0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan23 halaman

ISBD: Solusi Masalah Sosial dan Budaya

Makalah ini membahas ISBD (Ilmu Sosial Budaya Dasar) sebagai solusi untuk masalah sosial dan budaya. ISBD bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kemampuan analisis terhadap isu-isu sosial dan budaya, serta mengembangkan kepribadian mahasiswa sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab. Melalui pemahaman ini, diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di lingkungan mereka.

Diunggah oleh

kalianbocah58
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan23 halaman

ISBD: Solusi Masalah Sosial dan Budaya

Makalah ini membahas ISBD (Ilmu Sosial Budaya Dasar) sebagai solusi untuk masalah sosial dan budaya. ISBD bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kemampuan analisis terhadap isu-isu sosial dan budaya, serta mengembangkan kepribadian mahasiswa sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab. Melalui pemahaman ini, diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di lingkungan mereka.

Diunggah oleh

kalianbocah58
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

ISBD SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI PROBLEM SOSIAL DAN


BUDAYA
Tugas Mata Kuliah : Ilmu Sosial Budata Dasar

Dosen Pengampu : Rohimah, M. Pd. I

Disusun Oleh:

KELOMPOK 1

1. Amalia Anggraini Pratama (240101001)

2. Isdiana (240101003)

3. Kamila Dewi (240101004)


Prodi:

MPI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)

YAYASAN PEMBANGUNAN (YASBA) KALIANDA

TAHUN AKADEMIK 2024/2025


KATA PENGANTAR

Dengan penuh rasa syukur, penyusun panjatkan puji kepada Allah Yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang, yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah yang bertemakan “ISBD
Sebagai Alternatif Solusi Problem Sosial dan Budaya”

Penyusun berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan


wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam. Penyusun menyadari bahwa hasil
karya ini masih jauh dari sempurna dan terdapat banyak kekurangan, baik dari segi
tata bahasa maupun aspek lainnya. Karenanya, penyusun memohon maaf yang
sebesar-besarnya atas segala ketidaksempurnaan tersebut.

Maka dengan kerendahan hati, penyusun sangat menghargai kritik, saran, dan
usulan yang konstruktif untuk penyempurnaan makalah di masa mendatang.
Penyusun percaya bahwa setiap karya tidak akan pernah sempurna tanpa adanya
masukan yang membangun.

Makalah ini disusun sebagai pemenuhan tugas dalam perkuliahan “Ilmu Sosial
Budaya Dasar. ” Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
senantiasa memberkahi dan membimbing kita dalam menciptakan generasi yang
berakhlak mulia serta mencintai tanah air, Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Amiin.

Kalianda, 03 Maret 2025

Penyusun

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................... ii

BAB I : PENDAHULUAN .......................................................................... 1

A. Latar Belakang ......................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .................................................................................... 2

[Link] ....................................................................................................... 2

BAB II : PEMBAHASAN ........................................................................... 3

A. Pengertian ISBD ...................................................................................... 3

B. Definisi Masalah Sosial dan Budaya ......................................................... 7


C. Contoh Masalah Sosial dan Budaya .......................................................... 9

D. Peran ISBD Sebagai Alternatif Pemecah Masalah

Sosial dan Budaya ........................................................................................ 14


BAB III : PENUTUP................................................................................... 18f

A. Kesimpulan .............................................................................................. 18

B. Saran ....................................................................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 20

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Secara sederhana, ISBD (Ilmu Sosial Budaya Dasar) adalah pengetahuan yang
diharapkan dapat memberikan landasan dan wawasan umum mengenai konsep-
konsep yang dikembangkan untuk mengkaji berbagai permasalahan yang terkait
dengan manusia dan kebudayaan. Istilah ISBD pertama kali diperkenalkan di
Indonesia sebagai pengganti istilah “basic humanitism” yang berasal dari bahasa
Inggris “the humanities” Di sisi lain, istilah “humanities” itu sendiri berasal dari
bahasa Latin “humanus” yang berarti manusia, berbudaya, dan halus.

Program pendidikan ISBD dirancang untuk membekali mahasiswa dengan


kemampuan individu yang memadai agar dapat berperan sebagai anggota
masyarakat yang bertanggung jawab dan mampu menyelesaikan masalah di
lingkungannya sesuai dengan prinsip-prinsip ISBD. Ilmu Sosial Budaya Dasar,
sebagai integrasi dari ISD (Ilmu Sosial Dasar) dan IBD (Ilmu Budaya Dasar), juga
memberikan siswa dasar-dasar pengetahuan sosial serta konsep-konsep budaya,
sehingga mereka mampu menganalisis isu-isu sosial, kemanusiaan, dan
kebudayaan. Di harapkan, dengan pengetahuan ini, mahasiswa dapat menjadi
pribadi yang peka, tanggap, kritis, dan berempati dalam mencari solusi untuk
permasalahan sosial dan budaya dengan cara yang bijaksana.

