0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan16 halaman

Analisis Struktur Batin Puisi Apip Mustopa

Dokumen ini adalah proposal penelitian yang menganalisis struktur batin puisi "Tuhan Telah Menegur Mu" karya Apip Mustopa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur batin puisi, seperti tema, rasa, nada, dan amanat, serta memberikan manfaat bagi penikmat dan pengajar sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yang berfokus pada unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi.

Diunggah oleh

yuniarpira92
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan16 halaman

Analisis Struktur Batin Puisi Apip Mustopa

Dokumen ini adalah proposal penelitian yang menganalisis struktur batin puisi "Tuhan Telah Menegur Mu" karya Apip Mustopa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur batin puisi, seperti tema, rasa, nada, dan amanat, serta memberikan manfaat bagi penikmat dan pengajar sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yang berfokus pada unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi.

Diunggah oleh

yuniarpira92
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS STRUKTUR BATIN PUISI “TUHAN TELAH MENEGUR

MU” KARYA APIP MUSTOPA

PROPOSAL

PIRAYUNIAR

219 502 014

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAKIDENDE

KONAWE

2020
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.......................................................................................................

I PENDAHULUAN..............................................................................................

A. Latar Belakang...........................................................................................
B. Rumusan Masalah.....................................................................................
C. Tujuan Penelitian......................................................................................
D. Manfaat Penelitian...................................................................................

II KAJIAN PUSTAKA...........................................................................................

A. Pengertian Puisi........................................................................................
B. Pengertian Kajian......................................................................................
C. Unsur – unsur Puisi...................................................................................
D. Ciri – ciri Puisi............................................................................................

III METODE PENELITIAN....................................................................................

A. Jenis dan Metode Penelitian......................................................................


B. Waktu Penelitian.......................................................................................
C. Data dan Sumber Data..............................................................................
D. Tehnik Pengumpulan Data.........................................................................
E. Tehnik Analisis Data....................................................................................

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................
I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman,

pemikiran,perasaan, ide-ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk

gambaran yang konkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa

(Sumardjo, 2001:3). Sastra sebagai ungkapan pribadi manusia, tentunya

mengandung berbagai hal atau permasalahan sesuai dengan apa yang ingin

disampaikan oleh sang pengarang dalam karangannya. Sastra adalah seni

bukan ilmu pengetahuan. Setiap ilmu pengetahuan misalnya biologi dapat

diberi batasan secara tepat, karena ia hanya menyangkut pemikiran. Dalam

sastra unsur perasaan kadang-kadang begitu besar sehingga tidak

memungkinkan untuk didekati secara ilmiah. Sastra berhubungan dengan

penciptaan dan ungkapan pribadi (ekspresi). Dengan demikian, setiap batasan

sastra hanya menyangkut salah satu segi saja dari pengertian sastra. Makin

banyak batasan satra dikumpulkan makin jelaskah pengertian kesusastraan

(Sumardjo, 2001:15). Menurut Waluyo (2005:1), ada tiga bentuk karya sastra

yaitu prosa, puisi, dan drama. Puisi adalah karya sastra tertulis yang paling

awal ditulis oleh manusia. Karya- karya sastra lama yang berbentuk puisi.

Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang diipadatkan, dipersingkat, dan

diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias

(imajinatif). Kata-kata betul-betul terpilih agar memiliki kekuatan

pengucapan. Walaupun singkat atau padat, namun berkekuatan.

