0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan7 halaman

Efektivitas Aromaterapi Lavender vs Chamomile

Diunggah oleh

Putri Nanang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan7 halaman

Efektivitas Aromaterapi Lavender vs Chamomile

Diunggah oleh

Putri Nanang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1, Maret 2021, ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X

Manfaat Aromatherapy Lavender dan Chamomile Mengatasi Nyeri Perineum

Ibu Nifas

Dewi Mayangsari1, Desti Gita Sari2

1. STIKES Karya Husada Semarang, email:mayang230380@[Link]


2. STIKES Karya Husada Semarang, email:destigitasari96@[Link]

Abstrak. Masa nifas adalah masa dimana ibu banyak mengalami proses adaptasi, salah satunya yaitu
proses penyembuhan luka perineum. Luka perineum bisa disebabkan karena robekan spontan maupun
tindakan episitomi. Salah satu intervensi penanganan nyeri adalah penatalaksanaan nonfarmakologi,
seperti pemberian aromaterapi. Aromaterapi yang digunakan untuk menurunkan rasa nyeri
diantaranya adalah lavender dan chamomile. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui perbedaan
efektifitas pemberian aromaterapi lavender dan chamomile pada ibu nifas penurunan rasa nyeri
perineum di BPM Makhilah Boro. Desain yang digunakan adalah quasy experiment dengan rancangan
two grup pretest-posttest menggunakan uji korelasi Mann-Whitney . Sampel yang digunakan berjumlah
34 sampel dibagi menjadi 2 kelompok. Hasil yang didapatkan ada perbedaan antara pemberian
aromaterapi lavender dan chamomile terhadap penurunan rasa nyeri perineum pada ibu postpartum di
BPM Makhilah Boro (p-value=0.028< 0,005). Terdapat perbedaan sebelum dn sesudah pemberian
aromaterapi lavender dan chamomile dan Aromaterapi lavender lebih efektif daripada aromaterapi
chamomile terhadap penurunan rasa nyeri perineum pada ibu nifas di BPM Makhilah Boro.

Kata kunci: Ibu nifas, Aromaterapi lavender, Aromaterapi chamomile, Nyeri perineum

Effectiveness of Giving Aromatherapy Lavender and Chamomile Minimizing


Perineum Pain In Postpartum Women at BPM Makhilah Boro

Abstract The postpartum period is a period in which mothers undergo many adaptation processes, one of
which is the process of healing perineal wounds. Perineal injury can be caused by spontaneous tears or
epicitomy. One of the pain management interventions is management non-pharmacological, such as giving
aromatherapy. Lavender and chamomile aromtherapy is used to relieve pain. To determine the difference in the
effectiveness of lavender and chamomile aromatherapy for postpartum mothers to reduce perineal pain in BPM
Makhilah [Link]: The design used was a quasy experiment with a two-group pretest-posttest design
using thecorrelation test Mann-Whitney . For the study, 34 samples divided into two groups were used. There
was a difference between the gifts Lavender andaromatherapy chamomile on reducing perineal pain in
postpartum mothers at BPM Makhilah Boro (p value 0,028 < 0,005) . There is a difference before and after
giving lavender and chamomile aromatherapy and Lavender aromatherapy is more effective better than
Chamomile aromahterapy for reducing perineal pain in postpartum mothers at BPM Makhilah Boro.
Keywords : Postpartum mothers, Lavender Aromatherapy, Aromatherapy Chamomile,Perineal Pain

Pendahuluan lain. Nyeri perineum merupakan hal yang


Masa nifas adalah masa dimana ibu fisiologis pada ibu postpartum, akan tetapi
setelah melahirkan, pada masa ini ibu nyeri ini memengaruhi kemampuan wanita
sangat rentan dan banyak mengalami untuk mobilisasi sehingga dapat
proses adaptasi, salah satunya yaitu proses menimbulkan komplikasi seperti
penyembuhan luka perineum. Luka perdarahan postpartum. Nyeri perineum
perineum bisa disebabkan karena robekan akibat adanya laserasi dapat menyebabkan
spontan maupun tindakan episitomi. Pada rasa tidak nyaman dan dispareunia. (Profil
beberapa orang, nyeri dapat mengganggu kesehatan Indonesia. 2019)
dibanding gangguan akibat penyakit yang
1
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1, Maret 2021, ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X

