BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Media pembelajaran
a. Pengertian media pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medium, yang
merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang berarti sesuatu
yang terletak di tengah (antara dua pihak) atau suatu alat. Media
juga dapat diartikan sebagai perantara atau penghubung antara dua
pihak, yaitu antara sumber pesan dengan penerima pesan atau
informasi. Media pembelajaran berarti sesuatu yang mengantarkan
pesan pembelajaran antara pemberi pesan kepada penerima pesan.
Menurut Pribadi (2017: 13) mengemukakan bahwa media
pembelajaran adalah sesuatu yang memuat informasi dan
pengetahua yang digunakan untuk membuat proses belajar menjadi
efektif dan efisien, media pembelajaran membuat aktivitas
pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga dapat meningkatkan
motivasis siswa. Menurut Jatmika (2015: 93) menjelaskan bahwa
pentingnya media pembelajaran dalam proses pembelajaran.
Media pembelajaran akan berperan besar dalam
mengkomunikasikan pesan yang disampaikan guru. Media
pembelajaran yang digunakan umumnya untuk tingkat
sekolah dasar adalah media visual karena peserta didik akan
lebih mudah memahami yang disampaikan dengan melihat
gambar, poster, foto, dan alat peraga. Metode pembelajaran
13
13
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
dan media pembelajaran akan menentukan kualitas suatu
proses pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran akan
bergantung pada metode pembelajaran yang dipergunakan
oleh guru.
Penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu
dalam proses penyamapaian pembelajaran. bayak bentuk alat yang
dapat digunakan sebagai media untuk membantu dalam proses
pembelajaran. Menurut Yaumi (2018: 16) mengemukakan bahwa
semua bentuk peralatan fisik yang didesain secara terancang untuk
menyampaikan informasi dan membangun interaksi. Peralatan fisik
yang dimaksud mencakup benda asli, bahan cetak, visual, audio,
audio visual, multimedia dan web. Peralatan itu harus dirancang
dan dikembangkan secara sengaja agar sesuai dengan kebutuhan
pesera didik dan tujuan pembelajaran. Peralatan tersebut harus
dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang berisi
pesan–pesan pembelajaran agar peserta didik dapat mengonstruksi
pengetahuan yang efektif dan efisien.
Berbagai penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah alat bantu, di sekitar kita yang dapat
digunkan untuk menyampaikan informasi memperjelas kondisi
yang disampaikan, merangsang peserta didik dalam belajar
menerima pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Peralatan yang di
susun secara sistematis, dan terencana agar sesuai dengan
kebutuhan peserta didik dan tujuan pembelajaran. Sehingga dapat
14
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
digunakan guru untuk menyampaikan informasi yang berisi pesan–
pesan pembelajaran dengan efektif dan efisien.
b. Fungsi media pembelajaran
Media pembelajaran memiliki peran yang penting dalam
kegiatan proses pembelajaran sehingga kedudukan media
pembelajaran saat ini memiliki peran penting. Menurut Arsyad
(2007: 23-24) Fungsi media pembelajaran adalah sebagai berikut:
1) Fungsi komunikatif. Media pembelajaran digunakan untuk
memudahkan komunikasi antara penyampaian pesan dan
penerima pesan. Kadang–kadang penyampaian pesan
mengalami kesulitan harus menyampaikan pesan dengan hanya
mengandalakan bahasa verbal saja. Demikian juga penerima
pesan, sering mengalami kesulitan dalam menangkap pesan
yang disampaikan, khususnya materi–materi yang bersifat
abstrak agar pesan mudah ditangkap dan tidak menimbulkan
salah persepsi harus dijadikan pertimbangan utama para
pengembangan media.
2) Fungsi motivasi. Dapat kita banyangkan pembelajaran yang
hanya mengandalkan suara melalui ceramah tanpa melibatkan
siswa secara otomatis seperti yang digambarkan pada pola
terpisah, bukan hanya dapat menimbulkan kebosana pada diri
peserta didik sebagai penerima pesan, akan tetapi juga dapat
menggangu suasana belajar. Penngunaan media pembelajaran,
diharapkan peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar.
15
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
Pengembangan media pembelajaran tidak hanya mengandung
unsur artistik saja akan tetapi juga memudahkan peserta didik
mempelajari materi pelajaran sehingga dapat lebih
meningkatkan minat siswa untuk belajar.
3) Fungsi kebermaknaan. Melalui penggunaan media,
pembelajaran dapat lebih bermakna, pembelajaran bukan
hanya dapat meningkatkan penambahan informasi berupa data
dan fakta sebagai pengembangan aspek kongnitif tahap rendah,
akan tetapi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk
menganalisis dan menciptakan sebagai aspek kongnitif tahap
tinggi. bahkan lebih dari itu dapat meningkatkan aspek sikap
dan keterampilan.
4) Fungsi penyamaan persepsi. Pembelajaran di seting secara
klasikal, namun pada kenyatannya proses belajar terjadi secara
individual. Kalau kita memiliki 40 orang siswa yang belajar,
mungkin ada 40 macam pemikiran atau ada 40 jenis persepsi
yang datang dari masing–masing pemikiran siswa artinya, bisa
terjadi setiap siswa akan menginterpretasi materi pelajaran
secara berbeda, melalu pemnanfaatan media pembelajaran,
diharapkan dapat menyamakaan persepsi setiap siswa,
sehingga setiap siswa memiliki pandangan yang sama terhadap
informasi yang disajikan.
5) Fungsi individualisme. Siswa datang dari latar belakang yang
berbeda baik dilihat dari status sosial ekonomi maupun dari
16
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
latar belakang pengalamannya, sehingga memungkinkan gaya
dan kemampuan belajarnya pun tidak sama. Demikian juga
halnya mengenai bakat dan minat siswa tidak mungkin sama,
walaupun secara fisik sama. Pemanfaatan media pembelajaran
berfungsi untuk dapat melayani kebutuhan setiap individu
yang memiliki minat dan gaya belajar yang berbeda.
c. Manfaat media
Pemanfaatan media, baik untuk keperluan individu maupun
keperluan kelompok, secara umum memiliki beberapa manfaat
yaitu: (1) Memperoleh informasi dan pengetahuan, (2) Mendukung
aktivitas pembelajaran, dan (3) Sarana persuasi dan motivasi,
Menurut Pribadi (2017: 23–24) berpendapat bahwa manfaat media
adalah sebagai berikut:
1) Memperoleh informasi dan pengetahuan.
Media pembelajaran memuat informasai dan
pengetahuan, dapat digunakan sebagai sarana untuk
mempelajari pengetahuan, dapat digunakan sebagai sarana
untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan tertentu.
Setiap media mempunyai kekhasan tersediri untuk digunakan
dalam proses belajar.
