2024
PUASA
ANNIDA SAFITRI
2022150210
1
PUASA
Puasa dalam ajaran islam adalah
salah satu rukun Islam yang wajib
dilakukan oleh pemeluknya
Pengertian puasa menurut syariat
Islam adalah suatu amalan ibadah
yang dilakukan dengan menahan diri
dari segala sesuatu seperti makan,
minum, perbuatan buruk maupun dari hal yang membatalkan puasa. Mulai dari terbitnya fajar
hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat karena Allah SWT, dengan syarat dan
rukun tertentu.
A. Puasa Wajib
Shoum atau Puasa yang hukumnya wajib bagi orang muslim adalah Puasa yang jika
dikerjakan mendapatkan pahala dan jika tidak dikerjakan mendapatkan dosa. Adapun puasa
yang wajib adalah sebagai berikut : Shoum atau Puasa Ramadan, Shoum atau Puasa karena
nadzar, dan Shoum atau Puasa kifarat atau denda.1
B. Puasa Sunah
Shoum atau Puasa sunnah adalah Puasa yang jika dikerjakan mendapatkan pahala dan jika
tidak dikerjakan tidak mendapatkan dosa.2
a. Macam – macam puasa sunnah
Di bawah ini adalah macam-maca puasa sunah, antara lain:3
Puasa 6 hari di bulan Syawal selain hari raya Idul Fitri.
Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan
ibadah haji.
PuasaTarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan
ibadah haji.
1
[Link] (diakses tanggal 30 Agustus 2024)
2
Khozinatin, L. (2017). Keutamaan puasa sunnah dalam prespektif hadis (kajian tematik) (Bachelor's thesis, UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, 2017).
3
Malik, M. R. (2003). Puasa. Zahra Publishing House.
2
Puasa Senin dan Kamis.
Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak), bertujuan untuk meneladani puasanya Nabi
Daud.
Puasa ‘Asyura (pada bulan muharram), dilakukan pada tanggal 10.4
Puasa 3 hari pada pertengahan bulan (menurut kalender islam) (Yaumul Bidh),
tanggal 13, 14, dan 15.
Puasa Sya’ban (Nis fu Sya’ban) pada awal pertengahan bulan Sya’ban.5
Puasa bulan Haram (Asyhurul Hurum) yaitu bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram
dan Rajab.
C. Syarat Wajib Puasa
Berikut ini adalah syarat wajib puasa wajib maupun
sunah, antara lain:
1. Beragama Islam
2. Berakal sehat
3. Baligh (sudah cukup umur 9-15 tahun)
4. Mampu melaksanakannya
5. Syarat sah saum
6. Islam (tidak murtad)
7. Mummayiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk)
8. Suci dari haid dan nifas (khusus bagi wanita)
9. Mengetahui waktu diterimanya puasa
D. Rukun Puasa
Berikut ini adalah rukun puasa, yaitu:
1. Islam.
4
Siregar, D. (2021). Hadis-hadis Tentang Puasa Sunnah (Analisis Sejarah). Al FAWATIH: Jurnal Kajian Al Quran dan
Hadis, 2(2), 1-16.
5
Wahid, A. (2019). Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah. Anak Hebat Indonesia.
3
2. Niat (pada waktu malam hari).
3. Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam
matahari.
D. Beberapa yang Hal Di Haramkan Saat Puasa
Hari raya Idul Fitri, yaitu pada (1 Syawal), Tanggal 1 Syawwal telah ditetapkan sebagai
hari raya umat Islam. Hari itu merupakan hari kemenangan yang harus dirayakan dengan
bergembira. Karena itu syariat telah mengatur bahwa di hari itu tidak diperkenankan
seseorang untuk bersaum sampai pada tingkat haram. Meski tidak ada yang bisa dimakan,
paling tidak harus membatalkan saumnya atau tidak berniat untuk saum.
Hari raya Idul Adha, yaitu pada tanggal (10 Dzulhijjah). Hal yang sama juga pada
tanggal 10 Zulhijjah sebagai hari raya kedua bagi umat Islam. Hari itu diharamkan untuk
bersaum dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban dan
membagikannya kepada fakir msikin dan kerabat serta keluarga. Agar semuanya bisa ikut
merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban itu dan merayakan hari besar.
