0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan26 halaman

Rukhsah dalam Ibadah: Konsep dan Contoh

Dokumen ini adalah tugas akhir modul tentang pengembangan perangkat pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas VII di SMP BP Daarussholah. Materi yang dibahas adalah tentang rukhsah dalam ibadah, dengan fokus pada pemahaman, identifikasi, dan penerapan sikap positif terhadap kemudahan dalam beribadah. Tujuan pembelajaran mencakup kemampuan siswa untuk memahami dan menerapkan konsep rukhsah dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Aviva Nur Azizah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan26 halaman

Rukhsah dalam Ibadah: Konsep dan Contoh

Dokumen ini adalah tugas akhir modul tentang pengembangan perangkat pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas VII di SMP BP Daarussholah. Materi yang dibahas adalah tentang rukhsah dalam ibadah, dengan fokus pada pemahaman, identifikasi, dan penerapan sikap positif terhadap kemudahan dalam beribadah. Tujuan pembelajaran mencakup kemampuan siswa untuk memahami dan menerapkan konsep rukhsah dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Aviva Nur Azizah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS AKHIR MODUL

MODUL PPP
( Pengembangan Perangkat Pembelajaran )
Di Susun Oleh

Nama : Aviva Nur Azizah


NIM : 24113011064
Tempat Tugas : SMP BP Daarussholah

Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda


(UINSI SAMARINDA)
PERANGKAT PEMBELAJARAN
KURIKULUM MERDEKA
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
KELAS VII
SEMESTER II
TAHUN PELAJARAN 2024/2025

AVIVA NUR AZIZAH, [Link].I.M.E


SMP BP DAARUSSHOLAH
MAHASISWA PROGRAM PROFESI GURU (PPG)
Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
(UINSI Samarinda)

2025
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
A. INFORMASI UMUM

Sekolah : SMP BP Daarussholah


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Materi : Rukhsoh dalam Beribadah
Fase/Kelas : D / VII
Alokasi Waktu : 2 X 40 Menit
Tahun Pelajaran : 2024- 2025
Nama Mahasiswa : Aviva Nur Azizah

B. KOMPETENSI AWAL
1. Pengetahuan dasar
 Siswa Memahami konsep dasar ibadah dalam Islam, seperti pengertian shalat,
puasa, haji, dan bersuci.
 Siswa Mengetahui kewajiban menjalankan ibadah dalam kondisi normal (tanpa
uzur).
2. Pemahaman Makna
 Siswa Memahami pentingnya menaati perintah Allah dan Rasul-Nya dalam
menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan kepatuhan.
 Peserta didik memahami bahwa dalam Islam, kemudahan dan keringanan
merupakan bentuk rahmat Allah yang harus disyukuri, diterima dengan bijak, dan
tidak disalahgunakan.
3. Identifikasi Rukhsah
 Siswa dapat mengidentifikasi jenis- jenis rukhsah dalam ibadah dan memberikan
contohnya
4. Sikap Positif
 Siswa menunjukkan sikap ikhlas dalam menerima kemudahan dari allah dalam
beribadah
 Siswa dapat memahami contoh-contoh rukhsah dalam kehidupan sehari-hari
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
 Beriman, bertakwa kepada Tuhan yag maha Esa,
 Siswa memahami dan mengamalkan rukhsah /kemudahan yang diberikan
Allah dalam kehidupan sehari -hari
 Siswa menunjukkan sikap ikhlas dalam menerima kemudahan yang
diberikan Allah Sw
 Bernalar Kritis
 Siswa mampu menganalisis bentuk-bentuk rukhsah dalam ibadah secara
logis dan rasional
 Siswa dapat menjelaskan dalam situasi apa saja seorang muslim itu
boleh melaksanakan rukhsah dalam ibadah

 Mandiri
 Siswa berusaha untuk bisa melaksanakan kemudahan -kemudahan yang
diberikan Allah dalam beribadah
 Siswa berusaha dengan maksimal tidak meninggalkan kewajiban yang
diberikan Allah walaupun dalam situasi sulit
D. SARANA DAN PRASARANA
 LCD Projector,/Note book, alat tulis, kertas karton, spidol, Buku siswa kelas 7
kurikulum merdeka, Al-Qur’an ,internet
 Setting meja siswa dengan tatanan belajar kelompok
 Papan tulis dan peralatan tulis
 Media visual yang mendukung
 Buku dan Modul pembelajaran
E. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik secara umum tidak ada kesulitan dalam memahami materi rukhah
dalam ibadah yang sudah di sampaikan oleh guru
F. CAPAIAN PEMBELAJARAN
 Peserta didik Peserta didik mampu memahami konsep rukhsah (keringanan) dalam
ibadah, mengidentifikasi bentuk-bentuk rukhsah pada berbagai ibadah (shalat,
puasa, haji, dll), serta menerapkan sikap toleransi, empati, dan kasih sayang
terhadap sesama yang mendapatkan rukhsah dengan tetap menjaga adab dan tata
cara ibadah yang benar.

G. TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Kriteria Ketercapaian Tujuan


pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran Kriteria ketercapaianTP
melalui ceramah, diskusi dan
penugasan :

1. Peserta didik mampu


mengidentifikasi pengertian
rukhshah dalam ibadah secara Menjawab benar minimal 80% soal
tepat. tentang definisi rukhshah.
2. Peserta didik mampu
menyebutkan dalil naqli tentang
adanya rukhshah dalam ibadah Menyebutkan minimal 1 ayat Al-Qur'an
3. Menjelaskan contoh-contoh atau hadits yang berkaitan dengan
rukhsah dalam ibadah rukhsah
4. Peserta didik mampu
menganalisis kondisi yang
membolehkan rukhshah dalam Menyebutkan minimal 3 contoh
kehidupan sehari-hari. rukhshah dengan benar.
5. Peserta didik mampu Mampu menganalisis minimal 2 situasi
menunjukkan sikap syukur dan kapan rukhshah boleh diambil
menghargai keringanan dalam
beribadah melalui perilaku
sehari-hari. Terlihat dalam sikap dan jawaban
refleksi diri atau praktek sedeerhana

H. PEMAHAMAN BERMAKNA

 Allah SWT memberikan keringanan (rukhshah) dalam beribadah sebagai


bentuk/kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya, agar manusia tetap dapat
melaksanakan kewajiban agama meskipun dalam keadaan sulit atau darurat.”
 Peserta didik memahami bahwa dalam Islam, kemudahan dan keringanan
merupakan bentuk rahmat Allah yang harus disyukuri, diterima dengan bijak,
dan tidak disalahgunakan.

I. PERTANYAAN PEMANTIK

Untuk menggugah rasa ingin tahu siswa di awal pembelajaran:

1. Mengapa menurut kalian Allah memberikan kemudahan dalam ibadah kepada


orang yang mengalami kesulitan?
2. Bagaimana Islam mengajarkan keseimbangan antara ketaatan dan keringanan
(rukhshah)?
3. Pernahkah kalian mengalami kondisi di mana kalian tidak bisa melaksanakan
ibadah seperti biasa? Apa yang kalian lakukan?
4. Apakah rukhshah membuat ibadah menjadi kurang bermakna, atau justru
memperlihatkan keindahan syariat Islam? Mengapa?
5. Menurut kalian, apa sikap yang harus kita miliki terhadap orang yang
memanfaatkan rukhshah dalam ibadahnya?

J. KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Model pembelajaran : Project Based Learning (PJBL)


B. Metode Pembelajaran : Student Team achevement Davision
C. Langkah-langkah pembelajaran

 Menetapkan Tujuan pembelajaran


 menganalisis kebutuhan pembelajaran
 menentukan media yang akan digunakan
 menyusun rencana pembelajaran
 mempersiapkan bahan dan media
 merancang dan membuat media pembelajaran
 mengorganisir waktu dan ruang
 uji coba media pembelajaran
 evaluasi persiapan dan revisi
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

 Guru Mempersiapkan media/ alat peraga/ bahan berupa LCD Projector,


Speaker aktif, Note book, kertas karton, spidol atau media lain.
 Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a, pembacaan al- Qur’an
dengan surat/ ayat pilihan, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa
kehadiran,kerapihan pakaian, posisi, dan tempat duduk peserta didik.
 Ice breaking/ dan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi
pembelajaran,” pernahkah kalian sakit sehingga sulit untuk mengerjakan salat
dengan berdiri ” ,
 Memberikan pertanyaan pemantik (asesmen awal ) dan menyampaikan
cakupan materi, tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan,
serta lingkup dan teknik penilaian.
 Mengondisikan peserta didik untuk duduk secara berkelompok.
 Pemahaman bermakna - Guru menyampaikan informasi yang
menghubungkan materi dengan kehidupan nyata

2. Kegiatan Inti (60 Menit)


1. Mendefinisikan Pertanyaan Mendasar (Start with a Driving Question)
 Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
"Mengapa dalam Islam ada keringanan dalam beribadah? Bagaimana
bentuknya dalam kehidupan kita sehari-hari?"
 Siswa diarahkan untuk merumuskan sendiri pertanyaan lanjutan yang
relevan.
2. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project)
 Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil (3–5 orang).
 Setiap kelompok diberi tugas untuk:
 Mencari dalil Al-Qur’an dan Hadis tentang rukhsah.
 Meneliti berbagai contoh rukhsah dalam shalat, puasa, dan haji.
 Membuat produk (poster, video pendek, atau infografis) tentang
“Rukhsah dalam Ibadah dan Penerapannya”.
3. Menyusun Jadwal (Create a Schedule)
 Guru bersama siswa membuat time line pengerjaan proyek:
 Hari 1: Pengumpulan dalil dan contoh.
 Hari 2: Penyusunan konsep produk.
 Hari 3: Pembuatan produk (poster/video/infografis).
 Hari 4: Presentasi hasil proyek.
4. Memonitor Kemajuan Proyek (Monitor the Project Progress)
 Guru memantau proses diskusi dan pengerjaan proyek tiap kelompok.
 Memberikan umpan balik di tengah perjalanan:
 Apakah dalil yang dipilih sesuai?
 Apakah contoh rukhsah yang dipilih sudah benar?
 Apakah produk komunikatif dan mudah dipahami?
5. Mengujikan Hasil (Assess the Outcome)
 Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka.
 Produk dinilai berdasarkan:
 Kesesuaian isi dengan dalil syar’i.
 Kreativitas dan kerapihan produk.
 Kemampuan menyampaikan informasi dengan jelas.
6. Evaluasi Pengalaman Belajar (Evaluate the Experience)
 Guru dan siswa melakukan refleksi bersama:
1. Apa kesulitan saat mengerjakan proyek?
2. Apa yang dipelajari tentang rukhsah dan rahmat Islam dari proyek ini?
3. Bagaimana proyek ini meningkatkan empati terhadap orang yang
mendapatkan rukhsah?
3. Penutup ( 10 menit)
Aktivitas Guru
1. Memberi Tes
 Guru memberikan tes singkat( baik lisan maupun tertulis )untuk
mengukur sejauh mana peserta didik memahami materi yang sudah di
pelajari
 Guru memberikan instruksi “ anak -anak silahkan jawab pertanyaan ibu
dengan singkat dan tepat”
2. Memberikan Umpan balik positif dan motivasi
 Guru memberikan umpan balik dari jawaban peserta didik secara
langsung atau tertulis
 Guru memberikan apresiasi terhadap proses belajar siswa.
 Memberi motivasi untuk melanjutkan proyek (jika belum selesai)
atau untuk mengaplikasikan hasil belajar dalam kehidupan nyata.
3. Menarik Simpulan
 Guru merangkum point utama materi pembelajaran hari ini dan
menjelaskan bagaimana materi yang sudah dipelajari relevan dengan
kehidupan sehari-hari
4. Mengadakan Refleksi
 Guru mengajak siswa untuk merenungkan apa yang telah mereka pelajari
dan-bagaimana hal tersebut berdampak pada pemahaman mereka
5. Memberi arahan Tindak lanjut
 Guru menyampaikan tugas atau kegiatan lanjutan (jika ada), seperti
perbaikan proyek, pengumpulan laporan, atau persiapan presentasi final.
6. Doa Penutup dan salam
 Menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam

K. REFLESI PESERTA DIDIK

Pertanyaan Refleksi Ya Tidak


Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang materi
rukhsah?

Apakah kamu akan mempraktikkan materi hari ini

Apakah bekerja dalam kelompok membantu kamu lebih mudah


memahami materi

ASESMEN / PENILAIAN CAPAIAN PEMBELAJARAN


Nama : Aviva Nur Azizah
Bidang Studi : Pendidikan Agama islam dan budi pekerti
Fase / kelas : D/ VII

Tujuan Pembelajaran :

 Peserta didik mampu mengidentifikasi pengertian rukhshah dalam ibadah secara


tepat.
 Peserta didik mampu menyebutkan dalil naqli tentang adanya rukhshah dalam
ibadah
Menjelaskan contoh-contoh rukhsah dalam ibadah .
 Peserta didik mampu menganalisis kondisi yang membolehkan rukhshah dalam
kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik mampu menunjukkan sikap syukur dan menghargai keringanan
dalam beribadah melalui perilaku sehari-hari.
Teknik Asesmen : tes tulis ( PG ) dan Essay
Kisi -Kisi Asesmen
Kisi Kisi Asesmen
N0 Indikator Level kognitif Bentuk Nomor Bobot%
soal Soal
1 Menyebutkan C1 PG 1 5%
pengertian ruksah (mengingat)
dalam Ibadah
2. Menyebutkan C1 PG 2 5%
contoh rukhsah (mengingat)
dalam salat
3. Menjelaskan C2( PG/uraian 3,4 10 %
sebab-sebab memahami)
diberikannya
rukhsah
4. Menjelaskan C2 PG 5 5%
perbedaan antara (Memahami)
rukhsah dan
azimah
5. Menerapkan C3 uraian 6 10%
ketentuan rukhsah (Menerapkan)
dalam kasus
perjalanan jauh
6. Menganalisis C4 uraian 7 15 %
kondisi yang (Menganalisis)
membolehkan
jama' dan qashar
shalat
7. Menilai sikap C5 (Menilai) uraian 8 15 %
seseorang yang
tidak mau
mengambil
rukhsah saat safar
8. Merancang solusi C6 (Mencipta) uraian 9 15 %
ibadah yang tetap
sah dalam kondisi
darurat
9. Menyimpulkan C6 (Mencipta) Uraian 10 20 %
hikmah di balik
adanya rukhsah
dalam ibadah
Keterangan
Pembagian soal
Pilihan ganda ( PG)
Nomor Soal : 1,2,3,4,5
Bobot Nilai : 25 %
Esaay
Nomor soal : 6,7,8,9,10
Bobot nilai : 75 %

Instrumen Asesmen : lembar Soal PG dan essay


TP : Peserta didik mampu mengidentifikasi
pengertian rukhsah dalam
ibadah dengan benar

Soal Pilhan Ganda (PG)


Petunjuk : Pilihlah jawaban yang paling tepat

1. Rukhsah dalam ibadah adalah ..


A. Keringanan hukum karena lupa
B. Keringanan yang diberikan syariat karena kondisi tertentu
C. Perintah wajib yang harus dijalankan setiap saat
D. Izin dari ulama untuk meninggalkan ibadah
2. Berikut ini yang termasuk contoh rukhsah dalam shalat adalah ...
[Link] surat pendek setelah Al-Fatihah
B. Shalat sunnah sebelum Subuh
C. Menjama’ dan mengqashar shalat saat safar
D. Membaca doa iftitah sebelum shalat
3. Rukhsah dalam ibadah diberikan karena beberapa sebab. Salah satunya adalah ...
A. Miskin
B. Lupa
C. Safar atau sakit
D. Banyak pekerjaa
4. Berikut ini yang membedakan antara rukhsah dan azimah adalah ...
A. Rukhsah lebih utama daripada azimah
B. Azimah bersifat darurat, rukhsah bersifat tetap
C. Rukhsah berlaku untuk semua orang, azimah tidak
D. Rukhsah adalah keringanan, sedangkan azimah adalah ketetapan asal hukum
B. SOAL URAIAN (ESAI)

Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!

