Edukasi Gizi MP-ASI via WhatsApp untuk Ibu
Edukasi Gizi MP-ASI via WhatsApp untuk Ibu
ABSTRACT
Age 6-12 months is the initial period in giving MP-ASI. An appropriate and adequate provision of
complementary feeding (MP-ASI) is intended for the optimal nutritional needs of the children so that in the
future, it will not cause failure in the children's growth. This study aims to determine the effect of nutrition
education through whatsapp groups on the comprehension and implementation of giving MP-ASI to
mothers with toddlers in the Pahandut Health Center working area. The type of research used was pre-
experimental with a one-group pre-test and post-test design. The sample of this study consisted of mothers
who had toddlers aged 6–12 months. As many as 38 people used the purposive sampling technique. The
characteristics of mothers with are that most of the mothers are in the age range of 17–25 (50%), 60.5%
of the education level of the mothers is graduated from SMA/MA/Higher Education, and mothers with the
type of work as a housewife (86,6%). The percentage of mothers' comprehension before being given the
education was 68.5% in the less category, and after being given the nutrition education, it was 92.1% in
the excellent category. Mother's implementation before being given the nutrition education was 89.5% of
the category and was not included as appropriate; after the education is given, the result is 92.1% of the
category and is included as appropriate. The results showed that there was an effect on the mothers’
knowledge before and after nutrition education through the whatsapp group (p=0.000), and there was an
influence on the implementation of mothers with toddlers in giving MP-ASI before and after nutrition
education through the whatsapp group (p=0.000). Recommended to the next researchers to provide
material with more emphasis on the requirements for giving, frequency, components of complementary
feeding, and the impact of giving MP-ASI too late or too early.
ABSTRAK
Usia 6-12 bulan merupakan periode awal dalam pemberian MP-ASI. Pemberian makanan pendamping
ASI (MP-ASI) yang tepat dan baik ditujukan agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara optimal
sehingga ke depannya tidak menyebabkan gagal tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh edukasi gizi melalui whatsapp group terhadap pengetahuan dan praktik pemberian MP-ASI ibu
balita di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental
dengan desain one group pre-test post-test design. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki
balita usia 6-12 bulan sebanyak 38 orang dengan teknik purposive sampling. Karakteristik ibu balita pada
penelitian usia paling banyak adalah usia 17-25 tahun (50%), tingkat pendidikan ibu balita tamat
SMA/MA/Perguruan Tinggi (60,5%) dan jenis pekerjaan ibu balita adalah ibu rumah tangga (86,6%).
Persentase pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi (68,5%) kategori kurang dan setelah diberikan
LLDIKTI Wilayah X 468
(468-476)
edukasi (92,1%) kategori baik. Praktik ibu sebelum diberikan edukasi (89,5%) kategori tidak sesuai dan
setelah diberikan edukasi (92,1%) kategori sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh
pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi gizi melalui whatsapp group (p=0,000), dan ada pengaruh
praktik ibu balita dalam pemberian MP-ASI sebelum dan sesudah edukasi gizi melalui whatsapp group
(p=0,000). Saran untuk peneliti selanjutnya pemberian materi lebih menekankan pada persyaratan
pemberian, frekuensi, komponen pemberian makanan pendamping ASI, dan dampak pemberian MP-ASI
terlambat ataupun terlalu dini.
PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan merupakan 2019). Hal ini sejalan dengan hasil penelitian
investasi utama pada pembangunan sumber Rachmawati et al, (2021) mengenai pengaruh
daya manusia yang dapat memberikan MP-ASI dini terhadap stunting balita yang
manfaat secara berkelanjutan. Komponen menyebutkan bahwa apabila sebelum usia 6
terpenting dalam pembangunan kesehatan bulan telah diberikan MP-ASI dan kualitas
melalui periode 1000 Hari Pertama dari makanan yang kurang baik sehingga zat
Kehidupan (HPK), periode mulai dari gizi seperti asupan energi, protein, kalsium,
kehamilan hingga anak mencapai usia 2 zat besi, dan seng tidak dapat diserap secara
tahun adalah peluang berharga untuk optimal sehingga menyebabkan risiko
menciptakan generasi yang berkualitas, terjadinya stunting.
