0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan27 halaman

Kasus Gangguan Jiwa Tn. R.L di Maluku

Diunggah oleh

Anisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan27 halaman

Kasus Gangguan Jiwa Tn. R.L di Maluku

Diunggah oleh

Anisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

STUDI KASUS

RUANG RAWAT : Ruangan Sub akut pria (Ruangan Asoka)

TANGGAL DIRAWAT : 10-06-2024

A. IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn. R.L
Tanggal Pengkajian : 22-06-2024
Umur : 34 Tahun
Pendidikan : SLTA
Agama : Kristen Protestan
Suku/Bangsa : Indonesia
Pekerjaan : Petani
Alamat : Hatu, Kec. Leihitu barat,Kab. Maluku Tengah
No. RM : 01-20-94
Informan : Pasien dan buku rekam medik

B. ALASAN MASUK
Pasien dibawa keluarganya ke RSKD karena pasien merasa gelisah,
sering marah-marah terhadap diri sendiri dan orang lain, sering
keluyuran, tidur (-), tidak mau mandi, melakukan tindakan percobaan
bunuh diri, sering berbicara sendiri dan pasien juga telah putus obat ( ±
1 bulan)

28
29

C. FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ? Ya √ Tidak
2. Pengobatan sebelumnya
Berhasil kurang berhasil √ tidak berhasil

3. Perilku/Usia Korban/Usia Saksi/Usia


Aniaya seksual

Penolakan

Kekerasan dalam Tn.R 34Th

keluarga

Tindakan criminal

Penjelasan : Pasien pernah mengalami riwayat gangguan jiwa


sebelumnya dibuktikan dengan 3 kali riwayat pengobatan
sebelumnya yang tidak berhasil. Pasien mengatakan bahwa dirinya
pernah menjadi korban kekerasan oleh kaka laki-lakinya

4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa :


Ya √ Tidak

D. FISIK
1. Tanda vital : TD : 130/100 mmhg N : 93×/menit S : 36,5⁰c
R : 20×/menit
30

2. Ukur : TB : 160 cm BB : 60 kg IMT : 23,43


GCS : Composmentis (E4V5M6)
3. Keluhan fisik : Ya √ Tidak
Penjelasan : sesuai dari hasil pengkajian tanda-tanda vital (TTV)
pasien normal, begitu juga dengan IMT pasien
normal (23,43). Serta tidak ada keluhan fisik yang
dirasakan pasien selama pengkajian. Penjelasan di
atas didukung dengan data objektif pasien tampak
baik-baik saja.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan.

E. PSIKOSOSIAL
1. Genogram

Keterangan :

: Laki-laki : Pasien

: Perempuan : Garis pernikahan

: Meninggal : Tinggal serumah :


31

Penjelasan : komunikasi pasien dengan anggota keluarga pasien yang lain


kurang baik. Karena, ketika pengkajian pasien merasa tidak
nyaman ketika membahas seputar keluarganya. Pasien juga
mengatakan percobaan bunuh diri yang dia lakukan juga karena
kaka laki-laki pasien memukulnya sehingga pasien memutuskan
untuk mengambil tindakan tersebut.

2. Konsep diri
a. Gambaran diri : pasien mengatakan menyukai bagian tubuh
pinggangnya karena pasien bekerja sebagai
petani. Sehingga kalau kalau pinggangnya
sehat tidak akan ada nyeri pinggang ketika
pasien berkebun. Sedangkan bagian tubuh
yang tidak disukai oleh pasien yaitu tangan
kiri alasannya karena terdapat cincin
tunangan pada jari manis dan tangan kiri juga
digunakan untuk cebok.
b. Identitas : - Pasien masih menyadari posisinya sebagai
seorang adik dan seorang kaka

