DAFTAR ISI
KATA PENGANTARi
DAFTAR ISIii
BAB I PENDAHULUAN1
[Link] BELAKANG1
[Link] MASALAH1
C.TUJUAN1
D.MANFAAT1
BAB II PEMBAHASAN2
[Link] PEMBELAJARAN IPS2
[Link] PEMBELAJARAN IPS2
[Link]-MODEL PEMBELAJARAN IPS SD2
BAB III PENUTUP3
A.KESIMPULAN3
B.SARAN3
DAFTAR PUSTAKA4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Secara sederhana istilah pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan seseorang
atau sekelompok orang melalui satu atau lebih strategi, metode, dan pendekatan
tertentu ke arah pencapaian tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Belajar dan
mengajar merupakan dua konsep yang saling terkait dalam proses belajar mengajar dan
efektivitanya dapat tercapai dengan memanfaatkan sumber pembelajaran. Salah satu
mata pelajaran yang diajarankan dalam pembelajaran di sekolah dasar adalah Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS). Pendidikan IPS pada tingkat sekolah dasar menggunakan
pendekatan secara terpadu atau fusi.
Hal ini disesuaikan dengan karakteristik tingkat perkembangan usia peserta didik SD
yang mash pada taraf berfikir abstrak.
Pengembangan pendidikan IPS tidak hanya diarahkan pada pengembangan kompetensi
yang berkaitan dengan aspek intelektual saja. Keterampilan sosial menjadi salah satu
faktor yang dikembangkan sebagai kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
Keterampilan mencari, memilih, mengolah dan menggunakan informasi untuk
memberdayakan diri serta keterampilan bekerjasama dengan kelompok yang majemuk
nampaknya merupakan aspek yang sangat penting dimiliki oleh peserta didik yang kelak
akan menjadi warga negara dewasa dan berpartisipasi aktif di era global. Oleh karena
itu, guru harus memahami model-model pembelajaran yang tepat untuk mata pelajaran
IPS serta mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran IPS dengan baik
sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
B. Rumusan Masalah
[Link] pengertian dari mempelajari IPS?
2. Apa tujuan dari pembelajaran IPS?
3. Bagaimana bentuk-bentuk model pembelajaran IPS di SD?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian mempelajari IPS.
2. Untuk mengetahui tujuan pembelajaran IPS.
3. Untuk mengetahui tentang bentuk-bentuk model pembelajaran IPS di SD
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan IPS
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu
sosial dan humaniora, yaitu: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum,
dan budaya. Ilmu pengetahuan sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena
sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-
cabang ilmu sosial diatas.
Muhammad Numan Somantri (2001: 92) menyatakan bahwa Pendidikan IPS di
sekolah (dasar dan menengah) merupakan pengintegrasian dari berbagai disiplin ilmu
sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan, disajikan
secara ilmiah dan peda gogis untuk tujuan pendidikan. Pendidikan IPS untuk sekolah
disajikan terpadu dengan mengintegrasikan beberapa disiplin ilmu yang ditujukan
untuk kepentingan pendidikan. Keterpaduan berbagai disiplin ilmu ini siswa
diharapkan mampu mencapai tujuan dari pendidikan itu sendiri.
Kritis dan inquiri. Melalui pendidikan IPS di sekolah diharapkan siswa mampu
mengembangkan kemampuan-kemampuan seorang warga negara yang baik sehingga
dapat memecahkan persoalan-persoalan di lingkungannya. Pengertian di atas dapat
disimpulkan bahwa IPS adalah perpaduan cabang-cabang ilmu sosial dan humaniora
termasuk di dalamnya agama, filsafat, dan pendidikan, bahkan juga menyangkut
aspek-aspek ilmu kealaman dan teknologi.
Jadi pembelajaran IPS adalah interaksi dua arah dari seorang guru dan peserta didik,
dimana antara keduanya terjadi komunikasi (transfer) yang intens dan terarah menuju
pada suatu tujuan pembelajaran IPS yang telah ditetapkan sebe lumnya.