bebas dari stunting dan masalah gizi lainnya. Praktik pemberian makan bayi dan
Pentingnya intervensi selama periode ini anak kurang optimal berkaitan dengan sikap,
tidak dapat diabaikan karena memiliki peran motivasi dan pengetahuan ibu terhadap
krusial dalam menentukan tingkat praktik pemberian makan. Suatu penelitian
kecerdasan, pertumbuhan fisik, dan membuktikan mengenai peningkatan
produktivitas seseorang. Oleh karena itu, pengetahuan ibu balita yang dilakukan
ancaman stunting dan masalah gizi lainnya selama satu bulan mengenai Pemberian
dapat berdampak signifikan bagi negara Makanan Bayi dan Anak (PMBA) melalui
(Kemenkes, 2019). whatsapp group dengan media infografis dan
Bayi yang tidak mendapatkan MP-ASI video terbukti efektif. Edukasi yang
dengan tepat sebagian besar mengalami melibatkan indra pendengaran dan juga indra
stunting. Pola pemberian MP-ASI penglihatan dinilai signifikan dengan
memengaruhi status gizi anak (Suci et al., memanfaatkan media cetak dan audio visual
2022). Pemberian MP-ASI yang tepat dan (Putri et al., 2021; Wardhani et al., 2021).
baik ditujukan agar kebutuhan gizi anak Media edukasi berbasis android
dapat terpenuhi secara optimal sehingga ke merupakan media yang efektif untuk
depannya tidak menyebabkan gagal tumbuh. meningkatkan pengetahuan (Resmiati et al.,
Semakin baik praktik ibu memberikan MP- 2019 ; Ernawati, 2022). Penelitian lainnya
ASI untuk bayi maka akan semakin baik juga membuktikan bahwa pengetahuan ibu
status gizi. MP-ASI harus diberikan sesuai bayi bertambah baik secara offline maupun
dengan syarat yang direkomendasikan oleh selama online melalui whatsapp group dan
World Health Organization (WHO) yaitu pemantauan berat badan bayi yang
tepat waktu, adekuat, aman dan diberikan bermasalah dapat mengalami perubahan yang
dengan cara yang benar (Damanik et al., signifikan selama empat minggu
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Lena Zahra Fauziah et all | Pengaruh Edukasi Gizi “Whatsapp Group” Terhadap Pengetahuan
Dan Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI
(468-476)
pemantauan. Dengan hal ini orang tua bayi Pre-test Post-test design. Sampel dari
menjadi lebih inovatif, kreatif, dan mandiri penelitian ini adalah seluruh ibu yang
dalam menggunakan smartphone atau gadget memiliki balita usia 6-12 bulan di wilayah
dengan bijak. Terutama ibu-ibu yang selalu kerja Puskesmas Pahandut. Teknik
menggunakan gadget nya untuk mencari pengambilan sampel dilakukan dengan
informasi untuk kesehatan bayi dan balitanya metode non random sampling yaitu dengan
(Wahyuni, 2021; Sabilla et al., 2021). purposive sampling, dengan kriteria inklusi
Berdasarkan hasil data dari SSGI, yaitu memiliki smartphone, status gizi balita
(2022), di Kota Palangka Raya prevalensi normal, menetap di wilayah puskesmas
balita gizi kurang (underweight) sebanyak Pahandut, bersedia menjadi responden,
25,3%, balita pendek (stunting) sebesar mampu membaca dan menulis, mampu
27,8% dan balita kurus (wasting) sebesar menggunakan google form karena pre-test
11,2%. Status gizi balita (0-59 bulan) dan post-test di akses melalui google form
berdasarkan BB/U, TB/U, BB/TB di Kota yang terdiri dari 20 soal tertutup yang
Palangka Raya tahun 2020 balita gizi kurang berbentuk correct answer multiple choice
indeks BB/U 12,56%, balita pendek TB/U atau opsi pilihan ganda (a,b,c,d), dan
14,17%, balita kurus 9,07%. Status gizi memiliki sinyal internet yang lancar. Sampel
kurang, pendek, dan kurus makin menurun pada penelitian berjumlah 38 orang. Data
jika dibandingkan dengan tahun 2020 yaitu yang terkumpul dilakukan uji normalitas
kasus balita gizi kurang 18,27%, balita yaitu uji Kolmogrov-smirnov. Instrumen
pendek 23,59% kemudian balita kurus yang digunakan dalam penelitian ini adalah
11,07%. kuesioner melalui google form dan form
Berdasarkan profil kesehatan Kota penyataan untuk menilai praktik. Instrumen
Palangka Raya tahun 2021 wilayah kerja peneltian sudah dilakukan uji validitas dan uji
Puskesmas Pahandut memiliki prevalensi reliabilitas dengan nilai sebesar 0,6848 yang
