0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan9 halaman

Penyuluhan Perawatan Pasien Kekerasan

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai perawatan klien dengan risiko perilaku kekerasan, disusun oleh mahasiswa Program Studi Profesi Ners di Universitas dr. Soebandi. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman klien tentang perilaku kekerasan, tanda-tanda, penyebab, dan cara penanganannya. Kegiatan akan dilaksanakan pada 28 April 2025 dengan metode ceramah dan tanya jawab, serta menggunakan media leaflet dan poster.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan9 halaman

Penyuluhan Perawatan Pasien Kekerasan

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai perawatan klien dengan risiko perilaku kekerasan, disusun oleh mahasiswa Program Studi Profesi Ners di Universitas dr. Soebandi. Tujuan penyuluhan adalah untuk meningkatkan pemahaman klien tentang perilaku kekerasan, tanda-tanda, penyebab, dan cara penanganannya. Kegiatan akan dilaksanakan pada 28 April 2025 dengan metode ceramah dan tanya jawab, serta menggunakan media leaflet dan poster.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PADA PASIEN DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN

Di Susun Oleh:
Kelompok 2 Gelatik

Qoriroh Putri Amelinda, [Link] 24101016


Cindy Aji Novitasari, [Link] 24101027
Nur Wahyu Yuliyana, [Link] 24101038
Desy Ayu Rahmawati, [Link] 24101039
Siti Nurkholisah T, [Link] 24101042
Siti Aisah, [Link] 24101051
Firda Dianata, [Link] 24101065

PROGRAM STUDY PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS dr. SOEBANDI
JEMBER 2025
LEMBAR PENGESAHAN

Satuan Acara Penyuluhan Stase Keperawatan Jiwa Program Studi Profesi Ners Fakultas
Ilmu Kesehatan Universitas dr. Soebandi, TA 2024/2025 di Rumah Sakit Menur
Surabaya telah disahkan pada:
Hari :
Tanggal :

Surabaya,………………..2025

Mengesahkan,
Pembimbing Klinik

(Rismawati, [Link]., Ns )
NIP. 19830426 200501 2 010
SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Topik
1. Pokok Bahasan : Perawatan klien gangguan jiwa di rumah
2. Sub Pokok Bahasan : Perawatan klien gangguan jiwa dengan resiko
kekerasan
3. Sasaran : Klien dengan masalah keperawan resiko
kekerasan
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan Kesehatan, klien diharapkan dapat mengerti
tentang perawatan dengan resiko perilaku kekerasan
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, klien diharapkan mampu:
a. Memahami mengenai pengertian, resiko perilaku kekerasan
b. Memahami mengenai tanda dan gejala perilaku kekerasan
c. Memahami mengenai penyebab perilaku kekerasan
d. Memahami mengenai akibat dari perilaku kekerasan
e. Memahami mengenai cara mengontrol perilaku kekerasan
f. Memahami mengenai penanganan dan perawatan pasien dengan perilaku
kekerasan
C. Jadwal Kegiatan
1. Hari//Tanggal : Senin/28 April 2025
2. Waktu Pertemuan : 09.00 WIB
3. Tempat : Ruang Gelatik
D. Metode Pelaksanaan
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
E. Media dan Alat
Leaflet dan Poster
F. Pengorganisasian
1. Pembagian tugas:
a. Penyuluh : Qoriroh Putri Amelinda, [Link]
b. Fasilitator : Cindy Aji Novitasari, [Link]
Firda Dianata, [Link]
Nur Wahyu Yuliyana, [Link]
Desy Ayu Rahmawati, [Link]
Siti Aisah, [Link]
c. Observer : Siti Nurkholisah T, [Link]
2. Tugas
a. Penyuluh
1) Membuka kegiatan
2) Memperkenalkan diri dan anggota kelompok
3) Memandu jalannya kegiatan penyuluhan
4) Menyampaikan materi penyuluhan
b. Fasilitator
1) Mendampingi keluarga pasien selama kegiatan berlangsung
2) Memfasilitasi keluarga pasien
c. Observer
1) Mengevaluasi dan mencatat pelaksanaan kegiatan
2) Mengevaluasi perangkat yang digunakan dan kemampuan
klien
3. Setting tempat

