0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan34 halaman

Analisis Chunks dalam Pembelajaran Bahasa

Dokumen ini membahas analisis potongan bahasa (chunks) dalam pembelajaran kosakata dan pengajaran bahasa, dengan fokus pada kolokasi, fraseologi, dan data korpus. Ditekankan bahwa penggunaan potongan bahasa dapat membedakan penutur asli dari non-penutur asli, serta pentingnya kesadaran dan praktik dalam penguasaan potongan bahasa untuk meningkatkan kelancaran berbicara. Kesimpulan menunjukkan bahwa pemahaman dan penggunaan potongan bahasa dapat mempengaruhi cara komunikasi dan persepsi dalam budaya target.

Diunggah oleh

Nabilah Al-Dama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan34 halaman

Analisis Chunks dalam Pembelajaran Bahasa

Dokumen ini membahas analisis potongan bahasa (chunks) dalam pembelajaran kosakata dan pengajaran bahasa, dengan fokus pada kolokasi, fraseologi, dan data korpus. Ditekankan bahwa penggunaan potongan bahasa dapat membedakan penutur asli dari non-penutur asli, serta pentingnya kesadaran dan praktik dalam penguasaan potongan bahasa untuk meningkatkan kelancaran berbicara. Kesimpulan menunjukkan bahwa pemahaman dan penggunaan potongan bahasa dapat mempengaruhi cara komunikasi dan persepsi dalam budaya target.

Diunggah oleh

Nabilah Al-Dama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Lesson from

The Analysis of
The Chunks
Presented by:

TASYA SUKMA PUTRI AMALIA NABILAH


TOPIK PEMBAHASAN
01. 02. 03.
INTRODUCTION THE SINGLE WORD COLLOCATION

04. 05. 06.


STRINGS OF WORDS PHRASEOLOGY AND LOOKING AT
IN CORPORA IDIOMATICITY CORPUS DATA

07. 08. 09.


INTERPRETING THE CHUNKS AND UNITS OF CONCLUSION AND
DATA: CHUNKS AND INTERACTION IMPLICATION
SINGLE WORD
THE SINGLE WORD
FOKUS UTAMA DAN UNIT DASAR DALAM
KAJIAN PEMEROLEHAN VOCABULARY
DAN PENGAJARAN BAHASA

IDIOM SERING DIJADIKAN SEBAGAI


ITEM UNTUK MENUNJUKKAN TINGKAT
KEMAHIRAN LEBIH TINGGI

KATA-KATA DAPAT BERGABUNG


MENJADI KOLOKASI
COLLOCATION

Di dalam Memandang makna


pembelajaran secara dinamis dan
kosakata, terdapat kontekstual
pendekatan Neo-
Firthian

Makna juga dilihat


bagaimana kata Bark dan Dog
berkolokasi
dengan kata lain Bark dan Cat
COLLOCATION
Kolokasi tidak bersifat deterministik atau absolut,
tetapi kolokasi merupakan peristiwa yang bersifat
probabilistik. Kolokasi merupakan kombinasi berulang
yang digunakan oleh berbagai penutur.

Tea --> Strong


Car --> Powerful

Auburn hair Rancid butter


Auburn car Rancid bread
STRING OF WORD IN
CORPORA

Kosakata tidak hanya sebagai urutan acak dari formatif


leksikal. Kosakata juga berperan dalam komunikasi dan
pembentukan makna. Kosakata dalam korpus
merupakan pola yang terstruktur yang sering muncul
berulang kali.
STRING OF WORD IN
CORPORA

Prinsip dasar dalam penciptaan makna:

Prinsip Idiom Prinsip Pilihan Terbuka


Phraseology and
idiomaticity
Penelitian fraseologi dan
idiom tidak selalu
didominasi oleh sintaksis Penelitian idiom jarang
dan idiom percakapan
sehari-hari sudah
dilakukan

Dalam CANCODE, banyak


ditemukan idiom
percakapan sehari-hari,
baik secara formal
maupun fungsional
LOOKING AT CORPUS DATA
Perangkat lunak komputer dapat mengambil
rangkaian kata, tetapi data yang dihasilkan
terkadang berbentuk rangkaian kata yang
tidak memiliki kesatuan sintaksis atau
semantik.

... to me...

Untaian fragmatis (untaian subfrasa dan


untaian subklausa) dimasukkan ke dalam
definisi tentang potongan tersebut.
LOOKING AT CORPUS DATA
Fokus:
Item dalam rangkaian yang
menunjukkan integritas
pragmatis dan kebermaknaannya
meskipun terlepas dari integritas
sintaksis dan keutuhan semantik.
LOOKING AT CORPUS DATA

