0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan14 halaman

Jenis dan Sifat Magnet Besi

Dokumen ini menjelaskan tentang magnet, termasuk jenis-jenisnya, sifat-sifat magnet, cara membuat magnet, serta konsep medan magnet dan elektromagnet. Magnet dapat dibedakan berdasarkan asal, sifat, dan bentuknya, serta dapat dibuat melalui penggosokan, induksi, dan arus listrik. Elektromagnet memiliki kelebihan dalam hal kekuatan dan kemudahan pengendalian sifat kemagnetannya.

Diunggah oleh

Sri Hartono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan14 halaman

Jenis dan Sifat Magnet Besi

Dokumen ini menjelaskan tentang magnet, termasuk jenis-jenisnya, sifat-sifat magnet, cara membuat magnet, serta konsep medan magnet dan elektromagnet. Magnet dapat dibedakan berdasarkan asal, sifat, dan bentuknya, serta dapat dibuat melalui penggosokan, induksi, dan arus listrik. Elektromagnet memiliki kelebihan dalam hal kekuatan dan kemudahan pengendalian sifat kemagnetannya.

Diunggah oleh

Sri Hartono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Magnet
1. Magnet
Magnet adalah logam yang bisa menarik logam-logam tertentu seperti besi, baja, nikel, dan
kobalt.
Macam-macam magnet adalah sebagai berikut.
1. Menurut Asal atau Kejadiannya
a. Magnet alam
b. Magnet buatan
2. Menurut Sifatnya
a. Magnet tetap (permanen)
b. Magnet tidak tetap (sementara)
3. Menurut Bentuknya
a. Magnet batang b. Magnet jarum

c. Magnet silinder d. Magnet tapal


kuda (ladam)

e. Magnet U

2. Benda Bersifat Magnetik dan Nonmagnetik


Benda-benda dapat ditarik oleh magnet disebut benda magnetik.
1. Benda magnetik dibagi menjadi 3 macam.
a. Benda ferromagnetik ialah benda yang ditarik kuat oleh magnet, contoh nikel,
besi baja, dan kobalt.
b. Benda paramagnetik ialah benda yang ditarik lemah oleh magnet, contoh platina,
magnesium, dan alumunium.
c. Diamagnetik ialah benda-benda yang ditolak lemah oleh magnet, contoh
bismuth, timah, seng, emas, dan timbal.
2. Benda nonmagnetik ialah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet, contoh
tembaga, bismut, emas, perak, seng, dan karet.
3. Sifat-Sifat Magnet
1. Magnet memiliki dua macam kutub, yaitu sebagai berikut.
a. Kutub utara yaitu kutub magnet yang dalam keadaan bebas selalu menunjuk arah
utara.
b. Kutub selatan yaitu kutub magnet yang dalam keadaan bebas selalu menunjuk
arah selatan.
2. Gaya magnet yang paling kuat berada di ujung-ujung/kutub-kutub magnet magnet.
Hal ini karena pada bagian ini resultan gaya magnet elementernya paling besar.
3. Dalam keadaan bebas magnet selalu menunjuk arah utara, selatan. Karena magnet
terpengaruh oleh kutub-kutub magnet bumi.
4. Kutub yang tidak sejenis bila didekatkan saling tarik menarik. Kutub yang sejenis
bila didekatkan saling tolak menolak
4. Teori Kemagnetan
Setiap benda magnetik terdiri magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer,
yang lengkap dengan kutub utara selatan. Benda yang bukan magnet arah magnet
elementernya tidak teratur. Adapun, benda magnet arah magnet elementernya teratur.
Perhatikan gambar posisi magnet elementer!