Berdasarkan penjelasan di atas, penyusun merasa penting untuk lebih mendalami


keberagaman budaya. Informasi yang diperoleh dapat memberikan nilai tambah
yang signifikan dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal baik bagi
siswa maupun guru sebagai pengajar. Oleh karena itu, penyusun menulis makalah
ini dengan judul “ISBD sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial dan Budaya.”

1
B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian ISBD


2. Apa definisi masalah sosial dan budaya
3. Apa saja contoh masalah sosial dan budaya
4. Bagaimana peran ISBD sebagai alternatif pemecah masalah sosial dan
budaya.

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengertian ISBD


2. Untuk mengetahui definisi masalah sosial dan budaya
3. Untuk mengetahui apa saja contoh masalah sosial dam budaya
4. Untuk mengetahui bagaimana peran ISBD sebagai alternatif pemecah
masalah sosial dan budaya.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian ISBD

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISDB) adalah suatu disiplin ilmu yang
mengintegrasikan dua bidang pengetahuan utama, yaitu ilmu sosial yang sering
kali berkaitan dengan sosiologi (sosio: sosial, logos: ilmu) dan ilmu budaya,
yang merupakan salah satu cabang dari ilmu sosial itu sendiri. Secara
konseptual, ilmu sosial dapat dipahami sebagai bidang pengetahuan yang
memanfaatkan berbagai disiplin ilmu untuk menganalisis dan menjawab
persoalan-persoalan sosial. Sementara itu, ilmu budaya berfokus pada kajian
masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.

Secara umum, ISDB diharapkan dapat memberikan dasar pengetahuan dan


pemahaman mengenai berbagai konsep yang diperlukan untuk meneliti
masalah-masalah sosial dan budaya manusia. Istilah ISDB pertama kali
diperkenalkan di Indonesia sebagai pengganti istilah “basic humanities,” yang
berasal dari bahasa Inggris. Istilah “humanities” sendiri berasal dari bahasa
Latin “humus,” yang berarti manusia, berbudaya, dan halus. Dengan
mempelajari humanities, diharapkan individu dapat menjadi lebih manusiawi,
berbudaya, dan lebih halus. Dengan kata lain, humanities berkaitan erat dengan
nilai-nilai kemanusiaan sebagai homo humanus, yang menggambarkan manusia
sebagai makhluk berbudaya. Untuk mencapai status tersebut, individu perlu
mempelajari ilmu ini, sambil tetap menjalankan tanggung jawab mereka
sebagai manusia.

Untuk lebih memahami asal mula Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, penting untuk
mengenal pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof. Dr. Harsya Bactiar
menjelaskan bahwa ilmu dan pengetahuan dapat dibagi ke dalam tiga kategori
besar:

3
a. Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science): Ilmu ini berfokus pada pemahaman
keteraturan-keteraturan yang ada di alam semesta. Penelitian di bidang ini
menggunakan metode ilmiah, di mana peneliti menentukan hukum yang berlaku,
melakukan analisis untuk mendapatkan suatu kualitas, dan menghasilkan
generalisasi yang digunakan untuk membuat prediksi.

b. Ilmu-ilmu Sosial (Social Science): Ilmu ini bertujuan untuk mempelajari


keteraturan dalam interaksi antar manusia. Metode yang digunakan sering kali
diambil dari ilmu alam, namun hasil penelitian dalam ilmu sosial cenderung bersifat
kualitatif, mengingat ia berfokus pada perilaku dan tindakan manusia yang dapat
berubah-ubah.

c. Pengetahuan Budaya (The Humanities): Disiplin ini bertujuan untuk memahami


dan mencari arti dari kenyataan-kenyataan yang berkaitan dengan manusia. Kajian
dilakukan dengan mengungkap peristiwa-peristiwa unik dan memberi makna
padanya. Pengetahuan budaya berkaitan erat dengan seni dan filsafat, yang dapat
dibagi lagi menjadi berbagai cabang seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dan
lain-lain.

Ilmu Sosial Dasar (ISD) termasuk dalam kelompok ilmu sosial. Tujuan mempelajari
ISD adalah untuk membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian
agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang
diharapkan dari setiap tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain, serta
sikap dan tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan

Ilmu Budaya Dasar (IBD) termasuk dalam kelompok pengetahuan budaya, IBD
mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya, termasuk pemahaman akan sistem
nilai budaya dan konsep tentang nilai yang hidup dalam pikiran sebagian besar
masyarakat. Tujuan mempelajari IBD adalah untuk mengembangkan kepribadian
dengan memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan dalam pengkritikan
terhadap masalah-masalah budaya sehingga persepsi dan penalaran budaya suatu

4
individu dapat menjadi lebih manusiawi dan dapat memahami perbedaan budaya
dan masalah yang terjadi di sekitarnya.