Untuk mengetahui urutan kata yang


sering muncul (dua kata, tiga kata,
empat kata, lima kata, enam kata)
Batas frekuensi yang ditentukan
adalah urutan kata harus muncul
minimal 20 kali dalam 5 juta kata
atau 4 kali dalam 1 juta kata
LOOKING AT CORPUS DATA
LOOKING AT CORPUS DATA
LOOKING AT CORPUS DATA
LOOKING AT CORPUS DATA
LOOKING AT CORPUS DATA
LOOKING AT CORPUS DATA
Interpreting The Data
1. Perbandingan Frekuensi Chunk dan kata
tunggal
2. Ada chunk lebih sering dari kata tunggal
3. Pertanyaan tentang unit chunk (apakah
fenomena statistik atau unit linguistik?)
Chunks
dan Unit
Interaksi
Next slide
The notion of pragmatic integrity
Unit Sintaksis yang Tidak Lengkap

2 KATA 3 KATA 4 KATA

In The.. One of The.. The End of The..


and I.. I Think it’s.. A Bit of a..
of The..
Do You..
Noted: Tidak sesuai dengan tata bahasa/ grammar konvensional
Discourse Marking
Beberapa chunks yang paling sering muncul memiliki
fungsi sebagai penanda wacana. Ini termasuk:

I mean
and then
but I mean
you know what I mean
do you know what I mean
at the end of the day
if you see what I mean
Kata “You Know” digunakan sebagai:
pemancing awal dalam topik pembicaraan
ketika pembicara perlu merumuskan kembali apa yang ia katakan
Ada juga seperti "(do) you know what I mean" memiliki fungsi untuk menandakan
pengetahuan yang dibagi.
Face & Politeness
Chunks dalam bentuk tidak langsung

Fungsinya:
Untuk melunakkan tindakan ujaran seperti perintah,
permintaan, saran, dan lainnya.

Tujuannya:
Pembicara berusaha keras untuk melindungi face dari
lawan bicara mereka, dengan tidak bermaksud
merendahkan atau memaksa mereka
(Brown dan Levinson 1987).
Face & Politeness
Chunks yang berfungsi dengan cara ini
meliputi:

do you think
do you want (me) (to)
I don’t know if/whether
what do you think
I was going to say
Face & Politeness
Chunks yang berfungsi dengan cara ini
meliputi:
do you think I think
do you want (me) (to) sort of
I don’t know if/whether a bit (of a)
what do you think I don’t know
I was going to say I don’t think
to be honest with you
Vagueness & approximation
Ketidakjelasan & Perkiraan
a couple of
and things like that
or something like that
(and) this that and the other
all the rest of it
(and) all this/that sort of thing
(and) that sort of thing
Conclusion
&
Implication
Next slide
Penggunaan chunks merupakan ciri khas
yang membedakan penutur asli dari
penutur non-penutur asli yang mahir.
Chunks as a mark Pada akhirnya, penting untuk
of the native memberikan pilihan kepada pelajar

speaker bahasa dalam memutuskan apakah


mereka ingin menggunakan potongan-
potongan ini, sambil mempertimbangkan
dampaknya terhadap cara mereka
berkomunikasi dan bagaimana mereka
dipersepsikan dalam budaya target.
Chunks & Fluency
Kesatuan Fonologis: Potongan bahasa (chunks) memiliki kesatuan
fonologis, yang berarti potongan ini perlu diucapkan dengan cepat dan
sekaligus, biasanya dalam satu unit intonasi.
Pengaruh terhadap Kelancaran Berbicara: Pengucapan potongan
bahasa dengan cepat dan lancar dapat membuat ujaran terdengar
alami dan meningkatkan kelancaran berbicara, bahkan untuk penutur
dengan kemampuan bahasa yang lebih rendah.
Kesadaran dan Praktik melalui Mendengarkan: Meningkatkan
kesadaran siswa terhadap potongan-potongan bahasa melalui aktivitas
mendengarkan dan memperhatikan, serta latihan menghubungkan
ujaran dengan potongan-potongan yang sesuai, adalah metode efektif
dalam pembelajaran.
Awarness Raising
Idioms vs. Potongan Bahasa Umum: Idiom berfrekuensi
rendah mudah dikenali oleh pelajar karena keunikannya,
sedangkan potongan bahasa umum yang sering digunakan
dalam komunikasi sehari-hari sering terlewatkan.
Strategi Meningkatkan Kesadaran: Menggarisbawahi atau
menyoroti potongan yang sering muncul dalam teks dan
dialog, serta mencatatnya dalam buku kosa kata, dapat
membantu pelajar mengenali dan memahami potongan
bahasa ini.
Awarness Raising
Keterbatasan Introspeksi dan Analisis Otomatis: Tanpa
analisis korpus, introspeksi cenderung fokus pada elemen
bahasa yang unik dan jarang, sedangkan pola bahasa umum
tetap tersembunyi. Analisis korpus dapat mengungkap pola ini,
tetapi tetap diperlukan analisis lebih lanjut untuk memahami
makna di baliknya.
Kendala dalam Menganalisis Idiom: Analisis otomatis kurang
memadai dalam mengidentifikasi dan memahami idiom yang
kompleks dan kabur, yang menunjukkan perlunya pendekatan
yang lebih mendalam dalam studi lanjutan.
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai