0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Peran Guru PAI dalam Bimbingan Akhlak Siswa

Dokumen ini membahas peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam bimbingan dan konseling untuk perkembangan akhlak siswa di SMA X Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menemukan bahwa guru PAI berperan penting dalam membentuk karakter siswa melalui metode pembiasaan dan keteladanan. Hasilnya menunjukkan bahwa pembentukan akhlak siswa terintegrasi dalam semua pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, dengan tanggung jawab bersama antara pendidik dan orang tua.

Diunggah oleh

xxantium27
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Peran Guru PAI dalam Bimbingan Akhlak Siswa

Dokumen ini membahas peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam bimbingan dan konseling untuk perkembangan akhlak siswa di SMA X Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menemukan bahwa guru PAI berperan penting dalam membentuk karakter siswa melalui metode pembiasaan dan keteladanan. Hasilnya menunjukkan bahwa pembentukan akhlak siswa terintegrasi dalam semua pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, dengan tanggung jawab bersama antara pendidik dan orang tua.

Diunggah oleh

xxantium27
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Journal Riset Pendidikan Agama Islam [Link]

361

Peran Guru PAI dalam Bimbingan dan Konseling terhadap


Perkembangan Akhlak Siswa di SMA X Cimahi
Siti Mariyah Ulfah*, Erhamwilda, Adang M. Tsaury
Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan,
Universitas Islam Bandung, Indonesia.
*
mariyahulfah77@[Link], erhamhoernis@[Link], adangtsaury@[Link]

Abstract. Counseling Guidance is the process of providing assistance through counseling interviews
(face to face) by an expert (called a counselor) to individuals who are experiencing problems (called
counselees) leading to the resolution of problems faced by counselees. Moral is a trait that is
embedded in the soul of every human being that gives rise to various kinds of actions clearly and
easily, without the need for thought and consideration. The role of PAI teachers in the development
of students' morals is very important in order to foster students to become students who have noble
character and character. Along with the development of the times, the school has now begun to
experience many changes ranging from student morals, religion, discipline, and to daily discipline.
One of these objectives is to determine the planning of PAI teachers in the formation of students'
morals at SMA X Cimahi. This study uses a qualitative approach using descriptive methods, the data
obtained through two types, namely primary data and secondary data. In this study, data were
collected through interviews, observation and documentation studies. The results of this study PAI
teachers play an important role in fostering students to become students who have noble character and
character by instilling honesty, disciplined behavior, self-confidence, caring, independent, persistent
and responsible attitudes. Factors that influence the role of PAI teachers in providing moral guidance
to students.
Keywords: Guidance and Counseling, Morals, the Role of the Teacher

Abstrak. Bimbingan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara
konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami
masalah (disebut konseli) bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli. Akhlak ialah
suatu sifat yang tertanam dalam jiwa setiap manusia yang menimbulkan macam-macam perbuatan
dengan secara gamblang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Peran guru PAI
pada perkembangan ahklak siswa sangat berperan penting agar membina anak didik menjadi siswa
yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti. Seiring berkembangnya zaman, sekolah tersebut kini
sudah mulai mengalami banyak perubahan mulai dari akhlak siswa, agama, tata tertib, dan terhadap
kedisiplinan sehari-hari. Salah satu dari tujuann ini untuk mengetahui perencanaan guru PAI dalam
pembentukan akhlak siswa di SMA X Cimahi, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan menggunakan metode deskriptif, data yang diperoleh melalui dua jenis yaitu data primer dan
data sekunder. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi
dokumentasi. Hasil penelitian ini Guru PAI berperan penting dalam membina peserta didik menjadi
siswa yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti dengan menanankam sifat jujur, perilaku disiplin,
rasa percaya diri, sikap peduli, mandiri, gigih dan tanggung jawab. Faktor yang mempengaruhi peran
guru PAI memberikan bimbingan akhlak pada siswa
Kata Kunci: Bimbingan dan konseling, Akhlak, Peran Guru.

Corresponding Author
Email: erhamhoernis@[Link] 85
86 | Siti Mariyah Ulfah, et al.