1. (C2) Jelaskan 3 sebab yang membolehkan seseorang mengambil rukhsah dalam


ibadah!
Kunci: Sakit, perjalanan (safar), kondisi darurat/memaksa.
2. (C3) Ahmad sedang dalam perjalanan jauh selama lebih dari 80 km. Ia ingin tetap
melaksanakan shalat dengan benar. Bagaimana cara Ahmad shalat dalam kondisi
tersebut?
Kunci: Ia boleh menjama’ dan mengqashar shalatnya selama belum mukim lebih dari 4
hari di tempat tujuan.
3. (C4) Analisislah kondisi berikut: Seseorang bepergian ke luar kota selama dua hari
dan ia melihat ada masjid. Apakah ia tetap boleh menjama’ dan mengqashar shalatnya?
Jelaskan alasannya!
Kunci: Ya, karena ia masih dalam status musafir selama belum mukim lebih dari 4 hari
dan jaraknya memenuhi syarat (sekitar 80 km atau lebih).
4. (C5) Seseorang sakit parah dan sulit berwudhu, tetapi ia tetap memaksakan diri untuk
wudhu walau menyakiti dirinya. Apa pendapatmu tentang sikap ini?
Kunci: Tidak tepat, karena Islam memberi keringanan dengan bertayammum;
memaksakan diri bisa menimbulkan mudharat, bertentangan dengan maqashid syariah.
5. (C6) Buatlah solusi ibadah yang sah dan sesuai syariat bagi seseorang yang berada di
daerah bencana dan tidak bisa mengakses air dan tempat suci untuk shalat!
Kunci: Bertayammum menggunakan tanah atau debu bersih, shalat sesuai kemampuan
(duduk, isyarat), menghadap kiblat sebisa mungkin.

6.(C6) Jelaskan hikmah atau manfaat adanya rukhsah dalam ibadah bagi umat Islam!
Kunci: Menunjukkan kemudahan dan rahmat dalam Islam, menjaga kesehatan dan
keselamatan jiwa, memberikan fleksibilitas dalam kondisi sulit.

Rubrik Penilaian
Berikut rubrik penilaian dengan indikator -indikator asesmen terkait materi rukhsah
dalam ibadah

Aspek penilaian Kriteria skor


Menerapkan ketentuan ✅ 3 sebab + penjelasan benar → 10 10
rukhsah dalam kasus ✅ 2 sebab + penjelasan sebagian → 7
perjalanan jauh
✅ 1 sebab saja → 4
❌ Tidak tepat → 0
Jama’ dan qashar + alasan syar’i → 10 10
✅ Salah satu + alasan → 7
Menerapkan hukum ✅ Praktik tanpa penjelasan → 4
rukhsah dalam kasus safar
❌ Tidak sesuai → 0
Menganalisis kondisi ✅ Analisis lengkap + dasar syar’i → 15 15
bolehnya jama’ dan qasha ✅ Analisis cukup → 10
✅ Boleh/tidak tanpa alasan → 5
❌ Salah →
Menilai sikap dalam ✅ Penilaian jelas + dalil → 15 15
mengambil rukhsah ✅ Penilaian benar tanpa dalil → 10
✅ Kurang tepat → 5
❌ Tidak menilai
Merancang solusi ibadah 15
✅ Solusi sah, kreatif, realistis → 15
dalam kondisi darurat
✅ Sah tapi kurang rinci → 10
✅ Sah tapi tidak kontekstual → 5
❌ Salah → 0

Total skor maksimal uraian = 85


Untuk mengkonversi ke skala 100, gunakan rumus:

Nilai akhir = (Skor diperoleh ÷ 85) × 10

1. Asesmen Formatif

Asesmen formatif bertujuan untuk memantau pemahaman siswa selama proses


pembelajaran dan memberikan umpan balik untuk perbaikan. Berikut adalah beberapa
contoh kegiatan asesmen formatif untuk materi rukhsah:
1. Diskusi Kelas:
Pertanyaan Pemicu:
1. Apa yang kalian ketahui tentang pengertian rukhsah dalam ibadah?
2. Mengapa Allah memberikan rukhsah dalam beribadah?
[Link] satu contoh rukhsah yang kalian ketahui dan jelaskan situasinya.
Cara Penilaian:
Observasi partisipasi siswa dalam diskusi, kualitas argumen, dan pemahaman konsep yang
ditunjukkan. Berikan umpan balik langsung secara lisan.
2. Peta Konsep (Concept Map):
Tugas : Siswa membuat peta konsep yang menghubungkan pengertian rukhsah, dasar
hukum, jenis-jenis rukhsah (misalnya sakit, bepergian, takut), dan hikmahnya.
Cara Penilaian:
 Baik Sekali:Peta konsep lengkap, hubungan antar konsep jelas dan akurat,
mencakup semua elemen penting.
 Baik: Peta konsep cukup lengkap, sebagian besar hubungan antar konsep jelas
dan akurat, mencakup sebagian besar elemen penting.
 Cukup: Peta konsep kurang lengkap, beberapa hubungan antar konsep kurang
jelas atau kurang akurat, mencakup beberapa elemen penting.
 Kurang: Peta konsep tidak lengkap, banyak hubungan antar konsep tidak jelas
atau tidak akurat, tidak mencakup elemen penting.