balita stunting tertinggi dengan penimbangan artinya instrumen reliebel dan valid. Analisis
balita usia 0-59 bulan dengan indeks TB/U data pengetahuan menggunakan uji Wilcoxon
sebesar 20,26%. Jika ditinjau menggunakan dan uji McNemar digunakan untuk
Public Health Indicators (PHI) angka mengetahui praktik pemberian makanan
tersebut termasuk ke dalam masalah pendamping ASI sebelum dan sesudah
kesehatan masyarakat. pemberian edukasi gizi melalui whatsapp
Adapun tujuan dari penelitian ini group. Penelitian ini telah mendapatkan
adalah untuk menganalisis pengaruh persetujuan etik dari Komisi Etik Penelitian
pengetahuan edukasi gizi melalui whatsapp Kesehatan Politeknik Kesehatan
group terhadap pengetahuan dan praktik Kementerian Kesehatan Palangka Raya
pemberian makanan pendamping ASI (MP- dengan No. 265/VII/[Link]/2022. Adapun
ASI) di wilayah kerja Puskesmas Pahandut. cara pengambilan data adalah sebagai
berikut:
METODE PENELITIAN 1) Memberikan lembar persetujuan untuk
Penelitian dilakukan secara online menjadi responden dan memastikan
dengan media whatsapp group pada bulan bahwa responden bisa menggunakan
Februari-Maret Tahun 2023. Penelitian ini google form (8-22 Februari 2023).
termasuk dalam kategori penelitian 2) Dilakukan pre-test pengetahuan yang
kuantitatif. Metode penelitian yang diisi oleh responden melalui google form
digunakan adalah Pre-Experimental dengan dan dilakukan pre-test praktik berupa
menggunakan desain penelitian One Group mengirimkan dokumentasi berupa foto
LLDIKTI Wilayah X 470
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Lena Zahra Fauziah et all | Pengaruh Edukasi Gizi “Whatsapp Group” Terhadap Pengetahuan
Dan Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI
(468-476)
makanan yang diberikan kepada anak 6) Mengumpulkan data-data yang telah
selama satu minggu dan dikirimkan diperoleh setelah penelitian.
melalui whatsapp nomor pribadi peneliti 7) Pengolahan dan analisis data.
(14-22 Februari 2023). 8) Pembuatan hasil penelitian
3) Menggabungkan responden ke whatsapp
group (2 Maret 2023) HASIL DAN PEMBAHASAN
4) Dilakukan pemberian edukasi gizi Analisis univariat menjelaskan tentang
mengenai pemberian MP-ASI melalui bagaimana gambaran karakteristik ibu balita
teks whatsapp group, dilakukan selama meliputi umur ibu balita, pekerjaan,
4x pertemuan (4 hari berturut-turut) (3-7 pendidikan dan persentase pengetahuan
Maret 2023), dan dilakukan post-test tentang pemberian makanan pendamping
pengetahuan di hari selanjutnya setelah ASI dan data praktik makanan pendamping
edukasi selesai (8 Maret 2023) ASI. Sampel dalam penelitian berjumlah 38
5) Di hari selanjutnya, akan dilakukan post- orang yang terdiri dari ibu balita usia 6-12
test praktik MP-ASI dengan bulan. Adapun karakteristik ibu balita
mengirimkan dokumentasi selama satu sebagai berikut:
minggu ke whatsapp nomor pribadi
peneliti (9-16 Maret 2023).
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Lena Zahra Fauziah et all | Pengaruh Edukasi Gizi “Whatsapp Group” Terhadap Pengetahuan
Dan Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI
(468-476)
Perbedaan Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Intervensi
Tabel 2. Persentase Pengetahuan Ibu Balita Sebelum dan Sesudah Diberikan Edukasi Gizi
Melalui whatsapp group
Nilai
Pengetahuan Pre-Test Post-Test
n % n %
Baik 12 31,6 35 92,1
Kurang 26 68,6 3 7,9
Total 38 100 38 100
Tingkat pengetahuan ibu tentang MP- akan disampaikan. Kemudian dari hasil
ASI pada penelitian ini sebelum diberikan setelah diberikan edukasi (post-test) terdapat
edukasi gizi (pre-test) mayoritas sebanyak 92,1% dalam kategori
berpengetahuan kurang sebanyak 68,6%. berpengetahuan baik. Hal ini menunjukkan
Terdapat variasi nilai dan ada peserta yang setelah dilakukan edukasi dengan media
mendapatkan nilai rendah, hal ini whatsapp group ibu balita sudah mengerti
dikarenakan para ibu balita makanan belum dan mampu menyerap informasi yang
menerima intervensi berupa edukasi yang diberikan dengan baik.
