BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH TUGAS 1
Nama Mahasiswa : Windasari
Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 859770968
Kode/Nama Mata Kuliah : PDGK4201/Pembelajaran PKn di SD
Kode/Nama UT Daerah : 83/UT Kendari
Masa Ujian : 2024/2025 Genap (2025.1)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
1. Sebagai seorang guru sekolah dasar, menanamkan sikap dan pribadi Pancasila dapat dilakukan
melalui pendekatan yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak. Berikut beberapa
cara yang efektif:
Memberi Teladan Langsung
Guru harus menjadi contoh nyata dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, seperti bersikap
adil, jujur, sopan, dan menghargai perbedaan.
Mengaitkan Materi Pelajaran dengan Nilai Pancasila
Saat mengajar, guru bisa menyisipkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap mata pelajaran,
misalnya menanamkan nilai gotong royong saat pelajaran IPS atau nilai toleransi dalam
pelajaran PKn.
Menggunakan Cerita atau Dongeng Bermuatan Nilai
Anak-anak sangat menyukai cerita. Guru dapat membacakan atau mendiskusikan cerita yang
mencerminkan nilai seperti keadilan, persatuan, atau kemanusiaan.
Melibatkan Siswa dalam Kegiatan Sosial dan Gotong Royong.
Melalui kerja bakti, proyek kelas, atau kegiatan bersama, siswa belajar langsung pentingnya
kerja sama dan kepedulian sosial.
Membiasakan Sopan Santun dan Etika
Melatih siswa untuk terbiasa memberi salam, menghormati guru dan teman, serta berbicara
dengan baik adalah bentuk penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Mengadakan Diskusi Nilai atau Refleksi Harian
Setelah kegiatan belajar, guru bisa mengajak siswa merefleksikan sikap apa yang sudah
mereka lakukan sesuai nilai Pancasila.
2. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh seorang guru untuk menanamkan nilai-nilai
kebangsaan kepada siswa dan membiasakannya di lingkungan sekolah:
1) Integrasi Nilai Kebangsaan dalam Pembelajaran Sehari-hari
Sebagai guru, nilai-nilai seperti cinta tanah air, toleransi, kerja sama, dan disiplin harus
diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. Misalnya:
Pada pelajaran Bahasa Indonesia, siswa diajak menganalisis teks bertema
nasionalisme.
Pada pelajaran IPS, siswa diajak memahami perjuangan bangsa Indonesia dan
pentingnya persatuan.
Selain itu, guru harus mencontohkan sikap tersebut dalam perilaku sehari-hari di
kelas, sehingga siswa melihat langsung teladan konkret.
2) Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Bertema Kebangsaan
Mengadakan kegiatan seperti upacara bendera, lomba pidato bertema nasionalisme,
pentas seni budaya daerah, atau program duta budaya sekolah.
Siswa dapat lebih memahami dan menghargai keragaman budaya Indonesia.
Mereka juga diberi ruang untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air secara
kreatif.
3) Membentuk Program Pembiasaan Berbasis Nilai
Menciptakan program-program harian di sekolah yang berbasis nilai kebangsaan, seperti:
Salam dan hormat kepada guru dan teman setiap pagi.
Menyanyikan lagu nasional secara rutin.
Membiasakan gotong royong dalam menjaga kebersihan kelas dan sekolah.
Memberi penghargaan (reward) bagi siswa yang menunjukkan perilaku cinta
tanah air, menghormati sesama, atau berperilaku disiplin.
Dengan ketiga upaya tersebut dilakukan secara konsisten dan kolaboratif antar guru dan sekolah,
siswa akan lebih mudah menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai
bentuk pembiasaan positif.
3. Untuk menjaga kebhinekaan Indonesia yang kaya akan budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan,
agama, dan bahasa, sikap yang perlu saya tunjukkan antara lain:
Menghargai perbedaan
Saya akan menghormati setiap perbedaan budaya, agama, adat istiadat, dan pandangan
hidup orang lain.
Bersikap toleran
Saya akan membiasakan diri untuk bersikap terbuka dan menerima perbedaan, serta tidak
memaksakan kehendak atau keyakinan saya kepada orang lain.
Menjunjung nilai persatuan
Saya akan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi,
golongan, atau kelompok tertentu.
Aktif dalam dialog antarbudaya dan agama
Saya akan berpartisipasi dalam kegiatan yang mempererat hubungan antar kelompok
berbeda, seperti diskusi, festival budaya, atau kegiatan sosial lintas agama.
Tidak mudah terprovokasi
Saya akan bijak dalam menerima informasi, tidak mudah terprovokasi oleh isu SARA
(Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang dapat memecah belah persatuan.
Mengamalkan nilai Pancasila
Saya akan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan
bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Menjadi teladan
Saya akan menunjukkan sikap positif dalam memperlakukan semua orang dengan adil,
tanpa diskriminasi, sehingga bisa menjadi contoh bagi lingkungan sekitar.
4. Upaya yang dapat dilakukan oleh siswa kelas rendah (misalnya siswa kelas 1–3 SD) dalam
menaati tata tertib di kelas antara lain:
1) Masuk kelas tepat waktu
Siswa belajar untuk datang sebelum bel masuk berbunyi sebagai bentuk disiplin waktu.
2) Mengikuti instruksi guru
Siswa memperhatikan dan melaksanakan perintah guru dengan baik, seperti mengangkat
tangan sebelum berbicara atau duduk dengan rapi saat pelajaran berlangsung.
3) Menjaga kebersihan kelas
Siswa diajak untuk membuang sampah pada tempatnya, merapikan bangku, dan ikut
dalam piket kelas.
4) Menggunakan bahasa yang sopan
Siswa dibimbing untuk berbicara dengan kata-kata yang baik dan tidak mengejek teman.
5) Bersikap ramah dan bekerja sama
Siswa diajak untuk saling membantu, berbagi, dan tidak bertengkar dengan teman.
6) Mengikuti kegiatan belajar dengan tertib
Siswa tetap duduk saat belajar, tidak berjalan-jalan di kelas, dan memperhatikan
pelajaran.
7) Memakai seragam dengan rapi
Siswa diajarkan untuk memakai seragam sesuai aturan, lengkap dan bersih.
Semua upaya tersebut perlu dibimbing secara konsisten oleh guru dan didukung oleh orang
tua agar menjadi kebiasaan baik.