Adapun mengenai ISBD itu sendiri terdiri dari dua komponen, yaitu sosial dan
budaya. Sosial berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat sekitar.
Komponen yang pertama, sosial. Sosial berasal dari kata society (bahasa latinnya
societas), yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas
diturunkan dari kata socius yang berarti teman.

Definisi sosial menurut berbagai para ahli yaitu:

1. Paul Ernest

Sosial adalah sejumlah manusia secara individu yang terlibat dalam berbagai
kegiatan bersama.

2. Philip Wexler

Sosial adalah sifat dasar dari setiap individu manusia.

3. Lewis

Sosial adalah sesuatu yang dapat dicapai, dihasilkan serta ditetapkan dalam proses
interaksi sehari-hari antara warga suatu negara dengan pemerintahannya.

Sedangkan budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah (bentuk jamak
dari buddhi), yang artinya pikiran dan akal budi. Budaya juga diartikan sebagai
segala hal yang dibuat manusia berdasarkan pikiran dan akal budinya yang
mengandung cinta dan rasa.

Definisi budaya yang dikemukan oleh beberapa ahli yaitu:

1. Parsudi Suparian

Suatu budaya dapat melandasi semua perilaku manusia karena suatu budaya
merupakan sebuah pengetahuan manusia yang digunakan dalam memahami
lingkungan dan juga pengalaman yang terjadi padanya.

5
2. R. Soekmono

Budaya yaitu usaha ataupun hasil kerja manusia berupa benda atau hasil sebuah
pemikiran manusia di masa hidupnya.

3. Ki Hajar Dewantara

Budaya yaitu hasil dari perjuangan masyarakat baik itu terhadap alam maupun
terhadap zaman yang membuktikan suatu kemakmuran dan juga kejayaan
kehidupan masyarakat ketika menghadapi suatu keadaan sulit dan rintangan dalam
mencapai suatu kemakmuran, keselamatan, dan juga kebahagiaan pada kehidupan.

Secara keseluruhan, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar berupaya memberikan


pemahaman dasar dan konsep-konsep yang relevan untuk menganalisa masalah
sosial manusia dan kebudayaan. Dengan demikian, ISDB mengintegrasikan
pemahaman dari berbagai bidang sosial dan budaya untuk mengembangkan
wawasan serta kepekaan mahasiswa dalam mengeksplorasi berbagai dinamika
sosial dan perilaku manusia dalam konteks kehidupan dan kebudayaan yang
mengitarinya.

Secara umum, ilmu sosial budaya dasar bertujuan untuk mengembangkan


kepribadian manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon) dan sebagai makhluk
budaya ( homo humanus), sehingga mampu menghadapi secara kritis dan
berwawasan luas masalah sosial budaya dan permasalahan lingkungan sosial
budaya, serta dapat menyelesaikannya dengan baik. Tujuan umum ilmu sosial
budaya dasar ada beberapa yaitu yang pertama pengembangan kepribadian manusia
sebagai makhluk sosial dan makhluk berbudaya, yang kedua kemampuan seseorang
menanggapi secara kritis dan berwawasan luas terhadap permasalahan sosial
budaya dan permasalahan lingkungan sosial budaya, dan yang terakhir ketiga
adalah kemampuan di dalam menyelesaikan secara baik, bijaksana dan obyektif
permasalahan permasalahan di dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga secara
umum kita harus memahami konsep konsep dasar mengenai manusia sebagai
makhluk sosial, dan manusia sebagai makhluk berbudaya yang memiki daya kritis,

6
wawasan vang luas terhadap permasalahan lingkungan sosial budaya. Manusia
sebagai makhluk berbudaya artinya, manusia itu makhluk ciptaan Tuhan Yang
Maha Esa yang paling sempurna, karena sejak lahir sudah di bekali dengan unsur
akal (ratio), rasa (sense) yang membedakannya dengan makhluk lainnya. Manusia
sebagai makhluk sosial artinya, manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup
sendiri dan berkembang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia
lainnya. Manusia harus hidup bermasyarakat saling berhubungan dan berinteraksi
satu sama lain dalam kelompoknya dan juga dengan individu di luar kelompoknya
guna memperjuangkan dan memenuhi kepentingannya.

B. Definisi Masalah Sosial dan Budaya

Setiap manusia pasti menghadapi beragam masalah, yang membedakan


antara satu individu dengan yang lain adalah jenis dan tingkat keseriusan masalah
tersebut. Seseorang dapat dianggap dewasa jika ia mampu menghadapi dan
menyikapi tantangan yang ada dalam hidupnya.

