Pariwisata dan Budaya Sumbawa Barat
Pariwisata dan Budaya Sumbawa Barat
50
51
Tabel 4.1: Data Obyek Dan Daya Tarik Wisata Kabupaten Sumbawa Barat
KECAMATAN : TALIWANG
NO NAMA OBJEK ALAMAT JARAK DARI POTENSI YANG SARANA
KOTA (Km) DIMILIKI PENUNJANG
. Pantai Balat Desa Serangin 6 Photografi, Rumah makan,
pemancingan, barugak
permandian,
permainan kano
2. Pantai Poto Batu Kel. Telaga 7 Photografi, Barugak
Bertong pemancingan, diving
3. Pantai Kertasari Desa 10 Photografi, -
Kertasari pemancingan, diving
4. Lebo Taliwang Dusun 5 Photografi, Barugak
Pakirum pemancingan, taman
burung
5. Makam Datu Kel. Dalam 0 (Pusat Kota) Spritual, mistis Barugak
Pangeran wisata religi
KECAMATAN : JEREWEH
NO NAMA OBJEK ALAMAT JARAK DARI POTENSI YANG SARANA
KOTA (Km) DIMILIKI PENUNJANG
1. Pantai Jelenga Desa Belo 20 Surfing, diving, Akomodasi,
Photografi, restaurant
pemancingan,
permainan kano
2. Makam Maga Desa Belo 17 Wisata religi -
Parang
52
Letak geografis Taman Wisata Danau Lebo terletak pada posisi lintang 8 34’0” LS
dan bujur 116 13’0” BT sampai dengan 116 13’0” BT. Secara administrasi kawasan
Taman Wisata Danau Lebo berada dalam wilayah Kecamatan Taliwang dan Kecamatan
Seteluk. Secara administrasi pemerintahan kawasan Taman Wisata Alam ini berbatasan
langsung ke dalam 4 (empat) wilayah desa, yaitu Desa Meraran Kecamatan Seteluk
sebelah barat, Desa Sampir Kecamatan Taliwang sebelah selatan, Desa Seloto Kecamatan
Taliwang sebelah timur, dan Desa Rempe Kecamatan Seteluk sebelah utara.
Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang berjarak kurang lebih 10 km dari
Taliwang ibu kota Kabupaten Sumbawa Barat dan dapat dicapai dengan menggunakan
56
kendaraan pribadi atau kendaraan umum dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.
Dari kota Mataram yang merupakan ibu kota propinsi ke kota Taliwang dapat ditempuh
melalui beberapa alternative rute perjalanan. Bila menggunakan pesawat udara rute yang
harus ditempuh Mataram – BIL – Bandara Sekongkang – Taliwang dengan waktu tempuh
120 menit. Selain rute tersebut Taman Wisata Alam Danau Rawa Taliwang juga dapat
dijangkau melalui perjalanan darat dan laut dengan rute yang harus ditempuh Mataram –
Pelabuhan Lombok – Pelabuhan Tano – Taliwang dengan waktu tempuh kurang lebih 5
jam.
sepanjang 81.625 km untuk jalan arteri Taliwang- Seteluk dan sepanjang 74 km jalan
lingkar sebelah timur dan selatan.
Visi
Terciptanya kelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya serta daerah
tujuan pariwisata alam di Taman Wisata Alam Danau Lebo yang memiliki keunikan flora
fauna kompetitif dan mampu menjadi daya tarik pengembangan wilayah dan daerah tujuan
wisata yang potensial”.
Misi
1. Pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam Danau Lebo sesuai dengan fungsi
konservasi.
2. Perlindungan kawasan Taman Wisata Alam Danau Lebo dan keanekaragaman
sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
3. Meningkatkan kontribusi pemanfaatan Taman Wisata Alam Danau Lebo dalam
kegiatan pariwisata alam untuk kepentingan konservasi, sosial ekonomi dan budaya
masyarakat.
4. Mengoptimalkan distribusi manfaat Taman Wisata Alam Danau Lebo dalam
kerangka kegiatan wisata alam bagi para pihak yang berkepentingan berdasarkan
prinsip kelestarian.
5. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman pentingnya manfaat sumber daya alam
hayati dan ekosistem Taman Wisata Alam Danau Lebo bagi masyarakat Nusa
Tenggara Barat umumnya dan bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat
sekitar pada khususnya.
6. Meningkatkan pengembangan produk pariwisata alam.
7. Menciptakan mekanisme keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan,
pengelolaan dan kemitraan dengan para penyelenggara pariwsata alam.
8. Memantapkan penegakan hukum
9. Pengembangan kelembagaan dan kemitraan dalam rangka pengelolaan,
perlindungan, dan pemanfaatan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
b. Rencana Pembangunan Wisata Sekitar Danau Lebo
Rencana pembangunan Kawasan Taman Wisata Alam Danau Lebo sudah pernah
direncanakan sejak tahun 2006 oleh pemrintah daerah melalui PT Grahasindo Cipta
Pratama. Area prencanaan seluas 10 hektare yang berada di blok tengah dengan anggaran
total Rp3,5 miliar. Adapun fasilitas yang direncanakan, diantaranya: Pendopo, Saung,
Galleri, Play Graund, Kolam Renang, Kios Sovenir, Restaurant, Lapangan Olahraga,
Wisata Air dan Tempat Memancing dan Panggung Terbuka.
59
Jurusan Arsitektur
Fakultas Teknik
Universitas Barwijaya
SKRIPSI
Pendekatan Arsitektur
Ekologi pada
Perancangan Kawasan
Wisata Danau Lebo
Sumbawa Barat
Syarapuddin
115060506111001
Judul Gambar
Masterplan Perencanaan
Pembangunan
Wisata Danau Lebo
Hak Cipta
PT Grahasindo Cipta
Pratama, 2006
Pengerjaannya dimulai pada tahun 2010 dan dilakukan secara bertahap, namun
pada tahun 2012 proyek pembangunannya berhenti dengan fasilitas yang sudah terbangun
berupa tempat bermain anak, kolam pemancingan, gazebo, mushallah dan tempat parkir.
Saat ini fasilitas yang sudah terbangun tersebut, belum banyak diminati wisatawan bahkan
ada yang terbengkalai.
a. Konservasi
b. Edukasi
c. Partisipasi masyarakat
d. Ekonomi
e. Rekreasi
Sehingga untuk memadukan visi tersebut langkah yang perlu dalam perancangan
kawasan wisata Danau Lebo yang dapat menyediakan jasa wisata alam bagi wisatawan
melalui penyediaan fasilitas wisata alam seperti akomodasi penginapan, fasilitas rekreasi,
fasilitas pendidikan dan penelitian, fasilitas pelayanan dan fasilitas lainnya terkait kegiatan
pengembangan pariwisata alam agar bisa mendukung dan menjadi daya tarik wisatawan
untuk berkunjung.
lahan pengembalaan ternak, pemukiman, sarana rekreasi dan penggunaan lain seperti
terminal penumpang, perdagangan jasa, dan pendidikan.
Kawasan ini berciri transisi di pinggir kota Taliwang dengan luas belok selatan sebesar 445
ha.