3. Studi Kasus Singkat:


Tugas :
Guru memberikan beberapa studi kasus sederhana terkait situasi yang memperbolehkan
rukhsah (misalnya, seorang musafir yang kesulitan menemukan air untuk wudu, orang sakit
yang tidak mampu berdiri saat salat). Siswa diminta menjelaskan rukhsah yang sesuai dan
alasannya berdasarkan pemahaman mereka.
Cara Penilaian :
Guru mengevaluasi ketepatan siswa dalam mengidentifikasi rukhsah yang sesuai dan
memberikan alasan yang benar berdasarkan prinsip-prinsip rukhsah.
[Link] Sumatif
Asesmen sumatif bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa secara keseluruhan
terhadap materi rukhsah setelah proses pembelajaran selesai. Berikut adalah contoh soal dan
rubrik penilaian untuk asesmen sumatif:
Bentuk Soal: Pilihan Ganda dan Uraian
Contoh Soal Pilihan Ganda:
1. Secara bahasa, "rukhsah" memiliki arti ....
a. Kewajiban yang berat
b. Keringanan atau kemudahan
c. Larangan yang tegas
d. Anjuran yang kuat
2. Berikut ini yang bukan merupakan dasar hukum diperbolehkannya rukhsah dalam Islam
adalah ....
a. Al-Qur'an
b. Hadis
c. Ijma' Ulama
d. Kisah-kisah Sahabat
3. Seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh (musafir) diperbolehkan untuk ....
a. Meninggalkan salat wajib
b. Mengqasar atau menjamak salat
c. Berpuasa dengan menahan lapar dan dahaga lebih lama
d. Tidak perlu melaksanakan ibadah sama sekali
Contoh Soal Uraian:
1. Jelaskan dengan singkat pengertian rukhsah dalam ibadah dan sebutkan dua tujuan
utama disyariatkannya rukhsah.
3. Berikan dua contoh rukhsah dalam ibadah selain salat dan jelaskan kondisi yang
memperbolehkannya.
4. Bagaimana sikap seorang muslim yang sedang dalam kondisi rukhsah seharusnya
dalam melaksanakan ibadahnya? Jelaskan dengan menyertakan dalil (jika ada).

Bentuk asesmen : Observasi dan refleksi


Instrumen Observasi Guru

Nama Siswa Antusias saat Menyatakan untuk Aktif Skor 1-3


Diskusi praktik dalam bertanya
kehidupan sehari hari atau
menanggapi
Naura
Zahwa W.T
Ripana
M. Iksan

Raswan
Salsabila
Saila
Rendi
Fahri
Megawati
Sindi
aisyah

J. REFLEKSI GURU

Pembelajaran hari ini berlangsung dengan cukup lancar. Sebagian besar peserta
didik terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Saat pemahaman
bermakna dan pertanyaan pemantik disampaikan, siswa mulai menunjukkan rasa ingin
tahu dan aktif bertanya.
Pada kegiatan inti, siswa mampu menyebutkan contoh rukhsah dalam ibadah
seperti rukhsah puasa, salat, zakat dan haji. Beberapa siswa masih bingung
membedakan antara rukhsah dalam salat yaitu membedakan antara jamak takdim dan
jamak takhir, namun dapat dipahami dengan penjelasan ulang dan bantuan gambar visual
serta cerita pengalaman pribadi guru.
Refleksi siswa menunjukkan bahwa sebagian besar merasa tertarik dan termotivasi
untuk mencoba mempraktikkan kemudahan yang diberikan oleh allah terutama
karena mereka memahami keutamaannya setelah diskusi berlangsung. Aktivitas
membuat rencana untuk mengamalkan segala kemudahan yang diberikan Allah Swt,
juga mendorong siswa untuk berpikir lebih aplikatif.

K. REMEDI DAN PENGAYAAN

Kegiatan Pengayaan

Memberikan tugas kepada Peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar,
selanjutnya dapat mengikuti kegiatan pengayaan berupa pendalaman materi dengan
memberikan mini projek atau studi kasus terkait dengan rukhsah yang di berikan Allah

Kegiatan Remedial

 Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar berdasarkan kriteria


ketuntasan minimal yang ditetapkan diharuskan mengikuti kegiatan remedial.
Langkahnya guru
 menjelaskan kembali materi tentang rukhsah kemudahan dari Allah Swt dalam
beribadah pada-Nya.
 Remedial dilaksanakan di luar jam pelajaran pada waktu tertentu sesuai
permasalahan yang perlu dilakukan remedial dan perencanaan penilaian.

1. Instrumen Penilaian Sikap

Aspek yang di nilai Indikator Skor (1-4 ) catatan


Disiplin Menyelesaikan tugas tepat
waktu
Tanggung jawab Serius dan konsisten dalam
melaksanakan tugas kelompok
dan proyek
kerjasama Aktif bekerja sama dan
menghargai pendapat teman saat
diskusi
Kesungguhan Menunjukkan kesungguhan
beribadah memahami rukhsah untuk
diterapkan dalam ibadah

Keterangan Skor:
4 = Sangat Baik | 3 = Baik | 2 = Cukup | 1 = Kurang
2. Instrumen Penilaian Pengetahuan

Bentuk Penilaian: Tes Tertulis (Pilihan Ganda dan Uraian Pendek)


N0 Indikator Bentuk soal Nomor soal
1. Menjelaskan Pengertian rukhsah PG 1

2 Menyebutkan contoh rukhsah dalam PG 2-4


ibadah
3. Menjelaskan dalil tentang rukhsah Uraian pendek 4
4. Menyebutkan hikmah adanya Uraian pendek 5
rukhsah

Pilihan Ganda:

[Link] arti dari rukhsah dalam ibadah?


A. Kewajiban berat dalam kondisi biasa
B. Keringanan ibadah dalam kondisi tertentu ✅
C. Pelarangan beribadah dalam kondisi sulit
D. Bebas meninggalkan ibadah kapan saja
2. Berikut ini yang termasuk contoh rukhsah dalam shalat adalah ...
AMembaca surat pendek setelah Al-Fatihah
B. Shalat sunnah sebelum Subuh
C. Menjama’ dan mengqashar shalat saat safar
D. Membaca doa iftitah sebelum shalat
Uraian Pendek:
1. .Sebutkan satu dalil Al-Qur'an yang menjelaskan tentang rukhsah dalam ibadah!

