0.
INFORMASI UMUM
0. Identitas Sekolah
Nama : Zammi Laila, [Link] Institusi : SD Negeri 011 Bengkong
Penyusun
Tahun : 2024 Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Pembuatan
Jenjang : SD/MI Kelas : VI (Enam) Reguler
Kode : Fase : Fase C
Tema : BAB I Belajar Pancasila dengan Menyenangkan
Materi Pokok : Belajar Mengamalkan Pancasila: Membuat Program Pribadi dan Menulis
Surat
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (1 x 2 x 35 Menit)
Kata Kunci : Keterhubungan, Sila-sila Pancasila, Praktik, Kehidupan Sehari-hari
Capaian : Pada fase ini, peserta didik memahami kronologi sejarah kelahiran
Pembelajaran Pancasila dan meneladani sikap para perumus Pancasila; memahami
hubungan sila-sila Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh dan makna
nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi
negara; mengidentifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban;
mempraktikkan musyawarah membuat kesepakatan dan aturan bersama;
menghormati, menjaga dan melestarikan keberagaman budaya dalam
bingkai Bhinneka Tunggal Ika; mengenal wilayahnya dalam konteks
kabupaten/kota, provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia; dan menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan
sekolah dan sekitar sebagai wujud bela negara.
Elemen Pancasila
Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para
perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat;
menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh,
menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan
hidup, dan ideologi bangsa dan negara
Undang Undang Republik Indonesia Tahun 1945
Menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, Dasar Negara dan
kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga
mempraktikkan sekolah, dan warga negara; dalam kehidupan sehari-hari;
melaksanakan praktik musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan
bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Bhinneka Tunggal Ika
Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan
keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan
rumah, sekolah, dan masyarakat.
Negara Kesatuan Republik Indonesia
Mengenal wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota, provinsi sebagai
bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; menunjukkan
perilaku, gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah dan
sekitar sebagai wujud bela negara.
B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)
Memahami dasar-dasar filsafat Pancasila.
Memiliki pemahaman tentang nilai-nilai dasar Pancasila.
Mampu menganalisis hubungan antara sila-sila Pancasila.
C. Profil Pelajar Pancasila
1. Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa: Siswa dapat memahami
dan menginternalisasi nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Pancasila. Mereka
dapat menjelaskan bagaimana keyakinan kepada Tuhan yang Maha Esa menjadi
dasar moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. Bergotong Royong: Siswa memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam
kelompok dan menerapkan nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Mereka dapat memahami pentingnya kerjasama dan kebersamaan dalam mencapai
tujuan bersama.
3. Bernalar Kritis: Pelajar mampu menganalisis dan merinci hubungan antara setiap
sila dalam Pancasila. Mereka dapat mengembangkan pemikiran kritis untuk
memahami implikasi dan relevansi setiap sila terhadap kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
D. Sarana dan Prasarana (Materi ajar, Alat dan bahan)
Materi Pokok
Belajar Mengamalkan Pancasila: Membuat Program Pribadi dan Menulis Surat
Media :
Proyektor dan layar, presentasi multimedia, grafik dan infografis
Sumber Belajar Utama atau sumber lain
Buku siswa, artikel, jurnal, dokumen resmi
Sumber Belajar Lain yang relevan
Buku-buku terkait pendidikan pancasila dan sumber online yang relevan
E. Target Peserta Didik
1. Peserta didik reguler/tipikal
2. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
3. Peserta didik dengan kesulitan belajar
F. Jumlah siswa
Maksimum 25 - 37 Siswa
G. Model/Metode Pembelajaran
1. Diskusi kelompok
2. Presentasi
II. KEGIATAN INTI
0. Tujuan Pembelajaran
1. Menjelaskan keterkaitan sila-sila dalam Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh.
B. Pemahaman Bermakna
1. Pemahaman Mendalam tentang Pancasila: Materi ini memberikan kesempatan
untuk lebih memahami nilai-nilai Pancasila dan bagaimana mengamalkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Dengan memahami nilai-nilai seperti gotong royong,
keadilan sosial, dan demokrasi, kita dapat menciptakan program pribadi yang
mencerminkan semangat dan tujuan Pancasila.
