0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan60 halaman

Struktur dan Sejarah Britania Raya

Britania Raya, secara resmi dikenal sebagai Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara, adalah negara di Eropa Barat Laut yang terdiri dari Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Sebagai negara monarki konstitusional dan demokrasi parlementer, Britania Raya memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan industri dan politik global, meskipun mengalami penurunan pengaruh setelah Perang Dunia dan dekolonisasi. Dengan ibu kota London, Britania Raya memiliki ekonomi terbesar keenam di dunia dan merupakan anggota berbagai organisasi internasional.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan60 halaman

Struktur dan Sejarah Britania Raya

Britania Raya, secara resmi dikenal sebagai Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara, adalah negara di Eropa Barat Laut yang terdiri dari Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Sebagai negara monarki konstitusional dan demokrasi parlementer, Britania Raya memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan industri dan politik global, meskipun mengalami penurunan pengaruh setelah Perang Dunia dan dekolonisasi. Dengan ibu kota London, Britania Raya memiliki ekonomi terbesar keenam di dunia dan merupakan anggota berbagai organisasi internasional.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Britania Raya

Halaman ini berisi artikel tentang negara berdaulat. Untuk pulau yang merupakan wilayah dari
negara ini, lihat Pulau Britania Raya.
"UK" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat UK (disambiguasi).
Britania Raya,[n] dengan nama resmi Perserikatan
Perserikatan Kerajaan Britania
Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara,[o] atau
Raya dan Irlandia Utara
secara informal dikenal dengan nama Inggris Raya,
adalah negara di Eropa Barat Laut, terletak di lepas United Kingdom of Great Britain and
pantai Eropa daratan.[21][22] Negara ini terdiri dari Northern Ireland (bahasa Inggris)
Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.[p][23] Di
negara Britania Raya terdapat Pulau Britania Raya,
bagian timur laut Pulau Irlandia, dan sebagian besar
pulau-pulau berukuran kecil di Kepulauan Britania.[24] Bendera
Irlandia Utara berbatasan di darat dengan Republik
Irlandia; selebihnya, Britania Raya dikelilingi oleh Lagu kebangsaan: "God Save the King"[a]
("Tuhan Lindungilah sang Raja")
Samudra Atlantik, Laut Utara, Selat Inggris, Laut
Keltik, dan Laut Irlandia. Luas total Britania Raya 0:00 / 0:00
adalah 94.354 mil persegi (244.376 km2),[e][12] dengan
populasi yang diperkirakan hampir menyentuh 67,6 Lambang kebesaran:
juta jiwa per tahun 2022.[13]

Pada tahun 1707, Kerajaan Inggris (di dalamnya


terdapat Wales) dan Kerajaan Skotlandia memutuskan
untuk bersatu melalui Perjanjian Persatuan sehingga
menciptakan negara baru bernama Kerajaan Britania
Digunakan sehubungan dengan Skotlandia
Raya. Undang-Undang Persatuan 1800 menjadikan
(kanan) dan daerah lainnya (kiri)
Kerajaan Irlandia sebagai bagian dari Kerajaan
Britania Raya sehingga menciptakan Kerajaan Bersatu
Britania Raya dan Irlandia yang efektif sejak tahun
1801. Sebagian besar Pulau Irlandia pada akhirnya
memisahkan diri dari Britania Raya pada tahun 1922
dengan nama Negara Bebas Irlandia, maka dari itu
diresmikan Undang-Undang Nama Monarki dan
Parlemen 1927 sehingga negara ini memiliki nama
baru, Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia
Utara, yang masih digunakan sampai sekarang.

Britania Raya merupakan negara industri pertama dan


kekuatan utama dunia selama sebagian besar abad ke-
19 dan awal abad ke-20, terutama selama zaman "Pax
Britannica" yang dimulai dari tahun 1815 hingga
1914.[25][26] Pada puncak kejayaan di tahun 1920-an,
Imperium Britania Raya menguasai hampir seperempat
luas daratan dan populasi Bumi, dan menjadi
kekaisaran terbesar dalam sejarah. Namun,
keterlibatannya dalam Perang Dunia Pertama dan
Perang Dunia Kedua telah melemahkan kekuatan
ekonomi Britania Raya ditambah gelombang
dekolonisasi yang menyeruak ke seluruh dunia
mengakibatkan sebagian besar jajahan Britania Raya
memerdekakan diri.[27][28][29] Pengaruh Britania Raya
dapat diamati dalam sistem hukum dan politik di
banyak bekas jajahannya, dan budaya Britania Raya
masih berpengaruh secara global, khususnya dalam
bidang bahasa, sastra, musik dan olahraga. Bahasa
Inggris adalah bahasa yang paling banyak dituturkan
dan bahasa asli ketiga yang paling banyak
dituturkan.[30]

Britania Raya adalah negara monarki konstitusional


dan demokrasi parlementer.[q][32] Britania Raya
memiliki tiga yurisdiksi berbeda; Inggris dan Wales,
Skotlandia dan Irlandia Utara.[33] Sejak tahun 1998,
Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara memikiki
pemerintahan terdevolusi dan badan legislatifnya
masing-masing sedangkan Inggris dipemerintahi
langsung oleh Pemerintah Britania Raya.[34] Ibu kota
sekaligus kota terbesar di Britania Raya (juga
merupakan ibu kota dari negara konstituen Inggris)
Ibu kota London
adalah London, sebuah metropolis dunia dengan
(dan kota terbesar) 51°30′N 0°7′W
populasi metropolitan lebih dari 14 juta jiwa. Kota
Edinburgh, Cardiff, dan Belfast adalah ibu kota Bahasa nasional Inggris
masing-masing untuk negara konstituen Skotlandia, Bahasa daerah dan Skots · Skots Ulster ·
Wales, dan Irlandia Utara. Kota besar lainnya yang minoritas[b] Wales · Kernowek ·
belum disebutkan yaitu Birmingham, Manchester, Gaelik Skotlandia ·
Glasgow, Liverpool dan Leeds. Irlandia · Bahasa
Isyarat Britania Raya
Britania Raya adalah negara maju dan memiliki Kelompok etnik Daftar
ekonomi terbesar keenam menurut produk domestik (2021/22)[c][4][5][6] 83,0% Kulit putih
bruto (PDB) nominal. Negara ini diakui sebagai negara 8,6% Asia
pemilik nuklir, dan berada di peringkat keempat dunia 3,7% Kulit hitam
dalam anggaran militer.[35][36] Britania Raya telah 2,7% Campuran
menjadi anggota permanen Dewan Keamanan PBB 2,0% lainnya
sejak pertama kali dibentuk pada tahun 1946. Negara
Agama Daftar
ini adalah anggota dari Persemakmuran Bangsa-
(2021/22)[c][7][8][6] 46,5% Kekristenan
Bangsa, Majelis Eropa, G7, OECD, NATO, Five Eyes,
AUKUS dan CPTPP. 37,8% tidak
beragama
6,0% Islam
1,6% Hinduisme
0,8% Sikhisme

Etimologi dan terminologi 0,4% Buddhisme


0,4% Yudaisme
Lihat pula: Terminologi Kepulauan Britania 0,6% lainnya
5,9% tidak
Nama United Kingdom of Great Britain and Northern menyebutkan
Ireland diperkenalkan pada tahun 1927 dalam Undang-
Undang Penamaan Kerajaan dan Parlemen. Hal ini Pemerintahan Monarki
konstitusional
disebabkan oleh kenyataan bahwa kemerdekaan de parlementer
facto Negara Bebas Irlandia, yang mengakibatkan kesatuan[d]
terpecahnya Irlandia pada tahun 1922, meninggalkan • Pemimpin Monarki Charles III
Irlandia Utara sebagai satu-satunya bagian Pulau • Perdana Menteri Keir Starmer
Irlandia yang masih berada di bawah kekuasaan
Legislatif Parliament
Britania Raya.[37] Sebelumnya, menurut Undang-
- Majelis Tinggi House of Lords
Undang Kesatuan 1800, yang menyatukan Kerajaan
- Majelis Rendah House of Commons
Britania Raya dan Kerajaan Irlandia pada tahun 1801,
nama resminya adalah Kerajaan Bersatu Britania Raya Pembentukan
dan Irlandia. Britania Raya sebelum tahun 1801 • Undang-Undang 1535 dan 1542
kadang-kadang disebut sebagai "Kerajaan Bersatu Hukum di Wales
• Persatuan 24 Maret 1603
Britania Raya".[38][39][40][41] Dalam Pasal 1 Undang-
Mahkota
Undang Kesatuan 1927 dinyatakan bahwa Inggris dan • Perjanjian 22 Juli 1706
Skotlandia "bersatu menjadi satu kerajaan bernama Persatuan
Britania Raya."[42][43][catatan 1] Istilah "kerajaan • Undang-Undang 1 Mei 1707
bersatu" digunakan secara tidak resmi abad ke-18 Persatuan Inggris
dan Skotlandia
untuk menjelaskan negara baru, tetapi hanya secara
• Undang-Undang 1 Januari 1801
resmi, saat penyatuan Irlandia pada tahun 1801.[44] Persatuan Britania
Raya dan Irlandia
Meskipun Britania Raya sebagai negara berdaulat • Undang-Undang 6 Desember 1922
mencakup Inggris, Skotlandia, Wales dan (yang Konstitusi Negara
kontroversial) Irlandia Utara, tetapi Skotlandia, Wales Bebas Irlandia
dan Irlandia Utara memiliki pemerintahan Luas
sendiri.[45][46] Situs resmi Perdana Menteri Britania - Total[e] 244.376 km2[12] (ke-
Raya menggunakan istilah "negara dalam negara" 78)
untuk menggambarkan Britania Raya.[47] Sedangkan - Daratan[f] 242.741 km2
mengenai Irlandia Utara, nama yang digunakan "bisa (93.723 sq mi)[12]
menjadi kontroversial, dengan pilihan yang sering kali Populasi
mengungkapkan preferensi politik seseorang."[48] - Perkiraan 2022 67.596.281[13] (ke-
Istilah lainnya yang digunakan untuk menggambarkan 22)
status Irlandia Utara adalah "region" dan - Sensus 66.940.559[c][14][15][16]
Penduduk 2021/22
"provinsi".[49][50]
- Kepadatan 279/km2[13] (ke-51)
Great Britain atau Britania Raya juga sering disebut PDB (KKB) 2024
sebagai Britain. Sumber-sumber pemerintah Britania - Total $4,029 triliun[17]
Raya acapkali menggunakan istilah ini sebagai bentuk (ke-9)
singkat untuk Britania Raya, sementara media massa - Per kapita $58.880[17] (ke-27)
pada umumnya juga menggunakan istilah tersebut, PDB (nominal) 2024
namun hal ini menunjukkan bahwa istilah "Britania
Raya" itu hanya mengacu pada pulau utama yang
meliputi Inggris, - Total $3,495 triliun[17]
Skotlandia dan (ke-6)
Wales.[51][52][53]
- Per kapita $51.075[17] (ke-21)
Bagaimanapun Gini (2021) ▼ 35,4[18]
juga, di negara- sedang
negara lain, istilah IPM (2022)
0,940[19]
Great Britain lebih sangat tinggi · ke-15
umum digunakan,
Mata uang Pound sterling[g]
terutama di
(GBP)
Amerika Serikat,
istilah Great Zona waktu GMT
(UTC+0)
Britain ini
- Musim UTC+1 (BST[h])
dianggap sebagai panas (DST)
sinonim untuk
"United Kingdom" Format tanggal dd/mm/yyyy (AD)[i]
(Kerajaan Lajur kemudi kiri[j]
Bersatu").[54][55]
Peta Britania Raya; Inggris
Kode telepon +44[k]
(merah), Wales (kuning), Selain itu, tim
Skotlandia (biru), dan Irlandia Olimpiade United Kode ISO 3166 GB
Utara (hijau). Kingdom juga
Ranah Internet .uk[l]
berlaga di bawah
nama Great Britain atau "Tim GB".[56][57] GB dan GBR adalah kode
negara standar untuk Britania Raya (lihat ISO 3166-2:GB), dan akibatnya sering digunakan oleh
organisasi internasional untuk merujuk ke Kerajaan Bersatu.

Pada tahun 2006, desain baru paspor Britania Raya mulai digunakan. Halaman pertama paspor tersebut
menampilkan bentuk panjang nama negara dalam bahasa Inggris, Wales, dan Gaelik Skotlandia.[58]
Dalam bahasa Wales, bentuk panjang nama negara adalah "Teyrnas Unedig Prydain Fawr a Gogledd
Iwerddon", dengan "Teyrnas Unedig" digunakan sebagai nama pendek di situs resmi pemerintah.[59]
Sedangkan dalam bahasa Gaelik Skotlandia, bentuk panjangnya adalah "Rìoghachd Aonaichte na
Breatainne Mòire is Èireann a Tuath" dan bentuk pendeknya "Rìoghachd Aonaichte".

Kata sifat British umumnya digunakan untuk merujuk pada hal yang berhubungan dengan Britania Raya.
Istilah ini tidak memiliki konotasi hukum yang pasti, namun istilah ini digunakan secara umum untuk
merujuk pada kewarganegaraan Britania dan hal-hal yang berhubungan dengan nasionalitas.[60] Istilah
"British" digunakan secara berbeda untuk menggambarkan identitas nasional warga Britania, atau untuk
mengidentifikasi diri sebagai "orang Britania", atau sebagai orang Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia
Utara, Irlandia,[61] atau keduanya.[62]

Dalam bahasa Indonesia istilah United Kingdom diterjemahkan menjadi "Kerajaan Bersatu", "Persatuan
Kerajaan", atau "Perserikatan Kerajaan". Untuk membedakan dengan Inggris, maka ketika menyebut
negara ini, digunakan nama Britania Raya.

Sejarah
Artikel utama: Sejarah Inggris, Sejarah Skotlandia, Sejarah Wales, Sejarah Irlandia, dan Sejarah
Pembentukan Britania Raya
Sebelum tahun 1707
Permukiman manusia modern yang kelak akan menjadi Britania Raya
sudah terbentuk sejak sekitar 30.000 tahun yang lalu.[63] Pada akhir
zaman prasejarah, populasi di wilayah ini diperkirakan telah
terbentuk. Periode ini dinamakan dengan masa Kelts Insular, yang
terdiri dari Britania Britonik dan Irlandia Gaelik.[64] Penaklukan oleh
Romawi yang dimulai pada tahun 43 SM diikuti oleh invasi pemukim
Jerman Anglo-Saxon ke wilayah yang kelak akan membentuk
Wales.[65] Sebagian besar wilayah yang dihuni oleh Anglo-Saxon Stonehenge, di Wiltshire,
disatukan menjadi Kerajaan Inggris pada abad ke-10.[66] Sementara didirikan kira-kira tahun 2500
itu, penutur Gaelik di Inggris barat laut (yang terhubung ke Irlandia SM.
di timur laut dan secara tradisional telah terjadi migrasi dari sana
pada abad ke-5)[67][68] bersatu dengan bangsa Pict dan kemudian
membentuk Kerajaan Skotlandia pada abad ke-9.[69]

Pada tahun 1066, bangsa Normandia menyerang Inggris dan setelah


penaklukannya, Normandia berhasil merebut sebagian besar Wales,
menaklukkan sebagian besar Irlandia dan membentuk permukiman di
Skotlandia, yang membawa masing-masing negara tersebut ke
periode baru feodalisme yang berdasarkan model Prancis Utara dan
kebudayaan Normandia-Prancis.[70] Kedatangan bangsa Normandia
ini membawa pengaruh besar, namun pada akhirnya tetap mampu
Tapestri Bayeux
berasimilasi dengan kebudayaan lokal di masing-masing negara.[71]
menggambarkan tentang Raja Inggris pada abad pertengahan berhasil menaklukkan Wales
Pertempuran Hastings dan namun upayanya untuk menaklukkan Skotlandia mengalami
peristiwa yang menjadi kegagalan. Setelah itu, Skotlandia tetap mempertahankan
penyebabnya. kemerdekaannya, meskipun sering berkonflik dengan Inggris.
Monarki Inggris, dalam upayanya untuk merebut koloni Prancis, juga
sering kali terlibat konflik dengan Prancis, terutama dalam Perang
Seratus Tahun.[72]

Memasuki periode modern awal, Inggris dihadapkan pada konflik agama sebagai akibat reformasi dan
diperkenalkannya gereja Protestan di masing-masing negara.[73] Wales sepenuhnya di klaim sebagai
bagian dari Kerajaan Inggris,[74] dan Irlandia ditetapkan sebagai kerajaan dalam persatuan personal
dengan Kerajaan Inggris.[75] Wilayah milik bangsa Gaelik Katolik yang merdeka disita oleh Kerajaan
Inggris dan diberikan kepada pemukim Protestan dari Inggris dan Skotlandia, yang selanjutnya
membentuk Irlandia Utara.[76] Pada tahun 1603, Kerajaan Inggris, Skotlandia dan Irlandia bersatu dalam
penyatuan personal saat James VI, Raja Skotlandia, mewarisi mahkota Kerajaan Inggris dan Irlandia.
James kemudian memindahkan istananya dari Edinburgh ke London. Meskipun demikian, setiap negara
tetap menjadi entitas politik yang terpisah dan mempertahankan lembaga politik yang juga
terpisah.[77][78] Pada pertengahan abad ke-17, ketiga kerajaan terlibat dalam serangkaian perang
berkelanjutan (termasuk Perang Saudara Inggris) yang menyebabkan tergulingnya monarki dan
terbentuknya negara republik kesatuan berumur pendek bernama Persemakmuran Inggris, Skotlandia dan
Irlandia.[79][80] Meskipun monarki berhasil dipulihkan kembali, hal ini menandai (dengan meletusnya
Revolusi Agung pada tahun 1688) bahwa sama seperti monarki-monarki Eropa lainnya, monarki mutlak
tidak akan menang. Konstitusi Britania kemudian dikembangkan berdasarkan monarki konstitusional dan
sistem parlementer.[81] Selama periode ini, terutama di Inggris, berkembangnya kekuatan angkatan laut
mendorong dilakukannya penjelajahan seberang lautan untuk menjajah dan mendirikan koloni, terutama
di Amerika Utara (lihat Imperium Britania).[82][83]

Sejak Undang-Undang Kesatuan 1707


Pada tanggal 1 Mei 1707, Kerajaan Bersatu Britania Raya
terbentuk sebagai hasil penyatuan politik Kerajaan Inggris dan
Skotlandia berdasarkan Perjanjian Kesatuan yang disetujui pada
tanggal 22 Juli 1706. Perjanjian ini kemudian disahkan oleh
Parlemen Inggris dan Skotlandia dalam Undang-Undang Kesatuan
1707.[84][85][86]

Pada abad ke-18, Britania Raya memainkan peran penting dalam


mengembangkan ide-ide Barat, terutama yang berkaitan dengan
sistem parlementer dan menghasilkan kontribusi yang signifikan Perjanjian Kesatuan yang
menyebabkan terbentuknya
dalam bidang sastra, seni, dan ilmu pengetahuan.[87] Britania
Kerajaan Bersatu Britania Raya.
(terutama Inggris) memelopori Revolusi Industri yang mengubah
perekonomian negara serta memicu berkembangnya Imperium
Britania. Selama periode ini, Britania Raya, seperti negara-negara besar lainnya, terlibat dalam eksploitasi
kolonial, termasuk perdagangan budak Atlantik, meskipun dengan disahkannya Undang-Undang
Perdagangan Budak pada tahun 1807 Britania juga berperan penting dalam memerangi perdagangan
budak.[88] Koloni di Amerika Utara telah menjadi fokus utama kegiatan kolonial Britania. Dengan
kekalahan mereka dalam Perang Kemerdekaan Amerika Serikat, ambisi kolonial Britania berpaling ke
wilayah lain, terutama ke India.[89]

Pada tahun 1800, saat perang masih berkecamuk dengan Prancis, Parlemen Britania Raya dan Irlandia
mengesahkan Undang-Undang Kesatuan yang menyatukan dua kerajaan tersebut dan menciptakan
Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia pada tanggal 1 Januari 1801.[90]

Setelah kekalahan Prancis dalam Perang Revolusi dan Perang


Napoleon (1792-1815), Britania Raya mulai muncul sebagai
kekuatan angkatan laut dan ekonomi utama yang tak
tertandingi di dunia pada abad ke-19 (dengan London yang
menjadi kota terbesar di dunia sejak tahun 1830).[91] Menjadi
yang tak tertandingi di lautan, Inggris selanjutnya
Pertempuran Waterloo menandai akhir mengadopsi peran sebagai polisi global, yang kemudian
dari Perang Napoleon dan dimulainya dikenal dengan Pax Britannica.[92][93] Periode ini juga
Pax Britannica.
menjadi momen pertumbuhan ekonomi, kolonial dan industri
yang pesat bagi Britania Raya. Britania Raya (dengan Inggris
sebagai kekuatan utama) digambarkan sebagai "bengkel dunia",[94] dan Imperium Britania tumbuh
sebagai imperium terbesar yang mencakup India, sebagian besar Afrika, dan wilayah lainnya. Bersamaan
dengan kontrol tidak resmi yang dimilikinya, posisi dominan Britania Raya dalam perdagangan dunia ini
berarti bahwa secara efektif Britania Raya bisa mengendalikan perekonomian banyak negara, seperti
Tiongkok, Argentina dan Thailand.[95][96] Sementara itu, di dalam negeri terjadi pergeseran ke kebijakan
perdagangan bebas dan laissez-faire. Negara ini mengalami peningkatan populasi yang besar selama abad
tersebut, yang disertai dengan terjadinya gelombang urbanisasi besar-besaran, terutama ke London dan
Manchester. Hal ini pada akhirnya menyebabkan munculnya tekanan sosial dan ekonomi yang
signifikan.[97] Pada akhir abad ke-20, negara-negara lain seperti Jerman, Amerika Serikat, dan Uni Soviet
mulai menyalib dominasi industri Britania Raya di kancah internasional.[98]

Britania Raya, bersama dengan Rusia, Prancis dan (setelah


tahun 1917) Amerika Serikat adalah beberapa negara-negara
besar yang menentang Imperium Jerman dan sekutunya
dalam Perang Dunia I (1914-1918).[99] Angkatan Bersenjata
Britania Raya berkembang pesat hingga memiliki lebih dari
lima juta tentara,[100] dan melibatkan banyak negara-negara
imperiumnya beserta beberapa daerah di Eropa. Hal ini
menjadikannya sebagai Negara Barat Terdepan dalam Perang
Dunia I. Britania Raya mengakhiri Perang Dunia I dengan
kehilangan sekitar dua setengah juta jiwa dan utang nasional Infanteri Tentara Irlandia selama
yang besar.[100] Setelah perang, Britania Raya menerima Pertempuran Somme. Lebih dari 885.000
mandat Liga Bangsa-Bangsa atas bekas jajahan Jerman dan tentara Britania Raya gugur di medan
Utsmaniyah. Hal ini membuat Imperium Britania semakin perang dalam Perang Dunia I.
luas, mencakup seperlima dari luas total bumi dan seperempat
dari total populasi dunia pada saat itu.[101] Munculnya
Nasionalisme Irlandia dan konflik yang terjadi selama tahun 1920-an mengakibatkan terpecahnya
Irlandia pada tahun 1921.[102] Sebagai hasilnya, Negara Bebas Irlandia yang merdeka dengan status
domini terbentuk pada tahun 1922, sedangkan Irlandia Utara tetap memilih untuk menjadi bagian Britania
Raya.[103] Era Depresi Besar (1929-1932) terjadi ketika Britania Raya belum pulih sepenuhnya dari
dampak peperangan dan menyebabkan munculnya kesusahan serta kerusuhan politik dan sosial di
berbagai kota di Britania.[104]

Britania Raya adalah salah satu negara Sekutu dalam Perang Dunia II dan ikut serta dalam deklarasi
pembentukan PBB. Setelah kekalahan sekutu Eropanya dalam tahun pertama perang, Britania Raya
melanjutkan laga melawan Jerman, terutama dalam Pertempuran Britania dan Pertempuran Atlantik.
Setelah kemenangannya, Britania Raya menjadi salah satu dari Tiga Kekuatan Besar yang bertemu untuk
perencanaan dunia pasca-perang dunia. Perang ini meninggalkan Britania Raya dalam keterpurukan.
Keuangan negara runtuh. Bantuan Marshall dan pinjaman dari Amerika Serikat dan Kanada-lah yang
membantu Britania Raya dalam proses menuju pemulihan setelah Perang Dunia II.[105]

Partai Buruh yang berkuasa pada tahun-tahun pascaperang


dunia segera memulai program perubahan radikal, yang
menghasilkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan
masyarakat Britania selama dekade berikutnya.[106] Di dalam
negeri, industri-industri penting dan utilitas publik
dinasionalisasi, Negara Kesejahteraan dibentuk, dan Layanan
Kesehatan Nasional didirikan untuk mengelola kesehatan
Wilayah yang pada suatu masa pernah
publik.[107] Menanggapi munculnya nasionalisme lokal,
menjadi bagian dari Imperium Britania.
Wilayah Seberang Laut Britania ditandai pemerintahan Partai Buruh menanggapinya dengan
dengan garis bawah merah. menerapkan kebijakan dekolonisasi negara-negara jajahan.
Proses ini dimulai dengan pemberian kemerdekaan pada India
dan Pakistan pada tahun 1947.[108] Selama tiga dekade berikutnya, sebagian besar negara-negara
Imperium Britania yang diberi kemerdekaan dan menjadi negara berdaulat bergabung menjadi Negara-
Negara Persemakmuran.

