Analisis Rasio Keuangan PT Fast Food
Analisis Rasio Keuangan PT Fast Food
Skripsi
Oleh
MULTAZAM
NIM. 10700106030
i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
menyatakan bahwa skripsi ini benar adalah hasil karya penyusun sendiri. Jika
dikemudian hari terbukti bahwa ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat, atau dibuat
oleh orang lain, sebagian atau seluruhnya, maka skripsi dan gelar yang diperoleh
Penyusun,
MULTAZAM
NIM. 10700106030
ii
PENGESAHAN SKRIPSI
Skripsi yang berjudul “Analisis Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas terhadap
Kinerja Keuangan pada PT. Fast Food, Tbk.” yang disusun oleh Multazam, NIM:
10700106030, Mahasiswa Jurusan Manajemen Ekonomi pada Fakultas Syariah dan
Hukum, telah diuji dan dipertahankan dalam sidang munaqasyah yang
diselenggarakan pada hari Kamis Tanggal 14 Juli 2011 M, bertepatan dengan 12
Sya’ban 1432 H, dinyatakan telah dapat diterima sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana dalam Fakultas Syariah dan Hukum, Jurusan Manajemen
Ekonomi (dengan berbagai perbaikan).
Makassar, 29 Juli 2011 M.
27 Sya’ban 1432 H
DEWAN PENGUJI
Diketahui oleh:
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Alauddin Makassar
memberikan rahmat dan hidayahNYA kepada hambaNYA sehingga dengan hal ini
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari sepenuhnya bukan hal yang
mudah untuk melakukan namun membutuhkan kinerja yang ekstra dan maksimal.
Oleh karena itu, patutlah penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua
pihak yang telah memberikan bantuan baik material maupun skill, baik secara
langsung maupun tidak langsung, terkhusus kepada Bapak Dr. Abdul [Link],
[Link] selaku dosen pembimbing utama dan Ibu Dra. Nila Sastrawati. [Link], selaku
pembimbing kedua yang banyak meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan arahan mulai
1. Bapak Prof. Dr. H. A. Qadir Gassing. HT, MS. selaku Rektor UIN Alauddin
2. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse,[Link]. selaku dekan Fakultas Syariah dan
Hukum UIN Alauddin Makassar yang telah memberi pengaruh besar terhadap
3. Bapak Drs. Syaharuddin, [Link] dan Drs. Awaluddin, [Link] selaku Ketua dan
iv
4. Dan seluruh Bapak dan ibu dosen Manajemen tanpa terkecuali yang telah
5. Juga kepada seluruh dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin
Makassar.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Ayahanda H. Usman dan
kasih juga tak lupa penulis sampaikan kepada Istri tercinta Feswi vayati yang selalu
mendukung penulis dalam suka dan duka, dan tak lupa pula penulis menyampaikan
terima kasih kepada dua jagoan kecil M. Nudzul Ramadhan Alfatham (Rama) dan
Marizka Maharani Alfatham (Rizka) yang selalu menjadi penyemangat bagi penulis,
serta kepada keluarga besar H. Muh. Ali (alm) yang selalu mendukung penulis, dan
buat Adindaku tercinta Maria Ulfah yang slalu ngerepotin makasih yah atas
dukungannya, Hanya ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala doa dan
Tak lupa pula terima kasih yang tak berujung, penulis sampaikan kepada
saudara-saudariku yang tersayang, Joe, Aqsha, Er_Hy, Diaz, Anto, Keda, Ikky,
v
UkHy, aLanD, Ichal Biz, cHaer, Salam, Awand, AriEz, cHe2nK, RhyNi, LeLa,
AnDieZ, FhyNa, SiTi, Hikmah, UdHa, Alam, ZheeL, MinDah, SuRy, yang selalu
LuthFi, EtRy, SuKmA, FeRHa, LeHa, Wie2K, serta keluarga besar Desa Bonto
Mate’ne.
Harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan menjadi
acuan untuk melanjutkan penelitian ini sehingga dapat segera selesai dalam jangka
Multazam
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..................................................................................................... i
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN....................................................................................iii
KATA PENGANTAR ................................................................................................ iv
DAFTAR ISI..............................................................................................................vii
DAFTAR TABEL....................................................................................................... ix
ABSTRAK ................................................................................................................... x
G. Kerangka Pikir................................................................................................ 33
H. Hipotesis......................................................................................................... 33
F. Definisi Operasional....................................................................................... 37
BAB IV PEMBAHASAN.................................................................................... 38
[Link] Likuiditas....................................................................................... 44
BAB V PENUTUP............................................................................................... 57
A. Kesimpulan..................................................................................................... 57
B. Saran............................................................................................................... 57
viii
DAFTAR TABEL
Tabel 1 : Data aktiva lancar, utang lancar, kas, efek, persediaan ...................................45
Tabel 5 : Data Laba Kotor, Penjualan, EBIT, EAT, Total Aktiva, Modal sendiri.......... 50
ix
ABSTRAK
NAMA : MULTAZAM
NIM : 10700106030
JUDUL SKRIPSI : ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DAN RASIO
PROFITABILITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PT. FAST
FOOD. Tbk.
x
DAFTAR PUSTAKA
Malang, 2003.
Yogyakarta, 2010.
Tahir, Esti, Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Bumi Sarana Utama di
xi
Raharjaputra Hendra, Manajemen Keuangan dan Akuntansi untuk Eksekutif
2010.
2008.
Jakarta, 2009.
