0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan35 halaman

Penyuluhan Penggunaan Kontrasepsi KB

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai penggunaan Keluarga Berencana (KB) yang disusun oleh mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang konsep, manfaat, dan penatalaksanaan KB, serta melibatkan metode ceramah dan tanya jawab. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2025 di RSUD Karsa Husada Batu.

Diunggah oleh

Chiesa Nadia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan35 halaman

Penyuluhan Penggunaan Kontrasepsi KB

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) mengenai penggunaan Keluarga Berencana (KB) yang disusun oleh mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang konsep, manfaat, dan penatalaksanaan KB, serta melibatkan metode ceramah dan tanya jawab. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2025 di RSUD Karsa Husada Batu.

Diunggah oleh

Chiesa Nadia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)
PENGGGUNAAN KB

Disusun oleh :
Tingkat 3A / Semester VI
Rihan Abda’u (P17211221042)
Ine Sintia Dila Puspita (P17211221033)
Anggita Salwa Hardani (P17211221034)
Chiesa Nadia Putri Benno (P17211223048)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES


MALANG JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
2024/2025
LEMBAR PENGESAHAN

Satuan Acara Penyuluhan Mata kuliah Keperawatan dasar disusun oleh kelompok 12 A
Hari : Sabtu
Tanggal : 8 Maret 2025
Judul : SAP KB

MENGETAHUI:

PEMBIMBING PEMBIMBING
INSTITUSI KLINIK

................................................ ..........................................
NIP. ......................................... NIP. .......................................
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : Penggunaan KB


Sub Pokok Bahasan : Pengertian KB, Manfaat KB, Tujuan KB, Waktu KB dan
Penatalaksanaan KB
Sasaran : Keluarga Pasien Ruang Matahari RSUD Karsa Husada
Batu Waktu Pelaksanaan: Sabtu, 8 Maret 2025
Tempat Pelaksanaan : Ruang rawat inap Matahari RSUD Karsa Husada Batu
Edukator : Rihan Abda’u, Ine Sintia Dila P, Anggita Salwa H, Chiesa Nadia
P.B
I. Pengertian
Pengertian program keluarga berencana menuntut UU No 10 tahun 1992 (tentang
perkembangan kependudukan pembangunan keluarga selahtera) adalah upaya
peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia
perkawinan, pengaturan kelahiran pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan
kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Program KB adalah bagian yang
terpadu dalam program pembangunan nasionai dan bertujuan untuk menciptakan
kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya Indonesia dapat baik dengan
kemampuan produksi nasional. (Pinem, 2009).

II. Tujuan Umum


Setelah dilakukan edukasi diharapkan keluarga mampu memahami tentang konsep
keluarga berencana (KB).
III. Tujuan Khusus
1. Komunikan mampu menjelaskan pengertian KB
2. Komunikan mampu menjelaskan manfaat KB
3. Komunikan mampu menjelaskan tujuan KB
4. Komunikan mampu menjelaskan Jenis KB
5. Komunikan mampu menjelaskan Penatalaksanaan K

IV. Materi Penyuluhan


1. Pengertian KB
2. Manfaat KB
3. Tujuan KB
4. Waktu KB
5. Penatalaksanaan KB
(Uraian materi pada lampiran 1)

V. Metode
 Ceramah
 Tanya jawab

VI. Media
Leafle

VII. Setting Tempat

: Moderator

: Penyuluh

: Peserta

: Fasilitator

: Notulen

VIII. Pengorganisasi
 Moderator : Rihan Abda’u
 Notulen : Ine Sintia Dila Puspita
 Penyaji : Anggita Salwa Hardani
 Fasilitator : Chiesa Nadia Putri Benno

Pembagian Tugas
 Moderator : Mengarahkan seluruh jalannya acara penyuluhan dari awal
sampai akhir
 Penyaji : Menyajikan materi penyuluhan
 Fasilitator : Memotifasi peserta untuk bertanya
 Notulen : Mencatat hasil diskusi dalam jalannya acara penyuluhan

IX. Kegiatan Penyuluhan


1. Langkah-langkah kegiatan :
Alat yg
Tahap Kegiatan penyuluhan Kegiatan audiens
dipakai
Pembukaan 1. Memberi salam dan 1. Membalas salam penyaji Leaflet,
(5 Menit) perkenalan 2. Mendengarkan lembar pre
2. Menjelaskan tujuan dan test
penyuluhan memperhatikan
3. Menjelaskan pokok 3. Mengisi lembar pre test
bahasan yang akan
disampaikan
4. Membagikan pretest
PelaksanaanMenjelaskan 1. Sasaran menyimak Leaflet
(15 Menit) 1. Pengertian KB penjelasan tentang
2. Manfaat KB pengertian KB
3. Tujuan KB 2. Sasaran menyimak
4. Jenis KB penjelasan tentang manfaat
5. Penatalaksanaan KB
KB 3. Sasaran menyimak
penjelasan tentang tujuan
KB
4. Sasaran menyimak
penjelasan jenis KB
5. Sasaran menyimak
penjelasan penatalalaksanaan
KB

Penutup 1. Penyuluh memberikan 1. Sasaran menjawab Pertanyaan


(5 menit) pertanyaan sebagai evaluasi pertanyan yang diajukan lisan,
kepada sasaran 2. Membalas salam penutup
Alat yg
Tahap Kegiatan penyuluhan Kegiatan audiens
dipakai
2. Membagikan lembar evaluasi
post test post test
3. Penyuluh menyimpulkan
materi yang telah
disampaikan
4. Mengakhiri
penyuluhan
5. Memberi salam penutup

