BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengelolaan Sumber Daya Air
Sumber Daya Air (SDA) Indonesia merupakan Sumber Daya Air yang
terbesar di kawasan ASEAN. Namun kini pengelolaan SDA di Indonesia
menunjukan gejala yang semakin mengkhawatirkan, hal ini ditengarai dengan
adanya berbagai masalah antara lain masalah banjir dan kekeringan yang semakin
parah dari tahun ketahun, ditambah lagi konflik penggunaan air dan sumber daya
air baik antar 7ank e dan antar wilayah yang semakin serius; kerancuan dan
ketidakjelasan pembagian wewenang dan tangungjawab pengelolaan sumber daya
air, kinerja prasarana sumber daya air yang ada cepat mengalami penurunan,
kurangnya perhatian kita terhadap aspek pengaturan, pengendalian dan
pengawasan, semakin terbatasnya data dan informasi sumber daya air baik
menyangkut kualitas dan kuantitasnya, serta kurangnya peran serta masyarakat.
Hal tersebut harus diperbaiki melalui berbagai upaya baik aspek ketatalaksanaan,
kelembagaan, maupun sumberdaya manusianya. Menyangkut aspek
ketatalaksanaan, masyarakat dunia telah menyadari bahwa pengelolaan SDA
harus dilakukan secara menyeluruh dan terpadu dengan pendekatan Wilayah
Sungai, yang dikenal dengan Integrated Water Resources Management (Prinsip
IWRM).
Di Indonesia, hal ini telah dituangkan ke dalam Undang- undang Nomor
07/2004, Tentang Sumber Daya Air, dengan cakupan pengelolaan SDA yang
meliputi: perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharan dalam
rangka upaya konservasi SDA, pendayagunaan SDA, pengendalian daya rusak air
pada wilayah sungai, pemberdayaan dan partisipasi masyarakat serta pemanfaatan
ank e informasi. Proses pengelolaan SDA harus melibatkan semua stakeholders,
memperhatikan prinsip desentralisasi dan otonomi daerah, serta menjamin
terjalinnya keseimbangan antara fungsi –fungsi ank e, lingkungan hidup dan
ekonomi.
Dalam tiga 8ank e ini masalah pengelolaan sumber daya air (SDA) telah
berubah secara fundamental sehingga memerlukan suatu disiplin ilmu yang dapat
mengintegrasikan secara terpadu bidang-bidang keilmuan yang terkait
permasalahan dari hulu sampai ke hilirnya. Hal ini didorong oleh semakin
berkembangnya disiplin ilmu terkait akibat meluasnya pemanfaatan SDA,
pengaruh perubahan iklim global dan perubahan konsep tata pengelolaannya.
Disiplin ilmu ini, yang sebelumnya tersebar pada berbagai program studi di ITB,
sekarang sudah sangat penting untuk dipadukan dalam satu program studi. Seiring
dengan berkembangnya tantangan di bidang SDA baik pada tingkat global,
regional, dan nasional, bahkan di tingkat 8ank maka Fakultas Teknik Sipil dan
Lingkungan Institut Teknologi Bandung (FTSL-ITB) memandang sangat penting
untuk mengembangkan sebuah program studi pada pendidikan tingkat sarjana
guna menjawab tantangan tersebut.
2.2 Pengelolaan Sumber Daya Air dalam Perspektif Islam
Pengelolaan air minum dalam perspektif Islam haruslah memenuhi
sejumlah ketentuan. Pertama: Mengingat air memiliki status sebagai kepemilikan
umum, semua masyarakat berserikat terhadapnya dan memiliki hak untuk dapat
memanfaatkanya. Namun, boleh adanya kepemilikan pribadi atas zat air yang
berada dalam propertinya selama itu tidak berhubungan dengan sarana umum.
Pada prinsipnya, setiap individu atau komunitas kecil masyarakat dibolehkan
untuk memenuhi kebutuhan airnya secara mandiri selama perkara tersebut tidak
mengganggu kepentingan umum dan tidak menimbulkan.