Meskipun peran politik Britania di kancah internasional menurun pasca terjadinya Krisis Suez pada tahun
1956, Britania Raya tetap menjadi salah satu dari lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan
merupakan negara ketiga yang mengembangkan senjata nuklir (dengan bom atom pertama diuji pada
tahun 1952). Penyebaran internasional bahasa Inggris juga menunjukkan pengaruhnya yang masih [atau
pernah] dominan di dunia, terutama dalam bidang sastra dan budaya. Sementara itu, pada tahun 1960-an,
budaya populernya juga berkembang dan memengaruhi dunia. Akibat kekurangan tenaga kerja pada
tahun 1950, Pemerintah Britania menggalakkan dilakukannya migrasi besar-besaran dari Negara-Negara
Persemakmuran. Hal ini menjadikan Britania sebagai negara multi-etnis selama dekade selanjutnya.[109]
Pada tahun 1973, Britania Raya bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE), dan ketika MEE
berganti nama menjadi Uni Eropa pada tahun 1992, Britania Raya mencatatkan diri sebagai salah satu
dari 12 negara pendirinya. Pada akhir 1960-an dan seterusnya, di Irlandia Utara merebak kekerasan
komunal dan paramiliter (juga memengaruhi bagian lain dari Britania Raya dan Republik Irlandia).
Peristiwa ini secara konvensional dikenal sebagai the Troubles. Peristiwa ini pada umumnya dianggap
telah berakhir seiring dengan ditandatanganinya Persetujuan Belfast pada tahun 1998.[110][111][112]

Setelah periode lambatnya pertumbuhan ekonomi dan kemerosotan industri pada tahun 1970-an,
Pemerintah Konservatif tahun 1980-an memulai kebijakan radikal deregulasi, khususnya dalam sektor
keuangan, pasar tenaga kerja yang fleksibel, penjualan perusahaan-perusahaan negara (privatisasi), dan
penarikan pajak kepada orang asing.[113] Sejak tahun 1984, dibantu dengan ditemukannya Minyak Laut
Utara, Britania Raya mengalami era pertumbuhan ekonomi yang pesat.[114] Pada akhir abad ke-20 terjadi
perubahan besar dalam Pemerintahan Britania Raya dengan pembentukan pemerintahan nasional bagi
Irlandia Utara, Wales dan Skotlandia setelah dilakukannya referendum pralegislatif,[115] serta
penggabungan secara hukum pada Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia. Pada tahun 2000-an,
terdapat kontroversi yang berlangsung di dalam negeri mengenai invasi militer Britania Raya ke luar
negeri, khususnya ke Irak dan Afghanistan.[116]

Geografi
Artikel utama: Geografi Britania Raya

Topografi
Luas total dari Britania Raya adalah sekitar 243.610 kilometer persegi (94.060 sq mi). Negara ini
menempati bagian utama dari Kepulauan Britania,[117] termasuk Pulau Britania Raya, seperenam dari
Pulau Irlandia di barat laut dan beberapa pulau-pulau kecil yang mengelilinginya. Britania Raya terletak
di antara Samudra Atlantik Utara dan Laut Utara. Pantai tenggaranya berjarak sekitar 35 kilometer
(22 mi) dari pantai utara Prancis, yang dipisahkan oleh Selat Inggris.[118] Pada tahun 1993, 10% dari luas
total kawasan Britania terdiri dari hutan, 46% digunakan sebagai kawasan padang rumput untuk
kepentingan peternakan, sedangkan 25%-nya digunakan untuk tujuan pertanian.[119] Observatorium
Kerajaan di Greenwich, London merupakan titik pusat dari Meridian Utama.
Britania Raya terletak di antara 49° sampai 61° lintang utara, dan 9°
BB sampai 2° BT. Irlandia Utara berbagi perbatasan darat sepanjang
360-kilometer (224 mi) dengan Republik Irlandia.[118] Britania Raya
mempunyai garis pantai sepanjang 17.820 kilometer (11.073 mi).[120]
Negara ini dihubungkan ke benua Eropa oleh Terowongan Channel,
terowongan bawah laut sepanjang 50 kilometer (31 mi) (38 kilometer
(24 mi) di bawah laut). Terowongan ini merupakan terowongan bawah
laut terpanjang di dunia.[121]

Inggris menempati separuh lebih dari total luas Britania Raya, dengan
luas sekitar 130.395 kilometer persegi (50.350 sq mi).[122] Sebagian
besar topografi Inggris terdiri dari dataran rendah,[119] dengan kawasan
pegunungan berada di barat laut garis Tees-Exe, termasuk Pergunungan
Cumbria di sepanjang Danau District, Pennines dan bukit kapur di
Puncak District, Exmoor, dan Dartmoor. Sungai-sungai dan muara
Topografi Britania Raya
utama di Inggris adalah Sungai Thames, Sungai Severn dan Humber.
Gunung tertinggi di Inggris adalah gunung Scafell Pike (978 meter
(3.209 ft)) yang berlokasi di Danau District. Sungai utamanya adalah Severn, Thames, Humber, Tees,
Tyne, Tweed, Avon, Exe dan Mersey.[119]

Skotlandia menempati kurang lebih sepertiga dari total luas


Britania Raya, dengan luas 78.772 kilometer persegi
(30.410 sq mi),[123] termasuk pulau-pulau yang jumlahnya
hampir delapan ratus pulau,[124] terutama di sebelah barat dan
utara dari daratan utama Britania. Pulau-pulau ini di
antaranya Hebrides, Orkney, dan Shetland. Topografi
Skotlandia agak menonjol karena adanya Sesar Batas Dataran
Tinggi (Highland Boundary Fault), sebuah sesar patahan
geologi yang membentang dari Pulau Arran di bagian barat
hingga ke Stonehaven di sebelah timur.[125] Garis sesar ini
Ben Nevis di Skotlandia adalah puncak
tertinggi di Kepulauan Britania. juga memisahkan Skotlandia menjadi dua wilayah yang
saling berbeda, yaitu dataran tinggi di utara dan barat dan
dataran rendah di bagian selatan dan timur. Wilayah dataran
tinggi topografinya lebih kasar dan mencakup sebagian besar tanah pegunungan Skotlandia, termasuk
Ben Nevis (1.343 meter (4.406 ft)), yang merupakan puncak tertinggi di Kepulauan Britania.[126]
Sedangkan wilayah dataran rendah topografinya lebih rata, terutama yang berada di kawasan antara Firth
of Clyde dan Firth of Forth yang dikenal sebagai Central Belt, dan di sinilah terletak sebagian besar
penduduk Skotlandia, termasuk kota terbesar, Glasgow, dan ibu kota serta pusat pemerintahan Skotlandia,
Edinburgh.

Wales menempati kurang lebih sepersepuluh dari luas total Britania Raya, dengan luas sekitar 20.779
kilometer persegi (8.020 sq mi).[127] Topografi Wales sebagian besar bergunung-gunung, cuma kawasan
Wales Selatan yang kurang gunungnya dibandingkan dengan Wales Utara dan Tengah. Kawasan
kependudukan dan perindustrian utama terletak di Wales Selatan, yang meliputi kota-kota di pesisir
pantai seperti Cardiff, Swansea dan Newport, serta juga kawasan South Wales Valleys di sebelah utara
kota-kota tersebut. Gunung-gunung tertinggi di Wales berada di Snowdonia, termasuk gunung Snowdon
(bahasa Wales: Yr Wyddfa), dengan ketinggian sekitar 1.085 meter (3.560 ft) dan merupakan puncak
tertinggi di Wales.[119] Terdapat 14 (atau 15) gunung di Wales yang tingginya mencapai 3.000 kaki (914
m). Gunung-gunung ini secara kolektif dikenal dengan sebutan Welsh 3000s. Wales memiliki garis pantai
sepanjang lebih dari 1.200 km (750 mil). Terdapat beberapa pulau yang lokasinya berdekatan dengan
daratan Wales; yang terbesar adalah Anglesey (Ynys Môn) di barat laut.

Irlandia Utara hanya menempati 14.160 kilometer persegi (5.470 sq mi) dari luas total Britania Raya dan
sebagian besar topografinya terdiri dari perbukitan. Kawasan ini juga mencakup danau Lough Neagh
(388 kilometer persegi (150 sq mi)), yang merupakan danau terbesar di Britania Raya dan Pulau
Irlandia.[128] Puncak tertinggi di Irlandia Utara adalah Slieve Donard pada ketinggian 852 meter
(2.795 ft) di Pegunungan Mourne.[119]

Iklim
Artikel utama: Iklim di Britania Raya
Britania Raya memiliki iklim subtropis, dengan curah hujan berlimpah sepanjang tahun.[118] Suhunya
bervariasi, menyesuaikan dengan musim tetapi suhunya jarang turun di bawah −11 °C (12 °F) atau
melampaui 35 °C (95 °F).[129] Angin pada umumnya datang dari arah barat daya, sering kali membawa
cuaca yang sedang dan lembap dari Samudra Atlantik.[118] Bagian timur merupakan wilayah yang paling
kering karena terlindung dari angin ini. Arus Atlantik yang dihangatkan oleh Arus Gulf menghantarkan
cuaca musim dingin yang sedang, terutama di wilayah bagian barat, di mana musim dinginnya pada
umumnya lembap, khususnya di dataran tinggi. Musim panas paling panas terjadi di bagian tenggara
Inggris yang lokasinya paling dekat dengan benua Eropa, sedangkan yang paling sejuk terdapat di
wilayah bagian utara. Salju padat biasanya turun pada musim dingin dan awal musim semi di dataran
tinggi, namun jarang sekali salju padat yang turun di wilayah yang bukan dataran tinggi.[130]

Pembagian administratif
Masing-masing negara di Britania Raya memiliki sistem
administratif dan demarkasi geografis tersendiri. Kebanyakan
sudah terbentuk sebelum berdirinya Britania Raya.
Akibatnya, tidak ada strata umum unit administratif yang
secara resmi digunakan di Britania Raya.[131] Sampai abad
ke-19, dilakukan sejumlah perubahan kecil menyangkut
peraturan tersebut, namun perubahan ini tidak berlaku secara
seragam pada pemerintahan daerah di Skotlandia, Wales dan
Irlandia Utara.[132]

Unit-unit pemerintahan daerah di Inggris sangat kompleks,


dengan pendistribusian fungsi yang bervariasi sesuai dengan
peraturan daerah setempat. Undang-undang mengenai
pemerintahan daerah di Inggris ditetapkan oleh Parlemen
Britania Raya dan Pemerintah Britania Raya karena Inggris
tidak memiliki parlemen yang berdiri sendiri. Sub-divisi
tingkat atas di Inggris terdiri dari sembilan region kantor
pemerintahan atau disebut juga dengan region kantor
pemerintahan Uni Eropa.[133] Salah satu region, yaitu London Unit administratif Britania Raya.
Raya, telah melakukan pemilihan umum wali kota dan
majelis langsung sejak tahun 2000 setelah dilakukannya referendum pada tahun 2008.[134] Pada awalnya
dimaksudkan bahwa region lain juga akan diberi hak untuk melakukan pemilihan langsung atas majelis
regional mereka, namun adanya penolakan dari majelis di Inggris Timur Laut dalam referendum tahun
2004 membuat rencana ini berhenti diajukan.[135] Pemerintahan daerah tingkat dua di Inggris terdiri dari
county dan distrik atau otoritas kesatuan serta London yang terdiri dari 32 borough London. Anggota
dewan dipilih dengan sistem pemilihan suara terbanyak (first-past-the-post voting) dengan anggota
tunggal atau melalui sistem pemilihan suara kelompok (multi-member plurality) dengan banyak
anggota.[136]

Pemerintahan daerah di Skotlandia terbagi atas 32 sub-divisi, dengan luas dan populasi yang bervariasi.
Kota-kota seperti Glasgow, Edinburgh, Aberdeen dan Dundee memiliki dewan pemerintahan yang
terpisah, begitu juga dengan wilayah yang berada dalam otoritas Dewan Dataran Tinggi (Highland
Council) yang mencakup sepertiga dari luas total Skotlandia dan lebih dari 200.000 jiwa penduduk.
Kekuasaan dalam pemerintahan lokal dipegang oleh anggota dewan terpilih, di mana saat ini terdapat
1.222 anggota dewan,[137] dan masing-masingnya dibayar dengan gaji paruh-waktu. Pemilihan umum
dilakukan dengan sistem pemilihan suara tunggal berpindah (single transferable vote) dengan banyak
anggota yang memilih tiga atau empat anggota dewan. Setiap dewan memilih seorang Provost atau
Convenor untuk memimpin sidang dewan dan bertindak sebagai wakil daerahnya. Anggota dewan tunduk
pada kode etik yang ditetapkan oleh Komisi Standar Skotlandia.[138] Asosiasi perwakilan pemerintahan
daerah untuk Skotlandia adalah Konvensi Otoritas Lokal Skotlandia (Convention of Scottish Local
Authorities, COSLA).[139]

Pemerintahan daerah di Wales terdiri dari 22 otoritas kesatuan (unitary authorities). Otoritas ini termasuk
kota Cardiff, Swansea dan Newport yang memiliki kewenangan tersendiri atas otoritas mereka.[140]
Pemilihan umum diadakan setiap empat tahun sekali dengan menggunakan sistem pemilihan suara
terbanyak.[141] Pemilihan terakhir dilangsungkan pada bulan Mei 2008. Asosiasi Pemerintahan Daerah
Wales (Welsh Local Government Association) mewakili kepentingan otoritas lokal di Wales.[142]

Pemerintah daerah di Irlandia Utara, sejak tahun 1973, terdiri dari 26 distrik, masing-masing anggota
dewannya dipilih melalui sistem single transferable vote. Kekuasaan mereka terbatas pada layanan-
layanan seperti pengelolaan sampah, [sic] pengawasan anjing liar, serta memelihara taman dan
pemakaman.[143] Pada tanggal 13 Maret 2008, eksekutif menyetujui proposal pembentukan 11 dewan
baru untuk menggantikan sistem yang lama.[144] Pemilihan umum lokal berikutnya ditunda sampai tahun
2011 untuk memfasilitasi pembentukan sistem yang baru ini.[145]

Dependensi
Artikel utama: Wilayah Seberang Laut Britania dan Dependensi Mahkota
Britania Raya memiliki kedaulatan atas tujuh belas wilayah yang tidak membentuk bagian dari Britania
Raya: empat belas Wilayah Seberang Laut Britania,[147] dan tiga Dependensi Mahkota (Crown
Dependencies).[148]

Keempat belas Wilayah Seberang Laut Britania Raya tersebut adalah: Anguilla, Bermuda, Wilayah
Antarktika Britania, Wilayah Samudra Hindia Britania, Kepulauan Virgin Britania Raya, Kepulauan
Cayman, Kepulauan Falkland, Gibraltar, Montserrat, Saint Helena, Ascension dan Tristan da Cunha,
Kepulauan Turks dan Caicos, Kepulauan Pitcairn, Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan, dan
Kawasan Pangkalan Berdaulat di Siprus.[149] Klaim Britania atas Antarktika tidak diakui secara
universal.[150] Secara keseluruhan, Wilayah Seberang Laut
Britania ini mencakup luas sekitar 667.018 mil persegi
(1.727.570 km2) dan jumlah penduduk sekitar 260.000
jiwa.[151] Wilayah-wilayah ini adalah sisa-sisa dari Imperium
Britania dan beberapa wilayah telah secara khusus memilih
untuk tetap menjadi bagian dari Britania Raya (Bermuda pada
tahun 1995 dan Gibraltar pada tahun 2002).

Dependensi Mahkota Britania Raya adalah wilayah-wilayah


yang dimiliki oleh Kerajaan Britania Raya, berkebalikan
Pemandangan Laut Karibia dari
dengan Wilayah Seberang Laut Britania yang dimiliki oleh
Kepulauan Cayman, salah satu Wilayah
Pemerintah Britania Raya.[152] Wilayah-wilayah ini terdiri
Seberang Laut Britania.[146]
dari Kepulauan Channel dan Bailiwicks di Jersey dan
Guernsey yang terdapat di Selat Inggris serta Pulau Man di
Laut Irlandia. Secara yurisdiksi dan administratif, wilayah-wilayah ini bukanlah bagian dari Britania
Raya ataupun Uni Eropa, meskipun Pemerintah Britania memiliki kewenangan atas hubungan
internasional dan pertahanan nasional mereka. Pemerintah Britania juga memiliki kewenangan untuk
menerapkan peraturan dan UU atas nama Britania Raya. Kekuasaan untuk mengesahkan UU yang
melibatkan pulau-pulau tersebut terletak pada majelis legislatif di masing-masing pulau, dengan
persetujuan dari Kerajaan (Dewan Privy, atau, seorang Letnan-Gubernur untuk hal-hal tertentu di Pulau
Man).[153] Sejak tahun 2005, masing-masing Dependensi Mahkota ini memiliki seorang Perdana Menteri
yang bertindak sebagai Kepala Pemerintahan.[154]

Politik
Artikel utama: Politik Britania Raya dan Monarki Britania Raya
Britania Raya adalah sebuah negara kesatuan di bawah monarki
konstitusional. Raja Charles III merupakan kepala negara Britania
Raya dan juga 15 Negara-Negara Persemakmuran lainnya. Kerajaan
memiliki "hak untuk mengkonsultasikan, hak untuk menganjurkan dan
hak untuk memperingatkan."[155] Konstitusi Britania Raya bersifat
tidak terkode (uncodified constitution),[156] yang merupakan salah satu
dari tiga negara di dunia yang menggunakan sistem ini.[catatan 2] Oleh
sebab itu, konstitusi Britania Raya sebagian besar terdiri dari sumber
tertulis yang berbeda-beda, termasuk undang-undang, preseden
ketetapan hakim, serta perjanjian internasional dan konvensi
konstitusional. Karena tidak adanya perbedaan teknis antara undang-
undang biasa dengan "undang-undang konstitusional", Parlemen
Britania Raya dapat melakukan "reformasi konstitusi" hanya dengan Charles III, Raja Britania Raya
mengesahkan Akta Parlemen, dan dengan demikian memiliki dan alam Persemakmuran
lainnya.
kekuasaan untuk mengubah atau menghapus hampir semua unsur
tertulis ataupun yang tidak tertulis dalam konstitusi. Namun, tidak ada
parlemen yang boleh mengesahkan undang-undang yang tidak bisa diubah oleh parlemen pada masa
depan.[157]
Pemerintahan
Artikel utama: Kabinet Britania Raya
Britania Raya memiliki sistem pemerintahan parlementer yang berlandaskan pada sistem Westminster
yang telah ditiru di seluruh dunia sebagai warisan dari Imperium Britania. Parlemen Britania Raya yang
bersidang di Istana Westminster terdiri dari dua kamar (dewan), yaitu Dewan Rakyat (House of
Commons) yang beranggotakan anggota terpilih, dan Dewan Pertuanan (House of Lords) yang
beranggotakan anggota terlantik. Setiap Rancangan Undang-Undang (RUU) yang disahkan
membutuhkan Persetujuan Kerajaan (Royal Assent) supaya bisa menjadi undang-undang baru.

Posisi Perdana Menteri selaku Kepala Pemerintahan Britania Raya,[158] dipegang oleh seorang anggota
parlemen yang mampu meraih kepercayaan dari mayoritas anggota House of Commons. Biasanya yang
memperoleh kepercayaan ini adalah pemimpin partai politik terbesar di kamar (dewan) itu. Perdana
Menteri beserta kabinetnya dilantik secara resmi oleh Ratu untuk membentuk Pemerintahan Baginda
(Her Majesty’s Government). Namun, sebenarnya Perdana Menterilah yang memilih menteri-menterinya,
dan secara konvensional Ratu menghormati pilihan Perdana Menteri tersebut.[159]

Anggota kabinet lazimnya dipilih dari kalangan anggota


partai Perdana Menteri di kedua kamar, kebanyakan berasal
dari Dewan Rakyat, yang harus mereka
pertanggungjawabkan. Kekuasaan eksekutif dijalankan oleh
Perdana Menteri dan Kabinet, mereka semua disumpah di
hadapan Dewan Privy Britania Raya (Privy Council of the
United Kingdom), dan dinobatkan menjadi Menteri Mahkota
Istana Westminster, tempat bersidang (Ministers of the Crown). Rt. Hon. David Cameron,
dua dewan kamar Parlemen Britania pemimpin Partai Konservatif, memegang jabatan Perdana
Raya.
Menteri, Bendahara Agung dan Menteri Pelayanan Sipil sejak
11 Mei 2010.[160] Untuk pemilihan anggota Dewan Rakyat,
Britania Raya saat ini terbagi menjadi 650 daerah pemilihan.[161] Masing-masing daerah pemilihan
memilih seorang anggota parlemen dengan cara "pluralitas sederhana (simple plurality voting system).
Pemilihan umum diadakan oleh Kerajaan atas nasihat dari Perdana Menteri. Akta Parlemen 1911 dan
1949 mewajibkan pemilu baru diadakan dengan waktu tidak lebih lima tahun berselang dari pemilu
sebelumnya.[162]

Tiga partai politik utama di Britania Raya adalah Partai Konservatif, Partai Buruh, dan Liberal
Demokratis. Dalam Pemilihan Umum Britania Raya 2010, tiga partai tersebut berhasil memenangkan 622
dari 650 kursi di Dewan Rakyat,[163] dengan rincian: 621 kursi diperoleh dari pemilu, dan satu kursi
berasal dari hasil pemilu kecil yang tertunda di Thirsk dan Malton.[164] Kursi-kursi yang selebihnya
diraih oleh partai-partai kecil yang hanya bertanding di kawasan tertentu saja, yaitu Partai Nasional
Skotlandia (hanya di Skotlandia), Plaid Cymru (hanya di Wales), dan Partai Buruh dan Demokratis
Sosial, Partai Kesatuan Demokratis, Partai Kesatuan Ulster, dan Sinn Féin (hanya di Irlandia Utara,
namun Sinn Féin juga bertanding dalam Pemilu di Republik Irlandia). Sesuai dengan kebijakan partai,
tidak ada anggota parlemen terpilih dari partai Sinn Féin yang pernah menghadiri Dewan Rakyat untuk
berbicara atas nama daerah pemilihan mereka karena anggota parlemen diharuskan untuk mengambil
sumpah setia kepada Ratu (yang mana hal ini ditentang oleh Sinn Féin). Meskipun demikian, para
anggota parlemen yang berasal dari Sinn Féin (saat ini berjumlah lima orang) masih diperkenankan untuk
mempergunakan fasilitas kantor yang tersedia di Westminster sejak tahun 2002.[165] Untuk pemilihan
Parlemen Eropa, Britania Raya saat ini diwakili oleh 72 anggota parlemen yang terpilih di 12 daerah
pemilihan multi-anggota.[166]

Pelimpahan kekuasaan
Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara masing-masing
memiliki pemerintahan atau badan eksekutif tersendiri yang
dipimpin oleh seorang Menteri Pertama (First Minister) (atau,
dalam kasus Irlandia Utara, dwi-kekuasaan; Menteri Pertama
dan Wakil Menteri Pertama), dan badan legislatif unikameral
(sistem satu kamar atau eka-dewan). Inggris sebagai negara
terbesar di Britania Raya tidak memiliki badan eksekutif atau
legislatif tersendiri, sebaliknya fungsi-fungsi tersebut dipikul
secara langsung oleh Kerajaan dan Parlemen Britania Raya.
Situasi ini telah menimbulkan persoalan menyangkut hakikat
bahwa anggota parlemen dari Skotlandia, Wales dan Irlandia
Utara dapat melakukan pemungutan suara atas permasalahan
yang berkenaan dengan Inggris yang ditangani oleh delegasi Gedung Parlemen Skotlandia di
badan legislatif negara masing-masing.[167] Edinburgh adalah kediaman resmi dari
Parlemen Skotlandia.
Pemerintah dan Parlemen Skotlandia memiliki wewenang
yang luas atas setiap hal yang secara spesifik tidak
dikhususkan untuk menjadi wewenang dari Parlemen Britania Raya, termasuk masalah pendidikan,
kesehatan, undang-undang Skotlandia dan pemerintah daerah.[168] Dalam pemilu 2011, Partai Nasional
Skotlandia (SNP) memenangkan mayoritas suara di Parlemen Skotlandia dan pemimpinnya, Alex
Salmond, terpilih menjadi Menteri Pertama Skotlandia.[169][170] Pemerintah Wales dan Majelis Nasional
untuk Wales (National Assembly for Wales) memiliki kekuasaan yang lebih terbatas dibanding dengan
yang diserahkan ke Skotlandia.[171] Namun setelah disahkannya Akta Majelis pada tahun 2006, majelis
dapat membuat undang-undang dalam bidang-bidang tertentu tanpa harus meminta persetujuan dari
Westminster. Dalam pemilu 2011, Partai Buruh yang dipimpin oleh Carwyn Jones berhasil memenangkan
suara mayoritas.[172] Badan-badan eksekutif dan legislatif di Irlandia Utara memiliki wewenang yang
setara dengan yang diserahkan kepada Skotlandia. Badan eksekutifnya dipimpin oleh dua orang, masing-
masingnya mewakili Majelis Kesatuan dan Nasionalis. Untuk saat ini, jabatan tersebut dipegang oleh
Peter Robinson (Partai Kesatuan Demokratis) sebagai Menteri Pertama dan Martin McGuinness (Sinn
Féin) sebagai Wakil Menteri Pertama.[173]

Britania Raya tidak memiliki undang-undang tertulis dan konstitusi lainnya yang mengatur mengenai
pelimpahan kekuasaan ke Skotlandia, Wales atau Irlandia Utara. Di bawah doktrin kedaulatan Parlemen,
Parlemen Britania Raya secara teori memiliki kewenangan untuk menghapuskan Parlemen Skotlandia,
Majelis Wales atau Majelis Irlandia Utara.[174][175] Pada tahun 1972, Parlemen Britania Raya secara
sepihak membekukan Parlemen Irlandia Utara, menetapkan preseden yang relevan dengan tata cara
pelimpahan kekuasaan.[176] Dalam praktiknya, ada kemungkinan bahwa Parlemen Britania Raya akan
menghapuskan segala hal yang berkaitan dengan pelimpahan kekuasaan ini mengingat kendala politik
yang diciptakan oleh hasil referendum yang masih belum jelas.[177] Kendala politik yang timbul
berkenaan dengan pelimpahan kekuasaan pada Irlandia Utara lebih besar ketimbang Wales dan
Skotlandia, mengingat bahwa pelimpahan kekuasaan ke Irlandia Utara juga bersandar pada perjanjian
internasional yang disetujui bersama Pemerintah Irlandia.[178]

Hubungan luar negeri


Britania Raya adalah salah satu anggota tetap Dewan
Keamanan PBB, anggota Negara-Negara Persemakmuran,
G8, G7, G20, NATO, OECD, WTO, Majelis Eropa, OSCE,
dan Uni Eropa. Britania Raya memiliki “Hubungan
Istimewa” dengan Amerika Serikat,[179][180] dan menjalin
kemitraan yang erat dengan Prancis (entente cordiale) dalam
pengembangan senjata nuklir. Britania Raya juga
berhubungan erat dengan Republik Irlandia dalam hal berbagi
Perdana Menteri Britania Raya, David Kawasan Perjalanan Umum (Common Travel Area) dan
Cameron, dan Presiden Amerika Serikat, banyak warga negara Irlandia yang menjadi anggota
Barack Obama, dalam Sidang Umum G- Angkatan Bersenjata Britania Raya.[181] Selain itu, Britania
20 Toronto 2010. Raya juga berhubungan erat dengan Portugal sejak
disahkannya Perjanjian Windsor pada tahun 1386. Hubungan
ini merupakan hubungan internasional tertua di dunia yang
masih tetap bertahan hingga saat ini. [182] Sekutu erat Britania lainnya termasuk negara-negara Uni Eropa
lainnya dan negara-negara anggota NATO, Persemakmuran, serta Jepang. Keberadaan dan pengaruh
global Britania Raya diperluas lagi melalui hubungan perdagangan, investasi asing, bantuan
pembangunan resmi dan angkatan bersenjata.[183]

Militer
Artikel utama: Angkatan Bersenjata Britania Raya
Militer Britania Raya secara resmi dikenal sebagai
Angkatan Bersenjata Yang Mulia (Her Majesty's
Armed Forces). Namun, juga dikenal dengan nama
Angkatan Bersenjata Britania Raya atau Angkatan
Bersenjata Mahkota (Armed Forces of the
Crown).[184] Angkatan Bersenjata ini mencakup
Angkatan Laut atau Naval Service (termasuk Royal
Navy, Royal Marinir dan Royal Fleet Auxiliary),
Angkatan Darat Britania (British Army), serta
Angkatan Udara Kerajaan (Royal Air Force).[185]
Semua pasukan-pasukan ini dikelola oleh
Kementerian Pertahanan dan dikendalikan oleh
Dewan Pertahanan, serta dipimpin oleh Sekretaris
Negara untuk Pertahanan. Komandan Kepala untuk
Angkatan Bersenjata Britania Raya adalah Monarki
Britania Raya,[186] yaitu Raja Charles III, yang mana Penghancur Tipe 45, Challenger 2 dan Eurofighter.
kepada ialah para pasukan angkatan bersenjata
bersumpah setia.
Secara historis, Angkatan Bersenjata Britania Raya telah memainkan peran kunci dalam membangun
Imperium Britania sebagai kekuatan yang dominan di dunia. Angkatan Bersenjata ini telah terlibat dalam
sejumlah perang besar yang melibatkan kekuatan dunia lainnya, seperti Perang Tujuh Tahun, Perang
Napoleon, Perang Krimea, Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Berulang kali mencapai kejayaan,
Britania Raya telah memengaruhi peristiwa dunia dengan kebijakannya dan muncul sebagai kekuatan
militer dan ekonomi terkemuka di dunia. Meskipun Imperium Britania telah runtuh, Britania Raya tetap
menjadi kekuatan besar dunia dan Angkatan Bersenjata Britania Raya adalah salah satu angkatan
bersenjata terbesar dan paling berteknologi canggih di dunia.

