Kaidah Pembuatan Karya Seni Rupa
Kaidah Pembuatan Karya Seni Rupa
SENI RUPA
KELAS X
A. INFORMASI UMUM
1 Identitas Sekolah
Nama : Wahid Rustoyo,[Link]
Institusi / Tahun : SMK Negeri 1 Samigaluh / 2024
Jenjang Sekolah : SMK
Kelas : X
Fase : E
CP : Pada akhir fase E, siswa diharapkan memiliki nalar
kritis, menghasilkan atau mengembangkan gagasan
melalui proses kreatif dalam merespon
lingkungannya secara mandiri dan atau
berkelompok
Alokasi Waktu : 450 menit (10jp)
Elemen : Menciptakan , siswa mampu menciptakan karya
seni yang menunjukkan pilihan keterampilan,
medium dan pengetahuan elemen seni rupa atau
prinsip desain tertentu yang sesuai dengan
tujuankaryanya, dalam konteks ekspresi pribadi
atau sesuaitopik tertentu
Sub Elemen : Berpikir dan mampu menciptakan karya seni yang
menunjukkan pilihan keterampilan
2 Kompetensi Awal : menciptakan karya seni yang menunjuk- kan
pilihan keterampilan,- medium dan pengetahuan
elemen seni rupa atau prinsip desain tertentu
yang sesuai dengan tujuan karyanya, dalam
konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.
3 Profil Pelajar Pancasila : Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
dan berahklak mulia; Kreatif, Bernalar Kritis
4 Sarana dan Prasarana : Modul Ajar
5 Target Peserta Didik : Reguler/Tipikal
6 Model Pembelajaran yang : Discovery/Blended Learning
Digunakan
B. KOMPONEN INTI
PERTEMUAN II
KEGIATAN AWAL (10 Menit)
PERTEMUAN II 1. Peserta didik dan guru memulai dengan
berdoa bersama.
2. Peserta didik disapa dan melakukan
pemeriksaan kehadiran bersama dengan guru.
3. Peserta didik bersama dengan guru
membahas tentang kesepakatan yang akan
diterapkan dalam pembelajaran.
4. Peserta didik dan guru berdiskusi melalui
pertanyaan pemantik.
PERTEMUAN IV
KEGIATAN AWAL (10 Menit)
1. Peserta didik dan guru memulai dengan
PERTEMUAN IV berdoa bersama.
2. Peserta didik disapa dan melakukan
pemeriksaan kehadiran bersama dengan guru.
3. Peserta didik bersama dengan guru
membahas tentang kesepakatan yang akan
diterapkan dalam pembelajaran.
4. Peserta didik dan guru berdiskusi melalui
pertanyaan pemantik.
KEGIATAN INTI (70 Menit)
1. Peserta didik mendapatkan pemaparan secara
umum tentang pengetahuan Prinsip dan unsur
seni rupa
2. Dengan metode tanya jawab guru
memberikan pertanyaan mengenai:Teknik
berkarya seni rupa
3. Secara individu siswa mengamati aliran Karya
seni rupa dari klasik sampai modern
4. Peserta didik secara mempelajari proses
penciptaan karya seni rupa
5. Peserta didik secara individu berproses
membuat karya seni rupa dengan
mengembangkan ide dan gagasan masing
masing
PERTEMUAN V
KEGIATAN AWAL (10 Menit)
1. Peserta didik dan guru memulai dengan
berdoa bersama.
PERTEMUAN V 2. Peserta didik disapa dan melakukan
pemeriksaan kehadiran bersama dengan guru.
3. Peserta didik bersama dengan guru
membahas tentang kesepakatan yang akan
diterapkan dalam pembelajaran.
4. Peserta didik dan guru berdiskusi melalui
pertanyaan pemantik.
6 Assesmen : • Diagnostik
• Formatif
• Sumatif
• Penilaian sikap
7 Pengayaan dan Remedial : Pemberian tugas
8 Refleksi Peserta Didik dan Guru : 1. Apakah ada kendala pada kegiatan
pembelajaran?