Fahmi Irham, Analisis Kinerja Keuangan, Cet. I, ALFABETA cv, Bandung, 2011.
xii
xiii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengukur hasil usaha
dan perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu adalah dengan menyusun laporan
keuangan. Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting bagi manajer
hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan. Seperti yang dikemukakan Budi
mempunyai kepentingan.”1
Data keuangan tersebut akan lebih berarti bagi pihak bagi pihak-pihak yang
berkepentingan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih,
dan dianalisa lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang akan dapat mendukung
Untuk menganalisa dan menilai posisi keuangan dan potensi atau kemajuan-
kemajuan perusahaan dalam laporan keuangan, maka faktor yang paling utama untuk
1
Budi Rahardjo Laporan Keuangan Perusahaan, Gadjah Mada University Press,Cet. Kedua, 2005
Hal.1.
1
Untuk pengelolaan kegiatan operasional perusahaan, salah satu sasaran yang
ingin dicapai oleh perusahaan adalah meningkatkan laba. Pada umumnya suatu
perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba. Laba merupakan hasil
yang menguntungkan atas usaha yang dilakukan perusahaan pada suatu periode
tertentu. Dengan laba ini dapat digunakan perusahaan untuk tambahan pembiayaan
dalam menjalankan usahanya, dan yang terpenting adalah sebagai alat untuk menjaga
Laba hanya bisa diperoleh dengan adanya kinerja yang baik dari perusahaan
itu sendiri. Untuk itu penilaian terhadap perusahaan sangat penting dan bermanfaat,
baik bagi perusahaan, maupun bagi pihak luar perusahaan yang berkepentingan
digunakan sebagai alat ukur dalam menilai keberhasilan usahanya, juga dapat
perencanaan dimasa yang akan datang. Sedangkan bagi pihak luar perusahaan dapat
Untuk mengetahui kinerja suatu perusahaan dapat dilihat dari aspek keuangan
dan aspek non keuangan. Dari aspek non-keuangan, kinerja dapat diketahui dengan
cara, mengukur tingkat kejelasan pembagian fungsi dan wewenang dalam struktur
2
mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan serta dengan
karena penilaian dari satu orang berbeda dengan hasil penilaian orang lain. Sehingga
perusahaan adalah analisis rasio keuangan. Dengan analisis rasio keuangan akan
lancarnya. Terkait dengan utang piutang, Allah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah
ayat 282 :
3
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah[179] tidak
secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. dan
hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. dan
janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka
hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa
yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan
janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. jika yang berhutang itu
orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu
mengimlakkan, Maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. dan
persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). jika
tak ada dua oang lelaki, Maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari
saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa Maka yang seorang
mengingatkannya. janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila
mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun
besar sampai batas waktu membayarnya. yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah
dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan)
keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan
tunai yang kamu jalankan di antara kamu, Maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika)
kamu tidak menulisnya. dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan
janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. jika kamu lakukan (yang
demikian), Maka Sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. dan
bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha mengetahui segala
sesuatu.
[179] Bermuamalah ialah seperti berjualbeli, hutang piutang, atau sewa menyewa dan
sebagainya.2
Lafal dain (utang) berasal dari kata dana-Yadinu yang berarti memberikan
2
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya
4
dalam waktu tertentu yang disepakati bersama antara yang meminjamkan dan yang
meminjam. Asal kata Ad-dain dalam bahasa arab adalah ganti yang diakhirkan atau
ditunda. Dalam ayat ini Allah swt mensyariatkan adanya at-tadayun (utang piutang)
diantara sesama muslim agar tidak ada yang mengatakan bahwa utang piutang itu
haram, sebagaimana riba diharamkan, karena utang piutang atau pinjam meminjam
itu menjadi sebab beredarnya uang, dimana orang yang hanya bisa meminjamkan
uangnya kepada pedagang yang membutuhkan suntikan dana, tanpa pinjaman dia
tidak bisa mengembangkan usahanya. Untuk menjamin hak si pemberi pinjaman dan
si peminjam, agar keduanya merasa aman maka Allah mensyariatkan supaya utang
﴾﴿رﻮهأﺤﻤﺪواﻠﻄﺒﺮﻧﯥﻋﻦﻋﻤﺮوﺑﻦﻋﺎس ﻨﻌﻤﺎأﻠﻤﺎلأﻠﺼﺎﻠﺢاﺎﻠﻤﺮﺀأﻠﺼﺎﻠﺢ
Artinya :
“ Harta yang paling baik ialah harta kepunyaan orang saleh. “ (Riwayat
Ahmad dan At-tabrani dari ‘Amr bin As).4
kewajiban, dan bagi sebuah perusahaan merupakan kewajiban yang sangat penting
yang memberikan kredit jangka pendek. Dan dengan mengetahui Profitabilitas, maka
3
Al-Qur’an & Tafsirnya jilid I Jus 1-2-3, Kementerian Agama RI. Hal. 432
4
Ibid
5
akan dapat diketahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, hal ini sangat
relationship) antara suatu teterntu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan
alat analisa beruapa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran kepada
penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu
perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio
perusahaan baru yang bermunculan utamanya perusahaan yang bergerak pada bidang
food. Di mana PT. Fast Food, Tbk juga sebagai perusahaan yang bergerak dibidang
food dan beverage dituntut untuk meningkatkan kinerja dan juga harus memiliki
kualifikasi yang menunjukan PT. Fast Food, Tbk mampu semaksimal mungkin dalam
mencapai tujuannya.
