0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan118 halaman

Pariwisata dan Budaya Sumbawa Barat

Kabupaten Sumbawa Barat, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi pariwisata yang signifikan dengan 46 kawasan wisata dan aksesibilitas yang baik. Masyarakat setempat masih mempertahankan budaya tradisional dan ritual yang kaya, sementara Taman Wisata Alam Danau Lebo menjadi fokus pengelolaan untuk konservasi dan pengembangan pariwisata. Kebijakan pembangunan kawasan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Diunggah oleh

Adin Arsitek
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan118 halaman

Pariwisata dan Budaya Sumbawa Barat

Kabupaten Sumbawa Barat, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi pariwisata yang signifikan dengan 46 kawasan wisata dan aksesibilitas yang baik. Masyarakat setempat masih mempertahankan budaya tradisional dan ritual yang kaya, sementara Taman Wisata Alam Danau Lebo menjadi fokus pengelolaan untuk konservasi dan pengembangan pariwisata. Kebijakan pembangunan kawasan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Diunggah oleh

Adin Arsitek
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Kawasan Studi


4.1.1 Tinjauan Kabupaten Sumbawa Barat
[Link] Letak Administarsi Kabupaten Sumbawa Barat

Gambar 4.1 Peta Administrasi Kabupaten Sumbawa Barat

50
51

Kabupaten Sumbawa Barat merupakan salah satu kabupaten di wilayah Provinsi


Nusa Tenggara Barat yang terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2003
berada di ujung Barat Pulau Sumbawa atau tepatnya terletak pada 116 o42’ - 118o22’ Bujur
Timur (BT) dan 08o08’– 09o07’ Lintang Selatan (LS). Kabupaten Sumbawa Barat memiliki
luas wilayah 1.849,02 km2, berbatasan dengan Kabupaten Sumbawa Besar di sebelah
timur, Laut Flores di utara, Selat Alas di barat dan Samudera Hindia di sebelah selatan.

[Link] Kepariwisataan Sumbawa Barat


Dilihat dari sisi pariwisatanya, Kabupaten Sumbawa Barat berada pada jalur wisata
yang menguntungkan. Hal tersebut terlihat dari posisi atau letak dari Kabupaten Sumbawa
Barat yang berada ditengah-tengah daerah tujuan wisata internasional yaitu Bali dan
Lombok di sebelah Barat, Sulawesi dengan Tanah Torajanya di sebelah Utara dan Pulau
Komodo di sebelah Timur. Selain itu juga, menurut data Dinas Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif tahun 2014, Kabupaten Sumbawa Barat memiliki 46 kawasan pariwisata yang
tersebar di masing-masing kecamatan yang terdiri dari obyek wisata pantai 18 lokasi,
obyek wisata buatan 5 lokasi, obyek wisata sejarah 3 lokasi dan jumlah obyek wisata alam
20 lokasi.

Tabel 4.1: Data Obyek Dan Daya Tarik Wisata Kabupaten Sumbawa Barat

KECAMATAN : TALIWANG
NO NAMA OBJEK ALAMAT JARAK DARI POTENSI YANG SARANA
KOTA (Km) DIMILIKI PENUNJANG
. Pantai Balat Desa Serangin 6 Photografi, Rumah makan,
pemancingan, barugak
permandian,
permainan kano
2. Pantai Poto Batu Kel. Telaga 7 Photografi, Barugak
Bertong pemancingan, diving
3. Pantai Kertasari Desa 10 Photografi, -
Kertasari pemancingan, diving
4. Lebo Taliwang Dusun 5 Photografi, Barugak
Pakirum pemancingan, taman
burung
5. Makam Datu Kel. Dalam 0 (Pusat Kota) Spritual, mistis Barugak
Pangeran wisata religi
KECAMATAN : JEREWEH
NO NAMA OBJEK ALAMAT JARAK DARI POTENSI YANG SARANA
KOTA (Km) DIMILIKI PENUNJANG
1. Pantai Jelenga Desa Belo 20 Surfing, diving, Akomodasi,
Photografi, restaurant
pemancingan,
permainan kano
2. Makam Maga Desa Belo 17 Wisata religi -
Parang
52

3. Liang Sarunga Desa Belo 15 Photografi, -


petualangan, stalagtit,
stalagnit
4. Air Terjun Jereweh Desa Beru 16 pemandian Kios makanan
5. Pantai Poto Poyang Desa Beru 18 Surfing, diving,
Photografi,
KECAMATAN : MALUK
NO NAMA OBJEK ALAMAT JARAK DARI POTENSI YANG SARANA
KOTA (Km) DIMILIKI PENUNJANG

1. Pantai Maluk Desa Pasir 32 Surfing, diving, Hotel, restaurant


putih snorckling, sandbath,
Photografi,
pemancingan,
permainan kano
2. Pantai Balas 29 Diving, snorckling, Hotel, restaurant
sandbath, Photografi,
pemancingan,
permainan kano
3. Pantai Benete Desa Benete 25 Dermaga / pelabuhan Hotel, restaurant
KECAMATAN : SEKONGKANG
NO NAMA OBJEK ALAMAT JARAK DARI POTENSI YANG SARANA
KOTA (Km) DIMILIKI PENUNJANG
1. Pantai Lawar Sekongkang 40 Diving, snorckling, Barugak
bawah berjemur, Photografi,
pemancingan,
permainan kano
2. Pantai Pesin/Tropy Sekongkang 45 Surfing, diving Hotel, Villa,
bawah Cottage, Bar,
Restaurant
3. Pantai Buin Batu - 45 - Barugak
4. Cagar Alam Pedau Dusun 45 Berburu, cagar alam -
Sejorong (pelestarian hutan)
5. Air Terjun Sekuteng - 45 - -
6. Wisata Tambang Kawasan batu 50 Pertambangan emas Hotel, restaurant
Batu Hijau hijau
7. Pantai Yoyo 55 Surfing, diving,
Photografi,
8. Pantai Rantung 56 pemancingan,
KECAMATAN : BRANG REA
NO NAMA OBJEK ALAMAT JARAK DARI POTENSI YANG SARANA
KOTA (Km) DIMILIKI PENUNJANG
1. Gua Mumber Desa Bangkat 20 Photografi, Barugak
Monteh pemancingan,
permandian,
permainan kano
2. Gua air terjun Desa Rarak Permandian, -
“Samporennisa” pemandangan,
photografi
3. Air pernang slan Desa Bangkat
Monteh
4. Pemanto’ desa Desa Rarak Air terjun,
pemandangan alam
5. Gua Bidayang Desa Bangkat
Monteh
6. Gua bilik jangi Desa Bangkat
Monteh
53

7. Gua Selarong Desa Bangkat


Monteh
8. Gua Persembunyian Desa Bangkat
Undru 1 Monteh
9. Gua Persembunyian Desa Bangkat
Undru 2 Monteh
10. Dam Tiu Kaleta Desa Tepas
11. Gua Liang Duri Desa Bangkat
Monteh
12. Liang Ajie
13. Liang Treng Tali
14. Air Terjun Seriwi
15. Air Terjun Petung
Mampes
KECAMATAN : BRANG ENE
NO NAMA OBJEK ALAMAT JARAK DARI POTENSI YANG SARANA
KOTA (Km) DIMILIKI PENUNJANG

1. Air Terjun Penujan Desa Mura’ 8 Permandian, air Akomodasi,


terjun, pemandangan restaurant
alam,photografi
2. Bendungan Desa Fajar 12 Permandian, -
Kalimantong bendungan,
pemandangan alam,
photografi
KECAMATAN : POTO TANO
NO NAMA OBJEK ALAMAT JARAK DARI POTENSI YANG SARANA
KOTA (Km) DIMILIKI PENUNJANG
1. Pantai Pasir Putih Photografi Barugak
2. Pantai Poto Tano
3. Pantai Bangka Bela’
4. Pantai Sepakek
5. Gili Balu (8 pulau Diving, photografi,
kecil) : pemancingan
a. GiliBelang -
b. GiliKambing -
c. GiliPaserang -
d. GiliMandiki Cottage
e. GiliUlar -
f. GiliKenawa -
g. GiliNamo Cottage, Barugak
h. Gili Kalong -
KECAMATAN : SETELUK
NO NAMA OBJEK ALAMAT JARAK DARI POTENSI YANG SARANA
KOTA (Km) DIMILIKI PENUNJANG
1. Makam Datu Seran Seran Photografi Barugak
2. Tiu Nisung Seran Photografi,
tempatPermandian
3. Tiu Kelamu Seran Photografi,
tempatPermandian
Sumber: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sumbawa Barat, 2015
54

Adapun jumlah kunjungan wisatawan di kabupaten Sumbawa Barat dapat dilihat


pada tabel berikut :

Tabel 4.2 Kunjungan Wisatawan Di Kabupaten Sumbawa Barat

No Tahun Domestik Mancanegara Jumlah

1 2012 3.153 783 3.838


2 2013 3.384 984 4.368
3 2014 3. 723 1.083 4.806
Sumber : Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sumbawa Barat, 2015

[Link] Budaya Masyarakat Sumbawa Barat


Masyarakat Sumbawa Barat dikenal sebagai masyarakat budaya. Cara hidup
masyarakatnya masih menggunakan cara-cara hidup yang masih terbilang tradisional
hingga saat ini. Banyak kegiatan ritual dengan cara-cara lama masih dilakukan seperti
kegiatan balap kerbau sebagai cara mensyukuri hasil panen, berempuk dalam ritual
pertandingan tinju dan masih banyak kegiatan-kegiatan budaya yang masih dipertahankan
hingga saat ini.

a. Nyampo (Karapan Kerbau), b. Begontong (Panen raya), c. Sakeco (Musik


tradisional), d. Berempuk (Olahraga tradisional)

Gambar 4.2: Kegiatan Budaya Sumbawa Barat


55

4.1.2 Karakterisitik Kawasan Studi


[Link] Letak Kawasan Studi

Letak geografis Taman Wisata Danau Lebo terletak pada posisi lintang 8 34’0” LS
dan bujur 116 13’0” BT sampai dengan 116 13’0” BT. Secara administrasi kawasan
Taman Wisata Danau Lebo berada dalam wilayah Kecamatan Taliwang dan Kecamatan
Seteluk. Secara administrasi pemerintahan kawasan Taman Wisata Alam ini berbatasan
langsung ke dalam 4 (empat) wilayah desa, yaitu Desa Meraran Kecamatan Seteluk
sebelah barat, Desa Sampir Kecamatan Taliwang sebelah selatan, Desa Seloto Kecamatan
Taliwang sebelah timur, dan Desa Rempe Kecamatan Seteluk sebelah utara.

Gambar 4.3 Letak dan Tata Batas Kawasan Danau Lebo

[Link] Aksebilitas Kawasan Studi


a. Pencapaian

Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang berjarak kurang lebih 10 km dari
Taliwang ibu kota Kabupaten Sumbawa Barat dan dapat dicapai dengan menggunakan
56

kendaraan pribadi atau kendaraan umum dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.
Dari kota Mataram yang merupakan ibu kota propinsi ke kota Taliwang dapat ditempuh
melalui beberapa alternative rute perjalanan. Bila menggunakan pesawat udara rute yang
harus ditempuh Mataram – BIL – Bandara Sekongkang – Taliwang dengan waktu tempuh
120 menit. Selain rute tersebut Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang juga dapat
dijangkau melalui perjalanan darat dan laut dengan rute yang harus ditempuh Mataram –
Pelabuhan Lombok – Pelabuhan Tano – Taliwang dengan waktu tempuh kurang lebih 5
jam.

Gambar 4.4 Pencapaian Ke Kawasan Studi


b. Sirkulasi
Kawasan Taman Wisata Danau Lebo terletak disebelah timur perlintasan jalan
Lintas Taliwang-Seteluk. Menurut fungsinya, Jl. Lintas Taliwang-Seteluk merupakan jalan
dengan klasifikasi jalan arteri merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan
antar kabupaten dan kota dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata diatas 60
km/jam, dan jenis kendaraan keluar masuk tidak dibatasi. Berdasarkan hasil pengamatan
dilapangan, hampir disetiap belok kawasan dikelilingi oleh jalan dengan pengerasan aspal
57

sepanjang 81.625 km untuk jalan arteri Taliwang- Seteluk dan sepanjang 74 km jalan
lingkar sebelah timur dan selatan.

Gambar 4.5 Jenis Jalan Disekitar Kawasan Studi

[Link] Luas Kawasan Lokasi Studi


Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 418/Kpts-II/1999 tanggal 5 Juni
1999, luas Danau Lebo Taliwang mencapai 1.406 Ha yang ditetapkan sebagai kawasan
konservasi dengan pemanfaatan sebagai Taman Wisata Alam (TWA). Luasan ini
mengalami penurunan pada saat dilakukan pemasangan pal tata batas oleh Pemerintah
Kabupaten Sumbawa Barat menjadi 819,20 Ha dengan panjang batas 23.766,39 m sesuai
Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.11/Menhut-II/2007.

[Link] Kebijakan Pembangunan Kawasan Studi Sebagai Objek Wisata


a. Peraturan Pembangunan Kawasan Danau Lebo Sebagai Objek Wisata
Sesuai rencana pengelolaan jangka panjang (RPJP) Taman Wisata Alam Danau
Lebo 2011–2030 pengelolaanya memiliki visi dan misi sebagai berikut :
58

Visi
Terciptanya kelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya serta daerah
tujuan pariwisata alam di Taman Wisata Alam Danau Lebo yang memiliki keunikan flora
fauna kompetitif dan mampu menjadi daya tarik pengembangan wilayah dan daerah tujuan
wisata yang potensial”.
Misi
1. Pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam Danau Lebo sesuai dengan fungsi
konservasi.
2. Perlindungan kawasan Taman Wisata Alam Danau Lebo dan keanekaragaman
sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
3. Meningkatkan kontribusi pemanfaatan Taman Wisata Alam Danau Lebo dalam
kegiatan pariwisata alam untuk kepentingan konservasi, sosial ekonomi dan budaya
masyarakat.
4. Mengoptimalkan distribusi manfaat Taman Wisata Alam Danau Lebo dalam
kerangka kegiatan wisata alam bagi para pihak yang berkepentingan berdasarkan
prinsip kelestarian.
5. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman pentingnya manfaat sumber daya alam
hayati dan ekosistem Taman Wisata Alam Danau Lebo bagi masyarakat Nusa
Tenggara Barat umumnya dan bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat
sekitar pada khususnya.
6. Meningkatkan pengembangan produk pariwisata alam.
7. Menciptakan mekanisme keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan,
pengelolaan dan kemitraan dengan para penyelenggara pariwsata alam.
8. Memantapkan penegakan hukum
9. Pengembangan kelembagaan dan kemitraan dalam rangka pengelolaan,
perlindungan, dan pemanfaatan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
b. Rencana Pembangunan Wisata Sekitar Danau Lebo
Rencana pembangunan Kawasan Taman Wisata Alam Danau Lebo sudah pernah
direncanakan sejak tahun 2006 oleh pemrintah daerah melalui PT Grahasindo Cipta
Pratama. Area prencanaan seluas 10 hektare yang berada di blok tengah dengan anggaran
total Rp3,5 miliar. Adapun fasilitas yang direncanakan, diantaranya: Pendopo, Saung,
Galleri, Play Graund, Kolam Renang, Kios Sovenir, Restaurant, Lapangan Olahraga,
Wisata Air dan Tempat Memancing dan Panggung Terbuka.
59

Jurusan Arsitektur
Fakultas Teknik
Universitas Barwijaya

Kabupaten Sumbawa Barat

SKRIPSI
Pendekatan Arsitektur
Ekologi pada
Perancangan Kawasan
Wisata Danau Lebo
Sumbawa Barat

Syarapuddin
115060506111001

Judul Gambar
Masterplan Perencanaan
Pembangunan
Wisata Danau Lebo

Hak Cipta
PT Grahasindo Cipta
Pratama, 2006

Gambar 4.6 Masterplan Perencanaan Pembangunan


Wisata Danau Lebo Tahun 2006
Sumber: Bappeda, 2015

Pengerjaannya dimulai pada tahun 2010 dan dilakukan secara bertahap, namun
pada tahun 2012 proyek pembangunannya berhenti dengan fasilitas yang sudah terbangun
berupa tempat bermain anak, kolam pemancingan, gazebo, mushallah dan tempat parkir.
Saat ini fasilitas yang sudah terbangun tersebut, belum banyak diminati wisatawan bahkan
ada yang terbengkalai.

Kebijakan pembangunan kepariwisataan Nusa Tenggara Barat sendiri bertujuan


sebagai berikut:
60

a. Meningkatkan ekonomi masyarakat


b. Melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya
c. Memajukan kebudayaan
d. Membuat citra kawasan wisata yang unik dan
e. Mensinergikan pembangunan destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, dan industri
pariwisata secara profesional, efektif dan efisien.

Dalam peraturan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam


mengutamakan 5 prinsip dasar, yaitu:

a. Konservasi
b. Edukasi
c. Partisipasi masyarakat
d. Ekonomi
e. Rekreasi

Sehingga untuk memadukan visi tersebut langkah yang perlu dalam perancangan
kawasan wisata Danau Lebo yang dapat menyediakan jasa wisata alam bagi wisatawan
melalui penyediaan fasilitas wisata alam seperti akomodasi penginapan, fasilitas rekreasi,
fasilitas pendidikan dan penelitian, fasilitas pelayanan dan fasilitas lainnya terkait kegiatan
pengembangan pariwisata alam agar bisa mendukung dan menjadi daya tarik wisatawan
untuk berkunjung.

4.2 Aspek Ekologi Kawasan


4.2.1 Karakteristik Kondisi Fisik Kawasan Studi
[Link] Iklim
Berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt and Ferguson Kawasan Taman Wisata Alam
Danau Lebo memiliki tipe iklim E dengan nilai Q antara 100% - 167%. Iklim di kawasan
ini dipengaruhi oleh angin muson tenggara yang bersifat kering dan angin muson barat
yang bersifat basah. Musim kemarau terjadi pada musim angin timur yaitu dari bulan April
sampai bulan September sedangkan musim hujan terjadi pada saat angin barat yaitu antara
bulan Oktober sampai bulan Maret dengan curah hujan pada tahun 2011 berada dalam
rentang 96,6 -154,4 mm dengan rata-rata hari hujan setiap bulannya sekitar 8,5 sampai
dengan 13,9 hari. Lama penyinaran sinar matahari pada tahun 2011 mencapai 72,8 persen.
Sedangkan kecepatan angin bertiup berada pada kisaran 4,9 knots.
61

[Link] Curah Hujan


Kabupaten Sumbawa Barat pada Tahun 2012 memiliki curah hujan rata-rata
mencapai 109,2 mm-174,6 mm dimana curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari
(mencapai 453 mm), dengan rentang rata-rata hari hujan berada pada kisaran 9,67 - 14,75
hari. Rata-rata lama penyinaran matahari di Kabupaten Sumbawa Barat pada Tahun 2012
mencapai 78,6 persen dengan kecepatan angin rata-rata 5,2 knots.
[Link] Suhu dan Kelembaban Udara
Pada Tahun 2012, suhu udara di Kabupaten Sumbawa Barat berkisar antara 19.9 C
– 34,7 0C dengan suhu tertinggi tercatat pada bulan September dan Oktober. Sedangkan
kelembaban udara berkisar antara 67 – 89 dan tekanan udara berkisar antara 1008,0 –
1012,7 mmHg.
[Link] Hidrologi
Taman Wisata Danau Lebo memiliki kedalaman air 0,70 – 3 meter dengan
ketebalan lumpur/sedimen 0,50 – 0,85 m. Luas permukaan air danau sebesar 819,20 km 2
namun sudah banyak ditutupi oleh tumbuhan air yang tingginya mencapai 2 meter,
sehingga nampak permukaan air danau sangat kecil (sempit). Keliling Danau Lebo
Taliwang sebesar 23.766,39 m dengan volume tampungan air mencapai 170 juta m 3.
Pada musim penghujan yang diikuti oleh intesitas dan curah hujan cukup tinggi
maka terjadi luapan air sungai Brang Rea yang mengalir ke Danau melalui Brang luang
(outlet menjadi inlet), sehingga Danau Lebo Taliwang berfungsi sebagai pengendali banjir
pada wilayah Kota Taliwang dan sekitarnya.
[Link] Topografi
Kawasan Taman Wisata Danau Lebo relative datar dengan kelerengan tingkat I (0-
8%) berupa daerah dataran rendah dengan ketinggian sekitar 0-650 meter diatas
permukaan laut. Dibeberapa bagian yang berstatus areal peruntukan lainnya berupa daratan
atau bukit ditengah danau memiliki topografi landai sampai curam dengan kelerengan 5 %
- 15 %. Kawasan ini berbentuk hampir persegi panjang yang terbentang dari Utara -
Selatan dengan ukuran panjang maksimum (Utara –Selatan = 6,08 km) dan lebar
maksimum (Timur-Barat = 2,88 km) dan dikelilingi oleh perbukitan seperti: bukit Cerme,
Sepang, Penyiong, Barabatu dan Bukit Liu serta Jorok Bengkal.
[Link] Karakteristik Tata Guna Lahan
Kawasan Danau Lebo memiliki fungsi utama sebagai daerah konservasi dengan
pemanfaatannya saat ini antara lain : Hutan Negara, Tanah sawah, Tegalan, perkebunan,
62

lahan pengembalaan ternak, pemukiman, sarana rekreasi dan penggunaan lain seperti
terminal penumpang, perdagangan jasa, dan pendidikan.

