SATUAN ACARA PROMOSI KESEHATAN
“DIABETES MILITUS”
Disusun Oleh :
Don Pingga
221007
AKADEMI KEPERAWATAN BINA INSAN JAKARTA
TAHUN 2025/2026
SATUAN ACARA PROMOSI KESEHATAN
DIABETES MILITUS
Pokok Bahasan : Diabetes
Sub Pokok Bahasan : Penanganan Diabetes
Sasaran : Pasien Ny.M
Tempat : Kamar 1303 Ruang Penyakit dalam Lantai 13 Blok
D Alamat : RSUD KOJA
Hari/ Tanggal : 29 April 2025
Waktu : 30 Menit
Pemateri : Don Pingga Anvenya Rila
I. Analisis Karakteristik Sasaran
Sasaran pada promosi kesehatan dengan Diabetes dan penangananya adalah pasien
Ny.M yang dirawat inap diruangan penyakit dalam lantai 13 blok d rsud koja Jakarta
Utara. Sasaran berusia lanjut (Lansia). Sasaran dapat mengetahui upaya dalam
penanganan Diabetes baik dari media elektronik maupun media sosial
II. Analisis Karakteristik Isi
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan promosi kesehatan tentang hipertensi kepada sasaran, diharapkan
dapat mengetahui diabetes dan mampu menjaga pola makan
2. Tujuan Khusus
a) Sasaran mampu memahami lebih dalam apa itu diabetes
b) Sasaran mampu mengetahui penyebab penyakit diabetes
c) Sasaran mampu mengetahui tanda dan gejala dari diabetes
d) Sasaran mampu mengetahui komplikasi dari diabetes
e) Sasaran mampu mengetahui cara pengobatan dan pencegahan penyakit diabetes
3. Materi
a) Pengertian diabetes
b) Penyebab diabetes
c) Tanda dan gejala diabetes
d) Komplikasi diabetes
e) Pengobatan diabetes
f) Pencegahan diabetes
III. Analisis Sumber Belajar / Daftar Pustaka
World Health Organization (WHO)
[Link] data global,
fakta medis, serta panduan pengelolaan diabetes.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
[Link] Informasi lengkap tentang tipe diabetes,
gejala, pengobatan, dan pencegahan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes)
[Link] Menyediakan data lokal dan kebijakan nasional
terkait penyakit tidak menular termasuk diabetes
IV. Strategi Penyampaian
1. Metode
Pada kegiatan promosi kesehatan dengan sub pokok bahasan diabetes dan
pencegahan hipertensi metode yang digunakan diataranya :
1. Metode ceramah, digunakan ketika menjelaskan mengenai pengertian,
penyebab, pencegahan, dan komplikasi.
2. Tanya Jawab, digunakan ketika kita menjelaskan tentang tanda dan gejala, cara
perawatan dan cara pengobatan.
3. Metode Diskusi, digunakan disaat kita ingin memecahkan permasalahan,
menjawab pertanyaan dan memahami pengetahuan serta untuk membantu
suatu keputusan seperti pengobatan dirumah.
2. Media dan Alat Bantu
Media yang akan digunakan pada promosi kesehatan dengan sub pokok bahasan
Hipertensi dan pencegahan hipertensi adalah :
1. Leaflet
2. Bangku
V. STRATEGI PENGORGANISASIAN
1. Pengorganisasian Waktu
1. Pendahuluan / Pembukaan : 5 Menit
2. Materi : 15 Menit
3. Penutup : 5 Menit
2. Pengorganisasian Tempat
Pemateri
Peserta
3. Pengorganisasian Tempat
1. Pemateri : Don Pingga Anvenya Rila
2. Peserta : Ny. M
VI. Kegiatan Promosi Kesehatan
1. Kegiatan Pemateri dan Peserta
NO WAKTU KEGIATAN PROMKES KEGIATAN PESERTA
1. 5 Menit Pembukaan
1. Memberi salam 1. Menjawab Salam
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan Dan
3. Melakukan Apresiasi Memperhatikan
4. Menjelaskan 3. Memberikan respon
tujuan kegiatan
5. Kontrak waktu
2. 15 Menit Kegiatan Materi
1. Menjelaskan 1. Menyimak dan
pengertian Diabetes memperhatikan
2. Menjelaskan penyebab 2. Memahami
/ faktor resiko Diabetes penjelasan tentang
3. Menjelaskan tanda Diabetes
dan gejala dari 3. Memahami
Diabetes penyebab maupun
4. Menjelaskan factor resiko
komplikasi Diabetes Diabetes
5. Menjelaskan cara 4. Memahami apa tanda dan
pengobatan dan gejala dari Diabetes
pencegahan Diabetes 5. Memahami komplikasi
dari Diabetes
6. Memahami
pengobatan dan
pencegahan dari
Diabetes
7. Menjawab pertanyaan
3. 5 Menit Kegiatan Penutup
1. Mengajukan pertanyaan
2. Menjawab pertanyaan
1. Memberikan 3. Dan peserta menjawab
kesempatan kepada salam
peserta untuk bertanya
2. menyimpulkan materi
yang telah di sampaikan
3. menutup kegiatan
penyuluhan dan
mengucapkan salam
2. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. SAP Diabetes sudah dibuat
b. Media dan metode yang digunakan sesuai dengan perencanaan
c. Kontrak dengan peserta sudah dilakukan
d. Tempat pelaksanaan promosi kesehatan telah ditetapkan dan disetujui
e. Pemateri sudah menunjukan kesiapan dalam promkes diabetes
2. Evaluasi Proses
a. Peserta promosi kesehatan datang tepat waktu
b. Peserta mengikuti proses dari awal hingga akhir
c. Peserta tidak boleh keluar masuk ruangan
d. Peserta aktif dan kooperatif selama kegiatan berlangsung
3. Evaluasi Hasil
a. Peserta promkes mampu menjelaskan pengertian Diabetes
b. Peserta promkes mampu menjelaskan penyebab dan factor resiko Diabetes
c. Peserta promkes mampu menjelaskan tanda dan gejala Diabetes
d. Peserta promkes mampu menjelaskan komplikasi dari Diabetes
e. Peserta promkes mampu menjelaskan cara pegobatan dan pencegahan
Diabetes
VII. MATERI PROMOSI KESEHATAN
[Link] Diabetes
Diabetes merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan
peningkatan kadar glukosa darah akibat kerja insulin. Dan dimatakan tidak
normal jika > 200 mg/dL (jika sewaktu), dan 126 mg/dL ( jika puasa)
2. Penyebab / Faktor Resiko Diabetes
1. Diabetes tipe 1
Disebabkan oleh rusaknya sel serta pancreas sehingga tubuh tidak bisa
memprosuksi insulin alami untuk mengontrol kadar glukosa darah.