6
Suatu perusahaan dikatakan berhasil dalam kegiatan usahanya apabila secara
terus menerus mampu memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya yang harus
segera dibayar dan mendapatkan laba yang merupakan syarat mutlak dalam
menjamin kelangsungan hidup suatu perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan harus
berhasil. Tetapi kenyataannya sering terjadi kontradiksi antara aspek likuiditas dan
Sebaliknya karena usaha untuk mempertahankan dan menjaga likuiditas yang tinggi
menyebabkan keuntungan yang hendak dicapai menurun. Untuk itu perusahaan harus
mendesak serta harus mampu memenuhi dan membayar segala hutangnya bila
perusahaan harus dilikuidasi sehingga kontinuitas tetap berjalan dan laba yang
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah duraikan maka penulis tertarik
untuk mengangkat tema ini dengan judul sebagai berikut : ”Analisis Rasio
Likuiditas dan Rasio Profitabilitas Terhadap Kinerja Keuangan pada PT. Fast
Food, Tbk”.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Kinerja keuangan PT. Fast Food, Tbk dilihat dari Rasio Likuiditas
tahun 2005-2009?
7
2. Bagaimana Kinerja keuangan PT. Fast Food. Tbk dilihat dari Rasio Profitabilitas
tahun 2005-2009?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang ingin di teliti oleh peneliti maka yang
1. Untuk mengetahui Kinerja keuangan PT. Fast Food, Tbk dilihat dari Rasio
2. Untuk mengetahui Kinerja keuangan PT. Fast Food, Tbk dilihat dari Rasio
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut
periode-periode selanjutnya.
8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
peramalan keuangan, analisis investasi, pengadaan dana dan lain-lain. Oleh sebab itu
5
Abdul Halim. & Sarwoko, MANAJEMEN KEUANGAN Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan
(cet. 3; Yogyakarta; BPFE-YOGYAKARTA, 2008)h. 3
6
I Made Sudana MANAJEMEN KEUANGAN Teori dan Praktik (cet. 1;Surabaya; Pusat
Penerbitan dan Percetakan AUP )
7
[Link]
[Link]
9
B. Tujuan Dan Fungsi Manajemen Keuangan
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan, yang
8
Abdul Halim, Manajemen Keuangan Bisnis (cet.1; Malang; Ghalia Indonesia,2007)hal. 2-3
10
Pengertian laporan keuangan menurut Martono dan Agus Harjito
merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama yakni,
neraca dan laporan rugi laba. Laporan keuangan disusun dengan maksud untuk
yang berkepentingan tersebut antara lain Manajemen, Pemilik, Kreditor, Investor, dan
pemerintah.10
tersebut merupakan dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk
berbagai jenis perusahaan. Kedua daftar yang dimaksud adalah daftar neraca dan
daftar laba rugi. Dan neraca tersebut dapat member gambaran mengenai jumlah harta,
hutang, dan modal. Sedangkan laporan laba rugi dapat memperlihatkan hasil yang
telah dicapai.
antara lain sumber dan penggunaan. Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari
9
Martono & Agus Harjito, Manajemen Keuangan (cet. 8; Yogyakarta: Ekonosia, 2010) hal. 51
10
Sutrisno., MANAJEMEN KEUANGAN Teori, Konsep dan Aplikasi (cet. 7;Yogyakarta: Ekonisia,
2009) hal. 9
11
proses akuntansi dalam penyajian informasi keuangan yang dapat memberikan
gambaran atas kemajuan secara periodic yang dilakukan pihak manajemen suatu
perusahaan.
D. Laporan Keuangan
macam, yakni :
[Link],
a. Pengertian Neraca
1. Sisi debit, menunjukan posisi kekayaan perusahaan (aktiva) yang terdiri dari
11
Martono &.D. Agus Harjito,., Manajemen Keuangan (cet. 8; Yogyakarta: Ekonosia, 2010) hal.
51
12
Warsono, Manajemen Keuangan Perusahaan (cet. 1; Malang, Jawa Timur: Bayumedia, 2003)
hal 27
.
12
2. Sisi kredit atau pasiva menunjukan sumber kekayaan perusahaan yang terdiri
dari dua sumber yakni Hutang dan Modal. Dimana hutang terdiri dari dua
aktiva, yang merupakan hasil keputusan investasi yang diambil oleh manajemen
investasi pada aktiva tersebut pada suatu saat tertentu. Sisi aktiva terdiri atas aktiva
lancar (current assets) dan aktiva tetap (fixed assets). Sisi pasiva terdiri atas Hutang
Lancar (current liabilities), hutang jangka panjang (long term debt) dan modal sendiri
barang atau jasa-jasa dengan ketentuan memerlukan biaya. Laporan laba rugi
dinyatakan dalam satuan moneter (uang), serta ada laba atau rugi yang dialami oleh
13
Sutrisno, MANAJEMEN KEUANGAN Teori, Konsep dan Aplikasi (cet. 7;Yogyakarta: Ekonisia,
2009) hal. 9
13
Menurut I Made Sudana menyatakan bahwa :
biaya dan pendapatan bersih dari suatu perusahaan selama satu pperiode waktu.14
Laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukan hasil kegiatan perusahaan
dalam jangka waktu tertentu.15
Laporan laba rugi menunjukan penghasilan dan biaya operasi, bunga, pajak dan
laba bersih yang diperoleh suatu perusahaan. Bila neraca menyajikan suatu gambaran
laporan tersebut. Yang dimaksud dengan pihak pemakai adalah pihak luar perusahaan
atau ekstern dan pihak pengelola perusahaan /manajemen atau pihak intern. Oleh
14
I Made Sudana., Manajemen Keuangan Teori dan Praktik (cet. 1; Surabaya: Airlangga, 2009)
hal 18
15
Sutrisno MANAJEMEN KEUANGAN Teori, Konsep dan Aplikasi (cet.7; Yogyakarta;
EKONISIA, 2009)hal.10
16
Abdul Halim & Sarwoko, MANAJEMEN KEUANGAN Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan
(cet. 3; Yogyakarta; BPFE-YOGYAKARTA, 2008)h. 39
14
sebab itu dalam akuntansi dikenal akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.
dengan istilah penjualan bersih. Penjualan bersih adalah penjualan kotor dikurangi
Menurut Abdul Halim dan Sarwoko biaya dalam laporan laba-rugi biasanya
didalamnya biaya pemasaran, gaji staf personalia, dan bebagai macam biaya
lainnya.