- Pasien menyukai pekerjaannya sebagai petani

c. Peran : Pasien mengatakan dia sering mengikuti kerja


bakti dan sering mengambil peran sebagai
tukang potong rumput. Pasien juga
mengatakan sangat ahli dalam hal tersebut
d. Ideal diri : Pasien menyadari bahwa pasien sedang
sakit. Pasien juga memiliki harapan untuk
sembuh agar dapat beraktivitas, seperti
32

biasanya dan bisa mencari pasangan


hidupnya.
e. Harga diri : Pasien belum terlalu mampu mengenali
orang lain. Dan terkadang hanya mampu
mengenali orang lain dari papan nama.
Pasien juga mudah lupa aktivitas apa saja
yang telah dilakukannya. Pasien tidak terlalu
banyak bicara tetapi ketika diajak bicara oleh
orang lain pasien mau untuk berbicara tetapi
pembicaraan yang biasa dilakukan dengan
pasien tidak terlalu lama dikarenakan pasien
merasa jenuh jika pembicaraan terlalu lama.
f. Masalah keperawatan : Dari hasil pengkajian masalah
keperawatan yang bisa diidentifikasi adalah adanya
gangguan identitas diri karena pasien mengalami ketidak
nyamanan terhadap bagian tubuhnya khusunya tangan kiri
yang terdapat cincin tunangan. Hal ini mengindikasikan
adanya konflik dalam hal citra dan perlu untuk diberikan
peningkatan self esteem. Selain itu pada hasil pengkajian
juga didapatkan permasalahan yang lain yaitu gangguan
interaksi sosial karena pasien mengalami kesulitan dalam
mengenali orang lain dan gangguan fungsi kognitif. Karena
pasien sering kali lupa kegiatan apa saja yang sudah dia
lakukan. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan pasien
untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.
33

3. Hubungan sosial
a. Orang yang berarti :
pasien mengatakan orang yang paling berarti di hidupnya
adalah ibunya
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat :
Pasien mengatakan sering mengikuti kegiatan kerja bakti
dan mengambil peran sebagai tukang potong rumput.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Pasien mengatakan sebelum sakit pasien selalu terlibat
dalam kegiatan kerja bakti apabila tidak bertepatan
dengan jam kerja pasien. Pasien juga mengatakan bahwa
dia pernah melaksanakan kerja bakti di kantor desa.
Masalah keperawatan :
Dari hasil pengkajian dapat disimpulkan bahwa terdapat
perubahan pola aktivitas pasien, hal ini bisa menandakan
adanya perubahan fungsi atau minat pada pasien dalam
kegiatan kerja bakti. Selain itu,dari hasil pengkajian juga di
dapatkan masalah hambatan dalam interaksi sosial atau
berhubungan dengan orang lain, dalam upaya
mempertahankan fungsi sosial sebelumnya.

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan :
Pasien mengatakan penyakitnya adalah penyakit yang biasa
saja dan berdoa kepada tuhan untuk segera sembuh dari
penyakit yang dia alami saat ini.
b. Kegiatan ibadah :
Pasien mengatakan jarang beribadah ke gereja karena fokus
untuk bekerja. Namun pasien ketika ditanya “apakah masih
34

mengingat cara beroda”. Pasien masih mampu untuk


menghafal doa-doa tersebut beberapa diantaranya yaitu doa
bapa kami dan pengakuan iman.

Masalah keperawatan :
Dari hasil pengkajian diatas di dapatkan masalah
keperawatan diantaranya yaitu kekeliruan persepsi pasien
terhadap penyakitnya yang sekarang dengan beranggapan
bahwa penyakitnya adalah penyakit penyakit yang biasa saja.
Selain itu, pola kegiatan ibadah juga dapat menjadi potensi
adanya ketegangan antara komitmen spiritual dan tuntutan
pekerjaan dalam kehidupannya

F. STATUS MENTAL
1. Penampilan
Tidak rapi penggunaan pakian tidak sesuai

√ Cara berpakaian seperti biasanya


Penjelasan : pasien berpakaian seperti biasanya rapih, mampu
mengancingkan baju secara tepat, menggunakan baju
tidak terbalik, resleting celana juga dikunci
Masalah Keperawatan : Tidak ada
35

2. Pembicaraan
√ Cepat keras Gagap Inkoheren
Apatis lambat membisu tidak mampu
pembicaraan
3. Aktivitas motorik
Lesu Tegang Gelisah √ Agitasi

TIK Grimasen Tremor Kompulsif

Penjelasan : pada saat pengkajian pasien berbicara dengan cepat


dan menunjukkan respon gelisah dibuktikan dengan
data objektif pasien tampak ingin cepat mengakhiri
pembicaraan atau bahkan tidak ingin memulai
pembicaraan dan selalu mondar-mandir.

