KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG
PRAKTIK PENERAPAN MANAJEMEN SAFETY PADA
TINDAKAN STERILISASI DAN DESINFEKSI TERHADAP ALAT
KESEHATAN SEBELUM DAN SESUDAH DIPAKAI DALAM
TINDAKAN KEPERAWATAN
Nama Mahasiswa : 1. ANISSA NURJANNAH (PO7120224079)
2. ARDIAN INTAN (PO7120224086)
PUTRI
3. ANGGUN WIDIA (PO7120224095)
PUTRI
4. KEVIN NOEL (PO7120224091)
PARULIAN S
Tingkat : 1B
Dosen Pangampu : Ns.
AISYAH,[Link]
Definisi
Sterilisasi alat kesehatan adalah proses untuk menghilangkan atau memusnahkan
seluruh mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, jamur, dan spora, dari alat tersebut
sehingga benar-benar steril dan aman digunakan. Proses ini bertujuan mencegah infeksi
silang dan memastikan keamanan pasien serta tenaga kesehatan.
Desinfeksi alat kesehatan adalah proses yang bertujuan mengurangi
atau membunuh sebagian besar mikroorganisme patogen pada permukaan alat,
tetapi tidak selalu membunuh spora bakteri, sehingga tidak menghasilkan alat
yang steril secara total seperti sterilisasi. Desinfeksi biasanya dilakukan
sebelum atau setelah penggunaan alat untuk mengurangi risiko kontaminasi.
Praktik manajemen safety pada sterilisasi dan desinfeksi alat
kesehatan sebelum dan sesudah dipakai dalam tindakan keperawatan meliputi
beberapa langkah penting:
1. Persiapan dan Dekontaminasi
a. Petugas wajib mencuci tangan dan menggunakan alat
pelindung diri seperti sarung tangan sebelum
menangani alat bekas pakai.
b. Alat bekas pakai langsung direndam dalam larutan
desinfektan (misal klorin 0,5% atau alkohol 70%)
untuk menghilangkan darah dan kotoran serta
mencegah pengeringan sisa kontaminan.
2. Pembersihan Manual
a. Alat disikat dengan sikat dan cairan pembersih untuk
menghilangkan sisa darah dan kotoran secara
menyeluruh, termasuk bagian engsel dan sudut alat.
b. Bilas alat di bawah air mengalir dan keringkan dengan
handuk bersih.
3. Sterilisasi
a. Sterilisasi dilakukan menggunakan metode panas,
seperti autoclave (uap bertekanan 121°C selama 30
menit) atau oven panas kering, sesuai jenis alat.
b. Alat yang tidak tahan panas dapat disterilisasi dengan
desinfeksi tingkat tinggi menggunakan bahan kimia
khusus.
c. Alat yang telah disterilkan dibungkus dengan bahan
steril dan diberi label serta indikator sterilisasi untuk
memastikan keamanannya.
4. Penyimpanan
a. Alat steril disimpan di lemari khusus dengan suhu 18-
22°C dan kelembaban 35-75% agar tetap steril sampai
digunakan kembali.
5. Pengawasan dan Keselamatan Petugas
a. Petugas harus menguasai prosedur sterilisasi yang
benar dan menggunakan alat pelindung diri selama
proses untuk menghindari paparan mikroorganisme dan
bahan kimia berbahaya.
b. Alat yang mengalami kerusakan fisik selama proses
tidak boleh digunakan kembali untuk mencegah risiko
infeksi.
Praktik ini bertujuan menjamin alat kesehatan bebas mikroorganisme
patogen sebelum digunakan pada pasien, memutus rantai infeksi, dan
melindungi petugas serta pasien dari risiko penularan penyakit
Langkah Kerja Key point
Perawat mencuci tangan
sebelum tindakan
Perawat memakai
APD(handscoon,apron)
Perawat menuangkan larutan
klorin 0,5% dalam wadah yang
sudah di siapkan. Perbandingan
cairan dan klorin 9:1
Rendam alat pada larutan
klorin 0,5%. Rendam alat
selama 15-20 menit,pastikan
seluruh alat terendam
Pindahkan alat yang sudah
terendam kedalam tempat
yang sudah di siapkan
Cuci alat dengan sabun dan
sikat
Bilas dengan air mengalir dan
tiriskan
Lepaskan handscoon kemudian
cuci tangan sesudah tindakan
[Link]
[Link]