2) Mendukung aktivitas pembelajaran
Media juga digunakan untuk mendukung aktivitas
pembelajaran yaitu mempresentasikan atau menyajikan
informasi dan pengetahuan baik kepada individu maupun
17
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
kelompok. Media dalam hal ini dapat dipandang sebagai alat
bantu dalam aktivitas pembelajaran. Media dapat digunakan
untuk mengaktifkan penggunaannya dalam memperoleh
informasi dan pengetahuan yang diperlukan.
3) Sarana persuasi dan motivasi
Media digunakan sebagai sarana untuk memotivasi
terjadinya perilaku positif dari penggunaannya. Tujuan
memotivasi, pemanfaatan media mencakup upaya yang dapat
digunakan untuk mengaruhi sikap, nilai, dan emosi dari
penggunaannya.
d. Kegunaan media pembelajaran
Kegunaan media pembelajran memiliki peran yang sangat
penting dalam proses pembelajara untuk menujang berbagai
kegiatan pembelajaran yang diselengarakan di dalam dunia
pendidikan hal ini telah dibahas oleh banyak ahli. Menurut Arsyad
(2007: 26) mengemukan bahwa kegunaan media pembelajaran
sebagai berikut:
1) Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan
informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan
proses dan hasil belajar.
2) Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan
perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar,
interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya,
dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai
dengan kemampuan dan minatnya.
18
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
3) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang
waktu, dan daya indra seperti:
a) Objek atau benda yang terlalu besar untuk ditampilkan
langsung di ruang kelas dapat diganti dengan gambar,
foto, slide, realita, film, radio, atau model.
b) Objek atau benda yang terlau kecil yang tidak tampak oleh
indra dapat disajikan dengan bantuan mikroskop, film,
slide, atau gambar.
c) Kejadian langka yang terjadi di masa lalu atau terjadi
sekali dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui
rekaman video, film, foto, slide ditampilkan secara verbal.
d) Objek atau proses yang amat rumit dapat ditampilkan
melalui film, gambar, slide, atau stimulasi komputer.
e) Kejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat
distimulasikan dengan media seperti komputer, film, dan
video.
f) Peristiwa alam yang dalam kenyataan memakan waktu
lama dapat disajikan dengan teknik–teknik rekaman
seperti time lapse untuk film, video, slide, atau stimulasi
komputer.
4) Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman
kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan
19
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
merekan, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung
dengan guru, masyarakat, dan lingkunganya.
e. Keriteria pemilihan media
Pemilihan media yang terbaik untuk tujuan pembelajaran
tertentu bukanlah hal yang mudah. kriteria pemilihan media
bersumber dari konsep bahwa media merupakan bagian dari sistem
interuksional secara keseluruhan. Seorang guru harus dapat
menetukan media yang paling tepat untuk pelaksanaan kegiatan
pembelajaran. Untuk itu ada beberapa kriteria yang patut
diperhatikan dalam memilih media. Menurut Arsyad (2007: 75)
berpendapat tentang kreteria pemilihan media adalah sebagai
berikut:
1) Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih
berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang
secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari
dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
2) Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta,
konsep, prinsip, atau generalisasi. Media yang berbeda
misalnya film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang
berbeda, dan oleh karena itu memerlukan proses dan
keterampilan mental yang berbeda untuk memahaminya. Agar
dapat membantu proses pembelajaran secara efektif, media
harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran
dan kemampuan mental siswa.
20
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
3) Praktis, luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana
atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu
dipisahkan. Media yang mahal dan memakan waktu lama
untuk memperoduksinya bukan jaminan sebagai media yang
terbaik. Keriteria ini menuntun para Guru/Instruktur untuk
memilih media yang ada, mudah diperoleh, atau mudah dibuat
sendiri oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat
digunakan di mana pun dan kapan pun dengan peralatan yang
tersedia di sekitarnya, serta mudah dipindahkan di bawah
kemana-mana.
4) Guru terampil menggunakannya. Merupakan salah satu
keriteria utama apa pun media itu guru harus mampu
menggunakan dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat
media amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya.
Proyektor transpransi (OHP), proyektor side dan fil, komputer,
dan peralatan canggih lainya tidak akan mempunyai arti apa-
apa jika guru belum dapat menggunakannya dalam proses
pembelajaran sebagai upaya mempertinggi mutu dan hasil
belajar.
5) Pengelompokan sasaran media yang efektif untuk kelompok
besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada
kelompok kecil atau perorangan. Ada media yang tepat untuk
jenis kelompok besar, kelompok sedang, kelompok keci, dan
perorangan.
21
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
6) Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun.
Fotograf harus memnuhi persyaratan teknis tertentu. Misalnya,
visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang
ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh
elemen lain yang berupa latar belakang.
6. Klasifikasi media dan macam–macam media pembelajaran
Beberapa ahli mengkalisifikasikan media sesuai dengan
sudut pandangnya masing–masing agar kita dapat mudah
mengelompokan sesuai dengan kebutuhan dan pemilihan media
dalam pengunaannya. Mengidentifikasi media dari tiga unsur pokok
yaitu suara, visual, dan gerak. Visual dibedakan menjadi tiga yaitu,
gambar, garis, dan simbol yang merupakan suatu bentuk yang dapat
ditangkap dengan indera pengelihatan dan pendengaran sehingga
terdapat delapan klasifikasi media:
1) Media audio visual gerak.
2) Media audio visual diam.
3) Media audio semi-gerak.
4) Media visual gerak.
5) Media visual diam.
6) Media visual semi gerak.
7) Media visual audio, dan
8) Media ceta
22
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
7. Media video
1) Pengertan media video
Istilah video berasal dari bahasa latin yaitu dari kata vidi
atau visum yang artinya melihat atau mempunyai daya
penglihatan. Video menyediakan satu cara penyaluran informasi
yang amat menarik dan langsung (live). Video merupakan media
yang paling bermakna dibandingkan media lain seperti grafik,
audio dan sebagainya. Penggunaan video dalam multimedia
interaktif akan memberikan pengalaman baru. Menurut Munir
(Fadhil 2012: 289) mengemukakan bahwa Video adalah
teknologi penangkapan, perekaman, pengolahan, dan
penyimpanan, pemindahan, dan perekonstruksian urutan gambar
diam dengan menyajikan adegan-adegan dalam gerak secara
elektronik. Video menyediakan sumberdaya yang kaya dan
hidup bagi aplikasi [Link] merupakan gambar yang
bergerak. Jika objek pada animasi adalah buatan, maka objek
pada video adalah nyata.
Media video tergolong ke dalam media audio visual
yang mampu menayangkan pesan dan informasi melalui unsur
gambar dan suara yang disampaikan secara simultan. Kegunan
ini membuat media video sangat banyak digunakan dalam
aktivitas belajar dan pembelajaran. Keunggulan yang dimiliki
sebagai media audio visual, media video mampu
23
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
memperlihatkan, objek, tempat, dan peristiwa secara
komoprehensif melalui gambar bergerak atau motion pictures.