[Link] pembelajaran IPS
Tujuan pendidikan IPS dikembangkan atas dasar pemikiran bahwa pendidikan IPS
merupakan suatu disiplin ilmu. Oleh karena itu pendidikan IPS harus mengacu pada
tujuan Pendidikan Nasional. Dengan demikian tujuan pendidikan IPS adalah
mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menguasai disiplin ilmu-ilmu sosial
untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih tinggi.
Ada tiga aspek yang harus dituju dalam pengembangan pendidikan IPS, yaitu aspek
intelektual, kehidupan sosial, dan kehidupan individual. Pengembangan kemampuan
intelektual lebih didasarkan pada pengembangan disiplin ilmu itu sendiri serta
pengembangan akademik dan thinking skill. Tujuan intelektual berupaya untuk
mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami disiplin ilmu sosial.,
kemampuan berpikir, kemampuan prosesual dalam mencari informasi dan
mengkomunikasikan hasil temuan. Pengembangan kehidupan sosial berkaitan dengan
pengembangan kemampuan dan tanggung jawab siswa sebagai anggota masyarakat.
Tujuan ini mengembangkan kemampuan sepeti berkomunikasi, rasa tanggung jawab
sebagai warga negara dan warga dunia, kemampuan berpartisipasi dalam kegiatan-
kegiatan kemasyarakatan dan bangsa. Termasuk dalam tujuan ini adalah
pengembangan pemahaman dan sikap positif siswa terhadap nilai, norma dan moral
yang berlaku dalam masyarakat. (Sundawa, 2006)
Fokus utama dari program IPS adalah membentuk iindividu-individu yang memahami
kehidupan sosialnya-dunia manusia, aktivitas dan interaksinya yang ditujukan untuk
menghasilkan anggota masyarakat yang bebas, yang mempunyai rasa tanggung
jawab untuk melestarikan, malanjutkan dan memperluas nilai-nilai dan ide-ide
masyarakat bagi generasi masa depan.
Ada 3 kajian utama berkenaan dengan dimensi tujuan pembelajaran IPS di SD, yaitu:
1. Pengembangan Kemampuan Berpikir Siswa
Pengembangan kemampuan intelektual adalah pengembangan kemampuan siswa
dalam berpikir tentang ilmu-ilmu sosial dan masalah-masalah kemasyarakatan. Udin
S. Winataputra (1996) mengemukakan bahwa dimensi intelektual merujuk pada ranah
kognitif terutama yang berkenaan dengan proses berpikir atau pembelajaran yang
menyangkut proses kognitif bertaraf tinggi dari mulai kemampuan pemahaman
sampai evaluasi. S. Hamid Hasan (1998) menambahkan bahwa pada proses berpikir
mencakup pula kemampuan dalam mencari informasi, mengolah informasi dan
mengkomunikasikan temuan.
2. Pengembangan Nilai dan Etika Sosial
S. Hamid Hasan (1996) mengartikan nilai sebagai sesuatu yang menjadi kriteria suatu
tindakan, pendapat atau hasil kerja itu bagus/ positif atau tidak bagus/ negatif. Franz
Von Magnis (1985) menyatakan bahwa etika adalah penyelidikan filsafat tentang
bidang moral, ialah bidang yang mengenai kewajiban-kewajiban manusia serta
tentang yang baik dan yang buruk.
[Link] Tanggung Jawab dan Partisipasi Sosial
Dimensi yang ketiga dalam pembelajaran IPS adalah mengembangkan tanggung
jawab dan partisipasi sosial yakni yang mengembangkan tujuan IPS dalam
membentuk warga negara yang baik, ialah warga negara yang berpartisipasi aktif
dalam kehidupan bermasyarakat.
[Link]-Model Pembelajaran IPS SD
Menurut Susilowaty (2013) terdapat beberapa model pembelajaran untuk mengatasi
masalah pembelajaran IPS.
Beberapa dari sejumlah pendekatan yang menjadi rujukan secara parsial terliput
dalam kerangka teknis model pilihan berikut antara lain:
1. Model inkuiri
Model inkuiri adalah salah satu model pembelajaran yang memfokuskan kepada
pengembangan kemampuan peserta didik dalam berpikir reflektif kritis dan kreatif.