Lahan Basah Kawasan Lindung Perairan

Permukiman Objek Wisata Danau Lebo

Gambar 4.7 Tata Guna Kawasan Taman Wisata Danau Lebo


a. Blok Kawasan Utara
Luas blok kawasan utara sebesar 389 ha. Pada blok ini didominasi dengan kegiatan
nelayan, pertanian lahan basah, fasilitas umum dan sebagian permukiman di Desa Meraran.
Untuk permukiman dikawasan ini tergolong dengan kepadatan rendah.
b. Blok Kawasan Tengah
Luas blok kawasan tengah sebesar 572 ha dan sebagian besarnya merupakan wilayah
perairan. Pada belok ini didominasi dengan kegiatan nelayan, kegiatan pertanian dilahan
kering, pendidikan dan kegiatan wisata
c. Blok Kawasan Selatan
Pada blok ini struktur kawasan didominasi oleh kegiatan pertanian lahan basah dan
kering, dan permukiman penduduk dengan kepadatan sedang. Dikawasan ini terdapat
sarana/prasaran jalan saluran irigasi, terminal perdagangan dan jasa serta perkantoran.
63

Kawasan ini berciri transisi di pinggir kota Taliwang dengan luas belok selatan sebesar 445
ha.
[Link] Potensi Hayati dan Non Hayati
a. Potensi Hayati
Hasil pemantauan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Provinsi Nusa Tenggara
Barat (BKSDA NTB) dan Komunitas Hijau Biru-KHB (2007) mengidentifikasi bahwa di
Lebo Taliwang terdapat 2 jenis hewan invertebrata, 11 jenis ikan, 81 spesies burung dari
39 famili serta reftil dan ampibi. Selain kekayaan fauananya di danau Lebo juga di
identifikasi Flora danau yang dilakukan Yayasan Serikat Tani Pembangunan sepanjang
Maret dan April 2008 menemukan 26 jenis gulma air dan Tonyong (teratai) merupakan
salah satu jenis flora endemik di Lebo tersebut.
Tabel 4.3 Flora Fauna Perairan dan Daratan Kawasan Danau Lebo Taliwang
Habitat Perairan
Flora seroja/lotus (nelumbo nucifera), apu-apu/lesung (salvinia molesta), dan rumput air dan lain-
lain
Fauna Ikan Tawes, Blukus, Lele lokal, Nila, Betok, Gabus (Channa striatus), Mujair (Opheochromis
musambicus), Sidat (Anguilla rostrata), Belut (Monopterus albus), Sepat siam, siput dan lain-
lain.
Habitat Daratan
Flora Meranti, Jati alam, jati putih, sonokling, kapuk, beringin, mahoni, kemiri, alpukat, aren,
bambu, belimbing, coklat, gamal, jambu mente, jarak, kelapa, kemiri, mangga, nangka, petai
cina, petai, pinang, rambutan, sawit, sawo dan sirsak dan lain-lain.

Fauna biawak (paranus salvator), ular (phyton, sp), katak air (rana, sp), dan kura-kura. Selain itu,
ditemukan 81 jenis burung dari 28 famili, diantaranya blekok sawah (ardeola speciosa),
bambangan merah (ixobrychus cinnamomeus),cangak abu (Ardea cinerea), Cangak Merah
(ardea cinerea) dan beberapa jenis burung dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah no.7
tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa,yaitu ibis roko-roko (plegadis
falcinellus), Kuntul sedang(egretta intermedia), Elang Bondol (Heliatur Indus), Elang Tikus
(Plegadis Falcinellus), Alap-Alap Sapi (Falco Moluccensis), Raja Udang Biru (Alcedo
coerulescens), Raja Udang Erasia (alcedo Atthis) dan lain-lain.

Sumber: BLH Sumbawa Barat, 2015


64

Gambar 4.8. Salah Satu Satwa Burung Khas di Kawasan Danau Lebo
Sumber: Badan Lingkungan Hidup Sumbawa Barat,2015

b. Potensi Non Hayati


Taman Wisata Alam Danau Lebo memiliki panorama alam yang indah dan cukup
menarik, dimana kawasan Taman Wisata Alam Danau Lebo terletak di cekungan dengan
bukit-bukit berbatu di kanan kiri menjadi pemandangan yang indah. Tidak hanya bentang
alam yang indah, Taman Wisata Alam Danau Lebo yang merupakan habitat berbagai jenis
burung air serta merupakan persinggahan beberapa jenis burung migran menjadi tempat
yang mengasyikkan untuk melakukan/menikmati atraksi wisata bird watching. Keindahan
pemandangan hutan, hamparan tumbuhan tonyong, pemandangan bukit-bukit, danau yang
terhampar luas dapat dinikmati dari pinggir danau sedangkan keindahan burung-burung air
yang sedang bercengkerama dapat dinikmati dengan bersampan menuju tengah danau
sambil melakukan wisata bercano/bersampan.
65

1
1
3
2

2
4

Keterangan:
1. Panorama pagi hari
2. Panorama siang hari
3. Panorama sore hari
4. Panorama tumbuhan Tonyong

Gambar 4.9 Panorama Sekitar Kawasan

Berdasarkan potensi tersebut beberapa aktivitas wisata yang dapat dikembangkan


yaitu pengamatan burung (bird wacthing), foto hunting, bersampan, sepeda air, wisata
pendidikan berupa pengenalan burung atau jenis ikan yang habitatnya di Danau Lebo yang
merupakan kawasan konservasi dengan status fungsi taman wisata alam.

4.2.2 Karakteristik Sosial Budaya dan Ekonomi Masyarakat Sekitar Kawasan


Perancangan

Aspek sosial budaya masyarakat sekitar kawasan merupakan bagian penting yang
harus dipertimbangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam
Danau Lebo. Aspek sosial budaya tersebut antara lain meliputi partisipasi sosial,
66

kepentingan budaya, adat istiadat, kepercayaan, akses bagi masyarakat untuk pemanfaatan
kawasan berdasarkan asas kelestarian ekosistem dan lain-lain harus tetap diakomodir
secara bijaksana sehingga potensi sumber daya alam yang dimiliki kawasan tetap dapat
dipertahankan nilai dan kualitasnya sebagai kawasan konservasi.
[Link] Aspek Sosial
Masyarakat sekitar Danau Lebo memiliki sikap sosial yang terbuka dan mudah
menerima perubahan jaman tanpa meninggalkan nilai-nilai lama. Perubahan-perubahan itu
tidak hanya menyangkut perubahan sistem sosial, tetapi juga menyangkut perubahan
sistem pemerintahan, perubahan sistem pendidikan, perubahan nilai, pergeseran status
dalam kehidupan masyarakat, munculnya kelompok-kelompok baru dalam masyarakat dan
lain sebaginya. Sistem sosial budaya dari masyarakat sekitar Danau Lebo saat ini sangat
dipengaruhi oleh sistem budaya Bugis-Makasar dengan kerajaan Goa (Makasar-Tallo).
Selain itu, seperti masyarakat Sumbawa pada umumnya, masyarakat sekitar Danau
Lebo adalah masyarakat yang memperlakukan sesama manusianya melalui tiga prinsip
utama, yaitu: Saling Beri, Saling Pedi dan Saling Satingi. Hal ini melahirkan sikap
kebersamaan dan saling menghormati. Prinsip tersebut bisa terlihat pada kegiatan Besenata
(tolong menolong dalam membangun rumah), yang tercermin pada rumah panggung.

Gambar 4.10 Kegiatan Sosial Besenata Pada Rumah Panggung


Yang Mencerminkan Kebersamaan Masyarakat Sumbawa
[Link] Aspek Budaya
Kegiatan budaya tradisional yang biasa dilakukan sekitar kawasan seperti
barempuk, barodak, sekoco, karapan kerbo dan balap sampan. Kegiatan Gotong Royong
Masyarakat sekitar Danau Lebo masih tetap dipertahankan. Masyarakat setempat mengenal
tiga sistem gotong royong, yaitu: basiru (saling tolong menolong untuk pekerjaan yang
67

ditujukan hasilnya untuk seseorang), saling tulung (saling tolong menolong), dan ketiga
adalah nulung (membantu).

Tabel 4.4 Kegiatan Budaya Masyarakat Sumbawa


1. Seni tari lala jinis: Seni tari yang dilakukan
oleh sekelompok perempuan yang masih
gadis. Tari ini sebagai upacara penyambutan
tamu-tamu.

2. Belawas: lawas atau syair yang dilakukan


secara beramai-ramai atau sendiri. Isi
lawasnya tentang cintah kasih, nasehat,
keagamaan, kepahlawanan, dll

3. Sekeco: Lawas atau sair yang diiringi sambi


memukul rebana. Biasanya pada acara
kawinan atau acara keagamaan.

4. Berempuk: Permainan rakyat berupa tinju


teradisional tapi masing-masing sambil
menggengam padi yang nantinya digunakan
untuk memukul lawannya. Tinju ini bentuk
dari kegirangan atas hasil panennya.

5. Karapan Kebo: Permainan rakyat dengan


memacu 2 kerbau diatas tanah berlumpur.
Olahraga ini untuk menyambut musim hujan
tiba atau musim tanam padi
68

6. Arsitektur Bala Loka:


Dirancang dengan bentuk atap berterap,
sebagai cirinya yang mendakan simbul
kebersamaan dan kebesaran Ilahi. Saat ini
bangunan ini menjadi identitas tau Samawa
(Orang Sumbawa)

Permainan Tradisional
Permaian merupakan salah satu cara masyarakat sekitar danau Lebo membangun
silaturahmi antar sesama, dan kebersamaan selain sebagai media hiburan.

1. Balap sampan, 2. Nyampo (Karapan Kerbo), 3. Basekepuk (Permainan didalam air)


Gambar 4.11 Permainan Tradisioanal Masyarakat Sumbawa
Kepercayaan masyarakat sekitar terhadap perairan danau
a. Dea Bide
Menurut kepercayaan warga sekitar Dea Bide merupakan penguasa di perairan
setempat. Dea Bide akan murka apabila waktu istirahatnya pada siang hari (sekitar pukul
12.30 s/d 14.00) diganggu dengan adanya kegiatan-kegiatan di kawasan perairan. Namun
setelah diamati lebih jauh ternyata pada waktu-waktu tersebut adalah waktu bagi ikan-ikan
yang ada untuk berlindung/berteduh secara berkelompok dari panas matahari. Sehingga
apabila waktu tersebut dimanfaatkan untuk mencari ikan justru akan mendapatkan hasil
tangkapan yang lebih banyak dan ini dikhawatirkan akan mengurangi populasi ikan
tersebut sebagai sumber pendapatan secara cepat.
b. Kaki Aca
Mitos ini berkembang pada zaman dulu dikalangan masyarakat sekitar. Dimana
seorang nelayan yang terkena asab Illahi karena mementingkan memancing dari pada salat
Jumat. Konon katanya seorang nelayan yang bernama Kaki Anca pergi menangkap ikan
pada hari jumat. Karena keasikan memancing Kaki Anca tidak menghiraukan suara azan
unuk menunaikan salat jumat. Karena keserakahan dan tidak mensyukuri karuania Illahi,
Kaki Aca diputas oleh pusaran air yang sangat deras. Sampai saat ini, hari Jum’at dijadikan
pantangan oleh penduduk sekitar.
69

[Link] Aspek Ekonomi Masyarakat Sekitar


Kawasan Danau Lebo menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar Danau
Lebo terutama masyarakat Desa Sampir, Desa Seloto, Desa Meraran, dan Desa Rempe.
Sebanyak 2500 anggota yang tergabung dalam kelompok nelayan, terbagi dalam 4
kelompok dari masing-masing desa memanfaatkan potensi danau Lebo menjadi sumber
air, sumber makanan, sumber mata pencaharian, irigasi, dan perikanan. Danau Lebo
bahkan juga amat vital untuk menunjang kegiatan pertanian tradisional warga yang
irigasinya sangat tergantung pada suplai air dari danau ini.
Manfaat pengembangan Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang dalam
kaitannya dengan aspek ekonomi regional yaitu :
a. Secara langsung dapat menunjang pendapatan negara, pendapatan asli daerah, dan
pendapatan masyarakat sekitar melalui program pengembangan pariwisata alam yang
disertai upaya peningkatan keterampilan masyarakat yang berkorelasi positif terhadap
peningkatan perekonomian masyarakat khususnya yang berada disekitar kawasan.
b. Memberikan peluang peningkatan devisa negara dibidang pariwisata dengan tetap
mempertahankan dan mengutamankan kearifan nilai budaya lokal.
c. Terjaminnya kelestarian potensi/kekayaan alam serta nilainya untuk generasi sekarang
maupun yang akan datang dengan menerapkan pola pemanfaatan yang sesuai dengan daya
dukung lingkungan dan memperhatikan aspek-aspek ekologi, ekonomi dan sosial.
d. Secara tidak langsung keberadaan Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang dapat
menunjang program paket wisata daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sejalan
dengan program pengembangan wisata di kawasan Taman Wisata Alam Danau Rawa
Taliwang.
e. Pengembangan Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang sebagai objek daya tarik
wisata akan memperbanyak alternatif daerah kunjungan wisata di Kabupaten Sumbawa
Barat khususnya dan Provinsi Nusa Tenggara Barat umumnya

4.2.3 Karakteristik Tata Bangunan Sekitar Kawasan Danau Lebo


[Link] Kondisi Bangunan Sekitar Kawasan
Pada semua belok, jenis bangunan yang biasa dijumpai berupa bangunan temporer
panggung, semi permanen dan permanen. Perbandingan bangunan temporer, permanen
dan semi permanen 3:2:1.
70

1. Bangunan permanen

Tapak 2. Bangunan semi permanen

3. Bangunan kontemporer

4. Bangunan modern

Gambar 4.12 Karakteristik Bangunan Sekitar Kawasan Danau Lebo

[Link] Peraturan Setempat


Pada kawasan kawasan Taman Wisata Danau Lebo ditetapkan jarak 50-100 meter
yang diukur dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Di sepanjang pemukiman penduduk
desa meraran berdiri bangunan rumah tinggal permanen dan semi permanen yang berjarak
sekitar 3-5 meter dari bibir danau. Bangunan tersebut berdiri di tanah negara yang
termasuk ke dalam kawasan konservasi Danau Lebo.
Sesuai dengan peraturan menteri Pekerjaan Umum no: 29/PRT/M/2006 tentang
pedoman persyaratan teknis bangunan gedung, pembangunan bangunan gedung di bawah
dan/atau di atas air harus:
71

a. Mengikuti peraturan tata ruang wilayah dan/atau rencana teknik ruang kabupaten/kota,
dan/atau RTBL
b. Tidak mengganggu keseimbangan lingkungan, dan fungsi lindung kawasan
c. Tidak menimbulkan perubahan arus air yang dapat merusak lingkungan
d. Tidak menimbulkan pencemaran dan
e. Telah mempertimbangkan faktor keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan kemudahan
bagi pengguna bangunan.
Tabel 4.5 Peraturan Penggunaan Lahan Dikawasan Danau Lebo
No Jenis Penggunaan Luas Lahan KDB KLB TB
1 Perumahan 31 0.20-0.40 0.40-0.80 2
2 Perdagangan&jasa 0.3 0.40 0.80 2
3 Peribadatan 0.25 0.40 0.40 1
4 Terminal 3.4 0.40 0.40 1
5 Kesehatan 0.12 0.20-0.40 0.40-0.80 2
6 Pendidikan 1.2 0.40 0.40 1
Sumber: Bappeda Sumbawa Barat,2015

[Link] Adat Istiadat Masyarakat Sumbawa Dalam Tata Bangunan


Tipologi umum rumah tradisional Sumbawa adalah rumah panggung yang
tingginya 1,5 samapai dengan 2m dan ditandai dengan adanya lapangan didepannya.
Bagian-bagiannya sebagai berikut:

Pada ujung atap


diberi ornamen
“Bangkung”

Bong merupakan
tempat untuk mencuci
kaki sebelum
memasuki rumah dan
sebagai petunjuk pintu
masuk

Gambar 4.13 Rumah Tradisional Bala Loka


Sumber: Ahmad, (1991 Arsitektur Tradisional Daerah Nusa Tenggara Barat)
72

a. Atap
Bentuk atapnya tinggi seperti perahu, dengan sudut atap ≥ 45 o. Bahan penutup
atapnya dari bambu dan ada juga dari genting. Atap dari bambu di Sumbawa disebut
“Santek”(bambu yang dipotong-potong).
b. Tiang
Bentuk tiangnya bisa persegi empat dan selinder. Tiang utamanya dinamakan tiang
guru
c. Dinding
Pada umumnya dinding dibuat dari anyaman bambu. Jenis anyaman ada dua
macam, yaitu anyaman “goleng” (agak kasar), dan anyaman “galeper”(lebih halus).
Sekarang rumah panggung sumbawa banyak yang menggunakan papan kayu sebagai
dindingnya.
d. Lantai
Pada lantai rumah Sumbawa merupakan susunan papan kayu yang susun horisontal
dan ada juga yang memakai lantai bambu. Kayu penyangga lantai memakai material kayu
rimas karena kayu ini banyak pada kawasan sekitar rumah. Terdapat pula batang pohon
kelapa sebagai campuran kayu penyangga lantai.
e. Susunan ruang pada rumah Sumbawa

5 8

2
1
6 3

a b
c
4
7

Keterangan
4. Saban (Ruang t ambahan tanpa dinding)
a. Rtuang Luar (Tamu)
5. Jambang (WC khusus buang air kecil)
b. Runag Dalam (Orang tua)
6. Tiang guru salaki
c. Ruang Dalam (Anak-anak gadis)
7. Tiang guru sawai
1. Anar Salaki (Tangga khusus untuk laki-laki )
8. Jamabang sawai (WC untuk buang air besar)
2. Anar Sawai (Tangga khusus untuk perempuan)
3. Sunikan (dapur)
Gambar 4.14 Susunan Ruang Rumah Sumbawa
Sumber: Ahmad, (1991 Arsitektur Tradisional Daerah Nusa Tenggara Barat)

4.2.4 Proses Alami Kawasan


Masyarakat menjaga sumber-sumber alam sekitar terutama dalam memanfaatkan
kawasan danau secara alami. Hal ini terlihat dari kegiatan menangkap ikan yang dari dulu
73

menggunakan cara-acara alami seperti mengunakan sitem kodong, menepuk-nepuk air


hingga ikan yang ingin ditangkap menuju jaring yang sudah disiapkan pada suatu sisi
tertentu.
Tabel 4.6 Kegitan Masyarakat Dalam Menghargai Lingkungan
Kodong merupakan alat tangkap ikan tradisional masyarakat sekitar danau
lebo yang terbuat dari bambu. Saat ini masih digunakan sebagai alat tangkap
nelayan yang ramah lingkungan. Namun tidak banyak orang mengetahui
keberadan alat tangkap ini termasuk anak jaman sekarang di Sumbawa Barat

Kegiatan nelayan untuk menangkap ikan dengan proses yang alami dimana
air dipukul-pukul untuk menakut-nakuti ikan sehingga ikan yang diharapkan
menuju tempat tertentu yang sudah disedikan jaring didalam perairan
tersebut

Penggunaaan material bangunan alami seperti bambu, kayu jati, batang


kelapa untuk konstruksi bangunan dan alang-alang untuk penutup atap yang
masih mudah didapatkan di sekitar kawasan.

Perubahan mindset sebagian masyarakat dengan penggunaan bahan bangunan alam


ke bahan fabrikasi secara otomatis menjaga ekosistem hutan. Tetapi masyarakat perlu
mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan bahan alam untuk konstruksi dan
regenerasinya, serta perlu juga mendapat pengetahuan mengenai dampak positif dan
negatif penggunaan bahan bangunan fabrikasi seperti semen, batu bata, dan keramik.
74

4.3 Tinjauan Tapak Perancangan


4.3.1 Deskripsi Tapak
Lokasi tapak berada di Kawasan Taman Wisata Danau Lebo Dusun Pakerum
Kelurahan Sampir Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat

Kawasan danau Lebo

Tapak perencanaan pada


blok tengah

Keterangan

Batas tapak :
Utara : Kawasan perairan danau
Timur : Kawasan perairan danau
Selatan : Kawasan perairan danau
Barat : Jalan raya dan kawasan lindung
Luas tapak total : 10 Ha

Gambar 4.15 Lokasi Tapak


75

4.3.2 Lingkungan
Site ini berada di Dusun Pakerum blok tengah kawasan Danau Lebo dengan fungsi
kawasan sebagai kawasan wisata. Kriteria pemilihan lokasi ini berada pada kawasan
setrategis dan disesuaikan dengan tujuan pengembangan kawasan yang direncanakan oleh
pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sebagai tempat rekreasi.

Ke Pelabuhan Poto Tano


Desa Budaya

Paralayang
Pasar Ikan trasional

Tapak

Terminal
SPBU
Pasar
Rumah sakit
BANK

Pusat Kota

Gambar 4.16: Fasilitas Pendukung Tapak

4.4 Analisis Program Wisata Pada Tapak Perencanaan


4.4.1 Analisis Pengembangan Kawasan Sebagai Objek Wisata

Analisa pengembangan kawasan dilakukan melalui pendekatan faktor-faktor yang


berkaitan erat dengan pengembangan kawasan sebagai objek wisata, baik yang bersifat
internal maupun eksternal yang diformulasikan melalui analisa SWOT. Analisis SWOT
merupakan suatu model analisa yang mengkombinasi lingkungan internal dan lingkungan
eksternal yang berpengaruh terhadap pengembangan kawasan Taman Wisata Alam Danau
Lebo.

