(HUMAN MACHINE INTERFACE)
Abstrak
Perkembangan teknologi otomasi sistem pengangkutan berkembang sangat cepat di
dunia industri. Sistem pengangkutan yang sering digunakan adalah konveyor. Konveyor
dapat digunakan untuk mengangkut material dalam jumlah banyak maupun sedikit. Cara
kerja sistem konveyor yang efektif, efisien, dan cepat sehingga sangat membantu proses
[Link] akhir ini merancang sebuah sistem HMI yang akan difungsikan pada
model konveyor pengangkut material untuk melakukan simulasi monitoring,pengontrolan
dan menyimpan data. Sistem HMI dirancang dengan disain yang sederhana dan mudah
dipahami oleh operator sehingga operator dapat memonitor dan mengontrol plant dengan
mudah. Komponen yang dipakai dalam tugas akhir ini meliputi PLC Omron seri CPM1A
sebagai pengontrolnya, CX Supervisor 3.22 sebagai aplikasi untuk membuat HMI, dan
Microsoft Access sebagai database. Hasil pengujian dari sistem HMI yaitu telah dapat
mengontrol, memonitor, dan menyimpan data. Pengujian pengontrolan dilakukan dengan
menekan tombol start dan stop di HMI. Pengujian monitoring pada HMI terlihat dengan
aktifnya indikator sensor dan aktuator sedangkan pengujian database dengan melihat
semua data tersimpan dengan baik di Microsoft Access.
A. Pendahuluan
Dalam dunia industri, teknologi memiliki peran yang penting dalam proses
produksi. Salah satunya adalah perkembangan teknologi pengangkutan dalam bidang
otomasi. Hal tersebut tidak lepas dari meningkatnya permintaan konsumen terhadap
barang-barang produksi dari suatu industri. Untuk mempercepat produksi, pihak
industri memerlukan suatu sistem yang dapat bekerja secara efisien dan dapat
memonitoring hasil produksi [1]. Salah satu perkembangan teknologi dalam bidang
pengangkutan material adalah konveyor. Perkembangan teknologi konveyor dalam
industri berkembang sangat cepat [2]. Konveyor merupakan salah satu teknologi
pengangkutan material yang digunakan di industriindustri besar karena sistem
kerjanya yang efektif, efisien, dan perawatannya tidak terlalu mahal. Pengangkutan
material dalam industri sangat berperan penting karena proses industri yang berjalan
cepat akan meminimalkan waktu produksi dan meningkatkan jumlah produksi [2]
Pada tugas akhir selanjutnya membahas mengenai perancangan sistem HMI
(Human Machine Interface) pada prototype konveyor pengangkutan material yang
memiliki fungsi sebagai sistem monitoring dan pengontrolan terhadap sebuah plant
HMI (Human Machine Interface) dirancang dalam berupa software. Software yang
digunakan berasal dari Omron yaitu CX-Supervisor versi 3.22. HMI tersebut
mempunyai peran yang sangat penting dalam lingkup industri karena operator dengan
sangat mudah dapat memonitor dan mengontrol dari jarak jauh melalui komputer pusat
(workstation) serta dapat membantu dalam record data.
B. Definisi
Suatu sistem yang berfungsi menghubungkan antara manusia dan teknologi
mesin. Sistem HMI sebenarnya sudah cukup popular di kalangan industri. Pada
umumnya HMI berupa komputer dengan display di Monitor CRT/LCD dimana kita
bisa melihat keseluruhan sistem dari layar tersebut. tampilan komputer khusus yang
diprogram untuk memberikan akses selektif ke variabel tertentu dalam memori PLC,
umumnya disebut sebagai Human Machine Interface, atau HMI. HMI dapat
berbentuk komputer dengan tujuan umum yaitu menjalankan perangkat lunak grafis
khusus untuk berinteraksi dengan PLC, atau sebagai komputer tujuan khusus yang
dirancang untuk dipasang di bagian depan panel lembaran logam untuk tidak
melakukan tugas selain antarmuka operator-PLC .
HMI (Human Machine Interface) adalah membuat fungsi dari teknologi nyata.
