ISBD: Solusi Masalah Sosial dan Budaya
ISBD: Solusi Masalah Sosial dan Budaya
Disusun Oleh:
KELOMPOK 1
2. Isdiana (240101003)
MPI
Dengan penuh rasa syukur, penyusun panjatkan puji kepada Allah Yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang, yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah yang bertemakan “ISBD
Sebagai Alternatif Solusi Problem Sosial dan Budaya”
Maka dengan kerendahan hati, penyusun sangat menghargai kritik, saran, dan
usulan yang konstruktif untuk penyempurnaan makalah di masa mendatang.
Penyusun percaya bahwa setiap karya tidak akan pernah sempurna tanpa adanya
masukan yang membangun.
Makalah ini disusun sebagai pemenuhan tugas dalam perkuliahan “Ilmu Sosial
Budaya Dasar. ” Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
senantiasa memberkahi dan membimbing kita dalam menciptakan generasi yang
berakhlak mulia serta mencintai tanah air, Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Amiin.
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................. i
[Link] ....................................................................................................... 2
A. Kesimpulan .............................................................................................. 18
B. Saran ....................................................................................................... 19
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara sederhana, ISBD (Ilmu Sosial Budaya Dasar) adalah pengetahuan yang
diharapkan dapat memberikan landasan dan wawasan umum mengenai konsep-
konsep yang dikembangkan untuk mengkaji berbagai permasalahan yang terkait
dengan manusia dan kebudayaan. Istilah ISBD pertama kali diperkenalkan di
Indonesia sebagai pengganti istilah “basic humanitism” yang berasal dari bahasa
Inggris “the humanities” Di sisi lain, istilah “humanities” itu sendiri berasal dari
bahasa Latin “humanus” yang berarti manusia, berbudaya, dan halus.
1
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian ISBD
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISDB) adalah suatu disiplin ilmu yang
mengintegrasikan dua bidang pengetahuan utama, yaitu ilmu sosial yang sering
kali berkaitan dengan sosiologi (sosio: sosial, logos: ilmu) dan ilmu budaya,
yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial itu sendiri. Secara
konseptual, ilmu sosial dapat dipahami sebagai bidang pengetahuan yang
memanfaatkan berbagai disiplin ilmu untuk menganalisis dan menjawab
persoalan-persoalan sosial. Sementara itu, ilmu budaya berfokus pada kajian
masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.
Untuk lebih memahami asal mula Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, penting untuk
mengenal pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof. Dr. Harsya Bactiar
menjelaskan bahwa ilmu dan pengetahuan dapat dibagi ke dalam tiga kategori
besar:
3
a. Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science): Ilmu ini berfokus pada pemahaman
keteraturan-keteraturan yang ada di alam semesta. Penelitian di bidang ini
menggunakan metode ilmiah, di mana peneliti menentukan hukum yang berlaku,
melakukan analisis untuk mendapatkan suatu kualitas, dan menghasilkan
generalisasi yang digunakan untuk membuat prediksi.
Ilmu Sosial Dasar (ISD) termasuk dalam kelompok ilmu sosial. Tujuan mempelajari
ISD adalah untuk membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian
agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang
diharapkan dari setiap tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain, serta
sikap dan tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan
Ilmu Budaya Dasar (IBD) termasuk dalam kelompok pengetahuan budaya, IBD
mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya, termasuk pemahaman akan sistem
nilai budaya dan konsep tentang nilai yang hidup dalam pikiran sebagian besar
masyarakat. Tujuan mempelajari IBD adalah untuk mengembangkan kepribadian
dengan memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan dalam pengkritikan
terhadap masalah-masalah budaya sehingga persepsi dan penalaran budaya suatu
4
individu dapat menjadi lebih manusiawi dan dapat memahami perbedaan budaya
dan masalah yang terjadi di sekitarnya.
Adapun mengenai ISBD itu sendiri terdiri dari dua komponen, yaitu sosial dan
budaya. Sosial berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat sekitar.
Komponen yang pertama, sosial. Sosial berasal dari kata society (bahasa latinnya
societas), yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas
diturunkan dari kata socius yang berarti teman.
1. Paul Ernest
Sosial adalah sejumlah manusia secara individu yang terlibat dalam berbagai
kegiatan bersama.
2. Philip Wexler
3. Lewis
Sosial adalah sesuatu yang dapat dicapai, dihasilkan serta ditetapkan dalam proses
interaksi sehari-hari antara warga suatu negara dengan pemerintahannya.
Sedangkan budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah (bentuk jamak
dari buddhi), yang artinya pikiran dan akal budi. Budaya juga diartikan sebagai
segala hal yang dibuat manusia berdasarkan pikiran dan akal budinya yang
mengandung cinta dan rasa.