Tanggapan terhadap kondisi lingkungan di kawasan Danau Lebo dalam perspektif


pembangunan kawasan danau ini sebagai kawasan wisata dapat dilihat dalam analisis
SWOT sebagai berikut:
76

a. Strength (Kekuatan)
1. Potensi sumber daya alam Danau Lebo
2. Potensi budaya lokal masyarakat sekitar danau
3. Lokasi Sumbawa Barat yang berada antara Lombok dan P. Komodo
4. Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan
b. Weakness (Kelemahan)
1. Kurangnya pemahaman masyarakat, pelaku wisata dan pemerintah terhadap
ekowisata
2. Lemahnya kemampuan SDM dan inovasi masyarakat sekitar danau dalam
mempromosi produk wisata
3. Kurangnya sarana prasarana wisata disekitar kawasan
4. Kesadaran masyarakat sekitar terhadap pelestarian lingkungan
c. Opportunities (Peluang)
1. Pengembangan Kawasan Wisata pendukung Danau Lebo seperti Paralayang Mantar,
Desa Budaya Mantar, Pantai Poto Batu, Labuan Balat dan dibukanya kembali akses
transfortasi udara di Sekongkang
2. Kebijakan pemerintah berupa SK Penunjukan sebagai TWA dan rencana
pembangunan objek wisata
3. Masyarakat yang parsitipatif
4. Arah pengembangan wisata dunia yang berorientasi pada pelestarian lingkungan
5. Dukungan pelaku wisata
d. Threath (Ancaman)
1. Pembangunan yang tidak terkontrol sehingga merusak lingkungan
2. Kerentanan terhadap kerusakan lingkungan terhadap pengaruh pengelolaan sumber
daya alam yang menjanjikan nilai ekonomi
3. Sulitnya pemasaran produk wisata
4. Keterbatasan masyarakat sekitar dalam menikmati sumber daya alam yang ada
5. Gulma air
Strategi pengembangan wisata.
a. Strategi S-O
1. Mempertahankan dan mengembangkan kawasan wisata danau Lebo sebagai
center/informasi terhadap wisata pendukung lainnya
2. Mengembangkan pariwisata dengan memantapkan fasilitas wisata yang sudah ada
dan penyediaan fasilitas serta utilitas pendukung sekitar kawasan.
77

3. Meningkatkan peran serta masyarakat sekitar dalam penegembangan fasilitas wisata


dan partisipasi aktif masyarakat dengan memasukan unsur lokal yang telah ada dalam
penataan ruang, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang Kawasan Wisata
Danau Lebo.
4. Pengembangan ekowisata.
b. Strategi O-W
1. Melibatkan unsur masyarakat lokal dalam proses penataan ruang kawasan.
2. Menetapkan kawasan dengan kondisi fisik tertentu sebagai kawasan wisata khusus
3. Menetapkan fungsi wisata sebagi fungsi pendidikan yang melibatkan peran serta
masyarakat sekitar
4. Menyatukan peran serta pemerintah dan masyarakat melalui perancangan wisata
yang berkelanjutan
c. Strategi S-T
1. Membatasi gerak pelaku wisata dalam pemanfatan danau lebo dengan merumuskan
kebijakan yang mengatur batas-batas kegiatan pariwisata agar dapat menjaga keasrian
alami danau.
2. Mengantisipasi booming gulma air dengan penerapan teknologi yang ramah
lingkungan.
3. Melibatkan masyarakat lokal dalam mengendalikan kegiatan budidaya yang berada
di kawasan sempadan danau, tubuh air maupun catchment area.
4. Membuat suatu paket wisata yang didalamnya menyediakan jasa informasi kepada
masyarakat luas.
d. Strategi T-W
1. Mengoptimalkan penggunaan lahan di wilayah yang dapat dibudidayakan sehingga
terjaga keberlanjutannya.
2. Menyediakan sarana dan prasana pendidikan yang mampu meningkatkan peran serta
masyarakat terhadap kelestarin lingkungan sekitar melalui kegiatan rekreasi.
3. Menyediakan alternatif income bagi masyarakat melalui fasilitas wisata yang akan
dibuat.
Kesimpulan
a. Taman Wisata Alam Danau Lebo memiliki potensi wisata yang cukup menarik untuk
pengembangan wisata tirta, berbagai jenis flora dan fauna khas, dan budaya yang unik.
Sehingga perlu pengembangan tempat wisata yang berkelanjutan yang dapat
melestarikan potensi tersebut
78

b. Taman Wisata Alam Lebo merupakan habitat dari berbagai jenis satwa tumbuhan.
Sehingga perlu suatu perancangan yang dapat menciptakan rasa bangga masyarakat
local terhadap lokasi yang dimilikinya melalui penyediaan berbagai fasilitas pendidikan
dan antraksi wisata terbatas.
c. Perlu sutu perencanaan yang dapat mendorong partisipasi masyarakat lokal untuk
mengembangkan kemampuan mengelola usaha pariwisata dan memberdayakan
masyarakat untuk mengembangkan kreatifitas yang berkaitan dengan penyediaan
berbagai kebutuhan wisatawan seperti cinderamata, makanan khas daerah setempat,
usaha transportasi
4.4.2 Analisis Kegiatan Ekowisata
Dari analisis kawasan Danau Lebo diatas, dapat ditetap kriteria perancangan
ekowisata Danau Lebo yang berbasis ekologi sebagai berikut:
a. Mengharmoniskan hubungan antara budaya dan alam melalui:
1. Penyedian fasilitas rekreasi yang bersifat melestarikan budaya dan alam
2. Memanfaatkan potensi dan sumberdaya sekitar
b. Menciptakan kesadaran wisatawan tentang konservasi sumber daya alam melalui
pemanfaatan sumber daya wisata secara berkelanjutan dan menciptakan pencegahan
dampak negatif lingkungan.
c. Menciptakan rasa bangga masyarakat lokal terhadap budaya dan lokasi yang
dimilikinya melalui penyediaan berbagai fasilitas yang mewadahi kegiatan budaya
melalui kegiatan yang berbasis pada pendidikan budaya dan ekologi setempat
d. Mendorong partisipasi masyarakat lokal untuk mengembangkan kemampuan mengelola
usaha pariwisata.
e. Memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan kreatifitas yang berkaitan dengan
penyediaan berbagai kebutuhan wisatawan seperti cinderamata, makanan khas daerah
setempat, usaha transportasi
Batasan kegiatan ekowisata pada Danau Lebo sebagai berikut:
1. Kegiatan konservasi sebagai upaya pelestarian (konservation)
2. Kegiatan pendidikan ekologi setempat (edukasi)
3. Kegiatan rekreasi (recreation)
4. Kegiatan pemberdayaan masyarakat (embracing)
79

Tabel 4.7 Analisis Kegiatan Ekowisata


Prinsip Ekowisata Analisis Tanggapan
Prinsip konservasi Taman Wisata Alam Danau Lebo Penyediaan fasilitas wisata yang sifatnya
Tujuan: Terciptanya memiliki potensi wisata yang cukup melindungi potensi flora dan fauna
kesadaran dan apresiasi menarik untuk dikembangkan kawasan seperti laboratorium, fasilitas
pelaku terhadap seperti panorama dan bentang alam penangkaran burung yang dilindungi.
lingkungan alam dan yang indah, keanekareagaman Selain itu perlu diadakan kegiatan
budaya. hayati yang cukup tinggi, potensi pendidikan dan informasi alam agar bisa
Prinsip Konservasi Alam danau yang cukup potensial bagi menciptakan kesadaran dan kecintaan
 Menjaga aspek-aspek pengembangan wisata. Namun terhadap lokasi danau Lebo melalui
alami kawasan keberadaan potensi tersebut saat ini penyediaan tempat belajar seperti kelas
 Menciptakan tidak dimanfaatkan dengan baik dan alam, balai penyuluhan sebagai tempat
kesadaran dan apresiasi dibiarkan begitu saja tanpak ada untuk berkumpul dan membahas isu
pelaku terhadap usaha untuk melindungi. Hal yang berkembang sekitar kawasan
lingkungan alam tersebut diperparah dengan
keberadaan tambang rakyat
disekitar kawasan yang dapat
menyebabkan tercemar kawasan
perairan danau

Bangunan pertambangan
Prinsip konservasi Saat ini kegiatan budaya hanya Penyediaan fasilitas budaya pada
budaya dilakukan pada saat-saat tertentu, perencanaan berupa tempat pertunjukan
• Melakukan pendekatan, (perkawinan, sukuran dan hari yang berada diruang terbuka. Kegiatan
meminta saran-saran dan besar). Kurangnya wadah bagi budaya dengan fasilitas berupa tempat
mencari masukan dari pengembangan pengetahuan budaya pertunjukan dan pameran
tokoh/pemuka masyarakat mengakibatkan nilai-nilai budaya
setempat mulai tergerus misalnya pada
• Melakukan penelitian kegiatan Berempuk
dan pengenalan aspek-
aspek sosial budaya
masyarakat setempat
Open stage sebagai tempat pertunjukan
budaya

Kegiatan Budaya Berempuk


Prinsip Pemberdayaan  Masyarakat sekitar selain sebagai  Pada objek perancangan dibuat
Masyarakat nelayan juga ada yang bekerja fasilitas untuk kegiatan usaha
• Memeberikan sebagai penggali tambang emas masyarakat sekitar, berupa kios
kesempatan kepada disekitar bukit danau. Minimnya souvenir. Selain itu penyediaan
masyarakat untuk lapangan perkerjaan di Sumbawa fasilitas alat angkut tradisional yang
membuka usaha Barat, mengakibatkan banyak dapat dikelola oleh masyarakat
masyarakat sekitar mencari berupa tempat penyewaan sampan
peruntungan di pertambangan. dan lain sebagainya
Hal ini dapat menyebabkan
terjadi kerusakan lingkungan bila
dibiarkan terus berlangsung
80

Prinsip Edukasi  Kodong merupakan alat tangkap  Kelas alam merupakan tempat
• Mengoptimalkan ikan tradisional masyarakat sekitar belajar terbuka dibutuhkan dalam
keunikan dan kekhasan Danau Lebo yang terbuat dari perancangan sebagai fasilitas penunjang
daerah sebagai daya tarik bambu. Saat ini masih digunakan untuk memberi pengetahuan kepada
wisata. sebagai alat tangkap nelayan yang wisatawan maupun pelajar yang ada di
• Memafaatkan dan ramah lingkungan. Namun tidak kabupaten Sumbawa Barat
mengoptimalkan banyak orang mengetahui
pengetahuan tradisional keberadaan alat tangkap ini
berbasis pelestarian alam termasuk anak jaman sekarang di
dan budaya serta nilai- Sumabawa Barat
nilai yang terkandung
didalamnya

 Banyak pengetahuan dan  Perancangan monumen (sculpture)


pengalaman orang dulu dalam pada ruang terbuka untuk memberikan
memanfaatkan Danau Lebo yang informasi dan interpretasi terhadap
tidak diketahui banyak orang. Saat sejarah Danau Lebo
ini tokoh Danau Lebo yang
menjadi legenda kearifan lokal
orang dulupun seperti kaki Anca
sudah jarang diceritakan.

Monumen Perahu Kaki Anca sebagai wadah


interpretasi dan informasi

Prinsip rekreasi
Aspek Rekreasi Kegiatan Sarana yang dinikmati
Pemandangan dan atraksi  Photo hunting flora dan fauna khas Danau Lebo, bukit-
lingkungan budaya bukit, menara pandang dan panggung
 Melihat pertunjukan budaya terbuka
Manfaat lansekap  Bersampan Jalan setapak/ jogging track, bangku,
 Memancing lapangan terbuka, shelter, spot
 Wisata bahari air tawar, pemancingan dan tempat berkemah
 menyusuri danau dengan dayung
sampan
 berenang
 mendaki bukit,
 kamping
Akomodasi dan fasilitas  Istirahat Cottage, dayung sampan, shelter, kios
layanan pendukung  Rileksasi souvenur, restoran dan play ground,
 Rekreasi rumah makan/restoran
 Mencicipi berbagai macam
makanan khas
Peralatan dan  Memproleh informasi Pemandu wisata, angkutan umum dokar,
Perlengkapan  Menikmati suasana rekreasi sewa peralatan pancing, pelampung, dan
sampan
81

Pendidikan dan  Studi tour pengenalan lingkungan  Pustaka Konservasi, ruang belajar
Ketrampilan  Pengenalan flora fauna, dan (kelas alam), ruang serbaguna,
Penelitian perlengkapan audio visual, ruang
 Melihat koleksi dan pertunjukan penangkaran satwa yang dilindungi
budaya setempat dan laboratorim
 Galeri open stage

4.4.3 Program Ruang


Ruang yang terbentuk diharapakan mampu menyediakan fasilitas rekreasi,
menyediakan fasilitas bagi penelitian dan pendidikan, pelestarian nilai budaya dan alam
serta bisa mewadahi aktifitas masyarakat sekitar.
[Link] Analisa Fungsi
Adapun fungsi dari obyek ruang resort yang ingin diwadahi, sebagai berikut:
a. Conservation: Fungsi ini merupakan fungsi konservasi yang arah pengembangannya
untuk melindungi kawasan wisata alam danau Lebo dan mengembangan kegiatan
pendidikan dan pelestarian budaya sekitar.
b. Edukasi: Fungsi ini merupakan fungsi wisata yang dapat menambah wawasan ekologi
setempat
c. Recreation: Fungsi ini terdiri dari fungsi penginapan sebagai fungsi utama dan fungsi
Adventure, sebagai sarana untuk merasakan bertualang dialam bebas dan menjajahkan
pengetahuan mengenai kreatifitas dan kerajinan budaya setempat. Fungsi ini sebagai fungsi
penarik minat wisatawan
d. Embracing: Fungsi pemberdayakan masyarakat sekitar untuk mengembangkan
kreatifitas yang berkaitan dengan penyediaan berbagai kebutuhan wisatawan seperti
cinderamata, makanan khas daerah setempat, usaha transportasi
Dari fungsi-fungsi tersebut maka fasilitas yang dibutuhkan yang mana disesuaikan
oleh fungsi adalah:
a. Fungsi primer
1. Penginapan
2. Konservasi
b. Fungsi sekunder
1. Rekreasi
2. Embracing
c. Fungsi tersier
1. Administrasi atau pengelolaan
2. Servis
82

Tabel 4.8 Analisis Program Fungsi

Unsur Fungsi Aktivitas Fasilitas


Pintu masuk Primer  Masuk gerbang  Gerbang
 Memarkir kendaraan  Tempat parkir
 Membeli tiket  Loket
 Memesan kamar  Entrance
 Mencari informasi  Pusat Informasi
 Ngobrol dan bersantai  Teras
 Ngobrol dan bersantai  Teras cottage
fasilitas dalam Skunder  Berinteraksi dengan masyarakat luas  Jalan setapak
kawasan  Menelusuri danau  Trotoar
 Menikmati pemandangan danau  Plasa
 Beristirahat  Shealter/Gasebo
 Membeli oleh-oleh  Taman
 Makan dan minum  Kios souvenir
 Warung makan/Restoran
Pelayanan Tersier  Melayani dan mengatur pengunjung  Kantor pengelola
pengunjung
Akomodasi Primer  Merilekan badan  Massage roome / rumah
 Istirahat pijat urut khas minyak
Sumbawa
 Cottage
Peribadatan Primer  Shalat dan berdoa  Mushola
Keamanan dan Tersier  Melakukan penjagaan  Pos keamanan
keselamatan  Melakukan pertolongan terhadap  Menara pengawas
pengunjung dengan pelampung  Batas pengamanan danau
keselamatan  Hydrand
 Melakukan pertolongan terhadap  Alat P3k
bahaya kebakaran
 Melakukan pertolongan terhadap
kecelakaan pengunjung cottage
Kebersihan Tersier  Bersih-bersih dan buang air  Kamar mandi/Toilet Umum
 Membuang sampah  Tempat sampah
 Buang air  Gerobak sampah
 Membuang sampah  Toilet Pengelola
 Mandi dan buang air  Tempat sampah
 Membuang sampah  Kamar mandi/Toilet Tamu
Cottage
 Tempat sampah
Pengembangan Skunder  Bermain  taman rekreasi anak-anak
atraksi wisata  Memancing  Tempat sewa pancing
 Berenang  Spot pancing
 Bersepada air  Kolam renang
 Balap Sampan  Kolam sepeda air
 Kamping  Dermaga perahu
 Melihat pertunjukan budaya setempat  Perahu
 Memancing  Tempat kamping
 Ampitiater
 Kolam pancing pengunjung
Upaya Primer  Melihat koleksi Flora Fauna  Balai konservasi
konservasi dan  Melihat hasil kerajinan budaya  Tempat pamer
pendidikan Sumbawa  Laboratorium
 Melakukan penelitian  Lobbi pemeriksaan
 Menjaga lingkungan agar tetap lestari
83

Pengalaman Skunder  Bersepeda  Sepeda santai track


 jogging  Jogging track
 Melihat sekeliling danau dari  Menara pandang
ketinggian  Tempat penyewaan
 Mengamati flora dan fauna sampan, peralatan
 Menyewa peralatan pancing, jaket
pelampung,

a. Diagram Fungsi Primer.


Deluxe
Cottage
Suite
Akomodasi dan
Fungsi Primer
Konservasi
Pustaka
Fasilitas konservasi
Konservasi
Balai
penangkaran

Gambar 4.17 Diagram Fungsi Primer

b. Diagram Fungsi Sekunder

Gambar 4.18 Diagram Fungsi Sekunder


84

c. Fungsi Tersier

Gambar 4.19 Diagram Fungsi Tersier


[Link] Analisis Pengguna Bangunan dan Aktivitasnya

Pelaku dibedakan menjadi dua kategori, yaitu pelaku tetap dan pelaku tidak tetap.
Pelaku tetap merupakan pelaku yang setiap harinya melakukan aktifitas kerja di dalam
kawasan waterfront resort. Terdiri dari pengelola kawasan, yaitu pengelola resort,
pengelola sarana dan fasilitas rekreasi, fasilitas konservasi, dan fasilitas perdagangan
beserta dengan staffnya. Sedangkan pelaku tidak tetap merupakan pelaku yang hanya
beberapa saat saja melakukan kegiatan atau aktivitas di dalam kawasan ini atau
pengunjung waterfront ini. Pelaku tetap dibagi menjadi dua, yaitu pengunjung menginap
dan pengunjung tidak menginap. Pengunjung menginap merupakan sasaran utama resort,
sedangkan pengunjung tidak menginap merupakan sasaran sekunder resort.

Diagram Pelaku

Gambar 4.20 Diagram Pelaku

a. Analisa Pelaku, Aktivitas, dan Kebutuhan Ruang


Berdasarkan aktivitas yang dilakukan di resort pelaku pada bangunan resort
dibedakan menjadi 4 yaitu:
85

1. Tamu Cottage
Tamu cottage atau tamu yang menginap adalah orang yang datang ke resort
sebagai pengguna jasa penginapan dan fasilitas yang disediakan. Tamu cottage adalah
subjek yang mendapatkan perhatian utama dalam perencanaa resort.
Sedangkan menurut tipe cottage yang ditinggali terdapat jenis tamu, dengan jumlah
maksimal tamu penginapan yang dapat ditampung hasil perkalian jumlah kamar dengan
kapasitas maksimal kamar
2. Pengunjung
Tamu yang tidak menginap atau disebut pengunjung adalah orang yang datang ke
resort untuk menggunakan fasilitas rekreasi dan fasilitas publik yang tersedia pada resort
tanpa melakukan aktivitas menginap.
Menurut tujuan kedatangan dan fasilitas yang digunakan, pengunjungdapat
dibedakan sebagai berikut :
Tabel 4.9 Pola Aktivitas Pengunjung

Pengunjung Rekreasi Pengunjung keperluan khusus


 Outbound  Peserta acara/pertemuan/rapat
 Aktifitas Dayung Sampan  Pengunjung toko souvenir
 Sepeda air  Pengunjung ruang konektivitas
 Memancing  Pengunjung kegiatan budaya
 Berenang  Belajar
 Melihat balap sampan  Penelitian
 Mencicipi dan belajar masakan daerah  Melihat pameran
 Pengunjung restoran dan café  Melihat sekeliling danau dari ketinggian
 Berkemah

3. Pengelola

Gambar 4.21 Struktur Organisasi Resort Secara Umum


86

4. Staff/Pegawai

Pegawai adalah orang yang datang ke resort untuk bekerja dengan memberikan
pelayanan kepada tamu dan pengunjung. Pegawai adalah elemen terpenting dari usaha
resort karena pegawai merupakan orang yang langsung berhubungan dengan tamu hotel
dan pengunjung. Pegawai adalah orang yang datang ke resort untuk bekerja. Menurut jenis
dan area pekerjaan yang dilakukan pegawai dapat dibedakan sebagai berikut:
Tabel 4.10 Analisis Pegawai Waterfront Resort

 Pegawai Pront Office • Resepsionis dan Informasi


• Petugas reservasi dan pembayaran
• Pelayan
• Petugas pemeriksa barang bawaan
• Lounge
 Pegawai Fasilitas Resort • Petugas Cottage
dan Rekreasi • Pegawai Tata Graha
- Cleaning service
- Petugas laundry
- Petugas linen
- Petugas house keeping
- Petugas florist
- Tukang kebun
- Tukang masak
Petugas Penerimaan Barang
• Petugas Outbound
• Pemandu Wisata Minat Khusus
• Pemandu Dayung Sampan
• Petugas Pool
 Pegawai Restoran • Kepala koki restoran
• Koki restoran
• Pramusaji
• Kasir restoran
• Cleaning service
• Tukang cuci
 Pegawai Humas dan • Petugas Promosi dan pemasaran
Personalia • Petugas ruang serbaguna
• Petugas money changer
• Pegawai biro perjalanan
• Penjaga toko souvenir
• Operator ruang konektivitas (Internet, Fax dan Telepon)
 Pegawai Konservasi • Petugas konservasi alam
• Petugas pendidikan dan penelitian
• Petugas Pengawas lapangan
• Petugas Konservasi Budaya
• Petugas ruang pamer dan pertunjukan
 Keamanan
 Pegawai Oprasional dan Satpam
Teknik Petugas Parkir
Petugas Pengawas Kawasan
 Pegawai Utilitas
Petugas Mekanikal Elektrikal
Petugas Genset
87

b. Identifikasi kegiatan

Masing-masing pelaku dalam usaha resort memiliki kegiatan utama. Kegiatan


utama ini yang menjadi dasar penentuan kebutuhan ruang untuk masing- masing pelaku.
Kegiatan utama selalu diawali dan diakhiri dengan kegiatan pendukung dari saat datang,
melakukan observasi, check in kamar hingga masuk ke kamar. Kegiatan pendukung
bersifat mengakhiri seperti saat check out dan pulang. Kegiatan pendukung tidak bersifat
khusus dan menjadi pengantar terhadap kegiatan utama. Berikut kegiatan utama yang
dilakukan dalam resort.

