UNIVERSITAS INDONESIA
ANALISA PROSES INTERAKSI
Minggu V – Praktik Residensi 3
Di Unit Psikiatri : Ruang Bratasena RSMM - Bogor
Disusun oleh:
Martina
1106122606
PROGRAM PENDIDIKAN NERS SPESIALIS JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
TAHUN 20..................
1
ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial klien : Tn. AD
Status interaksi perawat-klien : Pertemuan ke 2
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di luar ruang makan pasien ruang Bratasena.
Deskripsi klien : Ekspresi klien lesu, sedih, tidak bersemangat, diam.
Tujuan (berorientasi pada klien) : Mengajarkan klien terapi pikiran dan melawan pikiran negatif yang muncul (CT sesi 1-2)
Nama Mahasiswa : Martina
Tanggal : Selasa, 18 Maret 2014
Jam : 11.30 wib
Tempat : Ruang Bratasena Rumah Sakit Marzoeki Mahdi
ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Assalamualaikum Pak AD... P : Duduk berhadapan, Perawat memulai percakapan Klien telah bersedia
tersenyum, badan agak dengan sikap terbuka melakukan interaksi
membungkuk ke depan, pertemuan ke dua, hal ini
tubuh sikap terbuka, menunjukkan bahwa antara
mengukurkan tangan klien dan perawat telah
untuk berjabat tangan terbina hubungan saling
K : Melihat kearah perawat, Klien tampak bingung dengan percaya. Sesuai dengan teori
ekspresi tampak datar, kedatangan perawat. bahwa keberhasilan membina
tersenyum hubungan saling percaya
sangat dipengaruhi oleh
komunikasi verbal dan non
verbal yang disampaikan oleh
perawat
K :Waalaikum salam, K : klien kadang menunduk, Klien berespon positif dengan Jawaban salam klien
kadang ,memandang salam yang disampaikan oleh menunjukan mulai terbina
perawat. perawat hubungan terapeutik
P : Sikap terbuka, Ingin interaksi terus berlanjut. Perawat- klien.
mempeertahankan kontak
mata
P : Bagaimana perasaan Pak P : Tersenyum, kontak mata Perawat berharap keadaan Evaluasi validasi keadaan
AD hari ini ? dengan klien. klien stabil dan dapat klien merupakan aspek utama
K : Tersenyum, memandang melanjutkan interaksi Senang dengan pertanyaan yang harus dilakukan perawat
2
ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
perawat perawat. untuk dapat mengetahui
keadaan dan kebutuhan klien
pada saat itu.
K : Iya, baik dan seperti biasa K : Tersenyum lebar, kontak Senang dengan kondisinya Jawaban baik merupakan
suster mata dengan perawat saat ini. data bagi perawat untuk
P : Tersenyum Senang klien dalam keadaan melakukan kelanjutan
baik dan siap untuk interaksi interaksi.
P : Pak AD masih ingat dengan P : bicara jelas, lambat, mata Berharap klien masih ingat Pertanyaan perawat
janji kita kemarin ? menatap klien. dengan kontrak kegiatan merupakan upaya untuk
K : Kontak mata sebentar, sebelumnya. Berupaya mengingat kontrak membantu daya ingat klien
menunduk sebentar, dahi yang telah dibuat dengan dan sebagai penghargaan atas
berkerut. perawat. kemampuan klien mengingat
kontrak yang telah dibuat.
K : Iya... K : ekpresi wajah sesuai, Klien merasa tidak nyaman Analisa perawat kesesuaian
kooperatif karena lupa dengan janji yang verbal dan non verbal klien
P : memperhatikan verbal dan Untuk menilai kesesuaian telah dibuat pada waktu untuk menjadikan rencana
nonverbal klien. verbal dengan non verbal pertemuan sebelumnya. komuniksi selanjutnya.
klien.
P :Kemarin kan sudah janji P : menyentuh tangan kanan Berharap klien bersedia untuk Sentuhan merupakan sikap
kalau kita hari ini selama klien, bicara lambat, suara melanjutkan interaksi. terapeutik yang memberikan
30 menit akan jelas, selalu kontak mata rasa nyaman bagi klien.
membicarakan tentang dengan klien.
bagaimana melawan K : mendengarkan, kontak Ingin mengetahui rencana
pikiran negatif yang sering mata dengan perawat kegiatan yang akan dilakukan
muncul...... bersama perawat.