2. Pengembangan Keterampilan Menulis Surat: Keterampilan menulis surat adalah
aspek penting dalam komunikasi. Melalui pembelajaran ini, peserta didik dapat
mengasah kemampuan menulisnya, termasuk tata bahasa yang baik dan
penyampaian pesan yang jelas. Menulis surat juga dapat menjadi sarana untuk
mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam berkomunikasi.
3. Pembuatan Program Pribadi: Membuat program pribadi adalah langkah konkrit
untuk mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta
didik diajak untuk merenung tentang nilai-nilai yang ingin diimplementasikan
dalam program pribadi mereka, seperti toleransi, persatuan, dan semangat
kebersamaan.
4. Penguatan Identitas Nasional: Pembelajaran ini dapat menjadi wahana untuk
memperkuat rasa cinta dan identitas nasional melalui pemahaman yang lebih dalam
terhadap Pancasila. Dengan menggabungkan nilai-nilai kebangsaan dalam program
pribadi dan surat yang ditulis, peserta didik dapat merasakan keterkaitan antara
nilai-nilai tersebut dan keberagaman Indonesia.
5. Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif: Proses membuat program pribadi dan
menulis surat mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif. Mereka
perlu merancang solusi yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan
mengkomunikasikannya secara efektif melalui tulisan.
6. Pengembangan Kemampuan Sosial: Gotong royong dan kebersamaan merupakan
nilai yang ditekankan dalam Pancasila. Melalui pembuatan program pribadi, peserta
didik dapat mengembangkan kemampuan sosialnya dengan merancang kegiatan
yang melibatkan partisipasi dan dukungan bersama.
C. Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video,
dan website.
2. Membaca materi pembelajaran
3. Menyiapkan lembar kerja siswa
4. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
D. Apersepsi
Kalian, pelajar Indonesia, mempunyai kesempatan untuk mengamati lingkungan
keluarga, sekolah, dan masyarakat. Di sana kalian dapat menemukan banyak pengalaman
berharga yang dapat menjadi sumber belajar, termasuk belajar tentang nilai-nilai
Pancasila. Di sekitar kita ada banyak orang yang melakukan perbuatan baik dengan
sungguh-sungguh dan tanpa pamrih. Misalnya, orang tua bekerja keras untuk menafkahi
keluarga, mengasuh dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Para orang tua
juga mau bersusah-susah mencari penghasilan tambahan agar dapat memberikan hadiah
untuk anak atau mengajak mereka bertamasya. Para tetangga yang membantu tetangga
lain dengan kesungguhan. Mengapa mereka mau repotrepot melakukannya? Mengapa
mereka mau berkorban untuk orang lain? Ternyata mereka memiliki keyakinan bahwa
kebaikan yang mereka lakukan akan berakibat baik bagi banyak orang. Inilah yang biasa
disebut nilai-nilai. Pancasila mengandung nilai-nilai yang penting dan berharga. Mari
buktikan bahwa ada banyak sumber belajar di luar sana dan temukan itu sebagai sesuatu
yang menyenangkan.
E. Pertanyaan Pemantik
1. Bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila dapat diintegrasikan dalam pembuatan
program pribadi yang mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan?
2. Apa saja langkah-langkah praktis dalam mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila ketika
menulis surat, sehingga surat tersebut dapat menjadi sarana komunikasi yang
menghormati dan membangun hubungan yang baik?
3. Mengapa penting bagi setiap individu untuk belajar dan mengamalkan Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui kegiatan pembuatan program
pribadi dan menulis surat? Bagaimana hal ini dapat mendukung pembentukan
karakter dan identitas nasional?
F. Kegiatan Pembelajaran
Alokas
Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 3 (2 x 35 Menit) i
Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Doa dan salam diucapkan sebagai awal kegiatan.
