SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Kontrasepsi Hormonal
A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang kontrasepsi
hormonal, ibu dapat mengerti tentang macam-macam kontrasepsi hormonal,
cara kerja kontrasepsi hormonal dan efek samping kontrasepsi hormonal.
2. Tujuan Khusus
Setelah selesai mengikuti penyuluhan diharapkan:
a. Diharapkan ibu dapat mengetahui tentang pengertian kontrasepsi
hormonal.
b. Diharapkan ibu hamil dapat mengetahui tentang macam-macam
kontrasepsi hormonal
c. Diharapkan ibu hamil dapat mengetahui cara kerja kontrasepsi
hormonal.
d. Diharapkan ibu hamil dapat mengetahui tentang efek samping
kontrasepsi hormonal
B. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik : kontrasepsi hormonal
2. Sasaran : wanita usia subur
3. Hari / tanggal : 2 mei 2025
4. Waktu : 20 menit
5. Tempat : Puskesmas Simbur Naik
6. Penyuluh : Isnaini Ayu Istiqomah
C. Materi Penyuluhan
1. Pengertian emkontrasepsi hormonal.
2. Etiologi macam-macam kontrasepsi hormonal.
3. cara kerja kontrasepsi hormonal.
4. Komplikasi emesis gravidarum pada ibu hamil
5. Efek samping kontrasepsi hormonal.
D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
1
E. Media
Leaflet
F. Kegiatan Penyuluhan
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu
1 Pembukaan Pendahuluan a. Membalas salam
(5 Menit) a. Menyampaikan salam b. Mendengarkan
b. Menjelaskan tujuan c. Memberi respon
c. Kontrak waktu
2 Inti Inti a. Menanyakan yang
(10 Menit) belum jelas
Penyuluh menjelaskan tentang kontrasepsi
b. Aktif bersama
hormonal, meliputi:
a. Pengertian emkontrasepsi hormonal.
b. Macam-macam kontrasepsi hormonal.
c. cara kerja kontrasepsi hormonal.
d. Efek samping kontrasepsi hormonal.
3 Penutup Penutupan a. Menanyakan yang
(5 menit) a. Tanya jawab belum jelas
b. Tes akhir b. Aktif bersama
c. Menyimpulkan penyuluhan c. Menyimpulkan
d. Memberi salam penutup d. Membalas salam
G. Materi Penyuluhan
1. Pengertian
Menurut Kemenkes RI tahun 2014 adalah metode kontrasepsi dengan
menggunakan progestin, yaitu bahan tiruan progeseron. Cara kerja hormon
progestin yaitu dengan mencegah ovulasi, mengentalkan lendir servik sehingga
menurunkan kemampuan penetrasi sperma, mennjadikan selaput lendir rahim
tipis dan atropi dan menghambat transportasi gamet oleh tuba. Ada 2 macam
keluaran progestin yaitu pil, implan dan injeksi.
2. Macam-macam Kontrasepsi hormonal progestin
Menurut Kemenkes RI tahun 2014, ada beberapa kb menggunakan
hormonalprogestin yaitu:
a. Injeksi
b. Pil
c. Implan
2
3. Cara kerja
Menurut Winarsih (2017), cara kerja KB Implant dalam pencegahan
kehamilan yaitu: Menekan ovulasi, Memengaruhi transportasi sperma di
bagian tuba fallopi, Mengganggu endometrium sehingga memengaruhi
implantasi dan Mengentalkan lendir serviks. Seperti kontrasepsi progestin
pada umumnya, mekanisme utamanya adalah menebalkan mukus serviks
sehingga tidak dapat dilewati oleh sperma. Walaupun pada konsentrasi yang
rendah, progestin akan menimbulkan pengentalan mukus serviks.
Perubahan terjadi segera setelah pemasangan implan. Progestin juga menekan
pengeluarag Follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH)
dari hipotalamus dan hipofise. Lonjokan LH (surge) direndahkan sehingga
ovulasi ditekan oleh levonorgestrel. Level LH ditekan lebih kuat oleh
etonogestrel sehingga tidak terjadi ovulasi pada 3 tahun pertama penggunaan
implan. Penggunaan progestin jangka panjang, juga menyebabkan
hipotropisme endometrium sehingga dapat mengganggu proses implanasi.
Perubahan pertumbuhan dan maturasi endometrium, juga menjadi penyebab
terjadinya perdarahan ireguler. Perubahan cara pengeluaran hormon
levonogestrel di dalam tubuh, yang terjadi secara terus menerus akan stabil
selama 3-4 tahun
4. Efek samping
Beberapa efek samping penggunaan KB Implant antara lain gangguan
siklus menstruasi, amenore, perdarahan haid yang berlebihan, flek, kenaikan
dan penurunan berat badan, jerawat, depresi (Amran, 2019).
5. Evaluasi
Tanya jawab
Jambi, Oktober 2024
Mengetahui,
Preseptor Akademik Pemberi Penyuluhan
(Yuli Suryanti, [Link]) (Isnaini Ayu Istiqomah)
3
Lampiran:
Leaflet