2. Apakah semua peserta didik aktif dalam
kegiatan pembelajaran?
3. Apa saja kesulitan peserta didik yang dapat
diidentifikasi pada kegiatan pembelajaran?
4. Apakah peserta didik yang memiliki kesulitan
ketika berkegiatan dapat teratasi dengan baik?
5. Apakah level pencapaian rata-rata peserta
didik dalam kegiatan pembelajaran ini?
6. Apakah seluruh peserta didik dapat dianggap
tuntas dalam pelaksanaan pembelajaran?
7. Apakah strategi agar seluruh peserta didik
dapat mentuntaskan kompetensi?
Jurnal Sikap.
Nama Peserta
No Tanggal Catatan Perilaku Butir Sikap
didik
1 (responsif, disiplin)
4
Asesmen ketrampilan
Penilaian Ketrampilan
Mampu mendokumentasikan data yang diperlukan dalam pembuatan karya dengan benar dan
lengkap
• Mampu membuat Karya seni rupa dengan baik sesuai kaidah prinsip seni rupa dan
unsur seni rupa
Capaian No Bentuk
No. Materi Indikator Soal
Kompetensi Soal Soal
\
Instrument soal
Lembar Penilaian Diri
Nama : .....
Kelas/Semester : .....
Petunjuk:
[Link] baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda “v” pada kolom yang sesuai dengan
keadaan dirimu yang sebenarnya.
[Link] kembali format yang sudah kamu isi kepada bapak/ibu guru.
C. LAMPIRAN
Seni rupa adalah salah satu jenis karya seni yang banyak ditemukan dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam proses pembuatan karyanya, ada sejumlah prinsip seni rupa yang perlu
diterapkan.
Prinsip seni rupa dapat diartikan sebagai suatu kaidah yang perlu dilakukan dalam proses
pembentukan suatu karya seni rupa yang indah.
Lantas, apa saja prinsip-prinsip seni rupa? Simak jawabannya pada pembahasan mengenai
prinsip-prinsip-prinsip seni rupa di bawah ini.
erbesar
Menurut Mansurdin, [Link]., M. Hum., dalam bukunya yang berjudul Pembudayaan Literasi
Seni Di SD, pengertian dari seni rupa adalah sebuah cabang seni yang hasilnya dapat
dinikmati oleh mata dan disentuh dengan tangan.
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa
ditangkap mata dan dirasakan oleh indra peraba.
Seni rupa biasanya dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah seni rupa murni dan
seni rupa terapan.
Selain itu, seni rupa juga dikelompokkan berdasarkan bentuk dari karyanya, yakni seni rupa
dua dimensi dan seni rupa tiga dimensi.
Apa yang Dimaksud Unsur dan Prinsip Seni Rupa?
Secara harfiah, seni merupakan keahlian membuat karya bermutu yang dilihat dari segi
keindahan, kehalusan, dan lainnya. Seni memiliki sejumlah cabang, salah satunya adalah
seni rupa. Seni rupa juga dapat diartikan sebagai seni pahat seperti patung dan seni lukis.
Dalam membentuk suatu karya seni rupa, dibutuhkan unsur dan prinsip-prinsip tertentu.
Unsur dalam seni rupa ialah elemen-elemen yang digunakan dalam proses pembuatan
karya seni rupa.
Secara umum, unsur-unsur yang mewujudkan sebuah karya seni rupa terdiri dari unsur
fisik dan nonfisik. Unsur fisik adalah bagian yang secara langsung dapat dilihat dan atau
diraba dalam sebuah karya seni rupa.
Contoh unsur-unsur fisik dalam seni rupa adalah sebagai berikut:
Garis, yakni unsur yang memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat-sifat
khusus, pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak dan
seterusnya.