[Link] Potensi Hayati dan Non Hayati
a. Potensi Hayati
Hasil pemantauan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Provinsi Nusa Tenggara
Barat (BKSDA NTB) dan Komunitas Hijau Biru-KHB (2007) mengidentifikasi bahwa di
Lebo Taliwang terdapat 2 jenis hewan invertebrata, 11 jenis ikan, 81 spesies burung dari
39 famili serta reftil dan ampibi. Selain kekayaan fauananya di danau Lebo juga di
identifikasi Flora danau yang dilakukan Yayasan Serikat Tani Pembangunan sepanjang
Maret dan April 2008 menemukan 26 jenis gulma air dan Tonyong (teratai) merupakan
salah satu jenis flora endemik di Lebo tersebut.
Tabel 4.3 Flora Fauna Perairan dan Daratan Kawasan Danau Lebo Taliwang
Habitat Perairan
Flora seroja/lotus (nelumbo nucifera), apu-apu/lesung (salvinia molesta), dan rumput air dan lain-
lain
Fauna Ikan Tawes, Blukus, Lele lokal, Nila, Betok, Gabus (Channa striatus), Mujair (Opheochromis
musambicus), Sidat (Anguilla rostrata), Belut (Monopterus albus), Sepat siam, siput dan lain-
lain.
Habitat Daratan
Flora Meranti, Jati alam, jati putih, sonokling, kapuk, beringin, mahoni, kemiri, alpukat, aren,
bambu, belimbing, coklat, gamal, jambu mente, jarak, kelapa, kemiri, mangga, nangka, petai
cina, petai, pinang, rambutan, sawit, sawo dan sirsak dan lain-lain.
Fauna biawak (paranus salvator), ular (phyton, sp), katak air (rana, sp), dan kura-kura. Selain itu,
ditemukan 81 jenis burung dari 28 famili, diantaranya blekok sawah (ardeola speciosa),
bambangan merah (ixobrychus cinnamomeus),cangak abu (Ardea cinerea), Cangak Merah
(ardea cinerea) dan beberapa jenis burung dilindungi berdasarkan peraturan pemerintah no.7
tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa,yaitu ibis roko-roko (plegadis
falcinellus), Kuntul sedang(egretta intermedia), Elang Bondol (Heliatur Indus), Elang Tikus
(Plegadis Falcinellus), Alap-Alap Sapi (Falco Moluccensis), Raja Udang Biru (Alcedo
coerulescens), Raja Udang Erasia (alcedo Atthis) dan lain-lain.
Gambar 4.8. Salah Satu Satwa Burung Khas di Kawasan Danau Lebo
Sumber: Badan Lingkungan Hidup Sumbawa Barat,2015
1
1
3
2
2
4
Keterangan:
1. Panorama pagi hari
2. Panorama siang hari
3. Panorama sore hari
4. Panorama tumbuhan Tonyong
Aspek sosial budaya masyarakat sekitar kawasan merupakan bagian penting yang
harus dipertimbangkan dalam kaitannya dengan pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam
Danau Lebo. Aspek sosial budaya tersebut antara lain meliputi partisipasi sosial,
66
kepentingan budaya, adat istiadat, kepercayaan, akses bagi masyarakat untuk pemanfaatan
kawasan berdasarkan asas kelestarian ekosistem dan lain-lain harus tetap diakomodir
secara bijaksana sehingga potensi sumber daya alam yang dimiliki kawasan tetap dapat
dipertahankan nilai dan kualitasnya sebagai kawasan konservasi.
[Link] Aspek Sosial
Masyarakat sekitar Danau Lebo memiliki sikap sosial yang terbuka dan mudah
menerima perubahan jaman tanpa meninggalkan nilai-nilai lama. Perubahan-perubahan itu
tidak hanya menyangkut perubahan sistem sosial, tetapi juga menyangkut perubahan
sistem pemerintahan, perubahan sistem pendidikan, perubahan nilai, pergeseran status
dalam kehidupan masyarakat, munculnya kelompok-kelompok baru dalam masyarakat dan
lain sebaginya. Sistem sosial budaya dari masyarakat sekitar Danau Lebo saat ini sangat
dipengaruhi oleh sistem budaya Bugis-Makasar dengan kerajaan Goa (Makasar-Tallo).
Selain itu, seperti masyarakat Sumbawa pada umumnya, masyarakat sekitar Danau
Lebo adalah masyarakat yang memperlakukan sesama manusianya melalui tiga prinsip
utama, yaitu: Saling Beri, Saling Pedi dan Saling Satingi. Hal ini melahirkan sikap
kebersamaan dan saling menghormati. Prinsip tersebut bisa terlihat pada kegiatan Besenata
(tolong menolong dalam membangun rumah), yang tercermin pada rumah panggung.
ditujukan hasilnya untuk seseorang), saling tulung (saling tolong menolong), dan ketiga
adalah nulung (membantu).
Permainan Tradisional
Permaian merupakan salah satu cara masyarakat sekitar danau Lebo membangun
silaturahmi antar sesama, dan kebersamaan selain sebagai media hiburan.
1. Bangunan permanen
3. Bangunan kontemporer
4. Bangunan modern
a. Mengikuti peraturan tata ruang wilayah dan/atau rencana teknik ruang kabupaten/kota,
dan/atau RTBL
b. Tidak mengganggu keseimbangan lingkungan, dan fungsi lindung kawasan
c. Tidak menimbulkan perubahan arus air yang dapat merusak lingkungan
d. Tidak menimbulkan pencemaran dan
e. Telah mempertimbangkan faktor keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan kemudahan
bagi pengguna bangunan.
Tabel 4.5 Peraturan Penggunaan Lahan Dikawasan Danau Lebo
No Jenis Penggunaan Luas Lahan KDB KLB TB
1 Perumahan 31 0.20-0.40 0.40-0.80 2
2 Perdagangan&jasa 0.3 0.40 0.80 2
3 Peribadatan 0.25 0.40 0.40 1
4 Terminal 3.4 0.40 0.40 1
5 Kesehatan 0.12 0.20-0.40 0.40-0.80 2
6 Pendidikan 1.2 0.40 0.40 1
Sumber: Bappeda Sumbawa Barat,2015
Bong merupakan
tempat untuk mencuci
kaki sebelum
memasuki rumah dan
sebagai petunjuk pintu
masuk
a. Atap
Bentuk atapnya tinggi seperti perahu, dengan sudut atap ≥ 45 o. Bahan penutup
atapnya dari bambu dan ada juga dari genting. Atap dari bambu di Sumbawa disebut
“Santek”(bambu yang dipotong-potong).
b. Tiang
Bentuk tiangnya bisa persegi empat dan selinder. Tiang utamanya dinamakan tiang
guru
c. Dinding
Pada umumnya dinding dibuat dari anyaman bambu. Jenis anyaman ada dua
macam, yaitu anyaman “goleng” (agak kasar), dan anyaman “galeper”(lebih halus).