Tingkat praktik ibu tentang MP-ASI 92,1% memiliki praktik yang sesuai. Hal ini
pada penelitian ini sebelum diberikan edukasi menunjukkan setelah dilakukan edukasi
gizi mayoritas memiliki tingkat praktik dengan media whatsapp group ibu balita
tentang MP-ASI yang tidak sesuai sebanyak sudah mengerti dan mampu menerapkan
89,5%. Kemudian dari hasil setelah diberikan informasi yang diberikan dengan baik.
edukasi tentang MP-ASI terdapat sebanyak
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Lena Zahra Fauziah et all | Pengaruh Edukasi Gizi “Whatsapp Group” Terhadap Pengetahuan
Dan Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI
(468-476)
Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan berulang kali dan dapat dibaca dilain waktu.
bahwa pengaruh pemberian edukasi gizi Hal ini sesuai dengan penelitian Sabila et al.
tentang MP-ASI di wilayah kerja Puskesmas (2021) bahwa keefektivitasan aplikasi
Pahandut mampu meningkatkan pengetahuan whatsapp group karena dapat menyebarkan
ibu balita secara signifikan. Hal ini dapat informasi dalam bentuk gambar, tulisan,
dilihat dari uji dimana nilai p untuk ataupun video.
pengetahuan 0,000 (<0,005). Edukasi pada Edukasi gizi melalui whatsapp group
penelitian disampaikan melalui aplikasi pada penelitian untuk meningkatkan
whatsapp dan di bentuk menjadi whatsapp pengetahuan dilakukan sebanyak empat kali
group. Edukasi gizi melalui whatsapp group edukasi, demikian juga dengan penelitian
terbuktif efektif dibuktikan dari adanya yang dilakukan oleh Naulia et at. (2021)
peningkatan pengetahuan ibu balita pada bahwa setelah dilakukan dua kali edukasi gizi
penelitian ini setelah diberikan edukasi gizi terbukti dapat meningkatkan pengetahuan
sebanyak 92,1% memiliki tingkat dalam pemenuhan nutrisi gizi. Penemuan ini
pengetahuan yang baik. Peningkatan konsisten dengan studi yang dilakukan oleh
pengetahuan ibu balita meningkat secara Melati et al. (2021) yang menyimpulkan
nyata dapat dilihat dari hasil jawaban bahwa penggunaan grup whatsapp
kuisoner melalui google form. Hal ini sejalan berkontribusi dalam meningkatkan
dengan penelitian yang dilakukan oleh pengetahuan untuk mencegah stunting.
Andriani et al. (2022) dan Syahrul et al. Kelebihan menggunakan platform tersebut,
(2022) bahwa penggunaan edukasi melalui seperti kemudahan penggunaan dan
smartphone lebih efektif daripada media kemampuan berbagi informasi dengan
cetak. Pada penelitian edukasi yang diberikan berbagai media, memungkinkan edukasi
melalui whatsapp group berupa gambar dapat diterima dengan baik oleh pengguna.
ataupun tulisan sehingga dapat dibaca
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Lena Zahra Fauziah et all | Pengaruh Edukasi Gizi “Whatsapp Group” Terhadap Pengetahuan
Dan Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI
(468-476)
Pada penelitian untuk meningkatkan foto, mayoritas ibu balita dapat bekerja sama
praktik ibu setelah diberikan edukasi gizi dengan baik karena saat mengumpulkan
sebanyak 92,1% berada dalam kategori responden metode yang digunakan adalah
pemberian MP-ASI yang sesuai, dilakukan door to door dan mengikuti kegiatan
pemantauan praktik ibu selama 2 minggu posyandu. Bahkan banyak ibu balita yang
untuk menilai pemberian makanan inisiatif mengirimkan foto secara teratur
pendamping asi (MP-ASI) telah sesuai atau tanpa diingatkan. Sehingga ibu balita benar-
kurang sesuai. Demikian juga dengan benar mengerti akan jalannya penelitian dan
penelitian Kustiani, (2019) yang bersedia bekerjasama.