Perkembangan puisi indonesia modern pada hakikatnya merupakan gambaran

dari perkembangan manusia Indonesia modern. Proses perubahan dan


perkembangan itu dengan jelas bisa terlihat dalam bagaimana perkembangan

penghayatan penyair terhadap kemerdekaan. Oleh karena kepekaan penyair

terhadap permasalahan agaknya juga akan merupakan gambaran dari

perkembangan penghayatan terhadap kemerdekaan itu. Kemerdekaan adalah

sesuatu yang esensial dan fundamental dalam setiap proses pennciptaan. Ia

tidak hanya terlihat dalam tema, sikap, dan visi kepengarangan, tapi juga

sekaligus menentukan bagaimana struktur dibangun (Esten, 2011:2).Puisi

berbeda dengan prosa. Perbedaan yang utama adalah pada proses penciptaan

masing-masing karya sastra itu. Esten (2011:31) menyatakan bahwa di dalam

puisi akan berlangsung beberapa proses yang tidak begitu terasa di dalam

prosa. Proses tersebut adalah proses konsentrasi, proses intensifikasi, dan

proses pengimajian (imagery). Di dalam proses konsentrasi segenap unsur

puisi (unsur musikalitas, unsur korespondensi, dan unsur bahasa), dipusatkan

kepada satu permasalahan atau kesan [Link] dibangun melalui proses

intensifikasi, maka seorang yang ingin memahami puisi juga harus melakukan

proses itu pula. Ia harus mampu menemukan makna yang terdapat dari setiap

kata, frasa, larik, bait, struktur, ataupun imaji-imaji yang ada di dalam pusi itu.

Menurut Esten (2011:32) menyatakan bahwa untuk memahami sebuah puisi

dengan baik dan benar diperlukan beberapa prinsip dan petunjuk yang harus

[Link] dan petunjuk itu akan membantu mempercepat proses

pemahaman terhadap sebuah puisi.

Menurut Esten (2001:24) menyatakan bahwa unsur-unsur struktur puisi itu

adalah musikalitas, korespondensi dan gaya bahasa. Selain itu, menurut

Muslim (2009:32) menyatakan bahwa struktur puisi itu terdiri dari struktur

fisik yang terdiri dari perwajahan, diksi, imaji, kata kongkret, bahasa figuratif,
dan versifikasi. Selain struktur fisik ada juga struktur batin yang terdiri dari

tema/makna, rasa, nada, dan amanat/tujuan (maksud).Esten (2001:25)

menyatakan bahwa seluruh unsur-unsur struktur ini berusaha membantu

tercapainya proses konsentrasi dan intensifikasi dari sebuah puisi. Di dalam

kelima unsur tersebut, terjadi di dalamnya unsur-unsur emosi dan imajinasi.

Bersama-sama dengan tema, dan amanat, struktur bernilai atau tidaknya

sebuah [Link] latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk

mengkaji struktur Batin terhadap puisi Tuhan Telah Menegur Mu karya Apip

Mustopa.

B. Rumusan Masalah

Bagaimanakah struktur batin terhadap puisi Tuhan Telah Menegur Mu karya

Apip mustopa?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan struktur batin

puisi Tuhan Telah Menegur Mu karya Apip mustopa.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini bermanfaat bagi penikmat sastra, peminat sastra,

pengajaran sastra, pengarang sastra dan penulis.

1. Penikmat sastra, peminat sastra, pengarang sastra dan penulis, penelitian ini

dapat menjadi sebuah masukan untuk menganalisis puisi.

2. Bagi pengajaran sastra, penelitian ini sebagai sumbangan dan bahan bacaan

tambahan
II KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Puisi

Secara etimologi, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang

berarti penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah

poetry yang erat dengan –poet dan –poem. Mengenal kata poet, Coulter (dalam

Muslim, 2009:25) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti

membuat atau mencipta.

Menurut (Muslim, 2009:26) menyatakan bahwa puisi adalah salah satu genre

atau jenis sastra. Seringkali istilah puisi disamakan dengan sajak. Akan tetapi,

sebenarnya puisi tidak sama dengan sajak. Puisi itu merupakan jenis sastra yang

melingkupi sajak, sedangkan sajak adalah bagian atau individu dari puisi

(Komaidi dalam Muslim, 2009:6). McCaulay (dalam Aminuddin, 2009:134)

menyatakan bahwa puisi adalah salah satu cabang sastra yang mengunakan kata-

kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi, seperti

halnya lukisan yang menggunakan garis dan warna dalam menggambarkan

gagasan pelukisnya.