1. Pengunjung
Tabel 4.11: Identifikasi kegiatan utama pengunjung
Pelaku Kegiatan Utama Jumlah
Pengunjung Penginapan Menginap, menikmati fasilitas
rekreasi, menikmati fasilitas Eco Relative
Culture Resort & Konservasition
Pengunjung Tidak
Menginap menikmati fasilitas rekreasi (kolam Relative
renang, restoran, dayung sampan)
,fasilitas Eco Culture Resort &
Kegiatan Konservasi
Pengunjung komersial
Toko souvenir, money changer, Relative
drugstore, biro perjalanan
Pengunjung pertemuan
Melekukan kegiatan pertemuan, Lebih dari 10 orang
rapat, meeting, acara yang dihadiri
orang banyak di ruang serbaguna.

2. Pengelola
Tabel 4.12: Identifikasi kegiatan utama pengelola
PENGELOLA
Pelaku K egiatan Utama Jumlah
Manager Utama  Mengatur jalannya resort secara keseluruhan 1

Sekretaris  Membantu mengatur jalannya resort secara keseluruhan, 1


jadwal manager dan membuat laporan
Sekretaris  Mengatur jadwal manager, dan membuat laporan 1

Manager Humas  Mengatur pemasaran dan promosi resort kepada calon 1


konsumen
Manager  Mengatur pekerjaan dan bekerjanya pegawai pada resort 1
Personalia
Manager  Mengatur keuangan, pemasukan dan pengeluaran usaha resort 1
K euangan
Manager Resort  Mengatur jalannya usaha wisata pada resort 1
dan Rekreasi
88

Manager  Mengatur kegiatan dan fasilitas konservasi pada resort 1


Konservasi
Manager Teknik  Mengatur usaha jalannya resort tiap hari 1

PEGAWAI
Front Office
Pelaku  Kegiatan Utama Jumlah

Resepsionis dan  Menerima tamu dan memberikan informasi 0,5x2


Informasi shift
Reservasi dan  Menerima pemesanan kamar, memeriksa dan mendata barang 0,5x2
Pembayaran bawaan pengunjung, membuat tagihan dan menerima shift
pembayaran

Petugas Launge  Melayani kebutuhan pengunjung launge 2x1 shift


Bellboy  Mengantar dan membawa barang pengunjung 2x1 shift

Pegawai Tata Graha


Plaku Kegiatan Utama Jumlah

Claning service  Menjaga kebersihan dan keindahan area publik resort 2x1 shift

Hause K eeping  Menjaga kebersihan dan keindahan area hunian resort dan 4x1 shift
melayani kebutuhan tamu
Petugas Laundry  Mencuci, menyetrika, dan menyeiapkan 2x1 shift

Petugas Linen Menyediakan dan menjaga kebersihan tempat hunian 1x1 shift
Tukang kebun  Memelihara tanaman baik di luar maupun didalam bangunan 2x1 shift

Tukang masak  Membuat masakan untuk pesanan tamu dan karyawan 2x1 shift

Petugas  Mengambil barang-barang pesanan, mengangkut dan 2x1 shift


Penerima meletakan barang-barang yang datang untuk keperluan resort
Barang
Pegawai Restoran

K epala koki  Mengatur menu yang akan dimasak, serta menentukan menu 1 orang
dan mengatur pembagian tugas
Koki restoran  Memasak dan menyediakan makanan dan minuman bagi 2 orang
pengunjung
Asisten koki  Membantu koki restoran menyediakan makan serta mengajari 1 orang
tamu untuk memasak makanan kasa Sumbawa
Tukang cuci  Membersihkan peralatan makan dan minum 1x1 shift

Pramusaji  Mengantarkan makanan dan membersikan meja 4x1 shift

Kasir  Melayani pembayaran dari tamu 1x1 shift

Pegawai Pengelola
Offic boy dan  Melayani kebutuhan pengelola serta menjaga kebersihan 2 orang
Cleaning Service kantor
Petugas Utilitas
Petugas MEE  Melakukan perawatan dan perbaikan terhadap peralatan 1 orang
mekanikal
89

Petugas Jenset  Melakukan perawatan dan perbaikan terhadap genset serta 1 orang
memastikan ketersediaan sumber listrik
Petugas Pompa  Melakukan perawatan terhadap pompa dan tandon dan 1 orang
Air menjamin ketersedian pasokan air

Petugas Keamanan

Satpam  Menjaga keamanan resort 2x2 shift


Petugas Parki r  Mengatur kendaraan parkir 1 orang

Tenaga operasional lapangan

Pemandu tur  Memandu pengunjung (wisatawan) 4 orang

Karyawan pada  Melayani pengunjung dengan keahlian pijat urut tradisional 4 orang
fasilitas Massag Sumbawa
Roome
Karyawan  Melakukan penjagaan dan pengecekan terhadap kemungkinan 2x2 shift
Pengawasan terjadinya pengrusakan dan pencemaran lingkungan danau
Karyawan pada  Melayani penjualan barang-barang 2x2 shift
fasilitas toko  Memberikan pertolongan pertama medis

Bagian kesehatan  Merawat dan memberi pertolongan pertama pada kecelakaan 2x2 shift
(medical section pengunjung
Bagian  memberi pertolongan pertama pada kecelakaan pengunjung 2x2 shift
Keselamatan

[Link] Analisis Pola Kegiatan Pelaku


Pola kegiatan pelaku adalah analisis dari hasil identifikasi terhadap pelaku dan
kegiatan. Pola kegiatan pelaku tampak pada aktivitas yang dilakukan pelaku selama berada
di resort. Analisis pola kegiatan pelaku dibagi ke dalam berbagai aktivitas oleh pelaku
untuk memperjelas pengelompokkan kegiatan.
a. Pengunjung Penginapan

Pengunjung penginapan memiliki batasan kegiatan dari saat kedatangan hingga


kepulangan atau saat check in hingga check out. Kegiatan utamanya adalah menginap.
Selain menginap sebagai kegiatan pokok, terdapat kegiatan lain yang bersifat rekreasi,
relaksasi dan menghibur diri dengan tujuan membuat kondisi pikiran dan jasmani menjadi
segar. Berikut pola kegiatan yang dilakukan tamu cottage:
90

DATANG Parkir Resepsionis Kamar/resort


Dan Mengecek Barang
Bawaan

Makan 55&Cekli
Istirahat di Siang
4
cottage

Menikmati
suasana danau
Menikmati
Fasilitas umum:
Fasilitas Resort
Restoran dan mini
Bar

Menikmati Paket Wisata:


Aktivitas pemancingan
Fasilitas komersial: Toko
dayung sampan, kolam
Souvenir
renang

Gambar 4.22. Pola Kegiatan Pengunjung Penginapan

b. Pengunjung Rekreasi (Tidak Menginap)

Tamu yang tidak menginap atau disebut pengunjung adalah orang yang datang ke
resort untuk menggunakan fasilitas rekreasi dan fasilitas publik yang tersedia pada resort
tanpa melakukan aktivitas menginap.

Datang Observasi

Melakukan pengecekan
barang bawaan dan Loket
menunggu informasi

Ke Fasilitas Lain
Coffy Shop Pulang

Fasilitas Fasilitas Fasilitas


Komersial Konservasi Rekreasi

Gambar 4.23. Pola Kegiatan Pengunjung Rekreasi


91

c. Pengelola

Pengelola memiliki satu zona khusus untuk tempat beraktifitasnya. Pengelola pada
umunya memiliki pola kegiatan yang sama yang membedakannya adalah jenis pekerjaan
yang dilakukan. Adapun pola aktivitas pengelola sebagai berikut:

1. General Manager

Datang Pulang
Rapat

Mengawasi
Parkir Parkir
Ibadah

Menerima Tamu
Persiapan Istirahat

Gambar 4.24. Alur General Manager

2. Sekretaris Manager

Datang Pulang
Rapat

Parkir Menyimpan File Parkir

Ibadah

Persiapan Membuat Laporan Istirahat

Gambar 4.25. Alur Kegiatan Sekretaris Manager

3. Pegawai front office

Pegawai front office adalah orang yang bekerja di bagian front office. Terdapat 2
jenis pekerjaan yaitu resepsionis dan informasi, reservasi dan pembayaran. Berikut pola
aktivitas pegawai front office :
92

a) Resepsionis

Pulang
Datang

Menyimpan File Parkir

Parkir Ibadah Persiapan


Pulang
Memberi Informasi

Persiapan Menerima Tamu Istirahat

Gambar 4.26. Alur Kegiatan Resepsionis


b) Petugas Pemeriksa Barang

Datang Pulang

Parkir

Parkir Memeriksa Barang


Persiapan
Pulang
Ibadah

Persiapan Informasi
Istirahat

Gambar 4.27. Alur Kegiatan Petugas Pemeriksa Barang

c) Manager resort dan rekreasi

Datang Pulang

Rapat

Parkir Mengawasi Parkir

Ibadah

Koordinasi Memasarkan Istirahat

Gambar 4.28 Alur Kegiatan Manager Resort dan Rekresi

4. Pegawai Utilitas

Pegawai utilitas adalah orang yang datang untuk melakukan pengecekan dan
perawatan perbaikan sarana utilitas bangunan resort. Meliputi petugas mekanikal dan
petugas genset. Berikut kegiatan pegawai utilitas bangunan :
93

Datang Pulang
Rapat

Parkir Checking Persiapan


Pulang
Ibadah

Maintenance Istirahat
Koordinasi

Gambar 4.29 . Alur Kegiatan Engineer

5. Pegawai Fasilitas Konservasi

Datang Parkir Pegawai Persiapan Kerja

Istirahat Mengawasi dan


Menjaga lingkungan Ke toilet/ WC

Makan Minum Persiapan Pulang Pulang

Gambar 4.30 Alur Kegiatan Pegawai Fasilitas Konservasi

6. Pegawai Fasilitas Komersial

Datang Parkir Pegawai Persiapan Kerja

Istirahat Menjaga Fasilitas Komersial Ke toilet/ WC

Makan Minum Persiapan Pulang Pulang

Gambar 4.31. Alur Kegiatan Pegawai Komersil


94

7. Petugas Keamanan

Datang Parkir Pegawai Persiapan Kerja

Istirahat Menjaga Keamana Ke toilet/ WC

Makan Minum Persiapan Pulang Pulang

Gambar 4.32. Alur Kegiatan Petugas Keamanan


[Link] Analisis Kebutuhan Ruang

Berdasarkan pembagian pelaku pada analisis pelaku sehingga ditentukan 4 macam


pelaku yaitu pengunjung menginap, pengunjung tidak menginap, pengelola dan pegawai.
Sehingga pada pembagian area dibagi mengikuti kategori pelaku menjadi area hunian, area
pengunjung fasilitas rekreasi, area pengelola dan area servis. Sedangkan untuk mengetahui
banyaknya ruang kamar yang dibutuhkan dapat diketahui melalui perhitungan jumlah
pengunjung yang datang ke Kabupaten Sumbawa Barat, Perhitungannya adalah sebagai
berikut :

Tabel 4.13: Kunjungan Wisatawan yang Datang ke Kabupaten Sumbawa Barat

No Tahun Domestik Mancanegara Jumlah


1 2012 3.153 783 3.838
2 2013 3.384 984 4.368

3 2014 3. 723 1.083 4.806

Sumber : Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sumbawa Barat, 2015

 Presentase perubahan jumlah pengunjung per 2 tahun (2014-2012) adalah 4.806-


3.838= 968 (naik 7,4 % per 2 tahun)
 Kenaikan jumlah pengunjung tiap tahunnya adalah 3.7 %
 Perkiraan Pengunjung wisatawan pada tahun 2020 = (6x3.7%)+4806 : 12 = 489 orang
per bulan
 Jumlah kunjungan per hari adalah 489/30= 16 orang
Tabel 4.14 Analisis Kebutuhan Ruang
Fungsi AKTIFITAS KEB. RUANG DESKRIPSI
Duduk dan ngobrol sambil menunggu Tempat pengunjung mendaftarkan barang bawaan dan
Hall Cek Lis
pengecekan barang bawaan oleh petugas menerima informasi dari petugas
Ruang bagi pengunjung untuk melihat pameran dan karya seni
Melihahat pameran kerajinan warga sekitar Ruang pamer berupa objek 2 dimensi dan 3 dimensi dengan tema budaya
sekitar danau lebo
Ruang bagi pengunjung untuk melihat pameran dan
Konservasi Melihat pertunjukan budaya dan sekitar danau Open Stage
pertunjukan budaya sekitar dengan latar kawasan danau Lebo
Pemeliharaan terhadap sepesies burung Tempat untuk mengembangbiakan, karantiana dan melindungi
Balai Penangkaran
Melihat burung yang dilindungi burung yang dilindungi
Pemeliharaan terhadap ikan-ikan air tawar Tempat untuk melindungi dan mengembangbiakan ikan danau
Aquarium
Melihat koleksi ikan Lebo
Menjaga kualitas air lingkungan dan Greend Wather Tempat untuk memfilterisasi air lingkungan dan pencegahan
pemenuhan kebutuhan air bersih treatmen terhadap pencemaran air
Pendidikan Pembelajaran Waterfront school Tempat untuk mengetahui potensi sekitar danau Lebo

Pelatihan Green Hause Tempat pengunjung untuk berlatih memasak dan mengelola
tonyong dan ikan menjadi masakan Singang dan Pesal
Ruang Serbaguna Menyewa alat pancing dan perahu untuk belajar memancing
ala masyarakat setempat
Penelitian Laboratorium Tempat untuk mengetahui dan meneliti aspek pencemaran
lingkungan yang disebabkan dari kegiatan masyarakat
setempat
Fungsi Rekrasi

PELAKU AKTIFITAS KEB. RUANG DESKRIPSI


Datang Drop off Tempat pengunjung turun dari kendaraan menuju lobby.
Parkir kendaraan Parking area Tempat pengunjung memarkir kendaraan.
Tempat pengunjung “memesan tiket masuk” setelah turun dari
Pengunjung Membeli tiket masuk Loket/Resepsionis
kendaraan.
tidak menginap
Duduk dan ngobrol sambil menunggu Tempat pengunjung mendaftarkan barang bawaan dan
Hall Cek Lis
pengecekan barang bawaan oleh petugas menerima informasi dari petugas
Makan dan minum Restoran Tempat makan dan minum bagi pengunjung.

95
96

Ruang bagi pengunjung untuk melihat pameran dan karya seni


Melihahat pameran kerajinan warga sekitar Ruang pamer berupa objek 2 dimensi dan 3 dimensi dengan tema budaya
sekitar danau lebo

Melihat pertunjukan budaya dan sekitar Ruang bagi pengunjung untuk melihat pameran dan
Open Stage
danau pertunjukan budaya sekitar dengan latar kawasan danau Lebo
Tempat pengunjung untuk menikmati suasana danau sambil
Pemeliharaan kebugaran Sepeda dayung
bersepeda diatas air.
Berenang Kolam renang Area olah raga berenang yang ditempatkan outdoor.
Schluputure yang berada ditengah kolam tempat bermain
Perosotan Jump Schlupture
prosotan dan meloncat kedalam air kolam
Ruangan outdoor dengan area jogging track untuk pengunjung
Jogging jogging track
yang ingin beraktivitas jogging.

Bermain-main play ground Area play ground untuk tempat bermain anak-anak.

Tempat duduk yang diarahkan ke danau sambil melihat


duduk-duduk Gezebo
keaadaan sekitar

Tempat melihat koleksi ikan air tawar,dan belajar tentang


Belajar Green Hause
ekosistem danau

Kegiatan melihat kawasan danau Menara Pandang Tempat untuk melihat situasi sekeliling danau dari ketinggian

Kegitan untuk mencicipi dan mengetahui


Restaurand Tempat untuk menyedia masakan khas sumbawa
masakan khas Sumbawa
Tempat untuk menakap ikan
Kegiatan untuk menangkap ikan Spot Pemancingan
Kegiatan untuk memasak ikan tangkapan Tempat untuk memasak ikan tangkapan yang dilakukan
Dapur Umum
sendiri oleh wisatawan
Kegiatan menjelajah perairan danau dengan
Dermaga Tempat untuk memarkir dayung sampan
dayung sampan
Kegiatan untuk melihat koleksi burung Penangkaran Tempat melihat burung yang dilindungi
Tempat membeli souvenir atau oleh-oleh yang berada di
Membeli souvenir dan oleh-oleh Kios Sovenir
sekitar area resort.
97

KM/ WC dan Ruang Tempat pengunjung untuk membersihkan diri dan mengganti
Kegiatan lavatory untuk umum
Ganti pakaian.
Beribadah Musholla Tempat pengunjung untuk beribadah (sholat).
Tempat pengunjung membeli kebutuhan dan keperluan yang
Belanja Minimarket dibutuhkan.

Datang Drop off Tempat pengunjung turun dari kendaraan menuju lobby.
Parkir kendaraan Parking area Tempat pengunjung memarkir kendaraan.
Check in Lobby resepsionis Tempat pengunjung memesan kamar (check in) dan check out.
Duduk-duduk sambil menunggu pengecekan Tempat pengunjung mendaftarkan barang bawaan dan
Hall check lis
barang bawaan menerima informasi dari petugas
Duduk dan registrasi sambil menikmati Tempat pengunjung minum kopi dan menikmati hiburan yang
Coffee shop
hiburan disediakan oleh resort.
Menginap Kamar (cottage) Ruang bagi pengunjung untuk beristirahat.
Makan dan minum Restoran Tempat makan dan minum bagi pengunjung.
Ruang bagi pengunjung untuk mengadakan pertemuan atau
Seminar, pertemuan, dan kegiatan bisnis Ruang serba guna kegiatan dalam skala besar sehingga membutuhkan ruang yang
cukup luas.
Pengunjung Memancing Spot Pemancingan Tempat pengunjung untuk memancing didanau
menginap

Tempat pengunjung meminjam dan menyewa alat pancing


Meminjam alat pancing Plaza Pemancingan
yang buat terbuka menghadap danau
Perawatan kesehatan (relaksasi) Masaagge Room Ruangan indoor pengunjung untuk pijat dan urut.
Berenang Kolam renang Area olah raga berenang yang ditempatkan outdoor.

Jogging jogging track area outdoor yang memfasilitasi pengunjung berolah jogging.

Bermain-main Play ground Area play ground untuk tempat bermain anak-anak.
Tempat membeli souvenir atau oleh-oleh yang berada di
Membeli souvenir dan oleh-oleh Kios Sovenir
sekitar area resort.
Kegiatan lavatory KM/ WC Tempat pengunjung untuk membersihkan diri.
Beribadah Musholla Tempat pengunjung untuk beribadah (sholat).
98

Tempat pengunjung membeli kebutuhan dan keperluan yang


Belanja Minimarket
dibutuhkan.
Membuat laporan tentang kegiatan resort dan Ruang general
kawasannya manager
Ruang kerja general manager dan kawasan resort merupakan
General Ruang general area yang dipantau oleh general manager sesuai dengan job
Memantau pengelolaan tiap bagian dalam
manager manager & kawasan description.
kawasan resort dan fasilitas penunjangnya
resort
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Membuat laporan
Ruang sekretaris Ruang kerja sekretaris general manager
Sekretaris Menyusun jadwal harian general manager

Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.

Memantau kegiatan yang ada di resort dan


mengkoordinasikan bawahannya

Manager Resort Ruang manager Ruang kerja manager Penginapan.


Memeriksa laporan tiap seksi yang ada di
dan Rekreasi bawahnya
Melaporkan kegiatan resort kepada atasan
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.

Mengkoordinasikan staff dan memantau


pekerjaan yang dilaksanakan
Ruang asisten
Ruang kerja asisten manager service.
manager service
Asisten Melaksanakan tugas sesuai job description
manager service
Membuat laporan sesuai dengan tanggung
jawabnya

Rapat
Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.

Staff service Merapikan kamar penginapan Kamar penginapan Ruang bagi pengunjung untuk beristirahat.
99

Tempat penyimpanan barang-barang kebutuhan pengunjung


Melayani kebutuhan pengunjung Ruang house keeping
yang berhubungan dengan akomodasi.

Membersihkan ruangan dan sirkulasi Semua ruang Seluruh ruang yang berada di kawasan resort.