A. Pendahuluan
Latar Belakang
Secara umum tujuan dari layanan bimbingan dan konseling adalah sesuai dengan tujuan
pendidikan nasional, sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional
No. 20 Tahun 2003, yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu,
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sedangkan tujuan khusus dari bimbingan dan konseling adalah untuk membantu siswa agar
dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan yang meliputi aspek pribadi, sosial, belajar, karir.
(Erhamwilda. 2015 : 20)
Masa remaja ialah suatu masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa. Pada
dasarnya mereka bukanlah anak-anak, baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak
tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Pada masa itu pula proses pencarian jati
diri dimulai. Dalam ukuran dunia pendidikan, umumnya usia remaja berada di jenjang SMP dan
SMA atau sederajat. Fenomena yang terkenal belakangan ini adalah mengenai perilaku kepada
guru, tawuran antar pelajar dan lain sebagainya. Hal ini di sebabkan adanya berbagai faktor
seperti lingkungan individual, kurangnya dalam keharmonisan hubungan anggota keluarga,
tayangan televisi, tokoh-tokoh idola, internet. Oleh karena itu sekolah berperan penting untuk
mengatasi permasalahan tersebut dan di sinilah peran guru PAI dalam bimbingan dan konseling
untuk membantu dalam memperbaiki akhlak para siswa
Pendidikan sendiri berusaha menghasilkan tujuan-tujuan positif dalam diri peserta didik
yang sedang berkembang untuk menuju kedewasaan. Bimbingan merupakan bantuan kepada
suatu individu dalam menghadapi persoalan-persoalan yang dapat timbul dalam diri peserta
didik pada kehidupannya. Bantuan ini sangat diperlukan di sekolah, agar setiap peserta didik
dapat mencapai perkembangan diri dalam berakhlakul karimah.
Akhlak yang baik bagi umat muslim ialah menjadikan sarana untuk dapat menjadi sosok
pribadi muslim yang sejati yang berakhlakul karimah dan sarana untuk dapat mendekatkan diri
kepada Allah SWT. Seorang muslim mengerjakan itu semua bukan karena didasari atas ingin
mendapat pujian dan kebanggaan atau mencari pamrih, tetapi hanya untuk mendaapatkan ridha
dari Allah. Akhlak mulia ialah suatu perbutan baik atau amal kebajikan yang sangat diharapkan
manusia salah satu untuk bekalan ke negeri akhirat nanti. Namun untuk dapat memiliki akhlakul
karimah perlu adanya tindakan bimbingan yang secara khusus yang dilakukan oleh seseorang.
Dengan cara melalui pendidikan agama atau pendidikan akhlak. Hal inilah yang dijadikan alasan
oleh saya untuk lebih memfokuskan pada pembahasan ini hanya pada pendidikan agama dan
akhlak siswa. Perlu dijelaskan dalam judul penelitian yang saya ambil ini adalah tentang peran
guru PAI, bimbingan dan konseling, dan perkembangan akhlak.
Berdasarkan hasil penelitian yang saya lakukan maka hal ini bahwa di sekolah tersebut
terdapat permasalahan yang muncul di sekolah SMA Paundan 2 Cimahi ialah tentang akhlak
siswa pada umunya yang terletak pada kurangnya pembinaan dalam hal beribadah, pengajaran
agama Islam, kedisiplinan di sekolah, sikap terhadap guru dan teman. Maka untuk mengurangi
permaslahan tersebut pada siswa ini perlu mendapat pantauan.
Melihat dari kenyataan yang terdapat di lapangan seperti itu, maka untuk itu saya
tertarik untuk mengadakan observasi dan penelitian tentang peran guru PAI dalam Bimbingan
dan Konseling upaya untuk membantu dalam pembentukkan akhlak siswa yang baik,
mengarahkan dan membina terhadap Akhlak siswa di sekolah SMA X Kota Cimahi dengan
berjudul ”Peran Guru PAI dalam Bimbingan dan Konseling terhadap Perkembangan
Akhlak Siswa di SMA X Kota Cimahi”.

Rumusan Masalah
1. Bagaimana perencanaan guru PAI dalam pembentukan akhlak siswa di SMA X Cimahi?
2. Bagaimana proses guru bimbingan dan konseling terhadap perkembangan akhlak siswa
di SMA X Cimahi?
3. Bgaiamana evaluasi guru PAI terhadap perkembangan akhlak siswa?
4. Bagaimana peran guru PAI dalam bimbingan dan konseling terhadap akhlak siswa di

Volume 1, No. 2, Tahun 2021, Hal: 85-89 ISSN: 2797-2852


Peran Guru PAI dalam Bimbingan dan Konseling terhadap... | 87

SMA X Cimahi?