Sekarang rumah panggung sumbawa banyak yang menggunakan papan kayu sebagai
dindingnya.
d. Lantai
Pada lantai rumah Sumbawa merupakan susunan papan kayu yang susun horisontal
dan ada juga yang memakai lantai bambu. Kayu penyangga lantai memakai material kayu
rimas karena kayu ini banyak pada kawasan sekitar rumah. Terdapat pula batang pohon
kelapa sebagai campuran kayu penyangga lantai.
e. Susunan ruang pada rumah Sumbawa
5 8
2
1
6 3
a b
c
4
7
Keterangan
4. Saban (Ruang t ambahan tanpa dinding)
a. Rtuang Luar (Tamu)
5. Jambang (WC khusus buang air kecil)
b. Runag Dalam (Orang tua)
6. Tiang guru salaki
c. Ruang Dalam (Anak-anak gadis)
7. Tiang guru sawai
1. Anar Salaki (Tangga khusus untuk laki-laki )
8. Jamabang sawai (WC untuk buang air besar)
2. Anar Sawai (Tangga khusus untuk perempuan)
3. Sunikan (dapur)
Gambar 4.14 Susunan Ruang Rumah Sumbawa
Sumber: Ahmad, (1991 Arsitektur Tradisional Daerah Nusa Tenggara Barat)
Kegiatan nelayan untuk menangkap ikan dengan proses yang alami dimana
air dipukul-pukul untuk menakut-nakuti ikan sehingga ikan yang diharapkan
menuju tempat tertentu yang sudah disedikan jaring didalam perairan
tersebut
Keterangan
Batas tapak :
Utara : Kawasan perairan danau
Timur : Kawasan perairan danau
Selatan : Kawasan perairan danau
Barat : Jalan raya dan kawasan lindung
Luas tapak total : 10 Ha
4.3.2 Lingkungan
Site ini berada di Dusun Pakerum blok tengah kawasan Danau Lebo dengan fungsi
kawasan sebagai kawasan wisata. Kriteria pemilihan lokasi ini berada pada kawasan
setrategis dan disesuaikan dengan tujuan pengembangan kawasan yang direncanakan oleh
pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sebagai tempat rekreasi.
Paralayang
Pasar Ikan trasional
Tapak
Terminal
SPBU
Pasar
Rumah sakit
BANK
Pusat Kota
a. Strength (Kekuatan)
1. Potensi sumber daya alam Danau Lebo
2. Potensi budaya lokal masyarakat sekitar danau
3. Lokasi Sumbawa Barat yang berada antara Lombok dan P. Komodo
4. Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan
b. Weakness (Kelemahan)
1. Kurangnya pemahaman masyarakat, pelaku wisata dan pemerintah terhadap
ekowisata
2. Lemahnya kemampuan SDM dan inovasi masyarakat sekitar danau dalam
mempromosi produk wisata
3. Kurangnya sarana prasarana wisata disekitar kawasan
4. Kesadaran masyarakat sekitar terhadap pelestarian lingkungan
c. Opportunities (Peluang)
1. Pengembangan Kawasan Wisata pendukung Danau Lebo seperti Paralayang Mantar,
Desa Budaya Mantar, Pantai Poto Batu, Labuan Balat dan dibukanya kembali akses
transfortasi udara di Sekongkang
2. Kebijakan pemerintah berupa SK Penunjukan sebagai TWA dan rencana
pembangunan objek wisata
3. Masyarakat yang parsitipatif
4. Arah pengembangan wisata dunia yang berorientasi pada pelestarian lingkungan
5. Dukungan pelaku wisata
d. Threath (Ancaman)
1. Pembangunan yang tidak terkontrol sehingga merusak lingkungan
2. Kerentanan terhadap kerusakan lingkungan terhadap pengaruh pengelolaan sumber
daya alam yang menjanjikan nilai ekonomi
3. Sulitnya pemasaran produk wisata
4. Keterbatasan masyarakat sekitar dalam menikmati sumber daya alam yang ada
5. Gulma air
Strategi pengembangan wisata.
a. Strategi S-O
1. Mempertahankan dan mengembangkan kawasan wisata danau Lebo sebagai
center/informasi terhadap wisata pendukung lainnya
2. Mengembangkan pariwisata dengan memantapkan fasilitas wisata yang sudah ada
dan penyediaan fasilitas serta utilitas pendukung sekitar kawasan.
77
b. Taman Wisata Alam Lebo merupakan habitat dari berbagai jenis satwa tumbuhan.
Sehingga perlu suatu perancangan yang dapat menciptakan rasa bangga masyarakat
local terhadap lokasi yang dimilikinya melalui penyediaan berbagai fasilitas pendidikan
dan antraksi wisata terbatas.
c. Perlu sutu perencanaan yang dapat mendorong partisipasi masyarakat lokal untuk
mengembangkan kemampuan mengelola usaha pariwisata dan memberdayakan
masyarakat untuk mengembangkan kreatifitas yang berkaitan dengan penyediaan
berbagai kebutuhan wisatawan seperti cinderamata, makanan khas daerah setempat,
usaha transportasi
4.4.2 Analisis Kegiatan Ekowisata
Dari analisis kawasan Danau Lebo diatas, dapat ditetap kriteria perancangan
ekowisata Danau Lebo yang berbasis ekologi sebagai berikut:
a. Mengharmoniskan hubungan antara budaya dan alam melalui:
1. Penyedian fasilitas rekreasi yang bersifat melestarikan budaya dan alam
2. Memanfaatkan potensi dan sumberdaya sekitar
b. Menciptakan kesadaran wisatawan tentang konservasi sumber daya alam melalui
pemanfaatan sumber daya wisata secara berkelanjutan dan menciptakan pencegahan
dampak negatif lingkungan.
c. Menciptakan rasa bangga masyarakat lokal terhadap budaya dan lokasi yang
dimilikinya melalui penyediaan berbagai fasilitas yang mewadahi kegiatan budaya
melalui kegiatan yang berbasis pada pendidikan budaya dan ekologi setempat
d. Mendorong partisipasi masyarakat lokal untuk mengembangkan kemampuan mengelola
usaha pariwisata.
e. Memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan kreatifitas yang berkaitan dengan
penyediaan berbagai kebutuhan wisatawan seperti cinderamata, makanan khas daerah
setempat, usaha transportasi
Batasan kegiatan ekowisata pada Danau Lebo sebagai berikut:
1. Kegiatan konservasi sebagai upaya pelestarian (konservation)
2. Kegiatan pendidikan ekologi setempat (edukasi)
3. Kegiatan rekreasi (recreation)
4. Kegiatan pemberdayaan masyarakat (embracing)
79
Bangunan pertambangan
Prinsip konservasi Saat ini kegiatan budaya hanya Penyediaan fasilitas budaya pada
budaya dilakukan pada saat-saat tertentu, perencanaan berupa tempat pertunjukan
• Melakukan pendekatan, (perkawinan, sukuran dan hari yang berada diruang terbuka. Kegiatan
meminta saran-saran dan besar). Kurangnya wadah bagi budaya dengan fasilitas berupa tempat
mencari masukan dari pengembangan pengetahuan budaya pertunjukan dan pameran
tokoh/pemuka masyarakat mengakibatkan nilai-nilai budaya
setempat mulai tergerus misalnya pada
• Melakukan penelitian kegiatan Berempuk
dan pengenalan aspek-
aspek sosial budaya
masyarakat setempat
Open stage sebagai tempat pertunjukan
budaya
Prinsip Edukasi Kodong merupakan alat tangkap Kelas alam merupakan tempat
• Mengoptimalkan ikan tradisional masyarakat sekitar belajar terbuka dibutuhkan dalam
keunikan dan kekhasan Danau Lebo yang terbuat dari perancangan sebagai fasilitas penunjang
daerah sebagai daya tarik bambu. Saat ini masih digunakan untuk memberi pengetahuan kepada
wisata. sebagai alat tangkap nelayan yang wisatawan maupun pelajar yang ada di
• Memafaatkan dan ramah lingkungan. Namun tidak kabupaten Sumbawa Barat
mengoptimalkan banyak orang mengetahui
pengetahuan tradisional keberadaan alat tangkap ini
berbasis pelestarian alam termasuk anak jaman sekarang di
dan budaya serta nilai- Sumabawa Barat
nilai yang terkandung
didalamnya
Prinsip rekreasi
Aspek Rekreasi Kegiatan Sarana yang dinikmati
Pemandangan dan atraksi Photo hunting flora dan fauna khas Danau Lebo, bukit-
lingkungan budaya bukit, menara pandang dan panggung
Melihat pertunjukan budaya terbuka
Manfaat lansekap Bersampan Jalan setapak/ jogging track, bangku,
Memancing lapangan terbuka, shelter, spot
Wisata bahari air tawar, pemancingan dan tempat berkemah
menyusuri danau dengan dayung
sampan
berenang
mendaki bukit,
kamping
Akomodasi dan fasilitas Istirahat Cottage, dayung sampan, shelter, kios
layanan pendukung Rileksasi souvenur, restoran dan play ground,
Rekreasi rumah makan/restoran
Mencicipi berbagai macam
makanan khas
Peralatan dan Memproleh informasi Pemandu wisata, angkutan umum dokar,
Perlengkapan Menikmati suasana rekreasi sewa peralatan pancing, pelampung, dan
sampan
81
Pendidikan dan Studi tour pengenalan lingkungan Pustaka Konservasi, ruang belajar
Ketrampilan Pengenalan flora fauna, dan (kelas alam), ruang serbaguna,
Penelitian perlengkapan audio visual, ruang
Melihat koleksi dan pertunjukan penangkaran satwa yang dilindungi
budaya setempat dan laboratorim
Galeri open stage
c. Fungsi Tersier
Pelaku dibedakan menjadi dua kategori, yaitu pelaku tetap dan pelaku tidak tetap.