Absensi peserta didik dilakukan untuk memastikan kehadiran.
10
Peserta didik diajak untuk merefleksikan pengetahuan mereka tentang pengamalan Pancasila
menit
dalam kehidupan sehari-hari.
Guru menyampaikan pemantik berupa pertanyaan singkat terkait pengamalan nilai-nilai
Pancasila di lingkungan mereka.
Kegiatan Inti
Kegiatan Inti 50
Pada pertemuan ini, guru membahas materi mengenai pengamalan pancasila dalam bentuk Menit
membuat program pribadi dan menulis surat.
Pendalaman materi dilakukan dengan menggunakan aktivitas Ayo, Menulis.
Setelah melakukan wawancara dengan narasumber dan berdiskusi dengan teman-teman tentang
pengamalan nilai-nilai Pancasila yang ada di masyarakat, peserta didik diminta untuk
mencermati sikap kalian sehari-hari.
Guru meminta peserta didik menulis kegiatan yang akan mereka lakukan untuk meningkatkan
praktik pengamalan Pancasila, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat dengan
menggunakan format bagan berikut.
Alokas
Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 3 (2 x 35 Menit) i
Waktu
Selanjutnya, guru meminta peserta didik untuk menulis surat yang ditujukan pada orang tua
atau wali.
Dalam surat tersebut, nyatakan bahwa mereka sangat memperhatikan nasihat orangtua mereka.
Jangan lupa, tuliskan salah satu nasihat orangtua yang selalu peserta didik ingat.
Alokas
Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 3 (2 x 35 Menit) i
Waktu
Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi:
Diferensiasi Konten:
Level Kesusasteraan: Berikan opsi berbagai tingkatan kesulitan untuk tugas menulis surat.
Peserta didik yang lebih mampu dapat ditantang dengan memasukkan unsur sastra atau gaya
bahasa yang lebih kompleks.
Konten Berbasis Keahlian: Peserta didik diberikan pilihan untuk meneliti lebih dalam
mengenai salah satu nilai Pancasila dan membuat bagian khusus dalam surat mereka yang
berkaitan dengan nilai tersebut.
Diferensiasi Proses:
Kooperatif vs. Individu: Bentuk kelompok kecil dan berikan setiap kelompok tugas khusus
untuk menyelidiki dan mengeksplorasi nilai Pancasila tertentu. Mereka dapat berbagi temuan
mereka dalam kelompok dan menciptakan satu surat bersama yang mencakup pemikiran
semua anggota kelompok.
Bimbingan Guru: Guru memberikan bimbingan tambahan kepada peserta didik yang
membutuhkan. Mereka dapat memberikan panduan lebih rinci tentang cara menyusun ide-ide
mereka dalam surat atau memberikan saran konkret tentang bagaimana meningkatkan praktik
pengamalan Pancasila.
Diferensiasi Produk:
Media Presentasi: Peserta didik dapat memilih untuk menyampaikan hasil penelitian dan
pemikiran mereka dalam bentuk presentasi multimedia, seperti video, poster, atau slides. Ini
memungkinkan mereka untuk mengekspresikan ide-ide mereka melalui berbagai media.
Surat Kreatif: Selain surat formal, berikan opsi untuk membuat surat kreatif yang mungkin
mencakup unsur seni atau desain. Ini memberi kebebasan ekspresi lebih besar dan dapat
menarik minat peserta didik yang memiliki kecenderungan seni.
Catatan : Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang
meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggung jawab,
rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
Kegiatan Penutup
Evaluasi: Guru mengevaluasi hasil kegiatan dengan memberikan umpan balik terhadap surat
dan bagan yang dibuat peserta didik.
10
Apresiasi: Peserta didik diberi apresiasi atas partisipasi dan usaha mereka.
Menit
Motivasi: Guru memberikan motivasi untuk terus meningkatkan praktik pengamalan
Pancasila.