Ruang asisten
Bertanggung jawab atas keamanan resort
manager security Ruang kerja asisten manager security.
Asisten
Melaksanakan tugas sesuai dengan job Ruang staff kawasan
manager description resort
security
Rapai intern dengan anggota security Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.

Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan job


Ruang staff security Ruang kerja staff security.
description
Staff security Lingkungan dan Lingkungan dan kawasan resort yang wajib dijaga
Menjaga keamanan di kawasan sekitar resort
kawasan resort keamanannya.
Rapat intern Ruang rapat/ staff Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.

Bertanggung jawab atas pelayanan dan servis


kepada para pengunjung Ruang manager front
Asisten Ruang kerja manager front office.
manager front office
office Melaksanakan tugas sesuai dengan job
description
Rapat dengan staff front office Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Front office/
Menjaga lobby Tempat dimana pengunjung dapat bertanya mengenai resort
resepsionis
kepada staff front office.
Staff front Menyambut pengunjung Lobby
office
Melayani pemesanan dan pembayaran jasa
Ruang staff front Tempat pengunjung memesan dan melakukan pembayaran
kamar
office jasa kamar.

Manager Mengkoordinasi bawahannya Ruang manager Ruang kerja manager keuangan dan administrasi.
100

keuangan dan keuangan dan


administrasi Membuat laporan tentang administrasi dan administrasi
keuangan kepada atasan

Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.

Menyusun laporan keuangan Ruang asisten/ ruang


Asisten staff Ruang kerja asisten keuangan.
keuangan keuangan
Mengatur keuangan
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Menyusun administrasi

Melakukan kegiatan surat-menyurat Ruang asisten


Ruang kerja asisten administrasi.
Asisten administrasi/ ruang
administrasi staff
Menyusun arsip yang masuk maupun yang
keluar
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Ruang manager
Menerima pengaduan Ruang kerja manager humas.
humas
Manager
Humas dan Ruang rapat dan luar Tempat manager humas melakukan promosi dan presentasi
Personalia Mengadakan promosi dan presentasi
lingkup hotel mengenai resort.
Mengatur jalannya tugas-tugas pegawai Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Melaksanakan sesuai dengan tugas dan job
Ruang staff humas Ruang kerja staff humas.
description
Rapat intern bagian humas Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Mendesain fasilitas hiburan Café/ restoran
Staff humas
Memberi informasi dan fasilitas hiburan yang
Café/ hall Tempat pengunjung menikmati hiburan dan fasilitas café/
baru
restoran yang disediakan pengelola resort.
Mengadakan acara khusus (hiburan) Café dan restoran
101

Mengawasi kegiatan para staff dan asisten


tentang kegiatan perlindungan dan pelestarian
lingkungan Ruang manager
Ruang kerja manager konservasi.
konservasi
Manager Membuat laporan tentang kegiatan konservasi
Konservasi kepada atasan
Mengawasi dan mengkoordinasi kegiatan Tempat mengkordinasikan keperluan dan kebutuhan resort
Ruang Staf
staff bagian konservasi meneganai konservasi.
Rapat intern Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Melaksanakan tugas sesuai dengan job Ruang asisten
Ruang kerja asisten manager gudang.
description manager gudang
Asisten
manager Mengawasi dan mengkoordinasi kegiatan
Ruang Staff Tempat mengkordinir keperluan dan kebutuhan resort.
konservasi staff bagian konservasi
Rapat intern Ruang staff Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Melaksanakan kegiatan perlindungan dan
pengawasan terhadap barang bawaan Ruang Pemeriksaan Diletakkan pada bangunan untama atau tempat pintu masuk
pengunjung
Menjaga Flora fauna yang dilindungi Balai Penangkaran Tempat penangkaran burung yang hampir funa

Staff Tempat melakukan pengawasan dan pengecekan kualitas


Meneliti kualitas lingkungan danau Laboratorium
Konservasi lingkungan
Membuat laporan perkembangan lingkungan
Ruang staff Tempat membuat laporan
danau
Tempat memfilterisasi air danau untuk keperluan air bersih
Mengelola sumber air Green Wather Tank
dan melindungi air kawasan terhadap pencemaran limbah
Mengawasi segala kegiatan yang ada di
restoran dan coffeeshop

Manager Melakukan koordinasi dengan bawahannya Ruang manager


Ruang kerja manager restoran dan coffeeshop.
restoran dan restoran dan
coffeshop coffeeshop
Melakukan kerjasama dengan pihak resort
untuk melayani kebutuhan pengunjung
102

Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Mengawasi kegiatan yang berada di dalam
Asisten restoran Ruang asisten
Ruang kerja asisten manager restoran.
manager Mengkoordinir para pekerja yang ada di manager
restoran restoran
Rapat intern Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.

Menyediakan makanan/ minuman Ruang masak/ dapur


Ruang persiapan makanan/ minuman yang akan dihidangkan
Ruang koki/ ruang ke pengunjung.
Meramu makanan untuk disajikan
masak
Pasar/super
Belanja kebutuhan dapur Tempat berbelanja kebutuhan dapur.
market/agen
Supervisor dan
staff restoran Menyediakan dan mengatur pengeluaran Ruang bakery and
Ruang pengaturan keluar-masuknya makanan kering.
makanan kering pantry

Mengontrol makanan dan minuman Ruang F&B control Ruang control makanan dan minuman.

Membersihkan dan merapikan ruang makan Ruang makan Ruang makan pengunjung.

Mengawasi pekerjaan yang ada di coffeeshop


Asisten Ruang asisten
Ruang kerja asisten manager coffeeshop.
manager manager
coffeeshop Mengkoordinir para supervisor dan staff

Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Melaksanakan tugas sesuai dengan job
Ruang staff Ruang kerja supervisor dan staff coffeeshop.
description

Supervisor dan Melayani pengunjung yang datang Ruang makan Ruang makan pengunjung.
staff coffeeshop
Menyediakan dan melayani fasilitas minum Coffee shop Ruang bagi pengunjung untuk menikmati kopi.

Rapat intern Ruang staff Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
103

Membuat laporan untuk atasan tentang


kegiatan yang memenuhi fungsi tersier yang
Ruang manager Ruang kerja manager oprasional dan teknisi fasilitas
ada di kawasan resort dan fasilitas
oprasional dan teknik pelengkap.
pelengkapnya
Manager
Mengawasi berjalannya resort
Oprasional dan
Teknik
Membuat usulan fasilitas yang perlu Lingkungan sarana
Area lingkungan sarana dan fasilitas bagi pengunjung resort.
ditambah dan fasilitas teknis

Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Mengawasi pekerjaan yang ada di bagian
Asisten oprasional dan teknisi Ruang asisten
manager Ruang kerja asisten manager teknis
manager
Oprasional dan Mengkoordinir para supervisor dan staff
Teknik
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.

Melaksanakan tugas sesuai dengan job


Ruang staff Ruang kerja supervisor dan staff.
description

Supervisor dan Ruang indoor/ outdoor untuk menunjang sarana dan fasilitas
staff Memperbaiki fasilitas yang rusak Bengkel
rekreasi bagi pengunjung resort.

Rapat intern Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.

Mengawasi pekerjaan yang ada di kawasan Playground, plaza Ruang outdoor sebagai tempat bersantai pengunjung dan
ruang luar resort dan fasilitas pelengkapnya dan taman bermain anak-anak.
Asisten manger
garden dan
fasilitas Ruang manager
Mengkoordinir para supervisor dan staff Ruang kerja asisten manager garden dan fasilitas.
garden&fasilitas
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Supervisor dan Melaksanakan tugas sesuai dengan job
Ruang staff, Ruang kerja supervisor dan staff.
staff description
104

Playground
Melakukan pengecekan tempat bermain anak Tempat bermain anak-anak.

Mengatur berjalannya fasilitas yang berada Plaza


Ruang outdoor sebagai tempat bersantai pengunjung
di ruang luar
Menerima pemasukan dan pengeluaran
Gudang Ruang untuk penyimpanan barang masuk dan rusak
barang-barang
Menyimpan barang-barang yang tidak Ruang general
Tempat penyimpanan barang-barang yang tidak terpakai.
terpakai storage

Memperbaiki alat-alat yang rusak Ruang perbaikan Tempat memperbaiki alat-alat yang rusak.

Memompa untuk air bersih dan sebagainya Ruang pompa Tempat alat pompa air bersih.
Staff Teknisi
Mengontrol kemampuan mesin yang ada Ruang tranformer Tempat kontrol mesin.
Mengatur penggunaan listrik Ruang genset Tempat pengaturan listrik.
Mengatur mesin AC yang digunakan Ruang boiler Tempat pengaturan AC.
Bagian Menjaga keamanan sekitar
keamanan Patroli dan koordinasi dengan dengan pos Pos Pengawasan Tempat penjagaan linkungan resort
(satpam keamanan lain
105

[Link] Analisa dan sintesa kuantitatif ruang

a. Ruang Hunian
Menurut sekretarsi dinas pariwisata, bahwa tiap bulan wisatan yang menginap
mencapai 25% dari total kunjungan tiap tahunnya, sedangkan menurut salah satu petugas
hotel di Taliwang yang menginap terdiri dari 55%nya per orangan dan 45% nya lagi keluarga
berkisar 3-4 orang.
489 orang x 25 % = 122.25 ≈ 122 orang yang menginap per bulan

122 orang x 45 % = 54,9


4 orang/kamar 4 orang/kamar
=13,725 kamar ≈ 14 kamar

122 orang x 55 % = 67,1


2 orang/kamar 2 orang/kamar
= 33,55 kamar ≈ 34 kamar

Tabel 4.15 : Besaran Ruang Cottage


Kebutuhan Ruang Kapasitas Standart KxS Sumber
(m2)
Deluxe Cottage 34 Teras 2 orang 0,65 m2 / orang 1,3 m2 NAD
Unit
R. Keluarga 2orang 1,5 m2/ orang 3 m2 ASS
[Link] 2orang 1,2 m2 / bed dan 2x2 3 m2 ASS
Kasur 2x (1,2×2) dan
1x(2x2)m 8,4 m2
Pantri 1x(0,7x0,6 m) 0,42 m2 ASS
Kulkas 1x(1,2 x 1,6 m) 1,92 m2

Kamar mandi 1 unit WC (3 m2), wastafel 4,5 m2 x 1 = NAD


(1,5 m2)1 x (0,6 x 0,6) 4,5 m2
m 0,36 m2
Total+sirkulasi 20% dari luas 21,90+(20%x21,90)=26,28 m2

Total 34 Cottage 34x26,28= 893,52 m2

Suite Cottage R. Keluarga 4 orang 0,65 m2 / orang 2,6 m2 NAD


13 Unit
Teras 4 orang 1,5 m2/ orang 6 m2 ASS
[Link] 4 orang 1,2 m2 / bed dan 2x2 6 m2 ASS
Kasur 4x (1,2×2) dan 16,8 m2
1x(2x2)m
Dapur: 1x(0,7x0,6 m)1 x (0,6 x 0,42 m2 ASS
Kompor 0,6) m 1,92 m2
Kulkas
Kamar mandi WC (3 m2), wastafel 4,5 m2 x 1 = NAD
(1,5 m2)1 x (0,6 x 0,6) 4,5 m2
m 0,36 m2
Total + sirkulasi 20% dari luas 38,60+(20%x38,60)= 46,32 m2

Total 13 Cottage 12x46,32= 602,16 m2


106

Taman 20% total hunian 20%x(946,08 m2+555,84 m2) = 300,38m2

Ruang Kapasitas Standart KxS Sumber


Staff penginapan R. tidur 2 orang 1,5 m2 / orang 3m 2
ASS
Bed 2 (1,25×2) 5 m2 5 m2 ASS
Lemari 2 1,5 m2 3 m2 ASS
Toilet / wc 3 m2 3 m2 ASS
Sirkulasi 30%
Luas 18,2 m2

b. Ruang Penerima dan Pengelola


Tabel 4.16 : Besaran Ruang Penerima dan pengelola
Jenis Ruang Kapasitas Besaran Ruang Sumber
Standar KxS
Lobby 16 orang 1,6 m2 / orang+ 1,6 m2x 16 = 25.6 m2+30%= 41,6 NAD
Sirkulasi 30% 15 % x 32 m2=14.4m2
Resepsionis 3 orang 15% lobby 2x0,88+0,625=2,385 m2 NAD
R Informasi 2 orang 0.88 m2/orang + 4,46 m2 x 2 = 8,92 m2 NAD
prabot 4,46 m2 x 2 = 8,92 m2
Ruang Ceklish Ruang 2 orang 4,46 m2 / orang 10 m2 x 1 = 10 m2 NAD
operator 2 orang 4,46 m2 / orang 4,46 m2 x 1= 4,46 m2 NAD
R. Manajer utama 1 orang 10 m2 / orang 4,46 m2 x 1= 4,46 m2 NAD
R. Sekretaris 1 orang 4,46 m2 / orang NAD
R. Manajer F.O (front 1 orang 4,46 m2 / orang 4,46 m2 x 1= 4,46 m2 NAD
office)
R. manajer Resort 1 orang 4,46 m2 / orang 4,46 m2 x 1 = 4,46 m2
R. maneger Keuangan 4,46 m2 x 1 = 4,46 m2 NAD
R. Maneger Humas 1 orang 4,46 m2 / orang 4,46 m2 x 1 = 4,46 m2
R. Konservasi 1 orang 4,46 m2 / orang 4,46 m2 x 1= 4,46 m2 NAD
R. Manajer Oprasional 1 orang 4,46 m2 / orang 4,46 m2 x 1= 4,46 m2 NAD
dan Teknik 1 orang 4,46 m2 / orang NAD
R. Staf engineering 1 orang 4,46 m2 / orang 4,46 m2 x 2= 8,92 m2 NAD
R. Restoran 4,46 m2 x 2= 8,92 m2 NAD
[Link] 1 orang 4,46 m2 / orang 4,46 m2 x 1= 4,46 m2
R. Tamu 2 orang 4,46 m2 / orang 48 m2 NAD
R. Rapat 1 orang 4,46 m2 / orang 48 m2 NAD
Pantry 30 orang 1.6 m2/orang NAD
Toilet 20 orang 2,4 m2 / orang 5,5 m2 x 6 = 33 m2 ASS
2
Pria = 3 Urinoir (1 m ), NAD
orang WC (3 m2), wastafel ASS
Wanita =3org (1,5 m2) NAD

Total + Sirkulasi (20% dari luas) 266.00 m2+(20% x 266 ) = 319,20 m2

c. Ruang Penunjang Wisata


Tabel 4.17 : Besaran Ruang Penunjang Wisata
Ruang Kapasitas Besaran Ruang Sumber
Standar KxS
Toko Cinderamata
- Ruang Sovenir 16 orang 2 m2 / orang 2 m2 x 16 = 32m2 NAD
- Kasir 1 orang 1,5 m2 / orang 1,5 m2 ASS
107

Total + Sirkulasi (20% dari luas) 41,5 + (20% x 41,5) = 49.8 m2


Massage Room
-Ruang Pemijatan 5 orang 1.3 m2/orang 1,3 m2 x 5 =6,5 m2 NAD
-Ruang Antrian 16 orang 1.3 m2/orang 1,3 m2 x 16 = 20.8 m2
-Ruang ganti + Toilet Pria = 3 Urinoir (1 m2), 5,5 m2 x 6 = 33 m2
orang WC (3 m2), wastafel (1,5
Wanita = 3 m2)
orang
Total + Sirkulsi (20 % dari luas) 65,5 + (20% x 65,5) = 78.6 m2
Ruang Serba Guna 50 orang 1.6 m2/orang 1,6 m2 x 50 = 80 m2
-Gudang 3 orang 1.3 m2/orang 1,3 m2 x 3= 3,9m2
-Toilet Pria = 3 Urinoir (1 m2), 5,5 m2 x 6 = 33 m2
orang WC (3 m2), wastafel NAD
Wanita = 3 (1,5m2)
org
Total + Sirkulsi (20 % dari luas) 116,9 + (20% x116,9) = 140.28 m2
Restaurant
Ruang makan 84 orang 1,3 m2 /orang 1,3 m2 x 84 = 109,2 m2 NAD
Kasir 1 orang 2 m2 /orang 2 m2 ASS
Dapur 4 orang 15 % Ruang makan 15 % x 109,2m2 = 16,38 m2 NAD
a. ruang memasak 3 orang 1.3 m2/orang 15 % x 16,38 m2= 2, 45 m2 NAD
b. ruang persiapan 2 orang 20 % luas dapur 2 x 1,3 m2=2,6 m2 ASS
c. ruang penyimpanan 2 orang 20% x 16,38=3,27 ASS
bahan makanan
- Ruang servis
- Toilet 2 orang
Pria = 3 Urinoir (1 m2), 4,5 m2 x 6 = 27 m2 NAD
orang WC (3 m2), wastafel (1,5
Wanita = 3 m2)
org
Total + Sirkulasi (20% dari luas) 162,9 +(20% x162.9)= 195.48 m2
Ruang medis (klinik)
Ruang tunggu 4 orang 0,65 m2 / orang 0,65 m2 x 4 = 2,6 m2 ASS
Ruang perawatan 2 orang 3 m2 / orang 3 m2 x 2 = 6 m2 ASS
Ruang obat 2 orang 1,5 m2 / orang 1,5 m2 x 2 = 3 m2 ASS
Total + Sirkulasi (20% dari luas) 11,6 +(20% x 11,6) = 13,92 m2
Bengkel Peralatan
Ruang kerja 4 unit 1.6 m2/orang 4 x 1, 6m2 = 6,4 m2 ASS
( 4 orang )
Pantry 2 orang 1.3 m2/orang 3 m x 3 m = 9 m2
Kamar mandi 1 unit Urinoir (1 m2), 1,5 m x 1 m = 1,5 m2 ASS
WC (3 m2), wastafel ASS
(1,5m2)
Total + Sirkulasi (20% dari luas) 16.9 + ( 20 % x 16,9 ) = 20.8 m2

Kios Sovenir 7 Kios 2.25 m2 / orang 2.25 m2 x 7 = 15,75 m2 ASS


2 2 2
Musholla 50 orang 1,2 m /orang 1,2 m x 50 = 60 m ASS
Kolam renang 50 orang/unit 3,5 m2 /orang 3,5 m2 x = 175 m2 NAD
Ruang bilas 6 orang/unit 2,52m2/orang 30,24 m2 NAD
Gazebo 6 m2/ Unit 6m2 x 18 = 108m2 ASS
Pos keamanan 18 unit 4 m2/ Unit 4 x 6 m2 =24 m2 ASS
108

Play Ground 1 unit 225 m2/unit 1x 225 m2= 225 m2 ASS


Joging Track 1unit Lebar 1,6 m 1,6 m x panjang lintasan yang ASS
memungkinkan
Schelupture ASS
Open Stage 100 orang 1,5 m2 1,5 x 100 = 150 m2 ASS
Menara Pandang 5 orang 1,5 m2 5 x 1,5m2 = 7,5 m2 ASS
Green Hause 4 unit 16 m2 /unit 4 x 16 m2=64 m2 ASS
Laboratorium Konservasi 10 orang 9m2/orang 10 x 9 m2=90 m2 NAD
Balai Penangkaran 10 orang 9m2/orang 10 x 9 m2=90 m2 NAD
Ruang Pamer 50 0.88 m2/orang 50 x 0,88 m2+ prabot 0,625 = NAD
44,625 m2
Total + Sirkulasi (20% dari luas) 994,115 +(20% x 994,115 ) = 1192,937 m2

d. Ruang Servis ( Pelayanan )


Tabel 4.18 : Besaran Ruang Servis ( Pelayanan )
Jenis Ruang Kebutuhan Besaran Ruang Sumber
Standar Total
Housekeeping
- Ruang kebersihan 4 orang 3,5 x 3 m 10,5 m2 ASS
umum
- Ruang laundry 4 orang 0,63 m2 /kamar 0,63 m2 x 256 = 161,28 m2 NAD

- Ruang peralatan 4 orang 2 x2 m 4 m2 ASS


kebersihan
- Gudang 1 unit 0,9 m2/ kamar 0,9 m2 x 256 = 230,4 m2 NAD
perlengkapan
Total + Sirkulasi (20% dari luas) 406,18 + (20% x 406,18) = 487,416m2
Dapur utama
- Ruang 1 unit 2x 3 m 6m2 ASS
penyimpanan
bahan makanan
- R. persiapan
- R. memasak 2 orang 1,5 m2 /orang 1,5m2 x 2 = 3m2 ASS
- Ruang saji 3 orang 1,5 m2 /orang 1,5 m2 x 3 = 4,5 m2 ASS
2orang 1,5 m2 /orang 1,5 m2 x 2 = 3 m2 ASS
Total + Sirkulasi (20% dari luas) 16,5 + (20% x 16,5) = 19,8 m2
Loading dock 1 truk 8,6 x 2,4 m 20,64 m2 NAD
2
Gudang peralatan 1 unit 2x2m 4m ASS
2 2
Ruang genzet 2 generator 2,5 x 4 m 10 m x 2 = 20 m ASS

Ruang panel 0,14 m2 /kamar 0,14 m2 x 256 = 36 m2 NAD


Telepon
Ruang Control 3x4m 12 m2 ASS
Ruang pompa 5x6m 30 m2 ASS

Total + Sirkulasi (20% dari luas) 122,64 + ( 20% x 122,64 ) = 147,17m2


109

e. Ruang Ibadah

Tabel 4.19 : Besaran Ruang Ibadah


Ruang sembayang 30 1,5 m2 / orang 45 m2 ASS
Tempat wudhu Wanita 4 Orang 1,5 m2 / orang 6 m2 ASS
Pria 4 Orang 1,5 m2 / orang 6 m2
KM/ Toilet Wanita (2 unit, 1 westafel) 1,6 m/ unit 3,8 m2 ASS
Pria ( 2 unit, 1 wetafel, 2
urinoir) 5,6 m2
TOTAL 66,4 m2

f. Ruang Luar
Tabel 4.20 : Besaran Ruang Luar
Jenis Ruang Kebutuhan Besaran Ruang Sumber
Standar Total
Area parkir Mobil = 40 2,5 x 5 m 12,5 m x 40 = 500 m2
2
NAD
pengunjung Motor = 70 0,7 x 2 m 1,4 m2 x 70 = 98 m2
Mini bus = 4 3x7m 21 m2 x 4 = 84 m2
Area parkir Mobil = 9 2,5 x 5 m 12,5 m2 x 9 = 112,5 m2 NAD
pengelola Motor = 43 0,7 x 2 m 1,4 m2 x 43 = 60,2 m2

Sirkulasi parkir 30% dari luas 854,7 m2 x30%=256,41 m2 ASS

Total 1111.11m2

Keterangan
ASS: Asumsi Skripsi
NAD: Neuferd Analisis Desain
110

4.5 Analisis Pola Penataan Ruang dan Massa pada Tapak Perancangan
Tujuan mengharmoniskan hubungan antara budaya dan alam dan memanfaatkan
potensi dan sumber daya lingkungan sekitar untuk mengatasi setiap persoalan desain
secara berkelanjutan
4.5.1 Analisis Tapak
[Link] Eksisting Tapak

Batas seblah utara


rumah warga

1
2

3 4
5
8
6
9
7

Batas selatan tapak


pos BKSDA

1. Padang rumput air, 2. Kebun kelapa, 3. Bangunan pengelola dan perikanan, 4. Playground, [Link] wisata air

6. Tempat parkir, 7 Gazebo, 8. Rumah penjaga, 9. Bukit

Gambar 4.33 Kondisi Eksisting


111

[Link] Aksebilitas
Kereteria akses ke dalam tapak
1. Dapat dengan mudah dicapai dengan kendaraan umum
2. Pencapaian ke hall penerima dapat memudahkan ke fasilitas wisata lainnya
3. Pencapaian kedalam tapak dapat dengan mudah dan cepat
4. Memudahkan sirkulasi kendaraan dengan memisahkan pintu masuk dan keluar

2
Desa Budaya

Paralayang
Pasar Ikan trasional

Tapak

Terminal
SPBU
Pasar
Rumah sakit
Jalan utama yang
menghubungkan Pulau Lombok
dan Pulau Sumbawa melalui
Pusat Kota pelabuhan Poto Tano dan
menuju ke pusat kota

2. Jalur dari arah Lombok melalui 1. Jalur dari arah ibu kota
pelabuhan Poto Tano Taliwang

Gambar 4.34 Pencapaian Menuju Lokasi Perencanaan

Analisa
Pencapaian yang di gunakan dalam perancangan analisa alternatif di resort ini adalah
menggunakan pencapaian langsung. Hal ini karenakan lokasi tapak berada di tengah
112

fasilitas umum lainnya melalui satu jalur utama, sehingga dapat memudahkan pengunjung
dalam memasuki area fasilitas akomodasi resort tersebut.
Tanggapan

Pencapaian ke dalam
Tapak Dengan One
Gate Sistem

Gambar 4.35 Tanggapan Pencapaian ke Dalam Tapak

[Link] Sirkulasi dalam Tapak


a. Kriteria
1. Keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki
2. Kemudahan pencapaian ke fasilitas lainnya
3. Kebebasan ruang gerak pengunjung
113

b. Kondisi sirkulasi dalam tapak

1 1
2

2
5

4 5

1. Pintu masuk petugas perikanan, 2. Pintu masuk parkir pengunjung, 3. Pintu masuk
pengunjung, dan nelayan, 4. Pintu masuk pengunjung, pemancing, penjaga kawasan
5. Pintu masuk nelayan

Jalur pengunjung kolam sepeda air


Jalur pemancing dan nelayan
Jalur petugas perikanan
Jalur sampan
Jalur penjaga apak dan nelayan

Gambar 4.36 Sirkulasi Dalam Tapak


114

Tanggapan

Arah putar
Linier balik

1Arah
terpusat

Jalur pengunjung ke
sisi utara

Jalur pengunjung
rekreasi
Jalur keluar
masuk area servis
loading dock Sirkulasi sekunder
untuk jalur joging
track

Jalur keluar
masuk utama

Jalur keluar masuk


kendaraan
pengunjung

Jalur keluar
masuk nelayan

Gambar 4.37 Rekumendasi Sirkulasi Dalam Tapak


115

Setelah menentukan perencanaan aksesbilitas dan sirkulasi di dalam tapak, tahap


selanjutnya yaitu penentuan zonasi lahan parkir. Dimana lahan parkir pada tapak
perencanaan ini di gunakan oleh 4 tipe pengguna yang beraktifitas di dalamnya yaitu :
a. Pengunjung yang menginap
b. Pengunjung rekreasi
c. Nelayan setempat
d. Staff dan karyawan
Pada perencanaan parkir, untuk pengunjung yang menginap diberikan lahan parkir
terpusat. Disediakan lahan parkir untuk staff, karyawan dan membedakan lahan parkir
untuk pengunjung yang datang sekedar menikmati fasilitas rekreasi, namun juga dapat di
gunakan untuk tamu yang mengunjungi pengunjung menginap pada resort ini.

: Parkir kendaraan penghuni

: Parkir kendaraan Tamu

: Parkir kendaraan staff dan karyawan

: Parkir kendaraan nelayan termasuk


petugas BKSDA

Gambar 4.38 Analisi Zona Parkir


116

[Link] View Kedalam dan Keluar Tapak

a. Bagian Utara

1. Deretan pohon kelapa dilihat dri arah jalan raya, 2. Pohon kelapa dilihat dari dalam tapak
Gambar 4.39 View Kedalam Tapak Sebelah Utara

1. Rumah penduduk, 2. Rumah penduduk dan kos, 3. Kearah bukit cerme, 4. Kearah bukit Sampar
Gambar 4.40 View Ke Luar Tapak Sebelah Utara
b. Bagian Tengah

1. Pos Perikanan 2. Tempat Parkir, 3. Gazebo, 4. Playgrond area, 5. Kolam Pemancingan

Gamabar 4.41 View Kedalam Tapak Bagian Tengah


117

[Link]-kosan, 2. SMK Perhotelan, 3. Pertikungan Jalan, 4. Bukit, 5. Perairan Danau, 6. Bukit

Gambar 4.42 View Keluar Tapak Bagian Tengah

c. Bagian Selatan

Gambar 4.43 View ke Dalam Tapak Yang Didominasi Semak


118

Gambar 4.44 View Keluar Tapak Yang Didominasi Kawasan Perairan dan Perbukitan
Tanggapan

Pandangan keluar tapak Pandangan kedalam tapak

Gambar 4.45 Tanggapan Potensi Arah Pandang Pada Tapak


119

[Link] Topografi
Keadaan tanah pada tapak perencanaan ini adalah didominasi oleh kontur miring
dan datar pada tepian pesisir danau dan bukit. Tanah di tapak pada sisi paling barat dan
sekitar bukit merupakan tanah keras dan berbatu. Sedangakan tanah tepian danau
merupakan tanah berlumpur.

1
Bukit dalam tapak, dengan
1
ketinggian 5 meter

Bukit dalam tapak, dengan


2 ketinggian 13 meter
Bukit luar tapak
3

3 2

Kondisi diatas bukit, tidak terlalu curam dan bagian puncak datar namun dipenuhi
pepohonan dan semak.

Gambar 4.46 Kondisi Topografi Tapak


Tanggapan:
Sisitem penataan massa bangunan dibuat menyebar mengingat kondisi lahan yang
mamanjang sepanjang jalan dan berada ditepi danau. Selain itu perlu ada gali-urug untuk
penyesuaian perletakan bangunan.
120

Pada daerah bukit utara yang masih landai


Massa bangunan yang
dan tidak terlalu tinggi view danau yang disusun linier
bagus direncanakna dibuat fasilitas untuk
kegiatan budaya

Pembuatan fasilitas untuk


kegiatan melihat sekeliling
danau dari ketinggian

Gambar 4.47 Tanggapan Terhadap Tofografi


[Link] Analisis Area Dasar Hajau
Kriteria
a. Adanya ruang terbuka hijau publik minimal 20% dari luas total kawasan.
b. Mengidentifikasi kondisi ruang terbuka hijau publik dari kondisi awal beserta
rencana peningkatannya.

Ruang terbuka hijau privat


berupa kebun kelapa yang hanya
bisa dimanfaatkan untuk
kalangan tertentu

Ruang terbuka hijau publik


berupa tempat parkir dan gazebo Ruang terbuka hijau
privat berupa kebun
cabai dan jati yang
dimanfaatkan oleh
kalangan tertentu, seperti
pengelola kebun, petugas
pemerintah, dan orang
yang berkepentingan
khusus untuk kegiatan
penelitian
Ruang terbuka hijau
alami yang masih
ditumbuhi semak

Gambar 4.48 Kondisi Area Dasar Hajau Pada Tapak


121

Ruang terbuka hijau publik kurang dari 20% dari total luas kawasan sehingga perlu
penambahan area terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan publik. Tapak dengan
luas 10 ha merupakan 90%nya ruang terbuka hijau softscape dan sisanya hardscape
berupa tempat parkir yang dipaving. Sehingga bisa dilakukan penambahan pelataran yang
diperkeras (hardscape) sebagai tempat melakukan berbagai aktivitas seperti tempat pejalan
kaki dan jogging track.

Ruang privat untuk kegiatan yang mendukung fasilitas


yang bersifat privasi seperti tampat hunian

Penambahan ruang terbuka hijau publik


berupa Open Stage untuk kegiantan
budaya. Ruang semi privat berupa
kegiatan minat khusus
seperti area menara pandang,
dan kegiatan konservasi

Ruang parkir terbuka yang


diperuntukkan untuk umum

Rencana perkerasan untuk kegitan berjalan, dan


sebagai penghubung antar fasilitas
Gambar 4.49 Rekumendasi Ruang Terbuka Publik Untuk Kegiatan Budaya

[Link] Vegetasi
Pemanfaatan vegetasi dan prabot taman yang disesuaikan dengan kriteria rekreasi,
interaksi dan istirahat, lansekap arsitektur hijau, sebagai pengendali iklim mikro serta
penataan prabot taman sebagi penunjang fungsi tapak.
Tolak Ukur
1. Pertahankan minimal 20% pohon (dewasa/besar) yang ada dalam kawasan
2. Penanaman minimal 10 anakan pohon/pohon muda, untuk setiap pohon di dalam
kawasan yang tumbang.
122

1 2

5
6
10
7
8

9
11

15 14 12
13

1 2 3 4

5 6 7 8

9 10 11 12 13

1. Pohon kelapa 2. Padang rumput 3. Semak air


4. Semak 5. Kebun kelapa 6. Pohon asam 7. Semak air
8. Pohon pisang 9. Pohon jati 10. Pohon asam
14 15 11. Pohon beringin 12. Semak 13. Semak 14. Pohon
beringin 15. Pohon beringin

Gambar 4.50 Jenis Vegetasi Sekitar Tapak


123

Vegetasi Perairan Danau

a
d

e
b

Persebaran gulma penggangu Persebaran tanaman air


a. Rumput Air; b. Granggeng; c. Apu-Apu; d. Eceng Gondok; d Tonyong:
Gambar 4.51 Persebaran Vegetasai Diperairan Danau
Tanggapan:

Vegetasi yang dipertahankan berupa pohon


kelapa. Dijadikan sebagai baffer

Pohon asam dan beringin


dapat dipertahankan dijadikan
sebagai peneduh

Hamparan tonyong di konsep


sebagai view botanikal garden

Gambar 4.52 Tanggapan Terhadap Potensi Vegetasai Sekitar Tapak


124

Area yang ditumbuhi rumput air, yang berpotensi untuk


diolah kembali sebagai penutup atap

Area yang ditumbuhi semak penggangu, akan


dilakukan kegiatan pembersihan dan penambahan
vegetasi untuk pelindung dari sinar matahari dan
pengarah

Rencana penanaman
kembali vegetasi untuk
menggati semak yang
dianggap menggangu

Area semak yang dibersihkan diganti


dengan green house untuk aktifitas
perlindungan burung yang bersarang
disemak tersebut

Rencana perlindungan fauna atau


rencana untuk meningkatkan
keragaman fauna lokal untuk mengganti
semak yang dibersihkan. Agar
ekosistem burung tidak terganggu

Wetland, Tom Mossel


Sumber: Smart Architecture

Gambar 4.53 Tanggapan Terhadap Pengelolaan Vegetasi Dalam Tapak


125

Tabel 4.21 Vegetasi Yang Diperlukan Dalam Tapak

No. Fungsi Tanaman Penempatan pada Site Jenis Tanaman

1 Tanaman peneduh, Area parkir kendaraan di depan - Pohon Beringin


Penyerap Kebisingan / tapak / yang berdampingan - Cemara
polusi udara dengan jalan raya. - Ketapang Kencana

2 Tanaman pengarah pengarah sirkulasi pejalan kaki - Palem sadeng


- Pohon Kelapa
3 Tanaman pembatas/ kontrol - Pembatas pandang - Pembatas pandang :
pandangan digunakan pada view arah o Palem Bismark
view negatif o Cemara Angin
- Pembatas ruang digunakan o Pisang Kipas
pada sirkulasi pedestrian dan - Pembatas Ruang :
taman/plaza. o Semak Crimson
o Lidah Mertua
o Rumput Biru
5 Tanaman penyaring angin Bagian site dengan aliran angin - Pisang Kipas
dan kelembaban yang tinggi (bagian utara tapak) - Babylon Willow

6 Tanaman penutup tanah Penutup tanah pada taman dan - Rumput Jepang
area pinggir pedestrian - Rumput Vetiver
- Palem Sadeng

[Link] Pengaruh Iklim Terhadap Tapak

Area yang mudah


tergenang ketika musim
hujan

Area yang mengalami


kekeringan pada musim
kemarau

4
1 2
5

3 Area yang mudah


tergenang ketika musim
hujan
Area yang mudah
tergenang ketika musim
hujan

Gambar 4.54: Kondisi Perubahan Iklim Pada Tapak


126

Pada musim kemarau yang terjadi bulan April-September tumbuhan


sekitar tapak mengalami kekeringan

Kurangnya pohon peneduh pada tapak 1,5 m

Air danau mengalami peningkatan pada musim hujan


yang terjadi bulan Oktober- Maret dapat menyebabkan
terjadinya banjir pada tapak

55 m

Gambar 4.55 Kondisi Tapak Saat Musim Kemarau dan Musim Hujan

Tanggapan
Strategi peningkatan kualitas iklim mikro, antara lain:
1. Open grid pavement, antara lain: grass block, grass pave, turf pave.
2. Menyediakan pohon peneduh.
3. Menggunakan material dengan daya refleksi panas matahari (albedo) minimum 0,3
atau Solar Reflectance Index (SRI) > 29.
4. Kolam air.

Penggunaan sistem Penggunaan sistem apung Penambahan tanam


panggung peneduh pada tapak

Pembuatan
tanggul

3m

Gambar 4.56 Alternatif Tanggapan Terhadap Pengaruh Iklim Pada Tapak


127

[Link] Angin dan Pencahayaan Dalam Tapak


a. Angin
Keadaan angin yang terdapat pada kawasan ini relatif kencang terutama dari arah
timur. Hal ini disebabkan karena keadaan alam sekitar yang didominasi lahan kosong serta
serta dikelilingi daerah perairan danau.

Angin muson timur


bertekanan tinggi
mencapai 5,2 knotz

Angin muson
barat yang
terhalang bukit

Gambar 4.57 Kondisi Angin Pada Tapak Yang Bertekanan Tinggi Dari Arah Timur

Tanggapan:
Orientasi bangunan dalam tapak disesuaikan dengan arah angin yang mendominasi
dari arah timur. Selain itu penananaman vegetasi atau pohon bertajuk besar pada daerah
Timur akan mampu meminimalisir masuknya angin yang datang. Juga memaksimalkan
bukaan pada daerah bagian Timur, untuk memanfaatkan angin yang berhembus. Bangunan
diusahakan memanjang dari arah utara ke selatan.

Angin hasil saringan


oleh pohon
Angin dari timur dengan
kapasitas tinggi disaring
oleh pohon

Gambar 4.58 Tanggapan Terhadap Angin


128

b. Pencahayaan
Pada pagi hari, sinar matahari dari timur langsung kedalam tapak, karena keadaan
sekitar tapak yang minim bangunan tinggi dan tidak ada yang melindungi site karena
berada di pesisir danau sehingga cahaya dapat di tangkap secara optimal. Namun disaat
menjelang magrib lokasi ini akan cepat gelap kerena sianar matahari terhalang oleg bukit
disebelah baratnya.

April- September

≤ 34,7 0C

September- Oktober
4 ≥ 34,7 0C
1 2
5

3
Oktober- Maret
6 ≥ 19.9 oC

Jalan raya
Bukit
Danau
Tapak
raya
Gambar 4.59 Pencahayaan Pada Tapak
Tanggapan
Orientasi bangunan menyesuaikan arah datangnya sinar matahari. Pengolahan
komposisi dalam tapak, untuk massa dan ruang luar yang dibentuk disesuaikan dengan
arah datangnya sinar dan jatuhnya bayangan. Penananaman pohon bertajuk besar pada
bagian tengah tapak dan pembuatan sealter pada titik pemancingan sebagai peneduh saat
siang hari.
129

Penambahan vetegasi sebelah timur tapak


dikarenakan pada kondisi site sebelah timur tidak
terdapat pohon peneduh.

Gambar 4.60 Tanggapan Terhadap Cahaya Matahari

[Link] Peningkatan Ekologi Lahan


Melakukan revitalisasi dan pembangunan pada lahan yang bernilai negatif dan
tidak terpakai karena bekas pembangunan atau dampak negatif pembangunan di dalam
tapak.

Bangunan Pos Merupakan lahan bersemak.


Perikanan dan (tidak terpakai)
pengelola milik
pemerintah
daerah. (tidak Lahan bukit kering.
berfungsi) (tidak terpakai)

- Lahan bukit kering


yang ditumbuhi
rumput dan semak
serta pepohonan.
Musallah, tempat (Sebagian
meletakkan sepeda air digunakan untuk
dan toilet.(kurang menanam sayuran)
terawat)

Gazebo sebagi
fasilitas penunjang
kegiatan rekreasi.
Kolam wisata air seperti sepeda air,
(sudah mulai rusak)
dan memancing. Masih kurang
diminati.(kurang terawat dan banyak
sampah)

Gambar 4.61 Kondisi Penggunaan Lahan dalam Tapak


130

Menambah fasilitas
Merevitalisasi fungsi komersil untuk menambah
untuk dikembalikan nilai ekonomi tapak.
kefungsi awal sebagai
bangunan pengelola Membuat fasilitas
publik yang
bersifat terbuka

Dipertahankan
dengan melakukan
revitalisasi bangunan Membuat
untuk menyesuakan fasilitas untuk
dengan kondisi tapak kegiatan
pendidikan
Menambah fasilitas kolam
renang untuk pengunjung

Melakukan renovasi terhadap


bangunan yang rusak

Gambar 4.62 Tanggapan Peningkatan Ekologi Lahan

[Link] Analisis Kebisingan

Area perairan danau yang tenang


dan tidak menimbulkan kebisingan
yang berarti.
Kebisingan dihasilkan dari jalan
yang berada di bagian sebelah
barat tapak, kebisingan tersebut Area konservasi danau yang
menghasilkan suara fauna,
utamanya berasal dari kendaraan-
seperti burung dan serangga.
kendaraan yang melintasi jalan
tersebut.

Pada malam hari terdengar suara-


suara serangga seperti jangkrik

Gambar 4.63 Volume Kebisingan Kendaraan Yang Datang Dari Arah Barat
131

Tanggapan
Untuk area sisi jalan ditanama pohon/atau tanama yang bisa mereduksi kebisingan
serta mengatur massa bangunan yang memerlukan kenyamanan seperti bangunan hunian
pada area yang jauh dari aktivitas publik.