Tujuan Penelitian
1. Mengetahui perencanaan guru PAI dalam pembentukan akhlak siswa di SMA X Cimahi.
2. Mengetahui proses guru bimbingan dan konseling terhadap perkembangan akhlak siswa
di SMA X Cimahi.
3. Mengetahui cara evaluasi guru PAI terhadap perkembangan akhlak siswa.
4. Mengetahui peran guru PAI dalam bimbingan dan konseling terhadap akhlak siswa di
SMA X Cimahi.

B. Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang merupakan sebuah penelitian daalam
betuk kata-kata dan bahasa dengan memanfaatkan berbagai metode berdasarkan prilaku yang
diamati. Penelitian kualitatif pada dasarnya landasan teoritisnya bertumpu secara mendasar
pada fenomenologi dan menggali makna dalam penelitian. Oleh karena itu, pada bagian ini
fenomenologi dijadikan sebagai dasar teoritis utama sedang yang lainnya yaitu interaksi
simbolik, kebudayaan, dan etnometodologi dijadikan sebagai dasar tambahan yang
melatarbelakangi secara teoritis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu metode deskriptif. Teknik-teknik dalam pengumpulan data yang digunakan yaitu
sebagai berikut:
1. Wawancara
Wawancara diguakan untuk mendapatkan data wawancara kepada kepala sekolah, waka
kurikulum, guru, serta siswa di SMA X Cimahi.
Teknik wawancara dilakukan dari bulan Agustus s.d. September 2020, dengan teknik
wawancara terbuka dan tidak terstruktur artinya dilakukan pendalaman terhadap jawaban
yang dihasilkan. Digunakannya wawancara tidak terstruktur dalam penelitian ini
disebabkan adanya beberapa kelebihan, yaitu dapat dilakukan secara lebih personal yang
memungkinkan perolehan informasi sebanyak-banyaknya.
Pendekatan wawancara dalam penelitian ini kadang-kadang dilakukan berdasarkan
perjanjian atau spontan sesuai dengan peluang waktu yang diberikan oleh informan.
Apabila diperkenankan informan dan diperlukan oleh peneliti, maka selama
berlangsungnya wawancara digunakan buku pencatat, mesin perekam (tape recorder),
dan pengambilan foto dengan digital kamera.
2. Observasi
Observasi dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, di mana peneliti dalam
pengamatan ikut melakukan kegiatan yang dilakukan narasumber. Observasi partisipan
yang dilakukan dalam penelitian ini terbagi tiga tahapan observasi, dimulai dari
observasi deskriptif (descriptive observations) secara luas dengan melukiskan secara
umum situasi sosial yang terjadi di SMA X Cimahi sebagai setting penelitian.
3. Studi Dokumentasi
Teknik Studi dokumentasi dimaksudkan untuk memperoleh data yang bersifat
dokumenter yang ada di lapangan seperti: data yang terdapat di SMA X Cimahi yang
menjadi lokasi penelitian. Data dokumentasi.
berupa foto,data sekolah, data kegiatan, data arsip-arsip di SMA X Cimahi. Untuk
menjadi sumber data yang kuat bagi penelitian terhadap data dokumenter.

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan


Perencanaan guru PAI dalam pembentukan akhlak siswa di SMA X Cimahi
Pada perencanaan ini selain al-Qur’an dan hadist, yang menjadi dasar dilaksananya
pembentukan akhlak di SMA X Kota Cimahi adalah Undang-undang Sisdiknas Nomor 20
Tahun 2003 Pasal 3.2 Dalam pasal tersebut telah dijelaskan bahwa salah satu tujuan Pendidikan
adalah “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,

JRPAI is licensed under Creative Commons Attribution-


NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License Pendidikan Agama Islam
88 | Siti Mariyah Ulfah, et al.

bertujuan untuk berkembangnya suatu potensi pada peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Proses guru PAI dan bimbingan konseling terhadap perkembangan akhlak siswa di SMA
X Cimahi
Proses bimbingan dan konseling yang terjadi di SMA X Kota Cimahi tidak terlepas dari
penggunaan media dan penerapan metode terbaik yang diterapkan oleh guru PAI SMA X Kota
Cimahi.
Metode yang digunakan ini merupakan suatu cara atau upaya yang dilakukan oleh
pendidik agar prosespembentukan siswa sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Peran guru PAI
dalam membentukan akhlak siswa SMA X Kota Cimahi dilakukan dengan menggunakan
metode pembiasaan dan keteladanan. Menurut kepala Sekolah Metode pembiasaan
dilaksanakan melalui program yang telah ditetapkan oleh SMA X Kota Cimahi, yakni terdapat
pada program rutinitas harian dan incidental contoh seperti mengucapkan salam dan menyapa
guru-guru setiap kali bertemu, sholat sunnah dhuha, sholat dhuhur berjamaah, dan sebagainya.