Penutup: Kegiatan diakhiri dengan doa dan salam.
G. Asesmen/Penilaian
Judul: Pengamalan Pancasila dalam Membuat Program Pribadi dan Menulis Surat
Tujuan: Meningkatkan praktik pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
melalui pembuatan program pribadi dan penulisan surat.
Teknik: Observasi, Penugasan, Tes lisan
Rubrik Penilaian:
RUBRIK PENILAIAN SIKAP
Jurnal Penilaian Sikap Spiritual
Nama Sekolah : SD Negeri 011 Bengkong
Kelas/Semester : VI/Ganjil
Berilah tanda centang (√) pada kolom “Setuju” atau “Tidak Setuju” dengan jawaban yang
jujur.
N Tidak
Pernyataan Setuju
o Setuju
1 Saya berusaha dengan maksimal dalam semua kegiatan
2 Saya selalu berdoa kepada Allah Swt. setiap selesai berusaha
dengan maksimal
3 Saya meyakini bahwa apa yang dihasilkan karena semata-mata
atas usaha kita sendiri
4 Saya meyakini bahwa Allah Swt. telah memilihkan yang terbaik
bagi hamba-Nya atas semua yang telah diusahakan
5 Saya meyakini bahwa segala apa yang terjadi kalau kita syukuri
dan kita hadapi dengan sabar, Allah Swt. akan memberikan yang
terbaik untuk kita.
Penilaian Sikap Sosial
Nama :
Kelas :
Semester :
Petunjuk:
Berilah tanda ikon (setuju), (kurang setuju), atau (tidak setuju) sesuai dengan
keadaan sebenarnya.
Jawaban
N
Pernyataan
o
Saya senang membantu teman-teman yang sedang
1
mengalami kesulitan.
2 Saya suka berkolaborasi dalam pekerjaan kelompok.
Saya mendengarkan dengan penuh perhatian ketika
3
seseorang berbicara.
Saya selalu siap memberikan dukungan kepada teman
4
yang membutuhkan.
Saya cenderung memahami dan menghargai perbedaan
5
pendapat.
6 Saya aktif dalam kegiatan sosial dan berusaha membantu
masyarakat.
7 Saya menghormati privasi dan batasan pribadi orang lain.
8 Saya menghindari berbicara buruk tentang orang lain.
Saya berusaha menjaga sikap ramah dan sopan dalam
9
berinteraksi.
Saya selalu berusaha untuk membangun hubungan yang
10
positif dengan orang di sekitar saya.
Lembar Penilaian Diri Peserta Didik
Nama Sekolah : SD/MI
Kelas/Semester : VI/Ganjil
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2 (kadang-kadang), 3
(sering), atau 4 (selalu) sesuai keadaan kalian yang sebenarnya
N
Pernyataan 1 2 3 4
o
1 Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas.
2 Saya beribadah tepat waktu.
3 Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai
agamanya.
4 Saya berani mengakui kesalahan saya.
5 Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.
6 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan.
7 Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
8 Saya meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan.
10 Saya datang kesekolah tepat waktu.
Lembar Penilaian Diri Kegiatan Diskusi Kelompok
Nama Siswa :
Kelas :
Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom “Ya” atau “Tidak” sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya.
No Pernyataan Ya Tidak
1 Aktif dalam mengemukan ide √
2 Mendengarkan teman yang sedang berpendapat √
3 Aktif mengajukan pertanyaan √
4 Aktif membantu teman yang mengaalami kesulitan mengerjakan √
tugas
5 √
Lembar Kerja Kelompok Diskusi
1. ………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………
Nama Anggota Kelompok 3. ………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………
Kesimpulan Hasil Diskusi
Kelompok
Tanggapan Terhadap
presentasi kelompok lain
Catatan Guru
H. Rencana Tindak Lanjut
Pengayaan:
1. Peserta didik berkesempatan menyajikan hasil proyek dan surat secara kreatif di
depan kelas.