[Link] Analisis Fasilitas Sekitar Tapak


Analisis Fasilitas Penunjang Sekitar Tapak
Tempat penjualan ikan
1 dan penyewaan sampan
yang dibangun seadanya
secara sewadaya oleh
masyarakat sekitar
1

Sekolah SMK perhotelan


yang bisa memanfaatkan
keberadaan Waterfron
Resort untuk tempat
belajar langsung

2
2

3 Pos pengawasan
BKSDA

Analisis
3 Aktivitas Pendukung

Gambar 4.64 Fasilitas Pendukung Luar Tapak


Play Ground
Fasilitas Dalam Tapak Pada area ini terdapat ayunan, dan prosotan serta 4
unit gazebo yang baru dibangun. Keberadaannya
masih belum menarik
Permasalahan
Area ini pada Sabtu-Minggu dijadikan tempat
Tempat Parkir
berkemah dikarena kondisinya masih belum banyak Kolam wisata air
Pada area ini hanya sedikit yang
dimanfaatkan. Digunakan sebagai tempat bermain sepeda air
memarkirkan kendaraannya selebinya banyak
yang memarkir ditempat lain didalam tapak sekaligus sebagai tempat memancing
yang teduh dan dirasa aman Permasalahan
Permasalahan Pemancing merasa terganggu dengan
Kurannya tanaman peneduh dan petugas pengunjung yang sedang bermain sepeda air
keamanan pada area parkir kareana terkadang melintas diantas umpan
pancingnya
Utara Tanggapan
Direncanakan diberi pembatas didalam kolam
antara area sepeda air dan tempat memancing

Tenga
h Selatan
n

Gazebo
Jukung
Gazebo ini berjumlah 7 unit berbentuk lumbung yang
Merupakan alat teransfortasi nelayan sekitar untuk
digukana oleh warga untuk duduk santai dan sebagai
menulusuri danau untuk memancing
tempat menjual makan dan minum
Permasalahan
Permasalahan
Tidak adanya dermaga untuk penempatan jukung
Kondisinya sudah ada yang mulai rusak
Tanggapan
Tanggapan
Direncanakan dibuat dermaga jukung yang dapat
Direncanakan akan direnovasi kembali untuk aktiftas
digunaka atau disewakan kepada pengunjung
jual sovenir

Gambar 4.65 Fasilitas Pendukung Dalam Tapak

132
133

Tanggapan

Dijadikan sebagai
pusat waterfront
dengan
mempertahankan
bentuk aslinya

Gazebo dikembangkan sebagai Dibuat tempat duduk yang


tempat menjual souvenir warga dapat digunakan untuk
untuk pengunjung, karena letaknya menyaksikan kegiatan
strategis, berada dekata dengan wisata air sambil menikmati
pintu keluar, jalan raya dan parkir pemandangan danau

Gambar 4.66 Tanggapan Fasilitas Pendukung Dalam Tapak


Kesimpulan analisis tapak
Kesimpulan analisis tapak untuk menentukan kriteria desain dan pembagian zoning
pada tapak
a. Kemudahan dalam menjangkau fasilitas yang diwadahi didalamnya dan terintegrasi
dengan fasilitas lain sekitar kawasan
b. Aman dan nyaman ketika beraktifitas didalamnya
c. Terdapat ruang terbuka (ruang terbuka hijau publik dan ruang terbuka privat) minimal
20% dari luas kawasan yang mewadahi aktifitas masyarakat sekitar
d. Memanfaatkan potensi sekitar sebagai daya tarik
e. Menjaga fungsi perlindungan kawasan konservasi sebagai yang utama
f. Menjaga keberlangsungan hidup lingkungan sekitar dengan menggunakan teknologi
dan bahan material ramah lingkunga
134

Zoning Tapak Perancangan

Zona Hunian
Diperuntukan untuk pengunjung
yang menginap dan disebut sebagai
ruang privat

Zona Rekreasi
Zona Konservasi
Untuk kegiatan bersantai, dan
Untuk kegiatan pendidikan ekologi
melihat pertunjukan budaya.
atau kebutuhan khusus. Zona ini
Zona ini sebagai ruang publik
merupakan ruang semi publik

Gambar 4.67 Analisis Zoning Tapak Perancangan


4.5.2 Analisis Tata Massa Bangunan
Untuk mendapatkan massa bangunan yang menjadi dasar perancangan untuk
mewadahai aktifitas pengunjung pada waterfront resot maka perlu dibuat dasar yang
menjadi pertimbangan dalam penentuan bentuk massa bangunan resort. Dasar tersebut
sebagai berikut:
1. Kondisi lingkungan tapak (iklim, bentuk, dan sirkulasi)
2. Kearifan lokal terhadap bentuk dasar bangunan sekitarnya
3. Disesuaikan dengan jenis dan karakterisitik aktifitas yang diwadahi
4. Mudah dalam pengerjaan
5. Bentuk yang rekreatif dan ramah lingkungan
[Link] Analisis Bentuk Dasar Massa Bangunan
Bentuk dasar dan massa bangunan dari perencanaan bangunan yang sesuai
kebutuhan dan dapat mewadahi segala aktivitas di dalamnya dengan maksimal, bentuk
bangunan yang dipilih adalah bentukan persegi. Bentuk persegi yang memanjang dari
timur ke barat akan memaksimalkan penghawaan dalam bangunan. Bentuk ini juga dipilih
dengan pertimbangan efisiensi ruang sesuai dengan fungsi yang diwadahinya.
135

Ditinjau dari fungsi bangunan yang bersifat rekreatif, maka bentukan persegi
panjang akan dipadukan dengan bentuk segitiga pada atapnya tanpak menghilangkan citra
kawasan sehingga menjadi bangunan yang rekreatif.
Tabel 4.22 Alternative Bentuk Dasar Massa
Bentuk Dasar Sifat

Persegi  Bentuk masif, netral, serta formal


 Mudah dalam pengolahan sirkulasi
 Kemudahan dalam pengembangan, pengerjaan struktur dan efisien
 Banyak dijumpai disekitar kawasan dan menjadi karakter bangunan
setempat

Segi Tiga  Memiliki kesan kuat, energik, dan bersifat informal


 Kurang efisien dalam pemakain ruang
 Kemudahan dalam pengerjaan struktur dan sirkualsi
 Tidak banyak dijumpai disekitar namun menjadi karakter massa atap
Lingkaran  Memiliki kesan santai, dan bersifat informal
 Memiliki sudut pandang yang tidak terbatas dan tidak terarah
 Kemudahan dalam pengolahan sirkulasi
 Sulit dalam pengerjaan struktur
 Tidak banyak dijumpai disekitar

[Link] Analisis Tampilan Bangunan


Menurut Shaw &Williams (1997) elemen daya tarik pada kegiatan ekowisata salah
satunya adalah arsitekturnya. Maka untuk menganalisis bangunan sehingga mendapatkan
konsep bangunan yang unik dan memiliki karakter pada kawasan danau Lebo dengan dasar
pertimbangan sebagai berikut:
1. Disesuaikan dengan karakteristik kegiatan yang diwadahi
2. Keharmonisan bangunan dengan citra kota
3. Mampu disesuaikan dengan iklim kawasan
Tipologi umum rumah tradisional Sumbawa adalah rumah panggung yang
tingginya 1,5 samapai dengan 2m dan ditandai dengan adanya lapangan didepannya.
Bagian-bagiannya sebagai berikut:
a. Atap
Bentuk atapnya tinggi seperti perahu, dengan sudut atap ≥ 45 o. Bahan penutup
atapnya dari bambu dan ada juga dari genting. Atap dari bambu di Sumbawa disebut
“Santek”(bambu yang dipotong-potong).
136

Pada ujung
atap diberi
ornamen
“Bangkung”

Gambar 4.68 Rumah Tradisional Bala Loka


Sumber: Google Budaya Sumbawa
b. Tiang
Bentuk tiangnya bisa persegi empat dan selinder. Tiang utamanya dinamakan tiang
guru
c. Dinding
Pada umumnya dinding dibuat dari anyaman bambu. Jenis anyaman ada dua
macam, yaitu anyaman “goleng” (agak kasar), dan anyaman “galeper”(lebih halus).
Sekarang rumah panggung sumbawa banyak yang menggunakan papan kayu sebagai
dindingnya.
d. Lantai
Pada lantai rumah Sumbawa merupakan susunan papan kayu yang susun horisontal
dan ada juga yang memakai lantai bambu. Kayu penyangga lantai memakai material
kayu rimas karena kayu ini banyak pada kawasan sekitar rumah. Terdapat pula batang
pohon kelapa sebagai campuran kayu penyangga lantai.
e. Susunan Ruang pada rumah Sumbawa

1. Ruang luar untuk


kegitan tamu dan
keluargaa
2. Ruang tengah untuk 2 3
1
kegitan istirahat

3. Ruang dalam untuk


kegitan makan minum

Gambar 4.69 Susunan Ruang Rumah Tradisional Bala Loka


Sumber: Buku arsitektur Sumbawa, 2015
137

Tanggapan
Karakter rumah
Sumbawa terlihat
pada atapnya,
sehingga akan
menjadi karakter
pada bangunan
utama resort

Gambar 4.70 Analisis Citra Bangunan Budaya Sumbawa Yang Menonjolkan


Bentukan Atapnya
[Link] Analisa Struktur dan Bahan Bangunan
a. Struktur
Struktur pada bangunan Sumbawa khusus pada rumah panggung menggunakan
sistem pasak sehingga pada suatu saat mudah dipindahkan
Tanggapan

Struktur pnggung

Struktur apung

Gambar 4.71 Alternatif Penggunaan Struktur Pada Bangunan


138

Pada perancangan cottage dibuat dengan sistem panggung, guna menghindari banjir
dan diharapkan mampu memberi kenyamanan pada penggunanya dan bangunan yang
menjorok ke dalam air menggunakan sistem apung.
b. Bahan Bangunan
Tabel 4.23: Analisis Penggunaan Material Pada Bangunan Perencanaan
Kayu jati memiliki serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat
dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan
bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati
juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan
minyak di dalam kayu itu sendiri. Selain itu kayu jati masih mudah di temukan di
Jati
Sumbawa
Pohon Kelapa Kayu kelapa, yang selama ini secara tradisional lebih banyak digunakan sebagai
kayu konstruksi berat seperti balok dan kaso, mulai digunakan sebagai komponen
pintu, jendela, furnitur dan lantai. Penggunaan pohon kelapa juga masih mudah
ditemukan disekitar kawasan.

Bambu Bambu digunakan untuk pelengkap interior cottage dan karena strukturnya lentur
digunakan sebagi bahan material struktur untuk bangunan yang memiliki pola
dinamis

Kesimpulan Kriteria Desain Bangunan


1. Bentuk dan tampilan bangunan yang kreatif dan menampilkan citra bangunan
Sumbawa (pada atap,ornamen dan susunan ruang)
2. Terciptanya kenyamanan bagi setiap pengguna ketika berada didalamnya
3. Disesuaikan dengan jenis dan karakterisitik aktifitas yang diwadahi
4. Kemudahan dalam penggunaan dan pengerjaan
5. Teknologi pembangunan yang ramah lingkungan dan terbarukan sesuai dengan
lingkungan danau Lebo dengan menggunakan teknologi pasak dan floating
6. Menggunakan bahan material yang mudah didapatkan disekitar kawasan

4.6 Analisis Konservasi Lingkungan Tapak


Tujuan dari perencanaan ini dapat memberikan informasi kepada penghuni
kawasan tentang informasi dasar kawasan. Langka-langka yang dilakukan seperti
menyediakan buku panduan berisikan informasi kawasan. Buku informasi kawasan
mencakup antara lain: info lokasi, fitur-fitur kawasan, peraturan kawasan, atau komitmen
untuk menjaga lingkungan dengan baik.
139

Konsep pengolahan tapak terhadap elem-elemen perusak lingkunga sebagai berikut:


1. Memperbanyak vegetasi yang mampu melindung aktifitas di daratan
2. Menggukan bahan material lokal yang mudah didapatkan
3. Meneglola saluran air dengan baik pada tapak
4. Reboisasi, penghijauan dan penegakan aturan terhadap pemanfatan flora pauna
yang dilindungi
4.6.1 Analisis Utilitas Tapak
a. Sistem Air Bersih
Menentukan akan ketersedian air bersih pada kawasan Waterfront Resort Danau
Lebo Sumbawa Barat sehingga mampu memenuhi akan kebutahan setiap unit bangunan.
Dasar Pertimbangan:
1. Kemudahan dalam pendistribusian
2. Ketersedian air bersih pada tiap unit bangunan
3. Kondisi hidrologi tapak
Analisa:
Tabel 4.24 Alternative Penyediaan Air Bersih
Sumber Kekurangan Kelebihan
 Air Sumur  Mahal dalam pembuatan  Pemakaian dalam jangka panjang
 Mudah dalam perawatan
 PDAM  Membutuhkan biaya  Mudah dalam pengadaan dan
pemasangan dalam jangka pemasangan
panjang
 Pendistribusian bergantung pada
badan pengelola
 Air Permukaan  Mahal biaya penyaringan dan  Persediaan air kawasan melimpah
penjernihan
Tanggapan
Penyediaan air bersih dapat memakai air danau yang difilterisasi terlebih dahulu
dan ditampung di Tandon Bawah (ground reservoir). Pembuatan Sewege Treatment Plan
(STP). Disamping itu penyediaan Tandon Atas harus ada agar mengurangi permasalah
kesediaan air bersih kalau sewaktu-waktu air PDAM tidak teraliri lagi (macet).

Gambar 4.72 Skema Penyediaan Air Bersih


140

b. Sistem Jaringan Air Kotor/Air Sisa


Menganalisis penanganan terhadap air kotor agar tidak mencemari lingkungan.
Dasar pertimbangannya sebagai berikut:
1. Pelingdungan lingkungan dari zat-zat berbahaya
2. Menjaga sumber air dalam tanah agar tidak tercemar
3. Menghindari aspek visual yang kurang baik
4. Mudah dalam perawatan dan pengoprasian
c. Sistem pembuangan air hujan
Riol kota

Air hujan Saluran drainase Bak kontrol Sumur resepan

Menuju danau
Gambar 4.73 Skema Penyaluran Air Hujan
d. Sistem Pembuangan Limbah Dapur

Air limbah Saluran Bak kontrol/ Sumur resepan


dapur drainase perangkap lemak

Riol kota
Gambar 4.74 Skema Penyaluran Limbah Dapur
e. Sistem Pembuangan Dari Kamar Mandi

Air sisa mandi Saluran drainase Sumur resapan

Gambar 4.75 Skema Penyaluran Air Sisa Mandi

f. Sistem Pembuangan Dari WC

Limbah WC Saluran drainase Septictank Sumur resepan

Gambar 4.76 Skema Pembuangan Dari WC


g. Pasokan Listrik
Memakai jaringan PLN yang didukung dengan Genset tersendiri sebagai tenaga
cadangan listrik bagi kawasan tersebut. Perkiraan kebutuhan sudah dihitung di analisa
utlilitas.
141

PLN Gardu Trafo PLN Meteran PLN

Sub main panel


Sub main panel Power Panel Induk Penerangan

Pompa / dll Genset Panel distribusi

Unit

Gambar 4.77 Skema Penyediaan Aliran Listrik


h. Sistem Komunikasi
Untuk kawasan tersebut, alat komunikasi yang dipakai adalah handle talky, untuk
jaringan Telkom disediakan 2 nomor dengan beberapa extention sangatlah cukup.
Komunikasi pengelola ke luar kawasan melalui kantor pengelola memakai jaringan
Telkom. Sedangkan bagi pengunjung dapat disediakan Warung Telekomunikasi (Wartel)
dilokasi kawasan.
i. Pembuangan Sampah
Rencana penempatan bak sampah di tempat yang strategis dan mudah dijangkau.
Diusahakan setiap bangunan atau fasilitas wisata disediakan tempat sampah, yang
selanjutnya dibuang ke depo sampah yang disediakan khusus untuk kawasan tersebut.
Berikut sumber sampah berasal dari:
1. Sampah dari area aktifitas wisata seperti: hunian, pengelola, restaurant, pengunjung
wisata
2. Sampah organik dari dedaunan tumbuhan yang ada didalam tapak
Langkah yang dilakukan memisahkan antara tempat pengumpulan sampah organik
dan anorganik

Sampah aktifitas Tempat sampah Penampungan daur


wisata anorganik ulang

TPA
Sampah Dedaunan Tempat sampah Penampungan pupuk
organik kompos

Gambar 4.78 Skema Pembuangan Sampah


142

4.6.2 Analisis Penataan Ruang Luar (Lansekap)


Penataan ruang luar pada tapak dilakukan dengan mempertahankan tanaman
eksisting yang berada di sekeliling tapak. Pohon beringin terletak di depan tapak (tepi
jalan) sebagai peneduh dan penyerap polutan dari aktivitas kendaraan.
a. Penataan akse jalur hijau
Salah satu desain penunjang kawasan ini adalah pembuatan akses jalur hijau
disepanjang tepian Danau Lebo dengan penambahan infrastruktur, pedestrian/joging track,
rest area, tempat sampah, dan taman bermain.
Adapun vegetasi yang digumakan pada area perencanaan sebagai berikut:
1. Pohon Palem dan Pohon Kelapa di lansekap sirkulasi
2. Pohon Ketapang atau Pohon Beringin di parkiran
3. Pohon Palem dan cemara pada jalur sirkulasi pejalan kaki
4. Kembang sepatu, dan kamboja antara ruang-ruang kegiatan
5. Rumput gajah sebagai vegetasi penutup tanah
b. Penataan perabot tanaman
Jenis dan macam prabot tanaman yang akan diterapkan pada are perencanaan meliputi:
1. Bangku taman
2. Bak sampah
3. Lampu jalan
c. Penataan perkerasan
1. Paving Block pada sirkulasi dan parkiran
2. Gras Block alternative penggunaan pada area pedestrian
3. Batu pecah sebagai elemen estetis taman
4. Titian Kayu pada dermaga
4.7 Konsep Program Wisata
Waterfront Resort berlokasi di Jl. Lintas Taliwang-Seteluk Dusun Pakerum yang
merupakan kawasan konservasi menjadi wadah yang menampung kegiatan rekreasi
sekaligus untuk melestarikan potensi budaya dan sosialisasi warga terhadap kekayaan flora
-fauna danau Lebo yang ada di Sumbawa Barat, dengan pendekatan Eco Culture yang
diterapkan pada pengolahan tata ruang dalam dan tata ruang luar. Pendekatan Eco Culture
tersebut merupakan bentuk kesatuan antara kegiatan konservasi, edukasi, rekreasi dan
embracing.
4.7.1 Konsep Program Wisata Konservasi

Tabel 4.25 Program Konservasi

Fungsi Tujuan Sasaran Pelaku Kegiatan Fasilitas


a. Perlindungan  Menjaga proses penting dan  Bentang alam  Petugas  Melakukan penelitian dan Balai Konservasi
penopang kehidupan yang BKSDA pelaporan terhadap
penting bagi kelangsungan  Pengelola perkembangan ekosistem
Wisata danau Lebo
hidup manusia dan
 Organisasi  Melakukan pengecekan
pembangunan
Nelayan kualitas lingkungan danau
 Wisatawan tiap 1 minggu sekali

 Tanaman  Pemeliharaan, dan Waterfront


Tonyong merawat tanaman tonyong Tonyong
serta melakukan
pencegahan terhadap
gangguan aktifitas wisata

 Satwa Burung  Pemeliharaan dengan Balai Penangkaran


menyediakan pakan
burung, kandang
 Perawatan burung yang
sakit
 Pemantauan terhadap
aktifitas burung

143
144

b. Pelestarian  Melestarikan  Potensi Alam  Wisatawan,  Pengecekan terhadap Wather Treatmeen


keanekaragaman plasma (air,tanah, flora  Petugas kondisi alam Plan
nutfah yang penting bagi dan fauna) dan  pengelola,  Pengelolaan potensi
program budidaya serta
Budaya (atraksi  masyarakat alam Green House
budaya sekitar) sekitar yang
menjaga hal penting bagi
menjadi Atap Panel Surya
perkembangan ilmu anggota
pengetahuan, teknologi, nelayan danau
dan terjaminnya sejumlah Lebo
besar industri yang
menggunakan sumberdaya
alam

c. Pemanfaatan  Menjamin kesinambungan  Nilai-nilai  Masyarakat  Melihat koleksi Ruang pamer


pendayagunaan potensi budaya sekitar  Melihat pertunjukan Openstage
lingkungan dan ekosistem Sumbawa  Wisatawan budaya
oleh manusia, yang  Seni 
 Kegiatan
mendukung kehidupan
 Tradisi
penduduk pedesaan serta
 Permainan
dapat menopang sejumlah  Kepercayaan Monumen Kaki
besar industri.
Anca
145

4.7.2 Konsep Program Wisata Edukasi


Tabel 4.26 Program Edukasi Ekologi

Fungsi Tujuan Kegiatan Pelaku Fasilitas

1. Pembelajaran  Memberikan informasi  Belajar dan mengajar  Pelajar, wali kelas masing- Waterfron School
Syarat mengenai potensi alam diruang terbuka sambil masing kelompok kelas,
danau Lebo sehingga menikmati pemandangan tenaga pendidik, dan
 Pelajar terbentuk rasa bangga danau petugas konservasi edukasi
 Merupakan kelompok kelas dan memiliki generasi
 Terdaftar maksimal 3 hari penerus terhdap
sebelum kunjungan lingkungan danau Lebo
 Bersedia mengembalikan
sampah yang dibuang
sembarangan
 Membayar uang pendaftaran
sebagai sumbangan dan
partisipasi perlindungan
danau

Diagram Alur Kegiatan Paket Pembelajaran Menuju waterfront


School

Konfirmasi Memeriksa barang Menunggu informasi


Datang Pulang
Kedatangan bawaan petugas pengajar
Menikmati fasilitas
rekreasi
146

2) Pengetahuan  Menegtahui secara jelas  Berlatih mengolah tonyong  Wisatawan, petugas Green House dan spot
Syarat cara-cara masyarakata dan ikan menjadi makanan pengelola, masyarakat pemancingan
sekitar danau Lebo singang dan pesal sekitar yang menjadi
 Sehat fisik dan jasmani dalam memanfaatkan  Berlatih memancing ikan anggota nelayan danau
 Membayar tiket paket wisata danau lebo menggunakan alat-alat Lebo
pengetahuan sebagai uang tangkap dan cara
penyewaan alat-alat  Menciptakan kesadaran tradisional
pemancingan wisatawan tentang  Berlatih berdayung dengan
 Bersedia menjaga kebersihan konservasi sumber daya sampan
kawasan alam melalui
pemanfaatan sumber
daya wisata secara
berkelanjutan dan
menciptakan
pencegahan terhadap
pencemaran lingkungan.