IX . Evaluasi
1. Komunikan mampu menjelaskan pengertian KB
2. Komunikan mampu menjelaskan manfaat KB
3. Komunikan mampu menjelaskan tujuan KB
4. Komunikan mampu menjelaskan jenis KB
5. Komunikan mampu menjelaskan penatalaksanaan KB
7
Lampiran 1 Materi
KELUARGA BERENCANA (KB) DAN KONTRASEPSI

A. Pengertian
 Keluarga Berencana (KB)
Pengertian program keluarga berencana menuntut UU No 10 tahun 1992
(tentang perkembangan kependudukan pembangunan keluarga selahtera)
adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui
pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran pembinaan
ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia
dan sejahtera. Program KB adalah bagian yang terpadu dalam program
pembangunan nasionai dan bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan
ekonomi, spiritual dan sosial budaya Indonesia dapat baik dengan
kemampuan produksi nasional. (Pinem, 2009)

 Kontrasepsi
Kontrasepsi yaitu pencegahan terbuahinya sel telur oleh sel sperma
(konsepsi) atau pencegahan menempelnya sel telur yang telah dibuahi ke
dinding rahim. (Mulyani, 2013). Persyaratan kontrasepsi ideal yaitu aman,
berdaya guna, dapat diterima bukan hanya untuk klien tetapi juga
dilingkungan masyarakat, harganya terjangkau oleh masyarakat, bila
metoda tersebut dihentikan penggunaan nya klien akan segera kembali
kesuburannya kecuali untuk kontrasepsi mantap. (Saroha, 2009),

B. Manfaat KB

Tujuan dilaksanakan program KB yaitu untuk membentuk


keluargakecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu keluarga
dengan carapengaturan kelahiran anak agar diperoleh suatu
keluarga bahagia dansejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya (Sulistyawati, 2013).
Tujuan program KB lainnya yaitu untuk menurunkan angka
kelahiran yangbermakna, untuk mencapai tujuan tersebut maka
diadakan kebijakaan yangdikategorikan dalam tiga fase
(menjarangkan, menunda, dan menghentikan)maksud dari
kebijakaan tersebut yaitu untuk menyelamatkan ibu dan anakakibat
7
8
melahirkan pada usia muda, jarak kelahiran yang terlalu dekat
danmelahirkan pada usia tua (Hartanto, 2002).

C. Macam - Macam Kontrasepsi


A. Kontrasepsi Hormonal
a) Oral Kontrasepsi
Oral kontrasepsi mengandung hormon estrogen dan progesterone yang
dikemas dalam berbentuk seperti pil atau kapsul yang siap untuk
diminum.
b) Jenis Kontrasepsi
- Kemasan dengan isi 35 pil/300 mg levonogestrel atau 350 mg
noretindron
- Kemasan dengan isi 28 pil/75 mg nongestrel
c) Cara Kerja
- Menekan sekresi gonadotropin dan sintesis setroid seks di ovarium
(tidak begitu kuat).
- Endometrium mengalami transformasi lebih awal sehingga
implantasi lebih sulit
- Mengentalkan lendir serviks seingga menghambat penetrasi
sperma.
- Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma terganggu.
d) Efektivitas
- sangat efektif 98,5%.
- jangan sampai ada tablet yang lupa.
- tablet digunakan pada jam yang sama.
- Senggama sebaiknya dilakukan 3-20 jam setelah penggunaan.
e) Keuntungan Kontrasepsi Oral
- Sangat efektif bila digunakan secara benar.
- tidak mengganggu hubungan seksual.
- Tidak mempengaruhi ASI.
- Kesuburan cepat kembali.
- Nyaman dan mudah digunakan.
- Sedikit efek samping.
8
9
- Dapat dihentikan setiap saat.
- Tidak mengandung estrogen
f) Efek samping
Menurut Setiyaninggrum (2015) efek samping oral kontrasepsi ada 7.
- Hampir 30-60% mengalami gangguan haid (perdarahan
sela, spotting dan amenorea).
- Peningkatan atau penurunan berat badan
- Harus digunakan setiap hari dan pada waktu yang sama
- Bila lupa satu pil saja, kegagalan menjadi iebih besar.
- Payudara menjadi tegang, mual, pusing. dermatitis atau jerawat.
- Risiko kehamilan ektopik cukup tinggi (4 dari 100 kehamilan).
- Tidak melindungi diri dari infeksi menular seksual atau HIV/AIDS
g) Indikasi
- Usia reproduksi.
- Telah memiliki anak atau yang belum memiliki anak.
- Menginginkan suatu metode kontrasepsi yang sangat efektif
selama periode menyusui.
- Pasca persalinan dan tidak menyusui.
- Pasca keguguran.
- Perokok segala usia.
- Mempunyai tekanan darah tinggi (selama < 180/110 mmHg).
a) Kontra indikasi
- Hamil atau diduga hamil.
- Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.
- Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
- Kanker payudara atau riwayat kanker payudara.
- Sering lupa minum pil.
- Miom uterus.
a) Instruksi Bagi Klien
- Minum pil setiap hari pada saat yang sama.
- Minum pil yang pertama pada hari pertama haid.