2. Diskusi lebih lanjut tentang implementasi nilai-nilai Pancasila dalam konteks
kehidupan sehari-hari.
Remedial:
1. Guru memberikan bimbingan tambahan kepada peserta didik yang mengalami
kesulitan dalam menyusun surat atau memahami nilai-nilai Pancasila.
2. Pengulangan materi tentang pengamalan Pancasila dengan metode yang lebih
variatif.
Interaksi Guru dan Orang Tua:
1. Guru memberikan informasi kepada orang tua mengenai kegiatan pembelajaran
dan penilaian yang dilakukan.
2. Guru mengundang orang tua untuk berpartisipasi dalam refleksi dan evaluasi
hasil karya peserta didik.
I. Refleksi Guru dan Siswa:
Refleksi Guru:
1. Bagaimana efektivitas teknik pembelajaran yang digunakan dalam mengajarkan
pengamalan Pancasila?
2. Apakah rubrik penilaian memberikan gambaran yang jelas tentang pencapaian tujuan
pembelajaran?
3. Bagaimana respons dan partisipasi peserta didik dalam kegiatan ini?
Refleksi Siswa:
1. Apa yang telah saya pelajari tentang pengamalan Pancasila melalui kegiatan ini?
2. Bagaimana saya dapat meningkatkan kemampuan menulis surat dan menyusun
program pribadi saya?
3. Apa perasaan saya terkait kolaborasi dengan teman sekelas dalam menyusun bagian
surat bersama?
III. LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Judul: Meningkatkan Praktik Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Pendahuluan: Pada pertemuan ini, kita akan membahas cara meningkatkan praktik
pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kita akan fokus pada pembuatan program
pribadi dan penulisan surat sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Bahan/Alat/Sumber:
1. Materi pembelajaran tentang nilai-nilai Pancasila
2. Aktivitas Ayo, Menulis
3. Wawancara dengan narasumber
4. Diskusi dengan teman-teman
Tujuan:
1. Memahami dan mencermati sikap pribadi terkait pengamalan nilai-nilai Pancasila.
2. Meningkatkan praktik pengamalan Pancasila di rumah, sekolah, dan masyarakat.
3. Menyusun program pribadi sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila.
Langkah-langkah:
1. Refleksi Diri: Peserta didik mencermati sikap sehari-hari terkait nilai-nilai Pancasila.
2. Penyusunan Program Pribadi: Membuat program pribadi untuk meningkatkan
pengamalan Pancasila.
3. Menulis Surat: Menuliskan surat kepada orang tua atau wali, menyampaikan
perhatian terhadap nasihat mereka, dan mencantumkan salah satu nasihat yang selalu
diingat.
Pertanyaan:
1. Bagaimana sikap kita sehari-hari terkait pengamalan nilai-nilai Pancasila?
2. Apa saja kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan praktik pengamalan
Pancasila di berbagai konteks kehidupan?
3. Bagaimana cara kita menyusun program pribadi untuk mewujudkan nilai-nilai
Pancasila dalam tindakan sehari-hari?
4. Mengapa penting menuliskan surat kepada orang tua atau wali terkait pengamalan
Pancasila, dan bagaimana cara mencerminkan perhatian terhadap nasihat mereka?
BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA
Bahan Bacaan Guru:
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia. Peraturan Badan
Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 2 Tahun 2022 tentang Materi Dasar
Pembinaan Ideologi Pancasila. Jakarta, 2022.
Gani, Ruslan Abdul. Perjalanan Sebuah Idiologi. Jakarta: Grasindo, 1988.
Hatta. Mohammad. Pengertian Pancasila. Jakarta: Idayu Press, 1977.
Kartodirdjo, Sartono. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta: Depdikbud, 1983
Latif, Yudi. Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 2015.
Mahfud, Moh. M.D. dkk. Prosiding Kongres Pancasila 30-1 Mei, Kerja Sama
Universitas Gadjah Mada dan Mahkamah Konstitusi. Jakarta: Sekretariat Jenderal
dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, 2009.