Angkatan Bersenjata Britania Raya bertanggung jawab untuk melindungi Britania Raya dan wilayah-
wilayah seberang lautnya, mempromosikan kepentingan keamanan Britania Raya ke penjuru dunia, serta
mendukung upaya-upaya perdamaian internasional. Angkatan Bersenjata ini berpartisipasi secara aktif
dalam operasi-operasi gabungan internasional seperti NATO, Perjanjian Pertahanan Lima Negara,
RIMPAC, dan sebagainya. Garnisun dan berbagai fasilitas militer didirikan di Pulau Ascension, Belize,
Brunei, Kanada, Diego Garcia, Kepulauan Falkland, Jerman, Gibraltar, Kenya, Siprus, dan Qatar.[187]

Menurut berbagai sumber, termasuk Stockholm International Peace Research Institute dan Kementerian
Pertahanan, Britania Raya memiliki pengeluaran militer tertinggi keempat di dunia. Jumlah anggaran
militer saat ini menghabiskan sekitar sekitar 2,3% - 2,6% dari total PDB nasional.[188]

Royal Navy adalah salah satu dari tiga angkatan laut air-biru (blue-water navy) yang terkemuka di dunia,
dua negara lainnya adalah Prancis dan Amerika Serikat).[189] Angkatan laut ini bertanggung jawab untuk
melindungi Penangkal Nuklir Britania (UKs Nuclear Deterrent) melalui empat Kapal Selam Kelas
Vanguard. Royal Navy mengoperasikan sejumlah besar armada kapal, termasuk kapal induk, kapal
perang amfibi, Landing Platform Dock, kapal selam nuklir, kapal perusak berpeluru kendali, fregat, mine-
countermeasure vessel, dan kapal patroli. Dalam waktu dekat, dua kapal induk baru, yaitu HMS Queen
Elizabeth dan HMS Prince of Wales juga akan melayani Royal Navy.

Pasukan Khusus Britania Raya (United Kingdom Special Forces), seperti Special Air Service dan Special
Boat Service, menyediakan pasukan-pasukan yang cepat tanggap dan terlatih dalam mengatasi masalah-
masalah terorisme, perbatasan, maritim, dan operasi amfibi. Seringkali kerahasiaan atau taktik
terselubung dibutuhkan dalam pasukan ini.

Kebijakan pertahanan baru-baru ini menyatakan asumsi bahwa perlunya menyertakan gabungan pasukan
koalisi dalam "operasi yang paling mendesak".[190] Dengan mengesampingkan intervensi di Sierra
Leone, operasi militer Britania Raya di Bosnia, Kosovo, Afghanistan, Irak, dan terakhir, Libya, telah
menggunakan pendekatan ini. Perang terakhir di mana militer Britania Raya berjuang sendiri adalah
Perang Falklands pada tahun 1982, dan pada saat itu kemenangan berpihak kepada mereka.

Hukum dan kriminalitas


Artikel utama: Hukum Inggris dan Hukum Britania Raya
Britania Raya tidak memiliki sistem hukum tunggal karena negara ini terbentuk oleh kesatuan negara-
negara yang telah merdeka terlebih dahulu. Selain itu, dalam Pasal 19 dari Perjanjian Kesatuan 1706,
dinyatakan bahwa negara menjamin kesinambungan perwujudan sistem hukum Skotlandia yang
terpisah.[191] Saat ini, Britania Raya memiliki tiga sistem hukum yang berbeda, yaitu: Hukum Inggris,
Hukum Irlandia Utara dan Hukum Skotlandia. Perubahan konstitusi baru-baru ini menyebabkan lahirnya
Mahkamah Agung Britania Raya (Supreme Court of the United Kingdom) baru yang menggantikan
Komite Banding House of Lords (Appellate Committee of the
House of Lords) sejak bulan Oktober 2009.[192][193] Komite
Yudisial Dewan Privi (Judicial Committee of the Privy
Council) yang terdiri dari para anggota-anggota di Mahkamah
Agung, merupakan pengadilan banding tertinggi bagi
beberapa negara-negara Persemakmuran merdeka, Wilayah
Seberang Laut Britania dan Dependensi Mahkota.

Hukum Inggris berlaku di Inggris dan Wales, dan hukum


Irlandia Utara berdasarkan pada prinsip-prinsip hukum umum
Royal Courts of Justice untuk Inggris dan
(common law).[194] Esensi dari hukum umum ini adalah
Wales.
bahwa hukum ini harus tunduk pada undang-undang Britania
Raya. Pengadilan-pengadilan di Inggris dan Wales dikepalai
oleh Pengadilan Senior (Senior Courts) yang terdiri dari Pengadilan Banding (Court of Appeal),
Pengadilan Tinggi (High Court, untuk kasus-kasus perdata) dan Pengadilan Mahkota (Crown Court,
untuk kasus-kasus pidana). Mahkamah Agung merupakan pengadilan tertinggi untuk kasus-kasus
banding baik pidana maupun perdata di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara, dan keputusan-keputusan yang
dibuatnya mengikat semua pengadilan lain dalam yurisdiksi yang sama, dan sering kali memiliki efek
persuasif di yurisdiksi yang lain.[195]

Skotlandia berlandaskan pada Hukum Skotlandia, sebuah sistem hibrid


yang berasaskan pada prinsip hukum umum dan hukum sipil (civil
law). Pengadilan-pengadilan utamanya adalah Pengadilan Sesi
(Sessions Court) untuk kasus-kasus perdata,[196] dan Pengadilan Tinggi
Penjabat (High Court of Justiciary) untuk kasus-kasus pidana.[197]
Mahkamah Agung Britania Raya berfungsi sebagai pengadilan banding
tertinggi untuk kasus-kasus perdata di bawah hukum Skotlandia.[198]
Pengadilan Sheriff (Sheriff Court) menangani kasus-kasus perdata dan
pidana, termasuk mengadakan persidangan pidana berjuri yang dikenal
sebagai sheriff solemn court, ataupun pengadilan sheriff tanpa juri
tanpa (sheriff summary court).[199] Sistem hukum Skotlandia ini unik
karena memiliki tiga putusan dalam persidangan kasus pidana, yaitu:
“bersalah”, “tidak bersalah” ataupun “tidak terbukti”. Putusan “tidak
High Court of Justiciary –
bersalah” dan “tidak terbukti” menyebabkan pembebasan tanpa pengadilan pidana tertinggi
kemungkinan dilakukannya sidang ulangan.[200] untuk Skotlandia.

Menurut data dari Statistik Kriminalitas Britania Raya, kriminalitas di


Inggris dan Wales meningkat pada periode antara tahun 1981 dan 1995, meskipun telah terjadi penurunan
secara keseluruhan dari 48% dalam kriminalitas pada periode 1995-2007/2008.[201] Populasi penghuni
penjara di Inggris dan Wales juga meningkat hampir dua kali lipat pada periode yang sama menjadi lebih
dari 80.000 narapidana, menjadikan Inggris dan Wales sebagai negara dengan peringkat tertinggi jumlah
narapidananya di Eropa Barat dengan rasio 147 napi per 100.000 jiwa.[202] Layanan Penjara Baginda
(Her Majesty's Prison Service), yang bertanggung jawab kepada Kementerian Kehakiman, mengelola
sebagian besar penjara di Inggris dan Wales. Kriminalitas di Skotlandia sebaliknya turun hingga ke
tingkat terendah dalam 32 tahun terakhir pada tahun 2009/2010 (turun sepuluh persen).[203] Pada saat
yang sama populasi penjara Skotlandia dihuni oleh sekitar 8.000 tahanan,[204] di mana hal ini jauh di atas
kapasitas desain penjara di Skotlandia.[205] Layanan Penjara Skotlandia, yang bertanggung jawab kepada
Sekretaris Kabinet untuk Kehakiman, bertugas mengelola penjara-penjara di Skotlandia. Pada tahun 2006
sebuah laporan yang diterbitkan oleh Surveillance Studies Network menyatakan bahwa Britania Raya
memiliki tingkat penjagaan penjara tertinggi dibandingkan dengan negara-negara industri Barat
lainnya.[206]

Ekonomi
Artikel utama: Ekonomi Britania Raya
Britania Raya mempunyai ekonomi pasar yang diatur
sebagian.[207] Berdasarkan nilai tukar pasar, saat ini
Britania Raya merupakan negara dengan ekonomi
terbesar keenam di dunia dan terbesar kedua di Eropa
setelah Jerman.[208] HM Treasury yang dikepalai oleh
Menteri Keuangan Britania Raya, bertanggung jawab
untuk mengembangkan dan melaksanakan kebijakan
ekonomi dan keuangan Pemerintah Britania Raya.
Bank of England adalah bank sentral Britania yang
bertanggung untuk mengeluarkan mata uang negara,
yaitu pound sterling. Bank di Skotlandia dan Irlandia
London (bersama New York City) adalah pusat
keuangan terbesar di dunia. Utara tetap diberi hak untuk mengeluarkan uang
kertas sendiri, dengan catatan harus tetap menyimpan
cadangan uang kertas Bank of England dalam jumlah
yang cukup. Pound sterling adalah cadangan mata uang terbesar ketiga di dunia (setelah dolar AS dan
Euro).[209] Keterlibatan Kerajaan dalam ekonomi dilaksanakan oleh Kanselir Perbendaharaan
(Chancellor of the Exchequer). Sejak tahun 1997, jabatan Komite Kebijakan Moneter Bank of England
dipimpin oleh gubernur Bank of England dan bertanggung jawab untuk menetapkan suku bunga pada
tingkat yang diperlukan untuk mencapai target inflasi ekonomi keseluruhan yang ditetapkan oleh
Canselor setiap tahunnya.[210]

Sektor jasa Britania Raya menyumbangkan sekitar 73% dari total PDB.[211] London adalah salah satu
dari tiga "pusat komando" perekonomian global (bersama New York City dan Tokyo),[212] serta menjadi
pusat keuangan terbesar di dunia (bersama New York).[213][214][215] London juga merupakan kota dengan
PDB terbesar di Eropa.[216] Di samping itu, Edinburgh juga menjadi salah satu pusat keuangan terbesar di
Eropa.[217] Sektor pariwisata sangat berperan penting dalam perekonomian Britania Raya, di mana lebih
dari 27 juta wisatawan mengunjungi Britania Raya pada tahun 2004. Negara ini berada di peringkat
keenam dalam tujuan wisata di dunia.[218] London juga tercatat telah menarik jumlah wisatawan yang
lebih banyak dibandingkan dengan kota manapun di dunia. Pada tahun 2006, kota ini dikunjungi oleh
sekitar 15.6 juta wisatawan, jauh di atas Bangkok di tempat kedua (10.4 juta kunjungan) dan Paris di
tempat ketiga (9.7 juta).[219] Sektor industri kreatif menyumbangkan 7% GVA pada tahun 2005 dan rata-
rata tumbuh sekitar 6% per tahun antara tahun 1997 dan 2005.[220]

Revolusi Industri berawal dari Britania Raya,[221] yang mula-mula berpusat pada industri tekstil,
kemudian diikuti oleh industri berat yang lain seperti pembuatan kapal, pertambangan batubara, dan
pembuatan baja.[222][223] Imperium Britania juga turut menciptakan pasar luar negeri bagi produk-produk
Britania, yang memungkinkan Britania untuk mendominasi perdagangan internasional pada abad ke-19.
Namun, setelah negara-negara lain juga berindustri, ditambah dengan kemerosotan ekonomi setelah dua
perang dunia, Britania Raya mulai kehilangan keunggulan
kompetitifnya. Industri-industri berat mengalami penurunan
sepanjang abad ke-20. Meskipun demikian, manufaktur tetap
menjadi bagian penting dari perekonomian walaupun hanya
menyumbangkan 16,7% bagi pendapatan nasional pada tahun
2003.[224]

Industri otomotif merupakan sebuah bidang yang penting


dalam sektor manufaktur di Britania Raya, mempekerjakan
lebih dari 800.000 orang, dengan omzet sekitar 52 £ miliar, Airbus A380 memiliki sayap dan mesin
dan menghasilkan ekspor sekitar £26.6 miliar. [225] Industri yang dirakit di Britania Raya.

kedirgantaraan di Britania Raya industri nasional terbesar


kedua (atau ketiga, tergantung pada metode pengukurannya) dan memiliki omzet tahunan sekitar £ 20
miliar.[226][227][228] Industri kimia dan farmasi juga berperan penting dalam perekonomian Britania Raya.
Industri ini memiliki pangsa pasar tertinggi ketiga di dunia (setelah Amerika Serikat dan Jepang).[229][230]

Pada kuartal terakhir tahun 2008, ekonomi Britania Raya mengalami resesi untuk pertama kalinya sejak
tahun 1991.[231] Angka pengangguran meningkat dari 5,2% pada bulan Mei 2008 menjadi 7,6% pada Mei
2009, dan pada bulan Januari 2012, tingkat pengangguran untuk golongan yang berusia antara 18 sampai
24 tahun meningkat dari 11,9% menjadi 22,5%, yang mana ini merupakan angka tertinggi sejak
pencatatan dimulai pada tahun 1992.[232][233] Total utang pemerintah Britania Raya naik dari 44,4% dari
total PDB pada tahun 2007 menjadi 82,9% pada tahun 2011.[234]

Garis kemiskinan di Britania Raya umumnya ditetapkan sekitar 60% dari pendapatan rumah tangga rata-
rata.[catatan 3] Pada tahun 2007-2008, kurang lebih 13,5 juta orang, atau 22% dari total populasi, hidup di
bawah garis kemiskinan. Hal ini bermakna bahwa angka kemiskinan relatif di Britania Raya lebih besar
dibandingkan dengan semua (kecuali empat) negara-negara anggota Uni Eropa lainnya.[235] Pada tahun
yang sama, sebanyak 4,0 juta anak-anak, yaitu sekitar 31% dari total populasi anak-anak di Britania
Raya, tinggal di rumah tangga yang berada di bawah garis kemiskinan ini (setelah memperhitungkan
biaya perumahan). Angka ini mengalami penurunan sebanyak 400.000 anak sejak tahun 1998-1999.[236]
Britania Raya juga tercatat mengimpor 40% dari total persediaan makanannya.[237]

Ilmu pengetahuan dan teknologi


Artikel utama: Ilmu pengetahuan dan teknologi di Britania Raya
Inggris dan Skotlandia adalah pemimpin dari Revolusi Ilmiah dari abad ke-17,[238] dan Britania Raya
kemudian memelopori Revolusi Industri pada abad ke-18,[221] dan terus memproduksi para ilmuwan dan
insinyur yang berperan besar dalam menciptakan penemuan-penemuan penting.[239] Ilmuwan terpenting
dari abad ke-17 dan 18 termasuk Isaac Newton, yang menemukan hukum gerak dan gravitasi. Teorinya
ini dipandang sebagai kunci dari ilmu pengetahuan modern.[240] Sementara dari abad ke-19 tercatat nama
Charles Darwin, dengan teori evolusi melalui seleksi alam nya yang sangat fundamental bagi
perkembangan biologi modern, dan James Clerk Maxwell, yang merumuskan teori elektromagnetik
klasik, dan yang terbaru; Stephen Hawking, yang mencetuskan teori utama dalam bidang kosmologi,
gravitasi kuantum dan investigasi lubang hitam.[241]
Penemuan ilmiah penting oleh ilmuwan Britania
Raya dari abad ke-18 termasuk hidrogen oleh
Henry Cavendish.[242] Dari abad ke-20: penisilin
oleh Alexander Fleming,[243] dan struktur DNA
oleh Francis Crick, dan banyak lagi penemuan-
penemuan yang tak terhitung jumlahnya.[244]
Penemuan mesin-mesin penting oleh orang-orang
dari Britania pada abad ke-18 antara lain
lokomotif uap, yang dikembangkan oleh Richard
Trevithick dan Andrew Vivian,[245] dari abad ke-
19 ada motor listrik oleh Michael Faraday, bola
Isaac Newton dan Charles Darwin.
lampu pijar oleh Joseph Swan,[246] dan telepon
praktis pertama yang dipatenkan oleh Alexander
Graham Bell. [catatan 4][247] Pada abad ke-20, sistem pertelevisian pertama ditemukan oleh oleh John Logie
Baird, [248] mesin jet oleh Frank Whittle, dasar dari komputer modern oleh Alan Turing, dan World Wide
Web oleh Tim Berners-Lee.[249] Penelitian ilmiah dan pengembangan sangat penting di universitas-
universitas di Britania Raya, dengan membangun banyak taman ilmu pengetahuan untuk memfasilitasi
produksi dan kerja sama dengan industri.[250] Antara tahun 2004 dan 2008, Britania Raya menghasilkan
7% dari keseluruhan karya ilmiah di dunia penelitian (tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat
dan Tiongkok), serta memperoleh 8% dari pangsa kutipan ilmiah (tertinggi kedua di dunia setelah
Amerika Serikat).[251] Jurnal-jurnal ilmiah yang diproduksi di Britania Raya antara lain: Nature, British
Medical Journal dan The Lancet.[252]

Transportasi
Artikel utama: Transportasi di Britania Raya
Sistem transportasi di Britania Raya dilengkapi dengan
rangkaian jalan raya radial sepanjang 29.145 mil (46.904 km),
rangkaian jalan tol sepanjang 2.173 mil (3.497 km) dan jalan
raya beraspal sepanjang 213.750 mil (344.000 km).[118] Pada
tahun 2009, tercatat ada total 34 juta kendaraan yang
berlisensi di Britania Raya.[255] Jaringan kereta api nasional
(National Rail) melayani rute sepanjang 10.072 mil Bandar Udara London Heathrow adalah
(16.116 km) di Pulau Britania Raya dan 189 mil (303 km) bandar udara tersibuk di dunia
rute di Irlandia Utara, mengangkut lebih dari 18.000 berdasarkan lalu lintas penumpang
penumpang dan dilalui oleh sekitar 1.000 kereta barang setiap internasional.[253][254]
harinya.[118] Ada rencana untuk membangun jalur
berkecepatan tinggi baru menjelang tahun 2025.[256]

Pada tempo antara bulan Oktober 2009 hingga September 2010, semua bandar udara di Britania Raya
menangani total 211,4 juta penumpang.[257] Pada periode itu, tiga bandar udara yang terbesar adalah
Heathrow (65,6 juta penumpang), Gatwick (31,5 juta penumpang) dan Stansted (18,9 juta
penumpang).[257] Bandar Udara London Heathrow yang terletak sekitar 24 kilometer (15 mi) di sebelah
barat ibu kota London, adalah bandar udara dengan jumlah penumpang internasional terbesar di
dunia.[253][254] Di samping itu, bandar udara ini juga menjadi hab utama dari maskapai British Airways,
BMI dan Virgin Atlantic.[258]
Energi
Pada tahun 2006, Britania Raya menjadi konsumen energi
kesembilan terbesar dan produsen energi ke-15 terbesar di
dunia.[259] Pada tahun 2007, Britania mencatat total output
energi sebanyak 9,5 kuadriliun BTU, yang terdiri dari minyak
bumi (38%), gas alam (36%), batubara (13%), nuklir (11%)
dan energi terbarukan lainnya (2%).[260] Pada tahun 2009,
Britania memproduksi 1,5 juta barel dan memproduksi 1,7
juta barel minyak perhari.[261] Produksi minyak bumi negara
Sebuah platform minyak Britania Raya di saat ini mengalami penurunan, dan Britania telah menjadi
Laut Utara. importir bersih minyak sejak tahun 2005.[261] Pada tahun
2010, Britania Raya memiliki cadangan minyak mentah
terbukti kurang lebih sebanyak 3,1 miliar barel; yang terbesar
dibandingkan dengan negara-negara anggota Uni Eropa lainnya.[261]

Pada tahun 2009, Britania Raya merupakan penghasil gas alam terbesar di Uni Eropa, dan terbesar ke-13
di dunia.[262] Namun, produksi gas alam Britania juga mengalami penurunan dan negara ini menjadi
importir gas alam sejak tahun 2004.[262] Pada tahun 2009, Britania Raya tercatat memproduksi sekitar
19,7 juta ton dan mengkonsumsi kurang lebih 60,2 juta ton batubara.[260] Tahun 2005, Britania memiliki
cadangan batubara terbukti sebanyak 171 juta ton.[260] Diperkirakan bahwa negara ini mampu
menghasilkan sebanyak 7 miliar hingga 16 miliar ton batubara di kawasan-kawasan daratan yang
berpotensi dilakukannya gasifikasi batubara bawah tanah (underground coal gasification, UCG).[263]
Berdasarkan konsumsi batubara di Britania Raya saat ini, jumlah sebanyak itu akan mencukupi untuk
keseluruhan konsumsi negara selama 200 hingga 400 tahun mendatang.[264] Britania Raya juga menjadi
lokasi bagi sejumlah perusahaan-perusahaan energi besar, termasuk dua dari enam perusahan minyak dan
gas "supermayor" – BP dan Royal Dutch Shell – serta BG Group.[265][266]

Demografi
Artikel utama: Demografi Britania Raya
Sensus penduduk dijalankan serentak di seluruh
wilayah Britania Raya setiap sepuluh tahun
sekali.[267] Office for National Statistics (Kantor
Statistik Nasional) bertanggung jawab dalam
mengumpulkan data untuk Inggris dan Wales.
Sedangkan General Register Office for Scotland
(Kantor Pendaftaran Umum Skotlandia) dan Northern
Ireland Statistics and Research Agency (Statistik dan
Badan Penelitian Irlandia Utara) bertanggung jawab
untuk melakukan sensus di negara masing-
masing.[268] Dalam sensus tahun 2001, jumlah
penduduk Britania Raya adalah 58.789.194 jiwa; Piramida penduduk Britania Raya pada tahun
menjadi yang terbanyak ketiga di Uni Eropa, 2010.
terbanyak kelima di Persemakmuran dan terbanyak
ke-21 di dunia. Pada pertengahan tahun 2010, jumlah
penduduk Britania Raya diperkirakan telah meningkat menjadi 62.262.000 jiwa.[269] Tahun 2010 juga
menjadi tahun ketiga di mana pertumbuhan penduduk alami memberikan kontribusi yang lebih
dibandingkan dengan migrasi internasional terhadap komposisi penduduk Britania.[269] Antara tahun
2001 sampai 2010, rata-rata peningkatan tahunan jumlah penduduk Britania adalah sekitar 0,6 persen.
Hal ini sebanding dengan rata-rata peningkatan jumlah penduduk pada periode 1991-2001 (0,3 persen)
dan pada periode 1981-1991 (0,2 persen).[269] Pertengahan 2007, diperkirakan bahwa untuk pertama
kalinya, jumlah penduduk Britania Raya yang berusia pensiun lebih banyak dibandingkan dengan jumlah
penduduk anak-anak yang berusia di bawah 16 tahun.[270] Diperkirakan bahwa jumlah penduduk yang
berusia 100 tahun ke atas akan meningkat tajam hingga mencapai 626.000 jiwa menjelang tahun
2080.[271]

Jumlah penduduk Inggris pada pertengahan tahun 2008 diperkirakan sebanyak 51,44 juta jiwa.[269]
Inggris merupakan salah satu negara yang paling padat penduduknya di dunia, dengan kepadatan 383
jiwa penduduk per kilometer persegi pada pertengahan tahun 2003,[272] di mana konsentrasi penduduk
terbesar terdapat di London dan kawasan Inggris Tenggara.[273] Pada pertengahan 2010, total populasi di
Skotlandia diperkirakan sebanyak 5,22 juta jiwa, Wales 3,01 juta dan Irlandia Utara 1,80 juta jiwa,[269]
dengan kepadatan penduduk yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan Inggris. Dibandingkan dengan
Inggris yang memiliki kepadatan penduduk 383 jiwa per kilometer persegi (990/sq mi), kepadatan
penduduk Wales pada pertengahan tahun 2003 hanya 142/km2 (370/sq mi), Irlandia Utara 125/km2
(320/sq mi) dan Skotlandia 65/km2 (170/sq mi).[272] Dalam hal persentase, Irlandia Utara tercatat
memiliki pertumbuhan penduduk tercepat di Britania Raya selama empat tahun berturut-turut sampai
pertengahan 2008.[269]

Pada tahun 2009, rata-rata tingkat kesuburan total (TKT) di seluruh Britania Raya adalah 1,94 anak per
wanita.[274] Meskipun angka kelahiran yang meningkat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan
penduduk, namun angkanya masih jauh di bawah puncak "ledakan kelahiran", yaitu 2,95 anak per wanita
pada tahun 1964,[275] yang berada di bawah tingkat penggantian 2,1, tetapi lebih tinggi dari rekor
terendah yang tercatat pada tahun 2001.[274] Pada tahun 2010, Skotlandia memiliki TKT terendah, yaitu
hanya 1,75 anak per wanita. Di atasnya ada Wales (1,98), Inggris (2,00) dan Irlandia Utara (2,06).[276]