Bukan Magnet Magnet


Sumber: [Link]
Besi memiliki sifat magnet-magnet elementer yang mudah diatur, tetapi juga lebih
mudah berubah susunannya. Itulah sebabnya besi sangat mudah dijadikan magnet, tetapi
juga sangat mudah kehilangan sifat kemagnetannya. Jadi sifat kemagnetan besi adalah
sementara.
Baja memiliki sifat magnet-magnet elementer yang sukar diatur, tetapi jika sudah
teratur sukar sekali berubah susunannya. Itulah sebabnya baja sukar dijadikan magnet,
tetapi jika sudah menjadi magnet sukar kehilangan sifat kemagnetannya. Jadi sifat
kemagnetan baja adalah tetap (permanen).
5. Cara Membuat Magnet
Eksperimen 1
Membuat Magnet
I. Tujuan
Membuat magnet dengan cara digosok, arus listrik dan cara induksi.
II. Alat dan Bahan
1. Batang baja 5. Statif
2. Batang besi 6. Kawat beremail
3. Paku-paku kecil 7. Magnet batang
4. Batere 8. Klem 2 buah
III. Langkah Kerja
1. Membuat magnet dengan cara digosok.

a. Sediakan alat dan bahan yang dibutuhkan!


b. Gosokkan magnet pada batang baja secara teratur dan searah seperti pada
gambar! Ulangi beberapa kali.
c. Setelah beberapa saat hentikanlah penggosokan!
d. Dekatkanlah batang baja yang telah digosok tadi dengan paku-paku kecil!
Apa yang terjadi?
e. Tentukannlah kutub magnet yang terbentuk dengan mendekatkan ujung
batang baja dengan kompas!
f. Tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel pengamatan!
2. Membuat magnet dengan cara mengaliri arus listrik.

a. Lilitkan kawat beremail pada sebatang paku besi/baja sebanyak 50 lilitan!


b. Hubungkanlah ujung-ujung lilitan dengan baterai, seperti pada gambar!
c. Dekatkanlah paku-paku kecil pada ujung besi! Apa yang terjadi?
d. Putuskanlah arus listrik!
e. Apa yang terjadi dengan paku-paku kecil tersebut?
f. Tentukanlah kutub magnet yang terbentuk dengan mendekatkan ujung paku pada
kompas!
g. Tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel pengamatan!
3. Membuat magnet dengan cara induksi.
a. Rangkailah alat dan bahan seperti gambar di samping!
b. Dekatkanlah paku-paku kecil pada batang besi! Apa yang
terjadi?
c. Lepaskanlah magnet dan jauhkan dari batang besi! Apa yang
terjadi?
d. Tentukanlah kutub magnet yang terbentuk dengan mendekatkan kompas pada
salah satu ujung batang besi/baja!
e. Tulislah hasil pengamatanmu pada tabel hasil pengamatan!

IV. Kesimpulan
1. Batang besi/baja yang digosok dengan magnet secara teratur dan searah akan
bersifat ....
2. Batang besi yang diberi lilitan dan dialiri arus listrik akan bersifat ....
3. Pada electromagnet, jika arus listrik diputus besi akan bersifat ....
4. Batang besi yang didekatkan pada sebuah magnet akan bersifat ....
5. Jika magnet dijauhkan dari batang besi akan bersifat ....
6. Sebutkan 3 cara membuat magnet!

…………………………………………………………………………………………
….

…………………………………………………………………………………………
….

…………………………………………………………………………………………
….

Prinsip membuat magnet adalah mengubah susunan magnet elementer yang tidak
beraturan menjadi searah dan [Link] tiga cara membuat magnet, yaitu menggosok,
induksi, dan arus listrik.