K :Iya, saya setuju K : menganggukkan kepala, Setuju dengan interaksi yang Sikap terapeutik perawat
tersenyum. akan dilakukan. mempertahankan kontak
P : Kontak mata dengan klien, Senang klien bersedia dengan mata bertujuan untuk
tersenyum. kontrak kegiatan yang menyatakan bahwa perawat
disampaikan perawat. mempertahankan interaksi.
P : Nah, sekarang Pak AD P : Bicara jelas, lambat, sikap Berharap klien dapat Pertanyaan terbuka
jelaskan pikiran negatif tubuh terbuka. mengungkapkan distorsi merupakan salah satu tehnik
apa saja yang sering K : mendengarkan, ekspresi pikiran yang terjadi Berupaya memahami komunikasi terapeutik
muncul? Lalu Pak AD wajah serius. pertanyaan perawat. perawat untuk memberikan
3
ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
tuliskan di buku ini.... penghargaan klien bicara
sesuai keinginan.
K : saya merasa malu karena K : ekspresi wajah berkerut, Berusaha menjelaskan pada Sikap tubuh terbuka
dirawat disini, kemudian menunduk perawat tentang pikiran menunjukkan interaksi siap
saya juga merasa bersalah P : sikap tubuh terbuka, selalu Klien mengetahui dan negatifnya diteruskan.
karena selama disini tidak kontak mata menyadari pikiran negatif
menjalankan peran yang sering muncul
sebagai ayah dan suami
yang baik
P : Ada lagi Pak AD.....? P : Bicara jelas, suara tegas. Klien dapat mengerti. Serius mendengarkan Informasi yang diberkan
K :mendengarkan dengan dapat meningkatkan
perhatian pengetahuan klien.
K : itu dulu, dua pikiran itu K : Tersenyum, ekspresi wajah Senang bisa menyampaikan Sikap non verbal
yang sering mengganggu serius. jawaban pertanyaan perawat mendengarkan dengan penuh
saya..... P : mendengarkan dengan Klien mengikuti pembicaraan perhatian merupakan sikap
penuh perhatian. terpaeutik yang menunjukkan
perawat seirus dengan klien.
P :Bagus.... baiklah Pak AD, P ;mengacungkan kedua Pujian dapat meningkatkan Perawat memberikan
dari 2 pikiran negatif jempol tangan, harga diri klien. reinforcement positif
tersebut yang mana dulu tersenyum. terhadap keberhasilan klien.
yang akan dilawan...? K : tersenyum Senang dengan pujian Hal ini sesuai dengan teori
perawat. bahwa setiap keberhasilan
klien meskipun hanya sedikit
harus diberikan umpan balik
agar klien termotivasi untuk
melaksanakan latihan-latihan
berikutnya.
K : yang ini saja, saya merasa K : berdiri meninggalkan Perawat mendengarkan Sikap non verbal perawat
bersalah karena tidak bisa tempat interaksi. dengan seksaman dengan sentuhan memberikan
sebagai istri dan ibu yang P : memegang tangan klien. Klien memilih pikiran negatif makna bahwa perawat care
baik yang ingin dilawan saat ini dengan klien.
P : Baiklah, sekarang kita P : duduk dan menjelaskan Klien menjelaskan cara Melawan pikiran negatif
4
ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
lawan pikiran ini dan kita K : duduk berhadapan melawan pikiran negatif bertujuan untuk semakin
tuliskan pada lembar perawat. menguatkan aspek positif
kedua....saya merasa Klien dapat mengenali pikiran yang dimiliki klien dan
bersalah karena tidak bisa negatifnya dan berusaha menghilangkan pikiran
menjadi ayah dan suami melawan....... negatif.
yang baik...tapikan saya
berusaha memperbaiki
kebiasaan saya waktu
dirumah dengan disini
belajar sabar, semua yg
kita inginkan tidak selalu
terpenuhi dan sholat yang
rajin supaya memberikan
ketenangan bagi diri saya,
nah sekarang Pak AD
ulangi kata-kata ini.....