Perkotaan
Keempat negara di Britania Raya masing-masingnya memiliki ibu kota, yaitu: Belfast (Irlandia Utara),
Cardiff (Wales), Edinburgh (Skotlandia) dan London (Inggris). London juga merupakan ibu kota dari
Britania Raya.[118]

Kawasan perkotaan terbesar di Britania Raya adalah sebagai berikut:

Kelompok etnis
Secara historis, orang pribumi Britania dianggap sebagai keturunan dari berbagai kelompok etnis yang
telah menetap di sana sebelum abad ke-11, yaitu bangsa Kelt, Romawi, Anglo-Saxon, Norse dan
Normandia. Ada juga teori yang menyatakan bahwa orang Wales merupakan kelompok etnis tertua di
Britania Raya.[280] Studi genetik baru-baru ini menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen gen bangsa
Inggris mengandung kromosom Y Jermanik.[281] Namun analisis genetik terbaru lainnya juga
menunjukkan bahwa sekitar 75 persen nenek moyang bangsa Inggris modern telah tiba di Kepulauan
Britania sejak 6.200 tahun yang lalu, yaitu pada awal
Kelompok etnis Populasi % total*
Zaman Neolitikum atau Zaman Batu Britania.
Ditemukan juga bahwa orang Britania (British) pada Kulit putih Britania 50.366.497 85,67%

umumnya "berbagi" nenek moyang yang sama Kulit putih lainnya 3.096.169 5,27%
dengan orang-orang Basque.[282][283][284] India 1.053.411 1,8%
Pakistan 977.285 1,6%
Britania Raya memiliki sejarah mengenai migrasi
Irlandia 691.232 1,2%
pendatang nonkulit putih dalam skala kecil.
Ras campuran 677.117 1,2%
Liverpool tercatat sebagai kota dengan populasi kulit
Kulit hitam Karibia 565.876 1,0%
hitam tertua di negara ini, yang terjadi sejak tahun
1730-an dan setelahnya,[285] dan juga komunitas Kulit hitam Afrika 485.277 0,8%

Tionghoa tertua di Eropa, yaitu sejak kedatangan Bangladesh 283.063 0,5%


pelaut Tiongkok pada abad ke-19.[286] Pada tahun Asia lainnya (non- 247.644 0,4%
Tionghoa)
1950, diperkirakan sekitar 20.000 penduduk nonkulit
Tiongkok 247.403 0,4%
putih menetap di Britania Raya, sebagian besarnya
merupakan kelahiran asing (lahir di luar Britania Lain-lain 230.615 0,4%

Raya).[287] Kulit hitam lainnya 97.585 0,2%


* Persentase dari total populasi berdasarkan sensus 2001
Sejak tahun 1945, migrasi besar-besaran dari Afrika,
Karibia dan Asia Selatan telah menjadi warisan hubungan yang dijalinkan oleh Imperium Britania.
Migrasi dari negara-negara anggota Uni Eropa yang baru di Eropa Tengah dan Timur sejak tahun 2004
menyebabkan pertumbuhan kelompok-kelompok ini semakin beragam. Namun sejak tahun 2008, banyak
imigran yang kembali ke negara asalnya, maka jumlah konkret dari kelompok-kelompok ini tidak dapat
diketahui lagi.[288] Pada tahun 2001, sekitar 92,1% populasi Britania Raya mengidentifikasi diri mereka
sebagai kulit putih, jadi hanya 7,9% penduduk Britania yang mengidentifikasi diri mereka sebagai ras
campuran atau etnis minoritas.[289]

Keragaman etnis ini bervariasi secara signifikan di seluruh Britania. Diperkirakan bahwa sekitar 30,4%
penduduk London,[290] dan 37,4% penduduk Leicester[291] bukan berasal dari kulit putih pada bulan Juni
2005, sedangkan kurang dari 5% penduduk Inggris Timur Laut, Baratdaya dan Wales merupakan etnis
minoritas menurut sensus tahun 2001.[292] Pada tahun 2011, 26,5% siswa sekolah dasar dan 22,2% siswa
sekolah menengah yang belajar di sekolah negeri di Inggris berasal dari keluarga minoritas.[293]

Bahasa
Britania Raya tidak memiliki bahasa resmi secara de jure, namun bahasa lisan yang paling meluas dan
diakui secara de facto sudah pasti adalah bahasa Inggris (British English).[296][297] Bahasa Jermanik
Barat diturunkan dari bahasa Inggris kuno dan menyerap banyak kata pinjaman dari bahasa Norse kuno,
Norman Prancis, Yunani, dan Latin. Bahasa Inggris telah menyebar ke seluruh dunia, awalnya karena
pengaruh Imperium Britania dan kemudian turut didukung oleh dominasi budaya Amerika Serikat dan
telah menjadi bahasa bisnis internasional utama serta bahasa kedua yang paling banyak dituturkan di
dunia.[298]

Ada empat bahasa Kelt yang digunakan di Britania Raya: Wales, Irlandia, Gaelik Skotlandia dan
Kernowek. Tiga yang pertama diakui sebagai bahasa daerah atau bahasa minoritas yang dikenakan
perlindungan dan promosi di bawah hukum Eropa yang relevan, sementara Kernowek diakui tetapi tidak
secara khusus dilindungi. Dalam Sensus tahun 2001 lebih dari seperlima (21%) penduduk Wales
Rambu-rambu dwi-bahasa di
Cardiff, Wales. Persebaran bahasa Inggris. Negara-negara dengan warna biru tua
memiliki mayoritas penutur asli bahasa Inggris; biru muda
mengatakan bahwa mereka bisa menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi tetapi bukan
bahasa utama. Bahasa Inggris juga merupakan salah satu Bahasa
berbahasa Wales.[299] Jumlah ini
Resmi Uni Eropa[294] dan PBB.[295]
meningkat dari sensus tahun 1991
(18%).[300] Selain itu, Diperkirakan
bahwa sekitar 200.000 penutur bahasa Wales menetap di Inggris.[301] Dalam sensus yang sama di Irlandia
Utara, sekitar 167.487 orang (10,4%) menyatakan bahwa mereka memiliki "sedikit pengetahuan tentang
bahasa Irlandia", sebagian besarnya adalah penduduk nasionalis (terutama penganut Katolik). Lebih dari
92.000 orang di Skotlandia (2% dari populasi) memiliki sedikit kemampuan dalam menuturkan bahasa
Gaelik, termasuk 72% dari mereka yang tinggal di Hebrides Luar.[302] Jumlah sekolah-sekolah yang
diajarkan bahasa Wales, Gaelik Skotlandia dan Irlandia meningkat.[303] Di antara penduduk keturunan
emigran yang masih menuturkan bahasa Gaelik Skotlandia berada di Kanada (terutama Nova Scotia dan
Pulau Cape Breton),[304] dan penutur bahasa Wales di Patagonia, Argentina.[305]

Bahasa Skots, bahasa yang diturunkan dari bahasa Inggris Pertengahan, telah mendapat pengakuan di
tingkat regional, begitu juga dengan bahasa Ulster di Irlandia Utara, namun tanpa komitmen khusus untuk
melindungi atau mempromosikan bahasa tersebut.[306]

Di seluruh Britania Raya, para siswa pada umumnya diwajibkan untuk mempelajari bahasa kedua, hingga
usia 14 tahun di Inggris,[307] dan 16 tahun di Skotlandia. Bahasa Prancis dan Jerman merupakan dua
bahasa kedua yang paling populer di Inggris dan Skotlandia. Di Wales, semua siswa yang berusia 16
tahun ke bawah diajarkan mata-mata pelajaran dalam bahasa Wales ataupun mempelajari bahasa Wales
sebagai bahasa kedua.[308]

Agama
Artikel utama: Agama di Britania Raya
Agama Kristen telah mendominasi kehidupan keagamaan di Britania Raya selama lebih dari 1.400
tahun.[309] Meskipun mayoritas penduduk masih mengaku sebagai umat Kristiani dalam banyak survei,
tingkat kehadiran umat di gereja-gereja secara teratur menurun drastis sejak pertengahan abad ke-20.[310]
Sedangkan para imigran telah ikut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan agama lain, terutama
Islam.[311] Hal ini menyebabkan beberapa komentator menyebut penduduk Britania Raya sebagai
masyarakat dengan "multi-iman",[312] sekuler,[313] atau pascakristen.
Berdasarkan sensus 2001, 71.6% dari responden mengakui bahwa
mereka adalah umat Kristiani, dan agama terbesar berikutnya adalah
Islam (2,8%), Hindu (1,0%), Sikh (0,6%), Yahudi (0.5%), Budha
(0.3%) dan agama lainnya (0,3%).[314] Sekitar 15% dari responden
menyatakan bahwa mereka tidak beragama, dan 7% lainnya tidak
menyebutkan agama mereka.[315] Sebuah survei yang dilakukan oleh
Tearfund menemukan bahwa hanya satu dari sepuluh penduduk
Britania Raya yang benar-benar datang ke gereja setiap minggu.[316]

Gereja Inggris (Anglikan) adalah gereja resmi di Inggris.[317] Gereja


ini masih mempertahankan perwakilannya di Parlemen Britania Raya
dan Ratu Britania merupakan gubernur agungnya.[318] Di Skotlandia,
Gereja Skotlandia Presbiterian diakui sebagai gereja nasional. Gereja
Westminster Abbey digunakan
Skotlandia tidak tunduk pada kontrol negara dan Ratu cuma menjadi
untuk upacara kemahkotaan
Kerajaan Britania Raya.
anggota biasa di gereja ini yang diwajibkan untuk bersumpah agar
"memelihara dan melestarikan agama Protestan dan Pemerintahan
Gereja Presbiterian" selama masa kekuasaannya.[319][320]

Gereja di Wales telah ‘dibubarkan’ tetapi masih tergolong dalam Komuni Anglikan. Gereja Irlandia
(Anglikan) juga dibubarkan pada tahun 1870 setelah terpecahnya Irlandia.[321] Meskipun tidak ada data
konkret dari hasil sensus 2001 mengenai penganut Kristen, Ceri Peach memperkirakan bahwa 62% dari
total penganut Kristen di Britania Raya adalah Anglikan, 13,5% Katolik Roma, 6% Presbiterian, 3,4%
Metodis, dan sejumlah kecil denominasi dari penganut Protestan lainnya dan Gereja Ortodoks.[322]

Migrasi
Britania Raya telah menerima gelombang migrasi
yang berturut-turut tanpa henti. Musibah Wabah
Kelaparan Besar menyebabkan kedatangan imigran
asal Irlandia secara berbondong-bondong ke Britania
Raya.[323] Lebih dari 120.000 veteran Polandia
menetap di Britania setelah Perang Dunia II karena
tidak dapat kembali ke tanah air mereka.[324] Pada
Perkiraan populasi asing di Britania Raya
abad ke-20, terjadi migrasi secara besar-besaran dari
menurut negara kelahirannya, April 2007 – Maret
koloni-koloni Imperium Britania, terutama 2008
disebabkan oleh kekurangan tenaga kerja pasca
Perang Dunia II. Sebagian besar imigran ini berasal
dari Karibia dan Asia Selatan.[325]

Pada tahun 2010, terdapat sekitar 7 juta penduduk kelahiran asing di Britania Raya; 11,3% dari total
penduduk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,76 juta (7,7%) lahir di luar Uni Eropa dan 2,24 juta (3,6%)
lahir di negara-negara anggota Uni Eropa.[326] Proporsi penduduk kelahiran asing di Britania Raya masih
sedikit lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara Eropa lainnya,[327] namun migrasi inilah yang
telah berkontribusi besar dalam meningkatkan jumlah populasi di Britania Raya antara tahun 1991 hingga
2001.[328] Data dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan bahwa sebanyak 2,3 juta imigran
pindah ke Britania Raya pada periode 1991-2006.[329][330] Pada tahun 2008, diprediksi bahwa migrasi
akan menambah jumlah penduduk Britania sebanyak 7 juta jiwa menjelang tahun 2031,[331] meskipun
perkiraan ini juga diperdebatkan.[332] ONS melaporkan bahwa migrasi bersih dari tahun 2009 ke 2010
naik sebanyak 21 persen, atau sekitar 239.000 jiwa.[333] Pada tahun 2011 angka ini meningkat lagi
sebanyak 251.000 jiwa, di mana ditemukan bahwa terjadi sebanyak 589.000 imigrasi, dan 338.000
emigrasi.[334][335]

195.046 warga negara asing menjadi warga negara Britania pada tahun 2010,[336] sedangkan pada 1999
hanya sebanyak 54.902.[336][337] Sebuah rekor baru tercipta pada tahun 2010, di mana sebanyak 241.192
WNA diberi hak sebagai penduduk tetap, di antaranya 51 persen berasal dari Asia dan 27 persen dari
Afrika.[338] Menurut statistik resmi yang dirilis pada tahun 2011, 25,1 persen dari bayi yang lahir di
Inggris dan Wales pada tahun 2010 lahir dari ibu yang lahir di luar Britania Raya.[339]

Sekurang-kurangnya 5,5 juta kelahiran Britania Raya


menetap di luar negeri,[340][341][342] empat besar
negara yang menjadi tujuan warga negara Britania
adalah Australia, Spanyol, Amerika Serikat dan
Kanada.[340][343] Penduduk Britania melakukan
emigrasi besar-besaran ke luar negeri pada abad ke-
19. Antara tahun 1815 sampai 1930, sekitar 11,4 juta
orang pindah keluar Britania dan 11,4 juta lainnya Perkiraan jumlah warga negara Britania yang
tinggal di luar negeri menurut negara, 2006.
keluar Irlandia. Pada akhir abad ke-20, diperkirakan
bahwa sekitar 300 juta orang keturunan Britania dan
Irlandia menetap secara permanen di berbagai belahan dunia.[344]

Penduduk di negara-negara Uni Eropa, tidak terkecuali penduduk Britania Raya, memiliki hak untuk
tinggal dan bekerja di negara anggota UE manapun.[345] Britania Raya menerapkan pembatasan
sementara untuk warga Rumania dan Bulgaria yang bergabung dengan Uni Eropa pada bulan Januari
2007.[346] Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Migration Policy Institute untuk Komisi Kesetaraan dan
Hak Asasi Manusia menemukan bahwa antara bulan Mei 2004 dan September 2009, sekitar 1,5 juta
pekerja bermigrasi dari negara-negara anggota Uni Eropa yang baru ke Britania Raya; dua-pertiganya
berasal dari Polandia, namun kemudian banyak yang kembali ke tanah airnya.[347][348] Resesi pada akhir
2000-an mengurangi intensitas warga Polandia yang bermigrasi ke Britania Raya.[349] Pada tahun 2009,
untuk pertama kalinya, lebih banyak penduduk dari negara-negara Uni Eropa lainnya yang meninggalkan
Britania Raya daripada yang tiba.[350] Pada tahun 2011, 13% dari total emigrasi ke Britania Raya berasal
dari penduduk di negara-negara anggota UE yang baru.[334]

Pemerintah Britania Raya telah memperkenalkan sistem imigrasi berbasis poin untuk imigrasi yang
berasal dari luar Kawasan Ekonomi Eropa.[351] Pada bulan Juni 2010, pemerintah koalisi Konservatif-
Liberal Demokratis menerapkan pembatasan imigrasi dari luar Uni Eropa hanya sebanyak 24.000
imigran.[352] Kebijakan ini menimbulkan perdebatan di dalam koalisi: sekretaris bisnis Vince Cable
berpendapat bahwa hal ini justru akan merugikan sektor bisnis Britania Raya.[353]

Pendidikan
Artikel utama: Pendidikan di Britania Raya
Setiap negara di Britania Raya memiliki sistem pendidikan tersendiri.
Pendidikan di Inggris merupakan tanggung jawab dari
Sekretaris Negara untuk Pendidikan, sedangkan pengelolaan
harian dan pembiayaan sekolah-sekolah negeri merupakan
kewajiban dari pemerintah daerah yang bersangkutan.[355]
Sistem pendidikan universal diperkenalkan di seluruh Inggris
dan Wales untuk jenjang pendidikan dasar pada tahun 1870,
diikuti oleh pendidikan menengah pada tahun 1900.[356][357]
Pendidikan diwajibkan bagi penduduk yang berusia 5 hingga
16 tahun (15 tahun bagi yang lahir pada akhir Juli atau
Agustus). Mayoritas anak-anak dididik di sekolah-sekolah
Universitas Oxford, yang didirikan sejak
tahun 1096.[354].
negeri, hanya sebagian kecil saja dari sekolah-sekolah
tersebut yang memilih siswa berdasarkan kemampuan
akademik. Sekolah negeri yang diperbolehkan untuk memilih
siswa berdasarkan kemampuan akademik mampu mencapai prestasi yang sebanding dengan sekolah
swasta yang paling selektif sekalipun; dua dari dua puluh sekolah unggul berdasarkan kriteria GSCE pada
tahun 2006 adalah sekolah menengah negeri. Meskipun jumlahnya menurun, namun jumlah anak-anak
yang menghadiri sekolah swasta di Inggris meningkat lebih dari 7%.[358] Patut dicatat bahwa lebih dari
setengah jumlah mahasiswa di dua universitas terkemuka; Cambridge dan Oxford berasal dari sekolah
negeri.[359] Inggris memiliki beberapa universitas yang menjadi universitas terbaik di dunia. Di antaranya
adalah Universitas Cambridge, Universitas Oxford, Imperial College London dan University College
London. Universitas-universitas ini merupakan universitas teratas di dunia berdasarkan peringkat yang
dirilis oleh THE-QS pada tahun 2010, dengan Cambridge yang menempati posisi pertama.[360] Kajian
Sains dan Matematika Internasional (TIMSS) menempatkan para pelajar Inggris di posisi ke-7 dalam
matematika dan di posisi ke-6 untuk sains di seluruh dunia. Hasil ini menunjukkan bahwa pelajar Inggris
mengungguli pelajar di negara-negara Eropa lainnya, termasuk Jerman dan negara-negara
Skandinavia.[361]

Pendidikan di Skotlandia adalah tanggung jawab dari


Sekretaris Kabinet untuk Pendidikan dan Pembelajaran
Seumur Hidup (Cabinet Secretary for Education and Lifelong
Learning), sedangkan pengelolaan harian dan pembiayaan
sekolah-sekolah negeri merupakan kewajiban dari pemerintah
daerah yang bersangkutan. Dua lembaga publik
nondepartemen memainkan peranan penting dalam
pendidikan Skotlandia: Otoritas Kualifikasi Skotlandia
(Scottish Qualifications Authority) bertanggung jawab atas
pembangunan, akreditasi, penilaian dan sertifikasi kelayakan
Queen's University Belfast, dibangun
selain ijazah yang diberikan oleh sekolah menengah, sekolah pada tahun 1849.[362]
tingkat atas institusi-institusi sejenis.[363] Badan Learning and
Teaching Scotland bertugas untuk memberikan nasihat,
sumber daya dan pengembangan staf untuk komunitas pendidikan untuk mempromosikan pengembangan
kurikulum dan menciptakan budaya inovasi, cita-cita, dan keunggulan.[364] Skotlandia pertama kali
mengesahkan kebijakan pendidikan wajib pada tahun 1496.[365] Proporsi anak-anak yang menghadiri
sekolah swasta di Skotlandia hanya sekitar 4%, namun dalam beberapa tahun terakhir jumlah tersebut
berangsur-angsur meningkat.[366] Pelajar di Skotlandia yang menghadiri universitas di Skotlandia tidak
membayar uang kuliah ataupun biaya wisuda, karena biaya-biaya tersebut dihapuskan pada pada tahun
2001 dan 2008 masing-masingnya.[367]
Pendidikan di Irlandia Utara merupakan tanggung jawab dari Menteri Pendidikan dan Menteri Pekerjaan
dan Pembelajaran, sedangkan tanggung jawab pada tingkat lokal dikelola oleh lima dewan pendidikan
dan perpustakaan yang meliputi wilayah geografis yang berbeda. Dewan Kurikulum, Pemeriksaan dan
Penilaian (Council for the Curriculum, Examinations & Assessment, CCEA) adalah badan yang
bertanggung jawab untuk memberikan saran kepada pemerintah mengenai apa yang harus diajarkan di
sekolah, memantau, serta memberikan kualifikasi pada sekolah-sekolah di Irlandia Utara.[368]

Pemerintah Wales bertanggung jawab atas pendidikan di Wales. Sebagian besar pelajar di Wales diajarkan
sebagian atau seluruhnya mata pelajaran dalam bahasa Wales, pembelajaran dalam bahasa Wales
diwajibkan untuk semua siswa hingga usia 16 tahun.[369] Rencana untuk meningkatkan jumlah sekolah
menengah berbahasa Wales turut dilakukan sejalan dengan kebijakan untuk membentuk masyarakat
Wales yang dwi-bahasa sepenuhnya.

Kesehatan
Sektor kesehatan di Britania Raya juga dilimpahkan kepada
setiap negara yang memiliki institusi-institusi kesehatan
tersendiri, baik yang didanai oleh pemerintah, swasta,
maupun pengobatan alternatif, holistik, dan pelengkap.
Kesehatan publik disediakan bagi semua warga negara dan
penduduk tetap Britania Raya secara percuma, namun tetap
dibayar melalui pajak umum. Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) pada tahun 2000 menempatkan Britania Raya di
peringkat ke-15 terbaik di Eropa dan ke-18 di dunia dalam hal
Norfolk and Norwich University Hospital, penyediaan layanan kesehatan publik.[370][371]
salah satu rumah sakit NHS.
Badan-badan pengawas kesehatan diorganisasikan secara
menyeluruh, misalnya Dewan Pengobatan Umum, Dewan
Keperawatan dan Kebidanan, dan badan-badan nonpemerintah seperti Royal College. Namun, tanggung
jawab politik dan operasional dalam bidang kesehatan terletak pada empat badan eksekutif negara;
kesehatan di Inggris adalah tanggung jawab dari Pemerintah Inggris, kesehatan di Irlandia Utara adalah
tanggung jawab dari Eksekutif Irlandia Utara; kesehatan di Skotlandia adalah tanggung jawab Pemerintah
Skotlandia, dan kesehatan di Wales adalah tanggung jawab dari Pemerintah Wales. Oleh sebab itu, setiap
Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service, NHS) memiliki kebijakan dan prioritas yang
berbeda-beda, sehingga menimbulkan perbedaan yang kentara sesama mereka.[372][373]

Sejak tahun 1979, pengeluaran negara untuk sektor kesehatan berusaha ditingkatkan secara signifikan
supaya sebanding dengan dengan rata-rata anggaran kesehatan Uni Eropa.[374] Britania Raya
menghabiskan sekitar 8,4 persen dari total PDB nya untuk anggaran kesehatan; 0,5% di bawah rata-rata
OECD dan 1% di bawah rata-rata Uni Eropa.[375]

Kebudayaan
Artikel utama: Kebudayaan Britania Raya
Kebudayaan Britania Raya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti statusnya yang sebagai negara
kepulauan serta sejarahnya sebagai sebuah negara demokrasi liberal barat, adidaya, dan kesatuan politik
dari empat negara yang masing-masingnya memelihara unsur-unsur tradisi, adat istiadat, dan simbolisme
tersendiri. Sebagai akibat dari luasnya Imperium Britania, pengaruh Britania terlihat dalam penggunaan
bahasa, sistem hukum, dan budaya di sebagian besar bekas jajahannya, termasuk Australia, Kanada,
India, Afrika Selatan, Irlandia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Pengaruh budaya Britania Raya yang
begitu besar menyebabkan negara ini digambarkan sebagai negara "adidaya kebudayaan".[376][377]

Sastra
Sastra Britania mengacu pada literatur-literatur yang berhubungan
dengan Britania Raya, Pulau Man, dan Kepulauan Channel. Sebagian
besar sastra Britania ditulis dalam bahasa Inggris. Pada tahun 2005,
sekitar 206.000 buku diterbitkan di Britania Raya, dan pada tahun
2006, negara ini menjadi negara dengan penerbitan buku terbesar di
dunia.[378]

Dramawan dan penyair Inggris, William Shakespeare, secara luas


dianggap sebagai dramawan terbesar sepanjang masa,[379][380][381] dan
tokoh lain yang sezaman dengannya seperti Christopher Marlowe dan
Ben Jonson juga diagung-agungkan sampai saat ini. Baru-baru ini,
dramawan Britania seperti Alan Ayckbourn, Harold Pinter, Michael
Frayn, Tom Stoppard dan David Edgar juga terkenal karena William Shakespeare
menggabungkan unsur surealisme, realisme dan radikalisme.

