Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus Dewasa
Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus Dewasa
Disusun Oleh:
Kelompok 5
Dina Ambarwati /SKA12022015
BAB 1 ..................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
BAB II .................................................................................................................... 3
Kasus ................................................................................................................... 3
Pengkajian ........................................................................................................... 4
PEMBAHASAN .................................................................................................. 18
BAB IV ................................................................................................................. 22
PENUTUP ............................................................................................................ 22
Kesimpulan ........................................................................................................... 22
Saran ...................................................................................................................... 22
2
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan
kelancaran dalam menyelesaikan tugas diskusi dan makalah yang berjudul “Asuhan
Keperawatan Komunitas Pada Dewasa Dengan Penyakit Diabetes Mellitus” juga
dalam hal menyusun makalah yang tidak terlepas dari arahandan bimbingan
Bapak/Ibu dosen sekalian. Makalah disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Konsep Keperawatan Komunitas dan makalah ini bertujuan untuk menambah
wawasan dan pengalaman bagi para pembaca. untuk dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi, Untuk itu pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu,
saran dan kritik yang membangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi penulis khususnya dan bagi
pembacaumumnya, terima kasih.
Kelompok 5
i
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar belakang
Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit ganguan pada endokrin yang
merupakan hasil dari proses destruksi sel pankreas sehingga insulin mengalami
kekurangan. Menurut America Diabetes Associantion, 2011, Diabetes melitus
(DM) adalah penyakit multi sistem kronik yang berhubungan dengan ketidak
normalan produksi insulin, ketidakmampuan penggunaan insulin atau keduanya
(Lewis, dkk, 2011:). Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan
yang berdampak pada produktivitas dan dapat menurunkan sumber daya manusia.
Penyakit ini tidak hanya berpengaruh secara individu, tetapi sistem kesehatan suatu
negara. Tujuan terapi diabetes melitus adalah untuk mencapai kadar glukosa normal
tanpa terjadi hipoglikemia serta memelihara kualitas hidup yang baik. Lima
komponen yang harus diperhatikan dan diikuti pasien dalam penatalaksanaan
umum diabetes yaitu diet, latihan, pemantauan kadar glukosa darah, terapi serta
pendidikan ( Smeltzer, dkk, 2010).
Salah satu komplikasi dari diabetes mellitus adalah masalah pada kaki diabetes.
Kaki diabetes yang tidak dirawat dengan baik akan mudah mengalami luka, dan
akan cepat berkembang menjadi ulkus kaki (Monalisa dan Gultom, 2009).
Pengontrolan gula darah merupakan cara yang dapat dilakukan karena menurut
ilmu kedokteran bahwa penderita DM tidak akan pernah sembuh dari penyakitnya
dan penyakit DM merupakan penyakit yang dibawa seumur hidup (Pratita, 2012).
Terkontrolnya kadar gula darah tergantung pada penderita itu sendiri (Pratita,
2012). Hal ini dapat dilakukan penderita dengan cara mematuhi peraturan
pengobatan. Sedangkan pengobatan yang bersifat non farmakologis berupa
menjalankan gaya hidup sehat seperti: mengkonsumsi makanan bergizi dan
mengurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak serta istirahat yang
cukup yang dilanjutkan dengan olahraga teratur.
1
Orang yang mengidap penyakit diabetes melitus lebih tinggi resikonya mengalami
masalah kaki karena berkurangnya sensasi rasa nyeri setempat (Neuropati)
sehingga membuat penderita tidak menyadari dan sering mengabaikan luka yang
terjadi. Sirkulasi darah pada tungkai yang menurun dan kerusakan endotel
pembuluh darah berperan terhadap timbulnya kaki diabetik dengan menurunnya
jumlah oksigen dan nutrisi yang disuplai ke kulit maupun jaringan lain sehingga
menyebabkan luka sulit sembuh. Berkurangnya daya tahan tubuh yang terjadi pada
penderita diabetes mellitus juga lebih rentan terhadap infeksi. Upaya pencegahan
primer pada pengelola kaki diabetik yang bertujuan untuk mencegah luka kaki
secara dini penting sekali untuk menghindari kerusakan lebih lanjut dan timbul
ulkus yang dapat mengakibatkan tindakan amputasi. Infeksi atau luka kecil harus
ditangani dengan serius.
Salah satu faktor penyebab tingginya prevalensi diabetes melitus tipe 2 disebabkan
oleh interaksi antara faktor-faktor kerentanan genetis dan paparan terhadap
lingkungan. Faktor lingkungan yang diperkirakan dapat meningkatkan faktor resiko
diabetes mellitus tipe 2 adalah perubahan gaya hidup seseorang, diantaranya adalah
kebiasaan makan yang tidak seimbang akan menyebabkan obesitas. Selain pola
makan tidak seimbang, aktifitas fisik juga merupakan faktor risiko diabetes
mellitus. latihan fisik yang teratur dapat meningkatkan mutu pembuluh darah dan
memperbaiki semua aspek metabolik termasuk meningkatkan kepekaan insulin
serta memperbaiki toleransi glukosa. (Awad, 2013). Peningkatan diabetes risiko
diabetes seiring dengan umur, khususnya pada usia lebih dari 4560 tahun,
disebabkan karena pada usia tersebut mulai terjadi peningkatan intoleransi glukosa.
2
BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN
Kasus
Di RT 3 RW 5 kelurahan Girirejo terdapat penduduk yang menderita diabetes
melitus berjumlah 300 orang. 55% wanita yaitu sebanyak 180 orang dan 45% laki
- laki sebanyak 120 orang. Dari jumlah penduduk yang menderita diabetes melitus
tersebut sebanyak 150 orang (50%) usia dewasa dan 30% usia lansia sebanyak 90
orang, serta 20% ibu hamil sebanyak 60 orang. Dari data tersebut diketahui
Diabetes Melitus dengan tipe IDDM 25% sebanyak 75 orang. NIDDM 35%
sebanyak 105 orang, dan DM dengan gangren 30% sebanyak 90 orang, serta DM
gestasional sebanyak 30 orang (10%). Dari penduduk yang menderita DM sangat
sedikit sekali penderita DM yang rutin memeriksakan kadar gula darahnya.
3
Pengkajian
PENGKAJIAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
A. Identitas Responden
1. Nama : Tn.A
2. Umur : 37
4. Jenis kelamin :
✓ □ Laki-laki :
□ Perempuan :
5. Pendidikan Terakhir:
□ DSD
□ DSMP
✓ □ SMA
□ DD3
□ D4
□ S2
□ S3
4
B. Tingkat pengetahuan tentang hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Petunjuk pengisian:
Berilah tanda (V) pada kolom yang paling sesuai dengan pilihan anda
NO PERTANYAAN YA TIDAK
1. Penyakit diabetes melitus merupakan jenis ✓
penyakit menular. Seorang dikatakan diabetes
mellitus apabila konsentrasi gula
2. ✓ Darah puasa lebih dari 200 mg/dl. dan ada ✓
gejala klasik.
3. Peningkatan kadar gula dalam darah terjadi ✓
karena kelenjar pankreas terlalu sedikit atau tidak
memproduksi insulin.
4. Sering makan sering haus sering lapar, sering ✓
kencing adalah merupakan gejala diabetes.
5. Kadar gula darah yang tinggi mempengaruhi ✓
penyembuhan luka pada penderita diabetes
6. Apakah penderita diabetes yang sedang hamil ✓
harus tetap menjalankan program diet
7. Makanan bagi penderita diabetes militus harus ✓
rendah gula
8. Makanan yang mempunyai nilai gizi seimbang ✓
sangat mempengaruhi kadar gula darah.
9. Perinsip penanganan diabetes militus yaitu ✓
mempertahankan kadar gula darah dalam batas
normal
10. Kalau makanan yang manis dapat menyebabkan ✓
kadar gula darah meningkat
5
C. Aspek Sikap Tentang DM
NO PERNYATAAN YA TIDAK
1. Saya bisa menerima keadaan sebagai ✓
penderita Diabetes
2. Saya harus mempertahankan berat ✓
badan saya
3. Saya merasa malu mengakui pada ✓
orang lain bahwa saya menyandang
Diabetes Melitus
4. Saya akan memeriksa gula darah ✓
secara tepat waktu minimal satu kali
dalam sebulan
5 Saya menganggap bahwa diabetes ✓
merupakan suatu penyakit yang serius
6. saya dapat mengendalikan diabetes ✓
hanya dengan minum obat.
