0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan3 halaman

Malin Kundang: Pengkhianatan Terhadap Ibu

Cerita 'Malin Kundang' mengisahkan seorang pemuda yang tumbuh dari kehidupan miskin bersama ibunya setelah ayahnya meninggal. Setelah menjadi saudagar kaya, Malin Kundang menolak untuk mengakui ibunya dan menghina dia, yang membuat ibunya mengutuknya. Akibat kutukan tersebut, Malin Kundang akhirnya terjebak dalam badai dan berubah menjadi batu.

Diunggah oleh

Dede Aisyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan3 halaman

Malin Kundang: Pengkhianatan Terhadap Ibu

Cerita 'Malin Kundang' mengisahkan seorang pemuda yang tumbuh dari kehidupan miskin bersama ibunya setelah ayahnya meninggal. Setelah menjadi saudagar kaya, Malin Kundang menolak untuk mengakui ibunya dan menghina dia, yang membuat ibunya mengutuknya. Akibat kutukan tersebut, Malin Kundang akhirnya terjebak dalam badai dan berubah menjadi batu.

Diunggah oleh

Dede Aisyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Muhammad Ridho Fadhillah

Kelas : Xl ( Sebelas )

Mapel : Bahasa Inggris

Dongeng dalam bahasa Inggris

"MALIN KUNDANG"

Once upon a time, in a small village near the beach in West Sumatera, lived a woman and her
son, Malin Kundang. Malin Kundang's father had passed away when he was a baby, that's
why he had to live hard with his mother.

Malin Kundang was a healthy, diligent, and strong child. He usually went to the sea to catch
fish everyday, brought fish he had catch to his mother, or sold it in the town.

One day, when Malin Kundang was sailing, he saw a merchant's ship which was being raided
by a small band of pirates. With his brave and power, Malin Kundang defeated the pirates.
The merchant was so happy and asked Malin Kundang to sail with him, Malin Kundang
agreed.

Many years later, Malin Kundang became a wealthy merchant with a huge ship, loads of
trading goods, many ship crews, and a beautiful wife. In his journey, his ship landed on a
beach.

The villagers recognized him, and the news ran so fast: "Malin Kundang became a rich man
and now he is here."

His mother, in deepful sadness after years of loneliness, ran to the beach to meet her beloved
son again. When the mother came, Malin Kundang, in front of his well dressed wife, his
crews and his own gloriness, denied to meet his mother. He said that his mother too old, poor
and dirty.

Malin Kundang said, "Enough, old woman! I have never had a mother like you, dirty, poor
and ugly!"

His mother was crying. Then he ordered his crews to set sail.

1
Enraged, his mother cursed Malin Kundang that he would turn into a stone if he didn't
apologize. Malin Kundang just laughed and set sail.

In the quiet sea, suddenly a thunderstorm came. His huge ship was wrecked and it was too
late for Malin Kundang to apologized. He was thrown by the wave out of his ship, fell on a
small island, and suddenly turned into stone.

Translate :

Pada suatu Ketika, di sebuah desa kecil dekat pantai Sumatera Barat, hidup seorang
perempuan dan anaknya, Malin Kundang. Ayah Malin Kundang meninggal ketika dia masih
bayi, karenanya dia bekerja keras dengan ibunya.

Malin Kundang tumbuh sehat, rajin dan menjadi anak yang kuat. Dia selalu pergi ke pantai
untuk menangkap ikan setiap hari, membawa hasil tangkapannya untuk sang ibu atau
menjualnya di kota.

Suatu hari, ketika Malin Kundang sedang berlayar, dia melihat sebuah kapal pedagang yang
sedang digerebek oleh sekelompok kecil perompak. Dengan keberanian dan kekuatannya,
Malin Kundang mengalahkan para perompak. Pedagang itu sangat senang dan meminta
Malin Kundang untuk berlayar bersamanya, Malin Kundang pun setuju.

Beberapa tahun kemudian, Malin Kundang menjadi saudagar kaya dengan kapal besar,
memiliki banyak barang dagangan, memiliki banyak crew dan istri yang cantik. Dalam
perjalanannya, Malin Kundang singgah di sebuah pantai.

Banyak orang mengenalinya dan berita tentangnya menyebar sangat cepat: "Malin Kundang
menjadi orang kaya, dan dia di sini sekarang."

Sang ibu, dengan kesedihan setelah bertahun-tahun hidup sendiri, berlari ke pantai untuk
menemui anaknya. Ketika ibunya datang, Malin Kundang di depan istrinya yang
berpenampilan rapi, anak buahnya dan keagungan dirinya menolak bertemu dengan sang ibu.
Dia mengatakan bahwa sang ibu terlalu tua, miskin dan kotor.

Malin Kundang berkata, "Cukup, wanita tua! Aku tidak pernah memiliki ibu sepertimu,
kotor, miskin dan jelek!"

Ibunya hanya bisa menangis. Kemudian ia meminta anak buah kapalnya untuk berlayar.

Marah, ibunya mengutuk Malin Kundang bahwa ia akan menjadi batu jika tidak meminta
maaf. Malin Kundang hanya tertawa dan berlayar.

2
Di laut yang tenang, tiba-tiba saja badai datang. Kapal besarnya karam dan sudah sangat
terlambat baginya untuk meminta maaf. Dia pun terlempar oleh ombak dari kapalnya, jatuh
di sebuah pulau kecil dan berubah menjadi batu

Anda mungkin juga menyukai