Penulis Inggris terkemuka dari era pramodern antara lain Geoffrey


Chaucer (abad ke-14), Thomas Malory (abad ke-15), Sir Thomas More
(abad ke-16), dan John Milton (abad ke-17). Dari abad ke-18 tercatat
nama-nama seperti Daniel Defoe (pengarang Robinson Crusoe) dan
Samuel Richardson yang memelopori novel modern. Sementara dari
abad ke-19 ada Jane Austen, novelis gotik Mary Shelley, penulis buku
anak-anak Lewis Carroll, Brontë bersaudari, aktivis sosial Charles
Dickens, naturalis Thomas Hardy, realis George Eliot, penyair
visionaris William Blake, dan penyair roman William Wordsworth.
Sedangkan penulis-penulis Inggris yang berasal dari abad ke-20 antara
lain: novelis fiksi ilmiah H. G. Wells; penulis cerita anak-anak klasik
Rudyard Kipling, A. A. Milne (pencipta Winnie-the-Pooh), Roald
Dahl, dan Enid Blyton; D. H. Lawrence; modernis Virginia Woolf;
satiris Evelyn Waugh; George Orwell; W. Somerset Maugham dan
J. K. Rowling Graham Greene; penulis novel kriminal Agatha Christie (novelis
dengan karya terlaris sepanjang masa);[382] Ian Fleming (pencipta
James Bond); penyair T. S. Eliot, Philip Larkin dan Ted Hughes; serta
penulis fantasi J. R. R. Tolkien (The Lord of the Rings), C. S. Lewis (Narnia) dan J. K. Rowling (Harry
Potter).
Kontribusi Skotlandia dalam kesusasteraan Britania di antaranya penulis cerita detektif Arthur Conan
Doyle (pencipta Sherlock Holmes), sastrawan roman Sir Walter Scott, penulis cerita anak-anak J. M.
Barrie, petualangan epik Robert Louis Stevenson dan penyair Robert Burns. Penulis modernis dan
nasionalis terbaru, Hugh MacDiarmid dan Neil M. Gunn berkontribusi dalam Renaissance Skotlandia.
Penulis lainnya juga termasuk Ian Rankin dan novelis horor-komedi Iain Banks. Ibu kota Skotlandia,
Edinburgh, adalah kota pertama di dunia yang dinobatkan oleh UNESCO sebagai Kota Sastra.[383]

Puisi tertua Britania yang terkenal, Y Gododdin, ditulis di Yr Hen Ogledd (The Old North), kemungkinan
besar berasal dari akhir abad ke-6. Puisi ini ditulis dalam bahasa Cumbric atau Wales Kuno dan dikenal
sebagai referensi paling awal yang berisi tentang legenda Raja Arthur.[384] Pada abad ketujuh, hubungan
antara Wales dan Old North hilang, dan fokus kebudayaan berbahasa-Wales bergeser ke Wales, di mana
legenda Raja Arthur dikembangkan lebih lanjut oleh Geoffrey dari Monmouth.[385] Penyair Wales paling
terkenal dari abad pertengahan termasuk Dafydd ap Gwilym (1320–1370), penulis puisi dengan tema
alam, agama, dan terutama cinta. Ia secara luas dianggap sebagai salah satu penyair terbesar Eropa pada
zamannya.[386] Sampai akhir abad ke-19, sebagian besar literatur berbahasa Wales berada di Wales dan
sebagian besar adalah mengenai prosa keagamaan. Daniel Owen dikreditkan sebagai novelis bahasa
Wales yang pertama, yang menerbitkan Rhys Lewis pada tahun 1885. Novelis Wales terkemuka dari abad
kedua puluh di antaranya Richard Llewellyn dan Kate Roberts.[387][388]

Penulis dengan kebangsaan negara lain, terutama dari negara-negara Persemakmuran, Republik Irlandia,
dan Amerika Serikat, pernah menetap dan bekerja di Britania Raya. Orang-orang ini termasuk Jonathan
Swift, Oscar Wilde, Bram Stoker, George Bernard Shaw, Joseph Conrad, T.S. Eliot, Ezra Pound dan
penulis British kelahiran asing baru-baru ini; Kazuo Ishiguro dan Sir Salman Rushdie.[389][390]

Musik
Berbagai genre musik populer di Britania Raya, mulai dari musik
tradisional Inggris, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara, hingga musik
heavy metal. Komposer musik klasik terkenal dari Britania Raya antara
lain William Byrd, Henry Purcell, Sir Edward Elgar, Gustav Holst, Sir
Arthur Sullivan (dikenal karena bekerja sama dengan Sir W.S. Gilbert),
Ralph Vaughan Williams dan Benjamin Britten (pelopor opera Britania
modern). Sir Peter Maxwell Davies adalah salah satu komposer terkenal
yang masih hidup dan baru-baru ini diangkat menjadi Master of the
Queen's Music. Britania Raya juga menjadi lokasi dari orkestra simponi
dan paduan suara terkenal di dunia seperti BBC Symphony Orchestra The Beatles adalah salah
satu grup musik paling
dan London Symphony Chorus. Konduktor ternama termasuk Sir Simon
sukses secara komersial
Rattle, John Barbirolli dan Sir Malcolm Sargent. Beberapa komposer
dalam sejarah musik,
skor film terkemuka seperti John Barry, Clint Mansell, Mike Oldfield, menjual lebih dari satu miliar
John Powell, Craig Armstrong, David Arnold, John Murphy, Monty rekaman secara
Norman dan Harry Gregson-Williams juga berasal dari Britania Raya. internasional.[391][392][393]
George Frideric Handel, meskipun lahir di Jerman, adalah warga negara
Britania naturalisasi.[394] Andrew Lloyd Webber telah mencapai sukses
besar secara komersial di seluruh dunia dan merupakan komposer teater musikal produktif, karyanya
telah mendominasi Teater West End selama beberapa tahun dan bahkan telah menembus Broadway di
New York.[395]
The Beatles telah menghasilkan penjualan rekaman secara internasional lebih dari satu miliar unit dan
merupakan grup musik yang paling laris dan paling berpengaruh dalam sejarah musik
populer.[391][392][393][396] Musisi-musisi terkemuka Britania yang turut memengaruhi perkembangan
musik pop selama 50 tahun terakhir di antaranya: The Rolling Stones, Led Zeppelin, Pink Floyd, Queen,
Bee Gees, dan Elton John, semuanya menghasilkan rekor penjualan lebih dari 200 juta keping
album.[397][398][399][400][401][402] Brit Awards adalah penghargaan tahunan untuk industri musik di
Britania. Beberapa musisi yang telah menerima penghargaan sebagai Outstanding Contribution antara
lain: The Who, David Bowie, Eric Clapton, Rod Stewart dan The Police.[403] Musisi Britania baru-baru
ini yang sukses secara internasional termasuk Coldplay, Radiohead, Oasis, Muse, Spice Girls, Amy
Winehouse, Adele, dan yang terbaru, One Direction.[404]

Sejumlah kota di Britania Raya juga terkenal karena musiknya. Musisi asal Liverpool telah menghasilkan
singel hit nomor satu di tangga-tangga lagu internasional lebih banyak dibandingkan dengan kota
manapun di dunia.[405] Kontribusi Glasgow di dunia musik diakui pada tahun 2008 saat UNESCO
menobatkannya sebagai salah satu dari tiga Kota Musik Dunia.[406]

Seni rupa
Artikel utama: Seni Britania Raya
Sejarah seni rupa Britania Raya merupakan bagian dari sejarah seni
Barat. Seniman Britania yang terkenal di antaranya: romantisis
William Blake, John Constable, Samuel Palmer dan J.M.W. Turner;
pelukis potret Sir Joshua Reynolds dan Lucian Freud; seniman
lanskap Thomas Gainsborough dan L. S. Lowry; pelopor Gerakan
"Seni dan Kerajinan" William Morris; pelukis figuratif Francis
Bacon; seniman pop Peter Blake, Richard Hamilton dan David
Royal Academy di Burlington Hockney; duo Gilbert dan George; seniman abstrak Howard
House. Hodgkin; pematung Antony Gormley, Anish Kapoor dan Henry
Moore. Selama periode 1980-an dan 1990-an, Saatchi Gallery di
London membantu menarik perhatian publik terhadap kelompok seniman multi-genre yang dikenal
sebagai "Seniman Muda Britania", Damien Hirst, Chris Ofili, Rachel Whiteread, Tracey Emin, Mark
Wallinger, Steve McQueen, Sam Taylor-Wood dan Chapman Bersaudara adalah beberapa seniman yang
menjadi anggota dari kelompok ini.

Royal Academy di London adalah organisasi kunci untuk mempromosikan seni rupa Britania Raya.
Sekolah-sekolah seni terkemuka di Britania Raya di antaranya University of the Arts London, yang terdiri
dari Central Saint Martins College of Art and Design dan Chelsea College of Art and Design; Goldsmiths,
Universitas London; Slade School of Fine Art (bagian dari University College London); Glasgow School
of Art; Royal College of Art; dan The Ruskin School of Drawing and Fine Art (bagian dari Universitas
Oxford). Courtauld Institute of Art adalah pusat utama dalam pengajaran sejarah seni. Galeri seni yang
terkemuka di Britania Raya termasuk: National Gallery, National Portrait Gallery, Tate Britain dan Tate
Modern (galeri seni modern yang paling banyak dikunjungi di dunia, dengan lebih dari 4,7 juta
pengunjung per tahun).[407]
Perfilman
Britania Raya memiliki pengaruh yang besar terhadap
sejarah perfilman dunia. Sutradara British seperti
Alfred Hitchcock dan David Lean adalah beberapa
sutradara yang diakui sebagai sutradara paling kritis
sepanjang masa,[408] juga beberapa sutradara-
sutradara terkemuka seperti Charlie Chaplin, Michael
Powell, Carol Reed dan Ridley
[409][410][411][412]
Scott. Banyak pemeran British yang
sukses mencapai ketenaran internasional dan
keberhasilan secara kritis, di antaranya: Julie Charlie Chaplin dan Kate Winslet.
Andrews, Richard Burton, Michael Caine, Charlie
Chaplin, Sean Connery, Vivien Leigh, David Niven,
Laurence Olivier, Peter Sellers, Kate Winslet, dan banyak lagi aktris dan aktor asal Britania yang tak
terhitung jumlahnya.[413][414][415][416][417][418][419][420][421][422] Beberapa film-film terlaris sepanjang
masa juga diproduksi di Britania Raya, film-film ini termasuk waralaba film dengan pendapatan tertinggi;
Harry Potter dan James Bond.[423] Ealing Studios di London di klaim sebagai studio film tertua di dunia
yang masih tetap bertahan sampai saat ini.[424]

Meskipun banyak yang sukses, industri perfilman di Britania Raya sering diperdebatkan mengenai
identitas dan besarnya pengaruh Amerika (Hollywood) dan Eropa. Banyak perusahaan film-film Britania
yang bekerja sama dengan produser film-film Amerika, sering kali film-film tersebut juga menggunakan
aktor dan aktris dari kedua negara. Pemeran British juga sering dilibatkan dalam film-film Hollywood.
Film-film sukses Hollywood kebanyakan ceritanya juga didasarkan pada orang-orang Britania, sejarah,
ataupun peristiwa di Britania Raya, film-film ini di antaranya: Titanic, The Lord of the Rings, Pirates of
the Caribbean, dan film animasi Disney "Siklus Inggris" (Alice in Wonderland, Peter Pan dan Robin
Hood).[425]

Pada tahun 2009, perfilman Britania Raya meraup pendapatan sekitar $ 2 miliar di seluruh dunia dengan
pangsa pasar sekitar 7% secara global dan 17% di Britania Raya.[426] Box-office film-film Britania
menghasilkan sekitar £ 944 juta pada tahun 2009, dengan penerimaan sekitar 173 juta.[426] British Film
Institute merilis suatu hasil jajak pendapat yang dikenal dengan "seratus film Britania terbaik sepanjang
masa" (BFI Top 100 British films).[427] Ajang tahunan British Academy Film Awards diselenggarakan
oleh British Academy of Film and Television Arts dan merupakan ajang yang setara dengan Oscar di
Amerika Serikat.[428]

Media
BBC, yang didirikan pada tahun 1922, adalah lembaga penyiaran publik Britania Raya dan merupakan
lembaga penyiaran tertua dan terbesar di dunia. BBC mengoperasikan sejumlah stasiun televisi dan radio
di Britania Raya dan di luar negeri.[429][430] Media utama lainnya di Britania Raya adalah ITV plc, yang
mengelola 11 dari 15 stasiun televisi regional yang membentuk ITV Network,[431] dan News
Corporation, yang memiliki sejumlah media cetak nasional dan internasional yang populer seperti tabloid
The Sun dan harian The Times.[432] Perusahaan ini juga memegang saham terbesar di British Sky
Broadcasting, yaitu saluran televisi satelit Britania Raya.[433] London mendominasi sektor media di
Britania Raya: surat kabar, stasiun radio dan televisi nasional bermarkas di sini, meskipun Manchester
juga signifikan dalam hal pusat pers nasional. Edinburgh, Glasgow, dan
Cardiff, merupakan pusat utama dari produksi surat kabar dan penyiaran di
Skotlandia dan Wales.[434] Sektor penerbitan Britania Raya, termasuk buku,
direktori dan database, jurnal, majalah dan media bisnis, surat kabar dan
kantor berita, memiliki omzet gabungan sekitar £ 20 miliar dan
mempekerjakan sekitar 167.000 karyawan.[435]

Pada tahun 2009, diperkirakan bahwa rata-rata individu di Britania Raya


menonton televisi 3,75 jam dan mendengarkan radio 2,81 jam per hari. Pada
tahun yang sama, Lembaga Penyiaran Publik BBC menyumbangkan sekitar
28,4% dari total keseluruhan penonton televisi. Tiga saluran independen
Broadcasting House,
utama lainnya menyumbangkan sekitar 29,5% dan sisanya ditempati oleh
London, kantor pusat
BBC
saluran digital dan satelit lainnya (42,1%).[436] Penjualan surat kabar telah
jauh merosot sejak tahun 1970-an. Pada tahun 2009, 42% dari penduduk
Britania Raya dilaporkan membaca surat kabar harian nasional.[437] Pada
tahun 2010, 82,5% dari total populasi Britania Raya adalah pengguna internet, jumlah ini merupakan
yang tertinggi di antara 20 negara lainnya dan menjadi jumlah total pengguna terbesar pada tahun itu.[438]

Filsafat
Britania Raya terkenal dengan tradisi “British Empiricism”, salah satu cabang filsafat ilmu yang
menyatakan bahwa semua pengetahuan yang berasal dari pengalaman manusia adalah valid, dan juga
“Filsafat Skotlandia” atau ‘Aliran Akal Sehat Skotlandia’ (Scottish School of Common Sense).[439] Filsuf-
filsuf terkenal yang berasal dari British Empiricism adalah John Locke, George Berkeley dan David
Hume. Sedangkan Dugald Stewart, Thomas Reid dan William Hamilton adalah filsuf utama yang
mengamalkan aliran "akal sehat" Skotlandia. Dua warga Britania lainnya yang juga terkenal karena teori
filsafat moral utilitarianisme adalah Jeremy Bentham, dan kemudian diikuti oleh John Stuart Mill (dengan
karangannya yang berjudul Utilitarianisme).[440][441] Filsuf Britania terkemuka lainnya antara lain: Duns
Scotus, John Lilburne, Mary Wollstonecraft, Francis Bacon, Adam Smith, Thomas Hobbes, William
Ockham, Bertrand Russell dan A.J. "Freddie" Ayer. Filsuf kelahiran asing yang menetap di Britania
termasuk Isaiah Berlin, Karl Marx, Karl Popper dan Ludwig Wittgenstein.

Olahraga
Cabang-cabang olahraga seperti sepak bola, liga rugbi, uni
rugbi, dayung, tinju, bulu tangkis, kriket, tenis, panahan dan
golf, berasal, atau secara substansial dikembangkan di
Britania Raya. Sebuah jajak pendapat pada tahun 2003
menemukan bahwa sepak bola adalah olahraga paling populer
di Britania Raya.[443] Dalam sebagian besar kompetisi
olahraga internasional, masing-masing tim secara terpisah
mewakili Inggris, Wales dan Skotlandia. Irlandia Utara
biasanya bergabung dengan Republik Irlandia dan mewakili Stadion Wembley, London: salah satu
Irlandia secara keseluruhan, dengan pengecualian di Pesta stadion termahal yang pernah
Olahraga Persemakmuran dan sepak bola. Dalam konteks dibangun.[442]
olahraga, tim-tim ini secara kolektif dapat disebut sebagai
Home Nations. Namun ada kesempatan di mana tim olahraga tunggal diperkenankan mewakili Britania
Raya, salah satunya di ajang Olimpiade, di mana United Kingdom diwakili oleh tim Britania Raya (Great
Britain team). London adalah tempat diselenggarakannya Olimpiade Musim Panas 1908 dan 1948, dan
pada tahun 2012 menjadi satu-satunya kota yang telah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas
sebanyak tiga kali.

Masing-masing Home Nations memiliki tim sepak bola, tim nasional dan sistem liga tersendiri, meskipun
beberapa klub ada yang bermain di luar sistem negara mereka untuk berbagai alasan historis dan logistik.
Tim nasional sepak bola Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara bersaing sebagai negara terpisah
dalam kompetisi internasional. Akibatnya, Britania Raya juga tidak pernah bersaing sebagai sebuah tim
dalam ajang sepak bola di Olimpiade.[444] Namun, tim sepak bola negara-negara tersebut disatukan
menjadi tim Olimpiade Britania Raya oleh The Football Association untuk berlaga dalam Olimpiade
London 2012. Tim sepak bola Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara menolak untuk berpartisipasi, takut
bahwa hal itu akan merusak status independen mereka, ketakutan ini dikonfirmasikan oleh presiden
FIFA, Sepp Blatter.[445]

Kriket ditemukan di Inggris. Tim kriket Inggris dikelola oleh


Badan Kriket Inggris dan Wales,[446] dan merupakan satu-
satunya tim nasional di Britania Raya dengan status uji.
Anggota tim diambil dari county-county utama di Inggris dan
Wales. Pemain kriket Irlandia dan Skotlandia juga
diperkenankan bermain untuk tim Inggris karena tidak ada
tim di Skotlandia dan Irlandia yang telah mendapatkan status
uji.[447][448] Inggris (bersama Wales), Skotlandia, Irlandia
(bersama Irlandia Utara) sudah pernah berkompetisi di Piala
Stadion Millennium, Cardiff, dibuka saat
Dunia Kriket, dan hanya Inggris yang sukses mencapai final
Piala Dunia Rugbi 1999. pada tiga kesempatan. Terdapat sebuah kejuaraan liga
profesional yang menghadirkan 17 tim yang mewakili county
di Inggris dan satu tim mewakili Wales.[449] Liga rugbi adalah
olahraga yang juga populer di beberapa daerah di Britania Raya. Cabang ini berasal dari Huddersfield dan
secara umum juga dimainkan di Irlandia Utara.[450]

Sebuah tim tunggal bernama 'Great Britain Lions' yang mewakili Britania Raya berkompetisi dalam Piala
Dunia Liga Rugbi dan pertandingan uji coba. Namun peraturan ini berubah pada tahun 2008. Akibatnya,
saat ini Inggris, Skotlandia, dan Irlandia masing-masingnya berkompetisi sebagai negara terpisah.[451]
Britania Raya masih tetap dipertahankan sebagai tim nasional saat tur melawan Australia, Selandia Baru,
dan Prancis. Liga super adalah tingkat tertinggi dari liga rugbi profesional di Britania Raya dan Eropa.
Liga ini terdiri dari 11 tim yang mewakili Irlandia Utara, 1 dari London, 1 dari Wales dan 1 dari Prancis.
Kejuaraan Enam Negara, yang diikuti oleh empat negara Home Nations beserta Italia dan Prancis,
merupakan turnamen uni rugbi inernasional utama di belahan bumi utara. Badan keolahragaan Inggris,
Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara mengelola pertandingan secara terpisah. Masing-masing negara
memiliki tim internasional peringkat atas.[452] Negara Home Nations yang berhasil mengalahkan tiga
negara Home Nations lainnya dalam kompetisi tersebut dianugerahi gelar Triple Crown.[453]

Cabang tenis lapangan rumput berasal dari Birmingham dan pertama kali dimainkan antara tahun 1859
dan 1865.[454] Kejuaraan Wimbledon adalah ajang kompetisi tenis internasional yang diselenggarakan di
Wimbledon, London Selatan setiap musim panas dan dianggap sebagai acara paling bergengsi dalam
kalender tenis global. Biliar adalah salah satu cabang olahraga ekspor yang populer di Britania Raya.
Kejuaraan dunia untuk cabang ini diselenggarakan setiap
tahun di Sheffield.[455] Di Irlandia Utara, sepak bola Gaelik
dan hurling adalah dua olahraga yang populer, baik dari segi
tim dan penonton.[456] Sedangkan shinty (atau camanachd)
adalah cabang olahraga sangat populer di dataran tinggi
Skotlandia.[457]

Pacuan kuda thoroughbred diadakan pertama kali pada masa


pemerintahan Charles II dari Inggris sebagai "olahraga raja",
dan juga sangat populer di Britania Raya dan di dunia pacuan
Kejuaraan Wimbledon, salah satu
kuda dengan pertandingan-pertandingan seperti Grand
turnamen Grand Slam yang digelar di
National, Epsom Derby, Royal Ascot dan Cheltenham Wimbledon, London setiap bulan Juni
National Hunt Festival (termasuk Cheltenham Gold Cup). atau Juli.
Britania Raya telah terbukti sukses secara internasional dalam
cabang dayung. Golf, yang lahir di Skotlandia adalah cabang
olahraga paling populer keenam di Britania Raya.[458] Lapangan golf tertua di dunia berlokasi di
Musselburgh Links' Old Golf Course.[459]

Britania Raya sangat erat kaitannya dengan olahraga otomotif. Banyak tim dan pembalap di Formula Satu
yang berbasis di negara ini, dan para pembalap dari Britania Raya telah memenangkan gelar juara dunia
lebih banyak dibandingkan dengan negara manapun. Britania Raya menjadi tuan rumah F1 Grand Prix
pertama pada tahun 1950 di Sirkuit Silverstone. Sirkuit ini saat ini menjadi lokasi digelarnya Grand Prix
Britania yang diadakan setiap tahun pada bulan Juli. Negara ini juga menjadi tuan rumah dari World
Rally Championship dan memiliki kejuaraan balap mobil turing sendiri, yaitu British Touring Car
Championship (BTCC).[460]

Simbol
Bendera kebangsaan Britania Raya bernama Union Flag (juga disebut
dengan Union Jack). Bendera ini pertama kali diciptakan pada tahun
1606 dengan kombinasi dari Bendera Inggris dan Bendera Skotlandia,
dan diperbarui pada tahun 1801 dengan penambahan Bendera Saint
Patrick Irlandia. Wales tidak terwakili dalam Union Flag karena Wales
telah ditaklukkan dan dianeksasi oleh Inggris sebelum terbentuknya
Britania Raya. Namun, kemungkinan untuk mendesain ulang Union
Flag dan menyertakan keterwakilan Wales masih dipertimbangkan.[461]
Lagu kebangsaan Britania Raya adalah "God Save the King" (Tuhan
Selamatkan Raja), namun kata "King" (Raja) diganti dengan “Queen”
(Ratu) apabila takhta dipegang oleh seorang wanita.

Britannia merupakan personifikasi nasional Britania Raya, yang


Patung Britannia di Plymouth.
Britannia adalah personifikasi
berasal dari era pemerintahan Britania Romawi.[462] Britannia
nasional Britania Raya. dilambangkan sebagai seorang wanita muda dengan rambut cokelat
atau emas yang mengenakan helm Korinthos dan jubah putih. Dia
memegang sebatang trisula Poseidon dan sebuah perisai bergambar
Union Flag. Tekadang ia juga dideskripsikan sedang menunggangi seekor singa. Sejak kejayaan
Imperium Britania, Britannia juga dikaitkan dengan penguasaan lautan, seperti yang diperdengarkan
dalam lagu patriotik Rule, Britannia!. Sampai tahun 2008, simbol singa digambarkan bersama Britannia
pada koin lima puluh pence Britania, dan satu lagi memakai mahkota di belakang koin 10 pence. Singa
juga digunakan sebagai lambang pada bendera nonseremonial Angkatan Darat Britania Raya. Anjing
bulldog kadang-kadang digunakan pula oleh beberapa pihak sebagai simbol Britania Raya dan dikaitkan
dengan perjuangan Winston Churchill dalam menentang Jerman Nazi.[463]

Catatan
1. Bandingan dengan Pasal 1 Undang-Undang Kesatuan 1800, di sana tertulis:Kerajaan
Britania Raya dan Irlandia disatukan menjadi satu Kerajaan dengan nama "Kerajaan
Bersatu Britania Raya dan Irlandia"
2. Selain: Selandia Baru, Israel, dan San Marino
3. Pada tahun 2007-2008, jumlah ini dihitung menjadi £ 115 per minggu untuk orang dewasa
lajang tanpa anak tanggungan, £ 199 per minggu untuk pasangan tanpa anak, £ 195 per
minggu untuk dewasa lajang dengan dua anak yang berusia di bawah 14 tahun, dan £ 279
per minggu untuk pasangan dengan dua anak yang berusia di bawah 14 tahun.
4. Alexander Graham Bell lahir dan besar di Skotlandia, dan menemukan telepon saat masih
berkewarganegaraan Britania. Dia tidak menjadi Warga Negara Amerika sampai tahun 1882

Bacaan lebih lanjut


Negara dan Bangsa Jilid 5: Eropa. Jakarta: Widyadara. 1988. ISBN 979-8087-04-6.
(Indonesia)

