0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Perbedaan Tanda Hubung dan Pisah

Dokumen ini menjelaskan perbedaan penggunaan tanda hubung dan tanda pisah sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Tanda hubung digunakan untuk menyambung kata, menandai penggalan, dan memperjelas hubungan, sedangkan tanda pisah digunakan untuk menyisipkan penjelasan dan menegaskan keterangan. Selain itu, terdapat contoh kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda petik dalam kalimat.

Diunggah oleh

cindylestari340
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Perbedaan Tanda Hubung dan Pisah

Dokumen ini menjelaskan perbedaan penggunaan tanda hubung dan tanda pisah sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Tanda hubung digunakan untuk menyambung kata, menandai penggalan, dan memperjelas hubungan, sedangkan tanda pisah digunakan untuk menyisipkan penjelasan dan menegaskan keterangan. Selain itu, terdapat contoh kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda petik dalam kalimat.

Diunggah oleh

cindylestari340
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Re: Diskusi 5

By CINDY LESTARI
Perbedaan Penggunaan Tanda Pisah dan Tanda Hubung beserta
Contohnya denganPenggunaan Tanda Pisah dan Tanda Hubung pada
Sebuah Kalimat.1. Tanda hubung (-)Ketentuan tentang penggunaan
tanda hubung menurut Pedoman Umum Bahasa Indonesia(PUEBI)
dijelaskan sebagai berikut:

a) Tanda hubung dipakai untuk menandai bagian kata yang


terpenggal oleh pergantian [Link]: Di samping cara
lama, diterapkan juga ca- ra baru … Nelayan pesisir itu
berhasilmem- budidayakan rumput laut. Kini ada cara yang baru
untuk meng- ukur panas. b) Tanda hubung dipakai untuk
menyambung unsur kata ulang. Misalnya: anak-anak, berulang-
ulang, kemerah-merahan, mengorek-ngorek.c) Tanda hubung
dipakai untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang
dinyatakan denganangka atau menyambung huruf dalam kata
yang dieja satu-satu. Misalnya: 11-11-2013; p-a-n-i-t-i-a.d)
Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan
bagian kata atau [Link]: ber-evolusi; meng-ukur;
dua-puluh-lima ribuan (25 x 1.000); ²³∕25 (dua-puluh-tiga
perdua-puluh-lima); mesin hitung-tangan.e) Tanda hubung
dipakai untuk merangkai: se- dengan kata berikutnya yang
dimulai denganhuruf kapital (se-Indonesia, se-Jawa Barat); ke-
dengan angka (peringkat ke-2); angka dengan – an (tahun 1950-
an); kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf
kapital (hari-H,sinar-X, ber-KTP, di-SK-kan); kata dengan kata
ganti Tuhan (ciptaan-Nya, atas rahmat-Mu);huruf dan angka (D-
3, S-1, S-2); dan kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan
yang berupahuruf kapital (KTP-mu, SIM-nya, STNK-ku).Catatan:
Tanda hubung tidak dipakai di antara huruf dan angka jika
angka tersebutmelambangkan jumlah huruf. Misalnya BNP2TKI
(Badan Nasional Penempatan danPerlindungan Tenaga Kerja
Indonesia); LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan
ProfesiIndonesia); P3K (pertolongan pertama pada
kecelakaan).f) Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur
bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerahatau bahasa
asing. Misalnya: di-sowan-i (bahasa Jawa, ‘didatangi’); ber-
pariban (bahasa Batak,‘bersaudara sepupu’); di-back up; me-
recall; pen-tackle-an.g) Tanda hubung digunakan untuk
menandai bentuk terikat yang menjadi objek [Link]
kata 'pasca-' berasal dari bahasa Sanskerta.2. Tanda pisah
(—)Penggunaan tanda pisah pada penulisan, menggunakan
ketentuan Pedoman Umum BahasaIndonesia (PUEBI) sebagai
berikut:a) Tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi
penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar
bangun kalimat. Misalnya: Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin
akan tercapai —diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
Keberhasilan itu—kita sependapat—dapat dicapai jikakita mau
berusaha keras. b) Tanda pisah dapat dipakai juga untuk
menegaskan adanya keterangan aposisi atau keteranganyang
lain. Misalnya: Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI
—diabadikan menjadi nama bandar udara internasional.
Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan
pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang
alam semesta. Gerakan Pengutamaan BahasaIndonesia—
amanat Sumpah Pemuda—harus terus digelorakan.c) Tanda
pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang
berarti ‘sampai dengan’atau ‘sampai ke’. Misalnya: Tahun 2010
—2013 Tanggal 5—10 April 2013 Jakarta—BandungB. Hasil
Analisis Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Petik dari
Beberapa [Link] suka membeli bika Ambon. (SALAH)
seharusnya ditulis : Wati suka membeli bikaambon. Karena kata
“Bika ambon” adalah nama jenis makanan dan bukan menunjuk
padageografis atau wilayah sehingga tidak ditulis capital, kecuali
jika makanan ini ditulis pada [Link] harus
menghormati Ibu dan Bapak Dosen. (SALAH) seharusnya
ditulis : Kita harusmenghormati ibu dan bapak dosen. Karena
kata “Ibu dan bapak dosen” pada kalimattersebut bukan bentuk
sapaan sehingga yang benar tidak ditulis dengan huruf
[Link] telah membaca novel Tenggelamnya Kapal van
Der Wijck karya HAMKA.(SALAH) seharusnya ditulis : Saya telah
membaca novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”karya
Hamka. Karena menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia (PUEBI) judul karyadalam kalimat harus ditulis
dengan huruf kapital pada awal kata dan disertai tanda kutip.
Jika judul tersebut adalah judul buku, majalah atau surat kabar
maka ditulis sebagai huruf [Link] HAMKA ditulis
sebagai Hamka karena merupakan nama seseorang. Huruf
kapitalhanya dibutuhkan di awal kata [Link] Nana dari
mana? “kata Wati” (SALAH) seharusnya ditulis : “Ibu Nana dari
mana?”kata Wati. Karena penulisan kata langsung harus
dengan tanda kutip. Pada kalimat tersebut, katayang
merupakan kalimat langsung adalah “Ibu Nana dari mana?”,
bukan “kata Wati”.[Link] tahun 2005, undang-undang Guru
dan Dosen sudah diresmikan. (SALAH)seharusnya ditulis : Pada
tahun 2005, Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Guru danDosen sudah diresmikan. Karena pada awal kata
“Undang-undang” harus ditulis dengan hurufkapital jika
menunjuk pada dokumen resmi negara. Pada kalimat, dokumen
yang ditunjukadalah Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan [Link] bisu pertemuan kita adalah
sungai Bengawan Solo. (SALAH) seharusnya ditulis :Saksi bisu
pertemuan kita adalah Sungai Bengawan Solo. Karena Kata
seperti “danau”, “laut”,“kota” maupun “sungai” harus ditulis
dengan huruf kapital jika menunjuk pada wilayahgeografis.
Pada kalimat di atas, kata sungai menunjuk pada wilayah
geografis, yaitu “BengawanSolo” sehingga harus ditulis sebagai :
Sungai Bengawan Solo.

Referensi

[Link]
indonesia-puebi-gbzH

Anda mungkin juga menyukai