Pengembangan strategi pembelajaran dengan model inkuiri dipandang sangat sesuai
dengan karakteristik materi pendidikan pengetahuan sosial yang bertujuan
mengembangkan tanggungjawab individu dan kemampuan berpartisipasi aktif baik
sebagai anggota masyarakat
dan warganegara.
[Link] Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique)
VCT adalah salah satu teknik pembelajaran yang dapat memenuhi tujuan
pancapaian pendidikan nilai. VCT berfungsi untuk: a) mengukur atau mengetahui
tingkat kesadaran siswa tentang suatu nilai; b) membina kesadaran siswa tentang
nilai-nilai yang dimilikinya baik yang positif maupun yang negatif untuk kemudian
dibina kearah peningkatan atau pembetulannya; c) menanamkan suatu nilai kepada
peserta didik melalui cara yang rasional dan diterima mereka sebagai milik
pribadinya.
3. Model bermain peta
Keterampilan menggunakan dan menafsirkan peta dan globe merupakan salah satu
tujuan penting dalam pembelajaran pengetahuan sosial. Peta dan globe memberikan
manfaat, yaitu: a) siswa dapat memperoleh gambaran mengenai bentuk, besar, batas-
batas suatu daerah; b) memperoleh pengertian yang lebih jelas mengenai istilah-istilah
geografi; c) memahami peta dan globe. Dalam memahami peta dan globe diperlukan
beberapa syarat yaitu : (a) arah, (b) skala,; (c) lambang-lambang,; (d) warna.
4. Pendekatan ITM (Ilmu Teknologi dan Masyarakat)
Pendekatan ITM (Ilmu, Teknologi, dan Masyarakat) atau juga disebut STS
(Science-Technology-Society) muncul menjadi sebuah pilihan jawaban atas kritik
terhadap pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang bersifat tradisional. ITM
dikembangkan sebagai sebuah pendekatan guna mencapai tujuan pembelajaran yang
berkaitan langsung dengan lingkungan nyata dengan cara melibatkan peran aktif
peserta didik dalam mencari informasi untuk memecahkan masalah yang ditemukan
dalam kehidupan kesehariannya.
5. Model Portofolio
Sapriya (dalam Winataputra, 2008) menegaskan bahwa portofolio merupakan karya
terpilih kelas atau siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat
kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah
kemasyarakatan. Makna pembelajaran berbasis portofolio dalam pembelajaran
pengetahuan sosial adalah memperkenalkan kepada peserta didik dan membelajarkan
mereka pada metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik
kewarganegaraan atau kemasyarakatan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar agar
peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kepekaan
untuk menghadapi hidup dengan tantangan-tantangannya. Bagi guru IPS, buku
sumber bukan satu-satunya sumber pembelajaran yang dapat digunakan, karena buku
sumber pada umumnya memuat informasi yang sudah lama. Media dan alat peraga
dalam pengajaran merupakan sumber pembelajaran yang dapat membantu guru dalam
melaksanakan perannya sebagai fasilitator. Adanya sumber belajar dipadukan dengan
model pembelajaran yang tepat dapat digunakan untuk merancang dan melaksanakan
pembelajaran IPS di SD dengat tepat agar tercapai tujuan pembelajaran yang
diharapkan
B. Saran
Adapun saran yang disampaikan dalam makalah ini yaitu :
[Link] peserta didik dalam kualitas pembelajaran khususnya di tingkat SD sangat
ditentukan oleh kemampuan guru, oleh karena itu guru harus mampu mengembangkan
kreativitas agar pembelajaran semakin berkualitas.
[Link] meningkatkan kualitas pembelajaran, guru harus bisa menggunakan sumber
belajar dan media serta model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman dengan
memperhatikan karakteristik dan minat peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
Susilowaty, Karunia. (2013). Online :
[Link]
diakses pada 12
Desember 2018.
Sundawa, D. (2006). PEMBELAJARAN DAN EVALUASI HASIL BELAJAR IPS. Bandung: UPI PRESS.