Referensi
1. "God Save the King" adalah Lagu Kebangsaan berdasarkan kebiasaan, bukan undang-
undang, dan tidak ada versi resmi. Hanya verse pertama yang biasanya dinyanyikan.[1] Kata
King, he, him, his, digunakan untuk saat ini, akan digantikan dengan Queen, she, her ketika
penguasanya berganti menjadi perempuan.
2. Skots, Skots Ulster, Wales, Kernowek, Gaelik Skotlandia dan Irlandia digolongkan sebagai
bahasa daerah dan minoritas oleh Piagam Eropa untuk Bahasa Daerah atau Minoritas dari
Majelis Eropa.[2] Ini mencakup kewajiban tertentu untuk mempromosikan bahasa-bahasa
tersebut.[3] Lihat juga Bahasa di Britania Raya. Bahasa Wales memiliki status resmi de jure
di Wales, serta dalam penyediaan layanan pemerintah nasional yang disediakan untuk
Wales.
3. Sensus di Skotlandia diselenggarakan setahun kemudian setelah di Inggris, Wales dan
Irlandia Utara dikarenakan pandemi COVID-19. Sehingga, data ditampilkan berasal dari
tahun berbeda.
4. Meskipun Britania Raya secara tradisi dipandang sebagai negara kesatuan, deskripsi
alternatif Britania Raya sebagai "negara persatuan", dikemukakan oleh, Vernon Bogdanor,
dan lainnya,[9] telah menjadi semakin berpengaruh sejak adopsi devolusi pada tahun 1990-
an.[10] Negara persatuan dianggap berbeda dari negara kesatuan dalam hal ini sementara ia
mempertahankan otoritas pusat ia juga mengakui otoritas hak historis dan infrastruktur di
bagian-bagian pembentuknya.[11]
5. ONS Standard Area Measurement, 'area to mean high water'. Tidak termasuk Dependensi
Mahkota dan Wilayah Seberang Laut Britania Raya.
6. ONS Standard Area Measurement, 'area to mean high water excluding inland water'. Tidak
termasuk Dependensi Mahkota dan Wilayah Seberang Laut Britania Raya.
7. Beberapa negara devolusi, Dependensi Mahkota dan Wilayah Seberang Laut Britania Raya
mengedarkan uang kertas atau mata uang sterling-nya sendiri, atau menggunakan mata
uang negara lain. Lihat Daftar mata uang Britania Raya.
8. Juga digunakan oleh Dependensi Mahkota. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Zona waktu di
Britania Raya.
9. Pemerintah Britania Raya menggunakan format ISO 8601, yyyy-mm-dd untuk tanggal dan
waktu yang dapat dibaca mesin.[20] Lihat Penulisan tanggal dan waktu di Britania Raya.
10. Kecuali dua wilayah seberang laut: Gibraltar dan Wilayah Samudra Hindia Britania Raya
11. Tidak termasuk sebagian besar wilayah seberang laut
12. Domain .gb juga disediakan untuk Britania Raya, tetapi jarang digunakan.
13. Berbeda-beda penggunaan. The Guardian ([Link]
style-guide-u) dan Telegraph ([Link]
menggunakan Britain sebagai sinonim dari United Kingdom (negara Britania Raya).
Beberapa pihak lebih memilih menggunakan Britain sebagai kependekan dari Pulau Britania
Raya. pedoman penamaan ([Link]
great-britain) Government Digital Service dari Kantor Kabinet Britania Raya untuk keperluan
dalam situs [Link] merekomendasikan: "Utamakan penyebutan UK dan United Kingdom
daripada Britain dan British (UK business, UK foreign policy, ambassador dan high
commissioner). Namun British embassy, bukan UK embassy."
14. bahasa Inggris: United Kingdom, disingkat UK, terkadang juga disebut Britain[m]
15. bahasa Inggris: United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland
16. Pulau Man, Guernsey dan Jersey adalah Dependensi Mahkota, bukan bagian dari Britania
Raya.
17. Britania Raya tidak memiliki konstitusi yang terkodifikasi melainkan konstitusi tidak tertulis
yang berbentuk Undang-Undang Parlemen, keputusan majelis, tradisi, dan konvensi.[31]
1. "National Anthem". The Royal Family. Diakses tanggal 10 April 2024.
2. "List of declarations made with respect to treaty No. 148". Council of Europe. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 12 December 2013. Diakses tanggal 12 December 2013.
3. "Welsh language on [Link] – Content design: planning, writing and managing content –
Guidance". [Link]. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 August 2018. Diakses tanggal
3 August 2018. ; "Welsh language scheme". [Link]. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4
August 2018. Diakses tanggal 3 August 2018. ; "Welsh language scheme". [Link].
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 August 2018. Diakses tanggal 3 August 2018.
4. "Ethnic group". Office for National Statistics. 28 March 2023. Diakses tanggal 28 May 2024.
5. "MS-B01 Ethnic group". Northern Ireland Statistics and Research Agency. 30 November
2023. Diakses tanggal 28 May 2024.
6. "Ethnic group, national identity, language and religion". Scotland's Census. Diakses tanggal
28 May 2024.
7. "Religion (detailed)". Office for National Statistics. 5 April 2023. Diakses tanggal 28 May
2024.
8. "MS-B21 Religion - full detail". Northern Ireland Statistics and Research Agency. 31 May
2023. Diakses tanggal 28 May 2024.
9. Bradbury, Jonathan (2021). Constitutional Policy and Territorial Politics in the UK: Volume 1:
Union and Devolution 1997–2012. Policy Press. hlm. 19–20. ISBN 978-1-5292-0588-6.
10. Leith, Murray Stewart (2012). Political Discourse and National Identity in Scotland.
Edinburgh University Press. hlm. 39. ISBN 978-0-7486-8862-3.
11. Gagnon, Alain-G.; Tully, James (2001). Multinational Democracies. Cambridge University
Press. hlm. 47. ISBN 978-0-521-80473-8.; Bogdanor, Vernon (1998). "Devolution: the
Constitutional Aspects". Dalam Beatson, Jack. Constitutional Reform in the United Kingdom:
Practice and Principles. Oxford: Hart Publishing. hlm. 18. ISBN 978-1-901362-84-8.
12. "Standard Area Measurements for Administrative Areas (December 2023) in the UK". Open
Geography Portal. Office for National Statistics. 31 May 2024. Diakses tanggal 7 June 2024.
13. "Estimates of the population for the UK, England, Wales, Scotland, and Northern Ireland".
Office for National Statistics. 26 March 2024. Diakses tanggal 9 April 2024.
14. "Population and household estimates, England and Wales: Census 2021, unrounded data".
Office for National Statistics. 2 November 2022. Diakses tanggal 28 May 2024.
15. "2021 Census". Northern Ireland Statistics and Research Agency. Diakses tanggal 28 May
2024.
16. "Quality Assurance report – Unrounded population estimates and ethnic group, national
identity, language and religion topic data". Scotland's Census. 21 May 2024. Diakses tanggal
28 May 2024.
17. "World Economic Outlook Database". International Monetary Fund. 16 April 2024. Diakses
tanggal 16 April 2024.
18. "Income inequality". OECD Data. OECD. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 July 2022.
Diakses tanggal 12 February 2024.
19. "Human Development Report 2023/24" (PDF) (dalam bahasa Inggris). United Nations
Development Programme. 13 March 2024. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 13 March
2024. Diakses tanggal 13 March 2024.
20. "Formatting dates and times in data". [Link]. HM Government. 9 August 2022. Diakses
tanggal 1 June 2024.
21. "Toponymic guidelines for map and other editors, United Kingdom of Great Britain and
Northern Ireland". [Link]. 9 November 2023. 10.2 Definitions. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 17 June 2018. Diakses tanggal 12 February 2024. "usually shortened to United
Kingdom ... The abbreviation is UK or U.K."
22. "United Kingdom". Encyclopædia Britannica. 12 February 2024. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 13 October 2023. Diakses tanggal 12 February 2024.
23. "A Beginners Guide to UK Geography (2023)". Open Geography Portal. Office for National
Statistics. 24 August 2023. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 December 2023. Diakses
tanggal 9 December 2023.
24. "Definition of Great Britain in English". Oxford University Press. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 4 October 2013. Diakses tanggal 29 October 2014. "Great Britain is the name for the
island that comprises England, Scotland and Wales, although the term is also used loosely
to refer to the United Kingdom."
25. Mathias, P. (2001). The First Industrial Nation: the Economic History of Britain, 1700–1914.
London: Routledge. ISBN 978-0-415-26672-7.; Ferguson, Niall (2004). Empire: The rise and
demise of the British world order and the lessons for global power . New York: Basic Books.
ISBN 978-0-465-02328-8.
26. McDougall, Walter A. (4 May 2023). "20th-century international relations". Encyclopædia
Britannica. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 July 2019. Diakses tanggal 6 May 2023.
27. Brown, Judith (1998). The Twentieth Century, The Oxford History of the British Empire
Volume IV. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-924679-3. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 3 January 2014. Diakses tanggal 22 July 2009. p. 319
28. Louis, Wm. Roger (2006). Ends of British Imperialism: The Scramble for Empire, Suez and
Decolonization. I.B. Tauris. ISBN 978-1-84511-347-6. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22
February 2017. Diakses tanggal 22 July 2009. p. 337
29. Abernethy, David (2000). The Dynamics of Global Dominance, European Overseas Empires
1415–1980. Yale University Press. ISBN 978-0-300-09314-8. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 14 December 2011. Diakses tanggal 22 July 2009. p. 146
30. "What are the top 200 most spoken languages?". Ethnologue. 2023. Diarsipkan dari versi
asli tanggal 18 June 2023. Diakses tanggal 25 August 2023.
31. What is the UK Constitution?, The Constitution Unit of UCL, 9 August 2018, diarsipkan dari
versi asli tanggal 7 November 2018, diakses tanggal 6 February 2020
32. The British Monarchy, "What is constitutional monarchy?" ([Link]
UK/HowtheMonarchyworks/[Link]) Diarsipkan ([Link]
[Link]/web/20190604151257/[Link]
[Link]) 4 June 2019 di Wayback Machine.. Retrieved 17 July
2013; "United Kingdom" ([Link]
Diarsipkan ([Link]
book/countries/united-kingdom/) 9 January 2021 di Wayback Machine. CIA The World
Factbook. Retrieved 17 July 2013
33. Dewart, Megan (2019). The Scottish Legal System. UK: Bloomsbury Academic. hlm. 57.
ISBN 978-1-5265-0633-7. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 July 2023. Diakses tanggal
4 July 2023. "The laws and legal institutions of Scotland and of England and Wales were not
merged by the Union of 1707. Thus, they remain separate 'law areas', with separate court
systems (as does Northern Ireland), and it is necessary to distinguish Scots law and English
law (and Northern Irish law)." ; "The justice system and the constitution". Courts and
Tribunals Judiciary. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 May 2023. Diakses tanggal 13 June
2023. "The United Kingdom has three separate legal systems; one each for England and
Wales, Scotland and Northern Ireland. This reflects its historical origins and the fact that both
Scotland and Ireland, and later Northern Ireland, retained their own legal systems and
traditions under the Acts of Union 1707 and 1800."
34. "Devolution of powers to Scotland, Wales and Northern Ireland". United Kingdom
Government. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 July 2013. Diakses tanggal 17 April 2013.
"In a similar way to how the government is formed from members from the two Houses of
Parliament, members of the devolved legislatures nominate ministers from among
themselves to comprise executives, known as the devolved administrations..." ; "Country
Overviews: United Kingdom". Transport Research Knowledge Centre. Diarsipkan dari versi
asli tanggal 4 April 2010. Diakses tanggal 28 March 2010.
35. "IISS Military Balance 2021". The Military Balance. 121 (1): 23–29. January 2021.
doi:10.1080/04597222.2021.1868791. ISSN 0459-7222. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1
October 2021. Diakses tanggal 1 October 2021.
36. da Silva, Diego Lopes; Tian, Nan; Béraud-Sudreau, Lucie; Marksteiner, Alexandra; Liang,
Xiao (April 2022). Trends in World Military Expenditure, 2021 (fact sheet). SIPRI.
doi:10.55163/DZJD8826 . Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 April 2022. Diakses tanggal
3 April 2023.
37. Cottrell, P. (2008). The Irish Civil War 1922–23. hlm. 85. ISBN 1-84603-270-9.
38. "Acts of Union 1707". UK Parliament. Diakses tanggal 21 July 2011.
39. "Making the Act of Union 1707" (PDF). Scottish Parliament. Diakses tanggal 21 July 2011.
40. "England – Profile". BBC. 10 February 2011. Diakses tanggal 21 July 2011.
41. "The Creation of the United Kingdom of Great Britain in 1707". Historical Association.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-05-15. Diakses tanggal 21 July 2011.
42. "Treaty of Union, 1706". Scots History Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-05-27.
Diakses tanggal 23 August 2011.
43. Barnett, Hilaire; Jago, Robert (2011). Constitutional & Administrative Law (edisi ke-8th).
Abingdon: Routledge. hlm. 165. ISBN 978-0-415-56301-7. Diakses tanggal 5 July 2011.
44. "History of Great Britain (from 1707) author=Gascoigne, Bamber". History World. Diakses
tanggal 18 July 2011.
45. Population Trends, Issues 75–82, p.38 ([Link]
&q=England,+wales,+Scotland,+%22Northern+Ireland%22+%22countries+of+the+united+ki
ngdom%22&dq=England,+wales,+Scotland,+%22Northern+Ireland%22+%22countries+of+t
he+united+kingdom%22&hl=en&ei=-NTfTcyxF9SZhQejmqDJCg&sa=X&oi=book_result&ct=r
esult&resnum=5&sqi=2&ved=0CEYQ6AEwBA), 1994, UK Office of Population Censuses
and Surveys
46. Life in the United Kingdom: a journey to citizenship, p7 ([Link]
2u8rD6F-yg0C&pg=PA7&dq=scotland+England+wales+%22a+country%22+and+national+id
entity&hl=en&ei=pBjZTayKC8698gPy1JCEBQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=9&
ved=0CFgQ6AEwCA#v=onepage&q=scotland%20England%20wales%20%22a%20countr
y%22%20and%20national%20identity&f=false), United Kingdom Home Office, 2007, ISBN
978-0-11-341313-3.
47. Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama
page823
48. Whyte, John last2= FitzGerald (1991). Interpreting Northern Ireland. Oxford: Clarendon
Press. ISBN 978-0-19-827380-6.
49. Dunn, Seamus; Dawson, Helen. (2000). An Alphabetical Listing of Word, Name and Place in
Northern Ireland and the Living Language of Conflict. Lampeter: Edwin Mellen Press.
ISBN 978-0-7734-7711-7.
50. Murphy, Dervla (1979). A Place Apart. London: Penguin. ISBN 978-0-14-005030-1.
51. "Guardian Unlimited Style Guide". London: Guardian News and Media Limited. 19
December 2008. Diakses tanggal 23 August 2011.
52. "BBC style guide (Great Britain)". BBC News. 19 August 2002. Diakses tanggal 23 August
2011.
53. "Key facts about the United Kingdom". Government, citizens and rights. HM Government.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-10-15. Diakses tanggal 24 August 2011.
54. "Definition of GREAT BRITAIN". [Link].
55. New Oxford American Dictionary: "Great Britain: England, Wales, and Scotland considered
as a unit. The name is also often used loosely to refer to the United Kingdom.")
56. "Great Britain". International Olympic Committee. Diakses tanggal 10 May 2011.
57. "Team GB – Our Greatest Team". British Olympic Association. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2012-02-12. Diakses tanggal 10 May 2011.
58. Jack, Ian (11 December 2010). "Why I'm saddened by Scotland going Gaelic". The
Guardian. London.
59. "Citizenship and living in the UK - [Link]". [Link].
60. Bradley, Anthony Wilfred; Ewing, Keith D. (2007). Constitutional and administrative law. 1
(edisi ke-14th). Harlow: Pearson Longman. hlm. 36. ISBN 978-1-4058-1207-8.
61. "Which of these best describes the way you think of yourself?". Northern Ireland Life and
Times Survey 2010. ARK – Access Research Knowledge. 2010. Diakses tanggal 1 July
2010.
62. Schrijver, Frans (2006). Regionalism after regionalisation: Spain, France and the United
Kingdom. Amsterdam University Press. hlm. 275–277. ISBN 978-90-5629-428-1. Diakses
tanggal 5 July 2011.
63. "Ancient skeleton was 'even older' ([Link]
m)". BBC News. 30 October 2007. Retrieved 27 April 2011.
64. Koch, John T. (2006). Celtic culture: A historical encyclopedia. Santa Barbara, CA: ABC-
CLIO. hlm. 973. ISBN 978-1-85109-440-0.
65. Davies, John; Jenkins, Nigel; Baines, Menna; Lynch, Peredur I., ed. (2008). The Welsh
Academy Encyclopaedia of Wales]]. Cardiff: University of Wales Press. hlm. 915. ISBN 978-
0-7083-1953-6.
66. "BBC - History - Athelstan". [Link].
67. Mackie, J.D. (1991). A History of Scotland. London: Penguin. hlm. 18–19. ISBN 978-0-14-
013649-4.
68. Campbell, Ewan (1999). Saints and Sea-kings: The First Kingdom of the Scots. Edinburgh:
Canongate. hlm. 8–15. ISBN 0-86241-874-7.
69. Haigh, Christopher (1990). The Cambridge Historical Encyclopedia of Great Britain and
Ireland. Cambridge University Press. hlm. 30. ISBN 978-0-521-39552-6.
70. Ganshof, F.L. (1996). Feudalism. University of Toronto. hlm. 165. ISBN 978-0-8020-7158-3.
71. Chibnall, Marjorie (1999). The debate on the Norman Conquest. Manchester University
Press. hlm. 115–122. ISBN 978-0-7190-4913-2.
72. Keen, Maurice. "The Hundred Years War" ([Link]
s/hundred_years_war_01.shtml). BBC History.
73. The Reformation in England and Scotland ([Link]
92/Protestantism/41558/The-Reformation-in-England-and-Scotland) dan Ireland: The
Reformation Period & Ireland under Elizabth I ([Link]
93754/Ireland/22978/The-Reformation-period), Encyclopædia Britannica Online.
74. "British History in Depth – Wales under the Tudors". BBC History. 5 November 2009.
Diakses tanggal 21 September 2010.
75. Nicholls, Mark (1999). A history of the modern British Isles, 1529–1603: The two kingdoms.
Oxford: Blackwell. hlm. 171–172. ISBN 978-0-631-19334-0.
76. Canny, Nicholas P. (2003). Making Ireland British, 1580–1650. Oxford University Press.
hlm. 189–200. ISBN 978-0-19-925905-2.
77. Ross, D. (2002). Chronology of Scottish History. Glasgow: Geddes & Grosset. p. 56. ISBN
1-85534-380-0
78. Hearn, J. (2002). Claiming Scotland: National Identity and Liberal Culture. Edinburgh
University Press. p. 104. ISBN 1-902930-16-9
79. English Civil Wars ([Link]
Encyclopædia Britannica Online.
80. "Scotland and the Commonwealth: 1651–1660". [Link]. 14 March 2010. Diakses
tanggal 20 April 2010.
81. Lodge, Richard (2007) [1910]. The History of England – From the Restoration to the Death
of William III (1660–1702). Read Books. hlm. 8. ISBN 978-1-4067-0897-4.
82. "Tudor Period and the Birth of a Regular Navy". Royal Navy History. Institute of Naval
History. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-01-18. Diakses tanggal 24 December 2010.
83. Canny, Nicholas (1998). The Origins of Empire, The Oxford History of the British Empire
Volume I. Oxford University Press. ISBN 0-19-924676-9. Diakses tanggal 1 May 2011.
84. "Articles of Union with Scotland 1707". UK Parliament. Diakses tanggal 19 October 2008.
85. "Acts of Union 1707". UK Parliament. Diakses tanggal 6 January 2011.
86. "Treaty (act) of Union 1706". Scottish History online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-
05-27. Diakses tanggal 3 February 2011.
87. Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama
ferguson
88. Loosemore, Jo (2007). Sailing against slavery ([Link]
2007/03/20/abolition_navy_feature.shtml). BBC Devon. 2007.
89. Library of Congress, The Impact of the American Revolution Abroad ([Link]
uk/books?id=BQDgr_XvsHoC&pg=PA73). p.73.
90. "The Act of Union". Act of Union Virtual Library. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-
27. Diakses tanggal 15 May 2006.
91. Tellier, L.-N. (2009). Urban World History: an Economic and Geographical Perspective.
Quebec: PUQ. p. 463. ISBN 2-7605-1588-5.
92. Sondhaus, L. (2004). Navies in Modern World History. London: Reaktion Books. p. 9. ISBN
1-86189-202-0.
93. Porter, Andrew (1998). The Nineteenth Century, The Oxford History of the British Empire
Volume III. Oxford University Press. hlm. 332. ISBN 0-19-924678-5. Diakses tanggal 22 July
2009.
94. The Workshop of the World ([Link]
_world_01.shtml). BBC History. Retrieved 11 May 2011.
95. Porter, Andrew (1998). The Nineteenth Century, The Oxford History of the British Empire
Volume III. Oxford University Press. hlm. 8. ISBN 0-19-924678-5. Diakses tanggal 22 July
2009.
96. Marshall, P.J. (1996). The Cambridge Illustrated History of the British Empire. Cambridge
University Press. hlm. 156–57. ISBN 0-521-00254-0. Diakses tanggal 22 July 2009.
97. Tompson, Richard S. (2003). Great Britain: a reference guide from the Renaissance to the
present. New York: Facts on File. hlm. 63. ISBN 978-0-8160-4474-0. Diakses tanggal 5 July
2011.
98. Hosch, William L. (2009). World War I: People, Politics, and Power. America at War. New
York: Britannica Educational Publishing. hlm. 21. ISBN 978-1-61530-048-8.
99. Turner, John (1988). Britain and the First World War. London: Unwin Hyman. pp. 22–35.
ISBN 978-0-04-445109-9.
100. Westwell, I.; Cove, D. (eds) (2002). History of World War I, Volume 3. London: Marshall
Cavendish. pp. 698 and 705. ISBN 0-7614-7231-2.
101. Turner, J. (1988). Britain and the First World War. Abingdon: Routledge. p. 41. ISBN 0-04-
445109-1.
102. SR&O 1921, No. 533 of 3 May 1921.
103. "The Anglo-Irish Treaty, 6 December 1921". CAIN. Diakses tanggal 15 May 2006.
104. Rubinstein, W. D. (2004). Capitalism, Culture, and Decline in Britain, 1750–1990. Abingdon:
Routledge. p. 11. ISBN 0-415-03719-0.
105. "Britain to make its final payment on World War II loan from U.S." The New York Times. 28
December 2006. Diakses tanggal 25 August 2011.
106. Francis, Martin (1997). Ideas and policies under Labour, 1945–1951: Building a new Britain.
Manchester University Press. hlm. 225–233. ISBN 978-0-7190-4833-3.
107. Lee, Stephen J. (1996). Aspects of British political history, 1914–1995. London; New York:
Routledge. hlm. 173–199. ISBN 978-0-415-13103-2.
108. Larres, Klaus (2009). A companion to Europe since 1945. Chichester: Wiley-Blackwell.
hlm. 118. ISBN 978-1-4051-0612-2. Diakses tanggal 5 July 2011.
109. Julios, Christina (2008). Contemporary British identity: English language, migrants, and
public discourse. Studies in migration and diaspora. Aldershot: Ashgate. hlm. 84. ISBN 978-
0-7546-7158-9. Diakses tanggal 26 December 2010.
110. Aughey, Arthur (2005). The Politics of Northern Ireland: Beyond the Belfast Agreement.
London: Routledge. hlm. 7. ISBN 978-0-415-32788-6.
111. "The troubles were over, but the killing continued. Some of the heirs to Ireland's violent
traditions refused to give up their inheritance." Holland, Jack (1999). Hope against history:
The course of conflict in Northern Ireland. New York: Henry Holt. hlm. 221. ISBN 978-0-
8050-6087-4.
112. Elliot, Marianne (2007). The Long Road to Peace in Northern Ireland: Peace Lectures from
the Institute of Irish Studies at Liverpool University. University of Liverpool Institute of Irish
Studies, Liverpool University Press. p. 2. ISBN 1-84631-065-2.
113. Dorey, Peter (1995). British politics since 1945. Making contemporary Britain. Oxford:
Blackwell. hlm. 164–223. ISBN 978-0-631-19075-2.
114. Griffiths, Alan; Wall, Stuart (2007). Applied Economics (PDF) (edisi ke-11th). Harlow:
Financial Times Press. hlm. 6. ISBN 978-0-273-70822-3. Diakses tanggal 26 December
2010.
115. Keating, Michael (1 January 1998). "Reforging the Union: Devolution and Constitutional
Change in the United Kingdom". Publius: the Journal of Federalism. 28 (1): 217. Diakses
tanggal 4 February 2009.
116. Jackson, Mike (3 April 2011). "Military action alone will not save Libya". Financial Times.
London.
117. Oxford English Dictionary: "British Isles: a geographical term for the islands comprising
Great Britain and Ireland with all their offshore islands including the Isle of Man and the
Channel Islands."
118. "United Kingdom". The World Factbook. Central Intelligence Agency. Diarsipkan dari versi
asli tanggal 2019-01-07. Diakses tanggal 23 September 2008.
119. Latimer Clarke Corporation Pty Ltd. "United Kingdom – Atlapedia Online". [Link].
Diakses tanggal 26 October 2010.
120. Neal, Clare. "How long is the UK coastline?". British Cartographic Society. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2012-05-27. Diakses tanggal 26 October 2010.
121. "The Channel Tunnel". Eurotunnel. Diakses tanggal 29 November 2010.
122. "England – Profile". BBC News. 11 February 2010.
123. "Scotland Facts". Scotland Online Gateway. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-06-21.
Diakses tanggal 16 July 2008.
124. Winter, Jon (19 May 2001). "The complete guide to Scottish Islands". The Independent.
London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-03-01. Diakses tanggal 2012-08-24.
125. "Overview of Highland Boundary Fault". Gazetteer for Scotland. University of Edinburgh.
Diakses tanggal 27 December 2010.
126. "Ben Nevis Weather". Ben Nevis Weather. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-27.
Diakses tanggal 26 October 2008.
127. "Profile: Wales". BBC News. 9 June 2010. Diakses tanggal 7 November 2010.
128. "Geography of Northern Ireland". University of Ulster. Diakses tanggal 22 May 2006.
129. "UK climate summaries". Met Office. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-27. Diakses
tanggal 1 May 2011.
130. Salkeld, Luke (8 December 2011). "Snow News". [Link]
2070541/[Link].
London. Diakses tanggal 8 December 2011. Hapus pranala luar di parameter |work=
(bantuan)
131. United Nations Economic and Social Council (2007). "Ninth UN Conference on the
standardization of Geographical Names" (PDF). UN Statistics Division. Diarsipkan (PDF) dari
versi asli tanggal 2009-12-01. Diakses tanggal 21 October 2008.
132. Barlow, I.M. (1991). Metropolitan Government. London: Routledge. ISBN 978-0-415-02099-
2.
133. "Welcome to the national site of the Government Office Network". Government Offices.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-06-15. Diakses tanggal 3 July 2008.
134. "A short history of London government". Greater London Authority. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2008-04-21. Diakses tanggal 4 October 2008.
135. Sherman, Jill; Norfolk, Andrew (5 November 2004). "Prescott's dream in tatters as North
East rejects assembly". The Times. London. Diakses tanggal 15 February 2008. "The
Government is now expected to tear up its twelve-year-old plan to create eight or nine
regional assemblies in England to mirror devolution in Scotland and Wales."
136. "Local Authority Elections". Local Government Association. Diarsipkan dari versi asli tanggal
2012-01-18. Diakses tanggal 3 October 2008.
137. "STV in Scotland: Local Government Elections 2007" (PDF). Political Studies Association.
Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-03-20. Diakses tanggal 2 August 2008.
138. Ethical Standards in Public Life framework: "Ethical Standards in Public Life". The Scottish
Government. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-12-11. Diakses tanggal 3 October 2008.
139. "Who we are". Convention of Scottish Local Authorities. Diakses tanggal 5 July 2011.
140. "Local Authorities". The Welsh Assembly Government. Diarsipkan dari versi asli tanggal
2014-05-30. Diakses tanggal 31 July 2008.
141. "Local government elections in Wales". The Electoral Commission. 2008. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2012-06-23. Diakses tanggal 8 April 2011.
142. "Welsh Local Government Association". Welsh Local Government Association. Diakses
tanggal 20 March 2008.
143. Devenport, Mark (18 November 2005). "NI local government set for shake-up". BBC News.
Diakses tanggal 15 November 2008.
144. "Foster announces the future shape of local government" (Siaran pers). Northern Ireland
Executive. 13 March 2008. Diakses tanggal 20 October 2008. "Salinan arsip". Diarsipkan
dari versi asli tanggal 2008-07-25. Diakses tanggal 2012-08-24.
145. "Local Government elections to be aligned with review of public administration" (Siaran
pers). Northern Ireland Office. 25 April 2008. Diakses tanggal 2 August 2008. "Salinan arsip".
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-17. Diakses tanggal 2012-08-24.
146. "CIBC PWM Global - Introduction to The Cayman Islands". [Link]. 2012-07-11. Diakses
tanggal 2012-08-17.
147. "Working with Overseas Territories". Foreign & Commonwealth Office. 6 October 2010.
Diakses tanggal 5 November 2010.
148. "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2019-11-02. Diakses tanggal
2012-08-24.
149. "Overseas Territories". Foreign & Commonwealth Office. Diakses tanggal 6 September
2010.
150. "The World Factbook". CIA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-25. Diakses tanggal
26 December 2010.
151. "Country profiles". Foreign & Commonwealth Office. 21 February 2008. Diarsipkan dari versi
asli tanggal 2009-10-01. Diakses tanggal 6 September 2010.
152. The Committee Office, House of Commons. "House of Commons – Crown Dependencies –
Justice Committee". [Link]. Diakses tanggal 7 November 2010.
153. "Profile of Jersey". States of Jersey. Archived from the original on 2006-09-02. Diakses
tanggal 31 July 2008. "The legislature passes primary legislation, which requires approval by
The Queen in Council, and enacts subordinate legislation in many areas without any
requirement for Royal Sanction and under powers conferred by primary legislation."
154. "Chief Minister to meet Channel Islands counterparts - Isle of Man Public Services -".
[Link]. 16 Jan 2013. Archived from the original on 2013-01-16. Diakses tanggal
2012-08-24.
155. Bagehot, Walter (1867) The English Constitution, London:Chapman and Hall, p103
156. Sarah Carter. "A Guide To the UK Legal System". University of Kent at Canterbury.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-27. Diakses tanggal 16 May 2006.
157. "Official UK Parliament web page on parliamentary sovereignty". UK Parliament. Diarsipkan
dari versi asli tanggal 2012-05-27. Diakses tanggal 2012-08-24.
158. "The Government, Prime Minister and Cabinet". Public services all in one place. Directgov.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-09-21. Diakses tanggal 12 February 2010.
159. "Brown is UK's new prime minister". BBC News. 27 June 2007. Diakses tanggal 23 January
2008.
160. "David Cameron is UK's new prime minister". BBC News. 11 May 2010. Diakses tanggal
11 May 2010.
161. "Elections and voting – UK Parliament". Parliament of the United Kingdom. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2010-11-14. Diakses tanggal 14 November 2010.
162. "The Parliament Acts – UK Parliament". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-11-14.
Diakses tanggal 14 November 2010.
163. "United Kingdom". European Election Database. Norwegian Social Science Data Services.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-07-09. Diakses tanggal 3 July 2010.
164. Wainwright, Martin (28 May 2010). "Thirsk and Malton: Conservatives take final seat in
parliament". The Guardian. London. Diakses tanggal 3 July 2010.
165. "Sinn Fein moves into Westminster". BBC News. 21 January 2002. Diakses tanggal
17 October 2008.
166. "European Election: United Kingdom Result". BBC News. 8 June 2009.
167. Taylor, Brian (1 June 1998). "Talking Politics: The West Lothian Question". BBC News.
Diakses tanggal 21 October 2008.
168. "Scotland's Parliament – powers and structures". BBC News. 8 April 1999. Diakses tanggal
21 October 2008.
169. "Salmond elected as first minister". BBC News. 16 May 2007. Diakses tanggal 21 October
2008.
170. "Scottish election: SNP wins election". BBC News. 6 May 2011.
171. "Structure and powers of the Assembly". BBC News. 9 April 1999. Diakses tanggal
21 October 2008.
172. "Carwyn Jones clinches leadership in Wales". WalesOnline. Media Wales Ltd. 1 December
2009. Diakses tanggal 1 December 2009.
173. "Devolved Government – Ministers and their departments". Northern Ireland Executive.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-08-22. Diakses tanggal 17 October 2008.
174. N. Burrows, "Unfinished Business: The Scotland Act 1998" ([Link]
10.1111/1468-2230.00203/abstract), The Modern Law Review, vol. 62, issue 2, (March
1999), p. 249: "The UK Parliament is sovereign and the Scottish Parliament is subordinate.
The White Paper had indicated that this was to be the approach taken in the legislation. The
Scottish Parliament is not to be seen as a reflection of the settled will of the people of
Scotland or of popular sovereignty but as a reflection of its subordination to a higher legal
authority. Following the logic of this argument, the power of the Scottish Parliament to
legislate can be withdrawn or overridden..."
175. M. Elliot, "United Kingdom: Parliamentary sovereignty under pressure" ([Link]
[Link]/content/2/3/[Link]), International Journal of Constitutional Law, vol. 2, issue
3, (2004), pp. 553–554: "Notwithstanding substantial differences among the schemes, an
important common factor is that the U.K. Parliament has not renounced legislative
sovereignty in relation to the three nations concerned. For example, the Scottish Parliament
is empowered to enact primary legislation on all matters, save those in relation to which
competence is explicitly denied ... but this power to legislate on what may be termed
"devolved matters" is concurrent with the Westminster Parliament's general power to
legislate for Scotland on any matter at all, including devolved matters ... In theory, therefore,
Westminster may legislate on Scottish devolved matters whenever it chooses..."
176. G. Walker,"Scotland, Northern Ireland, and Devolution, 1945–1979" ([Link]
ble/10.1086/644536), Journal of British Studies, vol. 39, no. 1 (January 2010), pp. 124 &
133.
177. A. Gamble, "The Constitutional Revolution in the United Kingdom" ([Link]
[Link]/content/36/1/[Link]), Publius, volume 36, issue 1, p. 29: "Parlemen Britania
memiliki wewenang untuk membubarkan Parlemen Skotlandia dan Majelis Wales dengan
pemungutan suara sederhana di kedua dewan kamar, namun sejak referendum, akan sulit
secara politik untuk melakukannya tanpa adanya pemungutan suara lebih lanjut oleh rakyat.
Dengan cara ini beberapa langkah-langkah konstitusional yang diperkenalkan oleh
pemerintah Blair tampaknya mengakar dan tidak tunduk pada kebijakan sederhana
kedaulatan parlemen di Westminster."
178. E. Meehan, "The Belfast Agreement—Its Distinctiveness and Points of Cross-Fertilization in
the UK’s Devolution Programme" ([Link]
Parliamentary Affairs, vol. 52, issue 1 (1 January 1999), p. 23: "[T]he distinctive involvement
of two governments in the Northern Irish problem means that Northern Ireland’s new
arrangements rest upon an intergovernmental agreement. If this can be equated with a
treaty, it could be argued that the forthcoming distribution of power between Westminister
and Belfast has similarities with divisions specified in the written constitutions of federal
states... Although the Agreement makes the general proviso that Westminister’s ‘powers to
make legislation for Northern Ireland’ remains ‘unaffected’, without an explicit categorical
reference to reserved matters, it may be more difficult than in Scotland or Wales for
devolved powers to be repatriated. The retraction of devolved powers would not merely
entail consultation in Northern Ireland backed implicitly by the absolute power of
parliamentary sovereignty but also the renegotiation of an intergovernmental agreement".
179. Swaine, Jon (13 January 2009). "Barack Obama presidency will strengthen special
relationship, says Gordon Brown" ([Link]
a/4226246/Barack-Obama-presidency-will-strengthen-special-relationship-says-Gordon-Bro
[Link]). The Daily Telegraph (London). Retrieved 3 May 2011.
180. Kirchner, E. J.; Sperling, J. (2007). Global Security Governance: Competing Perceptions of
Security in the 21st Century. London: Taylor & Francis. p. 100. ISBN 0-415-39162-8
181. Camber, Rebecca (10 September 2008). "British Army enjoys recruitment boom from Irish
Republic after troops leave Northern Ireland". Daily Mail. London. Diakses tanggal 4 January
2012.
182. "Portugal and England, 1386-2010". [Link].
183. "DFID's expenditure on development assistance" ([Link]
[Link]/pa/cm200809/cmselect/cmintdev/220/[Link]) Diarsipkan ([Link]
g/web/20130112222226/[Link]
elect/cmintdev/220/[Link]) 2013-01-12 di Wayback Machine.. UK Parliament. Retrieved
3 May 2011.
184. Armed Forces Act 1976, Arrangement of Sections ([Link]
[Link]) Diarsipkan ([Link]
galservices/[Link]) 2009-02-21 di Wayback Machine., [Link]
185. "Ministry of Defence". Ministry of Defence. Diakses tanggal 21 February 2012.
186. Parliament ([Link]
-queen/) Speaker addresses Her Majesty Queen Elizabeth II, 20 March 2012
187. "House of Commons Hansard". UK Parliament. Diakses tanggal 23 October 2008.
188. "Defence Spending". Ministry of Defence. Diakses tanggal 6 January 2008.
189. "The Royal Navy: Britain's Trident for a Global Agenda – The Henry Jackson Society". Henry
Jackson Society. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-10-13. Diakses tanggal 17 October
2008.
190. UK 2005: The Official Yearbook of the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland.
Office for National Statistics. p. 89.
191. "The Treaty (act) of the Union of Parliament 1706". Scottish History Online. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2019-05-27. Diakses tanggal 5 October 2008.
192. "UK Supreme Court judges sworn in". BBC News. 1 October 2009.
193. Constitutional reform: A Supreme Court for the United Kingdom ([Link]
ult/supremecourt/[Link])PDF (252 KB), Department for Constitutional Affairs. Retrieved
22 May 2006.
194. Bainham, Andrew (1998). The international survey of family law:1996. The Hague: Martinus
Nijhoff. hlm. 298. ISBN 978-90-411-0573-8. Diakses tanggal 28 December 2010.
195. "The Australian courts and comparative law". Australian Law Postgraduate Network.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-04-14. Diakses tanggal 28 December 2010.
196. "Court of Session – Introduction". Scottish Courts. Diakses tanggal 5 October 2008.
197. "High Court of Justiciary – Introduction". Scottish Courts. Diakses tanggal 5 October 2008.
198. "House of Lords – Practice Directions on Permission to Appeal". UK Parliament. Diakses
tanggal 22 June 2009.
199. "Introduction". Scottish Courts. Diakses tanggal 5 October 2008.
200. Luckhurst, Tim (20 March 2005). "The case for keeping 'not proven' verdict". The Sunday
Times. London. Diakses tanggal 5 October 2008.
201. "Police-recorded crime down by 9%". BBC News. 17 July 2008. Diakses tanggal 21 October
2008.
202. "New record high prison population". BBC News. 8 February 2008. Diakses tanggal
21 October 2008.
203. "Crime falls to 32 year low" (Siaran pers). Scottish Government. 7 September 2010. Diakses
tanggal 21 April 2011. "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-07-02. Diakses
tanggal 2012-08-26.
204. "Prisoner Population at Friday 22 August 2008". Scottish Prison Service. Diakses tanggal
28 August 2008.
205. "Scots jail numbers at record high". BBC News. 29 August 2008. Diakses tanggal