menunjukkan bahwa perlakuan penyuluhan
gizi sebanyak 3x dalam seminggu dapat SIMPULAN
berpengaruh dalam perilaku ibu memberikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa
makanan pendamping ASI (MP-ASI) edukasi gizi melalui whatsapp group
terhadap anaknya. Tingkat pengetahuan ibu memberikan pengaruh terhadap pengetahuan
yang meningkat tentang pemberian makanan dan praktik ibu balita dalam pemberian
pendamping ASI berhubungan dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) kepada
peningkatan atau peningkatan perilaku ibu balita usia 6-12 bulan. Edukasi gizi penting
dalam memberikan makanan pendamping diberikan karena pengetahuan relevan
ASI. dengan praktik ibu memberikan makanan
Sebelum diberikan edukasi gizi melalui pendamping ASI (MP-ASI). Semakin baik
whatsapp group (WAG) banyak ibu balita pengetahuan seorang ibu, praktik makanan
yang belum memberikan makanan pendamping ASI juga akan semakin baik.
pendamping ASI dengan lengkap, setelah
diberikan edukasi gizi para ibu balita mulai UCAPAN TERIMAKASIH
memberikan makanan pendamping ASI Ucapan terimakasih diberikan kepada
lengkap dan mulai diberikan selingan berupa semua pihak yang berpartisipasi dalam
buah. Hal ini senada dengan penelitian yang penelitian ini.
dilakukan oleh Saputri et al. (2019) bahwa
penerapan pemberian edukasi tentang MP- DAFTAR PUSTAKA
ASI dapat meningkatkan praktik pemberian Andriani R, Anggarin IA, Valencia FV. 2022.
MP-ASI yang lengkap atau MP-ASI 4 Efektivitas Edukasi Melalui Aplikasi
bintang (karbohidrat, protein hewani, protein Mpasi Terhadap Pengetahuan
nabati dan sayuran) pada bayi 6-12 bulan Ibu. Jurnal Delima Harapan.
dengan form pernyataan dalam pemberian [diakses 2022 Mar 13]; 9(1): 59-70.
MP-ASI terdapat protein hewani, protein [Link]
nabati, sayur dan buah, serta karbohidrat. /[Link]/delima/article/view/151
Melalui aplikasi whatsapp untuk Damanik SM, Wanda D. 2019. Pengaruh
dilakukan penilaian praktik ibu memberikan Praktik Pemberian Makan terhadap
MP-ASI dengan mengirim foto makan anak Risiko Stunting pada Balita di
ke nomor pribadi whatsapp responden, Beberapa Negara Berkembang: Studi
adapun mengirimkan foto dilakukan selama Literatur. Ilmu Gizi Indonesia.
seminggu awal sebelum dilakukan edukasi [diakses 2022 Apr 26]; 3(1), 13-22.
sebagai pre-test dan seminggu akhir setelah [Link]
dilakukan edukasi sebagai post-test. Ibu /aa86856fc325cbd61a2e582f9cfeab8
balita tidak ada yang terkendala kuota [Link]
internet ataupun keberatan saat mengirimkan
LLDIKTI Wilayah X 474
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Lena Zahra Fauziah et all | Pengaruh Edukasi Gizi “Whatsapp Group” Terhadap Pengetahuan
Dan Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI
(468-476)
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. 2021. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Profil Kesehatan Kota Palangka Raya [diakses tanggal 2022 Feb 13];
Tahun 2020 10(02):95-101.
Ernawati A. 2022. Media Promosi Kesehatan [Link]
Untuk Meningkatkan Pengetahuan p/jikm/article/view/903.
Ibu Tentang Stunting. Jurnal Litbang: Putri WAK, Fitriana VD. 2021. Efektifitas
Media Informasi Penelitian, Peningkatan Pengetahuan Pemberian
Pengembangan dan IPTEK [diakses Makanan Bayi dan Anak (PMBA)
2023 Jun 24]; 18(2), 139- Melalui Whatsapp Grup
[Link]://ejurnal- Menggunakan Media Infografis dan
[Link]/[Link]/jl/arti Video. Jurnal Andaliman: Jurnal
cle/view/324 Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat.
Kementerian Kesehatan RI. 2019. Warta [diakses 2022 Feb 14]; 1(2).
Kesma Gizi Seimbang, Prestasi [Link]
Gemilang. [diakses 2022 Feb 14]. [Link]/jgpkm/article/view/29243.