Berikut ini adalah hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu:
Hari-hari tasyrik, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Hari syak, yaitu pada 30 Syaban.
Saum selamanya.
Wanita saat sedang haid atau nifas.
Saum sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya.
Beberapa yang di makruhkan melakukan puasa
Berlebih-lebihan dalam berkumur dan ber-istinsyaq
Mencicipi makanan (sebatas indra perasa lidah)
Mengumpulkan ludah dan menelannya, begitu juga menelan dahak dan lain
sebagainya
Kemudian waktu makruh untuk bersaum yaitu ketika saum dikhususkan pada hari
Jumat, tanpa diselingi saum sebelumnya atau sesudahnya.
4
Beberapa yang membatalkan puasa
Masuknya sesuatu/benda (seperti makanan atau minuman dan sebagainya) ke dalam
mulut dengan disengaja.
Hubungan suami istri (Ji ma’).
Muntah yang disengaja.
Keluar mani (istimna’ ) dengan disengaja.
Haid (datang bulan) dan Nifas (melahirkan anak).
Hilang akal (gila atau pingsan).
Murtad (keluar dari agama Islam).
Dari kesemua hal yang membatalkan Puasa ada pengecualiannya, yaitu makan, minum
dan bersetubuh bagi orang yang sedang bersaum tidak akan batal ketika seseorang itu lupa
bahwa ia sedang berpuasa.
E. Orang yang boleh membatalkan Puasa
Adalah orang yang boleh membatalkan Puasa wajib (Puasa Ramadhan) tetapi Wajib
mengqadha (mengganti saumnya di hari lain) sebanyak hari yang ditinggalkan.6
Orang yang sakit, yang ada harapan untuk sembuh
Orang yang bepergian jauh (musafir) sedikitnya 89 km dari tempat tinggalnya
Orang yang hamil, yang khawatir akan keadaannya atau bayi yang dikandungnya
Orang yang sedang menyusui anak, yang khawatir akan keadaannya atau anaknya
Orang yang sedang haid (datang bulan), melahirkan anak dan nifas
Orang yang batal saumnya dengan suatu hal yang membatalkannya selain bersetubuh.
Wajib mengqadha dan wajib fidyah (memberi makan orang miskin setiap hari yang ia
tidak bersaum, berupa bahan makanan pokok sebanyak 1 mud (576 gram)) :
Orang yang sakit yang tidak ada harapan akan sembuhnya.
Orang tua yang sangat lemah dan tidak kuat lagi bersaum.
6
Al-Jaza'iri, A. B. J. (1976). Minhaj al-muslim. Alaf 21.
5
Wajib mengqadha dan kifarat (memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Jika tidak
ada hamba sahaya yang mukmin maka wajib bersaum dua bulan berturut-turut (selain
qadha’ menggantikan hari yang ditinggalkan), jika tidak bisa, wajib memberi makan
60 orang miskin, masing-masing sebanyak 1 mud (576 gram) berupa bahan makanan
pokok). yaitu Orang yang membatalkan saum wajibnya dengan bersetubuh, wajib
melakukan kifarat dan qadha.
F. Keutamaan Puasa
Ibadah Puasa Ramadhan yang diwajibkan Allah kepada
setiap mukmin adalah ibadah yang ditujukan untuk
menghamba kepada Allah seperti yang tertera dalam
sebuah surah dalam al-Qur’an, yaitu:
َأ
َيا ُّيَها اَّلِذيَن آَمُنوا ُكِتَب َعَلْيُكُم الِّصَياُم َكَما ُكِتَب َعَلى اَّلِذيَن ِمْن
َقْب ِلُكْم َلَعَّلُكْم َتَّتُقوَن
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan
atas kamu ber-Shoum/Puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar
kamu bertakwa”. (Al-Baqarah 2:183)
Keutamaan Puasa menurut syariat Islam adalah, orang-orang yg bersaum akan melewati
sebuah pintu surga yang bernama Rayyan, dan keutamaan lainnya adalah Allah akan
menjauhkan wajahnya dari api neraka, sejauh 70 tahun perjalanan.