Dengan membuat desain HMI yang sesuai, akan membuat pekerjaan fisik lebih
mudah pada hampir semua solusi teknis, efektifitas dari HMI adalah dapat
memprediksi penerimaan user terhadap seluruh solusi yang ada. konsep HMI yang
Moderen pada industri adalah sebagai media komunikasi antara operator dengan
perancangan yang secara ideal mampu memberikan informasi yang diperlukan, agar
perencanaan yang dilakukan dengan tingkat efisiensi maksimum. HMI merupakan
sarana bagi operator untuk mengakses sistem otomasi di lapangan yang mencangkup
operasional , pengembangan, perawatan troubeleshooting.
fungsi dari HMI yaitu:
1. Memberikan informasi plant yang up-to-date kepada operator melalui graphical
user interface.
2. Menerjemahkan instruksi operator ke mesin
3. Engineering Development Station
Bagian-bagian dari Human Machine Interface (HMI) Meliputi;
1. Tampilan Statis dan Dinamik
2. Manajemen Alarm
3. Trending
4. Reporting
Berikut Prnjrlasannya :
1. Tampilan Statis dan Dinamik
Pada tampilan HMI terdapat dua macam tampilan yaitu Obyek statis dan
Obyek dinamik
1. Obyek statis, yaitu obyek yang berhubungan langsung dengan peralatan atau
database. Contoh : teks statis, layout unit produksi
2. Obyek dinamik, yaitu obyek yang memungkinkan operator berinteraksi dengan
proses, peralatan atau database serta memungkinkan operator melakukan aksi
kontrol. Contoh : push buttons, lights, charts
2. Manajemen Alarm
Suatu sistem produksi yang besar dapat memonitor sampai dengan banyak
alarm. dengan banyak alarm tersebut dapat membingungkan operator. Setiap
alarm harus di-acknowledged oleh operator agar dapat dilakukan aksi yang sesuai
dengan jenis alarm. Oleh karena itu dibutuhkan suatu manajemen alarm dengan
tujuan mengeleminir alarm yang tidak berarti
Jenis-jenis alarm yaitu;
a. Absolute Alarm
• High dab High-High
• Low dan Low-Low
b. Deviation Alarm
• Deviation High
• Deviation Low
c. Rote of Change Alarms
• Positive Rate of Change
• Negative Rate of Change
3. Trending
Perubahan dari variable proses kontinyu paling baik jika dipresentasikan
menggunakan suatu grafik berwarna. Grafik yang dilaporkan tersebut dapat secara
summary atau historical.
4. Reporting
Dengan reporting akan memudahkan pembuatan laporan umum dengan
menggunakan report generator seperti alarm summary reports. Selain itu, reporting
juga bisa dilaporkan dalam suatu database, messaging system, dan web based
monitoring. Pembuatan laporan yang spesifik dibuat menggunakan report generator
yang spesifik pula. Laporan dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain melalui
aktivasi periodik pada selang interfal tertentu misalnya kegiatan harian ataupun
bulanan dan juga melalui operator demand.
HMI biasa digunakan dalam dunia industri disebut juga sebuah tempat di mana
interaksi antara manusia dan mesin terjadi. Tujuan dari interaksi antara manusia dan
mesin pada antarmuka pengguna adalah pengoperasian dan kontrol mesin yang efektif,
dan umpan balik dari mesin yang membantu operator dalam membuat keputusan
operasional. Contoh-contoh dari konsep luas antarmuka pengguna ini termasuk aspek-
aspek interaktif dari sistem operasi komputer, alat-alat, kontrol operator mesin berat,
dan kontrol proses.
Gambar 1. Tampilan HMI
Tampilan yang diperlihatkan gambar tersebut adalah untuk memantau proses
adsorpsi ayunan vakum (VSA) untuk memurnikan oksigen yang diekstraksi dari udara
sekitar. Di suatu tempat, sebuah PLC (atau kumpulan PLC) sedang memantau dan
mengendalikan proses VSA ini, dengan perangkat lunak HMI bertindak sebagai
"jendela" ke dalam memori PLC untuk menampilkan variabel terkait dalam bentuk
yang mudah diinterpretasikan untuk personel operasi. Komputer pribadi yang
menjalankan perangkat lunak HMI ini terhubung ke PLC melalui kabel jaringan digital
seperti Ethernet.
HMI adalah beruapa suatu layar layaknya monitor komputer penghubung ke CPU,
semua proses dapat dikeluarkan untuk dilihat oleh kita di layar HMI dan juga dapat kita
Kontrol. HMI ini adalah seperti muka mesin dan komunikasi kita kemesin melalui
muka tersebut.