4. Alam perasaan

√ Sedih √ Ketakutan Putus asa Khawatir

Gembira

Penjelasan : pasien mengatakan merasa sedih dan takut apabila


nanti dibawa kembali ke Rumah Sakit oleh
keluarganya

Masalah Keperawatan : Gangguan kecemasan disebabkan rasa


trauma dari riwayat pengobatan sebelumnya
sehingga membuat pasien memiliki perasaan sedih
36

dan takut apabila nanti dibawa kembali ke Rumah


Sakit.

5. Afek
Datar √ Tumpul Labil Tidak sesuai

Penjelasan:
Pada saat pengkajian pasien memberikan perubahan ekspresi
katika distimulus tentang keluarganya dan tentang pertanyaan apa
yang pasien lakukan sampai dibawa kembali ke Rumah Sakit.
Pasien juga memberikan perubahan ekspresi ketika ditanya kenapa
melakukan percobaan bunuh diri.
Masalah Keperawatan :
Pasien dengan afek tumpul dapat mrnghambat kemampuan pasien
dalam mengekspresikan dan menginterprestasikan emosi, serta
berinteraksi secara sosial dengan orang lain.

6. Interaksi selama wawancara


√ Mudah tersinggung Tidak kooperatif Bermusuhan

Kontak mata kurang Defensif √ Kooperatif

7. Presesi
√ Pendengaran Penglihatan Perabaan

Pengecapan Penghidu

Penjelasan:
Pada saat pengkajian pasien kooperatif walaupun sering cepat
bosan. Ada kontak mata selama proses pengkajian, sering sekali
37

merasa tersinggung dalam beberapa pertanyaan yang ditanyakan.


Pasien juga mengatakan bahwa dia mendengae suara-suara aneh
seperti suara cicak dan suara mesin, dengan durasi waktu ± 3 menit
dan muncul tiga kali dalam sehari. Hal ini di dukung dengan data
objektif saat halusinasi pasien kambuh pasien selalu menirukan
suara cicak.
Masalah keperawatan :
Dari hasil pengkajian di dapatkan data bahwa pasien mudah
tersinggung ketika diberikan pertanyaan hal ini dapat menjadi
masalah resiko perilaku kekerasan dan adanya suara-suara yang di
dengar oleh pasien menunjukkan bahwa pasien mengalami
masalah keperawatan halusinasi pendengaran.

8. Proses pikir
√ Sirkumtamsial Tagensial Asosiasi

Fligh of ideas Blocking Perseverasi

Penjelasan:
Pada saat pengkajian pasien dapat memberikan jawaban terkait
pertanyaan yang ditanyakan namun masih berbelit-belit terlebih
dahulu.
Masalah Keperawatan : Gangguan proses pikir

9. Isi pikir
Obsesi Fobia Hipokondria

Dipersonalisasi Ide yang terkait Pikiran magis


38

Waham
Agama Somatik kebesaran Curiga

Nihilistik Sisi piker Siar piker Kontrol pikir

Penjelasan:
Pasien tidak mengalami gangguan isi pikir dan tidak ada tanda-
tanda waham pada pasien.
Masalah keperawatan: Tidak ada masalah keperawatan

10. Tingkat kesadaran

√ Bingung Sedasi Stupor Disorientasi

Waktu Tempat Orang

Penjelasan :

Pada saat pengkajian pasien tampak celingak-celinguk, belum


terlalu mampu mengenali orang lain atau bingung saat ditanya
nama orang yang baru saja berkenalan dengan dia dan nama-nama
pasien lain yang satu ruangan dengan pasien. Selain itu pasien juga
tampak melakukan gerakan secara berulang-ulang kali dengan
menirukan suara cicak.

Masalah keperawatan :

Gangguan persepsi sensori, karena pasien mengalami gangguan


dalam memproses informasi sensori yang diterima dari lingkungan
sekitar.
39

11. Memori
Gg daya ingat jangka Panjang √ Gg daya ingat saat ini

Gg daya ingat jangka pendek Konfabulasi

Penjelasan:
Pasien pada saat pengkajian ketika di evaluasi kembali terkait
dengan kegiatan sebelumnya pasien tidak lagi mengingatnya
Masalah Keperawatan: Gangguan Memori (Impaired memory)

12. Tingkat kosentrasi dan berhitung


Mudah beralih Tidak mampu berkosentrasi

Tidak mampu berhitung sederhana

√ Mampu berhitung sederhana

Penjelasan:
pasien mampu berkonsentrasi dalam menghitung sederhana
Masalah Keperawatan : Tidak ada

13. Kemampuan penilaian


Gangguan ringan Gangguan bermakna

Penjelasan: Pasien dapat mengambil keputusan sederhana


Masalah Keperawatan : Tidak ada
40

14. Daya titik diri


√ Mengingkari penyakit yang diderita

Menyalahkan hal-hal diluar dirinya

Penjelasan:
Pasien mengatakan bahwa sakitnya hanya sakit biasa saja bukan
sakit yang parah. Kemudian pasien juga merasa bahwa suara yang
dia dengar itu nyata.
Masalah keperawatan:
Ganggguan persepsi sensori halusinasi pendengaran

G. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Bantuan minimal Bantuan total √ Mandiri

2. BAB/BAK
Bantuan minimal Bantuan total √ Mandiri

Penjelasan :
Pasien mampu makan sendiri dengan menggunakan tangan serta
mampu melakukan aktivitas BAB/BAK secara mandiri.
Masalah keperawatan : tidak ada

3. Mandi
Bantuan minimal Bantuan total √ Mandiri
41

4. Berpakaian/berhias
√ Bantuan minimal Bantuan total Mandiri
B
a
5. nIstirahat dan tidur
t- Tidur siang : tidak bisa tidur siang
u
- Tidur malam : Jam 10 malam – 6 pagi
a
n- Kegiatan sebelum/sesudah tidur : sebelum tidur pasien mondar-
mandir bicara sendiri, setelah bangun juga sama
m
6. iPenggunaan obat
√n Bantuan minimal Bantuan total
Bi
am
7. naPemeliharaan Kesehatan
t lPerawatan lanjutan Ya Tidak
u
Perawatan pendukung Ya Tidak
a
nB
a
8. Kegiatan di dalam rumah
mn √
i tMempersiapkan makanan Ya Tidak
nuMenjaga kerapihan rumah Ya √ Tidak
i aMencuci pakaian
√ Ya Tidak
mn
a Pengaturan keuangan Ya √ Tidak
lt
o
9. tKegiatan d luar rumah
BaBelanja Ya √ Tidak
l
a Transportasi
n √ Ya Tidak

t Lain-lain Ya Tidak
u
a
Penjelasan :
n
Pasien sudah mampu melakukan toileting dan secara. Namun untuk
t
o
t
a
l
42

mandi, berpakaian/ berhias harus disuruh terlebih dahulu baru


pasien lakukan.. Untuk minum obat juga memerlukan bantuan
minimal dari perawat.
Masalah Keperawatan : Defisit perawatan diri.

H. MEKANISME KOPING
Adaptif Maladptif
√ Bicara dengan orang lain √ Minum alkohol

Mampu menyelesaikan masalah Reaksi lambat/berlebihan

Teknik relaksasi Bekerja berlebihan

√ Aktivitas konstruktif Menghindar

Olah raga √ Lainnya

Penjelasan :

Pasien mengkonsumsi minumal beralkohol dan pasien juga merespon


halusinasinya dengan marah-marah ke diri sendiri dan orang lain serta
melakukan tindakan percobaan bunuh diri.

Masalah keperawatan : Halusinasi pendengaran

I. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik :
Klien mengatakan tidak ada masalah dengan kelompok tertentu

Masalah berhubungan dengan lingkungan, spesifik :


Klien mengatakan tidak ada masalah berhubungan dengan
lingkungan
43

Masalah dengan Pendidikan, Spesifik :


Klien mengatakan hanya lulusan SMA, tidak ada masalah yang
berhubungan dengan pendidikan

Masalah dengan pekerjaan, spesifik :


Klien mengatakan sangat sangat senang ketika dia pergi bekerja
di kebun

Masalah dengan ekonomi,spesifik


Klien lahir ditengah keluarga dengan ekonomi menengah

Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifik


Klien tidak ada masalah dengan pelayanan kesehatan namun
merasa takut apabila nanti dibawa kembali ke Rumah Sakit.

