Nama : Ahmad Kailani
Nim : 2111501520
Matkul : RPL 2
SOAL
A. Extreme Programming [xP] acapkali dianggap metodologi andalan jika kemampuan
membuat program adalah kekuatan dari sebuah Tim Perekayasa. Benarkah demikian?
B. Kebutuhan yang pasti dan tidak berubah selama tahap pengembangan adalah kondisi dan
situasi ideal bagi perekayasa. Tapi apa yang dapat dilakukan kalau sebelum
pengembangan dimulai muncul kendala dari sisi sumber daya. Baik dari sisi biaya, waktu
C. Kita tahu bahwa Model Air Terjun adalah sebuah metodologi klasik yang bersifat
sikeunsial, apa jalan keluarnya jika Pelanggan tiba2 melakukan koreksi terhadap beberapa
aspek dari kebutuhan, rancangan ataupun hasil akhir atau programnya. Apakah hanya
dapat dilakukan pada tahap Perawatan ataukah ada cara lain. Jelaskan !
JAWABAN
A. Benar, Karena Extreme programming adalah salah satu metodologi dari pendekatan agile
software Development yang berfokus pada coding sebagai aktivitas utama disemua tahap
pada siklus pengembangan yang lebih responsif terhadap kebutuhan customer dan
membangun suatu software dengan kualitas yang lebih baik pula.
B. Pengujian dan Implementasi Sistem.
C. Ada 6 tahapan pada metode waterfall, yaitu :
1. Requirements
Di dalam tahapan ini, persyaratan potensial dari aplikasi dianalisis secara metodis dan
ditulis dalam dokumen spesifik yang berfungsi sebagai dasar untuk semua pengembangan
di masa mendatang. Ini akan menghasilkan dokumen persyaratan yang menentukan apa
yang harus dilakukan aplikasi, bukan bagaimana cara melakukannya.
2. Analisis
Selama tahap kedua dari metode waterfall, sistem akan dianalisis untuk menghasilkan
model dan logika bisnis yang akan digunakan dalam aplikasi.
Design. Tahap ketiga ini biasanya mencakup kepentingan desain teknis, seperti bahasa
pemrograman, lapisan data, layanan, dan sebagainya. Spesifikasi desain biasanya akan
dibuat untuk menguraikan bagaimana logika bisnis yang tercakup dalam analisis akan
diimplementasikan secara teknis.
3. Desain
Tahap ketiga ini secara umum mencakup kepentingan desain teknis seperti bahasa
pemrograman, lapisan data, layanan, dan sebagainya. Spesifikasi desain biasanya akan
dibuat untuk menguraikan bagaimana logika bisnis yang tercakup dalam analisis akan
diimplementasikan secara teknis.
4. Coding
Sumber kode yang sebenarnya akhirnya akan ditulis pada tahap keempat metode
waterfall ini. Hal yang akan diterapkan mulai dari model, logika bisnis, hingga integrasi
layanan yang ditentukan di tahap sebelumnya.
5. Testing
Ketika tahap ini dilakukan, umumnya QA, beta tester, serta orang yang menguji aplikasi
akan menemukan berbagai masalah dalam aplikasi yang harus diselesaikan. Melaporkan
masalah sangat penting dalam tahapan ini. Tak jarang, mengulang atau merombak fase
coding sebelumnya harus dilakukan agar semua bug yang ada dapat dihilangkan.
6. Operasi
Nah, di tahapan ini aplikasi siap digunakan dan disebar ke publik. Namun, pemantauan
dan perbaikan tetap diperlukan agar semua fungsi tetap berjalan dengan baik. Itulah
beberapa hal mengenai metode waterfall dan tahapannya yang perlu kamu ketahui.
Sifatnya yang praktis dan bisa membuat kualitas software terjaga membuat metode ini
begitu diminati.