Presenter
1) M
e
Fasilitator m Fasilitator
9) M b 5) M
e u e
m k m
b a b
u k u
Observer e
k k
Keterangan : a 13) gM a
k ie k
e am e
g tb g
i au i
a nk a
t 2) M a t
a ek a
n m
e n
10) M p 6) M
: Mahasiswa
17) M
e
: Audiens
m
4. Program antisipasi kegiatanb Pendidikan Kesehatan
u
No Kegiatan
k Waktu Pembawa
a Acara
k
1 Pembukaan e 5 menit Moderator
g
1. Moderator memberikani salam
a
t
2. Moderator memperkenalkan anggota
a
penyuluh
n
3. Moderator menjelaskan
18) M topik penyuluhan
e
4. Moderator membuatmkontrak waktu
p tujuan
5. Moderator menjelaskan
e
penyuluhan
r
2 Materi k 20 menit Pemateri
e
1. Menggali pengetahuan
n peserta tentang
a
kebutuhan nutrisi dalam proses penyembuhan
l
luka post operasi
k
2. Memberi reinforcement
a positif
n
3. Menjelaskan tentang d pengertian kebutuhan
nutrisi dalam prosesi penyembuhan luka post
r
operasi
i
d
4. Menjelaskan tujuan kebutuhan nutrisi dalam
a
proses penyembuhann luka post operasi
a
5. Menjelaskan manfaat n kebutuhan nutrisi dalam
proses penyembuhang luka post operasi
g
o
t
a
k
e
l
o
m
6. Moderator memberikan kesempatan untuk
bertanya
7. Memberikan reinforcement pada peserta yang
mengajukan pertanyaan dan menjawab
Pertanyaan

Penutup 5 menit Notulen dan


moderator
1. Leader melakukan evaluasi

2. Leader meyimpulkan hasil diskusi

3. Leader menyampaikan pesan untuk


masyarakat
4. Leader mengucapkan salam

G. Evaluasi
1) Struktur
Media yang digunakan dalam penyuluhan adalah menggunakan
poster. Penyaji memperlihatkan poster kepada klien
2) Proses Penyuluhan
Penyuluhan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan. Klien antusias terhadap materi penyuluhan. Klien tidak
meninggalkan tempat selama acara berlangsung. Klien dapat menjawab
pertanyaan secara benar saat dilakukan evaluasi.
3) Pertanyaan yang diberikan untuk mengevalusi pengetahuan klien
 Apa pengertian resiko perilaku kekerasan?
 Apa tanda dan gejala perilaku kekerasan?
 Apa penyebab perilaku kekerasan?
 Apa akibat dari perilaku kekerasan?
 Bagaimana cara mengontrol perilaku kekerasan?
 Bagaimana penanganan dan perawatan pasien dengan perilaku
kekerasan?
4) Evaluasi hasil
Setelah dilakukan penyuluhan, klien dapat menjawab pertanyaan
yang diberikan. Klien antusias mengikuti kegiatan penyuluhan, klien juga
menceritakan pengalamannya.

Lampiran Materi
1) Pengertian resiko perilaku kekerasan
Perilaku kekerasan adalah keadaan seseorang melakukan tindakan
yang dapat membahayakan bahkan dapat melukai diri sendiri, orang lain,
dan lingkungan.
2) Tanda dan gejala perilaku kekerasan
 Muka merah
 Pandangan tajam
 Otot tegang
 Nada suara tinggi
 Berdebat dan sering pula tampak klien memaksakan kehendak
 Mmemukul jika tidak senang
 Tangan mengepal
3) Penyebab perilaku kekerasan
a) Psikologis
 Kegagalan yang dialami
 Masa kanak tidak menyenangkan yaitu: perasaan ditolak,
dihina, dianiaya, atau saksi penganiayaan
b) Perilaku, sering melihat perilaku kekerasan dirumah atau di luar
rumah
c) Budaya tertutup dan membalas secara diam-diam dan control sosial
yang tidak pasti terhadap perilaku kekerasan
4) Akibat dari perilaku kekerasan
Klien dengan perilaku kekerasan dapat melakukan Tindakan-
tindakan berbahaya bagi dirinya, orang lain maupun lingkungannya,
seperti menyerang orang lain, memecahkan perabot, membakar rumah
dll.
5) Cara mengontrol perilaku kekerasan
 Mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara fisik pertama (latihan
napas dalam)
 Membantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan dengan
cara fisik kedua (pukul kasur dan bantal)
 Membantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan secara
sosial/verbal (menolak dengan baik, meminta dengan baik,
mengungkapkan perasaan dengan baik)
 Bantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan secara
spiritual (latihan beribadah dan berdoa), buat jadwal latihan
ibadah/berdoa Membantu pasien latihan mengendalikan perilaku
kekerasan dengan obat (bantu pasien minum obat secara teratur)
6) Penanganan dan perawatan pasien dengan perilaku kekerasan
 Memberikan perhatian dan rasa kasih sayang dan penghargaan sosial
kepada pasien.
 Mengawasi kepatuhan dalam minum obat.
 Bantu untuk selalu berinteraksi dengan lingkungan.
 Beri kegiatan yang positif untuk mengisi waktu dirumah.
 Jangan biarkan menyendiri, libatkan dalam kegiatan sehari-hari.
 Memberikan pujian jika melakukan hal yang positif.
 Jangan mengkritik jika melakukan kesalahan.
 Menjauhkan pasien dari pengalaman atau keadaan yang menyebabkan
merasa tidak berdaya dan tidak berarti
Lampiran Poster

Anda mungkin juga menyukai