Perpecahan/persengketaan dengan masyarakat lainnya.
Atas dasar semua ini, pengelolaan air minum harus diserahkan kepada
9ank e untuk menjamin bahwa setiap rakyatnya mendapatkan haknya atas apa
yang menjadi kepemilikannya.
2.3 Review Penelitian
Untuk memperoleh suatu gambaran tentang perkembangan suatu
perusahaan, perlu dilakukan beberapa analisis data keuangan dari perusahaan
yang bersangkutan, yang tercermin dalam laporan keuangan. Laporan keuangan
merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai
keadaan finansial suatu perusahaan tersebut. Keuangan laporan yang diharapkan
bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi
yang lain, seperti 10ank e10y, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang
lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan. (Mamduh [Link] dan
Abdul Halim, 2002)
Secara garis besar air merupakan sumber kehidupan manusia, atau dengan
ungkapan lain bahwa eksistensi kehidupan manusia tidak bisa di lepaskan dengan
air. Karena begitu urgent peranan air dalam kehidupan manusia, maka tidak aneh
pemerintah Indonesia membuat sederetan aturan tentang sistema pengelolaan
[Link] itu juga didorong dengan adanya krisis air kian hari kian merisaukan. Bagi
bumi sendiri, 71 persen dari isinya adalah air, dimana 97 persen di antaranya
berasal dari laut, 2 persen dari gunung-gunung es,dan sisanya dari sungai,danau
dan, lain-lain keidupan di bumi ini tergantung dari siklus air. Tidak terbayangkan
kalau misalnya suatu saat air habis, seperti halnya minyak, gas bumi ,dan
nuklir .melihat begitu vitalnya maka tidak aneh jka jauh-jauh hari Nabi
Muhammad telah memberikan rambu-rambu dalam 10ank e pengelolahan sumber
daya air. Menurut beberapa hadis yang menulis kumplan maka ada beberapa
prinsip yang harus diperhatikan dalanm pengelolahan air yaitu pertama, asas
pemerataan,hal tesebut di tunjukan oleh beberapa hadist yang melarang monopoli
air,ayau penguasaan air hanya beberapa orang. Kedua , asas proporsional,yaitu
tidak diperkenankanya mengunakan air secara berlebihan,hal tersebut di tunjukan
oleh Nabi ketika memberikan tausyiah kepaa sahabatnya ketik melakukan wudlu.
(Asshdiqi F, 2008).
Sebuah perusahaan sangat penting terhadap laporan keuangan karena
dengan analisis data dapat diketahui keadaan dan perkembangan perusahaan.
Selain itu juga dapat diketahui bahwa hasil yang dicapai pada waktu lampau dan
waktu yang sedang berjalan, termasuk kelemahan-kelemahan untuk perbaikan di
masa yang akan 11ank e.
2.4 Definisi Operasional
Definisi beberapa istilah yang penting dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
(1) Pengelolaan Sumber daya Air adalah merupakan kebutuhan pokok bagi
semua makhlik hidup. Oleh karena itu, dalam pengelolaannya harus dapat
menjamin pemenuhan kebutuhan yang berkecukupan secara berkelanjutan.
(2) Pengelolaan Sumber Daya Air dalam perspektif Islam adalah merupakan
golongan yang paling berkepentingan atas tersedianya air suci yang
menyucikan. Ajaran Islam dalam kesempurnaan iman seseorang 11ank e-
sah-an sejumlah aktivitas ibadah.
2.5 Hipotesis
Hipotesis dalam Penelitian ini dalam judul Pengelolaan Sumber Daya Air
dalam Perspektif (Studi Kasuus PDAM Unit Dlingo) sudah efektif dalam
perspektif islam.
2.6 Kerangka Pemikiran
Data – Laporan Keuangan – Laporan Kinerja PDAM
Efektifitas Pengelolaan Sumber Daya Air PDAM
Perspektif Islam Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air
Efektif sesuai perspektif islam Tidak efektif sesuai persepktif Islam
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran