Wina Sanjaya berpendapat bahwasanya hasil belajar merupakan
salah satu faktor yang dapat menentukan proses belajar. Dengan
kata lain, bagaimana seharusnya siswa belajar, akan sangat
ditentukan oleh apa hasil yang diperoleh oleh siswa. Manakala
kriteria keberhasilan belajar siswa diukur dari seberapa banyak
materi pelajaran dapat dikuasai siswa, akan berbeda proses belajar
yang dilakukan dengan kriteria keberhasilan ditentukan oleh sejauh
mana siswa dapat memanfaatkan potensi otaknya untuk
memecahkan suatu persoalan. (Wina Sanjaya, 2020).
Menurut Dimyati dan Mudjiono hasil belajar merupakan hasil dari
suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru,
tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari
sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya puncak proses belajar
yang ditandai dengan perubahan yang lebih baik dari segi
pemahaman setelah proses pembelajaran. (Dimyati dan Mudjiono, 2018).
Keberhasilan mengajar juga dapat dilihat dari dua segi. Dari segi
Guru keberhasilan mengajar dapat dilihat dari ketepatan guru dan
memilih bahan ajar, media dan alat pengajaran. Sedangkan dilihat
dari segi murid, keberhasilan mengajar dapat dilihat dari timbulnya
keinginan yang kuat pada diri setiap siswa untuk belajar mandiri
yang mengarah pada terjadinya peningkatan baik dari segi kognitif,
afektif, maupun psikomotorik.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil
belajar adalah kemampuan atau prestasi belajar siswa yang
mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik setelah melalui
proses belajar. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini
adalah hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran
pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak melalui pembelajaran Kooperatif
Tipe Make A Match.