1. Parsudi Suparian
Suatu budaya dapat melandasi semua perilaku manusia karena suatu budaya
merupakan sebuah pengetahuan manusia yang digunakan dalam memahami
lingkungan dan juga pengalaman yang terjadi padanya.
5
2. R. Soekmono
Budaya yaitu usaha ataupun hasil kerja manusia berupa benda atau hasil sebuah
pemikiran manusia di masa hidupnya.
3. Ki Hajar Dewantara
Budaya yaitu hasil dari perjuangan masyarakat baik itu terhadap alam maupun
terhadap zaman yang membuktikan suatu kemakmuran dan juga kejayaan
kehidupan masyarakat ketika menghadapi suatu keadaan sulit dan rintangan dalam
mencapai suatu kemakmuran, keselamatan, dan juga kebahagiaan pada kehidupan.
6
wawasan vang luas terhadap permasalahan lingkungan sosial budaya. Manusia
sebagai makhluk berbudaya artinya, manusia itu makhluk ciptaan Tuhan Yang
Maha Esa yang paling sempurna, karena sejak lahir sudah di bekali dengan unsur
akal (ratio), rasa (sense) yang membedakannya dengan makhluk lainnya. Manusia
sebagai makhluk sosial artinya, manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup
sendiri dan berkembang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia
lainnya. Manusia harus hidup bermasyarakat saling berhubungan dan berinteraksi
satu sama lain dalam kelompoknya dan juga dengan individu di luar kelompoknya
guna memperjuangkan dan memenuhi kepentingannya.
Kita sering mendengar istilah masalah sosial dan budaya. Namun, apa sebenarnya
yang dimaksud dengan keduanya? Masalah sosial dan budaya merujuk pada
terganggunya atau terhambatnya nilai-nilai kemanusiaan serta aktivitas manusia
dalam mengelola lingkungan, baik yang bersifat material maupun non-material.
Kedua jenis masalah ini selalu terkait dengan nilai-nilai moral, pranata sosial, dan
interaksi antar manusia dalam konteks norma yang berlaku.
Masalah sosial dan budaya yang dihadapi oleh masyarakat bervariasi dari satu
komunitas ke komunitas lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh tingkat
perkembangan kebudayaan masing-masing masyarakat serta kondisi lingkungan
tempat mereka tinggal.
Masalah sosial dan budaya saling berkaitan namun memiliki fokus yang berbeda.
Berikut adalah klarifikasi masing-masing konsep:
7
Masalah Sosial
Pengertian masalah sosial memiliki dua pendefinisian, yang pertama itu adalah
menurut umum atau warga masyarakat, yaitu segala sesuatu yang menyangkut
kepentingan umum adalah masalah sosial.
Dan yang kedua yaitu menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondisi atau
perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi,
mempunyai sifat yang dapat menimbulakan kekacauan terhadap kehidupan warga
masyarakat secara keseluruhan.
Masalah Budaya
- Perubahan nilai dan norma: Masalah budaya seringkali muncul akibat perubahan
nilai dan norma yang terjadi terlalu cepat atau tanpa kendali.
- Hilangnya warisan budaya: Masalah ini dapat berupa lenyapnya tradisi, bahasa,
atau seni yang menjadi bagian dari identitas suatu komunitas.
8
- Konflik antarbudaya: Terkadang, masalah budaya muncul akibat ketegangan
antara kelompok-kelompok budaya yang berbeda.
Dengan memahami masing-masing masalah ini, diharapkan kita dapat lebih siap
dalam menghadapi dan mencari solusi yang tepat bagi isu-isu yang ada di
masyarakat.
Isu ini muncul ketika pembangunan ekonomi dan infrastruktur dilakukan tanpa
mempertimbangkan dampak negatifnya terhadap lingkungan serta keberlanjutan
budaya lokal. Eksploitasi yang berlebihan dalam pembangunan dapat
mengakibatkan kerusakan lingkungan, penggusuran masyarakat secara paksa, serta
hilangnya situs-situs bersejarah dan budaya yang berharga.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada tahun
2020 tercatat mencapai 207,203 juta jiwa, dan angka ini terus meningkat. Di tahun
2021, jumlah penduduk meningkat menjadi 272,682 juta jiwa, dan pada tahun 2022
menjadi 275,773 juta jiwa.
9
2. Kesenjangan Sosial dan Kemiskinan
Kesenjangan Sosial:
Kesenjangan sosial adalah perbedaan yang mencolok dalam akses terhadap sumber
daya dan kesempatan antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Kesenjangan
sosial ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kesenjangan ekonomi,
kesenjangan pendidikan, dan kesenjangan kesehatan. Yang mana kesenjangan
sosial ini dapat menyebabkan ketegangan sosial dan konflik.
