1.
Pembelajaran secara tim
Pembelajaran Kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Tim merupakan
tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus mampu membuat setiap
siswa belajar. Semua anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Untuk itulah, kriteria keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh
keberhasilan tim.
2. Didasarkan pada manajemen Kooperatif
Pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar proses
pembelajaran berjalan secara efektif, misalnya tujuan apa yang akan dicapai,
bagaimana cara mencapainya, apa yang harus digunakan untuk mencapai tujuan
itu dan lain-lain.
3. Kemauan untuk bekerja sama
Dalam pembelajaran kooperatif setiap anggota kelompok bukan saja harus
diatur tugas dan tanggung jawab masing-masing, akan tetapi juga ditanamkan
perlunya saling membantu. Misalnya, yang pandai membantu yang kurang
pandai.
4. Keterampilan bekerja sama
Kemauan untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikkan melalui aktivitas
dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan bekerja sama. Siswa perlu
didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota
lain. (Wina Sanjaya, 2016).
Berdasarkan pada keempat karakteristik pembelajaran
Kooperatif, diharapkan pembelajaran kooperatif mampu
memotivasi siswa dalam melaksanakan berbagai kegiatan,
sehingga mereka merasa tertantang untuk menyelesaikan tugas-
tugas bersama secara kreatif.
Model pembelajaran kooperatif ini akan dapat terlaksana
dengan baik jika dapat ditumbuhkan suasana belajar yang
memungkinkan di antara siswa dengan siswa serta antara siswa
dengan guru merasa bebas mengeluarkan pendapat dan idenya.
Guru dapat mengajukan berbagai pertanyaan atau permasalahan
yang harus dipecahkan di dalam kelompok. Siswa berupaya untuk
berpikir keras dan saling mendiskusikan di dalam kelompok. Guru
juga mendorong siswa untuk mampu mendemonstrasikan
pemahamannya tentang pokok-pokok permasalahan yang dikaji
menurut cara kelompok