Pelaku tetap merupakan pelaku yang setiap harinya melakukan aktifitas kerja di dalam
kawasan waterfront resort. Terdiri dari pengelola kawasan, yaitu pengelola resort,
pengelola sarana dan fasilitas rekreasi, fasilitas konservasi, dan fasilitas perdagangan
beserta dengan staffnya. Sedangkan pelaku tidak tetap merupakan pelaku yang hanya
beberapa saat saja melakukan kegiatan atau aktivitas di dalam kawasan ini atau
pengunjung waterfront ini. Pelaku tetap dibagi menjadi dua, yaitu pengunjung menginap
dan pengunjung tidak menginap. Pengunjung menginap merupakan sasaran utama resort,
sedangkan pengunjung tidak menginap merupakan sasaran sekunder resort.
Diagram Pelaku
1. Tamu Cottage
Tamu cottage atau tamu yang menginap adalah orang yang datang ke resort
sebagai pengguna jasa penginapan dan fasilitas yang disediakan. Tamu cottage adalah
subjek yang mendapatkan perhatian utama dalam perencanaa resort.
Sedangkan menurut tipe cottage yang ditinggali terdapat jenis tamu, dengan jumlah
maksimal tamu penginapan yang dapat ditampung hasil perkalian jumlah kamar dengan
kapasitas maksimal kamar
2. Pengunjung
Tamu yang tidak menginap atau disebut pengunjung adalah orang yang datang ke
resort untuk menggunakan fasilitas rekreasi dan fasilitas publik yang tersedia pada resort
tanpa melakukan aktivitas menginap.
Menurut tujuan kedatangan dan fasilitas yang digunakan, pengunjungdapat
dibedakan sebagai berikut :
Tabel 4.9 Pola Aktivitas Pengunjung
3. Pengelola
4. Staff/Pegawai
Pegawai adalah orang yang datang ke resort untuk bekerja dengan memberikan
pelayanan kepada tamu dan pengunjung. Pegawai adalah elemen terpenting dari usaha
resort karena pegawai merupakan orang yang langsung berhubungan dengan tamu hotel
dan pengunjung. Pegawai adalah orang yang datang ke resort untuk bekerja. Menurut jenis
dan area pekerjaan yang dilakukan pegawai dapat dibedakan sebagai berikut:
Tabel 4.10 Analisis Pegawai Waterfront Resort
b. Identifikasi kegiatan
1. Pengunjung
Tabel 4.11: Identifikasi kegiatan utama pengunjung
Pelaku Kegiatan Utama Jumlah
Pengunjung Penginapan Menginap, menikmati fasilitas
rekreasi, menikmati fasilitas Eco Relative
Culture Resort & Konservasition
Pengunjung Tidak
Menginap menikmati fasilitas rekreasi (kolam Relative
renang, restoran, dayung sampan)
,fasilitas Eco Culture Resort &
Kegiatan Konservasi
Pengunjung komersial
Toko souvenir, money changer, Relative
drugstore, biro perjalanan
Pengunjung pertemuan
Melekukan kegiatan pertemuan, Lebih dari 10 orang
rapat, meeting, acara yang dihadiri
orang banyak di ruang serbaguna.
2. Pengelola
Tabel 4.12: Identifikasi kegiatan utama pengelola
PENGELOLA
Pelaku K egiatan Utama Jumlah
Manager Utama Mengatur jalannya resort secara keseluruhan 1
PEGAWAI
Front Office
Pelaku Kegiatan Utama Jumlah
Claning service Menjaga kebersihan dan keindahan area publik resort 2x1 shift
Hause K eeping Menjaga kebersihan dan keindahan area hunian resort dan 4x1 shift
melayani kebutuhan tamu
Petugas Laundry Mencuci, menyetrika, dan menyeiapkan 2x1 shift
Petugas Linen Menyediakan dan menjaga kebersihan tempat hunian 1x1 shift
Tukang kebun Memelihara tanaman baik di luar maupun didalam bangunan 2x1 shift
Tukang masak Membuat masakan untuk pesanan tamu dan karyawan 2x1 shift
K epala koki Mengatur menu yang akan dimasak, serta menentukan menu 1 orang
dan mengatur pembagian tugas
Koki restoran Memasak dan menyediakan makanan dan minuman bagi 2 orang
pengunjung
Asisten koki Membantu koki restoran menyediakan makan serta mengajari 1 orang
tamu untuk memasak makanan kasa Sumbawa
Tukang cuci Membersihkan peralatan makan dan minum 1x1 shift
Pegawai Pengelola
Offic boy dan Melayani kebutuhan pengelola serta menjaga kebersihan 2 orang
Cleaning Service kantor
Petugas Utilitas
Petugas MEE Melakukan perawatan dan perbaikan terhadap peralatan 1 orang
mekanikal
89
Petugas Jenset Melakukan perawatan dan perbaikan terhadap genset serta 1 orang
memastikan ketersediaan sumber listrik
Petugas Pompa Melakukan perawatan terhadap pompa dan tandon dan 1 orang
Air menjamin ketersedian pasokan air
Petugas Keamanan
Karyawan pada Melayani pengunjung dengan keahlian pijat urut tradisional 4 orang
fasilitas Massag Sumbawa
Roome
Karyawan Melakukan penjagaan dan pengecekan terhadap kemungkinan 2x2 shift
Pengawasan terjadinya pengrusakan dan pencemaran lingkungan danau
Karyawan pada Melayani penjualan barang-barang 2x2 shift
fasilitas toko Memberikan pertolongan pertama medis
Bagian kesehatan Merawat dan memberi pertolongan pertama pada kecelakaan 2x2 shift
(medical section pengunjung
Bagian memberi pertolongan pertama pada kecelakaan pengunjung 2x2 shift
Keselamatan
Makan 55&Cekli
Istirahat di Siang
4
cottage
Menikmati
suasana danau
Menikmati
Fasilitas umum:
Fasilitas Resort
Restoran dan mini
Bar
Tamu yang tidak menginap atau disebut pengunjung adalah orang yang datang ke
resort untuk menggunakan fasilitas rekreasi dan fasilitas publik yang tersedia pada resort
tanpa melakukan aktivitas menginap.
