0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan14 halaman

Karakteristik dan Komponen Embedded System IoT

Dokumen ini membahas tentang embedded system yang digunakan dalam Internet of Things (IoT), termasuk komponen utama seperti mikrokontroler, modul konektivitas, dan memori. Selain itu, dijelaskan juga karakteristik embedded system pada IoT, seperti operasi waktu nyata, konsumsi daya rendah, dan keandalan. Beberapa perangkat populer seperti Arduino, ESP8266, ESP32, Raspberry Pi, dan Intel Galileo juga diuraikan beserta perbedaan dan keunggulannya.

Diunggah oleh

akademi.tnial09
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan14 halaman

Karakteristik dan Komponen Embedded System IoT

Dokumen ini membahas tentang embedded system yang digunakan dalam Internet of Things (IoT), termasuk komponen utama seperti mikrokontroler, modul konektivitas, dan memori. Selain itu, dijelaskan juga karakteristik embedded system pada IoT, seperti operasi waktu nyata, konsumsi daya rendah, dan keandalan. Beberapa perangkat populer seperti Arduino, ESP8266, ESP32, Raspberry Pi, dan Intel Galileo juga diuraikan beserta perbedaan dan keunggulannya.

Diunggah oleh

akademi.tnial09
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB 5
Embedded System
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mampu mendemonstrasikan
embedded System
B. PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan berbagai macam


jenis embedded system yang digunakan pada IoT.

C. PENDAHULUAN
Internet of Things tidak luput dari peran
penting embedded system (sistem tertanam).
Embedded system adalah sebuah sistem komputer
yang dirancang untuk melakukan satu atau
beberapa fungsi khusus, sering kali dengan batasan
waktu nyata. Sistem ini terdiri dari perangkat keras
dan perangkat lunak yang bekerja bersama untuk
menjalankan tugas tertentu. Dalam kaitannya
dengan IoT, embedded system dapat menjalankan

2
satu atau beberapa fungsi tertentu dalam perangkat
IoT
Embedded System mempunyai mempunyai
beberapa komponen utama sebagai berikut:
1. Mikrokontroler atau Mikroprosessor
Perangkat ini merupakan otak dari embedded
system yang bertanggung jawab untuk memdan
mengendalikan komponen lainnya. Contohnya
adalah ARM Cortex, AVR, PIC. Namun saat ini
telah banyak mikrokontroller yang sudah
menjadi satu board untuk implementasi IoT
seperti Arduino, Raspberry, Intel Galileo dan
lain-lain.
2. Modul Konektivitas
Modul ini memungkinkan komunikasi dengan
perangkat lain atau jaringan. Konektivitas
meliputi Wi-Fi, Bluetooth, Zigbee, LoRa, dan
jaringan seluler. Saat ini terdapat
mikrokontroller yang mempunyai fungsi sebagai
modul konektivits seperti ESP8266.

3
3. Memori
Embedded System mencakup memori volatil
(RAM) dan non-volatile (Flash, EEPROM) untuk
menyimpan firmware, sistem operasi, dan data.

D. KARAKTERISTIK EMBEDDED SYSTEM


PADA IOT
Terdapat beberapa karakteristik embedded
system pada IoT sebagai berikut:
1. Operasi Waktu Nyata (Real Time)
Aplikasi IoT memerlukan pemrosesan waktu
nyata untuk merespon perubahan lingkungan
secara cepat.
2. Konsumsi Daya Rendah
Penggunaan efisiensi energi sangat penting
dalam sistem IoT, terutama untuk perangkat
yang dioperasikan dengan baterai. Ini
dikarenakan perangkat digunakan dalam waktu
yang lama.

4
3. Keandalan dan Stabilitas
Embedded System harus beroperasi dengan
kinerja yang mumpuni dalam jangka waktu yang
lama dan seringkali diimplematasikan
dilingkungan yang keras seperti dunia indsutri.

E. ARDUINO
Arduino adalah perangkat yang populer dalam
implementasi IoT karena murah dan mudah
digunakan untuk membuat sistem IoT. Arduino
merupakan perangkat keras dan perangkat lunak
bersifat open source. Perangkat keras Arduino
memiliki banyak tipe seperti Arduino Uno, Arduino
Mega, Arduino Nano dan lain-lain. Perangkat ini
diprogram menggunakan Arduino IDE yang
merupakan aplikasi digunakan untuk menulis,
mengedit, dan mengunggah kode (sketch) ke board
Arduino. IDE ini menggunakan bahasa
pemrograman yang mirip dengan C/C++.

5
Mikrokontroller pada Arduino menggunakan
keluarga Atmel.

Gambar 5.1. Arduino Uno

F. ESP8266
ESP8266 adalah modul Wi-Fi dengan biaya
rendah yang sangat populer dan sering digunakan
dalam proyek Internet of Things (IoT). Modul ini
diproduksi oleh Espressif Systems dan dilengkapi
dengan kemampuan untuk menghubungkan
perangkat ke jaringan Wi-Fi, serta dapat diprogram
untuk melakukan berbagai fungsi kontrol dan
komunikasi. Perbedaan mendasar modul ini dengan
Arduino Uno adalah modul ESP8266 sudah

6
mempunyai fitur WiFi dengan standar IEEE 802.11
b/g/n walaupun port I/O tidak sebanyak Arduno
Uno. Untuk pengunaan yang lebih mudah, modul
ESP8266 sudah terbangun pada satu b oard yaitu
NodeMCU ESP8266. Pemrograman perangkat ini
dapat menggunakan Arduino IDE atau MicroPython.