3 Instrumen Penilaian Keterampilan


Bentuk Penilaian:
1. Pembuatan Poster/Infografis tentang Rukhsah
2. Presentasi atau Diskusi Hasil Proyek
Aspek yang dinilai Indikator Skor (1-4)
Kreatifitas Poster /infografis menarik
dan informatif
Kesuaian isi Memuat pengertian, contoh,
dalil dan hikmah rukhsah
Penyajian Menyampaikan materi
dengan percaya diri dan
bahasa yang baik
Kerjasama Tim Setiap anggota berkontribusi
aktif dalam proyek

Keterangan Skor:
4 = Sangat Baik | 3 = Baik | 2 = Cukup | 1 = Kurang

L. SUMBER/ REFERENSI/ DAFTAR PUSTAKA

Buku Pegangan Guru Pendidikan agama Islam KELAS VII

JURNAL “ konsep rukhsah dalam hukum islam” Panji Adam Agus Putra

Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung panjiadam@[Link]

Jurnal “ Golongan yang menerima rukhsah dalam ibadah dan konsekwensinya, Irsyad rafi
Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Iif Khoiri Ahmadi Sofan Amri, 2010. Proses Pembelajaran Inovatif dan Kreatif dalam
Kelas. Jakarta: Prestasi Putakarya

Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif, Medan; Media Persada 2014 Jakarta: PT


Prestasi Pustakarya, 2013

Erwandi Tarmizi, [Link] Iman, Rabwah: Bagian Terjemah Bidang Riset dan Kajian
Ilmiyah Universitas Islam Madinah

Aviva Nur Azizah, Modul Ajar project Based lerning, PPG Kemenag Daljab Batc I, 2025

Mengetahui, Kutai Timur, 12 Mei 2025


Ketua Yayasan Daarussholah Guru Mapel / Kepala Sekolah

Afif Ali Murtadlo Aviva Nur Azizah


LAMPIRAN I
MATERI AJAR RUKHSAH DALAM IBADAH

A . Pengertian Rukhshah

Definisi:

Rukhshah adalah keringanan hukum dalam syariat Islam yang diberikan kepada
umat Islam saat menghadapi kondisi sulit atau uzur tertentu.

Dalil Al-Qur'an:

‫ِب ُك ُم ْاليُ ْس َر َو ََل يُ ِر ْي ُد ِب ُك ُم ْالعُ ْس َر‬ ُ‫ّٰللا‬


‫ه‬
"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran
bagimu."

(QS. Al-Baqarah: 185)

Dalil alqur’an

ْ ‫علَ ْي َها َما ا ْكت َ َس َب‬


‫ت‬ َ ‫ت َو‬ َ ‫ّٰللاُ نَ ْف ًسا ا اَِل ُو ْس َع َها لَ َها َما َك‬
ْ ‫س َب‬ ‫ف ه‬ ُ ‫ََل يُ َك ِل‬
“Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya
ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada
(pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan)” Q.S Al-Baqoroh 286

B. Macam-Macam Rukhshah dalam Ibadah


1. Rukhshah dalam Shalat
 Jama': Menggabungkan dua shalat dalam satu waktu.
Contoh: Jama' Zuhur dan Ashar saat bepergian.
 Sholat dengan duduk/ berbaring
 Qashar: Meringkas shalat 4 rakaat menjadi 2 rakaat.
Berlaku untuk Zuhur, Ashar, dan Isya.
Syarat:
 Perjalanan jauh (≥ 89 km).
 Perjalanan bukan untuk maksiat
 Ada kesulitan jika tetap shalat seperti biasa.
2. Rukhshah dalam Puasa
 Berbuka saat puasa Ramadhan karena:
 Sakit berat, atau Sedang bepergian jauh.
 Kewajiban: Mengganti puasa di hari lain (qadha').
3. Rukhshah dalam Haji
 Dam: Membayar denda bila tidak bisa menjalankan sebagian kewajiban
haji.
Contoh: Tidak bisa melaksanakan mabit di Muzdalifah.
4. Rukhshah dalam Bersuci
 Tayammum:Mengusap wajah dan kedua tangan dengan debu suci
sebagai pengganti wudhu.
Syarat:
 Tidak ada air.
 Penggunaan air membahayakan (sakit).
C. Syarat-Syarat Menggunakan Rukhshah
 Ada uzur yang sah (sakit, perjalanan, keterpaksaan).
 Rukhshah hanya berlaku selama uzur itu ada.
 tidak menyalah gunakan keringanan untuk malas atau lalai.
D. Hikmah Diberikannya Rukhshah
 Islam adalah agama yang memudahkan, bukan menyulitkan.
 Kasih sayang Allah kepada umat manusia.
 Menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa.
Kesimpulan Materi:
 Rukhshah adalah bentuk kasih sayang Allah untuk memudahkan
hamba-Nya dalam Beribadah
 Islam tidak memberatkan umatnya; selalu ada kemudahan saat ada
kesulitan
 Rukhsah hanya boleh digunakan jika benar-benar ada uzur.

LAMPIRAN 2
LKPD ( LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK )

Nama Sekolah : SMP BP Daarussholah


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester : VII (Tujuh) / Genab
Materi : Rukhsah dalam Ibadah
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengerjakan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:

 Menjelaskan pengertian rukhshah dalam ibadah.