Masalah keperawatan : Tidak ada

J. PENGETAHUAN KURANG TENTANG


√ Penyakit Jiwa Sistem pendukung
Faktor presipitasi Penyakit fisik
√ Koping Obat-obatan
Lainnya
Penjelasan :
Pasien tidak tau tentang keadaannya saat ini karena klien merasa suara
yang dia dengar itu nyata.
Masalah keperawatan : Defisit Pengetahuan
44

K. ASPEK MEDIK
Diagnosa medik : Skizofrenia
Terapi medik : - Inj lodomer 3mg/ml/ 12 jam
- Inj diazepam 5 mg/ml/ 12 jam
- Obat oral risperidone 2mg 2×1 tab
- Obat oral clozapine 25mg 1×1 tab

L. DAFTAR MASALAH YANG MUNCUL


1. Halusinasi Pendengaran
2. Harga Diri Rendah
3. Resiko Perilaku Kekerasan

M. ANALISIS DATA

NO DATA-DATA MASALAH KEPERAWATAN


1. Ds :
- Klien mengatakan Gangguan persepsi sensori:
sering mendengar Halusinasi Pendengaran
suara
- Pasien mengatakan
frekuensi
halusinasi/mendeng
ar suara-suara
kurang lebih 3 kali
sehari dalam durasi
kurang lebih 3
menit.

Do :
45

- Klien tampak
merespon
halusinasinya
dengan menirukan
suara yang dia
dengar yaitu suara
cicak.
- Klien tampak sering
senyum-senyum
dan marah-marah
sendiri.
- Pasien tampak
bingung dan gelisah

2. Ds :
- Klien mengatakan Resiko Perilaku Kekerasan
pernah memukul
temannya
menggunakan
sendal. Karena
dirinya hanya ingin
melampiaskan
emosinya.
- Klien mengatakan
pernah dipukuli oleh
Kaka laki-lakinya
46

Do :
- Klien tampak marah
saat berbicara
mengenai
keluarganya
- Klien tampak cepat
tersinggung,emosi
labil, dan sering
mondar-mandir

3. Ds : Gangguan konsep diri : Harga diri


- Klien mengatakan rendah
bagian tubuh yang
tak disukainya
adalah tangan kiri
karena ada cincin
tunangan.
- Klien mengatakan
merasa takut tidak
diterima di
lingkungan keluarga
setelah pulang dari
RS.

Do :
- Klien tampak malu
dan gelisah
- Klien tampak
47

berbicara dengan
nada suara yang
lemah

POHON MASALAH

Resiko Perilaku Kekerasan (RPK) Effect

Halusinasi Pendengaran Care Prolem

Harga Diri Rendah Cause


48

Diagnosa Keperawatan :

1. Gangguan persepsi sensori: Halusinasi Pendengaran


2. Resiko Perilaku Kekerasan
3. Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah

Diagnosa Prioritas : Gangguan persepsi sensori: Halusinasi Pendengaran

N. INTERVENSI KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA RENCANA TINDAKAN TINDAKAN
KEPERAWATAN TUJUAN KRITERIA KEPERAWATAN
EVALUASI
1. Gangguan Klien mampu 1. Klien mampu Sp1:
persepsi sensori: mengontrol mengenali Mengidentifikasi
halusinasi halusinasinya halusinasinya isi, frekuensi,
pendengaran dan mampu waktu terjadi,
mengontrol situasi pencetus,
halusinasi perasaan dan
dengan cara respon halusinasi.
menghardik. Serta mengajar
2. Klien mampu pasien mengontrol
mengontrol halusinasi dengan
halusinasi cara menghardik.
dengan
bercakap-cakap Sp2 : Mengontrol
dengan orang halusinasi dengan
lain. bercakap-cakap
3. Klien mampu dengan orang lain.
49

mengontrol
halusinasi Sp3 : Mengontrol
dengan halusinasi dengan
melakukan melakukan
kegiatan kegiatan terjadwal
terjadwal.
4. Klien mampu Sp4 : Mengontrol
mengontrol halusinasi dengan
halusinasi minum obat
dengan minum teratur.
obat teratur.

O. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
HARI/TANGGAL IMPLEMENTASI EVALUASI
KEPERAWATAN
Kamis, 20/06/2024 Data S:
Pukul : 09.30 WIT Tanda dan gejala : - Klien mengatakan
1. Mendengar suara sudah memahami
halusinasi (cicak) apa saja yang
2. Marah-marah sudah diajarkan
sendiri - Klien mengatakan
3. Senyum-senyum suara-suara yang
sendiri dia dengar adalah
4. Bingung dan suara cicak
gelisah terkadang suara
5. Suara tersebut mesin.
50

muncul 3×/hari - Klien mengatakan


kurang lebih selama 3 suara tersebut
menit muncul 3×/hari
dengan durasi
Kemampuan: - kurang lebih 3
Diagnosa menit.
keperawatan: - Klien mengatakan
Gangguan persepsi suara tersebut
sensori: Halusinasi muncul tidak
Pendengaran menentu

Tindakan : O:
Sp1 : Mengidentifikasi - Klien mampu
isi, frekuensi waktu mengenali
terjadi,situasi penyakitnya
pencetus, perasaan (Halusinasi)
dan respon - Klien mampu
halusinasi. Dan menghardik
mengajarkan cara halusinasi dengan
menghardik motivasi perawat
halusinasi. - Klien tampak
Sp 2 : Mengontrol bercakap-cakap
halusinasi dengan dengan orang lain
cara Bercakap-cakap
dengan orang lain. A : Gangguan persepsi sensori:
halusinasi pendengaran (+)
RTL :
Sp3 : Mengontrol P :
51

halusinasi dengan - Melatih pasien


melakukan kegiatan mengontrol
terjadwal halusinasi dengan
Sp4 : Mengontrol menghardik 3×1
halusinasi dengan - Melatih pasien
minum obat teratur bercakap-cakap
dengan orang lain
- Lanjutkan
intervensi Sp 3 dan
Sp4
Jumat, 21/06/2024 Data S : Klien mengatakan merasa
Pukul : 08.20 WIT Tanda dan gejala : senang dari hari kemarin
1. Mendengar suara
halusinasi O:
2. Senyum-senyum - Klien mampu
sendiri melipat pakaiannya
3. Bingung dan sendiri dengan
gelisah rapih.
- Klien mampu
Kemampuan : menyebabkan
1. Mengenali beberapa butir obat
halusinasi yang dia minum.
2. Mengontrol Dan mampu
halusinasi dengan menyebutkan
cara menghardik waktu minum obat
2×/hari. Pada pagi
Tindakan: hari dan sore hari.
Sp3 : Mengontrol
52

halusinasi dengan A:
melakukan kegiatan - Gangguan persepsi
terjadwal. sensori: Halusinasi
Sp4 : Mengontrol Pendengaran (+)
halusinasi dengan
minum obat teratur P:
- Melatih mengontrol
halusinasi saat
RTL : follow up & kambuh dengan
evaluasi Sp1-Sp4 cara menghardik
1. - Bercakap-cakap
dengan orang lain
3×1
- Latihan melakukan
kegiatan terjadwal
3×1
- Minum obat teratur
2×1

Sabtu,22/06/2024 Data S:
Pukul : 08.20 WIT Tanda dan gejala : - Klien mengatakan
1. Mendengar merasa senang
suara dan lebih tenang
halusinasi
2. Senyum- O:
senyum sendiri - Klien mengenali
dan gelisah. penyakitnya dan
53

mampu mengontrol
Kemampuan : halusinasinya
1. Mengenali dengan cara
halusinasi dan menghardik
mengontrol - Klien tampak
halusinasi bercakap-cakap
dengan cara dengan perawat
menghardik yang ada di
2. Mengontrol ruangan dan
halusinasi teman-teman satu
dengan ruangannya.
bercakap- - Klien mau dan
cakap mampu melipat
3. Mengontrol pakaian dengan
halusinasi rapih
dengan - Klien
melakukan mengkonsumsi
kegiatan obatnya secara
terjadwal tepat waktu dan
4. Mengontrol teratur
halusinasi
dengan minum A : Gangguan persepsi sensori :
obat teratur Halusinasi pendengaran (+)

P:
- Melatih mengontrol
halusinasi dengan
menghardik
54

- Bercakap-cakap
dengan orang lain
2×1
- Latihan melakukan
kegiatan terjadwal
3× sehari

Anda mungkin juga menyukai