Suhardi, Didik. dkk. Literasi Budaya dan Kewargaan. Jakarta: Kemendikbud, 2017.
Yayasan Pembela Tanah Air. Sejarah Lahirnya Pancasila. Jakarta: Yapeta, 1995.
Bahan Bacaan Siswa:
Panitia Peringatan Hari Lahir Pancasila. Kisah Pancasila. Jakarta: Direktorat Jenderal
Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2017.
Prasetyo, Ardian, Iqbal Arpannudin, dan Sulaiman. Pendidikan dan Pembinaan
Ideologi Pancasila. Jakarta: Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
GLOSARIUM
1. Pancasila: Dasar falsafah negara Indonesia yang terdiri dari lima sila, yaitu
Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan
Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
2. Mengamalkan: Mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
untuk menciptakan sikap dan tindakan yang sesuai dengan prinsip-prinsipnya.
3. Program Pribadi: Sebuah rangkaian instruksi atau langkah-langkah yang dibuat oleh
individu untuk mencapai tujuan pribadinya. Dalam konteks ini, bisa mencakup
pengembangan diri, pendidikan, atau pencapaian tujuan hidup lainnya.
4. Menulis Surat: Keterampilan mengekspresikan pikiran, perasaan, atau informasi
dalam bentuk tulisan yang dikirimkan melalui surat kepada seseorang atau kelompok.
Surat dapat berupa surat pribadi, surat resmi, atau surat bisnis.
5. Pembelajaran: Proses memahami dan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan
sikap melalui pengalaman, pengajaran, atau studi sistematis.
6. Glosarium: Daftar kata-kata khusus atau istilah yang didefinisikan dalam konteks
tertentu untuk memudahkan pemahaman dan komunikasi dalam suatu bidang
pembelajaran.
7. Falsafah Negara: Konsep dasar dan prinsip-prinsip yang menjadi dasar negara
dalam mengatur kehidupan masyarakat, seperti Pancasila yang menjadi falsafah
negara Indonesia.
8. Permusyawaratan/Perwakilan: Prinsip dalam Pancasila yang menekankan
pentingnya musyawarah dan perwakilan dalam pengambilan keputusan untuk
mencapai mufakat.
9. Keadilan Sosial: Salah satu sila dalam Pancasila yang menekankan pentingnya
pemerataan hak dan kewajiban serta peluang bagi seluruh rakyat Indonesia.
10. Hikmat Kebijaksanaan: Konsep dalam sila "Kerakyatan yang Dipimpin oleh
Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan" yang mengacu pada
pengambilan keputusan yang bijaksana dan berlandaskan musyawarah.
11. Ketuhanan Yang Maha Esa: Sila pertama dalam Pancasila yang menegaskan
keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan
spiritual.
12. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Sila kedua dalam Pancasila yang
menekankan pentingnya perlakuan yang adil dan beradab terhadap sesama manusia.
13. Persatuan Indonesia: Sila ketiga dalam Pancasila yang menegaskan pentingnya
persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam keberagaman.
14. Kerakyatan: Prinsip dalam sila "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan" yang menekankan pada
kekuasaan rakyat sebagai dasar negara.
15. Pendidikan Karakter: Proses pengembangan dan pembentukan karakter seseorang
melalui pendidikan, termasuk pembelajaran nilai-nilai Pancasila untuk menciptakan
individu yang berkarakter baik.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraena, Yogi, dkk. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia
Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,
2022.
Anggraena, Yogi, dkk. Panduan Pengembangan Projek Penguatan Proil Pelajar
Pancasila. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia. Peraturan Badan
Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 2 Tahun 2022 tentang Materi Dasar
Pembinaan Ideologi Pancasila. Jakarta, 2022.
Bawantara, A., Ebo, P., dan Ekaristi, M. Khazanah Negeriku; Mengenal 33 Provinsi
di Indonesia. Jakarta: Anak Kita, 2011.