Menurut Waluyo (2005:1), puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang

dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan

pemilihan kata-kata kias (imajinatif). Adapun menurut Tarigan (1993:5), bahwa

puisi adalah sesuatu yang menyenangkan, sekalipun cara atau kata-kata yang

mereka pergunakan untuk menyatakan hal itu agak berbeda.


Berdasarkan pengertian di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa puisi adalah

ekspresi dari pengalaman yang bersifat imajinatif, yang hanya bernilai serta

berlaku dalam ucapan atau pernyataan yang bersifat kemasyarakatan yang

diutarakan dengan bahasa, yang memanfaatkan setiap rencana dengan mata dan

tepat guna.

B. Pengertian Kajian

Kata kajian jika merujuk pada KBBI edisi V dapat di maknai sebagai, “ hasil

mengkaji.” Jika merujuk ke kata dasarnya, kaji maka maknanya

adalah,”penyelidikan ( tentang sesuatu ).” Berdasarkan hal tersebut, maka kajian

merupakan hasil dari proses penyelidikan yang dilakukan oleh seorang peneliti.

Dalam mengkaji karya sastra banyak pendekatan yang dapat dilakukan, seperti

pendekan mimetik, pragmatik, objektif, ekspresif, semiotik, hermeneutik, dan

intelektual. Penggunaan teori-teori tersebut agar kajian sastra menjadi sesuatu

yang objektif. Di sisi lain, objektivitas yang di bangun dalam karya ilmiah

seperti skripsi, tesis, dan disertasi sangat kaku dan tidak nikmat dibaca.

Hasilnya, karya – karya tersebut tidak di lirik oleh penerbit. Publikasi yang

terbatas, lebih lagi biasanya hanya di perpustakaan kampus membuat hasil

ilmiah dari penelitian karya sastra menjadi kurang memiliki kebermaknaan di

tengah problematika kesusastraan Indonesia.

C. Unsur-Unsur Puisi

1. Unsur Intrinsik Puisi

Unsur fisik puisi adalah unsur-unsur puisi yang membangun puisi dari dalam.

Unsur intrinsik puisi ini masih terbagi lagi dalam dua jenis, yaitu unsur fisik dan

unsur batin.

a. Unsur Fisik Puisi


Yang dimaksud unsur fisik puisi merupakan sarana-sarana yang digunakan oleh

penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Secara umum terdapat 6 unsur

fisik puisi, yaitu diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa, rima, dan topografi.

1. Diksi

Diksi adalah pemilihan kata-kata yang digunakan oleh penyair dalam puisinya.

Puisi adalah bentuk karya sastra yang padat dengan sedikit kata-kata sehingga

diksi atau pemilihan kata menjadi sangat penting dan krusial bagi nilai estetika

puisi.

2. Imaji

Imaji adalah unsur yang melibatkan penggunaan indra manusia. Imaji dapat

dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual) dan

imaji raba atau sentuh (imaji taktil).

3. Kata kongkret

Kata kongkret merupakan kata yang memungkinkan terjadinya imaji. Kata

konkret bersifat imajinatif sehingga memunculkan imaji, biasanya berhubungan

dengan kata kiasan atau lambang.

4. Gaya bahasa atau majas

Gaya bahasa atau majas adalah penggunaan bahasa yang bersifat seolah-olah

menghidupkan dan menimbulkan makna konotasi dengan menggunakan bahasa

figuratif. Beberapa macam-macam majas yang sering digunakan Pada puisi

misalnya seperti retorika, metafora, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke,

repetisi, anafora, antitesis, klimaks, antiklimaks, satire, paradoks dan lain-lain.

5. Rima
Rima atau irama merupakan persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah

atau pada akhir baris puisi. Sementara ritma adalah tinggi rendah, panjang

pendek, keras lemahnya bunyi.

6. Tipografi

Tipografi atau perwajahan adalah bentuk puisi yang dipenuhi dengan kata, tepi

kiri kanan dan tidak memiliki pengaturan baris. Biasanya pada baris puisi tidak

selalu diawali huruf besar (kapital) serta tidak diakhiri dengan tanda titik.

b. Unsur Batin puisi

Unsur Batin Puisi merupakan unsur yang berkaitan dengan batin dalam

pembacaan puisi. Secara umum ada 4 unsur batin puisi yakni tema, rasa, nada,

dan amanat.