Datang Observasi
Melakukan pengecekan
barang bawaan dan Loket
menunggu informasi
Ke Fasilitas Lain
Coffy Shop Pulang
c. Pengelola
Pengelola memiliki satu zona khusus untuk tempat beraktifitasnya. Pengelola pada
umunya memiliki pola kegiatan yang sama yang membedakannya adalah jenis pekerjaan
yang dilakukan. Adapun pola aktivitas pengelola sebagai berikut:
1. General Manager
Datang Pulang
Rapat
Mengawasi
Parkir Parkir
Ibadah
Menerima Tamu
Persiapan Istirahat
2. Sekretaris Manager
Datang Pulang
Rapat
Ibadah
Pegawai front office adalah orang yang bekerja di bagian front office. Terdapat 2
jenis pekerjaan yaitu resepsionis dan informasi, reservasi dan pembayaran. Berikut pola
aktivitas pegawai front office :
92
a) Resepsionis
Pulang
Datang
Datang Pulang
Parkir
Persiapan Informasi
Istirahat
Datang Pulang
Rapat
Ibadah
4. Pegawai Utilitas
Pegawai utilitas adalah orang yang datang untuk melakukan pengecekan dan
perawatan perbaikan sarana utilitas bangunan resort. Meliputi petugas mekanikal dan
petugas genset. Berikut kegiatan pegawai utilitas bangunan :
93
Datang Pulang
Rapat
Maintenance Istirahat
Koordinasi
7. Petugas Keamanan
Sumber : Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sumbawa Barat, 2015
Pelatihan Green Hause Tempat pengunjung untuk berlatih memasak dan mengelola
tonyong dan ikan menjadi masakan Singang dan Pesal
Ruang Serbaguna Menyewa alat pancing dan perahu untuk belajar memancing
ala masyarakat setempat
Penelitian Laboratorium Tempat untuk mengetahui dan meneliti aspek pencemaran
lingkungan yang disebabkan dari kegiatan masyarakat
setempat
Fungsi Rekrasi
95
96
Melihat pertunjukan budaya dan sekitar Ruang bagi pengunjung untuk melihat pameran dan
Open Stage
danau pertunjukan budaya sekitar dengan latar kawasan danau Lebo
Tempat pengunjung untuk menikmati suasana danau sambil
Pemeliharaan kebugaran Sepeda dayung
bersepeda diatas air.
Berenang Kolam renang Area olah raga berenang yang ditempatkan outdoor.
Schluputure yang berada ditengah kolam tempat bermain
Perosotan Jump Schlupture
prosotan dan meloncat kedalam air kolam
Ruangan outdoor dengan area jogging track untuk pengunjung
Jogging jogging track
yang ingin beraktivitas jogging.
Bermain-main play ground Area play ground untuk tempat bermain anak-anak.
Kegiatan melihat kawasan danau Menara Pandang Tempat untuk melihat situasi sekeliling danau dari ketinggian
KM/ WC dan Ruang Tempat pengunjung untuk membersihkan diri dan mengganti
Kegiatan lavatory untuk umum
Ganti pakaian.
Beribadah Musholla Tempat pengunjung untuk beribadah (sholat).
Tempat pengunjung membeli kebutuhan dan keperluan yang
Belanja Minimarket dibutuhkan.
Datang Drop off Tempat pengunjung turun dari kendaraan menuju lobby.
Parkir kendaraan Parking area Tempat pengunjung memarkir kendaraan.
Check in Lobby resepsionis Tempat pengunjung memesan kamar (check in) dan check out.
Duduk-duduk sambil menunggu pengecekan Tempat pengunjung mendaftarkan barang bawaan dan
Hall check lis
barang bawaan menerima informasi dari petugas
Duduk dan registrasi sambil menikmati Tempat pengunjung minum kopi dan menikmati hiburan yang
Coffee shop
hiburan disediakan oleh resort.
Menginap Kamar (cottage) Ruang bagi pengunjung untuk beristirahat.
Makan dan minum Restoran Tempat makan dan minum bagi pengunjung.
Ruang bagi pengunjung untuk mengadakan pertemuan atau
Seminar, pertemuan, dan kegiatan bisnis Ruang serba guna kegiatan dalam skala besar sehingga membutuhkan ruang yang
cukup luas.
Pengunjung Memancing Spot Pemancingan Tempat pengunjung untuk memancing didanau
menginap
Jogging jogging track area outdoor yang memfasilitasi pengunjung berolah jogging.
Bermain-main Play ground Area play ground untuk tempat bermain anak-anak.
Tempat membeli souvenir atau oleh-oleh yang berada di
Membeli souvenir dan oleh-oleh Kios Sovenir
sekitar area resort.
Kegiatan lavatory KM/ WC Tempat pengunjung untuk membersihkan diri.
Beribadah Musholla Tempat pengunjung untuk beribadah (sholat).
98
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Rapat
Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Staff service Merapikan kamar penginapan Kamar penginapan Ruang bagi pengunjung untuk beristirahat.
99
Membersihkan ruangan dan sirkulasi Semua ruang Seluruh ruang yang berada di kawasan resort.
Ruang asisten
Bertanggung jawab atas keamanan resort
manager security Ruang kerja asisten manager security.
Asisten
Melaksanakan tugas sesuai dengan job Ruang staff kawasan
manager description resort
security
Rapai intern dengan anggota security Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Manager Mengkoordinasi bawahannya Ruang manager Ruang kerja manager keuangan dan administrasi.
100
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Mengawasi kegiatan yang berada di dalam
Asisten restoran Ruang asisten
Ruang kerja asisten manager restoran.
manager Mengkoordinir para pekerja yang ada di manager
restoran restoran
Rapat intern Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Mengontrol makanan dan minuman Ruang F&B control Ruang control makanan dan minuman.
Membersihkan dan merapikan ruang makan Ruang makan Ruang makan pengunjung.
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Melaksanakan tugas sesuai dengan job
Ruang staff Ruang kerja supervisor dan staff coffeeshop.
description
Supervisor dan Melayani pengunjung yang datang Ruang makan Ruang makan pengunjung.
staff coffeeshop
Menyediakan dan melayani fasilitas minum Coffee shop Ruang bagi pengunjung untuk menikmati kopi.
Rapat intern Ruang staff Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
103
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Mengawasi pekerjaan yang ada di bagian
Asisten oprasional dan teknisi Ruang asisten
manager Ruang kerja asisten manager teknis
manager
Oprasional dan Mengkoordinir para supervisor dan staff
Teknik
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Supervisor dan Ruang indoor/ outdoor untuk menunjang sarana dan fasilitas
staff Memperbaiki fasilitas yang rusak Bengkel
rekreasi bagi pengunjung resort.
Rapat intern Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Mengawasi pekerjaan yang ada di kawasan Playground, plaza Ruang outdoor sebagai tempat bersantai pengunjung dan
ruang luar resort dan fasilitas pelengkapnya dan taman bermain anak-anak.
