0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan15 halaman

Pengaruh Motivasi Belajar pada Matematika

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kuala Behe. Hasil menunjukkan bahwa motivasi belajar berkontribusi sebesar 19,5% terhadap prestasi belajar matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana dan melibatkan 64 siswa sebagai sampel.

Diunggah oleh

Lv
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan15 halaman

Pengaruh Motivasi Belajar pada Matematika

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kuala Behe. Hasil menunjukkan bahwa motivasi belajar berkontribusi sebesar 19,5% terhadap prestasi belajar matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana dan melibatkan 64 siswa sebagai sampel.

Diunggah oleh

Lv
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

artikel 1.

Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII
SMPN 1 Kuala Behe Rahmat Winata1*, Rizki Nurhana Friantini 2 Abstrak Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas
VIII SMP Negeri 1 Kuala Behe Tahun Ajaran 2018/2019 Kabupaten Landak. Jenis penelitian ini
adalah kuantatif dengan pendekatan ex post facto. Populasi semua siswa Kelas VIII SMP Negeri
1 Kuala Behe. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 64 siswa yang dipilih dengan
menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana
dengan uji prasyarat yaitu normalitas dengan metode Kolmogorov-Smirnov, heteroskedastisitas
dengan metode Glejser, linearitas dengan menggunakan test for linearity, Multikolonieritas
dengan menggunakan Variance Inflation Factor (VIF), dan Outokorelasi dengan metode Durbin-
Watson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi
belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuala Behe Tahun Ajaran 2018/2019
Kabupaten Landak. Hasil R Square = 0,195 x 100 % = 19,5% yang menunjukkan bahwa prestasi
belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuala Behe dapat dijelaskan oleh motivasi
belajar sebesar 19,5%. Kata Kunci: Motivasi Belajar; Prestasi Belajar; Matematika The Effect Of
Learning Motivation On Mathematics Learning Achievement Of Eighth Grade Students Of SMP
N 1 Kuala Behe PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang
penting untuk dipelajari dan dikuasai siswa. Hal tersebut dikarenakan matematika merupakan
mata pelajaran yang bermanfaat sepanjang hidup. Beberapa manfaat yang diperoleh dari
matematika seperti ke-mampuan berhitung yang pasti kita gunakan dalam kehidupan kita
seharihari, selain itu juga konsep mengenai untung, rugi, dan diskon yang kita terapkan pada saat
jual beli, serta berbagai manfaat lainnya. Menurut Imoko dan Agwagah (Uchechi, 2013, p.848),
Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang mendorong peserta didik untuk mengamati,
merefleksikan, dan mempertimbangkan secara logis masalah dan dalam mengkomunikasikan
ide, menjadikannya disiplin intelektual sentral dan alat vital dalam sains, perdagangan, dan
teknologi. Di-karenakan banyaknya manfaat yang diperoleh dari pembelajaran matematika,
sudah seharusnya siswa mempelajari matematika di sekolah dan menguasainya. Dalam
mempelajari matematika di sekolah diperoleh hasil akhir yang menunjukkan berapa tingkat
penguasan siswa mengenai matematika yang disebut dengan prestasi belajar matematika.
Prestasi belajar adalah peningkatan hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk
simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh
setiap anak dalam periode tertentu (Handayani, 2016, p.143). Selanjutnya menurut prestasi
adalah hasil akhir dari pengalaman belajar, apa yang telah diperoleh siswa sebagai hasil dari apa
yang mereka miliki. Sedangkan prestasi matematika terutama berkaitan dengan kesempurnaan
siswa dalam tes yang dibuat oleh guru atau tes prestasi standar yang dikelola oleh lembaga
(Nizoloman, 2013, p.2231). Reddy (Bosman dan Schulze, 2018, p.1) menyatakan bahwa prestasi
pada bidang matematika merupakan indikator dasar dari kinerja sistem persekolahan di berbagai
negara. Selain itu prestasi siswa dalam Matematika memiliki efek tidak hanya untuk kehidupan
pribadi dan profesional siswa tetapi juga untuk pembangunan nasional (Murray, 2013, p.150).
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika penting bukan
hanya bagi siswa itu sendiri tetapi bila dilihat lebih jauh lagi dapat juga memberikan efek pada
pembangunan suatu negara, misal di Indonesia. Oleh karena itu, prestasi belajar matematika
yang dicapai siswa memerlukan perhatian lebih dari pihak-pihak yang terlibat. Dari hasil
observasi diketahui bahwa prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuala Behe pada mata
pelajaran matematika belum mencapai KKM. Yaitu diperoleh rata-rata nilai ulangan harian
hanya mencapai 61 masih di bawah KKM sebesar 75. Hal ini tentunya bukan merupakan hasil
yang diharapkan. Dari hasil observasi juga diperoleh bahwa metode yang digunakan guru pada
pembelajaran matematika adalah metode pembelajaran konvensional yaitu secara ceramah.
Metode pembelajaran ini sangat berpusat pada guru dan kurang memberikan kesempatan kepada
siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran, sehingga siswa pasif dan tidak termotivasi
selama pembelajaran matematika. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Solina dkk (2013, p.289)
yang menyatakan bahwa motivasi belajar siswa berkaitan dengan berbagai faktor, seperti materi
belajar, bakat siswa, kemenarikan penyajian oleh guru, suasan belajar, faktor teman sebaya, dan
faktor orangtua. Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya
penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu
demiJIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), 7(2), Maret 2019- 87 tercapainya suatu
tujuan. Sedangkan motivasi diartikan dengan kondisi psikologis yang mendorong seseorang
untuk melakukan sesuatu (Fathurrohman dan Sutikno, 2011, p.19). Selanjutnya motivasi belajar
dengan suatu daya, dorongan atau kekuatan, baik yang datang dari diri sendiri maupun dari luar
yang mendorong peserta didik untuk belajar (Lestari dan Mokhammad, 2017, p.93). Kemudian
motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada peserta didik yang sedang belajar
untuk mengadakan perubahan perilaku (Suprijono, 2012, 163). Oleh karena itu yang dimaksud
dengan motivasi belajar adalah dorongan atau kekuatan yang menggerakan seseorang untuk
melaksanakan kegiatan belajar. Motivasi dibagi menjadi dua yaitu 1) motivasi intrinsik yaitu
motivasi yang timbul dari dalam individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi
atas dasar kemauan sendiri, sedangkan 2) motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul sebagai
akibat pengaruh dari luar individu (Fathurrohman dan Sutikno, 2011, p.19-20). Sedangkan untuk