Kita sering mendengar istilah masalah sosial dan budaya. Namun, apa sebenarnya
yang dimaksud dengan keduanya? Masalah sosial dan budaya merujuk pada
terganggunya atau terhambatnya nilai-nilai kemanusiaan serta aktivitas manusia
dalam mengelola lingkungan, baik yang bersifat material maupun non-material.
Kedua jenis masalah ini selalu terkait dengan nilai-nilai moral, pranata sosial, dan
interaksi antar manusia dalam konteks norma yang berlaku.

Masalah sosial dan budaya yang dihadapi oleh masyarakat bervariasi dari satu
komunitas ke komunitas lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh tingkat
perkembangan kebudayaan masing-masing masyarakat serta kondisi lingkungan
tempat mereka tinggal.

Masalah sosial dan budaya saling berkaitan namun memiliki fokus yang berbeda.
Berikut adalah klarifikasi masing-masing konsep:

7
Masalah Sosial

Masalah sosial adalah kondisi di mana sebagian besar kehidupan masyarakat


terganggu, dan hal ini memerlukan solusi. Kehidupan sebagai makhluk sosial tidak
dapat terlepas dari isu-isu sosial yang muncul akibat interaksi antarmanusia dan
tindakan yang diambil. Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial selalu
dihadapkan kepada masalah sosial yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan.
Masalah sosial ini timbul sebagai akibat dan hubungannya dengan sesama manusia
lainnya dan akibat tingkah lakunya. Masalah sosial ini tidaklah sama antara
masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya karena adanya perbedaan dalam
tingkat perkembangan kebudayaannya, sifat kependudukannya, dan keadaan
lingkungan alamnya.

Pengertian masalah sosial memiliki dua pendefinisian, yang pertama itu adalah
menurut umum atau warga masyarakat, yaitu segala sesuatu yang menyangkut
kepentingan umum adalah masalah sosial.

Dan yang kedua yaitu menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondisi atau
perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi,
mempunyai sifat yang dapat menimbulakan kekacauan terhadap kehidupan warga
masyarakat secara keseluruhan.

 Masalah Budaya

Masalah budaya, di sisi lain, merupakan kondisi yang mengancam kelangsungan


atau perkembangan suatu budaya. Masalah budaya merupakan isu-isu yang
berkaitan dengan nilai-nilai, norma, dan praktik budaya yang beragam, serta dapat
memengaruhi kehidupan masyarakat. Beberapa karakteristik masalah budaya
meliputi:

- Perubahan nilai dan norma: Masalah budaya seringkali muncul akibat perubahan
nilai dan norma yang terjadi terlalu cepat atau tanpa kendali.

- Hilangnya warisan budaya: Masalah ini dapat berupa lenyapnya tradisi, bahasa,
atau seni yang menjadi bagian dari identitas suatu komunitas.

8
- Konflik antarbudaya: Terkadang, masalah budaya muncul akibat ketegangan
antara kelompok-kelompok budaya yang berbeda.

- Dominasi budaya asing: Tantangan lain yang dihadapi adalah munculnya


pengaruh budaya asing yang bisa mengancam keberadaan budaya lokal.

Dengan memahami masing-masing masalah ini, diharapkan kita dapat lebih siap
dalam menghadapi dan mencari solusi yang tepat bagi isu-isu yang ada di
masyarakat.

C. Contoh Masalah Sosial dan Budaya

Permasalahan sosial budaya adalah isu-isu yang memengaruhi kehidupan


masyarakat, terkait dengan nilai-nilai, norma, dan berbagai praktik budaya. Berikut
adalah beberapa contoh mengenai permasalahan sosial budaya yang penting untuk
diperhatikan:

1. Eksploitasi Pembangunan Berlebihan

Isu ini muncul ketika pembangunan ekonomi dan infrastruktur dilakukan tanpa
mempertimbangkan dampak negatifnya terhadap lingkungan serta keberlanjutan
budaya lokal. Eksploitasi yang berlebihan dalam pembangunan dapat
mengakibatkan kerusakan lingkungan, penggusuran masyarakat secara paksa, serta
hilangnya situs-situs bersejarah dan budaya yang berharga.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada tahun
2020 tercatat mencapai 207,203 juta jiwa, dan angka ini terus meningkat. Di tahun
2021, jumlah penduduk meningkat menjadi 272,682 juta jiwa, dan pada tahun 2022
menjadi 275,773 juta jiwa.

Kenaikan jumlah populasi setiap tahun mendorong kebutuhan akan pembangunan


yang semakin masif untuk menyediakan tempat tinggal. Akibatnya, deforestasi atau
penebangan hutan pun terjadi. Daerah-daerah yang sebelumnya berfungsi sebagai
resapan air kini beralih menjadi bangunan perkantoran atau permukiman. Oleh
karena itu, di kota-kota besar kita sering menghadapi masalah banjir, yang
disebabkan oleh kurangnya area resapan air.