 Menyebutkan macam-macam rukhshah dalam shalat, puasa, haji, dan bersuci.
 Menyebutkan syarat-syarat dibolehkannya rukhshah.
 Menunjukkan sikap syukur atas kemudahan Allah dalam beribadah

B. Petunjuk Pengerjaan

 Bacalah setiap instruksi dengan cermat.


 Kerjakan tugas dengan sungguh-sungguh dan jujur.
 Diskusikan jika ada hal yang belum dipahami.
 Tuliskan jawaban di tempat yang telah disediakan.

[Link] 1: Pemahaman Konsep

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!

1. Apa yang dimaksud dengan rukhshah dalam ibadah?

Jawaban:...........................................................................................................................

2. Sebutkan dua contoh rukhshah dalam shalat!

Jawaban: .........................................................................................................................

........................................................................................................................................
3. Kapan seseorang boleh berbuka saat bulan Ramadhan?

Jawaban:...........................................................................................................................

..........................................................................................................................................

[Link] dua kondisi yang membolehkan seseorang melakukan tayammum!

Jawaban:.............................................................................................................................

............................................................................................................................................

[Link] hikmah dari adanya keringanan dalam beribadah menurut Islam

Jawaban:.............................................................................................................................

............................................................................................................................................

............................................................................................................................................
............................................................................................................................................

D. Kegiatan 2: Mencari dan Menyimpulkan

Tugas Individu:

Buatlah tabel berisi macam-macam rukhshah, keterangan, dan syaratnya!


N0 Ibadah Bentuk Rukhsah Syarat
1.
2.
3.
4.

E. Kegiatan 3: Refleksi Diri

Jawablah dengan jujur!

1. Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa Allah memberikan keringanan dalam

beribadah?............................................................................................................................

2. Apa yang akan kamu lakukan jika suatu saat mengalami uzur dalam

beribadah?................................................................................................................................

F. Penutup

Pesan Guru:"Gunakan keringanan dalam ibadah dengan penuh rasa syukur dan tanggung
jawab."

Doa Penutup:

Membaca doa dan salam


LAMPIRAN 3
ASESMEN/ PENILAIAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
ASESMEN /PENILAIN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARANASESMEN
Nama : Aviva Nur Azizah
Bidang Studi : Pendidikan Agama islam dan budi pekerti
Fase / kelas : D/ VII

Tujuan Pembelajaran :

 Peserta didik mampu mengidentifikasi pengertian rukhshah dalam ibadah secara


tepat.
 Peserta didik mampu menyebutkan dalil naqli tentang adanya rukhshah dalam
ibadah

Menjelaskan contoh-contoh rukhsah dalam ibadah .

 Peserta didik mampu menganalisis kondisi yang membolehkan rukhshah dalam


kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik mampu menunjukkan sikap syukur dan menghargai keringanan
dalam beribadah melalui perilaku sehari-hari.

Teknik Asesmen : tes tulis ( PG ) dan Essay


Kisi -Kisi Asesmen
Kisi Kisi Asesmen
N0 Indikator Level kognitif Bentuk soal Nomor Soal Bobot%
1 Menyebutkan C1 (mengingat) PG 1 5%
pengertian ruksah
dalam Ibadah
2. Menyebutkan contoh C1 (mengingat) PG 2 5%
rukhsah dalam salat
3. Menjelaskan sebab- C2( memahami) PG/uraian 3,4 10 %
sebab diberikannya
rukhsah
4. Menjelaskan C2 PG 5 5%
perbedaan antara (Memahami)
rukhsah dan
azimah
5. Menerapkan C3 uraian 6 10%
ketentuan rukhsah (Menerapkan)
dalam kasus
perjalanan jauh
6. Menganalisis C4 uraian 7 15 %
kondisi yang (Menganalisis)
membolehkan
jama' dan qashar
shalat
7. Menilai sikap C5 (Menilai) uraian 8 15 %
seseorang yang
tidak mau
mengambil
rukhsah saat safar
8. Merancang solusi C6 (Mencipta) uraian 9 15 %
ibadah yang tetap
sah dalam kondisi
darurat
9. Menyimpulkan C6 (Mencipta) uraian 10 20 %
hikmah di balik
adanya rukhsah
dalam ibadah

Keterangan
Pembagian soal
Pilihan ganda ( PG)
Nomor Soal : 1,2,3,4,5
Bobot Nilai : 25 %
Esaay
Nomor soal : 6,7,8,9,10
Bobot nilai : 75 %

Instrumen Asesmen : lembar Soal PG dan essay


TP : Peserta didik mampu mengidentifikasi pengertian
rukhsah dalam ibadah dengan benar
Soal Pilhan Ganda (PG)
Petunjuk : Pilihlah jawaban yang paling tepat
[Link] dalam ibadah adalah ..
[Link] hukum karena lupa
B. Keringanan yang diberikan syariat karena kondisi tertentu
C. Perintah wajib yang harus dijalankan setiap saat
D. Izin dari ulama untuk meninggalkan ibadah

[Link] ini yang termasuk contoh rukhsah dalam shalat adalah ...
AMembaca surat pendek setelah Al-Fatihah
B. Shalat sunnah sebelum Subuh
C. Menjama’ dan mengqashar shalat saat safar
D. Membaca doa iftitah sebelum shalat
3. Rukhsah dalam ibadah diberikan karena beberapa sebab. Salah satunya adalah ...
A. Miskin
B. Lupa
C. Safar atau sakit
D. Banyak pekerjaan n
4. Berikut ini yang membedakan antara rukhsah dan azimah adalah ...
A. Rukhsah lebih utama daripada azimah
B. Azimah bersifat darurat, rukhsah bersifat tetap
C. Rukhsah berlaku untuk semua orang, azimah tidak
D. Rukhsah adalah keringanan, sedangkan azimah adalah ketetapan asal hukum

B. SOAL URAIAN (ESAI)

Petunjuk: Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!