HMI memvisualisasikan kejadian, peristiwa, atau pun proses yang sedang terjadi di
plant secara nyata sehingga dengan HMI operator lebih mudah dalam melakukan
pekerjaan fisik (Irvine, 2001). Biasanya HMI digunakan juga untuk menunjukkan
kesalahan mesin, status mesin, memudahkan operator untuk memulai dan
menghentikan operasi, serta memonitor beberapa part pada lantai produksi.
HMI ini juga pada dasarnya kosong saat masih keluar dari pabrikan dan harus di
program, Programnya pun sama dengan PLC yang harus sama merk HMI dengan
SOFTWAREnya, adapun contoh nya adalah :
• HMI merk SIEMENS, maka harus memakai software : WinCC software atau yang
terbaru sekarang TIA PORTAL
• HMI merk SCHNEIDER, maka harus memakai software : Magelis, VijeoCitect,
Intouch(Wonderware)
• HMI merk AB, memakai software FACTORY TALK dan RS. VIEW
• HMI merk OMRON, maka harus memakai software CX-Designer, NA-Series,NB-
Series, NS-Series
• HMI merk MITSUBISHI, maka harus memakai software PX-Developer, GT
SoftGOT
C. Komunikasi Human Machine Interface (HMI)
HMI dioperasikan dengan menggunakan PLC dan PC, karena itu diperlukan
adanya komunikasi antara HMI ke PC maupun dari HMI ke PLC. Selain itu HMI juga
dapat berkomunikasi langsung dengan station dan printer. Komunikasi antara HMI dan
PLC terhubung menggunakan kabel Serial Port DB 9 to DB 9. Selain itu HMI Omron
dapat berkomunikasi dengan station processing, handling, testing, dan storage
menggunakan DB 9 to DB 9 dan DB 25 to DB 25.
Gambar 2. Komunikasi HMI
D. Hubungan PLC dengan HMI
Gambar 3. Hubungan PLC dengan HMI
HMI Touch Screen Panel diproduksi oleh banyak merk perusahaan otomasi
seperti Omron, Mitsubishi, Keyence, Siemens dan lainnya dimana diperlukan
software khusus untuk pengisian programnya. HMI umumnya dipasangkan dengan
PLC, namun demikian keduanya tidak selalu harus berasal dari merk yang sama
asalkan memiliki tipe komunikasi yang sama. Komunikasi standard yang dimiliki oleh
HMI untuk berkerja bersama PLC adalah komunikasi serial.
E. Diagram Kerja Human Machine Interface (HMI)
Gambar 4. Diagram Kerja
Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4., HMI dibagi menjadi komponen untuk
Presentation & Control (sebagai Human Interface), Dialogue dan Information
Preprocessing, dan Application Interface sebagai komponen fungsi dasar dari sistem
HMI, sedangkan User Model, Explanation dan Tutoring, dan Application Model
adalah komponen fungsi lanjutan dari sistem HMI (Johannsen 1996).
F. Struktur Perancangan HMI
Penjelasan diagram sebagai berikut :
• Main menu
Merupakan menu tampilan awal untuk memasuki display, bisa juga
dimasukkan menu security atau pengamanan sehingga orang yang
menggunakan harus memasukan password terlebih dahulu.
• Plant overview
Menu ini dapat berupa gambaran grafis dari keseluruhan system. Bagian ini
umumnya memiliki link navigasi ke beberapa group local dari plant.
• Area graphics
Menampilkan detail dari keseluruhan proses berserta status peralatannya dalam
area plant tertentu. Selain dapat juga menampilkan data yang diberikan
peralatan oleh PLC (status, data & kondisi dari peralatan)
• Control displays
Berfungsi untuk melakukan pengendalian output di plant dari software,
memberikan ruang/field bagi inputan operator (grafis atau teks), memberikan
range tertentu (max-min) serta memberikan informasi seperti status, mode
(auto/manual), jam kerja, siklus proses, dll.
• Setpoint display
Untuk melihat dan melakukan setting (adjust) semua setpoint dari sistem
kontrol.
• Trend display
Memberikan tampilan grafis dari variable proses.
• Alarm summary displays
Menampilkan daftar alarm yang diterima oleh software dan dapat diatur
prioritasnya sesuai kebutuhan.
G. HMI dalam SCADA
Human machine interface merupakan bagian penting dari sistem scada. HMI
menjembatani bagi operator untuk memahami proses yang terjadi pada mesin. Tanpa
HMI, operator akan kesulitan dalam mengawasi dan mengendalikan mesin tersebut.
Gambar berikut menunjukkan HMI dalam sebuah sistem SCADA .
Gambar 5. HMI dalam SCADA
Fungsi Utama HMI pada sistem SCADA
Secara umum HMI berfungsi untuk memudahkan operator atau manusia dalam
melakukan:
• Pengawasan plant
• Pengendalian plant
• Penanganan alarm
• Akses ke historical data dan historical trend
H. Pembuatan Tampilan HMI
Untuk mengoperasikan HMI diperlukan adanya pembuatan tampilan pada layar
terlebih dahulu. Pembuatan tampilan pada screen HMI akan dibantu dengan
menggunakan CX-Designer. Namun sebelum melakukan pembuatan tampilan HMI
diperlukan pengaturan parameter pada CX-Programmer, CX-Designer, dan HMI.
1. Setting Komunikasi
Pengaturan parameter atau setting komunikasi HMI yang akan digunakan adalah
sebagai berikut ini :
a. Tekan dua permukaan kanan atas dan kiri atas pada layar HMI
b. Pilih Comm yang terdapat pada tampilan layar menu.
c. Ubah communication yang terdapat pada kolom Serial Port A menjadi NT
Link 1:N
d. Tekan tombol write yang terdapat pada layar HMI yang berwarna merah dan
HMI akan me-restart
Gambar 6. Setting komunikasi HMI
Setelah mengatur parameter pada sistem menu HMI, selanjutnya melakukan
setting parameter atau komunikasi CX-Designer yang akan digunakan untuk membuat
tampilan pada layar HMI. Untuk mengatur parameter atau setting komunikasi CX-
Designer dilakukan langkah langkah berikut ini :
a. Buka aplikasi CX-Designer yang sudah diinstall pada PC.
b. Tekan PT pada toolbar.
c. Tekan Communication Setting
d. Option connect except for a serial port where a communication error occurs diubah
menjadi “Yes”
Gambar 7. Tampilan Setting Aplikasi CX-Designer
2. Pembuatan Design Tampilan HMI pada CX-Designer
Pembuatan design tampilan layar pada HMI dilakukan di CX-Designer, berikut
ini adalah langkah-langkah dalam pembuatannya :
a. Buka aplikasi CX-Designer yang sudah diinstal pada PC
b. Klik “File” lalu “New Project”.
c. Pilih “Model” menjadi “HMI NS8-TV00-V2” dan “System Version” menjadi
“8.2”.
d. Ubah “Project Title” dan “File Name” sesuai dengan yang diinginkan. e. Klik
“OK”.
Gambar 8. Menu New Design Tampilan HMI pada CX-Designer
Setelah kita melakukan langkah-langkah tersebut barulah kita bisa memulai
membuat design tampilan untuk HMI. Untuk membuat design tampilan kita dapat
menggunakan tools yang terdapat pada CX-Designer.
3. Pembuatan Program HMI
Pembuatan program untuk modul HMI dilakukan dengan menggunakan
perangkat lunak CX-Programmer. Software CX-Programmer memungkinkan kita
untuk dapat mebuat berbagai macam program, misalnya untuk menjalankan
konveyor line produksi atau bahkan untuk mensimulasikan banyak hal.
Programprogram ini nantinya dapat kita tampilkan menggunakan modul HMI.
Gambar 9. Tampilan Program di CX - Programmer
4. Transfer Data HMI
Design tampilan HMI yang telah dibuat di CX-Designer dan program yang
telah dibuat di CX-Programmer harus ditransfer ke modul HMI. Hal ini bertujuan
agar modul HMI dapat menampilkan tampilan dan program yang telah dibuat.
Untuk mentrasfer tampilan layar dari CX-Designer ke HMI lakukan
langkahlangkah berikut :
Gambar 10. Proses Transfer Data
I. Aspek Penting Merancang HMI
1. Kenali Pengguna Anda
Untuk sebagian besar antarmuka manusia-mesin industri, pengguna dapat
menjadi operator mesin atau sistem atau personil pemeliharaan. Fokus pada apa
yang ingin diketahui dan dikendalikan oleh pengguna ini dan bagaimana mereka
ingin berinteraksi dengan sistem. Memiliki antarmuka atau layar terpisah untuk
setiap jenis pengguna mungkin penting dalam sistem yang kompleks. Jangan
mencoba memasukkan semua informasi untuk setiap pengguna ke satu antarmuka
atau sekelompok layar.