9
2. Kesenjangan Sosial dan Kemiskinan

Kesenjangan Sosial:

Kesenjangan sosial adalah perbedaan yang mencolok dalam akses terhadap sumber
daya dan kesempatan antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Kesenjangan
sosial ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kesenjangan ekonomi,
kesenjangan pendidikan, dan kesenjangan kesehatan. Yang mana kesenjangan
sosial ini dapat menyebabkan ketegangan sosial dan konflik.

Kesenjangan sosial merupakan fenomena yang terjadi saat masyarakat memiliki


keuangan atau penghasilan yang berbeda (tidak imbang). Sebenarnya masalah satu
ini sudah ada sejak masa penjajahan. Sayangnya hingga saat ini permasalahan ini
masih terjadi. Kesenjangan sosial pada akhirnya akan berhubungan dengan adanya
kemiskinan.

Kemiskinan:

Kemiskinan adalah kondisi di mana seseorang atau kelompok tidak memiliki


sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti
makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Kemiskinan dapat disebabkan oleh
berbagai faktor, seperti kurangnya lapangan pekerjaan, pendidikan yang rendah,
dan ketidakadilan distribusi sumber daya. Dampak kemiskinan sangat luas,
termasuk masalah kesehatan, pendidikan, dan kriminalitas. Tingkat kemiskinan
terdiri dari tingkatan yang bervariasi, bahkan masih sulit untuk mengelompokkan
individu di Indonesia sebagai kelompok penerima bantuan pemerintah atau tidak.

3. Kesetaraan Gender

Kesetaraan gender merupakan isu sosial dan budaya yang kompleks yang
masih dihadapi di banyak belahan dunia, termasuk Indonesia. Permasalahan ini
berhubungan dengan ketidaksetaraan dalam peran, status, dan peluang antara pria
dan wanita. Beberapa tantangan utama dalam kesetaraan gender adalah stereotip

10
gender, diskriminasi, dan kekerasan terhadap perempuan, yang semuanya perlu kita
tangani dengan serius.

Kita mungkin sudah mengenal tokoh-tokoh perempuan inspiratif seperti Cut Nyak
Dien, Dewi Sartika, R. A. Kartini, dan Ratu Kalinyamat. Mereka adalah pelopor
perjuangan kesetaraan gender di Indonesia yang patut kita teladani.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kesetaraan diartikan sebagai


keadaan setara atau seimbang. Dalam konteks ini, kesetaraan gender berarti adanya
kesamaan antara perempuan dan laki-laki. Kesetaraan tersebut akan tercapai ketika
kedua pihak memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, mengakses,
merasakan manfaat, dan mengendalikan berbagai aspek kehidupan.

Tetapi kesetaraan gender ini bukan berarti perempuan dan laki-laki harus sama
persis, kesetaraan gender berarti laki laki dan wanita memiliki hak, kesempatan,
dan perlakuan yang setara di semua bidang kehidupan. Ini mencakup akses yang
sama terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, partisipasi politik, dan
pengambilan keputusan. Kesetaraan gender juga berarti penghapusan diskriminasi
dan stereotip berbasis gender.

Masalah kesetaraan gender ini dapat menimbulkan permasalahan budaya, yang


sering kali kita dengar, yaitu budaya patriarki atau budaya yang menempatkan laki-
laki pada posisi dominan masih kuat di banyak masyarakat. Hal ini menyebabkan
perempuan seringkali dianggap lebih rendah dan tidak memiliki hak yang sama.
Stereotip tentang peran laki-laki dan perempuan masih melekat kuat. Misalnya,
perempuan dianggap lemah dan emosional, sedangkan laki-laki dianggap kuat dan
rasional. Stereotip ini membatasi potensi dan pilihan individu yang pada akhirnya
akan memunculkan masalah diskriminasi, terutama diskriminasi terhadap
perempuan yang masih sering terjadi di berbagai bidang, seperti di tempat kerja,
pendidikan, hukum dan bidang lainnya.

11
4. Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja adalah masalah sosial budaya yang kompleks dan berpengaruh
pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Berikut adalah beberapa contoh
kenakalan remaja yang marak terjadi di Indonesia:

1. Vandalisme
Vandalisme adalah tindakan merusak atau menghancurkan barang berharga atau
karya seni yang bukan miliknya. Sering kali, aktivitas ini dilakukan dengan
mencorat-coret tembok dengan tulisan atau gambar tanpa izin. Beberapa remaja
bahkan menandai dinding dengan inisial kelompok mereka, yang bisa berupa nama
kelompok, singkatan dari nama sekolah, atau yang lainnya.

2. Tawuran
Tawuran antara pelajar atau kelompok remaja sering kali dipicu oleh masalah
sepele, seperti perselisihan antar kelompok, provokasi di media sosial, atau bahkan
sekadar mencari sensasi. Tawuran memiliki konsekuensi serius, mulai dari luka
fisik, trauma psikologis, kerusakan fasilitas umum, hingga kematian. Fenomena
tawuran antarpelajar telah menjadi isu sosial budaya yang mengakibatkan banyak
korban dan menciptakan keresahan di masyarakat.