Raut atau bidang, yaitu unsur seni rupa yang terbentuk dari pertemuan ujung dari sebuah
garis atau perpotongan dari beberapa garis yang dibuat.
Bentuk, yaitu unsur yang selalu berkaitan dengan benda yang bisa berbentuk seperti suatu
bangun atau plastis.
Ruang, yakni unsur yang berkaitan dengan dimensi suatu karya, seperti dua dimensi yang
hanya menunjukkan ukuran panjang dan lebar, sedangkan ruang tiga dimensi memberikan
kesan kedalaman.
Tekstur, yaitu unsur seni rupa yang berkaitan dengan kualitas taktil dari suatu permukaan.
Warna, yakni unsur seni rupa yang mana karya dari seni tersebut mengeluarkan kesan
yang ditimbulkan akibat pantulan cahaya yang mengenai permukaan suatu benda.
Gelap terang, yaitu unsur yang timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang
jatuh pada permukaan benda.
Itulah beberapa unsur fisik pada karya seni rupa. Berbeda dengan unsur fisik, unsur
nonfisik adalah kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur
fisik dalam sebuah karya seni.
Unsur nonfisik inilah yang disebut sebagai prinsip seni rupa yang banyak digunakan dalam
proses pembuatan karya dari seni tersebut.
Kaidah atau aturan baku ini disebut komposisi, berasal dari bahasa latin compositio yang
artinya menyusun atau menggabungkan menjadi satu.
Maka, dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip seni rupa adalah unsur nonfisik dalam
karya seni rupa berupa kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh beberapa seniman
secara konvensional dapat membentuk sebuah karya seni yang baik dan indah.
Berikut adalah prinsip-prinsip seni rupa yang diterapkan dalam proses pembuatan
karyanya.
1. Kesatuan
Kesatuan dalam seni rupa diartikan sebagai unsur-unsur yang saling berkaitan dengan baik.
Keberhasilan sebuah seni rupa dimulai dari rancangannya. Oleh karena itu, seorang
seniman dapat melihat terlebih dulu kesatuan dalam rancangannya.
2. KeseimbanganPerbesar
Keseimbangan dalam seni rupa dapat dilihat dari empat poin, yakni simetris, asimetris,
radial/sentral, dan kesan yang diberikan. Keseimbangan ini didapat dari pengelompokkan
objek kecil di antara benda besar, penggunaan banyak warna terang dengan sebuah objek
berwarna gelap, dan sebagainya.
3. Irama/Ritme
Dalam sebuah karya seni rupa, irama atau ritme dapat berupa pengulangan bentuk, warna,
atau motif. Pengulangan ini bebas dilakukan sesuai selera sang seniman.
Irama perubahan dari besar ke kecil disebut irama progresif, sedangkan dari kecil ke besar
disebut irama mengalun. Irama dengan pengulangan bentuk, ukuran, dan warna yang
sama disebut irama repetitif.
4. Pusat Perhatian
Pusat perhatian merupakan prinsip dominasi untuk menampilkan atau menonjolkan
sesuatu dalam suatu karya seni rupa. Pusat perhatian bisa ditunjukkan lewat warna,
bentuk, atau gerak. Misalnya, warna cerah di sekeliling warna gelap.
5. Kontras
Prinsip kontras dapat dicontohkan dengan lukisan yang memiliki susunan warna harmonis
ditambah beberapa warna yang berlainan. Selain itu, kontras dalam seni rupa juga dapat
berupa dua unsur yang saling tumpang tindih. Ketidakserasian tersebut menciptakan
harmoni yang saling melengkapi.
6. Proporsi
Proporsi sangat penting dalam menggambarkan bentuk untuk menampilkan benda sesuai
dengan aslinya. Secara umum, prinsip proporsi diterapkan dengan membandingkan bagian
satu dengan lainnya agar selaras dan enak dipandang.