Penanganan untuk mengurangi nyeri deviasi = 1,20. Setelah dilakukan


perineum dapat dilakukan secara pemberian darmaterapi chamomile nilai
farmakologi dan non farmakologi. Namun rata-ratanya adalah 4,76 dan standar
penggunaan secara farmakologi sering deviasi = 0,98. Terdapat pengaruh
menimbulkan efek samping dan kadang penggunaan aroma terapi chamomile
tidak memiliki kekuatan efek yang terhadap penurunan skala nyeri ibu yang
diharapkan. Aromaterapi digunakan mengalami luka episiotomi dengan nilai p
sebagai salah satu alternatif penanganan value = 0,000. (Erlina Yuni dan Rika
nyeri non farmakologik. (Dinas Kesehatan Septiana Oktami. 2018)
Kota Tulungagung. 2019) Saat aromaterapi Aromatheraphy lain yang bisa digunakan
dihisap, zat aktif yang terdapat didalamnya untuk mengurangi rasa nyeri adalah
akan merangsang hipotalamus (kelenjar chamomile. Chamomile sudah digunakan
hipofise) untuk mengeluarkan hormon sejak zaman kuno untuk pengobatan dan
endorphin. (Erlina Yuni dan Rika Septiana perawatan kesehatan. Secara tradisional,
Oktami. 2018) chamomile telah digunakan selama
berabad-abad sebagai anti-inflamasi,
Aromaterapi lavender meningkatkan antioksidan, obat astringen dan
gelombang alfa di dalam otak, gelombang penyembuhan ringan. Chamomile
ini menggambarkan keadaan yang rileks mengandung triptofan yang dapat
pada seseorang dan akan meghilang apabila membantu menyenangkan dan mengurangi
seseorang banyak pikiran atau dalam ansietas . (Vivian dan Sunarsih,2011)
keadaan mental yang sibuk.(Jaelani. 2009) Mekanisme dari terapi chamomile dalam
Aromaterapi lavender juga memiliki rasa menurunkan nyeri yaitu berkenaan dengan
nyaman, rasa keterbukaan dan keyakinan. mekanisme efek anti inflamasi dan adanya
Disamping itu lavender juga dapat aromaterapi dimana serabut saraf di hidung
mengurangi rasa tertekan, stres, rasa sakit, membawa masukan sensori di otak yang
emosi yang tidak seimbang, histeria, rasa merupakan pusat insting, memori, dan
frustasi dan kepanikan . (Guyton. 2012) berbagai fungsi vital dibentuk.
Menurut penelitian Ratna Dewi dan (Koensoemardiyah. 2010)
Yuli Yantina tahun 2018 pada Mengacu pada data tersebut,perlu
penelitiannya yang berjudul mengatakan dilakukan penelitian untuk mengetahui
bahwa hasil penelitian distribusi skala nyeri apakah pemberian aromatherapy lavender
pada ibu postpartum sebelum dilakukan dan chamomile efektif untuk penurunan
pemberian aroma terapi chamomile nilai rasa nyeri perineum pada ibu postpartum.
rata-ratanya adalah 5,53 dan standar
[Link] penelitian ini adalah
Metode semua ibu nifas di ruang nifas BPM
Makhilah Boro yang berjumlah 34 orang.
Penelitian dilakukan di BPM Makhilah Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah
Boro Tulungagung selama 1 bulan mulai ibu yang melahirkan secara pervaginam,
tanggal 16 Juli – 15 Agustus 2020.. Jenis mengalami luka jahitan perineum, dan
penelitian ini adalah Kuantitatif. Desain bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi
penelitian menggunakan quasy nya adalah ibu yang melahirkan dengan
eksperimental with two groups pre-post test tindakan operasi, memiliki asma dan
design. Pemberian perlakuan dilakukan mengalami vaginitis. Sampel penelitian
pada saat, selanjutnya tingkat nyeri diukur sebanyak 34 orang. Teknik pengambilan
sebelum dan sesudah pemberian sampel adalah accidental sampling. Variabel