3. Penyalahgunaan Media Sosial


Penyalahgunaan media sosial kini menjadi masalah yang signifikan di era digital.
Dampak negatif yang ditimbulkan antara lain:

1. Penyebaran Informasi Palsu (Hoaks)

Media sosial memungkinkan penyebaran informasi palsu dengan cepat dan luas,
yang bisa memicu kepanikan, konflik, serta merusak reputasi individu atau
kelompok.

2. Perundungan Siber (Cyberbullying)

Perundungan di dunia maya dapat mengakibatkan trauma psikologis, depresi,


bahkan tindakan bunuh diri. Anonimitas yang ditawarkan oleh media sosial sering

12
kali membuat pelaku merasa bebas untuk melakukan perundungan tanpa
konsekuensi.

3. Kecanduan Media Sosial

Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan,


berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Kecanduan ini bisa
mengganggu produktivitas, kualitas tidur, serta hubungan sosial di dunia nyata.

4. Penyebaran Konten Negatif

Media sosial sering digunakan untuk menyebarkan konten yang merugikan, seperti
ujaran kebencian, pornografi, dan kekerasan. Konten-konten negatif ini dapat
memengaruhi persepsi dan perilaku individu, terutama di kalangan remaja.

5. Hilangnya Privasi

Banyak platform media sosial yang mengumpulkan data pribadi penggunanya,


yang berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pengungkapan informasi pribadi yang berlebihan di media sosial juga dapat
mengancam keamanan individu.

6. Pergeseran Nilai dan Norma

Media sosial berpotensi memengaruhi nilai dan norma sosial, seperti gaya hidup
konsumtif, individualisme, dan penurunan rasa empati. Interaksi sosial di dunia
maya sering kali menggantikan interaksi di dunia nyata, yang pada gilirannya dapat
menyebabkan isolasi sosial.

7. Pergaulan Bebas

Pergaulan bebas yang mengarah ke seks bebas dan mengonsumsi obat obatan
terlarang. Perilaku ini sangat berbahaya dan bisa merusak masa depan remaja.

8. Penyalahgunaan Narkoba

Penyalahgunaan narkoba, seperti ganja, sabu, atau ekstasi, merupakan masalah


serius yang dapat merusak kesehatan fisik dan mental remaja. Penyalahgunaan
narkoba sering kali dipicu oleh rasa penasaran, tekanan teman sebaya, atau masalah
keluarga.

13
9. Balapan Liar

Balapan liar sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan yang fatal, baik
bagi pelaku maupun orang lain.

10. Pencurian

Pencurian, baik dalam skala kecil maupun besar, sering kali dilakukan oleh remaja
yang membutuhkan uang atau terpengaruh oleh teman sebaya. Tindakan ini dapat
menyebabkan jeratan hukum dan merusak masa depan remaja.

Secara keseluruhan, permasalahan kenakalan remaja memerlukan perhatian dan


penanganan yang serius dari berbagai pihak agar dampaknya terhadap masyarakat
dapat diminimalisi.

D. Peran ISBD Sebagai Alternatif Pemecah Masalah Sosial dan Budaya

ISBD, yang merupakan integrasi antara Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu
Budaya Dasar (IBD), menawarkan fondasi pengetahuan sosial serta konsep-konsep
budaya yang esensial. Dengan pemahaman ini, kita diharapkan dapat menganalisis
berbagai permasalahan sosial, kemanusiaan, dan budaya dengan sikap empati,
kepedulian, serta ketajaman analisis dalam mencari solusi yang tepat.

Dalam konteks interdisipliner, ISBD memfasilitasi penerapan serangkaian konsep


dasar dari ilmu sosial dan budaya sebagai alat untuk mengatasi tantangan yang
muncul di masyarakat. Dengan demikian, ISBD memberikan alternatif perspektif
dalam mencari solusi terhadap persoalan sosial dan budaya yang ada.

Pendekatan dalam ISBD bersifat interdisipliner dan multidisipliner, khususnya


dalam ilmu sosial, agar kita dapat menangani masalah sosial dengan cara yang lebih
efisien. Pendekatan ini dibangun di atas integrasi antara kedua bidang ilmu, di mana
ISBD digunakan untuk mencari solusi terhadap isu-isu kemasyarakatan dengan
merangkum perspektif dari ilmu sosial dan budaya. Misalnya, ilmu ekonomi
menganalisis suatu masalah dari kacamata ekonomi, dan solusi yang diusulkan
biasanya berakar dari sudut pandang tersebut.

