0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Perbandingan IPS dan Ilmu Sosial

Dokumen ini membahas perbandingan antara Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan ilmu-ilmu sosial, menekankan bahwa IPS adalah bidang kajian yang berfokus pada masalah kemasyarakatan dengan pendekatan multidisiplin. Selain itu, dokumen ini menjelaskan nilai edukatif dalam pembelajaran IPS yang bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia melalui peningkatan perilaku sosial, kepedulian, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Pembelajaran IPS juga mendorong keterampilan sosial dan kerja sama di luar lingkungan sekolah.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Perbandingan IPS dan Ilmu Sosial

Dokumen ini membahas perbandingan antara Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan ilmu-ilmu sosial, menekankan bahwa IPS adalah bidang kajian yang berfokus pada masalah kemasyarakatan dengan pendekatan multidisiplin. Selain itu, dokumen ini menjelaskan nilai edukatif dalam pembelajaran IPS yang bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia melalui peningkatan perilaku sosial, kepedulian, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Pembelajaran IPS juga mendorong keterampilan sosial dan kerja sama di luar lingkungan sekolah.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : MUDMAINAH

NIM : 587831959

MATKUL : KONSEP DASAR IPS

1. Coba bandingkan IPS dan Ilmu-ilmu sosial !


Jawab :
IPS sering disebut dengan istilah-istilah antropologi sosiologi ekonomi geografi, sejarah politik
ataupun psikologi sosial. Terkadang pula ada yang mengaitkan bidang studi IPS dengan filsafat
atau religi, seni dan musik kesusastraan bahkan dihubungkan pula dengan science.
IPS dengan ilmu-ilmu sosial memiliki perbedaan yang mendasar namun antara IPS dan ilmu-ilmu
sosial keduanya tidak bisa dipisahkan karena secara tradisional antara IPS dan ilmu sosial
memang sudah saling berhubungan. Pendekatan ilmu ilmu sosial atau tidak diterapkan dalam
pembelajaran ilmu pengetahuan sosial atau IPS di sekolah IPS lebih menekankan kepada
pendekatan dalam IPS dapat menjadi suatu isu pertanyaan atau permasalahan yang perspektif
interdisiplin.
erdapat sejumlah perbedaan antara ilmu pengetahuan sosial (IPS) sebagai bidang studi dengan
disiplin ilmu-ilmu sosial ( Sosial Sciences), antara lain :

1. IPS itu bukanlah suatu disiplin ilmu seperti halnya ilmu sosial, tetapi IPS lebih tepat dilihat
sebagai bidang kajian yaitu suatu kajian terhadap masalah-masalah kemasyarakatan.

2. Pendekatan yang dilakukan dalam IPS menggunakan pendekatan multidisiplin atau


interdisiplin, tidak seperti halnya ilmu sosial yang menggunakan pendekatan disiplin ilmu atau
monodisiplin.

IPS sengaja dirancang untuk kepentingan kependidikan oleh karena itu, keberadaan IPS lebih
memfokuskan pada dunia per sekolahan, tidak seperti ilmu sosial keberadaannya bisa di dunia
per sekolahan kamu perguruan tinggi atau dipelajar.
Terdapat beberapa nilai dalam pembelajaran IPS yang tujuannya untuk pengembangan sumber
daya manusia (SDM) diantaranya :

2. 1. Nilai edukatif

Salah satu tolok ukur keberhasilan pelaksanaan pendidikan IPS yaitu adanya perubahan perilaku
sosial berupa titik kearah yang lebih baik. Perilaku tersebut yang meliputi aspek-aspek kognitif
efektif, dan psikomotor. Peningkatan kognitif di sini tidak hanya terbatas makin meningkatnya
pengetahuan sosial, melainkan pula peningkatan nalar sosial dan kemampuan mencari alternatif
- alternatif pemecahan masalah sosial. Oleh karena itu, materi yang dibahas pada pendidikan IPS
ini, jangan hanya terbatas pada kenyataan, fakta dan data sosial, melainkan juga mengangkat
masalah sosial yang terjadi sehari-hari. Lontaran masalah sosial itu tidak selalu dari Anda selaku
pembelajar IPS, melainkan akan lebih baik lagi dari peserta didik sendiri mengangkat atau
melontarkan masalah tersebut. Melalui suasana yang demikian ke mana lar sosial dan
kemampuan mencari alternatif pemecahan masalah sosial dari peserta didikmu makin
meningkat.

Peningkatan perilaku sosial melalui pembinaan yang yudikatif, tidak hanya terbatas pada
perilaku kognitif umum melainkan lebih mendalam lagi berkenaan dengan perilaku efektifnya.
Justru perilaku inilah yang lebih mewarnai aspek kemanusiaan. Melalui pendidikan IPS,
perasaan, kesadaran, penghayatan, sikap, kepedulian, dan tanggung jawab sosial peserta didik
ditingkatkan. Kajian mereka terhadap kepentingan sosial, penderitaan orang lain, perilaku yang
menyimpang dari norma dan nilai, melalui IPS yang ditanamkan sampai menyentuh nuraninya.
Masalah sebagai fakta sosial diproses melalui berbagai metode dan pendekatan sampai betul-
betul membangkitkan kepedulian serta tanggung jawab sosial peserta didik.

3. Kepedulian dan tanggung jawab sosial, secara nyata dikembangkan dalam pendidikan IPS untuk
mengubah perilaku peserta didik bekerja sama gotong royong dan membantu pihak-pihak yang
membutuhkan. Pengembangan perilaku psikomotor tidak terbatas hanya keterampilan fisik
dalam memanipulasi alat dan media pembelajaran IPS melainkan yang paling utama
mengembangkan keterampilan sosial seperti telah dikemukakan di atas. Keterampilan sosial
peserta didik dalam bentuk kerjasama, gotong royong dan menolong pihak lain. Secara
meyakinkan ditingkatkan melalui pendidikan IPS. Proses pembelajaran yang demikian rumah
tidak hanya terbatas di dalam kelas dan di sekolah pada umumnya, melainkan lebih jauh
daripada itu dilaksanakan dalam kehidupan taktis sehari-hari. Tugas mengamati masalah
lingkungan dan masalah sosial pada umumnya serta kerja sosial, seperti gotong royong
membersihkan lingkungan rumah serta terarah dalam berkesinambungan global diberikan
kepada peserta didik pada pendidikan IPS ini.
4.

Anda mungkin juga menyukai