2
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1, Maret 2021, ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X

penelitian yaitu pemberian aromaterapi menggunakan Lembar Observasi VDS.


lavender dan pemberian aromaterapi Analisa Bivariat dengan uji statistic Mann
chamomile . Instrumen penelitian Whitney. (Notoatmodjo, S.2013)
aromateraphy chamomile di BPM
Hasil Penelitian Makhilah Boro.
Aromateraphy N Mean SD Min. Max
Penelitian ini dilakukan di BPM Makhilah Chamomile
Boro. Pelaksanaan penelitian dilakukan
Sebelum 17 2,82 0,728 2 4
dengan kategori ibu postpartum hari ke-1
sampai ke-5, melahirkan secara normal ,
Sesudah 17 1,53 1,007 0 3
mengalami luka jahitan perineum dan
bersedia menjadi responden penelitian.
Jumlah responden yang diambil dengan Berdasarkan tabel 4.2 didapatkan
teknik accidental sampling yaitu terdapat 34 bahwa rata-rata hasil pengukuran sebelum
responden. Dengan perlakuan yakni diberikan aromatherapy chamomile yaitu
pemberian aromaterapi lavender dan mean 2,82. Skala nyeri tertinggi adalah 4
chamomile. dan skala nyeri terendah adalah 2 Pada
pengukuran intensitas nyeri sesudah
Diagram 4.1 Intensitas nyeri perineum
pemberian aromaterapi chamomile
sebelum dan sesudah pemberian
didapatkan mean 1,53. Skala nyeri
aromateraphy lavender di BPM Makhilah
tertinggi adalah 3 dan skala nyeri terendah
Boro.
adalah 0.

Diagram 4.3 Hasil Uji Analisis Selisih


4 Penurunan Rasa Nyeri Perineum Sebelum
3,5 Dan Sesudah Dilakukan Pemberian
3
Aromatheraphy Lavender Di BPM
2,5
Makhilah Boro.
2 Sebelum
3
1,5 Sesudah
2,5
1
2
0,5
1,5
0 Sebelum
Mean SD Min. Max 1 Sesudah
0,5
Berdasarkan diagram 4.1 didapatkan 0
Mean SD SE p-value
bahwa rata-rata hasil pengukuran sebelum
diberikan aromatherapy lavender yaitu
mean 2,80. Skala nyeri tertinggi adalah 4 Diagram 4.3 menunjukkan bahwa analisis
dan skala nyeri terendah adalah 2 Pada uji non parametik dengan menggunakan
pengukuran intensitas nyeri sesudah Wilcoxon Signed Ranks Test di dapatkan
pemberian aromaterapi Lavender hasil p-value 0.000 (< α 0.05), maka dapat
didapatkan mean 1.53. Skala nyeri disimpulkan bahwa adanya perbedaan
tertinggi adalah 3 dan skala nyeri terendah antara sebelum dan sesudah diberikan
adalah 0. aromatheraphy lavender.
Tabel 4.2 Intensitas nyeri perineum Tabel 4.4. Hasil Uji Analisis Selisih
sebelum dan sesudah pemberian Penurunan Rasa Nyeri Perineum Sebelum
Dan Sesudah Dilakukan Pemberian

3
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1, Maret 2021, ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X