Asisten manger
garden dan
fasilitas Ruang manager
Mengkoordinir para supervisor dan staff Ruang kerja asisten manager garden dan fasilitas.
garden&fasilitas
Rapat Ruang rapat Ruang pertemuan/ ruang rapat bagi pengelola resort.
Supervisor dan Melaksanakan tugas sesuai dengan job
Ruang staff, Ruang kerja supervisor dan staff.
staff description
104
Playground
Melakukan pengecekan tempat bermain anak Tempat bermain anak-anak.
Memperbaiki alat-alat yang rusak Ruang perbaikan Tempat memperbaiki alat-alat yang rusak.
Memompa untuk air bersih dan sebagainya Ruang pompa Tempat alat pompa air bersih.
Staff Teknisi
Mengontrol kemampuan mesin yang ada Ruang tranformer Tempat kontrol mesin.
Mengatur penggunaan listrik Ruang genset Tempat pengaturan listrik.
Mengatur mesin AC yang digunakan Ruang boiler Tempat pengaturan AC.
Bagian Menjaga keamanan sekitar
keamanan Patroli dan koordinasi dengan dengan pos Pos Pengawasan Tempat penjagaan linkungan resort
(satpam keamanan lain
105
a. Ruang Hunian
Menurut sekretarsi dinas pariwisata, bahwa tiap bulan wisatan yang menginap
mencapai 25% dari total kunjungan tiap tahunnya, sedangkan menurut salah satu petugas
hotel di Taliwang yang menginap terdiri dari 55%nya per orangan dan 45% nya lagi keluarga
berkisar 3-4 orang.
489 orang x 25 % = 122.25 ≈ 122 orang yang menginap per bulan
e. Ruang Ibadah
f. Ruang Luar
Tabel 4.20 : Besaran Ruang Luar
Jenis Ruang Kebutuhan Besaran Ruang Sumber
Standar Total
Area parkir Mobil = 40 2,5 x 5 m 12,5 m x 40 = 500 m2
2
NAD
pengunjung Motor = 70 0,7 x 2 m 1,4 m2 x 70 = 98 m2
Mini bus = 4 3x7m 21 m2 x 4 = 84 m2
Area parkir Mobil = 9 2,5 x 5 m 12,5 m2 x 9 = 112,5 m2 NAD
pengelola Motor = 43 0,7 x 2 m 1,4 m2 x 43 = 60,2 m2
Total 1111.11m2
Keterangan
ASS: Asumsi Skripsi
NAD: Neuferd Analisis Desain
110
4.5 Analisis Pola Penataan Ruang dan Massa pada Tapak Perancangan
Tujuan mengharmoniskan hubungan antara budaya dan alam dan memanfaatkan
potensi dan sumber daya lingkungan sekitar untuk mengatasi setiap persoalan desain
secara berkelanjutan
4.5.1 Analisis Tapak
[Link] Eksisting Tapak
1
2
3 4
5
8
6
9
7
1. Padang rumput air, 2. Kebun kelapa, 3. Bangunan pengelola dan perikanan, 4. Playground, [Link] wisata air
[Link] Aksebilitas
Kereteria akses ke dalam tapak
1. Dapat dengan mudah dicapai dengan kendaraan umum
2. Pencapaian ke hall penerima dapat memudahkan ke fasilitas wisata lainnya
3. Pencapaian kedalam tapak dapat dengan mudah dan cepat
4. Memudahkan sirkulasi kendaraan dengan memisahkan pintu masuk dan keluar
2
Desa Budaya
Paralayang
Pasar Ikan trasional
Tapak
Terminal
SPBU
Pasar
Rumah sakit
Jalan utama yang
menghubungkan Pulau Lombok
dan Pulau Sumbawa melalui
Pusat Kota pelabuhan Poto Tano dan
menuju ke pusat kota
2. Jalur dari arah Lombok melalui 1. Jalur dari arah ibu kota
pelabuhan Poto Tano Taliwang
Analisa
Pencapaian yang di gunakan dalam perancangan analisa alternatif di resort ini adalah
menggunakan pencapaian langsung. Hal ini karenakan lokasi tapak berada di tengah
112
fasilitas umum lainnya melalui satu jalur utama, sehingga dapat memudahkan pengunjung
dalam memasuki area fasilitas akomodasi resort tersebut.
Tanggapan
Pencapaian ke dalam
Tapak Dengan One
Gate Sistem
1 1
2
2
5
4 5
1. Pintu masuk petugas perikanan, 2. Pintu masuk parkir pengunjung, 3. Pintu masuk
pengunjung, dan nelayan, 4. Pintu masuk pengunjung, pemancing, penjaga kawasan
5. Pintu masuk nelayan
Tanggapan
Arah putar
Linier balik
1Arah
terpusat
Jalur pengunjung ke
sisi utara
Jalur pengunjung
rekreasi
Jalur keluar
masuk area servis
loading dock Sirkulasi sekunder
untuk jalur joging
track
Jalur keluar
masuk utama
Jalur keluar
masuk nelayan
a. Bagian Utara
1. Deretan pohon kelapa dilihat dri arah jalan raya, 2. Pohon kelapa dilihat dari dalam tapak
Gambar 4.39 View Kedalam Tapak Sebelah Utara
1. Rumah penduduk, 2. Rumah penduduk dan kos, 3. Kearah bukit cerme, 4. Kearah bukit Sampar
Gambar 4.40 View Ke Luar Tapak Sebelah Utara
b. Bagian Tengah
c. Bagian Selatan
Gambar 4.44 View Keluar Tapak Yang Didominasi Kawasan Perairan dan Perbukitan
Tanggapan
[Link] Topografi
Keadaan tanah pada tapak perencanaan ini adalah didominasi oleh kontur miring
dan datar pada tepian pesisir danau dan bukit. Tanah di tapak pada sisi paling barat dan
sekitar bukit merupakan tanah keras dan berbatu. Sedangakan tanah tepian danau
merupakan tanah berlumpur.
1
Bukit dalam tapak, dengan
1
ketinggian 5 meter
3 2
Kondisi diatas bukit, tidak terlalu curam dan bagian puncak datar namun dipenuhi
pepohonan dan semak.
Ruang terbuka hijau publik kurang dari 20% dari total luas kawasan sehingga perlu
penambahan area terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan publik. Tapak dengan
luas 10 ha merupakan 90%nya ruang terbuka hijau softscape dan sisanya hardscape
berupa tempat parkir yang dipaving. Sehingga bisa dilakukan penambahan pelataran yang
diperkeras (hardscape) sebagai tempat melakukan berbagai aktivitas seperti tempat pejalan
kaki dan jogging track.
[Link] Vegetasi
Pemanfaatan vegetasi dan prabot taman yang disesuaikan dengan kriteria rekreasi,
interaksi dan istirahat, lansekap arsitektur hijau, sebagai pengendali iklim mikro serta
penataan prabot taman sebagi penunjang fungsi tapak.
Tolak Ukur
1. Pertahankan minimal 20% pohon (dewasa/besar) yang ada dalam kawasan
2. Penanaman minimal 10 anakan pohon/pohon muda, untuk setiap pohon di dalam
kawasan yang tumbang.