Kemiskinan:
3. Kesetaraan Gender
Kesetaraan gender merupakan isu sosial dan budaya yang kompleks yang
masih dihadapi di banyak belahan dunia, termasuk Indonesia. Permasalahan ini
berhubungan dengan ketidaksetaraan dalam peran, status, dan peluang antara pria
dan wanita. Beberapa tantangan utama dalam kesetaraan gender adalah stereotip
10
gender, diskriminasi, dan kekerasan terhadap perempuan, yang semuanya perlu kita
tangani dengan serius.
Kita mungkin sudah mengenal tokoh-tokoh perempuan inspiratif seperti Cut Nyak
Dien, Dewi Sartika, R. A. Kartini, dan Ratu Kalinyamat. Mereka adalah pelopor
perjuangan kesetaraan gender di Indonesia yang patut kita teladani.
Tetapi kesetaraan gender ini bukan berarti perempuan dan laki-laki harus sama
persis, kesetaraan gender berarti laki laki dan wanita memiliki hak, kesempatan,
dan perlakuan yang setara di semua bidang kehidupan. Ini mencakup akses yang
sama terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, partisipasi politik, dan
pengambilan keputusan. Kesetaraan gender juga berarti penghapusan diskriminasi
dan stereotip berbasis gender.
11
4. Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah masalah sosial budaya yang kompleks dan berpengaruh
pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Berikut adalah beberapa contoh
kenakalan remaja yang marak terjadi di Indonesia:
1. Vandalisme
Vandalisme adalah tindakan merusak atau menghancurkan barang berharga atau
karya seni yang bukan miliknya. Sering kali, aktivitas ini dilakukan dengan
mencorat-coret tembok dengan tulisan atau gambar tanpa izin. Beberapa remaja
bahkan menandai dinding dengan inisial kelompok mereka, yang bisa berupa nama
kelompok, singkatan dari nama sekolah, atau yang lainnya.
2. Tawuran
Tawuran antara pelajar atau kelompok remaja sering kali dipicu oleh masalah
sepele, seperti perselisihan antar kelompok, provokasi di media sosial, atau bahkan
sekadar mencari sensasi. Tawuran memiliki konsekuensi serius, mulai dari luka
fisik, trauma psikologis, kerusakan fasilitas umum, hingga kematian. Fenomena
tawuran antarpelajar telah menjadi isu sosial budaya yang mengakibatkan banyak
korban dan menciptakan keresahan di masyarakat.
Media sosial memungkinkan penyebaran informasi palsu dengan cepat dan luas,
yang bisa memicu kepanikan, konflik, serta merusak reputasi individu atau
kelompok.
12
kali membuat pelaku merasa bebas untuk melakukan perundungan tanpa
konsekuensi.
Media sosial sering digunakan untuk menyebarkan konten yang merugikan, seperti
ujaran kebencian, pornografi, dan kekerasan. Konten-konten negatif ini dapat
memengaruhi persepsi dan perilaku individu, terutama di kalangan remaja.
5. Hilangnya Privasi
Media sosial berpotensi memengaruhi nilai dan norma sosial, seperti gaya hidup
konsumtif, individualisme, dan penurunan rasa empati. Interaksi sosial di dunia
maya sering kali menggantikan interaksi di dunia nyata, yang pada gilirannya dapat
menyebabkan isolasi sosial.
7. Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas yang mengarah ke seks bebas dan mengonsumsi obat obatan
terlarang. Perilaku ini sangat berbahaya dan bisa merusak masa depan remaja.
8. Penyalahgunaan Narkoba
13
9. Balapan Liar
Balapan liar sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan yang fatal, baik
bagi pelaku maupun orang lain.
10. Pencurian
Pencurian, baik dalam skala kecil maupun besar, sering kali dilakukan oleh remaja
yang membutuhkan uang atau terpengaruh oleh teman sebaya. Tindakan ini dapat
menyebabkan jeratan hukum dan merusak masa depan remaja.
ISBD, yang merupakan integrasi antara Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu
Budaya Dasar (IBD), menawarkan fondasi pengetahuan sosial serta konsep-konsep
budaya yang esensial. Dengan pemahaman ini, kita diharapkan dapat menganalisis
berbagai permasalahan sosial, kemanusiaan, dan budaya dengan sikap empati,
kepedulian, serta ketajaman analisis dalam mencari solusi yang tepat.
14
Dengan pendekatan multidimensional ini, ISBD memperluas perspektif bahwa
masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya dapat ditelaah dari berbagai sudut.
Wawasan ini sangat penting untuk menghindari pengkotakan ilmu yang kaku,
karena sebuah ilmu yang berdiri sendiri seringkali tidak mampu menyelesaikan
kompleksitas masalah di masyarakat. Di era yang serba kompleks ini, berbagai
permasalahan menuntut beragam sudut pandang keilmuan untuk bisa menemukan
solusi yang tepat.