15
3. Biaya bunga
Pembayaran beban tetap oleh perusahaan karena meminjam uang dari pihak
lain.17
biaya- biaya operasi kedalam biaya variable dan biaya tetap. Pendekatan ini
dipengaruhi oleh perubahan volume produksi. Biaya ini berisi baik biaya-
biaya variabel dari penjualan. Laba ini digunakan untuk menutup biaya tetap,
menyajikan informasi mengenai perubahan yang tejadi pada modal suatu perusahaan
17
Ibid. hal.41
18
[Link]
16
Unsur-unsur laporan perubahan modal:
1. Modal awal
4. Modal akhir
Laporan perubahan modal adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi
akibat dari laba atau rugi yang diterima oleh perusahaan tersebut dalam satu periode
akuntansi.19
masuk kas (cash inflows) dan arus keluar (cash outflows). Apabila arus kas yang
masuk lebih besar dari arus kas yang keluar maka hal ini akan menunjukkan positive
cash flows, dan sebaliknya apabila arus kas masuk lebih sedikit daripada arus kas
keluar maka arus kas yang tejadi akan negative cash flows.
Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas
masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu.20
Laporan arus kas adalah salah satu laporan keuangan yang dibutuhkan dalam
semua laporan tahunan perusahaan publik. Laporan arus kas menunjukkan
tentang informasi mengenai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas
19
[Link]
20
[Link]
17
dari kegiatan operasional, menjaga dan mengembangkan kapasitas operasional,
memenuhi kewajiban keuangan dan membayar dividen.21
Jadi dalam menyajikan laporan arus kas harus dilaporkan arus kas selama periode
aktivitas pendanaan pemakai laporan dapat mengetahui dan menilai dari mana kas
Laporan arus kas merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang harus
dibuat perusahaan. Laporan ini merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh
Salah satu informasi paling penting yang dilaporkan pada arus kas yang disediakan
(atau digunakan) oleh aktivitas-aktivitas operasi pengaruh kas dari transaksi yang
dilibatkan dalam penentuan laba bersih, seperti penerimaan kas dari penjualan
barang dan jasa, serta pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan untuk
Tahap berikutnya dalam penyusunan laporan arus kas adalah menentukan arus
kas dari aktivitas investasi. Kegiatan investasi umumnya melibatkan aktiva jangka
21
[Link]
18
a) Pemberian serta penagihan pinjaman
Arus masuk kas mencakup penjualan aktiva tetap, penjualan surat berhaga yang
berupa investasi, penagihan pinjaman jangka panjang (tidak termasuk bunga jika ini
merupakan investasi) dan penjualan aktiva lainnya yang digunakan dalan kegiatan
Arus keluar kas terutama digunakan untuk pembelian aktiva tetap, pembelian
investasi jangka panjang, pemberian pinjaman pada pihak lain dan pembayaran untuk
serta mencakup :
obligasi, pengeluaran hipotik dan lain-lain. Arus kas keluar terutama digunakan untuk
pembelian saham pemilik kembali (treasury stock), pembayaran hutang pokok dana
yang dipinjam (tidak termasuk bunga karena dianggap sebagai kegiatan operasi)
19
E. Analisis Rasio Keuangan
yang dicapai manajemen perusahaan di masa yang lalu, dan juga untuk bahan
pertimbangan dalam menyusun rencana perusahaan ke depan. Salah satu cara untuk
atau mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dihadapi oleh perusahaan dalam
bidang keuangan dengan membandingkan angka-angka yang satu dengan angka yang
lainnya berdasarkan laporan yang tersedia, yaitu neraca dan laporan laba rugi. Neraca
menggambarkan mengenai posisi aktiva dan pasiva perusahaan sedangkan laba rugi
memberikan gambaran mengenai pendapatan dan semua biaya serta laba yang terjadi
mana perusahaan mampu membayar utang jangka pendek, ini sangat penting bagi
20
2. Kreditur jangka panjang
uang yang dipinjamnnya dan sampai sejauh mana perusahaan mampu melunasi
3. Pemegang saham
4. pengelola
pemerintah, dan pihak manajemen sendiri. Laporan keuangan yang berupa neraca dan
laporan laba rugi dari suatu perusahaan, bila disusun secara baik dan akurat dapat
memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah
Laporan keuangan yang baik dan akurat dapat menyediakan informasi yang
21
keputusan pemberian kredit
Selain itu laporan keuangan yang baik juga dapat menyediakan informasi posisi
keuangan dan kinerja keuangan masa lalu, masa sekarang, dan meramalkan posisi dan
Analisis laporan keuangan yang banyak digunakan adalah analisis tentang rasio
saat ini dengan rasio pada masa lalu dan masa yang akan datang dalam perusahaan
yang sama.