a. Membuat Magnet dengan Cara Menggosok


Jika besi atau baja digosok berulang-ulang dengan salah satu ujung magnet tetap
dan arah gosokan dibuat searah maka magnet elementer yang terdapat pada besi
letaknya menjadi teratur dan mengarah ke satu arah. Apabila magnet elementer besi
atau baja telah teratur dan mengarah ke satu arah, dikatakan besi atau baja telah
menjadi magnet.
Ujung-ujung besi atau baja yang digosok akan terbentuk kutub-kutub magnet.
Kutub-kutub yang terbentuk tergantung pada kutub magnet yang digunakan untuk
menggosok. Pada ujung terakhir besi atau baja yang digosok, akan mempunyai kutub
yang berlawanan dengan kutub ujung magnet penggosoknya.
Untuk lebih jelasnya perhatikan Gambar!
Gambar Membuat Magnet dengan Menggosok
Sumber: Dokumen Penulis
Dengan demikian, pada gambar di atas A menjadi kutub utara magnet dan B
menjadi kutub selatan magnet, sedang P menjadi kutub utara magnet dan Q menjadi
kutub selatan magnet.
b. Membuat Magnet dengan Cara Induksi (Imbas)
Apabila besi atau baja diletakkan di dekat magnet tetap maka magnet elementer
yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh atau terinduksi magnet tetap yang
menyebabkan letaknya teratur dan mengarah ke satu arah. Besi atau baja akan
menjadi magnet sehingga dapat menarik serbuk besi yang berada di dekatnya.
Ujung besi atau baja yang berdekatan dengan kutub magnet batang, akan
terbentuk kutub yang selalu berlawanan dengan kutub magnet penginduksi. Untuk
lebih jelasnya perhatikan Gambar! Apabila kutub utara magnet batang berdekatan
dengan ujung A besi, maka ujung A besi menjadi kutub selatan dan ujung B besi
menjadi kutub utara atau sebaliknya.

Gambar Induksi Magnet


Sumber: [Link]
Berdasarkan gambar diatas maka ujung atas akan menjadi kutub utara magnet dan
ujung bawah menjadi kutub selatan magnet.
c. Membuat Magnet dengan Cara Mengalirkan Arus Listrik DC (Elektromagnet)
Apabila besi atau baja dililiti kawat berisolasi kemudian kedua ujung kawat
dihubungkan dengan baterai atau sumber arus DC. Magnet elementer yang terdapat
pada besi dan baja akan terpengaruh aliran arus searah (DC) yang dihasilkan baterai.
Hal ini menyebabkan magnet elementer letaknya teratur dan mengarah ke satu arah.
Besi atau baja akan menjadi magnet dan dapat menarik serbuk besi yang berada di
dekatnya. Magnet yang demikian disebut magnet listrik atau elektromagnet.
Untuk menentukan kutub-kutub magnet yang terbentuk dapat ditentukan dengan
aturan genggaman tangan kanan. Arah arus listrik ditunjukkan oleh arah ke empat
jari sedang ibu jari menunjuk kutub utara.

Gambar Elektromagnet dan Cara Menentukan Kutubnya


Sumber: [Link]
Dengan demikian, ujung A kutub utara dan B kutub selatan sedang ujung P
kutub selatan dan Q kutub utara. Agar sifat kemagnetan sebuah magnet dapat tahan
lama, maka dalam menyimpan magnet diperlukan angker (sepotong besi) yang
dipasang pada kutub magnet. Pemasangan angker bertujuan untuk mengarahkan
magnet elementer hingga membentuk rantai tertutup. Untuk menyimpan dua buah
magnet batang diperlukan dua angker yang dihubungkan dengan dua kutub magnet
yang berlawanan. Jika berupa magnet U untuk menyimpan diperlukan satu angker
yang dihubungkan pada kedua kutubnya.

Gambar Menyimpan Magnet


Sumber: [Link]
Sebuah magnet akan hilang sifat kemagnetannya jika magnet dipanaskan,
dipukul-pukul, dialiri arus listrik bolak-balik (AC) dan atau diputus arus listriknya.

6. Gaya Antar Kutub Magnet


1. Kutub magnet yang sejenis jika didekatkan akan tolak-menolak. Perhatikan gambar
garis gaya magnetnya.
a. Kutub utara magnet didekatkan dengan kutub utara magnet.