21 October 2008.
206. "Britain is 'surveillance society' ". BBC News. 2 November 2006. Diakses tanggal
6 December 2010.
207. "Principles for Economic Regulation". Department for Business, Innovation & Skills. April
2011. Diakses tanggal 1 May 2011.
208. "United Kingdom". International Monetary Fund. Diakses tanggal 1 October 2009.
209. Chavez-Dreyfuss, Gertrude (1 April 2008). "Global reserves, dollar share up at end of 2007-
IMF". Reuters. Diakses tanggal 21 December 2009.
210. More About the Bank ([Link]
[Link]/about/more_about.htm) Bank of England – Retrieved 8 August 2008
211. "Index of Services (experimental)". Office for National Statistics. 26 April 2006. Diakses
tanggal 24 May 2006.
212. Sassen, Saskia (2001). The Global City: New York, London, Tokyo (edisi ke-2nd). Princeton
University Press. ISBN 0-691-07866-1.
213. "Global Financial Centres 7" (PDF). Z/Yen. 2010. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal
2012-11-05. Diakses tanggal 21 April 2010.
214. "Worldwide Centres of Commerce Index 2008" (PDF). Mastercard. Diakses tanggal 5 July
2011.
215. " "World's Most Economically Powerful Cities" ". Forbes. 15 July 2008. Diarsipkan dari versi
asli tanggal 2011-05-19. Diakses tanggal 3 October 2010.
216. "Global city GDP rankings 2008–2025". PricewaterhouseCoopers. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2011-05-19. Diakses tanggal 16 November 2010.
217. Mark Lazarowicz (Labour MP) (30 April 2003). "Financial Services Industry". United
Kingdom Parliament. Diakses tanggal 17 October 2008.
218. International Tourism Receipts ([Link]
ng_high.pdf) Diarsipkan ([Link]
[Link]/facts/eng/pdf/highlights/2005_eng_high.pdf) 2007-08-09 di Wayback Machine..
UNWTO Tourism Highlights, Edition 2005. page 12. World Tourism Organisation. Retrieved
24 May 2006.
219. Bremner, Caroline (10 January 2010). "Euromonitor International's Top City Destination
Ranking". Euromonitor International. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-05-19. Diakses
tanggal 31 May 2011.
220. "From the Margins to the Mainstream – Government unveils new action plan for the creative
industries". DCMS. 9 March 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-04. Diakses
tanggal 9 March 2007.
221. "European Countries – United Kingdom". Europa (web portal). Diakses tanggal
15 December 2010.
222. Harrington, James W.; Warf, Barney (1995). Industrial location: Principles, practices, and
policy. London: Routledge. hlm. 121. ISBN 978-0-415-10479-1. Diakses tanggal
28 December 2010.
223. Spielvogel, Jackson J. (2008). Western Civilization: Alternative Volume: Since 1300.
Belmont, CA: Thomson Wadsworth. ISBN 978-0-495-55528-5. Diakses tanggal
28 December 2010.
224. Hewitt, Patricia (15 July 2004). "TUC Manufacturing Conference". Department of Trade and
Industry. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-06-03. Diakses tanggal 16 May 2006.
225. "Industry topics". Society of Motor Manufacturers and Traders. 2011. Diakses tanggal 5 July
2011.
226. Robertson, David (9 January 2009). "The Aerospace industry has thousands of jobs in peril".
The Times. London. Diakses tanggal 9 June 2011.
227. "Facts & Figures – 2009" (PDF). Aerospace & Defence Association of Europe. Diarsipkan dari
versi asli (PDF) tanggal 2010-12-24. Diakses tanggal 9 June 2011.
228. "UK Aerospace Industry Survey – 2010". ADS Group. Diakses tanggal 9 June 2011.
229. "The Pharmaceutical sector in the UK". Department for Business, Innovation & Skills.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-12-12. Diakses tanggal 9 June 2011.
230. "Ministerial Industry Strategy Group – Pharmaceutical Industry: Competitiveness and
Performance Indicators" (PDF). Department of Health. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal
2013-01-07. Diakses tanggal 9 June 2011.
231. "UK in recession as economy slides". BBC News. 23 January 2009. Diakses tanggal
23 January 2009.
232. "UK youth unemployment at its highest in two decades: 22.5%". MercoPress. 15 April 2012.
233. Groom, Brian (19 January 2011). "UK youth unemployment reaches record". Financial
Times. London.
234. "Release: EU Government Debt and Deficit returns". Office for National Statistics. March
2012. Diakses tanggal 17 August 2012.
235. "United Kingdom: Numbers in low income". The Poverty Site. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2010-07-13. Diakses tanggal 25 September 2009.
236. "United Kingdom: Children in low income households". The Poverty Site. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2009-06-22. Diakses tanggal 25 September 2009.
237. "Warning of food price hike crisis". BBC News. 4 April 2009.
238. Gascoin, J. "A reappraisal of the role of the universities in the Scientific Revolution", in
Lindberg, David C. and Westman, Robert S., eds (1990), Reappraisals of the Scientific
Revolution. Cambridge University Press. p. 248. ISBN 0-521-34804-8.
239. Reynolds, E.E.; Brasher, N.H. (1966). Britain in the Twentieth Century, 1900–1964.
Cambridge University Press. p. 336. OCLC 474197910 ([Link]
240. Burtt, E.A. (2003) [1924].The Metaphysical Foundations of Modern Science ([Link]
[Link]/books?id=G9WBMa1Rz_kC&pg=PA207&dq=newton+foundation+of+modern+scie
nce&hl=en&ei=bZL_TdzJIc698gPC1pyqCQ&sa=X&oi=book_result&ct=book-thumbnail&resn
um=1&ved=0CC4Q6wEwAA#v=onepage&q&f=false). Mineola, NY: Courier Dover. p. 207.
ISBN 0-486-42551-7.
241. Hatt, C. (2006). Scientists and Their Discoveries ([Link]
hqrAPQC&printsec=frontcover&dq=Hatt,+Scientists+and+Their+Discoveries&hl=En&ei=udT
_Teb0LcKE-wbM1NDeAw&sa=X&oi=book_result&ct=book-thumbnail&resnum=1&ved=0CC
wQ6wEwAA#v=onepage&q&f=false). London: Evans Brothers. pp. 16, 30 and 46. ISBN 0-
237-53195-X.
242. Jungnickel, C.; McCormmach, R. (1996). Cavendish ([Link]
oN-rg8I8C&printsec=frontcover&dq=Henry+Cavendish&hl=En&src=bmrr&ei=s8T_Tb_lDc2q-
gbe3cyNAg&sa=X&oi=book_result&ct=book-thumbnail&resnum=1&ved=0CDAQ6wEwAA#v
=onepage&q=Henry%20Cavendish&f=false). American Philosophical Society. ISBN 0-
87169-220-1.
243. "The Nobel Prize in Physiology or Medicine 1945: Sir Alexander Fleming, Ernst B. Chain, Sir
Howard Florey". The Nobel Foundation. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-21.
Diakses tanggal 2012-08-26.
244. Hatt, C. (2006). Scientists and Their Discoveries ([Link]
hqrAPQC&printsec=frontcover&dq=Hatt,+Scientists+and+Their+Discoveries&hl=En&ei=udT
_Teb0LcKE-wbM1NDeAw&sa=X&oi=book_result&ct=book-thumbnail&resnum=1&ved=0CC
wQ6wEwAA#v=onepage&q&f=false). London: Evans Brothers. p. 56. ISBN 0-237-53195-X.
245. James, I. (2010). Remarkable Engineers: From Riquet to Shannon. Cambridge University
Press. pp. 33–6. ISBN 0-521-73165-8.
246. Bova, Ben (2002) [1932]. The Story of Light. Naperville, IL: Sourcebooks. p. 238. ISBN 978-
1-4022-0009-0.
247. "Alexander Graham Bell (1847–1922)". Scottish Science Hall of Fame. Diarsipkan dari versi
asli tanggal 2011-06-21. Diakses tanggal 2012-08-26.
248. "John Logie Baird (1888–1946)". BBC History. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-21.
Diakses tanggal 2012-08-26.
249. Cole, Jeffrey (2011). Ethnic Groups of Europe: An Encyclopedia ([Link]
oks?id=Wlth0GRi0N0C&pg=PA121&dq=Frank+Whittle+Alan+Turing+Tim+Berners-Lee&hl=
En&ei=Ftn_TazNKs70-gb-99zgAw&sa=X&oi=book_result&ct=book-thumbnail&resnum=2&v
ed=0CDMQ6wEwAQ#v=onepage&q=Frank%20Whittle%20Alan%20Turing%20Tim%20Bern
ers-Lee&f=false). Santa Barbara, CA: ABC-CLIO. p. 121. ISBN 1-59884-302-8.
250. Castells, M.; Hall, P.; Hall, P.G. (2004). Technopoles of the World: the Making of Twenty-
First-Century Industrial Complexes. London: Routledge. pp. 98–100. ISBN 0-415-10015-1.
251. "Knowledge, networks and nations: scientific collaborations in the twenty-first century" (PDF).
Royal Society. 2011. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2011-06-22. Diakses tanggal
2012-08-26.
252. McCook, Alison. "Is peer review broken?". Reprinted from the Scientist 20(2) 26, 2006.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-21. Diakses tanggal 2012-08-26.
253. "Heathrow 'needs a third runway' ". BBC News. 25 June 2008. Diakses tanggal 17 October
2008.
254. "Statistics: Top 30 World airports" (PDF) (Siaran pers). Airports Council International. 2008.
Diakses tanggal 15 October 2008.
255. "Transport Statistics Great Britain: 2010" (PDF). Department for Transport. Diarsipkan dari
versi asli (PDF) tanggal 2010-12-16. Diakses tanggal 5 December 2010.
256. "Major new rail lines considered". BBC News. 21 June 2008. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2010-11-09. Diakses tanggal 2012-08-26.
257. "Size of Reporting Airports October 2009 – September 2010" (PDF). CAA. Diarsipkan dari
versi asli (PDF) tanggal 2012-05-04. Diakses tanggal 5 December 2010.
258. "BMI being taken over by Lufthansa". BBC News. 29 October 2008. Diakses tanggal
23 December 2009.
259. "United Kingdom Energy Profile". U.S. Energy Information Administration. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2009-01-02. Diakses tanggal 4 November 2010.
260. "United Kingdom – Quick Facts Energy Overview". U.S. Energy Information Administration.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-11-06. Diakses tanggal 4 November 2010.
261. "United Kingdom – Oil". U.S. Energy Information Administration. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2006-10-07. Diakses tanggal 4 November 2010.
262. "United Kingdom – Natural Gas". U.S. Energy Information Administration. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2006-10-13. Diakses tanggal 4 November 2010.
263. The Coal Authority (10 April 2006). "Coal Reserves in the United Kingdom" (PDF). The Coal
Authority. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-01-04. Diakses tanggal 5 July 2011.
264. "England Expert predicts 'coal revolution' ". BBC News. 16 October 2007. Diakses tanggal
23 September 2008.
265. Mason, Rowena (24 October 2009). "Let the battle begin over black gold". The Daily
Telegraph. London. Diakses tanggal 26 November 2010.
266. Heath, Michael (26 November 2010). "RBA Says Currency Containing Prices, Rate Level
'Appropriate' in Near Term". Bloomberg. New York. Diakses tanggal 26 November 2010.
267. "Census Geography". Office for National Statistics. 30 October 2007. Diarsipkan dari versi
asli tanggal 2011-06-04. Diakses tanggal 14 April 2012.
268. "Welcome to the 2011 Census for England and Wales". Office for National Statistics. 2008.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-09-15. Diakses tanggal 11 October 2009.
269. "Annual Mid-year Population Estimates, 2010" (PDF). Office for National Statistics. 2011.
Diakses tanggal 14 April 2012.
270. Travis, Alan (22 August 2008). "Ageing Britain: Pensioners outnumber under-16s for first
time". The Guardian. London. Diakses tanggal 23 August 2008.
271. Batty, David (30 December 2010). "One in six people in the UK today will live to 100, study
says". The Guardian. London.
272. "Population: UK population grows to 59.6 million" (Siaran pers). Office for National Statistics.
24 June 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 July 2004. Diakses tanggal 14 April
2012.
273. Khan, Urmee (16 September 2008). "England is most crowded country in Europe". The Daily
Telegraph. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-05-23. Diakses tanggal
5 September 2009.
274. "UK fertility remains high" (Siaran pers). Office for National Statistics. 24 June 2010.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 June 2011. Diakses tanggal 14 April 2012.
275. Boseley, Sarah (14 July 2008). "The question: What's behind the baby boom?". The
Guardian. London. hlm. 3. Diakses tanggal 28 August 2009.
276. "Fertility Summary – 2010". Office for National Statistics. 6 October 2011.
277. [Link]
and-wales/[Link]
278. KS01 Usual resident population. Key Statistics for Settlements and Localities Scotland (htt
p://[Link]/files/[Link]) General Register Office for Scotland
279. [Link]
280. "Welsh people could be most ancient in UK, DNA suggests ([Link]
wales-18489735)". BBC News. June 19, 2012.
281. Thomas, Mark G. et al. Evidence for a segregated social structure in early Anglo-Saxon
England ([Link] Proceedings
of the Royal Society B: Biological Sciences 273(1601): 2651–2657.
282. Owen, James (19 July 2005). Review of "The Tribes of Britain" ([Link]
[Link]/news/2005/07/0719_050719_britishgene.html). National Geographic.
283. Oppenheimer, Stephen (October 2006). Myths of British ancestry ([Link]
[Link]/2006/10/mythsofbritishancestry/) Diarsipkan ([Link]
15212548/[Link] 2011-10-15
di Wayback Machine.. Prospect magazine (London). Retrieved 5 November 2010.
284. Henderson, Mark (23 October 2009). "Scientist – Griffin hijacked my work to make race
claim about 'British aborigines' ". The Times. London. Diakses tanggal 26 October 2009.
285. Costello, Ray (2001). Black Liverpool: The Early History of Britain's Oldest Black Community
1730–1918. Liverpool: Picton Press. ISBN 1-873245-07-6.
286. "Culture and Ethnicity Differences in Liverpool – Chinese Community". Chambré Hardman
Trust. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-07-24. Diakses tanggal 26 October 2009.
287. Coleman, David; Compton, Paul; Salt, John (2002). "The demographic characteristics of
immigrant populations ([Link]
&hl=en#v=onepage&q=&f=false)". Council of Europe. p.505. ISBN 92-871-4974-7.
288. Mason, Chris (30 April 2008). " 'Why I left UK to return to Poland' ". BBC News.
289. "Ethnicity: 7.9% from a non-White ethnic group". Office for National Statistics. 24 June 2004.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-07-05. Diakses tanggal 14 April 2012.
290. "Resident population estimates by ethnic group (percentages): London". Office for National
Statistics. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-06-23. Diakses tanggal 23 April 2008.
291. "Resident population estimates by ethnic group (percentages): Leicester". Office for National
Statistics. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-06-23. Diakses tanggal 23 April 2008.
292. "Census 2001 – Ethnicity and religion in England and Wales". Office for National Statistics.
Diakses tanggal 23 April 2008.
293. Loveys, Kate (22 June 2011). "One in four primary school pupils are from an ethnic minority
and almost a million schoolchildren do not speak English as their first language". Daily Mail.
London. Diakses tanggal 28 June 2011.
294. "Official EU languages". European Commission. 8 May 2009. Diakses tanggal 16 October
2009.
295. "Language Courses in New York". United Nations. 2006. Diakses tanggal 29 November
2010.
296. "English language – Government, citizens and rights". Directgov. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2012-10-15. Diakses tanggal 23 August 2011.
297. "Commonwealth Secretariat – UK". Commonwealth Secretariat. Diakses tanggal 23 August
2011.
298. Melitz, Jacques (1999). "English-Language Dominance, Literature and Welfare". Centre for
Economic Policy Research. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-05-27. Diakses tanggal
26 May 2006.
299. National Statistics Online – Welsh Language ([Link]
=447&Pos=6&ColRank=1&Rank=192). National Statistics Office.
300. "Differences in estimates of Welsh Language Skills" (PDF). Office for National Statistics.
Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2004-07-22. Diakses tanggal 30 December 2008.
301. Wynn Thomas, Peter (2007). "Welsh today". Voices. BBC. Diakses tanggal 5 July 2011.
302. Scotland's Census 2001 – Gaelic Report ([Link]
[Link]) Diarsipkan ([Link]
10328/[Link]
html) 2013-05-22 di Wayback Machine.. General Register Office for Scotland. Retrieved 15
October 2008.
303. "Local UK languages 'taking off' ". BBC News. 12 February 2009.
304. Edwards, John R. (2010). Minority languages and group identity: cases and categories. John
Benjamins Publishing. hlm. 150–158. ISBN 978-90-272-1866-7. Diakses tanggal 12 March
2011.
305. Koch, John T. (2006). Celtic culture: a historical encyclopedia. ABC-CLIO. hlm. 696.
ISBN 978-1-85109-440-0. Diakses tanggal 12 March 2011.
306. "Language Data – Scots". European Bureau for Lesser-Used Languages. Diarsipkan dari
versi asli tanggal 2007-06-23. Diakses tanggal 2 November 2008.
307. "Fall in compulsory language lessons". BBC News. 4 November 2004.
308. The School Gate for parents in Wales ([Link]
k/wales/schoolgate/aboutschool/content/[Link]). BBC Wales. Retrieved 11 October
2008.
309. Cannon, John, ed. (2nd edn., 2009). A Dictionary of British History ([Link]
m/?id=TYnfhTq2M7EC&pg=PA144). Oxford University Press. p. 144. ISBN 0-19-955037-9.
310. Field, Clive D. (November 2009). "British religion in numbers" ([Link]
ntary/documents/[Link]) Diarsipkan ([Link]
web/20111016173905/[Link]
[Link]) 2011-10-16 di Wayback Machine.. BRIN Discussion Series on Religious
Statistics, Discussion Paper 001. Retrieved 3 June 2011.
311. Yilmaz, Ihsan (2005). Muslim Laws, Politics and Society in Modern Nation States: Dynamic
Legal Pluralisms in England, Turkey, and Pakistan ([Link]
xUC&pg=PA291). Aldershot: Ashgate Publishing. pp. 55–6. ISBN 0-7546-4389-1.
312. Brown, Callum G. (2006). Religion and Society in Twentieth-Century Britain ([Link]
[Link]/?id=ryrD2YODzxUC&pg=PA291). Harlow: Pearson Education. p. 291. ISBN 0-582-
47289-X.
313. Norris, Pippa; Inglehart, Ronald (2004). Sacred and Secular: Religion and Politics Worldwide
([Link] Cambridge University Press. p. 84.
ISBN 0-521-83984-X.
314. "UK Census 2001". National Office for Statistics. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-03-
12. Diakses tanggal 22 April 2007.
315. "Religious Populations". Office for National Statistics. 11 October 2004. Diarsipkan dari versi
asli tanggal 2011-06-06. Diakses tanggal 2012-08-26.
316. "United Kingdom: New Report Finds Only One in 10 Attend Church". [Link]. 4
April 2007. Diakses tanggal 12 September 2010.
317. The History of the Church of England ([Link]
Diarsipkan ([Link]
t/history) 2010-02-21 di Wayback Machine.. The Church of England. Retrieved 23 November
2008.
318. "Queen and Church of England". British Monarchy Media Centre. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2006-10-08. Diakses tanggal 5 June 2010.
319. "Queen and the Church". The British Monarchy (Official Website). Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2011-06-07. Diakses tanggal 2012-08-26.
320. "How we are organised". Church of Scotland. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-07.
Diakses tanggal 2012-08-26.
321. Weller, Paul (2005). Time for a Change: Reconfiguring Religion, State, and Society ([Link]
[Link]/?id=tHc88PzAPLMC&pg=PA80). London: Continuum. pp. 79–80. ISBN 0-
567-08487-6.
322. Peach, Ceri, "United Kingdom, a major transformation of the religious landscape" ([Link]
[Link]/?id=i6ER_z8gcD4C), in H. Knippenberg. ed. (2005). The Changing Religious
Landscape of Europe. Amsterdam: Het Spinhuis. pp. 44–58. ISBN 90-5589-248-3.
323. Richards, Eric (2004). Britannia's children: Emigration from England, Scotland, Wales and
Ireland since 1600 ([Link] London:
Hambledon, p143. ISBN 978-1-85285-441-6.
324. Gibney, Matthew J.; Hansen, Randall (2005). Immigration and asylum: from 1900 to the
present ([Link] ABC-CLIO, p630. ISBN 1-
57607-796-9
325. "Short history of immigration". BBC. 2005. Diakses tanggal 28 August 2010.
326. 6.5% of the EU population are foreigners and 9.4% are born abroad ([Link]
[Link]/cache/ITY_OFFPUB/KS-SF-11-034/EN/[Link]), Eurostat, Katya
Vasileva, 34/2011.
327. Muenz, Rainer (2006). "Europe: Population and Migration in 2005". Migration Policy
Institute. Diakses tanggal 2 April 2007.
328. "Immigration and births to non-British mothers pushes British population to record high".
London Evening Standard. 22 August 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-12-10.
Diakses tanggal 2012-08-30.
329. Doughty, Steve; Slack, James (3 June 2008). "Third World migrants behind our 2.3m
population boom". Daily Mail. London.
330. Bentham, Martin (20 October 2008). "Tories call for tougher control of immigration". London
Evening Standard. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-10-21. Diakses tanggal
2012-08-30.
331. "Minister rejects migrant cap plan". BBC News. 8 September 2008. Diakses tanggal 26 April
2011.
332. Johnston, Philip (5 January 2007). "Immigration 'far higher' than figures say". The Daily
Telegraph. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-05-29. Diakses tanggal 20 April
2007.
333. Travis, Alan (25 August 2011). "UK net migration rises 21%". The Guardian. London.
334. "Migration Statistics Quarterly Report May 2012". Office for National Statistics. 24 May 2012.
335. "Migration to UK more than double government target". BBC News. 24 May 2012.
336. "Citizenship". Home Office. August 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-01-16.
Diakses tanggal 24 October 2011.
337. Bamber, David (20 December 2000). "Migrant squad to operate in France". The Daily
Telegraph. Calais.
338. "Settlement". Home Office. August 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-01-16.
Diakses tanggal 24 October 2011.
339. "Births in England and Wales by parents' country of birth, 2010 ([Link]
el/vsob1/parents--country-of-birth--england-and-wales/2010/births-in-england-and-wales-by-
[Link])", National Statistics.
340. Sriskandarajah, Dhananjayan; Drew, Catherine (11 December 2006). "Brits Abroad:
Mapping the scale and nature of British emigration". Institute for Public Policy Research.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-08-28. Diakses tanggal 20 January 2007.
341. "Brits Abroad: world overview". BBC. 6 December 2006. Diakses tanggal 20 April 2007.
342. Casciani, Dominic (11 December 2006). "5.5 m Britons 'opt to live abroad' ". BBC News.
Diakses tanggal 20 April 2007.
343. "Brits Abroad: Country-by-country". BBC News. 11 December 2006.
344. Richards (2004), pp. 6–7.
345. Right of Union citizens and their family members to move and reside freely within the
territory of the Member States ([Link] Diarsipkan
([Link]
tm) 2012-02-04 di Wayback Machine.. European Commission. Retrieved 6 November 2008.
346. Doward, Jamie; Temko, Ned (23 September 2007). "Home Office shuts the door on Bulgaria
and Romania". The Observer. London. hlm. 2. Diakses tanggal 23 August 2008.
347. Sumption, Madeleine; Somerville, Will (January 2010). The UK's new Europeans: Progress
and challenges five years after accession (PDF). Policy Report. London: Equality and Human
Rights Commission. hlm. 13. ISBN 978-1-84206-252-4. Diarsipkan dari versi asli (PDF)
tanggal 2013-12-07. Diakses tanggal 19 January 2010.
348. Doward, Jamie; Rogers, Sam (17 January 2010). "Young, self-reliant, educated: portrait of
UK's eastern European migrants". The Observer. London. Diakses tanggal 19 January
2010.
349. Hopkirk, Elizabeth (20 October 2008). "Packing up for home: Poles hit by UK's economic
downturn". London Evening Standard. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-10-23.
Diakses tanggal 2012-08-30.
350. "UK sees shift in migration trend". BBC News. 27 May 2010. Diakses tanggal 28 May 2010.
351. "Fresh Talent: Working in Scotland". London: UK Border Agency. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2011-07-16. Diakses tanggal 30 October 2010.
352. Boxell, James (28 June 2010). "Tories begin consultation on cap for migrants". Financial
Times. London. Diakses tanggal 17 September 2010.
353. "Vince Cable: Migrant cap is hurting economy". The Guardian. London. Press Association.
17 September 2010. Diakses tanggal 17 September 2010.
354. "A Brief History of the University". University of Oxford. Diarsipkan dari versi asli tanggal
2008-04-11. Diakses tanggal 30 October 2007.
355. "Local Authorities". Department for Children, Schools and Families. Archived from the
original on 2008-12-30. Diakses tanggal 21 December 2008.
356. Gordon, J.C.B. (1981). Verbal Deficit: A Critique. London: Croom Helm. hlm. 44 note 18.
ISBN 978-0-85664-990-5.
357. Section 8 ('Duty of local education authorities to secure provision of primary and secondary
schools'), Sections 35–40 ('Compulsory attendance at Primary and Secondary Schools') and
Section 61 ('Prohibition of fees in schools maintained by local education authorities ...'),
Education Act 1944.
358. MacLeod, Donald (9 November 2007). "Private school pupil numbers in decline". The
Guardian. London. Diakses tanggal 31 March 2010.
359. "More state pupils in universities". BBC News. 19 July 2007.
360. "QS World University Rankings Results 2010". Quacquarelli Symonds. Diakses tanggal
27 April 2011.
361. "England's pupils in global top 10". BBC News. 10 December 2008.
362. Davenport, F.; Beech, C.; Downs, T.; Hannigan, D. (2006). Ireland. Lonely Planet, 7th edn.
ISBN 1-74059-968-3. p. 564.
363. About SQA ([Link] Scottish Qualifications Authority.
Retrieved 7 October 2008.
364. About Learning and Teaching Scotland ([Link]
Diarsipkan ([Link]
lts/[Link]) 2012-04-01 di Wayback Machine.. Learning and Teaching Scotland. Retrieved
7 October 2008.
365. Brain drain in reverse ([Link]
g/about/innovation-and-creativity/features/education/e_brain_drain.html). Scotland Online
Gateway. Retrieved 7 October 2008.
366. "Increase in private school intake". BBC News. 17 April 2007.
367. "MSPs vote to scrap endowment fee". BBC News. 28 February 2008.
368. About Us – What we do ([Link] Diarsipkan ([Link]
180305135914/[Link] 2018-03-05 di Wayback Machine.. Council for the
Curriculum Examinations & Assessment. Retrieved 7 October 2008.
369. What will your child learn? ([Link]
lsh/whatchildlearn;jsessionid=LtdrLbCM21w0dlcTH1Crdy0J4H7Yg7XdqD1yVvpV2sHG8PX1
BGZl!686978193?lang=en) Diarsipkan ([Link]
s://[Link]/404) 2020-04-06 di Wayback Machine. The Welsh Assembly Government.
Retrieved 22 January 2010.
370. Haden, Angela; Campanini, Barbara, ed. (2000). The world health report 2000 – Health
systems: improving performance (PDF). Geneva: World Health Organisation. ISBN 92-4-
156198-X. Diakses tanggal 5 July 2011.
371. World Health Organization. "Measuring overall health system performance for 191 countries"
(PDF). New York University. Diakses tanggal 5 July 2011.
372. " 'Huge contrasts' in devolved NHS". BBC News. 28 August 2008.
373. Triggle, Nick (2 January 2008). "NHS now four different systems". BBC News.
374. Fisher, Peter. "The NHS from Thatcher to Blair". NHS Consultants Association. International
Association of Health Policy. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-11-20. Diakses tanggal
2012-08-30. "The Budget ... was even more generous to the NHS than had been expected
amounting to an annual rise of 7.4% above the rate of inflation for the next 5 years. This
would take us to 9.4% of GDP spent on health ie around EU average."
375. "OECD Health Data 2009 – How Does the United Kingdom Compare" ([Link]
dataoecd/46/4/[Link]). Organisation for Economic Co-operation and Development.
376. "The cultural superpower: British cultural projection abroad" ([Link]
no/British%20Politics%20Review%2001_2011.pdf) Diarsipkan ([Link]
20180916155419/[Link]
[Link]) 2018-09-16 di Wayback Machine.. Journal of the British Politics Society, Norway.
Volume 6. No. 1. Winter 2011
377. Sheridan, Greg (15 May 2010). "Cameron has chance to make UK great again". The
Australian. Sydney. Diakses tanggal 20 May 2012.
378. Goldfarb, Jeffrey (10 May 2006). "Bookish Britain overtakes America as top publisher".
RedOrbit. Texas. Reuters. Archived from the original on 2008-01-06. Diakses tanggal
2012-08-30.
379. "William Shakespeare (English author)". Britannica Online encyclopedia. Diakses tanggal
26 February 2006.
380. MSN Encarta Encyclopedia article on Shakespeare. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-
02-09. Diakses tanggal 26 February 2006.
381. William Shakespeare. Columbia Electronic Encyclopedia. Diakses tanggal 26 February
2006.
382. "Mystery of Christie's success is solved". Daily Telegraph. London. 19 December 2005.
Diakses tanggal 14 November 2010.
383. Edinburgh, UK appointed first UNESCO City of Literature ([Link]
n/[Link]-URL_ID=36908&URL_DO=DO_TOPIC&URL_SECTION=[Link]) UNESCO.
Retrieved 20 August 2008.
384. "Early Welsh poetry". BBC Wales. Diakses tanggal 29 December 2010.
385. Lang, Andrew (2003) [1913]. History of English Literature from Beowulf to Swinburne.
Holicong, PA: Wildside Press. hlm. 42. ISBN 978-0-8095-3229-2. Diakses tanggal
29 December 2010.
386. "Dafydd ap Gwilym". Academi website. Academi. 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal
2012-05-27. Diakses tanggal 3 January 2011. "Dafydd ap Gwilym is widely regarded as one
of the greatest Welsh poets of all time, and amongst the leading European poets of the
Middle Ages."
387. True birthplace of Wales's literary hero ([Link]
Diarsipkan ([Link]
news/wales/[Link]) 2020-03-16 di Wayback Machine.. BBC News. Retrieved 28 April
2012
388. Kate Roberts: Biography ([Link]
west/halloffame/arts/[Link]). BBC Wales. Retrieved 28 April 2012
389. Swift, Jonathan; Fox, Christopher (1995). Gulliver's travels: complete, authoritative text with
biographical and historical contexts, critical history, and essays from five contemporary
critical perspectives. Basingstoke: Macmillan. hlm. 10. ISBN 978-0-333-63438-7. Diakses
tanggal 1 January 2011.
390. "Bram Stoker" (PDF). The New York Times. 23 April 1912. Diakses tanggal 1 January 2011.
391. "1960–1969". EMI Group Ltd. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-04-25. Diakses tanggal
31 May 2008.
392. "Paul At Fifty". TIME. New York. 8 June 1992. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-05-18.
Diakses tanggal 2012-08-30.
393. Most Successful Group ([Link] The Guinness Book of
Records 1999, p. 230. Retrieved 19 March 2011.
394. "British Citizen by Act of Parliament: George Frideric Handel". UK Parliament. 20 July 2009.
Diakses tanggal 11 September 2009.
395. Citron, Stephen (2001). Sondheim and Lloyd-Webber: The new musical. London: Chatto &
Windus. ISBN 978-1-85619-273-6. Diakses tanggal 20 August 2010.
396. "Beatles a big hit with downloads". Belfast Telegraph. 25 November 2010. Diakses tanggal
16 May 2011.
397. "British rock legends get their own music title for PlayStation3 and PlayStation2" (Siaran
pers). EMI. 2 February 2009. "Salinan arsip". Archived from the original on 2012-11-14.
Diakses tanggal 2021-02-04.
398. Khan, Urmee (17 July 2008). "Sir Elton John honoured in Ben and Jerry ice cream". The
Daily Telegraph. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-08-01. Diakses tanggal
2012-08-30.
399. Alleyne, Richard (19 April 2008). "Rock group Led Zeppelin to reunite". The Daily Telegraph.
London. Diakses tanggal 31 March 2010.
400. Fresco, Adam (11 July 2006). "Pink Floyd founder Syd Barrett dies at home". The Times.
London. Diakses tanggal 31 March 2010.
401. Holton, Kate (17 January 2008). "Rolling Stones sign Universal album deal". Reuters.
Diakses tanggal 26 October 2008.
402. Walker, Tim (12 May 2008). "Jive talkin': Why Robin Gibb wants more respect for the Bee
Gees". The Independent. London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-05-13. Diakses
tanggal 26 October 2008.
403. "Brit awards winners list 2012: every winner since 1977" ([Link]
tablog/2012/feb/22/brit-awards-winners-list-2012). The Guardian. Retrieved 28 February
2012
404. Lewis Corner (16 February 2012). "Adele, Coldplay biggest-selling UK artists worldwide in
2011". Digital Spy. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-03-20. Diakses tanggal 22 March
2012.
405. Hughes, Mark (14 January 2008). "A tale of two cities of culture: Liverpool vs Stavanger".
The Independent. London. Diakses tanggal 2 August 2009.
406. "Glasgow gets city of music honour". BBC News. 20 August 2008. Diakses tanggal 2 August
2009.
407. Bayley, Stephen (24 April 2010). "The startling success of Tate Modern". The Times.
London. Diakses tanggal 19 January 2011.
408. "The Directors' Top Ten Directors". British Film Institute. Diakses tanggal 2 November 2010.
409. "Chaplin, Charles (1889–1977)". British Film Institute. Diakses tanggal 25 January 2011.
410. "Powell, Michael (1905–1990)". British Film Institute. Diakses tanggal 25 January 2011.
411. "Reed, Carol (1906–1976)". British Film Institute. Diakses tanggal 25 January 2011.
412. "Scott, Sir Ridley (1937–)". British Film Institute. Diakses tanggal 25 January 2011.
413. "Andrews, Julie (1935–)". British Film Institute. Diakses tanggal 11 December 2010.
414. "Burton, Richard (1925–1984)". British Film Institute. Diakses tanggal 11 December 2010.
415. "Caine, Michael (1933–)". British Film Institute. Diakses tanggal 11 December 2010.
416. "Chaplin, Charles (1889–1977)". British Film Institute. Diakses tanggal 11 December 2010.
417. "Connery, Sean (1930–)". British Film Institute. Diakses tanggal 11 December 2010.
418. "Leigh, Vivien (1913–1967)". British Film Institute. Diakses tanggal 11 December 2010.
419. "Niven, David (1910–1983)". British Film Institute. Diakses tanggal 11 December 2010.
420. "Olivier, Laurence (1907–1989)". British Film Institute. Diakses tanggal 11 December 2010.
421. "Sellers, Peter (1925–1980)". British Film Institute. Diakses tanggal 11 December 2010.
422. "Winslet, Kate (1975–)". British Film Institute. Diakses tanggal 11 December 2010.
423. "Harry Potter becomes highest-grossing film franchise". The Guardian. London. 11
September 2007. Diakses tanggal 2 November 2010.
424. "History of Ealing Studios". Ealing Studios. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-07-26.
Diakses tanggal 5 June 2010.
425. "Barry Ronge's Classic DVD: Alice in Wonderland". Sunday Times. Johannesburg. Diakses
tanggal 20 August 2010.
426. "UK film – the vital statistics". UK Film Council. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-12-11.
Diakses tanggal 22 October 2010.
427. "The BFI 100". British Film Institute. 6 September 2006.
428. "Baftas fuel Oscars race". BBC News. 26 February 2001. Diakses tanggal 14 February
2011.
429. Newswire7 (13 August 2009). "BBC: World's largest broadcaster & Most trusted media
brand". Media Newsline. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-17. Diakses tanggal
2012-08-30.
430. "TV Licence Fee: facts & figures". BBC Press Office. April 2010. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2011-06-17. Diakses tanggal 2012-08-30.
431. "Publications & Policies: The History of ITV". ITV. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-
17. Diakses tanggal 2012-08-30.
432. "Publishing". News Corporation. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-17. Diakses
tanggal 2012-08-30.
433. "Direct Broadcast Satellite Television". News Corporation. Diarsipkan dari versi asli tanggal
2011-06-17. Diakses tanggal 2012-08-30.
434. William, D. (2010). UK Cities: A Look at Life and Major Cities in England, Scotland, Wales
and Northern Ireland ([Link] Eastbourne: Gardners
Books. ISBN 978-9987-16-021-1, pp. 22, 46, 109 and 145.
435. "Publishing". Department of Culture, Media and Sport. Diarsipkan dari versi asli tanggal
2011-06-17. Diakses tanggal 2012-08-30.
436. Ofcom "Communication Market Report 2010" ([Link]
arch/cmr/753567/CMR_2010_FINAL.pdf), 19 August 2010, pp. 97, 164 and 191, retrieved
17 June 2011.
437. "Social Trends: Lifestyles and social participation". Office for National Statistics. 16 February
2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-17. Diakses tanggal 2012-08-30.
438. "Top 20 countries with the highest number of Internet users". Internet World Stats.
Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-17. Diakses tanggal 2012-08-30.
439. Fieser, James, ed. (2000). A bibliography of Scottish common sense philosophy: Sources
and origins (PDF). Bristol: Thoemmes Press. Diakses tanggal 17 December 2010.
440. Palmer, Michael (1999). Moral Problems in Medicine: A Practical Coursebook. Cambridge:
Lutterworth Press. hlm. 66. ISBN 978-0-7188-2978-0. Diakses tanggal 30 December 2010.
441. Scarre, Geoffrey (1995). Utilitarianism. London: Routledge. hlm. 82. ISBN 978-0-415-12197-
2. Diakses tanggal 30 December 2010.
442. Gysin, Christian (9 March 2007). "Wembley kick-off: Stadium is ready and England play first
game in fortnight". Daily Mail. London. Diakses tanggal 19 March 2007.
443. Britain's Most Popular Sports – MORI Sports Tracker ([Link]
blications/researcharchive/928/[Link])
Ipsos MORI. Retrieved 2 May 2011.
444. "Why is there no GB Olympics football team?". BBC Sport. 5 August 2008. Diakses tanggal
31 December 2010.
445. "Blatter against British 2012 team". BBC News. 9 March 2008. Diakses tanggal 2 April 2008.
446. About ECB ([Link] England and Wales Cricket Board.
Retrieved 4 August 2008.
447. McLaughlin, Martyn (4 August 2009). "Howzat happen? England fields a Gaelic-speaking
Scotsman in Ashes". The Scotsman. Edinburgh. Diakses tanggal 30 December 2010.
448. "Uncapped Joyce wins Ashes call up". BBC Sport. 15 November 2006. Diakses tanggal
30 December 2010.
449. "Glamorgan". BBC South East Wales. 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-04-27.
Diakses tanggal 30 December 2010.
450. Ardener, Shirley (2007). Professional identities: policy and practice in business and
bureaucracy. New York: Berghahn. hlm. 27. ISBN 978-1-84545-054-0. Diakses tanggal
30 December 2010.
451. "Tutorials, News, Tools, and Advices About Blogging". [Link].
452. Louw, Jaco; Nesbit, Derrick (2008). The Girlfriends Guide to Rugby. Johannesburg: South
Publishers. ISBN 978-0-620-39541-0. Diakses tanggal 31 December 2010.
453. "Triple Crown". RBS 6 Nations. Diakses tanggal 6 March 2011.
454. "Lawn Tennis and Major [Link]". The Birmingham Civic Society. Diarsipkan dari versi asli
tanggal 2011-08-18. Diakses tanggal 31 December 2010.
455. Chowdhury, Saj (22 January 2007). "China in Ding's hands". BBC Sport. Diakses tanggal
2 January 2011.
456. Gould, Joe (10 April 2007). "The ancient Irish sport of hurling catches on in America".
Columbia News Service. Columbia Journalism School. Diarsipkan dari versi asli tanggal
2011-08-14. Diakses tanggal 17 May 2011.
457. Shinty ([Link] Diarsipkan ([Link]
[Link]/web/20171010105806/[Link] 2017-10-
10 di Wayback Machine.. Scottish Sport. Retrieved 2 October 2008.
458. "Tracking the Field" (PDF). Ipsos MORI. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2009-02-05.
Diakses tanggal 17 October 2008.
459. "Links plays into the record books". BBC News. 17 March 2009.
460. "Wales Rally GB, Rally Guide 1" (PDF). [Link]. Diarsipkan dari versi asli (PDF)
tanggal 2011-05-01. Diakses tanggal 2 January 2011.
461. "Welsh dragon call for Union flag". BBC News. 27 November 2007. Diakses tanggal
17 October 2008.
462. "Britannia on British Coins". Chard. Diakses tanggal 25 June 2006.
463. Baker, Steve (2001). Picturing the Beast. University of Illinois Press. hlm. 52. ISBN 0-252-
07030-5.