[Link] tipe 2
Penurunan fungsi insulin dan kualitas insulin tidak bagus sehingga
penurunan fungsi insulin dalam mengontrol kadar glukosa darah dan bisa
disebabkan oleh genetik
3. Diabetes tipe lain
Disebabkan oleh penyakit lain sehingga menganggu produksi insulin dan
menganggu kinerja insulin.
3. Tanda dan Gejala Diabetes
Poliuri
Polidipsi
Polifagi
Berat badan menurun
Sering kesemutan
Mudah mengantuk dan mudah lelah
4. Komplikasi Diabetes
[Link] Ginjal
Kerusakan ginjal atau nefropati diabetik adalah komplikasi berupa kerusakan
ginjal yang diakibatkan oleh berkurangnya aliran darah ke ginjal pada pasien
diabetes. Risikonya, penderita harus rutin melakukan cuci darah secara rutin
atau mungkin harus menjalani operasi transplantasi ginjal.
Pencegahan komplikasi diabetes melitus ini dapat dimulai dengan membatasi
asupan protein, dengan tujuan untuk mengurangi beban kerja ginjal untuk
menyaring (filtrasi) protein yang merupakan molekul yang besar. Selain itu,
diperlukan juga mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, serta serta
konsumsi obat-obatan.
2. Gangguan pada Mata
Komplikasi diabetes melitus pada mata, atau disebut juga dengan retinopati
diabetik, disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah di retina. Kondisi ini
berpotensi mengakibatkan [Link] pembuluh darah pada
retina juga akan memicu pembentukan pembuluh darah baru yang tidak
berkembang sempurna. Pembuluh darah yang tidak sempurna ini mudah
rusak/pecah sehingga mengakibatkan perdarahan dalam mata.
Untuk mencegah komplikasi diabetes melitus pada mata, penderita
disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur. Hal ini
dilakukan guna mendeteksi terjadinya retinopati diabetik lebih awal.
3. Penyakit Kardiovaskular
Tingginya kadar gula darah berpotensi menyebabkan kerusakan pada
pembuluh darah. Di mana, jika pembuluh darah rusak, maka sirkulasi darah
di seluruh tubuh, termasuk jantung akan terganggu.
Pada kondisi tersebut, beberapa penyakit yang mungkin akan muncul adalah
penyakit jantung, seperti aterosklerosis (pengerasan pada pembuluh darah
arteri yang dapat menyebabkan aliran darah terganggu), serangan jantung,
hingga stroke. Untuk mencegahnya, kadar gula darah harus selalu terkontrol.
4. Masalah Kulit dan Kaki
Komplikasi yang paling umum pada penderita diabetes melitus adalah
masalah pada kulit dan kaki, biasanya berupa luka yang tak kunjung sembuh.
Hal ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah dan saraf, sehingga aliran
darah pada kaki terbatas.
Penyebab komplikasi diabetes melitus ini juga didukung dengan tingginya
gula darah yang memudahkan jamur dan bakteri berkembang biak. Terlebih
lagi, saat mengalami diabetes, kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka
secara mandiri turut menurun karena adanya penurunan sistem imun tubuh.
5. Kerusakan Saraf
Kerusakan saraf akibat diabetes, atau disebut juga dengan neuropati diabetik,
kebanyakan menyerang bagian kaki dan tangan. Penelitian menunjukkan
bahwa sebanyak 10-20% penderita diabetes mengalami nyeri yang
disebabkan oleh kerusakan atau gangguan saraf.
Gejala awal yang dirasakan ketika mengalami komplikasi ini di antaranya
tangan atau kaki terasa kebas, kesemutan, nyeri, timbul sensasi terbakar
hingga mati rasa. Selain itu, kerusakan saraf juga dapat terjadi di organ lain,
seperti organ pencernaan, saluran kemih, pembuluh darah dan jantung.
5. Pencegahan Diabetes
1. Pola makan yang sehat
2. Aktivitas fisik teratur
3. Memenejemen stres
4. Pemeriksaan gula darah rutin
5. Menjaga berat badan ideal.