Sumber: Dokumen Penulis


b. Kutub selatan magnet didekatkan dengan kutub selatan magnet

Sumber: Dokumen Penulis


2. Kutub magnet yang berlainan jenis jika didekatka akan tarik menarik. Perhatikan
gambar garis gaya magnetnya.

Sumber: Dokumen Penulis

7. Medan Magnet
Medan magnet adalah ruang di sekitar magnet yang
masih terdapat pengaruh gaya tarik magnet. Garis-garis
yang menggambarkan pola medan magnet disebut garis-
garis gaya magnet. Garis-garis gaya magnet tidak pernah
berpotongan satu sama lainnya. Garis-garis gaya magnet
keluar dari kutub utara, masuk (menuju) ke kutub selatan.
Makin banyak jumlah garis-garis gaya magnet makin
besar kuat medan magnet yang dihasilkan.
Apapun bentuknya sebuah magnet memiliki medan magnet yang digambar berupa
garis lengkung. Dua kutub magnet yang tidak sejenis saling berdekatan pola medan
magnetnya juga berupa garis lengkung yang keluar dari kutub utara magnet menuju
kutub selatan magnet.

8. Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik


Medan magnet di sekitar kawat berarus listrik ditemukan oleh Hans Christian Oersted
(1770-1851). Oersted menemukan bahwa sebuah kawat berarus listrik dapat
menyimpangkan magnet jarum kompas dari arah merediannya. Penyimpangan magnet jarum
kompas akan makin besar jika kuat arus listrik yang mengalir melalui kawat diperbesar. Arah
penyimpangan jarum kompas bergantung arah arus listrik yang mengalir dalam kawat.
Gejala itu terjadi jika kawat dialiri arus listrik. Jika kawat tidak dialiri arus listrik, medan
magnet tidak terjadi sehingga magnet jarum kompas tidak bereaksi. Perubahan arah arus
listrik ternyata juga memengaruhi perubahan arah penyimpangan jarum kompas. Perubahan
jarum kompas menunjukkan perubahan arah medan magnet.
Cara menentukan arah medan magnet di sekitar penghantar berarus listrik:
Jika arah arus listrik mengalir sejajar dengan jarum kompas dari kutub selatan
menuju kutub utara, kutub utara jarum kompas menyimpang berlawanan dengan arah
putaran jarum jam. Jika arah arus listrik mengalir sejajar dengan jarum kompas dari
kutub utara menuju kutub selatan, kutub utara jarum kompas menyimpang searah dengan
arah putaran jarum jam.

Sumber: Dokumen Penulis


a. Pola Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik
Gejala penyimpangan magnet jarum di sekitar arus listrik membuktikan bahwa
arus listrik dapat menghasilkan medan magnet. Arah medan magnet yang
ditimbulkan arus listrik dapat diterangkan melalui kaidah tangan kanan. Anggaplah
suatu penghantar berarus listrik digenggam tangan kanan. Perhatikan Gambar! Jika
arus listrik searah ibu jari, arah medan magnet yang timbul searah keempat jari yang
menggenggam.

Sumber: Dokumen Penulis


b. Solenoida
Solenoid adalah penghantar melingkar yang berbentuk kumparan panjang.
Medan magnet yang ditimbulkan oleh solenoid akan lebih besar daripada yang
ditimbulkan oleh sebuah penghantar melingkar, apalagi oleh sebuah penghantar
lurus.
Jika solenoida dialiri arus listrik maka akan menghasilkan medan magnet. Medan
magnet yang dihasilkan solenoida berarus listrik bergantung pada kuat arus listrik
dan banyaknya kumparan. Garis-garis gaya magnet pada solenoida merupakan
gabungan dari garis-garis gaya magnet dari kawat melingkar. Gabungan itu akan
menghasilkan medan magnet yang sama dengan medan magnet sebuah magnet
batang yang panjang. Kumparan seolah-olah mempunyai dua kutub, yaitu ujung yang
satu merupakan kutub utara dan ujung kumparan yang lain merupakan kutub selatan.
Untuk menentukan kutub-kutub magnet yang terjadi menggunakan pedoman
genggaman tangan kanan. Yaitu empat jari yang menggenggam menunjukkan arah
arus listrik dan ibu jari menunjukkan kutub utara.