B. Suntik
a) Defisini
Kontrasepsi sangat efektif, aman dapat dipakai oleh semua

9
10
perempuan dalam usia reproduksi, kembalinya kesuburan lebih
lambat rata-rata 4 bulan dan cocok untuk masa laktasi karena
tidak menekan produksi ASI. Kontrasepsi ini berisi hormon
estrogen dan pogestoren dikemas dalam bentu suntik
(Setiyaningrum, 2015).

b) Cara Kerja

- Mencegah ovulasi.
- Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemam
- puan penetrasi sperma.
- Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi.
Menghambat transportasi gamet oleh tuba.

c) Efektivitas

Kontrasepsi suntik memiliki efektivitas yang tinggi, dengan 0,3


kehamilan per 100 perempuan/tahun, asal penyuntikan di
lakukan secara teratur sesuai jadwal.

d) Keuntungan

- Sangat efektif.
- Pencegahan kehamilan jangka panjang.
- Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri.
- Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak
serius terhadap penyakit jantung, dan gangguan pembekuan
darah
- Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI.
- Sedikit efek samping
- Klien tidak perlu menyimpan obat suntik.
- Dapat digunakan oleh perempuan usia >35 tahun
sampai perimenopause.
- Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
- Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara.
- Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul.
- Menurunkan krisis anemia bulan sabit.
e) Efek Samping

- Sering ditemukan gangguan haid, seperti: siklus haid yang


10
11
pendek atau memanjang, perdarahan yang banyak,
perdarahan bercak, tidak haid sama sekali.

- Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan


- Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut.
- Permasalahan BB merupakan efek samping sering.
- Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.
- Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan
jangka panjang.
- Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit
menurunkan kepadatan tulang.
- Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan
kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan
emosi, sakit kepala dan jarawat.
f) Indikasi
- Usia reproduktif.
- Nulipara dan yang telah memiliki anak.
- Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang
memiliki efektivitas tinggi.
- Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai.
- Setelah melahirkan dan tidak menyusui.
- Setelah abortus atau keguguran.
- Perokok.
- Anemia defisiensi besi.
- Tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung estrogen.
g) Kontra Indikasi
- Hamil atau di curigai hamil
- Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya.
- Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid.
- Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara
- DM disertai komplikasi
C. Implant
a) Definisi
Implant adalah suatu alat kontrasepsi yang mengandung
levonorgetrel yang dibungkus dan dipasang dibawah kulit
sangat efektif kegagalan kehamilan 0,2 - 1 kehamilan per 100

11
12
perempuan (Hanafi, 2004).

Implan atau susuk kontrasepsi merupakan alat kontrasepsi yang


berbentuk batang dengan panjang sekitar 4 cm yang di
dalamnya terdapat hormon progestogen, implan ini kemudian
dimasukkan ke dalam kulit di bagian lengan atas. Hormon
tersebut kemudian akan dilepaskan secara perlahan dan implan
ini dapat efektif sebagai alat kontrasepsi selama 3 tahun.
disarankan penggunaan kondom untuk minggu pertama sejak
pemasangan implan kontrasepsi tersebut. (Purwoastuti dan
Walyani, 2015)

b) Ciri-ciri Kontrasepsi Implan


Menurut Purwoastuti dan Walyani (2015) mengatakan
- Efektif 5 tahun untuk norplant, 3 tahun untuk Jadena,
Indoplant, atau Implanon.
- Nyaman.
- Dapatdipakai oleh semua ibu dalam usia reproduksi.
- Pemasangan dan segera kembali setelah implant dicabut.
- Efek samping utama berupa perdarahan tidak teratur,
perdarahan bercak dan amenorea.
- Aman dipakai pada masa laktasi.
c) Jenis Implant
 Norplant
Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan
panjang ,4 cm , dengan diameter 2,4 mm yang diisi dengan
36mg Levonogestrel dan lama kerjanya 5 tahun.
 Implanon dan Sinoplant
Terdiri dari 1 batang putih lentur dengan panjang kira kira
40 mm dan diameter 2 mm, yang diisi dengan 68 mg 3-
Keto desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.
 Jadena dan Indoplant
Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg
Levonorgestrel dengan lama kerjanya 3 tahun.

d) Cara Kerja Implant

Dengan disusupkannya 1 kapsul, 2 kapsul atau 6 kapsul astik


12
13
implant di bawah kulit, maka setiap hari dilepaskan secara tetap
sejumlah levonorgestrel ke dalam darah melalui proses difusi
dari kapsul. kapsul yang terbuat dari bahan silastik. Besar
kecilnya levonogestrel yang dilepas tergantung besar kecilnya
permukaan kapsul silastik dan ketebalan dari dinding kapsul
tersebut. Satu set Implant yang terdiri dari 6 kapsul dapat
bekerja secara efektif selama 5 tahun. Sedang Implanon yang
terdiri dari 1 atau kapsul dapat bekerja secara efektif selama 3
tahun.

e) Cara Kerja Implant Mencegah Kehamilan

Cara kerja implant dengan dilepaskannya hormon


levonorgestrel secara konstan dan kontinyu maka cara kerja
implant dalam mencegah kehamilan pada dasarnya yaitu
- Mengentalkan Lendir serviks.
- Menghambat proses pembentukan endometrium sehingga
sulit terjadi implantasi.
- Melemahkan transportasi sperma.
- Menekan ovulasi.
f) Keuntungan Implant

 Keuntungan implant secara kontrasepsi antara lain adalah:

- Daya guna tinggi.


- Perlindungan jangka panjang sampai 5 tahun.
- Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah
pencabutan Implant.
- Tidak memerlukan pemeriksaan dalam.
- Bebas dari pengaruh estrogen.
- Tidak mengganggu hubungan saat sanggama.
- Tidak menganggu produksi ASI
- Ibu hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan.
Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan

 Keuntungan Implant secara Non Kontrasepsi antara lain adalah:

- Mengurangi nyeri haid


- Perdarahan atau bercak perdarahan diantara siklus haid.