Media video tergolong sebagai media audio visual yang mampu
menanyangkan unsur pesan dan informasi melalui gambar dan
suara yang disampakan secara simulatan. Menurut Pribadi
(2017: 137) berpendapat bahwa.
Media video telah banyak digunakan untuk berbagai
keperluan komunikasi mulai dari bidang hiburan sampai
pendidikan dan pembelajaran. Media video dapat
digunakan untuk mengungkapkan objek dan peristiwa
seperti keadaan yang sesungguhnya. Perencanaan yang baik
dalam menggunakan media video akan membuat proses
komunikasi informasi dan pengetahuan menjadi efektif dan
efisien.
Program video dapat menjadi media yang efektif jika
digunakan untuk mengomunikasikan informasi atau
pengetahuan yang mencakup kombinasi unsur gerak dan unsur
suara didalamnya. Melalui penggunaan media video dapat
melihat suatu proses dan peristiwa secara berkesinambungan
dengan tingkat realisme yang tinggi. Artinya teknologi
penggunaannya untuk menyimak unsur audio dan unsur video
dengan kualitas yang sejelas mungkin.
Penggunaan media elektronik membantu peserta
penyuluhan dalam memahami materi yang diajarkan. Pemakaian
media video pada umumnya lebih disukai dari pada media film.
Hal ini disebabkan cara pengoperasian media film lebih rumit
jika dibandingkan dengan cara pengoprasian media video.
24
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
Perkembangan teknologi digital dalam dunia video telah
membuat media ini bersifat portabel dengan tingkat kejelasn
gambar dan suara yang prima. Melalui pengunaan media video
penggunaan juga dapat mempelajari rekaman objek dan
peristiwa sebagai sarana belajar dan pembelajaran. Melalui
media video yang diguanakn sebagai sarana belajar dan
pembelajaran, penggunaan dapat menyimak rekaman diskusi
para pakar tentang suatu isu, proses dan fenomena alam yang
terjadi dan praktik–praktik yang dilakukan di dalamnya Program
pembelajaran beragam subjek telah memanfaatkan media video
sebagai sarana diseminasi informasi dan pengetahuan. Menuru
Fadhli ( 2015: 2) mengemukakan bahwa.
Video menyediakan sumberdaya yang kaya dan hidup
bagi aplikasi [Link] merupakan gambar yang
bergerak. Jika objek pada animasi adalah buatan, maka
objek pada video adalah nyata. Kemajuan teknologi dan
perkembangan soasial budaya di negara kita saat ini,
menonton video merupakan aktivitas yang dapat
dilakukan oleh seluruh kalangan. Video yang dimaksud
adalah gambar hidup yang mempunyai tampilan visual
dan audio, saat ini video telah mengalami perkembangan
yang pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang
ada. Video memiliki berbagai peran, selain sebagai
sarana hiburan, video juga dapat berfungsi sebagai media
pembelajaran.
2) Keunggulan media video
Keggunaan setiap media memiliki kelebih tersediri
untuk pemakannya Menurut Pribadi (2017: 145–146)
mengemukangan keunggulan media video adalah sebagai
25
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
sarana pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan
kemampuan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dari
penggunaannya. Aspek kognitif terkait dengan aspek wawasan
dan pengetahuan seseorang. Menyimak program video tentang
siklus alam, dapat memperoleh pengetahuan tentang perubahan
yang senantiasa terjadi di alam. Aspek afektif terkait dengan
nilai dan moral yang terdapat dalam suara masyarakat.
Tayangan informasi dan pengetahuan yang terdapat dalam
sebuah program video dapat digunakan untuk memotivasi
perilaku seseorang untuk dapat menerima nilai dan moral
tertentu. Aspek psikomotor terkait dengan keterampilan–
keterampilan fisik yang dipelajari oleh seseorang sehingga
dapat menyelsaikan suatu pekerjaan. Program video harus
berisi informasi dan pengetahuan yang relevan dengan
keterampilan yang perlu dikuasai oleh peserta sehingga dapat
digunakan untuk mendmonstrasikan langkah–langkah yang
diperlukan dalam menyelsaikan sesuai jenis pekerjaan.
3) Keterbatasan media video
Disamping memiliki kelebihan yang diperlukan dalam
menayangkan informasi dan pengetahuan, media video juga
memiliki beberapa keterbatasan. Menurut Pribadi (2017: 146–
147) Walapun dapat digunakan sebagai sarana untuk
menyamakan persepsi tentang suatu objek dan peristiwa,
26
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
media video dapat juga menimbulkan kesalahan penafsiran
atau interpretasi terhadap isi informasi dan pengetahuan yang
ditayangkan. Fasilitas teknis yang dimiliki oleh media ini,
produsen program video dapat memodifikasi informasi dan
pengetahuan yang akan ditayangkan. Mengadakan dan
memproduksi sebuah program video diperlukan adanya
dukungan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Media video
memerlukan biaya produksi yang relatif lebih mahal jika
dibandingkan dengan biaya produksi ragam media lainya.
Produksi program video yang mahal diperlukkan pada
beberapa faktor, seperti: biaya pemain, kerabat kerja, sewa
peralatan, dan bahan baku produksi, transportasi dan
akomodasi.
4) Tujuan pemanfaatan media video
Media video dapat digunakan untuk keperluan belajar
baik untuk keperluan belajar individu maupun kelompok.
Biaya produksi yang relatif mahal dapat diimbangi dengan
kemampuan media video dalam menjangkau jumlah pemirsa
yang lebih besar jika diproduksi secara masal. Media video
juga dapat ditayangkan berulang kali terhadap kelompok
pemirsa yang berbeda–beda. Menurut Pribadi (2017: 147)
mengemukan pemanfaatan media video dapat membatu
menekan biyaya pembuatan media pembelajaran dalam dunia
27
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
pendidikan. Yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk
memberikan pembelajaran yang baru, serta dapat membantu
peserta didik mengali informasi dalam pelaksanaan
pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran yang di
kehendaki guru untuk proses pembelajaran yang aktif. Menuru
Brame (2016: 4) berpendapat pemanfaatan video dalam
pendidikan adalah
Video may provide a significant means to improve
student learning and enhance student engagement in
courses To maximize the benefit from educational
videos, however, it is important to keep in mind the three
key components of cognitive load, elements that impact
engagement, and elements that promote active learning.
Menjelaskan bahwa Video dapat memberikan sarana
yang signifikan untuk meningkatkan pembelajaran peserta
didik dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan
belajar. Memaksimalkan manfaat dari video pendidikan,
bagaimanapun, penting untuk diingat tiga komponen utama
beban kognitif, elemen yang memengaruhi keterlibatan, dan
elemen yang mempromosikan pembelajaran aktif.