9. Elektromagnet
Jika suatu solenoid diisi inti besi dan di aliri arus
listrik, diperoleh magnet yang jauh lebih kuat. Magnet
semacam itu disebut elektromagnet.
Faktor-faktor yang memengaruhi besar medan
magnet yang dihasilkan elektromagnet yaitu jumlah
lilitan, kuat arus, dan inti besi. Makin banyak lilitan
dan makin besar arus listrik yang mengalir, makin
besar medan magnet yang dihasilkan. Makin besar
(panjang) inti besi yang berada dalam solenoida,
makin besar medan magnet yang dihasilkan
elektromagnet. Jadi kemagnetan sebuah elektromagnet bergantung besar kuat arus yang
mengalir, jumlah lilitan, dan besar inti besi yang digunakan.
Elektromagnet mempunyai banyak kelebihan, sebagai berikut:
1). Kemagnetan elektromagnet dapat diperkuat dengan memperbanyak lilitan solenoid.
2). Kekuatan magnet elektromagnet dapat diubah-ubah dengan mengubah kuat arusnya.
3). Sifat kemagnetan elektromagnet mudah dihilangkan dengan cara memutus arusnya,
dan mudah ditimbulkan kembali dengan cara mengalirkan arus.
4). Kedua kutub elektromagnet dapat ditukar dengan cara mengubah arah arus.
5). Cara penyimpanan elektromagnet mudah tidak seperti magnet tetap.
6). Elektromagnet dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kegunaannya.

Beberapa alat yang menggunakan electromagnet:


a. Alat Pengangkat Besi
Jika arus listrik mengalir maka elektromagnet
menjadi magnet dan akan menarik besi-besi di
sekitarnya. Jika arus listrik diputus kemagnetan
akan hilang dan besi-besi akan terlepas.
b. Bel Listrik

Cara Kerja:
Pada saat sakelar ditekan, arus mengalir PQ menjadi magnet, kemudian menarik R.
Selanjutnya, H memukul bel. Pada saat terdengar bel arus terputus R terlepas karena
PQ tidak menjadi magnet dan R, X tertempel lagi arus mengalir dan begitu
seterusnya.
c. Pesawat Telepon
Terdapat dua bagian yaitu pesawat pe-ngirim dan penerima.
1). Pesawat pengirim (mikrofon) adalah alat yang mampu mengubah getaran suara
menjadi getaran listrik suara terdiri dari:
a) batang karbon,
b) serbuk karbon, dan
c) diafragma adalah plat logam tipis yang mudah bergetar.
2). Pesawat penerima (telepon) adalah alat yang mampu mengubah getaran listrik
suara menjadi suara yang dapat didengar terdiri dari:
1) batang besi lunak,
2) elektromagnet, dan
3) diafragma.
d. Relai
Relai atau saklar jarak jauh adalah alat untuk memutus dan menyambung arus listrik
tegangan tinggi menggunakan arus listrik kecil.
e. Telegraf
Alat pengirim berita jarak jauh yang menggunakan tanda-tanda morse.

10. Gaya Lorentz


Jika sebuah penghantar berarus listrik berada di dalam medan magnet, timbul gaya
Lorentz yang dapat menggerakkan penghantar tersebut. Besar gaya Lorentz sebanding
dengan besar kuat arus listrik (I), besar medan magnet (B), dan panjang kawat
penghantar yang dipengaruhi medan magnet (ℓ). Besar gaya Lorentz dirumuskan.