Analisis rasio keuangan juga dapat dibedakan berdasarkan laporan keuangan yang
dianalisis, yaitu analisis secara individual dan analisis silang. Analisis individual
dimaksudkan sebagai analisis yang dilakukan pada unsur-unsur yang ada pada salah
satu laporan keuangan, misalnya analisis rasio bagi unsur-unsur yang ada pada neraca
22
saja atau laba rugi saja. Sedangkan analisis silang merupakan analisis rasio yang
melibatkan unsur-unsur yang ada pada kedua laporan tersebut digabungkan untuk
yaitu :
jangka panjang.
1. Rasio Likuiditas (liquidity ratio), yaitu rasio yang menunjukan hubungan antara
kas perusahaan dan aktiva lancar lainnya dengan hutang lancar. Rasio likuiditas
22
Budi Rahardjo., Laporan Keuangan Perusahaan (cet.2; Yogyakarta; GADJAH MADA
UNIVERSITY PRESS;2005)Hh.120
23
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
jangka pendek.
2. Rasio Aktivitas (activity ratio) atau dikenal juga sebagai rasio efesiensi, yaitu
3. Rasio Leverage Finansial (financial leverage ratio), yaitu rasio yang mengukur
penggunaan modalnya.23
Dari batasan diatas, pada umumnya ada 4 (empat) peralatan rasio keuangan yang
1. Rasio Likuiditas
2. Rasio Solvabilitas
3. Rasio Aktivitas
4. Rasio Profitabilitas
1. Rasio Likuiditas
Seperti yang telah dikemukakan diatas, bahwa rasio likuiditas adalah rasio
23
Martono & Agus Harjito., MANAJEMEN KEUANGAN (cet.8; Yogyakarta; EKONISIA;
2010)h.53
24
Suatu tingkat likuiditas yang cenderung meningkat daptlah merupakan
likuiditas menurun, ini merupakan masalah yang secepatnya harus dicarikan jalan
keluarnya.
Dengan menentukan tingkat likuiditas yang tepat, hal ini merupakan suatu
dapat memegang peranan penting dan mendapat perhatian utama apabila perusahaan
salah satu faktor disamping faktor lainnya yang menentukan berhasil tidaknya suatu
usaha dikelola karena menyangkut penyediaan kebutuhan uang tunai dan sumber-
Untuk memberikan pengertian yang jelas mengenai likuiditas, maka dapat kita
lihat pendapat yang dikemukakan oleh Budi Rahardjo (2005 : 120) mengemukakan
bahwa :
24
Budi Rahardjo., Laporan Keuangan Perusahaan (cet.2; Yogyakarta; GADJAH MADA
UNIVERSITY PRESS;2005)h.120
25
Batasan lain yang dikemukakan oleh Abdul Halim mengenai rasio likuiditas
mengemukakan bahwa :
berasal dari pihak luar (ekstern) atau likuiditas badan usaha. Sedangkan kewajiban
yang berasal dari dalam (inter) perusahaan biasa juga disebut likuiditas perusahaan.
Likuiditas badan usaha memiliki arti bahwa perusahaan harus dapat menjaga
ketepatan janji keuangan pada pihak luar perusahaan, karena tanpa kepercayaan dari
pihak luar, maka kelangsungan hidup perusahaan akan terancam, sedangkan likuiditas
lancar dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. Semakin besar rasio ini
25
Abdul Halim, Manajemen Keuangan Bisnis (cet.1; Malang; Ghalia Indonesia,2007)hal.159
26
kelemahan, karena tidak semua komponen aktiva lancar memiliki tingkat likuiditas
yang tinggi.
Aktiva Lancar
Current Ratio : x 100%
Hutang Lancar
b. Quick Ratio atau Acid Test Ratio, mengukur kemampuan perusahaan/badan usaha
persediaan.
b. Cash Ratio, kemampuan kas dan surat berharga yang dimiliki perusahaan
untuk menutup utang lancar. Rasio ini paling akurat dalam mengukur
Kas + Efek
Cash Ratio : x 100%
Hutang Lancar
27
2. Ratio Profitabilitas
melihat efektifitas manajemen perusahaan, maka diperlukan alat ukur yaitu rasio
profitabilitas.
dapat membuat suatu keputusan yang lebih baik dan tapat dalam upaya mencapai
keuntungan baik dalam bentuk laba perusahaan maupun nilai ekonomis atas
26
I Made Sudana, MANAJEMEN KEUANGAN Teori dan Praktik (cet.1; Surabaya; Airlangga
University Press; 2009)h.25
27
Hendra S. Raharjaputra, Manajemen Keuangan dan Akuntasi (cet.1; Jakarta; Salemba Empat;
2009)h.205
28
Rasio profitabilitas lebih banyak diminati oleh para pemegang saham dan
manajemen perusahaan sebagai salah satu alat keputusan investasi, apakah investasi
Rasio rentabilitas atau profitabilitas ini merupakan rasio yang menunjukan hasil
Operating ratio
Return on investment
dipakai :
\ Laba Kotor
Groos Profit Margin = x 100%
Penjualan
29
EBIT
Operating Profit Margin = x 100%
Penjualan
EAT
Net Profit Margin = x 100%
Penjualan
EAT
Return On Investment = x 100%
Total Aktiva
EAT
Return On Equity = x 100%
Modal sendiri
Selama ini belum ada keseragaman dalam mengartikan kinerja, ada yang lebih
30
Namun Irfan Fahmi mengemukakan bahwa :
“ Kinerja Keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh
Namun ada juga yang lebih memilih kinerja sebagai prestasi kerja suatu
organisasi. Pada prinsipnya kinerja dapat dilihat dari siapa yang melakukan penilaian
itu sendiri. Bagi manajemen adalah melihat kontribusi yang dapat diberikan oleh
suatu bagian tertentu bagi pencapaian tujuan secara keseluruhan. Sedangkan bagi
pihak luar manajemen kinerja merupakan alat untuk mengukur suatu prestasi yang
dapat dicapai oleh suatu organisasi dalam suatu periode tertentu yang merupakan
penilaian kinerja suatu organaisasi baik yang dilakukan pihak manajemen atau orang
akan datang.
