0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan26 halaman

Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus Dewasa

Dokumen ini membahas asuhan keperawatan komunitas untuk dewasa dengan diabetes mellitus, termasuk pengkajian, diagnosis, dan upaya pencegahan. Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang mempengaruhi kesehatan individu dan masyarakat, dengan fokus pada pengelolaan gaya hidup sehat dan pemantauan kadar gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap diabetes masih perlu ditingkatkan untuk mencegah komplikasi.

Diunggah oleh

nurmalarizka19
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan26 halaman

Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus Dewasa

Dokumen ini membahas asuhan keperawatan komunitas untuk dewasa dengan diabetes mellitus, termasuk pengkajian, diagnosis, dan upaya pencegahan. Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang mempengaruhi kesehatan individu dan masyarakat, dengan fokus pada pengelolaan gaya hidup sehat dan pemantauan kadar gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap diabetes masih perlu ditingkatkan untuk mencegah komplikasi.

Diunggah oleh

nurmalarizka19
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA DEWASA DENGAN

PENYAKIT DIABETES MELLITUS


Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Penugasan Mata Kuliah Konsep
Keperawatan Komunitas
Dosen Pengampu: Ns. Suyamto, SST.,MPH

Disusun Oleh:
Kelompok 5
Dina Ambarwati /SKA12022015

Grasela Stefania Nowita /SKA12022018

Nisfi Marya Syabani /SKA12022025

Ratih Mukti Sasmilla /SKA12022029

Sindy Oktavia Maharani /SKA12022036

Tryphonia Gratia Sarumaha D.S /SKA12022039

Valen Kezia /SKA12022041

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NOTOKUSUMO
YOGYAKARTA
2024
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i

BAB 1 ..................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

Latar belakang ..................................................................................................... 1

BAB II .................................................................................................................... 3

ASUHAN KEPERAWATAN ............................................................................... 3

Kasus ................................................................................................................... 3

Pengkajian ........................................................................................................... 4

Diagnosa Keperawatan ...................................................................................... 12

BAB III ................................................................................................................. 18

PEMBAHASAN .................................................................................................. 18

1) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi masalah (penyakit) .................. 18

2) Bagaimana peran perawat terkait (penyakit)................................................. 20

3) Upaya pencegahan dan penanganan apa saja yang harus dilakukan............. 21

BAB IV ................................................................................................................. 22

PENUTUP ............................................................................................................ 22

Kesimpulan ........................................................................................................... 22

Saran ...................................................................................................................... 22

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 23

2
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan
kelancaran dalam menyelesaikan tugas diskusi dan makalah yang berjudul “Asuhan
Keperawatan Komunitas Pada Dewasa Dengan Penyakit Diabetes Mellitus” juga
dalam hal menyusun makalah yang tidak terlepas dari arahandan bimbingan
Bapak/Ibu dosen sekalian. Makalah disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Konsep Keperawatan Komunitas dan makalah ini bertujuan untuk menambah
wawasan dan pengalaman bagi para pembaca. untuk dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi, Untuk itu pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Kedua orang tua penulis yang mendukung selama masa perkuliahan


berlangsung.
2. Teman-teman yang telah bekerja sama pada diskusi ini.
3. Bapak Ns. Suyamto, SST.,MPH selaku Dosen Pengampu Keperawatan
Dewasa Sistem Endokrin , Pencernaan, Perkemihan Dan Imunologi

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu,
saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi penulis khususnya dan bagi
pembacaumumnya, terima kasih.

D.I. Yogyakarta, 6 Mei 2024

Kelompok 5

i
BAB 1

PENDAHULUAN
Latar belakang
Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit ganguan pada endokrin yang
merupakan hasil dari proses destruksi sel pankreas sehingga insulin mengalami
kekurangan. Menurut America Diabetes Associantion, 2011, Diabetes melitus
(DM) adalah penyakit multi sistem kronik yang berhubungan dengan ketidak
normalan produksi insulin, ketidakmampuan penggunaan insulin atau keduanya
(Lewis, dkk, 2011:). Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan
yang berdampak pada produktivitas dan dapat menurunkan sumber daya manusia.
Penyakit ini tidak hanya berpengaruh secara individu, tetapi sistem kesehatan suatu
negara. Tujuan terapi diabetes melitus adalah untuk mencapai kadar glukosa normal
tanpa terjadi hipoglikemia serta memelihara kualitas hidup yang baik. Lima
komponen yang harus diperhatikan dan diikuti pasien dalam penatalaksanaan
umum diabetes yaitu diet, latihan, pemantauan kadar glukosa darah, terapi serta
pendidikan ( Smeltzer, dkk, 2010).

Salah satu komplikasi dari diabetes mellitus adalah masalah pada kaki diabetes.
Kaki diabetes yang tidak dirawat dengan baik akan mudah mengalami luka, dan
akan cepat berkembang menjadi ulkus kaki (Monalisa dan Gultom, 2009).
Pengontrolan gula darah merupakan cara yang dapat dilakukan karena menurut
ilmu kedokteran bahwa penderita DM tidak akan pernah sembuh dari penyakitnya
dan penyakit DM merupakan penyakit yang dibawa seumur hidup (Pratita, 2012).
Terkontrolnya kadar gula darah tergantung pada penderita itu sendiri (Pratita,
2012). Hal ini dapat dilakukan penderita dengan cara mematuhi peraturan
pengobatan. Sedangkan pengobatan yang bersifat non farmakologis berupa
menjalankan gaya hidup sehat seperti: mengkonsumsi makanan bergizi dan
mengurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak serta istirahat yang
cukup yang dilanjutkan dengan olahraga teratur.

1
Orang yang mengidap penyakit diabetes melitus lebih tinggi resikonya mengalami
masalah kaki karena berkurangnya sensasi rasa nyeri setempat (Neuropati)
sehingga membuat penderita tidak menyadari dan sering mengabaikan luka yang
terjadi. Sirkulasi darah pada tungkai yang menurun dan kerusakan endotel
pembuluh darah berperan terhadap timbulnya kaki diabetik dengan menurunnya
jumlah oksigen dan nutrisi yang disuplai ke kulit maupun jaringan lain sehingga
menyebabkan luka sulit sembuh. Berkurangnya daya tahan tubuh yang terjadi pada
penderita diabetes mellitus juga lebih rentan terhadap infeksi. Upaya pencegahan
primer pada pengelola kaki diabetik yang bertujuan untuk mencegah luka kaki
secara dini penting sekali untuk menghindari kerusakan lebih lanjut dan timbul
ulkus yang dapat mengakibatkan tindakan amputasi. Infeksi atau luka kecil harus
ditangani dengan serius.

Salah satu faktor penyebab tingginya prevalensi diabetes melitus tipe 2 disebabkan
oleh interaksi antara faktor-faktor kerentanan genetis dan paparan terhadap
lingkungan. Faktor lingkungan yang diperkirakan dapat meningkatkan faktor resiko
diabetes mellitus tipe 2 adalah perubahan gaya hidup seseorang, diantaranya adalah
kebiasaan makan yang tidak seimbang akan menyebabkan obesitas. Selain pola
makan tidak seimbang, aktifitas fisik juga merupakan faktor risiko diabetes
mellitus. latihan fisik yang teratur dapat meningkatkan mutu pembuluh darah dan
memperbaiki semua aspek metabolik termasuk meningkatkan kepekaan insulin
serta memperbaiki toleransi glukosa. (Awad, 2013). Peningkatan diabetes risiko
diabetes seiring dengan umur, khususnya pada usia lebih dari 4560 tahun,
disebabkan karena pada usia tersebut mulai terjadi peningkatan intoleransi glukosa.

2
BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN
Kasus
Di RT 3 RW 5 kelurahan Girirejo terdapat penduduk yang menderita diabetes
melitus berjumlah 300 orang. 55% wanita yaitu sebanyak 180 orang dan 45% laki
- laki sebanyak 120 orang. Dari jumlah penduduk yang menderita diabetes melitus
tersebut sebanyak 150 orang (50%) usia dewasa dan 30% usia lansia sebanyak 90
orang, serta 20% ibu hamil sebanyak 60 orang. Dari data tersebut diketahui
Diabetes Melitus dengan tipe IDDM 25% sebanyak 75 orang. NIDDM 35%
sebanyak 105 orang, dan DM dengan gangren 30% sebanyak 90 orang, serta DM
gestasional sebanyak 30 orang (10%). Dari penduduk yang menderita DM sangat
sedikit sekali penderita DM yang rutin memeriksakan kadar gula darahnya.

3
Pengkajian
PENGKAJIAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

A. Identitas Responden

1. Nama : Tn.A

2. Umur : 37

3. Alamat : Jl. Bener

4. Jenis kelamin :

✓ □ Laki-laki :

□ Perempuan :

5. Pendidikan Terakhir:

□ DSD

□ DSMP

✓ □ SMA

□ DD3

□ D4

□ S2

□ S3

4
B. Tingkat pengetahuan tentang hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Petunjuk pengisian:

Berilah tanda (V) pada kolom yang paling sesuai dengan pilihan anda

NO PERTANYAAN YA TIDAK
1. Penyakit diabetes melitus merupakan jenis ✓
penyakit menular. Seorang dikatakan diabetes
mellitus apabila konsentrasi gula
2. ✓ Darah puasa lebih dari 200 mg/dl. dan ada ✓
gejala klasik.
3. Peningkatan kadar gula dalam darah terjadi ✓
karena kelenjar pankreas terlalu sedikit atau tidak
memproduksi insulin.
4. Sering makan sering haus sering lapar, sering ✓
kencing adalah merupakan gejala diabetes.
5. Kadar gula darah yang tinggi mempengaruhi ✓
penyembuhan luka pada penderita diabetes
6. Apakah penderita diabetes yang sedang hamil ✓
harus tetap menjalankan program diet
7. Makanan bagi penderita diabetes militus harus ✓
rendah gula
8. Makanan yang mempunyai nilai gizi seimbang ✓
sangat mempengaruhi kadar gula darah.
9. Perinsip penanganan diabetes militus yaitu ✓
mempertahankan kadar gula darah dalam batas
normal
10. Kalau makanan yang manis dapat menyebabkan ✓
kadar gula darah meningkat

5
C. Aspek Sikap Tentang DM

NO PERNYATAAN YA TIDAK
1. Saya bisa menerima keadaan sebagai ✓
penderita Diabetes
2. Saya harus mempertahankan berat ✓
badan saya
3. Saya merasa malu mengakui pada ✓
orang lain bahwa saya menyandang
Diabetes Melitus
4. Saya akan memeriksa gula darah ✓
secara tepat waktu minimal satu kali
dalam sebulan
5 Saya menganggap bahwa diabetes ✓
merupakan suatu penyakit yang serius
6. saya dapat mengendalikan diabetes ✓
hanya dengan minum obat.
7. Saya harus menghindari makan dodol ✓
dan manisan.
8. Saya akan menjalankan terapi diet ✓
secara teratur.
9. Saya akan mematuhi anjuran ✓
pengobatan seperti: diet, minum obat
teratur, olah raga.
10. Saya akan menjalankan diet agar kadar ✓
gula darah saya selalu terkontrol

6
[Link] Perilaku Tentang DM

NO PERNYATAAN YA TIDAK
1. Saya akan konsultasi gizi ✓
rutin melakukan kunjungan ulang
2. Setiap hari saya selalu makan ✓
dengan lauk pauk. Saya selalu
menjaga berat badan saya dalam
batas normal
3. Saya makan 3x sehari (Pagi, ✓
Siang, Malam)
4. Saya selalu berolahraga minimal ✓
satu kali dalam seminggu
5. Saya selalu menjaga gula darah ✓
agar tidak terjadi komplikasi
6. Saya selalu memeriksa gula darah ✓
minimal satu kali dalam sebulan
7. Pengobatan yang paling utama ✓
saya lakukan adalah pengaturan
diet (makanan)
8. Saya selalu mengikuti anjuran ✓
dokter dalam perencanaan diet
Diabetes
9. Saya selalu mengkonsumsi obat ✓
secara teratur
10. Saya menghindari kue manis agar ✓
penyakit saya tidak bertambah
parah.

7
1. Aggregate dewasa dengan masalah Diabetes Militus
a. Data demografi
Distribusi aggregate dewasa dengan masalah hipertensi bedasarkan
Usia, Jenis kelamin, pendidikan di Kelurahan Girirejo

Distribusi dewasa berdasarkan umur di Kelurahan


Girirejo (N=30)

20 - 30 Tahun
40 - 46 Tahun 17%
40%

30 - 40 Tahun
43%

20 - 30 Tahun 30 - 40 Tahun 40 - 46 Tahun

Bagan 1 Distribusi penduduk bedasarkan umur

Distribusi dewasa berdasarkan jenis kelamin


kelurahan Girirejo (N=30)

40%

60%

Laki - Laki Perempuan

Bagan 2 Distribusi dewasa berdasarkan jenis kelamin

8
Distribusi dewasa berdasarkan pendidikan
(N=30)

7%
27%
33%

33%

SMK SMA S1,S2,S3 Tidak sekolah

Bagan 3 Distribusi dewasa berdasarkan tingkat pendidikan

Interpretasi data :
Berdasarkan data diatas dengan jumlah n = 30 di kelurahan Girirejo dapat dilihat bahwa
usia dewasa yang paling banyak adalah dengan rentang usia 30 – 40 tahun (43%), jenis
kelamin terbanyak adalah wanita (60%), dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah
SMA dan Kuliah S1,S2 dan S3 (33%)

9
b. Data pengetahuan, sikap dan perilaku dewasa dengan masalah
Diabetes Militus pada kelurahan Girirejo

Tingkat pengetahuan

22%

78%

Baik Kurang Baik

Bagan 1Distribusi Dewasa Berdasarkan Tingkat Pengetahuan

Tingkat Sikap

33%

67%

Baik Kurang Baik

Bagan 2Distribusi Dewasa Berdasarkan Tingkat Sikap

10
Tingkat Perilaku

24%

76%

Baik Kurang Baik

Bagan 3Distribusi Dewasa Berdasarkan Tingkat Perilaku

Intrepretasi data:
Berdasarkan evaluasi angket yang disebarkan kembali pada dewasa didapatkan data
diatas dengan jumlah n=30 di Kelurahan Girirejo didapatkan data bahwa responden
dewasa yang memiliki pengetahuan baik tentang Diabetes Militus berjumlah
(78%), dewasa yang memiliki sikap baik berjumlah (67%), dan dewasa yang
memiliki perilaku baik berjumlah (76%), Akan tetapi ada dewasa yang memiliki
pengetahuan, sikap, dan perilaku yang Kurang Baik, Untuk pengetahuan yang
kurang baik berjumlah (22%), sikap yang kurang baik berjumlah (33%) dan
perilaku yang kurang baik berjumlah (24%).

11
Diagnosa Keperawatan

No Data Penyebab Masalah

1 Ds: Dari hasil Ketidakadekuatan Ketidakpatuhan (D.01114)


wawancara di pemahaman warga terhadap diet Di RT 3 RW 5
dapat tingkat Di RT 3 RW 5 kelurahan Girirejo
pendidikan ada kelurahan Girirejo
50% warga yang
tidak patuh
menjalankan diet

Do: 1 data
menyebutkan
bahwa tingkat
pendidikan SD
sebanyak 135
orang (45%)

2. penyuluhan
kader dari
masyarakat dan
petugas kesehatan
dari puskesmas
jarang ada

3. kebiasaan
masyarakat makan
makanan yang
manis sebanyak
210 orang (70%)

12
2 Ds:Dari hasil Kurangnya tepapar Defisit pengetahuan
wawancara didapat informasi pada (D.0111) tentang pencegahan
jumlah penderita penderita DM terjadinya luka gangrene pada
DM 300 orang. tentang pencegahan kelompok penderita Diabetes
terjadinya luka Mellitus.
ganggren

Do: 1. Jumlah
penderita DM
dengan ganggren
sebanyak 30% (90
orang)

2. Distribusi
penderita DM
berdasarkan
tingkat pendidikan
formal SD: 45%
(135) orang)
SLTP: 30% (90)
orang) SLTA: 20%
(60) orang)
Perguruan Tinggi:
5% (15orang)

3. Sebanyak 210
orang (70%)
penderita DM tidak
check up secara
rutin

13
4. Kebiasaan sehari
hari penderita DM
yang setiap saat
memakai alas kaki
sebanyak 45 orang
(15%), saat dilauar
rumah 75 orang
(25%) dan jarang
memakai 180
orang (60%)

