyarakat.
Bandung: Humaniora.
xi