13
14
- Melindungi terjadinya kanker endometrium.
- Menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara.
- Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang
panggul.
- Menurunkan angka kejadian endometriosis.
g) Kekurangan Implant
Kekurangan implant adalah
- Implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan
yang terlatih.
- Petugas kesehatan harus dilatih khusus.
- Harga Implant yang mahal.
- Implant sering mengubah pola haid.
- Implant dapat terlihat dibawah kulit.
h) Efek Samping Implant

Pada kebanyakan pasien yang menggunakan KB implant dapat


menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan bercak
(spotting), hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid,
serta amenorea, hingga timbulnya keluhan-keluhan seperti.
- Nyeri kepala atau pusing.
- Peningkatan atau penurunan berat badan.
- Nyeri payudara serta perasaan mual.
- Perubahan perasaan (mood atau kegelisahan (nervousness)
- Membutuhakan tindakan pembedahan minor untuk insersi
dan pencabutan Implant.
- Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular
seksual termasuk AIDS.
- Pasien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaiannya
kontrasepsi ini sesuai dengan keinginan, tetapi harus pergi
ke klinik untuk pencabutan.
- Efektifitasnya menurun bila menggunakan obat-obat
tuberkolosis (rifampisin) atau obat epilepsy (fenitoin dan
barbiturat).
- Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1,3 per
100.000 perempuan per tahun)

i) Hal yang boleh menggunakan implant


14
15
- Umur reproduksi (20-35 tahun)
- Telah memiliki anak sesuai yang diinginkan atau tidak ingin
tambah anak lagi tetapi saat ini belum mau menggunakan
kontrasepsi mantap.
- Menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektifitas tinggi
dan menghendaki pencegahan kehamilan jangka panjang.
- Pascapersalinan dan sedang menyusui bayinya yang berusia
6 minggu atau lebih.
j) Yang tidak boleh menggunakan implant

- Perdarahan pervagina yang belum jelas penyebabnya.


- Hamil atau diduga hamil
- Ada benjolan atau kanker payudara atau riwayat kanker payudara.
- Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi.
- Mioma uterus dan kanker payudara.
- Ibu yang memiliki riwayat hipertensi.
- Ibu yang memiliki riwayat diabetes mellitus.
k) Tempat Pemasangan Implant
Pemasangan Implant dilaksanakan pada bagian tubuh yang
jarang bergerak atau digunakan. Berdasarkan penelitian, lengan
kiri merupakan tempat terbaik untuk pemasangan Implant, yang
sebelumnya dilakukan anastesi lokal.

l) Waktu mulai implant

- Setiap saat selama siklus haid hari ke-2 sampai hari ke 7.


Tidak diperlukan metode kontraseptif tambahan.
- Insersi dapat dilakukan setiap saat, asal saja diyakini pasien
tidak hamil. Bila diinsersi setelah hari ke 7 siklus haid, ibu
jangan melakukan hubungan seksual atau menggunakan
kontrasepsi lain selama 7 hari.
- Bila menyusui antara 6 minggu sampai 6 bulan
pascapersalinan, insersi dapat dilakukan setiap saat, bila ibu
menyusui secara eksklusif tidak perlu memakai metode
kontraspsi lain.
- Bila setelah 6 minggu melahirkan dan telah menjadi haid
kembali, insersi dapat dilakukan setiap saat, tetapi jangan

15
16
melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau
menggunakan metode kontrasepsi lain untuk 7 hari saja.
- Bila ibu menggunakan kontrasepsi hormonal dan ingin
menggantinya dengan implant, insersi dapat dilakukan
setiapsaat,asal saja ibu tersebut menyakini tidak hamil serta
menggunakan kontrasepsi terdahulu dengan benar.
- Bila kontrasepi sebelumnya adalah kontrasepsi suntikan,
implant dapat diberikan pada saat jadwal kontrasepsi
suntikan tersebut, tidak diperlukan metode kontrasepsi lain.
- Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrsepsi non-
hormonal (kecuali AKDR) dan ibu ingin menggatinya
dengan implant, insersi implant dapat dilakukan setiap saat,
asal saja ibu diyakini tidak hamil

- Bila kontrasepsi sebelumnya adalah AKDR dan ibu ingin


menggantinya dengan implant, implant dapat diinsersikan
pada saat haid hari ke-7 dan ibu jangan melakukan
hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan metode
kontrasepsi lain untuk 7 hari saja. Lalu AKDR segera
dicabut dan dipasang Implant.
- Ibu pascakeguguran, implant dapat segera
diinsersikan (Saifudin dalam).
- Bila klien muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan
pil, minumlah pil yang lain, atau gunakan metode
kontrasepsi lain bila klien berniat melakukan hubungan
seksual pada 48 jam berikutnya.
- Bila klien menggunakan pil terlambat lebih dari 3 jam,
minumlah pil tersebut begitu klien ingat. Gunakan metode
pelindung selama 48 jam.
- Bila klien lupa 1 tau 2 pil, minumlah segera pil yang terlupa
terebut sesegera klien ingat dan gunakan metode pelindung
sampai akhir bulan.
- Walaupun klien belum haid, mulailah paket baru sehari
setelah paket terakhir habis. 7. Bila haid klien teratur setiap