2. Kesederhanaan
Antarmuka harus sederhana, bahkan intuitif. Semakin sedikit pelatihan yang
dibutuhkan untuk menggunakan antarmuka, semakin banyak akan digunakan dan
dihargai. Biarkan kekacauan tetap rendah. Gunakan lebih banyak layar dengan
sedikit informasi tentang masing-masing dan berikan kontrol navigasi yang jelas
di antara layar.
3. Visibilitas
Harus ada visibilitas ke semua area tanpa membanjiri pengguna dengan
informasi asing atau tidak dibutuhkan. Gunakan bilah navigasi berkode warna
untuk memberikan gambaran umum tentang status sistem secara
keseluruhan. Gunakan animasi untuk menarik perhatian pada kesalahan dan
masalah lainnya. Berikan tautan navigasi intuitif untuk memungkinkan akses
cepat ke kesalahan dan prosedur pemulihan.
4. Konsistensi
Jika HMI Anda berisi banyak antarmuka atau layar, informasinya
menampilkan, tata letak, dan tindakannya harus konsisten dengan layar
lainnya. Jangan meletakkan tombol navigasi di bagian bawah satu layar dan di atas
yang lain, dan gunakan kode warna standar di seluruh antarmuka.
J. Aplikasi HMI Pada Industri
Gambar 11. HMI Pada Industri
Panel dan perangkat lunak HMI modern hampir secara eksklusif berbasis tag,
dengan setiap objek grafik pada layar terkait dengan setidaknya satu nama tag data,
yang pada gilirannya terkait dengan titik data (bit, atau kata-kata) dalam PLC melalui
tag.
Objek grafik pada layar HMI dapat menerima (baca) data dari PLC untuk
menyajikan informasi yang berguna kepada operator, mengirim (menulis) data ke PLC
dari input operator, atau keduanya. Tugas pemrograman unit HMI terdiri dari
membangun database nama tag dan kemudian menggambar layar untuk
mengilustrasikan proses hingga tingkat detail yang baik karena operator perlu
menjalankannya.
Gambar 12. Tag Name Database PLC To HMI
Alamat PLC ditampilkan dalam format register Modbus). Dalam banyak kasus editor
nama tag akan dapat menampilkan titik memori PLC yang sesuai dengan cara yang
sama seperti yang muncul pada perangkat lunak editor pemrograman PLC (mis. I: 5/10,
SM0.4, C11, dll).
Contoh lainnya :
1. Sistem kontrol konveyor
Cara Kerja Sistem Konveyor Berikut diagram blok sistem yang dibuat dalam
tugas akhir. Gambar 13.
Gambar 13. Diagram Blok Sistem Kerja Konveyor
Diagram blok berikut ini adalah penjelasan secara umum dari blok diagram di atas
adalah sebagai berikut :
a. PC (CX-Supervisor)
CX-Supervisor adalah perangkat lunak antar muka berbasis Human Machine
Interface (HMI) yang digunakan sebagai tampilan sebuah plant untuk memonitor
dan mengontrol.
b. PLC
Digunakan sebagai controller modul konveyor. Antara PLC dengan panel kontrol
PLC Omron CQM1 dipilih karena jumlah I/O yang sesuai dengan kebutuhan
operasi sistem [3].
c. Database (Microsoft Access) Microsoft Access digunakan sebagai database untuk
menyimpan dan memanggil kembali data yang tersimpan.
d. RS-232
RS-232 merupakan downloader yang digunakan untuk menghubungkan PLC
dengan komputer serta untuk mentransfer data dari komputer ke PLC.
e. Motor DC
Motor DC Sebagai penggerak konveyor pada plant sistem yang dikendalikan.
Motor DC yang digunakan adalah motor DC magnet permanen yang biasa
digunakan pada wiper mobil.
f. Push Button
Perangkat keras ini memiliki 2 Push Button yaitu start dan stop. Masing-masing
digunakan untuk menghidupkan sistem dan memberhentikan sistem.
g. Photodioda Sensor
Photodioda digunakan untuk mendeteksi ketinggian material yang berada di
dalam hopper. Ketika material menutupi photodioda, maka relay DC akan aktif
dan memberi perintah ke PLC. 9.
h. Limit switch
Limit switch berjumlah dua yang berada di bawah pada hoper 7. Digunakan untuk
mendeteksi kotak. Ketika kotak menyentuh limit switch maka penampungan
akhir akan terbuka secara otomatis.
i. Solenoid
Solenoid merupakan aktuator yang berada dibagian bawah hoper. Solenoid akan
bekerja apabila sensor photodioda mendeteksi benda di dalam hoper. 11.
j. Buzzer
Buzzer merupakan keluaran dari sistem yang digunakan untuk mengawali sistem
bekerja saat tombol push button start ditekan
2. Perancangan SCADA
Perancangan SCADA dibuat menggunakan software CXSupervisor Ver 3.22.