Kinerja atau performance adalah prestasi yang dihasilkan dari suatu proses atau
cara bertindak dari suatu fungsi atau lebih. Dalam konteks perusahaan, kinerja adalah
tertentu. Salah satu cara menilai kinerja perusahaan adalah mengadakan penilaian
31
Untuk menilai suatu kinerja perusahaan membutuhkan suatu informasi yang
merupakan factor yang mempunyai arti dan berguna untuk mencapai tujuan tertentu.
adalah prestasi atau hasil yang dicapai oleh perusahaan dari proses keuangan yang
pada suatu periode tertentu dengan menggunakan berbagai sumber daya atau modal
yang dimiliki, dan sebagai gambaran mengenai tingkat efektifitas, pengaruh dan
secara maksimal.
32
G. Kerangka Pikir
LAPORAN KEUANGAN
RASIO KEUANGAN
KINERJA
HASIL PENELITIAN
REKOMENDASI
H. Hipotesis
masalah yang telah diuraikan maka hipotesis yang digunakan yaitu bahwa tingkat
33
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan
metode Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada
Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data sekunder
bersumber pada data laporan keuangan (neraca dan laporan laba rugi) perusahaan PT.
Fast Food Tbk di Bursa Efek Indonesia perwakilan Makassar dari tahun 2005 sampai
Makassar.
34
D. Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan selama bulan Maret 2011. Data yang dikumpulkan
dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berbentuk time series dari tahun
2005-2009 yang diperoleh dari Pusat Informasi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia
perwakilan Makassar (PIPM BEI). Data yang digunakan antara lain neraca dan
pokok dan menguji hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, akan digunakan
metode Analisis :
memenuhi kewajiban keuangannya yang segera harus dibayar pada saat jatuh
Aktiva Lancar
x 100%
Hutang Lancar
rumus :
35
x 100%
Hutang Lancar
kewajibannya yang segera harus dipenuhi dengan kas dan efek. Rasio ini
Kas + Efek
x 100%
Hutang Lancar
Laba Kotor
X 100%
Penjualan
EBIT
X 100%
Penjualan
c. Net Profit Margin, yakni perbandingan antara laba bersih/ EAT dengan
EAT
X 100%
Penjualan
36
d. Return On Investment, yakni perbandingan antara laba setelah biaya bunga
rumus :
EAT
X 100%
Total Aktiva
EAT
X 100%
Modal Sendiri
F. Definisi Operasional
3. Kinerja Keuangan adalah prestasi / hasil yang dicapai oleh suatu perusahaan
37
BAB IV
PEMBAHASAN
PT. Fastfood Indonesia [Link] sebuah badan usaha yang didirikan oleh
Kelompok Gelael pada tahun 1978, dan dengan bergabungnya Kelompok Salim pada
tahun 1990, terdaftar sebagai perusahaan public pada tahun 1994. operasi restoran
pertama pada bulan Oktober 1979 berawal dari pembukuan restoran pertama di Jalan
Melawai, Jakarta. Suskses restoran QSR (Quick Service Restaurant) asing pertam aini
tunggal pada saat ini, Perseroan terus membangun KFC brand, dan berbekal 26 tahun
kesuksesannya di bidang ini telah menjadikan KFC pemimpin pasar restoran cepat
saji yang dominant dan dikenal luas. Pada saat ini memiliki 270 restoran termasuk 1
10.293 karyawan dengan total penjualan lebih dari Rp. 1,276 triliun pada akhir 2006.
saham mayoritas sebesar 79,54% yang dimiliki oleh PT. Gelael Pratama (43,84%)
dan PT Megah Eraraharja (35,84%), dan sisa saham lainya sebesar 20,32% adalah
milik Pershing Lic Main Costody Accc (10,31%), dan lain-lain (10,01%). PT Gelael
Pratama dimiliki oleh Kelompok Gelael sebagai pendiri KFC di Indonesia, sementara
38
PT Megah Eraraharja (35,84%) adalah anak perusahaan Kelompok Salim yang
bergabung dengan Perseroan sebagai pemegang saham mayoritas pada tahun 1990.
Indonesia Tbk :
KSEI
(sebagai pencatat saham)
MANAJEMEN
Komisaris : - Anthony Salim
- Elizabeth Gelael
- Benny S Santoso
- Rudy Tanudjaja Saputra
- Anton Aditya Subowo
- Ken Laksono
Direktur Utama : -Dick Gelael
Wakil Direktur Utama : -Fery Noviar Yosaputra
Direktur : - Ricardo Gelael
- Adhi Indrawan
- Leonny Elimin
- Justinus J Juwono
39
1. Struktur Organisasi Perusahaan
dari bawah dan ada kesempatan yang sama untuk semua karyawan tanpa memandang
Ras, agama, dan jenis kelamin. Perseroan mengakui pada komitmen karyawan-
karyawannya.
direncanakan secara seksama yang didasarkan pada penentuan tugas dan tanggung
jawab. Anggota staff diseleksi secara teliti, dilatih dan dikembangkan agar dapat
memberikan kepada perseroan suatu manajemen yang berkualitas sangat tinggi secara
kontinyu.
yaitu struktur yang menggambarka garis besarnya dari pada kekuasaan dan tanggung
jawab yang bercabang pada setiap tingkatan pimpinan dari yang teratas sampai
berikut :
Dewan komisaris terdiri dari empat orang anggota yang terdiri atas satu orang
komisaris utama dan tiga orang komisaris. Dewan Komisaris diangkat oleh Rapat
40
Umum Pemegang Saham dengan tugas utama mengawasi pengurusan perseroan oleh
“Direksi”.
tidak.