16
17
bulan dan kemudian kehilangan 1 siklus 9 tidak haid) atau
bila merasa hamil segera temui petugas klinik untuk tes
kehamilan.
m) Tahap pasca tindakan implant

- Peserta KB Implant sebaiknya menjaga agar daerah minimal


selama 3 hari untuk mempercepat penyembuhan dan
mengurangi kemungkinan infeksi.
- Bila lengan akseptor terasa membengkak dan berwarna
kebiru- biruan. Hal tersebut biasanya akibat tindakan
suntikan atau pemasangan implant dan akan menghilang
dalam 3 sampai 5 hari.
- Setelah 5 tahun implant atau 3 tahun untuk lmplanon
pemakaian, implant dapat dilepas
D. Kontrasepsi IUD
a) Definisi

IUD merupakan alat kontrasepsi paling banyak digunakan,


karena dianggap sangat efektif dalam mencegah kehamilan dan
memiliki manfaat yang relatif banyak dibanding alat
kontrasepsi lainya. Diantaranya, tidak menganggu saat coitus
(hubungan badan), dapat digunakan sampai menopause dan
setelah dikeluarkan dari rahim, bisa dengan mudah subur.

IUD (intra uterine device) merupakan alat kecil berbentuk


seperti huruf T yang lentur dan diletakkan di dalam rahim untuk
mencegah kehamilan efek kontrasepsi didapatkan dari lilitan
tembaga yang ada di badan IUD IUD merupakan salah satu
kontrasepsi yang paling banyak digunakan di dunia. Efektivitas
IUD sangat tinggi sekitar 99,2-99,9%, tetapi IUD tidak
memberikan perlindungan bagi penularan penyakit menular
seksual (PMS) (Purwoastuti dan walyani, 2015).
b) Jenis IUD

Jenis dari IUD ini bermacam-macam, paling umum dulu dikenal


dengan nama spiral.
a) Lippes Loop
b) Saf-T Coil
17
18
c) Dana Super
d) Copper-T (Gyne-T)
e) Copper-7 (Gravigard)
f) Multiload
g) Progesterone IUD

Dari berbagai jenis IUD di atas, saat ini yang umum beredar dipakai di
Indonesia ada 3 macam jenis yaitu:

a) IUD copper t terbentuk dari rangka plastik yang lentur


dan tembaga yang berada pada kedua lengan IUD dan
batang IUD.

b) IUD nova t, terbentuk dari rangka plastik tembaga. dan


pada ujung lengan IUD bentuknya agak melengkung
tanpa ada tembaga, tembaga hanya ada pada batang IUD.

c) IUD mirena, terbentuk dari rangka plastik yang


dikelilingi oleh silinder pelepas hormone
Levonolgestrel (hormone progesteron) sehingga lUD ini
dapat dipakai oleh ibu menyusui karena tidak
menghambat ASI.

c) Cara Kerja IUD

- Cara kerja utama mencegah sperma bertemu sel telur.


- Mencegah implantasi atau tertanamnya sel telur dalam rahim.
- Untuk IUD mirena ada tambahan cara kerjanya yaitu
mengentalkan lendir rahim karena pengaruh hormone
levonolgestrel yang dilepaskannya.

d) Keuntungan IUD

Menurut Dr David Grimes dari Family Health International di


Chapel Hill, Carolina Utara, seperti dikutip News yahoo, dokter
sering kali melupakan manfaat IUD dalam pengobatan
endometriosis, Laporan tersebut diungkapkan dalam pertemuan
di The American College of Obstetricians and Gynecologist,
New Orleans. David mengatakan, IUD mampu mengurangi
risiko kanker endometrium hingga 40 persen. Perlindungan
18
19
terhadap kanker ini setara dengan menggunakan alat kontrasepsi
secara oral.
Berikut ini adalah keuntungan dari lUD: kegagalan dalam 125-
170 kehamilan).
- Dapat efektif segera setelah pemasangan IUD merupakan
metode kontrasepsi jangka panjang
- Tidak tergantung pada daya ingat.
- Tidak mempengaruhi hubungan seksual. Tidak ada
interaksi dengan obat-obatan.
- Membantu mencegah kehamilan di luar kandungan
(kehamilan ektopik)
- Untuk IUD selain IUD Mirena tidak ada efek samping
hormonal seperti kenaikan berat badan, flek pada kulit,
flek di antara haid (spotting).
e) Kerugian IUD

Setelah pemasangan IUD, beberapa ibu mungkin mengeluh


merasa nyeri dibagian perut dan perdarahan sedikit (spoting).
Ini bisa berjalan selama 3 bulan setelah pemasangan. Tapi tidak
perlu dirisaukan benar, karena biasanya setelah itu keluhan akan
hilang dengan sendrinya. Tetapi apabila setelah 3 bulan keluhan
masih berlanjut, dianjurkan untuk memeriksanya ke dokter Pada
saat pemasangan, sebaiknya ibu tidak terlalu tegang, karena ini
juga bisa menimbulkan rasa nyeri dibagian perut.
Ibu yang menggunakan alat kontrasepsi IUD harus segera
ketempat pelayanan kesehatan jika:
- Mengalami keterlambatan haid yang disertai
tanda-tanda kehamilan: mual, pusing, muntah-
muntah.
- Terjadi perdarahan yang lebih banyak (lebih hebat) dari haid biasa.
- Terdapat tanda-tanda infeksi, semisal keputihan,
suhu badan meningkat, mengigil, atau jika ibu
merasa tidak sehat.
- Sakit, misalnya diperut, pada saat melakukan senggama.
Segeralah pergi kedokter jka ibu menemukan gejala-gejala
diatas.
19
20
IUD bukanlah alat kontarsepsi yang sempurna. sehingga
masih terdapat beberapa kerugian, antara lain:

- Pemeriksaan dalam dan penyaringan infeksi saluran


genetalia diperlukan sebelum pemasangan lUD.
- Perdarahan di antara haid (spotting) setelah
pemasangan, kram dapat terjadi dalam beberapa hari.
- Dapat meningkatkan risiko penyakit radang panggul.
- Memerlukan prosedur pencegahan inteksi sewaktu
memasang dan mencabutnya.
- Haid semakin banyak, tama dan rasa sakit selama 3 bulan
pertama pemakaian lUD dan berkurang setelah 3 bulan.
- Pasien tidak dapat mencabut sendiri lUD-nya.
- Tidak melindungi pasien terhadap PMS (Penyakit Menular
Seksual), AIDS atau HIV
- IUD dapat keluar rahim melalui kanalis hingga keluar vagina
f) Yang dapat memakai IUD/AKDR
- Usia reproduktif.
- Keadaan nulipara (yang belum mempunyai anak).
- Menginginkan kontrasepsi jangka panjang.
- Ibu yang sedang menyusui.
- Setelah mengalami keguguran dan tidak terlihat adanya infeksi.
- Risiko rendah IMS.
- Tidak menghendaki metode kontrasepsi hormonal.
g) Yang tidak bisa memakai IUD/AKDR
- Kemungkinan hamil.
- Setelah melahirkan (2-28 hari pasca melahirkan),
pemasangan IUD hanya boleh dilakukan sebelum 48 jam
dan setelah 4 minggu pasca persalinan.

h) Memiliki risiko lMS (termasuk HIV), yang berisiko terinfeksi


lMS/HIV yaitu:
- Mempunyai lebih lebih dari satu pasangan tidak selalu
memakai kondom
- Memiliki pasangan dengan HIV/MMS dan tidak selalu
memakai kondom memakai jarum suntik bersama atau
pasangan memakai jarum suntik (hanya untuk HIV tetapi
20
21
tidak untuk IMS)
- Perdarahan vagina yang tidak diketahui.
- Sedang menderita infeksi alat genital.
- Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering
menderita penyakit radang panggul atau Infeksi
setelah keguguran.

i) Waktu pemasangan IUD


- IUD dapat di pasang kapan saja dalam siklus haid
selama yakin tidak hamil.
- Pemasangan setelah persalinan: boleh dipasang dalam
waktu 48 jam setelah persalinan.
- Dapat pula dipasang setelah 4 minggu pasca persalinan, dengan
dipastikan tidak hamil.
- Antara 48 jam sampai 4 minggu pasca
persalinan tunda pemasangan, gunakan metode
kontrasep yang lain.
- Setelah keguguran atau aborsi: jika mengalami keguguran
dalam 7 hari terakhir boleh dipasang jika tidak ada infeksi.
Jika keguguran lebih dari 7 hari terakhir, boleh dipasang
jika dipastikan tidak hamil.
- Jika terjadi infeksi, boleh dipasang 3 bulan setelah
sembuh. Pakai metode kontrasepsi yang lain
- Jika ganti dari metode yang lain: jika telah memakai
metode lain dengan benar atau tidak bersenggama sejak
haid terakhir, AKDR boleh dipasang. (Tidak hanya
selama haid, termasuk melakukan MAL dengan benar)

j) Hal yang perlu dingat jika ingin menggunakan IUD


- Jenis AKDR yang dipakai.
- Waktu untuk melepas AKDR.
- Perubahan menstruasi dan kram adalah hal biasa: datang
kembali ke tenaga kesehatan jika mengganggu.
- Kembali dalam 3-6 minggu, atau setelah masa haid
berikutnya untuk pemeriksaan ke bidan atau tenaga
kesehatan jika:
• Terlambat haid, atau merasa hamil.
21
22
• Mungkin terinfeksi lMS atau HIV.
• Benang AKDR berubah panjang atau hilang.
• Sangat nyeri pada bagian bawah perut.

k) Cara memeriksa benang IUD:


- Ibu datang ke tenaga kesehatan.
- Memeriksa sendiri dengan cara :
• Cuci tangan
• Duduk dalam posisi jongkok
• Masukan jari ke dalam vagina dan rasakan benang di mulut
rahim
• Cuci tangan setelah selesai
f) Pemasangan KB IUD setelah melahirkan atau setelah keguguran.
- IUD dapat dipasang setelah keguguran atau pasca persalinan,
tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Setelah keguguran
 IUD dapat dipasang kapan saja jika sudah lebih dari 12 hari
setelah keguguran dan tidak ada infeksi.
 IUD dapat dipasang jika yakin tidak hamil.
 Tidak perlu metode cadangan.
 Disarankan untuk menunda kehamilan selama 3x siklus menstruasi
atau 3-6 bulan agar kondisi fisik dan mental ibu kembali siap.
- Pasca persalinan
- IUD dapat dipasang segera setelah melahirkan.
 IUD dapat dipasang dalam tenggang waktu 10 menit setelah
plasenta/ari-ari lahir.
 Disarankan dilakukan saat menstruasi untuk mengurangi rasa tidak
nyaman saat pemasangan.

D. Penggunaan KB MOW
a) Pengertian
MOW adalah metode kontrasepsi untuk perempuan yang tidak
ingin anak lagi, perlu prosedur bedah untuk melakukan tubektomi
sehingga diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan
lainnya untuk memastikan apakah seorang klien sesuai untuk
menggunakan metode ini (Sarwono, 2015).