Aromatheraphy Chamomile Di BPM nilai tengah 1,53 dan masuk kategori nyeri
Makhilah Boro. ringan.
Nyeri luka perineum akan dirasakan
setelah persalinan sampai beberapa hari
3
pasca persalinan. Robekan perineum dapat
2,5 menyebabkan rasa tidak nyaman dan
2 dispareunia. Nyeri perineum dapat terjadi
setelah persalinan pervaginam akibat
1,5 Sebelum
laserasi spontan pada saat bayi lahir dan
Sesudah
1 dapat diperparah apabila terdapat robekan
0,5 pada perineum yang disebabkan oleh
0
tindakan episiotomi. Tindakan ini akan
Mean SD SE p-value memerlukan penjahitan dan dengan
penjahitan tersebut dapat menyebabkan
nyeri pada daerah luka jahitan.
(Prawirohardjo. 2014)
Diagram 4.4 menunjukkan bahwa analisis Hasil penelitian yang dilakukan di
uji non parametik dengan menggunakan BPM Makhilah Boro setelah diberikan
Wilcoxon Signed Ranks Test di dapatkan aromaterapi lavender rata-rata ibu nifas
hasil p-value 0.000 (< α 0.05), maka dapat mengalami penurunan rasa nyeri 2 skala
disimpulkan bahwa adanya perbedaan sebanyak 7 responden, 1 skala sebanyak 8
antara sebelum dan sesudah diberikan responden dan yang tidak mengalami
aromatheraphy chamomile. penurunan sebanyak 2 responden.
Disebabkan persepsi dan toleransi individu
Dapat dijelaskan bahwa ada terhadap nyeri, ambang nyeri, lingkungan,
perbedaan efektifitas pemberian usia, pengalaman lampau, kebudayaan,
aromateraphy lavender dan chamomile kepercayaan, dan stress, pola makan , dan
terhadap penurunan rasa nyeri pada ibu mobilisasi.
nifas di BPM Makhilah Boro. Didapatkan Kandungan utama dalam minyak
pada kelompok lavender, penurunan nyeri lavender adalah linalool asetat yang mampu
sampai 2 skala. Sedangkan pada kelompok mengendorkan dan melemaskan sistem
chamomile didapatkan , penurunan nyeri kerja urat-urat syaraf dan otot-otot yang
sampai 3 skala . Kemudian dilakukan uji tegang. Linalool juga menujukkan efek
Mann-Whitney di dapatkan hasil p-value hipnotic dan anticonvulsive, karena khasiat
0,028 hal ini menunjukkan bahwa nilai inilah bunga lavender sangat baik
kurang dari 0,005 maka Ha diterima, digunakan sebagai aromaterapi. (Sunito,
artinya ada perbedaan efektifitas pemberian dkk. 2010)
aromateraphy lavender dan chamomile Menurut peneliti, hasil penelitian ini
terhadap penurunan rasa nyeri pada ibu menunjukkan bahwa terjadi penurunan
nifas di BPM Makhilah Boro. intensitas nyeri yang signifikan setelah
dilakukan aromaterapi lavender. Hal ini
Pembahasan sesuai dengan pernyataan beberapa
responden yang ketika mencium atau
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menghirup aromaterapi lavender dari lilin
penurunan rasa nyeri perineum setelah yang telah dibakar, responden merasakan
diberikan aromatherapy lavender pada ibu ketenangan, karena aromanya yang harum
nifas pada kelompok (intervensi) memiliki dan segar menghirup aroma lavender yang
mengandung linalyl asetat bermanfaat
untuk mengurangi rasa nyeri juga
4
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1, Maret 2021, ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X