6. (C2) Jelaskan 3 sebab yang membolehkan seseorang mengambil rukhsah dalam


ibadah!
Kunci: Sakit, perjalanan (safar), kondisi darurat/memaksa.
7. (C3) Ahmad sedang dalam perjalanan jauh selama lebih dari 80 km. Ia ingin tetap
melaksanakan shalat dengan benar. Bagaimana cara Ahmad shalat dalam kondisi
tersebut?
Kunci: Ia boleh menjama’ dan mengqashar shalatnya selama belum mukim lebih dari 4
hari di tempat tujuan.
8. (C4) Analisislah kondisi berikut: Seseorang bepergian ke luar kota selama dua hari
dan ia melihat ada masjid. Apakah ia tetap boleh menjama’ dan mengqashar shalatnya?
Jelaskan alasannya!
Kunci: Ya, karena ia masih dalam status musafir selama belum mukim lebih dari 4 hari
dan jaraknya memenuhi syarat (sekitar 80 km atau lebih).

9. (C5) Seseorang sakit parah dan sulit berwudhu, tetapi ia tetap memaksakan diri untuk
wudhu walau menyakiti dirinya. Apa pendapatmu tentang sikap ini?
Kunci: Tidak tepat, karena Islam memberi keringanan dengan bertayammum;
memaksakan diri bisa menimbulkan mudharat, bertentangan dengan maqashid syariah.

10. (C6) Buatlah solusi ibadah yang sah dan sesuai syariat bagi seseorang yang berada
di daerah bencana dan tidak bisa mengakses air dan tempat suci untuk shalat!
Kunci: Bertayammum menggunakan tanah atau debu bersih, shalat sesuai kemampuan
(duduk, isyarat), menghadap kiblat sebisa mungkin.

6.(C6) Jelaskan hikmah atau manfaat adanya rukhsah dalam ibadah bagi umat Islam!
Kunci: Menunjukkan kemudahan dan rahmat dalam Islam, menjaga kesehatan dan
keselamatan jiwa, memberikan fleksibilitas dalam kondisi sulit.

Rubrik Penilaian
Berikut rubrik penilaian dengan indikator -indikator asesmen terkait materi rukhsah dalam ibadah

Aspek penilaian kriteria skor


Menerapkan ketentuan ✅ 3 sebab + penjelasan benar → 10 10
rukhsah dalam kasus ✅ 2 sebab + penjelasan sebagian → 7
perjalanan jauh
✅ 1 sebab saja → 4
❌ Tidak tepat → 0
Jama’ dan qashar + alasan syar’i → 10 10
✅ Salah satu + alasan → 7
Menerapkan hukum ✅ Praktik tanpa penjelasan → 4
rukhsah dalam kasus safar
❌ Tidak sesuai → 0
Menganalisis kondisi ✅ Analisis lengkap + dasar syar’i → 15 15
bolehnya jama’ dan qasha ✅ Analisis cukup → 10
✅ Boleh/tidak tanpa alasan → 5
❌ Salah →
Menilai sikap dalam ✅ Penilaian jelas + dalil → 15 15
mengambil rukhsah ✅ Penilaian benar tanpa dalil → 10
✅ Kurang tepat → 5
❌ Tidak menilai
Merancang solusi ibadah ✅ Solusi sah, kreatif, realistis → 15 15
dalam kondisi darurat ✅ Sah tapi kurang rinci → 10
✅ Sah tapi tidak kontekstual → 5
❌ Salah → 0

Total skor maksimal uraian = 85


Untuk mengkonversi ke skala 100, gunakan rumus:

Nilai akhir = (Skor diperoleh ÷ 85) × 10

Glosarium Rukhsah dalam Ibadah

Istilah Pengertian
Keringanan hukum yang diberikan oleh syariat Islam kepada seorang muslim
Rukhsah dalam kondisi tertentu (misalnya sakit, musafir, darurat) untuk meringankan
ibadah yang biasa dilakukan.
Hukum asal atau ketentuan normal dalam ibadah yang harus dilakukan tanpa
Azimah
keringanan. Rukhsah merupakan pengecualian dari azimah.
Orang yang sedang dalam perjalanan jauh. Dalam konteks rukhsah, musafir
Musafir
berhak mendapat keringanan seperti menjamak dan mengqashar salat.
Meringkas salat empat rakaat (seperti Zuhur, Ashar, dan Isya) menjadi dua
Qashar
rakaat karena sedang dalam perjalanan (musafir).
Menggabungkan dua waktu salat (Zuhur dan Ashar, atau Maghrib dan Isya)
Jamak
dalam satu waktu karena udzur seperti safar atau hujan.
Halangan atau keadaan tertentu yang dibenarkan oleh syariat untuk tidak
Udzur
melaksanakan ibadah sebagaimana mestinya, seperti sakit, hujan deras, atau
Syar’i
ketakutan.
Pengganti wudhu atau mandi wajib dengan menggunakan debu suci, ketika
Tayamum air tidak tersedia atau tidak bisa digunakan karena alasan syar’i (seperti
sakit).
Kondisi tubuh tidak sehat yang dapat menjadi sebab diperbolehkannya
Sakit
rukhsah seperti tayamum, salat duduk, atau puasa di hari lain.
Keadaan terdesak yang mengancam keselamatan jiwa atau anggota badan,
Darurat
sehingga syariat memberikan keringanan.

Anda mungkin juga menyukai