[Link] Rachmawati R, Susanto VC P. 2021.
pload/dir_519d41d8cd98f00/files/W Literature Review: Pengaruh
arta-Kesmas-Edisi-1-2019_1357.pdf. Pemberian ASI Eksklusif Dan MP
Kementerian Kesehatan RI. 2022. Buku Saku ASI Dini Terhadap Stunting Pada
Hasil Studi Status Gizi Indonesia Balita. SNHRP. [diakses 2022 Feb
(SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, 10]; 3:54-64.
dan Kabupaten/Kota [Link]
Kustiani A, Misa AP. 2018. Perubahan g/[Link]/snhrp/article/view/171.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Resmiati R. 2021. Efektifitas Aplikasi
dalam Pemberian MP-ASI Anak Usia Edukasi Gizi Remaja Berbasis
6-24 Bulan pada Intervensi Android Untuk Pencegahan Stunting.
Penyuluhan Gizi di Lubuk Buaya Jurnal Endurance. [diakses 2023 9
Kota Padang. Jurnal Kesehatan Jun 9]; 6(2):443-451.
Perintis (Perintis's Health Journal). [Link]
[diakses 2022 Feb 20]; 5(1):51-57. /endurance/article/view/357
[Link] Sabilla M, Mustakim M. 2021. Literasi Gizi
/[Link]/JKP/article/view/94 Seimbang di Masa Pandemi Covid-19
Melati IP, Afifah CAN. 2021. Edukasi Gizi Melalui Aplikasi WhatsApp. Jurnal
Pencegahan Stunting Berbasis Abdi Masyarakat Indonesia. [diakses
Whatsapp Group Untuk 2022 Feb 10]; 1(1):159-164.
Meningkatkan Pengetahuan Dan [Link]
Sikap Ibu Hamil. Jurnal Pangan [Link]/[Link]/jamsi/article/view/
Kesehatan Dan Gizi Universitas 57.
Binawan. [diakses 2023 April 16]; Saputri F, Kusumastuti K. 2019. Penerapan
1(2):61-69. Penyuluhan tentang MP ASI terhadap
[Link] Praktek Pemberian MP ASI 4 Bintang
I/article/view/153 pada Bayi Umur 6-12 Bulan di BPM
Naulia RP, Hendrawati H, Saudi L. 2021. Jemanis Kabupaten
Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Kebumen. Proceeding of The
Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam URECOL. [diakses 2022 Feb 20];
Pemenuhan Nutrisi Balita Stunting. 556-564.
LLDIKTI Wilayah X 475
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Lena Zahra Fauziah et all | Pengaruh Edukasi Gizi “Whatsapp Group” Terhadap Pengetahuan
Dan Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI
(468-476)
[Link] Wahyuni I. 2021. Pemanfaatan WhatsApp
/proceeding/article/view/691 dalam Pemantauan Pola Tumbuh
Suci NL, Azizah MA. 2022. Effectiveness of Kembang Bayi dan Balita Masa
complementary feeding patterns on Pandemi Covid-19. Jurnal
nutritional status in toddlers age 6-24 ABDIMAS-HIP: Pengabdian Kepada
months: A systematic review. Int. J. Masyarakat. [diakses 2022 Feb 14];
Res. Publ, 115, 494-510. 2(1);14-27.
Syahrul S, Aisyah M, Romelia H, Aisha N, [Link]
Harisa A, Yodang Y, Armin CK. al/[Link]/abdimaship/article/view
(2022). Efektivitas E-Health Berbasis /126.
Aplikasi Sosial Media Dalam Wardhani DA, Nissa C, Setyaningrum YI.
Meningkatkan Kepatuhan Pasien 2021. Peningkatan pengetahuan
Terhadap Regimen Dan Pengobatan remaja putri melalui edukasi gizi
di Kota Makassar. Jurnal Endurance. menggunakan media whatsapp
[diakses 2023 Jun 9]; 7(1):163-175. group. Jurnal Gizi. [diakses 2023
[Link] April 16]; 10(1):31-37.
/endurance/article/view/695 [Link]
Tane R, Sembiring FB. 2021. Edukasi Online jgizi/article/view/7438
Pemberian MPASI Terhadap Praktik
Pemberian Makan Dan Status Gizi
Anak Usia 6-24 Bulan. BEST Journal
(Biology Education, Sains and
Technology). [diakses 2022 Mar 13];
4(2):244-249. [Link]
/[Link]/best/article/view/4554
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License