Dengan:
F = gaya Lorentz satuan newton (N)
B = kuat medan magnet satuan tesla (T).
ℓ = panjang kawat satuan meter (m)
l = kuat arus listrik satuan ampere (A)
Contoh soal:
Sebuah kawat penghantar panjangnya 100 cm berada tegak lurus dalam medan magnet
20 T. Jika kuat arus listrik yang mengalir 600 mA, berapakah besar gaya Lorentz yang
dialami kawat?
Penyelesaian:
Diketahui: ℓ= 100 cm = 1 m
B= 20 T
I = 600 mA = 0,6 A
Ditanya: F = ... ?
Jawab: F = ℓ x I x B
= 1 x 0,6 x 20
= 12 N
Untuk menentukan arah gaya Lorentz digunakan kaidah atau aturan tangan kanan.
Caranya rentangkan ketiga jari yaitu ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah sedemikian
hingga membentuk sudut 90o (saling tegak lurus). Jika ibu jari menunjukan arah arus
listrik (I) dan jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet (B) maka arah gaya Lorentz
searah jari tengah (F). Dalam bentuk tiga dimensi, arah yang tegak lurus mendekati
pembaca diberi simbol . Adapun arah yang tegak lurus menjauhi pembaca diberi simbol
. Perhatikan Gambar!

Gambar Gaya Lorentz


Sumber: [Link]
Gaya Lorentz yang ditimbulkan kawat berarus listrik dalam medan magnet dapat
dimanfaatkan untuk membuat alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi
gerak. Alat yang menerapkan gaya Lorentz adalah motor listrik dan alat-alat ukur listrik.
Motor listrik banyak dijumpai pada tape recorder, pompa air listrik, dan komputer.
Adapun, contoh alat ukur listrik yaitu amperemeter, voltmeter, dan ohmmeter.

11. Penerapan Gaya Lorentz


a. Motor Listrik
b. Alat ukur arus listrik (Ampermeter/Galvanometer)

12. Induksi Elektromagnetik


Mengapa dinamo dapat menghasilkan listrik? Berdasarkan penemuan H.C.
Oersted bahwa di sekitar arus listrik timbul medan magnet. Ternyata gejala magnet dan
listrik prosesnya dapat terjadi timbal balik. Hal ini telah dibuktikan oleh Michael
Faraday yang menemukan bahwa arus listrik dapat ditimbulkan oleh medan magnet.
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan adalah:
1). Galvanometer yaitu alat untuk mengetahui ada/tidak adanya arus listrik
2). Magnet batang
3). Kumparan
4). Kabel penghantar
Eksperimen 1
Penyelidikan Gaya Gerak Listrik
I. Tujuan
Menyelidiki terjadinya gaya gerak listrik induksi dengan melakukan percobaan.
II. Alat dan Bahan
1). Galvanometer
2). Kumparan 2 macam
3). Magnet batang
4). Baterai dan kabel penghantar.
a. 300 lilitan
b. 600 lilitan
III. Langkah kerja
Gambar: Percobaan Induksi Elektromagnetik
Sumber: [Link]
1) Sediakan alat dan bahan yang dibutuhkan!
2) Hubungkan ujung-ujung kumparan 300 lilitan dengan galvanometer!
3) Tempatkan sebuah magnet batang diam didekat kumparan! Perhatikan jarum
galvanometer bergerak atau tidak!
4) Gerakkan magnet keluar masuk kumparan! Perhatikan jarum galvanometer bergerak
atau tidak!
5) Gerakan magnet keluar masuk kumparan dipercepat! Perhatikan jarum galvanometer
bergerak atau tidak! Bandingkan keadaan simpangan jarum galvanometernya!
6) Diamkan magnet didalam kumparan! Perhatikan jarum galvanometer bergerak atau
tidak!
7) Ulangi langkah 1 s/d 6 menggunakan kumparan sebanyak 600 lilitan!
8) Bandingkan keadaan simpangan jarum galvanometer!
IV. Tabel Pengamatan
Keadaan Galvanometer
N
Posisi Magnet Batang Tidak Keterangan
o Bergerak
Bergerak
1. Kumparan 500 lilitan
a. Magnet diam didekat
kumparan.
b. Magnet gerak keluar masuk
kumparan.
c. Gerakan magnet dipercepat.
2. d. Magnet diam di dalam
kumparan.
Kumparan 1000 lilitan
a. Magnet diam didekat
kumparan.
b. Magnet gerak keluar masuk
kumparan.
c. Gerakan magnet dipercepat.
d. Magnet diam di dalam
kumparan.
V. Kesimpulan
1. Dalam kawat solenoid/kumparan saat magnet bergerak keluar masuk timbul ....

