STROKE
Apa itu Stroke.?
Stroke itu sendiri terjadi ketika terhentinya aliran darah ke otak, baik karena tersumbatnya
pembuluh darah atau karena pecahnya pembuluh darah.
Berat ringannya gejala stroke tergantung pada daerah otak mana yang dipengaruhi.
Tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah otak disebabkan oleh berbagai penyebab dan
faktor resiko, (inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.)
Salah satu penyakit yang bisa berakibat fatal adalah stroke, oleh sebab itu banyak yang ingin
mengetahui penyebab stroke dengan tujuan agar dapat melakukan pencegahan sedini
mungkin. Untungnya ada beberapa penyebab dan faktor risiko yang bisa diubah, seperti
kebiasan merokok dan pola makan tak sehat.
Siapa yang Lebih Berisiko Terkena Stroke?
Memang stroke bisa menyerang siapa saja, namun ada kelompok umur tertentu, kondisi medis
tertentu dan kebiasaan pola hidup sehari-hari yang kurang sehat dapat menempatkan seseorang
untuk lebih mungkin terkena stroke dibanding yang lain. Inilah yang kita sebut sebagai faktor
resiko penyebab stroke.
Anda dapat mengobati atau mengendalikan beberapa faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi
dan merokok. Namun sebagian faktor risiko tidak dapat diubah, seperti usia dan jenis kelamin.
Apa saja penyebab Stroke.?
Tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk stroke. Tekanan
darah dianggap tinggi jika sama dengan atau di atas 140/90 (mmHg). Jika Anda memiliki
diabetes atau penyakit ginjal kronis, maka tekanan darah 130/80 mmHg atau lebih sudah
dianggap tinggi.
Diabetes. Diabetes adalah penyakit di mana kadar gula darah selalu tinggi karena tubuh
tidak membuat cukup insulin atau tidak menggunakan insulin dengan benar. Insulin
adalah hormon yang membantu memindahkan gula darah ke dalam sel untuk sumber
energi.
Penyakit jantung. Penyakit jantung koroner, kardiomiopati, gagal jantung,
dan fibrilasi atrium dapat menyebabkan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan
stroke.
Merokok. Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan
darah. Merokok juga dapat mengurangi jumlah oksigen yang mencapai jaringan
tubuh. Paparan asap rokok pada perokok pasif juga dapat merusak pembuluh darah.
Usia dan jenis kelamin. Risiko stroke meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Di
usia muda, laki-laki lebih mungkin dibandingkan perempuan untuk terkena stroke.
Namun, perempuan lebih mungkin untuk meninggal akibat stroke. Wanita yang
mengkonsumsi pil KB juga lebih berisiko sedikit lebih tinggi.
Riwayat pribadi atau keluarga mengalami stroke atau TIA. Jika satu sudara kandung;
ayah, ibu, paman, bibi dan kerabat lainnya memiliki riwayat stroke, atau sebelumnya
Anda sendiri pernah mengalamii stroke ringan, maka Anda berada dalam resiko yang
lebih tinggi di kemudian hari.
Faktor risiko lain penyebab stroke yang bisa Anda ubah, termasuk:
Alkohol dan penggunaan narkoba, termasuk kokain, amfetamin, dan obat-obatan lainnya
Kondisi medis tertentu, seperti penyakit anemia sel sabit, vaskulitis (radang pembuluh
darah), dan gangguan perdarahan
Kurangnya aktivitas fisik
Kegemukan dan Obesitas
Stres dan depresi
Kadar kolesterol tinggi
Diet yang tidak sehat
Penggunaan obat Nonsteroid anti-inflammatory drugs (NSAID) yang merupakan obat
anti nyeri dan peradangan, selain aspirin, dapat meningkatkan risiko serangan
jantung atau stroke, terutama pada pasien yang telah mengalami serangan jantung
atau operasi bypass jantung sebelumnya.
Selain menerapkan gaya hidup sehat, mencegah atau mengendalikan penyebab stroke terkadang
memerlukan obat-obatan yang rutin dikonsumsi, seperti pada penyakit darah tinggi dan diabetes,
jadi pastikan Anda mematuhi apa yang dianjurkan oleh dokter Anda.