14
Rencana Asuhan Keperawatan Pada Kelompok Lansia Dengan Masalah Kesehatan Diabetes Mellitus

Diagnosa Tujuan Strategi Rencana Evaluasi Sumber Tempat Penang


Keperawatan Umum Khusus Intervensi Kegiatan Kriteria Standar Dana gung
Jawab
Ketidakpatuha Menilai dan 1. Mengidentifikasi Pendidikan Melakukan Kognitif 1. Para warga Mahasis Aula Mahasi
n terhadap memahami faktor-faktor Kesehatan pendidikan bersedia wa Kelurah swa
diet di faktor-faktor yang kesehatan diberikan an
kelurahan yang menyebabkan kepada pengetahuan
Girirejo memengaruhi ketidakpatuhan warga di mengenai diet
berhubungan ketidakpatuhan terhadap diet. kelurahan yang harus
dengan terhadap diet Girirejo dilakukan pada
ketidakadekua pada penderita 2. Menilai tentang penderita
tan Diabetes pemahaman penyakit penyakit DM
pemahaman Mellitus di masyarakat Diabetes
wilayah tentang Mellitus 2. Masyarakat
tersebut. pentingnya serta sangat antusias
mengikuti aturan penatalaksa ketika diberikan
diet. naan dan edukasi
pencegahan pendidikan
3. Menggambarkan nya kesehatan
hubungan antara
pemahaman dan 3. Masyarakat
ketidakpatuhan dapat
terhadap diet mengetahui
tentang
penyakit DM
dan pendidikan
kesehatan

15
terlaksana
dengan lancer

Defisit Menilai dan 1. Mengidentifikasi Pendidikan Melakukan Kognitif 1. Para warga Mahasis Aula Mahasi
pengetahuan memahami faktor-faktor Kesehatan pendidikan bersedia wa Kelurah swa
tentang faktor-faktor yang kesehatan diberikan an
pencegahan yang menyebabkan kepada pengetahuan
terjadinya luka memengaruhi kurangnya warga di mengenai
gangrene pada ketidakpatuhan pengetahuan kelurahan pencegahan
kelompok terhadap penderita DM Girirejo yang harus
penderita pencegahan tentang tentang dilakukan agar
Diabetes luka gangrene pencegahan luka penyakit tidak timbul
Mellitus, pada penderita gangren. Diabetes luka ganggren
dengan Diabetes Mellitus
kurangnya Mellitus. 2. Menilai serta 2. Masyarakat
pengetahuan pemahaman penatalaksa sangat antusias
penderita DM penderita DM naan dan ketika
tentang terkait langkah- pencegahan diberikan
pencegahan langkah nya. edukasi
terjadinya luka pencegahan luka pendidikan
ganggren gangren. kesehatan

3. Menggambarkan 3. Masyarakat
hubungan antara dapat
pengetahuan dan mengetahui
perilaku tentang
penyakit DM

16
pencegahan luka dan pendidikan
gangren. kesehatan
terlaksana
dengan lancar

17
BAB III

PEMBAHASAN
1) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi masalah (penyakit)
A) Faktor Diabetes Melitus Berdasarkan Umur
Menurut Hartini, (2009) Semakin bertambahnya usia semakin tinggi
kemungkinan terjadinya resistensi insulin, dimana insulin masih
diproduksi tetapi dengan jumlah yang tidak mencukupi. Menurut
Haryati, (2013) Proses menua yang berlangsung setelah 30 tahun
mengakibatkan perubahan anatomis, fisiologis dan biokimia.
Peningkatan diabetes risiko diabetes seiring dengan umur,
khususnya pada usia lebih dari 4564 tahun, disebabkan karena pada
usia tersebut mulai terjadi peningkatan intoleransi glukosa.
Perubahan dimuai dari tingkat sel, berlanjut pada tingkat jaringan
dan akhirnya pada tingkat organ yang dapat mempengaruhi fungsi
homeostasis. Hal ini berakibat terhadap salah satunya aktivitas sel
beta pankreas untuk menghasilkan insulin menjadi berkurang dan
sensitivitas sel juga ikut menurun. Karena pada usia tua, fungsi
tubuh secara fisiologis menurun karena terjadi penurunan sekresi
aaatau resistensi insulin sehingga kemampuan fungsi tubuh terhadap
pengendalian glukosa darah yang tinggi kurang optimal.
B) Faktor Diabetes Melitus berdasarkan Jenis Kelamin
Menurut Wright, (2008) Diabetes cenderung terjadi pada wanita
dikarenakan aktifitas fisik yang jarang dilakukan oleh wanita apalagi
sudah berumah tangga, sehari-hari soerang ibu hanya sibuk dengan
keluarga dan jarang melakukan aktifitas fisik dibanding dengan laki-
laki. Menurut Wikipedia, (2011) adalah kelas atau kelompok yang
terbentuk dalam suatu spesies sebagai sarana atausebagai akibat
digunakan proses reproduksi seksual untuk mempertahankan
keberlangsungan spesies itu. Jenis kelamin merupak suatu akibat