Pelaksanaan Evaluasi guru PAI terhadap perkembangan akhlak siswa


Evaluasi berikutnya adalah evaluasi yang dilakukan oleh pendidik dan peneliti. Evaluasi ini
memerlukan waktu selama berbulan lamanya. Untuk memperkuat hasil yang didapatkan proses
evaluasi ini dibantu dengan penilaian teman sebaya dan hasil wawancara kepada masyarakat
lingkungan peserta didik kelas X di SMA X Kota Cimahi.

Peran guru PAI dalam bimbingan dan konseling terhadap akhlak siswa di SMA X Cimahi
Hasil Peran guru PAI dalam membentuk akhlak siswa di SMA X Kota Cimahi Hasil
pembentukan akhlak siswa bisa lihat dari perubahan sikap dan tingkah laku yang dialami siswa
selama masa Pendidikan di SMA X Kota Cimahi. Memang susah untuk mengidentifikasikan
perubahan sikap dan tingkah laku tersebut sehingga dapat dikatakan sebagai akhlak karimah.

D. Kesimpulan
Pembentukan akhlak siswa tidak hanya mencakup sebagian mata pelajaran PAI. Akan tetapi
terintegrasikan pada semua pelajaran umum dan kegiatan ekstra kurikuler selain dari program
pembentukan yang dilaksanakan.
Hasil yang diharapkan dari pembentukan akhlak siswa di SMA X Kota Cimahi adalah
terbentuknya siswa yang berakhlak karimah dan bisa menjadi penerus bangsa dengan memiliki
kualitas yang baik. Meskipun susah untuk mengidentifikasi perubahan sikap sehingga bisa
dikatakan akhlak mulia, akan tetapi perubahan sikap dari siswa di SMA X Kota Cimahi bisa
dilihat dari keseharian mereka selama berpendidikan di Lembaga Pendidikan ini.
Tidak hanya pendidik yang bertanggung jawab atas keberhasilan dari pembentukan
akhlak siswa, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua dengan guru dalam hal
membentuk akhlak siswa agar hasil yang dicapai bisa maksimal.

Acknowledge
Terimakasih saya ucapkan kepada:
1. Kepada Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UNISBA, Bapak Enoh Nuroni, Drs.,
[Link].
2. Kepada kepala program studi Pendidikan Agama Islam bapak Aep Saepudin, [Link]
3. Kepada Dosen Wali, Bapak Adang M. Tsaury, Drs., [Link].I. dan Bapak Eko Surbiantoro,
Drs., [Link].I
4. Kepada Dosen Pembimbing Ibu Erhamwilda, Dra., [Link].

Daftar Pustaka
[1] Ahmadi, Abu. 1991. Psikologi umum. Surabaya : Bina Ilmu.
[2] Ahmad Tafsir. 2012. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya

Volume 1, No. 2, Tahun 2021, Hal: 85-89 ISSN: 2797-2852


Peran Guru PAI dalam Bimbingan dan Konseling terhadap... | 89

[3] Beni Ahmad Saebani, dan Abdul Hamid. 2017. Ilmu Akhlak. Bandung: Pustaka Cipta
[4] Darajat Zakiyah. 1996. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
[5] Erhamwilda.2015. Konseling Sebaya Alternatif Bimbingan Konseling di Sekolah.
Yogyakarta :Media Akademik
[6] Ihsan Hamdan dan A. Fuad Ihsan. 2001. Filsaafat Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia
[7] Kamaludin, Bimbingan Konseling di Sekolah, (Universitas Muhamadiyah HAMKA: Jurnal
Pendidikan dan Kebudayaan:2014)
[8] Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.
[9] Prayitno. 2004. Dasar-dasar Bimbingan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
[10] Prayitno. 2011. Panduan Kegiatan Pengawasan Bimbingan Konseling di Sekolah,. Jakarta:
Rineka Cipta.
[11] Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
[12] Syamsu Yusuf. 2000. Psikologi Perkembangan Anak. Bandung: Rosdakarya.
[13] W.J.S. Purwadarminta. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka

JRPAI is licensed under Creative Commons Attribution-


NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License Pendidikan Agama Islam

Anda mungkin juga menyukai