Diagram Alur Kegiatan Paket Pengetahuan


Memasak Ikan
Menunggu Dayung Sampan
Tangkapan
informasi petugas
pengajar
Kembali ke
Datang Konfirmasi Memeriksa barang Menuju Green Mengambil Green House Pulang
Kedatangan bawaan Haouse peralatan
Pemancingan

Membungkus Ikan
Spot pemancingan Tangkapan
147

3) Penelitian  Mengetahui  Melakukan penelitian dan  Petugas BKSDA Laboratorium Balai


Syarat perkembangan pelaporan terhadap  Petugas Perikanan Konservasi
ekosistem danau perkembangan ekosistem  Pelajar
 Terdaftar sebagai petugas Lebo danau Lebo  Mahasiswa
BKSDA  Pencegahan terhadap  Melakukan pengecekan
 Terdaftar sebagai petugas dampak pencemaran kualitas lingkungan danau
dinas terkait ekosistem danau tiap 1 minggu sekali
 Pelajar atau mahasiswa yang Lebo
akan menyelsaikan tugas
sekolah atau kampusnya
dengan menyertakan surat
tugas dari sekolah atau
kampusnya masing-masing

Alur Kegiatan Penelitian

Melakukan
penelitian sample

Menuju Balai Menuju rung kerja Melakukan Menyusun


Datang Mengisi daftra
Konservasi pengecekan lapangan laporan
kehadiran

Melakukan
Pulang
pencegahan terhadap
pencemaran
148

4.7.3 Konsep Program Wisata Rekreasi


Tabel 4.27 Program Rekreasi

Aspek Rekreasi Kegiatan Sarana yang dinikmati Fasilitas


Pemandangan dan atraksi  Photo hunting
flora dan fauna khas danau Lebo, menara pandang dan open
lingkungan budaya  Melihat pertunjukan budaya Bukit-bukit stage galeri

Manfaat lansekap  Bersampan


Jalan setapak/ jogging track, Watefront Resort
 Memancing bangku, lapangan terbuka,
 Wisata bahari air tawar, shelter, spot pemancingan
 menyusuri danau dengan dayung sampan Kamping area
 berenang
 mendaki bukit,
 kamping
Akomodasi dan fasilitas layanan  Istirahat
Cottag, dayung sampan, shelter, Area Cottage
pendukung  Rileksasi kios sovenir, restoran dan play
 Rekreasi ground, rumah makan/restaurand
 Mencicipi berbagai macam makanan khas

Peralatan dan Memproleh informasi Pemandu wisata, angkutan Area Penerima


Perlengkapan Menikmati suasana rekreasi umum dokar, sewa peralatan
pancing pelampung, dan sampan
Pendidikan dan Studi tour pengenalan lingkungan
Pustaka Konservasi, ruang Area Konservasi dan
Pengenalan flora fauna, dan Penelitian
Ketrampilan belajar (kelas alam), ruang Minat Khusus
Melihat koleksi dan pertunjukan budaya setempat
serbaguna, perlengkapan audio
visual, ruang penangkaran satwa
yang dilindungi dan laboratorim
Galeri open stage
149

4.7.4 Konsep Program Wisata Untuk Pemberdayaan Masyarakat


a. Membuka Peluang Usaha
Tujuan perancangan dalam mensejahterakan mesayarakat sekitar dengan
merencanakan lokasi untuk memudahkan pencapaian aktivitas bisnis dalam rangka
meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Kios disediakan bagi


masyarakat sekitar untuk
menjual souvenir dan
makanan khas Sumbawa.
Diletakan dekat dengan pintu
keluar pengunjung

Gambar 4.79 Fasilitas Rekreasi Berupa Kios Souvenir Sebagai Salah satu
Penunjang Ekonomi Masyarakat Sekitar

b. Media Edukasi Terhadapa Kawasan Konservasi Danau


Tujuan perencanaan sebagai mendia edukasi meningkatkan kepedulian,
pengetahuan, dan peran serta masyarakat tentang konsep keberlanjutan di kawasan
Danau Lebo.
Tabel 4.28 : Fasilitas Edukasi Masyarakat

Waterfront School merupakan bangunan apung yang digunakan


sebagai tempat belajar untuk mengenali alam Danau Lebo.
Diupayakan dengan adanya fasilitas ini, masyarakat atau generasi
penerus dapat semakin mencintai dan menjaga alamnya khsusunya
pada Danau Lebo

Pustaka konservasi dan menara padang dibuat diatas bukit selatan


dengan konsep utama sebagai media inforasi dan pendidikan
terhadap alam Danau Lebo dan pengalaman sejarah budaya
masyarakat sekitar Danau Lebo dalam memanfaatkan potensi yang
ada di masa lalu.

Open Stage untuk kegiatan dan pertunjukan budaya setempat seperti


tarian dan Ngumang yang dilengkapi dengan media interpretasi yang
memberikan informasi tentang potensi Danau Lebo serta
dibawahnya terdapat galeri mini.
150

Galeri mini untuk memamerkan seni kerajinan Kain Songket dan


tempet penyimpanan peralatan budaya seperti, genang, rebana,
serune,dan gong. Didalam ruang ini juga terdapati ruang persiapan
antaraksi budaya sebelum tampail

Papan interpretasi yang diletakkan diatas panggung untuk


menginformasikan potensi Danau Lebo

4.8 Konsep Pola Penataan Ruang dan Massa pada Waterfront Resort
4.8.1 Konsep Dasar Perancangan
[Link] Konsep Zoning Tapak
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, pembagian area tapak atau zonasi
pada waterfront resotr ini terbagi menjadi 3 area. Hal ini terkait dengan mendekatan
Eco Kultur yang dilakukan khususnya penerapan penataan ruang sebagai respon
lingkungan dan tuntutan kebutuhan ruang.

1. Zona hunian
2. Area parkir pegawai
3. Area penerima/entrance
4. Zona publik untuk kegiatan rekreasi
5. Area parkir pengunjung
6. Zona semi publik untuk fasilitas konservasi dan kegiatan edukasi

Gambar 4.80 Konsep Zonasi


151

Zona Hunian

Zona Rekreasi

Zona Konservasi

Gambar 4.81 Fasilitas Pada Masing-masing Zona


152

[Link] Konsep Hubungan Ruang

Cottage Bala Rea Sclupture


Kaki Anca

Restoran
Penginapan
Plaza Waterfront Kaki Anca

Cottage Bala Rea

Open Stage Waterfront Dea Bide


Pintu masuk
Service Waterfront
Pusat wisata
air School

Parkir
sepeda
Menara
Ruang terbuka
pandang

Entrace/
managerial Waterfront
Tonyong

Pusat kegitan
konservasi
Parkir
Kendaraan

Kios sovenir dan Balai Konservasi


pintu keluar Pos BKSDA dan
pengunjung wisata rumah Perikanan
makan

Zona Privat Area penginapan


Zona Publik Area rekreasi
Zona semi publik Area Konservasi

Gambar 4.82 Hubungan Ruang Antar Zona

[Link] Konsep Pencapaian Ke Tapak


Konsep tapak merupakan rangkuman dari analisis tapak dan tanggapan atau
respon terhadap hasil analsis yang dilakukan. Masing-masing hasil analisis tersebut
disajikan dalam diagram informasi tapak perancangan arsitektur. Konsep tapak pada
perencanaan tapak bangunan Waterfront resor di danau Lebo sebagai berikut.
153

Gambar 4.83 Konsep Pencapaian ke dalam Tapak


[Link] Konsep Sirkulasi

Dibuat menjorok kedalam untuk menghindari


Prencanaan Sirkulasi utama ditutup oleh rumput air yang tumbuh
menuju ke cottage dengan ditepian. Selain itu memudahkan pengunjung
sistem dua jalur untuk melihat potensi kawasan perairan danau dan
memudahkan kendaraan memancing dari dari dekat
servis dan kendaraan Arah terpusat
keselamatan

1
Titik parkir sepeda yang
berdekatan dengan
Entrance b
2 Perencanaan dermaga pejalan kaki untuk
kegiatan menyisiri keliling danau
a

3 c Pedestrian untuk mengelilingi danau dengan


Rencana pedestrian untuk kegiatan 4 sepeda
wisata
U
Rencana pedestrian untuk nelayan setempat
1. Jalur keluar masuk area servis loading dock dibuat berbeda agar tidak terganggu dengan
2. Jalur keluar masuk utama aktifitas wisata
3. Jalur keluar masuk kendaraan pengunjung
4. Jalur keluar masuk nelayan
[Link] parkir utama untuk pengunjung
[Link] parkir pengunjung menginapa
[Link] parkir angkutan umum (dokar)
Gambar 4.84 Konsep Sirkulasi

154
155

[Link] Konsep Orientasi Bangunan

Bangunan cottage dan fasilitas wisata ditempatkan menghadap danau sebagai


konsep waterfront. Hal ini dikarenakan pemandangan danau menjadi center view dan
merupakan potensi yang cukup bagus. Sedangkan fasilitas penunjang seperti kantor
pengelola tidak mutlak.

Bangunan memanjang dari selatan ke utara orientasi bangunan dengan arah ini
akan meminimalkan permukaan bangunan yang terkena sinar matahari secara langsung.
Orientasi bangunan pada bagian utara (hunian) menghadap ke utara, pada area rekreasi
bangunan utama menghadap timur dan barat, kios sovenir menghadap barat, dan
fasilitas rekreasi menghada timur (arah danau), dan pada area konservasi masing-
masing bangunan menghadap timur selatan dan utara.

Gambar 4.85 Konsep Orientasi Bangunan


156

4.8.2 Konsep Tata Massa pada Waterfront Resort


[Link] Konsep Tata Massa Fasilitas Waterfront Resort

Penataan Zona Hunian


dengan fasilitas cottage,
restorant, massage room,
kolam renang, ruang
Akses
terbuka, spot pemancingan
utama
service 1
Penaataan Zona rekreasi dengan
fasilitas bangunan penerima, open
stage, musollah, playground, wista
air, kios sovenir, warung makan
dan tempat parkir
Akses utama
pengunjung

Akses utama
nelayan dan
petugas BKSDA
Penataan Zona Konservasi dengan
fasilitas floating school, menara
pandang, botanikal garden, pustaka
konservasi, laboratorium, floating
aquarium dan dermaga pancing

Gambar 4.86 Sketsa Konsep Tata Masa Dasar

Sistem massa yang digunakan adalan sitem massa majemuk yang terdiri dari
banyak massa dan saling berhungan. Bentuk massa yang digunakan perpaduan antara
segi tiga dan segi empat.
157

Monumen Kaki Anca Cottage Bala Rea 12 unit

Massage roome Waterfron Plaza


Kaki Anca
Restourant
Cottage Bala Ode 14 unit
Massage roome
Open stage

Waterfron Dea Bide


Entrance/managerial

Mushalla
Watefront school

Waterfront Kamutar Telu Center


Waterfrnt Tonyong

Kios sovenir
Menara pandang

Laboratorium BKSDA

Gambar 4.87 Konsep Tata Massa Fasilitas Pada Waterfront Resort

Menginagat tapak merupakan kawasan konservasi maka penyesuai jumlah unit


cottage (sebagai fungsi hunian) dengan luas lahan dan faktor pertimbangan lain,
sehingga jumlah cottage yang bisa dibangun dalam tapak terdiri dari 12 unit cottage
keluarga ( cottage bala rea) dan 14 unit cottage singgle (balla ode)

[Link] Konsep Bentuk dan Tampilan Bangunan

Konsep rancangan massa bangunan Waterfront Resort Danau Lebo didasarkan


pada urutan dari potensi alam secara fisiknya dan budaya setempat kemudian
didapatkan kata kunci dari sifat – sifat yang menjadi suasana alami yang menyenagkan
dari setiap areanya.

Seni Budaya yang terdapat di sekitar site yang berhubungan dengan suasana
kemegahan dan ketegasanan yang tergambar pada rumah istana Bala Loka yang
menyimbulkan masyarakat Sumbawa pada umumnya. Penciptaan bangunan dengan
158

pengolahan bentuk atap tinggi dengan bersegmen mengkerucut ke atas akan


merepresentasikan bentuk dari Bala Loka. Massa bangunan yang tinggi, dirancang
sebagai ciri waterfront resort yang menandai pintu gerbang masuk ke kabupaten
Sumbawa Barat.

Bala Loka rumah tradisioanal Sumbawa yang


menjadi simbol keagungan dan kebersamaan. Ciri
khasnya berada pada bentukan atapnya berterap

Gambar 4.88 Sketsa Konsep Bentuk Bangunan Utama Sebagai Penanda Kawasan

Sekaligus Sebagi Entrance

Bentuk monumen Kaki Anca di konsep dari


bentuk perahu yang tenggelam dan kemudian
terbelah. Dijadikan sebagai penanda pada
zona hunian.

Gambar 4.89 Sketsa Konsep Bentuk Monumen Kaki Anca


159

Gambar 4.90 Sketsa Konsep Green House dan Aquarium

Tabel 4.29 Konsep Bentuk dan Tampilan Bangunan


Sumber Konsep Makna Unsur Penerapan Gambar
Bala Loka Kemegahan dan Atap Entrance
kewibawaan Kantor
Managemen

Tipologi Rumah Kesederhanaan dan Tata ruang dan Cottage


Sekitar natural material

Permainan Kecerian Lekukakan tubuh Kolam renang


Basekepuk pemain

Kura-kura Unik dan Bentuk tubuh Restorant


menyenangkan
160

Perahu Kenangan Kisah Kaki Anca Monumen Kaki


Anca

Slimpat Ketuhanan Pilosofi Waterfront


Kamutar Telu
Center

Lumbung Kewibawaan Bentuk Massage Room


Massa bangunan

[Link] Konsep Struktur dan Bahan Material Bangunan

a. Konstruksi Bangunan
Konstruksi bangunan dibuat dari bahan yang umum dan mudah didapat. Untuk
tampilan atap dan pasade bangunan disesuaikan adat atau ciri khas Kabupaten Sumbawa
Barat yang harus ditonjolkan
1. Super Struktur
Jenis atap yang digunakan atap genting dengan bahan dari tanah liat dan atap
jerami/ijuk. Sedangkan dinding menggunakan struktur rangka dengan pengisi dinding
berupa bahan bangunan batu bata, rangka anyaman bambu, rangka material polywood
dengan manfaatkan bahan lokal dan elem estetis dinding digunakan bahan batu alam,
batu kali, dan katu.
2. Sub struktur
Untuk struktur rangka bangunan panggung di kawasan ini berbahan kayu dengan
pondasi umpak. Dikombinasikan dengan pondasi cakar ayam, sistem plat untuk
membangun perencanaan yang memiliki beban besar. Sedang untuk bangunan yang
berdekatan dengan bibir danau menggunakan struktur apaung.
161

Tunyang Bungis Gaso

Penisi
Pajola

Antar Perteng
langke
Dinding bata
Anar
Batu tiang
Gambar 4.91 Konsep Struktur Bangunan Cottage
Dengan Peraturan Bangunan Lokal
b. Konsep Material
Konsep material pada Waterfron Resort ditekankan pada penggunaan material yang
akan menghadirkan suasana alami yang menyenangkan. Aplikasi material tersebut
dicocokan dengan kebutuhan suasana dari setiap area di dalam rancangan resort.
Material tersebut akan berpengaruh terhadap setiap pelaku dalam menerjemahkan kesan
yang ingin ditunjukan oleh setiap massa bangunan resort.
Tabel 4.30 Konsep Bahan Material
Elemen Alternative material Kesan yang ditimbulkan Aplikasu pada area
Arsitektural
Dinding Susunan batu kali ekspos keras, kokoh, kuat, area entrance, area
alami hunian
area massanger dan

Lapisan semen (goresan Sederhana, fleksibel, area kolam renang


kasar) kasar, alami area entrance

Ringan, alami, area restaurant


hangat, santai area hunian, area
masangger
162

Kaca bening / kaca sandblast Keterbukaan, luas, area entrnace, area


tak dibatasi, santai hunian
Buram, bayang – area restaurant
bayang, keterbukaan
lebih sedikit

Lantai Parket Hangat, santai, alami area masangger,


area hunian, dan area
restorant

Keramik Formal, keras, rapi, area entrance


mudah dibersihkan area kantor
managemen
area pendukung
area kolam renang

Atap jerami / ijuk Alami, menyatu area hunian


dengan kondisi alam area massage room
sekitar yaitu area restaurant
vegetasinya
dan gasebo

sederhana, standar, area entrance


biasa area kantor
managemen
area fasilitas pendukung

c. Konsep Warna
Tabel 4.31: Konsep Warna
Warna Kesan Aplikasi Pada Area
Hijau Kesegaran, kesejukan, area hunian
ketenangan, mewakili warna area massage room
alam, menentramkan emosi, area kolam renang
memberikan rangsangan secara
psikologis

Coklat Hening, tenang, mewakili warna area hunian


alam, menentramkan, aman, area massage room
stabil. area entrance
fasilitas konservasi
restaurant
163

Kuning Ceria, cerah, semangat, senang, area restaurant


hangat, menarik perhatian area entrance
area hunian

Abu-abu Hening, tenang, penetralistik area kantor managemen


suasana. area pendukung rekreasi
area hunian

Biru Ketenangan, kedamaian, area kantor managemen


istirahat, sejuk, sederhana, stabil area pendukung
dalam menghadapi tugas-tugas area kolam renang
yang bersifat rutin. area hunian

4.9 Konsep Konservasi Tapak


Konsep penataan disesuaikan dengan kondisi tapak kawasan serta
keberadaannya tidak mengganggu ekosistem setempat. Dalam penataannya sebagai
waterfront maka bangunan yang dirancang dimaksimalkan berorientasi ke air sebagai
arah hadapnya.

Untuk menghindari pencemaran lingkungan dari


Tempat berjalan dan jalur
limbah cair hunian, pada sistem buangannya
jogging track pengunjung
menggunakan septictank biotech

Buffer

Dibuat dengan sistem


panggung agar tidak Jarak bangunan 20 Tanggul untuk menghindari
menggangu proses meter mengikuti kemungkinan terjadinya
alamiah kawasan peraturan Ditjen Cipta luapan air danau saat
Karya, 2000 musim hujan

Gambar 4.92 Konsep Penataan Bangunan Cottage


4.9.1 Konsep Lansekap
Konsep ruang luar pada tapak dilakukan dengan mempertahankan tanaman
eksisting yang berada di sekeliling tapak. Pohon beringin terletak di depan tapak (tepi
jalan) sebagai peneduh dan penyerap polutan dari aktivitas kendaraan.
164

Penerapan paving block pada


area sirkulasi

Tempat sampah yang diletakan


per 20 m pada area pejalan kaki

Vegetasi bantaran danau sebgai vegetasi


peneduh pada area sirkulasi pejalan kaki

Gambar 4.93 Konsep Lansekap


4.9.2 Konsep Utilitas
a. Pasokan Air Bersih
Penyediaan air bersih selain dari PDAM dapat memakai air danau yang difilterisasi
terlebih dahulu dan ditampung di Tandon Bawah (ground reservoir). Pembuatan
Sewege Treatment Plan (STP). Disamping itu penyediaan Tandon Atas harus ada agar
mengurangi permasalah kesediaan air bersih kalau sewaktu-waktu air PDAM tidak
teraliri lagi (macet).
165

Gambar 4.94: Konsep Penjernian Air Danau Dengan Metode Water treatment
b. Pasokan Listrik
Memakai jaringan PLN yang didukung dengan Genset tersendiri sebagai tenaga
cadangan listrik bagi kawasan tersebut. Perkiraan kebutuhan sudah dihitung di analisa
utlilitas.
c. Sistem Komunikasi
Untuk kawasan tersebut, alat komunikasi yang dipakai adalah handle talky,
untuk jaringan Telkom disediakan 2 nomor dengan beberapa extention sangatlah cukup.
Komunikasi pengelola ke luar kawasan melalui kantor pengelola memakai jaringan
Telkom. Sedangkan bagi pengunjung dapat disediakan Warung Telekomunikasi
(Wartel) dilokasi kawasan.

Gambar 4.95 Konsep Sistem Komunikasi


d. Sistem Drainase
Sistem pembuangan air kotor dan hujan melalui selokan atau gorong-gorong
yang diarahkan ke danau. Dengan kemiringan yang sudah diperhitungkan sehingga air
langsung mengalir cukup deras. Tidak menggenangi area cukup lama. Melihat kondisi
esisting yang sering terjadi banjir dikawasan tersebut, maka perlu diperhitungkan level
tanah permukaan bangunan nantinya. Agar tidak banjir dikawasan tersebut.
166

Saluran cabang

Saluran Utama

Gambar 4.96 Konsep Drainase


e. Pembuangan Sampah
Rencana penempatan bak sampah di tempat yang strategis dan mudah dijangkau.
Diusahakan setiap bangunan atau fasilitas wisata disediakan tempat sampah, yang
selanjutnya dibuang ke depo sampah yang disediakan khusus untuk kawasan tersebut.
f. Utilitas Dalam Tapak

outlet intlet

Outlet berupa
tempat Penyediaan
air bersih dengan
proses water
tretment dari air
danau outlet intlet

Biotic septick tank yang


diletakan dimasing-masing
bangunan cottage, restoran, PDAM
dan bangunan dakat dengan
air
Jaringan air bersih water treatment
Jaringan air bersih PDAM Gardu Panel Surya dan box
Jaringan air kotor panel listrik untuk kawasan

Gambar 4.97 Konsep Utilitas Dalam Tapak


167

4.10 Hasil Desain Dan Pembahasan

Anda mungkin juga menyukai