KELAS
PTIK F 22
LAPORAN 5
TEKNIK KENDALI DIGITAL
Menggunakan Sensor DHT (DHT11/DHT22) dengan
Arduino
DOSEN : Muhammad Nauval Pattiroi, [Link]., [Link].
Tanggal
TandaTangan
Nama NIM
Kumpul
Praktikan Asisten
Wahyu ilahi SS 220209502094
PRODI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN
KOMPUTER JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA DAN
KOMPUTER
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2025
LEMBAR ASISTENSI
Nama : Wahyu ilahi SS
NIM : 220209502094
Praktikum : 5 (Lima)
Kelas : PTIK F 22
No. Tanggal Keterangan Paraf
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Praktikum 1
A. Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk memahami penggunaan sensor DHT
(DHT11/DHT22) dengan Arduino untuk mengukur suhu dan
kelembaban. Selain itu, praktikum ini juga bertujuan untuk
mengimplementasikan tampilan data pada LCD serta memberikan
peringatan menggunakan buzzer saat suhu melebihi batas yang
ditentukan.
B. Teori Dasar
Sensor DHT (DHT11/DHT22) adalah sensor yang digunakan untuk
mengukur suhu dan kelembaban. Sensor ini bekerja dengan prinsip
resistansi terhadap perubahan kelembaban dan suhu. Sensor DHT22
memiliki keunggulan dibandingkan DHT11 dalam hal akurasi dan
rentang pengukuran. Arduino digunakan sebagai mikrokontroler untuk
membaca data dari sensor dan menampilkan hasilnya di LCD 16x2.
Selain itu, buzzer digunakan sebagai alat peringatan ketika suhu
melebihi batas yang telah ditentukan.
C. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Laptop
b. Arduino Uno
c. Kabel USB (untuk menghubungkan Arduino ke Laptop)
2. Bahan
a. 1 Buah Sensor DHT
b. 1 Buah LCD 16x2
c. 1 Buah Buzzer Aktif
d. Kabel Jumper
e. Breadboard
D. Langkah Kerja
1. Hubungkan GND ke Breadboard menggunakan kabel Jamper
2. Hubungkan 5V ke Breadboard menggunakan kabel Jamper
3. Hubungkan keempat PIN LCD, GND ke breadboard yang terhubung
ke GND Arduino, VCC ke breadboard yang terhubung ke 5V
Arduino, SDA hubungkan ke pin A4 Arduino, SCL hubungkan ke
pin A5 Arduino
4. Hubungkan ketiga PIN Sensor DHT 22, GND (-) ke breadboard yang
terhubung ke GND Arduino, VCC (+) ke breadboard yang terhubung
ke 5V Arduino, out hubungkan ke pin 2 Arduino
5. Masukkan Buzzer aktif ke dalam Breadboard, kemudian hubungkan
kaki panjang (+) ke pin 3 Arduino, lalu kaki pendek hubungkan ke GND
yang terhubung antara Breadboard dan Arduino menggunakan kabel
jamper
6. Ketikkan sintaks pada aplikasi arduino
#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>
#include <DHT.h>
#define DHTPIN 2 // Pin data sensor DHT
#define DHTTYPE DHT22 // Jenis sensor DHT (DHT11 atau
DHT22) #define BUZZER 3 // Pin buzzer
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);
LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2); // Alamat I2C LCD bisa berbeda,
sesuaikan jika perlu
void setup() {
[Link](16, 2);
[Link]();
[Link]();
pinMode(BUZZER, OUTPUT);
digitalWrite(BUZZER, LOW);
}
void loop() {
float suhu = [Link](); // Membaca suhu dalam
Celsius
[Link]();
[Link](0, 0);
[Link]("Suhu: ");
[Link](suhu);
[Link](" C");
[Link](0, 1);
if (suhu > 30.0) {
[Link]("Warning!");
digitalWrite(BUZZER, HIGH); // Aktifkan buzzer
} else {
[Link]("Normal");
digitalWrite(BUZZER, LOW); // Matikan buzzer
}
delay(2000); // Update setiap 2 detik
}Tekan ceklis untuk compile sintaks dan tanda panah untuk
mengupload sintaks
7. Rangkaian telah berhasil
E. Analisis data
F. Kesimpulan
Dari praktikum ini, dapat disimpulkan bahwa sensor DHT22 dapat
digunakan untuk mengukur suhu dengan baik dan data yang diperoleh
dapat ditampilkan pada LCD 16x2. Sistem peringatan berbasis buzzer
juga berfungsi dengan baik ketika suhu melebihi batas yang telah
ditentukan.
Daftar Pustaka
Nugroho, A. (2020). Mikrokontroler dengan Arduino. Jakarta: PT Gramedia.
Prasetyo, B. (2019). Sistem Kontrol Berbasis Arduino. Yogyakarta: Andi
Offset. Dokumentasi resmi Arduino: [Link]
Dokumentasi sensor DHT: [Link]