memberikan efek relaksasi karena untuk aromatherapy lavender, aromatherapy


menstimulasi gelombang alfa di otak dan chamomile 21,03. Artinya aromaterapi
akan melancarkan sirkulasi darah. lavender lebih efektif. (Saifuddin.2014)
(Muchtaridi, & Moelyono. 2015)
Hasil penelitian menunjukkan Hasil ini didukung oleh penelitian
bahwa penurunan rasa nyeri perineum Ratna Dewi dan Yuli Yantina tahun 2018
setelah diberikan aromatherapy chamomile pada penelitiannya yang berjudul “ Aroma
pada ibu nifas pada kelompok (kontrol) Terapi Chamomile Menurunkan Skala
memiliki nilai tengah 1,53 dan masuk Nyeri Pada Ibu Yang Mengalami Luka
kategori nyeri ringan. Rata-rata ibu nifas Episiotomi Di Praktik Mandiri Bidan
mengalami penurunan rasa nyeri 3 skala Ponirah Margorejo Metro Selatan Kota
sebanyak 5 responden, 2 skala sebanyak 7 Metro” mengatakan bahwa hasil
responden, 1 skala sebanyak 4 responden penelitian distribusi skala nyeri pada ibu
dan yang tidak mengalami penurunan postpartum sebelum diberikan aroma
sebanyak 1 responden. Disebabkan karena terapi chamomile nilai rata-ratanya
faktor lingkungan, pola makan , dan adalah 5,53 dan standar deviasi = 1,20.
mobilisasi. Dan setelahnya memiliki nilai rata-
Chamomile Jerman. Dipakai sebagai ratanya adalah 4,76 dan standar deviasi =
obat karena mengandung flavonoid 0,98, sehingga ada pengaruh penggunaan
(contohnya:Apigenin) dan minyak atsiri, aroma terapi chamomile terhadap
dengan konstituen utamanya bisabolol dan penurunan skala nyeri ibu yang
oksidannya. Minyak nya juga mengandung mengalami luka episiotomi dengan nilai p
proazulenes (seperti Matricin). tumbuhan value = 0,000. (Erlina Yuni dan Rika
yang disukai untuk tujuan pengobatan Septiana Oktami. 2018)
adalah Chamomile liar atau Chamomile Menurut peneliti, jika melihat dari
Jerman (Matricia recutita). Kandungan penurunan nyeri baik pada kelompok
Kimia pada bagian kepala bunga kelompok aromaterapi lavender ataupun
mengandung tidak kurang dari 0,4% chamomile , bahwa responden yang
minyak atsiri, yang terdiri dari : diberikan aromaterapi lavender memiliki
seskuiterpen, α- bisoprolol, chamazulene, dan penurunan nyeri yang lebih signifikan
farnesene. (Sunito, dkk. 2010) dibandingkan dengan responden yang
Hasil penelitian ini menunjukkan diberikan chamomile. Jika dilihat dari
bahwa setelah dilakukan pemberian analisa bivariat baik pada kelompok
aromaterapi chamomile, intensitas nyeri aromaterapi lavender ataupun chamomile
responden mengalami penurunan. Menurut dan didukung oleh teori serta pembahasan
peneliti, hal ini dikarenakan efek dari lilin mengenai hasil peneliti-peneliti sebelumnya
aromaterapi chamomile yang membuat dapat disimpulkan bahwa terdapat
responden menjadi rileks dan tenang, perbedaan efektifitas pemberian
namun ada beberapa responden yang tidak aromaterapi lavender dan chamomile
mengalami penurunan intensitas nyeri, ini terhadap penurunan rasa nyeri perineum
dikarenakan responden sulit untuk pada ibu postpartum di BPM Makhilah
berkonsentrasi dan rileks. Boro.
Berdasarkan analisa bivariat dengan
menggunakan uji korelasi Mann-Whitney di Simpulan
dapatkan hasil p-value 0,028 hal ini Pemberian pemberian aromaterapi
menunjukkan bahwa nilai kurang dari 0,005 lavender dan chamomile sama-sama
maka Ha diterima, artinya ada perbedaan berpengaruh terhadap penurunan rasa nyeri
efektifitas pemberian aromatherapy lavender perineum pada ibu nifas di BPM Makhilah
dan chamomile . Hasil mean rank 13,97 Boro, tetapi pemberian aromaterapi
5
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1, Maret 2021, ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X