indikator motivasi belajar sebagai berikut: 1) adanya dorongan dan kebutuhan belajar, 2)
menunjukkan perhatian dan minat terhadap tugas-tugas yang diberikan, 3) tekun menghadapi
tugas, 4) ulet menghadapi kesulitan, 5) adanya hasrat dan keinginan berhasil (Lestari dan
Mokhammad, 2017, p.93). Oleh karena motivasi belajar adalah dorongan untuk melaksanakan
kegiatan belajar maka diduga motivasi belajar mempengaruhi prestasi belajar. Menurut Prastya
Irawan dkk berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
yaitu latar belakang keluarga, kondisi atau konteks sekolah, dan motivasi (Suprijono, 2012,
p.162). Selanjutnya menurut hasil penelitian hubungan antara motivasi belajar dan prestasi
belajar matematika dikategorikan sangat tinggi. Hubungan yang terjadi adalah hubungan yang
positif yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi belajar, sehingga dapat dikatakan
apabila motivasi belajar naik maka prestasi belajar matematika siswa pun akan naik (Soewono,
2018, p.23). Oleh karena itu, akan dilihat pada penelitian ini apakah terdapat pengaruh antara
motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuala
Behe tahun ajaran 2018/2019. METODE Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kuala
Behe pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Populasi terdiri dari siswa kelas VIII SMP
Negeri 1 Kuala Behe tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIIIA dan
VIIIB. Jumlah siswa kelas VIIIA dan VIIIB sama yaitu sebesar 32 siswa sehingga total populasi
sebesar 64 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex post
facto, peneliti tidak dapat secara langsung memanipulasi variabel bebas. Disebut dengan metode
penelitian kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan
statistik (Sugiyono, 2010, p.13). Penelitian ex post facto merupakan penelitian dimana variabel-
variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat dalam suatu
penelitian. Pada penelitian ini, keterikatan antarvariabel bebas dengan variabel bebas, maupun
antarvariabel bebas dengan terikat sudah terjadi secara alami, dan peneliti dengan setting tersebut
ingin melacak kembali jika dimungkinkan apa yang menjadi faktor penyebabnya (Sukardi, 2016,
p.165).JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), 7(2), Maret 2019- 88 Teknik analisis data
menggunakan analisis regresi yaitu analisis regresi linier sederhana. Analisis regresi digunakan
dalam rangka untuk melakukan prediksi. Tujuan analisis regresi ialah menentukan model
statistik yang dapat dipakai untuk memprediksi nilai-nilai variabel terikat berdasarkan nilai-nilai
dari variabel bebas (Budiyono, 2009, p.251). Sedangkan analisis regresi linier sederhana
merupakan bagian dari analisis regresi yang bertujuan untuk menganalisis hubungan linier antara
dua variabel (Lestari dan Mokhammad, 2017, p.323). Variabel yang digunakan dalam penelitian
ini terdiri dari variabel bebas yaitu motivasi belajar dan variabel terikat yaitu prestasi belajar
matematika. Metode pengumpulan data penelitian meliputi metode tes dan angket. Populasi
dalam penelitian ini adalah semua siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Kuala Behe. Jumlah sampel
pada penelitian ini adalah sebanyak 64 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling
jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan
sebagai sampel (Lestari dan Mokhammad, 2017, p.111). Untuk instrumen penelitian ada dua
yaitu 1) instrumen angket digunakan untuk memperoleh data mengenai motivasi belajar siswa.
Instrumen angket dibuat sebanyak 32 butir pernyataan dengan masing-masing 16 butir
pernyataan positif dan negatif. Butir pernyataan pada angket dibuat sesuai dengan indikator
motivasi belajar. Instrumen angket terlebih dahulu diuji coba untuk dilihat validitas, reliabilitas,
dan konsistensi internal butir angket. 2) instrumen tes digunakan untuk memperoleh data prestasi
belajar siswa. Instrumen tes dibuat sebanyak 35 butir soal dalam bentuk pilihan ganda. Instrumen
tes dibuat berdasarkan indikator dari pokok bahasan Pola Bilangan. Untuk instrumen tes
dilakukan uji coba dan dilihat validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran. Butir
yang layak pada instrumen angket dan tes kemudian diberikan kepada semua siswa kelas VIII
SMP Negeri 1 Kuala Behe. Pada data hasil tes dan angket dilakukan uji prasyarat meliputi uji
normalitas menggunakan metode KolmogorovSmirnov, heteroskedastisitas dengan metode
Glejser, outokorelasi dengan metode DurbinWatson, multikolinieritas dengan menggunakan
metode Variance Inflation Factor (VIF), dan linearitas menggunakan test for linearity. Setelah
semua uji prasyarat teleh dipenuhi selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan analisis
regresi linear sederhana. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil uji coba angket diperoleh
butir pernyataan yang layak untuk digunakan sebanyak 24 butir yang terdiri dari 12 butir
pernyataan positif dan 12 butir pernyataan negatif. Untuk 8 butir pernyataan yang lain tidak
layak dikarenakan tidak memenuhi syarat konsistensi internal. Selanjutnya dari hasil uji coba tes
diperoleh butir soal yang layak untuk digunakan sebanyak 30 butir soal. 5 butir soal yang lain
tidak layak dikarenakan tidak memenuhi syarat pada uji daya pembeda dan uji tingkat kesukaran.
Pada uji daya pembeda yaitu 2 butir soal pada kriteria jelek dan 3 butir soal pada kriteria sangat
jelek. Sedangkan uji tingkat kesukaran yaitu 5 butir soal pada kriteria sukar. Setelah intrumen
diberikan kepada sampel dan diperoleh data, selanjutnya data tersebut dianalisis. Sebelum masuk
ke uji hipotesis dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu. Uji prasyarat yang dilakukan sebanyak 5
syarat yaitu sebagai [Link] (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), 7(2), Maret 2019- 89
Untuk uji normalitas dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov berbantuan SPSS.
Hipotesis untuk uji normalitas data sebagai berikut: H0: Data berasal dari populasi yang
berdistribusi normal H1: Data berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal Hasil uji
normalitas dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Standardized Residual N 64 Normal Parametersa,b Mean 0E-7 Std. Deviation ,99203175 Most
Extreme Differences Absolute ,142 Positive ,073 Negative -,142 Kolmogorov-Smirnov Z 1,135
Asymp. Sig. (2-tailed) ,152 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Kriteria
pengujian hipotesisnya pada taraf signifikansi 5% atau α = 0,05 adalah H0 diterima jika angka
signifikansi (sig) > α maka data berdistribusi normal. Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa nilai sig
yang diperoleh dari hasil uji normalitas dengan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov
sebesar 0,152 lebih dari 0,05 (sig = 0,152 > 0,05) sehingga H0 diterima. Oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Untuk uji
heteroskedastisitas dilakukan dengan Metode Glejser berbantuan SPSS. Hipotesis untuk uji
heteroskedastisitas sebagai berikut: H0: Model tidak mengandung gejala heteroskedastisitas H1:
Model mengandung gejala heteroskedastisitas Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada
Tabel 2. Tabel 2. Hasil uji heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients t Si g. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3,718 3,923 ,948 ,347 Motivasi
belajar ,036 ,056 ,082 ,645 ,521 a. Dependent Variable: RES_2 Dapat dilihat pada tabel di atas
bahwa nilai sig. dari variabel motivasi sebesar 0,521 lebih besar dari 0,05 (0,521 > 0,05) maka
H0 diterima. Hal ini berarti model regresi tidak mengandung gejala heteroskedastisitas. Untuk uji
outokorelasi dilakukan dengan metode Durbin-Watson berbantuan SPSS. Jika nilai pada tabel
Durbin-Watson lebih dari dU dan kurang dari 4 – dU maka tidakJIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan
Matematika), 7(2), Maret 2019- 90 Rahmat Winata, Rizki Nurhana Friantini Copyright © 2019,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) ISSN 2301-7929 (print), ISSN 2502-1745 (online)
terdapat outokorelasi. Hasil uji outo-korelasi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil uji
outokorelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
DurbinWatson 1 ,442a ,195 ,182 7,50223 2,308 a. Predictors: (Constant), motivasi belajar b.
Dependent Variable: prestasi belajar Dapat dilihat pada Tabel 3 bahwa nilai Durbin-Watson (d)
sebesar 2,308. Untuk dU < d < 4-dU maka 1,629 < d < 2,371, sedangkan nilai d = 2,308
sehingga d terletak diantara dU dan 4-Du (1,629 < d = 2,308 < 2,371). Dapat disimpulkan model
persamaan regresi tidak terdapat outokorelasi. Untuk uji multikolinieritas dengan menggunakan
metode Variance Inflation Factor (VIF) berbantuan SPSS. Jika nilai VIF < 10 maka tidak
terdapat gejala multikolinier. Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil
uji multikolinieritas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Coeff Collinearity
Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Const.) 48,009 7,331 Motivasi
belajar ,407 ,105 ,442 1,000 1,000 a. Dependent Variable: prestasi belajar Dapat dilihat pada
tabel di atas nilai VIF (Variance Inflation Factor) sebesar 1. Oleh karena VIF = 1 tidak lebih dari
10 (VIF = 1 < 10) maka model dinyatakan tidak terdapat gejala multikolinier. Untuk uji linieritas
dengan menggunakan test for linearity dengan hipotesis sebagai berikut: H0: Model regresi
linear H1: Model regresi tidak linear Hasil uji linieritas dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil
uji linieritas ANOVA Table df F Sig. Prestasi belajar * motivasi Between Groups (Combined) 25
2,028 ,024 Linearity 1 17,33 0 ,000 Deviation from Linearity 24 1,390 ,178 Within Groups 38
Total 63 Dari tabel di atas dapat diperoleh nilai sig. untuk uji linieritas dengan menggunakan uji
F sebesar 0,178 lebih besar dari 0,05 (sig.= 0,178 > 0,05) maka H0 diterima. Hal ini berarti
model regresi linear. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa uji prasyarat semua telah
terpenuhi. Setelah semua uji prasyarat terpenuhi selanjutnya dilakukan uji hipotesis
menggunakan regresi linear sederhana. Berikut hasil dari analisis [Link] (Jurnal Ilmiah
Pendidikan Matematika), 7(2), Maret 2019- 91 Rahmat Winata, Rizki Nurhana Friantini
Copyright © 2019, JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) ISSN 2301-7929 (print), ISSN
2502-1745 (online) Tabel 6. Persamaan Regresi Coefficientsa Model Unstandardized
Coefficients Std. Coeff t Sig. B Std. Error Beta 1 (Const) 48,009 7,331 6,549 ,000 Motivasi
belajar ,407 ,105 ,442 3,880 ,000 a. Dependent Variable: prestasi belajar Berdasarkan hasil
analisis dengan menggunakan SPSS 20.0 pada Tabel 6 diperoleh harga b0 = 48,009 dan b1 =
0,407 dimana b1 merupakan koefisien dari variabel X1 sehingga dapat disusun dalam persamaan
regresi dugaan yaitu : Ŷ = 48,009 + 0,407X1 Dari persamaan regresi di atas, harga konstanta
sebesar 48,009 menyatakan bahwa jika tidak ada motivasi belajar maka prestasi belajar
matematika siswa adalah 48,009. Koefisien regresi X1 sebesar 0,407 menyatakan bahwa setiap
perubahan motivasi belajar siswa sebesar 1 satuan maka akan meningkatkan prestasi belajar
matematika sebesar 0,407 satuan. Kemudian menguji keberartian model regresi dugaan yang
telah diperoleh menggunakan uji t, dengan hipotesis yang dirumuskan sebagai berikut: H0: β = 0
H1: β ≠ 0 Kriteria pengujian adalah H0 ditolak jika sig < α. Berdasarkan hasil analisis dengan
menggunakan SPSS 20.0 pada Tabel 6, diperoleh sig = 0,000 dan α = 0,05. Karena sig < α maka
H0 ditolak, artinya β ≠ 0 dan disimpulkan bahwa model regresi dugaan yang diperoleh adalah
berarti. Hal ini menunjukkan motivasi mempengaruhi prestasi belajar matematika pada siswa
kelas VIII SMP Negeri 1 Kuala Behe tahun ajaran 2018/2019. Tabel 7. Koefisien Determinasi
Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,442a ,195 ,182 7,50223 a. Predictors: (Constant), motivasi belajar Selanjutnya menghitung
koefisien determinasi yaitu angka yang digunakan untuk melihat suatu ukuran seberapa tepat
model regresi linear dugaan dapat menjelaskan hubungan linearnya antara variabel pada X1
dengan Y. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan program SPSS 20.0 pada Tabel 7, R
Square = 0,195 x 100 % = 19,5% yang menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa
kelas VIII SMP Negeri 1 Kuala Behe dapat dijelaskan oleh motivasi belajar sebesar 19,5%
sisanya 81,5% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar
terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 KualaJIPM (Jurnal
Ilmiah Pendidikan Matematika), 7(2), Maret 2019- 92 Behe tahun ajaran 2018/2019. Dari hasil R
Square = 0,195 x 100 % = 19,5% menunjukkan bahwa motivasi belajar mempengaruhi prestasi
belajar matematika sebesar 19,5%. DARI ARTIKEL ITU TENTUKAN apakah bagian
Pendahuluan dimulai dengan focus yang melebar, diikuti dengan masalah penelitian, kemudian
penelitian yang relevan, lalu ditutup dengan tujuan penelitian? Jelaskan. apakah bagian Metode
memuat metode/desain/pendekatan penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel,
teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data? Jelaskan. apakah bagian
Hasil memaparkan hasil-hasil penelitian dengan memadai? Jelaskan. apakah bagian Pembahasan
menginterpretasikan hasil-hasil penelitian dan mengaitkannya dengan hasil-hasil penelitian
terdahulu? Jelaskan. apakah bagian Kesimpulan menyampaikan kesimpulan penting dari
pembahasan tanpa mengulang menyebutkan hasil penelitian, terdapat saran untuk penelitian
selanjutnya, terdapat rekomendasi dan saran? Jelaskan.

ARTIKEL 2. PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR The


influence of study motivation through students’ study achievement in student of class XI IPS at
SMA Negeri 2 Metro Academic year 2012/2013 Mar’atur Rafiqah
(rafiqahtanjung@[Link] )1 Under guidance of Yusmansyah.2 dan Shinta Mayasari.3
ABSTRACT The purpose of this research to know, the influence of study motivation through
students’ study achievement in [Link] problem in this researh is there any inflvence the
students study metivation through the students study achievement. Research used method
quantitative. which consist of 119 students. Sample were 60 students using simple random
sampling. Result there influence students’ study motivation through students study achievement.
Correlation between students study motivation index with study achievement used simple linier
regression is vR=0,610 was vF=75,3% to vY. It was indicated that 24,7% influenced by other
factors. conclusion in this research is there was an influence of study motivation through students
study achievement. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap
prestasi belajar siswa. Permasalahan dalam penelitian ini ”apakah ada pengaruh motivasi belajar
terhadap prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuantitaf. Populasi
dalam penelitian ini berjumlah 119 siswa, dari jumlah populasi sebanyak 60 orang siswa yang
ditentukan dengan teknik samplingnya random sampling dengan menggunakan sampling acak
sederhana (simple random sampling). Dari perhitungan korelasi antara indeks motivasi belajar
dengan prestasi belajar menggunakan regresi linier sederhana yaitu nilai R pada hasil tersebut
0,610 sedangkan nilai KD yang diperoleh dalam perhitungan tersebut 75,3% yang dapat
ditafsirkan variabel bebas memiliki pengaruh kontribusi sebesar 75,3% terhadap variabel Y dan
24,7% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh
motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa-siswi. Kata Kunci : Bimbingan dan Konseling,
Motivasi Belajar, Prestasi Belajar.

1. Mahasiswa Bimbingan Konseling FKIP Universitas Lampung


2. Dosen Pembimbing Utama Bimbingan Konseling FKIP Universitas Lampung
3. Dosen Pembimbing Pembantu Bimbingan Konseling FKIP Universitas
LampungPENDAHULUAN Pendidikan sebagai salah satu upaya untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa, pendidikan merupakan penentu kemajuan suatu bangsa, maju
mundurnya suatu bangsa tergantung pada pengetahuan dan keterampilan warga
negaranya, oleh karena itu mutu pendidikan perlu ditingkatkan terus menerus.
Peningkatan mutu pendidikan diupayakan oleh berbagai pihak dan dengan berbagai cara,
Salah satu indikator mutu pendidikan yang memadai adalah meningkatnya prestasi
belajar siswa, yang dapat dilihat dari nilai penguasaan materi pelajaran dan kemampuan
memecahkan masalah. Prestasi yang dicapai oleh siswa berbeda-beda. Ada siswa yang
berprestasi tinggi, sedang, dan ada juga yang berprestasi rendah. Hal ini tentu saja
dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam diri
siswa itu sendiri (faktor internal) dan ada juga yang berasal dari luar diri siwa (faktor
eksternal). Faktor yang berasal dari luar diri siswa (faktor eksternal) yang mempengaruhi
prestasi belajar siswa salah satunya adalah pemanfaatan sarana belajar disekolah, dengan
pemanfaatan sarana belajar yang tepat dapat memberikan hasil yang optimal bagi siswa
dalam menyerap materi yang disampaikan dan akan mampengaruhi prestasi belajar
siswa. Sarana belajar disekolah sebagai penunjang proses pembelajaran terdiri dari ruang
belajar yang mendukung kegiatan pembelajaran. Menurut pendapat Mujiono (1999:236)
faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain: faktor internal yaitu faktor
yang dialami dan dihayati siswa seperti sikap belajar, motivasi, konsentrasi, rasa percaya
diri, intelegensi, cita-cita belajar dan kebiasaan belajar dan faktor eksternal yaitu dari luar
yang berpengaruh pada aktivitas belajar seperti guru, sarana dan prasarana, lingkungan,
dan kurikulum sekolah. Dari pendapat Mujiono di atas dapat dilihat bahwa untuk salah
satu faktor untuk mencapai prestasi belajar yang baik adalah adanya motivasi belajar
yang timbul dari dalam diri siswa. Motivasi adalah faktor yang penting karena hal
tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan
[Link] mengenai motivasi belajar adalah bagaimana mengatur agar motivasi
dapat ditingkatkan karena dalam kegiatan belajar setiap siswa memiliki motivasi belajar
dengan tingkatan yang berbeda. Perbedaan motivasi belajar yang dimiliki siswa dapat
dilihat berdasarkan tingkat kehadiran siswa dalam kegiatan belajar mengajar, keaktifan
siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan adanya motivasi belajar yang
kuat dalam diri siswa dapat mendorong siswa untuk lebih semangat dalam belajar
sehingga siswa dapat lebih mudah menguasai materi pembelajaran. Untuk meningkatkan
motivasi dalam diri siswa perlu dilakukan dorongan dari luar yaitu dengan cara
memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi seperti pemberian beasiswa,
piagam, hadiah atau diadakan pemilihan siswa teladan dan berprestasi, dengan adanya
hal-hal seperti ini maka siswa dapat terdorong untuk belajar lebih aktif sehingga memilki
prestasi yang baik. Bagi siswa yang belum mendapatkan hadiah, mereka akan
berkompetisi atau bersaing dalam belajar untuk mendapatkan penghargaan dari pihak
[Link] satu hal yang mendasari motivasi siswa adalah dapat dilihat dari tingkat
kehadiran siswa dalam kegiatan belajar mengajar, keaktifan siswa dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran, sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai pelajar. Adapun
rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah terdapat pengaruh motivasi
belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Metro tahun
pelajaran 2012/2013”. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh motivasi
belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Metro. Adapun
kegunaan dalam penelitian ini yaitu (1) kegunaan teoritis: Secara teoritis, penelitian ini
diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah bagi wahana perkembangan ilmu
konseling, dan hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah konsep-konsep atas teori-
teori tentang hubungan motivasi, belajar disekolah terhadap prestasi belajar. sedangkan
(2) kegunaan praktis: Secara praktis, penelitian ini berguna untuk memberikan masukan
atau sumbangan pemikiran bagi kepala sekolah, guru bidang studi, guru pembimbing dan
tenaga kependidikan lainnya dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di
sekolah dan dapat dijadikan masukan bagi mahasiswa bimbingan dan konseling ketika
berada di lapangan (sekolah) dan sebagai sumber [Link] pikir penelitian ini
dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1.1 : Paradigma Penelitian MOTIVASI
BELAJAR Sartain (dalam Purwanto,2007:61) mengatakan bahwa motivasi adalah suatu
pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku
terhadap suatu tujuan. Tujuan adalah yang membatasi atau menentukan tingkah laku
organisme itu. Peranan motivasi dalam belajar sangat besar pengaruhnya untuk
menentukan arah belajar dan tujuan belajar. Hal ini didukung oleh pendapat Sardiman
(2001:85) yang menyatakan “Intensitas motivasi seseorang siswa akan sangat
menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya”. Motivasi belajar dapat digolongkan
dalam dua kategori yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Sehubungan dengan
hal tersebut Sardiman, (2001:89) menyatakan bahwa: “ motivasi instristik adalah motif-
motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dari
dalam diri seseorang sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu, sedangkan motivasi
eksrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari
luar”. Motivasi mempunyai fungsi yang penting dalam belajar, karena motivasi akan
menentukan intensitas usaha belajar yang dilakukan siswa. Hawley (Yusuf 1993: 14)
menyatakan bahwa para siswa yang memiliki motivasi tinggi, belajarnya lebih baik
dibandingkan dengan siswa yang motivasi belajarnya rendah. Sardiman (1988 : 84)
mengemukakan ada tiga fungsi motivasi, yaitu : a. Mendorong manusia untuk berbuat.
Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan
dikerjakan b. Menuntun arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai,
dengan demikian motivasi dapat memberi arah, dan kegiatan yang harus dikerjakan
sesuai dengan rumusan tujuannya Motivasi Belajar Prestasi Belajarc. Menyeleksi
perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi
guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatanperbuatan yang tidak bermanfaat
bagi tujuan tersebut. PRESTASI BELAJAR Tu’u (2004: 75) menyatakan bahwa prestasi
belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata
pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai test atau angka yang diberikan oleh guru.
Istilah prestasi belajar dalam kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penguasaan atau
keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, yang biasanya ditunjukkan dengan
tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. pendapat Ahmadi (2004) tentang faktor-
faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu :
4. Faktor internal, yaitu faktor yang timbul dari dalam diri siswa itu sendiri, sifatnya : a.
Psikologi, seperti : intelegensi, kemauan, bakat, minat, sikap dan perhatian. b. Faktor
eksternal, seperti : keadaan yang lelah, cacat badan, kurang pendengaran, gangguan
penglihatan, dan lain-lain.
5. Faktor eksternal, yaitu faktor yang timbul dari luar diri siswa, diantaranya: a. Lingkungan
sekolah, yang meliputi : interaksi guru dan murid, cara penyajian bahan pelajaran,
kurikulum, keadaan gedung, waktu sekolah, pelaksanaan disiplin metode mengajar dan
tugas pokok. b. Lingkungan keluarga, yang meliputi : cara mendidik anak, suasana
keluarga, pengertian keluarga, keadaan sosial ekonomi, latar belakang kebudayaan dan
lain-lain. c. Lingkungan masyarakat, yang meliputi : media massa, teman bergaul,
kegiatan lain, cara hidup dilingkungan dan lain-lain. Prestasi belajar yang dicapai oleh
siswa dalam proses pembelajaran akan terlihat dalam bentuk nilai yang diperoleh melalui
tes (ulangan/ ujian) yang berhubungan materi pelajaran yang telah diperoleh atau yang
dipelajarinya. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, yaitu metode ilmiah yang analisisnya
dengan menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran data dan hasilnya
(Arikunto, 2006:12). Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif, karena hasil
yangdiperoleh melalui penelitian berupa data kuantitatif. Data penelitian berupa skor
(angka-angka) dan diproses melalui pengolahan statistik. Populasi Penelitian Populasi
dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Metro sebanyak 3 kelas
dengan jumlah siswa dengan keseluruhan adalah 119 siswa. Sampel Penelitian jumlah
populasi dalam penelitin ini sebanyak 119 orang, karena populasi lebih dari 100 orang
maka sampel akan diambil 50% dari jumlah populasi 119 yaitu 60 orang. Teknik
Sampling Adapun teknik samplingnya adalah simple random sampling. Teknik
Pengumpulan Data
6. Skala yang diberikan adalah skala motivasi belajar yang disusun menurut teori Nasution
(2004: 77), dimana motivasi terbentuk dari dua yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik.
7. Dokumentasi dalam penelitian ini menggunakan nilai raport siswa untuk melihat hasil
prestasi siswa. Uji Persyaratan Instrumen Validitas Instrumen peneliti menggunakan
validitas kontruksi (construct validity). Selanjutnya pengujian item soal dengan
menggunakan product moment. Perhitungan uji item soal yang telah dilakukan terhadap
50 item instrumen Motivasi belajar diperoleh hasil yang menunjukan bahwa item yang
berkontribusi sebanyak 42 dan yang tidak berkontribusi sebanyak 8 item. Realibilitas
Instrumen Untuk mengetahui reliabilitas alat ukur menggunakan rumus alpha. Dari hasil
uji realibilitas instrumen motivasi belajar yang telah peneliti lakukan didapat
rhitungadalah 0,94 dan dilihat dari kriteria yang sudah ditetapkan diatas tingkat
realibilitas tersebut yaitu 0,94 termasuk sangat tinggi. Teknik Analisis Data Untuk
menguji hipotesis dalam penelitian ini digunakan model regresi linear sederhana. HASIL
DAN PEMBAHASAN Berdasarkan perhitungan regresi linier sederhana tentang variabel
motivasi belajar didapatkan hasil nilai korelasi R adalah 0,610. Nilai ini dapat
diinterpretasikan bahwa hubungan kedua variabel penelitian ada di kategori sedang. Dan
diperoleh nilai R Square atau koefisien determinasi (KD) yang menunjukkan seberapa
bagus model regresi yang dibentuk oleh interaksi variabel bebas dan variabel terikat.
Nilai KD yang diperoleh adalah 0,753 yang dapat ditafsirkan bahwa variabel bebas
memiliki pengaruh kontribusi sebesar 0,753 atau sebesar 75,3% terhadap variabel Y dan
24,7% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel Y. dari hasil
perhitungan yang telah dilakukan maka Ho ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat
pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar pada siswasiswi kelas XI SMA
Negeri 2 Metro tahun pelajaran 2012-2013. Di lihat dari hasil perhitungan yang telah
peneliti lakukan, begitu besar pengaruh motivasi belajar dalam meningkatkan prestasi
belajar siswa. Karena pentingnya pengaruh motivasi terhadap prestasi disini siswa harus
dapat menumbuhkan dan mengembangkan motivasi belajar yang ada didalam dirinya.
Prestasi belajar menurut Slameto (2003: 2)”belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri sebagai hasil interaksi dengan
lingkungannya. Adapun pendapat dikemukakan Tu’u (2004: 75) menyatakan bahwa
prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan
oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai test atau angka yang diberikan
oleh [Link] penelitian di atas juga didukung oleh hasil penelitian tentang “Pengaruh
Motivasi Belajar dan Pemanfaatan Sarana Belajar di Sekolah Terhadap Hasil Belajar
Mata Pelajaran Akuntansi Keuangan Siswa Kelas XI Akuntansi SMK Wiyata Karya
Natar Tahun Pelajaran 2010/2011” yaitu dengan hasil Berdasarkan hasil perhitungan
analisis regresi sederhana menunjukkan variabel motivasi belajar siswa terhadap hasil
belajar sebesar 0,488 setelah dikonsultasikan ke kriteria korelasi ( antara 0,400 sampai
dengan 0,599) maka hubungan sebesar 0,488 antara motivasi belajar siswa terhadap hasil
belajar tergolong cukup tinggi. Sedangkan koefisien determinasi (r2 = 0,739) berarti
terdapat kontribusi sebesar 73,9 % antara motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar
dan sisanya 26,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil yang ditunjukan dari kedua
penelitian yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa kedua penelitian tersebut sama-sama
menunjukan besarnya motivasi belajar terhadap prestasi belajar yang ditunjukkan dari
hasil perhitungan yang dilakukan oleh kedua peneliti. Dari samanya hasil yang
didapatkan bahwa ada pengaruh motivasi belajar dalam prestasi belajar yang telah
dilakukan kedua peneliti, dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi sangat berperan
penting dalam meningkatkan prestasi belajar. Motivasi sendiri merupakan faktor intrinsik
yaitu dorongan dalam diri sendiri. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian, maka kesimpulan dalam
penelitian ini adalah terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar pada
siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 2 Metro tahun pelajaran 2012- 2013, yaitu dengan
hasil pengaruh kontribusi sebesar 0,753 atau 75,3% terhadap variabel Y. Saran Saran
yang dapat dikemukakan dari penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 2 metro
adalah:1. Kepada guru Guru hendaknya mengetahui prinsip-prinsip motivasi yang dapat
membantu pelaksanaan tugas mengajar dan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa,
sehingga mereka dapat mencapai hasil belajar yang diharapkan.
8. Kepada siswa Saran kepada seluruh siswa agar lebih meningkatkan motivasi belajar yang
mereka miliki saat ini, baik yang dari dalam diri siswa maupun yang datang dari luar diri
siswa tersebut. Selain itu siswa juga disarankan untuk mengulang kembali pelajaran yang
telah diajarkan oleh guru sehingga hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai dengan
baik dan memuaskan.
9. Kepada Peneliti Selanjutnya Peneliti selanjutnya hendaknya dapat mengambil sampel
lebih luas atau latar belakang yang berbeda seperti jenjang pendidikan nya, serta mencari
faktor lain yang memiliki kekuatan pengaruh yang tinggi selain motivasi belajar. ......
DARI ARTIKEL ITU TENTUKAN apakah bagian Pendahuluan dimulai dengan focus
yang melebar, diikuti dengan masalah penelitian, kemudian penelitian yang relevan, lalu
ditutup dengan tujuan penelitian? Jelaskan. apakah bagian Metode memuat
metode/desain/pendekatan penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel,
teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data? Jelaskan.
apakah bagian Hasil memaparkan hasil-hasil penelitian dengan memadai? Jelaskan.
apakah bagian Pembahasan menginterpretasikan hasil-hasil penelitian dan
mengaitkannya dengan hasil-hasil penelitian terdahulu? Jelaskan. apakah bagian
Kesimpulan menyampaikan kesimpulan penting dari pembahasan tanpa mengulang
menyebutkan hasil penelitian, terdapat saran untuk penelitian selanjutnya, terdapat
rekomendasi dan saran? Jelaskan.

ARTIKEL 3. European Journal of Education Studies IMPACT OF ACADEMIC MOTIVATION


ON ACADEMIC ACHIEVEMENT: A STUDY ON HIGH SCHOOLS STUDENTS P. K.
Gupta1i, Rashmi Mili2 1Professor and Head, Department of Education, North-Eastern Hill
University, Shillong, Meghalaya, India 2Research Scholar, Department of Education, North-
Eastern Hill University, Shillong, Meghalaya, India Abstract: In the present day world, it has
been observed that there is an increase in lack of motivation among the students towards their
academics especially when they reach high school because at this stage their attention is diverted
and divided among many things like peer group, heterogeneous relations, fashion and incessant
entertainment and this hampers their academic performance. So, the present paper is an attempt
to find out the relationship between Academic Motivation and Academic Achievement of Class
IX students of Assam, India. Tool used for the study is Academic Achievement Motivation Test
by T.R. Sharma and for the academic achievement the final year examination results were taken.
The findings of the study revealed a significant positive relationship between academic
motivation and academic achievement. There is a significant difference in Academic Motivation
between high and low achievers. But there is a significant sex difference within low achievers
with respect to academic motivation. Keywords: academic motivation, academic achievement,
high school students
1. Introduction Academic Motivation is the driving force behind student’s motivation to
learn. It is the need and desire to excel in academic work. Academic behaviours can be
seen asP.K. Gupta, Rashmi Mili IMPACT OF ACADEMIC MOTIVATION ON
ACADEMIC ACHIEVEMENT: A STUDY ON HIGH SCHOOLS STUDENTS
European Journal of Education Studies - Volume 2 │ Issue 10 │ 2016 44 intrinsically
motivated, extrinsically motivated or amotivated. But it is usually seen that the youths of
today often lacks academic motivation and at the secondary school level, the students
reach the adolescence stage which is considered a period of storm and stress and
developmental changes which makes their interest and attention divided among many
things like peer groups, engaging in entertaining activities like movies, social networking,
outings or other everyday activities in the school and community. They may also find the
academic activities in the schools not engaging and interesting. Research shows that one
of the most prominent academic problems plaguing today’s teenage youth is lack of
motivation towards academic activities. Desai (1979), Hirunval (1980), Krishnamurthy
(2000) found that there is a positive and significant relationship between achievement and
academic motivation. Koseoglu (2013) found that there is a statistically significant
difference between male and female students in academic motivation. It has been found
that female students are more intrinsically and extrinsically motivated than the males
overall. A review of the literature shows that most of studies are done on motivation in
general, on a small sample and had contradictory findings. Hence, in the present study
academic motivation in relation to academic achievement was investigated into with a
larger sample, which is of need and significance.
2. Objectives of the Study
3. To study the relationship between Academic Motivation and Academic Achievement of
Class IX students of Kamrup Metropolitan District of Lower Assam, India.
4. To study the differences in Academic Motivation between high and low achievers of
Class IX students.
5. To find out the sex differences in the Academic Motivation within high and low
achievers of Class IX students.
6. Hypotheses of the Study
7. There is no significant relationship between Academic Motivation and Academic
Achievement of Class IX students of Kamrup Metropolitan District of Lower Assam,
India.
8. There is no significant difference in Academic Motivation between high and low
achievers of Class IX students.
9. There is no significant sex difference in Academic Motivation within high and low
achievers of Class IX students.P.K. Gupta, Rashmi Mili IMPACT OF ACADEMIC
MOTIVATION ON ACADEMIC ACHIEVEMENT: A STUDY ON HIGH SCHOOLS
STUDENTS European Journal of Education Studies - Volume 2 │ Issue 10 │ 2016 45
10. Methodology 4.1 Population and Sample The population for the present study consist of
all the students studying in Class IX in the secondary schools of the Kamrup
Metropolitan District of Assam, India. The Kamrup Metropolitan District has a total of
197 secondary schools out of which 87 are government and 110 are private schools. The
total enrolment in Class IX in these schools is approximately 19,892. However, the
sample for the present study consist of 995 students (500 male and 495 female) of Class
IX which is selected randomly by giving a fair representation of government and private
schools situated in different blocks under rural areas and different wards under urban
areas. 4.2 Tools Used
11. Academic Achievement Motivation Test by T.R. Sharma
12. Marks obtained by the students in their Class IX District Board Exam. 4.3 Analysis,
Interpretation and Discussion A. Relationship between Academic Motivation and
Academic Achievement of Class IX students To study the relationship between
Academic Motivation and Academic Achievement, the following null hypothesis was
formulated. Hypothesis 1: There is no significant relationship between Academic
Motivation and Academic Achievement of Class IX students. To test this hypothesis,
Pearsons r (Product Moment Correlation) was calculated between the variables of
Academic Motivation and Academic Achievement. The following Table 1 shows the co-
efficient of correlation between Academic Motivation and Academic Achievement. Table
1: Showing the co-efficient of correlation between Academic Motivation and Academic
Achievement of Class IX students Variables involved Category Sample Size Computed
correlation value Df Table value of r Significance Level Academic Motivation and
Academic Achievement Male 500 0.22 498 0.115 0.01 Female 495 0.12 493 0.115 0.01
Total 995 0.16 993 0.081 0.01 From the above table it is found that the value of r is
significant at 0.01 level for male, female and the total sample and therefore the null
hypothesis is rejected. It indicates that there is a significant relationship between
Academic Motivation and Academic Achievement. It means that the higher the
Academic Motivation, the higher will be theP.K. Gupta, Rashmi Mili IMPACT OF
ACADEMIC MOTIVATION ON ACADEMIC ACHIEVEMENT: A STUDY ON
HIGH SCHOOLS STUDENTS European Journal of Education Studies - Volume 2 │
Issue 10 │ 2016 46 Academic Achievement, and the lower the Academic Motivation;
lower will be the Academic Achievement. The above findings are in consonant with the
earlier findings Kumar (2013), Sikhwari (2014), Momanyi et al (2015). When the
students have high academic motivation, they concentrate more in the classroom, have
better study habits, are more persistent, put forth more effort and as a result they perform
better in the exam. B. Differences in Academic Motivation between high and low
achievers of Class IX students To analyse the differences in Academic Motivation
between high and low achievers, the following null hypothesis was formulated.
Hypothesis 2: There is no significant difference in Academic Motivation between high
and low achievers of Class IX students. To test this hypothesis, mean and standard
deviation of the Academic Motivation scores of the students were calculated with respect
to high and low achievers and the value of mean difference (D) and t-values were
calculated. The following Table 3 shows the t-values for testing the significance of
difference in Academic Motivation between high and low achievers. Table 2: Showing
the differences in Academic Motivation between high and low achievers Categories N M
SD Mean Difference(D) df Computed t-value Table t-value Significance Level High
Achievers 217 27.94 4.19 1.49 770 4.03 2.58 0.01 Low Achievers 555 26.45 4.81 From
the above table it is revealed that the null hypothesis is rejected. It indicates that there is a
significant difference in Academic Motivation between high and low achievers of class
IX students. The mean difference of 1.49 is in favour of high achievers, indicating that
high achievers have higher academic motivation as compared to low achievers. The
above finding goes in line with the findings of Srivastava (1982). High achievers have
interest in achieving excellence and success and are goal-oriented and focussed that
makes them motivated towards their academics. On the other hand the low achievers may
be less motivated due to their chronic failing experiences. C. Sex Difference in Academic
Motivation within high and low achievers of Class IX students To study the sex
difference in Academic Motivation within high and low achievers of Class IX students
the following null hypothesis was formulated: Hypothesis 3: There is no significant sex
difference in Academic Motivation within high and low achievers of Class IX
students.P.K. Gupta, Rashmi Mili IMPACT OF ACADEMIC MOTIVATION ON
ACADEMIC ACHIEVEMENT: A STUDY ON HIGH SCHOOLS STUDENTS
European Journal of Education Studies - Volume 2 │ Issue 10 │ 2016 47 To test this
hypothesis, mean and standard deviation for academic motivation were calculated with
respect to high and low achievers among male and female students and then the value of
mean difference (D) and t-value were calculated. The following Table 3 shows the t-
values for testing the significance of difference of high and low achievers among male
and female students with respect to academic motivation. Table 3: Showing the Mean,
SD, Mean Difference and t-value for Male and Female students within High and Low
Achievers with respect to Academic Motivation Categories Sex N M SD Mean
Difference (D) df Computed t-value Table tvalue Significance level High Achievers Male
118 27.75 4.32 Female 99 28.17 4.02 0.42 215 0.73 2.60 NS Low Achievers Male 268
25.50 5.36 Female 287 27.32 4.05 1.82 553 4.53 2.59 0.01 The above table reveals that in
the high achievers group both males and females are equally motivated towards
academics but in the low achievers group males have lower motivation than females. The
finding goes in agreement with the finding of Koseoglu (2013), where females scored
higher than males in academic motivation. The author stated that it may be due to
developmental differences between boys and girls. In another study by Sikhwari (2014)
females were found to have higher motivation scores than males. It contradicts the
findings of Desai (1979) and Hirunval (1980) where males were found to have higher
academic motivation than females while Krishnamurthy (2000) found that sex is not a
determining factor in academic achievement motivation. Thus, from the above discussion
inference can be drawn that there are a few research findings that supports that females
score higher than males in academic motivation. However, the present study also holds
the conclusion that only in the low achievers group females are more academically
motivated than males. But in the high achievers group both male and female are equally
motivated towards their academics. Although females in the low achievers group are
academically motivated, their high level of anxiety might be affecting their performance
level.
13. Implications and Recommendations The findings of the present study have its
implications for teachers, parents, educators, researchers, policy makers and other
stakeholders in the field of education. Understanding the prevalence of lack of academic
motivation among the secondary school students becomes imperative for teachers and
parents to undertake steps toP.K. Gupta, Rashmi Mili IMPACT OF ACADEMIC
MOTIVATION ON ACADEMIC ACHIEVEMENT: A STUDY ON HIGH SCHOOLS
STUDENTS European Journal of Education Studies - Volume 2 │ Issue 10 │ 2016 48
enhance the academic motivation of the students and their academic performance. In the
light of the findings a few recommendations are given below: a) Needs and Interest of the
students The needs and interest of the students should be taken into consideration because
an individual is motivated when his or her needs are satisfied. So, the curriculum should
be framed relating to the needs and interest of the child and also related with the real-life
situations and experiences of the child. b) Activity-based learning The academic task or
teaching-learning process in the school should be activity based that will arouse the
curiosity and interest of the learner. The teacher can make the academic activities
activity-based by making the students indulge in hands-on activities, group work, relating
the content with the students’ life experiences and interest by taking them to field trips
and excursions. c) Reinforcement The teacher can motivate the child by manipulating
incentives and goals that will induce the child to learn or act to reach the desired goal.
When students are positively reinforced after completing a task they are motivated to
learn more when similar situation arises. d) Social support Academic Motivation of the
students is strongly influenced by key social agents i.e. teachers, parents and friends in
the students environment. Research supports the conclusion that students motivation
benefits if teachers and parents support their autonomy and competence. e) Use of
teaching aids and devices Use of relevant teaching aids and devices are very helpful in
the development of motivation among the students. Teachers can use models, pictures,
charts, maps, tape recorders, PowerPoint etc. relating to the content being taught and the
students also should be involved in the use of these aids that will motivate and engage
them in the learning process and also all the senses are involved in the use of aids and
devices that keeps learning in the memory for a longer period of time. f) Favourable
home environment Research findings show that an academically favourable home
environment is likely to enhance the child’s motivation to achieve academic success,
which in turn will contribute to good performance in school (Moula, 2010). It is
recommended that parents should give encouragement and proper learning facilities to
the low achieving child at home.P.K. Gupta, Rashmi Mili IMPACT OF ACADEMIC
MOTIVATION ON ACADEMIC ACHIEVEMENT: A STUDY ON HIGH SCHOOLS
STUDENTS European Journal of Education Studies - Volume 2 │ Issue 10 │ 2016 49 g)
Parent-teacher meeting The schools should organise parent-teacher meeting very often
and orient the parents on giving proper guidance to their wards because it is found that
often the children from the low achievers group are from home backgrounds where there
is no proper parental guidance, poor socio-economic background and lack of proper
infrastructural facilities. h) Teaching study skills The low achieving students can be
taught proper study skills. The teacher should try to find out the learning style of the child
to better understand what works for them. They should be taught to set up a schedule of
study, manage time properly, organise work, take good notes and review notes on a
regular basis. ........... DARI ARTIKEL ITU TENTUKAN apakah bagian Pendahuluan
dimulai dengan focus yang melebar, diikuti dengan masalah penelitian, kemudian
penelitian yang relevan, lalu ditutup dengan tujuan penelitian? Jelaskan. apakah bagian
Metode memuat metode/desain/pendekatan penelitian, tempat dan waktu penelitian,
populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis
data? Jelaskan. apakah bagian Hasil memaparkan hasil-hasil penelitian dengan memadai?
Jelaskan. apakah bagian Pembahasan menginterpretasikan hasil-hasil penelitian dan
mengaitkannya dengan hasil-hasil penelitian terdahulu? Jelaskan. apakah bagian
Kesimpulan menyampaikan kesimpulan penting dari pembahasan tanpa mengulang
menyebutkan hasil penelitian, terdapat saran untuk penelitian selanjutnya, terdapat
rekomendasi dan saran? Jelaskan.

Anda mungkin juga menyukai