Gambar 5.2. NodeMCU ESP8266

G. ESP32
ESP32 adalah modul mikrokontroler yang
menawarkan fitur yang cukup lengkap dan
berkinerja tinggi. Modul ini merupakan peningkatan
dari modul WiFi ESP8266. Modul ini memiliki dua

7
prosesor satu untuk menangani jaringan WiFi dan
Bluetooth, dan satu lagi untuk menjalankan aplikasi.
Modul ini dilengkapi dengan memori RAM yang
cukup besar untuk menyimpan data. ESP32 memiliki
fitur-fitur berguna seperti TCP/IP, HTTP, dan FTP.
Modul ini juga mendukung pemrosesan sinyal
analog, sensor, serta perangkat input/output digital.
Perbedaan modul ESP32 dengan modul ESP8266
adalah ESP32 mendukung konektivitas Bluetooth,
sehingga dapat digunakan untuk mengontrol
perangkat yang terhubung melalui Bluetooth. ESP32
sangat cocok untuk implemententasi Internet of
Things (IoT) yang memerlukan konektivitas WiFi dan
Bluetooth.

Gambar 5.3. NodeMCU ESP32

8
H. RASPBERRY PI
Raspberry Pi adalah komputer yang sangat
kecil berukuran seperti kartu kredit yang dapat
digunakan untuk menjalankan program yang cukup
komplek seperti permainan komputer, pemutar
video dan gateway IoT. Perangkat ini disebut juga
mini komputer karena komponen utamnya hampir
mirip dengan komputer pada umumnya seperti CPU,
RAM, GPU, Port USB, HDMI, Ethernet, GPIO dan
Audio Jack. Sehingga kemamampuannya
menyerupai dengan sistem komputer pada
umumnya. Pemrogramannya Raspberry Pi
didasarkan pada C, C++, dan Python. Dibandingkan
dengan Arduino, ini lebih dari itu kuat dalam hal
pemrosesan, memori, dan fitur. Jadi, ini berguna
dalam multimedia aplikasi yang membutuhkan lebih
banyak sumber daya. Namun dari segi biaya lebih
mahal ketimbang Arduino. Raspberry sendiri juga
memiliki banyak versi yang spesifikasinya berbeda-

9
beda. Sehingga ketika diimplementasikan untuk IoT
tentu bergantung juga pada kebutuhan.

Gambar 5.4. Raspberry Pi

I. INTEL GALILEO
Intel Galileo adalah board berbasis arsitektur
Intel yang dirancang untuk mendukung
pengembangan proyek berbasis internet of Things
(IoT). Perangkat ini menggunakan prosesor Intel
Quark SoC X1000, yang merupakan prosesor 32-bit
yang hemat energi dan sesuai untuk aplikasi
embedded. Dari sisi sistem operasi, perangkat ini
mendukung berbagai sistem operasi, termasuk Linux
yang dioptimalkan untuk perangkat embedded.
Untuk konektivitas disediakan berbagai opsi

10
konektivitas, seperti Ethernet, USB, dan microSD,
yang membuatnya ideal untuk aplikasi IoT yang
memerlukan kemampuan jaringan dan
penyimpanan data. Keuntungan lain dari perangkat
ini bahwa Intel Galileo kompatibel dengan software
Arduino yang mana hal ini akan semakin
memudahkan pengguna dalam mengembangkan
proyek IoT.

Gambar 5.5. Intel Galileo

J. LATIHAN SOAL
1. Sebutkan dan jelaskan karakteristik
embedded system pada ioT!
2. Jelaskan perbedaan antara Arduino Uno
dan ESP8266!

11
3. Sebutkan dan jelaskan komponen utama
embedded system!
4. Jelaskan perbedaan antara ESP8266 dan
ESP32!
5. Berikan cotoh implementasi Raspberry Pi!

12
DAFTAR PUSTAKA

Buyya, R., & Dastjerdi, A. V. (Ed.). (2016). Internet


of Things: Principles and paradigms. Morgan
Kaufmann.

Gomez, C., & Paradells, J. (2010). Wireless home


automation networks: A survey of
architectures and technologies. IEEE
Communications Magazine, 48(6), 92–101.
[Link]
9

Hanes, D., Salgueiro, G., Grossetete, P., Barton, R.,


& Henry, J. (2017). IoT fundamentals:
Networking technologies, protocols, and use
cases for the Internet of things. Cisco Press.

Kamal, R. (2017). Internet of things: Architecture


and design principles. Mc Graw Hill India.

Mohamed, K. S. (2019). The Era of Internet of


Things: Towards a Smart World. Springer

13
International Publishing.
[Link]

14

Anda mungkin juga menyukai