Pranala luar

Wikiwisata memiliki panduan wisata Britania Raya.

Situs pemerintahan

(Inggris) Situs resmi HM Government ([Link] Diarsipkan (htt


ps://[Link]/web/20090907093139/[Link] 2009-09-
07 di Wayback Machine.
(Inggris) Situs resmi Monarki Britania ([Link]
(Inggris) Buku tahunan Britania Raya ([Link] statistik
(Inggris) Situs resmi Perdana Menteri Britania Raya ([Link]

Informasi umum

(Inggris) Britania Raya ([Link] di BBC News


Britania Raya ([Link] di
CIA World Factbook.
(Inggris) Britania Raya ([Link] Diarsipkan
([Link]
[Link]) 2009-04-06 di Wayback Machine. dari UCB Libraries GovPubs
(Inggris) Britania Raya ([Link] di Curlie (dari
DMOZ)
(Inggris) Britania Raya ([Link]
m) di Encyclopædia Britannica
(Inggris) Britania Raya ([Link] dari OECD
(Inggris) Britania Raya ([Link]
m/index_en.htm) Diarsipkan ([Link]
u/about-eu/countries/member-countries/unitedkingdom/index_en.htm) 2016-07-25 di
Wayback Machine. di EU

Peta United Kingdom di Wikimedia Atlas

OpenStreetMap memiliki data geografis tentang Britania Raya ([Link]


[Link]/browse/relation/62149)
(Inggris) Prakiraan Pembangunan Britania Raya ([Link]
[Link]?Country=GB) dari International Futures

Travel

(Inggris) Panduan wisata resmi Britania Raya ([Link]


(Inggris) kewarganegaraan Britania uji ([Link]

Diperoleh dari "[Link]

Anda mungkin juga menyukai