…………………………………………………………………………………………….
2. Bandingkan kumparan 500 lilitan dan 1000 lilitan terhadap simpangan galvanometer
apa kesimpulanmu?
…………………………………………………………………………………………
….
3. Saat magnet diam di dalam kumparan apa yang terjadi? Apa kesimpulanmu?
…………………………………………………………………………………………
….
4. Magnet diputar dekat kumparan akan timbul .......................................................
5. Dengan putaran lebih cepat simpangan jarum galvanometer lebih .....................
6. Apa kesimpulanmu!

…………………………………………………………………………………………
….

…………………………………………………………………………………………
….

…………………………………………………………………………………………
….

Arus listrik timbul jika magnet batang digerakkan keluar masuk dalam kumparan.
Arus listrik yang ditimbulkannya arahnya bolak-balik. Adanya arus listrik menunjukkan
bahwa antara dua ujung kumparan memiliki beda potensial (ggl = gaya gerak listrik).
Gaya gerak listrik yang timbul dengan cara ini disebut gaya gerak listrik induksi.
Peristiwanya disebut induksi elektromagnetik, sedangkan arus yang dihasilkan disebut
arus induksi.
Timbulnya gaya gerak listrik induksi dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sumber:
[Link]
3cpESd4tE0XaQvRCf5H-sVqACLcBGAsYHQ/s1600/4_result.webp
1). Jika kutub sebuah magnet dimasukkan ke dalam kumparan terjadi perubahan garis
gaya magnet, yaitu garis-garis gaya yang masuk ke dalam kumparan bertambah.
2). Jika kutub magnet itu dikeluarkan dari kumparan, garis-garis gaya di dalam
kumparan berkurang.
3). Jika kutub magnet tidak bergerak, garis-garis gaya di dalam kumparan tetap.
Jadi, timbulnya ggl induksi itu jika garis-garis gaya yang masuk dan yang keluar dari
kumparan berubah banyaknya.
Cara-cara menimbulkan ggl induksi dapat dilakukan dengan:
1. Menggerakkan sebuah magnet batang masuk dan keluar kumparan.
2. Memutar sebuah magnet batang di dekat kumparan.
3. Memutus-mutus arus DC pada kumparan primer di dekat kumparan sekunder,
misalnya pada induktor.
4. Menghubungkan arus AC pada kumparan primer di dekat kumparan sekunder,
misalnya transformator.
Berdasar peristiwa di atas, jika magnet yang dimasukkan dilakukan secara berulang-
ulang, maka jarum galvanometer akan bergerak ke kanan dan ke kiri. Dengan demikian,
pada saat magnet digerakkan keluar masuk kumparan, maka pada kumparan terjadi arus
dan tegangan listrik bolak-balik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ggl induksi pada kumparan sebagai berikut:
1. Kecepatan gerak magnet.
Semakin cepat gerak magnet, ggl induksi yang timbul semakin besar.
2. Kekuatan magnet.
Semakin kuat magnet, ggl induksi yang timbul semakin besar.
3. Banyak lilitan kumparan.
Semakin banyak lilitan kumparan, ggl induksi yang timbul semakin besar.
4. Inti kumparan.
Jika kumparan diberi inti besi, ggl induksi yang timbul lebih besar.

Penerapan Induksi Elektromagnetik:


a. Dinamo

Gambar Bagian Dinamo


Sumber: [Link]
Dinamo atau generator adalah alat yang dapat mengubah energi gerak menjadi energi
listrik berkebalikan dengan motor listrik. Prinsip kerja dinamo adalah seperti berikut:
1). Kumparan berputar di dalam suatu medan magnet.
2). Magnet berputar di antara beberapa kumparan.
Pada dinamo yang bergerak disebut rotor, sedangkan bagian yang tidak bergerak
disebut stator.
Macam-macam dinamo adalah sebagai berikut.
a). Dinamo arus bolak-balik (AC) b).Dinamo arus searah (DC)

Gambar Dinamo AC dan DC


Sumber: [Link]
Perbedaan dinamo DC dan dinamo AC terletak pada cincin-cincinnya.
1). Dinamo DC → menggunakan cincin belah (komutator)
2. Dinamo AC → menggunakan cincin geser (dua cincin)

b. Transformator (Trafo)
Tranformator adalah alat yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan
tegangan AC (arus bolak-balik).
Bagian-bagian trafo sebagai berikut.

Gambar Transformator
Sumber: [Link]

Prinsip kerja transformator:


Kumparan primer dilewati arus bolak-balik sehingga timbul perubahan garis gaya
magnet atau medan magnet. Perubahan medan magnet dari kumparan primer masuk ke
kumparan sekunder sehingga antara ujung-ujung kumparan sekunder timbul ggl induksi.
Macam-macam trafo sebagai berikut.
a. Trafo Step-up
Berfungsi untuk menaikan tegangan AC
Ciri-cirinya sebagai berikut.
1). Tegangan primer lebih kecil dari tegangan sekunder (Vp < Vs).
2). Jumlah lilitan primer lebih sedikit dari lilitan sekunder (Np < Ns).
3). Arus primer lebih besar dari arus sekunder (Ip > Is).
b. Trafo Step-down
Berfungsi untuk menurunkan tegangan AC.
Ciri-cirinya sebagai berikut.
1). Tegangan primer lebih besar dari tegangan sekubnder (Vp > Vs).
2). Jumlah lilitan primer besar sedikit dari lilitan sekunder (Np > Ns).
3). Arus primer lebih kecil dari arus sekunder (Ip < Is).
Hubungan antara, tegangan, jumlah lilitan, dan kuat arus adalah sebagai berikut.

Keterangan:
Vp = tegangan primer (volt)
Vs = tegangan sekunder (volt)
Ns = jumlah lilitan sekunder
Np = jumlah lilitan primer
Ip = arus primer (Ampere)
Is = arus sekunder (Ampere)
Contoh:
Sebuah trafo lilitan primer 600 dan lilitan sekunder 1200 lilitan. Trafo tersebut
dihubungkan dengan tegangan 110 volt dan kuat arus 0,5 A. Tentukanlah:
a. tegangan sekuder,
b. arus sekunder,
c. daya trafo, dan
d. jenis trafo!
Penyelesaian:
Diket: Np = 600 Ns = 1200
Vp = 110 V Ip = 0,5 A
Ditanya: a. Vs ... ?
b. Is ... ?
c. P ... ?
d. Jenis trafo ... ?
Jawab:
a. Vp : Vs = Np : Ns
110 : Vs = 600 : 1200
600 Vs = 110 x 1200
600 Vs = 132000
Vs = 132000 / 600
Vs = 220 volt
b. Np : Ns = Is : Ip
600 : 1200 = Is ; 0,5
1200 Is = 600 x 0,5
1200 Is = 300
Is = 300/1200
Is = 0,25
c. Pp = Vp . Ip
Pp = 110 x 0,5
Pp = 55 watt
d. Jenis trafo adalah Step-up karena Ip > Is.
.

Anda mungkin juga menyukai