2. Pembelajaran Tematik
Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 menggunakan
pelaksanan pembelajaran tematik terpadau yang mengintegrasikan
beberapa mata pelajaran dalam satu tema. Menurut Trianto (2013: 152)
mengemukakan bahwa Pembelajaran tematik terpadu sebagai suatu
28
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
konsep dapat dikatakan sebagai suatau pendekatan belajar mengajar
yang melibatkan berbagai bidang setudi untuk memberikan pengalamn
bermakna kepada peserta didik. Dikatakan bermakna dalam pengajaran
terpadu, peserta didik akan memahami konsep-konsep yang mereka
pelajarai itu melalui pengamatan langsung dan menghubungkannya
dengan konsep lain yang mereka pahami.
Penjelasan di atas dalam pembelajaran tematik, pendekatan
pembelajaran yang saling terintegrasi didasari oleh konsep kurikulum
Brunner, tugas yang diberikan guru kepada siswa berasal dari hal yang
paling dekat dengan siswa. Pengintegrasian tersebut pada umumnya
digunakan oleh guru kelas yang mengajarkan semua mata pelajaran
pada kurikulum tertentu. Guru harus mampu menciptakan pembelajaran
yang menyenagkan, menarik, sehingga keterampilan berfikir siswa
dapat tergali. Aspek keterampilan psikomotor, afekti, dan kognitif
siswa dapat dimunculkan melalui pembelajaran menggunakan
pendekatan tematik. Menurut Rusman (2013: 254) menyatakan bahwa.
Pembelajaran tematik merupakan salah satu model dalam
pembelajaran terpadu (integrated instructio) yang merupakan
suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik
secara individual maupun kelompok aktif menggali dan
menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara
holistik, bermakan, dan autentik.
Pembelajaran tematik terpadu merupakan salah satu model
dalam pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran pada
sebuah tema sehingga Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar
yang bermakna. Peserta didik menggali sebuah konsep dengan cara
29
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
mengalami langsung dan menghubungkan konsep tersebut dengan
konsep lain yang telah dimiliki.
Pembelajaran tematik memiliki karakteristik yang membedakan
dengan model pembelajaran yang lain. Menurut Kemendikbud (2014:
27) mengatakan terdapat beberapa ciri-ciri pembelajaran tematik
terpadu yaitu:
a. Berpusat pada anak.
b. Memberikan pengalaman langsung pada anak.
c. Pemisahan antar muatan pelajaran tidak begitu jelas (menyatu
dalam satu pemahamaan dalam kegiatan).
d. Menyajikan konsep dari berbagai pelajaran dalam satu proses
pembelajaran (saling terkait antar muatan pelajaran yang satu
dengan lainnya).
e. Bersifat luwes (keterpaduan berbagai muatan pelajaran).
f. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan
kebutuhan anak (melalui penilaian proses dan hasil belajaranya).
Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan
kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep
materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat
belajar karena materi yang dipelajarai merupakan materi yang nyata
(kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik. Menurut Suryosubroto
(2009: 136-137) menyatakan bahwa pada pelaksanan pembelajaran
30
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
tematik memiliki bebrapa keunggulan dan juga kelemahan. Keunggulan
yang dimaksud adalah:
a. Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan peserta
didik.
b. Pengalaman dan kegiatan belajar revisi dengan tingkat
perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
c. Hasil belajar akan bertahap lebih lama karena lebih berkesan dan
bermakan.
d. Menumbuhkan keterampilan sosial, seperti berkerja sama, toleransi,
komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
Pembelajaran tematik di samping memiliki beberapa
keuntungan sebagaimana dipaparkan di atas, juga terdapat beberapa
kekurangan. Kekurangan yang ditimbulkannya, yaitu:
a. Guru dituntut memiliki keterampilan yang tinggi.
b. Tidak setiap guru mampu mengintegrasikan kurikulum dengan
konsep-konsep yang ada dalam mata pelajaran secara tepat.
Disimpulkan bahawa pelajaran tematik merupakan model
pembelajaran yang menyatukan beberapa mata pelajaran dalam sebuah
tema, pembelajaran student center serta bersifat fleksibel. Pelaksanan
pembelajaran tematik di kelas memiliki keunggulan yaitu memudahkan
peserta didik untuk belajar dengan mengalami secara langsung sehingga
siswa mengorganisasikan sendiri pengalamannya, pembelajaran lebih
bermakana dan berkesan dilihat peserta didik. Pembelajaran tematik
juga memiliki kelemahan yaitu tidak semua guru mampu untuk
31
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
mengintegrasikan mata pelajaran dengan tepat dan dibutuhkan
keterampilan tingkat tinggi untuk melaksanakanya. Seperti pada halnya
pada mata pelajaran yang akan disamapaikan dan tidak terkecuali pada
mata pelajaran perilaku hidup bersih dan sehat.
3. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS )
a. Pembelajaran PHBS
Pengertian PHBS berasal dari tiga kata yaitu perilaku, hidup
bersih, dan sehat. Menurut Maryunani (2013: 24) menjelaskan
perilaku hidup, bersih, dan sehat adalah.
1) Perilaku
Perilaku adalah merupakan perbuatan atau tindakan
dan perkatan seseorang yang sifatnya dapat di amati, di
gambarkan dan di catatan oleh orang lain ataupun orang yang
melakukan. Perilaku mempunyai berapa dimensi:
a) Fisik, dapat di amati, di gambarkan dan di catat baik.
b) Frekuensi, dan intensitasnya.
c) Ruang, suatu perilaku mempunyai dampak kepada
lingkungan (fisik maupun sosial) diman perilaku itu
terjadi.
d) Waktu, suatu perilaku mempunyai kaitan dengan masa
lampau maupun masa yang akan datang.
32
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
Perilaku diataur oleh prinsip dasar perilaku yang
menjelaskan bahwa ada hubungan antara perilaku manusia
dengan peristiwa lingkungan. Perubahan perilaku dapat
diciptakan dengan merubah peristiwa di dalam lingkungan
yang, menyebabkan perilaku tersebut. perilaku dapat bersifat
covert ataupun overt:
a) Overt artinya nampak (dapat di amati dan di catat)
b) Covert artinya dapat tersembunyi (hanya dapat di amati
oleh orang yang melakukannnya)
Perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang
dapat diamati, dipelajari, dan terjadi karena ada respon
terhadap stimulus. Serta yang berulang–ulang yang dapat
mempegaruhi keadan atau perubahan pada suatu keadaan.
2) Hidup bersih
Hidup bersih merupakan pola hidup yang selalu
menjaga kebersihan yaitu diantaranya kebersihan diri dan
kebersihan lingkungan sekitar. Hidup bersih adalah
kehidupan yang nyaman dan bersih tanpa adanya suatu
kotoran najis, atau ganguan lain. Hidup bersih adalah pola
hidup yang selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungannya
agar kehidupan menjadi nyaman tanpa adanya suatu kotoran,
najis dan ganguan lainya.
33
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
3) Perilaku sehat
Perilaku sehat adalah pengetahuan, sikap dan tindakan
proaktif untuk memelihara dan mencegah risiko terjadinya
penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta
beberapa aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Menurut
Gochman dan Notoatmojo (Maryunani 2013: 25)
mengemukakan bahwa perilak sehat (health behaviour) dapat
di lihat sebagai sebagai karakteristik individu meliputi unsur–
unsur dan keadaan afektif dan emosi dan sebagai pola–pola
perilaku yang tampak yakin tindakan–tindakan dan
kebiasaan–kebiasaan yang berhubungan dengan
memperhatikan, melihatkan dan untuk meningkatkan
kesehata.
Perilaku hidup sehat adalah perilaku yang berkaitan
dengan upaya atau kegiatan seorang yang memperhatikan dan
meningkatkan kesehatannya, Menurut Notoatmodjo
(Maryunani, 2013: 25) menyatakan bahwa pentingnya PHBS
untuk melidungi diri dan lingkunganya merupakan perilaku
yang berkaitan dengan kegiatan dan aktivitas yang dilakuakn
sehari–hari untuk mendapatkan diperlukan untuk menjaga
hidup bersih dan sehat untuk selalu nyaman dalam
menjalankan aktifitasny- aktifitasnya.
34
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah
semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga
anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya
sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam
kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat.
b. Usaha Kesehatan Pribadi Dalam Menunjang Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS)
Kesehatan peribadi merupakan hal yang sangat penting bagi
seseorang. Jasmani dan rohani yang sehat orang dapat senang dan
mempunyai tenaga kerja yang baik pula. Membuat diri selalu sehat
sangat berguna untuk masa kini dan untuk masa yang akan datang.
Memiliki kondisi sehat, hanya pribadi masing–masing yang mampu
mengondisikannya, kondisi sehat bisa diperoleh dari. Prilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sekumpulan prilaku yang di
praktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang
menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri
kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan
masyarakatnya.
Penerapan pola hidup bersih dan sehat adalah kuncinya.
Pola hidup bersih dan sehat perlu diterpkan. Pola hidup bersih dan
sehat harus mulai diterapkan dari diri sendiri. Mulai dari
membersihkan badan cara teratur dan penerapan cuci tangan yang
bersih, dan lain–lain. Mengingat banyak orang yang sangat lalai
35
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
dalam menjaga kebersihan dan kesehatan dirinya. Padahal, kelalean
itu akan berdampak besar bagi dirinya sendiri, keluarga dan orang
banyak.
1) Pengertian usaha kesehatan pribadi
Pentingnya kesehatan pribadi pada diri seseorang untuk
menjaga diri peribadi dan lingkunganya dengan usaha
kesehatan pribadi. Pribadi yang sehat, merupakan dasar untuk
melakukan berbagai kegiatan sehat bila luar dan dalam tubuh
pribadi seseorang itu sudah bersih dari segala penyakit yang
dapat mempengaruhi kesehatan pribadi untuk memelihara dan
mempertinggi derajat kesehatan sendiri.
c. Macam–macam usaha kesehatan pribadi yang menunjang
perilaku hidup bersih dan sehat.
Hidup bersih dan sehat adalah harapan setiap manusia.
Karena semua kegiatan dan aktivitas manusia di dunia ini sangat
bergantung pada kebersihan dan kesehatan. Sebagai contoh, apabila
seseorang tidak bersih dalam merawat tubuhnya, maka kesehatannya
akan terganggu dan akan mengakibatkan terserang penyakit.
Pribaadi yang sehat tidak datang dengan sendirinya, sehat itu harus
di usahakan. Beberapa usaha atau upaya dalam menjaga kesehatan
tubuh kita, yakni sebagai berikut:
1) Memelihara kesehatan badan pribadi
Kebersihan badan/kulit seperti mandi, mengosok gigi,
cuci tanggan, dan sebagainya. Ditinjau dari sudut kesehatan,
36
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
kebersihan adalah merupakan hal yang paling utama. Menurut
Maryunani (2013: 31) Berikut ini dijelaskan beberapa hal
tentang kebersihkan badan peribadi:
a) Kebersihan kulit
Kulit sangat penting fungsinya bagi kesehatan
seseorang oleh karena itu, kebersihan kulit harus selalu di
jaga di pelihara, Agar kulit dapat menjalankan fungsinya
dengan sebaik-baiknya.
b) Kebersihan rambut
Rambut berguan untuk melindungi kepala dan
memberi keindahan, rambut yang bersih tidak akan menjadi
sarang kutu dan tombe, rambut sangat mudah kotor
terutama bagi orang yang selalu memakai minyak rambut,
orang yang berkerja di tempat yang terbuka dan berdebu.
c) Kebersihan kuku
Kuku mempunyai fungsi dan peran yang amat
penting dalam kehidupan kita, kuku yang kotor dapat
menjadi sarang berbagai kuman penyakit yang selanjutnya
saat ditularkan ke bagian–bagian tubuh yang lain, oleh
karena itu, kuku perlu dijaga dan di pelihara kebersihnaya.
d) Kebersihan gigi dan ronga mulut
Mulut, lidah dan gigi merupakan suatu kesatuan,
karena gigi dan lidah berbeda di dalam rongga mulut,
dengan membersihkan gigi berati juga membersihkan
37
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
rongga mulut dari sisa–sisa makanan yang biasanya
tertingal di antara gigi.
2) Memelihara kebersihan rumah dan lingkungan.
Kebersihan lingkungan seperti rumah dapat dilakukan
dengan menyapu, membuang sampah, membuang toran dan air
limbah pada tempatnya. Rumah yang bersih dan sehat, antra lain
harus memperhatikan hal–hal berikut ini:
a) Rumah sebaiknya harus cukup luas ruangan–ruangannya.
b) Rumah sebaiknya cukup ventilasi, yaitu cukup
memungkinkan pergantian udara. Udara yang telah terpakai
dan dianggap kotor, di ganti dengan udara segar dari luar.
c) Lantai sebaiknya dari ubin, semen atau kayu, agar mudah
dibersihkan.
d) Kerapian rumah dimana rumah yang bersih dan rapi besar
dirapikan.
e) Barang–barang kecil dan pakaian yang tidak terpakai,
hendaknya dimasukan ke dalam lemari atau peti tertentu.
f) Kolong–kolong hendaknya tidak menjadi tempat
penyimpanan barang–barang serta rombotan, sebab dapat
menjadi sarang tikus binatang–binatang lain.
38
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
d. Manfaat kesehatan pribadi bagi diri sendiri
1) Pengertian Sehat pribadi
Kesehatan adalah keadaan badan dan jiwa yang baik
pada diri seseorang sehingga dapat memenuhi tugas dan
fungsinya. Menurut Undang–Undang Kesehatan, yang di
maksud dengan kesehatan ialah yang meliputi kesehatan
badan, rohani (mental) dan sosial, dan bukan hanya keadaan
yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan.
e. Kerugian sakit bagi individu secara pribadi
1) Apabila seorang individu jatuh sakit, maka rasa baik/sehat
akan hilang dan orang tersebut tidak dapat menjalankan tugas
dan fungsinya.
2) Bukan hanya penyakit–penyakit saja yang dapat menyerang
seseorang, namun kekurangan dan kelemahan akibat juga
dapat mengganggu keadaan sehat seseorang. misalnya, dalam
keadaan lemah dan kurang makan, seorang secara pribadi tidak
dapat menjalankan tugasnya.
3) Orang kaya sekalipun, apabila jatuh sakit, pasti akan tidak
merasa senang.
4) Orang pandai, apabila jatuh sakit, juga tidak dapat
mengamalkan kependaiannya.
5) Keadan sakit juga merupakan penghambat kemajuan karir
seseorang.
39
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
6) Apabila seseorang sakit, keadaan sakitnya tersebut disamping
mengeluarkan biaya yang besar, dalam perawatan dan
pengobatannya juga menimbulkan penderitaan.
f. Pengertian PHBS di sekolah
PHBS di sekolah adalah sekumpulan perilaku yang
dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan
Sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga
secara mandiri mampun mencegah penyakit, meningkatkan
kesehatannya serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan
sehat.
Pengertian PHBS di tatanan Insititusi Pendidikan yang
tertuang dalam peraturan menkes RI nomor:2269/menkes/
per/XI/2011 (Maryunani 2013: 150) adalah sebagai berikut:
diInstitusi Pendidikan (Kampus, Sekolah, Pesantren, Seminari,
Padepokan dan lain–lain), sasaran primer harus mempraktikan
perilaku yang dapat menciptakan Institusi Pendidikan PHBS, yaitu
mencakup antara lain mencuci tanggan menggunakan sabun
mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, menggunakan
jamban sehat, membuah sampah di tempat smapah, tidak merokok,
tidak mengkonsumsi Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat
Adiktif lainnya (NAPZA), tidak meludah sembarangan di tempat,
membratas jentik nyamuk dan lain–lain. Alasan pentingnya PHBS
untuk anak sekolah antara lain:
40
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
1) Anak usia sekolah termasuk kelompok masyarakat yang
mempunyai resiko tinggi.
2) Anak usia sekolah adalah waktu yang paling tepat untuk
menanamkan pengertian dalam kebiasaan hidup sehat.
3) Anak sekolah merupakn kelompok terbesar dari golongan
anak–anak, terutama di negara yang mengenal wajib belajar.
4) Sekolah adalah salah satu Institusi dalam masyarakat yang
telah terorganisir secara baik.
5) Kesehtan anak usia sekolah akan menentukan kesehatan
masyarakat dan bangsa di masa depan. Rahman, ddk
(2017:1208) mengemukakan bahwa.
socialize sustained on PHBS order the school to
students, parents and teachers in order to have a
comprehensive knowledge of PHBS that established
cooperation in the implementation of PHBS order of
the school, as well as cooperation with the students
of public health to provide guidance to students be
able to implement PHBS elementary school
arrangements in accordance with the requirements.
g. Faktor–faktor yang mempengaruhi rendahnya pelaksanaan
PHBS.
Penyebab rendahnya atau menurunnya pelaksanaan PHBS
di pengaruhi oleh beberapa faktor sehingga diperlukan pentingnya
sosialisa tentang PHBS.
1) Faktor perilaku dan non perilaku fisik
2) Faktor sosial ekonomi
3) Faktor teknis
41
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
4) Faktor geografi
5) Faktor kurangnya upaya promotif tentang kesehatan khususnya
mengenai PHBS dari Puskesmas dan Instansi Kesehatan lain
seperti Puskesmas.
h. Masalah kesehatan yang di hadapi oleh anak usia sekolah dan
remaja. Masalah kesehatan hanya di hadapi oleh anak usia
sekolah dan remaja sangat kompleks dan bervariasi antara
lain:
1) Pada anak usia TK/RA dan SD/ MI biasanya berkaita dengan:
a) Keberhasilan perorangan dan lingkungan seperti gosok
gigi yang baik dan benar.
b) Kebiasaan cuci tanggan pakai sabun, serta
c) Membersihkan kuku dan rambut.
2) Pada anak usia SMP/MT dan SMU/MA (remaja), masalah
kesehatan yang dihadapi biasanya berkaitan dengan perilaku
berisiko, seperti:
a) Perilaku merokok
b) Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan
Zata Adiktif lainnya).
c) Kehamilan yang tidak di inginkan (KTD)
d) Abrotus yang tidak aman
e) Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV/AIDS
f) Kesehatan reproduksi remaja
g) Setres dan trauma
42
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
i. Upaya UKS dalam mengatasi masalah kesehatan anak usia
sekolah dan remaja. Berkaitan dengan masalah kesehatan
anak usia sekolah dan remaja, maka pelaksanaan UKS
berbeda–beda dari mulai tingkat TK/RA, SD/MI, SMP/MT
dan SMU/MA, seperti:
1) Anak usia TK/RA dan SD/MI, di fokuskan pada:
a) Memupuk kebiasan PHBS sedini mungkin, dengan
b) Membentuk kebiasaan PHBS menggosok gigi dengan
benar, mencuci tanggan, serta membersihkan kuku dan
rambut.
2) Pelaksanaan UKS di SMP/MT dan SMU/MA lebih di
fokuskan pada:
a) Pencegahan perilaku berisiko yang biasanya sering
dilakukan remaja sesuai dengan ciri dan karakteristiknya
yang selalu ingin tahu suka tantangan dan ingin coba–coba
sesuatu hal yang baru serta penanganan akibatnya.
b) Membina murid SMP/MT dan SMU/MA (Remaja), agar
menjalankan hidup sehat lewat keterampilan hidup sehari-
hari (life skill education)
3) Sasaran pembinan PHBS di sekolah: Sasaran pembinaan
PHBS disekolah, di tujukan untuk
1) Siswa/peserta didik
43
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
2) Warga sekolah, antara lain: kepala sekolah, guru,
karyawan sekolah, komite sekolah dan orang tua
siswa/peserta didik.
3) Masyarakat lingkungan sekolah (Penjaga kantin, Satpam,
dan lain-lain).
i. Manfaat pembinaan PHBS di Sekolah: Beberapa manfaat
pembinaan PHBS di sekolah di uraikan di bahwa ini, yakini:
1) Terciptanya sekolah yang bersifat dan sehat sehingga peserta
didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah terlindung dari
berbagi gangguaan dan ancaman penyakit.
2) Menigkatkan semangat proses belajar mengajar yang
berdampak pada prestasi belajar peserta didik.
3) Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin menigkat
sehingga mampu menarik minat orang tua.
4) Meningkatkan citra pemerintah daerah di bidang pendidikan
5) Menjadi percontohan Sekolah sehat bagi daerah lain.
PHBS di sekolah adalah sekumpulan perilaku yang di
praktekkan oleh warga sekolah, dipraktekan atas dasar kesadaran
sebagai hasil pembelajaran yang bernanfaat untuk mencegah
timbulnya penyakit, meningkatkan taraf kesehatan peribadi dan
menjaga lingkunganya menciptakan suasana yang bersih di
lingkungan sekolah dan meningkatkan semangat proses belajar
mengajar. PHBS di sekolah hendaknya dilakukan dengan baik oleh
44
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
semua warga sekolah. PHBS di Sekolah mempunyai manfaat yang
sangat banyak bagi diri seseorang, lingkunga, bagi Sekolah dan
proses belajar.
B. Kajian Penelitian yang Relevan
Kajian penelitian yang relevan atau hampir sama dimaksudkan untuk
mendukung kajian teori yang sudah dikemukakan sebelumnya sehingga
dapat digunakan sebagai landasan pada penyusunan kerangka berpikir.
Penelitian yang relevan atau hampir sama dengan penelitian ini pernah
dilakukan oleh:
1. Mawaddatin, Pipit festy pada tahun 2015 dalam penelitiannya yang
berjudul “Pengaruh Imaginative Pretend Play Dengan Media Video
Animasi: Pengetahuan Dan Sikap Perilaku Hidup Bersih Sehat”
Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental dengan
pendekatan one group pre-test post-test design. Sampel yang diteliti
adalah 31 anak sekolah dasar yang diambil dengan teknik sampling non
probability purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah
video animasi dan lembar kuesioner kemudian dianalisis untuk
mengetahui sikap, bahwa Imajinative Pretend Play dengan media video
animasi berpengaruh atau tidak pada pengetahuan dan sikap perilaku
hidup bersih sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar di SDN Sutorejo 1
dan SDN Sutorejo 2 Surabaya.
45
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
2. Rohaida pada tahun 2016 dalam penelitianya yang berjudul
“Pengembangan Media Video Promosi Kesehatan Perilaku Hidup
Bersih Dan Sehat Untuk Siswa SD” Pengembangan video ini
menggunakan model pengembangan Lee & Wen. Validasi terhadap
media audio visual yang dikembangkan dilakukan dengan (1) validasi
ahli isi/ materi dan ahli media , (2) Uji Coba perorangan, (3) Uji
kelompok kecil, (4) Uji kelompok besar dan (5) Uji lapangan subjek uji
coba pada penelitian ini terdiri dari siswa dan pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan kuesioner.
3. Muhibuddin Fadhli tahun 2015 dalam jurnal yang berjudul
“pengembangan media pembelajaran berbasis video kelas IV Sekolah
Dasar” Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang
mengunakan prosedur pengembangan Borg & Gall. Pemrosesan media
pembelajaran berbasis video menggunakan software Sony Vegas Pro,
diperoleh produk akhir berupa video pembelajaran. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara, observasi, angket, dan tes. Hasil
wawancara dan observasi dianalisis secara deskriptif kualitatif,
sedangkan angket dan tes dianalisis secara kuantitatif. Pemanfaatan
media pembelajaran untuk kelas IV pada mata pelajaran IPS belum
maksimal; Prosedur pengembangan menggunakan desain
pengembangan Borg & Gall, dengan bantuan software Sony Vegas Pro;
Dari hasil uji-t diperoleh tobs = 2,98 > ttabel= 2,024, artinya bahwa
kedua kelompok memiliki prestasi belajar yang berbeda atau tidak
46
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
sama. Hasil post test menunjukkan bahwa rerata prestasi belajar
kelompok yang menggunakan media pembelajaran yang dikembangkan
lebih besar daripada rerata prestasi belajar kelompok yang mengunakan
media buku bergambar (71,3 > 62,5). Dari perolehan tersebut dapat
ditarik kesimpulan bahwa media yang dikembangkan efektif dalam
meningkatkan prestasi belajar.
Setelah peneliti membaca dari hasil penelitian relevan diatas,
maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tersebut memiliki kesamaan,
kesamaan penelitian tersebut adalah mengembangkan media
Pembelajaran berbasis video untuk digunakan dalam pembelajaran serta
menguji kelayakan media yang dikembangkan untuk digunakanya
dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan pembelajaran.
kesamaan dengan penelitian pengembangan tersebut, penelitian ini
memiliki perbedaan dibandingkan dengan penelitian lain, yaitu
penelitian memfokuskan pada pengembangan media pembelajaran
PHBS berbasis video penelitian ini menghasilkan produk berupa CD
media pembelajaran PHBS berbasis video dan buku panduan
pengunaan media pembelajaran PHBS berbasis video.
C. Kerangka Pikir
Proses pembelajaran keseluruhan yang di peroleh dalam
Pembelajaran Sekolah Dasar (SD) merupakan pendidikan aktivitas
keseluruhan pertama yang didapat peserta didik. Perkembangan
47
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
pembelajaran harus disesuaikan dengan peserta didik, isi dan urusan materi
secara penyampaian harus disesuaikan sehingga menarik dan
menyenangkan, sasaran pembelajaran ditunjukan bukan hanya
mengembangkan keterampilan yang dapat mempengaruhi keberhasilan
dalam setiap proses belajar mengajar, faktor yang mempengaruhi
keberhasilan proses belajar mengajar bisa datang dari guru, peserta didik,
sarana dan prasarana, media pembelajaran, metode pembelajaran, kurikulum
dan juga bisa dari lingkungan yang mendukung atau tidak.
Proses pembelajaran memiliki peran penting sebagai faktor
penujuang keberhasilan suatu proses memberikan pemahamn terhadap
peserta didik yang berguna untuk masa yang akan datang. Beberapa faktor
penting yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar dalam
lingkungan pendidikan diantaranya: lingkungan, kurikulum, guru dan
peserta didik. guru harus mampu menciptakan suatau keadan belajar yang
aktif, inovatif, efektif dan efisien, sehingga dapat mendorong suasana
belajar yang menyenagka dalam proses pembelajaran.
Seorang guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang aktif,
inovatif, efektif, dan efisien untuk menciptakan hal itu diperlukan kreatifitas
yang tinggi dalam mengelolah proses belajar mengajar di lingkungan
sekolah dalam mengunakan metode pembelajaran dan media pembelajaran
yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, akan lebih cepat memahami
materi pembelajaran yang sedang dipelajari oleh peserta didik. Media dapat
48
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
medukung memberikan pemahaman kepada peserta didik terhadap materi
yang sedang di ajarkan.
Media pembelajaran adalah alat bantu, yang tersedia di sekita kita
yang digunakan oleh guru yang memiliki nilai kegunan untuk memberikan
inforamasi atau pemahaman sebagai pendukung menyampaikan sebuah
materi. Penyampaian materi pembealajaran sebagai salah satu tujuan
pemahaman peserta didik yang bersifat pengetahuan atau praktek agar
peserta didik paham akan materi yang disampaikan. Peserta didik akan lebih
aktif dan mandiri serta dapat menerapkan dalam kehidupan sehari–hari yang
dapat menjadi kebiasan, perilaku yang baik. Pembelajaran yang
membutuhkan pemahaman dan perhatian dalam memahami materi. Keadaan
tersebut kadang masih banyak peserta didik yang masih kesulitan dalam
memahami materinya. Hal itu memerlukan cara agar dapat memudahkan
peserta didik untuk memahaminya. Mungkin dikarenakan penggunaan
metode dan media pembelajaran yang digunakan oleh guru belum tepat dan
sesuai dengan materi yang disampaikan. Kebanyaka guru menyampaikan
materi kepada peserta didik menggunakan media seadanya, metode ceramah
dalam penyampaian materi, Sedangkan peserta didik hanya mampu
membayangkan penjelasan guru.
Penggunan media pembelajaran oleh guru dapat membantu peserta
didik lebih aktif dan cermat sehingga dapat menujang pemahamn peserta
didik. Penggunan media pembelajaran juga dapat menyamakan presepsi
pemikiran peserta didik yang sama. Upaya yang dapat dilakukan guru agar
pembelajaran lebih mudah dipahami oleh peserta didik dalam memahami
49
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
materi dilakukan dengan cara melakukan pengembangan media berbasis
video. Pengembanggan media berbasis video diharapkan mampu mebuat
peserta didik lebih mudah untuk memahami materi yang dipelajaran. Hal ini
akan membuat proses belajar peserta didik lebih cepat dan lebih aktif, serta
membuat proses belajar akan lebih bermakna pada diri peserta didik.
Persoalan yang timbul khususnya bagi peserta didik salah satunya
yaitu kesulitan peserta didik dalam mempelajari materi yang berkaitan dengan
implementasi kurikulum 2013 yang dalam materi pembelajaran
mengintegerasikan dari beberapa bidang studi yang dibuat dalam
pembelajaran tematik. Menurut Nuseto, (2011:20) mengemukakan bahwa
dalam sistem pembelajaran modern saat ini, siswa tidak hanya berperan
sebagai penerima pesan, tapi siswa juga bertindak sebagai komunikator atau
penyampai pesan. Dalam kondisi seperti itu, maka terjadi apa yang disebut
dengan komunikasi dua arah bahkan komunikasi banyak arah. Komunikasi
pembelajaran, media pembelajaran sangat dibutuhkan untuk meningkatkan
efektifitas pencapaian tujuan pembelajaran. Artinya, proses pembelajaran
akan terjadi apabila ada komunikasi antara penerima pesan dengan
sumber/penyalur pesan lewat media tersebut. Dunia pendidikan dewasa
memasuki era dunia media, di mana kegiatan pembelajaran menuntut
dikuranginya metode ceramah dan diganti dengan pemakaian banyak media.
Lebih-lebih pada kegiatan pembelajaran saat ini yang menekankan pada
keterampilan proses dan active learning, maka kiranya peranan media
pembelajaran, menjadi semakin penting.
50
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
Penjelasn di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tematik
merupakan salah satu model dalam pembelajaran yang memadukan beberapa
mata pelajaran pada sebuah tema sehingga siswa mendapatkan pengalaman
belajar yang bermakna. Siswa menggali sebuah konsep dengan cara
mengalami langsung dan menghubungkan konsep tersebut dengan konsep
lain yang telah dimiliki sehingga di perlukan alat batu/ media pembelajaran
untuk medapatkan pembelajaran bermakna. Proses pembelajaran pada tema 8
menjaga keselamatan di perjalana dan di rumah, subtema menjaga
kesalamatan di perjalanan, pembelajaran ke- 5, dengan mata pelajaran PPKN,
Bahasa Indonesia, PJOK dengan terdapat kompotensi dasar cara menjaga
kebersihan lingkungan dalam pembelajaran perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS) juga merupakan pembelajararan yang menghrarapkan siswa
mengalami langsung pada prosese pembelajaran perilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS).
Tahapan pengembangan media pembelajaran PHBS berbasis video ini
dilakukan melalui uji coba produk, uji coba produk ini adalah untuk
mengetahui kelayakan media pembelajaran PHBS berbasis video yang
digunakan dalam pembelajran. Pengembangan media terlebih dahulu dimulai
dengan melakukan studi pendahuluan atau analisis kebutuhan. Setelah didapatkan
data dari analisis kebutuhan, selanjutnya merencanakan produk yang akan dibuat
atau dikembangkan. Setelah melakukan perencanaan kemudian melakukan
penyusunan draf awal yaitu media pembelajaran PHBS berbasis video dan buku
panduan penggunan media pembelajaran PHBS berbasis video Setelah draf awal
sudah jadi kemudian dilakukan uji validasi ahli, dengan meminta masukan kepada
51
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
validator terkait kelayakan produk yang dibuat yaitu. media pembelajaran PHBS
berbasis video dan buku panduan penggunaan media pembelajaran PHBS
berbasis video Setelah mendapatkan masukan dari validator melalui uji validasi
selanjutnya dilakukan revisi apabila terdapat masukan untuk produk awal yang
dibuat. Setelah revisi selesai kemudian melakukan uji coba lapangan awal, setelah
melakukan uji coba lapangan awal produk direvisi oleh validator ahli apabila
terdapat revisi. Kemudian melakukan uji coba lapangan , setelah melakukan uji coba
lapangan awal produk direvisi oleh validator ahli apabila terdapat revisi.
Media pembelajaran PHBS berbasis video tersebut menggunakan
materi tema 8 menjaga keselamatan di perjalanan dan di rumah, Subtema 4
mejaga keselamatan di perjalanan, pembelajaran ke- 5, kompetensi dasar cara
menjaga kebersihan lingkungan, diharapkan dapat mengembangkan perilaku
hidup bersih dan sehat peserta didik, untuk itu peneliti telah menyusun media
pembelajaran PHBS berbasis video yang tepat dengan berbagai masukan
supaya media pembelajaran PHBS berbasis video layak digunakan.
Berikut ini bagan kerangka Pikir pada penelitian dan pengembangan
media PHBS berbasis video.
52
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
`
Revisi Produk Revisi Produk
Revisi Produk
Gambar 2.1 Kerangka Pfikir pada penelitian dan pengembangan media
PHBS berbasis video pada tema 8 subtema 4 pembelajaran
ke- 5 untuk kelas II Sekolah Dasar.
53
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019
D. Pertanyaan penelitian
Peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana hasil
selanjutnya, sehingga peneliti memiliki beberapa pertanyaan penelitian,
yaitu: Bagaimana Kelayakan media pembelajaran PHBS berbasis video
yang digunakan pada tema 8 menjaga keselamatan di perjalanan dan di
rumah, subtema 4 menjaga keselamatan di rumah, pembelajaran ke- 5
untuk kelas II Sekolah Dasar ?
54
Pengembangan Media Pembelajaran…, Iin Haryanti, FKIP UMP, 2019