14
Dengan pendekatan multidimensional ini, ISBD memperluas perspektif bahwa
masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya dapat ditelaah dari berbagai sudut.
Wawasan ini sangat penting untuk menghindari pengkotakan ilmu yang kaku,
karena sebuah ilmu yang berdiri sendiri seringkali tidak mampu menyelesaikan
kompleksitas masalah di masyarakat. Di era yang serba kompleks ini, berbagai
permasalahan menuntut beragam sudut pandang keilmuan untuk bisa menemukan
solusi yang tepat.

ISBD juga berfungsi sebagai kajian yang mencakup isu-isu sosial, kemanusiaan,
dan budaya, dengan pendekatan yang berlandaskan integrasi ilmu sosial.
Pendekatan ini bersifat mendalam dan subjek-oriented, fokus pada aspek teoretis
yang mencakup ruang lingkup, metode, dan sistematika ilmu sosial serta budaya.

Dalam perannya, ISBD (Ilmu Sosial dan Budaya Dasar) sangat penting dalam
memecahkan permasalahan sosial dan budaya melalui beberapa cara berikut:

1. Pendekatan Interdisipliner

ISBD mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sosial dan budaya, seperti sosiologi,
antropologi, psikologi, dan sejarah. Pendekatan ini memungkinkan analisis masalah
dari berbagai sudut pandang, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih
komprehensif. Dengan begitu, solusi yang dihasilkan pun akan lebih holistik dan
menyentuh berbagai aspek permasalahan.

2. Pemahaman Konteks Sosial dan Budaya:

ISBD membantu memahami bagaimana faktor-faktor sosial dan budaya, seperti


nilai-nilai, norma, dan tradisi, memengaruhi masalah yang dihadapi. Pemahaman
ini sangat penting untuk mengembangkan solusi yang sesuai dengan konteks lokal
dan dapat diterima oleh masyarakat. Solusi yang "cocok" dengan budaya setempat
memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi.

15
3. Pengembangan Pemikiran Kritis:

ISBD mendorong pengembangan pemikiran kritis dan analitis terhadap masalah


sosial dan budaya. Ini memungkinkan individu untuk mengidentifikasi asumsi-
asumsi yang mendasari masalah, mengevaluasi berbagai solusi, dan membuat
keputusan yang tepat. Kemampuan menganalisa secara kritis ini akan membuat
seseorang tidak mudah menerima informasi secara mentah-mentah, dan mampu
membedakan informasi yang benar dan salah.

4. Peningkatan Kesadaran Sosial dan Budaya:

ISBD meningkatkan kesadaran tentang keragaman sosial dan budaya, serta


pentingnya menghormati perbedaan. Ini membantu mengurangi prasangka dan
diskriminasi, serta membangun masyarakat yang lebih inklusif. Masyarakat yang
inklusif akan lebih harmonis, dan meminimalisir terjadinya konflik.

5. Pemberdayaan Masyarakat:

ISBD dapat memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam


pemecahan masalah sosial dan budaya. Dengan memberikan pengetahuan dan
keterampilan yang diperlukan, ISBD membantu masyarakat untuk
mengembangkan solusi mereka sendiri dan mengambil kendali atas masa depan
mereka. Dengan ini, masyarakat bisa lebih mandiri dan tidak selalu bergantung
kepada pihak lain untuk memecahkan masalahnya.

Selain itu berikut beberapa contoh konkret peran ISBD dalam memecahkan
masalah sosial dan budaya meliputi:

 Mengatasi Konflik Antar Kelompok: ISBD dapat membantu memahami


akar penyebab konflik dan mengembangkan strategi untuk membangun
perdamaian.

16
 Menangani Masalah Kemiskinan: ISBD dapat menganalisis faktor-faktor
penyebab kemiskinan dan merancang program-program efektif untuk
penanganannya.
 Melestarikan Budaya Lokal: ISBD berkontribusi dalam
mendokumentasikan dan melestarikan budaya lokal yang terancam punah.
Dengan demikian, ISBD memainkan peran yang sangat signifikan dalam
menghadapi dan menyelesaikan beragam isu sosial dan budaya di
masyarakat kita.
 Mengatasi masalah lingkungan: ISBD memainkan peran penting dalam
memahami hubungan antara manusia dan lingkungan, serta berupaya
mengembangkan solusi yang efektif untuk tantangan lingkungan.
 Menangani penyalahgunaan media sosial: ISBD dapat menganalisis
dampak negatif dari penyalahgunaan media sosial dan memberikan
edukasi kepada masyarakat tentang cara menggunakan media sosial
dengan bijak demi terciptanya kedamaian.
 Menangani Kenakalan remaja: ISBD menganalisa faktor penyebab
kenakalan remaja, dan membuat program penanggulangan.

Secara keseluruhan, ISBD menawarkan landasan pengetahuan, keterampilan, dan


nilai-nilai yang sangat penting untuk memecahkan masalah sosial dan budaya serta
membangun masyarakat yang lebih baik.