lavender lebih efektif menurunkan nyeri Dewi, I. P. (2013). Aromaterapi lavender


dibandingkan pemberian aromaterapi sebagai media relaksasi. Bagian
chamomile. Ibu nifas dengan nyeri perineum Farmasi Fakultas Kedokteran
dapat memilih aromaterapi lavender untuk Universitas Udayana. Diperoleh
menurunkan rasa nyeri perineum yang tanggal18 Desember 2014 dari
dialami. Dalam melakukan penelitian ini , [Link]
peneliti memiliki keterbatasan diantaranya m/artic le/viewFile/4871/3657
macam selain dari pemberian aromatherapy
lavender dan chamomile, yaitu ada Dewi,Ratna,dkk.2018. Aroma Terapi
dukungan suami dan keluarga terdekat, Chamomile Menurunkan Skala
nutrisi dan mobilisasi. Namun faktor lain Nyeri Pada Ibu Yang Mengalami
tersebut tidak terkontrol oleh peneliti Luka Episiotomi Di Praktik
Mandiri Bidan Ponirah Margorejo
Ucapan Terimakasih Metro Selatan Kota [Link]
Citra Keperawatan
Peneliti mengucapkan banyak terima kasih
kepada responden ibu nifas, pihak BPM Dinas Kesehatan Kota Tulungagung. 2019.
Makhilah Boro, dukungannya dalam Profil Kesehatan Kota Tulungagung
penelitian dan penyusunan ini. 2019. Tulungagung

Guyton, A., & Hall, J. (2012). Buku Ajar


Daftar Pustaka
Fisiologi Kedokteran(11 ed.).
Jakarta: EGC.
Ahmad, N., Sharma, S. 2012. Green
Jaelani. 2009. “Aroma Terapi”. Jakarta:
Synthesis of Silver Nanoparticles
Pustaka Populer Obor.
Using Extracts of Ananas Comosus,
Green and Sustainable Chemistry, Koensoemardiyah. 2010. A-Z aromaterapi
2, 141-147 untuk kesehatan, kebugaran, dan
kecantikan. Yogyakarta: Lily
Astuti, Dyah Puji , [Link], M.P.H.. 2018.
Publisher
Efektifitas Pijat Teknik Effleurage
Massage Dengan Minyak Maritalia, D. 2012. Asuhan Kebidanan
Aromaterapi Lavender Terhadap Nifas dan Menyusui. Edisi
Perubahan Nyeri Pada Ibu Nifas Pertama. Pustaka Pelajar.
Hari Pertama Di Bpm Umi Yogyakarta
Muntamah
Marmi. 2014. Asuhan Kebidanan pada Masa
Bangun. 2013 .“Pengaruh Aromaterapi Nifas. Edisi Kedua. Pustaka
Lavender Terhadap Intensitas Pelajar. Yogyakarta
Nyeri Pada Pasien Pasca Operasi
Di Rumah Sakit Dustira Cimahi”. Mochtar, Rustam. 2015. Sinopsis Obstetri.
FIKes UNSOED. Jakarta : EGC

Cuncic, A. (2014). How is lavender used for Muchtaridi, & Moelyono. 2015.
social anxiety?. About Health. [Link]: Graha
Diperoleh tanggal 21 Desember Ilmu
2014 dari
[Link] Nasir, Abd, dkk. 2011. Bukuajar :
om/od/treatmentoptions/p/lavender Metodologi penelitian kesehatan.
.htm Yogyakarta: Nuha Medika

6
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1, Maret 2021, ISSN 1978-3167, E-ISSN 2580-135X

Notoatmodjo, S. 2013. Metode Penelitian


Kesehatan. Jakarta : PT Rineka
Cipta.

Prawirohardjo. S. 2014. Ilmu Kebidanan.


Jakarta:YBSP

Profil kesehatan Indonesia. 2019. Jakarta

Saifuddin, BA. 2014. Ilmu kebidanan.


Jakarta:PT. Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo Oleh Dewi Masithoh
Q dan Tahun 2018.

Saleha, S. 2010. Asuhan Kebidanan pada


Masa Nifas. Edisi Pertama.
Salemba Medika. Jakarta
Narendra, M. (2017). Tumbuh
Kembang Anak dan Remaja.
Jakarta : CV Sagung Seto.

Sunito, dkk. 2010. Aroma alam untuk


[Link] : PT Raketindo
Primamedia Mandiri

Yuni, Erlina dan Rika Septiana Oktami.


2018. Keterampilan Dasar Praktek
Klinik Kebidanan. Nuha Medika.
Yogyakarta

Anda mungkin juga menyukai