ISBD juga berfungsi sebagai kajian yang mencakup isu-isu sosial, kemanusiaan,
dan budaya, dengan pendekatan yang berlandaskan integrasi ilmu sosial.
Pendekatan ini bersifat mendalam dan subjek-oriented, fokus pada aspek teoretis
yang mencakup ruang lingkup, metode, dan sistematika ilmu sosial serta budaya.
Dalam perannya, ISBD (Ilmu Sosial dan Budaya Dasar) sangat penting dalam
memecahkan permasalahan sosial dan budaya melalui beberapa cara berikut:
1. Pendekatan Interdisipliner
ISBD mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sosial dan budaya, seperti sosiologi,
antropologi, psikologi, dan sejarah. Pendekatan ini memungkinkan analisis masalah
dari berbagai sudut pandang, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih
komprehensif. Dengan begitu, solusi yang dihasilkan pun akan lebih holistik dan
menyentuh berbagai aspek permasalahan.
15
3. Pengembangan Pemikiran Kritis:
5. Pemberdayaan Masyarakat:
Selain itu berikut beberapa contoh konkret peran ISBD dalam memecahkan
masalah sosial dan budaya meliputi:
16
Menangani Masalah Kemiskinan: ISBD dapat menganalisis faktor-faktor
penyebab kemiskinan dan merancang program-program efektif untuk
penanganannya.
Melestarikan Budaya Lokal: ISBD berkontribusi dalam
mendokumentasikan dan melestarikan budaya lokal yang terancam punah.
Dengan demikian, ISBD memainkan peran yang sangat signifikan dalam
menghadapi dan menyelesaikan beragam isu sosial dan budaya di
masyarakat kita.
Mengatasi masalah lingkungan: ISBD memainkan peran penting dalam
memahami hubungan antara manusia dan lingkungan, serta berupaya
mengembangkan solusi yang efektif untuk tantangan lingkungan.
Menangani penyalahgunaan media sosial: ISBD dapat menganalisis
dampak negatif dari penyalahgunaan media sosial dan memberikan
edukasi kepada masyarakat tentang cara menggunakan media sosial
dengan bijak demi terciptanya kedamaian.
Menangani Kenakalan remaja: ISBD menganalisa faktor penyebab
kenakalan remaja, dan membuat program penanggulangan.
17
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) merupakan gabungan dari ilmu sosial,
terutama sosiologi, dan ilmu budaya, yang fokus pada masalah kemanusiaan dan
budaya. Tujuan utama ISBD adalah untuk memberikan pemahaman tentang
berbagai konsep yang perlu untuk meneliti isu-isu sosial dan budaya. Istilah ini
pertama kali digunakan di Indonesia untuk menggantikan “basic humanities”.
Dengan mempelajari ISBD, diharapkan individu dapat menjadi lebih manusiawi
dan berbudaya, serta bertanggung jawab dalam kehidupan mereka.
ISBD berperan sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya dengan
meningkatkan pengetahuan, pemikiran kritis, dan kesadaran sosial. Pendekatan
interdisipliner yang ditawarkan oleh ISBD membantu dalam menyelesaikan
masalah kompleks dengan menggabungkan berbagai perspektif ilmu. ISBD juga
berfungsi untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam masyarakat. Secara
keseluruhan, ISBD menyediakan dasar yang penting untuk menganalisis dan
18
memecahkan masalah sosial dan budaya, membantu individu dan masyarakat
menghadapi berbagai tantangan dengan cara yang lebih terarah dan efektif.
B. Saran
19
DAFTAR PUSTAKA
Winarno, Herimanto. (2019). Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Rusdiana. (2013). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bandung: Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.
Amir, Diva Kanasya dkk. (2019). Alternatif Pemecahan Masalah Sosial dan
Budaya dalam Ilmu Aristektur dan ISBD. SCRIBD. Diakses dari
[Link] pada
tanggal 04 Maret 2025.
Sulastri, Ari. (2015). ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial dan
Budaya. Garut: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP).
Diakses dari [Link]
sebagai-alternatif-pemecahan_49.html?m=1 pada tanggal 03 Maret 2025.
Utamih, R. Aulia. (2015). ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial dan
Budaya. Garut: STKIP. Diakses
dari[Link]
sebagai-alternatif-pemecahan-masalah-sosial-dan-budaya/ pada tanggal 03
Maret 2025.
Ginanjar, Gin Gin Ichwaniadi. Masalah Sosial dan Budaya. Garut : STTG.
SCRIBD. Diakses dari [Link]
Masalah-Budaya-Dan-Sosial pada tanggal 04 Maret 2025
20