“Direksi” yang bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dan juga kepada Rapat
1. General Manager
diantaranya yaitu :
a. Marketing Manager
bertanggung jawab atas seluruh kegiatan pengelolaan pasar dan restoran yang ada
41
Fungsi utama Assurance Manager adalah :
mengawasi mekanisme efisiensi kerja atas dasar budget dan program kerja.
1) Regional Manager I
2) Regional Manager II
4) Training Manager
5) Logistic Manager
1) Regional Manager I
2) Regional Manager II
P. Sumatera
42
4) Training Manager
5) Logistic Manager
1) Finance Manager
3) Purchasing Manager
a) Finance Manager
jawab terhadap tertib administrasi yang berkaitan dengan system dan prosedur
akuntansi.
c) Purchasing Manager
43
Bertanggung jawab terhadap penyediaan tenaga kerja, pengembangan karier
Visi PT. Fast Food, Tbk adalah Menjadi restoran terbaik dan paling digemari di
Indonesia dengan menjadi pemimpin pasar dalam industri makanan cepat saji.
Sedangkan Misi PT. Fast Food adalah Memberi kepuasan kepada semua pelanggan
dengan menyajikan produk bermutu tinggi dan pengalaman tak terlupakan, KFC
Jagonya Ayam.
B. Hasil Penelitian
1. Analisis Likuiditas
perusahaan untuk melunasi utang jangka pendek/utang lancarnya pada saat jatuh
tempo. Suatu perusahaan dikatakan dalam keadaan likuid apabila mampu memenuhi
sebagai berikut :
Aktiva Lancar
Current Ratio = x 100%
Utang Lancar
44
Aktiva Lancar – Persediaan
Quick Ratio = x 100%
Utang Lancar
Kas + Efek
Cash Ratio = x 100%
Utang Lancar
tentang aktiva lancar, utang lancar, kas, efek, persediaan, dari tahun 2007-2009dapat
Efek 0 0 0 0 0
2. Rasio Likuiditas
a. Current Ratio
Aktiva Lancar
Rumus = x 100%
Utang Lancar
45
Tabel 2. Perhitungan Current Ratio
1) Pada Tahun 2005-2006 nilai current ratio mengalami penurunan dari 113%
2) Pada tahun 2006-2007 nilai current ratio mengalami kenaikan dari 107% menjadi
3) Pada tahun 2007-2008 nilai current ratio mengalami kenaikan dari 128% menjadi
131%, hal ini disebabkan oleh naiknya jumlah aktiva walaupun diikuti dengan
4) Sedangkan tahun 2008-2009 terjadi peningkatan dimana nilai current ratio 131%
menjadi 153% ini disebabkan meningkatnya jumlah aktiva, meski diikuti dengan
naiknya pula utang lancar namun perusahaan masih dapat menutupi kenaikan
tersebut.
b. Quick Ratio
Kas - Persediaan
Rumus = 100%
Utang Lancar
46
Tabel 3. Perhitungan Quick Ratio
1) Tahun 2005-2006 terjadi penurunan nilai quick ratio dari 43% menjadi 38%, hal
utang lancar.
2) Tahun 2006-2007 terjadi kenaikan nilai quick ratio dari 38% menjadi 64% , yang
artinya setiap utang lancar Rp. 38, dijamin oleh quick aseet sebesar Rp. 64, ini
3) Tahun 2007-2008 terjadi penurunan nilai quick ratio dari 64% menjadi 52%, yang
artinya setiap utang lancar Rp. 64 dijamin oleh quick Assets sebesar 52% ini
4) Tahun 2008-2009 terjadi peningkatan dari 52% menjadi 87% yang artinya setiap
setiap utang lancar 52% dijamin oleh quick assets sebesar 87%, ini disebabkan
47
c. Cash Ratio
Kas + Efek
Rumus = x 100%
Utang lancar
Efek 0 0 0 0 0
1) Tahun 2005-2006 terjadi penurunan nilai cash ratio dari 74% menjadi 70% hal ini
2) Tahun 2006-2007 terjadi kenaikan nilai cash ratio dari 70% menjadi 93% hal ini
3) Tahun 2007-2008 terjadi penurunan nilai cash ratio dari 93% menjadi 88%, hal ini
disebabkan naiknya utang lancar dari Rp. 187.832.767 menjadi Rp. 238.320.170.
4) Tahun 2008-2009 terjadi kenaikan nilai cash ratio dari 88% menjadi 113%, yang
artinya setiap utang lancar Rp. 88 dijamin oleh kas dan efek sebesar Rp. 113. Hal
48
Secara keseluruhan pada rasio likuiditas menunjukan situasi likuid yang normal.
Hasil analisis likuiditas ini menyatakan bahwa PT. Fast Food Indonesia, tbk memiliki
3. Analisis Profitabilitas
Laba Kotor
GPM = X 100%
Penjualan
EBIT
Operating Profit Margin = x 100%
Penjualan
EAT
NPM = x 100%
Penjualan
EAT
ROI= x 100%
Total Aktiva
49
EAT
ROE = x 100%
Modal Sendiri
kinerja keuangan perusahaan tahun 2007-2009. Untuk keperluan analisis tersebut data
tentang laba kotor, penjualan, EAT, EBIT, total aktiva, modal sendiri dari tahun
Tabel 5. Data laba kotor, penjualan, EBIT, EAT, Total aktiva, modal sendiri.
4. Rasio Profitabilitas
Laba Kotor
GPM = x 100%
Penjualan
50
Tabel. 6. Perhitungan Gross Profit Margin
1) Tahun 2005-2006 terjadi kenaikan nilai GPM dari 59% menjadi 61% , yang
artinya setiap Rp. 59 penjualan menghasilkan laba kotor sebesar Rp. 61.
2) Tahun 2006-2007 nilai atas GPM tidak mengalami perubahan dari 61% tahun
3) Tahun 2007-2008 nilai atas GPM adalah sebesar 61% yang artinya setiap Rp. 61
4) Tahun 2008-2009 nilai GPM menurun dari 61% pada tahun 2008 menjadi 59%
pada tahun 2009 ini diakibatkan naiknya beban pokok penjualan yg ditanggung
perusahaan.
EBIT
OPM = x 100%
Penjualan
51
Tabel 7. Perhitungan OPM
OPM : 5% 7% 8% 6% 9%
a/b x 100%
Sumber : PT. Fast Food Indonesia
1) Tahun 2005-2006 terjadi kenaikan nilai OPM dari 5% menjadi 7% hal ini
2) Tahun 2006-2007 terjadi kenaikan nilai OPM dari 7% menjadi 8% artinya setiap
3) Pada tahun 2007-2008 terjadi penurunan nilai OPM dari 8% pada tahun 2007
menjadi 6% pada tahun 2008 ini diakibatkan naiknya nilai penjualan yang sangat
besar.
4) Pada tahun 2008-2009 terjadi kenaikan nilai OPM dari 6% pada tahun 2008
menjadi 9% pada tahun 2009, hal ini terjadi karena adanya peningkatan pada nilai
beban usaha.
EAT
NPM = x100%
Penjualan
52
Tabel 8. Perhitungan Net Profit Margin
NPM : a/b x 4% 5% 6% 6% 8%
100%
Sumber : PT. Fast Food Indonesia
perusahaan mapu meperoleh laba bersih sebesar Rp. 5 dari penjualan sebesar Rp.
4.
2) Tahun 2006-2007 terjadi kenaikan nilai NPM dari 5% menjadi 6% artinya setiap
3) Tahun 2007-2008 nilai atas NPM adalah 6% yang artinya setiap kenaikan Rp. 6
d. Return On Investment
EAT
ROI = x 100%
Total Aktiva
53
Tabel 9. Perhitungan Return On Investment
1) Tahun 2005-2006 terjadi kenaikan nilai ROI dari 10% menjadi 14% artinya
Rp. 14.
2) Tahun 2006-2007 terjadi kenaikan nilai ROI dari 14% menjadi 16% yang artinya
3) Tahun 2007-2008 terjadi penurunan nilai ROI dari 16% pada tahun 2007 menjadi
15% pada tahun 2008. Ini disebabkan meningkatnya jumlah beban usaha yang
ditanggung perusahaan.
4) Tahun 2008-2009 terjadi peningkatan nilai ROI dari 15% pada tahun 2008 menjadi
17% pada tahun 2009. Ini disebabkan meningkatnya laba bersih perusahaan.
e. Return On Equity
EAT
ROE = x 100%
Modal Sendiri
54
Tabel 10. Perhitungan Return On Equity
1) Tahun 2005-2006 terjadi kenaikan niali ROE dari 18% menjadi 23% artinya
2) Tahun 2006-2007 terjadi kenaikan nilai ROE dari 23% menjadi 27% artinya
3) Tahun 2007-2008 terjadi penurunan nilai ROE dari 27% pada tahun 2007 menjadi
25% pada tahun 2008. Ini disebabkan naiknya beban pajak penghasilan yang
diterima perusahaan.
4) Tahun 2008-2009 terjadi peningkatan nilai ROE dari 25% pada tahun 2008
menjadi 28% pada tahun 2009. Ini berarti setiap kenaikan Rp.25 modal sendiri
menunjukan kinerja operasi yang baik pada PT. Fast Food Indonesia, Tbk selama
55
Berdasarkan hasil analisis yang telah dikemukakan nilai tiap rasio dari tahun
ketahun cenderung berfluktuasi, namun semua rasio berada pada kondisi yang baik,
artinya hasil perhitungan analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas dan
profitabilitas berada pada titik normal dan cukup baik, dengan demikian hipotesis
penelitian yang diajukan diterima, bahwa tingkat Likuiditas dan Profitabilitas PT.
56
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan masalah pokok serta hasil analisis dan pembahasan, maka dapat
1. Sisi Likuiditas menunjukan PT. Fast Food Indonesia, tbk memiliki kecukupan
jumlah aktiva lancar mengalami peningkatan sebesar Rp. 240.825.199 dari tahun
2. Dari sisi profitabilitas perbandingan modal kerja terhadap total aktiva PT. Fast
Food Indonesia, tbk juga masih dalam batasan normal dimana jumlah aktiva lebih
besar dari modal kerja. Dari sisi ekonomi maupun modal sendiri menunjukan
kinerja operasi yang baik pada PT. Fast Food Indonesia, tbk selama kurun waktu
B. Saran
sebagai berikut :
pendanaaan dari pihak kreditur dan modal kerja perusahaan untuk mengantisipasi
terjadinya resiko.
57
2. Pihak PT. Fast Food Indonesia, tbk diharapkan dapat mempertahankan tingkat
58