Berutu, L. “Gotong Royong, Musyawarah, dan Mufakat sebagai Faktor Penunjang
Kerekatan Berbangsa dan Bernegara”. Jurnal Antropologi Sosial Budaya ETNOVISI
1, no. 1 (2005): 21-24.
Bestari, Niken. “15 Contoh Gotong Royong yang Terjadi di Lingkungan
Masyarakat”. (22 Desember 2022). [Link]
gotong-royong-yang-terjadi-di-lingkungan-masyarakat?page=all#:~:text=1.,rumah
%20warga%20yang%20terkena%20musibah
Derung, Teresia Norman. “Gotong Royong dan Indonesia”. SAPA-Jurnal Kateketik
dan Pastoral 4 no. 1 (2019): 5-13.
Dewantara, Agustinus W. Alangkah Hebatnya Negara Gotong Royong: Indonesia
dalam Kacamata Soekarno. Yogyakarta: Kanisius, 2017.
Gani, Ruslan Abdul. Perjalanan Sebuah Idiologi. Jakarta: Grasindo, 1988.
Handayani, T.U. “Membangun Jati Diri Bangsa Melalui Budaya”. 2013. Diakses
tanggal 25 Oktober 2020. [Link]
handle/11617/3485/13_Membangun_Jati_Diri_Bangsa_Melalui_Budaya. pdf?
sequence=1&isAllowed=y
Hatta. Mohammad. Pengertian Pancasila. Jakarta: Idayu Press, 1977.
Hatta. Mohammad. Pengertian Pancasila. Jakarta: Idayu Press, 1977.
Hemay, Idris, dkk. “Pancasila sebagai Rumah Kebangsaan, Peran MPR dalam
Mengawal Ideologi dan Merawat Kebinekaan”. Jakarta: Badan Pengkajian MPRRI,
2020. [Link]
page/1
Kartodirdjo, Sartono. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta: Depdikbud, 1983
Koentjaraningrat. Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Djambatan, 2004.
Kurniasih, Wida. “10 Manfaat Musywarah dalam Masyarakat”. Diakses April 2023.
[Link]
Latif, Yudi. Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 2015.
Lombard. Denys. Nusa Jawa, Silang Budaya. Jakarta: Gramedia, 2000.
Mahfud, Moh. M.D. dkk. Prosiding Kongres Pancasila 30-1 Mei, Kerja Sama
Universitas Gadjah Mada dan Mahkamah Konstitusi. Jakarta: Sekretariat Jenderal
dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, 2009.
Pasya, Gurniwan Kamil. 2000. “Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat”.
SOSIETAS 1 no. 1 (2019) Diakses 23 April 2023.
Prasetyo, Ardian, Iqbal Arpannudin, dan Sulaiman. Pendidikan dan Pembinaan
Ideologi Pancasila. Jakarta: Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
Ruslan, Idrus. Kontribusi Lembaga-Lembaga Keagamaan dalam Pengembangan
Toleransi Antar Umat Beragama di Indonesia. Lampung: Arjasa Pratama, 2020.
Samekto, FX. Adji. Pancasila: Dialektika dan Masa Depan Bangsa. Jakarta: Badan
Pembinaan Ideologi Pancasila, 2019
Siska, Yulia. 2017. Geograi Sejarah Indonesia. Yogyakarta: Garudhawaca, 2017.
Suhardi, Didik. dkk. Literasi Budaya dan Kewargaan. Jakarta: Kemendikbud, 2017.
Trianggoro, Hendaru. “Gotong Royong, “DNA” orang Indonesia”. Historia. (16
November 2020).
Yayasan Pembela Tanah Air. Sejarah Lahirnya Pancasila. Jakarta: Yapeta, 1995.
Batam, 15 Juli 2024
Mengetahui
Kepala SDN 011 Guru Mata
Pelajaran
Rita Simamora, [Link] Zammi Laila, [Link]
NIP 197106262001032001 NIP
197201252022212003