122
1 2
5
6
10
7
8
9
11
15 14 12
13
1 2 3 4
5 6 7 8
9 10 11 12 13
a
d
e
b
Rencana penanaman
kembali vegetasi untuk
menggati semak yang
dianggap menggangu
6 Tanaman penutup tanah Penutup tanah pada taman dan - Rumput Jepang
area pinggir pedestrian - Rumput Vetiver
- Palem Sadeng
4
1 2
5
55 m
Gambar 4.55 Kondisi Tapak Saat Musim Kemarau dan Musim Hujan
Tanggapan
Strategi peningkatan kualitas iklim mikro, antara lain:
1. Open grid pavement, antara lain: grass block, grass pave, turf pave.
2. Menyediakan pohon peneduh.
3. Menggunakan material dengan daya refleksi panas matahari (albedo) minimum 0,3
atau Solar Reflectance Index (SRI) > 29.
4. Kolam air.
Pembuatan
tanggul
3m
Angin muson
barat yang
terhalang bukit
Gambar 4.57 Kondisi Angin Pada Tapak Yang Bertekanan Tinggi Dari Arah Timur
Tanggapan:
Orientasi bangunan dalam tapak disesuaikan dengan arah angin yang mendominasi
dari arah timur. Selain itu penananaman vegetasi atau pohon bertajuk besar pada daerah
Timur akan mampu meminimalisir masuknya angin yang datang. Juga memaksimalkan
bukaan pada daerah bagian Timur, untuk memanfaatkan angin yang berhembus. Bangunan
diusahakan memanjang dari arah utara ke selatan.
b. Pencahayaan
Pada pagi hari, sinar matahari dari timur langsung kedalam tapak, karena keadaan
sekitar tapak yang minim bangunan tinggi dan tidak ada yang melindungi site karena
berada di pesisir danau sehingga cahaya dapat di tangkap secara optimal. Namun disaat
menjelang magrib lokasi ini akan cepat gelap kerena sianar matahari terhalang oleg bukit
disebelah baratnya.
April- September
≤ 34,7 0C
September- Oktober
4 ≥ 34,7 0C
1 2
5
3
Oktober- Maret
6 ≥ 19.9 oC
Jalan raya
Bukit
Danau
Tapak
raya
Gambar 4.59 Pencahayaan Pada Tapak
Tanggapan
Orientasi bangunan menyesuaikan arah datangnya sinar matahari. Pengolahan
komposisi dalam tapak, untuk massa dan ruang luar yang dibentuk disesuaikan dengan
arah datangnya sinar dan jatuhnya bayangan. Penananaman pohon bertajuk besar pada
bagian tengah tapak dan pembuatan sealter pada titik pemancingan sebagai peneduh saat
siang hari.
129
Gazebo sebagi
fasilitas penunjang
kegiatan rekreasi.
Kolam wisata air seperti sepeda air,
(sudah mulai rusak)
dan memancing. Masih kurang
diminati.(kurang terawat dan banyak
sampah)
Menambah fasilitas
Merevitalisasi fungsi komersil untuk menambah
untuk dikembalikan nilai ekonomi tapak.
kefungsi awal sebagai
bangunan pengelola Membuat fasilitas
publik yang
bersifat terbuka
Dipertahankan
dengan melakukan
revitalisasi bangunan Membuat
untuk menyesuakan fasilitas untuk
dengan kondisi tapak kegiatan
pendidikan
Menambah fasilitas kolam
renang untuk pengunjung
Gambar 4.63 Volume Kebisingan Kendaraan Yang Datang Dari Arah Barat
131
Tanggapan
Untuk area sisi jalan ditanama pohon/atau tanama yang bisa mereduksi kebisingan
serta mengatur massa bangunan yang memerlukan kenyamanan seperti bangunan hunian
pada area yang jauh dari aktivitas publik.
2
2
3 Pos pengawasan
BKSDA
Analisis
3 Aktivitas Pendukung
Tenga
h Selatan
n
Gazebo
Jukung
Gazebo ini berjumlah 7 unit berbentuk lumbung yang
Merupakan alat teransfortasi nelayan sekitar untuk
digukana oleh warga untuk duduk santai dan sebagai
menulusuri danau untuk memancing
tempat menjual makan dan minum
Permasalahan
Permasalahan
Tidak adanya dermaga untuk penempatan jukung
Kondisinya sudah ada yang mulai rusak
Tanggapan
Tanggapan
Direncanakan dibuat dermaga jukung yang dapat
Direncanakan akan direnovasi kembali untuk aktiftas
digunaka atau disewakan kepada pengunjung
jual sovenir
132
133
Tanggapan
Dijadikan sebagai
pusat waterfront
dengan
mempertahankan
bentuk aslinya
Zona Hunian
Diperuntukan untuk pengunjung
yang menginap dan disebut sebagai
ruang privat
Zona Rekreasi
Zona Konservasi
Untuk kegiatan bersantai, dan
Untuk kegiatan pendidikan ekologi
melihat pertunjukan budaya.
atau kebutuhan khusus. Zona ini
Zona ini sebagai ruang publik
merupakan ruang semi publik
Ditinjau dari fungsi bangunan yang bersifat rekreatif, maka bentukan persegi
panjang akan dipadukan dengan bentuk segitiga pada atapnya tanpak menghilangkan citra
kawasan sehingga menjadi bangunan yang rekreatif.
Tabel 4.22 Alternative Bentuk Dasar Massa
Bentuk Dasar Sifat
Pada ujung
atap diberi
ornamen
“Bangkung”
Tanggapan
Karakter rumah
Sumbawa terlihat
pada atapnya,
sehingga akan
menjadi karakter
pada bangunan
utama resort
Struktur pnggung
Struktur apung
Pada perancangan cottage dibuat dengan sistem panggung, guna menghindari banjir
dan diharapkan mampu memberi kenyamanan pada penggunanya dan bangunan yang
menjorok ke dalam air menggunakan sistem apung.
b. Bahan Bangunan
Tabel 4.23: Analisis Penggunaan Material Pada Bangunan Perencanaan
Kayu jati memiliki serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat
dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan
bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati
juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan
minyak di dalam kayu itu sendiri. Selain itu kayu jati masih mudah di temukan di
Jati
Sumbawa
Pohon Kelapa Kayu kelapa, yang selama ini secara tradisional lebih banyak digunakan sebagai
kayu konstruksi berat seperti balok dan kaso, mulai digunakan sebagai komponen
pintu, jendela, furnitur dan lantai. Penggunaan pohon kelapa juga masih mudah
ditemukan disekitar kawasan.