7. Komposisi
Prinsip ini menjadi salah satu dasar keindahan dari karya seni. Komposisi juga
berhubungan dengan penyusunan unsur sehingga menjadi teratur. Ketika suatu komposisi
seni rupa tepat, maka akan menghasilkan karya seni yang baik sehingga dapat
memunculkan sebuah ekspresi.
Itulah 7 prinsip yang digunakan dalam proses pembuatan karya seni rupa. Prinsip seni rupa
tersebut harus diterapkan agar dapat menciptakan karya seni rupa yang indah dan
menarik.
3. Fungsi Komunikasi
Manusia selalu berkomunikasi dengan sesamanya dan alat komunikasi yang sering
digunakan adalah bahasa. Bahasa ini dapat dituangkan dalam bentuk seni rupa, misalnya
lukisan.
Jadi, seorang pelukis membuat lukisan untuk menyampaikan ide atau gagasannya
terhadap sesuatu agar orang yang melihat lukisan tersebut dapat menerima dengan baik
maksud yang ingin disampaikan oleh pelukis.
4. Fungsi Edukasi
Selain nilai keindahan, seni rupa juga berfungsi sebagai nilai edukasi. Karya seni rupa bisa
memberikan informasi baik tersirat maupun tersurat.
Contohnya seperti seni pertunjukan wayang. Selain berfungsi untuk menghibur, seni
wayang juga terkandung pesan dan amanat di dalamnya.
5. Fungsi Agama
Fungsi seni rupa dalam bidang keagamaan adalah untuk menyampaikan pesan yang
diinginkan agama untuk umatnya. Contohnya adalah kaligrafi. Selain untuk mempercantik
masjid-masjid, kaligrafi juga merupakan sarana dakwah.
1. Lembar Kerja Peserta Didik
1) Pada proses berkarya seni rupa kita tidak bisa lepas dengan prinsip-prinsip seni
rupa, mengapa demikian?
2) Langkah-langkah yang harus anda lakukan untuk Berkarya seni rupa?
2. Refleksi
Setelah mempelajari materi pada bab ini silahkan kalian merefleksi diri dengan
menjawab pertanyaan berikut secara jujur sesuai dengan kondisi kalian dengan tanda
check (√) pada tabel di bawah.
Tabel 1. Refleksi
Hasil Refleksi
No Uraian
ya tidak
1 Apakah dalam belajar bab ini ada
kendala?
2 Apakah kalian sudah mengetahui teknik
dlam berkarya seni rupa
3 Apakah kalian sudah merasa bisa
mengaplikasikan unsur unsur seni rupa dalam
berkarya?
4 Apakah kalian sudah merasa bisa
mengaplikasikan prinsip-prinsip seni rupa
dalam berkarya?
5 Apakah kalian sudah memahami
perkembangan seni rupa di Indonesia dan
dunia
3. Asesmen
1. Pada proses penciptaan karya seni kita tidak bisa lepas dari unsur dan
prinsip-prinsip seni rupa, mengapa demikian ?
Jawab:
......................................................................................... ...................................
......................................................
………………………………………………………………………………………
2. Dalam berkarya ada terdapat beberapa teknik, salah satunya adalah pointilis,
coba sebutkan kelebihan dan kekurangan teknik tersebut ?
Jawab:
......................................................................................... ........................................
................................................. ................................................................................
.........
......................................................................................... ........................................
................................................. ................................................................................
.........
......................................................................................... ........................................
................................................. ................................................................................
.........
4. Glosarium
Istilah Keterangan
Rhytm Gerakan yang dihasilkan ooleh bentuk-bentuk yang
hampir sama
Unity Kesatuan
Balance Keseimbangan
Harmony Keselarasan
MODUL AJAR
MATA PELAJARAN SENI RUPA
PROGRAM KEAHLIAN TITL,AKL & BDP
TAHUN PELAJARAN 2024/2025
KELAS :X
NAMA GURU : Wahid Rustoyo,[Link]
NIP : 197406242006041017
PANGKAT/GOLONGAN : Penata / III d
TAHUN 2024/2025