7. Saya harus menghindari makan dodol ✓
dan manisan.
8. Saya akan menjalankan terapi diet ✓
secara teratur.
9. Saya akan mematuhi anjuran ✓
pengobatan seperti: diet, minum obat
teratur, olah raga.
10. Saya akan menjalankan diet agar kadar ✓
gula darah saya selalu terkontrol
6
[Link] Perilaku Tentang DM
NO PERNYATAAN YA TIDAK
1. Saya akan konsultasi gizi ✓
rutin melakukan kunjungan ulang
2. Setiap hari saya selalu makan ✓
dengan lauk pauk. Saya selalu
menjaga berat badan saya dalam
batas normal
3. Saya makan 3x sehari (Pagi, ✓
Siang, Malam)
4. Saya selalu berolahraga minimal ✓
satu kali dalam seminggu
5. Saya selalu menjaga gula darah ✓
agar tidak terjadi komplikasi
6. Saya selalu memeriksa gula darah ✓
minimal satu kali dalam sebulan
7. Pengobatan yang paling utama ✓
saya lakukan adalah pengaturan
diet (makanan)
8. Saya selalu mengikuti anjuran ✓
dokter dalam perencanaan diet
Diabetes
9. Saya selalu mengkonsumsi obat ✓
secara teratur
10. Saya menghindari kue manis agar ✓
penyakit saya tidak bertambah
parah.
7
1. Aggregate dewasa dengan masalah Diabetes Militus
a. Data demografi
Distribusi aggregate dewasa dengan masalah hipertensi bedasarkan
Usia, Jenis kelamin, pendidikan di Kelurahan Girirejo
20 - 30 Tahun
40 - 46 Tahun 17%
40%
30 - 40 Tahun
43%
40%
60%
8
Distribusi dewasa berdasarkan pendidikan
(N=30)
7%
27%
33%
33%
Interpretasi data :
Berdasarkan data diatas dengan jumlah n = 30 di kelurahan Girirejo dapat dilihat bahwa
usia dewasa yang paling banyak adalah dengan rentang usia 30 – 40 tahun (43%), jenis
kelamin terbanyak adalah wanita (60%), dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah
SMA dan Kuliah S1,S2 dan S3 (33%)
9
b. Data pengetahuan, sikap dan perilaku dewasa dengan masalah
Diabetes Militus pada kelurahan Girirejo
Tingkat pengetahuan
22%
78%
Tingkat Sikap
33%
67%
10
Tingkat Perilaku
24%
76%
Intrepretasi data:
Berdasarkan evaluasi angket yang disebarkan kembali pada dewasa didapatkan data
diatas dengan jumlah n=30 di Kelurahan Girirejo didapatkan data bahwa responden
dewasa yang memiliki pengetahuan baik tentang Diabetes Militus berjumlah
(78%), dewasa yang memiliki sikap baik berjumlah (67%), dan dewasa yang
memiliki perilaku baik berjumlah (76%), Akan tetapi ada dewasa yang memiliki
pengetahuan, sikap, dan perilaku yang Kurang Baik, Untuk pengetahuan yang
kurang baik berjumlah (22%), sikap yang kurang baik berjumlah (33%) dan
perilaku yang kurang baik berjumlah (24%).
11
Diagnosa Keperawatan
Do: 1 data
menyebutkan
bahwa tingkat
pendidikan SD
sebanyak 135
orang (45%)
2. penyuluhan
kader dari
masyarakat dan
petugas kesehatan
dari puskesmas
jarang ada
3. kebiasaan
masyarakat makan
makanan yang
manis sebanyak
210 orang (70%)
12
2 Ds:Dari hasil Kurangnya tepapar Defisit pengetahuan
wawancara didapat informasi pada (D.0111) tentang pencegahan
jumlah penderita penderita DM terjadinya luka gangrene pada
DM 300 orang. tentang pencegahan kelompok penderita Diabetes
terjadinya luka Mellitus.
ganggren
Do: 1. Jumlah
penderita DM
dengan ganggren
sebanyak 30% (90
orang)
2. Distribusi
penderita DM
berdasarkan
tingkat pendidikan
formal SD: 45%
(135) orang)
SLTP: 30% (90)
orang) SLTA: 20%
(60) orang)
Perguruan Tinggi:
5% (15orang)
3. Sebanyak 210
orang (70%)
penderita DM tidak
check up secara
rutin
13
4. Kebiasaan sehari
hari penderita DM
yang setiap saat
memakai alas kaki
sebanyak 45 orang
(15%), saat dilauar
rumah 75 orang
(25%) dan jarang
memakai 180
orang (60%)
14
Rencana Asuhan Keperawatan Pada Kelompok Lansia Dengan Masalah Kesehatan Diabetes Mellitus
15
terlaksana
dengan lancer
Defisit Menilai dan 1. Mengidentifikasi Pendidikan Melakukan Kognitif 1. Para warga Mahasis Aula Mahasi
pengetahuan memahami faktor-faktor Kesehatan pendidikan bersedia wa Kelurah swa
tentang faktor-faktor yang kesehatan diberikan an
pencegahan yang menyebabkan kepada pengetahuan
terjadinya luka memengaruhi kurangnya warga di mengenai
gangrene pada ketidakpatuhan pengetahuan kelurahan pencegahan
kelompok terhadap penderita DM Girirejo yang harus
penderita pencegahan tentang tentang dilakukan agar
Diabetes luka gangrene pencegahan luka penyakit tidak timbul
Mellitus, pada penderita gangren. Diabetes luka ganggren
dengan Diabetes Mellitus
kurangnya Mellitus. 2. Menilai serta 2. Masyarakat
pengetahuan pemahaman penatalaksa sangat antusias
penderita DM penderita DM naan dan ketika
tentang terkait langkah- pencegahan diberikan
pencegahan langkah nya. edukasi
terjadinya luka pencegahan luka pendidikan
ganggren gangren. kesehatan
3. Menggambarkan 3. Masyarakat
hubungan antara dapat
pengetahuan dan mengetahui
perilaku tentang
penyakit DM
16
pencegahan luka dan pendidikan
gangren. kesehatan
terlaksana
dengan lancar
17
BAB III
PEMBAHASAN
1) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi masalah (penyakit)
A) Faktor Diabetes Melitus Berdasarkan Umur
Menurut Hartini, (2009) Semakin bertambahnya usia semakin tinggi
kemungkinan terjadinya resistensi insulin, dimana insulin masih
diproduksi tetapi dengan jumlah yang tidak mencukupi. Menurut
Haryati, (2013) Proses menua yang berlangsung setelah 30 tahun
mengakibatkan perubahan anatomis, fisiologis dan biokimia.
Peningkatan diabetes risiko diabetes seiring dengan umur,
khususnya pada usia lebih dari 4564 tahun, disebabkan karena pada
usia tersebut mulai terjadi peningkatan intoleransi glukosa.
Perubahan dimuai dari tingkat sel, berlanjut pada tingkat jaringan
dan akhirnya pada tingkat organ yang dapat mempengaruhi fungsi
homeostasis. Hal ini berakibat terhadap salah satunya aktivitas sel
beta pankreas untuk menghasilkan insulin menjadi berkurang dan
sensitivitas sel juga ikut menurun. Karena pada usia tua, fungsi
tubuh secara fisiologis menurun karena terjadi penurunan sekresi
aaatau resistensi insulin sehingga kemampuan fungsi tubuh terhadap
pengendalian glukosa darah yang tinggi kurang optimal.
B) Faktor Diabetes Melitus berdasarkan Jenis Kelamin
Menurut Wright, (2008) Diabetes cenderung terjadi pada wanita
dikarenakan aktifitas fisik yang jarang dilakukan oleh wanita apalagi
sudah berumah tangga, sehari-hari soerang ibu hanya sibuk dengan
keluarga dan jarang melakukan aktifitas fisik dibanding dengan laki-
laki. Menurut Wikipedia, (2011) adalah kelas atau kelompok yang
terbentuk dalam suatu spesies sebagai sarana atausebagai akibat
digunakan proses reproduksi seksual untuk mempertahankan
keberlangsungan spesies itu. Jenis kelamin merupak suatu akibat
18
dari dimorfisme seksual. Yang pada manusia dikenal menjadi laki-
laki dan perempuan.