18
dari dimorfisme seksual. Yang pada manusia dikenal menjadi laki-
laki dan perempuan.
C) Faktor Diabetes Melitus Berdasarkan Keturunan
Menurut CDC, (2011) bahwa orang yang memiliki salah satu atau
lebih anggota keluarga baik orang tua, saudara, atau anak yang
menderita diabetes melitus, kemungkinan lebih besar menderita
diabetes melitus dibandingkan dengan orang-orang yang tidak
memiliki riwayat diabetes melitus.
D) Faktor Diabetes Melitus Berdasarkan Pola Makanan
Menutur Suyono, (2007) Gaya hidup di perkotaan dengan pola
makan yang tinggi lemak, garam, dan gula mengakibatkan
masyarakat cenderung mengkonsumsi makanan secara berlebihan,
selain itu pola makanan yang serba instan saat ini memang sangat
digemari oleh sebagian masyarakat, tetapi dapat mengakibatkan
peningkatan kadar glukosa darah. Penyakit menahun yang
disebabkan oleh penyakit degeneratif seperti diabetes melitus
meningkat sangat tajam. Perubahan pola penyakit ini diduga
berhubungan dengan cara hidup yang berubah. Pola makan di
kotakota telah bergeser dari pola makan yang tradisional yang
banyak mengandung karbohidrat dan serat dari sayuran berubah
menjadi pola makan yang kebarat-baratan dan sedikit serat.
Komposisi makanan yang tinggi lemak, garam, dan sedikit serat
pada makanan siap saji yang pada akhir-akhir ini sangat digemari
dikalangan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukan
bahwa pola makan sampel terbanyak 59,50% terdapat pola makan
yang tidak baik, yaitu jika salah satu dari ketepatan jenis makanan,
ketepatan jumlah kalori atau ketepatan waktu makan tidak tepat.
E) Faktor Diabetes Melitus Berdasarkan Aktifitas Fisik
Menurut Lanywati, (2010) Aktivitas fisik dan olahraga dapat
mengontrol gula darah. Pada saat tubuh melakukan aktifitas, maka
sejumlah gula akan dibakar untuk dijadikan tenaga (energi).

19
Sehingga jumlah gula akan berkurang, dan kebutuhan akan insulin
juga berkurang. Pada orang yang kurang gerak, zat makanan yang
masuk ke dalam tubuh tidak akan dibakar, tetapi hanya akan
ditimbun dalam tubuh sebagai lemak dan gula. Proses pengubahan
zat makanan menjadi lemak dan gula. Proses pengubahan zat
makanan menjadi lemak dan gula memerlukan hormon insulin. Jika
hormon insulin kurang mencukupi, maka akan timbul gejala
penyakit diabetes melitus. Menurut Ann, (2011) Berjalan kakilah
sebanyak mungkin. Tidak hanya sehat, olahraga murah ini juga akan
membantu mengkikis berat badan.