Dalam hal ini untuk perancangan SCADA digunakan ladder diagram sebagai point
address pada HMI. Perancangan SCADA ini meliputi perancangan HMI yang
berfungsi sebagai media untuk melakukan monitoring dan kontrol terhadap plant,
dan perancangan database menggunakan MS Access yang digunakan sebagai media
penyimpanan data yang terhubung kepada HMI [1].
Gambar 14. Rancangan sistem SCADA
Sistem SCADA yang dipakai untuk melakukan monitoring dan pengontrolan pada
prototype dibagi kedalam 3 subbagian yaitu:
• Master Station
• Protokol Komunikasi
• Slave Station
3. Perancangan Perangkat Lunak
Perancangan perangkat lunak ini terdiri dari dua bagian yaitu perancangan
ladder diagram dan perancangan HMI. Perancangan ladder diagram telah dilakukan
oleh peneliti sebelumnya [2] dengan PLC Omron CPM1A sebagai pengendali
dengan menanamkan ladder diagram melalui sofware CX-programmer versi 9.
Ladder diagram tersebut digunakan sebagai adderss yang digunakan untuk
menjalankan proses pengangkutan material pada HMI. Perancangan HMI ini
meliputi pengontrolan, pemonitoran ,dan penyimpanan data. Tampilan halaman
yang terdapat pada HMI yaitu halaman awal, halaman demo,dan halaman
workstation. .
4. Perancangan HMI Perancangan HMI pada proses pengemasan air minum ini
digunakan untuk mengontrol dan memonitor plant pada saat proses berlangsung.
perangkat lunak yang digunakan adalah CX-Supervisor. Berikut disajikan diagram
alir sistem yang digunakan dalam tugas akhir ini.
Gambar 15. Diagram alir penelitian
5. Prinsip Kerja HMI Pada Model Konveyor
Berikut ini adalah deskripsi cara kerja sistem pengangkutan material pada
prototype konveyor secara umum:
a. Sistem terdiri dari dua bagian yaitu bagian plant (perangkat keras) dan bagian
aplikasi (perangkat lunak).
b. Proses dapat dimulai dengan menekan tombol start pada plant di lapangan atau
dengan menekan tombol start pada aplikasi.
c. Dalam proses pengangkutan material, sensor dan aktuator yang aktif akan dapat
di lihat dari aplikasi. Kondisi material dan keadaan level material pada hoper tidak
ditampilkan dalam aplikasi.
d. Bagian aplikasi dapat mengirimkan perintah dan menerima data dari bagian alat
dan mengolahnya menjadi data yang dibutuhkan oleh user.
e. Bagian aplikasi akan mengambil data pada semua sensor dan aktuator yang
digunakan pada plant berupa lama pemakaian. Data tersebut digunakan untuk
mempermudah proses maintenance.
f. Hanya supervisor yang dapat melakukan semua fungsi aplikasi, dan selain
supervisor hanya dapat melakukan fungsi-fungsi tertentu saja.
Gambar 16. Halaman workstation
6. Perancangan Database
Perancangan database yang dibuat adalah membuat database sebagai tempat
dimana data yang diperlukan dapat disimpan. Perancangan database menggunakan
microsoft access sebagai media penyimpan data dari HMI. Proses pengaksesan, dan
manipulasi data dapat dilakukan melalui aplikasi karena microsoft access terhubung
langsung dengan microsoft access. Fungsi menyimpan data pada database adalah
salah satu fungsi penting dalam perancangan basis data. Data yang sudah di simpan
pada database tidak dapat hilang ketika aplikasi di tutup dan data tersebut dapat
digunakan sebagai inisialisasi awal pada pemakaian aplikasi berikutnya.
Gambar 17. Relasi antar table
REFERENSI
1. Tony R. Kuphaldt – Lessons In Industrial Instrument.
2. [Link]
[Link] (Diakses 28 November 2019).
3. [Link]
[Link]
4. Omron Guide Book,”CX-Supervisor User Manual Software Release 2.0”.
5. [Link]