C) Faktor Diabetes Melitus Berdasarkan Keturunan
Menurut CDC, (2011) bahwa orang yang memiliki salah satu atau
lebih anggota keluarga baik orang tua, saudara, atau anak yang
menderita diabetes melitus, kemungkinan lebih besar menderita
diabetes melitus dibandingkan dengan orang-orang yang tidak
memiliki riwayat diabetes melitus.
D) Faktor Diabetes Melitus Berdasarkan Pola Makanan
Menutur Suyono, (2007) Gaya hidup di perkotaan dengan pola
makan yang tinggi lemak, garam, dan gula mengakibatkan
masyarakat cenderung mengkonsumsi makanan secara berlebihan,
selain itu pola makanan yang serba instan saat ini memang sangat
digemari oleh sebagian masyarakat, tetapi dapat mengakibatkan
peningkatan kadar glukosa darah. Penyakit menahun yang
disebabkan oleh penyakit degeneratif seperti diabetes melitus
meningkat sangat tajam. Perubahan pola penyakit ini diduga
berhubungan dengan cara hidup yang berubah. Pola makan di
kotakota telah bergeser dari pola makan yang tradisional yang
banyak mengandung karbohidrat dan serat dari sayuran berubah
menjadi pola makan yang kebarat-baratan dan sedikit serat.
Komposisi makanan yang tinggi lemak, garam, dan sedikit serat
pada makanan siap saji yang pada akhir-akhir ini sangat digemari
dikalangan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukan
bahwa pola makan sampel terbanyak 59,50% terdapat pola makan
yang tidak baik, yaitu jika salah satu dari ketepatan jenis makanan,
ketepatan jumlah kalori atau ketepatan waktu makan tidak tepat.
E) Faktor Diabetes Melitus Berdasarkan Aktifitas Fisik
Menurut Lanywati, (2010) Aktivitas fisik dan olahraga dapat
mengontrol gula darah. Pada saat tubuh melakukan aktifitas, maka
sejumlah gula akan dibakar untuk dijadikan tenaga (energi).
19
Sehingga jumlah gula akan berkurang, dan kebutuhan akan insulin
juga berkurang. Pada orang yang kurang gerak, zat makanan yang
masuk ke dalam tubuh tidak akan dibakar, tetapi hanya akan
ditimbun dalam tubuh sebagai lemak dan gula. Proses pengubahan
zat makanan menjadi lemak dan gula. Proses pengubahan zat
makanan menjadi lemak dan gula memerlukan hormon insulin. Jika
hormon insulin kurang mencukupi, maka akan timbul gejala
penyakit diabetes melitus. Menurut Ann, (2011) Berjalan kakilah
sebanyak mungkin. Tidak hanya sehat, olahraga murah ini juga akan
membantu mengkikis berat badan.
20
d) Peran Sebagai Konselor (Counselor)
Peran sebagai konselor melakukan konseling keperawatan sebagai usaha
memecahkan masalah secara efektif. Pemberian konseling dapat dilakukan
dengan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
21
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh
kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth,
2002). Faktor lain yang dianggap sebagai kemungkinan etiologi DM yaitu, kelainan
sel beta pankreas, faktor-faktor lingkungan yang mengubah fungsi sel beta,
gangguan sistem imunitas, dan kelainan insulin.
Tanda-tanda DM yaitu kehilangan berat badan, luka, goresan lama sembuh, kaki
kesemutan, mati rasa dan infeksi kulit sedangkan gejalanya yaitu, poliuri,
polidipsi dan polifagi.
Saran
Adapun saran bagi pembaca dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1) Selalu berhati-hatilah dalam menjaga pola hidup. Sering berolah raga dan
istirahat yang cukup
2) Jaga pola makan anda. Jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan atau
minuman yang terlalu manis. Karena itu dapat menyebabkan kadar gula
melonjak tinggi.
22
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, E. T. and McFarlane, J. (2007) Buku Ajar Keperawatan Komunitas
Teori dan Praktik. 3rd edn. Jakarta: EGC.
23