2) Bagaimana peran perawat terkait (penyakit)


a) Peran Perawat
Peran merupakan seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain
terhadap seseorang sesuai kedudukannya dam unit social (Robbins, 2002).
Peran dipengaruhi oleh keadaan social baik dari dalam maupun dari luar dan
bersifat stabil. Banyak peranan yang dapat dilakukan oleh perawat
kesehatan masyarakat oleh perawat kesehatan masyarakat diantaranya
adalah (Widyanto, 2014):
b) Pemberi Asuhan Keperawatan (Care provider)
Peran perawat sebagai care provider ditujukan kepada individu. keluarga,
kelompok, dan masyarakat berupa asuhan keperawatan masyarakat yang
utuh (holistic) serta berkesinambungan (komprehensif).
c) Peran Sebagai Pendidik (Educator)
Peran sebagi pendidik (educator) menuntut perawat untuk memberikan
pendidikan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat
baik di rumah, puskesmas dan di masyarakat secara terorganisir dalam
rangka menanamkan perilaku sehat, sehingga terjadi perubahan perilaku
seperti yang optimal.

20
d) Peran Sebagai Konselor (Counselor)
Peran sebagai konselor melakukan konseling keperawatan sebagai usaha
memecahkan masalah secara efektif. Pemberian konseling dapat dilakukan
dengan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.

3) Upaya pencegahan dan penanganan apa saja yang harus dilakukan.


1) Menerapkan pola makan sehat dengan membatasi konsumsi makanan dan
minum yang tinggi gula,kalori dan lemak seperti makanan olahan, kue, es
krim dan makanan cepat saji. Asupan gula perhari 40 gr atau 9 sendok teh.
Sebagai ganti perbanyak konsumsi buah, sayuran, kacang dan biji bijian
yang banyak mengandung serat dan karbohidrat komplek, susu,yogurt dan
minum air putih dan mengurangi porsi makan dan sarapan pagi sangat
penting.
2) Menjalani olah raga secara rutin. Olah raga rutin dapat membantu tubuh
menggunakan insulin dengan lebih efektif 30 menit setiap hari.
3) Menjaga berat badan ideal. Berat badan ideal ditentukan oleh kalkulator
BMI (Body Mass index Jika melebihi batas normal berarti [Link]
badan ideal dengan mengimbangi olah raga dengan pola makan yang sehat
selain itu menurunkan berat badan bila sudah obesitas.
4) Mengelola stress dengan baik. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat
meningkatkan resiko terkena diabetes melitus, karena saat mengalami stres
tubuh akan mengeluarkan hormon stres (kortisol) yang dapat meningkatkan
kadar gula dalam [Link] cenderung mudah lapar dan melampiaskan
pada makanan atau gemil berlebihan.
5) Melakukan pengecekan gula darah secara rutin. Tes gula darah dengan
berpuasa 10 jam. Tes dini untuk mencek guladarah satu tahun sekali. Bila
beresiko tinggi misalnya umur 40 tahun keatas, memiliki riwayat penyakit
jantung, stroke, obesitas, anggota keluarga. diabetes melitus mengecekan
sesering. mungkin. Disamping itu menghilangkan kebiasaan tidak sehat
seperti berhenti merokok, meminum alkohol dan tidur cukup 7
jam dalam sehari

21
BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh
kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth,
2002). Faktor lain yang dianggap sebagai kemungkinan etiologi DM yaitu, kelainan
sel beta pankreas, faktor-faktor lingkungan yang mengubah fungsi sel beta,
gangguan sistem imunitas, dan kelainan insulin.

Tanda-tanda DM yaitu kehilangan berat badan, luka, goresan lama sembuh, kaki
kesemutan, mati rasa dan infeksi kulit sedangkan gejalanya yaitu, poliuri,
polidipsi dan polifagi.

Saran
Adapun saran bagi pembaca dari makalah ini adalah sebagai berikut.

1) Selalu berhati-hatilah dalam menjaga pola hidup. Sering berolah raga dan
istirahat yang cukup
2) Jaga pola makan anda. Jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan atau
minuman yang terlalu manis. Karena itu dapat menyebabkan kadar gula
melonjak tinggi.

22
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, E. T. and McFarlane, J. (2007) Buku Ajar Keperawatan Komunitas
Teori dan Praktik. 3rd edn. Jakarta: EGC.

R, Fallen. Catatan Kuliah Keperawatan Komunitas. (2010). Yogyakarta: Nuha


Medika

Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal


Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 2 alih bahasa H. Y. Kuncara,
Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih. Jakarta: EGC

23

Anda mungkin juga menyukai