Bambu Bambu digunakan untuk pelengkap interior cottage dan karena strukturnya lentur
digunakan sebagi bahan material struktur untuk bangunan yang memiliki pola
dinamis
Menuju danau
Gambar 4.73 Skema Penyaluran Air Hujan
d. Sistem Pembuangan Limbah Dapur
Riol kota
Gambar 4.74 Skema Penyaluran Limbah Dapur
e. Sistem Pembuangan Dari Kamar Mandi
Unit
TPA
Sampah Dedaunan Tempat sampah Penampungan pupuk
organik kompos
143
144
1. Pembelajaran Memberikan informasi Belajar dan mengajar Pelajar, wali kelas masing- Waterfron School
Syarat mengenai potensi alam diruang terbuka sambil masing kelompok kelas,
danau Lebo sehingga menikmati pemandangan tenaga pendidik, dan
Pelajar terbentuk rasa bangga danau petugas konservasi edukasi
Merupakan kelompok kelas dan memiliki generasi
Terdaftar maksimal 3 hari penerus terhdap
sebelum kunjungan lingkungan danau Lebo
Bersedia mengembalikan
sampah yang dibuang
sembarangan
Membayar uang pendaftaran
sebagai sumbangan dan
partisipasi perlindungan
danau
2) Pengetahuan Menegtahui secara jelas Berlatih mengolah tonyong Wisatawan, petugas Green House dan spot
Syarat cara-cara masyarakata dan ikan menjadi makanan pengelola, masyarakat pemancingan
sekitar danau Lebo singang dan pesal sekitar yang menjadi
Sehat fisik dan jasmani dalam memanfaatkan Berlatih memancing ikan anggota nelayan danau
Membayar tiket paket wisata danau lebo menggunakan alat-alat Lebo
pengetahuan sebagai uang tangkap dan cara
penyewaan alat-alat Menciptakan kesadaran tradisional
pemancingan wisatawan tentang Berlatih berdayung dengan
Bersedia menjaga kebersihan konservasi sumber daya sampan
kawasan alam melalui
pemanfaatan sumber
daya wisata secara
berkelanjutan dan
menciptakan
pencegahan terhadap
pencemaran lingkungan.
Membungkus Ikan
Spot pemancingan Tangkapan
147
Melakukan
penelitian sample
Melakukan
Pulang
pencegahan terhadap
pencemaran
148
Gambar 4.79 Fasilitas Rekreasi Berupa Kios Souvenir Sebagai Salah satu
Penunjang Ekonomi Masyarakat Sekitar
4.8 Konsep Pola Penataan Ruang dan Massa pada Waterfront Resort
4.8.1 Konsep Dasar Perancangan
[Link] Konsep Zoning Tapak
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, pembagian area tapak atau zonasi
pada waterfront resotr ini terbagi menjadi 3 area. Hal ini terkait dengan mendekatan
Eco Kultur yang dilakukan khususnya penerapan penataan ruang sebagai respon
lingkungan dan tuntutan kebutuhan ruang.
1. Zona hunian
2. Area parkir pegawai
3. Area penerima/entrance
4. Zona publik untuk kegiatan rekreasi
5. Area parkir pengunjung
6. Zona semi publik untuk fasilitas konservasi dan kegiatan edukasi
Zona Hunian
Zona Rekreasi
Zona Konservasi
Restoran
Penginapan
Plaza Waterfront Kaki Anca
Parkir
sepeda
Menara
Ruang terbuka
pandang
Entrace/
managerial Waterfront
Tonyong
Pusat kegitan
konservasi
Parkir
Kendaraan
1
Titik parkir sepeda yang
berdekatan dengan
Entrance b
2 Perencanaan dermaga pejalan kaki untuk
kegiatan menyisiri keliling danau
a
154
155
Bangunan memanjang dari selatan ke utara orientasi bangunan dengan arah ini
akan meminimalkan permukaan bangunan yang terkena sinar matahari secara langsung.
Orientasi bangunan pada bagian utara (hunian) menghadap ke utara, pada area rekreasi
bangunan utama menghadap timur dan barat, kios sovenir menghadap barat, dan
fasilitas rekreasi menghada timur (arah danau), dan pada area konservasi masing-
masing bangunan menghadap timur selatan dan utara.
Akses utama
nelayan dan
petugas BKSDA
Penataan Zona Konservasi dengan
fasilitas floating school, menara
pandang, botanikal garden, pustaka
konservasi, laboratorium, floating
aquarium dan dermaga pancing
Sistem massa yang digunakan adalan sitem massa majemuk yang terdiri dari
banyak massa dan saling berhungan. Bentuk massa yang digunakan perpaduan antara
segi tiga dan segi empat.
157
Mushalla
Watefront school
Kios sovenir
Menara pandang
Laboratorium BKSDA
Seni Budaya yang terdapat di sekitar site yang berhubungan dengan suasana
kemegahan dan ketegasanan yang tergambar pada rumah istana Bala Loka yang
menyimbulkan masyarakat Sumbawa pada umumnya. Penciptaan bangunan dengan
158
Gambar 4.88 Sketsa Konsep Bentuk Bangunan Utama Sebagai Penanda Kawasan
a. Konstruksi Bangunan
Konstruksi bangunan dibuat dari bahan yang umum dan mudah didapat. Untuk
tampilan atap dan pasade bangunan disesuaikan adat atau ciri khas Kabupaten Sumbawa
Barat yang harus ditonjolkan
1. Super Struktur
Jenis atap yang digunakan atap genting dengan bahan dari tanah liat dan atap
jerami/ijuk. Sedangkan dinding menggunakan struktur rangka dengan pengisi dinding
berupa bahan bangunan batu bata, rangka anyaman bambu, rangka material polywood
dengan manfaatkan bahan lokal dan elem estetis dinding digunakan bahan batu alam,
batu kali, dan katu.
2. Sub struktur
Untuk struktur rangka bangunan panggung di kawasan ini berbahan kayu dengan
pondasi umpak. Dikombinasikan dengan pondasi cakar ayam, sistem plat untuk
membangun perencanaan yang memiliki beban besar. Sedang untuk bangunan yang
berdekatan dengan bibir danau menggunakan struktur apaung.
161
Penisi
Pajola
Antar Perteng
langke
Dinding bata
Anar
Batu tiang
Gambar 4.91 Konsep Struktur Bangunan Cottage
Dengan Peraturan Bangunan Lokal
b. Konsep Material
Konsep material pada Waterfron Resort ditekankan pada penggunaan material yang
akan menghadirkan suasana alami yang menyenangkan. Aplikasi material tersebut
dicocokan dengan kebutuhan suasana dari setiap area di dalam rancangan resort.
Material tersebut akan berpengaruh terhadap setiap pelaku dalam menerjemahkan kesan
yang ingin ditunjukan oleh setiap massa bangunan resort.
Tabel 4.30 Konsep Bahan Material
Elemen Alternative material Kesan yang ditimbulkan Aplikasu pada area
Arsitektural
Dinding Susunan batu kali ekspos keras, kokoh, kuat, area entrance, area
alami hunian
area massanger dan
c. Konsep Warna
Tabel 4.31: Konsep Warna
Warna Kesan Aplikasi Pada Area
Hijau Kesegaran, kesejukan, area hunian
ketenangan, mewakili warna area massage room
alam, menentramkan emosi, area kolam renang
memberikan rangsangan secara
psikologis
Buffer
Gambar 4.94: Konsep Penjernian Air Danau Dengan Metode Water treatment
b. Pasokan Listrik
Memakai jaringan PLN yang didukung dengan Genset tersendiri sebagai tenaga
cadangan listrik bagi kawasan tersebut. Perkiraan kebutuhan sudah dihitung di analisa
utlilitas.
c. Sistem Komunikasi
Untuk kawasan tersebut, alat komunikasi yang dipakai adalah handle talky,
untuk jaringan Telkom disediakan 2 nomor dengan beberapa extention sangatlah cukup.
Komunikasi pengelola ke luar kawasan melalui kantor pengelola memakai jaringan
Telkom. Sedangkan bagi pengunjung dapat disediakan Warung Telekomunikasi
(Wartel) dilokasi kawasan.
Saluran cabang
Saluran Utama
outlet intlet
Outlet berupa
tempat Penyediaan
air bersih dengan
proses water
tretment dari air
danau outlet intlet