1. Tema

Tema adalah unsur utama pada puisi karena tema berkaitan erat dengan makna

yang dihasilkan dari suatu puisi. Pada puisi, sebuah tema menjadi landasan dan

garis besar dari isi puisi tersebut.

2. Rasa

Rasa atau feeling pada puisi merupakan sikap penyair terhadap pokok

permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat

kaitannya dengan latar belakang sosial, pengalaman, dan psikologi penyair.

3. Nada atau Suasaa

Yang dimaksud nada atau suasana pada puisi adalah sikap penyair terhadap

pembacanya. Nada berhubungan dengan tema dan rasa yang ditujukan penyair
pada pembaca, bisa dengan nada menggurui, mendikte, nada sombong, nada

tinggi atau seolah ingin bekerja sama dengan pembaca.

4. Amanat

Pada puisi, amanat atau tujuan merupakan pesan yang terkandung di dalam

sebuah puisi. Amanat dapat ditemukan dengan memaknai puisi tersebut secara

langsung atau tidak langsung

2. Unsur ekstrinsik

Unsur Ekstrinsik puisi adalah unsur-unsur yang membentuk puisi dari luar.

Unsur ekstrinsik pada puisi ini antara lain adalah unsur biografi, unsur nilai, dan

unsur kemasyarakatan.

a. Unsur Biografi

Yang dimaksud unsur biografi yaitu latar belakang atau riwayat hidup dari

penyair puisi. Tentunya pengalaman hidup dari penyair akan mempengaruhi

karya puisi yang diciptakan.

[Link] Nilai

Dalam puisi selalu mengandung unsur nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Unsur nilai pada puisi bisa berupa nilai-nilai di bidang ekonomi, politik, budaya,

sosial, pendidikan dan lain-lain.

C. Unsur Masyarakat
Unsur masyarakat ini adalah kondisi dan situasi sosial saat puisi ini dibuat.

Unsur masyarakat bisa berupa keadaan lingkungan sekitar hingga situasi politik

suatu negara yang bersangkutan.

D. Ciri – ciri Puisi

1. Ciri – ciri Puisi Secara umum

Penulisan puisi dituangkan dalam bentuk bait yang terdiri atas baris-baris,

bukan bentuk paragraf.

a. Diksi yang di pakai dalam puisi biasanya bersifat kiasan,padat,dan indah.

b. Penggunaan majas sangat dominan dalam bahasa puisi.

c. Pemilihan diksi yang digunakan mempertimbangkan adanya rima dan

persajakan.

d. Dalam puisi, setting, alur, dan tokoh tidak begitu ditonjolkan dalam

pengungkapan.

2. Ciri – Ciri Puisi Lama

a. Anonim atau tidak diketahui siapa nama penulis puisi.

b. Terikat pada jumlah baris, rima, irama, diksi, intonasi, dan sebagainya.

c. Memiliki gaya bahasa yang statis/tetap dan klise.

d. Merupakan sastra lisan karena disampaikan dan diajarkan dari mulut ke

mulut.

4. Ciri – Ciri Puisi Baru

a. Nama pengarang atau penulis puisi diketahui.

b. Tidak terikat jumlah baris, rima, dan irama.

c. Mempunyai gaya bahasa yang dinamis atau berubah-ubah.

d. Puisi cenderung bersifat simetris atau memiliki bentuk rapi.

e. Lebih menggunakan sajak syair atau pola pantun.


f. Puisi biasanya berbentuk empat seuntai.

g. Terdiri dari kesatuan sintaksis atau gatra.

h. Tiap gatra terdiri dari 4 sampai 5 suku kata.

i. Isi puisi baru umumnya berisi tentang kehidupan.

III METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Metode Penelitian

1. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, Menurut

Saryono (2010), penelitian kualitatif merupakan penelitian yang di gunakan

untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan,dan menjelaskan kualitas

atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat di jelaskan,di ukur

atau di gambarkan melalui pendekatan kuantitatif. Tujuan di gunakannya

penelitian kualitatif dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis ataupun

memahami Struktur batin puisi “Tuhan Telah Menegur Mu” karya Apip

Mustopa.

2. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif

deskriptif yakni guna menggambarkan struktur batin puisi yang terkandung

dalam puisi “Tuhan Telah Menegur Mu” karya Apip Mustopa.

B. Waktu Penelitian

Hari: Jum’at,20 november 2020, Pukul 11:07 WITA, Tempat : di rumah.

C. Data dan sumber Data

1. Data

Menurut Nuzulla Agustina data adalah keterangan mengenai suatu hal

yang sudah sering terjadi dan berupa himpunan fakta,angka,grafik tabel,

gambar,lambang,kata, huruf,yang menyatakan sesuatu

pemikiran,objek,serta kondisi dan situasi. Data dalam penelitian ini

berupa data mengenai informasi terkait menganalisis “Struktur batin

puisi Tuhan telah menegur mu” karya Apip Mustopa. Dalam penelitian

ini data berasal dari puisi Apip Mustopa yaitu “Tuhan Telah Menegur

Mu”

2. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari mana data di

peroleh. Sumber data atau puisi ini di peroleh dari artikel (internet) yang

berjudul kumpulan Puisi-puisi Apip Mustopa.

D. Tehnik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data adalah mengumpulkan dan mengukur informasi

tentang variabel – variabel yang di targetkan guna menunjang kebutuhan dalam

suatu penelitian.

Dalam penelitian ini peneliti melakukan tehnik pengumpulan data yaitu tehnik

studi kepustakan. Studi kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun


informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi obyek

penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah,

tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain.

Dalam penelitian ini peneliti mencari sumber-sumber yang banyak

mengandung analisis struktur batin puisi Tuhan Telah Menegur Mu karya Apip

Mustopa.

E. Tehnik Analisis Data

Tehnik analisis data adalah metode atau cara untuk mendapatkan sebuah data

menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk di

pahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Tehnik Analisis konten. Tehnik

analisis konten adalah strategi untuk menangkap karya sastra (Endraswara,

2010:161). Penggunaan tehnik analisis konten dengan cara membaca dari

sumber internet atau buku kumpulan puisi Secara keseluruhan dan teliti dalam

penelitian ini di maksud agar peneliti dapat mengkaji struktural batin puisi

Tuhan Telah Menegur Mu karya Apip Mustopa.

Berikut langkah-langkah kerja yang peneliti lakukan dalam tehnik analisis

konten:

1. Membaca buku atau sumber – sumber artikel yang ada di internet atau buku

mengenai struktur batin puisi Tuhan Telah Menegur Mu karya Apip

Mustopa keseluruhan dengan teliti dan berulang-ulang.

2. Mengkaji struktur batin puisi dalam dalam puisi “tuhan Telah Menegur

Mu” karya Apip Mustopa.


DAFTAR PUSTAKA

 Aminuddin. 2009. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru.

 Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:

Rineka Cipta.

 Esten, Mursal. 2001. Kesusastraan Pengantar Teori dan Sejarah. Bandung: Angkasa.

 Esten, Mursal. 2011. Memahami Puisi. Bandung: Angkasa.

 Endraswara, Suaerdi. 2011. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka

Widyatama

 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2008. Pedoman Penulisan Skripsi.

Palembang: FKIP Universitas PGRI Palembang


 Ratna, Khuta Nyoman. 2009. Teori Metode dan Tehnik Penelitian Satra. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

 [Link]

[Link]?m=1

 [Link]

puisi#:~:text=Ciri%2DCiri%20Puisi%20secara%20Umum&text=Penulisan%20puisi

%20dituangkan%20dalam%20bentuk,sangat%20dominan%20dalam%20bahasa

%20puisi.

 [Link]

puisi/

Anda mungkin juga menyukai