22
23
MOW atau kontrasepsi mantap (kontap) adalah
suatu tindakan untuk membatasi keturunandalam
jangka waktu yang tidak terbatas; yang dilakukan
terhadap salah seorang daripasangan suami istri atas
permintaan yang bersangkutan, secara mantap dan
sukarela. Kontrasepsi mantap pada wanita atau MOW
(Metoda Operasi Wanita) atau tubektomi, yaitu
tindakan pengikatan dan pemotongan saluran telur agar
sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma. Perjalanan sel
telur terhambat karena saluran seltelur tertutup .
b) Kelebihan
Berikut kelebihan MOW, antara lain (Sarwono, 2015) :
1. Sangat efektif (0,5 kehamilan per 100 perempuan selama tahun
pertama penggunaan)
2. Tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding)
3. Tidak bergantung pada faktor senggama
4. Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi resiko
kesehatan yang serius
5. Pembedahan sederhana,dapat dilakukan dengan anastesi lokal
6. Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
7. Tidak ada efek samping jangka panjang
8. Tidak ada perubahan pada fungsi seksual (tidak ada efek pada
produksi hormon ovarium).
c) Kekurangan MOW
Ada beberapa kekurangan MOW, yaitu (Sarwono, 2015) :
1. Risiko dan efek samping pembedahan. Resiko sterilisasi, seperti
halnya operasi lainnya, terutama berkaitan dangan anastesi. Ahli
bedah dapat tanpa sengaja merusak ligamen peritoneal selama
operasi. Jika ligamen peritoneal rusak, produksi hormon pada
ovarium menurun dan menopause bisa dimulai dini. Potensi
komplikasi lainnya (sangat jarang), adalah kehamilan ektopik dan
gangguan menstruasi
2. Kadang-kadang sedikit merasakan nyeri pada saat operasi
3. Infeksi mungkin saja terjadi, bila prosedur operasi tidak benar
4. Kesuburan sulit kembali

23
24
5. Harus dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ini
(tidak dapat dipulihkan kembali), kecuali dengan operasi
rekanalisasi
6. Klien dapat menyesal dikemudian hari
7. Resiko komplikasi kecil (meningkat apabila menggunakan anastesi
umum)
8. Rasa sakit atau ketidak nyamanan dalam jangka pendek setelah
tindakan
9. Dilakukan oleh dokter yang terlatih (dibutuhkan dokter spesialis
ginekologi atau dokter spesialis bedah untuk proses laparaskopi)
10. Tidak melindungi diri dari IMS, termasuk HBV dan HIV/AIDS
g) Pemasangan MOW (tubektomi) bisa dilakukan setelah melahirkan atau
setelah keguguran.
- MOW setelah melahirkan
 MOW bisa dilakukan dalam 48 jam setelah melahirkan atau setelah 4
minggu.
 MOW bisa dilakukan setiap waktu selama siklus menstruasi jika
yakin tidak hamil.
 MOW bisa dilakukan pada hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus
menstruasi.
 MOW setelah keguguran MOW bisa dilakukan segera setelah
keguguran.
 MOW sebagai kontrasepsi
 MOW merupakan kontrasepsi jangka panjang yang bertujuan
menghentikan kesuburan.
 MOW dilakukan dengan tindakan medis berupa penutupan tuba
uterine/ tuba falopii.
 MOW sangat efektif dalam mencegah kehamilan.
- Pilihan KB pasca keguguran
Pil KB progestin, pil KB kombinasi, ataupun mini pil bisa diminum segera
pasca keguguran. KB suntik progestin (KB suntik 3 bulan) dapat diberikan
pada minggu pertama (7 hari) atau minggu ke – 6 (42 hari) pasca
[Link] KB MOW pasca persalian dan pasca keguguran

24
25

Lampiran 2 Pre-test dan Post-test

A. IDENTITAS RESPONDEN
1. Nama:
2. Usia:
3. Alamat:
4. Hubungan dengan pasien:
Ayah,Ibu, atau Saudara Lainnya:....

B. PRE TEST KB

1. Apa singkatan dari KB?


a. Keluarga Beriman
b. Keluarga Bahagia
c. Keluarga Berencana
d. Keluarga Bebas

2. Apa dampak dari program KB pada suatu


negara?
a. Terkendalinya jumlah penduduk
b. Mengurangi angka pengangguran
c. Mengurangi beban ekonomi
d. Semua Benar

3. Berapa jumlah anak yang dianjurkan dalam


program KB?
a. 1
b. 2
c. 3
d. Tidak tahu

4. Dibawah ini yang termasuk kontrasepsi


alamiah adalah..
a. Pil KB
b. Metode pantang berkala menggunakan
kalender
c. Suntik KB
d. MOW/Steril

5. Manakah pernyataan di bawah ini yang


TIDAK BENAR mengenai metode KB
pantang berkala?
a. Mengeluarkan alat kelamin (penis)
sebelum ejakulasi
b. Membutuhkan keterlibatan pasangan
c. Hanya menggunakan kalender
d. Caranya adalah dengan menghindari
berhubungan saat masa subur

6. Manakah jenis KB dibawah ini yang tidak


menggunakan hormon?
a. Pil KB
b. Suntik KB
c. Implan/susuk
d. IUD/spiral 25
26

7. Kekurangan dari metode KB suntik 3 bulan


sekali adalah sebagai berikut, kecuali ...
a. Gangguan siklus haid
b. Menaikkan berat badan
c. Meningkatkan resiko sakit jantung dan
tekanan darah tinggi
d. Menurunkan keinginan untuk melakukan
hubungan suami-istri