17
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) merupakan gabungan dari ilmu sosial,
terutama sosiologi, dan ilmu budaya, yang fokus pada masalah kemanusiaan dan
budaya. Tujuan utama ISBD adalah untuk memberikan pemahaman tentang
berbagai konsep yang perlu untuk meneliti isu-isu sosial dan budaya. Istilah ini
pertama kali digunakan di Indonesia untuk menggantikan “basic humanities”.
Dengan mempelajari ISBD, diharapkan individu dapat menjadi lebih manusiawi
dan berbudaya, serta bertanggung jawab dalam kehidupan mereka.

Masalah sosial dan budaya adalah kondisi yang mengganggu nilai-nilai


kemanusiaan dan aktivitas manusia. Masalah sosial merujuk pada kondisi yang
memerlukan solusi dalam kehidupan masyarakat akibat interaksi antarmanusia.
Masalah budaya mencakup ancaman terhadap kelangsungan budaya, seperti
perubahan nilai, hilangnya warisan budaya, dan dominasi budaya asing. Kedua
masalah ini saling terkait namun berbeda fokus. Contoh masalah sosial budaya
termasuk eksploitasi pembangunan berlebihan, kesenjangan sosial dan kemiskinan,
kesetaraan gender, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan media sosial.
Kesenjangan sosial menyangkut perbedaan akses terhadap sumber daya, sedangkan
kemiskinan adalah kondisi kekurangan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan
dasar. Kesetaraan gender merupakan isu tentang perlakuan sama antara pria dan
wanita, sementara kenakalan remaja mencakup tindakan merusak, tawuran, dan
penyalahgunaan narkoba.

ISBD berperan sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya dengan
meningkatkan pengetahuan, pemikiran kritis, dan kesadaran sosial. Pendekatan
interdisipliner yang ditawarkan oleh ISBD membantu dalam menyelesaikan
masalah kompleks dengan menggabungkan berbagai perspektif ilmu. ISBD juga
berfungsi untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam masyarakat. Secara
keseluruhan, ISBD menyediakan dasar yang penting untuk menganalisis dan

18
memecahkan masalah sosial dan budaya, membantu individu dan masyarakat
menghadapi berbagai tantangan dengan cara yang lebih terarah dan efektif.

B. Saran

Penyusun merasa bahwa proses penyusunan makalah ini memberikan wawasan


berharga mengenai Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Meskipun makalah ini masih
dianggap sederhana dan memerlukan masukan untuk perbaikan, penyusun ingin
mendorong pembaca untuk lebih mendalami topik Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.
Diharapkan dengan pemahaman yang lebih mendalam, kita dapat menggabungkan
sudut pandang subjektif dan struktural dengan sudut pandang objektif dan
fungsional. Hal ini penting untuk meningkatkan kepekaan kita terhadap berbagai
isu sosial dan budaya dengan rasa tanggung jawab yang tinggi, serta menumbuhkan
sikap ilmiah dan berbudaya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Selain itu,
semoga kita dapat lebih bijak dalam menyikapi setiap permasalahan. Pendekatan
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar juga akan memperluas sudut pandang kita, bahwa
isu sosial, kemanusiaan, dan budaya dapat didekati dari berbagai perspektif.
Dengan wawasan ini, kita diharapkan mampu mengkaji permasalahan masyarakat
yang lebih kompleks serta menemukan solusi yang tepat.

19
DAFTAR PUSTAKA

Winarno, Herimanto. (2019). Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Rusdiana. (2013). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bandung: Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.

Amir, Diva Kanasya dkk. (2019). Alternatif Pemecahan Masalah Sosial dan
Budaya dalam Ilmu Aristektur dan ISBD. SCRIBD. Diakses dari
[Link] pada
tanggal 04 Maret 2025.

Nafisah, Sarah. (2023). Empat Permasalahan Sosial Budaya yang terjadi di


Indonesia. BOBO. Id. Diakses dari [Link]
permasalahan-sosial-budaya-yang-terjadi-di-indonesia?page=all pada
tanggal 04 Maret 2025.

Sulastri, Ari. (2015). ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial dan
Budaya. Garut: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP).
Diakses dari [Link]
sebagai-alternatif-pemecahan_49.html?m=1 pada tanggal 03 Maret 2025.

Utamih, R. Aulia. (2015). ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial dan
Budaya. Garut: STKIP. Diakses
dari[Link]
sebagai-alternatif-pemecahan-masalah-sosial-dan-budaya/ pada tanggal 03
Maret 2025.

Ginanjar, Gin Gin Ichwaniadi. Masalah Sosial dan Budaya. Garut : STTG.
SCRIBD. Diakses dari [Link]
Masalah-Budaya-Dan-Sosial pada tanggal 04 Maret 2025

20

Anda mungkin juga menyukai