K : saya merasa bersalah K : tampak serius, Klien mampu melawan Melawan pikiran negatif
karena tidak bisa menjadi membacakan cara pikiran negatifnya bertujuan untuk semakin
ay yang baik.h dan melawan pikiran negatif menguatkan aspek positif
suami..tapikan saya pertama Memberikan kesempatan yang dimiliki klien dan
berusaha memperbaiki P : memperhatikan klien, pada klien untuk menghilangkan pikiran
kebiasaan saya waktu tersenyum. menginternalisaikan pikiran negatif.
dirumah dengan disini positif dalam dirinya
belajar sabar, semua yg
kita inginkan tidak selalu
terpenuhi dan sholat yang
rajin supaya memberikan
ketenangan bagi diri saya,
membantu kegiatan di
ruangan
P : Bagus sekali Pak AD, nah K : tampak serius, Klien mampu melawan Perawat memberikan
sekarang apa yang membacakan cara pikiran negatifnya reinforcement positif
dirasakan....? melawan pikiran negatif terhadap keberhasilan klien.
pertama Memberikan kesempatan Hal ini sesuai dengan teori
P : memperhatikan klien, pada klien untuk bahwa setiap keberhasilan
tersenyum. menginternalisaikan pikiran klien meskipun hanya sedikit
5
ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL RASIONAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
positif dalam dirinya harus diberikan umpan balik
agar klien termotivasi untuk
melaksanakan latihan-latihan
berikutnya.
K : Saya merasa lebih tenang K : tampak lebih ceria, Klien mampu melawan
dan lega sus, dan tidak tersenyum pikiran negatifnya
menyalahkan diri lagi.... P : tersenyum....
Memberikan kesempatan
pada klien untuk
menginternalisaikan pikiran
positif dalam dirinya
P : Nah..itulah tujuan dari K : tampak lebih ceria, Klien mampu melawan Membuat kontrak penting
terapi ini ...besok tersenyum pikiran negatifnya untuk melanjutkan interaksi
bagaimana jika kita P : tersenyum.... berikutnya
lanjutkan untuk melawan Memberikan kesempatan
pikiran negatif yang pada klien untuk
kedua...? menginternalisaikan pikiran
positif dalam dirinya
K : Baik....saya setuju pagi-pagi K : tampak lebih ceria, Klien menyepakati kontrak Membuat kontrak penting
jam 9 aja suster... tersenyum untuk interaksi berikutnya untuk melanjutkan interaksi
P : tersenyum.... Memberi kesempatan pada berikutnya
klien untuk mengambil
keputusan
P : baiklah, jika demikian K : tampak lebih ceria, Klien menyepakati kontrak Ucapan salam merupakan
karena sudah 30 menit kita tersenyum, mengulurkan untuk interaksi berikutnya salah satu tehnik komunikasi
akhiri pertemuan kita kali tangan Memberi kesempatan pada teapeutik untuk menyatakan
ini, dan nanti jika muncul P : tersenyum....dan klien untuk mengambil perawat menghargai klien.
pikiran negatif yang lain... mengulurkan tangan keputusan
dicatat di halaman
pertama.....saya permisi
dulu ya....Selamat pagi Pak
AD....
K : iya, terima kasih...selamat K : tersenyum, berjalan Mengakhiri interaksi Ucapan salam merupakan
pagi.... menuju klien lain salah satu tehnik komunikasi
P : tersenyum, meninggalkan teapeutik untuk menyatakan
klien Mengakhiri interaksi perawat menghargai klien.
6
KESAN PERAWAT :
Perawat menganalisis bahwa dalam pertemuan ke dua ini menunjukkan bahwa hubungan trust perawat – klien sudah terbina dengan baik, karena
proses interaksi dapat berjalan sampai dengan selesai, sehingga klien dengan mudah melawan pikiran negatif yang muncul dan setelah di lakukan
intervensi klien merasa lebih tenang, lega dan tidak menyalahkan diri sendiri.