8. Dibawah ini merupakan keuntungan


menggunakan KB IUD/Spiral, kecuali...
a. Tidak perlu sering-sering di ganti
b. Tidak mengubah siklus menstruasi
c. Tidak mengganggu hubungan seksual
d. Sulit untuk hamil kembali jika ingin
berhenti

9. Bagaimana cara penggunaan spiral/IUD?


a. Di minum
b. Di suntik
c. Di masukkan ke dalam rahim
d. Di pasang dibawah kulit

10. Bagaimanakah keadaan ibu yang tidak


diperbolehkan menggunakan KB
IUD/Spiral?
a. Hamil
b. Sedang menyusui
c. Usia subur
d. Tidak tahu

JAWABAN:
1. c.
2. d.
3. b.
4. b.
5. a.
6. d.
7. c.
8. d.
9. c.
10. a.

26
27

C. POST TEST KB

1. Apa singkatan dari KB?


a. Keluarga Beriman
b. Keluarga Bahagia
c. Keluarga Berencana
d. Keluarga Bebas

2. Apa dampak dari program KB pada suatu


negara?
a. Terkendalinya jumlah penduduk
b. Mengurangi angka pengangguran
c. Mengurangi beban ekonomi
d. Semua Benar

3. Berapa jumlah anak yang dianjurkan dalam


program KB?
a. 1
b. 2
c. 3
d. Tidak tahu

4. Dibawah ini yang termasuk kontrasepsi


alamiah adalah..
a. Pil KB
b. Metode pantang berkala menggunakan
kalender
c. Suntik KB
d. MOW/Steril

5. Manakah pernyataan di bawah ini yang


TIDAK BENAR mengenai metode KB
pantang berkala?
a. Mengeluarkan alat kelamin (penis)
sebelum ejakulasi
b. Membutuhkan keterlibatan pasangan
c. Hanya menggunakan kalender
d. Caranya adalah dengan menghindari
berhubungan saat masa subur

6. Manakah jenis KB dibawah ini yang tidak


menggunakan hormon?
a. Pil KB
b. Suntik KB
c. Implan/susuk
d. IUD/spiral

7. Kekurangan dari metode KB suntik 3 bulan


sekali adalah sebagai berikut, kecuali ...
a. Gangguan siklus haid
b. Menaikkan berat badan
c. Meningkatkan resiko sakit jantung dan
tekanan darah tinggi
d. Menurunkan keinginan untuk melakukan 27
28

hubungan suami-istri

8. Dibawah ini merupakan keuntungan


menggunakan KB IUD/Spiral, kecuali...
a. Tidak perlu sering-sering di ganti
b. Tidak mengubah siklus menstruasi
c. Tidak mengganggu hubungan seksual
d. Sulit untuk hamil kembali jika ingin
berhenti

9. Bagaimana cara penggunaan spiral/IUD?


a. Di minum
b. Di suntik
c. Di masukkan ke dalam rahim
d. Di pasang dibawah kulit

10. Bagaimanakah keadaan ibu yang tidak


diperbolehkan menggunakan KB
IUD/Spiral?
a. Hamil
b. Sedang menyusui
c. Usia subur
d. Tidak tahu

JAWABAN:
1. c.
2. d.
3. b.
4. b.
5. a.
6. d.
7. c.
8. d.
9. c.
10. a.

28
29

Lampiran 3 Uraian Kegiatan

URAIAN KEGIATAN PENYULUHAN

A. URAIAN KEGIATAN

 Menyampaikan salam

- Bina Suasana

- Menjelaskan tujuan penyuluhan

- Membagikan pre test

 Isi Pokok menjelaskan

- Pengertian KB
- Pengertian KB
- Manfaat KB
- Tujuan KB
- Jenis KB
- Penatalaksanaan KB
 Penutup
- Menyampaikan pertanyaan
- Membagikan post test
- Kesimpulan edukasi tentang KB

29
30

B. DOKUMENTASI

30
31

C. MEDIA (LEAFLET)

31
32

D. ABSENSI 32
33

Lampiran 4 Hasil Angket dan Hasil Pre- test & Post- test
A. HASIL ANGKET
No Nama Usia Alamat Hubungan
dengan
Pasien
1. Rizki 30 Jl. Raya Suami
Tlekung, Batu

2. Haris 30 Maron Saudara


3. Huri 57 Pujon Orang tua
4. Dewi 27 Giripurno Saudara
Sang Putri

33
34

B. HASIL PRE TEST & POST TEST PENYULUHAN


Responden Pertanyaan Ket
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 6
2 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 8
3 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 7
4 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 8
Jawaban 3 4 4 2 4 3 3 1 3 2
benar
setiap soal

POST TEST PENYULUHAN


Responden Pertanyaan Ket
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 8
2 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 8
3 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 7
4 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 8
Jawaban 4 4 3 1 4 4 3 2 2 2
benar
setiap soal

C. GRAFIK

34
35

PRE TEST DAN POST TEST


18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
1 2 3 4

pre test post test

KESIMPULAN :
Berdasarkan data hasil pengerjaan pre test dan post test didapatkan kenaikan jawaban
benar pada post test. Hal ini kami simpulkan sebagai hasil dari penyuluhan yang
telah kami lakukan, keluarga pasien(responden) memahami materi yang telah
kelompok kami sampaikan

35

Anda mungkin juga menyukai